Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Februari 2018

PMII Blora Bahas Filsafat Pergerakan

Blora, PMII Cabang Tegal. Kamis (29/11/2012) wisma pergerakan PC PMII Blora menggelar diskusi bertajuk Gelaran Weekend Warga Pergerakan (Gelegar) bertajuk "Filsafat Ilmu Pengetahuan Sebagai Landasan Pergerakan Mahasiswa". 

Acara tersebut dihadiri juga oleh perwakilan empat komisariat yang ada di kabupaten Blora. Yusron Amin ketua pelaksana diskusi menjelaskan bahwa acara ini adalah acara rutin mingguan yang diselenggarakan oleh PMII cabang Blora. Diharapkan acara ini dapat  menjadi ajang konsolidasi mahasiswa pergerakan ke depannya.

PMII Blora Bahas Filsafat Pergerakan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Blora Bahas Filsafat Pergerakan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Blora Bahas Filsafat Pergerakan

Dalam diskusi tersebut Moesafa menjelaskan sejarah dan peran filsafat dalam perspektif pergerakan. Ia menyampaikan bahwa sejarah PMII tidak lepas dari proses pembelajaran filsafat yang kemudian direfleksikan dalam aktivitas pergerakan. Dalam diskusi tersebut terlontar pertanyaan tentang perbedaan sudut pandang filsafat versi platonis dan aristotelian. 

PMII Cabang Tegal

"Dalam konteks pergerakan, harusnya bisa menggabungkan.dua perspektif tersebut" jawabnya.

Selain diskusi acara tersebut juga diisi dengan pembacaan Yasin dan Tahlil. "Kami tidak membuat diskusi saja, melainkan mengkolaborasikan dengan tahlil dan yasin sehingga Dzikir,fikir dan amal sholeh bisa terlaksana secara nyata dalam kehidupan pergerakan" jelas Moh Misbakhul Hamdan selaku Ketum PC PMII Blora.

PMII Cabang Tegal

Di akhir diskusinya Moesafa memberi pesan kepada seluruh anggota dan kader PMII untuk tetap kritis dalam bergerak dan berwacana. 

"Dalam ilmu filsafat, Gak ada kebenaran yang hakiki, jadi sisakan ruang keraguan dalam benak dan pemikiran anda!", tegasnya menutup diskusi.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Tokoh, Hadits PMII Cabang Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Rijalul Ansor Brebes Bertekad Perkuat Akhlak Pemuda

Brebes, PMII Cabang Tegal. Ketua Pengurus Cabang Jamiyah Rijalul Ansor Kabupaten Brebes H Abdullah Faqih Maskumambang bertekad memperkuat akhlak Pemuda Brebes dengan sentuhan keimanan melalui pengajian rutin. Pengajian rutin dilakukan setiap minggu di ranting-ranting Ansor secara bergilir maupun secara periodik di tingkat anak cabang dan cabang.

“Kami akan menguatkan akhlakul karimah para pemuda Brebes dengan jalan mendalami kajian kitab-kitab kuning,” tutur Gus Faqih panggilan akrabnya di sela menghadiri pelantikan PC Muslimat NU di Pendopo Brebes, Ahad (13/9).

Rijalul Ansor Brebes Bertekad Perkuat Akhlak Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
Rijalul Ansor Brebes Bertekad Perkuat Akhlak Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

Rijalul Ansor Brebes Bertekad Perkuat Akhlak Pemuda

Gus Faqih yang juga pengasuh Pondok Pesanteren Al Fallah Ashofuwah Jatirokeh, Songgom Brebes akan meluangkan waktu secara marathon menguatkan kembali keberadaan jamiyah-jamiyah di setiap ranting. “Dari 297 ranting Ansor se Kabupaten Brebes, satu persatu akan disambangi,” ucapnya.

PMII Cabang Tegal

Dalam satu ranting atau desa, biasanya lebih dari 2 bahkan 3 Jamiyah. Tapi minimal, satu desa ada satu induk jamiyah Rijalul Ansor. Potensi Brebes yang memiliki penduduk terbanyak se Jawa Tengah sangat strategis untuk pengembangan, namun juga tantangannya berat. “Pengurus harus siap nginep di Musholla atau pondok ketika melakukan roadshow akhlakul karimah,” ucapnya.

PMII Cabang Tegal

Pengurus baru Jamiyah Rijalul Ansor telah dikukuhkan kepengurusannya pada Jumat 11 September lalu di halaman SMK Bhakti Utama NU Jatirokeh bebarengan dengan Ansor Bersholawat. Pelantikan dilakukan oleh Ketua PC GP Ansor Kabupaten Brebes Moh Munsip SPdI.?

Pengurus yang dilantik untuk masa khitmad 2015-2019 antara lain Ketua H Abdullah Faqih Maskumambang, Sekretaris H Musyafa, dan Bendahara Ujang Nurhasan.

Dalam kesempatan pelantikan Rijalul Ansor, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE mendorong peningkatan kiprah pemuda Ansor guna turut membangun Brebes. Pembangunan akhlak sangat diidam-idamkan oleh masyarakat Brebes seiring perkembangan zaman. Kecanggihan teknologi bisa meningkatkan akhlak generasi kalau digunakan secara bijaksana, tetapi bisa berekses negative ketika disalahgunakan. ? “Rijalul Ansor sangat berarti untuk membentengi moral generasi muda dari pengaruh negatif globalisasi,” ucap Idza.

Hal senada ditegaskan Habib Umar Muthohar dari Semarang yang menandaskan pentingnya pemuda sebagai pelopor dan penggerak utama pembangunan daerah. Habib Umar menjelaskan, pada masa jaman Kenabian saat terjadi perang Khandaq. Pada saat itu Nabi memberikan kebebasan kepada Pemuda Ali dengan memberikan Pedang dan Sorban, dan ternyata Ali bin Abi Thalib mendapat kemenangan. “Artinya, pemuda diberi ruang yang luas untuk membangun daerahnya dan insya Allah mendapat kemenangan,” terangnya. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Tokoh PMII Cabang Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Bagi Gus Dur, NU adalah Gerakan Spiritual

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Kata "nahdlah" dalam “nahdlatul ulama”, terinspirasi dari sebuah kalimat yang tertulis dalam kitab al-HikamLa tashhab man la yunhidluka haluhu wala yadulluka alallahi maqalu.” Janganlah berteman dengan orang yang perilaku dan kata-katanya tidak bisa membangkitkan dirimu kepada Allah. Dari kata "la? yunhidluka" (tidak membangkitkan) inilah, nama Nahdlatul Ulama (kebangkitan ulama) berasal.

Bagi Gus Dur, NU adalah Gerakan Spiritual (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagi Gus Dur, NU adalah Gerakan Spiritual (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagi Gus Dur, NU adalah Gerakan Spiritual

Demikian percikan pemikiran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tentang NU yang dipaparkan Syaiful Arif, pada kegiatan bertajuk “Kursus Pemikiran Gus Dur” di Pusat Studi dan Pengembangan Pesantren (PSPP), Ciputat, Sabtu (2/6) kemarin.

“NU adalah gerakan spiritual karena basis pergerakannya ada di pesantren. Sebagai lembaga pendidikan sekaligus perwujudan kultural Islam, pesantren memiliki corak keislaman fiqh-sufistik. Jadi ketaatan fiqhiyah yang dilambari oleh kedalaman tasawuf. Makanya kitab bergenre fiqh-sufistik seperti al-Hikam di atas, atau Bidayatul Hidayah karya Imam al-Ghazali merupakan kitab favorit di kalangan pesantren dan NU,” demikian Arif.?

PMII Cabang Tegal

Dengan corak fiqh-sufistik ini, menurutnya, NU memiliki pandangan fiqhiyah yang tidak hitam-putih. Hal ini yang melahirkan pemikiran kenegaraan moderat, yang menempatkan “kaca mata fiqh” sebagai standar keabsahan persoalan politik. Pancasila misalnya diterima NU setelah yakin bahwa ideologi negara ini tidak akan mengganti agama, serta tidak ditempatkan sebagai agama. Maka, Pancasila kemudian ditempatkan sebagai landasan konstitusi sementara Islam tetap diposisikan sebagai akidah. Pemikiran yang strategis seperti ini tentu tidak mungkin dicetuskan oleh kalangan puritan yang melulu berpegang pada hukum Islam, minus spiritualitas Islam.

Syaiful Arif yang merupakan alumni Pesantren Ciganjur serta penulis buku "Gus Dur dan Ilmu Sosial Transformatif (2009)" ini menjelaskan “wasiat” Gus Dur bagi masa depan NU. Dalam hal ini Gus Dur menyatakan, “NU harus mampu merumuskan konsensus nasional yang baru tentang posisi Islam dalam kehidupan berbangsa. Caranya melalui pengintegrasian perjuangan Islam ke dalam perjuangan nasional, dengan menempatkan perjuangan Islam dalam konteks demokratisasi jangka panjang."

PMII Cabang Tegal

Untuk peran ini, NU memiliki dua modal besar, yakni kekayaan kultural dan pengalaman politik yang beragam. Ketidakmampuan untuk menggunakan dua modal tersebut, akan menempatkan NU pada pinggiran sejarah dan irrelevansi dirinya secara bertahap”. Wasiat ini termaktub dalam tulisan Gus Dur: NU dan Islam di Indonesia Dewasa ini? yang pernah dimuat di Jurnal Prisma (April 1984).

Kursus Pemikiran Gus Dur yang sudah berjalan enam kali ini dilaksanakan setiap sabtu jam 13.00 WIB di PSPP, Jl. Kertamukti Gg. H. Nipan 107, Pisangan Ciputat. Kursus ini akan berlangsung selama sembilan kali, dan bermuara pada perumusan silabus mata kuliah Gus Dur. Dengan silabus ini, mata kuliah Gus Dur akan diajarkan di perguruan tinggi agar pemikiran mantan Ketua Umum PBNU ini tidak lenyap ditelan sejarah.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muhammad Idris Mas’udi?

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Tokoh PMII Cabang Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Ekspedisi Islam Nusantara Ziarahi Kyai Modjo di Tondano

Ekspedisi Islam Nusantara tiba di Manado, Sulawesi Utara, pada Jumat (27/5) setelah menempuh perjalanan 10 jam dari Gorontalo dengan menumpangi satu armada bus Damri. Selepas Jumatan, setelah makan siang di Jalan Roda, mereka langsung ke Tondano.

Ketika tiba di masjid Al-Falah Kyai Modjo, Ekspedisi Islam Nusantara mendirikan shalat Ashar. Kemudian berziarah ke makam Kyai Modjo, salah seorang pendukung utama Pangeran Diponegoro dalam melawan penjajah Belanda yang dikenal dengan Perang Jawa tahun 1825-1830.

Ekspedisi Islam Nusantara Ziarahi Kyai Modjo di Tondano (Sumber Gambar : Nu Online)
Ekspedisi Islam Nusantara Ziarahi Kyai Modjo di Tondano (Sumber Gambar : Nu Online)

Ekspedisi Islam Nusantara Ziarahi Kyai Modjo di Tondano

Diantar Pengurus PWNU Sulawesi Utara dan beberapa warga, Ekspedisi Islam Nusanatara yang dipimpin Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Imam Pituduh mengadakan tahlilan tepat di sisi makam Kyai Modjo.

Makam Kyai Modjo dikelilingi makam-makam lain, sekitar 10 makam yang dicat warna putih. Sementara makam Kyai Modjo berbeda sendiri warnanya gading. Makam-makam tersebut dinaungi sebuah bangunan berbentuk joglo kira-kira 15 m X 10 m. Di luar joglo tersebut terdapat puluhan makam yang dikelilingi rapatnya bambu dan pepohonan.

PMII Cabang Tegal

Untuk sampai ke makam tersebut, harus menaiki tangga yang lurus kemudian berbelok ke arah barat. Jaraknya tidak lebih 200 meter. Memang kompleks pemakaman tersebut terletak di sebuah bukit.

PMII Cabang Tegal

Sebelumnya, ketika memasuki kompleks pemakaman, terpampang keterangan tentang Kyai Modjo. Papan tersebut menceritakan bahwa rombongan Kyai Mojo yang tiba di Tondano pada akhir tahun 1929. Ia diasingkan bersama pasukannya berjumlah 62 orang, dan semuanya laki-laki.

Papan itu juga menyebutkan bahwa Kyai Mojo bernama asli Kyai Muslim Muhammad Halifah, lahir pada 1764 dan wafat pada 20 Desember 1849.

Kyai Modjo diasingkan bersama pasukannya oleh penjajah Belanda ke daerah tersebut. Ia bersama pengikutnya diasingkan dengan rute dari Semarang-Batavia-Ambon-Tondano. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ulama, RMI NU, Tokoh PMII Cabang Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Di Haul, KH Muadz Thohir Ceritakan Keistimewan Gus Dur

Jepara, PMII Cabang Tegal

KH Muadz Thohir yang merupakan sahabat karib almahrum Gus Dur didaulat untuk berbicara dalam Haul ke-6 Gus Dur yang berlangsung di Masjid Arrobbaniyyin Kampus Unisnu Jepara, Kamis (14/01) lalu. Dalam kegiatan bertajuk "Mengenang Gus Dur dan Pluralisme Agama" kiai yang kerap disapa Gus Muadz ini menerangkan bangsa Indonesia wajib memperingati Haul Gus Dur jika tidak ia menyebutnya "keterlaluan".?

"Di Irak ada Haul Gus Dur. Di Brunei dan Malaysia juga ada peringatan Gus Dur. Sehingga jika kita tidak menghauli Gus Dur itu "keterlaluan"," jelasnya.

Di Haul, KH Muadz Thohir Ceritakan Keistimewan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Haul, KH Muadz Thohir Ceritakan Keistimewan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Haul, KH Muadz Thohir Ceritakan Keistimewan Gus Dur

Kegiatan Haul yang dikemas ala pengajian Awan PBNU ini menyatakan KH Abdurrahman Wahid merupakan sosok yang "kontroversial" baik secara keilmuwannya maupun ibadahnya. Kiai asal Pati Jawa Tengah ini menyontohkan shalat yang ditunaikan Gus Dur tidak sama yang dilakukan oleh kebanyakan orang. Sebab mantan Presiden RI ini menurutnya pernah mempunyai riwayat ususnya pernah dipotong hingga 22 cm. Hingga, tambahnya, ia Gus Dur tidak mampu menunaikan shalat layaknya orang awam. Tetapi dirinya meyakini Gus Dur tetap menunaikan shalat.

Membaca

PMII Cabang Tegal

Dalam hal intelektual, Gus Muadz menyebut Gus Dur merupakan sosok yang kutu buku. Setiap ada buku baru ia mesti membacanya. Bahkan ketika penglihatannya mulai terganggu banyak kerabat Gus Dur yang diminta untuk membacakan buku meski hanya judul dan pendahuluannya saja. "Ini tidak lepas dari kedalaman pemahaman beliau sewaktu masih muda banyak membaca literatur sehingga buku terbaru pun sudah bisa dipahami meski hanya judul dan pendahuluan saja," tuturnya.

Gus Dur muda, kenangnya, beda dengan kebanyakan pemuda yang lain. Dibeberkannya dalam semenit Gus Dur mampu mendaras seribu kata. Padahal sekelas orang jenius hanya mampu membaca 250-500 kata. "Saya hanya bisa membaca 150-200 kata per menit. Kalau Gus Dur membacanya cepat," tandasnya.

Ia pun ingat betul akan petuah Gus Dur bahwa perintah membaca yang termaktub dalam Al-Quran tidak menyebut spesifikasi buku yang dibaca. "Kita mesti membaca apa saja. Bisa buku, maupun lingkungan maupun membaca alam," urainya.

PMII Cabang Tegal

Ia menegaskan, sebelum membaca orang lain, kita dituntut untuk membaca diri kita masing-masing. Sebelum menyalahkan orang lain kita mesti menyalahkan diri sendiri. "Lihatlah orang lain dari sisi positifnya jangan melihat dari hal negatifnya," lanjutnya. Bagi dia, Gus Dur merupakan sosok yang sederhana, sosok yang menghargai perbedaan dan masih banyak titel yang disandang oleh guru bangsa ini. Mulai politisi, kiai dan ilmuwan. Ia menambahkan Gus Dur tidak pernah mempunyai beban meskipun dengan orang yang membencinya sekalipun. Gus Dur meyakini orang yang tidak cocok lama-lama kelamaan akan menjadi cocok.

Dengan banyaknya yang sudah dilakukan Gus Dur ketika ia dipanggil sang pencipta semuanya menangis baik muda dan tua semuanya menangis. Hal lain ditambahkan Lutfi Rahman, Pembina Jaringan Gusdurian Jepara menilai Gus Dur merupakan guru dan inspirator yang gagasannya layak dikembangkan dan dipraktikkan.

Gus Dur masih menurutnya adalah tokoh plural yang menyatukan seluruh elemen bangsa. Sehingga tak salah hingga kini yang berziarah ke makamnya dari berbagai elemen agama.

H Anas Arbaani, Wakil Ketua PCNU Jepara dalam sambutannya mewakili PCNU Jepara dengan haul Gus Dur merupakan upaya untuk nguri-nguri semangat yang pernah digelorakan Gus Dur. Gus Dur bagi Subchan Zuhri, Sekretaris IKA PMII Jepara tidak pernah mati dan "selalu hidup". Terbukti dengan pemikiran-pemikirannya terus dikaji hingga sekarang.

"Saat ini kita (generasi muda, red) mesti membaca literatur, mengkaji pemikiran dan mempraktikkan apa yang menjadi cita-cita Gus Dur di tengah-tengah masyarakat," pungkas komisioner KPU Jepara yang demen membaca intisari-intisari Gus Dur ini. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Tokoh, Habib PMII Cabang Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Menag Upayakan Jamaah Haji Indonesia Tak Tempati Mina Jadid

Jeddah, PMII Cabang Tegal

Dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik serta mengurangi risiko bagi jamaah haji Indonesia, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berupaya agar pada penyelenggaraan haji tahun ini tidak ada lagi jamaah Indonesia yang menempati kawasan Mina Jadid.

Menurut Menag, jarak antara Mina Jadid dengan tempat melempar jumrah (jamarat) sangat jauh, mencapai 7 km. Jarak itu harus ditempuh dengan berjalan kaki sehingga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan keamanan bagi jamaah. Jika jaraknya bisa diperpendek, Menag berharap risiko itu bisa diminimalisir. Demikian dikutip dari laman kemenag.go.id.

Menag Upayakan Jamaah Haji Indonesia Tak Tempati Mina Jadid (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Upayakan Jamaah Haji Indonesia Tak Tempati Mina Jadid (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Upayakan Jamaah Haji Indonesia Tak Tempati Mina Jadid

“Tahun ini kita harus punya target, kita upayakan agar tidak ada lagi jamaah haji kita yang ditempatkan di Mina Jadid. Karena itu jauh sekali. Dari 125 korban peristiwa Mina pada musim haji lalu, sebagian adalah mereka yang tinggal di sana,” terang Menag dalam Rapat Koordinasi di Kantor Urusan Haji Indonesia (KUHI) Jeddah, Kamis (10/03).

Rakor ini diikuti oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Abdul Djamil, Sekjen Kemenkes Untung Suseno Sutarjo, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Kapus Kesehatan Haji Kemenkes Muhtaruddin, Konjen RI di Jeddah Dharmakirty Syailendra Putra, dan Staf Teknis Haji I (STH I) Ahmad Dumyathi Bashori beserta jajaran STH di KUHI.

PMII Cabang Tegal

Menurut Menag, ada tiga  alternatif solusi yang diupayakan agar jamaah haji Indonesia tidak lagi ditempatkan di Mina Jadid. Solusi pertama, Menag mengaku sudah berkirim surat kepada Menteri Haji Saudi agar tenda Mina bisa ditingkat sehingga daya tampungnya lebih banyak dan tidak perlu lagi ada jamaah haji yang ditempatkan di luar wilayah Mina. Menag masih menunggu respon Pemerintah Saudi terkait surat ini, apakah bisa  direalisasikan pada tahun ini atau tidak.

Solusi kedua, lanjut Menag, jamaah haji yang diproyeksikan akan ditempatkan di Mina Jadid akan ditempatkan di pemondokan di Makkah yang terdekat dengan Mina. “Jadi  mereka tidak perlu tinggal di tenda. Mereka kembali ke hotelnya sehingga itu diharapkan dapat meminimalisir potensi kesasar atau bahkan potensi terjadinya kecelakaan, ancaman kesehatan, dan lainnya,” terang Menag.

Selama ini, ada sekitar 7 Maktab di Mina Jadid yang ditempati oleh jamaah haji Indonesia. “Kita sudah bisa memproyeksikan kloter yang nantinya akan menempati tujuh maktab itu kita tempatkan di hotel-hotel yang berdekatan dengan jamarat,” tegas Menag.

Sebagai solusi ketiga, Menag ingin agar jamaah haji yang ditempatkan di Mina Jadid menempati tenda petugas haji di Mina. “Biarlah jamaah yang di Mina Jadid, tinggal di tenda yang biasa kita  tempati. Lalu petugas carikan tempat lain di luar Mina,” tutur Menag.

Selama ini, tenda petugas haji di Mina berada di dekat pintu terowongan Muaishim yang mengarah ke Jamarat. Jarak dari tenda ke Muaishim jauh lebih dekat jika dibandingkan dengan Mina Jadid.

PMII Cabang Tegal

Menag Lukman dan tim dijadwalkan akan berada di Arab Saudi sampai dengan Selasa (15/03) mendatang. Selama di Saudi, Menag akan melakukan sejumlah pertemuan guna membahas persiapan penyelenggaraan ibadah haji. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Tokoh, Hadits PMII Cabang Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

PBNU Imbau Perguruan Tinggi NU Teladani Pesantren

Jakarta, PMII Cabang Tegal - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) mengatakan, rugi besar bila pendidikan di Indonesia tidak mengambil kelebihan yang ada di pesantren. Pesantren dengan kiainya yang dengan tulus dan gigih mengelola pendidikan terbukti menghasilkan alumni yang luar biasa.

Demikian disampaikan Kang Said dalam pembukaan Simposium dan Musyawarah Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (28/3).

PBNU Imbau Perguruan Tinggi NU Teladani Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Imbau Perguruan Tinggi NU Teladani Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Imbau Perguruan Tinggi NU Teladani Pesantren

“Gus Dur, Nurkholis Majid, dan Pak Nasir (Menristek Dikti M Nasir, yang juga hadir pada kesempatan tersebut) adalah contoh-contoh alumni pesantren,” kata Kang Said.

Menurutnya, pesantren memiliki empat kelebihan yang tidak dimiliki oleh lembaga pendidikan yang lain. Pertama adalah ta’lim atau transfer of knowledge (pengetahuan). Kedua adalah tadris, karena para kiai pesantren mengamalkan dan mempraktikkan ilmunya. Ketiga adalah ta’dib, yaitu membentuk peradaban. Keempat, tarbiyah atau pengajaran.

PMII Cabang Tegal

Ini persoalan yang ringan diucapkan, tapi sangat sulit dilaksanakan. Pendidikan yang baik adalah yang bervisi dan bermisi membentuk masyarakat cerdas, pandai, mempunyai skill (keahlian), arif dan bijaksana.

PMII Cabang Tegal

Kiai dalam pengajaran ilmu nahwu dapat menyinkronkan dengan terminologi bahasa Jawa secara benar. Kiai memberi contoh secara langsung kepada para santri bagaimana saat menerima tamu, saat senang, saat sedih, dan menghadapi bermacam persoalan.

Kang Said merasa heran, pendidikan umum tidak mengambil sisi baik yang ada di pesantren. Padahal banyak sisi positif dari pesantren, juga tak sedikit pesantren yang maju.

Karena itu, kepada peserta simposium yang terdiri atas para mahasiswa utusan BEM perguruan tinggi NU seluruh Indonesia, Kang Said berpesan bahwa sebagai mahasiswa yang ingin mempertahankan ajaran Aswaja, ia tidak boleh melupakan akar, nilai ahlaq mulia, dan nilai moral, mental, spiritual, hasil dari pendidikan pesantren. (Kendi? Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hadits, Tokoh PMII Cabang Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Pembangunan Kantor NU Peterongan Didorong Segera Rampung

Jombang, PMII Cabang Tegal - Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menyelenggarakan halal bihalal setelah sekitar sepekan lalu PCNU setempat menggelar kegiatan yang sama.

Kegiatan yang berlangsung di aula kantor MWC NU Peterongan, Ahad (31/7/2016) siang itu dihadiri beberapa tokoh antara lain Wakil Rais Syuriyah PCNU Jombang Kiai Mujib, Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang KH Isrofil Amar, Ketua PC Muslimat NU yang juga Wakil Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab, Wakil Ketua DPRD Subaidi Muchtar, Ketua PC GP Ansor H Zulfikar Damam Ikhwanto, Direktur Aswaja NU Center Jombang Yusuf Suharto, serta pengurus NU lainnya.

Pembangunan Kantor NU Peterongan Didorong Segera Rampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembangunan Kantor NU Peterongan Didorong Segera Rampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembangunan Kantor NU Peterongan Didorong Segera Rampung

Dalam forum tersebut, proses pembangunan kantor MWCNU Peterongan yang masih belum rampung hingga saat ini menjadi salah satu pembicaraan. Kiai Mujib Syuriyah PCNU berharap agar penyempurnaan pembangunan kantor terus dilakukan dan menjadi komitmen bersama.

Menurutnya, hal itu diperlukan untuk lebih menyemangati pengurus dalam menjalankan program-program MWCNU ke depan. "Semoga kantor MWC NU Peterongan ini lekas jadi," katanya.

PMII Cabang Tegal

Ia juga menyampaikan, beberapa bangunan yang sudah tampak, juga fasilitas yang ada hendaknya juga terus disempurnakan. Sebagai pengurus NU sudah seharusnya selalu optimis dan besar hati dalam menjalankan segala rencana atau program NU. "Yang sudah ‘menutup aurat’ ini perlu dilengkapi," imbuhnya.

PMII Cabang Tegal

Sementara itu, di waktu yang sama, Isrofil Amar mengingatkan seluruh pengurus NU agar terus memperhatikan nilai-nilai ke-NU-an, keagamaan, dan kenegaraan. Menurutnya, semua gerakan NU tidak terlepas dari ketiga nilai tersebut.

Isrofil juga berpesan kepada warga NU untuk memperkuat persatuan NU, persadaan Islam, dan solidaritas sesame bangsa.

Dalam suasana halal bihalal tersebut juga dilakukan penyerahan berkas Badan Hukum Perkumpulan Nahdlatul Ulama (BHPNU) masjid, mushala, dan TPQ? oleh Ketua PCNU secara simbolis kepada MWCNU Peterongan sebanyak 70 lembaga. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, Pemurnian Aqidah, Tokoh PMII Cabang Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Gusdurian Yogya Gelar Kelas Pemikiran Gus Dur Ketiga

Yogyakarta, PMII Cabang Tegal. Forum Gusdurian Yogyakarta kembali mengadakan kelas pemikiran Gus Dur yang ketigaselama dua hari pada Sabtu dan akan berakhir Ahad 25-26 Oktober. Kelas pemikiran Gus Dur ini diadakan di Yayasan LKiS Yogyakarta.

Ketua Panitia Kelas Pemikiran Gus Dur, Sarjoko, mengatakan kelas ini kembali diadakan untuk mengenalkan pemikiran Gus Dur lebih mendalam. “Pemikiran-pemikiran Gus Dur sangat banyak. Dengan forum ini kita akan menggali lebih dalam, mulai tentang politik, ekonomi, keislaman,” katanya.

Gusdurian Yogya Gelar Kelas Pemikiran Gus Dur Ketiga (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Yogya Gelar Kelas Pemikiran Gus Dur Ketiga (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Yogya Gelar Kelas Pemikiran Gus Dur Ketiga

Lebih lanjut, Sarjoko menjelaskan bahwa kelas pemikiran Gus Dur ini merupakan awal dari kita mengkaji pemikiran Gus Dur. "Kegiatan ini insya Allah berkah karena dengan kreativitas panitia untuk mengadakan acara ini," tambahnya.

PMII Cabang Tegal

Seknas Gusdurian, Alissa Wahid mengatakan bahwa Gus Dur tidak terkenal dengan pemikiran-pemikirannya saja. Ia juga terkenal karena sepak terjangnya. "Gus Dur terkenal dengan kerendahan hati, beliau tidak pernah mengambil ilmu begitu saja,” ungkapnya.

Putri sulung Gus Dur tersebut menambahkan, ayahnya mengambil ilmu dari mana-mana, tapi kemudian diolah dan menggunakan ilmu itu.

PMII Cabang Tegal

Kelas pemikiran  tersebut dibuka Alissa Wahid yang sekaligus memberikan materi. Selain dia, pemateri lain adalah Hairus Salim HS, Gaffar Karim, Nur Khalik Ridwan, dan Heru Prasetyo. (Nur Solikhin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Aswaja, Meme Islam, Tokoh PMII Cabang Tegal

Inilah PCNU Pemenang NU Jatim Award

Surabaya, PMII Cabang Tegal - Dalam rangka mencari pengurus cabang NU terbaik di seluruh wilayah Jawa Timur, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jatim mengadakan NU Award yang diikuti oleh 45 PCNU se-Jatim. Pengurus harian PWNU Jatim melalui timnya melakukan tahapan seleksi ketat terhadap peserta yang terdiri atas seluruh pengurus cabang NU di Jatim. Hasil seleksi menetapkan PCNU Blitar sebagai pemenang NU Jatim Award.

"NU Award ini dilakukan secara profesional oleh tim yang dibentuk oleh PWNU Jatim," kata Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah saat ditemui usai acara buka bersama Gubenur Jatim, Selasa (28/6).

Inilah PCNU Pemenang NU Jatim Award (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah PCNU Pemenang NU Jatim Award (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah PCNU Pemenang NU Jatim Award

Kiai Mutawakkil menuturkan, tim melakukan tiga tahap yaitu dokumentasi, visitasi dan evaluasi kepada 45 cabang se-Jatim. Penyeleksian dilakukan oleh tim dan memilih empat cabang terbaik.

PMII Cabang Tegal

"Setelah terpilih, maka nominator itu diminta untuk presentasi di hadapan para kiai syuriyah, pengurus harian tanfidziyah, ketua lembaga, dan badan otonom NU," lanjutnya.

Sebelum empat cabang melakukan presentasi, tim NU Award meminta komitmen bersama untuk mengadakan NU Award di tingkat cabang.

"Kalau NU Award yang dilakukan cabang, itu dilakukan kepada tingkat MWCNU," jelas Kiai pengasuh pesantren Zainul Hasan Genggong.

PMII Cabang Tegal

Selain itu, Kiai Mutawakkil juga akan menjadikan program NU Award ini sebagai program tahunan setiap bulan Ramadhan. Saat menjelang buka puasa bersama Gubenur Jatim, pemenang NU Award diumumkan.

PCNU Blitar keluar sebagai juara pertama. PCNU Magetan juara kedua. PCNU Banyuwangi juara ketiga. Sedangkan PCNU Lumajang merebut juara harapan.

Piala Gubenur Jatim diserahkan langsung oleh Gubenur Jatim Pakde Karwo dan Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah kepada Ketua PCNU Blitar. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Tokoh, Warta PMII Cabang Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

GP Ansor Waykanan Buka Lomba Menulis soal Transparansi Anggaran

Bandar Lampung, PMII Cabang Tegal. Setelah menyelenggarakan lomba penulisan opini bagi pelajar SMA atau sederajat se-Provinsi Lampung, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Waykanan, Lampung, kembali menggelar lomba sejenis bagi kalangan mahasiswa.

GP Ansor Waykanan Buka Lomba Menulis soal Transparansi Anggaran (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Waykanan Buka Lomba Menulis soal Transparansi Anggaran (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Waykanan Buka Lomba Menulis soal Transparansi Anggaran

Perlombaan hasil kerjasama dengan Komisi Informasi Provinsi Lampung ini mengusung tema "Perlunya APBN/APBD Terbuka untuk Publik". Ketua panitia lomba, Gatot Arifianto, mengatakan dengan kegiatan ini pihaknya mengajak generasi muda berpartisipasi dalam menciptakan transparansi publik terkait anggaran.

"Juara I lomba tersebut berhak mendapatkan hadiah uang pembinaan Rp 1 juta, juara II uang pembinaan Rp 750 ribu, juara III uang pembinaan Rp 500 ribu, dan tujuh nominasi masing-masing mendapatkan uang Rp 100 ribu," ujar Gatot di Bandar Lampung, Kamis lalu.

PMII Cabang Tegal

Sepuluh penulis opini terbaik berhak juga atas sertifikat, paket buku terbitan Indepth Publishing, dan voucher analisa sidik jari gratis untuk mengetahui bakat dan potensi diri dari De MOST (Motivator, Observer, Service, Totally) Fingerprint.

Selain itu, 10 karya terpilih tersebut akan ditampilkan pada portal teraslampung.com sebagai kampanye publik pentingnya mengetahui informasi penggunaan APBN/APBD. Naskah lomba bisa dikirim mulai 12 Februari hingga 24 Maret 2014. Lalu proses penjurian dilaksanakan pada 25 Maret sampai dengan 5 April 2014, dan pengumuman pemenang pada 7 April 2014.

PMII Cabang Tegal

"Pengumuman lomba tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan sedunia. Kami ingin dunia kecil bernama Indonesia bebas dari sakit berkepanjangan," kata Gatot lagi.

Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung Juniardi didampingi Ketua PC GP Ansor Waykanan Supri Iswan berharap lomba penulisan opini tersebut dapat menggugah generasi muda dalam membangun kesadaran anti terhadap korupsi dan ikut mencegah terjadinya korupsi dengan mengawasi anggaran dari pembahasan hingga realisasi.

"Korupsi menjadi isu hangat pemberitaan media massa dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya di pusat, di daerah korupsi juga bermunculan seperti jamur di musim hujan, melibatkan dari pejabat tingkat bawah hingga pimpinan tertinggi baik oknum bupati maupun gubernur,” ujarnya.

Aturan Lomba

Supri lalu menambahkan, ketentuan umum lomba penulisan opini berbasis penggunaan APBD provinsi/kabupaten/kota di Lampung adalah karya berbentuk opini ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, sesuai ketentuan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) minimal tiga halaman dan maksimal lima halaman kuarto.

Karya opini dibuat dengan gaya ilmiah populer seperti layaknya opini di media massa (koran/majalah/media online). Karya opini tidak dibuat bab per bab seperti tata penulisan karya ilmiah untuk skripsi, tesis, atau disertasi.

Inti tulisan berupa pendapat/tesis dan analisis penulis seputar pengetahuan tentang APBN/APBD dan UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) berikut implementasi dan keharusannya di lapangan.

"Lomba ini terbuka untuk mahasiswa se-Lampung. Karya yang ditulis tidak mengandung unsur SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan). Peserta melampirkan biodata, foto diri ukuran post card, berwarna sebanyak dua lembar. Naskah opini telah diterima panitia selambat-lambatnya pada 24 Maret 2014," kata Supri menjelaskan.

Adapun ketentuan khusus lomba penulisan opini tersebut ialah peserta diperkenankan mengirimkan maksimal tiga judul opini.

Karya tulis dikirim belum pernah dipublikasikan di media massa baik lokal maupun nasional, termasuk melalui internet. Karya cipta harus asli, bukan terjemahan maupun saduran, jiplakan atau dibuatkan oleh orang lain (bukan hasil plagiat), dan bukan hasil klaim terhadap hak cipta orang lain. Opini hasil googling atau mengambil lebih dari 30 persen bahan dari internet melalui mesin pencarian google dan sejenisnya akan langsung didiskualifikasi.

"Naskah diketik dengan page set up ukuran kuarto, huruf Times New Roman, font 12 pt, spasi 1,5," ujarnya.

Setiap peserta dikenakan biaya pendaftaran (transfer) Rp10.000 per judul opini ke nomor rekening Bank Mandiri 114-00-0943439-3 atas nama Yayasan Shuffah Blambanganumpu sebagai infak/sedekah bagi anak yatim piatu yang disalurkan melalui yayasan tersebut.

Bukti/foto kopi transfer pendaftaran wajib dilampirkan bersama naskah, biodata, surat pernyataan bahwa karya yang dikirimkan asli karyanya, serta scan/fotokopi tanda pengenal masih berlaku dikirim kepada panitia melalui email gpnsorwaykanan@gmail.com.

"Keseluruhan hasil pendaftaran peserta berikut pengunaannya akan dipublikasikan melalui mass media nasional dan lokal, cetak dan online. Panitia tidak mengambil keuntungan atas lomba tersebut. Sekretariat lomba Yayasan Shuffah Blambanganumpu (Galllery Faiz da Faiz), jalan Jenderal Sudirman No. 117 Km 2 Blambanganumpu, Waykanan, Lampung. CP 085769950346," kata Supri lagi.

Dewan juri lomba akan menilai semua karya yang masuk ke panitia berdasarkan, relevansi karya dengan tema lomba, pemakaian bahasa, kedalaman isi, kesatuan (unity).

Para juri tersebut antara lain Juwendra Ardiansyah, jurnalis senior yang juga Wakil Ketua PWNU Lampung masa khidmat 2012-2017; Juniardi (Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung), Yoso Muliawan (Ketua AJI Bandarlampung), Oki Hajiansyah Wahab (esais, penulis buku sekaligus kandidat Doktor Universitas Diponegoro), dan Neneng Rahmadini (Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Blambangan Umpu). (Syailendra Arif/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Amalan, Tokoh PMII Cabang Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Ansor Sumbar Gelar Tahlilan untuk KH Hasyim Muzadi

Padang, PMII Cabang Tegal. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Sumatera Barat menggelar tahlilan atas wafatnya KH.Hasyim Muzadi. Ketua PW GP Ansor Sumbar Rahmat Tuanku Sulaiman ? menyampaikan, kaegiatan itu sebagai upaya meneladani KH Hasyim Muzadi semasa hidupnya, yang telah memberikan sumbangsih tenaga dan pemikiran untuk umat Islam dan kebangsaan dalam menjaga keutuhan NKRI.

Ansor  Sumbar Gelar Tahlilan untuk KH Hasyim Muzadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sumbar Gelar Tahlilan untuk KH Hasyim Muzadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sumbar Gelar Tahlilan untuk KH Hasyim Muzadi

Tahlilan yang digelar Ahad (2/4/) di aula PW NU Sumbar ? dipimpin Mufti Ulil Amri. Tampak hadir ? Sekretaris Arianto, Wakil Ketua Agustian Pilang, Nafriandi, dan Ketua PC Ansor Pasman Barat Djafrina Efendi.

Menurut Rahmat, sebagai kader Ansor yang berada di daerah untuk dapat memberikan tenaga dan pemikiran akan keberlangsungan bangsa ini ke depan yang penuh dengan tantangan yang sangat berat. Terutama dengan ? derasnya arus aliran yang ingin mendirikan khilafah di bumi Nusantara ini. KH Hasyim Muzadi merupakan tokoh yang mumpuni dalam berdakwah baik berskala nasional maupun internasional.

Di bagian lain, Wakil Ketua PW Ansor Sumbar Yuni Chandra yang juga Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Taman Siswa Sumatera Barat mengatakan, modal dan tenaga kerja dengan memanfaatkan teknologi bisa memperkuat potensi Ansor. ?

PMII Cabang Tegal

Di sini, kata dia, peran Ansor bagaimana meningkatkan skiil dalam menyiapkan tenaga kerja yang mudah berkompetisi dan dibutuhkan oleh lapangan kerja.? (Armaidi tanjung/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Budaya, Tokoh, Habib PMII Cabang Tegal

Gubernur Sumut Banggakan Pesantren Musthafawiyah

Medan, PMII Cabang Tegal. Plt Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Gatot Pujo Nugroho menyatakan bersyukur dan bangga, bahwa Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memiliki alumni terbesar di seluruh pelosok Tanah Air. Banyak alumni Musthafawiyah yang melanjutkan kuliah ke berbagai perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri dan telah berhasil di berbagai bidang.

“Alumni merupakan aset yang sangat penting tidak hanya bagi Pesantren Musthafawiyah, tapi juga bagi bangsa dan negara, khususnya Provinsi Sumut,” kata Plt Gubsu diwakili Asisten III Kesejahteraan Sosial H Asrin Naim pada Halalbihalal Alumni Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, di Aula Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Jalan Sei Batanghari Medan, Sabtu (22/9). Halalbihalal dirangkai dengan konsolidasi Panitia Peringatan Satu Abad Musthafawiyah dengan tema “Sukseskan Peringatan Satu Abad Pesantren Musthafawiyah Purbabaru Tanggal 12 Desember 2012”.

Gubernur Sumut Banggakan Pesantren Musthafawiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Sumut Banggakan Pesantren Musthafawiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Sumut Banggakan Pesantren Musthafawiyah

Hadir dalam acara itu Ketua Umum Panitia Peringatan Satu Abad Musthafawiyah, Dr H Maratua Simanjuntak, Ketua Pengarah Panitia Prof Dr HM Yasyir Nasution, Bendahara Panitia H Harun Nasution, Ketua Panitia Halalbihalal Drs HM Adlin Damanik, MAP, Humas Panitia Letkol Caj HM Irwan Nuh Batubara MSi, sejumlah alumni di antaranya HM Imron Hasibuan, Drs H Abdul Hamid Ritonga, H Marahalim Harahap, MHum, Drs H Lukmanul Hakim Siregar, Drs H Abdul Rasyid Nasution, Dra Hj Lathifah Batubara, Dra Hj Khairani Lubis dan lainnya. 

PMII Cabang Tegal

Juga hadir sejumlah pengurus PWNU Sumut, di antaranya Mustasyar KH Asnan Ritonga, dan Wakil Sekretaris Drs H Khairuddin Hutasuhut, Emir El-Zuhdi Batubara SH, dan Ketua Lembaga Dakwan (LD) PWNU H Sori Monang Rangkuti MTh.  Halalbihalal diisi tausiyah Ustadz Drs H Abu Samah Pulungan. 

PMII Cabang Tegal

Plt Gubsu menegaskan, aset alumni ini akan menjadi semakin penting jika mampu memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat, tidak hanya terbatas pada bidang keagamaan saja, tapi juga di bidang-bidang lainnya terutama pada bidang ekonomi sehingga ikut mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan.

“Kita semua tidak menginginkan alumni Pesantren Musthafawiyah menjadi pengangguran yang justru menjadi beban baik bagi orangtua, pesntren maupun bagi masyarakat,” tutur Plt Gubsu.

Ketua Panitia Peringatan Satu Abad Musthafawiyah, Dr H Maratua Simanjuntak dalam kesempatan itu mengatakan, seyogianya peringatan Satu Abad Mustafawiyah jatuh pada 12 Nopember 2012, karena pesantren ini didirikan oleh Syekh Musthafa Husein Nasution pada 12 Nopember 1912. Namun karena pada Nopember 2012 bertepatan musim haji, maka puncak peringatan diundur menjadi 12 Desember 2012.

Dia menyatakan, peringatan satu abad pesantren tertua dan terbesar di Pulau Sumatera ini bukan seremonial, melainkan untuk meningkatkan mutu secara menyeluruh serta memperkuat perannya secara efektif sebagai lembaga pendidikan agama dan pembangunan karakter bangsa (akhlaqul karimah).

Karena itu, katanya, sebelum acara puncak, panitia akan menggelar sejumlah kegiatan, di antaranya seminar “Peluang dan Tantangan Pesantren Salafiah di Era Modern”, pengusulan mu’adalah (penyetaraan) Pesantren Musthafawiyah ke Mendikbud. Kemudian alumni ghathering membangun networking. Juga ada perlombaan antarpesantren, bakti sosial alumni, zikir akbar, haflah, istighastah dan tausiyah. Selanjutnya, peluncuran buku “Bunga Rampai Mustfahawiyah”.  

Ketua Panitia Halalbihalal HM Adlin Damanik menambahkan, puncak  Peringatan Satu Abad Musthafawiyah akan dihadiri ulama terkemuka Timur Tengah (Timteng), Menko Kesra, Mendikbud dan Menag. 

Teks Foto:Plt Gubsu diwakili Asisten III H Asrin Naim (ketiga dari kanan) berfoto bersama dengan Ketua Umum Panitia Peringatan Satu Abad Pesantren Musthafawiyah Dr H Maratua Simanjuntak, Ketua Pengarah Prof HM Yasyir Nasution, Ketua Panitia Halalbihalal HM Adlin Damanik, mantan Ketua KAMUS H Imron Hasibuan, dan Mustasyar PWNU Sumut KH Asnan Ritonga, pada halalbihal alumni Pesantren Musthafawiyah, di Aula PWNU, Sabtu (22/9).  

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Hamdani Nasution

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Tegal, Tokoh PMII Cabang Tegal

Kamis, 23 November 2017

Gerakan Santri Menulis dan Sarasehan Jurnalistik di Pesantren Futuhiyyah

Demak, PMII Cabang Tegal. Menulis merupakan salah satu sarana berdakwah dan mengamalkan ilmu yang telah menjadi budaya kita sejak dulu. Menyontoh tokoh-tokoh besar Islam dengan berbagai karyanya yang sampai saat ini masih banyak dibaca dan diajarkan.

Gerakan Santri Menulis dan Sarasehan Jurnalistik di Pesantren Futuhiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Santri Menulis dan Sarasehan Jurnalistik di Pesantren Futuhiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Santri Menulis dan Sarasehan Jurnalistik di Pesantren Futuhiyyah

“Ilmu seseorang akan hilang jika tidak diamalkan. Dengan menulis, bisa dijadikan sebagai media untuk mengajarkan kepada orang lain,” tutur KH Muhammad Hanif Muslih, Lc, Pengasuh Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak saat memberikan sambutan dalam acara Gerakan Santri Menulis, Sarasehan Jurnalistik Ramadhan Selasa, (23/6).

Namun, tambahnya, sebelum kita menulis sebaiknya juga diimbangi dengan memperbanyak membaca. Seperti Imam As-Suyuti yang memiliki banyak kitab dan sampai sekarang masih dibaca dan diajarkan. Dalam kata-kata mutiara arab ‘alkhottu miftahur rizqi’ yang artinya menulis adalah sebuah kunci rezeki.

PMII Cabang Tegal

Acara yang bertempat di aula Yayasan Pondok Pesantren Futuhiyyah itu dihadiri Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Demak Drs H Muhamad Thobiq MSi, Pimpinan Redaksi Suara Merdeka, Gunawan Permadi. Kegiatan yang digagas Suara Merdeka sejak tahun 1994 ini dihadiri ratusan santri dari berbagai pondok pesantren di sekitar Mranggen.

“Dengan kegiatan ini, semoga para santri mendapat inspirasi dan tumbuh keinginan yang kuat untuk menulis. Mengasah pikiran untuk mencari ide dalam menulis, sangat perlu para santri pelajari. Karena hal itu yang akan menumbuhkan semangat menulis agar tidak bingung ingin menulis apa,” ujar Gunawan.

PMII Cabang Tegal

Di sesi kedua, para santri diajarkan mengenai kinerja wartawan. Dari peliputan, berbagai macam bentuk berita sampai ke meja redaksi. Selain itu, salah satu pembicara Surya Yuli, Wartawan Suara Merdeka juga bercerita tentang seorang wartawan dalam mencari cara agar tidak berhenti menulis karena tidak ada ide atau inspirasi.

“Setiap wartawan pastilah mempunyai trik tersendiri dalam mencari inspirasi. Kalau saya biasanya pergi ke tempat keramaian atau tempat yang menarik untuk mencari inspirasi atau ide yang akan ditulis. Semisal ke pasar tradisional. Di dalam pasar kita bisa melihat berbagai penjual dan mungkin sesuatu kejadian yang tak kita duga,” ujar Surya.

Salah satu peserta, Arif mengungkapkan rasa mulai tertariknya menjadi penulis. “Menjadi penulis handal. Itulah yang terfikirkan dalam otak saya setelah mengikuti acara ini. Diceritakan mengenai asyiknya menjadi penulis, saya semakin tertarik untuk memulainya. Semoga acara seperti ini tidak hanya berhenti sampai di sini. Dan saya berharap masih ada pertemuan berikutnya,” kata santri Futuhiyyah ini. (Miftahul Khoir/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Tokoh PMII Cabang Tegal

Rabu, 15 November 2017

PCNU Sidoarjo Imbau Masyarakat Tak Berlebihan Rayakan Tahun Baru

Sidoarjo, PMII Cabang Tegal

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, Jawa Timur, H Maskhun, mengimbau kepada masyarakat agar tidak berlebihan dalam merayakan hari pergantian tahun baru 2017. Pasalnya, dalam merayakan sesuatu ada batasannya.

PCNU Sidoarjo Imbau Masyarakat Tak Berlebihan Rayakan Tahun Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sidoarjo Imbau Masyarakat Tak Berlebihan Rayakan Tahun Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sidoarjo Imbau Masyarakat Tak Berlebihan Rayakan Tahun Baru

"Orang-orang yang suka berlebihan itu temannya setan. Islam tidak melarang merayakan sesuatu tetapi yang jelas dan tidak madlarat," kata Abah Maskhun, sapaan akrabnya, kepada PMII Cabang Tegal, Kamis (29/12).

Menurutnya, NU tidak melarang perayaan pergantian tahun baru, tetapi harus ada batasannya dan sebaiknya ada unsur dzikir dan shalawat atau kegiatan Islami lainnya. Jika dilakukan dengan dzikir dan shalawat, maka malaikat akan turun untuk memberikan rahmat.

PMII Cabang Tegal

"Islam punya konsep sendiri dalam merayakan akhir tahun yakni dengan cara muhasabah atau evaluasi. Selama setahun kita lihat plus minus (baik buruknya) di mana. Jika baik perbuatan kita selama setahun, ya kita lanjutkan di tahun akan datang. Intinya bagaimana tahun depan lebih baik dari tahun kemarin," jelasnya.

Abah Maskhun menambahkan, NU mempunyai budaya dalam merayakan sesuatu atau yang biasa dikenal dengan bancaan (tasyakuran) sebagai bentuk syukur sosial yang manfaatnya bisa dirasakan orang lain. Syukur dengan hati, lisan dan sosial.

PMII Cabang Tegal

"Dalam melaksanakan itu semuanya tentu tidak mudah, harus mengubah pola pikir dari tidak islami menjadi islami dan butuh waktu yang lama," pungkasnya. (Moh Kholidun/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Tokoh, Nahdlatul PMII Cabang Tegal

Selasa, 07 November 2017

Rukyat Cakung, Kiai Ghazalie dan FPI

Sidang itsbat atau penetapan awal Ramadhan 1433 H di kantor Kementerian Agama Jakarta, Kamis (19/7) malam menjadi agak renyah ketika muncul laporan bahwa ada yang berhasil mengamati hilal di Cakung, Jakarta. Lebih renyah lagi karena yang melaporkan hasil rukyat ini adalah salah seorang utusan dari Front Pembela Islam (FPI).

Saat diberikan kesempatan oleh pemimpin sidang itsbat Menteri Agama Suryadharma Ali, FPI langsung unjuk gigi melaporkan bahwa ada empat orang yang berhasil melihat hilal di Cakung pada pukul 17.53 WIB dan telah di sumpah oleh hakim pengadilan agama.

Rukyat Cakung, Kiai Ghazalie dan FPI (Sumber Gambar : Nu Online)
Rukyat Cakung, Kiai Ghazalie dan FPI (Sumber Gambar : Nu Online)

Rukyat Cakung, Kiai Ghazalie dan FPI

Atas hasil laporan itu, FPI meminta Menteri Agama menetapkan awal puasa jatuh pada hari Jum’at (20/7). Namun sayang permintaan FPI ini tidak direspon positif oleh Menteri Agama. Bahkan anggota sidang itsbat dari NU memberikan penilaian lain terhadap hasil rukyat di Cakung.

PMII Cabang Tegal

Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri meragukan kualitas rukyat di Cakung. Bukan hanya meragukan, tapi mengatakan hasil rukyat di Cakung itu tidak sah dan meminta Kementerian Agama menertibkan tim rukyat di sana.

Ada empat hal, kata Kiai Ghazalie yang menyebabkan hasil rukyat di Cakung tidak shahih menurut ilmu falak. Pertama hilal dilaporkan berhasil diamati pada pukul 17.53 WIB, sebelum waktu maghrib untuk wilayah Jakarta tiba. Padahal menurut ketentuan syariat dan berdasarkan pedoman ilmu astronomi hilal baru mungkin dilihat setelah ghurub, atau terbenam matahari. “Belum maghrib, mustahil mendapatkan hilal,” kata Kiai Ghazali.

PMII Cabang Tegal

Kedua, cuaca di Jakarta, tepatnya di Cakung pada saat diadakan rukyat dalam keadaan mendung. Sementara arah pengamatan hilal di lokasi rukyat Cakung saat ini sudah terhalang gedung-gedung tinggi Jakarta. 

“Sudah lama kami mensurvei lokasi rukyat di Cakung. Tempatnya dan alat yang dipakai sangat sederhana. Sementara di barat sana terdapat gedung pencakar langit,” tambah Kiai Ghazalie.

Ketiga, tim rukyat yang menyatakan berhasil melihat hilal adalah orang yang itu-itu saja. Hakim yang menyumpah juga hakim yang itu-itu saja. Sangat kompak. “Tolong disampaikan hakim mana yang menyumpah dan dan di wilayah mana,” kata Kiai Ghazali,

Keempat, ahli falak NU itu mengingatkan, rukyat tidak bisa dilakukan oleh orang sembarangan, dan harus disertai ilmunya. Laporan hasil rukyat tidak cukup hanya dengan sumpah tetapi juga harus disertai data mengenai posisi matahari tenggelam, berapa jarak antara bulan dan matahari, serta bagaimana kondisi kemiringan hilal yang berhasil diamati.

Maka tegas Lajnah Falakiyah PBNU meminta pihak Kementeterian Agama segera mengadakan peninjauan kembali apakah layak Cakung digunakan untuk melakukan rukyat.

“Perlu ada tinjauan dari Kemenag agar tidak menjadi insiden terus-menerus. Ini bikan main-main. Saya minta hakim yang menyumpah dipanggil Mahkamah Agung untuk diperingatkan,” kata Kiai Ghazalie. PMII Cabang Tegal juga menerima laporan dari berbagai daerah dan beberapa pesantren bahwa tim rukyat Cakung menyebarkan hasil rukyatnya sehingga membuat gelisah warga.

Alhasil laporan Rukyat Cakung oleh FPI itu tidak diindahkan dalam sidang itsbat. Namun ada yang menarik. FPI menyatakan menolak hasil kesimpulan sementara Menteri Agama terkait hisab-rukyat awal Ramadhan 1433 H yang disampaikan oleh para peserta sidang hanya gara-gara ada satu-dua metode hisab yang dikutip yang bersumber dari barat.

“Kami tidak mengikuti hisab barat. Kami mengikuti metode hisab ulama klasik, Sulamun Nayyirain,” kata perwakilan FPI.

Barangkali FPI tidak tahu sebenarnya banyak sekali karya ulama terbaru di bidang ilmu hisab. Ilmu falak atau astronomi adalah bagian dari ilmu pengetahuan yang terus berkembang, dan tidak hanya berurusan dengan orang barat. 

Beberapa saat sebelum menutup pembicaraan, Kiai Ghazali Masroeri mengatakan, FPI lupa atau mungkin tidak tahu kalau pengarang kitab Sulamun Nayyirain sendiri berharap agar karyanya terus dikembangkan, dan terus dikembangkan oleh para ulama dan ahli falak setelahnya.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal News, Tokoh PMII Cabang Tegal

Selasa, 31 Oktober 2017

Politik Hu Kiai Wahab

Dalam bahasa Indonesia, bunyi "hu" tidak dikenal. Kecuali didahului dengan "ta", jadi "tahu" yang berarti mengerti atau makanan yang sering kita santap, atau "hu" yang yang ditambahi "s", jadi "hus", biasa dipakai untuk mengusir ayam atau untuk kasih peringatan pada bocah yang bandel.

Tapi, setelah orang Indonesia belajar Ilmu Nahwu, kita mengerti bahwa orang Arab punya khazanah tentang "hu" yang berati "nya/dia", benda atau orang ketiga tunggal, untuk jenis laki-laki (mudzakkar). Istilahnya dlomir muttashil, kata ganti yang ditulis bersambung dengan kata sebelumnya.?

Politik Hu Kiai Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)
Politik Hu Kiai Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)

Politik Hu Kiai Wahab

Ketika Jepang datang menjajah tanahair, penduduk dipaksa mengenal "hu". Orang Jepang meneriakkan “hu”, sebagai ungkapan hormat, mungkin juga siap. Bagi anak-anak muda yang darah perjuangannya berapi-api, teriakan “hu” membuatnya beban, dan tentu saja ngresula. Tapi tidak bagi Kiai Wahab Hasbullah. ia meminta para pejuang sabar dengan para petinggi Jepang yang selalu minta “di-hu-i”.

Nasihat bersabar oleh Kiai Wahab diutarakan kepada santri terbaiknya, Kiai Saifuddin Zuhri. Saat itu, sekitar tahun 1943, Saifuddin bolos sebentar dari “Latihan Ulama” yang diadakan Jepang. Ia datang ke kandong MIAI, Jalan Kramat Raya, Jakarta. Di kantor itu, Saifuddin menemui Kiai Wahab, dan mengeluh atas doktri “Bushido” (kepribadian kesatria Nippon) yang dijejalkan oleh tentara. Kiai Wahab bilang dengan enteng:

PMII Cabang Tegal

“Saudara mesti tetap berjiwa, tetap memiliki nyawa, roh Islam, agar tak mudah dinipponkan. Di zaman ini kita harus pandai bediplomasi dalam menghadapi Nippon. Sama-sama bersuara Hu tapi artinya bisa berbeda. Ada yang artinya Huntalen (telanlah) dan ada Huculono (lepaskan),” ujar Kiai Wahab, sebagaimana dicatat dalam buku Berangkat dari Pesantren karya Kiai Saifuddin sendiri. ? ?

PMII Cabang Tegal

Mendengarkan nasihat Kiai Wahab, aktivis Muslim para penggerak Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia) yang pada waktu tiu ada tertawa terbahak-bahak. Di antara mereka ada Kiai Abdul Wahid dari NU, Ki Bagus Kusumo dan Kiai Farid Ma’ruf dari Muhammadiyah, Haji Agus Salim, Mister Mohamad Roem, Kiai Abdul Kahar Muzakkar, Prawoto Mangkusumo, dan lain-lain.

Jepang, seperti juga Belanda, menggunakan segala cara untuk menundukkan pejuang kemerdekaan. Para ulama dari berbagai kelompok Islam bukan saja diminta masuk mengurus organisasi yang dibentuk Jepang, seperti Masyumi atau Shumubu (kantor urusan agama), tapi para ulama juga difasilitasi dengan gaji, termasuk fasiitas kereta kelas satu. Fasilitas ini melebihi yang diberikan pada para pangreh praja.

Namun, para ulama tidak begitu serta merta tunduk. Mereka tidak silau dengan segenap bujuk rayu Jepang berupa harta dan jabatan. Sebaliknya mereka melawan Jepang dengan segala bentuk diplomasi yang efektif, satu di antaranya, “politik hu” ala kiai Wahab. (Hamzah Sahal)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Tokoh PMII Cabang Tegal

Rabu, 25 Oktober 2017

7 Kunci Kesuksesan Santri Dapat Ilmu Bermanfaat

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto, KH Asep Saifuddin Abdul Chalim mengemukakan tips kunci agar santri-santri sukses dalam menyerap ilmu pengetahuan dan memanfaatkan ilmu yang telah didapatkan.

“Ada sistem pengondisian agar santri bisa memahami ilmu kemudian ilmuanya bermanfaat. Itu ada teorinya. Manfaat itu artnya memiliki keberdayaan dalam menghadapi masa depan. Teorinya itu satu, ajeg dalam berkesungguhan, jangan berkesungguahan dalam satu bulan saja, tapi terus-menerus,” katanya ketika ditemui PMII Cabang Tegal di akhir Ramadhan lalu.

7 Kunci Kesuksesan Santri Dapat Ilmu Bermanfaat (Sumber Gambar : Nu Online)
7 Kunci Kesuksesan Santri Dapat Ilmu Bermanfaat (Sumber Gambar : Nu Online)

7 Kunci Kesuksesan Santri Dapat Ilmu Bermanfaat

Kedua, tambah putra salah seorang pendiri NU asal Jawa Barat, KH Abdul Chalim, tidak boleh kenyang karena kalau sampai kenyang tidak bisa cerdas.

PMII Cabang Tegal

“Kenyang itu menghilangkan kecerdasan. Kenyang itu terjadi sepuluh menit, setelah berhenti makan. Bayangkan kalau orang pada saat makannya saja sudah kenyang apa yang akan terjadi 10 menit kemudian? Makanya Nabi melarang orang makan kenyang. Harus berhenti sebelum kenyang,” jelasnya. ?

Ketiga, tidak boleh maksiat karena maksiat itu beban. Ketika orang belajar dan mambaswa beban, apalagi beban psikologis, santri tidak akan bisa mengerti akan pelajarannya.

PMII Cabang Tegal

Keempat, santri harus punya wudlu karena wudlu itu cahaya. Sementara ilmu yang disampaikan oleh guru itu datangnya kepada pemikiran muridnya dalam bentuk abstrak, berupa sinar, cahaya. Ketika cahaya datang diterima oleh yang memiliki cahaya akan mudah terserap.

Kelima, sering membaca Al-Qur’an karena ketika orang membaca Al-Qur’an dengan dilihat teksnya, maka dia akan terlibat berpikir bagaimana menerapkan tajwidnya dalam bacaan yang dijabarkan. Apalagi lebih jauh dengan memahami ayat-ayatnya. Nah, ketika orang hanyut dalam berpikir, itu orang akan cerdas.

“Berikutnya, santri harus rajin shalat malam,” tambah Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) tersebut. ?

Yang terakhir, ketujuh, menjauhi makanan yang mendekati kotor, apalagi najis karena tidak barokah. “Makanan di luar yang dilihat oleh banyak orang termasuk oleh orang yang tidak punya uang, tidak barokah. Ketika orang yang tidak punya uang itu melihat, dia kepingin, tapi tidak bisa membeli makanan, yang terkondisikan demikian akan hilang barokahnya. Hal itu dibuktikan berpuluh-puluh kali bahwa anak yang ngantuk itu karena jajan di luar. Hal Sangat berpengaruh kepada kecerdasan anak,” jelasnya.

Jika seorang santri memegang yang tujuh tersebut, itu sudah perwujudan tawakal yang dijamin keberhasilannya. Pasti berhasil. (Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Tokoh PMII Cabang Tegal

Minggu, 22 Oktober 2017

IPNU-IPPNU Sidoarjo Inginkan Pelajar Lulus Ujian Nasional 100 Persen

Sidoarjo, PMII Cabang Tegal. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Sidoarjo menginginkan Ujian Nasional tingkat SMK/SMA yang akan di gelar 13-15 April dan SMP/MTs tanggal 4-7 Mei mendatang bisa lulus seratus persen.

IPNU-IPPNU Sidoarjo Inginkan Pelajar Lulus Ujian Nasional 100 Persen (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Sidoarjo Inginkan Pelajar Lulus Ujian Nasional 100 Persen (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Sidoarjo Inginkan Pelajar Lulus Ujian Nasional 100 Persen

Hal itu diungkapkan oleh Ketua IPNU-IPPNU Sidoarjo pada acara doa bersama menjelang ujian nasional tingkat SMP/MTs sederajat yang di gelar di Masjid Agung Sidoarjo, Rabu (8/4) lalu.

Ketua IPNU Sidoarjo M. Syaikhul Maarif mengatakan tujuan digelarnya doa bersama ini untuk melatih spiritual dan mental para pelajar khususnya yang ada di Sidoarjo supaya siap dalam menghadapi Ujian Nasional.

PMII Cabang Tegal

"Untuk saat ini doa bersama diikuti oleh pelajar SMP/MTs sekitar 5 ribu peserta. Besok, Kamis (9/4) akan diadakan hal yang sama untuk tingkat SMA/SMK. Kami berharap supaya para pelajar yang mengikuti Ujian Nasional nantinya bisa lulus seratus persen dengan nilai yang memuaskan," kata Syaikhul Maarif kepada PMII Cabang Tegal usai menggelar doa bersama.

PMII Cabang Tegal

Hal senada juga diucapkan oleh Ketua IPPNU Sidoarjo Nur Yanti Afidah bahwa dengan dilaksanakannya doa ini nantinya para pelajar baik tingkat SMP atau MTs se-Kabupaten Sidoarjo dapat menyiapkan mental mereka.

"Beberapa hari yang lalu para pelajar sudah diberikan materi sebagai bahan pelatihan di sekolah. Maka hari ini kita berdoa bersama semoga mereka mendapatkan nilai yang memuaskan dan lulus seratus persen. Karena perjuangan itu harus disertai dengan doa," pungkas Nur Yanti Afidah.

Dalam pelaksanaan istighosah yang di pimpin langsung oleh Rais Syuriah PC NU Sidoarjo KH Rofiq Siroj dan ditutup dengan doa oleh Ketua PC NU Sidoarjo KH Abdi Manaf itu berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Para pelajar pun berdoa dengan penuh khusu. Mereka berharap pada ujian nanti bisa lulus dengan hasil yang memuaskan dan bisa diterima kejenjang sekolah menengah atas. (Moh Kholidun/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Warta, Tokoh PMII Cabang Tegal

Rabu, 18 Oktober 2017

Ketika Kapolri Melihat Syekh Nawawi Al-Bantani

Jakarta, PMII Cabang Tegal?



Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Tito Karnavian menyempatkan diri melihat lukisan wajah-wajah kiai Nusantara buah karya Nabila Dewi Gayatri di hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada Senin (8/5). Ia ditemani Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan pelukisnya.?

Ketika Kapolri Melihat Syekh Nawawi Al-Bantani (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Kapolri Melihat Syekh Nawawi Al-Bantani (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Kapolri Melihat Syekh Nawawi Al-Bantani

Pada kesempatan itu, Kiai Said, secara otomatis memperkenalkan nama-nama kiai yang dilukis serta kiprah hidupnya kepada Kapolri. Mulai dari KH Abdurrahman Wahid, KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Sansoeri, KH Ali Maksum, KH Ahmad Shiddiq, KH Ilyas Ruhiat, KH Ihsan Jampes, KH Asnawi Kudus, dan lain-lain.?

Ketika melihat salah satu lukisan, dan Kiai Said menyebut Syekh Nawawi Banten, Kapolri berhenti. “Oh ini gurunya KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari,” katanya.?

“Iya, kata Kiai Said, “Beliau mengajar di Masjidil Haram, di Mekkah. Karyanya banyak.”?

PMII Cabang Tegal

“Tapi asalnya dari Banten, tempatnya pesantren Kiai Ma’ruf (Rais ‘Aam PBNU, red.)” kata Kapolri.?

“Ya, ya, Tanara,” jawab Kiai Said.

PMII Cabang Tegal

“Saya sudah pernah ke sana,” lanjut Kapolri.?

Syekh Nawawi Al-Bantani merupakan guru bagi kiai-kiai di Nusantara yang menuntut ilmu di Makkah. Ia menulis ratusan karya yang hingga saat ini masih dikaji di berbagai pesantren. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Humor Islam, Tokoh PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock