Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

Hukum Tukar Cincin Setelah Akad Nikah

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail PMII Cabang Tegal, nama saya Ruslan. Saya mau bertanya perihal salah satu prosesi pernikahan yang pernah ada, yaitu tukar cincin. Apa hukumnya secara Islam? Berdosakah kita? Jika hal itu dilakukan setelah akad nikah, (apakah) diperbolehkan? Apakah tukar cincin itu hanya untuk perempuan saja atau juga diperbolehkan untuk laki-laki karena setahu saya lelaki tidak boleh menggunakan perhiasan atau emas? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

Jawaban

Hukum Tukar Cincin Setelah Akad Nikah (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Tukar Cincin Setelah Akad Nikah (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Tukar Cincin Setelah Akad Nikah

Assalamu alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Acap kali kita menyaksikan dalam acara pernikahan, setelah akad nikah sepasang suami-istri melakukan tukar cincin, suami memakain cincin di jari istrinya. Sebaliknya istrinya juga melakukan hal yang sama. Hal ini seperti sudah menjadi kebiasaan dalam masyarakat kita.

PMII Cabang Tegal

Prosesi tukar cincin yang terjadi di masyarakat kita itu pada dasarnya lebih pada acara seremonial tambahan saja. Hal ini tidak terkait dengan soal keyakinan atau akidah yang dianut. Pasangan laki-laki dan perempuan setelah melakukan akad nikah maka sah menjadi sepasang suami-istri.

PMII Cabang Tegal

Kemudian melakukan tukar cincin secara simbolik menggambarkan keduanya adalah pasangan yang siap berbagi, saling memberi, saling melayani, dan menunaikan apa yang menjadi hak dan kewajiban masing-masing.

Sampai di sini sebenarnya tidak ada persoalan berarti. Persoalan kemudian muncul ketika dalam prosesi tukar cincin tersebut adalah cincin yang terbuat dari emas, di mana pemakaian cincin emas bagi laki-laki adalah tidak diperbolehkan atau diharamkan. Sedangkan pemakaian cincin emas bagi perempuan diperbolehkan.

Hal ini sudah menjadi kesepakatan para ulama, kecuali apa yang dikemukakan dari riwayat Ibnu Hazm yang menyatakan kebolehannya dan dari segelintir ulama sebagaimana dikemukakan Muhyiddin Syarf An-Nawawi dalam Syarhu Shahihi Muslim-nya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Kaum Muslim sepakat atas kebolehan perempuan memakai cinci emas untuk dan mengharamkannya untuk laki-laki kecuali pendapat yang diriwayatkan dari Abi Bakr Muhammad bin Umar bin Muhammad bin Hazm yang membolehkannya dan dari sebagian ulama yang menganggap makruh bukan haram,” (Lihat Muhyiddin Syarf An-Nawawi, Al-Minhaj Syarhu Shahihi Muslim bin Al-Hajjaj, Beirut, Daru Ihya`it Turats Al-‘Arabi, cetakan kedua, 1392 H, juz XIV, halaman 65).

Dari penjelasan ini, maka tukar cincin kemudian menjadi bermasalah apabila cincin yang diberikan atau dipakaikan kepada suami adalah cincin emas. Sebab, pemakaian cincin emas untuk laki-laki diharamkan sebagaimana dikemukakan di atas. Meskipun ada pendapat yang memperbolehkannya seperti Ibnu Hazm, tetapi pandangan ini dianggap tidak sahih.

Selanjutnya, untuk menghindari hal-hal yang dilarang dalam Islam, maka sebaiknya sebelum prosesi tukar cincin sebaiknya dibicarakan baik-baik dan disepakati, misalnya untuk cincin perempuan terbuat dari emas, tetapi untuk pihak laki-laki bisa menggunakan selain emas seperti perak karena cincin emas untuk laki-laki diharamkan.

Penjelasan di atas mengandaikan bahwa tukar cincin atas setelah prosesi akad nikad adalah dapat ditoleransi atau diperbolehkan. Tetapi dengan catatan cincin yang dipakaikan kepada pihak laki-laki bukan emas.

Di samping itu juga tidak mengaitkan dengan keyakinan tertentu seperti keyakinan jika tidak tukar cincin maka pernikahannya tidak langgeng. Keyakinan seperti jelas keliru dan tidak dibenarkan dalam pandagan Islam.

Demikian jawaban singkat yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima dan kritik dari pembaca.

Wallahul Muwaffiq ila Aqwmith Thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Maafi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Khutbah, AlaNu, Bahtsul Masail PMII Cabang Tegal

Rabu, 21 Februari 2018

Berbekal Metode Riset, Puluhan Santri Pesantren Agraria Terjun di Area Konflik

Sleman, PMII Cabang Tegal - Sebanyak 30 peserta pendidikan Pesantren Agraria mempelajari berbagai macam pengetahuan terkait masalah agraria mulai analisa persoalan, peta konflik, dan metode riset sejak di Kantor NU Sleman, Kamis (12/5) malam hingga Ahad (15/5). Di hari terakhir mereka bergerak ke salah satu daerah potensi konflik agraria. Di sini mereka bertemu langsung dengan warga dan menghadapi masalah agraria yang berkembang di masyarakat setempat.

Menurut Penggerak Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) Muhammad Al-Fayyadl, pendidikan Pesantren Agraria ini memberikan penekanan khusus pada masalah agraria. Pesantren Agraria ini berbeda dengan pesantren-pesantren pada umumnya.

Berbekal Metode Riset, Puluhan Santri Pesantren Agraria Terjun di Area Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)
Berbekal Metode Riset, Puluhan Santri Pesantren Agraria Terjun di Area Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)

Berbekal Metode Riset, Puluhan Santri Pesantren Agraria Terjun di Area Konflik

Dalam pesantren ini, peserta tidak akan mempelajari kitab kuning seperti lazimnya pesantren yang ada. Mereka diajak memahami persoalan alam yang kini tengah menjadi masalah mendesak di masyarakat.

“Kita tidak akan belajar kitab kuning, kita akan belajar alam. Kawan-kawan diperkenalkan persoalan alam kemasyarakatan yang hari-hari ini menjadi masalah yang krusial,” kata Muhammad Al-Fayyadl.

PMII Cabang Tegal

Sementara Ketua Nahdlatul Ulama (NU) H Imam Aziz lebih memotivasi peserta pendidikan Pesantren Agraria.

PMII Cabang Tegal

“Kita menjadi sorotan karena orang bertanya, ketika terjadi konflik agraria, NU di mana? Kita harus rela dituntut seperti itu. Kita harus mau mendalami kerumitan-kerumitan itu. Kita harus mengikhlaskan diri untuk mendampingi hal-hal rumit di Indonesia,” kata H Imam Aziz di hadapan peserta yang umumnya berusia muda.

Pesantren Agraria adalah sebuah pendidikan singkat untuk mengantarkan para pesertanya masuk ke dalam isu agraria hingga gerakan pendampingan. Pendidikan yang berlangsung selama empat hari ini terselenggara atas kerja sama Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Sleman dan FNKSDA Yogyakarta. (Ubaidillah Fatawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ulama, Nasional, Khutbah PMII Cabang Tegal

Senin, 05 Februari 2018

NU Bakung Santuni Yatim 2 Juta Per Anak

Blitar, PMII Cabang Tegal. Yayasan Budi Luhur Sejati milik Ranting NU Bakung Udanawu, Blitar, Jawa Timur menyantuni anak-anak yatim piatu Rp 2 juta, buku tulis, dan pakaian. Santunan diiringi nyanyian syair? Abu Nawas....

Duh pengeran kulo sanes ahli suwargo. Namung kulo mbeten kiat panas genine neroko...."

NU Bakung Santuni Yatim 2 Juta Per Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Bakung Santuni Yatim 2 Juta Per Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Bakung Santuni Yatim 2 Juta Per Anak

Ketua Yayasan Budi Luhur Sejati M. Juremi mengatakan, tahun ini jumlah NU menyantuni 36 anak. Masing-masing anak dapat Rp 2 juta, paket buku dan baju.

“Uang didapat dari para donatur dan hasil komplongan saat Pawai Ta’aruf? lalu. Semua bisa terkumpul Rp 72 juta dan bisa dibagi masing-masing anak Rp 2 Juta tadi,’’ katanya di sela santunan pada Selasa malam (18/10) di halaman MTs Ma’arif Udanawu, Blitar.

PMII Cabang Tegal

Ia mengapresiasi masyarakat Desa Bakung dan sekitarnya, khususnya warga nahdliyin dan nahdliyat yang berpartisipasi aktif dalam menundukung santunan tahun ini.

PMII Cabang Tegal

”Dukungan masyarakat? sangat besar, khususnya warga NU. Untuk itu, kami sampaikan terima kasih,’’ katanya.

Ia jelaskan, dari tahun ke tahun jumlah santunan terus meningkat. Dalam santunan kali keempat ini baik dana santunan dan yang disantuni bertambah. Tahun 2015 lalu ada 30 anak dan tahun 2016 ada 36 anak.

“Hingga kini NU belum memiliki panti. Insyaallah kita menargetkan tahun 2017, NU Bakung Udanawu sudah punya panti asuhan,’’ tandasnya.

Ikut hadir pada santunan itu, Ketua PCNU Kabupaten Blitar KH Masdain Rifai Ahyat. Rais Syuriyah MWCNU UdanawuKH Abdul Muhid, KH Syaikuddin Rohman dan seluruh pimpinan banom dan lembaga? NU.

Pada kesempatan itu ditampilkan juga Qori’Nasional Ustadz Moh. Basthomi dan grup rebana dari Pesantren Al-Ma’arif? Udanawu Blitar.

Sebelumnya, dibagikan tropi juara para pemenang lomba pawai ta’ruf yang diselenggarakan beberapa hari lalu. (imam kusnin ahmad/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, Anti Hoax, Khutbah PMII Cabang Tegal

Senin, 22 Januari 2018

PBNU Dukung Surat Edaran Kapolri Terkait "Hate Speech"

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Maraknya penghinaan, pelecehan, menghasut serta provokasi sebab perbedaan suku, agama, aliran kepercayaan serta ras di mana motivasinya dapat memecah belah persatuan umat berbangsa dan bernegara bisa menjadi masalah besar jika tidak diatur. Atas dasar itu, setelah melalui proses pengkajian, akhirnya Kapolri mengeluarkan surat edaran tentang penanganan ujaran kebencian atau hate speech bernomor SE/06/X/2015.

PBNU Dukung Surat Edaran Kapolri Terkait Hate Speech (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Dukung Surat Edaran Kapolri Terkait Hate Speech (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Dukung Surat Edaran Kapolri Terkait "Hate Speech"

Terkait itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan pernyataan mendukung surat edaran terkait penanganan ujaran kebencian (Hate Speech). “Sebab Islam sendiri mengharamkan penghinaan, pencemaran nama baik, menyebarkan berita bohong, menghasud dan itu semua termasuk dalam kategori fitnah, dimana dalam alqur’an ditegaskan, pada surah al-Baqarah ayat 191, …? ? ? ?… , “Fitnah dapat merusak persatuan dan kesatuan,” ungkap Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, Jumat (6/11).

Selanjutnya, Kiai Said mengajak kepada komunitas lintas agama, aliran, etnik, partai politik dan ormas untuk bergandeng tangan menjaga keutuhan, kesatuan dan keselamatan bangsa demi kemajuan bersama. Jangan pernah mempersoalkan, mengusik perbedaan budaya, cara beragama, dan hal lainnya yang telah diwariskan ratusan tahun oleh para pendahulu negara ini.?

PMII Cabang Tegal

“Tolong perbedaan harus dihormati, jangan dipersoalkan, sebab kita tidak ingin seperti negara-negara di Timur Tengah yang sedang tercerai berai karena cenderung anti-perbedaan,” ujar Guru Besar Ilmu Tasawuf ini.

PMII Cabang Tegal

Kiai asal Kempek, Palimanan, Cirebon ini juga mengecam media, baik beruapa elektronik maupun cetak yang menebarkan berita-berita kebencian. Dimana itu semua memicu ketegangan serta konflik di tengah masyarakat. “Sekali lagi saya dukung surat edaran Kapolri,” tegasnya.

Dosen Pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta ini juga menandaskan, surat edaran ini bukan berarti membatasi kebebasan demokrasi, sebab NU juga mendukung demokrasi tetapi demokrasi yang santun, demokrasi yang mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, bukan demokrasi yang menghasut, menghina dan sebagainya.?

“Hal ini juga termasuk bagian dari revolusi mental yang digaungkan oleh Presiden Jokowi,” tutupnya. (Faridur Rohman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Khutbah PMII Cabang Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Sekolah Kader Kopri Perdana Se-Jawa Timur Berlangsung di Jombang

Jombang, PMII Cabang Tegal. Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Kabupaten Jombang, Jawa Timur akan menggelar Sekolah Kader Kopri (SKK) se-Jawa Timur pada 10-12 November 2016 mendatang di aula kantor Muslimat NU setempat.?

SKK ini adalah kegiatan kaderisasi perdana yang diselenggarakan Kopri Cabang Jombang. Ketua Pelaksana SKK, Syafik Syafaatin mengungkapkan persiapan untuk kegiatan tersebut hingga saat ini masih terus dilakukan, termasuk koordinasi antar panitia dan sejumlah Pengurus Komisariat PMII se-Jombang sebagai calon peserta. Selain itu, juga calon peserta di luar daerah.?

Sekolah Kader Kopri Perdana Se-Jawa Timur Berlangsung di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekolah Kader Kopri Perdana Se-Jawa Timur Berlangsung di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekolah Kader Kopri Perdana Se-Jawa Timur Berlangsung di Jombang

"SKK Kopri Cabang Jombang, ini baru yang pertama kali, makanya kami selaku panitia aktif melakukan sosialisasi baik kader putri dalam Jombang, maupun luar Jombang," terang Syafa, sapaan akrabnya, Selasa (1/11/2016).

Sementara untuk narasumber kegiatan, Syafa menjelaskan akan mendatangkan orang-orang yang memang dianggap kompeten di masing-masing materi SKK. Diantaranya ? Ketua Kopri PKC Jawa Timur, Nafis, Ema Umiyatul Chusnah (Anggota DPRD Jombang), Ai Rahma (Ketua Kopri PB), Aan Anshori (Gusdurian Jombang), Roy Murtadho (Islam Bergerak), Hj Istibsjaroh (Mantan DPD RI), Palupi Pusporini (Direktur WCC Jombang).

Namun demikian, sesuai persyaratan yang berlaku, sebelum digelar SKK, para peserta setidaknya pernah mengikuti Sekolah Islam Gender (SIG) atau Sekolah Kader Putri (SKP) sebelumnya. Syafa menjelaskan, dirinya sudah berkoordinasi dengan Nafis perihal SIG atau SKP.?

PMII Cabang Tegal

"Kita sudah mengkoordinasikan dengan Ketua Kopri PKC Jawa Timur, Sahabat Nafis, jika memang peserta yang mau ikut SKK, harus SIG atau SKP dahulu," imbuh Syafa yang juga Sekretaris Kopri Cabang Jombang itu.

PMII Cabang Tegal

Ia berharap dengan diselenggarakannya kegiatan ini, akan muncul kader putri PMII yang tangguh, dan sadar akan potensi dalam diri masing-masing. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Khutbah, Nahdlatul PMII Cabang Tegal

Senin, 25 Desember 2017

2017, Kemendes Target 28 Ribu Persil Lahan Transmigrasi Bersertifikat

Jakarta, PMII Cabang Tegal - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menargetkan sebanyak 28 ribu persil atau bidang tanah di lahan transmigrasi akan tersertifikasi hingga akhir tahun 2017.

?

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (Dirjen PK Trans) Kemendes PDTT H.M. Nurdin usai rapat konsolidasi program pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi 2017 di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat pada, Jumat (9/7).

2017, Kemendes Target 28 Ribu Persil Lahan Transmigrasi Bersertifikat (Sumber Gambar : Nu Online)
2017, Kemendes Target 28 Ribu Persil Lahan Transmigrasi Bersertifikat (Sumber Gambar : Nu Online)

2017, Kemendes Target 28 Ribu Persil Lahan Transmigrasi Bersertifikat

?

Menurutnya, Presiden telah menargetkan sebanyak 5 juta persil dari 106 juta persil sudah disertifikatkan pada 2017. Target tersebut terus meningkat pada 2018 sebanyak 7 juta persil dan 9 juta persil di tahun 2019. Dari target tersebut, untuk lahan transmigrasi masih terdapat sebanyak 600 ribu persil lahan transmigrasi yang masih belum memiliki sertifikat.

?

"Tahun ini target kita sebanyak 28 ribu persil yang akan disertifikatkan. Kita akan tingkatkan kembali sebanyak 75 ribu persil pada 2018. Kita juga akan melakukan koordinasi dengan kementerian terkait dengan permasalahan lahan transmigrasi yang masih tumpang tindih dan hak pengelolaan lahannya belum diterbitkan," ujarnya.

PMII Cabang Tegal

?

Mengenai adanya keterbatasan anggaran dari pemerintah pusat untuk membiayai sertifikasi, Nurdin mengatakan bahwa Kemendes PDTT akan turut menyampaikan kepada Pemerintah Daerah untuk turut membantu berkontribusi melalui anggaran APBD dalam hal pembiayaan sertifikat.

?

PMII Cabang Tegal

"Kita meminta kepada pemerintah daerah untuk membantu dukungan dari APBD terkait sertifikasi lahan transmigrasi. Kita berharap, permasalahan sertifikat untuk lahan transmigrasi akan segera tuntas," katanya. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Khutbah, Daerah, Jadwal Kajian PMII Cabang Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Ucapkan Selamat Muktamar NU, Muhammadiyah Jombang Pasang Spanduk

Jombang, PMII Cabang Tegal. Muktamar ke-33 NU yang digelar di Jombang 1-5 Agustus 2015 mendapat perhatian berbagai kalangan. Puluhan spanduk dan baliho ucapan selamat dan sukses digelarnya Muktamar NU di kota santri ini sejak sepakan ini mulai terpampang. Termasuk dari organisasi Muhammadiyah.

Salah satu spanduk dari Pegurus Daerah Muhammadiyah Jombang, yang berda di Perempatan Sambong Jombang menempelkan foto pendiri NU, KH Hasyim Asyari dan juga pendiri Muhamadiyah, KH Ahmad Dahlan.

Ucapkan Selamat Muktamar NU, Muhammadiyah Jombang Pasang Spanduk (Sumber Gambar : Nu Online)
Ucapkan Selamat Muktamar NU, Muhammadiyah Jombang Pasang Spanduk (Sumber Gambar : Nu Online)

Ucapkan Selamat Muktamar NU, Muhammadiyah Jombang Pasang Spanduk

Dalam spanduk sepanjang 7 meter itu bertuliskan  Selamat dan Sukses Muktamar Muhamadiyah ke-47 dengan Tema "Gerakan Pencerahan Menuju Indonesia Berkemajuan" dan Muktamar NU ke-33 lengkap dengan tema "Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia".

Disamping spanduk ucapan selamat, puluhan baliho menyambut Muktamar ke 33 NU juga mulai dipasang PCNU Jombang diseluruh penjuru kota santri. 

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

"Ada sekitar 40 baliho besar yang kita pasang disetiap perbatasan atau pintu masuk Jombang, termasuk juga umbul-umbul untuk memeriahkan Muktamar NU," ujar Samsul Rizal Wakil Sekretaris PCNU Jombang, Jumat (24/7).

PCNU, lanjutnya, juga sudah mengintruksikan seluruh MWCNU dan juga Ranting NU serta Banom, lembaga, dan lajnah untuk mengibarkan bendera masing masing. "Spanjang jalan menuju lokasi insya Allah mulai hari ini bendera dan spanduk sudah berkibar,” pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Fathoni) 

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Khutbah, Aswaja, Warta PMII Cabang Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Putusan Bahtsul Masail Diapresiasi Sebagai Produk Intelektual

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Katib Syuriyah PBNU KH Shalahuddin Al-Ayyubi mengapresiasi putusan bahtsul masail NU sebagai produk intelektual. Menurut Kiai Shalahuddin, putusan itu keluar dari forum diskusi ilmiah mendalam dan kritis menyangkut sebuah persoalan umat.

Putusan Bahtsul Masail Diapresiasi Sebagai Produk Intelektual (Sumber Gambar : Nu Online)
Putusan Bahtsul Masail Diapresiasi Sebagai Produk Intelektual (Sumber Gambar : Nu Online)

Putusan Bahtsul Masail Diapresiasi Sebagai Produk Intelektual

Kiai Shalahuddin dalam rapat persiapan Munas-Konbes NU 2014 di ruang Syuriyah PBNU mengatakan, “Bahtsul masail di setiap tingkat kepengurusan NU manapun harus dijunjung tinggi.”

Ia menunjuk pada forum bahtsul masail yang diadakan pengurus NU tingkat ranting hingga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Pernyataan Kiai Shalahuddin dibenarkan Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU KH Cholil Navis yang juga hadir dalam rapat.

PMII Cabang Tegal

Menurut Kiai Cholil, putusan bahtsul masail ini bernilai ilmiah. Karena, putusan bahtsul masail dirumuskan para kiai setelah mendalami dan menyerap pandangan dari para pakar yang menguasai persoalan baik kalangan akademisi maupun pejabat publik.

PMII Cabang Tegal

“Mekanisme bahtsul masail di setiap tingkatan NU juga menggunakan metodologi ilmiah yang teruji,” kata Kiai Cholil menunjuk sejumlah pasal dalam kitab Ushul Fiqih.

Forum rapat ini tengah membentuk tim untuk membuat rancangan pedoman pelaksanaan terkait mekanisme bahtsul masail yang pernah diamanahkan dalam Munas NU di Lampung pada 1992. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Khutbah, Nahdlatul, Jadwal Kajian PMII Cabang Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Wabup Pesisir Barat: Gabung PMII adalah Keberuntungan

Bandar Lampung, PMII Cabang Tegal

Wakil Bupati Pesisir Barat Erlina mengatakan bahwa Pergarakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah organisasi yang sangat besar di Indonesia. Jadi, bergabung dalam PMII adalah sebuah keberuntungan yang harus tetap dijalankan dan dinikmati prosesnya.

Wabup Pesisir Barat: Gabung PMII adalah Keberuntungan (Sumber Gambar : Nu Online)
Wabup Pesisir Barat: Gabung PMII adalah Keberuntungan (Sumber Gambar : Nu Online)

Wabup Pesisir Barat: Gabung PMII adalah Keberuntungan

“PMII adalah organisasi besar yang banyak melahirkan orang-orang besar, maka tak ada kata penyesalan (bagi mahasiswa) jika ingin benar-bener berproses dengan baik, setelah wisuda pasti menikmati hasilnya,” ujarnya.

Motivasi tersebut Erlina sampaikan saat membuka Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) tahun 2016 yang diselenggarakan PMII Universitas Lampung (Unila) di Gedung DPD KNPI Provinsi Lampung, Jalan Zainal Abidin Pagar Alam, Rajabasa, Bandar Lampung, Sabtu (24/09).

PMII Cabang Tegal

Adapun kegiatan Mapaba PMII Unila tahun 2016 mengangkat tema “Gali Potensi Diri, Bersama PMII Raih Ridho Ilahi”.

PMII Cabang Tegal

Menurut Riyan Agung Pamudi, Ketua Pelaksana, tema ini diangkat karena setiap kader yang sudah tergabung dalam PMII memiliki kemampuan, baik kemampuan agama, manajemen organisasi, atau lainnya. Sehingga selama menjadi mahasiswa bergabung dalam PMII adalah keputusan yang tepat. “PMII ini organisasi yang tepat untuk mahasiswa,” ucapnya.

Peserta Mapaba yang berjumlah 100 mahasiswa baru dari seluruh Fakultas di Universitas Lampung ini tampak sangat antusias. Dengan jumlah 100 peserta Mapaba, agenda penerimaan anggota baru adalah yang tersebesar dilakukan PMII setempat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. (Imam Mahmud/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ulama, Khutbah, Pahlawan PMII Cabang Tegal

Kamis, 16 November 2017

Ratusan Pelajar Putri NU Ikuti Workshop Nasional Kaderisasi

Probolinggo, PMII Cabang Tegal - Sedikitnya 300 orang pelajar puteri NU yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dari 38 Pimpinan Wilayah (PW) IPPNU se-Indonesia mengikuti workshop kaderisasi di Pondok Pesantren Hati Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Jum’at hingga Ahad (3-5/3).

Kegiatan yang digelar oleh Pimpinan Pusat (PP) IPPNU ini dibuka secara resmi oleh Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari. Pembukaan ini dimeriahkan oleh persembahan Tari Glipang yang dibawakan oleh pelajar di Kabupaten Probolinggo.

Ratusan Pelajar Putri NU Ikuti Workshop Nasional Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Pelajar Putri NU Ikuti Workshop Nasional Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Pelajar Putri NU Ikuti Workshop Nasional Kaderisasi

Ketua Umum PP IPPNU Puti Hasni menyampaikan, tantangan global tidak lagi menjadi kewaspadaan, namun telah berubah menjadi ancaman di tengah derasnya upaya mengguncang posisi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan berbagai cara.

PMII Cabang Tegal

“Standardisasi-standardisasi yang berasaskan pada nilai-nilai global mengancam segala bentuk khazanah lokal. Keseragaman-keseragaman semu diciptakan untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan yang harmoni,” katanya.

PMII Cabang Tegal

Menurut Puti Hasni, tuntutan-tuntutan administratif terkait pendidikan semakin membutakan pemuda pada sebuah esensi pembelajaran, belajar sebagai proses untuk menjadi tahu dan bijaksana bukan bentuk keserakahan.

“Tentu akan menjadi sebuah ironi ketika seorang pelajar terjebak pada gagasan-gagasan global tanpa mengembangkan jati diri dengan khazanah lokal yang selalu dibanggakan, ideologi NU yang mampu menopang dan menyangga keberadaan NKRI,” jelasnya.

Melalui kegiatan workshop kaderisasi ini Puti Hasni mengharapkan nantinya pelajar putri NU mampu membuka wacana spirit ideologi NU yang menyelamatkan dunia dan akhirat serta menyinergikan pembangunan berasas keberagamaan untuk keutuhan NKRI.

“Memahamkan kembali posisi dan potensi kader NU umumnya dan pelajar putri NU khususnya. Serta, merumuskan kembali pola perjuangan IPPNU yang senafas dengan Khittah NU 1926,” tegasnya.

Sementara Hj Puput menegaskan, peran, tugas, dan tanggung jawab perempuan tidak kalah penting dengan peran laki-laki. Khususnya ketika menjalankan tugas seorang Istri. “Tanggung jawab istri adalah melayani suami dan paling penting adalah menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya,” ungkapnya.

Selama 3 (tiga) hari, para pelajar putri NU ini akan mengikuti seminar pengembangan kaderisasi kontemporer serta seminar literasi digital. Kemudian dilanjutkan dengan sidang komisi sekaligus RTL dan pembentukan tim penyusunan materi kaderisasi. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Khutbah, Kyai, Habib PMII Cabang Tegal

Rabu, 01 November 2017

Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Presiden Joko Widodo menegaskan dukungan Indonesia untuk kemerdekaan Palestina dalam pidato kenegaraan pertamanya di sidang bersama Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah di Jakarta, Jumat.

"Indonesia juga terus mendukung kemerdekaan Palestina dari penjajahan dan kedzaliman, serta menyerukan agar saudara-saudara Muslim di Timur Tengah meletakkan senjata dan berdamai demi kepentingan ukhuwah Islamiyah," katanya.

Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina

Sesuai dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, ia mengatakan, Indonesia ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

PMII Cabang Tegal

Presiden juga mengatakan bahwa sesuai UUD, prinsip dasar politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif, yang menentukan kebijakan politik luar negeri secara bebas, mandiri, dan tanpa beban aliansi.

PMII Cabang Tegal

Indonesia, menurut dia, akan terus mengirimkan pasukan perdamaian ke berbagai belahan dunia, menjadi penengah konflik, serta terlibat dalam pembuatan norma-norma regional dan global. (Antara/Mukafi Niam) foto Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Doa, Khutbah PMII Cabang Tegal

Selasa, 31 Oktober 2017

Imam Nahrawi: Pelajar NU Harus Sejahtera Lahir Batin

Brebes, PMII Cabang Tegal. Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi mengajak pelajar NU untuk mensejahterakan diri secara lahir dan batin. Kesejahteraan tersebut bisa terwujud kalau dilandasi tekad mempertahankan kemandirian dan kreativitas baik secara pribadi maupun organisasi.

“Kalau tidak sejahtera secara lahir batin, maka yang timbul hanya pemikiran dan langkah negatif yang membawa kerusakan di muka bumi,” ujar Imam saat sambutan pembukaan Konferensi wilayah (Konferwil) XV IPNU dan Konferwil XIV IPPNU Provinsi Jawa Tengah, di pondok pesantren Assalafiyah Luwungragi, Brebes, Senin (12/12) malam.

Imam Nahrawi: Pelajar NU Harus Sejahtera Lahir Batin (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam Nahrawi: Pelajar NU Harus Sejahtera Lahir Batin (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam Nahrawi: Pelajar NU Harus Sejahtera Lahir Batin

Sejahtera itu, lanjut ? Menpora, bila kondisi pribadi maupun organisasi menjadi lebih baik. Anak anak IPNU dan IPPNU harus menjadi kaya secara ekonomi maupun skill. Maka program-program dan realisasinya harus yang memberdayakan umat agar mandiri secara ekonomi. Kejahatan, sparatisme, dan perilaku menyimpang lainnya karena Mereka belum sejahtera secara lahir batin.

“Sekecil apa pun, gerakan ekonomi harus kita berdayakan, ekonomi kreatif,” ungkitnya.

Contoh kecil, kata Menpora, para pedagang telor asin di Brebes melakukan langkah kreatif dengan memberi warna warni telor asin. Ada yang merah, kuning, hijau, bahkan pink. “Kita ini bangsa yang kreaitf, satu telor aja bisa banyak warna dan rasa,” tuturnya mengisahkan pengalamannya membeli telor asin warna warna karena dia tertarik dan penasaran.

PMII Cabang Tegal

Kata Imam, semua tahu kalau Indonesia bumi yang kaya raya. Hanya saja yang mengolah dan memanfaatkan sebagian oleh pihak asing. Pelajar NU harus bertekad kuat untuk menjadi tuan di negeri sendiri. Kita bisa kuatkan karakter kedisiplinan, kerja keras, untuk kemenangan ekonomi masa depan Indonesia.

“Kita pasti bisa, bukankah awal berdirinya NU juga merupakan perkumpulan para saudagar?” ajaknya penuh semangat.

Untuk menjadi Negara maju, lanjutnya, Indonesia membutuhkan pengusaha muda. Tahun 2015, pengusaha Indonesia total hanya 1,65 persen. Sementara pengusaha muda hanya berkisar antara 0,8 sampai 1,4 persen.?

PMII Cabang Tegal

Sayangnya, di tengah kondisi demikian, banyak kalangan muda yang justru tergilas akibat kurang produktif. Masa muda banyak digunakan untuk hal hal negatif seperti tawuran, mengkonsumsi narkoba, seks bebas, mania sosmed dan lain-lain.

“Anak anak NU, jangan termakan sosmed, tapi bisa memanfaatkan sosmed tersebut untuk peningkatan kemajuan potensi diri dan organisasi. Jangan sekali kali pasang status galau di facebook. Harus bersemangat, gelorakan semangat juang untuk NKRI,” ujarnya.?

Kita bisa membayangkan, bagaimana Kiai Hasyim Asy Ari bisa mengumpulkan seluruh kiai se Indonesia sementara saat itu belum ada handphone. “Tentu, ada kekuatan batin dan keikhlasan yang mendasari pendiri NU, untuk mendirikan dan menyatukan NKRI,” pungkasnya.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Menpora, didampingi Pengasuh Pesantren Assalafiyah Luwungragi Brebes yang juga Rois PBNU KH Subhan Makmun, Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko, Plt Bupati Brebes Budi Wibowo, Pengurus PW NU dan Ketua PC NU Brebes KH Athoillah Syatori. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Bahtsul Masail, Kiai, Khutbah PMII Cabang Tegal

Selasa, 24 Oktober 2017

Siang Ini, LKSB Gelar Rapat Akbar Pemuda Indonesia

Jakarta, PMII Cabang Tegal - Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) akan menggelar seminar perdana Otokritik Indonesia di Gedung PBNU lantai 8, Jakarta, Jumat (16/12) siang. Pihak LKSB pada kesempatan perdana ini melibatkan sejumlah pihak untuk mendiskusikan mandulnya peran pemuda Indonesia dalam menghadapi masalah-masalah kebangsaan masa kini.

“Seminar Otokritik Indonesia ini ke depan akan diadakan berseri. Seri perdana ini diawali dengan para pimpinan muda pergerakan mahasiswa Indonesia,” kata Direktur Eksekutif LKSB Abdul Ghopur kepada PMII Cabang Tegal, Jumat (16/12) pagi.

Siang Ini, LKSB Gelar Rapat Akbar Pemuda Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Siang Ini, LKSB Gelar Rapat Akbar Pemuda Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Siang Ini, LKSB Gelar Rapat Akbar Pemuda Indonesia

Diskusi kepemudaan dan kepemimpinan ini dilatarbelakangi oleh keresahan sejumlah aktivis gerakan mahasiswa dan kepemudaan untuk mengevaluasi jalannya gerakan reformasi. Diskusi ini mencoba melihat akar masalah macetnya pelaksanaan amanat, semangat, dan cita-cita reformasi.

PMII Cabang Tegal

Pihak LKSB mengundang segenap sahabat muda pergerakan dan anak bangsa secara umum untuk terlibat dalam diskusi Otokritik Indonesia dalam rangka menjahit merah putih dan merajut kembali nasionalisme yang terkoyak.

Kajian perdana ini menghadirkan Ketum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sahat Martin Philip Sinurat, Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Crhisman Damanik, Ketum Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Angelo Wake Kako, Ketua Umum Generasi Muda Perhimpunan Indonesia-Tionghoa (Gema Inti) Hardy Stefanus, dan Direktur LKSB Abdul Ghopur.

PMII Cabang Tegal

“Pembicara utama diskusi ini Wasekjend PBNU Hery Haryanto Azumy dan Insya Allah Waketum PBNU Prof Maksoem Mahfudhz. Ke depan Otokritik Indonesia akan membahas bidang lain di luar gerakan kepemudaan seperti masalah ekonomi, politik, hukum, budaya, sosial, agama, dan bidang lain,” kata Ghopur yang juga Wakil Ketua PP Lesbumi. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Khutbah, Nasional, Makam PMII Cabang Tegal

Jumat, 20 Oktober 2017

Melestarikan Seni Madura di Hari Kelahiran Pancasila

Sumenep, PMII Cabang Tegal. Madrasah Bustanul Ulum, Desa Campor Timur, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep mengelar pawai bertema Melestarikan Seni dan Budaya Madura demi Tetap Tegaknya NKRI, Rabu (1/5). Tema tersebut dimaksudkan agar Hari Kelahiran Pancasila menjadi momentum untuk meneguhkan kesenian dan kebudayaan yang dicetuskan oleh nenek moyang bangsa ini.?

Dalam kesempatan itu, para murid, guru, wali siswa, hingga masyarakat di sekitar madrasah tampak antusias menghadirkan kesenian dan budaya setempat.

Melestarikan Seni Madura di Hari Kelahiran Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Melestarikan Seni Madura di Hari Kelahiran Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Melestarikan Seni Madura di Hari Kelahiran Pancasila

Beragam aksi ditampilkan anak didik Madrasah Bustanul Ulum, mulai Tari Sandur yang merupakan seni dan budaya tertua yang hampir dilupakan di Madura. Selain itu, ditampilkan pula Tari Moang Sangkal hingga kesenian musik Saronen dan sejenisnya yang semuanya budaya asli Madura.

"Mari kita jaga anak didik kita agar tidak melupakan sejarah bangsa, supaya mereka tetap bangga dengan kekayaan negeri sendiri," tegas Achmad Daniyal, pengurus Pimpinan Cabang GP Ansor Sumenep yang juga pengelola Madrasah Bustanul Ulum. (Hairul Anam/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Hikmah, Khutbah PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Rabu, 30 Agustus 2017

Inilah Perbedaan Makna Islam dan Muslim

Jakarta, PMII Cabang Tegal

Islam dan Muslim memiliki makna berlainan. Islam itu penuh kerahmatan, kedamaian, dan keindahan. Sementara Muslim adalah pemeluk agama Islam yang belum tentu? memiliki makna sebagaimana Islam itu sendiri.

Inilah Perbedaan Makna Islam dan Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Perbedaan Makna Islam dan Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Perbedaan Makna Islam dan Muslim

“Namanya juga penganut, ada saja yang tidak bersesuaian dengan yang dianutnya. Bisa karena ilmunya kurang, atau boleh jadi nafsunya yang kebablasan,” terang KH Nurul Huda melalui akun Facebook pribadinya pada Senin pagi (16/1).

Dia menambahkan, Muslim itu ada yang merahmati, tapi ada juga yang suka mencaci. Sebagian Muslim mendamaikan, tetapi ada juga yang menghinakan. Ada Muslim yang suka keindahan, ada pula yang suka keburukan.

PMII Cabang Tegal

“Ini soal pilihan. Kamu pilih jadi Muslim pengasih atau pencaci? Atau mau sepakati saja, yang pencaci tidak usah disebut Muslim? Tapi KTP-nya kan Islam?” kata pria yang akrab disapa Kiai Enha.

PMII Cabang Tegal

Menurutnya, Islam itu isim masdar, sedangkan Muslim isim fa’il. Islam tak pernah berubah sejak dulu. Islam melanglang buana melintasi benua. Di Arabia, Eropa, Afrika, Britania, Amerika, Asia, dan Nusantara. Semua dapat menerima dengan indah.

Namun, lanjut Kiai Enha, Muslim adalah subjek. Ia sangat dipengaruhi lingkungan sekitar, pengalaman, dan keilmuannya.

“Saya kehabisan alasan atas perilaku sebagian Muslim yang masih senang mencaci, mengadu domba, dan merasa paling hebat di atas jagat!” tutup pemilik Istana Yatim Setu, Bekasi, Jawa Barat itu. (Aru Lego Triono/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Santri, Aswaja, Khutbah PMII Cabang Tegal

Selasa, 08 Agustus 2017

LP Ma’arif Luncurkan Pergamanas Perdana

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama, Jumat (14/11) petang, meluncurkan Perkemahan Pramuka Penggalang Ma’arif NU Nasional (Pergamanas) Ke-1 di gedung PBNU, Jakarta. Perhelatan ini mengusung tema “Pramuka Ma’arif NU Bersatu, Berkarya, Membangun Karakter Bangsa”.

Acara peluncuran dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menteri Ketenagakerjaan Muh Hanif Dhakiri, dan sejumlah perwakilan dari Kementerian Sosial, Kementerian Pemuda dan Olaraga, serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

LP Ma’arif Luncurkan Pergamanas Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif Luncurkan Pergamanas Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif Luncurkan Pergamanas Perdana

Menurut rencana, Pergamanas perdana ini diselenggarakan secara nasional pada 7-15 Januari 2015 di Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, Jawa Barat. Sekitar 4000 siswa tingkat penggalang dari berbagai provinsi bakal meramaikan kegiatan akbar tersebut.

PMII Cabang Tegal

Ketua PP LP Ma’arif NU HZ Arifin Junaidi mengatakan, Pergamanas digelar setelah pihaknya sukses melaksanakan Perwimanas (Perkemahaan Wirakarya Ma’arif NU Nasional) pada 2013 lalu. Kegiatan ini menitikberatkan pada pembinaan karakter pelajar agar berguna bagi diri, keluarga, bangsa, dan negara.

“Karena itu, dalam kegiatan kemah pramuka di LP Ma’arif NU selalu ada olimpiade keislaman, olimpiade kebangsaan, wisata religi, pentas budaya-budaya Indonesia, penanaman seribu pohon, bazar khas makanan Indonesia dan lainnya,” imbuhnya.

PMII Cabang Tegal

Saat ini panitia penyelenggara telah menerima konfirmasi kesanggupan peserta dari 25 provinsi. Jumlah ini sudah melewati angka peserta Perwimanas tahun lalu yang diikuti 16 provinsi atau sekitar 3000 siswa.

Arifin juga menyampaikan, untuk memperkuat ciri khas, Pergamanas memasukkan olimpiade Aswaja sebagai bagian dari kegiatan utama. Pergamanas menghadirkan pula para peninjau dari luar negeri, antara lain Arab Saudi, Malaysia, Singapura, dan Mesir. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Khutbah, Fragmen PMII Cabang Tegal

Senin, 07 Agustus 2017

Santri Dikenalkan Bagaimana Proses Produksi Berita

Yogyakarta, PMII Cabang Tegal. Pada sesi terakhir pada kelas menulis santri atau yang disebut KMS, santri diajak kunjungan ke media cetak dan online, Tribun Yogyakarta, Kamis (22/01), pukul 14:00-16:00. Mereka dikenalkan bagaimana proses produksi berita di media mainstream. Pada kunjungan ini, Yudha Kriswanto, Redaktur Tribun Jogja mempersilakan para santri untuk menulis di media online tribunjogja.com.

"Teman-teman pakai gadget semua kan? Silakan kalian tulis berita kejadian pada saat Anda perjalanan dari LKiS ke kantor Tribun Jogja." Instruksi Yudha saat mewakili Tribun Jogja untuk mengisi sesi kunjungan santri.

Santri Dikenalkan Bagaimana Proses Produksi Berita (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Dikenalkan Bagaimana Proses Produksi Berita (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Dikenalkan Bagaimana Proses Produksi Berita

Setelah memberitahukan tata cara mengirim berita ke Tribun Jogja, Yudha juga menjelaskan, saat mengirim berita harus disertai foto. Menurutnya, foto menjadi orisinalitas berita.

"Mengambil foto harus sesuai dengan kejadian. Jangan sampai salah mengambil foto, karena akan memicu permasalahan besar. Dan kalau kalian mengambil foto dari internet, maka harus cantumkan alamatnya." Jelasnya kepada para santri yang sedang asyik mendengarkan paparannya.

Ia juga menjelaskan, tulisan yang dikirim ke tribunjogja.com tiga paragraf sudah cukup. "Ketika ada kejadian, segeralah tulis. Karena media online akan memuat berita-berita yang update." Tandasnya.

Usai menjelaskan bagaimana prosedur penulisan berita di Tribun Jogja, Yudha kemudian memperlihatkan video saat pelatihan pertama kali yang diadakan oleh Tribun Jogja. "Ini merupakan pelatihan angkatan pertama. Pada waktu itu, koran tribun belum ada, bahkan media onlinenya juga belum ada." Jelasnya kepada para santri seraya memperlihatkan video dokumenter Tribun Jogja.

PMII Cabang Tegal

"Setelah hari kedua pelatihan, ada gunung merapi meletus, tepatnya pada tahun 2010. Pada saat itu, para wartawan langsung diterjunkan ke tempat kejadian sebelum rapat redaksi." Tutur Yudha, Pria dengan sosok rambut gondrong. (Nur Sholikhin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Khutbah PMII Cabang Tegal

Senin, 24 Juli 2017

Anak Perlu Disiapkan Agar Orang Tua Tak Menyesal

Sragen,PMII Cabang Tegal. Suatu ketika, Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya berjalan melewati sebuah pemakaman. Tiba-tiba Nabi mendengar teriakan ahli kubur. Sontak ia memanggil para sahabat.

Anak Perlu Disiapkan Agar Orang Tua Tak Menyesal (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Perlu Disiapkan Agar Orang Tua Tak Menyesal (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Perlu Disiapkan Agar Orang Tua Tak Menyesal

Kata Nab,i ada orang yang menangis, teriak minta tolong. Namun, sahabat tidak mendengarnya. Lalu dicarilah sumber suara tadi.

“Ini lho, ada ahli kubur, sedang teriak-teriak,” kata Nabi sebagaimana dikisahkan KH Yusuf Chudlori di depan para jamaah pengajian Jamuro di Sragen, Jawa Tengah (23/4).

PMII Cabang Tegal

Kiai yang akrab disapa Gus Yusuf menambahkan, Nabi kemudian mengambil pelepah kurma dan berdoa. Ya Allah! selama pelepah kurma ini masih basah, semoga Engkau memberikan ahli kubur ini, bebas dari azab kubur.

Menurut Gus Yusuf, dari kisah tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa para ahli kubur, masih membutuhkan doa dari para keluarga dan orang yang masih hidup.

PMII Cabang Tegal

“Untung saat itu ada Nabi. Karena zaman sekarang sudah tidak ada Nabi, siapa lagi yang mau mendoakan?” kata Gus Yusuf.

Untuk itulah, anak perlu dipersiapkan sedari dini, agar kelak para orang tua yang sudah meninggal, tidak perlu lagi teriak-teriak kebutuhannya dari alam kubur.

“Anak perlu disiapkan, agar tidak menyesal di kemudian hari. Agar anak dapat mendoakan orang tua,” lanjutnya.

Malam jumat seperti ini, lanjut Gus Yusuf, anak diajarkan untuk membaca doa tahlilan dan sebagainya. Anak yang mendoakan orang tuanya, inilah yang disebut sebagai anak solih dan solihah,” tutur Pengasuh Pesantren API Tegalrejo Magelang itu.

Namun, untuk menjadikan anak agar dapat berbakti kepada orang tua juga mesti memenuhi dua syarat. “Pertama. Kalau orang tua ingin dicintai anak, syaratnya orang tua juga mesti  mencintai anak. Anak keluyuran, orang tua jangan diam saja,” ujarnya.

Mencintai anak, bukan berarti menuruti semua kemauannya. Tetapi mengarahkan dan menjaga agar anak terhindar dari neraka. “Kedua. Berikan pendidikan yang baik, disekolahkan di Ma’arif , Pesantren, dan sekolah Islam,” imbuh dia.

Setidaknya dua syarat tersebut mesti dipenuhi, agar anak menjadi solih dan solihah serta berbakti kepada kedua orang tua. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Habib, Khutbah PMII Cabang Tegal

Jumat, 30 Juni 2017

PBNU Minta Viralkan Soal Stunting

Jakarta, PMII Cabang Tegal 

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Robikin Emhas mengatakan bahwa pengentasan persoalan stunting adalah tugas negara. Namun demikian, katanya, negara tidak mampu melakukan persoalan stunting secara sendirian mengingat banyaknya persoalan lain yang harus dikerjakan. Oleh karena itu, menurut Robikin, harus melibatkan pribadi-pribadi warga negara  atau secara kolektif yang disebut dengan civil society. 

PBNU Minta Viralkan Soal Stunting (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Viralkan Soal Stunting (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Viralkan Soal Stunting

Ia menyampaikan hal itu saat membuka Halaqah Alim Ulama dan Daiyah NU yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Fatayat NU (PP Fatayat NU) di lantai lima, gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (13/11).

"Ada tanggung jawab negara di satu sisi, ada tanggung jawab warga negara yang secara pribadi yang kemudian secara kolektif yang dianggap sebagai civil society, "

Namun begitu, katanya, civil society harus sanggup untuk menjadi gerakan rakyat. Di antara ukuran keberhasilan gerakannya, ialah menjadikan isu stunting menjadi viral di media sosial. 

"(Kalau belum viral) maka kampanye temen-temen belum berhasil," ujar alumnus Pesantren Miftahul Huda Gading, Malang melihat maraknya media sosial yang sudah tak terbendung. 

PMII Cabang Tegal

Ia menjelaskan, fungsi utama kita sebagai masyarakat sipil, adalah memantik tumbuhnya kesadaran di masyarakat.

PMII Cabang Tegal

"Melalui daiyah NU inilah kita punya harapan gagasan ini bisa tumbuh dan subur," katanya. 

Pada akhirnya, harap Robikin, masyarakat mau bergandeng tangan untuk menggelorakan isu stunting agar tidak lagi terjadi di Indonesia atau paling tidak berkurang secara signifikan. 

Di antara narasumber yang mengisi Halaqah ini, ialah Rois Syuriyah PBNU KH Ishomuddin, dan Guru Besar dan Ahli Gizi The University of Alma Ata Yogyakarta Hamam Hadi. 

Pada acara yang mengangkat tema "Jihad Cegah Stunting" ini diikuti peserta dari para kiai NU, Daiyah Fatayat NU DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu, Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang Fatayat Jakarta, Pengurus Cabang Muslimat Jakarta Barat, dan sejumlah pengurus Nasyiatul Aisyiah Muhammadiyah. (Husni Sahal/Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal IMNU, Khutbah PMII Cabang Tegal

Jumat, 02 Juni 2017

Kisah Penyebar Islam Muizin dan Muizah

Boyolali, PMII Cabang Tegal. Zaman dahulu, sepasang kakak-beradik keturunan dari Kerajaan Majapahit yang bernama Muizin dan Muizah tiba di daerah Boyolali. Mereka adalah para penyebar Islam yang berkelana ke pondok-pondok pesantren dan menyebarkan agama Islam di wilayah sekitar Boyolali.

Kisah Penyebar Islam Muizin dan Muizah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Penyebar Islam Muizin dan Muizah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Penyebar Islam Muizin dan Muizah

Perjuangan mereka tidak sia-sia, sampai sekarang banyak warga di daerah Mojosongo khususnya yang banyak memeluk agama Islam, bahkan di daerah tersebut juga banyak pesantren yang berdiri.

Maka tak heran, bila setiap tahunnya warga dari empat dusun, yakni Karang Duren, Karang Andong, Pakis Taji, Karang Nongko dan juga dari daerah lain, memperingati acara haul kedua penyebar Islam itu.

PMII Cabang Tegal

Tahun ini, acara haul diselenggarakan pada Sabtu malam (8/6) lalu, di kompleks makam Sono Lurus Dusun Karang Duren, Desa Methuk, Mojosongo, Boyolali. Ratusan warga dari berbagai dusun itu hadir di tempat itu untuk mendoakan para leluhur yang telah berjasa menyebarkan Islam.

“Menurut sejarah, makam ini merupakan makam kakak beradik putra dari Kerajaan Mjapahit, yang diusir keluar kerajaan karena memeluk agama Islam” kata Prihantono, salah satu panitia.

PMII Cabang Tegal

Acara yang dipimpin KH Ali Mahfud itu, diisi dengan pembacaan yasin, zikir, tahlil dan doa bersama. Selain mendoakan keduanya, warga juga berdoa agar tetap dalam lindungan Allah dan diberi keselamatan dunia akhirat serta limpahan rejeki yang halal dan barokah.

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Syariah, Khutbah, Habib PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock