Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

Peduli Lingkungan, SMA Al-Muayyad Sambangi Kampung

Sukoharjo, PMII Cabang Tegal. Memanfaatkan jeda di akhir semester pertama ini, SMA Al-Muayyad Surakarta (SMALTA) mengadakan kegiatan kunjungan ke masyarakat. Kegiatan yang sudah berjalan untuk kedua kalinya ini diadakan di Desa Banmati, Kabupaten Sukoharjo.

Di tempat tersebut, para siswa yang notabene merupakan santri pondok, diajak untuk lebih dekat dan peduli kepada masyarakat. “Kami ingin dari kegiatan ini, para santri lebih mengenal kehidupan dan peduli dalam bermasyarakat. Sehingga nanti ketika mereka terjun ke masyarakat, mereka bisa lebih siap,” terang salah satu guru SMALTA, Muhammad Misbah kepada PMII Cabang Tegal, Senin (22/12).

Peduli Lingkungan, SMA Al-Muayyad Sambangi Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Lingkungan, SMA Al-Muayyad Sambangi Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Lingkungan, SMA Al-Muayyad Sambangi Kampung

Kegiatan yang dilakukan santri diawali dengan kerja bakti lingkungan. Para siswa ditugaskan untuk membersihkan jalanan kampung dan sebagian di halaman rumah warga. “Acara kerja bakti sampai siang kemudian bada Ashar dilanjut Muqoddaman dan bada Isya ditutup dengan acara pengajian bersama warga,” papar Misbah.

PMII Cabang Tegal

Seorang siswi, Dina Qoyyima, menuturkan, kegiatan kunjungan ke kampung ini memberikan banyak manfaat. “Semoga kelakm kami mampu mengapresiasikan apa yang telah di ajarkan di pondok pesantren sesuai dengan keadaan lingkungan sekitar. Serta nilai yang terkandung dalam acara ini adalah kekeluargaan, kekompakan dan religius,” ujar siswi kelas XII IPA itu. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Lomba PMII Cabang Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Wakil Rais NU Jateng Minta Kantor DPD Dibuka untuk Publik

Semarang, PMII Cabang Tegal - Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah Muhammad Adnan merasa galau atas kurang dikenalnya lembaga legislatif bernama Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (Fisip Undip) ini prihatin mengapa tidak hanya orang awam yang kurang mengenal DPD. Sewaktu ia mencoba menanyakan kepada mahasiswa, ternyata ada yang masih belum begitu mengetahui tentang lembaga perwakilan daerah yang kalau di Amerika populer dengan sebutan "senat" tersebut.

“Di negeri kita ada lembaga legislatif selain DPR. Yaitu DPD. Tapi masyarakat banyak yang belum mengenalnya. Bahkan mahasiswa pun ada yang masih kurang mengetahui,” tuturnya saat menjadi pembicara dalam Sosialisasi Kelembagan DPD RI di Aula Fisip Undip, baru-baru ini.

Wakil Rais NU Jateng Minta Kantor DPD Dibuka untuk Publik (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Rais NU Jateng Minta Kantor DPD Dibuka untuk Publik (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Rais NU Jateng Minta Kantor DPD Dibuka untuk Publik

Acara tersebut diselenggarakan oleh DPD RI Jateng yang dihadiri oleh salah satu anggotanya, Ahmad Muqowwam. Pembicara selain Adnan ialah Dosen Ilmu Pemerintahan Fisip Undip Priyatno Harsasto. Kurang lebih 300 mahasiswa Undip dan utusan lembaga lain menghadiri acara tersebut.

Adanan mengusulkan agar Jawa Tengah mempelopori pemanfaatan kantor DPD yang ada di Jalan Imam Bonjol Semarang untuk umum. Siapa pun boleh datang mencari informasi, bertemu wakil daerahnya atau memakai gedung tersebut untuk keperluan yang bermanfaat. Secara khusus mantan ketua PWNU Jateng dua periode yang pernah nyalon Wakil Gubernur Jateng ini meminta Ahmad Muqowwam merealisasikan usulannya itu.

PMII Cabang Tegal

“Pak Muqowwam, saya mohon Jateng menjadi pelopor. Buka saja kantor DPD untuk publik. Agar rakyat kenal wakil daerahnya. Agar seperti orang Amerika mengenal senator mereka,” tuturnya dengan nada canda.

PMII Cabang Tegal

Priyatno Harsasto dalam paparannya menimpali, bahwa tidak hanya mahasiswa yang perlu mengenal DPD. Para dosen pun menurutnya masih perlu mengenal DPD, agar ketika memberikan materi kuliah bisa lengkap dan akurat.

Sopir Taksi Mengira Kantor Organda

Anggota DPD RI asal Jateng Ahmad Muqowwam ketika berbicara menceritakan, ia punya pengalaman lucu ketika naik taksi di Jakarta hendak menuju kantornya di Senayan.? Kala menaiki taksi dan meminta diantar ke kantor DPD, sopir mengira yang dimaksud adalah Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Angkutan Darat (DPD Organda).

“Tolong? saya diantar ke kantor DPD ya Pak,” ucap Muqowwam begitu menutup pintu taksi. Sopir pun bertanya: “DPD Organda DKI ya Pak?”

Pengalaman lain, sopir taksi mengira DPD itu kantor partai. Ketika ia menumpang taksi dan memberi perintah yang sama, sopir bertanya: “DPD yang bapak tuju itu DPD PDI P apa DPD Golkar?”

Muqowwam mengaku tersenyum geli sekaligus prihatin, betapa tidak dikenalnya lembaga tempat dia menjadi senator. Hadirin kompak tertawa riuh saat ia menceritakan? kisah lucu itu.

“Gerrrr…. Hahahaa….” Seru hadirin seperti koor. (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kyai, Sejarah, Lomba PMII Cabang Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

PMII Cirebon Gelar Sekolah Cinta Perdamaian

Cirebon, PMII Cabang Tegal. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cirebon menggelar Sekolah Cinta Perdamaian (Setaman) bekerja sama dengan Fahmina Institute di Pesantren Salafiyah Bode Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (26/10). Acara ini dihadiri puluhan anggota dan kader perwakilan dari setiap komisariat dan perwakilan pesantren.

M. Yazidul Ulum, Ketua PC. PMII Cirebon, mengatakan Sekolah Cinta Perdamaian ini bermaksud mengajak para mahasiswa untuk menjadi penggerak perdamaian di lingkungan masing-masing. “Penggerak perdamaian dimulai dari lingkungan terkecil menebarkan damai, yang jika terus-menerus dilakukan akan semakin luas perdamaian yang kita harapkan,” kata Yazid.

PMII Cirebon Gelar Sekolah Cinta Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Cirebon Gelar Sekolah Cinta Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Cirebon Gelar Sekolah Cinta Perdamaian

Beberapa materi disampaikan dalam Setaman ini oleh KH. Marzuki Wahid, Rosidin, Alifatul Arifiati, dan Abdul Rosidi. “Lain dulu lain sekarang, dulu perbedaan dijadikan kekuatan untuk memajukan negara-bangsa, sekarang ini banyak sekali konflik kekerasan, tawuran, saling mengejek, bullying antar kelompok karena satu kelompok dianggap berbeda oleh kelompok yang lain. Seolah-olah kita sudah kehilangan akar kebangsaan kita yang menjunjung tinggi perdamaian,” jelas Marzuki Wahid yang menyampaikan materi Sejarah pembentukan Negara-bangsa Indonesia.

PMII Cabang Tegal

Sementara Rosidin, salah satu narasumber, menyampaikan, konflik yang terjadi akibat perbedaan pandangan khususnya terkait agama banyak terjadi di sekeliling kita. “Kita harus memahami konflik sebagai sesuatu yang positif. Konflik akibat perbedaan paham keagamaan? ? bisa diselesaikan. Beragam jenis kelamin, suku, etnis, bahasa justru menjadi kekuatan untuk bergandengan tangan. Kita mesti damai dalam perbedaan,” ungkap Direktur Fahmina Institute yang menyampaikan materi Memahami Konflik, Membangun Perdamaian.

Sedangkan materi Internet Positif dan Menulis Cinta Damai disampaikan oleh Abdul Rosidi. Rosidi mengatakan fenomena maraknya berita, tulisan, gambar, dan video yang berhamburan di dunia maya sangat membahayakan.

PMII Cabang Tegal

“Sudah saatnya kita menulis dan mengkampanyekan perdamaian lewat internet apalagi media sosial (medsos). Anak muda atau mahasiswa sekarang lebih memilih internet sebagai alat untuk mencari atau menrima informasi. Jadi internet ini bisa menjadi pilihan untuk menyampaikan ide-ide dan gagasan dalam mengkampanyekan perdamaian,” tandas Redaktur Fajar Cirebon Online. (Ayub Al Ansori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Lomba, Habib, Pesantren PMII Cabang Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

IPPNU Siapkan Pelantikan Pengurus Baru

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) tengah mempersiapkan waktu dan tempat pelantikan pengurus baru pengurus PP IPPNU hasil pemilihan kongres ke-XVI di Pelembang akhir 2012 lalu.



IPPNU Siapkan Pelantikan Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Siapkan Pelantikan Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Siapkan Pelantikan Pengurus Baru

Demikian dikatakan oleh Sekretaris Umum PP IPPNU Wildatus Tsururoh kepada PMII Cabang Tegal per telepon, Senin (11/3) petang.

Menurut Wilda, kemungkinan pelantikan pengurus baru akan jatuh pada tanggal 15 Maret 2013. Karena, PP IPPNU mengikuti jadwal kosong Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang baru pulang umroh tanggal 11 Maret ini.

“Kita rencananya mengambil tempat di Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini, Jakarta Pusat. Namun, jadwal kegiatan di TIM sudah penuh pada tanggal rencana pelantikan,” kata Wilda.

PMII Cabang Tegal

Karenanya, jajaran panitia pelantikan kini memiliki dua alternatif tempat, Hotel Akasia dan Perpustakaan Nasional. Kita akan mempertimbangkan kembali tempat yang cocok untuk pelantikan ke depan, tambah Wilda.

Pelatikan pengurus PP IPPNU masa bakti 2012-2015 meleset dari jadwal semula, awal Maret 2013. Perubahan jadwal pelantikan disebabkan antara lain penyesuaian dengan jadwal tamu undangan.

PMII Cabang Tegal

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Fragmen, Sholawat, Lomba PMII Cabang Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

PMII Purworejo Bimbing Calon Aktivis Sosial

Purworejo, PMII Cabang Tegal. Pengurus PMII Purworejo menggelar Training Of Fasilitator (TOF) selama tiga hari, Kamis-Sabtu (29-31/1) di desa Cuweran Lor kecamatan Loano, Purworejo. Sedikitnya 38 kader PMII dari tiga komisariat mengikuti pelatihan yang didampingi instruktur dari Semarang dan Yogyakarta. Mereka dibekali perangkat yang cukup untuk memecahkan persoalan di masayarakat.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi sistem kaderisasi informal yang sudah menjadi program kerja organisasi. Training ini sangat penting dan dibutuhkan oleh kader agar mereka menjadi terampil saat berbicara didepan umum," kata ketua panitia M Fadli, Jumat (30/1).

PMII Purworejo Bimbing Calon Aktivis Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Purworejo Bimbing Calon Aktivis Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Purworejo Bimbing Calon Aktivis Sosial

Kegiatan yang mengambil tema “Metodologi Pelatihan Fungsi dan Peranan Fasilitator Transformatif” ini justru sangat dibutuhkan oleh para peserta ketika telah selesai kuliah dan membaur bersama di tengah masyarakat terutama saat melakukan sebuah advokasi terhadap sebuah persoalan yang terjadi di masyakarat.

PMII Cabang Tegal

"Mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial untuk terus mengawal sebuah perubahan. Tanpa mengusai teknik fasilitasi ini tentu hasilnya tidak akan maksimal," tambahnya.

PMII Cabang Tegal

Sementara itu, Ketua PMII Purworejo Muhamad Arifin mengatakan, kaderisasi baik formal, non formal, maupun informal merupakan upaya pembentukan kader yang mampu menjawab tantangan zaman.

"Padahal pendidikan yang seharusnya dapat dijadikan sebagai ? mediasi transformasi sosial guna menciptakan tatanan masyarakat yang lebih adil justru kini berlaku sebaliknya. Maka forum-forum training seperti ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada kader serta mengembalikan pendidikan kepada ril yang sesungguhnya," tandasnya.

Lebih lanjut Arifin berharap, usai pelatihan ini para alumni mampu memberikan warna baru dalam hal wacana ataupun pengetahuan guna memberikan daya dorong para pengkaderan di lingkup kampus mengingat semakin parahnya nalar mahasiswa yang cenderung malas berorganisasi.

"Kenyataan hari ini kita dihadapkan pada sikap mahasiswa kebanyakan yang tidak lagi memiliki jiwa sosial yang tinggi bahkan cenderung hedonis. Kuliah hanya dijadikan sebagai mode dan tren untuk menunjukkan status sosial kepada masyarakat lain. Ini yang sebenarnya juga menjadi tantangan para kader setelah mereka selesai mengikuti training ini," katanya. (Lukman Hakim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pahlawan, Quote, Lomba PMII Cabang Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Betapa Zalimnya Bulog!

Yogyakarta, PMII Cabang Tegal. Kinerja pengadaan beras Badan Urusan Logistik (Bulog) mengalami kemunduran dari waktu ke waktu. Anehnya, hal itu justru menjadi alasan untuk mengimpor beras, dan para menteri ekonomi pun sepakat. Akhir September atau awal Oktober ini dipastikan 210 ribu ton beras impor akan mengacaukan harga beras nasional.

Berdasarkan data dari Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) Universitas Gadjah Mada (UGM), pada 2006 stok beras Bulog mengalami penurunan drastis. Untuk Mei 2006 terjadi under stok. Lepas panen raya stok Bulog cuma 1.480.965 ton. Padahal pada 2005 bulog punya cadangan beras sebesar 1.827.388 ton dan pada 2004 sebesar 2.626.867 ton.

Betapa Zalimnya Bulog! (Sumber Gambar : Nu Online)
Betapa Zalimnya Bulog! (Sumber Gambar : Nu Online)

Betapa Zalimnya Bulog!

“Ini fakta dasar. Bulog sendiri yang kemudian mengusulkan untuk impor, dan para menteri setuju,” kata Peneliti PSPK UGM yang juga Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta KH. Mochamad Maksum kepada PMII Cabang Tegal, Jum’at (8/9).

Hasil kalkulus baru pengadaan beras bulog Januari 2006 sampai Agustus 2006 hanya berhasil 60,14 persen saja. Dari rencana 2.065.000 ton hanya terealisir 1.242.254 ton.

“Masalahnya Jelas. Kinerja pangan disengaja jelek agar pantas akhir 2006 ini dapat legitimasi impor. Ini sangat bodoh. Gagal stok kog malah impor. Begini kog ya ditolelir. Banyak indikasi yang menunjukkan betapa zalim dan bodohnya Bulog," kata Maksum.

PMII Cabang Tegal

Dikatakannya, hal paling ditakutkan para petani adalah dampak psikologisnya impor beras itu di pasaran. Jumlah 210 ribu ton itu tidak seberapa jika dibanding dengan surplus beras di Jawa tengah tahun ini, misalnya, yang berkisar sampai 1,5 juta ton.

“Gara-gara impor yang jumlahnya tidak seberapa itu harga harga beras dimana-mana anjlok. Di beberapa daerah ada yang harganya turun sampai Rp 400-Rp 450 per kg,” kata Maksum.

Selain itu dari pengalaman impor selama ini banyak oknum yang mendompleng kebijakan itu. Jumlah beras impor ilegal yang dimasukkan eksportir yang mendompleng kebijakan itu bisa menjadi beberapa kali lipat dari kuota impor pemerintah.

Begini-ini yang menjadi biang utamanya adalah Bulog. Jadi secra fungsional diragukan managemennya, ya dibubarkan saja atau direformasi lembaganya,” ujar Maksum. (nam)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kyai, Lomba, Nasional PMII Cabang Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Tim Kirab Resolusi Jihad Awali Perjalanan dari Banyuwangi

Banyuwangi, PMII Cabang Tegal. Setelah menempuh perjalanan dengan kereta api selama hampir dua belas jam, Tim Kirab Resolusi Jihad 2016 yang diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen Jakarta, tiba di Stasiun Gubeng Surabaya, Selasa (11/10) pukul 23.40 WIB.

Tim Kirab Resolusi Jihad Awali Perjalanan dari Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Kirab Resolusi Jihad Awali Perjalanan dari Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Kirab Resolusi Jihad Awali Perjalanan dari Banyuwangi

Empat jam berikutnya, Rabu (12/10) pagi, anggota tim yang berjumlah 67 orang, meneruskan perjalanannya ke Banyuwangi, masih dengan transportasi kereta api.

Stasiun Kalibaru adalah stasiun tujuan tim. Sebelum jam sebelas siang, tim tiba di sana. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, menyambut Tim Kirab Resolusi Jihad.

Dari Stasiun Kalibaru, tim dibagi dalam tiga bus, untuk meneruskan perjalanan ke Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Banyuwangi. Pondok Pesantren yang didirikan pada 1951 ini, menjadi lokasi pelepasan tim Kirab Resolusi Jihad 2016 pada esok harinya.?

PMII Cabang Tegal

Tim tiba di pondok pesantren yang saat ini memiliki 6000 santri itu sekira setengah jam sebelum tiba waktu dzuhur. Tim segera menikmati makan siang yang disediakan panitia lokal.

Anggota tim menikmati waktu istirahat yang cukup lama yakni hingga waktu Maghrib. Setelah sholat Isya, barulah tim disibukkan dalam sejumlah kegiatan. Pertama adalah sowan ke pengasuh pondok pesantren. Peserta perempuan sowan kepada Ibu Nyai Handariyatul Masruroh.

Syam, peserta perwakilan dari Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWP PBNU), menceritakan salah satu pesan Nyai Masruroh bahwa menjadi santri tidak boleh malu. Dahulu, santri diidentikkan dengan pribadi yang tidak tahu apa-apa. Namun sekarang tidak lagi.

PMII Cabang Tegal

“Ruh pesantren ada pada tafaqquh fiddin (memperdalam ilmu-ilmu agama). Oleh sebab itu lembaga pendidikan Islam seperti madrasah dan pesantren yang menjadi titik awal pendidikan, harus dikembangkan,” ujar Nyai Masruroh.

Sementara itu, peserta pria melakukan sowan kepada KH Ahmad Hisyam Syafaat. Kepada peserta, Kiai Hisyam mengatakan peran NU dan pesantren dalam perjuangan kemerdekaan sangat besar. Sayangnya perhatian dari negara terhadap pesantren belum maksimal.?

Walaupun demikian, NU dan pesantren akan tetap berjuang untuk membela NKRI, dengan terus menjaga dan mengembangkan ? tradisi keilmuan yang ada di pesantren. Kiai Hisyam menegaskan membela NKRI merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.

Setelah melakukan sowan, tim kembali bergabung untuk melakukan ziarah ke makam para pendahulu dan pendiri pesantren, yang masih terletak di area pesantren. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Berita, Lomba PMII Cabang Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Warga Cirebon-Majalengka Berdzikir di Tegal

Tegal, PMII Cabang Tegal. Ribuan warga memadati Masjid Kasepuhan Ki Ageng Anggawan Desa Kalisoka Kabupaten Tegal. Mereka tidak hanya datang dari sekitar Tegal saja tetapi didominasi oleh warga Cirebon dan Majalengka. Mereka bergabung dalam jamiyah Al Hidayah,  yang sengaja berkumpul untuk berdzikir dengan mengumandangkan sholawat Nariyah.

Warga Cirebon-Majalengka Berdzikir di Tegal (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Cirebon-Majalengka Berdzikir di Tegal (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Cirebon-Majalengka Berdzikir di Tegal

“Kami sengaja melakukan kegiatan ini secara rutin , setiap sebulan sekali dan berkeliling , rencananya sih mau se Indonesia,” kata Ketua Panitia Ustadz Shomadi (42), warga Losari, saat datang bersama rombongan, Kamis (31/1) sore lalu. . 

Dzikir dimulai ba’da Isya, dan sebelum berdzikir rombongan terlebih dahulu berziarah ke makam yang sudah ditentukan oleh panitia. “Untuk wilayah tegal ini kami berziarah di Makam Ki Ageng Anggawa dan pangeran Purbaya, karena memang makamnya memeang kebetulan dekat dengan Masjid, dan dzikir ini kami akan laksanakan setelah shalat isya,” jelas Shomadi  

PMII Cabang Tegal

Shomadi membawa rombongan 15 Bus yang kebanyakan kaum hawa. “Kami juga meminta tenaga  keamanan kepada Banser di daerah Tegal sendiri, karena kami mendatangkan ribuan orang jadi barang kali ada hal yang tidak diinginkan,” katanya. 

Rombongan juga datang dari Semarang dan daerah-daerah lain, bukan saja hanya dari Cirebon dan Majalengka. “Mereka datang atas keinginan sendiri tanpa adanya paksaan dari siapapun , murni dari hati mereka untuk berdoa bersma-sama,” beber ustadz berkacamata itu. 

PMII Cabang Tegal

Rangkaian acara dimulai dengan tawasulan para Nabi, Malaikat, Sahabat, Tabi’in, Tabi’in Tabi’it, para ulama dan wali-walinya Allah. Tawasulan berlangsung cukup lama. Sesudahnya diadakan pembacaan wirid. Diantaranya adalah membaca sholawat nariyah sebanyak 33 kali secara berjama’ah.

Di penghujung acara do’a, ketika doa dimunajatkan, tak hentinya air mata bergelimang membasahi pipi-pipi pengununjung. Durasi do’a pun tak sperti biasanya lama dan menyentuh hati. Dzikir sendiri memakan waktu sekitar 2 jam.

Torikin (30)  salah  satu pengunjung asal Tegal mengaku terharu dengan datangnya jam’yah dari Cirebon karena baru kali ini ada jamiyah dari luar kota yang sengaja mengajak berdo’a bersama-sama untuk keselamatan bangsa dan umat Islam. 

“Saya terus terang saja merasa berterimakasih kepada rombongan, yang telah mendoakan kami semua, dan apabila kesempatan datang ke tempat ini, juga kami sangat beruntung didatangi untuk kedua kalinya,” harapnya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz 

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Lomba PMII Cabang Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Pesantren Hadi Sakti Taklukkan Darul Falah 5 Gol tanpa Balas

Mataram, PMII Cabang Tegal - Pertandingan Sepak Bola Liga Santri Nusantara yang mempertemukan Pesantren Hadi Sakti Kota Mataram dan Pesantren Darul Falah Mataram berakhir dengan skor 5-0 untuk Pesantren Hadi Sakti.

Bermain di lapangan TNI AU? ? Rembige Kota Mataram, Ahad (21/8) sore. Para pemain Hadi Sakti? kerap memainkan umpan pendek. Mereka menggunakan formasi 3:4:3 dalam melawan tim? kesebelasan Pesantren Darul Falah asuhan Rais Syuriyah PCNU Kota Mataram TGH Mustiadi Bahar.

Pesantren Hadi Sakti Taklukkan Darul Falah 5 Gol tanpa Balas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Hadi Sakti Taklukkan Darul Falah 5 Gol tanpa Balas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Hadi Sakti Taklukkan Darul Falah 5 Gol tanpa Balas

Serangan Srinata dengan nomor punggung 7 kerap menembus pertahanan lawan bagian delapan sehingga menghasilkan gol dengan kedudukan 1-0 pada babak pertama. Tidak lama kemudian, Pesantren Hadi Sakti menggandakan keunggulan menjadi 2-0 melaui tendangan pemain nomor 4. Skor 2-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Di babak kedua, Pesantren Darul Falah kembali kebobolan 3 gol tanpa balasan melalui tendangan nomor 4, 9, dan 10 hingga kemengan Hadi Sakti atas Darul Falah 5:0.

PMII Cabang Tegal

Di hari yang sama Pesantren Bayyinul Ulum Lombok Utara yang meraih juara Zona NTB tahun 2015 lalu menang telak dengan skor 4-1 atas kesebelasan Pesantren Al-Islahudiny Kediri Lombok Barat. (Hadi/Alhafiz K)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Aswaja, Lomba, Kajian PMII Cabang Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Pekik Kemerdekaan dari Dalam Pesantren

Demak, PMII Cabang Tegal - Tak seperti malam biasanya, khusus menyambut peringatan hari kemerdekaan ke-72 RI kegiatan pondok? diliburkan. Sekitar 500-an santri berkumpul di halaman pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen, Demak, Jawa Tengah, memakai sarung, baju lengan panjang, dan peci hitam pada Rabu (16/8)

Mereka membentuk barisan layakanya tentara. Menghadap kiblat. Beberapa lampu pondok sengaja dipadamkan. Hanya ada satu sumber cahaya, yaitu sebuah lampu yang digantung di pohon kelapa di muka barisan.

Pekik Kemerdekaan dari Dalam Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekik Kemerdekaan dari Dalam Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekik Kemerdekaan dari Dalam Pesantren

Di tengah-tengah halaman, sebuah bambu berdiri ditopang segitiga bambu yang menyerupai tripod dengan tali pengerek bendera menjulur. Di sebelah utara barisan berdiri sekelompok santri dengan seragam sarung, jas, dan peci hitam. Mereka adalah pasukan paskibraka pondok. Di samping mereka, berdiri secara terpisah komandan upacara, petugas pembaca undang-undang, dan pengiring inspektur.

Petugas pun memulai upacara. Sang komandan memasuki lapangan. Semua santri tampak tenang dan khidmat. Angin malam berembus sepoi-sepoi, menyapu daun, lalu menimbulkan bunyi sayup-sayup. Menambah khusyuk suasana.

PMII Cabang Tegal

Segenap pengurus dan dewan asatidz pondok pun turut serta di dalamnya. Berbaris di sebelah selatan berhadapan dengan pasukan paskibraka pada jarak kurang lebih 20 meter. Salah satu pengurus, Kang Ahmad Sahal, bertindak sebagai inspektur upacara.

PMII Cabang Tegal

Begitu dipersilakan, Kang Sahal memasuki lapangan menaiki meja kecil yang sudah dipersiapkan. Sang komandan lalu mengintruksikan hormat pada inspektur dan seluruh peserta mengikutinya.

Suasana menjadi semakin hening ketika petugas paskibraka bergerak. Saat bendera telah siap dan semua pasukan mengambil sikap hormat, semua santri bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya. Mereka tampak bersemangat, suaranya melengking tinggi, seolah-olah ingin didengarkan oleh makhluk seantero jagad.

Pekik kemerdekaan menggema ketika inspektur upacara menyampaikan amanat. "Merdeka! Merdeka! Merdeka!" Semua santri memekik dengan tangan mengepal. Dalam amanatnya, Kang Sahal menekankan pentingnya mensyukuri kemerdekaan.

"Sebagai santri, cara mensyukuri kemerdekaan adalah dengan mengaji, mengaji, dan mengaji," ucapnya dengan lantang.

Kang Sahal juga mengingatkan bahwa NKRI adalah harga mati. Ia menuturkan bahwa sekarang banyak ormas yang tidak mencintai tanah airnya, tidak segaris dengan konstitusi.

"Kita harus mencintai tanah air, karena hubbul wathan minal iman (cinta tanah air bagian dari iman)." tegasnya.

Upacara itu diakhiri dengan penyalaan petasan kembang api di beberapa sudut pesantren. Kembang api itu membubung tinggi ke langit, menciptakan cahaya yang indah dan bunyi-bunyi yang meriah.

Upacara kemerdekaan merupakan tradisi rutinan di pondok pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak, sebagaimana di Pesantren-pesantren yang lain.

"Setiap malam tanggal 17 Agustus kami selalu melakukan upacara kemerdekaan. Bagi kami ini juga bagian dari mengamalkan hubbul wathan minal iman," ucap Kang Solihul Hadi, salah satu pengurus Futuhiyyah. (Muhammad Salafuddin/Ben Zabidy/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Lomba PMII Cabang Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Ilmu Kanuragan Pagar Nusa di Bawah Kendali Ulama

Klaten, PMII Cabang Tegal - Ketua Umum (Plt) Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa, Ajengan Mimih Haeruman, hadir dalam pembukaan kegiatan Jambore I Pagar Nusa se-Soloraya dan DIY,? yang diadakan oleh Pengurus Cabang Pagar Nusa Kabupaten Klaten, belum lama ini (21/10).

Dalam sambutannya, Ajengan Mimih menyampaikan bahwa nama Pagar Nusa itu bisa diartikan secara fleksibel, akan tetapi bermuara pada tujuanya yaitu menjadi pagarnya NU dan bangsa. “Pagar Nusa ini lahir di tengah-tengah pesantren yang insyaallah selalu dibarokahi oleh para alim ulama. Tujuan utamanya yakni menjadi pagar NU dan bangsa,” tegasnya.

Ilmu Kanuragan Pagar Nusa di Bawah Kendali Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ilmu Kanuragan Pagar Nusa di Bawah Kendali Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ilmu Kanuragan Pagar Nusa di Bawah Kendali Ulama

Ditambahkan dia, bahwasanya ilmu kanuragan dapat membuat orang memiliki sifat merasa lebih kuat dibandingkan yang lain. “Pada umumnya seorang yang diberi didikan ilmu kanuragan, suwuk-suwuk, jampi-jampi, dan aurod akan menjadi sombong,” kata dia.

Berbeda dengan yang diajarkan di Pagar Nusa, menurut dia, ilmu kanuragan tidak diajarkan untuk pamer kekuatan maupun ajang kesombongan. “Di Pagar Nusa, dididik untuk selalu patuh kepada dawuh para ulama, sehingga semuanya akan secara otomatis sistem kendali ada di akhlak ulama,” tutur dia.

PMII Cabang Tegal

Pada acara bertema “Konstruksi Bela Negara Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Dalam Meneguhkan Perdamaian Dan Semangat Kebangsaan” ini juga dihadiri para pendekar Pagar Nusa dari wilayah eks-Karesidenan Surakarta dan DIY.

PMII Cabang Tegal

Acara Jambore ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri di Klaten. Ketua PCNU Klaten, Mujibburrohman, mengatakan semangat resolusi jihad tidak hanya berlaku pada masa perjuangan mengusir penjajah, akan tetapi sampai hari kiamat. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sejarah, Lomba PMII Cabang Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Ansoruna GP Ansor Karanganyar Rintis Tabungan Kader

Karanganyar, PMII Cabang Tegal. Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Ansoruna di bawah naungan GP Ansor Karanganyar saat ini tengah gencar menyosialisasikan program tabungan kepada kader Ansor di daerah lereng gunung Lawu. Sosialisasi ini dimaksudkan untuk memperkuat peran koperasi dan kemandirian ekonomi keder.

Langkah konkret sosialisasi tabungan ialah membagikan kotak tabungan kepada semua kader Ansor, agar para kader dapat menabung di Ansoruna.

Ansoruna GP Ansor Karanganyar Rintis Tabungan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansoruna GP Ansor Karanganyar Rintis Tabungan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansoruna GP Ansor Karanganyar Rintis Tabungan Kader

“Ansoruna Karanganyar merupakan lembaga perekonomian kini memilki program kotak tabungan bagi setiap kader Ansor di Karanganyar,” ujar Direktur Ansoruna Arif Riyadi kepada PMII Cabang Tegal pada pertemuan kader PAC GP Ansor Jenawi, Jumat (11/4) malam.

“Kotak tabungan tersebut diberikan kepada setiap kader Ansor di masing-masing pimpinan anak cabang, kotak tersebut diambil setiap bulan oleh petugas Ansoruna,” tambahnya.

PMII Cabang Tegal

Dengan program itu, ternyata minat kader Ansor sangat tinggi. Di PAC GP Ansor Mojogedang, setiap bulannya tabungan dari para kader berhasil terkumpul 7 juta. Setiap bulannya hasil tabungan itu terus bertambah. Ini baru satu kecamatan. Sedangkan Karanganyar memiliki 12 kecamatan, ujar Arif.

“Tabungan itu nanti akan diambil setiap bulannya, dan dari tabungan tersebut para kader diminta untuk menyisihkan hasil tabungannya untuk kas PAC secara sukarela,” terang Arif.

PMII Cabang Tegal

Karenanya, program itu sangat penting agar setiap PAC mandiri khususnya para kadernya. Arif berharap dengan program ini dapat tercapai maksimal. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Quote, Lomba PMII Cabang Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Pernyataan Sikap Tokoh Lintas Iman di Magelang atas Krisis Rohingya

Magelang, PMII Cabang Tegal. Krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar menyulut sejumlah aksi simpati di tanah air.

 

Pernyataan Sikap Tokoh Lintas Iman di Magelang atas Krisis Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernyataan Sikap Tokoh Lintas Iman di Magelang atas Krisis Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernyataan Sikap Tokoh Lintas Iman di Magelang atas Krisis Rohingya

Nilai kemnausiaan yang bersifat universal juga memotivasi tokoh lintas Iman di Magelang Raya, Jawa Tengah pekan lalu untuk menyikapi tragedi Rohingya.

Berikut butir-butir pernyataan sikap bersama tokoh-tokoh lintas iman di Magelang:

1. Kami atas nama warga beriman se-Magelang Raya mengecam segala tindakan kekerasan yang menciderai nilai-nilai kemanusiaan. Segala bentuk tindakan kekerasan adalah tindakan yang sama sekali tidak dapat dibenarkan.

PMII Cabang Tegal

2. Bahwa tidak ada satu pun agama dan ideologi di dunia ini yang membenarkan tindakan dan cara-cara kekerasan dalam kehidupan umat manusia. Kami semua ikut merasakan kepedihan yang sangat luar biasa atas peristiwa yang menimpa masyarakat muslim yang berada di Rohingya, Myanmar. 

PMII Cabang Tegal

3. Mengajak seluruh umat manusia, terutama warga negara Indonesia untuk bersama-sama menggelorakan kehidupan yang damai, saling menjaga, saling melindungi dan menghargai sesama manusia, meskipun berbeda agama dan keyakinan. Semua pihak dihimbau untuk berperan dalam upaya menciptakan perdamaian dan harmoni.

4. Mengajak kepada siapa pun untuk terus menggalang solidaritas dan bantuan kemanusiaan guna meringankan beban penderitaan masyarakat Rohingya, Myanmar.

5. Kami memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada semua pihak, terutama kepada Pemerintah Republik Indonesia dan lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan yang telah mengambil langkah konkret dalam meminimalisir dan mengupayakan penghentian tindakan kekerasan terhadap Muslim Rohingya yang terjadi di Myanmar serta menciptakan perdamaian bagi segala bangsa.

6. Kami meminta pemerintah Indonesia melaksanakan amamat UUD 1945 untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, melalui proses diplomasi dan upaya-upaya yang bermartabat untuk mendesak pemerintah Myanmar mengakui status kewarganegaraan Muslim Rohingya dan terwujudnya penghormatan atas hak asasi manusia di Myanmar.

7. Menghimbau kepada semua pihak untuk menciptakan situasi dan kondisi yang aman, tertib dan nyaman di masyarakat, tidak menyebarkan hoax yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan berpotensu menimbulkan konflik SARA, bersikap dan bertindak secara proporsional dalam menyikapi tragedi kemanusiaan di Rohingya Myanmar. Mari tebarkan kebaikan, taburkan cinta kasih dan berbagi karunia kepada sedama manusia.

8. Memohon dengan sepenuh ketundukan kepada Allah untuk memberikan pertolongan dengan sifat Pengasih dan Penyayang-Nya serta kekuasaan mutlak-Nya kepada masyarakat Rohingya agar terlepas dari penderitaan karena penindasan dan kejahatan kemanusiaan.

Pernyataan sikap ini diinisiasi oleh Jamaah Kopdariyah Netizen Magelang Raya. Ikut mendukung Jamaah Kopdariyah:

1. GP Ansor NU

2. Pk3 VIKEP KEDU

3. LTN NU Kab. Magelang

4. Turn Back Hoax Magelang Raya

5. Komunitas Save Pahingan

6. LESBUMI Magelang

7. Vihara Mendut

8. PT. Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko

9. PS PAGAR NUSA

10. PESONA Magelang

11. IKASUKA Magelang

12. OBOR Borobudur

13. Paguyuban Pedagang Borobudur

14. Pemuda Gereja Kristen

15. BKTPA Kabupaten Magelang

16. Pemuda Katholik

17. GUSDURian

18. Sangha Threravada

19. Nglaras Ati

20. BEM STAIA Syubbanul Wathon Magelang

21. BANSER Kabupaten Magelang

22. PMII Cabang Kabupaten Magelang

23. IPNU Cabang Kabupaten Magelang

(Vinanda Febriani/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaSantri, Lomba, Ulama PMII Cabang Tegal

Rabu, 29 November 2017

Ngaji Online bareng Santri Online dan PP. IPNU

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Ramadhan merupakan bulan penuh rahmat. Pada bulan suci ini, umat Islam berlomba-lomba mencari kebaikan, salah satunya menuntut ilmu. Apalagi saat ini, menuntut ilmu tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Hal itu seperti yang dilakukan oleh PP IPNU yang bekerja sama dengan Ikatan Mahasiswa Tegal (IMT) Ciputat dalam menyelenggarakan kajian kitab Washiyatul Musthofa. Kajian tersebut dilakukan di Beskem IMT Ciputat dan disiarkan secara langsung melalui akun Facebook Santri Online selama bulan Ramadhan setelah shalat Tarawih.

Kitab Washiyatul Musthofa berisi tentang pesan-pesan yang disampaikan Nabi Muhammad SAW kepada Ali bin Abi Thalib. Sesuai dengan hadis yang mengatakan bahwa jika Nabi Muhammad adalah tempatnya ilmu, Ali adalah kuncinya.?

Ngaji Online bareng Santri Online dan PP. IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ngaji Online bareng Santri Online dan PP. IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ngaji Online bareng Santri Online dan PP. IPNU

Sebelum acara kajian dimulai, peserta diminta untuk bersama-sama membaca shalawat Asghili karya Kiai Abdullah Syafii dari Betawi.?

Shalawat yang biasanya dikumandangkan di antara Adzan dan Iqomah itu menurut HM Aqib Malik sebagai doa supaya terselamatkan dari kekacauan dan upaya jahat yang dilakukan oleh orang-orang dzolim.?

“Zaman sekarang kedzaliman dan kekacauan zaman sudah sangat terasa di sekeliling kita,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Aqib.

PMII Cabang Tegal

Pada kajian tersebut, Gus Aqib menyampaikan bahwa wasiat pertama yang disampaikan Nabi kepada Ali adalah berkaitan dengan makanan. Makanan merupakan salah satu faktor yang menentukan kepribadian seseorang.

PMII Cabang Tegal

Menurutnya, jika seseorang memakan makanan halal, hal itu bisa membuat hati menjadi luwes, berpikir positif, dan mudah menerima kebenaran. Namun sebaliknya, jika seseorang memakan makanan yang syubhat atau tidak jelas, hal itu menyebabkan hati menjadi gelap sehingga susah menerima kebenaran.?

“Apalagi, jika memakan makanan yang haram, hal itu dapat menyebabkan hati menjadi mati,” tambah Ketua Bidang Pesantren PP. IPNU itu pada Ahad malam, (28/05).

Hati buta juga tidak semata-mata karena makanan. Ia menambahkan bahwa barangsiapa yang menjauh dari ulama, maka hatinya akan mati dan akan buta dari ketaatannya kepada Allah.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa Allah tidak akan menerima shalat seseorang tanpa wudhu. Begitu juga apabila seseorang bersedekah dengan barang yang haram, Allah tidak akan menerimanya.

“Haram itu ada dua. Haram karena dzatnya, atau karena faktor eksternal dari dzat itu sendiri. Seperti halnya orang korupsi, jika alasannya uangnya nanti untuk bersedekah, ya tidak diterima. Itu alibi saja,” ungkapnya.

Dalam kajian tersebut, ia menutup kajian tersebut dengan mengingatkan kepada kita agar senantiasa menjaga Al-Quran sebagai pedoman hidup.

Menurutnya, barang siapa yang tidak menghalalkan apa yang dihalalkan dalam Al-Quran dan tidak mengharamkan apa yang diharamkan di dalam Al-Quran, orang itu seperti halnya meletakkan Al-Quran di belakang punggungnya sendiri.?

“Namun, jika belum bisa memahami A-Quran, berpeganglah pada ulama yang alim, yang benar-benar tahu tentang tafsir beserta ilmu ‘alatnya. Jangan sok pinter, takut salah menafsirkannya,” pungkasnya. (M. Ilhamul Qolbi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Lomba PMII Cabang Tegal

Kamis, 23 November 2017

"Karatan", Grup Musik Pesantren dengan Alat Tradisional Sunda

Subang, PMII Cabang Tegal. Juni tahun 2012 adalah bulan bersejarah bagi Fauzi Muhajir (17). Pasalnya di bulan itu Fauzi bersama sahabat-sahabatnya yang tergabung dalam grup musik “Karatan” memenangkan juara harapan I dalam perlombaan seni musik yang diselenggarakan oleh Lanud Suryadarma Kalijati, Subang.

Grup musik Karatan sendiri merupakan akronim dari “Karinding Attawazun”, sebuah grup musik tradisional yang ada di Pesantren Attawazun, Kalijati, Subang, peralatan musiknya terdiri dari alat musik tradisional warisan leluhur Sunda, yaitu karinding, celempung, toleat dan suling.?

Karatan, Grup Musik Pesantren dengan Alat Tradisional Sunda (Sumber Gambar : Nu Online)
Karatan, Grup Musik Pesantren dengan Alat Tradisional Sunda (Sumber Gambar : Nu Online)

"Karatan", Grup Musik Pesantren dengan Alat Tradisional Sunda

Grup musik tersebut dipelopori oleh Fauzi Muhajir. Saat di temui PMII Cabang Tegal di Pesantren Attawazun, Senin (18/2), santri asal Kecamatan Ciater, Subang tersebut mengatakan bahwa dalam pembentukan grup “Karatan” bisa dibilang sangat mendadak.

PMII Cabang Tegal

“Awalnya umpama besok ada lomba musik, hari tadi kita daftar jadi peserta, tadinya mau marawis, cuma kan (marawis) sudah ada, ya jadinya Karinding, kebetulan saya bisa karinding sedikit-sedikit,” ujar siswa kelas XII tersebut

PMII Cabang Tegal

Fauzi pun kemudian berembug bersama sahabat-sahabatnya di kobong, dari rembugan tersebut menghasilkan grup musik karatan yang digawangi oleh Fauzi Muhajir, Rifaldi, Chorul Umam, M. Thaba-thaba, Farhan Zulfikar dan Dena Hediana.

Malamnya, setelah selesai mengikuti pengajian di Pesantren, Fauzi bersama sahabat-sahabatnya yang tergabung dalam Karatan mulai latihan dari Nol, sebab awalnya yang menguasai seni Karinding di Pesantren yang diasuh oleh Ketua PCNU Subang tersebut hanya Fauzi saja.

Alhamdulillah, dari puluhan peserta kita dapat Juara harapan I, padahal kita latihan cuma satu kali saja” kenang Fauzi dengan sumringah

Setelah tampil perdana di acara perlombaan tersebut, Grup musik Karatan mulai dikenal oleh masyarakat, sampai sekarang mereka sering tampil dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, seperti muludan, hajatan, dan lain sebagainya. Adapun lagu yang dinyanyikan adalah lagu-lagu islami, terutama shalawat.

Redaktur? ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Aiz Luthfi

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Lomba PMII Cabang Tegal

Selasa, 07 November 2017

PBNU akan Bantu Pendidikan Korban Lumpur Lapindo

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Menjelang tahun ajaran baru ini, PBNU akan memberikan bantuan kepada para anak didik yang menjadi korban Lumpur Lapindo di Sidoarjo. Untuk mengetahui kebutuhan yang diperlukan, tim dari PBNU telah melakukan need assessment pada 7-9 Juli lalu.

Avianto Muhtadi dari Community Based Disaster Risk Management Nahdlatul Ulama (CBDRMNU) yang akan menangani program ini menjelaskan bahwa kondisi di tempat pengungsian sangat memprihatinkan dan kurang kondusif untuk kegiatan belajar mengajar.

“Saat ini diperlukan tempat pendidikan semi permanen agar anak-anak dapat mengenyam pendidikan dan sebagai sarana psikologis untuk mengurangi kejenuhan dan stess,” tuturnya, Kamis.

PBNU akan Bantu Pendidikan Korban Lumpur Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU akan Bantu Pendidikan Korban Lumpur Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU akan Bantu Pendidikan Korban Lumpur Lapindo

Menurutnya, tempat pendidikan semi permanent ini dapat dibuat dengan harga yang tidak mahal seperti rumah semi permanen di Jogja yang dibangun pasca gempa. Mengenai lahan, ia mengusulkan untuk pinjam sementara dari tanah pemerintah.

Kebutuhan lain yang berhasil diidentifikasi adalah perlunya subsidi berupa bantuan beasiswa bagi anak agar dapat bersekolah dan kebutuhan perlengkapan sekolah seperti seragam, buku pelajaran, alat tulis dan buku tulis.

Sementara kebutuhan bagi balita dan anak-anak dibawah lima tahun yang saat ini masih berjumlah 271 di Pasar Baru Porong adalah pelayanan kesehatan berupa peningkatan gizi berupa makanan bergizi bagi balita, pemantauan perkembangan gizi dan peningkatan kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan secara periodic dan pembeikan kekebalan dan daya tahan tubuh.

PMII Cabang Tegal

PBNU berharap seluruh kebutuhan ini dapat disumbangkan bekerjasama dengan fihak lain baik dari LSM maupun lembaga donor yang berkonsentrasi dalam bidang ini.

Beberapa waktu lalu, perwakilan dari UNCOHA, badan PBB yang mengurusi masalah kemanusiaan telah bertemu dengan KH Hasyim Muzadi pada 20 Maret 2007 yang juga membicarakan kemungkinan memberikan bantuan untuk penanganan korban Lumpur Lapindo melalui PBNU.

PMII Cabang Tegal

Sejauh ini berbagai eksponen NU, mulai dari tingkat cabang sampai PBNU telah melakukan berbagai upaya untuk membantu korban lumpur agar masalah ini cepat selesai. Mereka telah menyediakan sarana ibadah dan belajar, bimbingan belajar, advokasi, pengamanan tanggul dan lainnya. (mkf)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Lomba, Kyai, Internasional PMII Cabang Tegal

Minggu, 05 November 2017

PC IPNU & IPPNU Kab. Lamongan Gelar Rapat Kerja II

Lamongan, PMII Cabang Tegal

Guna menyusun program 1 tahun ke depan maka PC. IPNU & IPPNU Lamongan menggelar Rapat Kerja II, acara yang digelar di Villa Al Muniroh Pacet Mojokerto (1-2/11/2007).

Kegiatan ini diikuti oleh 24 Pimpinan Anak Cabang IPNU & IPPNU se- Kab. Lamongan. Menurut Ketua PC. IPNU Lamongan, Ediyanto, acara ini digelar untuk mengevalusi kinerja PC. IPNU& IPPNU Lamongan periode 2006-2008 dalam kurun waktu 1 tahun serta untuk menyusun agenda dan program kerja tahun kedua.

PC IPNU & IPPNU Kab. Lamongan Gelar Rapat Kerja II (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPNU & IPPNU Kab. Lamongan Gelar Rapat Kerja II (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPNU & IPPNU Kab. Lamongan Gelar Rapat Kerja II

Jumat, 03 November 2017

Turba LP Maarif Jepara Berikan Izin Operasional Lembaga Pendidikan

Jakarta, PMII Cabang Tegal - Tahun ini, Lembaga Pendidikan Maarif NU Kabupaten Jepara melakukan turun ke bawah (turba) dari kecamatan ke kecamatan. Turba yang bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Jepara Turba dilakukan untuk pembinaan dan sekaligus penyerahan izin operasional pondok pesantren, madrasah diniyah, dan Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) se-Kabupaten Jepara.

Demikian informasi yang disampaikan Wakil Ketua PCNU Jepara, sekaligus Kepala KUA Kecamatan Keling H Hisyam Zamroni kepada PMII Cabang Tegal, Senin (13/3).

Turba LP Maarif Jepara Berikan Izin Operasional Lembaga Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Turba LP Maarif Jepara Berikan Izin Operasional Lembaga Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Turba LP Maarif Jepara Berikan Izin Operasional Lembaga Pendidikan

Hisyam menambahkan salah satu daerah yang menerima pembinaan dan penyerahan izin operasional adalah di wilayah paling pojok utara kaki Gunung Muria yakni Kecamatan Keling. Pelaksanaan pembinaan dan penyerahan izin operasional di Kecamatan Keling berlangsung Senin, (13/3) pagi di Pendopo Kecamatan Keling.

“Kecamatan Keling menjadi kecamatan ke-14 dari 16 kecamatan di Kabupaten Jepara. Terdapat 2 buah pondok pesantren, 83 TPQ, dan 43 madrasah diniyah di Kecamatan Keling yang menerima pembinaan dan izin operasional,” rinci Hisyam.

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Ia menegaskan, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ adalah pondasi mendasar dalam pembinaan akhlakul karimah dan keimanan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Dengan terpenuhinya izin operasional, kepastian hukum tentang pengelolaan dan proses belajar mengajar menjadi legal, nyaman, dan tenang,” katanya.

Hisyam juga menambahkan, pada kesempatan tersebut Ketua LP Maarif NU Jepara,? H Fathul Huda menyampaikan bahwa pondok pesantren, madin, dan TPQ adalah tempat pemberdayaan keilmuan Islam dari tingkat awal sehingga membutuhkan perhatian serius. Diharapkan pembinaan dan izin operasional akan menguatkan pemahaman ajaran aswaja mereka.

Sementara Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, H Muslih Ahmad menyatakan pentingnya membentuk sinergitas dalam proses pemberdayaan pondok pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ.

“Agar pelayanannya menjadi mudah dan terkontrol tanpa ada hambatan yang berarti dari masyarakat dan pemerintah, khususnya Kanmenag,” ujar Muslih.

Pada kesempatan tersebut turut hadir Ketua RMI Jepara Kiai Rosyif Arwani; Kepala Kanmenag Jepara H Muhdi Zamru; Kapolsek, Danramil, Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Keling. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Lomba, Bahtsul Masail PMII Cabang Tegal

Kamis, 02 November 2017

Puasa Kiai Wahid untuk Indonesia

Oleh Ayung Notonegoro



Salah satu tokoh NU yang paling fenomenal sepanjang sejarah adalah KH Abdul Wahid Hasyim. Putra Hadratusysyekh KH Hasyim Asyari tersebut, tak hanya menjadi tokoh NU yang militan, tapi juga cerdas dan berintegritas. Perjuangannya tak hanya untuk NU semata, tapi juga untuk bangsa Indonesia. Maka, ketika kecelakaan mobil pada 19 April 1954 itu, merenggut nyawa Menteri Agama pertama Republik ini, menyebabkan luka mendalam bagi bangsa Indonesia. Lebih-lebih bagi warga NU. 

Puasa Kiai Wahid untuk Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa Kiai Wahid untuk Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa Kiai Wahid untuk Indonesia

Dalam Muktamar ke-20 NU di Surabaya, lima bulan setelah kejadian tragis tersebut, rasa kehilangan masih tampak jelas di wajah orang-orang NU. Saat sambutan, Rais Aam PBNU  KH Wahab Chasbullah, mengungkapkan rasa kehilangan yang teramat. 

"Ada kejadian yang sebaiknya kita peringati, sekalipun sangat berat tekanan dan akibatnya dalam hati dan jiwa kita, ialah kejadian yang sangat mengerikan, kejadian wafatnya Saudara Yang Mulia Kiai Haji Abdul Wahid Hasyim, dengan cara yang sangat mengejutkan, akibat dari suatu kecelakaan yang tiada orang dapat mencampurinya. Tiada orang yang mampu berhadapan dengan qodar kepastian yang datang dari langit," ungkap Kiai Wahab. 

Meski demikian, Kiai Wahab tak lantas menyeret Nahdliyin terus-menerus bersedih. Ia menguatkan, bahwa kematian adalah sesuatu yang pasti. "Dahulu, ada seorang ahli syair berkata: Barangsiapa yang tidak mati karena pedang atau senjata lain dalam pertempuran, maka orang itu akan mati juga dengan sebab lain. Bermacam-macam sebab yang mendatangkan kematian, tetapi kematian itu satu," ungkapnya. 

PMII Cabang Tegal

Kemudian ia mengajak para muktamirin yang datang dari seluruh penjuru Nusantara tersebut, untuk meneladani sikap dan perjuangan Kiai Wahid. Perjuangan yang tidak hanya sebatas perjuangan fisik dan pikiran saja, tapi juga dilengkapi dengan perjuangan batiniyah. 

Perjuangan fisik dan pemikiran Kiai Wahid sudah banyak tulisan dan buku yang mengupasnya. Bagaimana kiprahnya di masa penjajahan Belanda, pendudukan Jepang, mempersiapkan kemerdekaan dan lebih-lebih di masa perang mempertahankan kemerdekaan. Akan tetapi, tak banyak yang mengupas tentang perjuangan batiniyahnya Kiai Wahid untuk bangsa Indonesia. 

Dalam konteks batiniyah tersebut, salah seorang penyusun Piagam Jakarta itu, memperjuangkan Indonesia dengan bertirakat. Sebagai umat Islam, Kiai Wahid percaya, bahwa segenap ikhtiar harus senantiasa diiringi dengan doa. Dan, doa yang paling ijabah harus disertai dengan laku tirakat. 

PMII Cabang Tegal

Tirakat yang dilakukan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) itu, adalah puasa dahr, yaitu puasa yang dilakukan sepanjang tahun. Kecuali pada hari-hari yang diharamkan, seperti dua hari raya dan hari tasyrik. Kiai Wahid berjanji pada dirinya sendiri, sebagai permohonan kepada Allah SWT, agar bangsa Indonesia dianugerahi kemerdekaan yang sesungguhnya, terlepas dari pelbagai belenggu, berdaulat sepenuhnya dan diberikan kedamaian dan kesejahteraan. 

Biasanya, ia akan memulai puasa yang cukup panjang dalam situasi-situasi yang genting. Seperti halnya saat terjadi Agresi Militer Kedua Belanda. Saat itu, Belanda bersama pasukan Sekutu mampu menguasai ibu kota Indonesia yang pada saat itu bertempat di Yogyakarta. Sejak kejadian yang berlangsung pada 19 Desember 1948 itulah, Kiai Wahid memulai puasanya. 

Saban hari Kiai Wahid berpuasa hingga ajal menjemputnya saat usianya masih belum genap 40 tahun. Terhitung sejak awal, Kiai Wahid telah berpuasa selama 1500 hari lebih. Sungguh perjuangan yang tak mudah di tengah aktivitas yang menguras tenaga dan pikiran.

Sebenarnya, puasa yang dilakukan di atas bukanlah yang pertama kalinya. Sepanjang hidupnya, Kiai Wahid kerap kali berpuasa sunnah. Sebagaimana diceritakan oleh KH. Saifuddin Zuhri, junior sekaligus kolega perjuangannya, dalam Authorized KH Saifudin Zuhri: Berangkat dari Pesantren.

Pada medio 1942, terjadi peristiwa besar dalam sejarah bangsa Indonesia. Belanda telah terusir dan digantikan oleh Jepang. Tak membawa kebaikan sebagaimana yang dijanjikan, pasukan Dai Nippon tersebut, justru menunjukkan kebengisannya. Seorang tokoh panutan umat Islam di Indonesia, Hadratussyekh Hasyim Asyari ditangkap oleh Jepang.

Tentu saja ini menjadi keguncangan bagi Nahdlatul Ulama karena Kiai Hasyim merupakan sosok sentral di organisasi yang memuliakan para ulama tersebut. Lebih-lebih kepada Kiai Wahid. Selain karena pemimpinnya di NU, Kiai Hasyim juga merupakan ayah kandungnya.

Menghadapi situasi ini, Kiai Wahid tidak hanya mengambil alih tanggung jawab peran-peran ayahandanya dan berupaya membebaskannya, tapi juga mengimbanginya dengan berpuasa. Hingga pada suatu hari, di saat terik matahari begitu menyengat, Kiai Wahid sedang melakukan kunjungan kerja di Sokaraja, Jawa Tengah.

Di kampung halaman Kiai Saifuddin Zuhri tersebut, ia ditawari minum oleh tuan rumah. Namun, dengan sigap Kiai Wahid menolaknya.

“Nanti dulu, sabarlah,” tukasnya seraya memandang Kiai Saifuddin yang sedang minum.

“Berpuasa pada hari yang begini panas? Orang musafir kan dapat rukhsoh?” Goda Kiai Saifuddin yang sebenarnya tahu kalau tamunya tersebut, telah berpuasa sejak beberapa minggu yang lalu.

Di luar dugaan, Kiai Wahab menjawabnya dengan cukup mantap dan layak direnungkan bagi kita semua.





“Laqod shumtu li yaumin huwa aharru minhu,” jawabnya.

Saya berpuasa untuk meningkatkan suatu hari yang lebih panas ketimbang hari ini, yaitu di padang mahsyar kelak!!!

Penulis aktif di Komunitas Pegon yang mengulik hal ihwal pesantren dan NU. Bisa ditemui di akun facebooknya: Ayunk Notonegoro

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Bahtsul Masail, Lomba, Tegal PMII Cabang Tegal

Senin, 23 Oktober 2017

IPNU dan IPPNU Jambesari Tunjuk Pemimpin melalui Musyawarah

Bondowoso, PMII Cabang Tegal. Konferensi anak cabang IPNU dan IPPNU Jambesari kabupaten Bondowoso masa Periode 2015-2017 menetapkan Abdur Rohim dan Anis sebagai pemimpin pelejar NU Jambesari dua tahun ke depan. Forum yang berlangsung di MI Mistahul Ulum 01 Desa Pecanganom ini, menunjuk kedua melalui mekanisme musyawarah.

Musyawarah ini melibatkan 9 ranting IPNU dan IPPNU, Ahad (8/11). Mereka adalah pengurus pelajar NU di desa Krujugan lor, desa Jambesari, desa Pejagan, desa Sumber Jeruk, desa Sumber Anyar, desa Pucanganom, desa Jambeanom, desa Tegal Pasir dan desa Pengarang.

IPNU dan IPPNU Jambesari Tunjuk Pemimpin melalui Musyawarah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU Jambesari Tunjuk Pemimpin melalui Musyawarah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPPNU Jambesari Tunjuk Pemimpin melalui Musyawarah

Ketua IPNU masa khidmah 2013-2015 Moh Andy menjelaskan bahwa selama menjadi pengurus selama kurang lebih 2 tahun ia telah melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di antaranya Lakmud, Makesta, pondok ramadhan, lomba-lomba, seminar-seminar dan pembinaan-pembinaan yang nantinya bisa dilanjutkan untuk pengurus selanjutnya.

PMII Cabang Tegal

"Alhamdulillah telah terbentuk 4 komasariat di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah (MA) Al-Imam, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Aziz dan SMK Al-Fulqron, “ kata Andy.

PMII Cabang Tegal

Ketua IPNU Bondowoso Ahmad Juhadi berpesan agar pemimpin IPNU dan IPPNU Jambesari ke depan dapat mengembangkan amanah dengan baik dan bekerja sama pastinya.

Sebelum konferensi dimulai, peserta musyawarah terlebih dahulu membaca sholawat Nariyah bersama-sama yang dipimpin oleh Wakil Rais Syuriyah MWCNU Jambesari Ustadz Samsul.

Ustadz Samsul berpesan agar IPNU dan IPPNU dapat menjadi kader NU sekaligus ? kader bangsa yang akan meneruskan perjuangan generasi tua nantinya. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Olahraga, Lomba PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock