Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

Hukum Tukar Cincin Setelah Akad Nikah

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail PMII Cabang Tegal, nama saya Ruslan. Saya mau bertanya perihal salah satu prosesi pernikahan yang pernah ada, yaitu tukar cincin. Apa hukumnya secara Islam? Berdosakah kita? Jika hal itu dilakukan setelah akad nikah, (apakah) diperbolehkan? Apakah tukar cincin itu hanya untuk perempuan saja atau juga diperbolehkan untuk laki-laki karena setahu saya lelaki tidak boleh menggunakan perhiasan atau emas? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

Jawaban

Hukum Tukar Cincin Setelah Akad Nikah (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Tukar Cincin Setelah Akad Nikah (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Tukar Cincin Setelah Akad Nikah

Assalamu alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Acap kali kita menyaksikan dalam acara pernikahan, setelah akad nikah sepasang suami-istri melakukan tukar cincin, suami memakain cincin di jari istrinya. Sebaliknya istrinya juga melakukan hal yang sama. Hal ini seperti sudah menjadi kebiasaan dalam masyarakat kita.

PMII Cabang Tegal

Prosesi tukar cincin yang terjadi di masyarakat kita itu pada dasarnya lebih pada acara seremonial tambahan saja. Hal ini tidak terkait dengan soal keyakinan atau akidah yang dianut. Pasangan laki-laki dan perempuan setelah melakukan akad nikah maka sah menjadi sepasang suami-istri.

PMII Cabang Tegal

Kemudian melakukan tukar cincin secara simbolik menggambarkan keduanya adalah pasangan yang siap berbagi, saling memberi, saling melayani, dan menunaikan apa yang menjadi hak dan kewajiban masing-masing.

Sampai di sini sebenarnya tidak ada persoalan berarti. Persoalan kemudian muncul ketika dalam prosesi tukar cincin tersebut adalah cincin yang terbuat dari emas, di mana pemakaian cincin emas bagi laki-laki adalah tidak diperbolehkan atau diharamkan. Sedangkan pemakaian cincin emas bagi perempuan diperbolehkan.

Hal ini sudah menjadi kesepakatan para ulama, kecuali apa yang dikemukakan dari riwayat Ibnu Hazm yang menyatakan kebolehannya dan dari segelintir ulama sebagaimana dikemukakan Muhyiddin Syarf An-Nawawi dalam Syarhu Shahihi Muslim-nya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Kaum Muslim sepakat atas kebolehan perempuan memakai cinci emas untuk dan mengharamkannya untuk laki-laki kecuali pendapat yang diriwayatkan dari Abi Bakr Muhammad bin Umar bin Muhammad bin Hazm yang membolehkannya dan dari sebagian ulama yang menganggap makruh bukan haram,” (Lihat Muhyiddin Syarf An-Nawawi, Al-Minhaj Syarhu Shahihi Muslim bin Al-Hajjaj, Beirut, Daru Ihya`it Turats Al-‘Arabi, cetakan kedua, 1392 H, juz XIV, halaman 65).

Dari penjelasan ini, maka tukar cincin kemudian menjadi bermasalah apabila cincin yang diberikan atau dipakaikan kepada suami adalah cincin emas. Sebab, pemakaian cincin emas untuk laki-laki diharamkan sebagaimana dikemukakan di atas. Meskipun ada pendapat yang memperbolehkannya seperti Ibnu Hazm, tetapi pandangan ini dianggap tidak sahih.

Selanjutnya, untuk menghindari hal-hal yang dilarang dalam Islam, maka sebaiknya sebelum prosesi tukar cincin sebaiknya dibicarakan baik-baik dan disepakati, misalnya untuk cincin perempuan terbuat dari emas, tetapi untuk pihak laki-laki bisa menggunakan selain emas seperti perak karena cincin emas untuk laki-laki diharamkan.

Penjelasan di atas mengandaikan bahwa tukar cincin atas setelah prosesi akad nikad adalah dapat ditoleransi atau diperbolehkan. Tetapi dengan catatan cincin yang dipakaikan kepada pihak laki-laki bukan emas.

Di samping itu juga tidak mengaitkan dengan keyakinan tertentu seperti keyakinan jika tidak tukar cincin maka pernikahannya tidak langgeng. Keyakinan seperti jelas keliru dan tidak dibenarkan dalam pandagan Islam.

Demikian jawaban singkat yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima dan kritik dari pembaca.

Wallahul Muwaffiq ila Aqwmith Thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Maafi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Khutbah, AlaNu, Bahtsul Masail PMII Cabang Tegal

Selasa, 06 Maret 2018

Menteri Desa: 40 Daerah Tertinggal Berpotensi Terentas Tahun Ini

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Selama lima tahun periode pemerintahan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menargetkan dapat mengentaskan sebanyak 80 dari 122 daerah tertinggal di Indonesia. Mendes Marwan Jafar menegaskan, dari jumlah tersebut dia optimis dapat mengentaskan sebanyak 40 daerah tertinggal tahun ini.

"Potensi tersebut dilihat dari indikator-indikator tertentu, yang secara berkelanjutan diamati Kemendes PDTT di 40 daerah tertinggal tersebut. Indikator tersebut berpijak pada 2 hal, yakni dilihat dari kondisi wilayah dan kondisi masyarakat setempat," kata Marwan, di Jakarta, Selasa (28/6).

Marwan mencontohkan, beberapa daerah tersebut seperti halnya Lombok, Parigi Moutong, dan Pandeglang. Menurutnya, bantuan stimulan yang diberikan kepada beberapa daerah tersebut sudah mulai memperlihatkan hasil signifikan.

Menteri Desa: 40 Daerah Tertinggal Berpotensi Terentas Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Desa: 40 Daerah Tertinggal Berpotensi Terentas Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Desa: 40 Daerah Tertinggal Berpotensi Terentas Tahun Ini

"Hal ini menguatkan tercapainya target pemerintah, yang akan mengentaskan 80 daerah tertinggal di tahun 2019. Ini adalah hasil kerjasama dari semua pihak, baik berbagai kementerian dan lembaga, Pemerintah Daerah dan masyarakat," ujarnya.

Marwan menjelaskan, terdapat enam item yang menjadi penentu sebuah daerah dikategorikan tertinggal, di antaranya dari sisi pendidikan, kesehatan, ekonomi daerah, infrastruktur ? dan daerah dengan karakterisitik tertentu yakni daerah rawan bencana serta daerah pasca konflik.

"Itulah kenapa di tahun ini, yang menjadi fokus kita adalah pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana dasar. Tapi tidak hanya itu, kita juga membuat program-program untuk meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya manusia) kita," katanya.

PMII Cabang Tegal

"Memang untuk di tahun ini, yang menjadi fokus kita masih pada infrastruktur dasar. Tapi tidak hanya itu, sumber daya manusia juga harus ditingkatkan kualitasnya," imbuh Marwan.

Ia juga mengakui adanya ketimpangan pembangunan antar wilayah menyebabkan adanya daerah yang memiliki kemajuan yang rendah dibandingkan daerah lain. Hingga saat ini, mayoritas daerah tertinggal berada di kawasan Indonesia Timur.

"Pembangunan yang secara komprehensif akan terus dilakukan, untuk mengentaskan kemiskinan dan upaya mengurangi kesenjangan antar wilayah," tutup Marwan. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Daerah, AlaNu PMII Cabang Tegal

Minggu, 18 Februari 2018

Kapolda Lampung Minta Dukungan Ulama Atasi Pemecah Belah Bangsa

Bandarlampung, PMII Cabang Tegal - Kapolda Lampung Irjen. Pol. Sudjarno mengatakan, Indonesia dibangun dengan berbagai keragaman sejak zaman dahulu dan keberagaman tersebut menjadi kekuatan dalam merebut kemerdekaan. Keberagaman tersebut dipertahankan hingga saat ini dengan ideologi Pancasila.

"Jika ingin Negara Indonesia tetap utuh seperti sekarang ini maka? ideologi Pancasila harus dipertahankan," katanya di depan peserta Rapat Koordinasi Daerah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Wilayah Sumatera Bagian Selatan yang dilaksanakan di Hotel Nusantara Syariah Bandarlampung, Sabtu (6/5/17).

Kapolda Lampung Minta Dukungan Ulama Atasi Pemecah Belah Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolda Lampung Minta Dukungan Ulama Atasi Pemecah Belah Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolda Lampung Minta Dukungan Ulama Atasi Pemecah Belah Bangsa

Oleh karenanya ia meminta para ulama untuk dapat bersuara dan memberikan dukungan kepada pemerintah dan Polri dalam upaya penanganan terhadap tindakan kelompok yang berupaya memecah belah bangsa dan berupaya mengganggu ideologi Pancasila.

Ia mencontohkan kebijaknnya beberapa waktu lalu dengan melarang aksi pawai kelompok yang mengusung ideologi khilafah. "Saya melihat dalam kegiatan tersebut tidak ada satu pun simbol-simbol NKRI. Yang ada hanya bendera hitam dan putih yang mencirikan kelompok ini," katanya.

PMII Cabang Tegal

Selain itu Sudjarno juga berharap para ulama turut berperan serta dalam memberikan pemahaman kepada umat untuk bijak dan berhati-hati dalam penggunaan media sosial.

PMII Cabang Tegal

Menurutnya peran media sosial saat ini sangat vital dalam pembentukan pola pikir dan perilaku masyarakat. Ia mengatakan bahwa sebenarnya masyarakat saat ini sedang dalam penjajahan media sosial. "Media Sosial saat ini sudah menjajah kita. Dan kita yang dijajah tidak merasa dijajah," katanya.

Hal ini bisa dilihat dari kerelaan kita selaku masyarakat untuk mengeluarkan anggaran uang untuk keperluan bermedia sosial. "Penjajahan itupun saat inipun sudah sampai kedalam rumah," tegasnya seraya mencontohkan betapa saat ini banyak ditemukan orang berkumpul namun tidak melakukan interaksi dengan baik.

"Masing-masing sibuk dengan android mereka masing-masing," katanya melihat fenomena efek yang timbul dari media sosial yaitu menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh.

Hal ini menurutnya dapat menjadi ancaman persatuann dan kesatuan bangsa dan dapat menjadi embrio perpecahan karena minimnya kepedulian kepada sekitarnya. (Muhammad Faizin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaNu PMII Cabang Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Menhan Ryamizard Bakal Pimpin Apel Akbar Pagar Nusa

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Menjelang Hari Lahir Pancasila, Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa akan mengumpulkan 13 ribu pendekar se-Provinsi Lampung, untuk menggelar apel akbar pada Selasa (31/5) besok. Apel akbar bertema “Pagar Nusa Bela Bangsa dan Ulama” itu akan digelar di sejumlah daerah sebagai sarana untuk konsolidasi para pesilat se-Nusantara.

“Pagar Nusa sebagai Badan Otonom NU punya ratusan ribu kader yang konsen dalam melestarikan tradisi pencak Silat. Sebelum Apel Akbar, di Jawa Timur, Pagar Nusa baru saja mengadakan turnamen pencak silat se-Jawa dan Bali. Nanti setelah apel di Lampung, kami akan menggelar apel akbar ini di Kalimantan dan enam daerah lainnya," ungkap Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Ajengan Mimih Haeruman, Senin (30/5).

Menhan Ryamizard Bakal Pimpin Apel Akbar Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Menhan Ryamizard Bakal Pimpin Apel Akbar Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Menhan Ryamizard Bakal Pimpin Apel Akbar Pagar Nusa

Pengasuh Pesantren Manuk Heulang, Tasikmalaya ini menguraikan, apel akbar itu akan dipimpin oleh Menteri Pertahanan RI, Jendral (Purn) Ryamizard Ryacudu sebagai inspektur upacara, sementara Rais Amm NU, KH Makruf Amin akan memberikan tausiyah kebangsaan. Selain itu, juga akan menampilkan sejumlah atraksi para pesilat muda NU setempat. Kemudian dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus Wilayah Pagar Nusa Lampung dan Pengurus Cabang Pagar Nusa se-Provinsi Lampung.

“Apel dan sejumlah atraksi itu bukan ajang pamer atau unjuk kekuatan. Tapi sebagai bentuk tasyakkur Pagar Nusa yang dalam kurun waktu sekian tahun ini telah turut mewarnai khazanah persilatan di Indonesia. Dalam apel nanti juga disampaikan ikrar sebagai komitmen para pendekar Pagar Nusa dalam membela para ulama dan keutuhan bangsa Indonesia,” tuturnya.

Wakil Ketua PBNU, Aizzuddin Abdurrahman yang biasa disapa Gus Aiz mengungkapkan, tradisi silat di pesantren-pesantren NU telah terawat sejak era Wali Songo. “Di mana para kiai, menjadikan silat dan olah spiritual sebagai sarana mengenal keagungan Tuhan. Maka kredo Pagar Nusa adalah La ghaliba Illa billah” paparnya.

Mantan Ketua Umum PP Pagar Nusa ini menjelaskan, perguruan silat yang bernaung di bawah bendera NU ini, didirikan secara kolektif oleh para pendekar NU dari sejumlah pesantren di Nusantara. Karena itu, Pagar Nusa kemudian berkembang dan didirikan di berbagai daerah di Indonesia. “Pagar Nusa itu besar karena konfederasi perguruan-perguran pencak silat, yang didalamnya ada para pendekar NU. Kami mengajak para pendekar NU dan perguruan-perguran pencak silat untuk bersama-sama membesarkan Pagar Nusa,” tandasnya. ( Abd Malik/Zunus)?

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaNu, Jadwal Kajian, Sunnah PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Semangat Belajar Agama Tak Diimbangi Kemampuan Memahami Agama

Bogor, NU Onlline

Fenomena antusiasme belajar agama, terutama melalui internet mendapat perhatian serius Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Ishomuddin. Kiai kelahiran Lampung ini merasa prihatin karena semangat belajar agama tidak diimbangi dengan kemampuan memahami agama.

Hal itu ia katakan ketika menjadi narasumber pada kegiatan Halaqah Kiai dan Nyai 2017, Selasa (5/12) di Bogor, Jawa Barat yang diselenggarakan Pusat Studi Pesantren (PSP). Dalam kegiatan bertema Jihad Pesantren Berbasis Literasi: Ikhtiar Menangkal Radikalisme Beragama ini, Kiai Ishom menjelaskan, mereka selalu mengatakan kembali ke Al-Qur’an dan Hadits.

Semangat Belajar Agama Tak Diimbangi Kemampuan Memahami Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Belajar Agama Tak Diimbangi Kemampuan Memahami Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Belajar Agama Tak Diimbangi Kemampuan Memahami Agama

“Ternyata yang dimaksud kembali ke Al- Qur’an dan Hadits terjemahan,” ujarnya disambut tawa peserta.

Dosen UIN Raden Inten Lampung ini menegaskan, Al-Qur’an turun dalam bahasa Arab, sehingga terjemahan bahasa lain bukan Al-Qur’an. 

“Terjemahan Al-Qur’an tidak benar-benar mewakili makna sebenarnya. Contoh, Al-Baqarah sering diterjemahkan sebagai sapi betina karena ada ta marbuthah. Padahal ta marbuthah di sini tidak bisa menunjukkan betina,” jelasnya.

PMII Cabang Tegal

Al-Qur’an, sambungnya, kadang membuang kalimat yang panjang sehingga tidak bisa diterjemahkan begitu saja. Slogan untuk kembali ke Al-Qur’an dan Hadits, kata Kiai Ishom, hanya cocok untuk ulama yang memiliki kemampuan untuk menafsir atau mufassir.

Sehingga menurutnya, menjadi bahaya ketika ada anak muda yang sedang bersemangat belajar agama kemudian menafsirkan ayat-ayat qitali (bersifat perang). Padahal ayat-ayat jihad yang turun di Mekkah tidak bersifat qitali. 

Barulah ketika Rasulullah hijrah ke Habasyah ayat jihad bersifat qitali. Ini karena saat itu Rasulullah dan para sahabatnya terlebih dahulu diperangi dan diancam dibunuh. 

“Selain itu, dakwah Rasulullah tidak boleh dihalangi siapapun karena itu adalah hak Rasulullah dan para sahabat untuk menyampaikan kebenaran. Itulah sebabnya turun ayat yang bersifat qitali, jadi bukan karena alasan kafir,” papar Kiai Ishom.

PMII Cabang Tegal

Dia menerangkan, Rasulullah memerangi non-muslim bukan karena mereka kafir, tapi karena ada permusuhan terlebih dahulu yang mereka lakukan dan menghalangi dakwah Islam. 

Jika alasan perang adalah kekafiran, imbuhnya, maka seorang bisa mengkafirkan orang-orang yang tidak sejalan dengan dirinya. Muslim bisa mengkafirkan orang Nasrani demikian sebaliknya. 

“Ini tidak ada manfaatnya bagi dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin,” tegas Kiai Ishom.

Jihad qitali, tandasnya, adalah pintu darurat jika adanya penyerangan atau permusuhan lebih dahulu kepada orang Islam. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Budaya, AlaNu, RMI NU PMII Cabang Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Gus Tutut: Ansor Itu Masa Depan NU!

Pekalongan, PMII Cabang Tegal



Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor H Yaqut Cholil Qoumas memberikan semangat kepada para kader Gerakan Pemuda Ansor, yang di masa mendatang bakal menjadi para pemimpin NU.

Gus Tutut: Ansor Itu Masa Depan NU! (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Tutut: Ansor Itu Masa Depan NU! (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Tutut: Ansor Itu Masa Depan NU!

Hal tersebut disampaikan Gus Tutut pada Konferwil GP Ansor Jawa Tengah 2017 di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen Kabupaten Pekalongan, Ahad (12/11).

“Ansor itu masa depan NU. Kita harus optimis, NU ke depan adalah NU yang luar biasa!” kata Gus Tutut disambut sorak-sorai ribuan peserta Konferwil.

Ia juga meminta kepada kader Ansor untuk tidak takut kepada kelompok-kelompok radikal, memaksakan paham, dan kelompok anti-Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saya meyakini ketika kiai-kiai mendirikan Nahdlatul Ulama tujuannya adalah untuk mendirikan Indonesia. Ketika ada orang yang ingin merubuhkan Indonesia, kita tidak peduli siapa pun, harus kita lawan,” tandas Yaqut.

PMII Cabang Tegal

Gus Tutut menyerukan agar para kader NU, utamanya GP Ansor dan Banser untuk melawan gerakan radikal itu. Ansor tidak perlu takut dengan gerakan mereka saat ini yang memang menguasai media sosial. Dengan media sosial itu juga kaum radikal tersebut menjadikan Islam sebagai alat politik.

Pada kesempatan itu, ia juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar berani menyuarakan keberanian melawan kelompok radikalisme, yang notabene berjumlah sedikit dibandingkan kelompok yang menginginkan perdamaian. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Budaya, AlaNu PMII Cabang Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Tumbuhkan Budaya Literasi, PMII Kentingan Adakan Diklat Jurnalistik

Solo, PMII Cabang Tegal

Melalui Badan Semi Otonom (BSO) yaitu Terkepal, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Kentingan mengadakan kegiatan diklat jurnalistik Solo, selama dua hari (25-26/3). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Sekretariat PC PMII Kota Solo Jl Sawo III No 25 Klangsuran, Karangasem, Laweyan, Solo, Jawa Tengah.

Kegiatan bertema ‘Menumbuhkan Budaya Literasi dalam Menjawab Tantangan Zaman’ tersebut memiliki tujuan yaitu sebagai salah satu sarana untuk mendorong anggota dan kader PMII Komisariat Kentingan dalam dunia literasi. Selain itu, kegiatan ini sebagai sarana open recruitmen di dalam BSO Terkepal sendiri.

Tumbuhkan Budaya Literasi, PMII Kentingan Adakan Diklat Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Tumbuhkan Budaya Literasi, PMII Kentingan Adakan Diklat Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Tumbuhkan Budaya Literasi, PMII Kentingan Adakan Diklat Jurnalistik

Joko Priyono selaku ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan ini selain mendorong dalam hal literasi kepada setiap peserta yang mengikuti diklat ini namun juga menekankan pada peran dan tanggung jawab sebagai anggota maupun kader PMII Komisariat Kentingan.

Dalam sambutannya dia menyampaikan kutipan dari Pramoedya Ananta Toer bahwa orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

“Yang perlu digaris bawahi dari kutipan tersebut adalah masyarakat dan sejarah, kalau dihubungkan dengan organisasi PMII, bahwasannya dua tanggung jawab kita adalah memperjuangkan NKRI dan menyiarkan Islam yang berlandaskan Ahlussunnah Wal Jama’ah. Tentu dengan melihat tanggung jawab tersebut harapannya melalui dunia literasi kita akan selalu berusaha untuk mewujudkan dua hal tersebut,” papar Joko.

PMII Cabang Tegal

Dalam kesempatan lain, Tsaniananda, Ketua PMII Komisariat Kentingan, mengatakan bahwa literasi merupakan kata lain dari keberaksaraan yang mengandung dua hal yang pokok yaitu membaca dan menulis.

“Untuk memulai menumbuhkan budaya tersebut tentu kita harus memulai dengan hal yang sederhana seperti membiasakan untuk membaca, dan kemudian dikembangkan melalui metode berpikir yang nantinya bisa disampaikan lewat tulisan. Kalau budaya literasi tidak dikembangkan apakah kita akan masih berharap seperti para pejuang-pejuang literasi terdahulu seperti Al-Ghozali, Al-Kindi, Hatta, Pramoedya ataupun yang lainnya”, Terang Ninda.

PMII Cabang Tegal

Kegiatan yang diikuti oleh sebanyak 17 peserta yang terdiri dari anggota dan kader PMII Komisariat Kentingan dengan cakupan lima materi yakni masing-masing adalah Penulisan Keilmiahan, Pengenalan Pers dan Jurnalistik, Pelatihan Desain Grafis, Teknik Penulisan Berita dan Opini di Media dan Gerakan Sosial Media. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaNu, Tegal PMII Cabang Tegal

Nabi Musa Ditegur Malaikat Jibril

Seorang wanita dari Bani Israil pernah datang kepada Nabi Musa ‘alaihissalam dan berkata, “Wahai Nabi Allah, aku telah melakukan dosa yang besar, aku telah bertobat kepada Allah SWT. Maka, mohonkanlah kepada Allah agar Dia mengampuni dosa dan menerima tobatku!”

Nabi Musa penasaran dengan dosa besar apa yang telah dilakukan. “Wahai perempuan, apa dosa yang engkau maksud itu?”

Nabi Musa Ditegur Malaikat Jibril (Sumber Gambar : Nu Online)
Nabi Musa Ditegur Malaikat Jibril (Sumber Gambar : Nu Online)

Nabi Musa Ditegur Malaikat Jibril

Perempuan menjawab, “Aku berzina dan melahrkan anak. Setelah lahir anak itu langsung aku bunuh.”

PMII Cabang Tegal

Nabi Musa tidak habis pikir dengan perilaku perempuan itu. “Keluarlah, wahai orang yang bejat (fajirah), supaya tidak turun api dari langit yang dapat membakar kami semua akibat perilakumu!”

Mendapat respon tersebut, si perempuan pun keluar dengan hati tersayat-sayat.

PMII Cabang Tegal

Tak selang lama, Malaikat Jibril turun dan memperingatkan Nabi Musa, “Wahai Musa, Tuhan Yang Maha Luhur titip pesan. ‘Apa gerangan engkau mengusir wanita yang bertobat tadi?’ Tahukah engkau keburukan yang lebih parah dari yang dilakukan perempuan itu?’”

“Perbuatan siapa yang lebih parah dari permpuan tadi?” Tanya Nabi Musa.

“Perbuatan orang meninggalkan shalat dengan sengaja,” jawab Jibril.

Cerita tersebut memperingatkan dan menegaskan akan kedudukan shalat bagi umat Islam. Sudah jamak kita dengar hadits: “shalat ialah tiang agama. Barangsiapa menegakkan shalat sama dengan meneguhkan agama, dan barangsiapa meninggalkan shalat sama dengan merobohkan agama itu sendiri”. Selain itu, tidak pantas bagi siapa pun memutus harapan seseorang yang memiliki niat berubah menuju lebih baik. Sebab, kasih sayang dan pengampunan Allah melebihi keburukan-keburukan manusia. (Ali Makhrus)



Cerita diolah dari kitab "Irsyadul Ibad" karya Syeikh Zainuddin bin Abdul Aziz bin Zainuddin Al Malibariy, tt (Surabaya: al-Hidayah)



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaNu PMII Cabang Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Perjuangan Kader IPNU Banyuwangi Belajar Menulis

Banyuwangi, PMII Cabang Tegal. Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Banyuwangi melatih puluhan kader-kadernya menulis. Semangat belajar secara serius diperlihatkan oleh peserta. 

Yusri Nurdian Muslim, misalnya, tetap memaksakan diri untuk menulis dengan modal telepon pintar miliknya. Dalam momen latihan ini, ia menuliskan  masalah pendidikan, khususnya rotasi sistem berjalannya pendidikan yang ada di daerah.

Perjuangan Kader IPNU Banyuwangi Belajar Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Perjuangan Kader IPNU Banyuwangi Belajar Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Perjuangan Kader IPNU Banyuwangi Belajar Menulis

Kesulitan dalam menuliskan paragraf awal tak bisa dihindarkan oleh pemuda asal Kecamatan Blimbingsari ini. Namun, ia tak sungkan menanyakan kepada teman-teman yang ada di samping kanan-kirinya, tentang kebingungan apa yang harus dituliskan, bagaimana menentukan angle cerita, dan berbagai hal teknis tulis-menulis lainnya.

"Karena ini kan masih pertama kali ikut pelatihan menulis. Banyak teman-teman saya yang sudah mahir. Tapi saya akan terus coba. Wajar jika banyak tanya sana-sini. Maklumlah," tuturnya, saat dimintai keterangan di tengah-tengah acara pelatihan bertajuk IPNU Ngaji Jurnalistik Bareng Kumparan, di Aula Lantai Dua kantor PCNU Banyuwangi, Selasa (22/08/2017) pagi.

Didampingi para pemateri yang hadir, Yusri tak segan-segan menunjukkan hasil tulisannya kepada teman dan narasumber. Meski hasil hanya beberapa paragraf saja, Editor Kumparan Rina Nurjanah memberikan apresiasi atas tekadnya belajar menulis.

PMII Cabang Tegal

"Meski ide pokok antarparagraf kurang sinkron dan banyak typo. Tapi tak mengapalah. Karena masih proses tahap awal ia belajar. Saya sangat mengapresiasi sekali tekadnya belajar menulis," ungkap Rina.

Hal yang tidak disangka Yusri memiliki harapan dan cita-cita yang terlampau tinggi, bagi kalangan penulis tingkat awal. "Saya juga memiliki cita-cita ingin jadi penulis buku best seller yang setara dengan Andrea Hirata," tutup Yusri.

Di acara ini mereka juga diajak untuk membuat akun baru di Media Kumparan. Para peserta dipersilahkan untuk membuat tulisan apapun di sana. "Karena misi kami adalah memberikan edukasi kepenulisan dan sekaligus memberikan motivasi penulis baru tetap menulis dalam wadah Media Kumparan," jelas Rina. (M. Sholeh Kurniawan/Mahbib)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pertandingan, Ulama, AlaNu PMII Cabang Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Ketua PBNU: Perlu Pemetaan Kaderisasi PMII

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Ketua PBNU Juri Ardiantoro mengatakan, orientasi kaderisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus diperluas, tidak hanya sekadar menambah jumlah kader, tapi menambah bobot atau kualitas kader.?

“Bobot kader juga harus diperluas tidak hanya sekadar menghiasi dunia politik, tapi dunia profesional. PMII harus mulai menyiapkan kader-kader untuk mengambil peran di wilayah itu,” katanya selepas menghadiri peringatan Harlah ke-57 yang digelar Pengurus Besar PMII di Jakarta pada Senin malam (17/4).

Ketua PBNU: Perlu Pemetaan Kaderisasi PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PBNU: Perlu Pemetaan Kaderisasi PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PBNU: Perlu Pemetaan Kaderisasi PMII

Untuk tujuan itu, Juri mengusulkan agar PMII melakukan pemetaan potensi kader dan pemetaan berdasar keunikan kader di tiap-tiap daerah.?

“Jadi, kaderisasi tak harus mesti sama seluruh daerah di seluruh Indonesia. Pada hal-hal yang sangat prinsip seperti tata, nilai, ideologi memang harus sama. Tapi pada konteks pengembangan kader dan penyiapan kepemimpinan ya harus memperhatikan karkater atau keunikan daerah,” jelasnya.?

Sehingga, lanjut mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Pusat itu, kader PMII di daerah tidak harus semua ke jakarta. “Itu PR PMII k depan,” tegasnya.

Ia menambahkan, untuk tujuan itu, selain pemetaan kader, PMII juga harus melakukan penguatan kelembagaan. (Abdullah Alawi)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaNu, IMNU, Warta PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

PCINU Sudan Gelar Kongkow Bareng Lesbumi

Khartoum, PMII Cabang Tegal. Halaman sekretariat PCINU Sudan dipadati oleh anggota PCINU dalam acara kongkow bareng Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Sudan. Kegiatan ini diprakarsai oleh Lesbumi Sudan sendiri pada Ahad (20/9) pukul 21.00 waktu setempat.

Dengan bertemakan ‘Keangkuhan Beragama dan Tantangan Persatuan’ Ketua PCINU Sudan Ahmad Lukman Fahmi mengungkapkan, dalam menyatukan umat itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. 

PCINU Sudan Gelar Kongkow Bareng Lesbumi (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Sudan Gelar Kongkow Bareng Lesbumi (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Sudan Gelar Kongkow Bareng Lesbumi

“Untuk mencapai satu-kesatuan visi, harus ada persamaan pemahaman dan juga keterbukaan,” katanya.

PMII Cabang Tegal

Sementara itu, pihak KBRI Khartoum Sudan, Asroruddin Salam yang hadir dalam acara tersebut mengatakan untuk menghilangkan sikap angkuh diperlukan dua hal pokok, yaitu: Agama sebagai rahmat dan persatuan bangsa bagian dari agama. 

“Indonesia tidak lahir dari keegoisan beragama, tidak juga lahir dari pemberian penjajah, tetapi bangsa ini lahir karena pendiri-pendiri bangsa berhasil mengawinkan nilai-nilai agama dan nasionalisme dalam sebuah perjuangan kemerdekaan,” ujar Asroruddin. (Yerri Syaf/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal AlaNu PMII Cabang Tegal

Senin, 25 Desember 2017

UIN Walisongo Bedah Buku Al Qaeda

Semarang, PMII Cabang Tegal. Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menyelenggarakan Seminar dan Bedah Buku? “Al-Qaeda; Tinjauan Sosial-Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya” karya Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali. Kegiatan digelar di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo, Jum’at (27/3) siang.

UIN Walisongo Bedah Buku Al Qaeda (Sumber Gambar : Nu Online)
UIN Walisongo Bedah Buku Al Qaeda (Sumber Gambar : Nu Online)

UIN Walisongo Bedah Buku Al Qaeda

Bedah buku itu menghadirkan Rais PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh, Pengamat terorisme Agus Maftuh,? sejarawan muda NU Zainul Millah Bizawie, dan Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat KH Kholil Nafis.

Kegiatan yang mengambil tema “Menangkal Al-Qaeda dan ISIS untuk Indonesia Damai “ itu diadakan oleh Dewan Eksekutif Mahsasiswa (DEMA) UIN Walisongo Semarang yang didukung oleh Pustaka Compass dan Penerbit LP3ES Jakara.

PMII Cabang Tegal

Pengamat terorisme Agus Maftuh daam kesempatan itu mengatakan, ISIS yang merupakan kelanjutan dari Al Qaeda memiliki program jangka pendek mengambil alih beberapa negara selain Irak dan Suriah seperti Aljazair, Maroko, Mesri, dan Tunisia

PMII Cabang Tegal

“Lima tahun ke depan ISIS akan melakukan ekspansi hingga Indonesia,” katanya.

Karena itu, lanjutnya diperlukan 4D untuk menghadapi ISIS dan ideologi radikal yang masuk ke Indonesia. 4D itu adalah deny atau menolak ideologi kekerasan, diminish atau persempit gerakan, defeat menaklukkan jaringan dan defence atau mempertahankan nilai-nilai Islam di Indonesia yang menebarkan semangat damai. (M. Zulfa/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaNu PMII Cabang Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Mbah Dalhar dan Mbah Siroj Payaman, Wibawanya Dihormati Para Romo Katolik

Setelah lama menimba ilmu di Mekkah, Arab Saudi. ? KH Nahrowi Dalhar atau biasa dikenal dengan sebutan Mbah Dalhar menjadi magnet sowanan banyak orang, utamanya masyarakat sekitar Magelang. Ada diantaranya yang memohon kepada Mbah Dalhar agar berkenan menularkan ilmunya. Langsung dijawab oleh Mbah Dalhar bahwa sumber ilmu itu ada di Payaman, yakni KH Anwari Siroj.?

Orang itu pun manut dengan ngendika Mbah Dalhar, sowan ke Payaman. Begitu disowani dan dimohon permohonan serupa Mbah Siroj juga menjawab bahwa sumber ilmu ada di Watucongol. "Bahkan ilmunya baru dientas dari Mekkah," ucap Mbah Siroj tadzim.

Padahal tiada yang mengingkari kealim Mbah Dalhar. Begitupun Mbah Siroj. Orang-orang mengakui bahwa beliau berdua adalah ulama yang alim allamah. Tapi memang seperti itulah gambaran tawadhunya para kiai jaman dulu.

Ada kisah unik tentang Mbah Siroj yang jarang diketahui. Pernah suatu waktu seorang romo Katolik bertanya kepada Gus Yusuf Chudlori Tegalrejo Magelang, "Gus, Payaman itu di Magelang mana?" Lalu dijawab oleh Gus Yusuf rute Payaman.

Mbah Dalhar dan Mbah Siroj Payaman, Wibawanya Dihormati Para Romo Katolik (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Dalhar dan Mbah Siroj Payaman, Wibawanya Dihormati Para Romo Katolik (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Dalhar dan Mbah Siroj Payaman, Wibawanya Dihormati Para Romo Katolik

Dan romo Katolik itu bercerita dengan nada heran, "Aku masih penasaran Gus. Di lingkup para romo cerita ini melegenda. Dulu para romo Katolik Gereja Mertoyudan mewanti-wanti ada macan di Payaman. Saat mereka akan ke Mertoyudan naik kereta api, pasti turun dulu sebelum Payaman, lalu jalan kaki hingga melewati Payaman, baru naik kereta api kembali. Bukan saja tidak berani naik kereta, bahkan para romo itu menundukkan kepala tidak berani mengangkatnya. Kata para romo, Macane (harimau) Payaman itu Mbah Siroj," kisah Gus Yusuf Chudlori saat acara Halal Bihalal P4SK di Babakan Tegal, Ahad (16/7).

Mbah Siroj dikenal sebagai ulama besar dengan kedigdayaan ilmu karomahnya setelah menjalani pendidikan Islam di Kota Mekkah. Beliau berguru bersama Almarhum Mbah Dahlar yang merupakan pendiri sekaligus pimpinan Ponpes Watucongol, Gunungpring, Muntilan, Magelang dan KH Muhammad Hasyim Asy’ari pimpinan Pesantren Tebuireng, Jombang. (Syaroni As-Samfuriy)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaNu PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Si Mbah Teteskan Air Mata Melihat NU

Hujan belum mereda Ahad (22/12). Ada si Mbah duduk di teras depan Lakpesdam NU, di Jl. H. Ramli No. 20A Menteng Dalam Tebet, Jakarta Selatan. Lalu kami persilakan masuk lantaran hujan semakin deras. 

Selazimnya wong NU, ketika tamu datang, tentu disediakan minuman hangat, teh atau kopi. Si Mbah memilih teh tanpa gula. Barangkali kebetulan, selera rokok kami sama, Gurame alias Gudang Garam Merah.

Mula-mula si Mbah hanya menunduk dengan mengenakan topi yang ditambal kain. Kami perhatikan, dia membawa bambu pikulan, pengki dan cangkul yang diletakkan di teras. Kami tanya, "Mbah mau kemana dan ada keperluan apa?" 

Si Mbah Teteskan Air Mata Melihat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Si Mbah Teteskan Air Mata Melihat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Si Mbah Teteskan Air Mata Melihat NU

Dengan bibir agak ragu dan sedikit bergetar "Saya biasa bekerja bersih-bersih rumput, keliling kampung Menteng Dalem sini, barangkali ada rumah yang perlu bantuan saya bersihkan halaman dan rapihkan tanamannya," kata si Mbah masih menunduk seraya raut wajah disembunyikan di balik topinya.

Mulai dari situlah, siang ini, obrolan kami semakin panjang dengannya. Si Mbah kini meletakkan topi di atas meja, dan mau menatap kami. Rupanya si Mbah kelahiran Sindang Laut, Cirebon. Sejak Jakarta dipimpin Ali Sadikin, dia merantau ke Jakarta jadi kuli bangunan karena tidak punya tanah lagi di Cirebon. 

Masa Jepang, dia sudah Sekolah Rakyat, dan masih ingat terminologi Jepang; hitungan, perintah, istilah sapaan, dan lagu kebangsaan Jepang "Kimigayo." Masa itu, dia tidak melihat pembunuhan, tapi bagi yang tidak bisa berbaris dengan baik, akan ditendang-tendang. Tidak becus latihan ketentaraan, disiksa. Dan para tokoh PKI yang melawan pendudukan Jepang, rumahnya hangus dibakar para tentara Jepang. 

Lalu kami tanya, "Bagaimana dengan para kiai disana?" 

PMII Cabang Tegal

Sambil mengingat-ingat, dia mengisahkan, "Kiai Buchair, Kiai Anas, Kiai Rais setelah Jepang pergi datang pasukan Belanda dan Inggris. Kiai-kiai disiksa pasukan sekutu. Kiai Buchair dirampas kerisnya, lalu ditembak. Kiai Anas disiksa berhari-hari, begitu juga Kiai Rais dan yang lain, tadinya para kiai tidak bisa disiksa dengan mengamalkan surat al Kahfi, tapi ga tau kok bisa kalah. Semua ditembak," si Mbah cerita, dia menyaksikan kejadian itu. Sebagian rakyat yang melawan ikut disiksa dan ditangkap.

Untuk membantu ingatannya, melalui Youtube kami perdengarkan beberapa pidato Bung Karno, lagu-lagu perjuangan, dan shalawatan yang barangkali bisa membantu menjelaskan konteks, situasi batin masa itu. 

PMII Cabang Tegal

Dia tampak tersenyum seraya memegang dahi. 

Kami putar lagu "Genjer-genjer." "Itu lagu Gerwani," katanya. 

Menjelang Pemilu 1955, PKI mengajaknya bergabung. Namun karena dia suka ditipu PKI, maka dia tidak mau ikut PKI. "Saya tidak mau kamu tipu, dan saya tidak bisa ditipu. Kalau mau menipu cari saja orang lain yang bisa kamu tipu," katanya.

"Lantas si Mbah pilih partai apa?" tanya kami. 

"Saya pilih NU," jawabnya. 

Tanpa kami minta, kemudian dia bacakan "hizib latief" lancar sekali. "Dari mana si Mbah bisa hafal hizib itu?" 

"Ini ijazah dari Kiai Fuad Hasyim buat saya," jawabnya. 

"Mbah, coba lihat ke bingkai digantung itu!" kata kami seraya menunjuk bingkai persis berada di belakangnya. 

"Ini kantor NU, Mbah," lanjut kami. 

Si Mbah teteskan airmata, lalu tersenyum.

"Mbah tinggal dimana? Siapa namanya?" tanya kami penasaran.

"Saya tinggal sendiri di depan toko-toko Pasar Menteng Pulo yang baru. Anak isteri saya di Cirebon. Nama saya..? Saya Ebon," sambil bersiap keluar dan merapikan, cangkul, pengki dan pikulan.

"Masih gerimis, Mbah.. mau kemana?" kami menahan. 

"Saya mau ke masjid." (Abi Setyo Nugroho

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Aswaja, Jadwal Kajian, AlaNu PMII Cabang Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Kiai M Faizi Singgung Pentingnya Akhlak di Jalan Raya

Sumenep, PMII Cabang Tegal. Kiai M Faizi yang juga aktif di dunia kepenyairan menyinggung seputar jalan raya dan perilaku manusianya. Ia melihat rusaknya akhlak masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya. Padahal etika di jalan raya merupakan saah satu faktor kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Kiai M Faizi Singgung Pentingnya Akhlak di Jalan Raya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai M Faizi Singgung Pentingnya Akhlak di Jalan Raya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai M Faizi Singgung Pentingnya Akhlak di Jalan Raya

Demikian disampaikan Kiai M Faizi saat apel pagi di lingkungan Madaris III Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Senin (18/1) pagi.

Kiai muda yang juga mengemban amanah sebagai Direktur Madaris III Annuqayah ini menyarankan supaya masyarakat kembali membiasakan berjalan kaki atau bersepeda untuk jarak yang memungkinkan. Karena hal tersebut, terangnya, juga merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungan demi mengurangi emisi karbon.

Kiai M Faizi juga menyampaikan beberapa hal seputar perilaku tata tertib di jalan raya yang merupakan bagian akhlak terpuji. Tanpa akhlak di jalan raya, kecelakaan hingga berujung maut sangat mungkin terjadi. Itu jelas merugikan diri sendiri dan orang lain.

Ia juga menyoroti keputusan menebang pohon yang belakangan marak terjadi seiring kebijakan pemerintah melebarkan jalan raya. Menurut Kiai M Faizi, itu jelas ada alasannya.

PMII Cabang Tegal

"Persoalan apakah alasan masuk akal atau tidak, itu masalah lain lagi. Yang tidak ada alasannya adalah semakin habisnya bahu jalan karena aspal dan sama sekali tidak ada tempat untuk pejalan kaki," pungkasnya.

Pada kesempatan lain, Dosen Institut Ilmu Keislaman Annuqayah Kiai Muhammad Mushthafa menyatakan, penebangan pohon kala pelebaran jalan memang dilema. Pelebaran jalan, terangnya, mungkin dibutuhkan karena volume kendaraan meningkat.

"Karena memang pemerintah kita masih belum serius memprioritaskan bikin angkutan umum yang nyaman. Tapi jika harus menebang pohon, menurut saya yang penting pengurus publik harus segera menanam kembali," tegasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaNu PMII Cabang Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Hablum Minal Alam, LPPNU Bojonegoro Tanam 3200 Pohon

Bojonegoro, PMII Cabang Tegal. Pengurus Cabang Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Bojonegoro, menanam 3200 pohon secara bertahap di desa Mlideg kecamatan Kedungadem kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini didorong gagasan hubungan manusia dan alam (hablum minal alam).

Sebanyak 3.000 pohon sengon dan 200 pohon jabon ditanam secara bertahap selama sepekan terakhir yang terhitung, Ahad (23/2-2/3) besok.

Hablum Minal Alam, LPPNU Bojonegoro Tanam 3200 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
Hablum Minal Alam, LPPNU Bojonegoro Tanam 3200 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

Hablum Minal Alam, LPPNU Bojonegoro Tanam 3200 Pohon

Bendahara PC LPPNU Iim Wawan Ardiansyah mengatakan, kegiatan terselenggara atas kerja sama LPPNU Bojonegoro dengan LPPNU Jawa Timur. Tanam pohon ini merupakan kelanjutan  setelah beberapa waktu lalu mengikuti pelatihan di salah satu hotel di Tuban.

PMII Cabang Tegal

PW LPPNU Jawa Timur itu juga kerja sama dengan Disnakertransos Provinsi Jawa Timur. "Tujuannya selain penghijauan lahan, juga wujud kecintaan dan rasa peduli terhadap alam di sekitar lingkungannya," kata Iim yang juga ketua LPPNU Kedungadem.

Lokasi penanaman tepatnya berada di BKPH Tondomulo kecamatan Kedungadem. Titiknya  di lahan perhutani desa Mlideg. (M Yazid/Alhafiz K)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaNu PMII Cabang Tegal

Selasa, 28 November 2017

Rasulullah SAW Menjunjung Tinggi Nilai Kebhinnekaan

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Lima belas abad yang lalu, Rasulullah Muhammad SAW mencontohkan kehidupan yang penuh kebhinekaan dan pluralis. Itu terbukti dengan bersatunya penduduk muhajirin yang datang dari kota Mekah dengan penduduk ansor di kota Yatsib.

Penduduk kota Yatsrib pada masa itu sesungguhnya terdiri dari banyak perbedaan. Namun semua bisa hidup dalam damai dan kebersamaan. Rasul lalu menamakan Yatsrib dengan Madinah. ? Kata madinah berasal dari kata tawadun, madaniyah.

Rasulullah SAW Menjunjung Tinggi Nilai Kebhinnekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Rasulullah SAW Menjunjung Tinggi Nilai Kebhinnekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Rasulullah SAW Menjunjung Tinggi Nilai Kebhinnekaan

Hal tersebut disampaikan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam taushiyah “Peringatan Maulid Nabi” di Masjid dan Halaman Gedung PBNU, Jakarta Pusat Sabtu (3/12) malam.?

“Karena itu, rasul sampai mengeluarkan seruan, bahwa muslim pendatang, muslim pribumi, non muslim, asalkan satu visi, satu misi, satu perjuangan satu prinsip, sesungguhnya semua itu adalah satu umat,” terang Kiai Said.

(Baca: Penduduk Yatsrib Lapang Dada kepada Pendatang)

PMII Cabang Tegal

Menurut Kiai Said, teladan itu sudah coba diterapkan Rasul dan berhasil, hingga terbangunlah konstitusi modern, padahal saat itu belum ada Amerika, belum ada PBB. Konstitusi negara madaniyah tersebut bukan berdasarkan agama, suku, etnik. ? Bukan negara Islam, bukan negara Arab.

“Tetapi negara madaniyah dibangun berdasarkan penegakkan kebenaran kebersamaan, keadilan. Yang benar dilindungi, tidak pandang agamanya apa, sukunya apa,” lanjut Kiai Said.

Kiai Said menegaskan bahwa hal inilah yang harus dikembangkan. Oleh para kiai dan ulama, semangat itu dikuatkan dalam Muktamar ? NU di Banjarmasin tahun 1936. Hal itu selanjutnya menjadi semangat ? NU dalam kehidupan beragama dan bernegara dengan prinsip hubbul wathon minal iman (menjaga tanah air adalah bagian dari iman). (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal AlaNu PMII Cabang Tegal

Rabu, 22 November 2017

Pengurus Jatman Provinsi Tinjau Lokasi Manaqib Kubro

Brebes, PMII Cabang Tegal. Panitia tingkat provinsi Jawa Tengah dan pengurus Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyah (JATMAN) tingkat Jateng, meninjau lokasi penyelenggaraan Manaqib Kubro. Peninjauan dilakukan setelah rapat gabungan kedua pihak sehubungan perubahan lokasi.

“Untuk sinkronisasi, kami datang untuk melihat langsung kesiapan panitia termasuk mengecek lokasi yang akan ditempati,” kata Sekretaris JATMAN Provinsi Jawa Tengah H Muhtarom, usai memimpin rapat gabungan di ruang rapat Bupati Brebes Jateng, Rabu (13/2).

Pengurus Jatman Provinsi Tinjau Lokasi Manaqib Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Jatman Provinsi Tinjau Lokasi Manaqib Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Jatman Provinsi Tinjau Lokasi Manaqib Kubro

Selain Manaqib Kubro, pada pertemuan tersebut akan dilaksanakan Bahtsul Masa’il, istighosah, dan pengajian akbar JATMAN Idaroh Wusto Jawa Tengah. Kegiatan yang semula difokuskan di Kompleks Islamic Centre, MTs Negeri Brebes serta MAN Brebes kini dialihkan ke kompleks Pendopo Bupati, Masjid Agung Brebes, dan pesantren Assalafiyah II Brebes.

PMII Cabang Tegal

Peninjauan ini, tambah H Muhtarom, bertujuan agar penyelenggaraan Manaqib Kubro pada 24 Mei 2014 mendatang steril dari bendera politik. Pasalnya, saat itu berdekatan dengan pemilihan Presiden. “Yang boleh berkibar di area kegiatan hanyalah bendera NKRI dan bendera NU,” kata Muhtarom.

PMII Cabang Tegal

Muhtarom menjelaskan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sudah mengagendakan untuk membuka kegiatan tersebut. Meski demikian, banyak menteri yang bersedia untuk membuka. Hanya saja untuk menghindari sentuhan politik, panitia berusaha membersihkan acara dari kegiatan-kegiatan di luar Thoriqoh.

Ketua Panitia H Emastoni Ezam menjelaskan, kegiatan ini diperkirakan akan dihadiri delegasi dari 35 kabupaten dan kota. Masing-masing kabupaten 20 orang sehingga total 700 orang. Jumlah itu belum termasuk para pengasuh, masyayikh pesantren, dan ulama setempat di Brebes dan sekitarnya. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, AlaNu PMII Cabang Tegal

Kamis, 16 November 2017

Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa

Brebes, PMII Cabang Tegal - Hari pertama puasa, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menggelar Safari Jelajah Desa Hebat (Sajadah) di bulan Ramadhan 1437 Hijriyah. Kegiatan tahunan di bulan Ramadhan ini dilakukan sebagai ajang silaturahmi mendekatkan diri antara ulama dan umara serta umat.

“Kerja gotong-royong antara ulama, umara, dan umat bisa meningkatkan pembangunan di segala bidang, terutama pembangunan rohani,” terang Bupati saat menggelar Sajadah di Masjid Nurul Hikmah Desa Banjarannyar Kecamatan Brebes, Senin (6/6) malam.

Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa

Sebagai daerah yang agamis, lanjutnya, pembangunan rohani mendapat perhatian yang penuh dari Pemkab. Maka dari itu, enam pilar pembangunan Kabupaten Brebes memasukan program program yang menyentuh rohani menjadi prioritas utama.

Di antaranya memberikan bisyarah atau stimulant untuk guru ngaji, imam masjid dan mushalla, hafizh-hafizhah, dai-daiyah dan pengasuh pesantren. Program ini terbukti mampu menggairahkan semangat kerja sama dalam membangun umat. “Ulama, kiai dan tokoh agama lainnya sangat berperan dalam pembangunan Kabupaten Brebes,” ungkap Idza.

PMII Cabang Tegal

Dalam kesempatan ini, Bupati juga menjelaskan tentang pentingnya peningkatan sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Ketiga bidang tersebut diupayakan terus peningkatannya dalam rangka mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia.

PMII Cabang Tegal

Orang tua juga diminta untuk menjaga anak-anaknya dari kekerasan terhadap anak dan perempuan. Idza mendukung penuh kalau pelaku kejahatan seksual dan tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan dihukun berat. “Pantau terus anak-anak kita, apalagi di saat liburan sekolah,”

Menjelang Idhul Fitri jalan tol Brebes Timur sudah dioperasikan sehingga masyarakat Brebes harus menyambut dengan gembira namun juga berhati-hati karena di eksit tol Pejagan maupun Banjaranyar akan terjadi lonjakan kepadatan kendaraan. “Kita harus sambut tamu-tamu kita dengan ramah, juga bisa menjajakan jajanan khas Brebes kepada para pelancong atau pemudik,” tuturnya.

Gelar Sajadah hari pertama diisi dengan buka puasa bersama, sholat maghrib berjamaah, shalat isya dan tarawih berjamaah serta seremonial dan ceramah agama. Shalat isya dan tarawih dipimpin Imam Masjid Nurul Hikmah Banjaranyar KH Umar Amrullah. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaNu PMII Cabang Tegal

Selasa, 24 Oktober 2017

Konfercab, PCINU Yaman Minta Dosen Asal Suriah Bahas ISIS

Tarim, PMII Cabang Tegal. Panitia pelaksana Konfercab Istimewa III PCINU Yaman telah mengadakan rapat di musholla Universitas Al Ahgaff, Tarim selasa malam (30/12). Mereka menyepakati tema "Aktualisasi Konsep Aswaja; Meneguhkan Karakter Islam Nusantara".

Konfercab, PCINU Yaman Minta Dosen Asal Suriah Bahas ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab, PCINU Yaman Minta Dosen Asal Suriah Bahas ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab, PCINU Yaman Minta Dosen Asal Suriah Bahas ISIS

Tema tersebut dikukuhkan langsung Ketua Tanfidz PCINU Yaman Dzuk Fahmi Kasto untuk konfercab III yang akan dihelat 8-10 Februari 2015 mendatang.

Rapat yang yang berlangsung setelah isya waktu setempat itu turut dihadiri Ris Syuriyah Nuril Izza Muzakki beserta wakilnya Hasan Bashri Hayyi, sekretaris dan bendahara tanfidziyah Ade Nurul Badar dan Ali Burhan serta seluruh jajaran panitia pelaksana.

PMII Cabang Tegal

Rapat yang dipimpin langsung oleh ketua panitia konfercab Abdul Rahman Malik itu membahas struktur kepanitiaan dan job description dari masing-masing bagian. Selain itu juga membahas tentang konsep acara pra dan inti konfercab.

"Untuk acara pra-Konfercab, seminar dan diskusi panel akan dikoordinir Lakpesdam. Sementara kegiatan bahsul masail akan dipegang kendali oleh LBM NU Yaman," ungkap Abdul Rahman membagi tugas kepanitiaan.

PMII Cabang Tegal

Pada kesempatan itu, Nur Kholis, selaku koordinator panitia bagian seminar dari Lakpesdam menyampaikan bahwa Syeikh Muhammad Ismail As Syuri, sebagai narasumber, siap hadir dengan mengusung judul seputar daisy (daulah islamiyah fi Syam) yang sedang gencar-gencarnya di Indonesia.

Hal ini, lanjut Kholis, bisa menjadi wacana penting dalam membentengi Islam Nusantara. "Terlebih sang narasumber adalah salah satu dosen Universitas Al Ahgaff yang berasal dari Suriah. Sudah tentu beliau lebih mengerti tentang subtansi dan pergerakan ISIS yang kita kenal di tanah air itu," tutur kholis.

Rais Syuriyah Nuril Izza turut memberikan arahan agar hajatan besar NU Yaman ini baiknya di beberapa acara seperti Seminar dan Bahsul Masail bisa mengajak kerja sama organisasi-organisasi besar lainnya seperti PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Hadhramaut dan AMI (Asosiasi Mahasiswa Indonesia) Al Ahgaff. "Hal itu akan menambah efisien kinerja dan bisa menarik animo warga Indonesia lebih besar untuk ikut serta dalam acara ini", ungkap Nuril. (Arman Maliky/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaNu, Cerita PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock