Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

PBNU Turut Berbelasungkawa Atas Meninggalnya Raja Abdullah

Jakarta, PMII Cabang Tegal. "Segenap keluarga besar PBNU mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Raja Abdullah bin Abdulaziz, yang merupakan seorang muslim moderat," kata Sekretaris Jenderal PB NU, Marsudi Syuhud, di Jakarta, Jumat.  

PBNU Turut Berbelasungkawa Atas Meninggalnya Raja Abdullah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Turut Berbelasungkawa Atas Meninggalnya Raja Abdullah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Turut Berbelasungkawa Atas Meninggalnya Raja Abdullah

Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz, berpulang selamanya pada Jumat dini hari.

Syuhud juga berpesan agar semua yang ditinggalkan dapat melaksanakan apa yang telah digariskan raja.

PMII Cabang Tegal

Menurut dia, raja Arab Saudi yang berkuasa sejak 2006 ini sosok moderat yang giat dalam usaha membina kerukunan umat beragama.

"Dia pernah membentuk lembaga untuk kerukunan beragama. Selain itu raja juga membuat kebijakan-kebijakan baru di dunia pendidikan," ujar Syuhud.

PMII Cabang Tegal

Raja Abdullah bin Abdulaziz sendiri, menurut Reuters, telah berkuasa di Arab Saudi sejak 2006. Setelah mangkat, dia akan digantikan putra mahkota, Pangeran Salman bin Abdulaziz.

Selama kepemimpinannya, dia pernah membuat kebijakan sosial senilai 110 milyar dolar AS untuk membangun perumahan dan menciptakan lapangan kerja dan subsidi sosial besar-besaran dari uang minyak.

Hal inilah yang membuat dia populer di kalangan anak muda Arab Saudi, yang populasinya mencapai 60 persen dari total penduduk.

Raja Abdullah juga diketahui hidup sederhana dan melarang keluarga raja berfoya-foya dengan uang negara. Dia juga menunjukkan kepedulian terhadap kemiskinan di negaranya dengan mengunjungi perkampungan kumuh.

Abdullah bin Abdulaziz merupakan raja pertama di Arab Saudi yang peduli nasib dan hak perempuan.

Dia menawarkan pendidikan yang lebih baik, kesempatan kerja, serta menjanjikan hak partisipasi kepada perempuan dalam pemilihan umum kota pada 2015 ini. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Internasional PMII Cabang Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

Tahun Baru Hijriyah, KBRI Damaskus Pulangkan 26 TKI Suriah ke Tanah Air

Suriah, PMII Cabang Tegal - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Damaskus melakukan pemulangan TKW-TKI gelombang ke-280 sebanyak 26 dari Suriah langsung dari bandara Damascus International Airport, Ahad (2/10). Pihak kedutaan melakukan repatriasi TKW-TKI secara perorangan ini di awal tahun baru hijriyah 1438 H.

Sebagian besar para TKW yang direpatriasi ini berasal dari Jawa Barat. Selebihnya berasal dari Jateng, Jatim, dan NTB. Mereka berhasil dipulangkan setelah permasalahan dan hak-haknya diselesaikan. Repatriasi kali ini didampingi oleh staf KBRI Damaskus Abdul Kholiq.

Tahun Baru Hijriyah, KBRI Damaskus Pulangkan 26 TKI Suriah ke Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Baru Hijriyah, KBRI Damaskus Pulangkan 26 TKI Suriah ke Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Baru Hijriyah, KBRI Damaskus Pulangkan 26 TKI Suriah ke Tanah Air

Mereka yang dipulangkan secara rinsi berasal dari Cianjur, Majalengka, Karawang, Banyuwangi, Sukabumi, Lombok Tengah, Cirebon, Indramayu, Gorontalo, Ende, Serang, Lombok Tengah NTB, Brebes, Pandeglang, Serang, Jember.

Pejabat Protokol Konsuler sekaligus Pejabat Penerangan Sosial Budaya AM Sidqi dalam pertemuan pemulangan mengatakan, “Pemerintah RI telah menghentikan secara permanen pengiriman tenaga kerja untuk sektor perorangan ke seluruh negara di Timur Tengah.”

PMII Cabang Tegal

Menurut Sidqi, dari 26 TKI yang dipulangkan itu diduga kuat terdapat enam korban perdagangan orang (TPPO) yang dikirim pascamoratorium penghentian penempatan TKI ke Suriah pada tahun 2011. Indikasi utamanya adalah tidak adanya perjanjian kerja atau kontrak kerja yang antara lain harus menyebutkan negara tujuan, besarnya gaji dan masa berlakunya kontrak/perjanjian kerja.

PMII Cabang Tegal

Sejak 2012, KBRI Damaskus telah merepatriasi sebanyak 12.510 WNI dalam 280 gelombang. Sementara pada tahun 2016, sebanyak 260 WNI dipulangkan dalam sembilan gelombang.

“KBRI Damaskus masih terus melakukan program repatriasi TKW dari Suriah dan telah masuk tahun keenam, tetapi disayangkan korban perdagangan manusia alias TKW ilegal masih terus masuk ke Suriah, sehingga program repatriasi ini tidak kunjung selesai,” pungkas Sidqi seperti dirilis Pensosbud KBRI Damaskus. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, Internasional, IMNU PMII Cabang Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Gadis Palestina Pecahkan Rekor Sebagai Dokter Termuda di Dunia

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Kedokteran merupakan profesi dengan nilai kemanusiaan yang sangat tinggi. Ketika seseorang mendaftar di fakultas kedokteran, umumnya mereka menyelesaikan pendidikannya pada 20-an akhir.?

Eqbal Asa’d, seorang gadis Palestina yang mulai masuk di fakultas kedokteran pada usia 14 tahun dan lulus pada usia 20 tahun di Weil Cornell Medical Collage di Qatar.

Gadis Palestina Pecahkan Rekor Sebagai Dokter Termuda di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Gadis Palestina Pecahkan Rekor Sebagai Dokter Termuda di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Gadis Palestina Pecahkan Rekor Sebagai Dokter Termuda di Dunia

Dia mendapat gelar sarjana kedokteran dengan nilai memuaskan dan memecahkan rekor sebagai di Guinness World Records sebagai dokter paling muda di dunia.

PMII Cabang Tegal

Setelah kelulusan ini, dia akan pergi ke Ohio untuk melanjutkan pendidikannya dan menjadi seorang dokter ahli penyakit anak. (islam.ru/mukafi niam)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal RMI NU, Internasional, IMNU PMII Cabang Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Bandung Segera Jadi Lautan Mengaji

Bandung, PMII Cabang Tegal



Tak kurang dari 50 ribu santri se-Jawa Barat akan menjadikan Bandung sebagai Lautan Mengaji pada Sabtu (20/5). Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Raya Bandung, Jalan Asia-Afrika, ribuan santri akan melakukan 1000 kali khatam Al-Quran yang dipimpin langsung inisiator Nusantara Mengaji, Muhaimin Iskandar.

Bandung Segera Jadi Lautan Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Bandung Segera Jadi Lautan Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Bandung Segera Jadi Lautan Mengaji

Koordinator Wilayah Nusantara Mengaji Jawa Barat, Cucun A Syamsurizal mengatakan, selain khatam Al-Quran, dilakukan pula Shalat Subuh berjamaah. Pasalnya acara dimulai sejak pukul 03.00.

"Selepas Shalat Subuh berjamaah dilakukan persiapan jalan santai menuju Monumen Bandung Lautan Api Tegal Lega," kata Cucun, Selasa (16/5).

Menurut Cucun, Bandung Lautan Mengaji ini sebagai tindak lanjut dari program Nusantara Mengaji yang digagas Muhaimin Iskandar. Dan untuk wilayah Jawa Barat dipusatkan di Bandung.

PMII Cabang Tegal

Saat rapat, seluruh perwakilan Pesantren di Jawa Barat akan mengirimkan santri dan santriwatinya dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat. Termasuk para tokoh masyarakat dan ulama di Jawa Barat.

Sekretaris Panitia, Ahmad Irfan Alawi mengungkapkan teknis acara ketika jalan santai. Massa santri yang laki-laki akan jalan kaki menuju Monumen Bandung Lautan Api dengan mengenakan sarung, berbaju koko dan berpeci. Di perjalanan akan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Syubbanul Wathan sebagai penegasan kebangsaan di Jawa Barat.

"Pak Muhaimin Iskandar pun ikut jalan kaki. Dan setibanya di Monumen Bandung Lautan Api langsung orasi kebangsaan," ujarnya. (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Internasional, Cerita, Kyai PMII Cabang Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Hadapi Tantangan dan Kontestasi, Islam Indonesia Didorong Teguhkan Identitas

Bangkalan, PMII Cabang Tegal. Setelah gelombang demonstrasi 4 November (411) dan 2 Desember (212) pada 2016, bagaimana kondisi Islam di negeri ini? Apakah ada perubahan pola keislaman dan dinamika sosial?

Hal inilah yang menjadi perbincangan hangat "Masa Depan Islam Nusantara" dalam rangka Milad Prodi Hukum Bisnis Syariah, Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Agenda ini, diselenggarakan di Auditorium UTM, Senin (19/12). Hadir pada forum ini, Munawir Aziz, Wakil Sekretaris LTN PBNU dan editor buku Islam Nusantara terbitan Mizan.?

Hadapi Tantangan dan Kontestasi, Islam Indonesia Didorong Teguhkan Identitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Tantangan dan Kontestasi, Islam Indonesia Didorong Teguhkan Identitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Tantangan dan Kontestasi, Islam Indonesia Didorong Teguhkan Identitas

Dalam ulasannya, Munawir Aziz menyampaikan betapa Islam Indonesia menghadapi tantangan dan kontestasi. "Islam moderat di negeri ini, menghadapi goncangan dari berbagai sisi. Tantangan kita, bagaimana menampilkan wajah Islam yang ramah dan sesuai dengan karakter bangsa ini. Bukan wajah kekerasan dan teror," terang Munawir.?

Selanjutnya, Munawir mengungkapkan pentingnya mahasiswa dan generasi muslim bergerak di media digital dan media sosial. "Jangan sampai kita hanya diam, menjadi maful, sebagai obyek. Nah, kita perlu menyampaikan gagasan, pemikiran kita dalam tradisi keislaman, sebagai karakter Islam Nusantara," jelas Munawir.?

Dalam diskusi, Munawir Aziz menjelaskan penting para generasi muda muslim, mengaktualisasi kaidah al-muhafadzah ala al-qadimi as-shalih, wal akhdzu bil jadidi al-aslah.?

PMII Cabang Tegal

"Al-muhafadzah itu bisa kita maknai menjaga tradisi, keilmuan, menjaga ideologi. Lalu, al-akhdzu ini harus inovasi dalam bidang teknologi, pengembangan sumber daya," terang Munawir.?

Kaprodi Hukum Bisnis Syariah Universitas Trunojo, Ahmad Musif mengungkapkan pentingnya pemahaman keislaman yang damai dan toleran, sebagai bagian dari penjelasan Islam sebagai agama dan pengetahuan.?

"Kita perlu memahami, Islam tidak hanya agama, namun juga pengetahuan," terang Musif.

PMII Cabang Tegal

Kajian Islam Nusantara, menjadi pembahasan penting bagi generasi muda, untuk memahami bagaimana peta dan masa depan Islam di negeri ini. (Fauzan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Internasional PMII Cabang Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Ramadhan, NU Banyuwangi Kaji Empat Kitab Mbah Hasyim

Banyuwangi, PMII Cabang Tegal



Selama bulan Ramadhan tahun ini pengurus takmir Mushala kantor PCNU Banyuwangi akan mengadakan kegiatan kajian kitab kuning secara bandongan sebagaimana dalam tradisi pesantren. Mushala kantor PCNU Banyuwangi di Jalan Ahmad Yani, nomor 59, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, menjadi pilihan tempat dalam pelaksanaan gelaran kajian rutin selama bulan Ramadhan ini.

Ramadhan, NU Banyuwangi Kaji Empat Kitab Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, NU Banyuwangi Kaji Empat Kitab Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, NU Banyuwangi Kaji Empat Kitab Mbah Hasyim

Saat dimintai keterangan, ketua takmir mushala PCNU Banyuwangi mengatakan ada beberapa kitab yang akan dikaji. Mulai dari kitab fiqih, tauhid, sejarah, ke-NU-an dan keaswajaan, dan lain sebagainya.

"Ini sebagai upaya untuk menyambut Ramadhan dengan amaliah yang baik sekaligus memakmurkan kantor NU. Dan saya akan mengundang pengurus NU beserta banomnya di setiap tingkatan. Tak terkecuali pula masyarakat umum yang ingin menghadiri kajian ini," jelas Haikal kepada PMII Cabang Tegal di kantor PCNU Banyuwangi, Kamis (25/05) siang.

Kajian kitab dikhususkan kepada karya-karya yang ditulis oleh pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratusysyekh KH Hasyim Asyari. "Karya Kiai Hasyim sengaja kami pilih karena memiliki makna ganda. Tidak hanya memperkuat keimanan, juga bertujuan untuk memperkuat ideologi ke-NU-an," tutur Haikal.

Secara teknis ada empat judul kitab yang akan dikaji mulai selepas shalat Ashar sampai jelang buka bersama. Kitab pertama Risalah Ahlussunnah wal Jamaah, Kitab kedua At-tibyan, ketiga Muqoddimah Qonun Asasi, dan terakhir Arbaina Hadistan Nabawiyah, imbuh Haikal.

PMII Cabang Tegal

"Saya tentukan untuk kitab pertama akan dipandu oleh Katib Syuriah MWC NU Banyuwangi Fata Zamroni di setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis. Kitab kedua disambung oleh Wakil Rais Syuriah MWC NU Kecamatan Banyuwangi Ahmad Syakur Isnaini di setiap hari Senin dan Sabtu. Dan kitab ketiga akan dipandu oleh Direketur Aswaja NU Center PCNU Banyuwangi Kh. Abdillah Asad di hari Jumat kedua dan keempat. Terakhir Rais Syuriah MWC NU Blimbingsari Sunandi Zubaidi akan memandu kitab keempat di hari Jumat minggu pertama dan ketiga," terang Haikal.

"Sengaja pemateri kita buat bergantian harapan kami supaya lebih efektif dan para hadirin tidak merasakan bosan saat pengajian," tegas Haikal.

Haikal menambahkan, kalau ingin memiliki kitab pengajian bisa didapat di panitia dengan mengganti bisyarah lima puluh ribu rupiah. "Akumulasi biaya bisyarah penggantian kitab ini juga diperuntukkan biaya akomodasi kegiatan," terangnya.

Dan terakhir Haikal menyampaikan, para peserta yang hadir juga mendapatkan takjil gratis yang disiapkan panitia. "Para peserta atau lainnya juga bisa menyumbang takjil atau juga bahan berbuka lainnya untuk kegiatan yang disupport oleh Lakpesdam MWC NU Banyuwangi dan disiarkan langsung oleh radio PMII Cabang Tegal Banyuwangi ini," tutup Haikal. (M. Sholeh Kurniawan/Mukafi Niam)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Internasional, Pahlawan, Nahdlatul PMII Cabang Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Mensos: Apakah Masih Ada Pergunu di Indonesia?

Mojokerto, PMII Cabang Tegal



“Ketika banyak kasus narkoba, kejahatan, penelantaran anak dan berbagai persoalan anak lainnya, maka pertanyaannya apakah masih ada Pergunu di Indonesia?”

Pertanyaan itu disampaikan Menteri Sosial Indar Parawansa dalam Pembukaan Kongres II Pergunu, Kamis (27/10) malam.

Mensos: Apakah Masih Ada Pergunu di Indonesia? (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos: Apakah Masih Ada Pergunu di Indonesia? (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos: Apakah Masih Ada Pergunu di Indonesia?

Mensos mengajukan pertanyaan tersebut mengutip pertanyaan Kaisar Hirohito setelah hancurnya Kota Hiroshima yang dibom atom tentara Sekutu dalam Perang Dunia II. Saat itu dengan banyaknya korban pengeboman, Kaisar Hirohito bertanya, “Apakah masih ada guru?”

Menurut Mensos, persoalan pada anak-anak terkait nilai yang tereduksi dari Indonesia. Ini menunjukkan begitu pentingnya keberadaan dan peran guru di Indonesia, apalagi guru NU.

Menurut Mensos semangat Hari Santri juga harus menjiwai para guru NU. Bahwa NU memiliki perhatian terhadap bangsa sekaligus agama dengan semangat aswaja.?

PMII Cabang Tegal

“Bukan hanya guru agama, guru fisika, guru matematika, guru olahraga, tidak boleh tidak tahu pemahamana aswaja,” tegas Mensos.

Ia menegaskan, guru dan dosen NU harus memastikan bahwa pengetahuan ajaran aswaja tidak hanya telah diberikan kepada murid, namun juga dapat dipahami dan disadari oleh murid. Dalam hal ini guru berperan tidak saja sebagai pengajar, namun juga sebagai pendidik.?

PMII Cabang Tegal

Ditambahkannya, guru juga bertugas membangun keseimbangan dinamis, atau kemampuan untuk mempertahankan kesetimbangan ketika bergerak. Artinya guru akan ada dan dibutuhkan kapan saja dan dalam situasi apapun.?

“Adalah PR terbesar bagi guru untuk membangun equibrium dinamic yang harmonis. Integrasi keilmuan dan aswaja dapat menjadi bahan ajar di kelas masing- masing. Artinya guru juga menjadi juru bicara dan penyampai ajaran aswaja,” kata Mensos.

Mensos mengatakan hal itulah yang dibutuhkan Indonesia sekarang dan masa depan, karena kualitas pendidikan ditentukan oleh kualitas pengajar dan pendidiknya.

Terkait dengan sertifikasi guru, Mensos menyebut kasus gugatan cerai justru marak terjadi karena sertifikasi guru. “Ditemukan angka gugat cerai oleh pihak perempuan (istri) yang signifikan dengan sertifikasi guru. Angkaya 65-85,” ujar Mensos.

Hal ini harus menjadi referensi Pergunu untuk bersama-sama menjaga kehidupan yang baik dan memberi perhatian bagi anak didik.?

“Pergunu juga harus bisa membangun harmoni dan tanggung jawab di tengah heteregonitas dan keberagaman yang ada. Karena harmoni bangsa dan negara dibangun dari keluarga,” tugas Mensos. (Kendi Setiawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Internasional PMII Cabang Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Ini Keutamaan Zikir Menurut Ibnu Athaillah

Zikir adalah aktivitas seorang hamba dalam menyebut nama Allah. Dalam berzikir, kondisi orang berbeda-beda. Ada orang yang mulutnya berzikir, tetapi hatinya lalai. Ada juga yang menyebut nama Allah dengan hati terjaga. Sebagian orang berzikir dengan hati waspada sebagai disinggung Ibnu Athaillah dalam hikmah berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ?)

Ini Keutamaan Zikir Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Keutamaan Zikir Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Keutamaan Zikir Menurut Ibnu Athaillah

Artinya, “Jangan tinggalkan zikir karena kelalaian hatimu yang tidak bersama Allah karena kelalaian tanpa zikir lebih buruk daripada kelalaian dengan zikir. Bisa jadi Allah mengangkatmu dari zikir dengan kelalaian ke zikir dengan hati terjaga, dari zikir dengan hati terjaga ke zikir dengan hati waspada, dari zikir dengan hati waspada ke zikir fana. Allah berfirman, ‘Dan yang demikian itu bagi Allah tidak sulit,’ (Surat Ibrahim ayat 20).”

PMII Cabang Tegal

Ibnu Athaillah menganjurkan kita berzikir dengan hati lalai sekalipun. Ini menunjukkan betapa pentingnya zikir. Mengapa demikian? Zikir merupakan jalan utama mereka yang menempuh perjalanan Ilahi. Allah SWT sendiri memerintahkan kita untuk menyebut nama-Nya secara mutlak terus-menerus sebagaimana disinggung Ibnu Ajibah berikut ini.

PMII Cabang Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ?" ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Menurutku, zikir adalah pilar utama dari jalan yang ditempuh para sufi. Ia adalah amalan paling utama. Allah berfirman, ‘Sebutlah nama-Ku, Aku akan menyebut namamu,’ dan ‘Wahai orang-orang yang beriman, sebutlah nama Allah dengan sebutan yang banyak.’ Maksud dari ‘Sebutan yang banyak’ adalah tidak melupakan Allah di hati selamanya. Ibnu Abbas berkata, ‘Allah menentukan waktu-waktu khusus untuk semua ibadah dan memaafkan hamba-Nya yang menunaikan ibadah itu di luar waktunya kecuali ibadah zikir karena Allah tidak menentukan waktu khusus untuk ibadah ini. Allah berfirman, ‘Sebutlah nama Allah dengan sebutan yang banyak,’ dan ‘Bila kamu sekalian telah menunaikan sembahyang, maka sebutlah nama Allah saat kalian duduk, berdiri, dan berbaring.’ Seorang sahabat Rasul bertanya, ‘Ya rasul, syiar Islam kelewat banyak. Sebutlah satu amalan ringkas untukku di mana aku dapat menyusul ketertinggalan di masa lalu?’ ‘Jagalah lisanmu agar selalu basah menyebut nama Allah,’ jawab Rasul senyum. Rasulullah SAW bersabda, ‘Kalau ada seseorang memiliki banyak dirham di pangkuannya lalu ia membagikannya sampai habis, lalu seorang lagi hanya berzikir menyebut nama Allah, niscaya orang kedua lebih utama di sisi-Nya,’’” (Lihat Ibnu Ajibah, Syarhul Hikam, Beirut, Darul Fikr, tanpa tahun, juz I, halaman 79-80).

Sebagian ulama bahkan menyebut zikir sebagai kunci pembuka penyatuan seorang hamba dan Allah. Melalui zikir, seorang hamba dapat memasuki majelis mulia bersama Allah SWT. Hal ini  disebutkan oleh Syekh Burhanuddin As-Syadzili Al-Hanafi berikut ini. Menurutnya, tidak ada ketentuan terhadap lafal zikir. Artinya, zikir dengan lafal yang mana saja dapat membuka pintu langit.

? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ?" ? "?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Menurut saya, zikir yang diperintahkan ustadznya apakah itu ‘Lâ ilâha illallâh’, ‘Allâh’, atau zikir lainnya sesuai pertimbangan kemaslahatan ustadz adalah kunci pintu ruang utama penyaksian Allah, penyatuan dengan-Nya, pokok dari fondasi kehadiran (wushul) jiwa-jiwa suci di majelis Allah nan suci lagi mulia,” (Lihat Syekh Burhanuddin As-Syadzili Al-Hanafi, Ihkamul Hikam fi Syarhil Hikam, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah, 2008 M/1429 H, halaman 51).

Syekh Zarruq memandang pentingnya zikir. Menyebut asma Allah dapat menghidupkan batin seseorang. Tetapi lupa akan Allah dapat berakibat fatal, jatuh di lembah maksiat.

?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Peringatan: zikir itu menghidupkan hati. Lalai itu mematikan hati. Sementara puncak dari kelalaian itu nanti berakhir pada menganggap baik sesuatu yang sebenarnya adalah tidak baik. Sedangkan awal dari semua itu adalah lupa atas ketidakbaikan hal itu,” (Lihat Syekh Zarruq, Syarhul Hikam, As-Syirkatul Qaumiyyah, 2010 M/1431 H, halaman 61).

Selalai apapun, zikir tetap harus dilakukan karena zikir dapat mendekatkan kita kepada Allah. Kalaupun baru berzikir dengan hati lalai, minimal lisannya sudah dekat dengan Allah. Sebagai manusia, kita hanya berusaha. Selebihnya kita serahkan kepada Allah SWT.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?... ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Tidak zikir itu tanda jauh dari Allah baik secara hati maupun lisan. Lain halnya dengan zikir karena meskipun hatimu jauh dari Allah, lisanmu tetap dekat dengan-Nya karena itu kau tetap harus menyebut nama Allah sekalipun hatimu lalai terhadap-Nya saat zikir... (untuk sampai ke sana) seorang murid hanya berkewajiban menjalani sebab (sebagai syariat), sementara kesampaian dan terangkatnya hijab adalah wewenang Allah,” (Lihat Syekh Syarqawi, Syarhul Hikam, Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyah, tanpa tahun, juz I, halaman 40). Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Bahtsul Masail, Internasional PMII Cabang Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Kanada Buka Tangah untuk Pengungsi yang Izin Masuknya Ditunda Trump

Ottawa, PMII Cabang Tegal



Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pada Sabtu mengatakan, warga Kanada akan menyambut yang lari dari penganiayaan, teror dan perang, sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda izin masuk.

Kebijakan pemerintahan Trump adalah menunda empat bulan izin masuk pengungsi dari tujuh negara mayoritas Muslim ke Amerika Serikat.

Kanada Buka Tangah untuk Pengungsi yang Izin Masuknya Ditunda Trump (Sumber Gambar : Nu Online)
Kanada Buka Tangah untuk Pengungsi yang Izin Masuknya Ditunda Trump (Sumber Gambar : Nu Online)

Kanada Buka Tangah untuk Pengungsi yang Izin Masuknya Ditunda Trump

"Untuk yang melarikan diri dari penganiayaan, teror dan perang, warga Kanada akan menyambut Anda, terlepas dari agama Anda. Keberagaman adalah kekuatan kami #WelcomeToCanada," kata perdana menteri itu di Twitter-nya pada Sabtu.

Sementara itu, 300 penentang berkumpul di Bandar Udara Internasional Los Angeles (LAX) pada Sabtu malam untuk memperlihatkan kesetiakawanan kepada pengungsi dan pendatang Muslim, yang ditahan berdasarkan atas perintah Presiden Donald Trump "Muslim Ban".

Sambil meneriakkan "Trump harus pergi", "Tidak Trump, Tidak KKK, Tidak Ada Fasisme di USA", dan semboyan lain, kerumunan orang itu menyeru rakyat membangkang terhadap keputusan presiden pada Jumat, yang memberlakukan larangan bepergian 90 hari ke negeri itu oleh warga tujuh negara berpenduduk sebagian besar Muslim dan pembekuan 120 hari program pengungsi AS.

PMII Cabang Tegal

Sedikit-dikitnya tujuh warga negara asing ditahan di LAX dan diberitahu tidak lagi disambut, kata "Los Angeles Times" sebagaimana diberitakan Xinhua.

PMII Cabang Tegal

Harian tersebut menyatakan warga negara asing itu diperkenankan naik pesawat sebelum perintah tersebut berlaku.

Tuntutan pemrotes dikumandangkan oleh Wali Kota Los Angeles Eric Garcetti, yang pada Sabtu malam mentweet, "Los Angeles akan selalu menjadi tempat buat pengungsi."

Acara menyalakan lilin dan protes dijadwalkan diselenggarakan pada Ahad.

Larangan perjalanan Trump, yang oleh banyak pihak digambarkan sebagai "Muslim ban", telah menyulut kebingungan dan kekacauan di seluruh negeri itu dan memicu keprihatinan serta kecaman dari seluruh dunia.

Penentangan serupa meletus di bandar udara banyak kota besar lain. Di Chicago, lebih dari 1.000 orang berkumpul di Bandar Udara OHare. Di Denver, Colorado, puluhan pemrotes berkumpul di luar bandar udara internasional untuk memperlihatkan dukungan buat pengungsi.

Itu adalah akhir pekan kedua unjuk rasa di Los Angeles setelah Trump diambil sumpahnya. Lebih dari satu juta orang hadir pada akhir pekan sebelumnya untuk mengikuti Womens March. Demikian laporan Reuters. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Internasional, Sholawat, Sunnah PMII Cabang Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Dai Cilik Binta Pukau Ribuan Jamaah Pengajian

Kudus, PMII Cabang Tegal. Sejak usai mengikuti program Akademi Syiar Indonesia (Aksi) Junior di salah satu televisi swasta nasional Ramadhan lalu, dai cilik asal Kudus, Jawa Tengah, Binta Athivata Tabriez sering mendapat undangan mengisi acara pengajian umum di beberapa tempat.

Dai Cilik  Binta Pukau Ribuan Jamaah Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)
Dai Cilik Binta Pukau Ribuan Jamaah Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)

Dai Cilik Binta Pukau Ribuan Jamaah Pengajian

Seperti halnya dalam acara halal bihalal Pengurus Ranting NU Desa Jepang Pakis, Jati, Kudus, Senin (8/9), siswi kelas 6 SDNU Nawa kartika ini mampu memukau ribuan jamaah yang memadati Masjid Sabilul Muttaqin di desa setempat.

Berbicara hanya beberapa menit, Binta, demikian sapaan akrabnya, malam itu menyampaikan pidato bertema shalat tepat waktu. Dengan suara lantang dan gaya komunikatif, Binta mengajak jamaah untuk selalu melaksanakan shalat tepat waktu.

PMII Cabang Tegal

"Saat ada adzan, bersegeralah menunaikan shalat. Ini sebagai bentuk kedisiplinan kita di hadapan Allah," katanya seraya menyanyikan sebuah lagu “Sepohon Kayu" yang dipopulerkan Wafiq Azizah.

PMII Cabang Tegal

Shalat, imbuh Binta, merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Dengan menjalankan shalat berarti akan bertemu dengan Allah. "Makanya mari kita tunaikan shalat tepat waktu supaya kita dicintai Allah," tandas Binta yang malam itu tauisyah bersama Habib Umar Muthohar dari Semarang.

Para jamaah terkesima dengan penampilan putra pengurus syuriah PCNU Kudus H. Moh Hilmi. Salah seorang warga Jepang Pakis, Dwi Saifullahb, berkomentar bahwa Binta adalah pelajar yang multitalenta yang memiliki bakat luar biasa.

"Melihat latar belakang sebagai pelajar NU, saya kira Binta salah satu kader potensial yang harus dikembangkan di masa mendatang," ujar Dwi yang mantan ketua IPNU Kudus kepada PMII Cabang Tegal.

Ia berharap, organisasi pelajar seperti IPPNU (Ikatan Pelajar Putri NU) bisa memberi ruang kesempatan kepada putri pengusaha Jenang Kudus ini untuk berekspresi dan berkreasi mengembangkan bakat yang dimilikinya.

"Kita harus dorong Binta mempunyai semangat sehingga selalu memberikan kemanfaatan bagi masyarakat kudus dan sekitarnya," imbuh Dwi.

Pernyataan senada juga disampaikan pengurus IPPNU Kudus Septianti. Menurutnya, sosok Binta yang baru berusia 11 tahun ini telah bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi anak-anak di Kudus. Septianti berharap Binta dapat mengembangkan bakatnya dan bersosialisasi kepada masyarakat.

"Terutama memberikan motivasi kepada teman-teman sebayanya dengan cara aktif berorganisasi," kata Septi, Selasa (9/9). (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Internasional PMII Cabang Tegal

Kamis, 30 November 2017

Shalawat Akbar Sambut Tahun Baru 1438 H di Mimika

Mimika, PMII Cabang Tegal



Hari Ahad pagi (02/10) yang cerah di pegunungan Tembagapura, Mimika Papua, sinar matahari menghangatkan badan para muslimin dan muslimat warga Tembagapura, Ridge Camp dan rombongan jamaah dari dataran rendah untuk melangkahkan kaki menghadiri shalawat akbar dalam rangka memperingati tahun baru Hijriah 1438 H.

Shalawat Akbar Sambut Tahun Baru 1438 H di Mimika (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat Akbar Sambut Tahun Baru 1438 H di Mimika (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat Akbar Sambut Tahun Baru 1438 H di Mimika

Shalawat akbar dilaksanakan di Masjid Baiturrahman - Ridge Camp (RC), komplek tempat tinggal karyawan dari perusahaan tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) yang berada di ketinggian 2500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Acara ini terselenggara atas kerjasama yang baik antara pengurus Yayasan Masyarakat Muslim (YMM) PTFI dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) seluruh area PTFI dan MWC NU Tembagapura, Papua dengan tujuan untuk membangkitkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.?

Acara dihadiri oleh muslimin dan muslimat kurang lebih 700 orang jamaah YMM dan Warga Nahdliyin di Tembagapura dan Mimika

Acara dimulai tepat pukul 10:00 WIT dengan pembuka lantunan ayat-ayat suci Al-Quran yang dibacakan oleh Ust Asep Maosul. Sambutan dari YMM disampaikan oleh H Zulfallah dengan menekankan pentingnya acara seperti ini selain untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW juga untuk menjalin silaturahim antar jamaah YMM. Acara dilanjutkan dengan pembacaan shalawat yang dipimpin oleh para Ust YMM dan diiringi oleh tiga grup shalawat, yaitu grup shalawat Syifaul Qolbi dari DKM Darus Saadah TPRA dengan vokalis Pengurus MWC NU Tembagapura, Ust Hasyim Asari, Asyiqol Musthofa dari DKM Baiturrahman RC dan dari DKM Baiturrahim Kuala Kencana.

PMII Cabang Tegal

Waktu shalat Dhuhur tiba, acara dihentikan sementara untuk melaksanakan shalat barjamaah dan makan siang bersama. Waktu menunjukkan pukul 13:00 WIT, acara dilanjutkan dengan ceramah akbar oleh Ust Al-Habib Alwi Bin Ahmad bin Shahab dari Hadratulmaut Yaman dan Al-Habib Alawi Abdullah Hussein Al Aidrus dari Jakarta. Mereka berdua mengkisahkan bagaimana para sahabat Rasulullah mencintai Nabi Muhammad SAW dalam rangka ketaatan kepada Allah SWT. Dikisahkan juga bagaimana unta dan bahkan tumbuhan mencintai Rasulullah dan ingin selalu dekat dengan Rasulullah SAW.

H Ernanto selaku Ketua YMM, dan Mustasyar MWCNU Tembagapura mengharapkan acara seperti ini dapat istikomah dijalankan untuk ajang silaturahim warga YMM dan warga NU di area kerja PTFI. Ia menyampaikan bahwa YMM saat ini sedang berusaha untuk membukukan sejarah dan dakwah YMM di tanah Papua bersama tim PCNU Kab Mimika (Akhyar/Mukafi Niam)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Fragmen, Sholawat, Internasional PMII Cabang Tegal

Jokowi: Saya Memakai Sarung Untuk Menjiwai Kultur Nahdliyin

Jombang, PMII Cabang Tegal. Ada yang beda dengan penampilan Presiden RI Ir H Joko Widodo di acara pembukaan Muktamar Ke-33 NU, Sabtu (1/8) malam. Mantan Wali Kota Solo ini mengenakan sarung, kain khas warga NU pada umumnya.

Jokowi: Saya Memakai Sarung Untuk Menjiwai Kultur Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi: Saya Memakai Sarung Untuk Menjiwai Kultur Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi: Saya Memakai Sarung Untuk Menjiwai Kultur Nahdliyin

“Saya sangat bahagia berada di antara para Nahdliyin (warga NU) dalam Muktamar Ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang. Saya memakai sarung untuk menjiwai kultur Nahdliyin,” tulis Jokowi di Fan Page resminya, “Presiden Joko Widodo”, Sabtu (1/8) yang diposting pukul 23.25 WIB.

Sejarah mencatat, lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, sejak berdiri tahun 1926, Nahdlatul Ulama turut melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia, teguh menjunjung semangat kebangsaan, menegakkan ke-Indonesia-an serta menghargai kebhinekaan.

PMII Cabang Tegal

“Oleh karena itu, saya juga mengusulkan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada KH A Wahab Chasbullah, atas jasa-jasa beliau kepada bangsa dan negara kita,” lansirnya mengungkapkan.

Dalam rilisnya ini, Jokowi menandaskan dengan mengucapkan, selamat dan sukses atas terselenggarnya Muktamar Ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur. (Red: Fathoni)?

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Olahraga, Internasional, Berita PMII Cabang Tegal

Rabu, 29 November 2017

Rais Aam PBNU Jelaskan Pengecualian Suksesi di Tubuh Muslimat

Jakarta, PMII Cabang Tegal. KH Maruf Amin, Rais Aam PBNU bersama Ketum Muslimat terpilih Hj Khofifah Indar Parawansa mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesi, H Jusuf Kalla menabuh rabana secara bersamaan menutup Kongres XVII Muslimat NU, Sabtu (26/11) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

Rais Aam PBNU Jelaskan Pengecualian Suksesi di Tubuh Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU Jelaskan Pengecualian Suksesi di Tubuh Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU Jelaskan Pengecualian Suksesi di Tubuh Muslimat

Sebelumnya, KH Maruf Amin mengatakan dalam sambutannya, Muslimat NU itu satu-satunya badan otonom NU tertua. Banom NU yang paling banyak amal sosialnya, mulai dari rumah sakit, pendidikan, ekonomi, dan koperasi yang hingga menyentuh masyarakat bawah.

Setelah itu, satu kekuatan Muslimat yang paling memberikan pengaruh adalah karena pengurus Muslimat kebanyakan istri dari kiai NU. "Bahkan orang tuanya kiai NU," kata Kiai Maruf.

Kiai Maruf Amin dihadapan Wakil Presiden dan peserta Kongres mengucapkan selamat sukses atas terselenggaranya Kongres XVII Muslimat dan terpilihnya Khofifah.?

PMII Cabang Tegal

Sebagai pimpinan tertinggi di NU, Kiai Maruf mengatakan, aturan PBNU untuk ketua badan otonom maksimal dua periode. Karena ini sudah menjadi keinginan dari seluruh anggota Muslimat se-Indonesia, maka PBNU menghormati pilihan dan keinginan para anggota Muslimat.

Kiai Maruf menjelaskan, di PBNU itu ada dua hukum. Pertama,? hukum asli yang tertera dalam AD/ART NU dan kedua hukum istina atau hukum pengecualian. "Muslimat NU ini badan otonom yang memiliki hukum pengecualian," tegas Kiai Maruf Amin disambut tepuk tangan meriah.

Dalam Kongres Ke-17 Muslimat NU ini, Khofifah dipilih secara aklamasi oleh 34 pengurus wilayah, 525 pengurus cabang, dan 4 pengurus cabang istimewa (Hongkong, Arab Saudi, Malaysia, dan Sudan) yang memiliki hak suara dalam kongres.?

PMII Cabang Tegal

Dengan demikian, perempuan kelahiran Surabaya 51 tahun lalu ini memegang pucuk pimpinan Muslimat NU selama 4 periode (2000-2021).? (Rof Maulana/Fathoni)





Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Internasional, Ubudiyah PMII Cabang Tegal

Minggu, 26 November 2017

Kisah Gus Dur dan Abah Afandi saat Usir Maling di Pondok

Salah satu kiai sepuh NU Jawa Barat KH Afandi Abdul Muin Syafi’i yang akrab disapa Abah Afandi, berpulang ke rahmatullah, Rabu (13/7/2016) dalam usia 78. Abah Afandi pernah menuntut ilmu di sejumlah pesantren salah satunya di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang mulai tahun 1953 sampai tahun 1962. Sebelum wafat, Abah Afandi merupakan Pengasuh Pesantren Asy-Syafiiyyah Kedungwungu, Krangkeng, Indramayu, Jawa Barat.

Di antara teman yang akrab dengan Abah Afandi sewaktu mondok di Tambakberas adalah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Saat itu Gus Dur ikut pamannya yang bernama Mbah KH Fattah Hasyim Idris (Kiyai sepuh pesantren Tambakberas waktu itu).

Kisah Gus Dur dan Abah Afandi saat Usir Maling di Pondok (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Gus Dur dan Abah Afandi saat Usir Maling di Pondok (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Gus Dur dan Abah Afandi saat Usir Maling di Pondok

Di tengah malam, sekitar pukul 23.00, Abah Afandi sering diajak oleh Gus Dur ngopi di tempat (warung) yang cukup jauh dan berada di luar area pondok pesantren. Pulang kembali ke Pondok sekitar pukul 01.00 dini hari.

Suatu saat, sepulang dari ngopi dan sudah sampai di area pondok, Abah Afandi melihat ada sesuatu yang mencurigakan. Dia berkata kepada Gus Dur: “Gus, ada dua orang lebih di sana. Sepertinya pencuri mau memanjat pagar pondok, sampean kejar Gus”.?

Gus Dur menjawab dengan santai: “Sampean saja yang mengejar”. Saling menyuruh atau meminta siapa yang di depan ini berlangsung berulang-ulang, suara pun semakin keras diantara keduanya, sampai pada akhirnya sang pencuri tahu ada orang, dan melarikan diri.

PMII Cabang Tegal

Gus Dur pun tertawa terkekeh-kekeh, sambil bilang:” Nah praktis khan, cara ngusir malingnya?” Daripada kita berdua mendekat, jadi babak belur, mendingan kita bisik-bisik yang kencang, maling dengar, jadi kabur, kita pun tidak perlu di tengah malam teriak kencang “maling-maling” yang ganggu orang banyak,” ujar Gus Dur dengan tawa khasnya.

Sepulang Gus Dur berkelana dari di Timur Tengah, persahabatan antara Abah Afandi dan Gus Dur kembali terjalin akrab, Gus Dur sering mengunjungi Abah Afandi di Indramayu. Begitu juga sebaliknya, Abah Afandi sering ke Jakarta menemui Gus Dur. Hal itu berlangsung hingga Gus Dur menjadi Ketua Umum PBNU.

PMII Cabang Tegal

Waktu Gus Dur berangkat di Muktamar Ke-28 NU di Krapyak, Yogyakarta, Gus Dur sempat menginap di rumah Abah Afandi selama dua hari. Gus Dur pun mengajak Abah Afandi untuk turut menghadiri Muktamar di Yogya itu, tapi Abah Afandi menolak dengan bahasa: ”Gus, kulo mboten pantes, kulo namung kiai kampung”(Gus, saya tidak pantas, saya hanya kiai kampung),” tutur Abah Afandi.

Bahkan, ketika Gus Dur tiga periode menjadi Ketua Umum PBNU, Abah Afandi pernah beberapa kali diminta oleh Gus Dur untuk dimasukkan ke jajaran kepengurusan di NU pusat itu, tapi lagi-lagi Abah Afandi menolak: ”Saya tidak pantas masuk jadi pengurus PBNU Gus, saya ini bukan orang pandai,” tuturnya.

Termasuk ketika Gus Dur mendirikan partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Tahun 1999, Abah Afandi diminta oleh Gus Dur untuk masuk jajaran pengurus pusat PKB, namun Abah Afandi lagi-lagi menolak dengan bahasa halus dan rendah hati.?

Setengah abad kemudian, pada tahun 2000, Gus Dur sudah berada di Istana Negara. Gus Dur menerima Amanat menjadi Presiden Ke-4 RI. Sebagai Presiden, namun Gus Dur tidak lupa atau melupakan teman-temannya sewaktu muda dulu.?

Beberapa teman di undang untuk berkenan datang di Istana Negara. Diantara mereka adalah Abah Afandi. Awalnya Abah Afandi menolak, ketika diundang Gus Dur ke istana. Beliau merasa hanya “orang cilik”, demikian tawaddunya. Padahal banyak orang (kalangan pesantren) Yang sebelumnya tidak kenal dengan Gus Dur, namun mendadak sering ke Istana saat Gus Dur menjabat Presiden.

?

Karena diundang berulang-ulang, akhirnya pada suatu saat, Abah Afandi mau juga diundang ke istana presiden oleh Gus Dur. ? Ketika Abah Afandi tiba di Istana Negara, di hadapan banyak tamu penting, Gus Dur memperkenalkan kepada mereka.

“Ini, Kiai Afandi Indramayu, teman saya nggudak (ngejar) maling ketika mondok di Tambakberas,” Gus Dur.

Bahkan oleh Gus Dur, Abah Afandi pernah diminta menjadi imam solat berjamaah Maghrib di masjid Istana presiden dengan para mentri. Saksi yang masih hidup perihal kedekatan Abah Afandi dan Gus Dur adalah KH Salahuddin Wahid (Gus Solah) dan KH Said Aqil Siroj. Demikian persahabatan Abah Afandi dan Gus Dur yang saling menghormati, saling rendah hati, hingga keduanya menghadap Allah SWT.

Ditulis oleh KH Abdul Nashir Fattah, Rais PCNU Jombang, Pengasuh Pesantren Al-Fathimiyah Tambakberas.

(Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Internasional PMII Cabang Tegal

Kamis, 23 November 2017

Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda

Samarinda, PMII Cabang Tegal. Hotel Bumi Senyiur Samarinda tampak ramai, Jumat (13/04) siang. Di dalamnya penuh dengan para aktivis NU dari berbagai daerah di Indonesia, berkisar 200-an orang. Mereka sedang mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Rembuk Nasional tentang Sumber Daya Alam yang ditangani oleh Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU). Acara tersebut juga melibatkan para pengurus Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) dan Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LBNNU) se-Indonesia.

Pantauan PMII Cabang Tegal, pertemuan tersebut dimulai dengan pra-acara, yaitu penampilan Grup Habsyi Labaika Samarinda Sebrang. Puluhan Muslimat Samarinda tersebut mampu mencairkan suasana, melantunkan shalawat nabi dengan nada yang amat merdu. Tak sedikit hadirin yang tersihir olehnya, bahkan hadirin menyempatkan diri memotret sekaligus mengabadikan penampilan Grup Habsyi melalui video klip.

Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda

Penampilan Grup Habsyi cukup lama, berkisar sejam. Ketika jam menunjukkan pukul 14.30, MC membacakan susunan acara. Bersamaan dengan itu, ketua umum PBNU KH Said Aqil Siroj telah hadir di tengah-tengah hadirin. Tampak mendampingi kang Said beberapa pengurus PBNU, seperti Prof Maksum, H Marsudi Syuhud, dan ketua PWNU Kalsel HM Rasyid.

PMII Cabang Tegal

Redaktur     : Mukafi Niam

PMII Cabang Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pesantren, Kajian, Internasional PMII Cabang Tegal

Rabu, 22 November 2017

Kuliah Umum, STAI Sunan Pandanaran Bahas Penguasaan Bahasa Asing

Sleman, PMII Cabang Tegal. STAI Sunan Pandanaran (STAISPA) gelar kuliah umum dalam rangka paripurna kegiatan Taaruf Mahasiswa Baru (Tamaba), Sabtu (12/9). Acara ini sekaligus membuka perkuliahan semester ganjil tahun akademik 2015/2016.

Acara yang bertema Signifikansi Penguasaan Bahasa Asing dalam Studi Keislaman di Perguruan Tinggi berbasis Pesantren ini diisi oleh Prof Dr H Aziz Fahrurrozi.

Kuliah Umum, STAI Sunan Pandanaran Bahas Penguasaan Bahasa Asing (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuliah Umum, STAI Sunan Pandanaran Bahas Penguasaan Bahasa Asing (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuliah Umum, STAI Sunan Pandanaran Bahas Penguasaan Bahasa Asing

"Ilmu tidak akan dinamis kalau basis bahasanya hanya tunggal. Bereferensi yang lengkap itulah kemudian menjadi sangat penting untuk menambah wawasan dan membaca situasi global. Karenanya penting sekali memiliki modal penguasaan bahasa untuk membaca dunia," terangnya.

PMII Cabang Tegal

Menurut guru besar bahasa Arab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, perkembangan bahasa itu selalu terjadi asimiliasi (penyerapan, red). Setiap bahasa pasti mengalami akulturasi. Perkembangan kosakata ? dalam setiap bahasa pun terjadi juga karena adanya akulturasi antar-bahasa dalam setiap bangsa.

PMII Cabang Tegal

Selain menerangkan soal urgensi menguasai bahasa asing, ia juga membahas beberapa hal terkait lembaga pendidikan tinggi keagamaan ? dan pendidikan masa depan.

"Penting dari adanya lembaga pendidikan tinggi keagamaan adalah untuk mencetak calon pemimpin profesional yang mampu membangun kader bangsa kreatif, inovatif, dan imajinatif. Dan hal ini akan tambah mantap jika peserta didiknya adalah santri," katanya.

Karena, menurut Prof. Aziz, salah satu pilar dari ? keniscayaan negara maju adalah adanya moralitas kokoh. Sementara Nabi Muhammad diutus tidak lain untuk menegakan moral umat. “Kepada santrilah moral tersebut ada, karena pesantren merupakan benteng moral yang kokoh,” ujarnya.?

Dalam kesempatan ini pula, ia berbagi kepada para peserta kuliah umum beberapa tips dan terobosan dalam belajar bahasa Arab supaya lebih mudah dipahami. (Anwar Kurniawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ulama, IMNU, Internasional PMII Cabang Tegal

Senin, 20 November 2017

Forum Warga NU Surakarta Latihan Jadi Fasilitator

Solo, PMII Cabang Tegal. Forum Silaturrahmi Warga Nahdlatul Ulama Surakarta (Fosminsa) belum lama ini mengadakan pelatihan kefasilitatoran. Hal tersebut diungkapkan salah satu penggerak Fosminsa, Tohar Muhlasin, saat ditemui PMII Cabang Tegal, Jumat (27/9) lalu.

Forum Warga NU Surakarta Latihan Jadi Fasilitator (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Warga NU Surakarta Latihan Jadi Fasilitator (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Warga NU Surakarta Latihan Jadi Fasilitator

“Tujuan pelatihannya agar kader NU bisa memfasilitasi sebuah forum, juga dapat menjadi leading di dalamnya,” kata Tohar.

Para peserta yang mendapatkan pelatihan itu yakni para anggota Banom NU, di antaranya IPNU, IPPNU, Fatayat dan PMII. Pascapelatihan mereka diharapkan dapat memegang sendiri sebuah forum.

PMII Cabang Tegal

Di dalam pelatihan tersebut, Tohar yang juga menjadi pemateri memaparkan teknik untuk menjadi seorang fasilitator yang handal. “Seorang fasilitator, dia harus banyak menggali pertanyaan dan mendata dari forum,” terang Tohar yang juga kader PMII Solo.

Selain diberikan teori, para peserta juga diberikan kesempatan untuk praktik langsung ilmu yang baru didapatkan. Sebagian dari mereka ditunjuk, maju ke depan untuk belajar memfasilitasi forum.

PMII Cabang Tegal

Salah satu peserta, Habibi, menuturkan mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan tersebut. Ketua IPNU Solo itu mengatakan untuk menjadi fasilitator handal mesti banyak jam terbang dan sering dilatih. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Internasional PMII Cabang Tegal

Minggu, 19 November 2017

Jelang Munas NU, PBNU Dalami Materi Penggunaan Investasi Dana Haji Siang Ini

Jakarta, PMII Cabang Tegal - Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) akan melakukan pendalaman materi terkait penggunaan investasi dana haji siang ini di Gedung Lantai 5 PBNU, Jalan Kramat Raya, 164, Jakarta Pusat, Senin (2/10) pagi. Pendalaman materi ini merupakan upaya PBNU dalam memahami persoalan ini secara utuh sebelum pembahasan di forum Munas NU 2017 November mendatang.

Pada diskusi siang ini pihak LBM PBNU menghadirkan anggota Komisi VIII DPR RI, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai narasumber.

Jelang Munas NU, PBNU Dalami Materi Penggunaan Investasi Dana Haji Siang Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Munas NU, PBNU Dalami Materi Penggunaan Investasi Dana Haji Siang Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Munas NU, PBNU Dalami Materi Penggunaan Investasi Dana Haji Siang Ini

H Ulil Abshar Hadrawi, Wasekjen PBNU yang juga panitia Munas dan Konbes NU 2017 mengatakan, diskusi ini digelar dalam rangka memberikan penguatan atas pemahaman PBNU terkait masalah yang diangkat.

PMII Cabang Tegal

“Masalah ini diangkat di forum Munas NU 2017 mengingat rencana pemerintah terkait penggunaan dana haji untuk investasi pada proyek-proyek infrastruktur nasional, yaitu jalan tol, pelabuhan, bandara, dan seterusnya,” kata Ulil.

Dalam diskusi ini, kata Ulil, narasumber diharapkan memberikan informasi dan data baru yang dibutuhkan para kiai NU untuk menjawab sejumlah masalah yang diangkat di Munas NU 2017, yaitu soal status hukum dana setoran awal BPIH, kewenangan pemerintah dalam mengelola dana BPIH, hukum investasi dana haji pada proyek infrastruktur, soal siapa yang berhak atas keuntungan, dan soal siapa yang berkewajiban menanggung atas kerugian investasi.

PMII Cabang Tegal

Sebagaimana diketahui, forum Munas dan Konbes NU akan diselenggarakan pada akhir November 2017 di Nusa Tenggara Barat. Forum ini akan dihadiri oleh segenap pengurus PWNU se-Indonesia. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, Internasional, Ahlussunnah PMII Cabang Tegal

Selasa, 14 November 2017

Harlah Kedua, TPQ NU Al-Hikmah Gelar Festival Anak Saleh

Semarang, PMII Cabang Tegal. Dalam rangka peringatan hari lahir kedua, Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) Al-Hikmah Sembunharjo, Semarang, Jawa Tengah, mengadakan Festival Anak Saleh II di gedung TPQ setempat, Rabu (29/01).

Membentuk generasi cemerlang dan generasi Qur’ani menjadi tema besar kegiatan Festival Anak Shaleh. Kegiatan ini terselenggara sebagai bentuk wujud rasa syukur karena TPQ NU Al-Hikmah turut serta aktif memberikan pengajaran qur’ani kepada masyakat,?

Harlah Kedua, TPQ NU Al-Hikmah Gelar Festival Anak Saleh (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Kedua, TPQ NU Al-Hikmah Gelar Festival Anak Saleh (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Kedua, TPQ NU Al-Hikmah Gelar Festival Anak Saleh

“Meski kondisi bangunan TPQ NU Al-Hikmah masih sederhana, kami meyakini dari kesederhaan ini akan lahir manusia-manusia yang sederhana, cemerlang dan memiliki jiwa Qur’an,” tutur Sodikin selaku kepala sekolah TPQ NU Al-Hikmah

PMII Cabang Tegal

Festival anak saleh menampilkan beragam perlombaan, seperti mewarnai, cerdas cermat, dan lomba-lomba lainnya. Pihak penyelenggara berharap, kegiatan ini dapat memotivasi santri untuk lebih giat belajar mendalami ilmu al-Qu’ran dan keislaman.

PMII Cabang Tegal

TPQ NU Al-Hikmah didirikan oleh Majelis Wakil Cabang NU (MWC NU) Genuk Semarang yang mendapatkan tanah wakaf dari masyarakat dan merupakan TPQ NU pertama dan satu-satunya di kecamatan Genuk. Pihak TPQ menyadari bahwa masih banyak keterbatasan khususnya dari segi bangunan. Aktifitas TPQ tak akan berjalan maksimal tanpa dukungan dari banyak pihak. (Lukni Maulana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Internasional PMII Cabang Tegal

Selasa, 07 November 2017

PBNU akan Bantu Pendidikan Korban Lumpur Lapindo

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Menjelang tahun ajaran baru ini, PBNU akan memberikan bantuan kepada para anak didik yang menjadi korban Lumpur Lapindo di Sidoarjo. Untuk mengetahui kebutuhan yang diperlukan, tim dari PBNU telah melakukan need assessment pada 7-9 Juli lalu.

Avianto Muhtadi dari Community Based Disaster Risk Management Nahdlatul Ulama (CBDRMNU) yang akan menangani program ini menjelaskan bahwa kondisi di tempat pengungsian sangat memprihatinkan dan kurang kondusif untuk kegiatan belajar mengajar.

“Saat ini diperlukan tempat pendidikan semi permanen agar anak-anak dapat mengenyam pendidikan dan sebagai sarana psikologis untuk mengurangi kejenuhan dan stess,” tuturnya, Kamis.

PBNU akan Bantu Pendidikan Korban Lumpur Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU akan Bantu Pendidikan Korban Lumpur Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU akan Bantu Pendidikan Korban Lumpur Lapindo

Menurutnya, tempat pendidikan semi permanent ini dapat dibuat dengan harga yang tidak mahal seperti rumah semi permanen di Jogja yang dibangun pasca gempa. Mengenai lahan, ia mengusulkan untuk pinjam sementara dari tanah pemerintah.

Kebutuhan lain yang berhasil diidentifikasi adalah perlunya subsidi berupa bantuan beasiswa bagi anak agar dapat bersekolah dan kebutuhan perlengkapan sekolah seperti seragam, buku pelajaran, alat tulis dan buku tulis.

Sementara kebutuhan bagi balita dan anak-anak dibawah lima tahun yang saat ini masih berjumlah 271 di Pasar Baru Porong adalah pelayanan kesehatan berupa peningkatan gizi berupa makanan bergizi bagi balita, pemantauan perkembangan gizi dan peningkatan kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan secara periodic dan pembeikan kekebalan dan daya tahan tubuh.

PMII Cabang Tegal

PBNU berharap seluruh kebutuhan ini dapat disumbangkan bekerjasama dengan fihak lain baik dari LSM maupun lembaga donor yang berkonsentrasi dalam bidang ini.

Beberapa waktu lalu, perwakilan dari UNCOHA, badan PBB yang mengurusi masalah kemanusiaan telah bertemu dengan KH Hasyim Muzadi pada 20 Maret 2007 yang juga membicarakan kemungkinan memberikan bantuan untuk penanganan korban Lumpur Lapindo melalui PBNU.

PMII Cabang Tegal

Sejauh ini berbagai eksponen NU, mulai dari tingkat cabang sampai PBNU telah melakukan berbagai upaya untuk membantu korban lumpur agar masalah ini cepat selesai. Mereka telah menyediakan sarana ibadah dan belajar, bimbingan belajar, advokasi, pengamanan tanggul dan lainnya. (mkf)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Lomba, Kyai, Internasional PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock