Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

PBNU Turut Berbelasungkawa Atas Meninggalnya Raja Abdullah

Jakarta, PMII Cabang Tegal. "Segenap keluarga besar PBNU mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Raja Abdullah bin Abdulaziz, yang merupakan seorang muslim moderat," kata Sekretaris Jenderal PB NU, Marsudi Syuhud, di Jakarta, Jumat.  

PBNU Turut Berbelasungkawa Atas Meninggalnya Raja Abdullah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Turut Berbelasungkawa Atas Meninggalnya Raja Abdullah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Turut Berbelasungkawa Atas Meninggalnya Raja Abdullah

Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz, berpulang selamanya pada Jumat dini hari.

Syuhud juga berpesan agar semua yang ditinggalkan dapat melaksanakan apa yang telah digariskan raja.

PMII Cabang Tegal

Menurut dia, raja Arab Saudi yang berkuasa sejak 2006 ini sosok moderat yang giat dalam usaha membina kerukunan umat beragama.

"Dia pernah membentuk lembaga untuk kerukunan beragama. Selain itu raja juga membuat kebijakan-kebijakan baru di dunia pendidikan," ujar Syuhud.

PMII Cabang Tegal

Raja Abdullah bin Abdulaziz sendiri, menurut Reuters, telah berkuasa di Arab Saudi sejak 2006. Setelah mangkat, dia akan digantikan putra mahkota, Pangeran Salman bin Abdulaziz.

Selama kepemimpinannya, dia pernah membuat kebijakan sosial senilai 110 milyar dolar AS untuk membangun perumahan dan menciptakan lapangan kerja dan subsidi sosial besar-besaran dari uang minyak.

Hal inilah yang membuat dia populer di kalangan anak muda Arab Saudi, yang populasinya mencapai 60 persen dari total penduduk.

Raja Abdullah juga diketahui hidup sederhana dan melarang keluarga raja berfoya-foya dengan uang negara. Dia juga menunjukkan kepedulian terhadap kemiskinan di negaranya dengan mengunjungi perkampungan kumuh.

Abdullah bin Abdulaziz merupakan raja pertama di Arab Saudi yang peduli nasib dan hak perempuan.

Dia menawarkan pendidikan yang lebih baik, kesempatan kerja, serta menjanjikan hak partisipasi kepada perempuan dalam pemilihan umum kota pada 2015 ini. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Internasional PMII Cabang Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

Tahun Baru Hijriyah, KBRI Damaskus Pulangkan 26 TKI Suriah ke Tanah Air

Suriah, PMII Cabang Tegal - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Damaskus melakukan pemulangan TKW-TKI gelombang ke-280 sebanyak 26 dari Suriah langsung dari bandara Damascus International Airport, Ahad (2/10). Pihak kedutaan melakukan repatriasi TKW-TKI secara perorangan ini di awal tahun baru hijriyah 1438 H.

Sebagian besar para TKW yang direpatriasi ini berasal dari Jawa Barat. Selebihnya berasal dari Jateng, Jatim, dan NTB. Mereka berhasil dipulangkan setelah permasalahan dan hak-haknya diselesaikan. Repatriasi kali ini didampingi oleh staf KBRI Damaskus Abdul Kholiq.

Tahun Baru Hijriyah, KBRI Damaskus Pulangkan 26 TKI Suriah ke Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Baru Hijriyah, KBRI Damaskus Pulangkan 26 TKI Suriah ke Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Baru Hijriyah, KBRI Damaskus Pulangkan 26 TKI Suriah ke Tanah Air

Mereka yang dipulangkan secara rinsi berasal dari Cianjur, Majalengka, Karawang, Banyuwangi, Sukabumi, Lombok Tengah, Cirebon, Indramayu, Gorontalo, Ende, Serang, Lombok Tengah NTB, Brebes, Pandeglang, Serang, Jember.

Pejabat Protokol Konsuler sekaligus Pejabat Penerangan Sosial Budaya AM Sidqi dalam pertemuan pemulangan mengatakan, “Pemerintah RI telah menghentikan secara permanen pengiriman tenaga kerja untuk sektor perorangan ke seluruh negara di Timur Tengah.”

PMII Cabang Tegal

Menurut Sidqi, dari 26 TKI yang dipulangkan itu diduga kuat terdapat enam korban perdagangan orang (TPPO) yang dikirim pascamoratorium penghentian penempatan TKI ke Suriah pada tahun 2011. Indikasi utamanya adalah tidak adanya perjanjian kerja atau kontrak kerja yang antara lain harus menyebutkan negara tujuan, besarnya gaji dan masa berlakunya kontrak/perjanjian kerja.

PMII Cabang Tegal

Sejak 2012, KBRI Damaskus telah merepatriasi sebanyak 12.510 WNI dalam 280 gelombang. Sementara pada tahun 2016, sebanyak 260 WNI dipulangkan dalam sembilan gelombang.

“KBRI Damaskus masih terus melakukan program repatriasi TKW dari Suriah dan telah masuk tahun keenam, tetapi disayangkan korban perdagangan manusia alias TKW ilegal masih terus masuk ke Suriah, sehingga program repatriasi ini tidak kunjung selesai,” pungkas Sidqi seperti dirilis Pensosbud KBRI Damaskus. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, Internasional, IMNU PMII Cabang Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Gadis Palestina Pecahkan Rekor Sebagai Dokter Termuda di Dunia

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Kedokteran merupakan profesi dengan nilai kemanusiaan yang sangat tinggi. Ketika seseorang mendaftar di fakultas kedokteran, umumnya mereka menyelesaikan pendidikannya pada 20-an akhir.?

Eqbal Asa’d, seorang gadis Palestina yang mulai masuk di fakultas kedokteran pada usia 14 tahun dan lulus pada usia 20 tahun di Weil Cornell Medical Collage di Qatar.

Gadis Palestina Pecahkan Rekor Sebagai Dokter Termuda di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Gadis Palestina Pecahkan Rekor Sebagai Dokter Termuda di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Gadis Palestina Pecahkan Rekor Sebagai Dokter Termuda di Dunia

Dia mendapat gelar sarjana kedokteran dengan nilai memuaskan dan memecahkan rekor sebagai di Guinness World Records sebagai dokter paling muda di dunia.

PMII Cabang Tegal

Setelah kelulusan ini, dia akan pergi ke Ohio untuk melanjutkan pendidikannya dan menjadi seorang dokter ahli penyakit anak. (islam.ru/mukafi niam)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal RMI NU, Internasional, IMNU PMII Cabang Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Bandung Segera Jadi Lautan Mengaji

Bandung, PMII Cabang Tegal



Tak kurang dari 50 ribu santri se-Jawa Barat akan menjadikan Bandung sebagai Lautan Mengaji pada Sabtu (20/5). Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Raya Bandung, Jalan Asia-Afrika, ribuan santri akan melakukan 1000 kali khatam Al-Quran yang dipimpin langsung inisiator Nusantara Mengaji, Muhaimin Iskandar.

Bandung Segera Jadi Lautan Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Bandung Segera Jadi Lautan Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Bandung Segera Jadi Lautan Mengaji

Koordinator Wilayah Nusantara Mengaji Jawa Barat, Cucun A Syamsurizal mengatakan, selain khatam Al-Quran, dilakukan pula Shalat Subuh berjamaah. Pasalnya acara dimulai sejak pukul 03.00.

"Selepas Shalat Subuh berjamaah dilakukan persiapan jalan santai menuju Monumen Bandung Lautan Api Tegal Lega," kata Cucun, Selasa (16/5).

Menurut Cucun, Bandung Lautan Mengaji ini sebagai tindak lanjut dari program Nusantara Mengaji yang digagas Muhaimin Iskandar. Dan untuk wilayah Jawa Barat dipusatkan di Bandung.

PMII Cabang Tegal

Saat rapat, seluruh perwakilan Pesantren di Jawa Barat akan mengirimkan santri dan santriwatinya dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat. Termasuk para tokoh masyarakat dan ulama di Jawa Barat.

Sekretaris Panitia, Ahmad Irfan Alawi mengungkapkan teknis acara ketika jalan santai. Massa santri yang laki-laki akan jalan kaki menuju Monumen Bandung Lautan Api dengan mengenakan sarung, berbaju koko dan berpeci. Di perjalanan akan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Syubbanul Wathan sebagai penegasan kebangsaan di Jawa Barat.

"Pak Muhaimin Iskandar pun ikut jalan kaki. Dan setibanya di Monumen Bandung Lautan Api langsung orasi kebangsaan," ujarnya. (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Internasional, Cerita, Kyai PMII Cabang Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Hadapi Tantangan dan Kontestasi, Islam Indonesia Didorong Teguhkan Identitas

Bangkalan, PMII Cabang Tegal. Setelah gelombang demonstrasi 4 November (411) dan 2 Desember (212) pada 2016, bagaimana kondisi Islam di negeri ini? Apakah ada perubahan pola keislaman dan dinamika sosial?

Hal inilah yang menjadi perbincangan hangat "Masa Depan Islam Nusantara" dalam rangka Milad Prodi Hukum Bisnis Syariah, Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Agenda ini, diselenggarakan di Auditorium UTM, Senin (19/12). Hadir pada forum ini, Munawir Aziz, Wakil Sekretaris LTN PBNU dan editor buku Islam Nusantara terbitan Mizan.?

Hadapi Tantangan dan Kontestasi, Islam Indonesia Didorong Teguhkan Identitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Tantangan dan Kontestasi, Islam Indonesia Didorong Teguhkan Identitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Tantangan dan Kontestasi, Islam Indonesia Didorong Teguhkan Identitas

Dalam ulasannya, Munawir Aziz menyampaikan betapa Islam Indonesia menghadapi tantangan dan kontestasi. "Islam moderat di negeri ini, menghadapi goncangan dari berbagai sisi. Tantangan kita, bagaimana menampilkan wajah Islam yang ramah dan sesuai dengan karakter bangsa ini. Bukan wajah kekerasan dan teror," terang Munawir.?

Selanjutnya, Munawir mengungkapkan pentingnya mahasiswa dan generasi muslim bergerak di media digital dan media sosial. "Jangan sampai kita hanya diam, menjadi maful, sebagai obyek. Nah, kita perlu menyampaikan gagasan, pemikiran kita dalam tradisi keislaman, sebagai karakter Islam Nusantara," jelas Munawir.?

Dalam diskusi, Munawir Aziz menjelaskan penting para generasi muda muslim, mengaktualisasi kaidah al-muhafadzah ala al-qadimi as-shalih, wal akhdzu bil jadidi al-aslah.?

PMII Cabang Tegal

"Al-muhafadzah itu bisa kita maknai menjaga tradisi, keilmuan, menjaga ideologi. Lalu, al-akhdzu ini harus inovasi dalam bidang teknologi, pengembangan sumber daya," terang Munawir.?

Kaprodi Hukum Bisnis Syariah Universitas Trunojo, Ahmad Musif mengungkapkan pentingnya pemahaman keislaman yang damai dan toleran, sebagai bagian dari penjelasan Islam sebagai agama dan pengetahuan.?

"Kita perlu memahami, Islam tidak hanya agama, namun juga pengetahuan," terang Musif.

PMII Cabang Tegal

Kajian Islam Nusantara, menjadi pembahasan penting bagi generasi muda, untuk memahami bagaimana peta dan masa depan Islam di negeri ini. (Fauzan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Internasional PMII Cabang Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Ramadhan, NU Banyuwangi Kaji Empat Kitab Mbah Hasyim

Banyuwangi, PMII Cabang Tegal



Selama bulan Ramadhan tahun ini pengurus takmir Mushala kantor PCNU Banyuwangi akan mengadakan kegiatan kajian kitab kuning secara bandongan sebagaimana dalam tradisi pesantren. Mushala kantor PCNU Banyuwangi di Jalan Ahmad Yani, nomor 59, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, menjadi pilihan tempat dalam pelaksanaan gelaran kajian rutin selama bulan Ramadhan ini.

Ramadhan, NU Banyuwangi Kaji Empat Kitab Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, NU Banyuwangi Kaji Empat Kitab Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, NU Banyuwangi Kaji Empat Kitab Mbah Hasyim

Saat dimintai keterangan, ketua takmir mushala PCNU Banyuwangi mengatakan ada beberapa kitab yang akan dikaji. Mulai dari kitab fiqih, tauhid, sejarah, ke-NU-an dan keaswajaan, dan lain sebagainya.

"Ini sebagai upaya untuk menyambut Ramadhan dengan amaliah yang baik sekaligus memakmurkan kantor NU. Dan saya akan mengundang pengurus NU beserta banomnya di setiap tingkatan. Tak terkecuali pula masyarakat umum yang ingin menghadiri kajian ini," jelas Haikal kepada PMII Cabang Tegal di kantor PCNU Banyuwangi, Kamis (25/05) siang.

Kajian kitab dikhususkan kepada karya-karya yang ditulis oleh pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratusysyekh KH Hasyim Asyari. "Karya Kiai Hasyim sengaja kami pilih karena memiliki makna ganda. Tidak hanya memperkuat keimanan, juga bertujuan untuk memperkuat ideologi ke-NU-an," tutur Haikal.

Secara teknis ada empat judul kitab yang akan dikaji mulai selepas shalat Ashar sampai jelang buka bersama. Kitab pertama Risalah Ahlussunnah wal Jamaah, Kitab kedua At-tibyan, ketiga Muqoddimah Qonun Asasi, dan terakhir Arbaina Hadistan Nabawiyah, imbuh Haikal.

PMII Cabang Tegal

"Saya tentukan untuk kitab pertama akan dipandu oleh Katib Syuriah MWC NU Banyuwangi Fata Zamroni di setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis. Kitab kedua disambung oleh Wakil Rais Syuriah MWC NU Kecamatan Banyuwangi Ahmad Syakur Isnaini di setiap hari Senin dan Sabtu. Dan kitab ketiga akan dipandu oleh Direketur Aswaja NU Center PCNU Banyuwangi Kh. Abdillah Asad di hari Jumat kedua dan keempat. Terakhir Rais Syuriah MWC NU Blimbingsari Sunandi Zubaidi akan memandu kitab keempat di hari Jumat minggu pertama dan ketiga," terang Haikal.

"Sengaja pemateri kita buat bergantian harapan kami supaya lebih efektif dan para hadirin tidak merasakan bosan saat pengajian," tegas Haikal.

Haikal menambahkan, kalau ingin memiliki kitab pengajian bisa didapat di panitia dengan mengganti bisyarah lima puluh ribu rupiah. "Akumulasi biaya bisyarah penggantian kitab ini juga diperuntukkan biaya akomodasi kegiatan," terangnya.

Dan terakhir Haikal menyampaikan, para peserta yang hadir juga mendapatkan takjil gratis yang disiapkan panitia. "Para peserta atau lainnya juga bisa menyumbang takjil atau juga bahan berbuka lainnya untuk kegiatan yang disupport oleh Lakpesdam MWC NU Banyuwangi dan disiarkan langsung oleh radio PMII Cabang Tegal Banyuwangi ini," tutup Haikal. (M. Sholeh Kurniawan/Mukafi Niam)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Internasional, Pahlawan, Nahdlatul PMII Cabang Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Mensos: Apakah Masih Ada Pergunu di Indonesia?

Mojokerto, PMII Cabang Tegal



“Ketika banyak kasus narkoba, kejahatan, penelantaran anak dan berbagai persoalan anak lainnya, maka pertanyaannya apakah masih ada Pergunu di Indonesia?”

Pertanyaan itu disampaikan Menteri Sosial Indar Parawansa dalam Pembukaan Kongres II Pergunu, Kamis (27/10) malam.

Mensos: Apakah Masih Ada Pergunu di Indonesia? (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos: Apakah Masih Ada Pergunu di Indonesia? (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos: Apakah Masih Ada Pergunu di Indonesia?

Mensos mengajukan pertanyaan tersebut mengutip pertanyaan Kaisar Hirohito setelah hancurnya Kota Hiroshima yang dibom atom tentara Sekutu dalam Perang Dunia II. Saat itu dengan banyaknya korban pengeboman, Kaisar Hirohito bertanya, “Apakah masih ada guru?”

Menurut Mensos, persoalan pada anak-anak terkait nilai yang tereduksi dari Indonesia. Ini menunjukkan begitu pentingnya keberadaan dan peran guru di Indonesia, apalagi guru NU.

Menurut Mensos semangat Hari Santri juga harus menjiwai para guru NU. Bahwa NU memiliki perhatian terhadap bangsa sekaligus agama dengan semangat aswaja.?

PMII Cabang Tegal

“Bukan hanya guru agama, guru fisika, guru matematika, guru olahraga, tidak boleh tidak tahu pemahamana aswaja,” tegas Mensos.

Ia menegaskan, guru dan dosen NU harus memastikan bahwa pengetahuan ajaran aswaja tidak hanya telah diberikan kepada murid, namun juga dapat dipahami dan disadari oleh murid. Dalam hal ini guru berperan tidak saja sebagai pengajar, namun juga sebagai pendidik.?

PMII Cabang Tegal

Ditambahkannya, guru juga bertugas membangun keseimbangan dinamis, atau kemampuan untuk mempertahankan kesetimbangan ketika bergerak. Artinya guru akan ada dan dibutuhkan kapan saja dan dalam situasi apapun.?

“Adalah PR terbesar bagi guru untuk membangun equibrium dinamic yang harmonis. Integrasi keilmuan dan aswaja dapat menjadi bahan ajar di kelas masing- masing. Artinya guru juga menjadi juru bicara dan penyampai ajaran aswaja,” kata Mensos.

Mensos mengatakan hal itulah yang dibutuhkan Indonesia sekarang dan masa depan, karena kualitas pendidikan ditentukan oleh kualitas pengajar dan pendidiknya.

Terkait dengan sertifikasi guru, Mensos menyebut kasus gugatan cerai justru marak terjadi karena sertifikasi guru. “Ditemukan angka gugat cerai oleh pihak perempuan (istri) yang signifikan dengan sertifikasi guru. Angkaya 65-85,” ujar Mensos.

Hal ini harus menjadi referensi Pergunu untuk bersama-sama menjaga kehidupan yang baik dan memberi perhatian bagi anak didik.?

“Pergunu juga harus bisa membangun harmoni dan tanggung jawab di tengah heteregonitas dan keberagaman yang ada. Karena harmoni bangsa dan negara dibangun dari keluarga,” tugas Mensos. (Kendi Setiawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Internasional PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock