Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Lakpesdam NU Lampung Gelar Workshop Penguatan Kelembagaan

Bandar lampung, PMII Cabang Tegal. Pengurus Wilayah lembaga kajian dan pengembangan sumber daya manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama Propinsi Lampung mengadakan workshop penguatan kelembagaan di kantor Dinas Pendidikan Propinsi Lampung, belum lama ini.

Workshop ini bertema "Revitalisasi Peran dan Penguatan Karakter Kelembagaan dan Lakpesdam dalam Rangka Penanggulangan Kemiskinan dan Kelompok Marginal di Propinsi Lampung."

Lakpesdam NU Lampung Gelar Workshop Penguatan Kelembagaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Lampung Gelar Workshop Penguatan Kelembagaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Lampung Gelar Workshop Penguatan Kelembagaan

Kegiatan ini di buka secara resmi oleh Walikota Bandar Lampung HERMAN H.N. Dalam pengarahanya, walikota berpesan agar NU, dalam hal ini Lakpesdam NU, dapat berkontribusi langsung dalam upaya penanggulangan kemiskinan dengan upaya-upaya pemberdayaan masyarakat sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat lapisan bawah.

PMII Cabang Tegal

"NU sudah banyak berperan bahkan sebelum kemerdekaan sehingga melahirkan kader-kader pejuang tidak hanya untuk umat, tapi juga bangsa dan negara kita," ujarnya.

Walikota juga berharap Lakpesdam NU sebagai lembaga yang berkonsentrasi pada penberdayaan umat dapat secara cerdas dan produktif berupaya mengentaskan kemiskinan dan mampu meningkatkan ketahanan ekonomi warganya.

PMII Cabang Tegal

Acara pembukaan ini juga di hadiri langsung beberapa jajaran Pengurus besar NU, PP Lakpesdam NU, KH Ngaliman Marzuki selaku Pengurus Wilayah NU Propinsi Lampung, anggota DPRD Prov. Lampung serta para peserta workshop dari masing-masing utusan PCNU dan PC Lakpesdam NU se-Provinsi Lampung.

Setelah istirahat siang sekitar pukul 13.00 WIB, acara dilanjutkan dengan diskusi panel, hari pertama dengan narasumber Drs. H. Herman H.N,M.M (Walikota Bandar Lampung), Drs.H.Munzir.A.Syukri, MM (Wk. ket. Komisi III DPRD lampung), Rivan Novendra Salim (Ketum BPD HIPMI lampung) yang mengusung tema: "Penanggulangan kemiskinan dalam Perspektif Pemerintah, Pelaku Usaha dan Ulama."

Workshop yang di hadiri sekitar 50 peserta ini berlangsung hangat dan interaktif karena masing-masing peserta sesuai dengan daerahnya mempresentasikan dinamika NU dan problematikanya dalam sesi dialog dengan para narasumber.

Sementara di hari kedua, workshop menghadirkan sejumlah pemateri, yaitu DR. H. M. Mukri,M.A (Rektor IAIN Raden Intan Bandar Lampung dan mantan ket. GP.Ansor Lampung), K.H. Abrori Akwan (Sesepuh NU lampung/mustasyar PWNU Lampung) dan K.H. Sujadi Saddad yang saat ini menjabat sebagai Bupati Kab.Pringsewu dan masih aktif mengemban amanah sebagai Mustasyar NU di dua kabupaten Pringsewu dan Tanggamus. Ketiga narasumber ini lebih menekankan tentang NU masa Depan dan masa Depan NU.

Sementara Kiai Abror menekankan pentingnya nilai-nilai khidmah dalam melayani umat. "Pengurus Wilayah (NU) harus tahu pojoknya Lampung. Begitu juga pengurus cabang (harus) hapal dan mau blusukan dengan daerahnya sampai ranting," terangnya.

Sedangkan DR. H. M. Mukri, M.A mengungkapkan kebanggaanya karena distribusi kader NU saat ini merata dan hampir masuk di semua lini dan profesi.

"Bahkan Mendiknas kita ini NU tulen Lho, namanya Muhammad NU (M.Nuh, read), ya kan?" candanyanya yang dsambut tawa peserta workshop. 

Sesi terakhir yang dimoderatori DR. M.Syukur, M.Ag, ini makin gayeng dan interaktif saat Bupati pringsewu KH Sujadi Saddad menceritakan suka dukanya saat dulu menjadi aktivis NU, khususnya Lakpesdam NU, yang menurutnya, adalah lembaga penggemblengan agar kader NU tahan banting dalam berkhidmat melayani umat yang tentu saja butuh pengorbanan.

Pihaknya menyampaikan apresiasinya terkait terbitnya media lokal di lingkungan NU yang saat ini baru dari PCNU Pringsewu melalui LTN NU, yaitu Buletin Aswaja.

"Inilah salah satu bentuk pelayanan melalui media informasi untuk Nahdliyyin," katanya seraya menunjukkan ke peserta sebuah bulletin mini dengan dominasi warna hijau.

Workshop selama dua hari ini akhirnya ditutup secara resmi oleh Wakil Walikota Bandar lampung.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Muhammad Faizin

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian, IMNU, Doa PMII Cabang Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Indonesia Tidak Punya Rahasia Militer

Jakarta, PMII Cabang Tegal
Musibah gempa dan tsunami yang melanda NAD, hingga mendorong berbagai negara datang ke Indonesia untuk memberikan bantuan kemanusiaan, mengakibatkan berbagai rahasia militer yang selama ini tertutup bisa diketahui pihak asing.

Pengamat politik dari Univ. Bengkulu (Unib), Drs. Lamhir Syam Sinaga MSi, Jumat, mengatakan, posisi global permukaan (Global positioning for landscape) dikhawatirkan tidak ada yang menjadi rahasia lagi. Bahkan tiap jengkal wilayah NAD dan mungkin juga Indonesia sudah difoto, disaat perhatian aparat tercurah dalam penanganan masalah korban dan pengungsi.

Pihak asing, mungkin saja sudah tahu berapa Indonesia memiliki kapal perang, pesawat tempur, meriam dan senjata lainnya. Indonesia kini dalam kondisi yang sudah bisa diprediksi kekuatan militernya, bahkan bila pihak asing menyerang Indonesia dengan mudah mereka melumpuhkan pusat kekuatan militer yang dimiliki. Peta udara melalui foto satelit disatu sisi menguntungkan karena bisa melihat kerusakan yang diakibatkan gempa dan tsunami, tapi disisi lain bisa saja dimanfaatkan untuk keperluan militer dan politis oleh pihak asing. Dengan foto udara bisa diketahui mana yang pangkalan militer, masjid serta fasilitas umum.

Apalagi dengan kemajuan yang begitu pesat dibidang persenjataan, sasaran yang diinginkan akan mudah dihancurkan asalkan sudah jelas posisi dan kordinatnya. "Rudal balistik jarak jauh kini sudah bisa diprogram untuk melumpuhkan pertahanan Indonesia dari jarak jauh," ujar alumni Fisip UI dan master dibidang kajian ketahanan nasional UI itu.Keberadaan pihak asing sebaiknya memang betul-betul digunakan untuk keperluan kemanusiaan. Jangan sampai tujuan kemanusiaan membungkus maksud yang lebih besar.

Lamhir menegaskan, tidak ada bantuan yang betul-betul murni untuk tujuan kemanusiaan. Akan selalu ada unsur politis dibalik bantuan itu. "Itulah manusia, tindakannya selalu ada pamrih," ujarnya. Indonesia tidak mungkin menolak bantuan asing, bila tidak ingin korban selamat jadi meninggal akibat terlambat mendapat bantuan medis, begitu juga dengan pengungsi yang jumlahnya mencapai ratusan ribu sehingga perlu penanganan oleh berbagai pihak. Bahkan upaya untuk merekonstruksi dan rehabilitasi NAD perlu biaya dan dukungan dana dari luar negeri. Dalam konvensi nasional setiap negara yang dapat musibah wajib dibantu negara lain, apalagi posisi Indonesia sebagai negara pengutang, tentunya bantuan asing sangat diharapkan.

Ia meminta agar setiap detik aparat dan seluruh warga waspada. Disisi lain, Lamhir menegaskan, tindakan AS mengembargo sukucadang pesawat dengan dalih pelanggaran HAM telah mengakibatkan bantuan terhadap korban gempa dan tsunami di NAD tidak berjalan maksimal, hingga aparat TNI terkendala dalam mengirimkan pesawat dan helikopter. Desakan dunia yang menyalahkan AS atas kebijakan mengembargo, akhirnya melunakkan hati negara adidaya itu dengan mencabut embargo untuk pesawat hercules. Orang diseluruh dunia menyalahkan AS yang dinilai tidak adil dengan kebijakannya.  Apalagi AS juga sepertinya setengah hati dalam membantu Indonesia, terutama bila dilihat dari nominal bantuan. Seorang artis seperti Sandra Bullock saja membantu satu juta dollar AS. Dengan kedatangan Menlu Collin Powel dan Gubernur Jeff Bush menurut Lamhir, suatu perubahan sikap yang bagus.

Hal senada juga diungkapkan, peneliti Lp3es, Abdul Munim, menurutnya kewaspadaan terhadap pihak asing yang ada di tanah air atas nama bantuan kemanusiaan juga harus ditingkatkan. Karena selain ancaman pertahanan negara juga sangat dimungkinkan terjadinya pencurian naskah dan benda budaya lainnya baik oleh pendatang domestic dan terutama pihak asing yang saat ini banyak terdapat di sana, sementara demi alasan darurat, proses exit-permit yang sangat longgar itu bisa digunakan untuk menyelundupkan naskah-naskah keluar negeri.

"Tidak menutup kemungkinan tim penyelamat asing terdiri dari para etnolog, arkheolog, antropolog atau sosiolog, yang tahu adanya barang berharga di sana. Sebab dalam keadaan normal meraka lihai memperdagangan naskah dan benda budaya secara gelap, maka dalam situasi keruh dikhawatirkan pencurian juga marak." paparnya. (cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nusantara, Makam, Doa PMII Cabang Tegal

Indonesia Tidak Punya Rahasia Militer (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Tidak Punya Rahasia Militer (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Tidak Punya Rahasia Militer

Selasa, 30 Januari 2018

Terbaik, LBH Ansor DIY Terakreditasi A

Yogyakarta, PMII Cabang Tegal. Lembaga Bantuan Hukum Ansor berhasil lolos verifikasi dari Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum dan HAM RI dengan nilai akreditsi A.?

Berdasarkan rilis yang dilakukan BPHN dalam webnya www.bphn.go.id, untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, LBH Ansor merupakan satu-satunya LBH yang lolos verifikasi dengan akreditasi A, disusul LKBH UII dengan nilai B dan selainnya dinilai C.?

Terbaik, LBH Ansor DIY Terakreditasi A (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbaik, LBH Ansor DIY Terakreditasi A (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbaik, LBH Ansor DIY Terakreditasi A

Pengumuman yang langsung ditandatangani oleh Menteri Hukum dan HAM RI Amir Syamsudin juga memberikan catatan yakni bagi Lembaga Bantuan Hukum atau Organisasi Kemasyarakatan yang dinyatakan lulus, diharapkan segera mengajukan proposal bantuan hukum kepada Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan HAM RI paling lambat tanggal 7 Juni 2013.?

Format Proposal dapat diunduh di www.bphn.go.id. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 021-8091908. Serta bagi Lembaga Bantuan Hukum atau Organisasi Kemasyarakatan yang dinyatakan lulus dan belum berbentuk Badan Hukum, diharapkan segera untuk mengajukan pengesahan Badan Hukum kepada Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum dan HAM RI dengan melampirkan salinan akta yang dilegalisir paling lambat 2 (dua) minggu terhitung sejak tanggal 1 Juni 2013.

PMII Cabang Tegal

Menurut Direktur LBH Ansor DIY Agus Suprianto, ? lolosnya verifikasi dengan nilai A ini merupakan jerih payah sahabat-sahabat pengurus LBH Ansor DIY yang dengan perjuangan panjang dapat memberikan layanan hukum terbaik bagi masyarakat tanpa membedakan agama suku dan status sosial. Di LBH Ansor DIY tercatat ada lebih dari 10 advokat, 32 paralegal dan sejak tahun 2010 hingga 2012 telah memberikan bantuan hukum kepada masyarakat sebanyak 1827 perkara, baik berupa konsultasi hukum, pendampingan non litigasi maupun litigasi di pengadilan.

PMII Cabang Tegal

Redaktur: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Doa, Hikmah PMII Cabang Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

ISNU: Kompetisi yang Terlalu Liberal Tak Sesuai dengan Aswaja

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Ketua Umum Ikatan Sarjana NU (ISNU) Ali Masykur Musa cenderung setuju dengan penggunaan metode ahlul halli wal aqdi atau penunjukan oleh sekelompok terpilih karena sistem kepemimpinan Islam harus mengedepankan ahlul hikmah, yaitu penuh hikmah dan kebijaksanaan.

“Kompetisi yang terlalu liberal tidak sesuai dengan kultur kepemimpinan ahlusunnah wal jamaah sehingga dengan demikian, saya mendorong dan setuju melalui ahlul halli,” katanya.

ISNU: Kompetisi yang Terlalu Liberal Tak Sesuai dengan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU: Kompetisi yang Terlalu Liberal Tak Sesuai dengan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU: Kompetisi yang Terlalu Liberal Tak Sesuai dengan Aswaja

Mereka yang menjadi ahlul halli adalah representasi dari para ulama yang memenuhi syarat tertentu. Ia mengusulkan, ahlul halli memilih baik rais aam maupun ketua umum PBNU.

PMII Cabang Tegal

“Tanfidziyah kan menjadi pelaksana syuriyah, ahlul halli nantinya memilih syuriyah dan tanfidziyah,” tandasnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Berita, Doa, Quote PMII Cabang Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Bupati Brebes Minta Haji Jadi Teladan Masyarakat

Brebes, PMII Cabang Tegal. Meski mengalami keterlambatan akibat delay pesawat di Bandara King Abdul Azis Mekah, jamaah haji dari Kabupaten Brebes pulang ke kampung halamannya dengan selamat. Mereka tiba di Islamic Center Brebes terlambat lima jam dari waktu yang dijadwalkan semula.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE menyambut kedatangan haji kelompok terbang (Kloter) pertama di Islamic Center Sabtu dinihari (11/10). Idza mengaku sangat gembira karena tidak ada permasalahan yang menimpa jamaah haji Brebes. Sehingga semuanya dalam keadaan sehat walafiat. Dia berharap, para jamaah haji menjadi haji yang mabrur dan mabrurah.

Bupati Brebes Minta Haji Jadi Teladan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Brebes Minta Haji Jadi Teladan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Brebes Minta Haji Jadi Teladan Masyarakat

Selain itu, ia meminta mereka agar mampu menjadi contoh tauladan di masyarakat. “Gelar haji menjadi barometer akhlak dan tabiat di masyarakat,” katanya. Dengan tauladan yang telah dicontohkan para jamaah haji Brebes, mudah-mudahan Brebes semakin maju dan sejahtera dibawah naungan dan ridlo dari Allah SWT.

PMII Cabang Tegal

Bupati juga menyambut kedatangan kloter 2 dan 3 di dampingi Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (Kasi Garahaju) Kementerian Agama (Kemenag) Kab Brebes Drs H Syauqi Wijaya. Kloter 1 sejumlah 363 jamaah tiba di Islamic Center Brebes Sabtu (11/10) pukul 00.30 dini hari dengan menggunakan 9 bus dan 1 bus cadangan.

PMII Cabang Tegal

Sementara kloter kedua yang berjumlah 366 calon haji tiba di Islamic Sabtu (11/10) pukul 08.00 dengan menggunakan 9 bus dan 1 bus cadangan. Sedangkan kloter ketiga yang berjumlah 167 tiba di Islamic Sabtu (11/10) pukul 12.30 mengendarai 4 bus.

Terpisah, Kepala Kantor Kemenag Brebes Drs H Imam Hidayat yang melakukan penjemputan di Asrama Haji Donohudan Solo melaporkan jamaah yang berangkat sejak 30-31 Agustus lalu sudah menunaikan ritual haji dan kembali tiba di Donohudan dengan selamat. Mereka pulang ke Brebes dengan mengendarai 22 bus dan 2 bus cadangan.

Menurut Imam, secara umum kondisi jamaah haji Indonesia asal Brebes dalam keadaan baik, sehat walafiat. Namun demikian ada 2 orang suami istri dari Salem yang tertinggal tidak mengikuti jamaah asal Brebes, tetapi mengikuti kloter 16.

Sehingga, kata dia, yang sudah pulang saat ini baru 896 jamaah. Pada saat pemberangkatan, istrinya mengalami sakit maka suaminya turut mendampingi dan diberangkatkan mengikuti kloter 16, maka kepulangannya pun ikut juga kloter 16. “Yang bersangkutan memilih pulang tunda untuk menyempurnakan ibadahnya,” tandas Imam.

Salah seorang jamaah haji dari Kloter 1 H Moh Aqso MAg menjelaskan, jumlah jamaah haji dunia saat ini mengalami peningkatan yang luar biasa bila dibandingkan tahun lalu. Namun demikian jamaah haji Brebes yang berangkat lebih awal terasa diuntungkan karena telah melakukan ibadah masih dalam kondisi lengang.

“Meski padat, tapi pemberangkatan awal bagi jamaah Brebes sangat diuntungkan,” kata Aqso ketika di tanya Bupati sesampainya di Brebes. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaSantri, Ulama, Doa PMII Cabang Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Kerapuhan Konsep Daulah Islamiyah

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Konsep daulah Islamiyah yang diusung segelintir kelompok, tidak bisa dipertanggungjawabkan. Pasalnya, daulah Islamiyah dalam perspektif mereka bergeser jauh dari prinsip dasar khalifatullah di muka bumi. Sementara khalifatullah dalam Islam merepresentasikan sebuah sistem negara yang dapat memenuhi kebutuhan dasar setiap warganya.

Demikian dikatakan Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi dalam diskusi Perencanaan Pembangunan Nasional dalam Perspektif Pedesaan di Gedung PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Rabu (16/7) sore.

Kerapuhan Konsep Daulah Islamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kerapuhan Konsep Daulah Islamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kerapuhan Konsep Daulah Islamiyah

“Khalifatullah itu wakil Allah di muka bumi. Tidak main-main, wakil Allah! Khalifatullah bertanggung jawab memenuhi kebutuhan segenap warga dari pelbagai latar belakang,” kata Kiai Masdar menerangkan dasar pemikiran negara.

PMII Cabang Tegal

Menurutnya, lahirnya sebuah negara berawal dari kewajiban setiap individu dalam memenuhi tiga kebutuhannya yang meliputi kebutuhan primer, sekunder, tersier. Agama, kata Kiai Masdar, menyebutnya dengan istilah dharuri, haji, tahsini.

PMII Cabang Tegal

Ketika individu bersangkutan tidak mampu memenuhi kebutuhannya, maka tanggung jawab itu beralih kepada keluarga. Saat di mana keluarga lumpuh, maka masyarakat bertanggung jawab mengambil kewajiban itu.

Dari situlah sebuah negara hadir di tengah keterbatasan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan warga.

“Khalifatullah bisa dibilang pemimpin di negara manapun. Karena khalifah menjalankan pemenuhan Allah yang bersifat rahman di bumi tanpa diskriminasi. Khalifah yang menjalankan sebuah negara tidak boleh menomorduakan warga nonmuslim. Karena, sifat rahman-Nya umum mencakup muslim dan nonmuslim,” kata Kiai Masdar.

Berbeda dengan sifat rahim yang khusus diberikan kepada orang beriman di akhirat. Itulah kenapa surah al-Fatihah menyebut Hari Kiamat sebagai yaumid din, hari agama. Di sanalah agama diadili. Sedangkan di dunia, Allah lewat sifat rahman-Nya tidak menghakimi keyakinan.

“Mana bisa polisi menghakimi keyakinan warga? Keyakinan masalah batin. Itu nanti di Akhirat, yaumid din,” tandas Kiai Masdar. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nahdlatul Ulama, Doa, RMI NU PMII Cabang Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Hizbullah Jual Dua Ayam demi Ikut Kaderisasi IPNU

Indramayu, PMII Cabang Tegal. Tak punya cukup dana guna ikuti Latihan Kader Utama (Lakut), Muhammad Hizbullah rela menjual dua ayam yang ia punya.

"Mau jual hape, tapi 50 (ribu) aja gak bakal dapet," ujar Bul, panggilan akrabnya, sembari menunjukkan ponsel miliknya yang layarnya retak-retak di Musalla PCNU Kabupaten Indramayu, Sabtu, (4/2).

Hizbullah Jual Dua Ayam demi Ikut Kaderisasi IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Hizbullah Jual Dua Ayam demi Ikut Kaderisasi IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Hizbullah Jual Dua Ayam demi Ikut Kaderisasi IPNU

Semangat tinggi Hizbullah dalam mengikuti kaderisasi pernah dilakukan oleh sahabat karibnya, Taufik, yang sekitar dua bulan lalu telah meninggalkannya.

PMII Cabang Tegal

Opik, begitu ia biasa dipanggil, mengikuti Latihan Kader Muda (Lakmud) dengan berjualan es kelapa muda. Ia bermimpi mengikuti jenjang kaderisasi tertinggi pelajar NU, yakni Lakut.

Menurut penuturan pengurus PC IPNU Indramayu Mumin, dalam keadaan kritis, Taufik tidak bisa diajak interaksi mengingat ia mengalami masalah pada sarafnya. Tetapi, ketika kata Lakut diperdengarkan, kader militan yang status akun Facebooknya penuh dengan ajakan kegiatan IPNU itu merespons dengan menganggukkan kepalanya.

PMII Cabang Tegal

"Kalau kita ngomong Lakut, kepalanya mengangguk-angguk," ucap Mumin menggebu-gebu berbagi cerita pada Ketua Umum IPNU Asep Irfan Mujahid.

Katanya, PC IPNU Indramayu "ngotot" ingin menjadi tuan rumah Lakut untuk wilayah III Pantura itu karena khusus untuk menghormati perjuangan dan dedikasi Taufik.

"Ini kita hadiahkan khusus untuknya," ujarnya di hadapan rekan-rekan instruktur pimpinan pusat dan pimpinan wilayah.

Sebelum menutup acara, Ketua Umum IPNU Asep Irfan Mujahid secara khusus meminta semua peserta, panitia,dan instruktur mengirimkan hadiah Al-Fatihah untuknya. Seusai itu, kegiatan dilanjutkan dengan tahlil bersama yang dipimpin oleh Wakil Sekretaris Bidang Kaderisasi PP IPNU Abdullah Muhdi. (Syakirnf/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pondok Pesantren, Doa, News PMII Cabang Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Khofifah Ajak Warga Muslimat Berantas Narkoba

Blitar, PMII Cabang Tegal

Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa menginginkan agar seluruh warga Muslimat ikut berpartisipasi aktif memberantas narkoba hingga di lini paling kecil, di keluarga.?

"Muslimat punya tugas di masing-masing keluarga, pastikan bebas narkoba. Pastikan juga di masng-masing jamiyah ranting (desa), anak cabang (kecamatan). Ini PR (pekerjaan besar) bangsa kita," katanya saat menghadiri harlah ke-70 Muslimat NU di Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Ahad.

Khofifah Ajak Warga Muslimat Berantas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Ajak Warga Muslimat Berantas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Ajak Warga Muslimat Berantas Narkoba

Ia juga menceritakan jika narkoba sudah masuk ke semua lini, termasuk ke pondok pesantren. Ia mengingatkan saat itu ada seorang yang memberikan obat dan dikatakan sebagai vitamin. Jika dikonsumsi, zikirnya bisa tambah panjang, tambah khusyuk. Bahkan, pengasuh pun juga mengetahui jika obat itu adalah vitamin, hingga belakangan dipastikan jika obat itu ternyata narkoba.?

"Hati-hati bila ada orang sepertinya baik hati memberikan vitamin, ini cuma pura-pura. Ini juga PR pesantren, kiai, bu nyai, supaya mengubah pikiran kita, yang semula pikiran lurus diubah menjadi melenceng, karena sudah terkena narkoba. Yang kena itu konstruksi otak," jelasnya di hadapan puluhan ribu warga Muslimat NU.

Ia juga mengatakan, dari informasi yang diterimanya di Indonesia narkoba sudah masuk ke segala lini. Bahkan, tingkat kematian akibat narkoba sangat besar, dimana sehari ada sekitar 40-50 orang meninggal dunia akibat narkoba.?

PMII Cabang Tegal

"Ini mengerikan dan bahaya luar biasa. Semoga kita semua dijaga, diselamatkan oleh Allah," katanya dengan langsung diamini para para hadirin.

Dalam acara itu, juga disertai dengan pembacaan ikrar laskar antinarkoba Muslimat NU. Ikrar itu sebelumnya juga pernah ditegaskan dalam puncak Harlah ke-70 Muslimat NU di Malang akhir Maret 2016.

Isi dari ikrar itu antara lain bersatu melawan narkoba, mendorong semua ibu memastikan keluarganya bebas narkoba, memberantas penyalahgunaan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, mendukung hukuman berat bagi pengedar narkoba, hingga merehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba.

PMII Cabang Tegal

Isi dari ikrar itu dibacakan di hadapan seluruh jamaah yang hadir. Setelahnya, diadakan tanda tangan sebagai bentuk komitmen Muslimat NU mendukung program pemerintah untuk pemberantasan narkoba.?

Kegiatan Harlah ke-70 Muslimat NU itu dihadiri sejumlah tokoh. Selain dari kalangan pengurus Muslimat baik tingkat pusat, wilayah hingga daerah, juga dihadiri rombongan dari BPJS Kesehatan baik tingkat pusat hingga daerah, muspida Kabupaten Blitar, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam acara itu, juga disertai adanya nota kesepahaman di antara PP Muslimat NU dengan BPJS Kesehatan yang mencakup perluasan kepesertaan program JKN-KIS serta sosialisasi program itu ke masyarakat. Nota kesepahaman itu juga ditandatangani kedua belah pihak, dengan disaksikan seluruh warga Muslimat NU yang jumlahnya mencapai puluhan ribu orang. Nota itu berlaku satu tahun, terhitung 10 April 2016 hingga 9 April 2017. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Doa, Budaya PMII Cabang Tegal

Ketika Imam Ahmad bin Hanbal Menolak Jawab Pertanyaan

Dalam kitab Shifat al-Shafwah, Imam Abu al-Farj Ibnu Jauzi (510-597 H) mengisahkan penolakan Imam Ahmad bin Hanbal rahimahu Allah untuk menjawab pertanyaan seputar wara’. Diceritakan:

Ketika Imam Ahmad bin Hanbal Menolak Jawab Pertanyaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Imam Ahmad bin Hanbal Menolak Jawab Pertanyaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Imam Ahmad bin Hanbal Menolak Jawab Pertanyaan

? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ?! ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ? ?.

PMII Cabang Tegal

Diriwayatkan dari Ahmad bin Abdullah bin Khalid, dia berkata: “Imam Ahmad bin Hanbal ditanya tentang masalah wara’.”

Ia menjawab: “Aku memohon ampun kepada Allah. Tidak halal bagiku untuk berbicara tentang masalah wara’, karena aku memakan hasil bumi Baghdad. Tapi, jika kau hendak mengetahuinya, Bisyr bin Harits adalah orang yang pantas menjawab pertanyaanmu. Dia tidak memakan hasil bumi Baghdad dan tidak memakan makanan yang tidak jelas. Dia pantas untuk berbicara tentang masalah wara’.” (Jamaluddin Abu al-Farj bin Jauzi, Shifat al-Shafwah, Beirut: Darul Kutub al-‘Arabi, 2012,hlm 429).

****

Ulama-ulama kita di zaman dulu sangat berhati-hati dalam menjawab pertanyaan. Mereka tidak akan menjawab pertanyaan dengan sembarangan. Apalagi jika pertanyaannya seputar praktik ibadah seperti zuhud, wara, tawakkal dan lain sebagainya. Imam Ahman bin Hanbal, dalam kisah di atas, merasa tidak memiliki kualifikasi untuk menjawab pertanyaan tersebut. Dengan alasan, ia masih memakan hasil panen Baghdad, yang cara pengolahan, pendistribusian dan penjualannya tidak diketahui secara jelas:  apakah dalam salah satu prosesnya terdapat perbuatan yang dilarang atau tidak.

PMII Cabang Tegal

Satu-satunya orang yang ia yakini kewaraannya adalah Bisyri bin Harits al-Hafi (767-850 M). Disebut al-Hafi karena Imam Bisyri tidak pernah mengenakan sandal, selalu bertelanjang kaki kemana pun ia pergi.Imam Ahmad bin Hanbal tidak pernah melihat Imam Bisyri memakan makanan yang tidak jelas asal-usulnya. Hidupnya dipasrahkan semuanya kepada Allah dan melayani orang-orang di sekitarnya.Ia hanya makan untuk memenuhi hak tubuh atas dirinya. Sekali waktu Imam Bisyri pernah mengatakan:

? ? ? ? ? ? ?

“Sesungguhnya lapar itu dapat menjernihkan hati dan mendatangkan pengetahuan yang halus.” (Jamaluddin Abu al-Farj ibnu Jauzi, 2012, hlm 429).

(Baca juga: Bisyr al-Hafi, Waliyullah Berjiwa Sosial yang Mantan Berandal)

Untuk memahami perkataan Imam Bisyri di atas, kita harus menggunakan sudut pandang pengetahuan. Lapar akan dimaknai secara berbeda oleh orang yang berbeda. Tapi, yang paling berpengaruh dalam pemaknaannya adalah latar belakang pengetahuannya. Orang yang berilmu dapat menjadikan lapar sebagai motivasi untuk sukses. Orang yang tidak berilmukurang mampu mendapatkan manfaat dari kelaparannya, bahkan tidak sedikit yang memilih mencuri untuk mengatasi kelaparannya.

Lain lagi dengan orang berilmu yang terus-menerus melatih hatinya agar bersih dari cela, seperti Imam Bisyri al-Hafi. Setiap kali lapar, ia mendapatkan pengetahuan baru. Bagi Imam Bisyri, kelaparan adalah guru. Darinya, ia belajar bersabar, bertawakkal, bersyukur dan lain sebagainya. Gambarannya seperti ini,tanpa lapar, mampukah kita merasakan kenikmatan kenyang; tanpa lapar, akankah kesabaran kita terlatih secara alami, dan seterusnya. Orang yang mampu bertafakkur di saat lapar, dan mengambil hikmah darinya, tentulah bukan orang sembarangan.

Imam Ahmad bin Hanbal tahu betul akan kewaraan Imam Bisyri. Karena itu,Ia berpendapatorang yang pantas berbicara tentang wara’ adalah Bisyri al-Hafi, bukan dirinya. Hal ini yang telah hilang dalam kultur beragama kita. Sekarang ini, semua orang berusaha menjawab pertanyaan, tanpa memandang kelayakan diri. Akibatnya, banyak fatwa keagamaan yang tidak sesuai dengan hukum aslinya.Hal ini diperparah oleh penggunaan fatwa-fatwa itu untuk mengadili pendapat lainnya, yang bisa jadi pendapat lain itu lebih benar. Melihat fenomena ini, kita harus kembali pada jalan yang dilalui ulama-ulama kita di masa lalu, “falyaqul khairan aw li yasmut—ucapankanlah kebaikan, jika tidak lebih baik diam.”

Tindakan menarik juga pernah dilakukan Imam Hasan al-Bashri (642-728 M). Suatu ketika sekelompok budak di Kufah menghampirinya dan meminta Imam Hasan al-Bashri untuk memberi khutbah tentang keutamaan membebaskan budak.Imam Hasan al-Bashri mengiyakan dan berjanji akan menyampaikannya di depan jamaah. Di Jum’at pertama, para budak menunggu di masjid untuk mendengarkan khutbah Imam Hasan al-Bashri, tapi dia tidak mengucapkan sedikit pun tentang keutamaan membebaskan budak.

“Mungkin Imam Hasan lupa,” kata budak itu satu sama lainnya.

Di Jum’at kedua, Imam Hasan al-Bashri tetap tidak mengungkit tentang keutamaan membebaskan budak. Begitu seterusnya hingga Jum’at keempat. Para budak sangat kecewa dengan Hasan al-Bashri. Mereka memandang Imam Hasan sebagai pembohong dan orang yang tidak menepati janji. Di Jum’at kelima, Imam Hasan al-Bashri mengatakan bahwa salah satu misi Islam adalah membebaskan perbudakan, baik yang berasal dari tawanan perang maupun dari hasil jual beli. Orang-orang yang mendengar khutbahnya, ketika selesai shalat Jum’at, mereka berlomba-lomba membebaskan budaknya. Hari itu bisa dikatakan sebagai pembebasan budak masal di Kufah.

Para budak yang telah kecewa, terkejut dengan khutbah Imam Hasan al-Bashri. Mereka berduyun-duyun mendatangi Imam Hasan al-Bashri dan bertanya,“kenapa baru sekarang, tidak dari awal saja?” Imam Hasan al-Bashri menjawab:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Ketika kalian mengatakannya padaku (aku telah setuju), tapi aku tidak memiliki budak. Aku tidak ingin memerintahkan kebaikan pada masyarakatatas sesuatu yang belum aku lakukan. Karena aku miskin, aku harus mengumpulkan harta untuk membeli budak. Lalu kubiarkan dia melayaniku beberapa hari untuk merasakan sejauh mana kebutuhanku padanya (memiliki budak). Ketika aku yakin dalam hatiku betapa besar aku membutuhkannya, aku membebaskannya dan menyampaikan khutbah ini.” (Ahmad Muhammad ‘Athiyat, al-Iqna’, ‘Amman: Amwaj, 2012, hlm 22).

Fatwa atau nasihat agama tentu akan diterima dengan berbeda oleh pendengarnya jika yang memberi fatwa dan nasihat benar-benar telah melakukannya, seperti kasus Imam Hasan al-Bashri di atas. Setelah mendengar ceramahnya, orang-orang berlomba-lomba untuk membebaskan budak.Itulah cara ulama kita di masa lalu. Mereka sangat berhati-hati dalam mengeluarkan fatwa keagamaan, meskipun pengetahuan agama mereka sangat tinggi dan diakui oleh banyak ulama yang semasa atau setelahnya. 

Semoga kita bisa melestarikan tradisi mereka dan terlepas dari berbagai fitnah zaman. Allahumma sallimna min fitnah hadzihiz zaman. Amin.

Muhammad Afiq Zahara, pernah nyantri di Pondok Pesantren Darussa’adah, Bulus, Kritig, Petanahan, Kebumen.

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kiai, Doa, IMNU PMII Cabang Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Tak Perlu Resah Karena Beda Lebaran

Jakarta, PMII Cabang Tegal

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi mengimbau kepada warga NU (nahdliyin) untuk tidak menjadi resah apabila terjadi perbedaan hari pelaksanaan lebaran. Semua organisasi Islam di dalam negeri sama-sama ingin menjalankan syariah Islam, namun hanya metodenya yang berbeda.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang itu mengingatkan, jangan sampai hanya karena metode yang berbeda padahal tujuannya sama, akhirnya menimbulkan perpecahan. Termasuk terhadap Jamaah An Nadzir di Sulsel yang pada hari kamis kemarin sudah melaksanakan salat Idul Fitri. "Itu adalah bentuk perbedaan dari banyaknya Ormas Islam di dalam negeri," katanya di Jakarta, Kamis (11/10).

Tak Perlu Resah Karena Beda Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Perlu Resah Karena Beda Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Perlu Resah Karena Beda Lebaran

"Mestinya memang sebagai penengah dan pengambil keputusan terakhir tetap pemerintah, sementara Ormas mengajukan tanggal. Karena di seluruh penjuru dunia seperti itu. Namun yang terpenting adalah bagaimana kita semua tetap bisa bersatu dan tidak menjadi perpecahan hanya karena perbedaan hari lebaran saja," imbaunya.

PMII Cabang Tegal

Sementara itu, juru bicara Dewan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Fatah Wibisono, menyatakan bahwa pihaknya tetap tidak akan mengubah keputusan.

PMII Cabang Tegal

Sesuai dengan fatwa Muhammadiyah yang telah dikeluarkan beberapa waktu lalu, lebaran tetap dilaksanakan pada JUmat (12/10). Meski demikian, pihaknya mengharapkan semua pihak untuk tetap bisa saling menghargai.

Paling tidak, pemberian ucapan selamat hari raya merupakan salah satu bentuk ungkapan untuk menghargai perbedaan. "Jika Pak Menteri Agama bersedia mengirimkan surat ucapan selamat lebaran, hal itu merupakan sebuah contoh yang bagus tentang toleransi dan menghargai perbedaan," katanya.(dpg/nam)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Doa PMII Cabang Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Apa Beda Pemilu Sekarang dengan Zaman Orba?

Dengan santai sambil beristirahat setelah menyiangi rumput di sawahnya, Pak Jufri dan anak laki-lakinya Yanto berbincang soal penghitungan cepat atau quick count yang makin ramai di zaman reformasi ini. Kebetulan Yanto sedang liburan kuliah semester lima, jadi bisa membantu Ayahnya di sawah.

To, kira-kira pemilu kali ini siapa ya pemenangnya?” tanya Pak Jufri kepada anaknya.

“Zaman reformasi seperti sekarang sih gampang Pak, tinggal lihat saja quick count,” jawab Yanto dengan pede-nya.

Oh...gitu toh,” kata Pak Jufri dengan mengangguk-angguk.

Apa Beda Pemilu Sekarang dengan Zaman Orba? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa Beda Pemilu Sekarang dengan Zaman Orba? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa Beda Pemilu Sekarang dengan Zaman Orba?

“Lah iya Pak, tinggal nunggu saja kira-kira lima jam setelah pencoblosan selesai, kita bisa lihat penghitungan cepat di teve siapa yang menang,” tutur Yanto semangat.

Wuelah dalah...kalau gitu lebih cepetan zaman Bapak dong waktu orba,” ungkap Pak Jufri.

“Ah...masa sih Pak? Waktu itu kan belum ada Lembaga penghitungan cepat,” sanggah Yanto.

PMII Cabang Tegal

“Loh...Jangan salah To, dulu kita tidak perlu menunggu sampai lima jam untuk tahu siapa yang menang. Sebelum orang-orang pada nyoblos pun, kita sudah tahu siapa yang bakal menang,” jawab Pak Jufri diplomatis. (Fathoni)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Doa, Quote, Hadits PMII Cabang Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Futsal PCNU Madiun Gratiskan Tiket untuk Penonton Berpenampilan Santri

Madiun, PMII Cabang Tegal. Lebih dari seribu penonton memenuhi tribun GOR Cendikia IKIP PGRI Madiun, Sabtu (14/10). Mereka datang untuk menyaksikan tim kesayanganya bertanding dalam kompetisi Futsal Piala PCNU Kabupaten Madiun yang digelar dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional.

Panitia Divisi Pertandingan, Zaki Nur mengatakan, kompetisi yang akan digelar hingga 16 Oktober ini diperkirakan berlangsung sengit. Karena pertandingan Futsal ini sangat jarang ditampilkan dalam sebuah kompetisi. Animo penonton untuk menyaksikan kompetisi juga sangat besar. Apalagi panitia pelaksana menggratiskan tiket masuk kepada para penonton.

Futsal PCNU Madiun Gratiskan Tiket untuk Penonton Berpenampilan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Futsal PCNU Madiun Gratiskan Tiket untuk Penonton Berpenampilan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Futsal PCNU Madiun Gratiskan Tiket untuk Penonton Berpenampilan Santri

"Karena ini bernuansa Hari Santri Nasional, maka untuk tiket masuk kita gratiskan. Ini berlaku untuk penonton pria yang memakai sarung dan kopiah. Dan pononton wanita yang memakai jilbab," ungkapnya.

Di luar arena GOR, komandan Banser Ismanto yang bertugas sebagai Divisi Keamanan menjelaskan bahwa tiket parkir kendaraan penonton yang disediakan panitia juga ludes tak tersisa.

"Tiket yang kita sediakan untuk menjaga parkir sampai kehabisan. Dan kita harus mencetak ulang dengan jumlah seribu lagi. Apalagi waktu perbandinganya juga pas, karena hari sabtu malam minggu jadi penonton sangat antusias,"katanya.

PMII Cabang Tegal

Hendrik Sulaksono, Koordinator perlombaan Futsal PCNU mengatakan, kompetisi ini digelar untuk menjaring  bakat-bakat pemain di berbagai jenjang."Bakat-bakat itu akan kita salurkan dalam event yang lebih tinggi seperti liga santri nusantara.Maka kita minta setiap tim agar bermain sportive dan dengan skill yang baik," katanya.

Hensu, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa kompetisi ini memperebutkan tropi juara 1-4. Setiap kejuaraan akan mendapat kanuang pembinaan dengan total dua belas juta limaratus rupiah.

PMII Cabang Tegal

"Mulai satu bulan yang lalu kita buka pendaftaran untuk 3 kejuaraan, yaitu dari tingkat SMA, SMP dan MWCNU se-Kabupaten Madiun. Dan hingga akhir pendaftaran ada  76 tim futsal yang akan bertanding," tutur ketua IPNU Madiun itu.

Sementara Sekretaris PCNUMadiun, Gus Mabrur mengungkapkan pertandingan Futsal ini diselenggarakan untuk memajukan olahraga santri di wilayah KabupatenMadiun. Semangat resolusi jihad yang pernah digelorakan olen pendiri NU Hadratusyyekh Hasyim Asyari diharap dapat menjadi spirit bagi para santri dalam olahraga sepak bola."Maka dari itu saya minta seluruh tim untuk menunjukkan semangat pertandingan secara sportife dengan skile bukan gokil,"katanya. 

Sekretaris RMINU Madiun Khotamil Anam menilai, kegiatan Hari Santri Nasionaltahun 2017berlangsung lebih semarak. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya beberapa rangkaian acara oleh masing-masing badan otonom di berbagai tingkatan.(Zaenal Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Doa, Ubudiyah, Nahdlatul Ulama PMII Cabang Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

PBNU Siapkan Beasiswa Untuk 10 Mahasiswa Yordania

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Sejumlah pengurus harian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima kunjungan tamu dari Yordania. Pada kunjungan persahabatan ini, kedua pihak menyepakati kerja sama kemanusiaan antara keduanya terkait pendidikan, kesehatan, dan bidang kemanusiaan lainnya.

PBNU Siapkan Beasiswa Untuk 10 Mahasiswa Yordania (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Siapkan Beasiswa Untuk 10 Mahasiswa Yordania (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Siapkan Beasiswa Untuk 10 Mahasiswa Yordania

Pada pertemuan ini, pihak PBNU menyatakan kesiapannya untuk memberikan beasiswa bagi 10 pelajar Yordania untuk melanjutkan studi di Indonesia.

Rombongan tamu yang terdiri atas Ketua Dewan Pengurus Rumah Sakit Islam Yordania DR Jamil Duhaisat, Wakil Ketua Dewan Pengurus Rumah Sakit Islam Yordania Bidang Pendidikan Mamduh Muhaisin, Dubes RI untuk Yordania, dan seorang penerjemah.

PMII Cabang Tegal

Mereka diterima Ketua PBNU H Sulton Fathoni, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, dan Sekjen PBNU H Helmy Faisal Zaini. Helmy menjelaskan singkat profil NU dan Indonesia. Di hadapan rombongan tamu, ia menybutkan keanekaragaman suku, agama, aliran kepercayaan, bahasa, dan watak penduduknya.

PMII Cabang Tegal

“Selamat datang di Indonesia. Meskipun muslim merupakan unsur mayoritas ? di Indonesia, kita berasas kebangsaan, bukan agama. Karenanya, candi Borobudur tetap terjaga, gereja, maupun wihara tetap bebas menjalankan aktivitas ibadahnya. Tak ada negara di dunia seperti di Indonesia,” kata Helmy.

Sementara DR Jamil menerangkan pergeseran politik di Timur Tengah akibat dilanda konflik. Karenanya, Kerajaan Yordania kini menampung banyak pengungsi Suriah dan dan pengungsi Palestina.

“Terima kasih menerima kami sebagai negara sahabat. Yordania hanya negara kecil yang dikelilingi negara yang sedang berkonflik. Akibat konflik, bantuan luar negeri berhenti. Kita hanya fokus terima bantuan dari dalam negeri,” kata DR Jamil.

Jamil menyatakan bangga dan senang berkenalan langsung dengan ormas terbesar di dunia. Pertemuan ini ditutup dengan saling tukar cenderamata. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Doa, Nasional, Meme Islam PMII Cabang Tegal

Pergunu Jabar Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Guru-guru di Cianjur

Cianjur, PMII Cabang Tegal. Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama  (PW Pergunu) Jawa Barat bekerja sama dengan Irsyad Trust Limited (ITL) Singapura melaksanakan kegiatan pelatihan Bahasa Inggris bagi guru-guru NU di Pondok Pesantren Al-Ittihad Jalan Raya Bandung KM 03 Rawa Bango, Karang Tengah, Kabupaten Cianjur, Kamis (24/7).

Kegiatan ini dilaksanakan selama 6 hari, 24-26 Agustus 2017 untuk modul pertama dan tanggal 15-17 September 2017. Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 orang guru-guru yang tergabung di Pergunu Cianjur dibuka oleh Ketua PP Pergunu H Saepuloh.

Pergunu Jabar Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Guru-guru di Cianjur (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jabar Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Guru-guru di Cianjur (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jabar Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Guru-guru di Cianjur

Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Ketua PC Pergunu Cianjur H Taupik Rohman syahid, Ketua PCNU Kabupaten Cianjur KH M. Choirul Anam MZD, dan Ketua PP Pergunu H Saepuloh.

Ketua Pergunu Cianjur H Taupik mengatakan, pihaknya sudah konsolidasi dan koordinasi dengan kepala sekolah di wilayah Cianjur untuk pembentukan pengurus ditingkat kecamatan. Serta melakukan pendampingan/advokasi dalam upaya peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru-guru di Cianjur.

Sementara itu, Ketua PCNU Cianjur KH Choirul Anam menerangkan, PCNU Kab Cianjur fokus dalam upaya peningkatan kemampuan Bahasa Inggris, bagi guru-guru dan kiai-kiai NU di Pondok Pesantren, agar bisa menyampaikan Islam rahmatan lil alamin ke dunia internasional.

PMII Cabang Tegal

"PCNU Cianjur fokus terhadap peningkatan kualitas dan kompetensi guru dan kiai NU dalam  Bahasa Inggris," tutur Kiai Anam.

Selain itu,  Kiai Anam menyampaikan pesan peringatan kepada guru-guru NU agar dapat menanamkan semangat nasionalisme yg tinggi keadaan anak didik, agar senantiasa jauh dari faham radikal.

PMII Cabang Tegal

Sementara itu, Ketua PP Pergunu Saepuloh mengatakan, Pergunu harus tampil dalam upaya peningkatan kualitas Pendidikan dan kunci semua itu adalah guru. Oleh karena itu, Pergunu harus fokus membuat program bagaimana peningkatan kualitas dan kompetensi guru. 

"Guru adalah kunci tercapainya peningkatan kualitas pendidikan. Oleh  karena itu, kita harus buat program dalam upaya peningkatan kualitas dan kompetensi guru,  termasuk didalamnya kemampuan berbahasa Inggris," tutur Saepuloh.

Lebih lanjut, Saepuloh berharap guru-guru peserta pelatihan agar bisa menyampaikan dan mengaplikasikan hasil pelatihan ini di sekolahnya masing-masing.

"Selamat mengikuti kegiatan pelatihan dan saya berharap bapak/ibu mengikuti kegiatan ini dengan serius dan bisa menyampaikan kepada teman-teman bapak/ibu sekalian di sekolahnya masing-masing," tutur Saepuloh. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ubudiyah, Kajian, Doa PMII Cabang Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Meluruskan “NU Garis Lurus”

Oleh M. Alim Khoiri

--Menjelang muktamar ke-33 NU yang rencananya akan dilaksanakan di kota Jombang, 1-5 Agustur 2015, sudah banyak pekerjaan rumah yang menanti. Dengan jargon “NKRI harga mati”, NU tak hanya dituntut untuk mampu mengawal keutuhan dan kesatuan negeri tercinta, tetapi juga harus mampu mengatasi persoalan-persoalan kecil ‘rumah tangga’ yang jika terus menerus diabaikan justeru akan merusak kesatuan dan keutuhan internal NU.

‘Kerikil’ terbaru NU saat ini adalah munculnya fenomena “NU Garis Lurus”. Ini mengesankan bahwa ternyata ada juga NU yang tidak lurus. Mirisnya, kelompok yang mengatasnamakan “NU Garis Lurus” ini tak segan-segan mencaci kelompok NU lain yang tak sependapat dengan mereka. Tokoh-tokoh besar NU macam Gus Dur, Profesor Quraish Shihab dan Kang Said pun tak lepas dari serangan mereka.

Meluruskan “NU Garis Lurus” (Sumber Gambar : Nu Online)
Meluruskan “NU Garis Lurus” (Sumber Gambar : Nu Online)

Meluruskan “NU Garis Lurus”

Di dunia maya, “NU Garis Lurus” ini populer melalui media sosial facebook dan jejaring sosial twitter dengan nama akun “NU GARIS LURUS”. Mereka juga terkenal lewat situs pejuangislam.com yang diasuh oleh ust. Luthfi Bashori. Tak hanya mendaku sebagai pejuang Islam atau NU Garis Lurus, kelompok ini juga mengklaim sebagai etafet pemikiran dakwah Sunan Giri. Gerakan ini, boleh jadi merupakan semacam bentuk tandingan atau perlawanan terhadap faham-faham pemikiran yang mereka anggap sesat macam pluralisme, sekularisme, liberalisme atau faham “Syi’ahisme”. Menurut mereka, faham-faham tersebut tak boleh ada dalam NU, tokoh-tokoh NU yang dianggap memiliki prinsip-prinsip ‘terlarang’ itu tak layak dan tak boleh ada dalam NU.

Paradigma “NU Garis Lurus” yang berusaha untuk ‘meluruskan’ NU dari faham-faham yang mereka anggap bengkok ini, sebetulnya sah-sah saja. Hanya, masalahnya ada pada cara berdakwah. Jika kelompok “NU Garis Lurus” ini mengaku sebagai pewaris perjuangan dakwah Sunan Giri, maka mestinya mereka berkaca pada beliau dalam beberapa hal;

Pertama, sejarah mencatat bahwa, dakwah Sunan Giri banyak melalui berbagai metode, mulai dari pendidikan, budaya sampai pada politik. Dalam bidang pendidikan misalnya, beliau tak segan mendatangi masyarakat secara langsung dan menyampaikan ajaran Islam. Setelah kondisi dianggap memungkinkan beliau mengumpulkannya melalui acara-acara seperti selametan atau yang lainnya, baru kemudian ajaran Islam disisipkan dengan bacaan-bacaan tahlil maupun dzikir. Dengan begitu, masyarakat melunak hingga pada akhirnya mereka memeluk Islam. Kanjeng Sunan Giri tidak mengenal metode dakwah dengan cara mencela atau bahkan menghina.

PMII Cabang Tegal

Kedua, dalam bidang budaya kanjeng Sunan Giri juga memanfaatkan seni pertunjukan yang menarik minat masyarakat. Beliau juga dikenal sebagai pencipta tembang Asmaradhana, Pucung, Cublak-cublak suweng dan Padhang bulan. Lalu tentu saja beliau masukkan nilai-nilai keislaman di dalamnya. Itu semua dilakukan kanjeng Sunan demi tersebarnya ajaran Islam yang damai. Kanjeng Sunan -sekali lagi- tidak mengajarkan metode berdakwah dengan saling mencemooh atau menghujat mereka yang tak sependapat.

Ketiga, di bidang politik, kanjeng Sunan Giri dikenal sebagai seorang raja. Dalam menjalankan kekuasaannya, beliau tak pernah berlaku otoriter dan semaunya sendiri. Beliau selalu menggunakan cara-cara persuasif untuk menarik minat masyarakat terhadap ajaran Islam. Beliau tidak mencontohkan strategi dakwah dengan cara mencaci maki mereka yang tidak sefaham.

Wa ba’du, Terlepas dari apakah “NU Garis Lurus” ini memang betul-betul berasal dari kalangan nahdliyyin ataukah sekedar ulah oknum yang tak bertanggung jawab, yang jelas supaya betul-betul lurus, “NU Garis Lurus” mesti mengubah gaya dakwahnya yang cenderung ekstrim itu. “NU Garis Lurus” juga harus bisa memahami bahwa di dalam tubuh NU selalu penuh dinamika. Perbedaan pendapat menjadi sesuatu yang biasa dan berbeda jalan pemikiran adalah hal yang niscaya. Jika “NU Garis Lurus” terus bersikukuh dengan strategi kerasnya, maka yang terjadi adalah sebaliknya. Alih-alih mendaku sebagai kelompok “NU Garis Lurus”, yang ada mereka justeru menjadi “NU Garis Keras”. Wallahu a’lam.

PMII Cabang Tegal

M. Alim Khoiri, warga NU tinggal di Kediri

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Doa, News, Ulama PMII Cabang Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

Seribu Anak Jalanan Ikuti Pesantren Ramadhan

Jakarta, PMII Cabang Tegal 

Seribu anak jalanan mengikuti Pesantren Ramadhan selama lima hari dari Selasa, (7/8) hingga Ahad, (12/8), bertempat di halaman masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. 

Menurut Zakki Zulhazmi, salah seorang panitia, seribu anak jalanan tersebut berasal dari Jakarta, Depok, Tangerang, dan Ciputat. Mereka berkumpul di tempat tersebut melalui jaringan PMII Komisariat Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang sudah 14 tahun menyelenggarkan kegiatan tersebut.

Seribu Anak Jalanan Ikuti Pesantren Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Seribu Anak Jalanan Ikuti Pesantren Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Seribu Anak Jalanan Ikuti Pesantren Ramadhan

Pesantren Ramadhan ini, sambung Zakki, menerapkan konsep membawa anak jalanan dalam proses ber-Islam yang menyentuh kehidupan mereka; seperti solidaritas, kebersamaan, semangat hidup dan serta mendorong untuk belajar dari kehidupan 

PMII Cabang Tegal

“Materi yang disampaikan dengan komposisi 70 persen hiburan, sorak-sorai bergembira, karena itulah sebenarnya yang mereka butuhkan. Bukan materi-materi ajar seperti di pendidikan formal,” ujarnya. 

Zakki menambahkan, memang ada beberapa materi yang akan disampaikan seperti memahami rukun iman dan Islam, baca tulis Al-Quran, menghafal bacaan-bacaan shalat dan doa sehari-hari, juga sejarah kebudayaan Islam.

PMII Cabang Tegal

“Salah satu sejarah yang disampaikan adalah perjuangan Walisongo dalam mengajarkan, menyebarkan Islam rahmatan lilalamin, Islam yang ramah, Islam Indonesia yang Ahlus Sunah Waljamaah,” ujarnya.

Metode penyampainnya, sambung Zakki, adalah berkisah atau mendongeng, “Metode ini sangat kena bagi mereka,” tambahnya.

Rahmat Afandi Ardyansyah, salah seorang anak yang turut kegiatan tersebut, mengaku senang dengan metode demikian. Ia juga kerasan berkumpul bersama teman-teman sebaya yang baru dikenalnya. Karena itulah, untuk kedua kalinya, ia mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya masih ingat kisah Nabi Nuh yang disampaikan tahun kemarin. Tentang perahu dan banjir,” ujarnya sambil tersenyum. 

Seperti tahun kemarin, anak yang biasa disapa Andi ini, mengukuti Pesantren Ramadhan karena diberi tahu Yayasan Kurnia, sebuah lembaga yang membina anak jalanan di Jakarta Timur, dekat tempat tinggalnya. 

Andi adalah anak putus sekolah ketika duduk di bangku kelas lima di SDN 07 Kampung Dukuh, Jakarta Timur. Asal-usulnya dari kebiasaan kerap bolos, “Kemudian saya dimarahi guru. Ia mengatakan,‘kalau kamu bolos lagi, kamu akan distrap’. Ya sudah akhirnya saya nggak masuk terus,” jelasnya.

Kegiatan sehari-hari anak berusia 13 tahun tersebut adalah mengamen. Sehari mendapat uang 20 ribu. “Kemudian dibagi dua dengan mama. Sepuluh ribu untuk saya. Bisanya untuk jajan dan main di warnet,” katanya. 

Pesantren Ramadhan bertema Damainya Islam, Indahnya Ramadhan tersebut, terselenggara atas kerjasama Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), PMII Komfakda, dan berbagai pihak di antaranya Yayasan Dian Nanda Nusantara yang diasuh Roostien Ilyas, serta para donatur. 

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Doa PMII Cabang Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Tradisi Cek dan Ricek Cegah Penyebarluasan Hoaks

Bengkulu, PMII Cabang Tegal 



Anggota Dewan Pers, Anthonius Jimmy Silalahi, mengajak masyarakat dan insan pers untuk bersama-sama mengantisipasi penyebarluasan berita bohong atau hoaks. Tradisi cek dan ricek disebutnya bisa menjadi pencegah semakin tersebarnya hoaks. 

Hadir sebagai pemateri di kegiatan Literasi Media sebagai Upaya Cegah dan Tangkal Radikalisme dan Terorisem di Masyarakat di Bengkulu, Kamis (12/10), Jimmy mengatakan, masyarakat bisa berperan membendung penyebarluasan hoaks dengan cara menahan diri setiap kali menerima kiriman informasi di media sosial. 

Tradisi Cek dan Ricek Cegah Penyebarluasan Hoaks (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Cek dan Ricek Cegah Penyebarluasan Hoaks (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Cek dan Ricek Cegah Penyebarluasan Hoaks

"Jangan karena suka atas kiriman tersebut, kita share tanpa adanya verifikasi. Cek dan ricek kebenarannya. Jikapun benar cek lagi manfaatnya," kata Jimmy. 

Menurut Jimmy, kemauan melakukan cek dan ricek adalah langkah termudah yang bisa membantu membendung peredaran hoaks. Untuk cara pengecekan,  dia menyarankan masyarakat membandingkan informasi yang diterimanya dengan informasi sejenis dari sumber berbeda. "Jika meragukan kebenarannya, jangan disebar," tegasnya. 

Dorongan menjadikan cek dan ricek sebagai tradisi untuk mencegah hoaks tidak hanya disampaikan ke masyarakat, melainkan juga ke insan pers. Jimmy menandaskan, wajib bagi setiap wartawan mengecek kebenaran dan keberimbangan setiap informasi yang diterimanya sebelumnya mengolahnya menjadi sebuah berita. 

PMII Cabang Tegal

"Insan pers juga harus berperan. Hoaks sudah menggerus kepercayaan masyarakat ke media massa, jangan biarkan itu semakin parah," tandas Jimmy. 

Menjadikan cek dan ricek untuk setiap informasi, masih kata Jimmy, merupakan keterlibatan nyata masyarakat dan institusi pers terlibat aktif dalam upaya pencegahan terorisme. Ditegaskannya, BNPT dan aparat keamanan tidak bisa menyelesaikan permasalahan terorisme tanpa adanya keterlibatan masyarakat. 

"Terorisme musuh bersama, maka harus bersama-sama kita perangi," tutupnya. 

Literasi Media sebagai Upaya Cegah dan Tangkal Radikalisme dan Terorisme merupakan salah satu metode yang dijalankan  di kegiatan Pelibatan Pemuda dan Perempuan dalam Pencegahan Terorisme. Satu metode lainnya adalah Visit Media, kunjungan dan diskusi ke redaksi media massa pers untuk mensosialisasikan program pencegahan terorisme. (Red: Abdullah Alawi) 

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal News, Pertandingan, Doa PMII Cabang Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Idealisme H Mahbub Djunaidi

Oleh Ahmad Halim

Tepat pada hari ini, Kamis 1 Oktober 2015, adalah adalah haul ke-20 H. Mahbub Djunaidi. Banyak pelajaran dari anak Betawi kelahiran 1933 ini. Tapi idealismenya yang kokoh bagaikan batu karang, susah ditiru siapa pun.

Hari ini, kita bisa saksikan sendiri dengan mata dan kepala, banyak para politisi, seniman, wartawan, dan pemimpin di sebuah organisasi baik kemahasiswaan, organisasi massa (Ormas) ataupun Lembaga swadaya Masyarakat (LSM) yang terbuai akan kekuasaan, dan malah ikut dalam menyumbangkan permasalahan yang sampai saat ini agak sulit untuk diberantas, yakni korupsi.

Idealisme H Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)
Idealisme H Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)

Idealisme H Mahbub Djunaidi

Jika saat ini para politisi, seniman, wartawan dan pemimpin organisasi sibuk untuk mendekatkan diri dalam pusaran kekuasaan. Mahbub yang juga pernah menjadi politisi, seniman, jurnalis dan pemimpin organisasi besar justru tidak memanfaatkan untuk ambisi politiknya atau mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya.

PMII Cabang Tegal

Saat ditawarkan kekayaan oleh Orde Baru, pria yang memiliki tradisi Nahdlatul Ulama (NU) itu justru menolak. Sampai akhirnya pendiri organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini akhirnya dipenjarakan di rutan Nirbaya oleh Suharto. Bersama dengan sahabat-sahabatnya Soebandrio, Omar Dhani dan beberapa nama lain dengan alasan yang tak masuk akal yakni dianggap menghasut karena mengusulkan pencalonan Ali Sadikin sebagai Presiden RI di depan forum mahasiswa.

Namun dalam sebuah surat kepada temannya yang dikirim dari dalam penjara, Mahbub mengatakan “Rasanya bui bukan apa-apa buat saya. Apalagi bukankah ditahan itu suatu ‘resiko bisnis’? Kata orang, penjara itu ibaratnya perguruan tinggi terbaik, asal saja kita tidak dijebloskan karena mencuri! Saya merasakan benar kebenaran misal itu…Sedangkan nonton bioskop perlu ongkos, apalagi demokrasi. Dan ongkos itu perlu dibayar! Iuran saya sebenarnya sedikit sekali. Jalan masih panjang, apapun yang terjadi mesti ditempuh…” (Emmy Kuswandari, 2008).

PMII Cabang Tegal

Hal di atas tentu tidak akan dilakukan oleh ketua DPR Setyo Novanto, dan wakilnya Fadli Zon yang menghadiri kampanye kandidat presiden Amerika Donald Trump, dan kunjungan  politik ketua majelis permusyawaratan rakyat (MPR) Zulkifli Hasan ke negeri tirai bambu. Sebab, idealisme mereka sudah pudar bahkan bisa dikatakan sudah hilang.

Oleh karena itu, wajar jika tokoh pers Jakob Oetama berani mengatakan bahwa  Mahbub Djunaidi adalah seorang yang berprinsip, demokratis, moderat, dan tak pernah mencerca lawan-lawannya. Berbeda dengan para politisi saat ini.

Inilah yang saat ini sulit dicari, dimana kebanyakan orang jika sudah ada dalam pusaran kekuasaan akan memanfaatkan kedekatannya, bahkan sudah menjadi lumrah jika orang-orang yang dekat dengan kekuasaan ikut menimbun harta dengan cara yang tidak wajar (korupsi).

Idealisme yang kokoh, memang membuat pria kelahiran Jakarta 27 Juli 1933 ini menjadi orang yang sederhana: penampilan dan material. Tapi itu menjadi kekuatanya dalam mempertahankan prinsip.

Saat menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR GR) pada tahun 1967-1971 ia tetap mengkritik pemerintah dan mempertahankan prinsipnya melalui kata-kata yang disusunya dengan dibumbui rasa humor tentunya. Oleh karenanya ia dijuluki sebagai “pendekar pena”.

Mahbub pernah menulis artikel, "Buku Petunjuk Pendidikan Politik Sejak Dini" (Kompas, 18 Maret 1981). Dalam tulisannya, pendekar pena tersebut, mengkritik para pemimpin bangsa dengan gaya penulisan yang satire dan juga dibumbui rasa humor.

Begini tulisannya: Apabila seorang anak sudah duduk di kelas V sekolah dasar, paling lambat di kelas VI, ajaklah dia ke kebun binatang. Begitu menginjak pintu gerbang, segera bisikkan di kupingnya, "Kamu tidak mau dijebloskan ke dalam kandang seperti makhluk-makhluk itu, kan? Nah, jadilah kamu manusia yang paham politik. Manusia yang tidak berpolitik itu namanya binatang, dan binatang yang berpolitik itu namanya manusia."

Mungkin mantan ketua umum PMII tiga periode 1960-1967 itu ingin berpesan kepada publik agar kita jangan sampai seperti monyet dalam memilih pemimpin. Kata Mahbub, "Kamu lihat monyet yang paling besar dan paling beringas itu? Dialah kepala, pemimpin monyet-monyet lain di kandang itu. Dia menjadi kepala dan menjadi pemimpin itu bisa disebabkan beberapa faktor. Bisa karena dia paling tua, bisa juga karena paling pintar. Tetapi yang jelas karena dia paling besar, paling kuat, paling perkasa, paling mampu membanting monyet-monyet lainnya yang tidak menurut. Alasan takutlah yang membuatnya bisa menjadi pemimpin. Monyet tidak pernah mengenal sistem pemilihan seperti halnya bangsa manusia. Ini kedunguan warisan,".

Tokoh multi talenta ini, kini sudah meninggalkan kita 20 tahun lamanya, namun bukti idealismenya sampai saat ini masih dapat kita baca dan pelajari. Karya-karyanya dan jasa-jasanya kini telah tertoreh dalam tinta emas dunia pergerakan dan jurnalis, sehingga kita dapat mengikuti dan belajar dari sosok multi talenta, pemegang teguh prinsip, demokratis, moderat dan humoris seperti Mahbub Djunaidi. Alfatihah...

Ahmad Halim, Sekretaris PMII DKI Jakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Bahtsul Masail, Aswaja, Doa PMII Cabang Tegal

Selasa, 28 November 2017

GP Ansor Malang Kuatkan Kepeloporan Kader

Malang, PMII Cabang Tegal. Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang menggelar Rapat Kerja Cabang dan Rapat Koordinasi Banser di Villa Refa Bungkoh Dau Malang, Sabtu Ahad (16/17) lalu yang diikuti oleh peserta dari 33 PAC Ansor seKabupaten Malang.

Agenda tersebut bertujuan sebagai  langkah awal untuk menyusun Program Kerja Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Kabupaten Malang 2013 – 2014 yang juga bertujuan menguatkan kepeloporan kader Ansor.

GP Ansor Malang Kuatkan Kepeloporan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Malang Kuatkan Kepeloporan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Malang Kuatkan Kepeloporan Kader

Kader muda Ansor merupakan kader pelopor, penggerak, pengemban, dan pengaman program-program sosial kemasyarakatan. Bahtiar, Ketua Panitia Pelaksana mengatakan, Raker dan Rakor diharapkan dapat berbuah dan menghasilkan kajian strategis untuk mewujudkan kader muda Ansor  yang memiliki dedikasi dan disiplin tinggi.

PMII Cabang Tegal

“Kader Ansor dan Banser  harus mempunyai ketahanan fisik dan mental yang tangguh sebagai agen perubahan di tataran masyarakat luas, penuh daya juang dan menjunjung tinggi nilai religious sebagai banteng ulama serta dalam mewujudkan cita-cita Bangsa dan negara dan kemaslahatan umat,” ucap Bahtiar.

Di sela acara, Gus Tadlo, Satkorcab Banser Kab. Malang menambahkan, pemuda sejatinya memiliki peran dan fungsi strategis dalam akselerasi pembangunan termasuk pula dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara, dan sebagai aktor dalam pembangunan.

PMII Cabang Tegal

“Gerakan Pemuda Ansor dan Banser harus menumbuhkankembangkan fungsi dan peran guna menjawab segala bentuk permasalahan baik internal maupun eksternal organisasi menuju kebijakan organisasi yang lebih baik dalam mewujudkan kader bangsa yang mempunyai kepribadian muslim, kepemimpinan yang tangguh, loyalitas tinggi, berwawasan organisasi, politik dan sosial serta mempunyai keterampilan dan skill yang cukup,” katanya. (Abdul Basyit/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nahdlatul Ulama, Doa, Pertandingan PMII Cabang Tegal

Minggu, 19 November 2017

PBNU Akan Bentuk Kepengurusan Transisi Jika Batasan Umur Dilanggar

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini menegaskan akan membentuk kepengurusan transisi Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) jika batasan usia 27 tahun sesuai dengan AD/ART NU dilanggar.

PBNU Akan Bentuk Kepengurusan Transisi Jika Batasan Umur Dilanggar (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Akan Bentuk Kepengurusan Transisi Jika Batasan Umur Dilanggar (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Akan Bentuk Kepengurusan Transisi Jika Batasan Umur Dilanggar

“Kalau ada anggota yang melanggar, ada klausul pelanggaran. Kita akan ambil alih dengan membentuk kepengurusan transisi,” tegasnya di gedung PBNU, Senin (7/12).?

Ia menyatakan keberadaan seluruh banom di di lingkungan NU tidak terlepas dari induknya. Hal-hal yang sudah diatur di AD/ART tidak dapat dinegasikan di dalam peraturan yang lebih rendah.?

PMII Cabang Tegal

“Kalau mereka menganggap soal usia bisa diveto, mereka juga bisa mengganti nama Ikatan Pelajar Nusantara. Itu sudah menjadi organisasi sendiri,” paparnya.?

PMII Cabang Tegal

Ia menyatakan PBNU sudah mengeluarkan edaran. Kepentingan PBNU adalah agar tidak ada overlapping antara banom yang berbasis usia antara IPNU, PMII, dan Ansor. Selama ini interseksi antara badan otonom tersebut terlalu banyak.

“Kita sudah banyak kehilangan anak SMP dan SMA yang mengalami disorientasi. Jadi ada urgensi PBNU memandang perlu instrumen banom yang masuk fokus ke pelajar atau sekolah,” katanya.

Bagi kader IPNU yang usianya sudah melebihi batasan maksimal, ia menyarankan untuk bergabung dengan PMII mengingat PMII sudah masuk kembali menjadi banom NU sesuai dengan AD/ART hasil muktamar Jombang.

Sebenarnya, batasan soal usia sudah dijelaskana sebelumnya kepada para pengurus IPNU saat mereka melakukan konsultasi dengan PBNU yang ditindaklanjuti dengan dikeluarkannya surat edaran. PBNU dalam hal ini hanya menjalankan amanat AD/ART.

Pasal 18 Anggaran Rumah Tangga NU dalam ayat e secara jelas menyatakan : ”Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama disingkat IPNU untuk pelajar dan santri laki-laki Nahdlatul Ulama yang maksimal berusia 27 (dua puluh tujuh) tahun sedangkan dalam ayat f menyatakan “Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama disingkat IPPNU untuk pelajar dan santri perempuan Nahdlatul Ulama yang maksimal berusia 27 (dua puluh tujuh) tahun”.? (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Budaya, Doa, Hikmah PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock