Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Ini Tanggapan MWCNU Kadur Jadi Responden Penelitian Pilkada Nasional

Pamekasan, PMII Cabang Tegal - Rais Syuriyah MWCNU Kadur Pamekasan menjadi salah satu sasaran pencocokan dan penelitian (coklit) nasional pilkada serentak tahun 2018, Sabtu (20/1). Pengasuh Pesantren Miftahul Anwar, Pamoroh, Kadur, Pamekasan tersebut menyambut baik petugas coklit dari KPU Pamekasan, PPK Kadur, PPS Pamoroh, dan P2DP setempat.

Kiai Ihya tampak proaktif memberikan data diri beserta keluarganya. Bahkan, dia menyatakan sangat apresiasi terhadap kinerja panitia pemlilhan calon bupati dan wakil bupati Pamekasan serta calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur.

Ini Tanggapan MWCNU Kadur Jadi Responden Penelitian Pilkada Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tanggapan MWCNU Kadur Jadi Responden Penelitian Pilkada Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tanggapan MWCNU Kadur Jadi Responden Penelitian Pilkada Nasional

"Kami bangga karena bapak-bapak cukup cekatan dalam mengupdate data," tegas Kiai Ihya.

Dalam kesempatan itu, Kiai Ihya berterima kasih karena sudah dibuat sampel untuk coklit nasional. Pihaknya berharap semoga hal itu menjadi ketersambungan untuk kebaikan bersama.

PMII Cabang Tegal

Sekarang, tegasnya, sudah eranya keterbukaan, termasuk pendataan yang sering jadi masalah dalam pemilihan. Karena itu, diharapkan semangat pendataan secara terbuka terus dipertahankan.

PMII Cabang Tegal

Taraf berpikir masyarakat di Kabupaten Pamekasan, tegasnya, kini lebih radikal dibanding daerah lainnya. Untuk itu, perlu kehati-hatian.

"Perseringlah minta doa kepada masyarakat umum agar pemilihan berlangsung harmonis. Semoga kita mendapatkan ridha dari Allah," tukasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Olahraga, Makam, Hadits PMII Cabang Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

NU Jateng Siap Musyawaroh, dari Politik hingga Harga Gabah

Cirebon, PMII Cabang Tegal. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah siap membahas persoalan pilitik dalam Bahsul Masail di acara Munas & Konbes NU di Kempek Cirebon.?

NU Jateng Siap Musyawaroh, dari Politik hingga Harga Gabah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jateng Siap Musyawaroh, dari Politik hingga Harga Gabah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jateng Siap Musyawaroh, dari Politik hingga Harga Gabah

Rais Syuriyah PWNU Jateng melalui Katib Syuriyah, KH Ubaidullah Sodaqoh ketika ditemui di lokasi Munas menjelamg acara pembukaan menyatakan, PWNU Jateng telah menyiapkan materi fiqhiyyah untuk membahas soal pemilihan umum, money politik, suap dan juga penentuan harga gabah oleh pemerintah.

"Kami siap membahas persoalan politik dan pemerintahan. Isu Pemilu san money politik akan kami bahas serius," ujar pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon Bugen Tlogosari Kota Semarang ini, Sabtu (15/9).

PMII Cabang Tegal

Kiai Ubed (panggilan akrab katib syuriyah ini), menguraikan, pemilihan umum yang termasuk pemilihan presiden dan kepala daerah haruslah diselenggarakan untuk dan demi kemaslahatan umat. Apabila membawa mafsadat, maka harus ditinjau ulang sistem dan tata cara pemilihannya.?

PMII Cabang Tegal

Menurutnya, salah satu pasal yang patut dibahas adalah sistem pemilihan langsung atau pemilihan perwakilan. Ahli fiqih ini mengatakan, NU telah mendapat masukan berbagai pihak agar meninjau ulang sistem pemilihan kepala daerah secara langsung. ?

Di dalam sejarah Islam, sambung dia, hanya dikenal pemilihan model perwakilan. Itupun hanya berlaku untuk imam (pemimpin) tertinggi dalam negara. Yakni pengangkatan para khalifah yang terkenal sebagai khulafaur rosyidin.?

Adapun pemilihan kepala daerah, yakni gubernur, bupati/walikota, dalam masa khalifah ditunjuk oleh imam. Bukan dipilih langsung oleh rakyat.?

"Dari sejarah khalifah bisa diambil rumusan fiqih bahwa kepala daerah ditunjuk oleh imam atau sulthon. Dalam ranah Indonesia ya oleh presiden," sambung dia.

Sistem Perwakilan

Selain dasar fiqih tersebut, tambah adik kandung KH Haris Sodaqoh ini, faktor maslahat perlu jadi pertimbangan untuk meninjau ulang model Pilkada langsung. Jika melalui politik uang dengan membeli suara rakyat serta menjadi penyebab suburnya korupsi sebagai akibat dari modal pencalonan yang mahal, maka patut diganti sistem perwakilan atau bahkan penunjukan oleh presiden.

"Pilkada langsung jika membawa kerusakan, ada politik uang dan menimbulkan korupsi, bisa saja diganti sistem perwakilan atau bahkan penunjukan langsung," imbuhnya.

Adapun jika memakai sistem perwakilan, sebagaimana dulu pernah dilaksanakan, harus benar-benar melalui proses yang benar. Para pemilihnya adalah ahlul halli wal aqdi. Bukan orang fasiq.? ?

Maka menurutnya, tanggung jawab semua warga negara adalah memilih orang yang baik dan adil untuk menjadi anggota dewan sebagai wakil rakyat.

"Syarat pemilih sebagai perwakilan rakyat adalah orang yg ahlul halli wal aqdi, tegasnya.

Mengutip qoul Imam Ghozali, Ubed menukilkan, kerusakan umaro karena kerusakan ulama, dan kerusakan ulama karena hubbud dun-ya (kecintaan pada harta benda).

Ulama dalam definisi Al-Ghozali, menurut tafsirannya, adalah DPR/DPRD. Sebab fungsi ulama di zaman Al-Ghozali hidup adalah sebagai dean penasehat dan pertimbangan Sulthon. Juga sebagai pengawas pemerintahan.?

"Di zaman Imam Ghozali belum ada trias politica. Jadi ulama yang beliau katakan dalam konteks sekarang adalah DPR/DPRD. Jadi kita harus memilih anggota parlemen yang tidak serakah harta. Tentu tidak yang koruptor, tandas Ubed.

Harga Gabah Harus Menguntungkan Petani

Lebih lanjut Kiai yang senang berdiskusi di dunia maya ini menyebutkan, pihaknya akan mengawal Bahsul Masail tema ekonomi dan pemerintahan Diantaranya terkait penentuan harga gabah oleh pemerintah.

Dia jelaskan, pemerintah secara umum wajib menjamin kesejahteraan rakyat. Perlindungan kepada petani dan pengaturan perdagangan adalah bagian tanggung jawab pemerintah.

Jika pemerintah ingin mengatur harga gabah, harus yang menguntungkan petani. Bulog sebagai lembaga yang melaksanakan pembelian serta pedagang swasta perlu diatur agar membeli gabah petani dengan harga yang layak. Tidak boleh seperti selama ini. Jika petani panen harganya murah, tapi kala musim tanam harga bibit mahal sekali. Ditambah beban harga pupuk yang sering tidak terkendali.?

Kontributor: Ichwan

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, Olahraga PMII Cabang Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Fatayat dan Mendes Dorong Perempuan Bangun Desa

Cirebon, PMII Cabang Tegal. Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Cirebon menggelar Harlah ke-55 serta mengukuhkan Pimpinan Anak Cabang (PAC) tingkat Kecamatan se-Kabupoaten Cirebon pada Ahad, (26/4) di Halaman NU Center Sumber, Cirebon.?

Fatayat dan Mendes Dorong Perempuan Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat dan Mendes Dorong Perempuan Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat dan Mendes Dorong Perempuan Bangun Desa

Acara tersebut sangat meriah dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, H Marwan Jafar, Bupati Cirebon, H Sunjaya Purwadisastra, Ketua Umum PP Fatayat NU, Hj Ida Fauziah, dan Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon, KH, Usamah Manshur, serta para tokoh NU Cirebon.

Pada kesempatan tersebut, Marwan Jafar menjelaskan, sebagai Banom NU, Fatayat bisa memanfaatkan forum pengajian ibu-ibu yang selama ini sudah berjalan secara rutin untuk melakukan pemberdayaan membangun desa.?

PMII Cabang Tegal

"Perkumpulan ibu-ibu Fatayat yang sudah berjalan rutin, bisa dimanfaatkan untuk menyosialisasikan berbagai program dan mengambil peran dalam pembangunan desa," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Marwan juga melakukan penandatanganan MoU dengan Fatayat NU untuk mengukuhkan peran perempuan dalam pembangunan desa.?

PMII Cabang Tegal

“Kementerian Desa ingin melakukan sinergi dengan kelompok perempuan dalam hal pembangunan dan pemberdayaan perempuan masyarakat desa, pembangunan kawasan ekonomi perempuan pedesaan, pemberdayaan dan pembangunan pendidikan dan kesehatan perempuan di daerah transmigrasi dan daerah tertinggal,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PP Fatayat NU, Hj Ida Fauziah mengatakan, Fatayat NU dengan usia 65 tahun harus memberikan pendampingan terhadap masyarakat agar terlepas dari jerat kemiskinan dan kebodohan.

“Semoga dengan dilantiknya PAC Fatayat NU se-Kabupaten Cirebon bisa memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya bagi pemberdayaan perempuan di desa-desa,” pungkas Ida. (Ayub Ansori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sholawat, Olahraga, Nahdlatul PMII Cabang Tegal

Muslimat NU Bogor Santuni 400 Anak Yatim Tiap Bulan

Bogor, PMII Cabang Tegal. Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Bogor mengelar acara santunan kepada anak yatim di Pesantren Sunanul Huda, Kecamatan Lewiliang, Bogor, Jawa Barat, Ahad (5/7). Kegiatan sosial ini merupakan agenda rutin Muslimat NU Bogor.

“Kegiatan ini kami lakukan rutin hampir setiap bulan di kediaman ayah kami dan kami merasa senang bisa berbagi dengan sesama. Kami mengundang hampir 400 anak yatim di setiap kegiatan,” kata Ketua PC Muslimat NU Bogor Nita Sari.

Muslimat NU Bogor Santuni 400 Anak Yatim Tiap Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Bogor Santuni 400 Anak Yatim Tiap Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Bogor Santuni 400 Anak Yatim Tiap Bulan

Nita berharap kegiatan ini bisa juga dilaksanakan oleh setiap Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU yang ada di Kabupaten Bogor. Pihaknya mengajak kepada masyarakat Muslim di bulan yang penuh rahmat ini untuk selalu ingat dengan mereka yang kurang beruntung.

PMII Cabang Tegal

Program yang digagas H Sasmita, ayah kandung Nita Sari, ini dinilai cukup meringankan beban mereka yang kurang mampu secara ekonomi. Kegiatan digelar di kediaman H Sasmita di Pesantren Sunanul Huda.

PMII Cabang Tegal

Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Kabupaten Bogor Lukmanul Hakim yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, selaku pengusaha ia mendorong agar kegiatan mencintai anak yatim ini tidak hanya berlangsung di bulan Ramadhan dan bersifat ceremonial belaka. Tetapi, lebih mengarah kepada jangka panjang misalnya melalui beasiswa atau yang lainya.

Selain ketua HPN Bogor, hadir pula Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nu (IPNU), tokoh masyarakat, dan aparat pemerintah setempat. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Jadwal Kajian, Hikmah, Olahraga PMII Cabang Tegal

Pergunu Turut Meriahkan Hari Guru Nasional 2016

Jakarta, PMII Cabang Tegal

Hari Guru Nasional (HGN) yang jatuh tanggal 25 November, tahun ini diperingati dengan semangat persatuan seluruh organisasi guru yang ada di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Sumarna Surapranata, dalam konferensi pers Peringatan HGN 2016 di Gedung D Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Kamis (3/11) siang.

Pergunu Turut Meriahkan Hari Guru Nasional 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Turut Meriahkan Hari Guru Nasional 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Turut Meriahkan Hari Guru Nasional 2016

Organisasi guru yang terlibat dalam koordinasi peringatan HGN 2016 adalah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), dan Ikatan Guru Indonesia (IGI).

PMII Cabang Tegal

Lebih lanjut Sumarna menyampaikan, HGN diperingati sebagai implementasi wujud kepedulian Pemerintah agar guru selalu berusaha berinovasi dan termotivasi untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran.

Tema peringatan HGN tahun ini adalah “Guru dan Tenaga Kependidikan Mulia Karena Karya”. Tema ini dinilai sangat relevan dengan kebijakan pemerintah untuk menghargai profesi guru dan tenaga kependidikan menuju masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan beradab di tengah-tengah percaturan kehidupan masyarakat global.

PMII Cabang Tegal

Peringatan HGN 2016 dilaksanakan bersamaan dan HUT PGRI ke-71. Kegiatan peringatan HGN dimulai dengan Gerak Jalan Sehat dari lapangan upacara Plaza Insan Berprestasi Kemdikbud menuju Bundaran Hotel Indonesia pada hari Ahad 20 November 2016. Ada 10.000 guru dan tenaga kependidikan yang diperkirakan ikut dalam momen kali ini. Selanjutnya ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata diikuti oleh 200 orang guru dilaksanakan tanggal 22 November 2016.

Kegiatan berikutnya adalah Upacara Bendera memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-71 tanggal 25 November 2016 di Kompleks Kemdikbud. Upacara dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang akan bertindak sebagai Pembina upacara. Upacara peringatan HGN juga secara serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Pada Sabtu 26 November 2016 dilaksanakan Simposium Guru dan Tenaga Kependidikan yang diikuti oleh 2000 orang guru. Puncak acara Simposium Guru dan Tenaga Kependidikan, Peringatan Hari Guru Nasional tahun 2016 dan HUT PGRI ke-71 akan dilaksanakan pada tanggal 27 November 2016 yang akan diikuti oleh 10.000 orang guru dan tenaga kependidikan. Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan hadir dalam kegiatan ini.

Peringatan HGN 2016 yang dilaksanakan bersamaan dan HUT PGRI ke-71 ini diselenggarakan bersama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), serta organisasi guru dan tenaga kependidikan lainnya secara bersama-sama dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Wakil Sekjen Persatuan Guru Nadhatul Utama (Pergunu), Ahsan Ustadhi menyampaikan, sejak? awal Pergunu terlibat dalam persiapan peringatan HGN 2016, termasuk dalam pemilihan tema dan koordinasi lainnya. Sebagai organisasi guru dari ormas Islam terbesar di Indonesia, sejak kelahirannya, Pergunu telah terlibat bekerja sama dengam Kemdikbud. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Olahraga, Pondok Pesantren, Kajian Islam PMII Cabang Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Puluhan Santri Ikuti Seleksi Pemilihan Kang dan Mbak Santri 2017

Banyuwangi, PMII Cabang Tegal - Pengurus Cabang Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kabupaten Banyuwangi menggelar ajang pemilihan  Kang dan Mbak Santri 2017. Acara yang pertama kali dihelat di Banyuwangi ini bertujuan untuk memilih duta pesantren.

"Nantinya, kita akan memilih santri putra dan putri terbaik sebagai duta pesantren. Kalau di Banyuwangi ada Jebeng Thulik, maka di pesantren kita punya Kang dan Mbak Santri," terang Ketua Panitia Fikri Aditya saat rapat teknis dan tahap seleksi di PP Bustanul Makmur, Genteng, Ahad (17/9).

Puluhan Santri Ikuti Seleksi Pemilihan Kang dan Mbak Santri 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Santri Ikuti Seleksi Pemilihan Kang dan Mbak Santri 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Santri Ikuti Seleksi Pemilihan Kang dan Mbak Santri 2017

Meski baru pertama kali diadakan, Pemilihan Kang dan Mbak Santri mampu menarik animo yang besar dari kalangan pesantren. "Sebagian besar pesantren di Banyuwangi telah mengirimkan delegasinya untuk mengikuti tahap seleksi ini," terang Fikri.

Pada tahap seleksi ini diikuti oleh 57 santri putra dan putri se-Banyuwangi. "Tahap seleksi ini, mereka (red para santri) mengikuti tes tulis secara serempak. Rincian soal ujian berkaitan dengan keislaman, keaswajaan, ke-NUan, wawasan kebangsaan dan tradisi serta sejarah Banyuwangi," jelas Fikri.

PMII Cabang Tegal

Tahap seleksi ini, akan dipilih 30 peserta yang terdiri dari 15 santri putra dan 15 santri putri untuk tampil di babak final. "Bagi santri yang berhasil lolos tes tulis, maka berhak mengikuti ajang final pada Ahad depan (24/9) di Sun East Mall, Genteng," tambahnya.

PMII Cabang Tegal

Selain diuji sisi pengetahuan keagamaan dan umum. Calon-calon duta pesantren ini juga dituntut untuk memiliki kemampuan dalam bidang yang telah ditentukan oleh panitia.

"Mereka juga harus punya kemampuan seperti halnya bisa membaca kitab kuning, hafal Alfiyah, bisa qira’ah atau taghani, dan pencak silat," tuturnya.

Sementara itu, salah satu peserta asal Pondok Pesantren Darussalam Banyuwangi M Sholeh Mubarok mengatakan, ajang ini sangat penting sekali untuk diikuti.

"Dalam pemilihan duta santri ini menekankan untuk memahami lebih dalam tentang sejarah, organisasi, dan tak luput penanaman rasa nasionalisme. Hal itu terbukti kita tes pertama soal-soalnya demikian. Bagi santri yang tak belajar tentang keorganisasian dan wawasan kenegaraan. Ampun sudah. Pasti dia gugur di tahap awal," jelas Sholeh.

Santri yang berusia 20 tahun ini juga menegaskan, finalis terpilih yang akan terpilih akan menjadi duta teladan untuk santri-santri lainnya.

"Saya yakin, nanti sang juara pasti memiliki cakrawala luas. Mulai dari nilai wawasan keagamaan sampai kebangsaan. Agenda ini sudah saya tunggu-tunggu selama empat tahun. Mulai awal mondok," ungkapnya. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Olahraga PMII Cabang Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Bendera NU Berkibar di Gunung Sumbing

Purworejo, PMII Cabang Tegal. Dalam rangka memperingati HUT ke-68 Republik Indonesia, para ? pecinta alam asal Purworejo, Jawa Tengah, melakukan pendakian Gunung Sumbing, Jumat (16/8). Yang menarik, selain mengibarkan bendera merah putih, peserta dari IPNU Cabang Purworejo mengibarkan bendera NU sebagai lambang kesetiaan NU terhadap NKRI.

Bendera NU Berkibar di Gunung Sumbing (Sumber Gambar : Nu Online)
Bendera NU Berkibar di Gunung Sumbing (Sumber Gambar : Nu Online)

Bendera NU Berkibar di Gunung Sumbing

Koordinator kegiatan Bejo Suhartanto (40) mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk memupuk rasa cinta kepada Negara, kewajiban mengisi kemerdekaan bagi peserta sebagai generasi penerus bangsa serta motivasi hidup yang bisa diambil dari sepanjang perjalanan. Hal itu sesuai dengan tema pendakian yaitu ekspedisi merah putih.?

“Di puncak Sumbing kita menggelar upacara bendera. Walaupun dengan perlengkapan dan peralatan seadanya, namun upacara tersebut berlangsung dengan hikmad.”ujar lelaki yang akrab dipanggil mbah Bejo ini, Ahad (18/8) kemarin.?

PMII Cabang Tegal

Bejo menambahkan, selain upacara bendera juga dilaksanakan refleksi perjuangan para pahlawan merebut kemerdekaan. Pada refleksi tersebut, para peserta diajak berdiskusi tentang pentingnya memahami hakekat perjuangan para pahlawan.?

“Jutaan pahlawan gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan negeri ini. Semua tahu tentang hal itu, namun banyak yang tidak memahaminya sehingga hal itu menjadi penting untuk kita refleksikan kemarin.”imbuhnya.

PMII Cabang Tegal

Salah seorang peserta Ahmad Naufa Khoirul Faizun (24) mengaku banyak mengambil pelajaran dan bangga bisa mendaki gunung dengan ketinggian 3371 meter diatas permukaan laut tersebut meski banyak rintangan yang menghampiri.?

“Ketika pendakian anggota kita ada yang sakit, terpelanting dan hampir putus asa, namun anggota lain memotivasi dan saling membantu hingga kebersamaan begitu menyatu. Kekuasaan Allah benar-benar saya rasakan ditengah belantara dan jalan curam yang jika saja ada hujan tentu kita sudah tak tahu lagi nasibnya.” Ujarnya.

Lebih lanjut Naufa mengatakan, kesan yang diambil dari pendakian ini adalah pelajaran berbagi satu sama lain. Menurutnya sesuatu yang mustahil bisa mencapai puncak Sumbing tanpa kebersamaan, perasaan senasib antar peserta serta kekompakan. “Kita tidak mungkin bisa mencapai puncak kalau kita tidak membunuh ego. Sikap itu tentu sangat positif kalau bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.”tandasnya.

Pendakian yang bertajuk Ekpedisi Merah Putih tersebut diikuti oleh gabungan dari berbagai element pecinta alam yang ada di Purworejo diantaranyaIkatan Ikatan Pelajar NU (IPNU) Cabang Purworejo (Gema Muda Ganesha Pecinta Alam) Gemapala SMA N1 Purworejo serta Pecinta Alam SMK 2 (PA SKANIDA) Purworejo.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Lukman Khakim

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Olahraga, Aswaja, Hadits PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock