Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Jatman Sumedang Gelar Ijazah Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani

Sumedang, PMII Cabang Tegal. Jamiyyah Ahlith Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (Jatman) atau asosiasi tarekat NU Kabupaten Sumedang melalui sayap organisasinya Majelis Nurul Burhan menggelar kegiatan ijazah kubro manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani, Rabu (26/9) malam.

Jatman Sumedang Gelar Ijazah Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani (Sumber Gambar : Nu Online)
Jatman Sumedang Gelar Ijazah Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani (Sumber Gambar : Nu Online)

Jatman Sumedang Gelar Ijazah Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani

Kegiatan yang bertempat di Aula PCNU Sumedang ini diikuti oleh pengurus NU, santri, dan masyarakat umum. Ijazah berarti pemberian sanad keilmuan yang lazim dilakukan di kalangan pesantren atau dunia tarekat.

Pemberi ijazah manaqib pada kesempatan itu ialah Habib Syarif Ahmad Mutholib,  putra Habib Hud Muhammad bin Yahya dari Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon. Kitab manaqib yang diijazahkan adalah Nurul Burhan. Kitab ini berisi sejarah perjalanan hidup Syekh Abdul Qodir al-Jailani.

Selain kitab Nurul Burhan, Habib Syarif juga mengijazahkan kitab dzikir Ya Hadiyyu. Kitab Ya Hadiyyu merupakan kitab ringkasan dari kitab manaqib Nurul Burhan.

Ketua Majlis Nurul Burhan, Asep Munawar mengatakan bahwa kegiatan ijazah ini merupakan program Majelis Nurul Burhan yang dilaksanakan setiap tahun. Ijazah malam ini merupakan tahun kedua yang dilaksanakan di Aula PCNU Sumedang. 

PMII Cabang Tegal

Sementara Ketua PCNU Sumedang, Sadulloh, memaparkan bahwa PCNU Sumedang telah memprakarsai kegiatan ijazah manaqib kubro ini. Ijazah pertama yang dilaksanakan di Sumedang bertempat di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah pada tahun 2014. Setelah itu baru dibentuk pengurus baru lembaga Jatman NU Sumedang dan diikuti juga dengan pembentukan organisasi sayap jatman NU Sumedang yang bernama Majelis Nurul Burhan. 

Mulai dari sana pembacaan manaqib dan dzikir kitab Ya Hadiyyu di Sumedang terus istiqamah dan mulai semarak, lanjut Sadulloh. "Pengurus PCNU Sumedang akan terus mendorong kegiatan ini karena kami menyadari bahwa ruh NU ada di dua badan otonom NU, yaitu Jatman NU dan JQH NU. Dua lembaga ini mewadahi orang ahli dzikir dan ahli Quran. Kalau dua lembaga ini tidak hidup maka akan kelihatan NU-nya juga tidak akan hidup," ujarnya.

Oleh karena itu, PCNU Sumedang mendorong dua badan otonom ini untuk terus membentuk kepengurusan sampai ke tingkat ranting. Kalau pengurus rantingnya sudah terbentuk maka kegiatan manaqib dan dzikir akan semakin semarak, kata Sadulloh. 

"Semoga kegiatan ijazah ini kedepanya selalu istiqomah terlaksana setiap tahunnya. Mohon kepada pengurus NU supaya lebih masif lagi dalam mendorong warga NU untuk mengikuti ijazah manaqib ini. Harapan kedepannya acara manaqib di Sumedang bisa terlaksana di setiap desa atau ranting secara serentak," tutup Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib) 

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal PonPes, Daerah, Kyai PMII Cabang Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Wakil Rais NU Jateng Minta Kantor DPD Dibuka untuk Publik

Semarang, PMII Cabang Tegal - Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah Muhammad Adnan merasa galau atas kurang dikenalnya lembaga legislatif bernama Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (Fisip Undip) ini prihatin mengapa tidak hanya orang awam yang kurang mengenal DPD. Sewaktu ia mencoba menanyakan kepada mahasiswa, ternyata ada yang masih belum begitu mengetahui tentang lembaga perwakilan daerah yang kalau di Amerika populer dengan sebutan "senat" tersebut.

“Di negeri kita ada lembaga legislatif selain DPR. Yaitu DPD. Tapi masyarakat banyak yang belum mengenalnya. Bahkan mahasiswa pun ada yang masih kurang mengetahui,” tuturnya saat menjadi pembicara dalam Sosialisasi Kelembagan DPD RI di Aula Fisip Undip, baru-baru ini.

Wakil Rais NU Jateng Minta Kantor DPD Dibuka untuk Publik (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Rais NU Jateng Minta Kantor DPD Dibuka untuk Publik (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Rais NU Jateng Minta Kantor DPD Dibuka untuk Publik

Acara tersebut diselenggarakan oleh DPD RI Jateng yang dihadiri oleh salah satu anggotanya, Ahmad Muqowwam. Pembicara selain Adnan ialah Dosen Ilmu Pemerintahan Fisip Undip Priyatno Harsasto. Kurang lebih 300 mahasiswa Undip dan utusan lembaga lain menghadiri acara tersebut.

Adanan mengusulkan agar Jawa Tengah mempelopori pemanfaatan kantor DPD yang ada di Jalan Imam Bonjol Semarang untuk umum. Siapa pun boleh datang mencari informasi, bertemu wakil daerahnya atau memakai gedung tersebut untuk keperluan yang bermanfaat. Secara khusus mantan ketua PWNU Jateng dua periode yang pernah nyalon Wakil Gubernur Jateng ini meminta Ahmad Muqowwam merealisasikan usulannya itu.

PMII Cabang Tegal

“Pak Muqowwam, saya mohon Jateng menjadi pelopor. Buka saja kantor DPD untuk publik. Agar rakyat kenal wakil daerahnya. Agar seperti orang Amerika mengenal senator mereka,” tuturnya dengan nada canda.

PMII Cabang Tegal

Priyatno Harsasto dalam paparannya menimpali, bahwa tidak hanya mahasiswa yang perlu mengenal DPD. Para dosen pun menurutnya masih perlu mengenal DPD, agar ketika memberikan materi kuliah bisa lengkap dan akurat.

Sopir Taksi Mengira Kantor Organda

Anggota DPD RI asal Jateng Ahmad Muqowwam ketika berbicara menceritakan, ia punya pengalaman lucu ketika naik taksi di Jakarta hendak menuju kantornya di Senayan.? Kala menaiki taksi dan meminta diantar ke kantor DPD, sopir mengira yang dimaksud adalah Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Angkutan Darat (DPD Organda).

“Tolong? saya diantar ke kantor DPD ya Pak,” ucap Muqowwam begitu menutup pintu taksi. Sopir pun bertanya: “DPD Organda DKI ya Pak?”

Pengalaman lain, sopir taksi mengira DPD itu kantor partai. Ketika ia menumpang taksi dan memberi perintah yang sama, sopir bertanya: “DPD yang bapak tuju itu DPD PDI P apa DPD Golkar?”

Muqowwam mengaku tersenyum geli sekaligus prihatin, betapa tidak dikenalnya lembaga tempat dia menjadi senator. Hadirin kompak tertawa riuh saat ia menceritakan? kisah lucu itu.

“Gerrrr…. Hahahaa….” Seru hadirin seperti koor. (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kyai, Sejarah, Lomba PMII Cabang Tegal

Pagelaran Ketoprak Akan Ramaikan Konfercab Ansor Sragen

Sragen, PMII Cabang Tegal. Kegiatan Konferensi Cabang (Konfercab) tidak mesti melulu identik dengan tarik-menarik pengaruh dalam proses pemilihan ketua, atau adu argumen di arena persidangan. Peserta Konfercab juga butuh hiburan sebagai jembatan komunikasi, menjalin keakraban, di samping tentunya dapat membaur dengan warga sekitar.?

Selain agenda formal macam pembahasan AD/ART dan pemilihan ketua baru, Pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, juga menyiapkan ragam hiburan sebagai rangkaian Konfercab GP ke-IX di Kompleks Gedung DPRD Sragen, Ahad (10/4).

Pagelaran Ketoprak Akan Ramaikan Konfercab Ansor Sragen (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagelaran Ketoprak Akan Ramaikan Konfercab Ansor Sragen (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagelaran Ketoprak Akan Ramaikan Konfercab Ansor Sragen

“Rangkaian kegiatan sudah dimulai hari ini (Jumat), dengan diadakan Latihan Instruktur (LI) Ansor dan Banser se-Soloraya. Kegiatan tersebut nantinya berjalan selama tiga hari, Jumat-Ahad (8-10/4)” terang Ketua PC GP Ansor Sragen, Nur Muh Sugiyarto, Jumat (8/4).

Lebih lanjut dipaparkan Sugiyarto, selain kegiatan latihan bagi instruktur, juga akan ada pagelaran musik Islami Sukowati serta bazar “Pesta Rakyat”. Sedangkan pada Ahad pagi di Gedung Kartini Sragen, akan ada pagelaran ketoprak “Ngampung” Balekambang Surakarta.

Pementasan seni budaya ini menurut Sugiyarto dirasa penting, mengingat catatan sejarah membuktikan dakwah di Nusantara dapat berkembang pesat, salah satunya melalui media budaya.

“Melalui integrasi budaya, terbukti Islam berkembang pesat di Indonesia dan memberikan citra sebagai agama yang menjadi rahmat untuk alam semesta,” pungkasnya.? (Ajie Najmuddin/Zunus)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Kyai, Sejarah PMII Cabang Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Harlah ke-91 NU, IPNU-IPPNU Babat Lintasi Medan Pucakwangi

Lamongan, PMII Cabang Tegal. Sebanyak 70 kader Corp Brigade Pelajar IPNU dan Korps Pelajar Putri IPPNU kecamatan Babat, Lamongan, melintasi bukit Pucakwangi dan desa Karangasem untuk memperingati harlah ke-91 NU. Menempuh sejauh lebih dari 4 km, perjalanan rombongan ini berakhir di makam Mbah Kleteh, seorang ulama sesepuh desa, Kamis (15/5).

Harlah ke-91 NU, IPNU-IPPNU Babat Lintasi Medan Pucakwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah ke-91 NU, IPNU-IPPNU Babat Lintasi Medan Pucakwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah ke-91 NU, IPNU-IPPNU Babat Lintasi Medan Pucakwangi

Para peserta mendaki dan menikmati pemandangan bukit gunung Pucakwangi. Sepanjang lintasan, panitia menempatkan beberapa pos di sejumlah titik sebagai tempat penyampaian materi dasar CBP dan KPP, kepecintalaman, dan kepalangmerahan.

Jalur lintasan demikian sengaja dipilih agar pelajar NU mengetahui makam tokoh masyarakat dan ulama yang baru ditemukan. Selain peringatan harlah NU, kegiatan  diadakan sebagai acara awal sebelum Diklatama CBP dan KPP pada Selasa-Kamis (27-29/5) mendatang.

PMII Cabang Tegal

Ketua PAC IPNU Babat Muhammad dalam sambutan pembukaan mengimbau para peserta untuk mengambil pelajaran dari alam dan perjuangan tokoh NU. Ia juga meminta para kader menjaga batas-batas etika dan jarak antara laki-laki dan perempuan mengingat CBP dan KPP sebagai kepanduan pelajar NU.

PMII Cabang Tegal

“Selaku kader palajar NU, di manapun dan apapun posisinya kita harus selalu menjaga etika kesopanan sesuai aturan agama terutama jarak antara rekan dan rekanita di mana kemahroman tetap terjaga,” kata Muhammad. (M Faqoth/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Berita, Pertandingan, Kyai PMII Cabang Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Betapa Zalimnya Bulog!

Yogyakarta, PMII Cabang Tegal. Kinerja pengadaan beras Badan Urusan Logistik (Bulog) mengalami kemunduran dari waktu ke waktu. Anehnya, hal itu justru menjadi alasan untuk mengimpor beras, dan para menteri ekonomi pun sepakat. Akhir September atau awal Oktober ini dipastikan 210 ribu ton beras impor akan mengacaukan harga beras nasional.

Berdasarkan data dari Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) Universitas Gadjah Mada (UGM), pada 2006 stok beras Bulog mengalami penurunan drastis. Untuk Mei 2006 terjadi under stok. Lepas panen raya stok Bulog cuma 1.480.965 ton. Padahal pada 2005 bulog punya cadangan beras sebesar 1.827.388 ton dan pada 2004 sebesar 2.626.867 ton.

Betapa Zalimnya Bulog! (Sumber Gambar : Nu Online)
Betapa Zalimnya Bulog! (Sumber Gambar : Nu Online)

Betapa Zalimnya Bulog!

“Ini fakta dasar. Bulog sendiri yang kemudian mengusulkan untuk impor, dan para menteri setuju,” kata Peneliti PSPK UGM yang juga Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta KH. Mochamad Maksum kepada PMII Cabang Tegal, Jum’at (8/9).

Hasil kalkulus baru pengadaan beras bulog Januari 2006 sampai Agustus 2006 hanya berhasil 60,14 persen saja. Dari rencana 2.065.000 ton hanya terealisir 1.242.254 ton.

“Masalahnya Jelas. Kinerja pangan disengaja jelek agar pantas akhir 2006 ini dapat legitimasi impor. Ini sangat bodoh. Gagal stok kog malah impor. Begini kog ya ditolelir. Banyak indikasi yang menunjukkan betapa zalim dan bodohnya Bulog," kata Maksum.

PMII Cabang Tegal

Dikatakannya, hal paling ditakutkan para petani adalah dampak psikologisnya impor beras itu di pasaran. Jumlah 210 ribu ton itu tidak seberapa jika dibanding dengan surplus beras di Jawa tengah tahun ini, misalnya, yang berkisar sampai 1,5 juta ton.

“Gara-gara impor yang jumlahnya tidak seberapa itu harga harga beras dimana-mana anjlok. Di beberapa daerah ada yang harganya turun sampai Rp 400-Rp 450 per kg,” kata Maksum.

Selain itu dari pengalaman impor selama ini banyak oknum yang mendompleng kebijakan itu. Jumlah beras impor ilegal yang dimasukkan eksportir yang mendompleng kebijakan itu bisa menjadi beberapa kali lipat dari kuota impor pemerintah.

Begini-ini yang menjadi biang utamanya adalah Bulog. Jadi secra fungsional diragukan managemennya, ya dibubarkan saja atau direformasi lembaganya,” ujar Maksum. (nam)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kyai, Lomba, Nasional PMII Cabang Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

Ketua PBNU: Program Tidak Dikerjakan, Tapi Ramai Saat Pilkada

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Dinamika politik di Jakarta selalu menyedot perhatian publik. Posisi NU sebagai ormas berpengaruh seharusnya mampu mengambil peran penting dalam menghadapi persoalan riil warga. Berbagai persoalan sosial-keagamaan, masalah ekonomi, dan berbagai isu kesenjangan yang terkait dengan warga NU belum dikerjakan secara maksimal.

“Saya memahami betul problem di Jakarta ini. NU tidak digarap, program-progamnya tidak dikerjakan, tapi NU selalu muncul kalau ada politik. Ini yang menjadi problem,” kata Ketua PBNU Imam Aziz saat pelantikan dan peningkatan kapasitas Pengurus Ranting NU se-MWC NU Cipayung, Jakarta Timur, di lantai 8 Gedung PBNU, Jakarat Pusat, Selasa (7/2).

Di hadapan hadirin, ia menuturkan bahwa dirinya telah menyampaikan kepada Ketua Pengurus Wilayah NU Jakarta untuk menggenjot program-program yang menjadi prioritas, diantaranya mengenai pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.

Ketua PBNU: Program Tidak Dikerjakan, Tapi Ramai Saat Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PBNU: Program Tidak Dikerjakan, Tapi Ramai Saat Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PBNU: Program Tidak Dikerjakan, Tapi Ramai Saat Pilkada

Dalam hal pendidikan, lanjutnya, di Jakarta banyak pesantren, juga kiai, tetapi untuk pendidikan yang berlabel NU itu sangat sedikit.?

Senada dengan pendidikan, di bidang ekonomi juga menjadi masalah riil yang dihadapi warga NU Jakarta. “Ekonomi harus diperhatikan betul-betul,” tegasnya .?

PMII Cabang Tegal

“Mengenai kesehatan belum ada rumah sakit dan poliklinik yang berlabel NU. Ini menjadi tugas serius,” pungkasnya. (Husni Sahal/Zunus)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Kyai PMII Cabang Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan Dengan Syarat

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Thawaf Ifadlah yang menjadi salah satu rukun dalam ibadah haji, boleh diwakilkan kepada orang lain. Namun, hukum boleh, diputuskan setelah melewati perdebatan panjang para peserta musyawarah bahtsul masail. Hukum badal Thawaf Ifadlah ini diperbolehkan dengan sejumlah syarat.

Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan Dengan Syarat (Sumber Gambar : Nu Online)
Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan Dengan Syarat (Sumber Gambar : Nu Online)

Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan Dengan Syarat

Putusan Pleno yang dipimpin Ketua LBM PBNU KH Zulfa Musthofa Rabu (3/7) pagi mengatakan, “Pada dasarnya badal Thawaf Ifadlah tidaklah diperbolehkan meskipun ada uzur karena Thawaf Ifadlah merupakan salah satu rukun haji.”

Mereka mengutip pendapat Imam Syihabuddin ar-Ramli yang membolehkan badal itu dengan sejumlah syarat. Syarat yang diajukan Ar-Ramli adalah pelaku haji merupakan orang yang madlub (orang sakit yang secara medis tidak mungkin sembuh) dan sudah pulang ke tanah airnya.

PMII Cabang Tegal

Syekh Ramli berargumen, ibadah Haji yang mencakup rukun, wajib, dan sunahnya boleh dibadalkan. Tentu Thawaf Ifadlah sebagai salah satu rukun haji, lebih boleh untuk dibadalkan.

PMII Cabang Tegal

Badal Thawaf Ifadlah merupakan satu isu yang dibahas dalam bahtsul masail Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Yogyakarta, Selasa (2/7) malam.

Syarat itu diajukan oleh Syekh Ar-Ramli yang kemudian dikukuhkan peserta musyawarah LBM PBNU guna menghindari tasahhul, menyepelekan hukum syariah.

Peserta bahtsul masail ialah pengurus wilayah dan cabang LBM NU, Rais Syuriah PBNU, Rais Syuriah PWNU se-Indonesia, dan utusan sejumlah pesantren.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kyai, Nahdlatul, Makam PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock