Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Hati-hati Terjerumus Tiga "F"!

Grobogan, PMII Cabang Tegal. Di zaman sekarang umat Islam harus lebih berhati-hati dan menjaga keluarga dari pengaruh negatif yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Anak-anak kita perlu pendapat pemantauan supaya tak terjerumus ke dalam efek negatif 3 F, yakni food (makanan), film dan fashion (mode pakaian).

Demikian disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur’any, KH. Abdul Karim asal Solo saat memeberikan tausiyah kepada para pengunjung saat memperingati hari lahir (Harlah) NU yang ke-88 di terminal Angkudes, Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (6/2) malam.

Hati-hati Terjerumus Tiga F! (Sumber Gambar : Nu Online)
Hati-hati Terjerumus Tiga F! (Sumber Gambar : Nu Online)

Hati-hati Terjerumus Tiga "F"!

Pertama, food (makanan). Di era globalisasi zaman akhir, manusia tak lagi memperhatikan terhadap apa yang ia makan, acuh mengenai halal-haram suatu makanan. Padahal, makanan sangat berpengaruh sekali bagi kesehatan dhahir, terlebih kesehatan batin.

PMII Cabang Tegal

Kedua, film. Berbagai kemudahan mengakses jaringan informasi dapat memberikan dampak yang buruk terhadap perkembangan otak anak. Seseorang harus mampu memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Ketika orang tua lalai dalam mengontrol dan memantau keseharian anak, maka bisa mengakibatkan runtuhnya akhlak si anak tersebut.

PMII Cabang Tegal

“Jikalau di HP anak-anak kalian ada video dan gambar habib syekh dan para ulama, berarti slamet dari propaganda non-Islam. Sebaliknya, jikalau di dalam HP anak-anak panjenengan terdapat video dan gambar artis, ini perlu segera diobati dan dikawal ketat supaya selamat dunia dan akhirat,” tuturnya.

Sedangkan yang ketiga adalah fashion (mode pakaian). Banyak wanita yang mengumbar aurat di sana-sini dan memerkan hal yang sangat sentisitif bagi umumnya orang.

“Dengan wasilah shalawat malam hari ini, semoga kita mendapatkan berkah dan dilindungi dari hal negatif yang tidak diridhoi oleh Allah,” pungkasnya. (Asnawi Lathif/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Budaya, RMI NU, AlaSantri PMII Cabang Tegal

Rabu, 21 Februari 2018

Kader Muslimat NU Probolinggo Dilatih Olahan Makanan

Probolinggo, PMII Cabang Tegal - Sedikitnya 25 orang kader Muslimat NU utusan dari masing-masing Pimpinan Anak Cabang (PAC) di Kabupaten Probolinggo mengikuti pelatihan olahan makanan dari Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo, Selasa (7/2).

Pelatihan yang digelar di aula KPRI Prastiwi Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh Ketua Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Nurayati, Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kabupaten Probolinggo Andjar Noermala serta narasumber Aris Purnama Seta.

Kader Muslimat NU Probolinggo Dilatih Olahan Makanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muslimat NU Probolinggo Dilatih Olahan Makanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muslimat NU Probolinggo Dilatih Olahan Makanan

Selama pelatihan ini para pengurus dan anggota Muslimat NU ini dilatih proses pembuatan sempol daging ayam dan empek-empek dari ikan tongkol. Selain materi, mereka juga langsung melakukan praktik dengan beragam alat yang sudah disediakan.

PMII Cabang Tegal

Hj Nurayati mengatakan, pelatihan olahan makanan ini bertujuan untuk melatih ekonomi kreatif serta menambah income keluarga.

“Setidaknya dengan pelatihan ini para pengurus dan kader Muslimat NU di Kabupaten Probolinggo bisa memiliki bekal ketrampilan memasak yang memadai, minimal untuk keperluan keluarganya,” katanya.

PMII Cabang Tegal

Melalui pelatihan ini Nurayati mengharapkan para kader Muslimat NU mampu memberdayakan diri agar mandiri dalam usaha ekonomi dan mengoptimalisasi kelompok-kelompok usaha di masing-masing PAC.

“Serta, bisa mengembangkan usaha-usaha ekonomi yang sesuai dengan potensi dan sumberdaya yang dimiliki oleh masing-masing daerah. Jika semua kader Muslimat NU memiliki keterampilan tentunya akan mampu mewujudkan kesejahteraan individu dan masyarakat,” harapnya.

Sementara Andjar Noermala mengatakan, pelatihan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk menumbuhkan dan mengembangkan wirausaha baru dari kalangan Muslimat NU.

“Dengan pelatihan ini saya mengharapkan nantinya mampu mengembangkan sendiri kemampuan yang dimilikinya serta bisa menularkan ilmu yang didapat kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal IMNU, Nusantara, RMI NU PMII Cabang Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Rais NU Jabar: Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain!

Garut, PMII Cabang Tegal - Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat KH M Nuh Addawami mengatakan, salah satu kunci kebahagiaan dunia dan akhirat adalah kasih sayang. Keselamatan manusia itu pun terletak pada rahmat (kasih sayang) Allah.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Cisurupan Garut ini menekankan untuk tidak mudah memarahi kesalahan orang lain atau mengejek perbuatannya. Sebab, menurutnya, sikap demikian itu merupakan ciri orang yang tak memiliki kasih sayang.

Rais NU Jabar: Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais NU Jabar: Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais NU Jabar: Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain!

"Orang yang memiliki kasih sayang adalah menyapa orang berbuat jelek dan mengajak pada hal baik,” ujar Kiai Nuh pada acara puncak Haul Pendiri dan Milad YPI al-Hikmah, Sabtu (18/2), di Garut, Jabar. Ia menyebut perilaku arif ini sebagai akhlak tawassuth alias tidak berlebihan.

PMII Cabang Tegal

Berdakwah itu mesti dilakukan dengan tidak membuat mereka takut. “Dakwah orang NU harus wasathan (berimbang), yang membuat jamaah bahagia, jika salah akan sedih mengikuti arahan. Cara berpikir dan bertindaknya Alhussunnah wal Jamaah yang menjadi dasar aqidahnya Nahdlatul Ulama dalam segala tindakannya thawassuth," tambahnya.

Kiai Nuh lantas mengutip Surat Al An’am 108 agar tak seenaknya menghina kelompok lain meski berseberangan secara akidah. "Janganlah kalian menghina berhala atau sembahan orang (kafir), karena (jika begitu) mereka akan menghina sembahanmu (Allah), sehingga kalian jadi penyebab menghinanya mereka pada Allah," pungkasnya.

PMII Cabang Tegal

Acara yang dilaksanakan di komplek yayasan ini dihadiri sekitar seribu jamaah antara lain dari Muslimat NU, GP Ansor, Fathayat NU, IPNU, IPPNU, guru-guru dan siswa madrasah, perwakilan pemerintah serta warga masyarakat sekitar. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, RMI NU, Kajian PMII Cabang Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Gadis Palestina Pecahkan Rekor Sebagai Dokter Termuda di Dunia

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Kedokteran merupakan profesi dengan nilai kemanusiaan yang sangat tinggi. Ketika seseorang mendaftar di fakultas kedokteran, umumnya mereka menyelesaikan pendidikannya pada 20-an akhir.?

Eqbal Asa’d, seorang gadis Palestina yang mulai masuk di fakultas kedokteran pada usia 14 tahun dan lulus pada usia 20 tahun di Weil Cornell Medical Collage di Qatar.

Gadis Palestina Pecahkan Rekor Sebagai Dokter Termuda di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Gadis Palestina Pecahkan Rekor Sebagai Dokter Termuda di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Gadis Palestina Pecahkan Rekor Sebagai Dokter Termuda di Dunia

Dia mendapat gelar sarjana kedokteran dengan nilai memuaskan dan memecahkan rekor sebagai di Guinness World Records sebagai dokter paling muda di dunia.

PMII Cabang Tegal

Setelah kelulusan ini, dia akan pergi ke Ohio untuk melanjutkan pendidikannya dan menjadi seorang dokter ahli penyakit anak. (islam.ru/mukafi niam)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal RMI NU, Internasional, IMNU PMII Cabang Tegal

Menaker Bacakan Puisi Karya Soekarno

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri unjuk kebolehan membaca puisi saat menghadiri agenda Hari Puisi Indonesia Tahun 2017 di Graha Bhakti Kebudayaan Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (3/10) malam.

Bagi Menteri Hanif, puisi merupakan sebuah bagian yang tidak terpisahkan dari realita kehidupan manusia. Oleh karena iu, Hanif mendukung agar proses berpuisi terus dikembangkan dan dilestarikan. 

"Karena disana mengalir realita yang metaforik. Kemudian metafora yang realistik. Kemudian di sana ada etika dan juga estetika," kata Menaker.

Menaker Bacakan Puisi Karya Soekarno (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Bacakan Puisi Karya Soekarno (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Bacakan Puisi Karya Soekarno

Pada kesempatan tersebut, Menaker pun turut membacakan puisi "Berpedomanlah Pada Cita-cita" karya Ir. Soekarno.

Melalui puisi karya Soekarno ini, Menaker mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk optimis menghadapi tantangan-tantangan masa depan.

"Saatnya kita sebagai bangsa melihat ke depan, penuh optimisme, bekerja keras," ujarnya.

PMII Cabang Tegal

Berikut adalah sepenggal puisi karya presiden pertama Indonesia tersebut:

 

PMII Cabang Tegal

Berpedomanlah Pada Cita-cita

Ir. Soekarno

Ya, kita hidup dalam dunia yang penuh ketakutan

kehidupan manusia sekarang digerogoti

dan dijadikan pahit-getir oleh rasa ketakutan

Ketakutan akan hari depan

ketakutan akan bom hidrogen

ketakutan akan ideologi-ideologi

Mungkin rasa takut itu

pada hakekatnya merupakan bahaya yang

lebih besar daripada bahaya itu sendiri

Sebab rasa takutlah yang

mendorong orang berbuat tolol

berbuat tanpa berpikir

berbuat hal yang membahayakan

Dalam permusyawaratan Tuan-tuan

saya minta, jangan kiranya Tuan-tuan

terpengaruh oleh ketakutan itu

Sebab ketakutan adalah zat asam

yang mencapkan perbuatan manusia

menjadi pola yang aneh-aneh

Berpedomanlah pada harapan

dan ketetapan hati

berpedomanlah pada cita-cita

berpedomanlah pada impian dan angan-angan

(Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal RMI NU, Sunnah, Bahtsul Masail PMII Cabang Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Kiai Said: Seni Bisa Antarkan Pelakunya kepada Allah

Jakarta, PMII Cabang Tegal?



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, kesenian bisa menjadi sarana mengantarkan pelakunya kepada kebenaran, bahkan kepada Allah.?

Kiai Said: Seni Bisa Antarkan Pelakunya kepada Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Seni Bisa Antarkan Pelakunya kepada Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Seni Bisa Antarkan Pelakunya kepada Allah

Kiai yang pernah nyantri di Kempek, Lirboyo, dan Krapyak itu mendasarkan pernyataannya kepada Syekh Dzunun Al-Mishri yang mengatakan, seni adalah suara kebenaraan yang bisa mengantar kita menuju hakikat, mendongkrak kita menuju Allah.

“Karena seni tak bisa berbohong,” katanya saat membuka pameran tunggal lukisan karya Nabila Dewi Gayatri bertajuk Sang Kekasih di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (8/5). ?

Oleh karena itu, menurut pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqofah, Ciganjur, Jakarta, beberapa ulama besar adalah seniman.?

“Imam Syafi’i sebelum menjadi imam besar adalah seorang penyair. Sayidina Ali sebelum menjadi khalifah adalah seorang penyair,” katanya.?

PMII Cabang Tegal

Kiai Said membuka pameran itu dengan memukul gong sembilan kali. Pembukaan disaksikan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian, Ketua PBNU H. Marsudi Syuhud, AIzuddin Abdurrahman, Robikin Emhas, Ketua Umum Pimpinan Pusat PSNU Pagar Nusa M. Nabil Harun, Ketua Umum PP Fatayat NU, dan tamu undangan lain.?

Sang Kekasih memmerkan 50 lukisan wajah kiai-kiai Nusantara dari Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari hingga KH Said Aqil Siroj. Pameran akan berlangsung hingga 14 Mei. Tiap hari dibuka pukul 09.00 dan tutup 21.00. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal RMI NU PMII Cabang Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Ini Ciri Al-Arif Billah Tulen Menurut Ibnu Athaillah

Tingkat keimanan manusia terhadap Allah SWT beragam. Ada keimanan seseorang yang dirangsang oleh sesuatu (ibarat, isyarat, rumuz) di luar dirinya. Tetapi ada juga yang tidak. Ada orang yang beriman setelah melihat mukjizat rasul atau khariqul adat (kejadian luar biasa) seperti umat-umat kafir zaman para nabi terdahulu.

Ada juga orang yang takjub pada keajaiban dunia seperti lafal “Allah” pada cangkang telur atau pada gumpalan awan sebagai kuasa Allah dalam bentuk tulisan, gambar, video yang dishare orang-orang via media sosial baik fesbuk, instagram, twitter, whatsapp, line, dan lain sebagainya.

Ini Ciri Al-Arif Billah Tulen Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Ciri Al-Arif Billah Tulen Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Ciri Al-Arif Billah Tulen Menurut Ibnu Athaillah

Mereka yang merasa dekat dengan Allah karena keajaiban dunia dan kuasa Allah lainnya bukan masuk kategori al-arif billah yang sempurna karena keimanannya masih dirangsang oleh fenomena selain Allah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Artinya, “Al-Arif billah itu bukan orang yang terima isyarat lalu merasakan Allah lebih dekat dengannya karena isyarat itu. Al-Arif billah itu orang yang tak perlu isyarat karena lenyap pada wujudnya dan tersembunyi pada penyaksiannya.”

Petunjuk atas Allah yang dikenal para ulama terdiri atas tiga jenis yang memiliki tingkat berbeda. Ibarat adalah petunjuk kasar. Sementara isyarat lebih halus dibandingkan ibarat. Simbol atau rumuz adalah penanda paling halus atas Allah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Bagi saya, isyarat itu lebih tipis dan lebih halus dibanding ibarat. Simbol lebih halus dibanding isyarat. Jadi semua penanda ini ada tiga, yaitu ibarat, isyarat, dan simbol. Setiap satu dari semua itu lebih halus dibanding tanda sebelumnya. Tugas ibarat adalah memperjelas. Isyarat memberi petunjuk. Sedangkan tugas simbol itu menyenangkan, maksudnya menyenangkan hati atas sambutan Allah SWT,” (Lihat Syekh Ibnu Ajibah, Iqazhul Himam, Beirut, Darul Fikr, tanpa catatan tahun, juz I, halaman 118).

Isyarat merupakan medium petunjuk atas Allah yang menampung makna yang tak terwadahi pada ibarat. Isyarat ini sangat dibutuhkan bagi pesuluk sebagai penanda dan petunjuk atas Allah. Tetapi isyarat ini masih juga membawa serta sesuatu yang menandai keberadaan Allah sehingga mereka masih juga memandang yang lain selain Allah.

? ? ? ? ? ? ?  ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Menurut saya, isyarat adalah gudang makna sangat halus yang tak tertampung dalam ibarat. (Al-Arif billah yang kamil itu bukan orang yang memberikan isyarat bagi mereka yang meminta petunjuk, lalu ia merasakan Allah lebih dekat dengannya karena isyarat itu), terlebih lagi bagi Al-Arif billah yang kamil itu sehingga mereka merasakan Allah dekat karenanya atau di sisinya mengingat kekayaan kandungan isyarat itu yang menghendaki pemberi isyarat, isyarat, dan yang diisyaratkan. Al-Arif billah yang kamil itu adalah orang yang tidak memerlukan isyarat sama sekali karena ia telah melebur di dalam wujud Allah dan tersembunyi pada penyaksiannya sehingga makhluk itu lenyap (di matanya). Hal ini terjadi bisa karena ia menjadi ‘baqa’ sebab Allah, cahaya-Nya, dan pendaran cahaya itu dalam martabat pancarannya,” (Lihat Syekh Ibrahim Al-Aqshara’i As-Syadzili, Ihkamul Hikam, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah, 2008 M/1429 H, halaman 69).

Isyarat menandai adanya jarak dan antara. Isyarat kerapkali disertai dengan alasan, bukti, atau argmentasi. Ada orang beriman kepada Allah setelah mengetahui alasan, bukti, atau argmentasi sebagai isyarat atas Allah. Dari sini kemudian dapat dipahami bahwa semakin banyak alasan, bukti, atau argumentasi yang diperlukan untuk beriman, tanda seseorang jauh dari Allah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Abu Ali Ar-Raudzabari ketika ditanya perihal isyarat menjawab, isyarat tidak lain merupakan ungkapan dari dalam hati yang menjelaskan sesuatu yang ditunjuk. Sejatinya isyarat diiringi dengan illat (alasan, bukti, atau argumentasi). Illat itu jauh dari zat hakikat. As-Syibli mengatakan, setiap isyarat atas Allah yang ditunjukkan oleh makhluk-Nya hakikatnya tertolak sehingga mereka memberi isyarat atas Allah dengan Allah itu sendiri dan mereka tidak punya jalan untuk itu. Abu Yazid berkata, mereka yang paling jauh dari Allah adalah mereka yang paling banyak isyarat atas-Nya,” (Lihat Syekh Ibnu Abbad, Syarhul Hikam, Semarang, Maktabah Al-Munawwir, tanpa catatan tahun, juz I, halaman 63).

Untuk seorang al-arif billah yang kamil, isyarat tidak diperlukan karena mereka tidak berjarak dengan Allah. Isyarat dibutuhkan oleh para pejalan atau pesuluk. Isyarat itu sangat membantu mereka untuk dekat dengan Allah SWT.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ... ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Redaksi Syekh Ibnu Athaillah ‘Al-Arif billah itu bukan...’ maksudnya adalah al-arif billah yang tidak kamil, belum mendalam dan mantap. Sedangkan mereka yang sedang berjalan tetap membutuhkan isyarat dan merasakan Allah lebih dekat dengannya karena atau bersama isyarat itu. isyarat itu membantu mereka dan menjadi makanan pokok bagi mereka layaknya ibarat bagi mereka yang mengarahkan pandangan kepada Allah sebagai akan dijelaskan di depan, ‘Ibarat adalah makanan pokok bagi mereka yang butuh mendengarkan. Dan kau akan mendapatkan sesuai apa yang kau ‘makan’.’ Redaksi penulis, ‘ketika memberi isyarat’, maksudnya adalah diberikan atau menerima isyarat. Sedangkan ‘Al-Arif billah itu orang yang tak perlu isyarat,’ maksudnya ia tak membutuhkan isyarat untuk dirinya, tetai untuk memberikan isyarat untuk orang lain. Ia sendiri tak memerlukan isyarat karena isyarat dan ibarat makanan orang yang lapar. Sementara ia sudah kenyang dan cukup. Kita bisa mengatakan bahwa isyarat itu mengandaikan jarak dan perpisahan. Sementara ia tetap bersatu dalam perpisahannya... Al-arif billah yang kamil menafikan jalan/isyarat karena sudah merasa cukup dengan Allah sehingga tak membutuhkan isyarat dan pemberi petunjuk. Wallahu a‘lam,” (Lihat Syekh Ibnu Ajibah, Iqazhul Himam, Beirut, Darul Fikr, tanpa catatan tahun, juz I, halaman 120-121).

Pertanyaannya kemudian adalah apakah yang disebut arifin yang kamil itu mereka yang selalu menggenggam tasbih, menggelar sajadah, atau membenahi letak sorban? Apakah mereka hidup soliter menyepi? Semua itu mungkin saja, bukan pasti. Tetapi yang  pasti mereka tetap bergaul dengan manusia lain. Mereka tetap manusiawi. Mereka bisa jadi buruh tani, pekerja kasar, guru, buruh pabrik, kuli angkut di pasar, pegawai rendahan, penunggu kafe, penunggu lahan parkir liar, atau guru agama di sekitar kita. Semua itu sangat mungkin sebagai dijelaskan Syekh Said Ramadhan Al-Buthi berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Al-Arif billah adalah orang yang dengan tauhid, kepercayaan, tawakal, dan kepasarahannya kepada Allah mencapai derajat di mana kehendak-kehendaknya fana dalam kehendak/iradah-Nya, sebab-sebab atau alasan lenyap di bawah kuasa-Nya, dan semua yang tampak meleleh pada cahaya terang penyaksian-Nya. Tetapi pengertiannya tidak seperti yang kita sangka selama ini di mana al-arif billah terputus dari dunia, lalu menjalin dengan alam lain. Al-arif billah tetap berhubungan dengan dunia berinteraksi makhluk-Nya sebagaimana manusia lainnya. Ia tetap berhubungan dengan mereka seperti sebelumnya. Tetapi ketika berinteraksi dengan dunia dan sebab-sebab duniawi, ia tak melihat dirinya selain bersama dengan Allah. Ketika menangani masalahnya dengan orang lain dan beraktivitas di tengah publik dalam soal kemasyarakatan dan masalah lainnya, ia hanya menyadari bahwa ia berinteraksi bersama Allah. Al-arif billah itu seperti yang dikatakan para sufi, ‘Arasy dan bumiku ada pada satu waktu. Arasyku bersama Allah dalam perasaan dan batin. Tetapi bumiku bersama manusia dalam muamalah dan lahiriyah.’ Hal ini diungkapkan sangat baik oleh atsar dari Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq perihal dirinya sendiri, ‘Tiada sesuatu yang kulihat selain kulihat Allah bersamanya, sebelum, dan sesudahnya.’ Kondisi ini juga diungkapkan oleh Imam Fakhruddin Ar-Razi, ‘Hendaklah kamu bersama mereka secara lahiriyah, tetapi batinmu bersama Allah.’ Inilah maqam suluk tertinggi kepada Allah setelah maqam kenabian,” (Lihat M Said Ramadhan Al-Buthi, Al-Hikam Al-Athaiyyah, Syarhun wa Tahlilun, Beirut, Darul Fikr Al-Muashir, cetak ulang 2003 M/1424 H, juz II, halaman 471-472).

Menurut kami, penjelasan Syekh Said Ramadhan Al-Buthi cukup klir bahwa makrifatullah yang kamil itu bukan soal pakaian atau profesi, tetapi lebih pada cara pandang. Cara pandang makrifatullah ini dapat hadir pada siapapun dan mereka yang berprofesi apapun sesuatu dengan anugerah yang Allah berikan kepada mereka. Mereka dapat merasakan kehadiran Allah tanpa harus dirangsang oleh ibarat atau isyarat tertentu. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kiai, Nasional, RMI NU PMII Cabang Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Semarak Maulid Nabi di Masjid Agung Solo

Solo, PMII Cabang Tegal. Menyambut datangnya bulan Maulud Nabi di tahun 1435 H ini, Pengurus Takmir Masjid Agung Surakarta memeriahkannya dengan menggelar berbagai kegiatan. Menurut Pengurus Masjid Agung Solo, Saiful Hadi, kegiatan sudah dimulai sejak awal pekan lalu (6/1) dan puncaknya akan digelar saat diadakan Grebeg Maulud, Senin (13/1) mendatang.

“Pada malam hari ini, diadakan Pengajian Jamuro (Jamaah Muji Rosul) Surakarta, mengawali kegiatan yang akan berlangsung selama 1 minggu ke depan,” terang Saiful saat memberikan sambutan acara pada pengajian Jamuro, beberapa waktu lalu (6/1).

Semarak Maulid Nabi di Masjid Agung Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Maulid Nabi di Masjid Agung Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Maulid Nabi di Masjid Agung Solo

Setelah itu, menurutnya akan diadakan berbagai rangkaian kegiatan, yang dalam hal ini juga melibatkan Keraton Surakarta.

PMII Cabang Tegal

“Juga ada acara Festival hadrah, lomba dakwah, muazin, tilawah, hafalan, dan kaligrafi yang diikuti oleh anak-anak usia 10-20 tahun.

PMII Cabang Tegal

Tak hanya itu, di Masjid kebanggaan warga Kota Solo ini, selama bulan Maulud ini, juga diadakan pengajian dan pembacaan kitab maulid Al-Barzanji, yang dilaksakan setiap bakda Isya.(ajie najmuddin/mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaSantri, RMI NU PMII Cabang Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Umrah, Hadiah Pemenang Tahfidz Quran Pesantren Daunnajah

Jakarta, PMII Cabang Tegal



Pesantren Darunnajah Jakarta mengelar Musabaqoh Hifzhul Quran yang ke-3 antar Pondok Pesantren se-Indonesia. Musabaqoh Hifzhul Quran merupakan acara rutin setiap tahun, yag pada tahun ini bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda  ke-89. 

Umrah, Hadiah Pemenang Tahfidz Quran Pesantren Daunnajah (Sumber Gambar : Nu Online)
Umrah, Hadiah Pemenang Tahfidz Quran Pesantren Daunnajah (Sumber Gambar : Nu Online)

Umrah, Hadiah Pemenang Tahfidz Quran Pesantren Daunnajah

Ketua Panitia Sofwan Manaf megungkapkan Musabaqoh Hifzhul Quran ini adalah salah satu cara untuk mencerdaskan kader bangsa.

“Agar mencintai Agama dan Negara, para santri juga diharapkan membawa nilai-nilai Al Quran, mampu menjaga toleransi dan keberagaman yang ada di Indonesia serta berpegang teguh pada nilai-nilai kebangsaan demi terciptanya cinta tanah air Indonesia raya," ungkapnya pada Jumat, (27/10).

Sofwan mengatakan sebanyak 426 hafidz dan hafidzah dari pesantren se-Indonesia menjadi peserta kegiatan tersebut. Mereka sebelumnya mengikuti seleksi di 14 kota meliputi Medan, Kuningan, Tidore, Maros,

Tenggarong, Martapura, Dumai, Palembang, DKI Jakarta, Magelang, Surabaya, Bondowoso, Sumbawa, dan Lombok.

PMII Cabang Tegal

Para pemenang (terbaik) pada tiap golongan, baik putra dan putri mendapatkan hadiah ibadah umroh. Sedangkan terbaik 2, 3, harapan 1, dan harapan 2 mendapatkan dana pembinaan. (Kendi Setiawan)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal RMI NU, Fragmen, Pendidikan PMII Cabang Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Ketum PBNU: Bu Fatma Pejuang yang Patut Dicontoh

Jakarta, PMII Cabang Tegal

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Nyai Hajjah Siti Fatma, istri Mustasyar PBNU KH A Mustofa Bisri? (Gus Mus), Kamis (30/6), pukul 14.30 WIB, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soetrasno Rembang, Jawa Tengah.

"Semoga Allah mengampuni seluruh kekhilafannya dan menerima amal-amal baiknya yang luar biasa," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Kamis (30/6) malam, di Jakarta.

Ketum PBNU: Bu Fatma Pejuang yang Patut Dicontoh (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: Bu Fatma Pejuang yang Patut Dicontoh (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: Bu Fatma Pejuang yang Patut Dicontoh

Menurutnya, Bu Fatma, panggilan akrab Nyai Hajjah Siti Fatma, telah banyak berkorban selama mendampingi KH A Mustofa Bisri baik ketika mengemban amanah sebagai wakil rais aam, pejabat rais aam PBNU, maupun pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang.

PMII Cabang Tegal

"Beliau telah berjihad dengan penuh pengorbanan sebagai perempuan muminah, shalihah, mustaqimah, hingga Gus Mus berhasil dalam menjalankan kiprahnya di NU dan mengayomi umat secara luas. Beliau patut kita contoh," kesannya.

PMII Cabang Tegal

PBNU, kata Kiai Said, menginstruksikan kepada seluruh pengurus NU di tingkat wilayah, cabang, anak cabang, hingga ranting untuk menggelar shalat ghaib dan tahlil sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Bu Fatma.

Jenazah Bu Fatma saat ini sudah berada di kediamannya, kompleks Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Jalan KH Bisri Mutofa, Leteh, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang. Rencananya, jenazah akan dikebumikan pada Jumat (1/6), pukul 13.30 WIB, di Pemakaman Kabongan Kidul, Kecamatan Rembang.

Bu Fatma meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit sejak Selasa (28/6/2016) pagi karena menderita sesak napas. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal RMI NU, Pertandingan, Sunnah PMII Cabang Tegal

Sujiwo Tejo: Beragama dengan Tersenyum itu Hanya Orang Pesantren

Jakarta, PMII Cabang Tegal - Menguatnya radikalisme dan intoleransi yang terjadi di Indonesia khususnya dan di dunia umumnya menjadi persoalan yang perlu penanganan serius oleh berbagai pihak termasuk Nahdlatul Ulama (NU). Indonesia sebagai negara yang sangat beragam, baik agama, suku, bahasa, budaya dan lainnya, patut bangga terhadap keberadaan NU yang mempunyai basis pesantren untuk terus menjaga Indonesia dari radikalisme dan intoleransi tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Sujiwo Tedjo saat ditemui PMII Cabang Tegal di Jakarta. Menurut pria yang akrab dipanggil Mbah Tejo ini, santri dan pesantren merupakan potensi dalam hal toleransi di Indonesia.

Sujiwo Tejo: Beragama dengan Tersenyum itu Hanya Orang Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Sujiwo Tejo: Beragama dengan Tersenyum itu Hanya Orang Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Sujiwo Tejo: Beragama dengan Tersenyum itu Hanya Orang Pesantren

“Kalau di pesantren atau NU diajarkan bahwa toleransi itu dari dulu sudah tinggi,” katanya seusai mengisi acara pembacaan puisi Gedung Graha Bakti Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (16/10) malam.

Oleh karena itu, pria yang berprofesi sebagai dalang ini pun menganggap bahwa keberadaan santri sangat dibutuhkan Indonesia.

PMII Cabang Tegal

“Santri sangat dibutuhkan untuk kecenderungan global yang makin mengekstremkan (dalam hal) agama,” jelas pria kelahiran Jember, Jawa Timur ini.

Pria berumur 55 tahun ini menyebut bahwa cara beragama yang dijalankan pesantren itu luwes, dan menebar rahmat.

PMII Cabang Tegal

“Beragama dengan tersenyum itu pesantren saja,” katanya.

Acara pembacaan puisi sendiri diselenggarakan Kementerian Agama dalam rangka memperingati hari santri yang ke-2 dengan tema Merawat Keberagaman dan Memantapkan Keberagamaan.

Turut menjadi pembaca puisi pada malam tersebut, Menteri Agama H Lukman Hakim Saifuddin, Kamaraudin Amin, Abidah El Kholiqie, Habiburrahman El Shirazy, Sosiawan Leak, KH Husein Muhammad, Jamal D. Ramah, Acpe Zam Zam Noor, Ahmad Tohari, Sutardji Calzoum Bachri, D. Zawawi Imron dan lain-lain. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal RMI NU PMII Cabang Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Semangat Belajar Agama Tak Diimbangi Kemampuan Memahami Agama

Bogor, NU Onlline

Fenomena antusiasme belajar agama, terutama melalui internet mendapat perhatian serius Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Ishomuddin. Kiai kelahiran Lampung ini merasa prihatin karena semangat belajar agama tidak diimbangi dengan kemampuan memahami agama.

Hal itu ia katakan ketika menjadi narasumber pada kegiatan Halaqah Kiai dan Nyai 2017, Selasa (5/12) di Bogor, Jawa Barat yang diselenggarakan Pusat Studi Pesantren (PSP). Dalam kegiatan bertema Jihad Pesantren Berbasis Literasi: Ikhtiar Menangkal Radikalisme Beragama ini, Kiai Ishom menjelaskan, mereka selalu mengatakan kembali ke Al-Qur’an dan Hadits.

Semangat Belajar Agama Tak Diimbangi Kemampuan Memahami Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Belajar Agama Tak Diimbangi Kemampuan Memahami Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Belajar Agama Tak Diimbangi Kemampuan Memahami Agama

“Ternyata yang dimaksud kembali ke Al- Qur’an dan Hadits terjemahan,” ujarnya disambut tawa peserta.

Dosen UIN Raden Inten Lampung ini menegaskan, Al-Qur’an turun dalam bahasa Arab, sehingga terjemahan bahasa lain bukan Al-Qur’an. 

“Terjemahan Al-Qur’an tidak benar-benar mewakili makna sebenarnya. Contoh, Al-Baqarah sering diterjemahkan sebagai sapi betina karena ada ta marbuthah. Padahal ta marbuthah di sini tidak bisa menunjukkan betina,” jelasnya.

PMII Cabang Tegal

Al-Qur’an, sambungnya, kadang membuang kalimat yang panjang sehingga tidak bisa diterjemahkan begitu saja. Slogan untuk kembali ke Al-Qur’an dan Hadits, kata Kiai Ishom, hanya cocok untuk ulama yang memiliki kemampuan untuk menafsir atau mufassir.

Sehingga menurutnya, menjadi bahaya ketika ada anak muda yang sedang bersemangat belajar agama kemudian menafsirkan ayat-ayat qitali (bersifat perang). Padahal ayat-ayat jihad yang turun di Mekkah tidak bersifat qitali. 

Barulah ketika Rasulullah hijrah ke Habasyah ayat jihad bersifat qitali. Ini karena saat itu Rasulullah dan para sahabatnya terlebih dahulu diperangi dan diancam dibunuh. 

“Selain itu, dakwah Rasulullah tidak boleh dihalangi siapapun karena itu adalah hak Rasulullah dan para sahabat untuk menyampaikan kebenaran. Itulah sebabnya turun ayat yang bersifat qitali, jadi bukan karena alasan kafir,” papar Kiai Ishom.

PMII Cabang Tegal

Dia menerangkan, Rasulullah memerangi non-muslim bukan karena mereka kafir, tapi karena ada permusuhan terlebih dahulu yang mereka lakukan dan menghalangi dakwah Islam. 

Jika alasan perang adalah kekafiran, imbuhnya, maka seorang bisa mengkafirkan orang-orang yang tidak sejalan dengan dirinya. Muslim bisa mengkafirkan orang Nasrani demikian sebaliknya. 

“Ini tidak ada manfaatnya bagi dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin,” tegas Kiai Ishom.

Jihad qitali, tandasnya, adalah pintu darurat jika adanya penyerangan atau permusuhan lebih dahulu kepada orang Islam. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Budaya, AlaNu, RMI NU PMII Cabang Tegal

Siswa MA Walisongo Berprestasi Lewat Tulisan

Jepara, PMII Cabang Tegal. Siswa MA Walisongo Pecangaan, Riful Mazid Maulana melalui reportasenya ‘Semarak Porsema dan OSK LP Maarif Jateng’, berhasil melenggangkan dirinya menuai prestasi sebagai Juara II Lomba Reportase Pelajar tingkat Jawa Tengah. Predikat itu diraihnya dalam Porsema dan OSK LP Maarif Jateng yang dilaksanakan di Kudus, belum lama ini. 

Diakui, prestasi yang diraih lelaki kelahiran Jepara, 15 Maret 1995 itu tidak lepas dari spirit guru Bahasa Indonesia sewaktu masih duduk di kelas II MTs Walisongo Pecangaan. Waktu itu, gurunya Ibu Asiyah memberikan apresiasi padanya. Berita yang ia buat adalah yang terbaik diantara siswa yang lain. Dan karyanya itu, oleh inisiatif guru dipajang di mading madrasahnya. 

Siswa MA Walisongo Berprestasi Lewat Tulisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa MA Walisongo Berprestasi Lewat Tulisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa MA Walisongo Berprestasi Lewat Tulisan

Ia juga diminta gurunya mengelola mading sekolah dan pernah terbit satu kali edisi. “Awal kali mempunyai semangat menulis tidak lepas dari motivasi Bu Asiyah. Motivasi tersebut masih saya ingat sampai sekarang,” ingatnya.  

PMII Cabang Tegal

Spirit menulis lelaki yang tinggal di Desa Troso RT.07 RW.07 Kecamatan Pecangaan kemudian dilanjutkannya sejak masuk di MA Walisongo. Ia aktif dalam kegiatan jurnalistik di madrasahnya. Sehingga melalui keaktifannya, Ketua OSIS madrasah setempat berbuah hasil. 

Selain Juara tingkat Jawa Tengah, belum lama ini dirinya berhasil memperoleh Juara I Lomba Reportase, Juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah Pelajar (LKTIP) tingkat Kabupaten dan 10 besar Lomba Cipta dan Baca Puisi se-Karisidenan Pati. 

PMII Cabang Tegal

“Prestasi-prestasi yang saya torehkan tidak lepas dari semangat dan motivasi para pembimbing. Sehingga yang utama saya menghaturkan banyak terima kasih,” paparnya. 

Di kelas XII nanti, Mazid belum punya target khusus dalam bidang penulisan. “Untuk tahun ajaran yang akan datang saya belum mempunyai target. Saya ingin mengalir saja,” imbuhnya. 

Meski tidak bertarget, secara berkala putra pasangan Busyairi-Nur Wakhidah secara berkala menulis berita di PMII Cabang Tegal, Warta Demak dan Tilik Kampung (Suara Muria). Berita-berita itu ia tulis saat di sekolahnya ada kegiatan. “Berita-berita tersebut saya tulis tidak lain untuk mengembangkan kapasitas kepenulisan saya,” imbuhnya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Islam, RMI NU, Ulama PMII Cabang Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Jelang UN, IPNU-IPPNU Karanganyar Gelar Istighotsah Kubra

Karanganyar, PMII Cabang Tegal. Pelaksanaan ujian nasional (UN) tinggal menghitung hari. Sekitar 600 siswa SMP/MTs. kelas IX dan SMA/MA/ SMK se-Kabupaten Karanganyar menggelar istighosah bersama di Masjid Agung Karanganyar yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Karanganyar, Sabtu (12/4). Ratusan siswa ini berdoa memohon ketenangan batin dan persiapan menghadapi UN yang akan dilaksanakan mulai Senin (14/4).

Para siswa se-Karanganyar tersebut sejak lepas Dhuhur telah memenuhi Aula Masjid Agung Karanganyar. Mereka dengan khidmat melantunkan ayat-ayat Al Quran. Acara istighosah tersebut seperti biasa diawali dengan bacaan Sholawat Nabi Muhammad dengan diiringi grup hadrah Al-Munawwar Matesih.

Jelang UN, IPNU-IPPNU Karanganyar Gelar Istighotsah Kubra (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang UN, IPNU-IPPNU Karanganyar Gelar Istighotsah Kubra (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang UN, IPNU-IPPNU Karanganyar Gelar Istighotsah Kubra

Ketua Panitia penyelenggara, Wahyu memberikan motivasi kepada para peserta istighostah "Mari kita bersama-sama untuk menata hati dan fikiran melalui berdoa maupun berdzikir untuk meraih kelulusan dalam ujian mendatang," ujarnya saat memberikan sambutan.

PMII Cabang Tegal

Ia berharap kepada peserta istighotsah agar setelah lulus nanti untuk ikut dan bergabung dengan organisasi IPNU-IPPNU, tambahnya

PMII Cabang Tegal

Istighotsah yang dipimpin oleh Rais Syuriah MWC NU Karangapandan, KH. Agus Mushtafa berlangsung khusuk dan khidmat. Usai berdoa, KH. Yahya menyampaikan pesan singkat kepada ratusan pelajar yang hadir.

KH. Mushtafa mengajak para pelajar untuk selalu berdoa, berikhtiar dan meminta doa restu kepada orang tua dan guru-guru agar ilmu yang dicita-citakan bermanfaat.

"Sebagai pelajar harus terus berdoa, berikhtiar, dan meminta doa dan restu kepada orang tua dan guru-guru kalian agar apa yang dicita-citakan bermanfaat baik di dunia maupun akhirat," pesannya ratusan pelajar

Sementara, Ketua PC.IPNU, Khalid menjelaskan kegiatan ini menjadi agenda rutinan yang diselenggarakan setiap tahun menjelang Ujian Nasional.

"Alhamdulillah, acara ini mampu membuat para Pelajar tampak semakin optimis dalam menghadapi UN yang akan digelar 14 April mendatang." tuturnya.

Dalam acara tersebut tampak hadir Ketua PCNU Kabupaten Karanganyar, Kiai Mukti Ali, Kiai dan  Kasi Mapenda Kemenag Kab. Karanganyar Drs. H. Muhtadi M.Pd. (Ahmad Rosidi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nahdlatul Ulama, Budaya, RMI NU PMII Cabang Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Ekspedisi Islam Nusantara Ziarahi Kyai Modjo di Tondano

Ekspedisi Islam Nusantara tiba di Manado, Sulawesi Utara, pada Jumat (27/5) setelah menempuh perjalanan 10 jam dari Gorontalo dengan menumpangi satu armada bus Damri. Selepas Jumatan, setelah makan siang di Jalan Roda, mereka langsung ke Tondano.

Ketika tiba di masjid Al-Falah Kyai Modjo, Ekspedisi Islam Nusantara mendirikan shalat Ashar. Kemudian berziarah ke makam Kyai Modjo, salah seorang pendukung utama Pangeran Diponegoro dalam melawan penjajah Belanda yang dikenal dengan Perang Jawa tahun 1825-1830.

Ekspedisi Islam Nusantara Ziarahi Kyai Modjo di Tondano (Sumber Gambar : Nu Online)
Ekspedisi Islam Nusantara Ziarahi Kyai Modjo di Tondano (Sumber Gambar : Nu Online)

Ekspedisi Islam Nusantara Ziarahi Kyai Modjo di Tondano

Diantar Pengurus PWNU Sulawesi Utara dan beberapa warga, Ekspedisi Islam Nusanatara yang dipimpin Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Imam Pituduh mengadakan tahlilan tepat di sisi makam Kyai Modjo.

Makam Kyai Modjo dikelilingi makam-makam lain, sekitar 10 makam yang dicat warna putih. Sementara makam Kyai Modjo berbeda sendiri warnanya gading. Makam-makam tersebut dinaungi sebuah bangunan berbentuk joglo kira-kira 15 m X 10 m. Di luar joglo tersebut terdapat puluhan makam yang dikelilingi rapatnya bambu dan pepohonan.

PMII Cabang Tegal

Untuk sampai ke makam tersebut, harus menaiki tangga yang lurus kemudian berbelok ke arah barat. Jaraknya tidak lebih 200 meter. Memang kompleks pemakaman tersebut terletak di sebuah bukit.

PMII Cabang Tegal

Sebelumnya, ketika memasuki kompleks pemakaman, terpampang keterangan tentang Kyai Modjo. Papan tersebut menceritakan bahwa rombongan Kyai Mojo yang tiba di Tondano pada akhir tahun 1929. Ia diasingkan bersama pasukannya berjumlah 62 orang, dan semuanya laki-laki.

Papan itu juga menyebutkan bahwa Kyai Mojo bernama asli Kyai Muslim Muhammad Halifah, lahir pada 1764 dan wafat pada 20 Desember 1849.

Kyai Modjo diasingkan bersama pasukannya oleh penjajah Belanda ke daerah tersebut. Ia bersama pengikutnya diasingkan dengan rute dari Semarang-Batavia-Ambon-Tondano. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ulama, RMI NU, Tokoh PMII Cabang Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

PBNU Kutuk Rencana Pemindahan Makam Nabi

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan upaya untuk memindahkan makam suci Nabi Muhammad harus ditentang keras oleh umat Islam.

“Allah yang akan menjaga Utusan-Nya, semoga yang akan membongkar makam beliau dilaknat Allah,” tegasnya, Rabu.?

PBNU Kutuk Rencana Pemindahan Makam Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kutuk Rencana Pemindahan Makam Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kutuk Rencana Pemindahan Makam Nabi

Kiai Said yang menyelesaikan pendidikan doktornya di Universitas Ummul Qura Makkah ini menjelaskan, memang, ada kebencian mendalam orang-orang Wahabi terhadap jamaah yang menziarahi makam Rasulullah karena hal itu dianggap syirik.?

PMII Cabang Tegal

“Banyak orang Arab Saudi yang sudah bepergian ke pojok-pojok dunia, tetapi belum pernah ke Madinah,” jelasnya.

Ia menggambarkan hal ini, seperti orang Indonesia yang sudah pergi ke mana-mana, tetapi belum pernah mengunjungi Candi Prambanan atau Borobudur.?

PMII Cabang Tegal

Sebelumnya, harian The Independent melaporkan adanya proposal yang sudah disebarkan di lingkungan pengelola dua masjid suci, masjidil haram dan masjid nabawi, salah satunya berisi rencana tentang pemindahan makam nabi dari Masjid Nabawi ke pemakaman al Baqi, dan menjadikan makam nabi anonim sebagaimana makam-makam keluarga nabi yang sebelumnya sudah dipindah ke tempat tersebut. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal RMI NU, Kajian, Fragmen PMII Cabang Tegal

Pulang dari Tunisia, Mahasiswa STAINU Diharapkan Jadi Duta Islam Moderat

Tunis, PMII Cabang Tegal. Asdir II Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Islam Nadlatul Ulama (STAINU) Jakarta M. Ulinnuha Husnan mewakili pamitan sepuluh mahasiswanya yang telah mengikuti Program Kelas Internasional di Universitas Zitounah, Tunis, Tunisia.

Dalam pamitan yang berlangsung di ruang rektor kampus tersebut pada Rabu (11/12) waktu setempat, Ulinnuha menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor dan segenap civitas akademika di salah satu kampus tertua di dunia tersebut.

Pulang dari Tunisia, Mahasiswa STAINU Diharapkan Jadi Duta Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pulang dari Tunisia, Mahasiswa STAINU Diharapkan Jadi Duta Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pulang dari Tunisia, Mahasiswa STAINU Diharapkan Jadi Duta Islam Moderat

Hal senada juga disampaikan Rektor Universitas Zitounah, Prof. Dr. Hisyam Grissa. “Saya juga sangat berterima kasih kepada STAINU dan Kementerian Agama atas kepercayaannya. Saya berharap agar kerja sama ini terus berlanjut dan tidak berhenti sampai di sini. Zitounah adalah universitas tertua di dunia yang mengkader muslim moderat,” kata Rektor yang terpilih menggantikan Prof. Abdel Jalil Salem.

PMII Cabang Tegal

Guru besar bidang ushul fikih Universitas Zitounah itu berharap kesepuluh mahasiswa ini dapat menjadi duta Islam moderat di Indonesia.

Rektor juga berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama dengan STAINU Jakarta, karena kedua perguruan tinggi ini memiliki kesamaan visi dan misi dalam mengembangkan Islam moderat dan toleran.

PMII Cabang Tegal

“Kerja sama ini akan kita jalin terus. Visi dan misi untuk mengusunag Islam moderat dan toleran adalah agenda bersama yang harus kita sebarkan ke segenap penjuru dunia. Salah satunya melalui program kelas internasional semacam ini,” tegasnya.

Lebih jauh, Rektor berharap dan berdoa agar dari kesepuluh mahasiswa STAINU itu ada yang kembali ke Tunis untuk melanjutkan studinya pada tingkat sarjana dan bahkan pascasarjana. “Saya doakan agar diantara kalian ada yang kembali ke sini untuk melanjutkan studi pada tingkat sarjana dan pascasarjana,” harapnya.

Menurut agenda, mahasiswa STAINU akan mengikuti ujian akhir semester pada tanggal 15-16 Desember. Dan pada tanggal 24 mereka dijadwalkan kembali ke tanah air. [MUH/Abdullah]

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal RMI NU PMII Cabang Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Kerapuhan Konsep Daulah Islamiyah

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Konsep daulah Islamiyah yang diusung segelintir kelompok, tidak bisa dipertanggungjawabkan. Pasalnya, daulah Islamiyah dalam perspektif mereka bergeser jauh dari prinsip dasar khalifatullah di muka bumi. Sementara khalifatullah dalam Islam merepresentasikan sebuah sistem negara yang dapat memenuhi kebutuhan dasar setiap warganya.

Demikian dikatakan Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi dalam diskusi Perencanaan Pembangunan Nasional dalam Perspektif Pedesaan di Gedung PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Rabu (16/7) sore.

Kerapuhan Konsep Daulah Islamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kerapuhan Konsep Daulah Islamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kerapuhan Konsep Daulah Islamiyah

“Khalifatullah itu wakil Allah di muka bumi. Tidak main-main, wakil Allah! Khalifatullah bertanggung jawab memenuhi kebutuhan segenap warga dari pelbagai latar belakang,” kata Kiai Masdar menerangkan dasar pemikiran negara.

PMII Cabang Tegal

Menurutnya, lahirnya sebuah negara berawal dari kewajiban setiap individu dalam memenuhi tiga kebutuhannya yang meliputi kebutuhan primer, sekunder, tersier. Agama, kata Kiai Masdar, menyebutnya dengan istilah dharuri, haji, tahsini.

PMII Cabang Tegal

Ketika individu bersangkutan tidak mampu memenuhi kebutuhannya, maka tanggung jawab itu beralih kepada keluarga. Saat di mana keluarga lumpuh, maka masyarakat bertanggung jawab mengambil kewajiban itu.

Dari situlah sebuah negara hadir di tengah keterbatasan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan warga.

“Khalifatullah bisa dibilang pemimpin di negara manapun. Karena khalifah menjalankan pemenuhan Allah yang bersifat rahman di bumi tanpa diskriminasi. Khalifah yang menjalankan sebuah negara tidak boleh menomorduakan warga nonmuslim. Karena, sifat rahman-Nya umum mencakup muslim dan nonmuslim,” kata Kiai Masdar.

Berbeda dengan sifat rahim yang khusus diberikan kepada orang beriman di akhirat. Itulah kenapa surah al-Fatihah menyebut Hari Kiamat sebagai yaumid din, hari agama. Di sanalah agama diadili. Sedangkan di dunia, Allah lewat sifat rahman-Nya tidak menghakimi keyakinan.

“Mana bisa polisi menghakimi keyakinan warga? Keyakinan masalah batin. Itu nanti di Akhirat, yaumid din,” tandas Kiai Masdar. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nahdlatul Ulama, Doa, RMI NU PMII Cabang Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Demo KPU, 4 Aktivis PMII Bandung Terluka

Bandung, PMII Cabang Tegal. Empat aktivis PMII Cabang Kabupaten Bandung mengalami luka berat akibat represi aparat keamanan saat berunjuk rasa di halaman kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat, Senin (28/01).

Keempat orang itu adalah Muhsin Haitami, Hamdani Huliman, Kalis Romi Tanji dan Dhomiri Al-Ghozali. Korban aksi kekerasan tersebut dirawat di Rumah Sakit Al-Islam, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung.

Demo KPU, 4 Aktivis PMII Bandung Terluka (Sumber Gambar : Nu Online)
Demo KPU, 4 Aktivis PMII Bandung Terluka (Sumber Gambar : Nu Online)

Demo KPU, 4 Aktivis PMII Bandung Terluka

Menurut rilis yang diterima PMII Cabang Tegal, dua di antara korban tersebut sudah pulang. Sementara sisanya masih dalam perawatan.

PMII Cabang Tegal

Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Jawa Barat Edi Rusyandi, mengatakan aksi tersebut adalah menyampaikan beberapa tuntutan terhadap Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat.

PMII Cabang Tegal

Pasalnya, KPU dianggap telah gagal dalam mempersiapkan pelaksanaan Pilgub Jabar tahun 2013 yang menghabiskan dana hingga Rp 1 Trilun lebih. Diantara kegagalan tersebut adalah proses lelang surat suara, minimnya sosialisasi, serta penyusutan daftar pemilih tetap (DPT).

“Mulanya aksi berlangsung tertib. Keributan terjadi akibat provokasi aparat yang menangkap salah satu massa aksi. Padahal pada saat itu massa aksi sudah berangsur untuk membubarkan diri dari lokasi aksi," ujar Edi.

Atas dasar peristiwa tersebut, PKC PMII Jawa Barat menyatakan sikap; pertama, mengecam tindakan represif aparat polisi terhadap aksi demontrasi PMII Kabupaten Bandung di KPU Jawa Barat.

Kedua, PKC PMII Jawa Barat mendukung sepenuhnya aksi yang dilakukan oleh PC PMII Kabupaten Bandung. Ketiga, mendesak institusi polisi dalam hal ini Polrestabes Bandung dan Polda Jabar untuk menindak tegas anggotanya yang melakukan tindak kekerasan terhadap kader PMII Kabupaten Bandung.

Keempat, mendesak Kepala Polrestabes Bandung untuk menyampaikan permohonan maaf secara institusi di media baik cetak maupun elektronik selama 7 (tujuh) hari berturut-turut; Kelima, jika permintaan ini tidak diperhatikan, PKC PMII Jawa Barat akan menggelar aksi besar-besaran untuk menduduki KPU Jawa Barat. Keenam, mengintruksikan kepada PC PMII Se Jawa Barat untuk menggelar aksi solidaritas atasaksi kekerasan yang dilakukan oleh aparat Polrestabes Bandung.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nahdlatul, RMI NU, Cerita PMII Cabang Tegal

Ter-ater, Tradisi Perekat Persaudaraan di Musim Lebaran

Jember, PMII Cabang Tegal

Salah satu tradisi masyarakat Jember dan rumpun Madura umumnya dalam mengisi Lebaran adalah “ter-ater”. Ter-ater adalah bahasa Madura yang bisa diterjemahkan dengan bahasa Indonesia antar-mengantar. Maksudnya saling mengantar kue dan nasi antartetangga dekat. Kegiatan ter-ater ini biasanya dilakukan 3 hari sebelum Lebaran sampai 6 hari seteleh Lebaran.

“Tradisi ini juga berfungsi sebagai perekat persaudaraan antartetangga,” ujar Wakil Ketua MWCNU Ajung, Nurhadi kepada PMII Cabang Tegal di Jember, Ahad (10/7).

Ter-ater, Tradisi Perekat Persaudaraan di Musim Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ter-ater, Tradisi Perekat Persaudaraan di Musim Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Ter-ater, Tradisi Perekat Persaudaraan di Musim Lebaran

Selama Lebaran, tradisi ter-ater tetap jalan. Namun sasarannya adalah sanak famili. Jadi antar famili saling mengunjungi dengan membawa kue dan nasi. Tidak hanya di sekitar rumah tapi juga meluas ke tempat lain di mana si famili bertempat tinggal. Setelah dikunjungi, sekian hari kemudian, si famili itu akan melakukan kunjungan balasan dengan “oleh-oleh” yang sama. Biasanya tradisi kunjung-mengunjungi itu akan berakhir setelah Lebaran ketupat, yaitu hari ketujuh idul fitri. Yang menarik, selama Lebaran, siapapun yang berkunjung antar tetangga apalagi famili, pasti disuguhi makanan berat (nasi).

PMII Cabang Tegal

“Suguhan itu sebaiknya memang dimakan. Sebab kalau tidak, terkadang? si tuan rumah tersinggung. Ya kalau kunjungan hari raya, kita harus pintar-pintar mengatur makan. Jangan banyak-banyak makan, agar bisa makan di rumah yang akan dikunjungi berikutnya,” lanjut Nurhadi.

PMII Cabang Tegal

Itulah sebabnya kenapa Lebaran seolah menjadi hari-hari yang sangat sibuk. Sebab, selain menyediakan suguhan makanan, setiap rumah juga menyediakan kue. Kue tersebut biasanya dibuat beberapa hari sebelum Lebaran tiba. Selain itu, yang sudah pasti adalah baju baru.

Selain ter-ter, tradisi yang lain adalah mengunjungi makam leluhur. Itu pasti. Terkadang dilakukan sehari sebelum Lebaran, atau pagi-pagi setelah shalat idul fitri. Setelah shalat idul fitri,? saling minta maaf antar tetangga. Semua pinta terbuka dengan jajanan dan kue yang berjejer? di atas meja. Sujurus kemudian, sebagian warga menghilang untuk mengunjungi sanak saudaranya di tempat lain. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal RMI NU PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock