Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Doa ketika Mempertemukan Mempelai Pria dan Wanita

Dalam tradisi Nusantara sebagaimana diajarkan oleh para ulama kita, pada saat akad nikah, ada tradisi mempertemukan mempelai pria dengan mempelai wanita. Biasanya prosesi ini dilakukan setelah akad nikah selesai. Tradisi mempertemukan ini merupakan pertanda bahwa sejak saat itu, mempelai wanita telah halal bagi mempelai pria, begitu pun sebaliknya.

Bukan hanya dipertemukan, namun kedua pasangan tersebut juga didoakan agar menjadi pasangan yang baik dan penuh berkah.

Doa ketika Mempertemukan Mempelai Pria dan Wanita (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa ketika Mempertemukan Mempelai Pria dan Wanita (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa ketika Mempertemukan Mempelai Pria dan Wanita

Dikutip dari karya Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syaraf al-Nawawi al-Dimasyqi, Al-Adzkâr al-Muntakhabah min Kalâmi Sayyid al-Abrâr (Surabaya: Kharisma, 1998), hal. 284, berikut ini adalah doa yang sepatutnya diucapkan bagi pasangan pengantin yang baru saja dipertemukan. Doa tersebut ialah:

PMII Cabang Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bârakallâhu likulli wâhidin minnâ fî shâhibihi. Allahumma innî as`aluka khairahâ wa khaira mâ jabaltahâ ‘alaihi wa a’ûdzu bika min syarrihâ wa min syarri ma jabaltahâ ‘alaihi

“(Semoga) Allah memberkahi masing-masing dari kita dengan pasangannya. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebaikannya dan kebaikan pasangannya, dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan pasangannya.”

PMII Cabang Tegal

Demikian, semoga bermanfaat. Amin. Wallahu a’lam bi shawab.

(Muhammad Ibnu Sahroji)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pertandingan, AlaSantri PMII Cabang Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Nekat, Kemenag Banyumas Tak Mau Tarik Buku SKI

Banyumas, PMII Cabang Tegal. Beberapa pekan terakhir, Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Indonesia digegerkan dengan munculnya sebuah tulisan "Berhala sekarang adalah kuburan para wali" pada buku panduan guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kelas VII Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Nekat, Kemenag Banyumas Tak Mau Tarik Buku SKI (Sumber Gambar : Nu Online)
Nekat, Kemenag Banyumas Tak Mau Tarik Buku SKI (Sumber Gambar : Nu Online)

Nekat, Kemenag Banyumas Tak Mau Tarik Buku SKI

Kalimat ini dinilai memicu sentimen Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA). Ujungnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan permintaan maaf kepada publik dan mencabut buku tersebut dari peredaran.

Namun, Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Banyumas, mempunyai sikap lain. Kepala kantor Kemenag, Bambang Sucipto mengatakan, buku kurikulum 2013 cetakan PT Macanan Jaya Cemerlang Klaten tersebut sudah dalam proses pendistribusian dan tetap akan diedarkan.

PMII Cabang Tegal

"Kami meminta penerbit tidak menarik buku tersebut dari peredaran karena buku tersebut bukan termasuk pegangan siswa, namun panduan bagi guru pengajar," ujar Bambang beberapa waktu lalu.

Menurutnya, jika buku ini ditarik dari peredaran, maka akan memakan waktu cukup lama. "Sebenarnya tinggal bagaimana cara guru menyampaikan kepada anak didiknya saja, saya rasa guru cukup selektif dalam menyampaikan materi SKI ini," jelasnya.

PMII Cabang Tegal

Kantor Kementerian Agama Banyumas, kata Bambang, akan mengusulkan kepada Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kemenag RI mengoreksi buku terbitannya itu.

Terpisah, Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Purwokerto, Ilhamudin meminta buku tersebut segera ditarik dari peredaran.

"Kami mendesak Kemenag Banyumas segera menarik buku ini dari edaran, sebab hal ini akan menghegemoni dunia pendidikan," ungkapnya.

Kepala MTs Maarif Nu Al-Hidayah Purwokerto, Charis Munandar mengatakan, meski buku SKI belum sampai di tangan guru, namun aktifitas pembelajaran masih efektif.

Menurutnya, materi pelajaran yang memberikan pengetahuan terkait sejarah dan kebudayaan Islam itu sudah disampaikan sejak awal masuk menggunakan soft copy yang di download oleh guru setempat.

"Jika ada tulisan yang mengandung SARA dalam LKS atau buku, guru pasti punya inisiatif tanggap cepat dan mengantisipasinya," ujar sekretaris Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Banyumas ini. (Agus Riyanto/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, Pertandingan, Sejarah PMII Cabang Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Harlah ke-91 NU, IPNU-IPPNU Babat Lintasi Medan Pucakwangi

Lamongan, PMII Cabang Tegal. Sebanyak 70 kader Corp Brigade Pelajar IPNU dan Korps Pelajar Putri IPPNU kecamatan Babat, Lamongan, melintasi bukit Pucakwangi dan desa Karangasem untuk memperingati harlah ke-91 NU. Menempuh sejauh lebih dari 4 km, perjalanan rombongan ini berakhir di makam Mbah Kleteh, seorang ulama sesepuh desa, Kamis (15/5).

Harlah ke-91 NU, IPNU-IPPNU Babat Lintasi Medan Pucakwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah ke-91 NU, IPNU-IPPNU Babat Lintasi Medan Pucakwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah ke-91 NU, IPNU-IPPNU Babat Lintasi Medan Pucakwangi

Para peserta mendaki dan menikmati pemandangan bukit gunung Pucakwangi. Sepanjang lintasan, panitia menempatkan beberapa pos di sejumlah titik sebagai tempat penyampaian materi dasar CBP dan KPP, kepecintalaman, dan kepalangmerahan.

Jalur lintasan demikian sengaja dipilih agar pelajar NU mengetahui makam tokoh masyarakat dan ulama yang baru ditemukan. Selain peringatan harlah NU, kegiatan  diadakan sebagai acara awal sebelum Diklatama CBP dan KPP pada Selasa-Kamis (27-29/5) mendatang.

PMII Cabang Tegal

Ketua PAC IPNU Babat Muhammad dalam sambutan pembukaan mengimbau para peserta untuk mengambil pelajaran dari alam dan perjuangan tokoh NU. Ia juga meminta para kader menjaga batas-batas etika dan jarak antara laki-laki dan perempuan mengingat CBP dan KPP sebagai kepanduan pelajar NU.

PMII Cabang Tegal

“Selaku kader palajar NU, di manapun dan apapun posisinya kita harus selalu menjaga etika kesopanan sesuai aturan agama terutama jarak antara rekan dan rekanita di mana kemahroman tetap terjaga,” kata Muhammad. (M Faqoth/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Berita, Pertandingan, Kyai PMII Cabang Tegal

Senin, 05 Februari 2018

IPNU Lakukan Sosialisasi UU Kepemudaan

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Pemuda merupakan elemen penting yang menentukan berkembangnya sebuah negara. Maka dari itu dibentuklah UU No 40 Tahun 2009 Tentang Kepemudaan yang disahkan oleh DPR 15 September 2009.



IPNU Lakukan Sosialisasi UU Kepemudaan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Lakukan Sosialisasi UU Kepemudaan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Lakukan Sosialisasi UU Kepemudaan

Untuk membantu mensosialisasikan UU ini Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) mengadakan diskusi publik dengan tema “Diseminasi UU Kepemudaan” yang diselenggarakan di gedung PBNU Jakarta, Selasa (23/2).

Hadir dalam diskusi publik ini, ketua PBNU Andi Jamaro Dulung dan Panca Putra, Asisten Deputi Keserasian Kebijakan Pemuda Menegpora.

PMII Cabang Tegal

Acara ini merupakan bagian dari 10 rangkaian acara besar yang diadakan oleh IPNU dalam rangka menyambut hari lahir PP IPNU ke-58 yang dimulai pada 23 Januari sampai 23 April mendatang.

“IPNU sangat setuju dengan adanya UU ini, maka kami mengadakan sosialisasi yang  juga merupakan bagian dari 10 rangkaian besar acara dalam rangka menyambut hari lahir PP IPNU ke 58 tepatnya besok tanggal 24 Februari,” kata Fathoni selaku ketua panitia kepada PMII Cabang Tegal.

PMII Cabang Tegal

Keberadaan UU ini penting karena jumlah penduduk Indonesia yang masuk kategori pemuda cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk usia 16-30 berjumlah 62.985.401. Selain itu jumlah ormas pemuda juga cukup besar, yaitu mencapai 279 ribu organisasi.

Sejumlah negara juga telah memiliki UU Kepemudaan ini, seperti di Thailand (Thailand National Youth Promotion and Coordination Act), Philipina (Youth and Nation Building Act), Belanda (Law of Youth Care) dan lainnya.

Pengesahan UU ini telah menimbulkan respon dari berbagai pihak yang berkepentingan, khususnya ormas kepemudaan yang diatur dalam UU ini. Menurut Ketua Umum IPNU Ahmad Syauqi ada beberapa point yang menjadi diskusi dan isu hangat di kalangan pemuda terkait dengan UU ini. Selain mengenai batasan umur, pembentukan komite dan pendanaan isu lain adalah semangat dan kontekstualisasi yang melandasi UU ini.

“Semangat dan kontekstualisasi yang melandasi UU ini hendaknya adalah semangat ideal guna membangun pemuda dan bangsa ini,” katanya. (len)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pertandingan PMII Cabang Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Syafii Sitorus Terpilih Sebagai Ketua Pagar Nusa Sumut

Medan, PMII Cabang Tegal. Pelaksanaan Konferensi Wilayah I Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa Sumatera Utara yang berlangsung pada 20-21 Juni 2012 di hotel Griya Medan berjalan dengan sukses dan menghantarkan Syafii Sitorus sebagai Ketua Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa Sumatera Utara 2012-2017.

Pembukaan Konferwil dilakukan oleh Ketua Umum PP Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa H Fuad Anwar, Rabu (20/6), dimana dalam sambutannya mengingatkan bahwa Pagar Nusa merupakan pengawalnya para ulama.

Syafii Sitorus Terpilih Sebagai Ketua Pagar Nusa Sumut (Sumber Gambar : Nu Online)
Syafii Sitorus Terpilih Sebagai Ketua Pagar Nusa Sumut (Sumber Gambar : Nu Online)

Syafii Sitorus Terpilih Sebagai Ketua Pagar Nusa Sumut

"Saya mengingatkan kepada para pendekar Pagar Nusa bahwa keberadaan kita di tengah-tengah masyarakat adalah pengawalnya ulama. Selain itu pendekar Pagar Nusa juga harus mampu menjaga situasi kondusif di lingkungannya masing-masing sebab sebagai pendekar kita juga bertanggungjawab menjaga keamanan di NKRI ini," ujar Fuad.

PMII Cabang Tegal

Fuad mengharapkan agar Konferensi Wilayah I Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa Sumatera Utara menghasilkan kepengurusan yang lebih baik dan mampu membesarkan Pagar Nusa di Sumut dimasa yang akan datang.

"Saya menegaskan bahwa Pagar Nusa dibawah kepemimpinan Achmad Firdausi Hutasuhut sudah sangat baik dimana roda organisasi berjalan dengan lancar dan saat ini sudah mengakhiri periode kepemimpinnanya dengan baik yakni terselenggaranya pelaksanaan Konferwil ini," ujar Fuad.

PMII Cabang Tegal

Sebelumnya juga turut memberikan kata sambutan Penasehat Pagar Nusa Sumut H Anwar Nur Siregar, yang menegaskan agar para pendekar Pagar Nusa di Sumatera Utara lebih banyak melakukan pembinaan kepada generasi muda sehingga dihasilkan atlet-atlet pencak silat yang memiliki prestasi gemilang.

Sedangkan H Adlin Damanik yang mewakili PWNU Sumut meminta agar Pendekar Pagar Nusa Sumut memberikan pelatihan kepada santri-santri yang ada di pesantren NU yang tersebar di Sumut ini.

Sementara itu Ketua Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa Sumut demisioner Ahcmad Firdausi Hutasuhut menegaskan bahwa kedepannya Pagar Nusa Sumut harus mampu menghasilkan atlet-atlet pencak silat yang  berprestasi dan mampu untuk membesarkan Pagar Nusa di Sumut ini.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Muhammad Syafii

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pertandingan, Nahdlatul, News PMII Cabang Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Pelajar NU Semarakkan Idul Adha dengan Festival Oncor

Jepara, PMII Cabang Tegal. Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatull Ulama (IPPNU) Desa Bandungrejo, Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menyemarakkan malam Idul Adha dengan Festival Oncor, Senin (14/10) malam. 

Kegiatan tersebut diikuti 13 dukuh se-Desa Bandungrejo dengan rute balai desa Bandungrejo-SD Bandungrejo 1-Tugu Jagad-Pasar Benguk-Makam Mbah Muruan-Parimono-Balaidesa Bandungrejo. 

Pelajar NU Semarakkan Idul Adha dengan Festival Oncor (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Semarakkan Idul Adha dengan Festival Oncor (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Semarakkan Idul Adha dengan Festival Oncor

Ketua panitia, Nur Said yang diwakili seksi acara, A Alimul Hasan mengatakan, kegiatan diselenggarakan untuk menyemarakkan malam Idul Adha. Dipilihnya Idul Adha karena mudah untuk berkoordinasi dengan anggota yang lain. 

PMII Cabang Tegal

Hasan yang pernah menjadi ketua panitia kegiatan serupa menyatakan, Festival Oncor yang dulunya bernama Takbir Keliling sudah ada sejak dulu dan rutin dilaksanakan setiap tahun. “Festival Oncor Kalinyamatan (FOK) menjadi agenda terbesar IPNU-IPPNU Bandungrejo. Sehingga ditunggu-tunggu masyarakat desa kami,” jelasnya, saat ditemui disela-sela kegiatan. 

H Ahmad Marzuqi, Bupati Jepara yang turut hadir, dalam sambutannya mengungkapkan, kegiatan tersebut untuk melestarikan budaya. Budaya serupa yang masih dilestarikan di Jepara, sebut Marzuqi misalnya, Jembul Tulakan (Tulakan), Perang Obor (Tegal Sambi) dan Baratan (Kalinyamatan). 

PMII Cabang Tegal

Ia menambahkan, kegiatan juga sejalan dengan perintah Nabi yaitu menghidupkan 2 hari raya yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. 

Koordinator dewan juri, Suudi usai rembugan dengan 3 juri lain perwakilan dari GP Ansor, PAC IPNU-IPPNU Kalinyamatan dan PC IPNU-IPPNU Jepara memberikan apresiasi kepada semua peserta. “Festival ini yang dinilai terdiri dari 4 kategori kreativitas, semangat bertakbir, kekompakan dan jumlah peserta,” papar juri atas nama perwakilan NU itu. 

Sebagai juara I Musholla Al-Falah (Keceh) dengan nilai 1082, juara II dari dukuh Pohseret Musholla Roudlotul Jannah dengan skor 1057 sedangkan juara III diraih dukuh Kauman, Masjid Baitul Izzah dengan 1018. 

Untuk juara harapan secara berurutan diraih Mushola Al-Husna (Baleromo) 1013, Musholla Al-Ikhlas dukuh Kerdan dengan 1012 dan Mushola Roudlotus Sholikhin dukuh Ngasem dengan nilai 1007. 

Pemenang I mendapat piala bergilir dan uang pembinaan, pemenang 2 dan ketiga mendapat piala dan uang pembinaan. Semua juara harapan mendapat piala. Dan semua peserta yang belum juara mendapat bingkisan dari panitia. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pertandingan PMII Cabang Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

PB PMII Minta Pemerintah Lebih Serius Perhatikan Keamanan di Papua

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Penyerangan terhadap umat Islam dan pembakaran masjid di Kabupaten Tolikara Papua di saat Hari Raya Idul Fitri merupakan insiden yang sangat memprihatinkan.?

PB PMII Minta Pemerintah Lebih Serius Perhatikan Keamanan di Papua (Sumber Gambar : Nu Online)
PB PMII Minta Pemerintah Lebih Serius Perhatikan Keamanan di Papua (Sumber Gambar : Nu Online)

PB PMII Minta Pemerintah Lebih Serius Perhatikan Keamanan di Papua

PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menilai penyerangan umat Islam dan pembakaran masjid di Kabupaten Tolikara menunjukkan bahwa pemerintah masih lemah dalam menangkal aksi-aksi intoleransi antar umat beragama.?

"Ini bukti, bahwa pemerintah tidak serius dalam menjaga keamanan dan mewujudkan toleransi antar umat beragama di Papua," ujar Ketua Umum PB PMII, Aminuddin Maruf di Jakarta, Sabtu (18/8).?

PMII Cabang Tegal

Menurut Amin, kejadian pembakaran tersebut harus menjadi bahan evaluasi Presiden Jokowi dalam menilai kinerja kabinetnya nanti pasca lebaran.?

PMII Cabang Tegal

"Kejadian ini harusnya menjadi bahan evaluasi Presiden untuk menilai kinerja kabinetnya. Kenapa masih ada kecolongan aksi kekerasan atas nama agama di Papua," tandasnya.

Kejadian pembakaran masjid di saat Hari Raya Idul Fitri, menurut Amin, menunjukkan bahwa keinginan pemerintah memberikan perhatian khusus kepada Papua dan daerah kawasan timur Indonesia masih belum terbukti.?

"Jaminan keamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah itu adalah persoalan fundamental yang harus diberikan pemerintah," tandasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pertandingan, PonPes, Sunnah PMII Cabang Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Ketum PBNU: Bu Fatma Pejuang yang Patut Dicontoh

Jakarta, PMII Cabang Tegal

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Nyai Hajjah Siti Fatma, istri Mustasyar PBNU KH A Mustofa Bisri? (Gus Mus), Kamis (30/6), pukul 14.30 WIB, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soetrasno Rembang, Jawa Tengah.

"Semoga Allah mengampuni seluruh kekhilafannya dan menerima amal-amal baiknya yang luar biasa," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Kamis (30/6) malam, di Jakarta.

Ketum PBNU: Bu Fatma Pejuang yang Patut Dicontoh (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: Bu Fatma Pejuang yang Patut Dicontoh (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: Bu Fatma Pejuang yang Patut Dicontoh

Menurutnya, Bu Fatma, panggilan akrab Nyai Hajjah Siti Fatma, telah banyak berkorban selama mendampingi KH A Mustofa Bisri baik ketika mengemban amanah sebagai wakil rais aam, pejabat rais aam PBNU, maupun pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang.

PMII Cabang Tegal

"Beliau telah berjihad dengan penuh pengorbanan sebagai perempuan muminah, shalihah, mustaqimah, hingga Gus Mus berhasil dalam menjalankan kiprahnya di NU dan mengayomi umat secara luas. Beliau patut kita contoh," kesannya.

PMII Cabang Tegal

PBNU, kata Kiai Said, menginstruksikan kepada seluruh pengurus NU di tingkat wilayah, cabang, anak cabang, hingga ranting untuk menggelar shalat ghaib dan tahlil sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Bu Fatma.

Jenazah Bu Fatma saat ini sudah berada di kediamannya, kompleks Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Jalan KH Bisri Mutofa, Leteh, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang. Rencananya, jenazah akan dikebumikan pada Jumat (1/6), pukul 13.30 WIB, di Pemakaman Kabongan Kidul, Kecamatan Rembang.

Bu Fatma meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit sejak Selasa (28/6/2016) pagi karena menderita sesak napas. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal RMI NU, Pertandingan, Sunnah PMII Cabang Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

LPBINU Latih Santri Al-Hikamussalafiyyah Sumedang Kelola Sampah

Sumedang, PMII Cabang Tegal. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan pelatihan pesantren hijau, manajemen bank sampah, dan pengelolaan sampah kepada santri Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Desa Sukamantri, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (16/5).

Rombongan LPBI PBNU yang datang ke Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyaj berjumlah lima orang, Ai Rosita yang menjabat sebagai kepala sekretariatan LPBI, Yusuf Dullah sebagai Wakil Ketua LPBI, Ersuwanda sebagai anggota tanggap darurat LPBI,  M Lukman sebagai anggota perubahan iklim LPBI, dan Binti Soleha sebagai anggota tanggap darurat LPBI.

LPBINU Latih Santri Al-Hikamussalafiyyah Sumedang Kelola Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Latih Santri Al-Hikamussalafiyyah Sumedang Kelola Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Latih Santri Al-Hikamussalafiyyah Sumedang Kelola Sampah

Lurah Santri Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah, Dede Rohmat Apandi mengatakan, hal yang melatarbelakangi kegiatan ini dilaksanakan yaitu sampah yang ada di pesantren saat ini sudah semakin banyak dan belum ada solusi yang tepat bagaimana cara pengelolaan sampah tersebut.

PMII Cabang Tegal

"Seiring dengan berjalannya waktu, santri Al-Hikamussalafiyyah saat ini semakin banyak. Sekitar 700 santri setiap hari mengonsumsi makanan yang berpotensi menyisakan sampah. Sampah ini manjadi masalah utama di pesantren dan sampai sekarang belum ada solusi yang tepat untuk menyelesaikannya," kata Dede.

PMII Cabang Tegal

Solusi saat ini yang dilakukan yaitu semua jenis sampah dikumpulkan di suatu tempat dan dibakar. Ketika sampah dibakar, asap yang dikeluarkannya malah memunculkan masalah baru.

“Saya yakin jika sampah-sampah tersebut dimanfaatkan dengan baik bisa dijadikan sebuah produk yang lebih bermanfaat. Mudah-mudahan pelatihan ini bisa menjadi solusi yang tepat. Sampah uang asalnya selalu jadi masalah bisa membawa berkah,” tutup Dede.

Sementara perwakilan dari LPBI PBNU, Lukman mengatakan, tujuan kami datang ke pesantren-pesantren untuk melatih santri-santrinya mengolah sampah menjadi barang baru yang bermanfaat. Mereka dilatih membuat bros, kerajinan, membuat tempat duduk, membuat meja untuk mengaji, membuat pupuk kompos, dan lain-lain yang bahan dasarnya dari sampah yang berada di pesantren.

Lukman berharap Pesantren Al-Hikamussalafiyyah menjadi contoh pesantren-pesantren lain yang ada di Sumedang dalam hal mengelola sampah. Semoga manajemen bank sampahnya juga berjalan. Jika produk-produk hasil dari pengolahan sampahnya sudah layak jual, LPBI LBNU siap menampung hasilnya. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Meme Islam, Pertandingan PMII Cabang Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Perjuangan Kader IPNU Banyuwangi Belajar Menulis

Banyuwangi, PMII Cabang Tegal. Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Banyuwangi melatih puluhan kader-kadernya menulis. Semangat belajar secara serius diperlihatkan oleh peserta. 

Yusri Nurdian Muslim, misalnya, tetap memaksakan diri untuk menulis dengan modal telepon pintar miliknya. Dalam momen latihan ini, ia menuliskan  masalah pendidikan, khususnya rotasi sistem berjalannya pendidikan yang ada di daerah.

Perjuangan Kader IPNU Banyuwangi Belajar Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Perjuangan Kader IPNU Banyuwangi Belajar Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Perjuangan Kader IPNU Banyuwangi Belajar Menulis

Kesulitan dalam menuliskan paragraf awal tak bisa dihindarkan oleh pemuda asal Kecamatan Blimbingsari ini. Namun, ia tak sungkan menanyakan kepada teman-teman yang ada di samping kanan-kirinya, tentang kebingungan apa yang harus dituliskan, bagaimana menentukan angle cerita, dan berbagai hal teknis tulis-menulis lainnya.

"Karena ini kan masih pertama kali ikut pelatihan menulis. Banyak teman-teman saya yang sudah mahir. Tapi saya akan terus coba. Wajar jika banyak tanya sana-sini. Maklumlah," tuturnya, saat dimintai keterangan di tengah-tengah acara pelatihan bertajuk IPNU Ngaji Jurnalistik Bareng Kumparan, di Aula Lantai Dua kantor PCNU Banyuwangi, Selasa (22/08/2017) pagi.

Didampingi para pemateri yang hadir, Yusri tak segan-segan menunjukkan hasil tulisannya kepada teman dan narasumber. Meski hasil hanya beberapa paragraf saja, Editor Kumparan Rina Nurjanah memberikan apresiasi atas tekadnya belajar menulis.

PMII Cabang Tegal

"Meski ide pokok antarparagraf kurang sinkron dan banyak typo. Tapi tak mengapalah. Karena masih proses tahap awal ia belajar. Saya sangat mengapresiasi sekali tekadnya belajar menulis," ungkap Rina.

Hal yang tidak disangka Yusri memiliki harapan dan cita-cita yang terlampau tinggi, bagi kalangan penulis tingkat awal. "Saya juga memiliki cita-cita ingin jadi penulis buku best seller yang setara dengan Andrea Hirata," tutup Yusri.

Di acara ini mereka juga diajak untuk membuat akun baru di Media Kumparan. Para peserta dipersilahkan untuk membuat tulisan apapun di sana. "Karena misi kami adalah memberikan edukasi kepenulisan dan sekaligus memberikan motivasi penulis baru tetap menulis dalam wadah Media Kumparan," jelas Rina. (M. Sholeh Kurniawan/Mahbib)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pertandingan, Ulama, AlaNu PMII Cabang Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

7 Ulama Madura Kaji Kitab Risalah Ahlussunah Karya Mbah Hasyim

Sumenep, PMII Cabang Tegal. Selama Ramadhan, Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep Madura, Jawa Timur mengadakan pengajian kitab karya pendiri NU, Hadlratus Syekh KH Hasyim Asyari. Pengajian yang terbuka untuk umum ini dilangsungkan di kantor PCNU Jalan Trunojoyo Nomor 295, Batuan, Kabupaten Sumenep.

7 Ulama Madura Kaji Kitab Risalah Ahlussunah Karya Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
7 Ulama Madura Kaji Kitab Risalah Ahlussunah Karya Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

7 Ulama Madura Kaji Kitab Risalah Ahlussunah Karya Mbah Hasyim

"Barangkali ada mas, mbak, bapak, ibu, handai tolan, utamanya yang tinggal di kota, berminat ikut pengajian Risalah Ahlussunah Waljamaah? karangan Hadlratus Syekh KH Hasyim Asyari silahkan merapat ke Kantor PCNU Sumenep, pukul 16.00 WIB sampai selesai," terang Wakil Ketua PCNU Sumenep KH A Dardiri Zubairi, Kamis (9/6).

PMII Cabang Tegal

Usai pengajian, peserta menjalani buka bersama dan shalat berjamaah. Itu berlangsung setiap hari sejak tanggal 3 sampai 23 Ramadhan. Terdapat tujuh ulama Madura yang bakal mengisi pengajian tersebut, yaitu KH Hafidhi Syarbini, KH Zainurrahman Hammam, KH Imam H Syarqawi, KH Khairul Anam, KH Khatim Al-Asham, K Maimun Salim, dan KH Hefni.

"Alokasinya 1 jam membaca dan menjelaskan, serta 30 menit tanya jawab. Atau, tergantung dari Al-Qori Al-Mukarrahmah," tukas Kiai Dardiri. (Hairul Anam/Zunus)?

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pertandingan PMII Cabang Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

Hasyim Minta Pemerintah Panggil Ormas yang Anarkis

Jakarta, PMII Cabang Tegal
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi meminta pemerintah untuk memanggil dan memperingatkan terlebih dahulu kepada (organisasi kemasyarakatan) ormas yang sering melakukan tindakan anarkis sebelum dibubarkan.

Menurutnya, pemerintah seharusnya memanggil ormas tersebut, membinanya, memberitahukan duduk persoalannya, diluruskan kemudian diberi waktu agar tidak melakukan aksi kekerasan atau tindakan anarkisme lagi.

"Setelah itu bila tidak ada perubahan, baru pemerintah melakukan tindakan hukum atau tindakan politik," tegas Hasyim saat jumpa pers tentang pelaksanaan International Conference of Islamic Scholars (ICIS) ke-2, di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (12/6)

Hasyim mengatakan, dirinya tidak setuju, siapa pun dan atas nama apa pun melakukan tindak kekerasan apalagi sampai ada masyarakat yang mengambil tugas aparat negara. Karena, menurutnya, Indonesia adalah negara hukum.

Namun, lanjut Hasyim, yang terpenting adalah pemerintah harus menjelaskan kepada ormas yang ada agar tidak melakukan tindakan di luar batas.

"Di era reformasi ini orang membuat forum seenaknya saja. Tetapi tidak asal dibubarkan. Kalau dibubarkan terus bikin yang baru gimana. Yang penting konteknya diluruskan," ujar Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur ini.

Hasyim menegaskan, jika dalam pelurusan itu pemerintah meminta bantuan PBNU, maka pihaknya akan membantu. "Menurut saya ormas itu niatnya mungkin betul, tapi action-nya melanggar rambu tatanan kehidupan negara," terangnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pertandingan, Pemurnian Aqidah PMII Cabang Tegal

Hasyim Minta Pemerintah Panggil Ormas yang Anarkis (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Minta Pemerintah Panggil Ormas yang Anarkis (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Minta Pemerintah Panggil Ormas yang Anarkis

Kamis, 07 Desember 2017

Tradisi Cek dan Ricek Cegah Penyebarluasan Hoaks

Bengkulu, PMII Cabang Tegal 



Anggota Dewan Pers, Anthonius Jimmy Silalahi, mengajak masyarakat dan insan pers untuk bersama-sama mengantisipasi penyebarluasan berita bohong atau hoaks. Tradisi cek dan ricek disebutnya bisa menjadi pencegah semakin tersebarnya hoaks. 

Hadir sebagai pemateri di kegiatan Literasi Media sebagai Upaya Cegah dan Tangkal Radikalisme dan Terorisem di Masyarakat di Bengkulu, Kamis (12/10), Jimmy mengatakan, masyarakat bisa berperan membendung penyebarluasan hoaks dengan cara menahan diri setiap kali menerima kiriman informasi di media sosial. 

Tradisi Cek dan Ricek Cegah Penyebarluasan Hoaks (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Cek dan Ricek Cegah Penyebarluasan Hoaks (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Cek dan Ricek Cegah Penyebarluasan Hoaks

"Jangan karena suka atas kiriman tersebut, kita share tanpa adanya verifikasi. Cek dan ricek kebenarannya. Jikapun benar cek lagi manfaatnya," kata Jimmy. 

Menurut Jimmy, kemauan melakukan cek dan ricek adalah langkah termudah yang bisa membantu membendung peredaran hoaks. Untuk cara pengecekan,  dia menyarankan masyarakat membandingkan informasi yang diterimanya dengan informasi sejenis dari sumber berbeda. "Jika meragukan kebenarannya, jangan disebar," tegasnya. 

Dorongan menjadikan cek dan ricek sebagai tradisi untuk mencegah hoaks tidak hanya disampaikan ke masyarakat, melainkan juga ke insan pers. Jimmy menandaskan, wajib bagi setiap wartawan mengecek kebenaran dan keberimbangan setiap informasi yang diterimanya sebelumnya mengolahnya menjadi sebuah berita. 

PMII Cabang Tegal

"Insan pers juga harus berperan. Hoaks sudah menggerus kepercayaan masyarakat ke media massa, jangan biarkan itu semakin parah," tandas Jimmy. 

Menjadikan cek dan ricek untuk setiap informasi, masih kata Jimmy, merupakan keterlibatan nyata masyarakat dan institusi pers terlibat aktif dalam upaya pencegahan terorisme. Ditegaskannya, BNPT dan aparat keamanan tidak bisa menyelesaikan permasalahan terorisme tanpa adanya keterlibatan masyarakat. 

"Terorisme musuh bersama, maka harus bersama-sama kita perangi," tutupnya. 

Literasi Media sebagai Upaya Cegah dan Tangkal Radikalisme dan Terorisme merupakan salah satu metode yang dijalankan  di kegiatan Pelibatan Pemuda dan Perempuan dalam Pencegahan Terorisme. Satu metode lainnya adalah Visit Media, kunjungan dan diskusi ke redaksi media massa pers untuk mensosialisasikan program pencegahan terorisme. (Red: Abdullah Alawi) 

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal News, Pertandingan, Doa PMII Cabang Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Membaca Kembali Pemikiran Al-Ghazali

Oleh Casmin Abdurrohim

Usai membaca buku Kisah-kisah Ajaib Imam Al-Ghazali karya Mukti Ali Qusyairi, saya menemukan posisi teologi Al-Ghazali di antara kaum literalis dan rasionalis pada masanya. Kelompok pertama diwakili kaum Khawarij dan Hawasyi sementara kelompok kedua adalah Muktazilah.

Imam Al-Ghazali membangun ilmu kalam moderat yang bisa mengkolaborasikan antara rasionalitas Muktazilah dan tekstualitas Khawarij. Ia tidak menghendaki tekstualitas dalam ilmu kalam sampai tidak menggunakan akal sama sekali seperti Khawarij, dan sebaliknya, tidak menghendaki memberikan otoritas akal secara total sebagaimana Muktazilah dan filsuf.

Menurutnya, Muktazilah berlebihan dalam memberikan otoritas pada akal sehingga mereka mengingkari bahwa akal memiliki batasan. Kritik Al-Ghazali bahwa akal sangat lemah dan tidak pernah netral, sementara Muktazilah menyadarkan pada akal dan bagi mereka akal adalah segalanya. Bagi Al-Ghazali akal sangat subyektif, tergantung siapa yang menggunakan dan untuk apa digunakan. Apa yang dianggap baik oleh satu kelompok belum tentu sama dalam pandangan kelompok lain, sehingga tidak pernah memberikan solusi yang tunggal dan permanen. Akal juga terikat ruang dan waktu sehingga akal pada prasejarah akan berbeda dengan akal manusia modern sekarang karena sifatnya yang dinamis, subyektif dan sulit mencari kepastian. Untuk itu menurut Al-Ghazali akal membutuhkan wahyu untuk mengetahui batasan benar dan salah, baik dan buruk karena dalam beragama manusia membutuhkan kepastian.

Membaca Kembali Pemikiran Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)
Membaca Kembali Pemikiran Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)

Membaca Kembali Pemikiran Al-Ghazali

Al-Ghazali pun mengkritik tajam kalangan yang memahami teks-teks agama secara harfiyah (literalis). Kelompok ini ada dan berhimpun dalam sekte Khawarij yang lahir pada masa fitnah kubro pasca tahkim atau arbitrase antara pasukan Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah serta kelompok Hawasyi, kelompok pinggiran/sempalan yang berada diluar mainstream umat Islam karena pergaulan, pemahaman keagamaannya yang rigid, kaku, literalis dan ekstrim.

Imam Al-Ghazali mengkritik golongan tersebut dengan mengatakan bahwa Al-Qur’an tidak hanya memiliki makna lahiriyah tetapi juga makna bathin (makna tersurat dan makna yang tersirat). Bahkan menurutnya selaras dengan hadits Nabi, bahwa “Al-Qur’an memiliki makna lahir, bathin, had dan mathla.” Disamping itu menurut Al-Ghazali dalam memahami bahasa agama (Al-Qur’an dan Hadits) tidak sesederhana hanya tahu makna literalnya saja itu belum dianggap cukup, tapi juga harus menguasai asbab nuzul, ulumul qur’an, ulumul hadits, dan ushul fiqih. Disamping maqhasid syariah, mantiq, balaghah dan perangkat ilmu lainnya untuk menghasilkan pemahaman dan penafsiran dengan baik.

Pemikiran Al-Ghazali sampai hari ini masih sangat relevan, dan dua teologi yang dikritik Al-Ghazali sampai hari ini pun masih hidup walaupun dalam wujud yang berbeda. Kelompok tekstualis dewasa ini sebagaimana Khawarij menjadi kelompok kaku dan ekstrim dalam beragama, sehingga memunculkan radikalisme dimana-mana, sementara pada posisi sebaliknya para pendewa akal memunculkan kelompok liberalis yang banyak membuat keragu-raguan dan ketidakpastian dalam beragama.

PMII Cabang Tegal

Penulis adalah alumnus Pondok Pesantren Lirboyo dan Krapyak Yogyakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pertandingan PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Selasa, 28 November 2017

GP Ansor Malang Kuatkan Kepeloporan Kader

Malang, PMII Cabang Tegal. Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang menggelar Rapat Kerja Cabang dan Rapat Koordinasi Banser di Villa Refa Bungkoh Dau Malang, Sabtu Ahad (16/17) lalu yang diikuti oleh peserta dari 33 PAC Ansor seKabupaten Malang.

Agenda tersebut bertujuan sebagai  langkah awal untuk menyusun Program Kerja Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Kabupaten Malang 2013 – 2014 yang juga bertujuan menguatkan kepeloporan kader Ansor.

GP Ansor Malang Kuatkan Kepeloporan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Malang Kuatkan Kepeloporan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Malang Kuatkan Kepeloporan Kader

Kader muda Ansor merupakan kader pelopor, penggerak, pengemban, dan pengaman program-program sosial kemasyarakatan. Bahtiar, Ketua Panitia Pelaksana mengatakan, Raker dan Rakor diharapkan dapat berbuah dan menghasilkan kajian strategis untuk mewujudkan kader muda Ansor  yang memiliki dedikasi dan disiplin tinggi.

PMII Cabang Tegal

“Kader Ansor dan Banser  harus mempunyai ketahanan fisik dan mental yang tangguh sebagai agen perubahan di tataran masyarakat luas, penuh daya juang dan menjunjung tinggi nilai religious sebagai banteng ulama serta dalam mewujudkan cita-cita Bangsa dan negara dan kemaslahatan umat,” ucap Bahtiar.

Di sela acara, Gus Tadlo, Satkorcab Banser Kab. Malang menambahkan, pemuda sejatinya memiliki peran dan fungsi strategis dalam akselerasi pembangunan termasuk pula dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara, dan sebagai aktor dalam pembangunan.

PMII Cabang Tegal

“Gerakan Pemuda Ansor dan Banser harus menumbuhkankembangkan fungsi dan peran guna menjawab segala bentuk permasalahan baik internal maupun eksternal organisasi menuju kebijakan organisasi yang lebih baik dalam mewujudkan kader bangsa yang mempunyai kepribadian muslim, kepemimpinan yang tangguh, loyalitas tinggi, berwawasan organisasi, politik dan sosial serta mempunyai keterampilan dan skill yang cukup,” katanya. (Abdul Basyit/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nahdlatul Ulama, Doa, Pertandingan PMII Cabang Tegal

Minggu, 26 November 2017

Saudi Diminta Perbanyak Tanda Berbahasa Indonesia

Jeddah, PMII Cabang Tegal. Menteri Agama RI Suryadharma Ali meminta agar pemerintah Kerajaan Saudi memperbanyak tanda-tanda dan arahan berbahasa Indonesia di Masjidil Harram, Armina dan Masjid Nabawi untuk mempermudah jamaah haji Indonesia melaksanakan ibadah.

Saudi Diminta Perbanyak Tanda Berbahasa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi Diminta Perbanyak Tanda Berbahasa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Saudi Diminta Perbanyak Tanda Berbahasa Indonesia

"Jamaah Indonesia lebih banyak dari pada jamaah Turki, Malaysia, Pakistan, India dan jamaah lainnya jadi sudah sepatutnya Kerajaan Saudi memberi kemudahan dengan memberi tanda dan arah berbahasa Indonesia," kata Suryadharma di Bandara King Abdul Azis, Jeddah, Kamis.

Di sisi lain, dia memberi apresiasi kepada Kerajaan Saudi yang sudah membangun dan memperlebar tempat pelontaran jumrah yang lebih besar dan luas sehingga jamaah tidak berdesak-desakan.

PMII Cabang Tegal

"Sekarang melontar jumrah lebih leluasa tanpa perlu khawatir akan jatuh kurban seperti dahulu," kata Menteri. Dia juga menyebut fasilitas ke Arafah, Muzdalifah dan Mina juga akan semakin baik dengan adanya monorel.

Suryadharma juga memberi apresiasi atas perluasan Masjidil Harram yang akan memberi kenyamanan kepada jamaah untuk beribadah.

PMII Cabang Tegal

Di sisi lain, menjelang wukuf di Arafah, lalu mabit di Muzdalifah dan Mina, Suryadharma mengimbau jamaah Indonesia untuk menjaga kesehatan.

"Jangan sampai pada saat wukuf yang menjadi rukun haji, jamah jatuh sakit," katanya. 

Dia menungkapkan sejumlah jamaah haji mengabaikan makan tiga kali sehari dan menyisihkan biaya hidup dari Kementerian Agama untuk membeli oleh-oleh.

Jamaah mendahulukan oleh-oleh untuk sanak keluarga dan tetangga sementara kesehatannya terganggu lalu jatuh sakit.

Wukuf di Arafah adalah rukun haji, artinya jika tidak wukuf maka haji seseorang tidak sah. Pada jamaah yang sakit di rumah sakit, petugas Indonesia mengangkut mereka dengan ambulans untuk berwukuf di Arafah. Tindakan ini dikenal dengan safari wukuf.

Praktik safari wukuf hanya diberlakukan pada jamaah sakit yang memungkinkan secara medis berjalan dengan ambulans hingga ke Arafah lalu kembali lagi ke rumah sakit.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber   : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Quote, Pertandingan, Fragmen PMII Cabang Tegal

Jumat, 24 November 2017

Resmi Buka Muktamar NU, Jokowi Bersarung

Jombang, PMII Cabang Tegal. Presiden RI Ir H Joko Widodo secara resmi membuka perhelatan Muktamar ke-33 NU. Pembukaan yang terpusat di Alun-alun Jombang ini, Jokowi yang didampingi Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Rais Aam KH Mustofa Bisri, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo menabuh bedug.

Resmi Buka Muktamar NU, Jokowi Bersarung (Sumber Gambar : Nu Online)
Resmi Buka Muktamar NU, Jokowi Bersarung (Sumber Gambar : Nu Online)

Resmi Buka Muktamar NU, Jokowi Bersarung

Dia pun mengucap basmalah untuk membuka secara resmi Muktamar NU yang untuk ke-12 kalinya diselenggarakan di wilayah Jawa Timur ini.

Dalam sambutannya, Jokowi yang hadir didampingi Ibu Negara Iriana ini mengatakan, bahwa sebagai organisasi sosial keagamaan terbesar, peran NU selalu dinantikan. “Baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya, Sabtu (1/8).

PMII Cabang Tegal

Acara pembukaan ini dihadiri oleh para pejabat tinggi negara, Menteri Kabinet Kerja, para pengasuh pondok pesantren tempat lokasi Muktamar, ulama dan kiai sepuh NU, jajaran pengurus Syuriyah, Tanfidziyah, Mustasyar, ‘Awan PBNU, ribuan peserta Muktamar, Mufti dan Kedubes negara-negara sahabat.

PMII Cabang Tegal

Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan Orkestra Bintang 9 yang dipandu oleh paduan suara 1000 santri dan musik religi. Usai acara pembukaan, puluhan ribu warga NU yang memadati Alun-alun Kota Jombang disuguhkan gelegar aneka macam kembang api yang berlangsung sekitar 15 menit. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Quote, RMI NU, Pertandingan PMII Cabang Tegal

Jumat, 17 November 2017

Kompetisi Film Pendek Dokumenter Diluncurkan

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Dalam rangka Muktamar ke-33 NU yang akan digelar di Jombang, 1-3 Agustus mendatang, panitia menggelar lomba film pendek dokumenter. Pendaftaran dibuka hingga 10 Juli 2015, dengan total hadiah 45 juta rupiah.

Kompetisi Film Pendek Dokumenter Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kompetisi Film Pendek Dokumenter Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kompetisi Film Pendek Dokumenter Diluncurkan

Menurut Ketua Muktamar ke-33 NU H Imam Aziz acara lomba tersebut merupakan upaya penting untuk membangkitkan film di kalangan NU, terutama anak muda.

“Ini membangkitkan nostalgia bagaimana organisasi NU, tidak hanya mengakomodasi, tapi mendorong dan menjadi pelaku gerak budaya di indonesia,” katanya pada peluncuran dengan tajuk “Peluncuran Kompetisi Film Pendek Dokumenter dan 100 Hari Wafat Alex Komang” di gedung PBNU, Jakarta, (27/5).

PMII Cabang Tegal

Ia menjelaskan, pada muktamar ke-33 nanti, NU mengemban tema yang berat, yaitu meneguhkan Islam Nusantara untuk peradaban Indonesia dan dunia.

Islam Nusantara, menurut dia, adalah islam yang melakukan “ekstraksi”, mengambil saripati dan kemudian disesuaikan dengan keadaan di mana dia tumbuh. Islam di Aceh, Sunda, Jawa, Kalimantan, Tidore memiliki warnanya sendiri.

PMII Cabang Tegal

Menurut dia, saat ini NU belum mampu melakukan koneksi intens ke budaya-budaya itu secara maksimal. Karenanya dengan mengapresiasi film ini, adalah peran NU yang merasa berkawijaban mempertahankan dan menyebarluaskan hal itu.

Ia merasa sangat senang jika kompetisi tersebut diikuti anak-anak muda NU baik di sekolah umum maupun di pesantren.

Bagi yang ingin mengikuti kompetisi tersebut, sila kunjungi situs resmi Muktamar ke-33 NU http://muktamar.nu.or.id/lomba-film-pendek/. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Warta, Pertandingan, Kiai PMII Cabang Tegal

Selasa, 14 November 2017

Perang Saudara dan Konflik Aliran di Irak adalah Kebohongan AS

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Kekhawatiran berbagai kalangan terhadap masa depan Irak pasca eksekusi mati mantan Presiden Irak Saddam Hussein juga dirasakan oleh Iran. Duta Besar Iran untuk Indonesia Behrooz Kamalvandi menyatakan, propaganda tentang perang saudara dan konflik aliran yang terjadi di negeri kaya minyak itu merupakan kebohongan besar yang dibuat Amerika Serikat (AS)

Perang Saudara dan Konflik Aliran di Irak adalah Kebohongan AS (Sumber Gambar : Nu Online)
Perang Saudara dan Konflik Aliran di Irak adalah Kebohongan AS (Sumber Gambar : Nu Online)

Perang Saudara dan Konflik Aliran di Irak adalah Kebohongan AS

“Yang dipropagandakan di Irak adalah perang saudara di antara aliran-aliran di dalam agama Islam di Irak. Tetapi, menurut kami, propaganda itu adalah kebohongan yang dibuat oleh negara adikuasa, terutama AS,” kata Behrooz usai bertemu dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi, di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (3/1).Behrooz menilai, kekacauan dan maraknya tindak kekerasan yang terjadi setelah tergulingnya Saddam, tidak lain adalah perbuatan AS sendiri. “Pembunuhan dan peledakan di Irak itu sangat profesional dan tidak bisa dilakukan oleh orang-orang biasa. Menurut kami, peledakan dan pembunuhan di Irak, semuanya dimotori oleh AS. Tapi pelaksananya adalah anak buah Saddam dari Partai Baath,” terangnya.

Dalam kunjungan yang memang bertujuan membahas nasib Irak dan masalah-masalah besar yang sedang dihadapi umat Islam saat ini pada umumnya, Behrooz menyebut AS beserta sekutunya telah melakukan upaya sistematis untuk memperburuk citra Islam. Menurutnya, AS terus mempropagandakan bahwa Islam adalah agama kekerasan.

Selain itu, katanya, apa yang dilakukan AS juga dalam rangka memertahankan sekaligus memerluas ketidakamanan di negeri 1001 Malam tersebut. Pertengkaran di antara kelompok Syiah-Sunni dan Kurdi—sebagaimana dipropagandakan AS, menurutnya, sangat tidak berdasar.

“Dalam propaganda itu, mereka (AS dan sekutunya) selalu bilang bahwa di Irak itu terjadi konflik Syiah-Sunni dan Kurdi. Padahal itu adalah sangat tidak benar. Karena kebanyakan warga Kurdi di Irak itu adalah ahlussunnah wal jamaah. Oleh karena itu umat Islam harus sadar akan fitnah itu,” urainya.

PMII Cabang Tegal

Sebagai negeri yang cadangan minyaknya sangat besar, lanjut Behrooz, AS beserta negara-negara Barat yang menjadi sekutunya tak akan membiarkan Irak menjadi aman. Negara adikuasa itu akan terus menebar ketidakamanan pada rakyat Irak agar mudah dalam upaya menguasai sumber daya alam yang melimpah itu.

“Irak terus diperhatikan oleh negara adikuasa, khususnya Inggris dan AS. Irak adalah negara yang punya cadangan minyak yang kaya dan terletak di daerah penting. Sayangnya, yang dihadapai rakyat Irak adalah ketidakamanan dan Barat terus memperluas ketidakamanan di Irak,” paparnya.

PMII Cabang Tegal

Usulkan Konferensi Internasional

Sementara itu, KH Hasyim Muzadi menyatakan bahwa dirinya telah mengusulkan kepada pemerintah Iran agar menggelar konferensi internasional yang khusus membahas masa depan Islam pasca-hukuman mati mantan pemimpin Partai Baath itu. Tujuannya, katanya, adalah untuk menetralisir opini yang berkembang di masyarakat internasional bahwa hal itu bukanlah persoalan yang diakibatkan oleh agama.

“Saya menyampaikan usulan dan masukan kepada Iran melelaui Yang Mulia Dubes Iran di Indonesia untuk mengadakan konferensi Internasional tentang solusi dan peredaan konflik di Iraq,” ujar Hasyim yang juga Presiden World Conference on Religion and Peace (WCRP).

Menurut Hasyim, hal itu penting dilakukan supaya pemutarbalikan isu tidak semakin ‘meracuni’ dunia. Saat ini, katanya, yang selalu diberitakan di media massa adalah pertikaian antar-aliran di dalam Islam. “Padahal faktor yang melatarbelakangi pertikaian tadi, bukan Kurdi Syiah dan Sunni. Tetapi adalah masalah kekuasaan Saddam, intervensi asing dan masalah pemecahbelahan. Nah ini harus dikembalikan duduk masalahnya,” ungkapnya.

Hasyim mengaku merasa perlu bahwa Iran cukup tepat untuk menyelenggarakan konferensi internasional tersebut, karena selain memiliki kompetensi dan kewenangan, negara pimpinan Presiden Mahmoud Ahmadinejad itu memiliki keterkaitan sejarah dengan Irak, yakni perang selama 8 tahun sejak tahun 1980.

Meski demikian, dalam kesempatan itu, Hasyim menyatakan tidak keberatan jika NU diminta untuk memfasilitasi konferensi internasional itu. “Apabila NU diminta memfasilitasi konferensi itu, sepanjang NU mampu, insyaallah akan dilaksanakan. Karena ini untuk keselamatan umat Islam dan juga dalam rangka perdamaian dan keadilan dunia,” tandas Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars (ICIS) itu. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal RMI NU, Pertandingan, Berita PMII Cabang Tegal

Sabtu, 04 November 2017

Semarak Peringatan Harlah ke-20 Muslimat NU Majalengka

Majalengka, PMII Cabang Tegal. Pimpinan Muslimat NU Majalengka menggelar lomba tabuh rebana di Gedung Yayasan Shirotul Hilmy Bantarwaru, Ligung, Majalengka, Ahad (25/1) pagi. Peserta lomba yang menyemarakan harlah ke-20 Muslimat NU Majalengka ini berasal dari perwakilan ranting di setiap kecamatan yang diseleksi.

Semarak Peringatan Harlah ke-20 Muslimat NU Majalengka (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Peringatan Harlah ke-20 Muslimat NU Majalengka (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Peringatan Harlah ke-20 Muslimat NU Majalengka

Ketua Muslimat NU Majalengka Hj Afiyah Ilyas Helmy mengatakan, agenda ini diawali dari inisiatif dari tiap-tiap kecamatan yang ingin memeriahkan Hari lahir Muslimat NU Majalengka ke 20 tentunya dibarengkan dengan agenda Harlah NU.

Hj Afiyah menambahkan, “Lomba ini menjadi wujud komitmen kami dalam mensyiarkan tradisi NU di kalangan ibu sehingga kelak mereka mengarahkan anak-anaknya untuk berkiprah bersama dalam keluarga besar NU Majalengka.”

PMII Cabang Tegal

Ia berharap semoga perlombaan ini menjadi sebuah kekuatan dalam mengembangkan dan memberdayakan nahdliyat untuk senantiasa menjaga terlaksananya Islam Aswaja di tengah masyarakat.

PMII Cabang Tegal

Setiap pemenang akan diberikan waktu untuk tampil pada puncak acara yang akan digelar pada 2 Februari mendatang di balai desa Bantarwaru, Ligung, Majalengka. (Aris Prayuda/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pertandingan PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock