Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Pesantren Darussalam Bengkulu Peringati Tahun Baru Islam dengan Pawai Obor

Bengkulu, PMII Cabang Tegal. Menyambut tahun baru 1 Muharram 1438 H, shalawat, takbir, dzikir panjang nan syahdu, serempak terlantun ke langit-langit gemerlap Kota Bengkulu.

Pesantren Darussalam Bengkulu Peringati Tahun Baru Islam dengan Pawai Obor (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Darussalam Bengkulu Peringati Tahun Baru Islam dengan Pawai Obor (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Darussalam Bengkulu Peringati Tahun Baru Islam dengan Pawai Obor

Ratusan santriwan-santriwati dari Pondok Pesantren Darussalam Kota Bengkulu, tumpah ruah turun ke jalan, berjalan kaki, mengangkat obor sambil terus melantunkan lafadz-lafadz Qur’an, dalam pawai obor menyambut tahun baru 1438 Hijriah, Sabtu malam (01/10/2016).

Bertitik tolak dari Kompleks Pondok Pesantren Darussalam, mereka berjalan dengan rute Dusun Besar-Panorama-Jembatan Kecil dengan berjalan kaki. Total ada 1438 obor dinyalakan, jumlah yang disesuaikan dengan angka tahun Hijriah yang dirayakan walaupun di tengah jalan karena hujan turun menyambut keberkahan pawai ini.

Jika biasanya mobil dan sepeda motor berjejalan, dengan deru mesin dan klakson bersahut-sahutan tak berkesudahan, jalan Kota Bengkulu dengan rute yang dilalui dipenuhi para santri yang menyerukan asma Allah, dengan pakaian khas santri, dengan nyala obor yang dijunjung tinggi-tinggi.

PMII Cabang Tegal

Kegiatan ini rutin dilaksanakan oleh santri Pondok Pesantren Darussalam menyambut tahun baru Hijriah. Dengan kegiatan ini diharapkan para santri bisa merenungi makna hijrah yang diajarkan oleh baginda Rasulullah SAW dengan jalan menuntut ilmu, hingga akhirnya para santri bisa mengaplikasikan keilmuannya di masyarakat kelak, kata Ust. Ahmad Walid selaku penanggung jawab acara tersebut

Senada dengan itu, Ketua Yayasan Darussalam kota Bengkulu sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Ust. Rahmat Ramdhani mengapresiasi apa yang telah dilakukan para santri untuk menggaungkan syiar dakwah Muharram tahun ini. Dengan kegiatan ini santriwan/wati tentu sangat bisa diandalkan dari semua sisi.

PMII Cabang Tegal

Salah satu santri yang ikut dalam pawai obor tersebut mengungkapkan rasa bahagianya bisa melantunkan shalawat sambil berjalan menggunakan obor, maklum selama ini biasanya duduk ngaji dan belajar saja, jarang ada hiburan seperti ini. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nusantara, Warta PMII Cabang Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Jamu Ketum PBNU, Ini yang Disampaikan Presiden Jokowi

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Presiden Joko Widodo kembali melakukan konsolidasi kebangsaan dengan tokoh nasional. Kali ini Mantan Wali Kota Solo itu menjamu Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, Rabu (11/1) di Istana Negara Jakarta.

Jamu Ketum PBNU, Ini yang Disampaikan Presiden Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamu Ketum PBNU, Ini yang Disampaikan Presiden Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamu Ketum PBNU, Ini yang Disampaikan Presiden Jokowi

Usai melakukan pertemuan empat mata itu, Kiai Said menyampaikan, tujuan obrolannya yang dibarengi makan siang tersebut yaitu silaturrahim membincang kondisi terkini bangsa dan negara. Dalam kesempatan itu, mereka juga membincang kondisi global, baik di ASEAN maupun dunia, terutama dunia Islam.

“Puncak pembicaraan antara lain bagaimana menekan Islam radikal dan intoleran serta bagaimana memperkuat Islam moderat. Itu kata Presiden,” ujar Kiai Said, Rabu (11/1) kepada PMII Cabang Tegal? di Gedung PBNU Jakarta.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur Jakarta Selatan ini menyampaikan bahwa Jokowi juga meminta agar Islam seperti NU inilah yang harus dipertahankan dan diperkuat. Karena selama ini, NU lah yang terus menyampaikan Islam ramah selain terus berusaha menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

PMII Cabang Tegal

Menurut Jokowi, Indonesia rugi besar jika tidak mempertahankan Islam moderat yang selama ini dijaga dan terus diperjuangkan oleh NU dan pesantren. Sebab, Jokowi sendiri mengakui, selama ini Indonesia banyak dipuji dunia internasional karena mampu mengembangkan Islam yang berbudaya, moderat dan ramah.

Namun demikian, lanjut Kiai Said, dunia internasional sendiri dikagetkan dengan kasus-kasus intoleransi dan tindakan terorisme yang belakangan ini terjadi di beberapa daerah.?

“Hal ini menyedihkan Presiden dan rakyat Indonesia yang berharap selalu hidup damai dalam kebersamaan,” tutur Kiai Said.

Jokowi dan Kiai Said juga membahas rencana strategis jangka pendek dan jangka panjang terkait menjaga Islam Indonesia agar tetap ramah dan moderat serta menangkal pemahaman Islam radikal.

Perilaku dan tindakan radikal yang selama ini kian marak terjadi di dunia maya dan media sosial juga tidak luput menjadi pembahasan dan bahan evaluasi kedua tokoh tersebut. (Fathoni)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Warta PMII Cabang Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Mensos Resmikan Aplikasi Bumil Resti dan Kembang Desa di Bangka Belitung

Bangka, PMII Cabang Tegal. Upaya pendampingan kesejahteraan masyarakat terus dilakukan Kementerian Sosial RI. Kali ini Kemensos memanfaatkan kecanggihan teknologi digital untuk mempermudah pendampingan sosial dengan meresmikan dua aplikasi yaitu Aplikasi Bumil Resti dan Kembang Desa, Rabu (5/4) di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung.

Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa hadir secara langsung ke Bangka untuk meresmikan aplikasi penanganan ibu hamil dan pengembangan desa tersebut.?

Mensos Resmikan Aplikasi Bumil Resti dan Kembang Desa di Bangka Belitung (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Resmikan Aplikasi Bumil Resti dan Kembang Desa di Bangka Belitung (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Resmikan Aplikasi Bumil Resti dan Kembang Desa di Bangka Belitung

“Kami di sini untuk meresmikan aplikasi Bumil Resti dan aplikasi Kembang Desa,” ujar Khofifah.

Dia menerangkan, Aplikasi Bumil Resti atau Sistem Informasi Ibu Hamil Resiko Tinggi merupakan inisiatif Pemkab Bangka dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan ibu hamil dan ibu bersalin untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

PMII Cabang Tegal

“Ini adalah sebuah inovasi yang bisa menjadi role model bagi daerah lain. Lewat aplikasi ini Pemkab Babel memburu atau mencari ibu-ibu hamil yang beresiko tinggi sampai ke pelosok desa,” jelas perempuan kelahiran Surabaya 51 tahun yang lalu ini.

Khofifah juga menerangkan, aplikasi ini menguatkan peran bidan dan dokter spesialis kandungan dalam pemantauan secara terus menerus terhadap Bumil Resti.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengapresiasi program perburuan anak putus sekolah untuk mendapatkan kejar paket serta perburuan lansia terlantar untuk mendapatkan respon cepat.

PMII Cabang Tegal

Sementara aplikasi "Kembang Desa" atau Kesejahteraan Masyarakat Bangka dengan Sistem dan Aplikasi merupakan sistem yang dibangun dengan mengedepankan Rumah Tangga Sasaran (RTS).?

Aplikasi tersebut menurutnya, merupakan sistem informasi pengelolaan data kemiskinan yang paling lengkap di Indonesia dan paling mudah diakses oleh masyarakat luas.

“Sistem ini memiliki keunggulan tidak hanya merekam data kemiskinan by name by address, tetapi juga terdapat foto dan profil lengkap RTS. Bahkan sampai titik koordinat alamat individu RTS,” tandas Khofifah. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal News, Tegal, Warta PMII Cabang Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Ketua PBNU: Perlu Pemetaan Kaderisasi PMII

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Ketua PBNU Juri Ardiantoro mengatakan, orientasi kaderisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus diperluas, tidak hanya sekadar menambah jumlah kader, tapi menambah bobot atau kualitas kader.?

“Bobot kader juga harus diperluas tidak hanya sekadar menghiasi dunia politik, tapi dunia profesional. PMII harus mulai menyiapkan kader-kader untuk mengambil peran di wilayah itu,” katanya selepas menghadiri peringatan Harlah ke-57 yang digelar Pengurus Besar PMII di Jakarta pada Senin malam (17/4).

Ketua PBNU: Perlu Pemetaan Kaderisasi PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PBNU: Perlu Pemetaan Kaderisasi PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PBNU: Perlu Pemetaan Kaderisasi PMII

Untuk tujuan itu, Juri mengusulkan agar PMII melakukan pemetaan potensi kader dan pemetaan berdasar keunikan kader di tiap-tiap daerah.?

“Jadi, kaderisasi tak harus mesti sama seluruh daerah di seluruh Indonesia. Pada hal-hal yang sangat prinsip seperti tata, nilai, ideologi memang harus sama. Tapi pada konteks pengembangan kader dan penyiapan kepemimpinan ya harus memperhatikan karkater atau keunikan daerah,” jelasnya.?

Sehingga, lanjut mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Pusat itu, kader PMII di daerah tidak harus semua ke jakarta. “Itu PR PMII k depan,” tegasnya.

Ia menambahkan, untuk tujuan itu, selain pemetaan kader, PMII juga harus melakukan penguatan kelembagaan. (Abdullah Alawi)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaNu, IMNU, Warta PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Inilah PCNU Pemenang NU Jatim Award

Surabaya, PMII Cabang Tegal - Dalam rangka mencari pengurus cabang NU terbaik di seluruh wilayah Jawa Timur, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jatim mengadakan NU Award yang diikuti oleh 45 PCNU se-Jatim. Pengurus harian PWNU Jatim melalui timnya melakukan tahapan seleksi ketat terhadap peserta yang terdiri atas seluruh pengurus cabang NU di Jatim. Hasil seleksi menetapkan PCNU Blitar sebagai pemenang NU Jatim Award.

"NU Award ini dilakukan secara profesional oleh tim yang dibentuk oleh PWNU Jatim," kata Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah saat ditemui usai acara buka bersama Gubenur Jatim, Selasa (28/6).

Inilah PCNU Pemenang NU Jatim Award (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah PCNU Pemenang NU Jatim Award (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah PCNU Pemenang NU Jatim Award

Kiai Mutawakkil menuturkan, tim melakukan tiga tahap yaitu dokumentasi, visitasi dan evaluasi kepada 45 cabang se-Jatim. Penyeleksian dilakukan oleh tim dan memilih empat cabang terbaik.

PMII Cabang Tegal

"Setelah terpilih, maka nominator itu diminta untuk presentasi di hadapan para kiai syuriyah, pengurus harian tanfidziyah, ketua lembaga, dan badan otonom NU," lanjutnya.

Sebelum empat cabang melakukan presentasi, tim NU Award meminta komitmen bersama untuk mengadakan NU Award di tingkat cabang.

"Kalau NU Award yang dilakukan cabang, itu dilakukan kepada tingkat MWCNU," jelas Kiai pengasuh pesantren Zainul Hasan Genggong.

PMII Cabang Tegal

Selain itu, Kiai Mutawakkil juga akan menjadikan program NU Award ini sebagai program tahunan setiap bulan Ramadhan. Saat menjelang buka puasa bersama Gubenur Jatim, pemenang NU Award diumumkan.

PCNU Blitar keluar sebagai juara pertama. PCNU Magetan juara kedua. PCNU Banyuwangi juara ketiga. Sedangkan PCNU Lumajang merebut juara harapan.

Piala Gubenur Jatim diserahkan langsung oleh Gubenur Jatim Pakde Karwo dan Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah kepada Ketua PCNU Blitar. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Tokoh, Warta PMII Cabang Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Ucapkan Selamat Muktamar NU, Muhammadiyah Jombang Pasang Spanduk

Jombang, PMII Cabang Tegal. Muktamar ke-33 NU yang digelar di Jombang 1-5 Agustus 2015 mendapat perhatian berbagai kalangan. Puluhan spanduk dan baliho ucapan selamat dan sukses digelarnya Muktamar NU di kota santri ini sejak sepakan ini mulai terpampang. Termasuk dari organisasi Muhammadiyah.

Salah satu spanduk dari Pegurus Daerah Muhammadiyah Jombang, yang berda di Perempatan Sambong Jombang menempelkan foto pendiri NU, KH Hasyim Asyari dan juga pendiri Muhamadiyah, KH Ahmad Dahlan.

Ucapkan Selamat Muktamar NU, Muhammadiyah Jombang Pasang Spanduk (Sumber Gambar : Nu Online)
Ucapkan Selamat Muktamar NU, Muhammadiyah Jombang Pasang Spanduk (Sumber Gambar : Nu Online)

Ucapkan Selamat Muktamar NU, Muhammadiyah Jombang Pasang Spanduk

Dalam spanduk sepanjang 7 meter itu bertuliskan  Selamat dan Sukses Muktamar Muhamadiyah ke-47 dengan Tema "Gerakan Pencerahan Menuju Indonesia Berkemajuan" dan Muktamar NU ke-33 lengkap dengan tema "Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia".

Disamping spanduk ucapan selamat, puluhan baliho menyambut Muktamar ke 33 NU juga mulai dipasang PCNU Jombang diseluruh penjuru kota santri. 

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

"Ada sekitar 40 baliho besar yang kita pasang disetiap perbatasan atau pintu masuk Jombang, termasuk juga umbul-umbul untuk memeriahkan Muktamar NU," ujar Samsul Rizal Wakil Sekretaris PCNU Jombang, Jumat (24/7).

PCNU, lanjutnya, juga sudah mengintruksikan seluruh MWCNU dan juga Ranting NU serta Banom, lembaga, dan lajnah untuk mengibarkan bendera masing masing. "Spanjang jalan menuju lokasi insya Allah mulai hari ini bendera dan spanduk sudah berkibar,” pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Fathoni) 

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Khutbah, Aswaja, Warta PMII Cabang Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

PCINU Maroko Gelar Kongko Nahdliyin dan Orientasi Warga Baru

Maroko, PMII Cabang Tegal. Masuknya libur musim semi, PCINU Maroko mengadakan silaturahmi nahdliyin dan orientasi warga baru sekaligus wisata alam di Taman Sidi Bouknadel, Rabat, Sabtu (12/4). Mereka mengisi liburan musim semi itu dengan membahas sejarah PCINU Maroko, pengenalan struktur NU Maroko, dan pembekalan keorganisasian.

Kegiatan yang dimotori Lakpesdam NU Maroko ini bertujuan memperkuat barisan warga NU yang tersebar di beberapa kota di ? Maroko. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang kaderisasi warga NU di Maroko.

PCINU Maroko Gelar Kongko Nahdliyin dan Orientasi Warga Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Maroko Gelar Kongko Nahdliyin dan Orientasi Warga Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Maroko Gelar Kongko Nahdliyin dan Orientasi Warga Baru

Mustasyar PCINU Maroko Shofin dalam sambutannya menekankan sepak terjang PCINU memiliki perjuangan yang tidak mudah sejak berdirinya.

PMII Cabang Tegal

“Kader-kader NU di Maroko perlu selalu merapatkan barisan, bersama-sama membumikan amaliah nahdliyah di negeri seribu benteng, dan mengembangkan pemikiran intelektualitas yang moderat serta berakhlakul karimah,” harap Shofin yang baru saja meraih gelar doktor di Maroko.

Di sela pemaparan tentang NU Maroko, Ketua PCINU Maroko Ali Syahbana menyatakan apresiasinya atas semangat kebersamaan warga NU di Maroko. Ia meminta warga baru agar turut berperan aktif mengembangkan organisasi serta siap meneruskan perjuangan generasi pendahulu.

PMII Cabang Tegal

Dalam acara kongko warga NU Maroko itu, hadirin menetapkan saudara Fairus Ainun Naim sebagai Ketua Panitia Konfercab ke-2 PCINU Maroko pada 28 Mei mendatang. ? (Kusnadi El Ghewza/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Warta, Sunnah, Amalan PMII Cabang Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Pembelajaran Hidup di Pesantren

Oleh Anggi Afriansyah



Beragam alasan orang tua untuk memasukan putra-putrinya ke pesantren. Mulai dari ingin anaknya berakhlak baik, pandai mengaji, mandiri, ataupun memiliki karakter kuat sebagai seorang Muslim.

Pembelajaran Hidup di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembelajaran Hidup di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembelajaran Hidup di Pesantren

Ada juga kalangan orang tua yang mengirimkan anak ke pesantren karena tak sanggup lagi mendidik anak-anaknya.? Tak tahan dengan sikap anak-anak mereka. Mereka berharap akan ada perubahan positif yang terjadi setelah putra-putrinya mendapat pendidikan di pesantren.

PMII Cabang Tegal

Harapan orang tua tersebut tentu tak salah. Pendidikan di pesantren memang mengedepankan disiplin diri dan menuntut tanggung jawab pribadi. Jika di rumah masing-masing santri bebas mengatur waktu, di pesantren mereka terikat pada aturan yang dibuat oleh pesantren.

PMII Cabang Tegal

Waktu dijadwal sepresisi mungkin. Mulai dari bangun tidur sampai malam menjelang. Mengaji, sekolah, shalat, olah raga, maupun aktivitas lain diatur sedemikian ketat. Tak heran jika seleksi alam berlaku, mulai dari santri menjejakan kakinya di pesantren.

Tak semua santri mampu bertahan. Hanya yang kuat yang sanggup bertahan. Beberapa misalnya menyerah karena tidak tahan dengan disiplin yang diterapkan. Atau ada juga yang mengeluh karena aturan pesantren yang dianggap kaku.

Mentalitas dan daya tahan di segala kondisi hidup inilah yang penting bagi konstruksi karakter santri. Mereka langsung belajar mengatasi permasalahan-permasalahan di dalam maupun di luar dirinya. Belajar bernegosiasi dengan diri dan orang lain. Memposisikan diri pada keterbatasan yang mereka hadapi selama di pesantren.

Maka ketika ada lembaga pendidikan pesantren menawarkan kemewahan fasilitas pendidikan justru akan kontraproduktif dengan semangat dan nilai-nilai pesantren. Fasilitas lengkap digunakan untuk memudahkan proses pembelajaran, bukan justru memanjakan.

Di pesantren, setiap santri ditempa melalui proses panjang. Tak ada istilah instan bagi seorang santri dalam upaya untuk memperoleh pendidikan di pesantren. Ilmu dan ahli ilmu benar-benar dihormati.

Ada kekhasan dalam penghormatan para santri terhadap para ahli ilmu. Bukan sekadar penghormatan formal, seperti di pendidikan formal. Seperti yang diungkap oleh Gus Dur dalam bukunya Menggerakan Tradisi: Esai-Esai Pesantren (Wahid, 2001) bahwa seorang santri seumur hidup akan terikat dengan kiainya, minimal sebagai sumber inspirasi dan sebagai penunjang moral dalam kehidupan pribadinya.

Kesan mendalam terhadap kiai juga tercermin dalam kisah yang disampaikan oleh KH Saifuddin Zuhri dalam bukunya Guruku Orang-orang Pesantren (Zuhri, 2001). Salah satunya misalnya, bagaimana sang kiai terkesan dengan gurunya Ustadz Mursyid yang menerapkan kedisiplinan tanpa paksaan. Ketika kedisiplinan pertama kali diinternalisasikan lewat dongeng, kisah, nasihat dan yang paling penting melalui perbuatan sehari-hari.

Para santri pun dihadapkan pada permasalahan-permasalahan riil dalam masyarakat. Bagaimana berlatih berorganisasi ditempa selama di pesantren.

Para santri juga biasa bergaul dengan beragam komunitas. Beragam budaya dan adat hadir di pesantren menyebabkan mereka terbiasa bergaul lintas kultur. Mereka terbiasa menghadapi perbedaan, menghadapi keberagaman. Karena santri yang memasuki pesantren biasanya berasal dari beragam kalangan. Bervariasi dari kelas sosial, ekonomi, maupun budaya. Santri tak pernah gagap dengan mereka yang berbeda.

Hal tersebut sesungguhnya bekal penting bagi mereka sebelum terjun dan mengabdikan diri di masyarakat. Selain belajar menjadi seorang yang memahami kaidah keagamaan secara baik, juga belajar menjadi Indonesia.

Di pesantren juga diajarkan beragam tradisi pemikiran. Varian madzhab dikenalkan kepada santri. Mereka berhadapan langsung dengan argumentasi pemikiran dari beragam tradisi ilmu. Mereka belajar menghormati cara pandang ulama dalam menafsirkan Al Quran dan Hadist. Diajarkan tidak alergi terhadap perbedaan. Ruang dialog tetap dibuka, karena masing-masing pihak tentu punya argumentasi.

Modernisasi yang terjadi di pesantren tentu tak bisa dihindarkan. Teknologi yang masuk, pola-pola baru dalam proses pendidikan, dan beragam hal lainya bukan musuh yang harus dihindari. Komponen-komponen tersebut harus dapat dimanfaatkan untuk melejitkan prestasi para santri. Yang terpenting adalah nilai-nilai positif dari pesantren yang sudah teruji zaman harus tetap lestari. Pewarisan nilai inilah yang penting.

Pesantren tak boleh gagap terhadap kemajuan zaman, tetapi juga harus mampu mengatur ritme. Setiap pesantren tentu memiliki visi yang berbeda tentang arah pendidikannya. Yang perlu mendapat perhatian adalah bagaimana visi itu dapat dituju tanpa meninggalkan acuan-acuan lama yang dianggap sudah baik.

*Alumni Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat. Saat ini menjadi Peneliti di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Sunnah, Cerita, Warta PMII Cabang Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Dikukuhkan, Ketua PWNU Jakarta Minta Semua Lembaga Langsung Bekerja

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menggelar pengukuhan pengurus lembaga-lembaga masa bakti 2016-2021. Acara yang berlansung di Hotel NAM Center, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat sore (3/6) ini merupakan ajang silaturahim seluruh lembaga, sekaligus bagian awal safari Ramadhan yang akan diselenggarakan di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Dikukuhkan, Ketua PWNU Jakarta Minta Semua Lembaga Langsung Bekerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Dikukuhkan, Ketua PWNU Jakarta Minta Semua Lembaga Langsung Bekerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Dikukuhkan, Ketua PWNU Jakarta Minta Semua Lembaga Langsung Bekerja

Ketua PWNU DKI Jakarta, Saefullah menegaskan, pengukuhan ini menjadi tanda dimulainya pelaksanaan setiap program kerja yang sudah mulai dicanangkan. “Tidak ada lagi alasan untuk tidak melaksanakam program-program kerja untuk menunjukkan keberadaan NU di Jakarta,” ujar Saefullah yang juga menjabat sebagai Sekda DKI.

PMII Cabang Tegal

Saefullah mengungkapkan, banyak personel pengurus lembaga PWNU DKI Jakarta yang merupakan lulusan S1, S2 bahkan ada yang berhasil menyelesaikan program doktor. Dari situ diharapkan sisi intelektualitas para pengurus dapat diabdikan untuk memajukan NU.

PMII Cabang Tegal

“NU DKI Jakarta ibarat air terjun yang akan menyirami dan memberikan kesejukan bagi masyarakat DKI Jakarta,” ujarnya.

Terkait safari Ramadhan yang akan dimulai awal puasa nanti, Saefullah berharap kegiatan tersebut sebagai bukti kekuatan NU DKI Jakarta, sekaligus untuk membuktikan bahwa NU bisa menjadi payung di Kota Jakarta.?

Dalam safari nanti PWNU Jakarta tidak hanya mengelar ibadah bersama tetapi membuka dialog dengan warga terkait persoalan yang dihadapi, termasuk mencari solusi dari permasalan tersebut. (Kendi Setiawan/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Warta PMII Cabang Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Setelah Yasinan, PMII Diskusi Pemikiran Ibnu Khaldun

Yogyakarta, PMII Cabang Tegal? . Diskusi, aksi dan refleksi merupakan trias organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Tradisi diskusi merupakan agenda rutin malam Jumatan PMII Humaniora Park Rayon Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Islam Negeri Yogyakarta yang dilaksanakan setelah Yasinan.?

Setelah Yasinan, PMII Diskusi Pemikiran Ibnu Khaldun (Sumber Gambar : Nu Online)
Setelah Yasinan, PMII Diskusi Pemikiran Ibnu Khaldun (Sumber Gambar : Nu Online)

Setelah Yasinan, PMII Diskusi Pemikiran Ibnu Khaldun

Kamis (12/3) jam 19.30 WIB PMII Humaniora Park kembali mengadakan diskusi yang dipandu langsung oleh pengurus Rayon. Ahmad Riyanto membahas tentang konsep ashabiyah Ibnu Khaldun yang berkaitan dengan solidaritas kelompok.?

Referensi buku yang digunakan dalam diskusi tersebut berjudul “Muqaddimah: karya Ibnu Khaldun”. Dalam buku tersebut memiliki banyak bahasan, diantaranya adalah sejarah, ekonomi, politik dan lingkungan sosial. ?

PMII Cabang Tegal

Ahmad Riyanto menegaskan konsep ashabiyah hanya berlaku bagi masyarakat nomaden. Dalam masyarakat Arab lebih dikenal dengan istilah kafilah. Namun masyarakat yang nomaden pada akhirnya akan menetap jika menemukan tempat yang membuatnya bertahan hidup. Apabila masyarakat mulai menetap maka dengan sendirinya Ashabiyah sedikit demi sedikit akan hilang.?

PMII Cabang Tegal

Ia menambahkan, pemikiran Ibnu Khaldun memiliki kemiripan dengan pemikirannya Emile Durkheim. ”Pemikirannya Ibnu khaldun sama dengan pemikirannya Durkheim tentang solidaritas mekanik dan organik”. Hanya saja, lanjut dia, pada waktu itu Ibnu Khaldun belum membagi secara spesifik masyarakat desa dan kota.?

Sementara Asep Mahfud selaku peserta diskusi mebenarkan hal yang demikian. Karena Ibnu Khaldun lahir duluan dibandingkan dengan Durkheim. ”Saya ingat perkataaannya dosen saya Pak Andi, bahwasanya Durkheim dicurigai menjiplak pemikiran Ibnu khaldun”.

Dalam teorinya Ibnu Khaldun disebutkan ketika masyarakat berada dalam tatanan masyarakat yang berkelompok. Maka kehidupan masyarakat penuh dengan berbagai aturan dan kesepakatan bersama dalam masyarakat. ? Untuk mengkontektualisasikan teori ? Durkheim secara geografis ? antara kota dan desa saat ini mengalami kesulitan. “Apalagi saat ini juga ada istilah masyarakat pinggiran kota”, ungkap Ahmad Riyanto.

Thoriq, peserta diskusi juga berpendapat, untuk membedakan masyarakat kota dan desa secara sistem sosial adalah dengan cara melihat perilaku masyarakat yang ada. “Kalau di desa sangat kental dengan istilah gotong-royong, sedangkan di kota sudah terkotak-kotak sesuai dengan pekerjaan. Hal itulah yang menjadi ciri khas kota dan desa”,ujarnya. (Hendris/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Sunnah, Sejarah, Warta PMII Cabang Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

PWNU NTT Bangun SMK Nusa Unggul Ma’arif

Kupang, PMII Cabang Tegal. Dengan dukungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) segera membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nusa Unggul Ma’arif Kupang. 

PWNU NTT telah menerima rekomendasi Izin Operasional SMK Nusa Unggul Kupang dari Dinas PPO Kota Kupang.

PWNU NTT Bangun SMK Nusa Unggul Ma’arif (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU NTT Bangun SMK Nusa Unggul Ma’arif (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU NTT Bangun SMK Nusa Unggul Ma’arif

Rencana ini disampaikan Ketua PWNU NTT Jamal Ahmad di Kantor PWNU di Jalan Ainiba No.74 Perumnas Kelurahan Nefonaik Kota Kupang Jumat (15/3/2013).

PMII Cabang Tegal

Menurut Jamal, tujuan bangun SMK Nusa Unggul Ma’arif di NTT guna meningkatkan sumberdaya manusia (SDM) bagi generasi muda kaum Nahdliyin. 

“Kita perlu kembangkan pendidikan berbasis pesantren, agar anak-anak kita  bisa terdidik dengan tradisi keislaman sesuai dengan konsep Islam ahlusunnah wal jamaah,” katanya.

PMII Cabang Tegal

Sekolah kejuruan ini berbasis pesantren dengan beberapa program unggulan yakni program budi daya air laut, budi daya air tawar dan budi daya air payau. Tiga program utama ini masih dalam uji coba dalam setahun. Sementara mata pelajaran lainnya yang akan diprioritaskan adalah pengelolaan budi daya agar-agar dari rumput laut. 

“Mata pelajaran umum juga akan diutamakan sesuai dengan sistem pendidikan berbasis SMK,” jelas Jamal.

Dijelaskan Jamal, rencana bangun SMK Nusa Unggul Ma’arif telah direncanakan pada tahun 2012 lalu tetapi terkendala dengan ijin dari pemerintah sehingga tahun lalu belum bisa terlaksana. Akhirnya tahun 2013 bulan ini baru keluar izin operasional. 

“Kami baru mengantongi izin pada tanggal 21 Januari lalu. Sementara panitia telah melaksanakan persiapan-persiapan akan dibuka pada tahun ajaran baru 2013-2014 ini,” katanya. 

SMK Ma’arif akan dibuka di pesentren Al-Hikmah Namosain Kupang.  

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Ajhar Jowe

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Warta, Nusantara, Cerita PMII Cabang Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

Semangat Membaca dan Mengamalkan Al-Qur’an Sejak Dini

Denpasar, PMII Cabang Tegal. Alm. KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur secara tegas menyatakan, “Tidak penting apapun agama atau sukumu, karena orang lain tidak akan pernah tanya apa agamamu kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang." Dari ungkapan tersebut dapat diambil sebuah pesan moral akan pentingnya sebuah pengorbanan dan pengabdian untuk  orang lain dan masyarakat.

Semangat Membaca dan Mengamalkan Al-Qur’an Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Membaca dan Mengamalkan Al-Qur’an Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Membaca dan Mengamalkan Al-Qur’an Sejak Dini

Dengan semangat mengamalkan petuah “sang guru” bangsa tersebut, pada hari Sabtu, 21 November 2015 sejumlah mahasiswa dan dosen penerima beasiswa kursus superintensif bahasa Inggris MoRA scholarship 2015 (Awardee MoRA Scholarship) di Indonesia-Australia Language Foundation (IALF) Denpasar menyelenggarakan kegiatan sosial dan pengabdian masyarakat di yayasan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Huda Jimbaran Bali. 

Syahdan, Bali merupakan salah satu provinsi di Indonesia dimana Islam merupakan agama minoritas, tercatat jumlah penganut agama Islam adalah 13,37 persen atau setara 520.244 jiwa (Bimas Kemenag RI). Mayoritas penduduk Bali beragama Hindu, sehingga menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi umat Islam selaku kaum minoritas untuk bisa berbaur dengan umat mayoritas lainya dengan nuansa toleransi yang indah.

PMII Cabang Tegal

Kegiatan “Bali Mengaji, Dari Santri untuk Negeri” yang digagas oleh para penerima beasiswa kursus bahasa Inggris MoRA Scholarship 2015 diharapkan mampu menjadi salah satu jawaban untuk mewujudkan kehidupan beragama yang toleran. Secara umum, kegiatan yang dilaksanakan pada sore hari hingga menjelang maghrib ini berupa pengajian singkat dan berbagi motivasi dan inspirasi dari awardee MoRA scholarship kepada para peserta  yang mayoritasnya merupakan santri TPQ yang masih berumur dini rentang 4-10 tahun. Hal ini dirasa penting mengingat optimalisasi pendidikan agama dan karakter bagi anak usia dini adalah sebuah keniscayaan guna menyiapkan generasi cerdas dan handal yang akan menopang kemajuan peradaban Islam di masa mendatang.

Ahmad Romzi, selaku ketua penyelenggara menegaskan, tujuan utama diselenggarakan acara ini adalah untuk membumikan semangat membaca dan mengamalkan Al-Qur’an. Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca tetapi juga untuk diamalkan, karena salah satu spirit yang ditanamkan Al-Qur’an adalah rahmatan lil alamin, toleransi dan saling menghargai satu sama lain, dan pesan moral semacam ini sudah harus ditanamkan dalam benak anak sedini mungkin, tegasnya.

PMII Cabang Tegal

Lebih jauh lagi, I’anatul Avifah, awardee MoRA scholarhsip asal UIN Sunan Ampel Surabaya, menyatakan, program positif semacam ini harus terus dilakukan dan dikembangkan. “Saya kira, program ini juga menjadi salah satu indikator ‘keseriusan’ penerima beasiswa pendidikan bahasa asing MoRA Scholarship 2015, yang juga merupakan ‘santri’ di sejumlah pesantren dan perguruan tinggi Islam di tanah air untuk kembali mengabdi pada lembaga pendidikan Islam, baik pesantren maupun perguruan tinggi Islam di kemudian hari,” ucapnya. (Dito Alif Pratama/Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hadits, Warta, Bahtsul Masail PMII Cabang Tegal

Selasa, 21 November 2017

Rijalul Ansor Tasik Cetak Dai-dai Toleran dan Nasionalis

Tasikmalaya, PMII Cabang Tegal. Rijalul Ansor Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, terus berupaya mencetak dai-dai mudanya yang toleran dan nasionalis. Pasalnya, ruang dakwah sekarang banyak diisi dai-dai pengumbar kebencian terhadap kelompok tertentu.

Rijalul Ansor Tasik Cetak Dai-dai Toleran dan Nasionalis (Sumber Gambar : Nu Online)
Rijalul Ansor Tasik Cetak Dai-dai Toleran dan Nasionalis (Sumber Gambar : Nu Online)

Rijalul Ansor Tasik Cetak Dai-dai Toleran dan Nasionalis

"Maka kami fokus menciptakan dai toleran dan nasionalis. Dengan materi ceramah yang sudah kami siapkan," kata Ketua PC Rijalul Ansor Kabupaten Tasikmalaya, Kiai Aa Fuad Mukhlis, Kamis (25/5).

Menurut Fuad, dakwah itu harus menyejukkan dan menenangkan. Bukan sebaliknya, menjadi media provokasi terhadap golongan lainnya yang dianggap tidak sepaham. Dai-dai toleran dan nasionalis penting dicetak karena agama dan negara mesti saling menguatkan.

"Mereka yang tidak sepaham dianggap kafir dan sebutan-sebutan kasar lainnya. Itu sudah banyak kita temukan di lapangan. Kalau tidak ditanggapi serius, umat semakin terprovokasi yang mengarah pada perpecehan dan konflik antar anak bangsa," ujarnya.

Dan salah satu upaya menebar Islam toleran dan Islam damai tadi, ucap Fuad, para dai ini diarahkan untuk menyampaikan hal-hal yang ? mempererat dan memperkuat persatuan umat. Tidak ada yang saling menebar kebencian atau menjelek-jelekan golongan tertentu.

PMII Cabang Tegal

"Nanti dai-dai Rijalul Ansor turun ke masyarakat, menyampaikan makna toleran dan cinta tanah air," tuturnya.

Rijalul Ansor merupakan wadah dibawah GP Ansor bagi menampung anggota yang fokus dibidang kajian keilmuan dakwah. (Nurjani/Mahbib)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ulama, Warta PMII Cabang Tegal

Jumat, 17 November 2017

Kompetisi Film Pendek Dokumenter Diluncurkan

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Dalam rangka Muktamar ke-33 NU yang akan digelar di Jombang, 1-3 Agustus mendatang, panitia menggelar lomba film pendek dokumenter. Pendaftaran dibuka hingga 10 Juli 2015, dengan total hadiah 45 juta rupiah.

Kompetisi Film Pendek Dokumenter Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kompetisi Film Pendek Dokumenter Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kompetisi Film Pendek Dokumenter Diluncurkan

Menurut Ketua Muktamar ke-33 NU H Imam Aziz acara lomba tersebut merupakan upaya penting untuk membangkitkan film di kalangan NU, terutama anak muda.

“Ini membangkitkan nostalgia bagaimana organisasi NU, tidak hanya mengakomodasi, tapi mendorong dan menjadi pelaku gerak budaya di indonesia,” katanya pada peluncuran dengan tajuk “Peluncuran Kompetisi Film Pendek Dokumenter dan 100 Hari Wafat Alex Komang” di gedung PBNU, Jakarta, (27/5).

PMII Cabang Tegal

Ia menjelaskan, pada muktamar ke-33 nanti, NU mengemban tema yang berat, yaitu meneguhkan Islam Nusantara untuk peradaban Indonesia dan dunia.

Islam Nusantara, menurut dia, adalah islam yang melakukan “ekstraksi”, mengambil saripati dan kemudian disesuaikan dengan keadaan di mana dia tumbuh. Islam di Aceh, Sunda, Jawa, Kalimantan, Tidore memiliki warnanya sendiri.

PMII Cabang Tegal

Menurut dia, saat ini NU belum mampu melakukan koneksi intens ke budaya-budaya itu secara maksimal. Karenanya dengan mengapresiasi film ini, adalah peran NU yang merasa berkawijaban mempertahankan dan menyebarluaskan hal itu.

Ia merasa sangat senang jika kompetisi tersebut diikuti anak-anak muda NU baik di sekolah umum maupun di pesantren.

Bagi yang ingin mengikuti kompetisi tersebut, sila kunjungi situs resmi Muktamar ke-33 NU http://muktamar.nu.or.id/lomba-film-pendek/. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Warta, Pertandingan, Kiai PMII Cabang Tegal

Kamis, 09 November 2017

Belajar Menulis di Perpustakaan A. Wahid Hasyim

Jombang, PMII Cabang Tegal. Jumat ketiga (10/4) kemarin, Sekolah Menulis Sanggar Komunitas Penulis Muda Tebuireng (Kepoedang) Jilid III mendatangkan penulis dan editor ternama, M. Iqbal Dawami. Di Perpustakaan A. Wahid Hasyim Tebuireng, penulis buku "Hidup, Cinta dan Bahagia" itu menyampaikan materi "Menulis Buku Islam Populer".

Setelah memaparkan materi di depan 25 peserta, M. Iqbal Dawami memberikan waktu untuk praktek menulis bagi para peserta. "Teori saja tidak cukup, maka dari itu langsung saja kita praktek", ungkap pria yang pernah menjadi editor di Penerbit Bentang Pustaka dari 2012 hingga 2014 itu.

Dalam 30 menit terakhir sebelum pertemuan usai, para peserta dibebaskan untuk mencari tempat di sekitar perpustakaan. Hal yang harus mereka tulis adalah satu dari sekian pengalaman menarik mereka di pesantren.

Belajar Menulis di Perpustakaan A. Wahid Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Menulis di Perpustakaan A. Wahid Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Menulis di Perpustakaan A. Wahid Hasyim

"Santri sebenarnya itu punya keunggulan di bidang bahan karena pengalaman mereka banyak di pesantren itu", ungkap pria yang sekarang sibuk sebagai editor freelance itu.

Karya-karya para peserta akan diketik dan diedit yang kemudian akan diterbitkan. Tulisan-tulisan tersebut, sebagai kenang-kenangan Sekolah Menulis Jilid III. Hal ini bertujuan untuk memberikan semangat kepada para peserta untuk terus berkarya di bidang tulis menulis. "Tuh kan duduk-duduk bisa nulis buku", celetuk M. Iqbal disambut tawa peserta.

PMII Cabang Tegal

Menurut M. Iqbal, dunia kepenulisan buku era sekarang membutuhkan para santri yang memiliki ilmu mendalam tentang agama. Penulis produk pesantren diharapkan kehadirannya untuk bisa bersaing bahkan menggeser para penulis buku Islam yang menyajikan buku ala kadarnya, dan tidak memiliki kajian yang kurang mendalam.? (tebuireng.org/anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Amalan, Warta PMII Cabang Tegal

Minggu, 22 Oktober 2017

IPNU-IPPNU Sidoarjo Inginkan Pelajar Lulus Ujian Nasional 100 Persen

Sidoarjo, PMII Cabang Tegal. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Sidoarjo menginginkan Ujian Nasional tingkat SMK/SMA yang akan di gelar 13-15 April dan SMP/MTs tanggal 4-7 Mei mendatang bisa lulus seratus persen.

IPNU-IPPNU Sidoarjo Inginkan Pelajar Lulus Ujian Nasional 100 Persen (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Sidoarjo Inginkan Pelajar Lulus Ujian Nasional 100 Persen (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Sidoarjo Inginkan Pelajar Lulus Ujian Nasional 100 Persen

Hal itu diungkapkan oleh Ketua IPNU-IPPNU Sidoarjo pada acara doa bersama menjelang ujian nasional tingkat SMP/MTs sederajat yang di gelar di Masjid Agung Sidoarjo, Rabu (8/4) lalu.

Ketua IPNU Sidoarjo M. Syaikhul Maarif mengatakan tujuan digelarnya doa bersama ini untuk melatih spiritual dan mental para pelajar khususnya yang ada di Sidoarjo supaya siap dalam menghadapi Ujian Nasional.

PMII Cabang Tegal

"Untuk saat ini doa bersama diikuti oleh pelajar SMP/MTs sekitar 5 ribu peserta. Besok, Kamis (9/4) akan diadakan hal yang sama untuk tingkat SMA/SMK. Kami berharap supaya para pelajar yang mengikuti Ujian Nasional nantinya bisa lulus seratus persen dengan nilai yang memuaskan," kata Syaikhul Maarif kepada PMII Cabang Tegal usai menggelar doa bersama.

PMII Cabang Tegal

Hal senada juga diucapkan oleh Ketua IPPNU Sidoarjo Nur Yanti Afidah bahwa dengan dilaksanakannya doa ini nantinya para pelajar baik tingkat SMP atau MTs se-Kabupaten Sidoarjo dapat menyiapkan mental mereka.

"Beberapa hari yang lalu para pelajar sudah diberikan materi sebagai bahan pelatihan di sekolah. Maka hari ini kita berdoa bersama semoga mereka mendapatkan nilai yang memuaskan dan lulus seratus persen. Karena perjuangan itu harus disertai dengan doa," pungkas Nur Yanti Afidah.

Dalam pelaksanaan istighosah yang di pimpin langsung oleh Rais Syuriah PC NU Sidoarjo KH Rofiq Siroj dan ditutup dengan doa oleh Ketua PC NU Sidoarjo KH Abdi Manaf itu berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Para pelajar pun berdoa dengan penuh khusu. Mereka berharap pada ujian nanti bisa lulus dengan hasil yang memuaskan dan bisa diterima kejenjang sekolah menengah atas. (Moh Kholidun/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Warta, Tokoh PMII Cabang Tegal

Kamis, 07 September 2017

Korban Pemerasan Cybersex melalui FB di Saudi Meningkat

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Ada peningkatan jumlah kasus yang melibatkan warga benua Afrika yang memeras pria Saudi muda untuk sejumlah besar uang dengan mengancam mengirim rekaman mereka ketika melakukan cybersex, demikian laporan koran Al-Hayat yang dilansir ulang oleh Saudi Gazette.

Para pemeras, sebagian besar dari Maroko dan Aljazair, menunjukkan penampilan wanita yang menarik di Facebook dan menghubungi orang-orang muda Saudi.

Korban Pemerasan Cybersex melalui FB di Saudi Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)
Korban Pemerasan Cybersex melalui FB di Saudi Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)

Korban Pemerasan Cybersex melalui FB di Saudi Meningkat

Mereka kemudian mengembangkan hubungan dengan melakukan chatting dan cybersex melalui Skype. Para pemeras menyimpan video chatting dan menggunakannya untuk memeras korban untuk sejumlah besar uang dengan mengancam untuk posting video tersebut di YouTube.

PMII Cabang Tegal

Beberapa korban yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan niat mereka hanya untuk bersenang-senang dan menikmati waktu mereka dengan apa yang mereka anggap perempuan. Beberapa bahkan membayar uang tebusan.

Ahli kejahatan dunia maya Nidal Al-Mussary memperingatkan masyarakat untuk hati-hati terlibat dengan orang-orang anonim online.

PMII Cabang Tegal

Dia berkata: "Ada banyak penggelapan dan pencurian di luar sana di dunia cyber. Mereka menyamarkan diri di Facebook dengan foto-foto gadis yang menarik dan kemudian menghubungi korban melalui pesan pribadi.

"Setelah memegang rekaman yang tidak pantas, mereka mengancam untuk mempostingnya di YouTube dan bahkan di dinding Facebook mereka sehingga semua teman-teman mereka bisa melihat," tambah Al-Mussary yang menyatakan bahwa ia sudah bekerja pada lima kasus pemerasan cyber sebelumnya.

Para pelaku meminta uang yang akan ditransfer melalui metode transfer cepat yang hanya membutuhkan nama rekening penerima. Dengan sedikit informasi, sulit untuk menangkap pemeras dan mengungkapkan identitasnya.

"Saya bisa mendapatkan informasi lebih lanjut tentang dua dari lima kasus pemerasan. Korban dan aku terus menunda pembayaran sampai kami akhirnya mendapat nomor telepon mereka.

"Setelah itu, kami menghubungi otoritas keamanan di negara mereka dan kemudian mengancam pemeras untuk mengembalikan uangnya atau kita akan melaporkannya. "Sebagian besar dari mereka mundur dengan segera dan kami tidak pernah mendengar mereka lagi."

Memberikan nasihat kepada para korban yang memiliki video mereka diposting di YouTube oleh pemeras, Al-Mussary mengatakan mereka harus tetap tenang dan meminta teman untuk membantu.

"Cobalah untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dari pemeras. "Informasi seperti nomor telepon, alamat, nomor rekening bank dan percakapan membuktikan pemerasan yang sangat penting.

"Kemudian korban dapat menghubungi polisi negara pemeras itu, Kedutaan Besar Saudi di negara pemeras dan kedutaan negara pemeras di Arab Saudi untuk membantu."

Al-Mussary juga mendesak korban untuk menghubungi Facebook dan YouTube untuk memberitahu mereka tentang pemerasan dan menghapus posting.

Korban juga harus membalas pemeras mengatakan bahwa ia mendapatkan informasi dan dapat melaporkan dia ke polisi negaranya.

Selain itu, korban harus melaporkan kasus tersebut ke aparat keamanan di Inggris melalui departemen kejahatan dunia maya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Warta PMII Cabang Tegal

Minggu, 06 Agustus 2017

Pasukan Banser NTT Amankan Paskah 2014

Kupang, PMII Cabang Tegal? . Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Nusa Tenggara Timur menurunkan 300 anggota Banser dalam pengamanan perayaan Paskah 2014 pada gereja di seantero NTT. Mereka akan tetap siaga di gereja hingga perayaan misa selesai pada Ahad (20/4).

"Sejumlah pasukan Banser dipastikan sekitar 300 orang turut serta dalam pengamanan di setiap daerah. Jumlah ini termasuk sejumlah cabang Ansor di beberapa Kabupaten,” kata Ketua PW Ansor NTT Abdul Muis di Kupang, Jumat (19/4).

Pasukan Banser NTT Amankan Paskah 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasukan Banser NTT Amankan Paskah 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasukan Banser NTT Amankan Paskah 2014

Dijelaskan Muis, pelibatan 300 personel Banser dimaksudkan untuk menjaga keamanan selama perayaan Paskah. Rangkaian perayaannya sudah dimulai pada Rabu (16/4) yang dimaknai sebagai Rabu Abu, Kamis Putih, Jumat Agung, hingga misa terakhir Paskah pada Ahad (20/4).

PMII Cabang Tegal

Penjagaan Banser, menurut Muis, ditujukan menjaga suasana kebersamaan dan toleransi dalam perbedaan di daerah ini. Untuk itu, GP Ansor terus melakukan komunikasi dengan panitia perayaan Paskah daerah yang tersebar di setiap kabupaten untuk kepentingan pelaksanaan pengamanan perayaan Paskah.

PMII Cabang Tegal

"Ini sudah menjadi tugas dan kewajiban kami sebagai organisasi pemuda Islam. Kami punya tanggung jawab untuk menjaga keamanan perayaan Paskah tahun ini," jelasnya.

Sementara Dansatkorwil Banser NTT Gulam Masyur mengatakan, dalam pengamanan kali ini seluruh pasukan di setiap cabang Ansor dilibatkan untuk pengamanan di kabupaten masing-masing.

“Jumlah 300 pasukan Banser ini sudah terakumulasi dari beberapa kabupaten di NTT,” tandas Gulam. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Warta, Habib, Internasional PMII Cabang Tegal

Kamis, 29 Juni 2017

Ansor ke Depan Diharap Kritis Terhadap UU Desa

Brebes, PMII Cabang Tegal. Terbitnya UU nomor 6 tahun 2014 tentang Desa dan PP nomor 43 tahun 2014, memberikan keleluasaan pemerintah desa untuk mengelola desa termasuk anggarannya. Untuk itu anggota GP Ansor perlu mengawal kebijakan pemerintah desa. Namun demikian sikap kritis mereka sangat dibutuhkan agar pembangunan desa berjalan dengan baik.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Brebes Narjo saat membuka Pelatihan Kader Dasar (PKD) Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Wanasari, di SMK Ma’arif NU 01 Wanasari, Brebes, Ahad (23/11).

Ansor ke Depan Diharap Kritis Terhadap UU Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor ke Depan Diharap Kritis Terhadap UU Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor ke Depan Diharap Kritis Terhadap UU Desa

Menurut Narjo, setiap desa pada tahun 2015 mendatang mendapatkan kucuran dana sekitar 1,4 milyar per tahun. Bila tidak ada sikap kritis dari warga masyarakat, khususnya Ansor maka dikhawatirkan pembangunan desa berjalan tidak semulus harapan.

PMII Cabang Tegal

“Akibat kekeliruan kebijakan pemerintah desa, bisa saja menjadi penghambat pembangunan desa itu sendiri,” kata Narjo.

Sebagai penolong GP Ansor harus terus memelihara suasana kondusif,  menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “Ansor jangan sampai lengah apalagi lemah,” tandasnya.

PMII Cabang Tegal

Ketua GP Ansor Wanasari Ahmad Fathoni menjelaskan, PKD digelar untuk membina anggota agar lebih mantap dalam mengikuti kegiatan Ansor.

“Jenjang pengaderan awal di tubuh Ansor ini bertujuan melahirkan kader loyal, tidak hanya untuk Ansor tetapi juga untuk bangsa,” kata Toni.

Ketua panitia kaderisasi Edi Tristiyanto menambahkan, acara ini dilaksanakan selama 3 hari yang diikuti 70 peserta. Mereka mempelajari teori dan aplikasinya.

Turut Hadir saat pembukaan Ketua MWCNU Wanasari KH Shobaruddin, Ketua Muslimat NU Wanasari Dra Hj Aqilah Munawaroh, pembina, dan alumni GP Ansor. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nasional, Warta, Sholawat PMII Cabang Tegal

Senin, 29 Mei 2017

Menjadi Ibu dan Istri dalam Keluarga

“Saya mohon kepada anda untuk memberikan kesempatan bagi kaum perempuan pribumi untuk mendapatkan pendidikan dan pengetahuan, bukan dalam rangka untuk menyaingi kaum laki-laki, melainkan untuk lebih menyempurnakan perannya pada peradaban.” Isi penggalan surat RA. Kartini dalam surat tersebut sudah sangat jelas mengenai kesetaraan hak, persamaan derajat, ataupun karir. Hal ini untuk apa? Sebagai modal perempuan untuk membangun peradaban melalui keluarganya. Karena sesuai sabda Nabi Muhammad bahwa pendidikan pertama anak adalah di keluarga, khususnya Ibu.

Menjadi istri atau ibu, tidak semudah mengatakan bahwa tugas perempuan hanya memasak, melayani, dan mencuci. Lebih dari pada itu tugas perempuan adalah mendidik, menanamkan karakter, memberi contoh yang baik kepada keluarga. Dan untuk mencapai hal itu tidak bisa dengan hanya berbekal pendidikan yang rendah. Untuk melahirkan sosok Soekarno dan Hatta tidak mungkin hanya dengan memberikan makanan, mencucikan pakaiannya, dan melayaninya. Artinya, tidak mungkin tokoh-tokoh hebat seperti itu lahir dari keluarga broken home. Pastinya, ibu mereka adalah sosok ibu yang hebat, berpendidikan, dan mengerti harus seperti apa dan bagaimana mengambil sikap.

Menjadi Ibu dan Istri dalam Keluarga (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjadi Ibu dan Istri dalam Keluarga (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjadi Ibu dan Istri dalam Keluarga

Hal inilah yang sering dilupakan oleh perempuan masa kini. Feminisme yang mereka jadikan dalil untuk menjadi seorang berpendidikan yang menurut mereka harus menjadi aktifis, dalam tanda kutip bisa go public, adalah feminisme barat. Bukan feminisme yang ditanamkan oleh RA. Kartini. Perempuan menjadi lalai dengan tugas-tugasnya karena menganggap bahwa pekerjaan domestik itu tidak penting.

PMII Cabang Tegal

Ditengah-tengah kekacauan pola pikir inilah buku karya Syauqi Abdillah Zein hadir untuk meluruskan cara berpikir itu tadi. Bahwa perempuan tidak boleh mengenyampingkan dan melalaikan tugas-tugas domestiknya. Bagaimana bersikap pada suami, bagaimana bersikap kepada anak, seperti apa semestinya. 

Perempuan karir sekalipun harus tetap menghormati suami dalam keluarga sebagai nahkoda kapal keluarga. Mayoritas, wanita masa kini telah menghadapi degradasi citra diri karena salah tafsir dalam memahami emansipasi dan persamaan hak antara laki-laki dan wanita. Seyogianya, setiap wanita menyadari bahwa figur wanita terbaik dan termulia adalah yang menjunjung tinggi syariat Islam dan menghormati suami (hlm63). Karena merasa sudah berpenghasilan lebih dari suami kemudian tidak lagi mau menghormati suami, disinilah kesalahannya.

PMII Cabang Tegal

Begitu pula dalam bersikap kepada anak. Dalam buku setebal 204 halaman itu dijelaskan bahwa semestinya seorang Ibu memberikan teladan yang baik kepada anaknya. Sejak anak lahir dari rahim seorang ibu, maka ibulah yang banyak mewarnai dan memengaruhi perkembangan pribadi, perilaku, dan akhlak dari sang anak. Nah, untuk membentuk perilaku anak yang baik seorang ibu tidak cukup hanya melalui lisan, tetapi juga harus ditunjukkan dengan tingkah laku dan sikap (hlm 177).

Mendidik anak juga perlu pengetahuan dan kecerdasan. Seperti misalnya bagaimana cara menegur anak saat ia berbuat salah, bagaimana mengapresiasi anak saat ia berprestasi dan bagaimana menanamkan sikap yang baik kepada anak. Kebanyakan, para kaum ibu yang jarang mengerti akan hal itu akan berbuat sesukanya, tanpa memikirkan dampak. Terkadang orang tua, utamanya ibu seringkali membanding-bandingkan si anak dengan anak tetangga atau saudaranya sendiri yang misalnya lebih berprestai secara akademik. Padahal anak yang selalu dibanding-bandingkan, terutama dengan saudaranya akan membuat ia hidup dalam perasaan tidak diterima oleh orang tuanya sendiri di rumah (hlm 147). Rasulullah dalam hadisnya telah menjelaskan bahwa orang tua harus bersikap adil kepada anak “Takutlah kalian kepada Allah dan berbuatlah adil pada anak-anak kalian”. Semoga bermanfaat. Selamat membaca!

Judul: Andakah Perempuan Malang Itu?

Penerbit: Sabil (DIVA Press)

Penulis: Syauqi Abdillah Zein

Cetakan: pertama, 2015

Tebal: 204 Halaman

ISBN: 978-602-279145-4

Peresensi: Lailatul Q, siswi kelas XII SMK Nurul Huda sekaligus aktifis LPS.

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Warta, RMI NU, IMNU PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock