Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Kader Muslimat NU Probolinggo Dilatih Olahan Makanan

Probolinggo, PMII Cabang Tegal - Sedikitnya 25 orang kader Muslimat NU utusan dari masing-masing Pimpinan Anak Cabang (PAC) di Kabupaten Probolinggo mengikuti pelatihan olahan makanan dari Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo, Selasa (7/2).

Pelatihan yang digelar di aula KPRI Prastiwi Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh Ketua Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Nurayati, Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kabupaten Probolinggo Andjar Noermala serta narasumber Aris Purnama Seta.

Kader Muslimat NU Probolinggo Dilatih Olahan Makanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muslimat NU Probolinggo Dilatih Olahan Makanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muslimat NU Probolinggo Dilatih Olahan Makanan

Selama pelatihan ini para pengurus dan anggota Muslimat NU ini dilatih proses pembuatan sempol daging ayam dan empek-empek dari ikan tongkol. Selain materi, mereka juga langsung melakukan praktik dengan beragam alat yang sudah disediakan.

PMII Cabang Tegal

Hj Nurayati mengatakan, pelatihan olahan makanan ini bertujuan untuk melatih ekonomi kreatif serta menambah income keluarga.

“Setidaknya dengan pelatihan ini para pengurus dan kader Muslimat NU di Kabupaten Probolinggo bisa memiliki bekal ketrampilan memasak yang memadai, minimal untuk keperluan keluarganya,” katanya.

PMII Cabang Tegal

Melalui pelatihan ini Nurayati mengharapkan para kader Muslimat NU mampu memberdayakan diri agar mandiri dalam usaha ekonomi dan mengoptimalisasi kelompok-kelompok usaha di masing-masing PAC.

“Serta, bisa mengembangkan usaha-usaha ekonomi yang sesuai dengan potensi dan sumberdaya yang dimiliki oleh masing-masing daerah. Jika semua kader Muslimat NU memiliki keterampilan tentunya akan mampu mewujudkan kesejahteraan individu dan masyarakat,” harapnya.

Sementara Andjar Noermala mengatakan, pelatihan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk menumbuhkan dan mengembangkan wirausaha baru dari kalangan Muslimat NU.

“Dengan pelatihan ini saya mengharapkan nantinya mampu mengembangkan sendiri kemampuan yang dimilikinya serta bisa menularkan ilmu yang didapat kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal IMNU, Nusantara, RMI NU PMII Cabang Tegal

Senin, 19 Februari 2018

Pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta Gelar Pemantapan Kurikulum

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Para dosen Pascasarjana Program Magister (PPM) Islam Nusantara Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menggelar diskusi pemantapan kurikulum tahun akademik 2015/2016 di ruang Media Center lantai 5 Gedung PBNU Jakarta, Rabu (7/10) sebelum proses perkuliahaan perdana dimulai.

“Rapat dan diskusi ini digelar guna mengevaluasi proses perkuliahaan yang telah lalu sehingga bisa memperbarui kualitas kurikulum dan proses perkuliahaan ke arah yang lebih baik,” ujar Asisten Direktur Pascasarjana, Dr Muhammad Ulinnuha Husnan, MA.

Pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta Gelar Pemantapan Kurikulum (Sumber Gambar : Nu Online)
Pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta Gelar Pemantapan Kurikulum (Sumber Gambar : Nu Online)

Pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta Gelar Pemantapan Kurikulum

Dari dinamika diskusi berdasarkan beberapa semester lalu yang sudah berjalan, para dosen sepakat untuk memasukkan matrikulasi bahasa. Antara lain bahasa Belanda, Arab, dan Jawa.

PMII Cabang Tegal

“Alasannya jelas, karena literatur-literatur terkait sejarah Islam di Nusantara sangat banyak yang masih berbahasa Belanda dan Jawa selain Arab dan Arab pegon,” terang Ulin.

Diskusi ini dihadiri oleh narasumber diantaranya, Prof Dr M Dien Madjid, Dr Rumadi, Dr Mastuki Hs, dan Hamdani, PhD. Serta para staf akademik, Muhammad Afifi, MH, Ayatullah, MFil, dan Muhammad Idris Masudi, Lc, SThI.

PMII Cabang Tegal

Angkatan pertama, PPM Islam Nusantara STAINU Jakarta berhasil mencetak magister pertama sebanyak 45 orang dengan mengkaji tesis mengenai khazanah Islam Nusantara dari berbagai daerah di Indonesia.

Tahun akademik 2015/2016 ini, pascasarjana menerima sebanyak 90 mahasiswa dari berbagai program beasiswa. Program beasiswa Kemenag untuk guru sebanyak 20 orang, beasiswa program pendidikan kader ulama (PKU) sebanyak 25 orang, program beasiswa 1 tahun STAINU Jakarta 30 orang, dan 25 orang lagi dari program beasiswa Yayasan Said Aqil Siroj. Perkuliahaan perdana akan dilaksanakan mulai Jumat, 9 Oktober 2015 besok. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal News, Nusantara, Sejarah PMII Cabang Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

IPPNU Targetkan Bangun 1000 Komisariat

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Meskipun secara formal, jumlah cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) lebih dari 300, tetapi harus diakui bahwa tak semua cabang tersebut benar-benar hidup dan mampu menjalankan aktifitasnya secara baik.

Untuk itu, Ketua Umum IPPNU periode 2009-2011 Margareth Aliyatul Maemunah menargetkan mampu membangun 1000 komisariat yang berada di sekolah dan pesantren dan struktur organisasi yang benar-benar hidup dan menjadi lahan pengkaderan yang baik.

IPPNU Targetkan Bangun 1000 Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Targetkan Bangun 1000 Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Targetkan Bangun 1000 Komisariat

“Masak dalam waktu 3 tahun ngak cukup, masak tak tercapai, yang penting ada keinginan bareng untuk mendirikan komisariat bersama-sama. Tak hanya ada struktur di pusat atau wilayah saja,” katanya, Kamis.

PMII Cabang Tegal

IPPNU saat ini masih dalam tahap transformasi dari organisasi Pemuda menjadi organisasi pelajar. Hal ini juga berpengaruh terhadap keberadaan struktur paling bawah yang dulu ranting, yang berbasis di desa menjadi komisariat yang berbasis di sekolah dan pesantren.

PMII Cabang Tegal

"Sekarang juga masih menjadi perdebatan apakah akan menghapus struktur ranting karena perubahan IPPNU menjadi organisasi pelajar sehingga basisnya harus di sekolah," katanya.

Evaluasi terhadap program 1000 komisariat ini menjadi salah satu agenda Rapimnas yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

Ia menuturkan, salah satu strategi untuk mengembangkan organisasi sampai tingkatan basis yang dilakukannya adalah memperkuat komunikasi dan jejaring sehingga bisa setiap fihak dapat menceritakan kiat sukses atau memberi solusi untuk menutupi kelemahan yang lain.

Dikatakannya, mengajak berorganisasi remaja sekarang cukup sulit karena kecenderungan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk jalan-jalan atau ke mall, apalagi harus keluar duit. "Mereka yang mau berorganisasi harus benar-benar ikhlas atau memiliki latar belakang keluarga yang mendidiknya untuk aktif di NU sejak kecil," paparnya.

Beragam Minat

Ia menambahkan, para kader IPPNU juga memiliki keragaman minat, mulai dari kepanduan, pecinta alam, jurnalistik, konseling Palang Merah Remaja (PMR) dan lainnya. Ia juga berusaha menyalurkan kader-kader tersebut sesuai dengan bidang yang diminatinya.

Seringkali, terdapat pilihan berat yang harus ditempuh, ketika menyalurkan seorang kader pada bidang tertentu, waktu yang mampu diberikan pada organisasi menjadi semakin berkurang.

“Saya memikirkan arah teman-teman ke mana, rata-rata pengurus kalau di tingkatan pusat kan guru, terserah, mereka mau masuk ke birokrasi atau apa, tergantung orangnya,” paparnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nusantara, Hikmah, Berita PMII Cabang Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Pesantren Darussalam Bengkulu Peringati Tahun Baru Islam dengan Pawai Obor

Bengkulu, PMII Cabang Tegal. Menyambut tahun baru 1 Muharram 1438 H, shalawat, takbir, dzikir panjang nan syahdu, serempak terlantun ke langit-langit gemerlap Kota Bengkulu.

Pesantren Darussalam Bengkulu Peringati Tahun Baru Islam dengan Pawai Obor (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Darussalam Bengkulu Peringati Tahun Baru Islam dengan Pawai Obor (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Darussalam Bengkulu Peringati Tahun Baru Islam dengan Pawai Obor

Ratusan santriwan-santriwati dari Pondok Pesantren Darussalam Kota Bengkulu, tumpah ruah turun ke jalan, berjalan kaki, mengangkat obor sambil terus melantunkan lafadz-lafadz Qur’an, dalam pawai obor menyambut tahun baru 1438 Hijriah, Sabtu malam (01/10/2016).

Bertitik tolak dari Kompleks Pondok Pesantren Darussalam, mereka berjalan dengan rute Dusun Besar-Panorama-Jembatan Kecil dengan berjalan kaki. Total ada 1438 obor dinyalakan, jumlah yang disesuaikan dengan angka tahun Hijriah yang dirayakan walaupun di tengah jalan karena hujan turun menyambut keberkahan pawai ini.

Jika biasanya mobil dan sepeda motor berjejalan, dengan deru mesin dan klakson bersahut-sahutan tak berkesudahan, jalan Kota Bengkulu dengan rute yang dilalui dipenuhi para santri yang menyerukan asma Allah, dengan pakaian khas santri, dengan nyala obor yang dijunjung tinggi-tinggi.

PMII Cabang Tegal

Kegiatan ini rutin dilaksanakan oleh santri Pondok Pesantren Darussalam menyambut tahun baru Hijriah. Dengan kegiatan ini diharapkan para santri bisa merenungi makna hijrah yang diajarkan oleh baginda Rasulullah SAW dengan jalan menuntut ilmu, hingga akhirnya para santri bisa mengaplikasikan keilmuannya di masyarakat kelak, kata Ust. Ahmad Walid selaku penanggung jawab acara tersebut

Senada dengan itu, Ketua Yayasan Darussalam kota Bengkulu sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Ust. Rahmat Ramdhani mengapresiasi apa yang telah dilakukan para santri untuk menggaungkan syiar dakwah Muharram tahun ini. Dengan kegiatan ini santriwan/wati tentu sangat bisa diandalkan dari semua sisi.

PMII Cabang Tegal

Salah satu santri yang ikut dalam pawai obor tersebut mengungkapkan rasa bahagianya bisa melantunkan shalawat sambil berjalan menggunakan obor, maklum selama ini biasanya duduk ngaji dan belajar saja, jarang ada hiburan seperti ini. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nusantara, Warta PMII Cabang Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Lawatan Heboh Raja Salman

Oleh M Kholid Syeirazi

Rencana lawatan Raja Arab Saudi, al-Malik Salman bin Abdulaziz al-Saud, bikin heboh. Para pendukungnya di Indonesia sorak sorai. Ada yang bikin meme: “Raja akan datang bawa duit US$25 miliar, pinjaman tanpa bunga, untuk bebaskan Indonesia dari jerat utang Cina dan komunisme.” Kalian boleh terpingkal! Angka US$25 miliar disiarkan oleh istana sebagai ekspektasi investasi. Tiba-tiba disulap dengan opini seolah-olah Raja dan rombongannya bawa uang untuk dipinjamkan ke Indonesia agar terbebas dari gurita komunisme laknatullah. Sebelum tambah keblinger, saya ingin mengajak publik menggunakan nalar dan akal sehat.

Lawatan Heboh Raja Salman (Sumber Gambar : Nu Online)
Lawatan Heboh Raja Salman (Sumber Gambar : Nu Online)

Lawatan Heboh Raja Salman

1. Investasi itu beda dengan utang/pinjaman. Kalau utang, ada bunga. Kalau investasi, ada hasil. Namanya yield atau ROI (return on investment). Dalam bahasa Arab, investasi disebut istitsmâr. Asal katanya tsamar/tsamrah, artinya buah. Istitsmâr berarti mengharap buah atau hasil. Tidak ada orang mau nanam kalau tidak ada hasil untuk dipanen. Itu hukum besi ekonomi. Kalau Arab Saudi punya rencana investasi, pasti mengharap hasil. Pemerintah pantas mengharap kenaikan nilai investasi Arab Saudi yang terbilang rendah. Menurut BKPM, Arab Saudi adalah investor Indonesia peringkat ke-57, dengan nilai investasi hanya US$900 ribu atau sekira Rp 11,97 miliar. Jumlah ini sangat kecil, tidak sepadan dengan devisa haji dan umrah yang disumbangkan Indonesia ke Arab Saudi.

2. Di tengah kondisi ekonomi Kerajaan yang sulit, apa mungkin Indonesia berharap nilai investasi Arab Saudi bisa tembus US$25 miliar atau sekitar Rp332 triliun? Mungkin saja. Sebagaimana diketahui, jatuhnya harga minyak dan anggaran perang telah membuat ekonomi Arab Saudi limbung.? Minyak menyumbang lebih 75 persen penerimaan Kerajaan. Begitu harga minyak terpuruk di bawah US$100 per barel, Arab Saudi bersama Venezuela, Nigeria, Rusia, dan Irak paling terpukul. Meski biaya produksi minyak di tempat mereka rendah, negara-negara tersebut butuh harga minyak tinggi untuk menopang APBN. Anjloknya harga minyak membuat APBN Arab Saudi defisit sebesar SAR 366 miliar pada 2015 dan SAR 297 miliar pada 2016. Jumlah itu setara dengan Rp 1.062 triliun. Berbagai upaya dilakukan untuk menyelamatkan fiskal Kerajaan, antara lain dengan memangkas subsidi energi, memotong gaji pegawai, memangkas belanja modal, utang kepada asing, dan melepas saham Saudi Aramco. Pada akhir 2016, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Arab Saudi berutang kepada asing dan memperoleh dana segar sebesar US$175 miliar. Arab Saudi juga akan melepas saham Saudi Aramco, mesin utama ekonomi kerajaan, dalam IPO yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Economic Times menyebut, lawatan yang dilakukan oleh Raja Salman ke Asia antara lain bertujuan untuk mencari calon pembeli 5 persen saham Saudi Aramco dalam rencana IPO terbesar dalam sejarah.

PMII Cabang Tegal



(Lihat: Saudi King Salman goes on Asia tour to sell a stake in worlds biggest IPO)


3. Dari kaca mata ini, agak menggelikan propaganda pendukung Wahabi bahwa mereka akan membantu perekonomian Indonesia dari cengkeraman Cina dengan pinjaman tanpa bunga. Arab Saudi justru tengah menggalang dana untuk menyelamatkan perekonomian Kerajaan. Bagaimana dengan investasi? Investasi jelas berbeda dari pinjaman. Investasi tidak harus dilakukan oleh Pemerintah. Fiskal Kerajaan yang tengah berdarah-darah tidak berarti Arab Saudi miskin. Uang yang dipegang para pengeran masih sangat besar. Ekspektasi investasi hingga US$25 miliar bisa dilakukan oleh para pengeran. Artinya pakai dana di luar APBN. Dikabarkan Raja Salman mengajak serta 25 pangeran dalam lawatan ke berbagai negara Asia, termasuk Indonesia. Belum diketahui apakah al-Waleed bin Talal, pangeran superkaya dengan total harta mencapai US$28 miliar (+ Rp 372 triliun), ikut serta dalam rombongan. Keponakan Raja Salman ini telah bertemu Presiden Jokowi pada 22 Mei 2016, difasilitasi oleh Dubes Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel. Jika dihitung, harta pangeran terkaya Arab ini jauh lebih besar ketimbang total nilai pasar Freeport-McMoRan yang berkisar US$21,8 miliar. Dari para pengeran superkaya inilah nilai investasi Arab Saudi diharapkan bisa meningkat. Sekali lagi ekspektasi! Mereka belum tentu mau investasi. Rencana investasi yang sudah clear hanya upgrading kilang Cilacap sebesar US$6 miliar. Nah, di sinilah perlunya Raja Salman meyakinkan para pangeran itu bahwa Indonesia layak sebagai tujuan investasi.

PMII Cabang Tegal

4. Kita perlu menyambut baik dan proporsional kedatangan Raja Salman. Dikabarkan beliau termasuk figur moderat, modern, saleh, dan berwawasan luas. (Lihat: New Saudi ruler King Salman bin Abdulaziz). Selain sebagai pemimpin negara terbesar kedua di Timur Tengah setelah Turki, kita juga harus hormati beliau sebagai pelayan dua tanah haram (khâdimul haramain as-syarifain). Namun, mengglorifikasi kedatangan beliau dan rombongan bak pahlawan sembari menjelek-jelekkan pemimpin sendiri bukanlah bentuk terbaik dari sikap warga negara terhormat. Kita merasa terhormat dan senang dikunjungi Raja Salman dalam sikap sebagai warga negara Indonesia yang cinta negaranya, bukan berlagak seperti orang Indonesia yang ‘ngampet’ ingin jadi warga negara Arab Saudi.

Penulis adalah Sekjen Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sunnah, Daerah, Nusantara PMII Cabang Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Indonesia Tidak Punya Rahasia Militer

Jakarta, PMII Cabang Tegal
Musibah gempa dan tsunami yang melanda NAD, hingga mendorong berbagai negara datang ke Indonesia untuk memberikan bantuan kemanusiaan, mengakibatkan berbagai rahasia militer yang selama ini tertutup bisa diketahui pihak asing.

Pengamat politik dari Univ. Bengkulu (Unib), Drs. Lamhir Syam Sinaga MSi, Jumat, mengatakan, posisi global permukaan (Global positioning for landscape) dikhawatirkan tidak ada yang menjadi rahasia lagi. Bahkan tiap jengkal wilayah NAD dan mungkin juga Indonesia sudah difoto, disaat perhatian aparat tercurah dalam penanganan masalah korban dan pengungsi.

Pihak asing, mungkin saja sudah tahu berapa Indonesia memiliki kapal perang, pesawat tempur, meriam dan senjata lainnya. Indonesia kini dalam kondisi yang sudah bisa diprediksi kekuatan militernya, bahkan bila pihak asing menyerang Indonesia dengan mudah mereka melumpuhkan pusat kekuatan militer yang dimiliki. Peta udara melalui foto satelit disatu sisi menguntungkan karena bisa melihat kerusakan yang diakibatkan gempa dan tsunami, tapi disisi lain bisa saja dimanfaatkan untuk keperluan militer dan politis oleh pihak asing. Dengan foto udara bisa diketahui mana yang pangkalan militer, masjid serta fasilitas umum.

Apalagi dengan kemajuan yang begitu pesat dibidang persenjataan, sasaran yang diinginkan akan mudah dihancurkan asalkan sudah jelas posisi dan kordinatnya. "Rudal balistik jarak jauh kini sudah bisa diprogram untuk melumpuhkan pertahanan Indonesia dari jarak jauh," ujar alumni Fisip UI dan master dibidang kajian ketahanan nasional UI itu.Keberadaan pihak asing sebaiknya memang betul-betul digunakan untuk keperluan kemanusiaan. Jangan sampai tujuan kemanusiaan membungkus maksud yang lebih besar.

Lamhir menegaskan, tidak ada bantuan yang betul-betul murni untuk tujuan kemanusiaan. Akan selalu ada unsur politis dibalik bantuan itu. "Itulah manusia, tindakannya selalu ada pamrih," ujarnya. Indonesia tidak mungkin menolak bantuan asing, bila tidak ingin korban selamat jadi meninggal akibat terlambat mendapat bantuan medis, begitu juga dengan pengungsi yang jumlahnya mencapai ratusan ribu sehingga perlu penanganan oleh berbagai pihak. Bahkan upaya untuk merekonstruksi dan rehabilitasi NAD perlu biaya dan dukungan dana dari luar negeri. Dalam konvensi nasional setiap negara yang dapat musibah wajib dibantu negara lain, apalagi posisi Indonesia sebagai negara pengutang, tentunya bantuan asing sangat diharapkan.

Ia meminta agar setiap detik aparat dan seluruh warga waspada. Disisi lain, Lamhir menegaskan, tindakan AS mengembargo sukucadang pesawat dengan dalih pelanggaran HAM telah mengakibatkan bantuan terhadap korban gempa dan tsunami di NAD tidak berjalan maksimal, hingga aparat TNI terkendala dalam mengirimkan pesawat dan helikopter. Desakan dunia yang menyalahkan AS atas kebijakan mengembargo, akhirnya melunakkan hati negara adidaya itu dengan mencabut embargo untuk pesawat hercules. Orang diseluruh dunia menyalahkan AS yang dinilai tidak adil dengan kebijakannya.  Apalagi AS juga sepertinya setengah hati dalam membantu Indonesia, terutama bila dilihat dari nominal bantuan. Seorang artis seperti Sandra Bullock saja membantu satu juta dollar AS. Dengan kedatangan Menlu Collin Powel dan Gubernur Jeff Bush menurut Lamhir, suatu perubahan sikap yang bagus.

Hal senada juga diungkapkan, peneliti Lp3es, Abdul Munim, menurutnya kewaspadaan terhadap pihak asing yang ada di tanah air atas nama bantuan kemanusiaan juga harus ditingkatkan. Karena selain ancaman pertahanan negara juga sangat dimungkinkan terjadinya pencurian naskah dan benda budaya lainnya baik oleh pendatang domestic dan terutama pihak asing yang saat ini banyak terdapat di sana, sementara demi alasan darurat, proses exit-permit yang sangat longgar itu bisa digunakan untuk menyelundupkan naskah-naskah keluar negeri.

"Tidak menutup kemungkinan tim penyelamat asing terdiri dari para etnolog, arkheolog, antropolog atau sosiolog, yang tahu adanya barang berharga di sana. Sebab dalam keadaan normal meraka lihai memperdagangan naskah dan benda budaya secara gelap, maka dalam situasi keruh dikhawatirkan pencurian juga marak." paparnya. (cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nusantara, Makam, Doa PMII Cabang Tegal

Indonesia Tidak Punya Rahasia Militer (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Tidak Punya Rahasia Militer (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Tidak Punya Rahasia Militer

Rabu, 10 Januari 2018

Syekh Hisyam Kabbani Hadiri Istighotsah Kubra di Ciganjur

Jakarta, PMII Cabang Tegal

Pemimpin Tarekat Naqsabandi Haqqani Amerika Serikat Syekh Muhammad Hisyam Kabbani dijadwalkan akan mengikuti istighotsah kubra yang digelar di Masjid Jami’ al-Munawwarah Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (21/5).

Rencananya, acara dimulai selepas sembahyang isya’ atau sekitar pukul 19.30 WIB. Akan hadir pula dalam kesempatan itu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, mantan ibu negara Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, guru sufi Tarekat Syadziliyah KH Luqman Hakim.

”Sebetulnya, Syekh Hisyam ingin bertemu dengan Ibu Shinta Nuriyah. Karena bertepatan dengan momen istighotsah di Masjid al-Munawwarah, kita undang beliau sekalian,” kata salah seorang panitia, Darul Qutni.

Syekh Hisyam Kabbani Hadiri Istighotsah Kubra di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)
Syekh Hisyam Kabbani Hadiri Istighotsah Kubra di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)

Syekh Hisyam Kabbani Hadiri Istighotsah Kubra di Ciganjur

Selain istighotsah, pihak penyelenggara juga memberikan waktu khusus kepada Syekh Hisyam Kabbani untuk memberikan tausyiyah. ”Mudah-mudahan beliau dapat hadir bersama kita semua,” harap Darul.

Ketua Harian DKM Masjid Jami’ al-Munawwarah H Syaifullah Amin mengatakan, Syekh Hisyam Kabbani diketahui sudah berada di Indonesia, 18 Mei lalu. Diperkirakan, ulama sufi kelahiran Lebanon 28 Januari 1945 ini akan berada di Tanah Air selama 10 hari.

PMII Cabang Tegal

Pihak panitia mengundang masyarakat secara umum untuk bergabung dalam majelis istighotsah kubra yang digelar di kompleks Yayasan Abdul Wahid Hasyim ini.

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal AlaSantri, News, Nusantara PMII Cabang Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Khataman Al-Quran di Pesantren Asnawiyah

Demak, PMII Cabang Tegal. Pondok Pesantren Tahfidz Al-Quran (PPTQ) Asnawiyah yang beralamat di Desa Pilangwetan Kecamatan Kebon Agung, Demak, Jawa Tengah mempunyai kebiasaan menutup program khataman dibarengkan dengan peringatan Nuzulul Quran.

Ketua Lembaga Pendidikan Islam Asnawiyah (PPTQ) Asnawiyah K.Cholilullah pada mengatakan, Pesantren Asnawiyah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang mendalami khusus Al-Qur’an baik program menghafal, maupun mendalami ilmu Al-Quran.

Khataman Al-Quran di Pesantren Asnawiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Khataman Al-Quran di Pesantren Asnawiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Khataman Al-Quran di Pesantren Asnawiyah

“Sebagai pesantren Al-Quran , Pesantren Asnawiyyah membiasakan penutupan kajian Ramadhan dibarengkan dengan peringatan Nuzulul Quran,” kata Cholilullah kepada PMII Cabang Tegal pada Ahad (28/7).

PMII Cabang Tegal

Kegiatan tersebut diawali dengan ziarah ke makam sesepuh PPTQ Asnawiyyah pagi hari. Pada sore hari buka puasa bersama dengan pengasuh pesantren beserta dzuriyyah (keluarga pesantren), dan seluruh santri. 

Lebih lanjut K Cholilullah menambahkan acara penutupan dan peringatan Nuzulul Quran dilaksanakan setelah shalat Tarawih yang didahului dengan khotmil Quran. Acara dilanjutkan dengan tahlil yang dipimpin Anisatul Qariah Cholil, AH dan doa dipimpin langsung Nyai Hj. Siti Hajar Harni, AH dan diakhiri dengan peringatan hikmah Nuzulul Quran.

PMII Cabang Tegal

“Habis Tarawih kita lanjutkan dengan khataman kajian yang didahului dengan khotmil Quran, tahlil mauidhoh hasanah,” tambah K Cholil.

Dalam kesempatan itu, Pengasuh PPTQ Asnawiyyah KH M Muchozin mengatakan, bahwa peringatan Nuzulul Quran adalah sebuah momentum bagi santri supaya lebih mengenal secara mendalam tentang Al-Quran yang meliputi tajwid, qiro’ah atau bacaan, ilmu tafsir, sampai asal mula ayat diturunkan (asbabunnuzul).

“Seorang santri harus mempunyai semangat dalam memperdalam keilmuan Al-Quran, baik qiro’ah, tafsir maupun ulumul Quran itu sendiri,” tutur KH Khozin.

Dalam acara tersebut pengurus Ikatan Santri Putri Asnawiyyah (IKASAPNA) sebagai wadah organisasi internal pesantren Asnawiyyah meluncurkan buletin El-Fata Edisi ke-3 dengan kajian utama “Santri Multi Talent”.

Redaktur     : Abdullah Alawi 

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Makam, Nusantara, Kyai PMII Cabang Tegal

Senin, 25 Desember 2017

PP Muslimat Bekali Perempuan Madura Cara Pengolahan Hasil Laut

Pamekasan, PMII Cabang Tegal. Kegiatan fasilitasi pendidikan kompetensi aplikatif melalui kursus pengolahan ikan di daerah tertinggal, diikuti oleh para perempuan Madura, Selasa (2/12) di SMKN 1 Pamekasan, Jawa Timur. Kursus yang digelar PP Muslimat NU dengan menggandeng Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KDPDTT) RI tersebut, memasuki hari kedua dan menitiktekankan pada ragam cara pengolahan hasil laut.

PP Muslimat Bekali Perempuan Madura Cara Pengolahan Hasil Laut (Sumber Gambar : Nu Online)
PP Muslimat Bekali Perempuan Madura Cara Pengolahan Hasil Laut (Sumber Gambar : Nu Online)

PP Muslimat Bekali Perempuan Madura Cara Pengolahan Hasil Laut

Dalam kesempatan tersebut, panitia menghadirkan pemateri dari Dinas Kesehatan serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 40 peserta dibekali teori pengolahan ikan jadi abon, kripik, naget, dan bakso.

Selain itu, mereka juga diberi wawasan mengenai legalitas dan standarisasi makanan sehat, kebijakan umum tentang fungsi ikan, serta pengenalan pengolahan ikan dan manajemen keuangan. Muaranya, peserta belajar pengemasan, pelabelan, dan pemasaran pengolahan ikan.

PMII Cabang Tegal

Kursus ini dibuka langsung oleh Bupati Achmad Syafii sehari sebelumnya. Diproyeksikan, penutupannya pada Kamis (4/12) mendatang. Peserta mendapat pendampingan khusus dari pengurus PP Muslimat NU, yaitu Ketua Harian Bidang Pendidikan Dr Srimulyati, Sekretaris VI Bidang Hukum dan Advokasi Dra. Nur Rifah Masykur, dan anggota Bidang Hukum dan Advokasi Rizky Wijayanti, SH.

PMII Cabang Tegal

Nantinya, peserta akan diberi peralatan supaya pelatihan bisa berlangsung secara berkesinambungan. Peralatan yang diterima masing-masing peserta senilai Rp2,5 juta sampai Rp3 juta. Peralatan tersebut meliputi freezer, kompor gas, tabung gas, dan peralatan olahan makanan. (Hairul Anam/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nusantara, Santri, Pendidikan PMII Cabang Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Kuli Bersorban

Gus Dur dan rombongan jamaah haji asal Tegal tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi. Begitu turun dari pesawat, mereka langsung saja dikerumuni banyak orang bersorban.

Dua orang dari mereka berbicara dengan nada keras, dan tentu saja dengan menggunakan bahasa Arab. Tampaknya mereka tengah cekcok berebutan tas.

Namun, melihat hal itu, beberapa jamaah haji justru spontan mendekati mereka, sembari berucap: Amin, amin, amin!

Kuli Bersorban (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuli Bersorban (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuli Bersorban

Gus Dur yang berada di situ menghampiri mereka, dan bertanya: “Lho kenapa anda ini?”

“Kita didoakan. Ya diamini saja Gus,” jawab salah seorang jamaah haji. (Ajie Najmuddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal PonPes, Nusantara, Quote PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Honor Karya Enas Mabarti untuk Pusat Studi Sunda

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Honorarium karya-karya tokoh NU Kabupaten Garut, H. Enas Mabarti akan disumbangkan untuk pengembangan Pusat Studi Sunda (PSS). Diantara karya populer Enas Mabarti Sri Sunarsasi (roman), Rencep Sidem Gunem (prosa liris) dan Elmu Politik keur Warga NU.

Honor Karya Enas Mabarti untuk Pusat Studi Sunda (Sumber Gambar : Nu Online)
Honor Karya Enas Mabarti untuk Pusat Studi Sunda (Sumber Gambar : Nu Online)

Honor Karya Enas Mabarti untuk Pusat Studi Sunda

Hal itu diungkapkan sastrawan Sunda yang juga tokoh NU, Usep Romli HM. Ia mengutip apa yang dikatakan Rahmat Taufik Hidayat (Penerbit Kiblat), ketika takziyah pada pemakaman H Enas Mabarti Senin (14/4).

Basa ngalayad, kulawargi alm Pa Enas kamari (Senen siang), waktos teu damang di RS, Pa Enas disaksian ku kulawargina, wasiat ka Pa Ajip Rosidi nu harita ngalayad, sadayana honor buku karyana diinfaqkeun ka Pusat Study Sunda (PSS),” katanya Selasa (15/4) melalui akun Facebook-nya.

PMII Cabang Tegal

Menurut Usep yang mendapat anugerah Hadiah Asrul Sani 2014 dari NU kategori Kesetiaan Berkarya, waktu sastrawan Ajip Rosidi menengok Enas Mabarti di rumah sakit, Enas menyampaikan wasiat itu.    

“Alhamdulillah. Jazakalloh. Barokalloh,” ungkapnya.

PMII Cabang Tegal

Drs.H.Enas Mabarti (72 taun) wafat pada Ahad (13/4). Enas Mabarti adalah Ketua PCNU Kabupaten Garut (1987-1999), Ketua DPC PKB (1999-2004). Juga terkenal sebagai penulis, pelestari lingkungan, pendidik, dan politikus. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nusantara, PonPes, Pendidikan PMII Cabang Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Alumni An-Nuqayah Telusuri Nalar Kekerasan dan Terorisme

Yogyakarta, PMII Cabang Tegal. Ikatan Alumni An-Nuqayah (IAA) Yogyakarta mengadakan bedah buku dan musyawarah besar ke-8 di Gedung Multi Purpose UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Sabtu (15/11). Mereka mencoba merespon maraknya tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama belakangan ini di Indonesia.

Mantan Ketua IAA Naufil Istikhari menganggap penting bedah buku ‘Jahiliyah Kontemporer dan Hegemoni Nalar Kekerasan’. Menurutnya, buku ini sangat relevan dengan kondisi yang ada di Indonesia tentang kekerasan yang mengatasnamakan agama, sehingga buku ini cocok untuk dibedah.

Alumni An-Nuqayah Telusuri Nalar Kekerasan dan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni An-Nuqayah Telusuri Nalar Kekerasan dan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni An-Nuqayah Telusuri Nalar Kekerasan dan Terorisme

“Harapan saya, bagaimana nantinya ada pertukaran gagasan antara peserta dan pemateri, sehingga tidak menutup kemungkinan orang lain bisa menerapkan hasil gagasan tersebut dengan pola-pola damai,” ungkap Naufil.

PMII Cabang Tegal

Sementara penulis buku tersebut Prof Dr Abd A’la mengatakan, “Hadirnya buku itu menjadi pemicu bagaimana agar masyarakat Indonesia bisa melihat dan merespon terhadap kekerasan dan terorisme yang telah menguat saat ini.”

PMII Cabang Tegal

Kita, kata penulis yang kini diamanahkan sebagau Rektor UIN Sunan Ampel, harus menyikapi kejadian tindakan kekerasan dan terorisme.

“Salah satu yang disebut fundamentalisme bukan hanya fundamentalisme keagamaan. Fundamentalisme negara sekuler juga ikut andil dalam menciptakan kekerasan,” jelas Abd A’la. (AFF/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nusantara, AlaSantri PMII Cabang Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

PWNU NTT Bangun SMK Nusa Unggul Ma’arif

Kupang, PMII Cabang Tegal. Dengan dukungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) segera membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nusa Unggul Ma’arif Kupang. 

PWNU NTT telah menerima rekomendasi Izin Operasional SMK Nusa Unggul Kupang dari Dinas PPO Kota Kupang.

PWNU NTT Bangun SMK Nusa Unggul Ma’arif (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU NTT Bangun SMK Nusa Unggul Ma’arif (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU NTT Bangun SMK Nusa Unggul Ma’arif

Rencana ini disampaikan Ketua PWNU NTT Jamal Ahmad di Kantor PWNU di Jalan Ainiba No.74 Perumnas Kelurahan Nefonaik Kota Kupang Jumat (15/3/2013).

PMII Cabang Tegal

Menurut Jamal, tujuan bangun SMK Nusa Unggul Ma’arif di NTT guna meningkatkan sumberdaya manusia (SDM) bagi generasi muda kaum Nahdliyin. 

“Kita perlu kembangkan pendidikan berbasis pesantren, agar anak-anak kita  bisa terdidik dengan tradisi keislaman sesuai dengan konsep Islam ahlusunnah wal jamaah,” katanya.

PMII Cabang Tegal

Sekolah kejuruan ini berbasis pesantren dengan beberapa program unggulan yakni program budi daya air laut, budi daya air tawar dan budi daya air payau. Tiga program utama ini masih dalam uji coba dalam setahun. Sementara mata pelajaran lainnya yang akan diprioritaskan adalah pengelolaan budi daya agar-agar dari rumput laut. 

“Mata pelajaran umum juga akan diutamakan sesuai dengan sistem pendidikan berbasis SMK,” jelas Jamal.

Dijelaskan Jamal, rencana bangun SMK Nusa Unggul Ma’arif telah direncanakan pada tahun 2012 lalu tetapi terkendala dengan ijin dari pemerintah sehingga tahun lalu belum bisa terlaksana. Akhirnya tahun 2013 bulan ini baru keluar izin operasional. 

“Kami baru mengantongi izin pada tanggal 21 Januari lalu. Sementara panitia telah melaksanakan persiapan-persiapan akan dibuka pada tahun ajaran baru 2013-2014 ini,” katanya. 

SMK Ma’arif akan dibuka di pesentren Al-Hikmah Namosain Kupang.  

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Ajhar Jowe

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Warta, Nusantara, Cerita PMII Cabang Tegal

Kamis, 30 November 2017

Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Juga Diantisipasi dari Radikalisme

Depok, PMII Cabang Tegal. Sebanyak 160 pengasuh pondok pesantren tahfidz Al-Qur’an berkumpul di Pondok Pesantren Al-Hikam Depok sejak Senin (27/4) kemarin. Salah satu yang dibahas adalah antisipasi pesantren tahfizh dari masuknya paham radikal yang menyusup ke pesantren yang mencetak penghafal Al-Qur’an itu.

Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Juga Diantisipasi dari Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Juga Diantisipasi dari Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Juga Diantisipasi dari Radikalisme

“Memang belum ada kasus. Kami hanya mengantisipasi, karena sekarang ini semua memakai metode tahfih,” kata Ustadz Hilmi Ashidiqi, ketua panitia acara.

Kegiatan bertajuk “Penguatan dan Pengembangan Pesantren Tahfidz” itu juga dimaksudkan sebagai forum silaturrahim antar pesantren Al-Qur’an dalam rangka memperkuat pemahaman akidah ahlussunnah wal jamaah (Aswaja). “Jangan sampai pesantren tahfizh ini diisi oleh yang lain,” kata Hilmi.

PMII Cabang Tegal

Selasa malam ini, para peserta rencananya akan dibekali materi penguatan Aswaja oleh Katib Aam PBNU KH Malik Madani.

PMII Cabang Tegal

Para pejabat dari beberapa kementerian seperti Kementerian Agama, Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa dan PDT juga mendapatkan kesempatan berbicara di hadapan para pengasuh pesantren Al-Qur’an. (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pondok Pesantren, Nusantara, Daerah PMII Cabang Tegal

Rabu, 29 November 2017

PKI Takut Setan

Dalam sebuah diskusi, Agus Sunyoto bercerita bahwa pengikut Partai Komunis Indonesia tidak tunggal dalam keyakinan. Ada yang kafir; tidak percaya Tuhan, ada yang beriman.

“Jangan dikira PKI itu atheis semua. Anggotanya macam-macam,” Agus Sunyoto mulai cerita.

PKI Takut Setan (Sumber Gambar : Nu Online)
PKI Takut Setan (Sumber Gambar : Nu Online)

PKI Takut Setan

Mantan anggota PKI, cerita Agus, bilang pada saya bahwa banyak anggota PKI yang memeluk Islam dan agama lainnya. 

“Di pengkaderan PKI memang mereka diajarkan yang kelihatannya gagah-gagah seperti tidak akan mati, ngomong dialektika matrealisme, ngomong jangan percaya Tuhan, ngomong Karl Marx. Tapi...” 

PMII Cabang Tegal

“Tapi apa?” tanya Agus pada temannya.

“Tapi banyak teman saya yang takut setan. Ketika pulang dari pengkaderan malam-malam, kami lari saat melewati kuburan,” cerita Agus menirukan temannya yang bekas PKI.

PMII Cabang Tegal

Benar kata Agus Sunyoto itu, apalagi kalau kita ingat bahwa Belanda menangkap kiai-kiai di Banten, karena kiai-kiai menjadi anggota PKI, singkatan dari Persatuan Kiai Indonesia. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nusantara, Ahlussunnah PMII Cabang Tegal

Jumat, 03 November 2017

Teladani Kiai Bisri Syansuri, Rais ‘Aam Ingatkan Agar Tak Gila Jabatan

Jombang, PMII Cabang Tegal?

Rais ‘Aam PBNU KH Maruf Amin mengatakan, sifat tawadhu yang dimiliki salah satu tokoh Nahdlatul Ulama almaghfurlah Kiai Bisri Syansuri patut dicontoh elemen bangsa, terlebih bagi calon pemimpin bangsa.?

Sikap tawadhu Kiai Bisri Syansuri, menurut dia, tercermin saat muktamar NU di Bandung. Pada saat itu Kiai Bisri Syansuri terpilih sebagai Rais ‘Aam. Namun, karena tawadhu Kia Bisri kepada KH Wahab Chasbullah yang pada saat itu juga turut menghadiri muktamar, ia menolak dan melimpahkan jabatan itu kepada Kiai Wahab.

Teladani Kiai Bisri Syansuri, Rais ‘Aam Ingatkan Agar Tak Gila Jabatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Teladani Kiai Bisri Syansuri, Rais ‘Aam Ingatkan Agar Tak Gila Jabatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Teladani Kiai Bisri Syansuri, Rais ‘Aam Ingatkan Agar Tak Gila Jabatan

"Tawadhunya beliau (Kiai Bisri Syansuri, red.) luar biasa, meski terpilih menjadi Rais ‘Aam waktu muktamar, ia tidak mau, selama masih ada KH Wahab Chasbullah sebagai gurunya," jelasnya saat menyampaikan taushiyah pada haul KH Bisri Syansuri di Pondok pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang, ? Selasa (28/3) malam.

Ia menambahkan, setelah KH Wahab Chasbullah meninggal saat masih menjabat Rais ‘Aam, Kiai Bisri Syansuri yang terkenal ahli ilmu fiqih itu maju sebagai penggantinya. Majunya Kiai Bisri Syansuri juga karena amanat umat saat itu.

PMII Cabang Tegal

"Baru ketika KH Wahab Chasbullah sudah tidak menjabat Rais Aam, beliau mau untuk menjadi Rais ‘Aam PBNU pengganti beliau (KH Wahab Chasbullah, red)," imbuh kiai yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menurutnya, dalam konteks kekinian, persoalan jabatan secara umum justru menjadi perebutan yang luar biasa. Bahkan tak jarang kondisi tersebut menjadi akar permasalahan yang memicu terjadinya perpecahan antarsesama.

"Ini luar biasa ketawadhunnya. Patut kita contoh. Kalau sekarang posisi Rais ‘Aam atau jabatan-jabatan yang lain malah diperebutkan. Saya di posisi Rais ‘Aam PBNU hasil muktamar NU di Jombang mendapat mandat dari peserta muktamar," ujarnya. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Nasional, Ulama, Nusantara PMII Cabang Tegal

Jumat, 27 Oktober 2017

Harry Panca Dukung Wujudkan TV NU Nasional

Solo, PMII Cabang Tegal. Pembukaan gelaran Pasar Rakyat Indonesia di Kota Solo resmi dibuka, Sabtu (9/3) kemarin, ditandai dengan acara Workshop Enterpreneur dan TV Production yang bertajuk Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan dengan Usaha Mandiri. Acara pembuka tersebut diselenggarakan di Aula Kantor PCNU Surakarta.

Presenter televisi nasional, Harry Panca, hadir sebagai bintang tamu pada acara workshop. Ia banyak memaparkan tentang potensi dan proses kerja di dunia pertelevisian. Selain itu pria botak itu juga mengungkapkan keinginannya untuk bisa membantu terwujudnya stasiun TV milik NU.

Harry Panca Dukung Wujudkan TV NU Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Harry Panca Dukung Wujudkan TV NU Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Harry Panca Dukung Wujudkan TV NU Nasional

“Andaikata jadi rencana tersebut, akan kita buat acara kompetisi yang melibatkan antar pengurus cabang se-Indonesia,” ungkap Harry.

PMII Cabang Tegal

Harry juga menilai stasiun televisi nasional saat ini tidak ada yang bagus, “kecuali TVRI, yang lainnya dari segi acara terlalu komersial,” terangnya.

PMII Cabang Tegal

Acara workshop siang kemarin dihadiri sekitar 40 peserta yang didominasi dari kalangan anak muda. Kegiatan ini menurut panitia memang bertujuan untuk merangsang jiwa kewirausahaan di kalangan muda nahdliyyin.

“Harapannya dengan acara ini, kita bisa lebih menggali potensi (ekonomi) yang ada,” kata koordinator workshop, Dwi Wisnu Wardana.

Di tempat lain, usai dibuka pada hari kemarin, gelaran pasar rakyat akan berlanjut pada hari ini (10/3), bertempat di Lapangan Kota Barat Solo. Berbagai ragam hiburan dan lomba juga akan diadakan untuk memeriahkan acara tersebut.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nusantara, Tegal PMII Cabang Tegal

Selasa, 19 September 2017

Mensos Buka Pelatihan Sahabat Tagana 2 di Tulungagung

Tulungagung, PMII Cabang Tegal - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa membuka pelatihan kali kedua penanggulangan bencana bersama Banser Jawa Timur di area Waduk Wonorejo Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung. Sebelumnya pelatihan serupa digelar dua bulan lalu di Karang Pilang, Surabaya.

Acara ini diikuti sekitar 60 anggota Banser dari berbagai daerah di Jawa Timur. Pelatihan berlangsung mulai tanggal 22 Oktober sampai 24 Oktober.

Mensos Buka Pelatihan Sahabat Tagana 2  di Tulungagung (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Buka Pelatihan Sahabat Tagana 2 di Tulungagung (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Buka Pelatihan Sahabat Tagana 2 di Tulungagung

“Tingginya risiko bencana alam di Indonesia membuat Kementerian Sosial mengharuskan setiap satu orang Tagana (Taruna Tanggap Bencana) harus memiliki lima sahabat Tagana. Hal tersebut sangat cocok dengan keberadaan Banser yang memiliki SDM (Sumber Daya Manusia) besar dan jujur,” ujar Khofifah.

PMII Cabang Tegal

Ia juga mengatakan, pembentukan relawan-relawan bencana ini karena BNPB telah mengeluarkan indeks risiko bencana dan terdapat 323 kabupaten dan kota berisiko tinggi? terjadi bencana alam. Sehingga dengan adanya Bagana (Banser Tanggap Bencana), berbagai macam bencana alam dan sosial di daerahnya masih secepat mungkin tertanggulangi.

“Untuk itu Tagana dan Bagana harus terus disinergikan dalam kegiatannya dan sama-sama menjadi ujung tombak dalam membantu masyarakat yang terkena musibah,” kata Khofifah yang juga Ketua Umum Muslimat NU.

PMII Cabang Tegal

Sementara Kasatkornas Banser Alfa Isneini yang hadir dalam kesempatan ini berharap dari 60 peserta tanggap bencana yang berasal dari 13 kabupaten dan kota di Jatim ini mampu berperan aktif dalam membantu penanggulangan bencana. Peserta diharapkan menjadi bagian dari relawan penanggulangan bencana alam maupun sosial.

“Sesuai dengan data khusus di wilayah Jawa Timur sendiri, pada musim kemarau basah ini, ada sebanyak 70 persen dari 38 kabupaten dan kota berpotensi terjadi bencana alam. Maka pelatihan seperti ini sangat diperlukan,” katanya.

Di akhir acara Mensos didampingi Kasatkornas, Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak, Wakil Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, pejabat eselon I dari? Kemensos, Pengurus NU, dan Pimpinan Muslimat NU Tulungagung meninjau kesiapan anggota Banser mengikuti pelatihan. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nusantara PMII Cabang Tegal

Kamis, 14 September 2017

Pesantren sebagai Grass Root Power

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Pesantren adalah kekuatan sosial tertinggi atau grass root power di Indonesia. Pesantren bisa memberi masukan bahkan mendesak pemerintah untuk melakukan perubahan.

"Jika kekuatan pesantren difungsikan maka banyak sekali masalah di Indonesia yang dapat diatasi," kata Sosiolog Universitas Indonesia Robert MZ Lawang usai memberikan ceramah di hadapan para Kiai Pengasuh Pondok Pesantren di Asrama Haji, Pondok Gede Jakarta, Sabtu (19/5).

”Salah satu masalah yang paling penting adalah dekadensi moral. Pesantren bisa membangun moralitas dalam pengertian yang lebih umum, bukan hanya moralitas dalam pengertian agama, tapi moralitas bagaimana kita mempertangungjawabkan tindakan kita pada lingkungan dan tindakan pada sesama,” katanya.

Pesantren sebagai Grass Root Power (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren sebagai Grass Root Power (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren sebagai Grass Root Power

Pesantren perlu membuktikan bahwa dengan pendidikan pesantren itu para santri bisa berbuat sesuatu untuk orang lain, menerapkan ilmu yang diperoleh di pesantren untuk kesejahteraan masyarakat.

”Bukan dengan ngomong-ngomong umpamanya jangan berdosa, tetapi dengan tindakan yang langsung dapat mengubah dan memperbaiki kondisi masyarakat dengan karya nyata,” katanya.

PMII Cabang Tegal

Dikatakan, perlu ada penataan ulang atau reorientasi pendidikan di lingkungan pesantren. “Kalau sekarang kurang berorientasi kepada lingkungan harus dirobah lagi. Agama yang diajarkan di pesantren adalah agama untuk meningkatkan kesejahteran masyarakat sekitar, agama yang berfungsi untuk masyarakat,” katanya.

Para kiai dan santri juga perlu mengambil peran pendampingan masyarakat yang saat ini sedang diterjang arus globalisasi. Pesantren harus dapat memberikan penjelasan dan mengarahkan masyarakt dalam menyikapi berbagai fenomena sosial-budaya yang disodorkan oleh media massa.

”Misalnya siaran TV itu harus menjadi pokok pembahasan di dalam kehidupan pesantren. Misalnya ada satu sinetron yang bercerita tentang hubungan suami istri yang begitu-itu, apa yang harus dilakukan. Pengarahan itu bisa dilakukan oleh pesantren karena orang pesantren sudah terbiasa hidup bersama, nonton bersama,” kata Lawang.

Dikatakan Lawang, pemerintah tidak mungkin dapat mengatasi semua persoalan masyarakat tanpa masukan dan dorongan dari masyarakat itu sendiri.

”Dalam Islam, menurut saya, kelebihan yang luar biasa itu adalah bisa mendesak pemerintah untuk melakukan sesuatu. Nah kekuatan Islam di Indonesia yang terbesar itu adalah pesantren,” kata Lawang.(nam)

PMII Cabang Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Sunnah, Nusantara, Makam PMII Cabang Tegal

Rabu, 26 Juli 2017

Dilantik, Komisariat IPNU-IPPNU MA Al Fattah Siap Berkiprah

Demak, PMII Cabang Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) bersama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama IPPNU Kabupaten Demak, Jawa Tengah, secara resmi melantik pengurus baru Pimpinan Komisariat (PK) IPNU dan IPPNU Madrasah Aliyah Al Fattah Tambakroto, Sayung, Demak, Rabu (9/9), di aula madrasah setempat.

Dilantik, Komisariat IPNU-IPPNU MA Al Fattah Siap Berkiprah (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, Komisariat IPNU-IPPNU MA Al Fattah Siap Berkiprah (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, Komisariat IPNU-IPPNU MA Al Fattah Siap Berkiprah

Pengukuhan pengurus baru PK IPNU dipimpin langsung oleh Ketua PC IPNU Demak Abdul Halim, sedangkan PK IPPNU oleh Mahmudah selaku Koordinator Departemen Dakwah PC IPPNU Demak. Setelah dilantik maka Endang Trisna Sahudi dan Latifah telah resmi menahkodai organisasi pelajar NU di MA Al Fattah.

Rekanita Latifah selaku Ketua PK IPPNU MA Al Fattah menegaskan bahwa dia bersama pengurus lainnya siap berkiprah dan belajar mengembangkan organisasi IPNU-IPPNU, utamanya realisasikan trilogi pelajar NU “Belajar Berjuang Bertaqwa”.

PMII Cabang Tegal

Sementara itu Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Kecamatan Sayung Faidul Qobir menyatakan keprihatinannya atas gejala degradasi moral pelajar, sebagaimana yang sering diberitakan media.

Ia menilai banyak pelajar saat ini mengalami krisis identitas. Kegiatan mengonsumsi narkoba di kalangan pelajar makin menjadi-jadi. Pihaknya mengajak pelajar MA Al Fattah untuk membulatkan tekad dan niat mengabdikan diri di organisasi yang telah digagas para ulama terdahulu.

PMII Cabang Tegal

Asrori selaku Kepala Madarah MA Al Fattah mengungkapkan, “Pelajar saat ini adalah generasi penerus bangsa, maka dengan membiasakan mereka pada wadah yang tepat (IPNU-IPPNU) ke depan akan muncul pemimpin yang berintegritas yang berusaha dan senantiasa meneladani sifat wajib Nabi: shiddiq amanat tabligh fathonah.”

Ketua PC IPNU Demak Rekan Abdul Halim mengaku kini sedang melakukan penguatan Komisariat Sekolah/Madrasah di bawah nauangan Lembaga Pendidikan Maarif. “Sedang kami giatkan, bagaimana pun itu adalah aset asli kami untuk segera digarap. Semoga ke depan kami bisa memaksimalkannya.”

Prosesi pelantikan disaksikan pula oleh M Agil Nuruzzaman selaku Sekretaris PC IPNU Demak dan Miftahurrohman selaku Koordinator Kaderisasi dan juga Abdur Rohman selaku Koordinator Jaringan Sekolah/Pesantren PC IPNU Demak. Selain itu pihak PAC IPNU-IPPNU Sayung juga turut serta hadir acara pengukuhan tersebut sekaligus mendampingi proses rapat kerja anggota. (Syafii Chudlori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nusantara PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock