Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

PKB akan Lebih Kritis pada Pemerintah

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Partai Kebangkitan Bangsa melalui fraksinya di DPR RI mendeklarasikan diri sebagai oposisi dan berjanji bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Sikap kritis ini, bukan berarti menggoyang pemerintahan Presiden Yudhoyono, tetapi mengkritisi setiap kebijakan pemerintah demi kepentingan bangsa dan negara. Soalnya, banyak kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat," kata Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa di DPR RI, Effendi Choirie, setelah menerima tugas sebagai ketua fraksi dari pejabat lama Ida Fauziah di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin.

Sementara itu, dalam acara serahterima pimpinan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, hadir beberapa pimpinan fraksi, di antaranya Ketua Fraksi Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, Ketua Fraksi Partai Demokrat, Syarif Hasan, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan, Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Lukman Hakiem Saifudin, juga Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Laode Ida serta sejumlah anggota dewan.

PKB akan Lebih Kritis pada Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
PKB akan Lebih Kritis pada Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

PKB akan Lebih Kritis pada Pemerintah

Kepada wartawan, Effendi Choirie yang akrab disapa Gus Choi menambahkan, pihaknya juga telah sepakat untuk mendukung usulan amandemen ke-5 atas Undang Undang Dasar (UUD) 1945.

"Sikap kritis yang dilakukan fraksi kami ini sesuai dengan keputusan rapat pleno DPP PKB yang dihadiri Ketua Dewan Syuro, Gus Dur. Beliau dalam rapat pleno meminta ketua fraksi yang baru bersikap kritis dan berani kepada pemerintah. Ini sesuai dengan moto baru PKB yakni, kritis, konstruktif dan solutif," katanya.

Ia berharap, sikap yang dilakukan fraksinya itu tidak disalahartikan oleh fraksi-fraksi lainnya, seperti Fraksi Partai Demokrat sebagai pendukung pemerintah. "Apa yang kami lakukan ini untuk mengkritisi kebijakan pemerintah jika tidak pro-rakyat. Tetapi bukan bertujuan untuk menjatuhkan pemerintah," katanya.

PMII Cabang Tegal

Gus Choi lalu mencontohkan, kebijakan pemerintah Presiden Yudhoyono yang terkesan plin-plan, misalnya, dukungan pemerintah atas Resolusi Dewan Keamanan PBB dengan memberikan sanksi lebih berat terhadap Iran, juga proses penyelesaian kasus lumpur Lapindo serta DCA RI-Singapura.

PMII Cabang Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ubudiyah, Pendidikan PMII Cabang Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

Kiai Said: Ahlul Halli Sebaiknya untuk Rais Aam Saja

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berpendapat konsep pemilihan ahlul halli wal aqdi atau penunjukan oleh orang-orang terpilih sebaiknya dilaksanakan untuk jabatan rais aam saja, sedangkan untuk posisi ketua umum PBNU dilaksanakan pemilihan langsung sebagaimana yang berlaku selama ini.

Kiai Said: Ahlul Halli Sebaiknya untuk Rais Aam Saja (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Ahlul Halli Sebaiknya untuk Rais Aam Saja (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Ahlul Halli Sebaiknya untuk Rais Aam Saja

“Ini untuk pemilihan jajaran syuriyah saja, kalau ketua umum tetap pemilihan langsung,” katanya kepada PMII Cabang Tegal baru-baru ini.

Ia berpendapat, sistem ahlul halli untuk kalangan syuriyah ini untuk menjaga martabat kiai sepuh yang akan menjadi rais aam supaya tidak kelihatan sekali dilombakan atau diadu. 

PMII Cabang Tegal

“Minimal tidak ada benturan atau ketegangan antara dua kandidat rais aam atau pendukungnya.”

Kiai Said menjelaskan ahlul halli pernah dilakukan untuk memilih Gus Dur sebagai ketua umum, namun demikian yang penting saat ini jika konsep tersebut dipakai kembali adalah mekanisme seperti apa yang disepakati, atas dasar apa kiai-kiai yang akan menjadi anggota ahlul halli, semuanya masih belum jelas.

PMII Cabang Tegal

Beberapa prasyarat yang menurutnya penting diataranya adalah keilmuan, kewiraian, sikap mental, perilakunya, dan juga posisinya di tengah masyarakat. 

“Kalau kiai yang tidak dikenal masyarakat juga sulit nantinya, minimal dikenal di pihak luar seperti pemerintah kenal, mabes TNI kenal, DPR kenal, kalau ngak, repot,” tandasnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ubudiyah PMII Cabang Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

PBNU Bahas RUU Penyelenggaraan Pemilu

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) tentang Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyelenggaraan Pemilu di lantai 5 Gedung PBNU, Kamis (26/1).

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU H. Helmy Faisal Zaini menyampaikan bahwa hasil survei terakhir tentang jumlah warga NU mencapai 45% atau menembus 120 juta di seluruh Indonesia.?

PBNU Bahas RUU Penyelenggaraan Pemilu (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Bahas RUU Penyelenggaraan Pemilu (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Bahas RUU Penyelenggaraan Pemilu

Menurut Helmy, saat Munas Alim Ulama dan Kombes NU tahun 2012, kiai-kiai NU mengusulkan agar pemilihan dilakukan dengan menggunakan sitem keterwakilan karena maraknya budaya politik uang.

Di tempat yang sama, Ketua PBNU Robikin Emhas mengharapkan lahir dua gagasan. Pertama, melahirkan pemimpin yang bisa diandalkan, yaitu pejuang utk mewujudkan apa yang dikehendaki para pendiri negeri ini. Karena, problem sekarang adalah rendahnya moral penguasa. Ia berharap, pemilu melahirkan negarawan bukan hanya politisi.

Kedua, memperkuat sistem presidensial. Menurutnya, sekarang sistem pemerintahan kita tidak jelas. “Sistem pemilu itu harus mencerdaskan pemilih. Pemilih yang cerdas diantaranya, pemilih yang tidak mau menerima suap,” katanya.

PMII Cabang Tegal

Sementara pembicara dari Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) Jhonny G. Plates meminta agar semua bersepakat dalam membuat Undang Undang (UU) dengan perpektif jangka panjang.?

Menurutnya, perlu perspektif yang sama untuk mencegah pragmatisme. “Saya hadir ingin mendengar perpektif NU karena maju mundurnya Indonesia tergantung maju mundurnya NU,” tegasnya.

PMII Cabang Tegal

Jhonny menambahkan, tantangan terbesar itu ada di partai politik untuk menyajikan pemimpin yang berkualitas. “Kita berharap penyelenggaraan pemilu ke depan lebih berkualitas,” pungkasnya.?

Hadir pada kesempatan itu Katua PBNU Umar Syah, Anggota DPR Fraksi PKB Luqman Edi, Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa, dan Ketua KPU Pusat Juri Ardiantoro. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sejarah, Pesantren, Ubudiyah PMII Cabang Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Kemenag: Hari Santri Ajang Promosi Islam Moderat

Jakarta, PMII Cabang Tegal 



Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Podok Pesantren (Dit-PDPontren) akan menggelar peringatan Hari Santri Nasional tahun 2017. Gelaran ketiga kali ini mengusung tema “Wajah Pesantren Wajah Indonesia”.

Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin berharap semua aktivitas kegiatan Hari Santri dapat menunjukkan bahwa pesantren dapat mempromosikan moderasi Islam (religious mederation) kepada dunia.

Kemenag: Hari Santri Ajang Promosi Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag: Hari Santri Ajang Promosi Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag: Hari Santri Ajang Promosi Islam Moderat

“Saya kira dengan aktivitas Hari Santri, ini menunjukkan kepada Indoensia dan dunia internasional bahwa pesantren yang mempromosikan moderasi Islam,” kata Kamaruddin didampingi Sesditjen Pendis Ishom Yusqi dan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Zayadi dalam keterangan persnya di kantor Kementerian Agama Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta Pusat, Rabu (4/10).

Tidak hanya itu, lanjut guru besar UIN Alauddin Makassar ini, pesantren juga mengajarkan nasionalisme, hubbul wathon minal iman. Pesantren juga mengajarkan bagaimana menjadi Muslim yang baik, di samping ajaran-ajaran Islam yang toleran.

“Ajang Hari Santri ini menjadi ajang strategsis, bahwa pesantren mengajarkan Islam rahmatan lil alamin. Inilah pesantren yang mengajarkan itu semua,” kata Kamaruddin Amin sebagaimana ditulis di Kemenag.go.id.

PMII Cabang Tegal

Disampaikan Kamaruddin Amin, ke depan Kementerian Agama melalui Ditjen Pendis akan membuat strandar minimal pendirian pondok pesantren, membuat standar minimal kurikulum yang diajarkan. “Kita sedang merancang standarisasi kurikulum, tenaga pengajar pondok pesantren,” tandasnya.

Saat ini, lanjut Kamaruddin Amin, Ditjen Pendis sedang memfinalisasi aturan pendirian pondok pesantren yang selama ini izin pendirian hanya dikeluarkan Kankemenag Kabupaten/kota. Ke depan izin harus dikeluarkan Dirjen dan Menteri Agama. Ini semua dilakukan untuk menjaga kualitas Pondok Pesantren (Pontren) dan mengantisipasi munculnya ajaran-ajaran gerakan radikal yan ada.

“Kebijakan yang sedang kita finalisasi, pendirian pondok pesantren akan dikeluarkan oleh Dirjen, dan Menag, yang dulu Kemenag Kabupaten/kota saja,” tandas Kamaruddin Amin. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Hadits, Nasional, Ubudiyah PMII Cabang Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Pemuda Probolinggo Gelar Aksi Peduli Intan Olivia

Probolinggo, PMII Cabang Tegal

Dalam rangka memperingati Hari Toleransi Nasional, pemuda Kabupaten Probolinggo yang tergabung dalam “Aliansi Pemuda Tolerasi Peduli“ menggelar aksi peduli Intan Olivia, seorang anak kecil yang meninggal karena terkena bom di Kota Samarinda.

Pemuda Probolinggo Gelar Aksi Peduli Intan Olivia (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Probolinggo Gelar Aksi Peduli Intan Olivia (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Probolinggo Gelar Aksi Peduli Intan Olivia

Para pemuda ini terdiri dari Gusdurian Probolinggo, Pimpinan Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Inzah Genggong, Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Inzah Genggong dan Bosan (Bocah Skuteris Kraksaan).

Aksi peduli ini diisi dengan acara musikalisasi puisi, pembacaan Surat Yaasin dan tahlil bersama serta ditutup dengan mengheningkan cipta di Alun-alun Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Rabu (16/11) malam.

PMII Cabang Tegal

Korlap Aksi Peduli Novan Fawaid mengungkapkan kegiatan ini bertujuan menanamkan jiwa toleran terhadap pemuda mengingat hari ini kita sebagai warga Negara lupa akan hakikat toleransi itu sendiri.

“Untuk solidaritas Intan Olivia, kami mengutuk keras atas kelompok yang mengatasnamakan agama yang mengakibatkan anak kecil yang tidak berdosa dan tidak tahu apa-apa menjadi korbannya, bahkan sampai ia meninggal pun tidak ada dari mereka tahu dan bertanggungjawab,” katanya.

PMII Cabang Tegal

Melalui aksi ini Novan mengharapkan para pemuda, ormas dan kelompok apapun untuk selalu meningkatkan dan menanamkan jiwa toleransi. “Hal ini penting agar setiap pemuda bisa saling menghargai dan menghormati demi terwujudkan daerah yang aman dan konsusif,” harapnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Habib, News, Ubudiyah PMII Cabang Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

IPPNU-IPNU dari 50 Perguruan Tinggi Bertemu di Bojonegoro

Bojonegoro, PMII Cabang Tegal. Silaturahim Nasional (Silatnas) III Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) akan digelar di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Rencananya kegiatan tersebut diadakan di Wisma Toyo Aji Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (21/11) besok.

IPPNU-IPNU dari 50 Perguruan Tinggi Bertemu di Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU-IPNU dari 50 Perguruan Tinggi Bertemu di Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU-IPNU dari 50 Perguruan Tinggi Bertemu di Bojonegoro

Silatnas kali ini mengusung tema “Memperkuat Kaderasasi di Kancah Perguruan Tinggi”. Ketua PC IPNU Bojonegoro M. Masluhan mengaku, para peserta dimungkinkan akan tiba di Kota Ledre Jumat (20/11) ini. Sebelum ke lokasi kegiatan, mereka akan berkumpul di kantor PCNU Bojonegoro.

"Bojonegoro menjadi tuan rumah, Silatnas yang pertama diadakan di Surabaya dan yang kedua di Jombang," jelasnya.

PMII Cabang Tegal

Mantan ketua Pimpinan Anak Cabang IPNU Kapas itu menjelaskan, setidaknya ada PKPT IPNU-IPPNU dari 50 perguruan tinggi yang hadir. Mereka terdiri dari ketua dan sekretaris serta simpatisan. "Selain sharing program, kegiatan Silatnas juga untuk memberikan rekomendasi ke Kongres IPNU-IPPNU di Boyolali, Desember mendatang," lanjutnya.

Ia menambahkan, mereka juga akan diberi materi kewirausahaan dan tentang akademik dari Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Jawa Timur. "Terpenting acara ini menjadi silaturahim antarbanom NU di perguruan tinggi," pungkasnya. (M. Yazid/Mahbib)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal IMNU, Humor Islam, Ubudiyah PMII Cabang Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Facebook, Kiai Said, dan Idris Sardi

Oleh Abdullah Alawi

Facebook hari ini memberi tahu, bahwa pada 28 April 2014, saya mengunggah foto saya dengan Idris Sardi. Saya memosting foto itu saat mendengar kabar Idris Sardi meninggal pada tanggal yang sama di tahun itu.?

Foto yang diunggah itu adalah saat saya mengobrol dengan maestro piano di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Oktober 2012. Pada status itu, saya menulis demikian:

Facebook, Kiai Said, dan Idris Sardi (Sumber Gambar : Nu Online)
Facebook, Kiai Said, dan Idris Sardi (Sumber Gambar : Nu Online)

Facebook, Kiai Said, dan Idris Sardi

? Yang namanya maestro, saya pikir adanya di langit dan tak terjangkau. Ia hanya ngobrol sesama dan dengan bahasa maestro saja. Tapi pada bulan Oktober 2012 saya bisa ngobrol dengannya. Ia asyik sekali. Kemudian marah karena saya menyapanya dengan "bapak". "Jangan panggil saya bapak," katanya, "tapi bang atau bung”.

Selamat jalan Bung Idris Sardi, semoga dirimu mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Amin.

PMII Cabang Tegal

Pada waktu saya bertemu dengan Idris Sardi, saya masih belajar berwawancara. Dan sampai saat ini pun masih belajar. Saya bertemu dia dengan tidak sengaja karena tak menyangka pada acara pelantikan organisasi pencak silat, Pagar Nusa, ada seorang pemusik. Kalau pemain film lagi sih masuk akal. Misalnya Barry Prima atau paling banter George Rudy. Tapi ini maestro biola.?

Saat saya datang, acara belum dimulai. Saya hanya melihat kesibukan panitia dan seorang tua berkaos oblong putih, berkacamata, bercelana kuning berkeliling di antara sela-sela kursi yang bakal diisi hadirin. Dia berkeliling sambil menggesek-gesek biola seolah tak ada kerjaan lain. Tapi ketika saya simak, gesekannya enak sekali. Sepertinya saya pernah mendengarnya entah kapan, entah dimana. ?

PMII Cabang Tegal

“Idris Sardi,” kata panitia.?

Bukan main rasanya mendengar nama itu. Nama yang pada pikiran saya selalu berada jauh di sana. Sesuatu yang hanya orang tertentu yang bisa melihatnya, apalagi mengobrolnya. Apalagi dipotret dengannya.?

Kemudian bergelegak dalam diri saya saya ingin sekadar bertanya, sejak kapan ia menyukai biola, bagaimana cara berlatihnya, dan saya ingin difoto bersamanya agar bisa dipamer di Facebook. Dengan berfoto dengannya, bukankah martabat saya akan sedikit terangkat beberapa cm?

Saya kemudian duduk di salah satu kursi bagian belakang, menonton pentas yang belum saatnya. Tapi menurut saya ini pentas juga. Karena tak ada orang lain, justru bagi saya ini adalah pentas untuk saya sendiri. Bayangkan seorang maestro yang dimiliki negeri ini pentas untuk saya sendiri. Bukankah itu suatu yang wah? Namun, sayang sang maestro tidak tahu, apalagi meniatkan pentas untuk saya. Tapi itu kan masalah dia. ?

Begitulah beberapa lagu dia mainkan melalui gesekan. Hanya saya kenal salah satu nada shalawat saja, yang lainnya lupa.?

Kemudian, acara pun dimulai. Tak perlulah saya menceritakan prosesinya. Dimana pun orang dilantik yang begitu-begitu aja. Kemudian maestro itu tampil. Awalnya duduk pada sebuah kursi, kemudian berjalan-jalan ke sana ke mari. Dan tentu saja tepuk tangan dari tangan para pendekar silat mengalir untuknya selepas pentas.?

Lalu naiklah seorang kiai. Dia belum assalamualaikum, sebagaimana para kiai memulai sebuah pidato, malah mengapresiasi gesekan sang maestro. Kiai Said Aqil Siroj, sepertinya kagum dengan dia.?

“Saya terharu, di acara seperti ini diiringi musik seperti ini. Meskipun sudah tidak muda lagi, penampilan Pak Idris sangat luar biasa!” dua kali kiai yang Ketua Umum PBNU itu bilang “luar biasa” diiring tepuk tangan para pendekar Pagar Nusa.

Kiai lulusan pesantren Kempek, Lirboyo, dan Krapyak ini kemudian menjelaskan musik. Ia menukil pendapat Syekh Dzu Nun Al-Mishri yang wafat tahun 221 Hijriyah.

“Musik adalah suara kebenaran yang bisa menggugah hati kita menuju Allah. Suara kebenaran, kejujuran. Kalau mulut bisa bohong, tapi musik tak bisa bohong,” katanya.

Oleh karena itu, sambung kiai yang juga doktor Umul Qurro ini, barangsiapa mendengarkan musik dengan khusyu, ia akan mencapai hakikat. Tapi barangsiapa yang mendengarkan musik dengan syahwat, ia akan menjadi zindiq, atau keluar dari Islam.

Idris Sardi juga sepertinya kagum dengan pernyataan Kiai Said tersebut. Ketika Kiai Said undur diri, Idris Sardi mengejarnya dan menyempatkan diri untuk bersalaman.

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nahdlatul, Ubudiyah PMII Cabang Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Masdar Farid: Nabi Juga Mencoret Tujuh Kata

Denpasar, PMII Cabang Tegal. Pengalaman NU menyetujui penghapusan tujuh kata dalam sila pertama Pancasila juga pernah terjadi pada zaman Nabi Muhammad SAW. Atas tuntutan sejumlah musyrikin Mekkah, Rasulullah rela mencoret tujuh kata yang tertuang dalam Perjanjian Hudaibiyah.

“Ini luar biasa. Ada kesamaan antara sejarah umat Islam dan Nahdlatul Ulama,” terang Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi dalam sambutan Rapimnas LTMNU Region VIII PWNU Bali, Senin (9/7), di Denpasar.

Masdar Farid: Nabi Juga Mencoret Tujuh Kata (Sumber Gambar : Nu Online)
Masdar Farid: Nabi Juga Mencoret Tujuh Kata (Sumber Gambar : Nu Online)

Masdar Farid: Nabi Juga Mencoret Tujuh Kata

Masdar menjelaskan, sebelum dicoret Perjanjian Hudaibiyah memuat kata-kata “bismillahir rahmanirrahim” dan “rasulillah”. Sejumlah orang Mekah yang tidak terima menuntut penghapusan tujuh kata itu (bi, ism, Allah, ar-rahman, ar-rahim, rasul, Allah) untuk digantikan dengan redaksi yang lebih netral.

PMII Cabang Tegal

Penggalan sejarah ini, menurutnya, membuktikan bahwa sikap NU terhadap ideologi kebangsaan NKRI sudah ada di jalur yang tepat. KH Hasyim Asy’ari sendiri yang memberikan keberanian moral kepada putranya KH Wahid Hasyim untuk mencoret tujuh kata Pancasila yang berbunyi “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknyanya”.

PMII Cabang Tegal

“Melalui istikharah dan inayah dari Allah SWT, Hadratus Syaikh mengikhlaskan untuk mencoret tujuh kata. Ini adalah amal jariyah NU kepada bangsa ini,” tuturnya.

Kiai asal Purwokerto ini menambahkan, sikap ini berpijak pada ajaran pokok NU yang dalam hal kenegaraan di antaranya menganut prinsip keadilan dan permusyawaratan.?

“Bagi warga NU secara konseptual Pancasila sudah Islami,” tandasnya.

Redaktur : Syaifullah Amin

Penulis ? ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ubudiyah PMII Cabang Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Futsal PCNU Madiun Gratiskan Tiket untuk Penonton Berpenampilan Santri

Madiun, PMII Cabang Tegal. Lebih dari seribu penonton memenuhi tribun GOR Cendikia IKIP PGRI Madiun, Sabtu (14/10). Mereka datang untuk menyaksikan tim kesayanganya bertanding dalam kompetisi Futsal Piala PCNU Kabupaten Madiun yang digelar dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional.

Panitia Divisi Pertandingan, Zaki Nur mengatakan, kompetisi yang akan digelar hingga 16 Oktober ini diperkirakan berlangsung sengit. Karena pertandingan Futsal ini sangat jarang ditampilkan dalam sebuah kompetisi. Animo penonton untuk menyaksikan kompetisi juga sangat besar. Apalagi panitia pelaksana menggratiskan tiket masuk kepada para penonton.

Futsal PCNU Madiun Gratiskan Tiket untuk Penonton Berpenampilan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Futsal PCNU Madiun Gratiskan Tiket untuk Penonton Berpenampilan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Futsal PCNU Madiun Gratiskan Tiket untuk Penonton Berpenampilan Santri

"Karena ini bernuansa Hari Santri Nasional, maka untuk tiket masuk kita gratiskan. Ini berlaku untuk penonton pria yang memakai sarung dan kopiah. Dan pononton wanita yang memakai jilbab," ungkapnya.

Di luar arena GOR, komandan Banser Ismanto yang bertugas sebagai Divisi Keamanan menjelaskan bahwa tiket parkir kendaraan penonton yang disediakan panitia juga ludes tak tersisa.

"Tiket yang kita sediakan untuk menjaga parkir sampai kehabisan. Dan kita harus mencetak ulang dengan jumlah seribu lagi. Apalagi waktu perbandinganya juga pas, karena hari sabtu malam minggu jadi penonton sangat antusias,"katanya.

PMII Cabang Tegal

Hendrik Sulaksono, Koordinator perlombaan Futsal PCNU mengatakan, kompetisi ini digelar untuk menjaring  bakat-bakat pemain di berbagai jenjang."Bakat-bakat itu akan kita salurkan dalam event yang lebih tinggi seperti liga santri nusantara.Maka kita minta setiap tim agar bermain sportive dan dengan skill yang baik," katanya.

Hensu, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa kompetisi ini memperebutkan tropi juara 1-4. Setiap kejuaraan akan mendapat kanuang pembinaan dengan total dua belas juta limaratus rupiah.

PMII Cabang Tegal

"Mulai satu bulan yang lalu kita buka pendaftaran untuk 3 kejuaraan, yaitu dari tingkat SMA, SMP dan MWCNU se-Kabupaten Madiun. Dan hingga akhir pendaftaran ada  76 tim futsal yang akan bertanding," tutur ketua IPNU Madiun itu.

Sementara Sekretaris PCNUMadiun, Gus Mabrur mengungkapkan pertandingan Futsal ini diselenggarakan untuk memajukan olahraga santri di wilayah KabupatenMadiun. Semangat resolusi jihad yang pernah digelorakan olen pendiri NU Hadratusyyekh Hasyim Asyari diharap dapat menjadi spirit bagi para santri dalam olahraga sepak bola."Maka dari itu saya minta seluruh tim untuk menunjukkan semangat pertandingan secara sportife dengan skile bukan gokil,"katanya. 

Sekretaris RMINU Madiun Khotamil Anam menilai, kegiatan Hari Santri Nasionaltahun 2017berlangsung lebih semarak. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya beberapa rangkaian acara oleh masing-masing badan otonom di berbagai tingkatan.(Zaenal Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Doa, Ubudiyah, Nahdlatul Ulama PMII Cabang Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Pergunu Jabar Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Guru-guru di Cianjur

Cianjur, PMII Cabang Tegal. Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama  (PW Pergunu) Jawa Barat bekerja sama dengan Irsyad Trust Limited (ITL) Singapura melaksanakan kegiatan pelatihan Bahasa Inggris bagi guru-guru NU di Pondok Pesantren Al-Ittihad Jalan Raya Bandung KM 03 Rawa Bango, Karang Tengah, Kabupaten Cianjur, Kamis (24/7).

Kegiatan ini dilaksanakan selama 6 hari, 24-26 Agustus 2017 untuk modul pertama dan tanggal 15-17 September 2017. Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 orang guru-guru yang tergabung di Pergunu Cianjur dibuka oleh Ketua PP Pergunu H Saepuloh.

Pergunu Jabar Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Guru-guru di Cianjur (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jabar Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Guru-guru di Cianjur (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jabar Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Guru-guru di Cianjur

Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Ketua PC Pergunu Cianjur H Taupik Rohman syahid, Ketua PCNU Kabupaten Cianjur KH M. Choirul Anam MZD, dan Ketua PP Pergunu H Saepuloh.

Ketua Pergunu Cianjur H Taupik mengatakan, pihaknya sudah konsolidasi dan koordinasi dengan kepala sekolah di wilayah Cianjur untuk pembentukan pengurus ditingkat kecamatan. Serta melakukan pendampingan/advokasi dalam upaya peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru-guru di Cianjur.

Sementara itu, Ketua PCNU Cianjur KH Choirul Anam menerangkan, PCNU Kab Cianjur fokus dalam upaya peningkatan kemampuan Bahasa Inggris, bagi guru-guru dan kiai-kiai NU di Pondok Pesantren, agar bisa menyampaikan Islam rahmatan lil alamin ke dunia internasional.

PMII Cabang Tegal

"PCNU Cianjur fokus terhadap peningkatan kualitas dan kompetensi guru dan kiai NU dalam  Bahasa Inggris," tutur Kiai Anam.

Selain itu,  Kiai Anam menyampaikan pesan peringatan kepada guru-guru NU agar dapat menanamkan semangat nasionalisme yg tinggi keadaan anak didik, agar senantiasa jauh dari faham radikal.

PMII Cabang Tegal

Sementara itu, Ketua PP Pergunu Saepuloh mengatakan, Pergunu harus tampil dalam upaya peningkatan kualitas Pendidikan dan kunci semua itu adalah guru. Oleh karena itu, Pergunu harus fokus membuat program bagaimana peningkatan kualitas dan kompetensi guru. 

"Guru adalah kunci tercapainya peningkatan kualitas pendidikan. Oleh  karena itu, kita harus buat program dalam upaya peningkatan kualitas dan kompetensi guru,  termasuk didalamnya kemampuan berbahasa Inggris," tutur Saepuloh.

Lebih lanjut, Saepuloh berharap guru-guru peserta pelatihan agar bisa menyampaikan dan mengaplikasikan hasil pelatihan ini di sekolahnya masing-masing.

"Selamat mengikuti kegiatan pelatihan dan saya berharap bapak/ibu mengikuti kegiatan ini dengan serius dan bisa menyampaikan kepada teman-teman bapak/ibu sekalian di sekolahnya masing-masing," tutur Saepuloh. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ubudiyah, Kajian, Doa PMII Cabang Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

PBNU Minta Semua Bertanggung Jawab Soal Keterlambatan UN

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Sekretaris Jenderal PBNU H Marsudi Syuhud menyatakan keprihatinannya atas karut-marutnya pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dan meminta semua pihak yang terkait bertanggung jawab atas permasalahan ini.?

PBNU Minta Semua Bertanggung Jawab Soal Keterlambatan UN (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Semua Bertanggung Jawab Soal Keterlambatan UN (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Semua Bertanggung Jawab Soal Keterlambatan UN

“Sebaiknya tidak mencari kambing hitam dengan hanya menyalahkan satu pihak, tetapi bagaimana menyelesaikan persoalan ini tanpa politisasi,” katanya.

Marsudi, setuju dengan pendapat Taufik Kiemas bahwa Mendikbud M Nuh tidak perlu mundur dari jabatannya, karena kendala yang dialami merupakan kendala teknis.

“Untuk itu, perlu didalami persoalannya dan diinvestigasi secara menyeluruh sehingga diperoleh hasil yang komprehensif,” tuturnya.?

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Ia juga menyoroti kenapa anggaran untuk pencetakan naskah Ujian Nasional baru disetujui pada 22 Februari 2013, yang merupakan waktu yang sudah sangat mepet, sementara proses tender percetakan juga baru boleh dilakukan setelah anggaran keluar.

“Hal-hal seperti ini harus ditelusuri sampai ke DPR yang memberikan persetujuan anggarannya,” tandasnya.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ahlussunnah, Anti Hoax, Ubudiyah PMII Cabang Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Shalat Dhuha

Shalat dhuha adalah shalat sunat yang dikerjakan pada waktu dhuha. Yaitu waktu ketika matahari terbit hingga terasa panas menjelang shalat Dzuhur. Mungkin dapat diperkirakan sekitar pukul tujuh sampai pukul sebelas.? Shalat dhuha sebaiknya dilakukan setelah melewati seperempat hari. Artinya, jika satu hari (12 jam, terhitung dari pukul 5 pagi – pukul 5 sore) dibagi empat maka shalat dhuha sebaiknya dilakukan pada seperempat kedua dalam sehari, atau sekitar pukul sembilan. Sehingga setiap seperempat hari selalu ada shalat. Terhitung dari shubuh sebagai shalat pertama mengisi waktu paling dini. Kemudian shalat dhuha sebagai shalat kedua. Ketiga shalat dhuhur dan keempat shalat ashar. Jika demikian maka dalam satu hari keidupan kita tidak pernah kososng dari shalat.

Shalat dhuha memiliki beberapa fadhilah yang pertama adalah mengikuti sunnah Rasulullah saw. sebagaimana beliau berwasiat kepada Abu Hurairah, ia berkata

? عÙ? أبÙ? هرÙ? رة رضÙ? الله عÙ? Ù‡ Ø£Ù? Ù‡ قال : " أوصاÙ? Ù? خلÙ? Ù„Ù? بثلاثٍ : صÙ? امِ ثلاثةِ Ø£Ù? امٍ Ù…Ù? كل شهر ØŒ وركعتÙ? الضحى ØŒ وأÙ? أوتر قبل Ø£Ù? Ø£Ù? ام " ( رواه البخارÙ? ?

Shalat Dhuha (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Dhuha (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Dhuha

Rasulullah saw, kekasihku itu berwasiat padaku tiga hal pertama puasa tiga hari setiap bulan, kedua dua rakaat dhuha (setiap hari), ketiga shalat witir sebelum tidur.

Diantara fadhilah yang lain adalah menjadikan diri bersih dari dosa yang memungkinkan terkabulnya segala do’a. Sebagaimana hadits Abu Hurairoh?

عَÙ? Ù’ أَبِÙ? هُرَÙ? ْرَةَ ØŒ Ø£ÙŽÙ? Ù‘ الÙ? َّبِÙ? ÙŽÙ‘ صَلَّى اللَّهُ عَلَÙ? ْهِ وَسَلَّمَ ØŒ قَالَ : " Ù…ÙŽÙ? Ù’ حَافَظَ عَلَى سُبْحَةِ الضُّحَى غُفِرَتْ ذُÙ? ُوبُهُ ØŒ وَإِÙ? Ù’ كَاÙ? َتْ أَكْثَرَ مِÙ? Ù’ زَبَدِ الْبَحْرِ "

Barang siapa menjaga shalat dhuha, maka Allah akan mengampunin segala dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.

PMII Cabang Tegal

Dan yang tidak kalah penting adalah fadhilah yang langsung ditegaskan oleh Allah melalui Rasulullah saw dalam hadits Qudsi

? عÙ? أبÙ? الدرداء وأبÙ? ذرِّ ( رضÙ? الله عÙ? هما ) عÙ? رسول الله صلى الله علÙ? Ù‡ وسلم : عÙ? الله تبارك وتعالى Ø£Ù? Ù‡ قال : ابÙ? آدم ØŒ اركع Ù„Ù? أربع ركعاتٍ Ù…Ù? أول الÙ? هار أكفك آخره " ( رواه الترمذÙ? )

Dari Abi Darda’ dan Abi Dzar dari Rasulullah saw (langsung) dari Allah Tabaraka wa Ta’ala “ruku’lah untukku empat rakaat di permulaan hari (pagi), maka Aku akan mencukupimu di sisa harimu” ?

Shalat dhuha minimal dilaksanakan dua raka’at, dan yang baik adalah empat rekaat sedangkan sempunanya adalah enam raka’at, dan yang paling utama adalah ukuran maksimal yaitu delapan rakaat.Shalat dhuha sebaiknya dilakukan dua rakaat untuk satu kali salam, walaupun boleh melangsungkannya dalam empat raka’at sekaligus. Untuk dua rakaat shalat dapat dimulai dengan niat أصلى سÙ? Ø© الضحى ركعتÙ? Ù? لله تعالى ? Ushalli sunnatad dhuha rak’ataini lillahi ta’ala. Aku niat shalat dua dua raka’at karena Allah.

PMII Cabang Tegal

Kemudian dilanjutkan dengan bacaan al-Fatihah dan disusul kemudian surat was-Syamsi wa dhuhaha untuk raka’at pertama dan qul ya ayyuhal kafirun ? untuk raka’at kedua. Demikianlah selanjutnya diulang dengan bacaan surat semampunya.Adapun bacaan do’a dalam shalat dhuha sangatlah beragam akan tetapi yang masyhur adalah

? اللَّهُمَّ Ø¥Ù? ÙŽÙ‘ الضُّحَى ضَحَاؤُك وَالْبَهَا بَهَاؤُك وَالْجَمَالُ جَمَالُك وَالْقُوَّةُ قُوَّتُك وَالْقُدْرَةُ قُدْرَتُك وَالْعِصْمَةُ عِصْمَتُك اللَّهُمَّ Ø¥Ù? Ù’ كَاÙ? ÙŽ رِزْقِÙ? فِÙ? السَّمَاءِ فَأَÙ? ْزِلْهُ وَإِÙ? Ù’ كَاÙ? ÙŽ فِÙ? الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِÙ? Ù’ كَاÙ? ÙŽ مُعْسِرًا فَÙ? َسِّرْهُ وَإِÙ? Ù’ كَاÙ? ÙŽ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِÙ? Ù’ كَاÙ? ÙŽ بَعِÙ? دًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضَحَائِكَ وَبِهَائِك وَجَمَالِك وَقُوَّتِك وَقُدْرَتِك آتِÙ? ِÙ? مَا آتَÙ? ْت عِبَادَك الصَّالِحِÙ? Ù? ÙŽ. allahumma innad dhuhaa dhuha uka, wal bahaa bahaa-uka, wal jamaala jamaa-luka, wal quwwaata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ishmata ishmatuka. allahumma inkaana rizqi fis-samaa-i fa-anzilhu, wainkaana fil-ardli fa akhrijhu, wainkaana mu’siron fayassirhu, wainkaana charooman fathohhirhu, wainkaana ba’iidan faqorribhu, bichaqqi dhuhaaika, wajaamalika, wabahaaika, waqudrotika, waquwwatika, waishmatika, aatini maa’ataita ‘ibaadakash-sholichiin.?

(ya allah sesungguhnya waktu dhuha adalah dhuha-mu, dan keindahan adalah keindahan-mu, dan kebagusan adalah kebagusan-mu, dan kemampuan adalah kemampuan-mu, dan kekuatan adalah kekuatan-mu, serta perlindungan adalah perlindungan-mu. ya allah apabila rizqiku berada dilangit maka mohon turunkanlah, bila di bumi mohon keluarkanlah, bila sulit mudahkanlah, bila jauh dekatkanlah, dan bila haram bersihkanlah, dengan haq dhuha-mu, keindahan-mu, kebagusan-mu, kemampuan-mu, kekuatan-mu dan perlindungan-mu, berikanlah kepadaku apa saja yang engkau berikan kepada hamba-hambamu yang sholeh).

Redaktur: Ulil Hadrawy

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pendidikan, Ubudiyah, Ulama PMII Cabang Tegal

Rabu, 29 November 2017

Rais Aam PBNU Jelaskan Pengecualian Suksesi di Tubuh Muslimat

Jakarta, PMII Cabang Tegal. KH Maruf Amin, Rais Aam PBNU bersama Ketum Muslimat terpilih Hj Khofifah Indar Parawansa mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesi, H Jusuf Kalla menabuh rabana secara bersamaan menutup Kongres XVII Muslimat NU, Sabtu (26/11) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

Rais Aam PBNU Jelaskan Pengecualian Suksesi di Tubuh Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU Jelaskan Pengecualian Suksesi di Tubuh Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU Jelaskan Pengecualian Suksesi di Tubuh Muslimat

Sebelumnya, KH Maruf Amin mengatakan dalam sambutannya, Muslimat NU itu satu-satunya badan otonom NU tertua. Banom NU yang paling banyak amal sosialnya, mulai dari rumah sakit, pendidikan, ekonomi, dan koperasi yang hingga menyentuh masyarakat bawah.

Setelah itu, satu kekuatan Muslimat yang paling memberikan pengaruh adalah karena pengurus Muslimat kebanyakan istri dari kiai NU. "Bahkan orang tuanya kiai NU," kata Kiai Maruf.

Kiai Maruf Amin dihadapan Wakil Presiden dan peserta Kongres mengucapkan selamat sukses atas terselenggaranya Kongres XVII Muslimat dan terpilihnya Khofifah.?

PMII Cabang Tegal

Sebagai pimpinan tertinggi di NU, Kiai Maruf mengatakan, aturan PBNU untuk ketua badan otonom maksimal dua periode. Karena ini sudah menjadi keinginan dari seluruh anggota Muslimat se-Indonesia, maka PBNU menghormati pilihan dan keinginan para anggota Muslimat.

Kiai Maruf menjelaskan, di PBNU itu ada dua hukum. Pertama,? hukum asli yang tertera dalam AD/ART NU dan kedua hukum istina atau hukum pengecualian. "Muslimat NU ini badan otonom yang memiliki hukum pengecualian," tegas Kiai Maruf Amin disambut tepuk tangan meriah.

Dalam Kongres Ke-17 Muslimat NU ini, Khofifah dipilih secara aklamasi oleh 34 pengurus wilayah, 525 pengurus cabang, dan 4 pengurus cabang istimewa (Hongkong, Arab Saudi, Malaysia, dan Sudan) yang memiliki hak suara dalam kongres.?

PMII Cabang Tegal

Dengan demikian, perempuan kelahiran Surabaya 51 tahun lalu ini memegang pucuk pimpinan Muslimat NU selama 4 periode (2000-2021).? (Rof Maulana/Fathoni)





Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Internasional, Ubudiyah PMII Cabang Tegal

Jumat, 24 November 2017

SMA NU 2 Gresik Gandeng Kolej Uniti Malaysia

Gresik, PMII Cabang Tegal

SMA NU 2 Gresik menjalin kerjasama dengan Perguruan Tinggi di Malaysia, yaitu Kolej UNITI Malaysia. Kerjasama itu dilakukan melalui penandatanganan MoU antara Drs. Muhamad Kirom, Kepala SMA NU 2 Gresik dengan Ramlan Naim dari Kolej Uniti Malaysia, Selasa (15/3).

SMA NU 2 Gresik Gandeng Kolej Uniti Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
SMA NU 2 Gresik Gandeng Kolej Uniti Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

SMA NU 2 Gresik Gandeng Kolej Uniti Malaysia

Kepala SMA NU 2 Gresik, Muhamad Kirom mengatakan, kerjasama ini bertujuan untuk memberi kesempatan siswa mengenyam pendidikan di Malaysia. Sebab dari kerjasama ini, Kolej Uniti Malaysia akan memberi mereka beasiswa.

Kegiatan tersebut, kata dia diapresiasi oleh 288 siswa. Sebanyak 90 siswa kelas XII juga memberi harapan karena ada kesempatan emas studi melanjutkan studi ke luar negeri.?

“Studi ke luar negeri ini, juga sebagai studi lintas budaya yang bisa menambah keterampilan siswa di berbagai aspek,” ujar Kirom.

Usai penandatanganan kerja sama ini, tamu dari Jiran ini disambut seni hadrah oleh siswa SMA NU 2 Gresik. Memasuki aula sekolah, romobongan tersebut disambut meriah dengan tarian Surya Ning Wali menggunakan properti khas Gresik, yaitu Damar Kurung. (Muchyiddin/Fathoni)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal RMI NU, Ubudiyah, Makam PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Selasa, 14 November 2017

Dibarengi Haul Gus Dur, Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 3 Program Strategis

Yeongcheon, PMII Cabang Tegal

Ditengah cuaca musim dingin yang begitu ekstrim di Korea Selatan (Korsel), PCINU Korsel begitu semangat dan antusias mengadakan musyawarah kerja cabang (Muskercab) yang dibarengi dengan digelarnya Haul Ke-6 Gus Dur serta Haul Ke-2 Mbah Sahal Mahfudz akhir pekan lalu. Acara berlangsung begitu khidmat dengan dihadiri oleh para pengurus PCINU Korsel dan warga Nahdliyin.

Dibarengi Haul Gus Dur, Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 3 Program Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)
Dibarengi Haul Gus Dur, Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 3 Program Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)

Dibarengi Haul Gus Dur, Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 3 Program Strategis

Acara Haul Gus Dur dan Mbah Sahal dimulai dengan tahlil dan istighotsah. Diadakannya haul kedua tokoh besar NU ini diharapkan menjadi momentum untuk mengingat sejarah hidup Gus Dur dan Mbah Sahal. Pemikiran, ilmu, dan karya-karya mereka semoga bisa menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Setelah acara haul selesai dilanjutkan dengan Muskercab rutin PCINU Korsel. Hadir sebagai pembicara, Ketua PCINU Korsel yang baru terpilih beberapa bulan lalu, Zaenal Arifin.

Zaenal berpesan kepada para pengurus NU di Korsel untuk tetap menjaga NU. "Bukti kita cinta Rosulullah yakni dengan mencintai ulama, dan NU adalah wadah berkumpulnya para ulama Ahlussunah Wal Jamaah,” ujarnya.

PMII Cabang Tegal

“Kalau ada yang mengaku cinta Nabi tetapi tidak cinta ulama, maka dia telah berbohong besar," imbuhnya.

Dalam Muskercab tersebut, PCINU Korsel menghasilkan tiga ? program strategis diantaranya:

PMII Cabang Tegal

1. Mengadakan pelatihan kepemimpinan dasar, mencakup kepemimpinan, keaswajaan, manajemen masjid dengan tujuan memperkuat akidah dan sarana dakwah, serta benteng dari paham-paham radikal.

2. Menerbitkan buku-buku saku yang berisi tentang dasar-dasar amaliyah warga NU yang akan dibagikan gratis untuk jamaah masjid dan musholla diseluruh Korea Selatan.

3. Pendatangan para dai NU dalam safari Ramadhan.

“Semoga acara tersebut dapat bermanfaat sebagai wadah silaturrahim antarwarga Nahdliyin di Korsel dan meningkatkan pelayanan PCINU Korsel dalam berkhidmah untuk umat melalui kegiatan-kegiatan tersebut. (Imam Sibaweh/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ubudiyah, AlaSantri PMII Cabang Tegal

Minggu, 12 November 2017

NU Kota Pekalongan Punya Radio

Pekalongan, PMII Cabang Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan periode 2012-2017 menggebrak dengan program unggulannya, yakni mendirikan radio komunitas dengan nama "Radio Aswaja FM".

Meski pendirian radio telah digagas sejak lima tahun yang lalu, namun keinginan mengelola radio sendiri bari bisa dipenuhi pada tahun 2013 bersamaan dengan peluncuran program yang disyahkan pada forum musyawarah kerja cabang (Muskercab) NU yang berlangsung Jumat (22/2) di Gedung Aswaja Pekalongan.

NU Kota Pekalongan Punya Radio (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kota Pekalongan Punya Radio (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kota Pekalongan Punya Radio

"Selama ini jika akan mempublikasikan berbagai kegiatan di lingkungan NU selalu mengalami kesulitan, terutama penyampaian informasi informasi penting seperti informasi awal ramadhan maupun idul fitri," ujar H. Muhtarom Sekretaris PCNU Kota Pekalongan.

PMII Cabang Tegal

Dengan memiliki radio sendiri, ujar Tarom, NU akan lebih leluasa mengembangkan program dakwah ala Ahlussunnah wal Jamaah yang sejuk dan damai. Pasalnya, meski di Pekalongan telah banyak radio bermunculan, akan tetapi belum ada yang bisa mewakili kebutuhan Nahdliyyin.

PMII Cabang Tegal

Radio Aswaja FM melengkapi media yang sebelumnya telah dimiliki PCNU Kota Pekalongan, yakni media online www.nubatik.net yang diharapkan dapat menyebarkan berbagai kegiatan di lingkungan NU, khususnya penanaman nilai nilai ajaran Islam yang ramah bukan Islam yang marah, kata H. Tarom.

Peresmian radio yang dilakukan oleh Ketua PBNU Prof. Dr. Ir. Mashum Mahfudz ditandai dengan pembukaan selubung papan nama radio disaksikan Wakil Walikota Pekalongan, Ketua DPRD Kota Pekalongan, pimpinan ormas Islam dan Parpol, tamu undangan dan ratusan delegasi Ranting dan MWC NU se Kota Pekalongan.

Ketua PCNU Kota Pekalongan, H. Ahmad Rofiq berharap radio Aswaja FM dapat mewarnai pola kehidupan masyarakat Pekalongan dan religius melalui program program yang telah disiapkan oleh manajer radio.

Beberapa program unggulan yang saat ini sedang dipersiapkan ialah "pengajian kitab kuning", "taushiyah kiai", "umat bertanya kiai menjawab" dan problema solusi yang dikemas melalui bahasa dialogis mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dikatakan Rofiq, program unggulan pengajian kitab kuning, sebuah acara yang dikemas dalam bentuk rekaman mengkaji kitab kitab klasik karya para ulama salafus sholihin dengan metode bandongan, yakni guru sebagai pembaca kitab dengan berbagai penjelasannya, sedangkan murid atau santri mensyarahi kitab dengan tulisan Arab Pego.

Program pengajian kitab kuning lewat radio diharapkan akan memudahkan para santri atau alumni santri putra-putri bisa mengikuti pengajian tanpa harus datang ke majelis pengajian, akan tetapi cukup mendengarkan lewat radio pada jam jam yang telah ditentukan. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ubudiyah PMII Cabang Tegal

Sabtu, 11 November 2017

Sambut Ramadhan, Remaja Masjid Darul Muwahhidin Gelar Sulukan

Bondowoso, PMII Cabang Tegal - Remaja putra dan putri Masjid Darul Muwahhidin menggelar pengajian umum di halaman masjid setempat Desa Gambangan Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso, Ahad (29/5) malam. Mereka melantunkan shalawat yang dikemas dengan metode sulukan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.

Pengasuh Pesantren Raudlatul Ulum KH Soleh Ahmad Sukowono Jember saat diwawancarai PMII Cabang Tegal menjelaskan, "Pengajian ini dikemas dengan metode sulukan, semacam diskusi santai. Diskusi santai saja yang dikemas dengan sharing, Tanya-jawab."

Sambut Ramadhan, Remaja Masjid Darul Muwahhidin Gelar Sulukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Ramadhan, Remaja Masjid Darul Muwahhidin Gelar Sulukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Ramadhan, Remaja Masjid Darul Muwahhidin Gelar Sulukan

Ketua IPNU Periode 1999-2001 Joni Fatahillah saat membuka acara ini mengajak peserta sulukan untuk menghidupkan forum."Mari bapak-bapak dan ibu-ibu yang mau bertanya dipersilakan bertanya," kata dia.

PMII Cabang Tegal

Terlihat dari pantauan PMII Cabang Tegal, kegiatan pengajian yang dikemas dengan sulukan tampak sangat menarik. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dari jamaah muslimat dan muslimin yang dijawab oleh Kiai Soleh.

Kegiatan pengajian ini diikuti seluruh warga Gambangan dan warga dari lain desa. Pengajian umum ini diiringi? jamiyah hadrah R-Show Jember. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ulama, Ubudiyah PMII Cabang Tegal

Senin, 06 November 2017

Ranting NU Depok Bedah Kitab Politik Imam al-Mawardi

Depok, PMII Cabang Tegal. Dalam rangka mengembangkan wawasan politik kebangsaan berdasarkan paham Ahlussunnah wal Jama’ah, Pengurus Anak Ranting NU Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, menggelar acara Bedah kitab al-Ahkam as-Shulthaniyah karya ulama Syafi’iyah al-Imam Abul Hasan Ali al-Mawardi.

Ranting NU Depok Bedah Kitab Politik Imam al-Mawardi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ranting NU Depok Bedah Kitab Politik Imam al-Mawardi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ranting NU Depok Bedah Kitab Politik Imam al-Mawardi

Acara bedah kitab politik yang berlangsung di Majelis Ta’lim Al-Ibthon Pancoran Mas, Ahad (20/11) ini merupakan hasil kerja sama dengan organisasi massa Gerakan Kebangsaan untuk Pembangunan dan Kebudayaan (Gerak Pemuda) Cabang Depok.

Ustadz Darul Qutni, Rais Syuryiah Pengurus Anak Ranting NU Pancoran Mas, yang menjadi pembedah dan pengaji kitab dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa hubungan Islam dan politik tidak dapat dipisahkan. Yang terpenting, katanya, etika atau akhlak mulia mesti diutamakan dalam berpolitik.

Ia juga memaparkan tentang prinsip-prinsip fiqih siyasah (fiqih politik) Ahlussunnah wal Jama’ah yang mengedepankan maslahat dan menjauhi mudarat. Salah satu mudarat politik adalah kekacauan (chaos) yang meskipun sesaat saja, namun dampak negatifnya bisa meluas.

PMII Cabang Tegal

“Tak heran, kalau dalam teori politik Sunni, dikenal ungkapan ‘40 tahun di bawah penguasa zalim lebih baik dari kekacauan sesaat’. Hal ini jika kondisinya memang harus memilih di antara dua hal itu,” paparnya.?

Al-Mawardi, kata Ustadz Darul, menilai penting adanya kepemimpinan dalam Islam. Menurutnya, hukumnya wajib dengan ijma’ bahwa kepemimpinan Islam harus diselenggarakan sebagai penerus fungsi kenabian sebagai ? penjaga ajaran agama dan pengatur kehidupan dunia.

“Oleh karena itu, para ulama NU terdahulu terpanggil untuk mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan memfatwakan untuk menjaga dan mengawal prosesnya,” tuturnya.

Acara bedah kitab ini dihadiri para jamaah Majelis Ta’lim Al-Ibthon dan pengurus Gerak Pemuda. (Mahbib)

PMII Cabang Tegal

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ubudiyah, Olahraga PMII Cabang Tegal

Minggu, 05 November 2017

PC IPNU & IPPNU Kab. Lamongan Gelar Rapat Kerja II

Lamongan, PMII Cabang Tegal

Guna menyusun program 1 tahun ke depan maka PC. IPNU & IPPNU Lamongan menggelar Rapat Kerja II, acara yang digelar di Villa Al Muniroh Pacet Mojokerto (1-2/11/2007).

Kegiatan ini diikuti oleh 24 Pimpinan Anak Cabang IPNU & IPPNU se- Kab. Lamongan. Menurut Ketua PC. IPNU Lamongan, Ediyanto, acara ini digelar untuk mengevalusi kinerja PC. IPNU& IPPNU Lamongan periode 2006-2008 dalam kurun waktu 1 tahun serta untuk menyusun agenda dan program kerja tahun kedua.

PC IPNU & IPPNU Kab. Lamongan Gelar Rapat Kerja II (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPNU & IPPNU Kab. Lamongan Gelar Rapat Kerja II (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPNU & IPPNU Kab. Lamongan Gelar Rapat Kerja II

Rabu, 25 Oktober 2017

Karnaval Budaya Semarakkan Khataman Kitab Ihya Ulumiddin

Trenggalek, PMII Cabang Tegal Sebuah karnaval budaya mengisi rangkaian penutupan pengajian (khataman) kitab Ihya Ulumiddin di Pondok Pesantren Darisulaimaniyyah Kamulan Lor, Kecamatan Durenan, Trenggalek, Jawa Timur, 20-23 Nopember 2013.

Kegiatan bertajuk “Darisulaimaniyyah Festifval Carnaval” menampilkan aksi para siswa MTs dan SMK Plus Darissulaimaniyyah di berbagai seni, antara lain, wayang orang, marching band, angklung, barongsai, serta seni budaya daerah lainya. Dengan kostum unik, mereka menghibur masyarakat yang menyaksikan.

Karnaval Budaya Semarakkan Khataman Kitab Ihya Ulumiddin (Sumber Gambar : Nu Online)
Karnaval Budaya Semarakkan Khataman Kitab Ihya Ulumiddin (Sumber Gambar : Nu Online)

Karnaval Budaya Semarakkan Khataman Kitab Ihya Ulumiddin

Acara khataman ini diawali dengan bahtsu masail pada Rabu pagi. Kemudian dilanjutkan dengan pentas seni musik balasik pada malam harinya.  Hadir dalam kesempatan sekitar 900 orang yang terdiri dari santri, alumni, dan masyarakat sekitar. 

PMII Cabang Tegal

Kesempatan ini juga dimanfaatkan para alumni pesantren untuk menyelenggarakan forum pertemuan. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan lainnya.

Pengasuh Pesantren Darisulaimaniyyah KH Nur khotib kepada para alumni mengingatkan agar tetap menjaga kepribadian sebagai santri. Ia berpesan agar mereka mengamalkan ilmu yang didapat selama di pesantren karena hal ini merupakan jalan untuk mendapat ilmu berikutnya. (Fathurrohim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal News, Ubudiyah PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock