Jumat, 05 Agustus 2016

Gandeng Google, Wahid Institute Gelar Workshop Informasi untuk Perdamaian

Jakarta, PMII Cabang Tegal. The Wahid Institute bersama Google Indonesia menggelar workshop untuk menyebarkan informasi untuk perdamaian, Selasa (1/9) di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta. Kegiatan bertajuk ‘Pitch for Peace’ ini digelar untuk memberikan langkah-langkah strategis dalam menyerap maupun menyebarkan informasi melalui berbagai media di dunia maya.

Hadir dalam kegiatan ini, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, Direktur The Wahid Institute Yenny Wahid, penulis buku Biografi Gus Dur Greg Barton, aktivis gender Hussein Muhammad, dan para aktivis media sosial, serta blogger.

Gandeng Google, Wahid Institute Gelar Workshop Informasi untuk Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Google, Wahid Institute Gelar Workshop Informasi untuk Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Google, Wahid Institute Gelar Workshop Informasi untuk Perdamaian

Shinto Nugroho, Manajer Kebijakan Publik Google Indonesia mengatakan, bahwa sosial media yang saat ini menjadi basis penyebaran informasi mempunyai peran yang sangat strategis.?

PMII Cabang Tegal

“Bisa dikatakan para pengguna media sosial yang didominasi oleh anak-anak muda sudah berada pada tingkat Digital Native (pengguna yang sudah mahir, red),” ujarnya.

PMII Cabang Tegal

Sementara itu, Yenny Wahid dalam sambutannya menuturkan, bahwa peran generasi muda untuk menyebarkan informasi yang damai dan mendidik sangatlah penting. Menurutnya, berbagai ancaman yang berbau intoleransi sangat mudah menyebar di dunia maya.?

“Sebab itu, banggalah menjadi anak Indonesia, karena peran anak muda yang mencintai negara dan bangsanya sangat penting dalam penyebaran informasi damai di internet,” terang Putri Ke-2 Gus Dur ini.

Senada dengan Yenny Wahid, Lukman Hakim Saifuddin juga menerangkan, bahwa untuk menyebarkan informasi damai, para aktivis media sosial harus mengubah cara pandang, dari melawan tindakan radikal melalui informasi ke pendekatan merangkul mereka dengan informasi yang baik dan benar.

“Internet memang mimbar bebas, sebab itu kita yang mewarisi kearifan luhur dari guru dan orang tua kita sangatlah penting dalam menghadapi radikalisme di dunia maya,” tuturnya.

Lukman menandaskan, bahwa Google juga harus mempunyai kebijakan terkait konten-konten keras dan tidak mendidik dalam mesin pencariannya. “Kebaikan atau kebajikan Google sangat membantu kita dalam mencari sesuatu, tetapi mestinya hal ini diimbangi dengan kebijakan yang serius terkait konten-konten radikal dengan tidak menampilkan konten tersebut di urutan paling atas, misalnya,” tandas Menag. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Daerah, Ahlussunnah PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal. Gandeng Google, Wahid Institute Gelar Workshop Informasi untuk Perdamaian di PMII Cabang Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock