Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Rais NU Jabar: Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain!

Garut, PMII Cabang Tegal - Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat KH M Nuh Addawami mengatakan, salah satu kunci kebahagiaan dunia dan akhirat adalah kasih sayang. Keselamatan manusia itu pun terletak pada rahmat (kasih sayang) Allah.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Cisurupan Garut ini menekankan untuk tidak mudah memarahi kesalahan orang lain atau mengejek perbuatannya. Sebab, menurutnya, sikap demikian itu merupakan ciri orang yang tak memiliki kasih sayang.

Rais NU Jabar: Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais NU Jabar: Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais NU Jabar: Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain!

"Orang yang memiliki kasih sayang adalah menyapa orang berbuat jelek dan mengajak pada hal baik,” ujar Kiai Nuh pada acara puncak Haul Pendiri dan Milad YPI al-Hikmah, Sabtu (18/2), di Garut, Jabar. Ia menyebut perilaku arif ini sebagai akhlak tawassuth alias tidak berlebihan.

PMII Cabang Tegal

Berdakwah itu mesti dilakukan dengan tidak membuat mereka takut. “Dakwah orang NU harus wasathan (berimbang), yang membuat jamaah bahagia, jika salah akan sedih mengikuti arahan. Cara berpikir dan bertindaknya Alhussunnah wal Jamaah yang menjadi dasar aqidahnya Nahdlatul Ulama dalam segala tindakannya thawassuth," tambahnya.

Kiai Nuh lantas mengutip Surat Al An’am 108 agar tak seenaknya menghina kelompok lain meski berseberangan secara akidah. "Janganlah kalian menghina berhala atau sembahan orang (kafir), karena (jika begitu) mereka akan menghina sembahanmu (Allah), sehingga kalian jadi penyebab menghinanya mereka pada Allah," pungkasnya.

PMII Cabang Tegal

Acara yang dilaksanakan di komplek yayasan ini dihadiri sekitar seribu jamaah antara lain dari Muslimat NU, GP Ansor, Fathayat NU, IPNU, IPPNU, guru-guru dan siswa madrasah, perwakilan pemerintah serta warga masyarakat sekitar. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, RMI NU, Kajian PMII Cabang Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Lakpesdam NU Lampung Gelar Workshop Penguatan Kelembagaan

Bandar lampung, PMII Cabang Tegal. Pengurus Wilayah lembaga kajian dan pengembangan sumber daya manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama Propinsi Lampung mengadakan workshop penguatan kelembagaan di kantor Dinas Pendidikan Propinsi Lampung, belum lama ini.

Workshop ini bertema "Revitalisasi Peran dan Penguatan Karakter Kelembagaan dan Lakpesdam dalam Rangka Penanggulangan Kemiskinan dan Kelompok Marginal di Propinsi Lampung."

Lakpesdam NU Lampung Gelar Workshop Penguatan Kelembagaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Lampung Gelar Workshop Penguatan Kelembagaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Lampung Gelar Workshop Penguatan Kelembagaan

Kegiatan ini di buka secara resmi oleh Walikota Bandar Lampung HERMAN H.N. Dalam pengarahanya, walikota berpesan agar NU, dalam hal ini Lakpesdam NU, dapat berkontribusi langsung dalam upaya penanggulangan kemiskinan dengan upaya-upaya pemberdayaan masyarakat sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat lapisan bawah.

PMII Cabang Tegal

"NU sudah banyak berperan bahkan sebelum kemerdekaan sehingga melahirkan kader-kader pejuang tidak hanya untuk umat, tapi juga bangsa dan negara kita," ujarnya.

Walikota juga berharap Lakpesdam NU sebagai lembaga yang berkonsentrasi pada penberdayaan umat dapat secara cerdas dan produktif berupaya mengentaskan kemiskinan dan mampu meningkatkan ketahanan ekonomi warganya.

PMII Cabang Tegal

Acara pembukaan ini juga di hadiri langsung beberapa jajaran Pengurus besar NU, PP Lakpesdam NU, KH Ngaliman Marzuki selaku Pengurus Wilayah NU Propinsi Lampung, anggota DPRD Prov. Lampung serta para peserta workshop dari masing-masing utusan PCNU dan PC Lakpesdam NU se-Provinsi Lampung.

Setelah istirahat siang sekitar pukul 13.00 WIB, acara dilanjutkan dengan diskusi panel, hari pertama dengan narasumber Drs. H. Herman H.N,M.M (Walikota Bandar Lampung), Drs.H.Munzir.A.Syukri, MM (Wk. ket. Komisi III DPRD lampung), Rivan Novendra Salim (Ketum BPD HIPMI lampung) yang mengusung tema: "Penanggulangan kemiskinan dalam Perspektif Pemerintah, Pelaku Usaha dan Ulama."

Workshop yang di hadiri sekitar 50 peserta ini berlangsung hangat dan interaktif karena masing-masing peserta sesuai dengan daerahnya mempresentasikan dinamika NU dan problematikanya dalam sesi dialog dengan para narasumber.

Sementara di hari kedua, workshop menghadirkan sejumlah pemateri, yaitu DR. H. M. Mukri,M.A (Rektor IAIN Raden Intan Bandar Lampung dan mantan ket. GP.Ansor Lampung), K.H. Abrori Akwan (Sesepuh NU lampung/mustasyar PWNU Lampung) dan K.H. Sujadi Saddad yang saat ini menjabat sebagai Bupati Kab.Pringsewu dan masih aktif mengemban amanah sebagai Mustasyar NU di dua kabupaten Pringsewu dan Tanggamus. Ketiga narasumber ini lebih menekankan tentang NU masa Depan dan masa Depan NU.

Sementara Kiai Abror menekankan pentingnya nilai-nilai khidmah dalam melayani umat. "Pengurus Wilayah (NU) harus tahu pojoknya Lampung. Begitu juga pengurus cabang (harus) hapal dan mau blusukan dengan daerahnya sampai ranting," terangnya.

Sedangkan DR. H. M. Mukri, M.A mengungkapkan kebanggaanya karena distribusi kader NU saat ini merata dan hampir masuk di semua lini dan profesi.

"Bahkan Mendiknas kita ini NU tulen Lho, namanya Muhammad NU (M.Nuh, read), ya kan?" candanyanya yang dsambut tawa peserta workshop. 

Sesi terakhir yang dimoderatori DR. M.Syukur, M.Ag, ini makin gayeng dan interaktif saat Bupati pringsewu KH Sujadi Saddad menceritakan suka dukanya saat dulu menjadi aktivis NU, khususnya Lakpesdam NU, yang menurutnya, adalah lembaga penggemblengan agar kader NU tahan banting dalam berkhidmat melayani umat yang tentu saja butuh pengorbanan.

Pihaknya menyampaikan apresiasinya terkait terbitnya media lokal di lingkungan NU yang saat ini baru dari PCNU Pringsewu melalui LTN NU, yaitu Buletin Aswaja.

"Inilah salah satu bentuk pelayanan melalui media informasi untuk Nahdliyyin," katanya seraya menunjukkan ke peserta sebuah bulletin mini dengan dominasi warna hijau.

Workshop selama dua hari ini akhirnya ditutup secara resmi oleh Wakil Walikota Bandar lampung.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Muhammad Faizin

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian, IMNU, Doa PMII Cabang Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Muslimat NU Protes Keras Pekan Kondom Nasional

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa ? memprotes keras terhadap pelaksanaan Pekan Kondom Nasional (PKN) yang merupakan program pemerintah.?

menurutnya, PKN yang diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Aids sedunia yang jatuh pada 1 Desember sama dengan bencana sosial bagi negeri ini.

Muslimat NU Protes Keras Pekan Kondom Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Protes Keras Pekan Kondom Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Protes Keras Pekan Kondom Nasional

"Jika PKN ini diteruskan akan menjadi bencana baru bagi negeri yang ber-Pancasila, bertuhan dan beragama. apalagi di tengah usaha memperbaiki moral," ujar Khofifah di Jakarta, Senin (2/12/2013).

PMII Cabang Tegal

Ia menambahkan, PKN mendorong masyarakat untuk melakukan hubungan seks di luar nikah dengan membagikan kondom di ruang publik kepada masyarakat maupun remaja secara gratis.

PMII Cabang Tegal

"Jika ada pembagian kondom di jalan atau di tempat keramaian umum, lalu diterima oleh para remaja usia belasan tahun yang punya kecenderungan coba-coba, bisa saja terdorong melakukan seks bebas setelah mendapat kondom yang dibagi gratis secara terbuka," katanya.

Karena itu, Khofifah mendesak Kementerian Kesehatan mencabut program PKN dan melakukan permintaan maaf kepada publik karena telah mengambil keputusan yang membahayakan.?

Penolakan yang sama juga dilakukan oleh Ketua Lembaga Kesehatan PWNU DIY drg. H. Abdul Kadir yang? menyatakan.?

“Kita menolak keras program itu. Dalih yang ditamengkan Kemenkes mengandung ironi. Sebab, bagaimana pun juga, anggaran dalam jumlah yang tak sedikit itu bisa lebih bermanfaat jika diperuntukkan misalnya untuk program yang bisa mendatangkan kemashlahatan yang lebih nyata, misalnya untuk layanan kesehatan bagi masyarakat tak mampu, pendidikan dan lain sebagainya.”

Kadir juga menyebutkan bahwa, secara logika saja, sesungguhnya keputusan Kemenkes dan KPAN itu sudah cacat. Betapa tidak. Kita semua tentu sudah tahu fungsi kegunaan kondom, lantas mengapa kemudian alat itu diberikan kepada mereka belum memiliki kewenangan untuk menggunakannya?

“Atas dasar logika apa Kemenkes dan KPAN mengeluarkan kebijakan yang tak bijak itu? Naif sekali jika dasarnya adalah pencegahan HIV dan AIDS. Sebab, jika memang dasarnya pencegahan penularan HIV dan AIDS yang salah satu cara penularannya adalah dengan hubungan badan suami istri, lantas mengapa diberikan kepada mereka yang belum waktunya melakukan hubungan sedemikian?” tanya Kadir.?

Kendati demikian, Kadir menegaskan bahwa Lembaga Kesehatan PWNU DIY yang sejak periode 2006-2011 lalu hingga kini masih terus mendukung upaya pencegahan HIV dan AIDS, tapi tidak dalam cara-cara yang justru ambigu seperti ini.?

“Sosialisasi yang mendidik jauh lebih penting,” ujar Kadir. “Secara logika, HIV dan AIDS sendiri sesungguhnya sudah menjadi alat pencegah bagi penularannya. Artinya, keberadaan HIV dan AIDS yang masih menjadi momok bagi sebagian orang sesungguhnya bisa membuat orang untuk bertindak lebih hati-hati terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya.”?

Dalam kesempatan terpisah, KH M Habib Abdus Syakur, M.Ag, Ketua Rabithah Ma’had Islami PWNU DIY, juga menyayangkan keputusan Kemenkes yang ia sebut kurang bijak tersebut.?

Dihubungi melalui telepon, 2 Desember 2013, Habib menyatakan, “Keputusan itu justru akan menimbulkan madlarat yang lebih besar ketimbang manfaatnya. Dan terkait perkara seperti ini, ada kaidah ushul fiqh dalam Islam yang menegaskan bahwa, ‘darul mafasid muqaddamun ala jalbil mashalih’ yang artinya, pencegahan kerusakan lebih utama atau didahulukan dibandingkan dengan pengambilan manfaat.”?

Dalam hal ini, Habib menambahkan bahwa kaidah ushul fiqh yang ia ungkapkan di atas bisa dipahami dalam bingkai bahwasanya pencegahan potensi munculnya perilaku seks bebas, akibat penyalahgunaan kondom yang dibagi-bagikan secara gratis tersebut, harus lebih diutamakan ketimbang manfaat pembendungan penyebaran atau penularan HIV dan AIDS.

“Kalau dipikir-pikir, anggaran kondom gratis yang mencapai angka milyaran itu tentu bisa memberi manfaat yang lebih besar bagi kebutuhan-kebutuhan riil lain di masyarakat, seperti pelayanan pendidikan keagamaan, misalnya pesantren yang nyata-nyata dapat menanggulangi merebaknya HIV dan AIDS,” pungkas Habib. (mukafi niam/ yusuf anas)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Habib, Kajian PMII Cabang Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Pelantikan GP Ansor Jatibarang Dirangkai Halal Bihalal

Brebes, PMII Cabang Tegal. Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Jatibarang, Brebes, Jawa Tengah, telah menyelenggarakan Pelantikan Pengurus dan Halal Bi Halal  yang berlangsung pada Malam Ahad (10/8) di halaman Masjid Al Azhar  Janegara Kecamatan Jatibarang.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat melalui pembacaan surat keputusan tentang susunan pengurus PAC GP ANSOR Kecamatan Jatibarang periode 2014-2017.

Pelantikan GP Ansor Jatibarang Dirangkai Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelantikan GP Ansor Jatibarang Dirangkai Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelantikan GP Ansor Jatibarang Dirangkai Halal Bihalal

Ketua  PAC GP Ansor Jatibarang Jazuli Purnomo dalam sambutannya mengatakan, pengukuhan ini memberikan arti kepada para pengurus GP Ansor yang baru untuk memikul amanat dengan sungguh-sungguh.

PMII Cabang Tegal

“Artinya sahabat-sahabat pengurus harus rela meluangkan sedikit waktu untuk kegiatan-kegiatan demi berjalannya roda organisasi ini dengan baik,” ujanrya.

Ketua Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Jatibarang H Muhidin menyampaikan, “Setelah pelantikan segera mungkin untuk bikin program bagaimana agar Ansor bisa melaksanakan pengajian setiap bulan seperti di NU dengan Lailatul Ijtimanya. Selamat dan Sukses buat pengurus baru semoga bisa mengemban amanat.”

PMII Cabang Tegal

Dalam sesi maidhoh hasanah, para pemuda NU ini juga diperingatkan tentang perkembangan aliran agama yang menyimpang dari ajaran Ahlussunnah wal Jamaah. Kai Edy Kusnandi, sang penceramah, berpesan tentang perlunya waspada terhadap kelompok-kelompok garis keras.

Prosesi reorganisasi PAC GP ANSOR Jatibarang periode 2014-2017 berlangsung lancar meskipun tergolong molor dari jadwal waktu yang sudah ditetapkan.

Acara tersebut dihadiri segenap elemen NU di daerah setempat, seperti PC GP Ansor Kabupaten Brebes, MWC NU Kecamatan Jatibarang, PAC Muslimat NU, PAC Fatayat NU, PAC IPNU, PAC IPPNU. (Hadi Mulyanto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian PMII Cabang Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Bank Sampah Ampelgading, Ubah Sampah Jadi Berkah

Malang, PMII Cabang Tegal

Sepertinya, sampah selalu menjadi masalah tersendiri bagi masyarakat, tidak hanya bakteri yang akan dilahirkan sampah, prilaku manusia yang kurang sadar akan akibat buruk dari membuang sampah sembarangan menjadikan sampah menjadi penyakit masyarakat yang kronik saat ini, terlebih saat musim hujan.

Bank Sampah Ampelgading, Ubah Sampah Jadi Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bank Sampah Ampelgading, Ubah Sampah Jadi Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bank Sampah Ampelgading, Ubah Sampah Jadi Berkah

Di sudut kota malang, tepatnya Desa Taman Asri, Kecamatan Ampelgading, Malang, Jawa Timur sampah menjadi berkah untuk tabungan para Nasabah dengan terus berinvestasi sampah di Bank Sampah Ampelgading Malang. 

Berbeda dengan sistem Bank Sampah pada umumnya, beberapa yang telah diketahui publik sampah ditabung untuk kebutuhan berobat, adapula yang dialokasikan menjadi biaya pendidikan. Di Ampelgading, sampah yang diinvestasikan akan menjadi uang kapanpun sang nasabah membutuhkan, bahkan bisa diambil diawal dengan cicilan sampah tiap harinya.

Salah satu pendirinya Fauzan, Aktivis PMII dan sekarang mendedikasikan dirinya pada lingkungan hidup disekitarnya mengungkapkan, ide ini muncul karena seringnya masyarakat yang tidak tau manfaat sampah, memisahkan sampah organik dan non organik, dan cara mengolahnya. Bank Sampah Ampelgading menjembatani itu dan memberikan keuntungan berupa tabungan yang bisa diambil kapan saja, bahkan bisa dengan cara piutang.

Baru berjalan beberapa bulan, ide kreatif Bank Sampah langsung disambut hangat oleh masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga yang sudah terbiasa mengelolah sampah dapur dirumahnya.

PMII Cabang Tegal

“Selama ini, ibu-ibu yang menjadi Nasabah Bank Sampah Ampelgading, sering menabung untuk hari-hari besar, banyak yang diambil saat Maulid, dan lebih banyak yang mengambil tabungannya saat lebaran” ujar Fauzan.

Dua tahun berjalan, Bank Sampah Ampelgading menjadi pusat pengelolaan sampah milik bersama. Tak hanya pengurus yang mau mengelola sampah, warga sekitar mulai sadar misi Bank Sampah. Diantaranya melestarikan lingkungan dengan bersih dan asri, hingga seringkali warga ikut andil dan gotong royong untuk program-proram yang dilakukan oleh Bank Sampah Ampelgading. (Dian Manzila/Fathoni)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Sunnah, Kajian PMII Cabang Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

PBNU Kutuk Rencana Pemindahan Makam Nabi

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan upaya untuk memindahkan makam suci Nabi Muhammad harus ditentang keras oleh umat Islam.

“Allah yang akan menjaga Utusan-Nya, semoga yang akan membongkar makam beliau dilaknat Allah,” tegasnya, Rabu.?

PBNU Kutuk Rencana Pemindahan Makam Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kutuk Rencana Pemindahan Makam Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kutuk Rencana Pemindahan Makam Nabi

Kiai Said yang menyelesaikan pendidikan doktornya di Universitas Ummul Qura Makkah ini menjelaskan, memang, ada kebencian mendalam orang-orang Wahabi terhadap jamaah yang menziarahi makam Rasulullah karena hal itu dianggap syirik.?

PMII Cabang Tegal

“Banyak orang Arab Saudi yang sudah bepergian ke pojok-pojok dunia, tetapi belum pernah ke Madinah,” jelasnya.

Ia menggambarkan hal ini, seperti orang Indonesia yang sudah pergi ke mana-mana, tetapi belum pernah mengunjungi Candi Prambanan atau Borobudur.?

PMII Cabang Tegal

Sebelumnya, harian The Independent melaporkan adanya proposal yang sudah disebarkan di lingkungan pengelola dua masjid suci, masjidil haram dan masjid nabawi, salah satunya berisi rencana tentang pemindahan makam nabi dari Masjid Nabawi ke pemakaman al Baqi, dan menjadikan makam nabi anonim sebagaimana makam-makam keluarga nabi yang sebelumnya sudah dipindah ke tempat tersebut. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal RMI NU, Kajian, Fragmen PMII Cabang Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

IPNU Probolinggo Kaji Problematika Pelajar Daerah

Probolinggo, PMII Cabang Tegal - Menjelang pelaksanaan Konferensi Cabang XIX Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pimpinan Cabang IPNU Probolinggo melakukan kajian atas problematika pelajar daerah. Kajian ini melibatkan semua pengurus IPNU di semua tingkatan di Probolinggo.

Sekretaris IPNU Probolinggo Babussalam mengatakan bahwa warga Probolinggo mayoritas berasal dari warga NU. Di samping kuantitas pesantrennya yang begitu pesat, warga masih fanatik pada tradisi hormat pada ulama.

IPNU Probolinggo Kaji Problematika Pelajar Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Probolinggo Kaji Problematika Pelajar Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Probolinggo Kaji Problematika Pelajar Daerah

“Namun dengan perubahan dari zaman ke zaman, dari masa ke masa yang serba teknologi dan hidup di era globalisasi semuanya mulai tergerus. Dengan kondisi ini, peran orang tua sangatlah urgen dalam memantau pergaulan putra dan putrinya. Baik dalam hal pendidikan dan agama ataupun dalam pergaulan kesehariannya,” katanya, Kamis (4/2).

Menurut Babussalam, pelajar Probolinggo memang diakui sejak lahir sebagai warga NU. Namun tidak ada jaminan mereka memunyai ghiroh dalam hatinya yang akan selalu setia pada akidah Ahlussunnah wal Jamaah.

PMII Cabang Tegal

“Dengan maraknya aliran-aliran yang berbagai cara mengancam keyakinan kita, dengan lihainya menghujat kita, tidak hanya melalui media masa namun kadang-kadang sebagai pendidik di pendidikan putra-putri kita. Apakah tidak pesimis dengan generasi kita,” jelasnya.

PMII Cabang Tegal

Apalagi kondisi pelajar hari ini lebih diperarah oleh logika sekuler daripada kepercayaan. Setelah mereka mengenyam pendidikan yang tidak lepas dari berbagai perbedaan adat, ras, suku, agama dan kepercayaan. Mereka berkolaborasi dengan lingkungannya. “Tidak sedikit putra-putri NU yang lupa pada ajaran nenek moyangnya yakni Nahdlatul Ulama,” tegasnya.

Babussalam menegaskan bahwa problematika ini merupakan tantangan bagi segenap instansi atau struktural terkait maupun masyarakat. Perlu ada sinergi maupun program yang konkret untuk menghadapinya.

“Sebagai organisasi kader NU, IPNU akan menjadi salah satu tumpuan masa depan gerakan sosial keagamaan NU. Semoga keberadaan IPNU menjadi wadah serap aspirasi dari para pelajar yang ada di Probolinggo,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian, Kyai, Ulama PMII Cabang Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Pesantren Hadi Sakti Taklukkan Darul Falah 5 Gol tanpa Balas

Mataram, PMII Cabang Tegal - Pertandingan Sepak Bola Liga Santri Nusantara yang mempertemukan Pesantren Hadi Sakti Kota Mataram dan Pesantren Darul Falah Mataram berakhir dengan skor 5-0 untuk Pesantren Hadi Sakti.

Bermain di lapangan TNI AU? ? Rembige Kota Mataram, Ahad (21/8) sore. Para pemain Hadi Sakti? kerap memainkan umpan pendek. Mereka menggunakan formasi 3:4:3 dalam melawan tim? kesebelasan Pesantren Darul Falah asuhan Rais Syuriyah PCNU Kota Mataram TGH Mustiadi Bahar.

Pesantren Hadi Sakti Taklukkan Darul Falah 5 Gol tanpa Balas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Hadi Sakti Taklukkan Darul Falah 5 Gol tanpa Balas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Hadi Sakti Taklukkan Darul Falah 5 Gol tanpa Balas

Serangan Srinata dengan nomor punggung 7 kerap menembus pertahanan lawan bagian delapan sehingga menghasilkan gol dengan kedudukan 1-0 pada babak pertama. Tidak lama kemudian, Pesantren Hadi Sakti menggandakan keunggulan menjadi 2-0 melaui tendangan pemain nomor 4. Skor 2-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Di babak kedua, Pesantren Darul Falah kembali kebobolan 3 gol tanpa balasan melalui tendangan nomor 4, 9, dan 10 hingga kemengan Hadi Sakti atas Darul Falah 5:0.

PMII Cabang Tegal

Di hari yang sama Pesantren Bayyinul Ulum Lombok Utara yang meraih juara Zona NTB tahun 2015 lalu menang telak dengan skor 4-1 atas kesebelasan Pesantren Al-Islahudiny Kediri Lombok Barat. (Hadi/Alhafiz K)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Aswaja, Lomba, Kajian PMII Cabang Tegal

Ratusan Pelajar NU Ikuti Lakmud Purwasuka

Purwakarta,PMII Cabang Tegal ? . Ratusan kader NU mengikuti Latihan Kader Muda (Lakmud) sezona Purwakarta-Subang- Karawang (Purwasuka) di Pondok Pesantren Almuhajirin 2 Purwakarta, Jawa Barat selama tiga hari dari 24-26 September.

Ratusan Pelajar NU Ikuti Lakmud Purwasuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Pelajar NU Ikuti Lakmud Purwasuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Pelajar NU Ikuti Lakmud Purwasuka

Ketua Pelaksana Lakmud Purwasuka Adi Setiawan mengatakan, semua kader IPNU-IPPNU harus masuk ke segala sektor dengan memiliki daya saing yang tinggi. ?"Lakmud zona Purwasuka dihadiri oleh 100 peserta dari PAC, dan PK zona Karawang dan Purwakarta," ucapnya.

Ketua PC IPNU Purwakarta ini mengatakan, Lakmud tersebut merupakan rencana tindak lanjut dari Kegiatan Lakut (Latihan Kader Utama) yang diadakan oleh PW IPNU-IPPNU Jawa Barat pada Juni 2016 kemarin.

PMII Cabang Tegal

"Kader Lakmud yang selama 3 hari akan dibentuk, terutama melanjutkan kaderisasi di wilayahnya masing-masing," ungkapnya.

PMII Cabang Tegal

Ratusan kader ini ke depan akan menjadi kader-kader penerus NU yang militan dan berkualitas, karena di IPNU-IPPNU merupakan jenjang kaderisasi awal sebelum menuju ke banom selanjutnya. ?Seluruh kader IPNU-IPPNU harus mampu membuat NU semakin besar, terutama melakukan pengkaderan secara berkelanjutan.

"Kita akan dorong para kader ini untuk melakukan pembentukan ranting atau komisariat di daerahnya masing-masing," tegasnya.

Rais Syuriah PCNU Kabupaten Purwakarta KH Abun Bunyamin berpesan, ?seluruh peserta agar senantiasa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib. Dia juga menceritakan ketika masih muda, bahwa NU besar dan dengan modal bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan berkhidmah kepada NU.

"Berkah dari NU dapat seperti ini sehingga kader IPNU-IPPNU harus bersungguh-sungguh dalam berorganisasi," pesannya.

Dia meminta, pelaksanaan Lakmud ini akan lahir kader-kader penerus yang berkualitas dan istiqomah. IPNU-IPPNU harus sampai ke tingkat banom selanjutnya, sehingga NU akan mampu menghadapi zaman dengan kader yang berkualitas.

"?Kader-kader Lakmud ini akan membuat NU semakin besarkarena penerus pengurus NU ke depan," pungkasnya.

?

Lakmud bertema "Memperkuat Intelektual Kader Muda Menuju Generasi NU yang Cerdas, Profesional, dan Militan" dihadiri Ketua Umum PP IPNU, perwakilan PW IPPNU Jawa Barat, PW IPNU Jawa Barat, PC Fatayat Purwakarta, PC GP Ansor Purwakarta dan ISNU Purwakarta. (Benny Ferdiansyah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pondok Pesantren, Kajian PMII Cabang Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Tuan Guru Bengkel: Jika Ikut NU, Maka Kamu Bisa Lewati Laut

Mataram, PMII Cabang Tegal 

Rais Syuriyah PWNU Nusa Tenggara Barat pertama TGH Shaleh Hambali (Tuan Guru Bengkel) pernah mengatakan kepada santri-santrinya, kalau kamu masuk NU, kamu bisa melewati laut. 

Menurut penulis buku Pemikiran Islam Lokal TGH Shaleh Hambali Bengkel Adi Fadli, saksi hidup pernyataan itu adalah salah seorang santrinya, yang saat ini pengasuh pondok pesantren Qommarul Huda dan menjadi salah seorang Mustasyar PBNU Tuan Guru Bagu atau TGH Turmudzi Badarudin.

Tuan Guru Bengkel: Jika Ikut NU, Maka Kamu Bisa Lewati Laut (Sumber Gambar : Nu Online)
Tuan Guru Bengkel: Jika Ikut NU, Maka Kamu Bisa Lewati Laut (Sumber Gambar : Nu Online)

Tuan Guru Bengkel: Jika Ikut NU, Maka Kamu Bisa Lewati Laut

Menurut Adi, penjelasan dari kalimat Tuan Guru bengkel itu adalah jika seseorang mengikuti ormas NU, maka pandangannya, wawasannya nanti lebih luas. 

“Kalau masuk organisasi lokal, ya cuma di sini,” katanya di UNU NTB, Mataram, Kamis (23/11).  

PMII Cabang Tegal

Karena, lanjut Katib Syuriyah PWNU NTB itu, jam’iyyah NU itu besar, tidak lokal. Jadi, anggota atau pengurus NU, akan bermanfaat secara luas, secara nasional, karena terhubung dengan anggota dan pengurus NU di seluruh daerah di Indonesia. Bahkan dunia, sebab hari ini NU memiliki kepengurusan di puluhan negara. 

“Di situlah kontribusi nasionalnya,” kata dosen UNU NTB itu.

Karena aktif di NU, Tuan Guru Bengkel bertemu dengan kiai-kiai Jawa, misalnya KH Wahab Hasbullah, Saifuddin Zuhri, Idham Chalid, bahkan tokoh tentara AH Nasution. 

Tokoh-tokoh NU itu, menurut Adi, bahkan yang datang ke Bengkel. Kiai Wahab Hasbullah pernah menginap selama seminggu. 

PMII Cabang Tegal

"Mereka datang sendiri, dan bukan sehari mereka datang, nginep, mingguan. Itu penuturan dari Tuan Guru Bagu. KH Wahab Hasbullah seminggu di Bengkel.

Bahkan, menurut Ketua PWNU NTB TGH Taqiuddin Mansur, ayahnya Gus Mus (KH Bisri Mustofa) pernah tinggal selama sebulan di Tuan Guru Bengkel. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Quote, Hikmah, Kajian PMII Cabang Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Pesantren Al Fattah Pacitan Gelar Festival Rebana Klasik

Pacitan, PMII Cabang Tegal. Salah satu pesantren kenamaan di Kota 1001 Goa Pacitan, Pesantren Al Fattah Kikil Arjosari Pacitan Jawa Timur, Sabtu-Ahad (24-25/05) menggelar Festival Rebana Klasik 2014 se-Kab. Pacitan. 

Acara tersebut diadakan dalam rangka Peluncuran Album Perdana Jamaah Pengajian Seni Sangar Jubah. Tidak kurang dari 32 Grup Rebana Klasik dari berbagai Pesantren, Sekolah, Jamaah Pengajian dan Masyarakat umum dari Wilayah Kabupaten Pacitan turut ambil bagian dalam festival ini

Pesantren Al Fattah Pacitan Gelar Festival Rebana Klasik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al Fattah Pacitan Gelar Festival Rebana Klasik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al Fattah Pacitan Gelar Festival Rebana Klasik

Festival Rebana dibuka langsung oleh Pimpinan Pesantren Al Fattah Kikil. KH. Burhanuddin HB dengan ditandai pemukulan salah satu rebana. Pada festival kali ini peserta merebutkan Trofi Piala Bupati Pacitan.

PMII Cabang Tegal

Oleh panitia, Peserta diberi waktu 15 menit untuk  menampilkan satu lagu wajib yakni Busro Lanaa selebihnya peserta lomba menampilkan lagu sholawat sesaui kreasinya. aspek penilaian dalam Festival ini yakni pada bidang olah vokal, instrument dan penampilan.

PMII Cabang Tegal

Keluar sebagi juara pada Festival Rebana Klasik 2014 Se-Kab Pacitan adalah, Juara I diraih oleh grup Rebana Al Faza dari Jatimalang Arjosari, Juara II Grup Rebana Dari Bunderan Tanjungsari dan Juara II diraih oleh Grup Nurul Hidayah dari Ploso Pacitan. para pemenag berhak menerima hadiah Trofi, Piagam penghargaan serta uang pembinaan. 

Jamaah Pengajian Seni Sanggar Jubah Pimpinan Hammam Fathullah meluncurkan album perdana, pada album tersebut berisikan 8 komposisi lagu, dengan mengangkat tema kolaborasi musik tradisional kepesantrenan, Jazz, Dangdut, Gambus dan Rock.

“Kesenian rebana merupakan salah satu kesenian bernafaskan islam, keberdaanya sangat melekat pada pola kehidupan masyarakat pantai selatan mulai dari pedesaan hingga perkotaan,” demikian rilis pers dari panitia seperti yang dikutip dari laman Resmi pesantren Al Fattah. (Zaenal Faizin/Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, Kajian PMII Cabang Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Pergunu Jabar Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Guru-guru di Cianjur

Cianjur, PMII Cabang Tegal. Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama  (PW Pergunu) Jawa Barat bekerja sama dengan Irsyad Trust Limited (ITL) Singapura melaksanakan kegiatan pelatihan Bahasa Inggris bagi guru-guru NU di Pondok Pesantren Al-Ittihad Jalan Raya Bandung KM 03 Rawa Bango, Karang Tengah, Kabupaten Cianjur, Kamis (24/7).

Kegiatan ini dilaksanakan selama 6 hari, 24-26 Agustus 2017 untuk modul pertama dan tanggal 15-17 September 2017. Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 orang guru-guru yang tergabung di Pergunu Cianjur dibuka oleh Ketua PP Pergunu H Saepuloh.

Pergunu Jabar Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Guru-guru di Cianjur (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jabar Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Guru-guru di Cianjur (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jabar Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Guru-guru di Cianjur

Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Ketua PC Pergunu Cianjur H Taupik Rohman syahid, Ketua PCNU Kabupaten Cianjur KH M. Choirul Anam MZD, dan Ketua PP Pergunu H Saepuloh.

Ketua Pergunu Cianjur H Taupik mengatakan, pihaknya sudah konsolidasi dan koordinasi dengan kepala sekolah di wilayah Cianjur untuk pembentukan pengurus ditingkat kecamatan. Serta melakukan pendampingan/advokasi dalam upaya peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru-guru di Cianjur.

Sementara itu, Ketua PCNU Cianjur KH Choirul Anam menerangkan, PCNU Kab Cianjur fokus dalam upaya peningkatan kemampuan Bahasa Inggris, bagi guru-guru dan kiai-kiai NU di Pondok Pesantren, agar bisa menyampaikan Islam rahmatan lil alamin ke dunia internasional.

PMII Cabang Tegal

"PCNU Cianjur fokus terhadap peningkatan kualitas dan kompetensi guru dan kiai NU dalam  Bahasa Inggris," tutur Kiai Anam.

Selain itu,  Kiai Anam menyampaikan pesan peringatan kepada guru-guru NU agar dapat menanamkan semangat nasionalisme yg tinggi keadaan anak didik, agar senantiasa jauh dari faham radikal.

PMII Cabang Tegal

Sementara itu, Ketua PP Pergunu Saepuloh mengatakan, Pergunu harus tampil dalam upaya peningkatan kualitas Pendidikan dan kunci semua itu adalah guru. Oleh karena itu, Pergunu harus fokus membuat program bagaimana peningkatan kualitas dan kompetensi guru. 

"Guru adalah kunci tercapainya peningkatan kualitas pendidikan. Oleh  karena itu, kita harus buat program dalam upaya peningkatan kualitas dan kompetensi guru,  termasuk didalamnya kemampuan berbahasa Inggris," tutur Saepuloh.

Lebih lanjut, Saepuloh berharap guru-guru peserta pelatihan agar bisa menyampaikan dan mengaplikasikan hasil pelatihan ini di sekolahnya masing-masing.

"Selamat mengikuti kegiatan pelatihan dan saya berharap bapak/ibu mengikuti kegiatan ini dengan serius dan bisa menyampaikan kepada teman-teman bapak/ibu sekalian di sekolahnya masing-masing," tutur Saepuloh. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ubudiyah, Kajian, Doa PMII Cabang Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Akhirnya Modul Kaderisasi IPNU Siap Diterbitkan

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Setelah melalui diskusi panjang dan alot, sidang komisi kaderisasi Rakernas 2014 akhirnya menyetujui pengesahan modul kaderisasi. Forum yang diselenggarakan di LPMP DKI Jakarta, Rabu (26/2) itu selanjutnya meminta jajaran PP IPNU untuk segera menerbitkan modul tersebut.

Sebelumnya poros Sulawesi yang diwakili Bidang Kaderisasi IPNU Sulsel Andy M Idris? mengatakan, "Keberadaan modul kaderisasi IPNU tidak bisa ditawar-tawar lagi. Hal ini menjadi harapan besar bagi kelangsungan proses kaderisasi di Indonesia bagian timur.”

Akhirnya Modul Kaderisasi IPNU Siap Diterbitkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhirnya Modul Kaderisasi IPNU Siap Diterbitkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhirnya Modul Kaderisasi IPNU Siap Diterbitkan

Modul kaderisasi ini telah melalui proses panjang; mulai dari workshop kaderisasi, rakernas, dan terakhir rakornas kaderisasi di Bogor.

PMII Cabang Tegal

Karenanya, forum rakernas ini menjadi momentum untuk mengesahkan dan menerbitkan segera yang pada gilirannya didistribusikan ke wilayah dan cabang IPNU se-Indonesia. (Red:? lhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Jadwal Kajian, Kajian, PonPes PMII Cabang Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Ini Atlet Pagar Nusa Peraih Medali Pencak Silat Dunia di Thailand

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Tegar Ananda Ekhi Bayu Satriaji (20) atlet Pencak Silat Pagar Nusa dari Banyumas, Jawa Tengah, ikut mengharumkan nama Indonesia dalam Kejuaraan Dunia Pencak Silat ke-16 atau World Pencak Silat Championship 2015 yang diselenggarakan di Phuket Thailand, 7-17 Januari 2015 lalu.

Ega, panggilan akrab Tegar Ananda meraih perunggu untuk Kategori Tanding Putra Kelas J (90-95 KG) setelah mengalahkan dua lawan tanding dari Brunei dan Vietnam.

Ini Atlet Pagar Nusa Peraih Medali Pencak Silat Dunia di Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Atlet Pagar Nusa Peraih Medali Pencak Silat Dunia di Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Atlet Pagar Nusa Peraih Medali Pencak Silat Dunia di Thailand

“Bangga rasanya bisa mewakili Indonesia. Saya tidak menyangka, Alhamdulillah bisa dapat juara, padahal yang ikut ada 46 negara,” kata Ega dihubungi PMII Cabang Tegal, Selasa (10/2).

PMII Cabang Tegal

Saat ini Ega sedang bersiap mengikuti kejuaraan serupa di Bangkok dalam ajang world martial arts atau seni bela diri tingkat dunia. Kali ini cabang yang dipertandingkan tidak hanya pencak silat.

PMII Cabang Tegal

“Saya berlatih hampir setiap hari. Pada hari Senin, Selasa dan Rabu saya berlatih di Sukaraja dengan Bapak Imam Santosa. Lalu pada hari Jum’at, Sabtu, dan Minggu saya mengikuti Pelatja Jateng di Solo,” kata mahasiswa semester awal di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ini.

Pelatihnya, Imam Santosa, juga mengungkapkan kebanggaanya atas prestasi anak didiknya ini. Menurutnya, Ega termasuk salah satu atlet yang giat berlatih. Sebelum menang di tingkat internasional, Ega juga sempat menang di tingkat nasional.

Dihubungi PMII Cabang Tegal, pelatih Pencak Silat NU Pagar Nusa Banyumas ini berharap, Pagar Nusa semakin berkembang dan diminati terutama di sekolah-sekolah NU. “Besar harapan kami untuk lembaga-lembaga pendidikan di bawah naungan ‘bintang sembilan’ diwajibkan untuk memakai eskul Pecak Silat Pagar Nusa,” harapnya. (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian PMII Cabang Tegal

Senin, 27 November 2017

Soekarwo Tolak Muhammadiyah Libur Selasa

Surabaya, PMII Cabang Tegal. Gubernur Jawa Timur Soekarwo menolak permintaan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim untuk menetapkan tanggal 16 November 2010 sebagai hari libur untuk memberikan kesempatan kepada warga Muhammadiyah menunaikan shalat Idul Adha.



Soekarwo Tolak Muhammadiyah Libur Selasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Soekarwo Tolak Muhammadiyah Libur Selasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Soekarwo Tolak Muhammadiyah Libur Selasa

"Kalau mau shalat Id silakan, tapi setelah itu harus masuk kerja seperti biasa. Mengapa? Karena pemerintah sudah menetapkan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Rabu, 17 November, sehingga tidak ada hari libur lebaran selain tanggal tersebut,"tandas Gubernur Jatim Soekarwo di Surabaya, Jumat (12/11).

Meskipun demikian katanya, pihaknya memaklumi jika warga Muhammadiyah memang melaksanakan shalat Idul Adha pada Selasa (16/11) . "Izin itu bersifat personal. Jadi, kalau PNS atau siswa tidak bisa menjalankan kewajibannya pada hari itu, maka ajukan saja izin sendiri-sendiri ke institusinya,"ujar gubernur menyarankan.

PMII Cabang Tegal

Yang pasti pihaknya akan memberikan toleransi kepada PNS yang terlambat masuk kerja karena menjalankan shalat Ied. "Asalkan benar-benar untuk shalat Ied, tidak apa-apa terlambat,"tambah Soekarwo.

Sebelumnya Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim meminta Gubernur menetapkan hari libur pada Selasa (16/11) yang bersamaan dengan Hari Raya Idul Adha versi Muhammadiyah.

PMII Cabang Tegal

"Kami berharap Gubernur bisa memberikan kesempatan itu. Dengan demikian, warga bisa tenang menjalankan sholat Id dan tidak dikejar-kejar jam masuk kantor," kata Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammdiyah Jatim, Nadjib Hamid.

Kalau Gubernur tak menetapkan hari libur, dia meminta Gubernur memundurkan jam kerja. "Minimal satu jam dari hari biasanya. Tetapi agar tidak merugikan pekerjaan, saat pulang kantor juga diundur satu jam. Di samping itu, kita meminta kepada panitia sholat Ied untuk menggelar sholat lebih pagi dan khotbahnya dipersingkat,”ujar Nadjib.

Sementara kalau penyembelihan hewan kurban bisa dilakukan besoknya atau lusa sebab dalam Islam diperbolehkan menyembelih hewan kurban pada hari Tasyrik (tiga hari setelah hari raya Idul Adha). (amf/ant)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal IMNU, Kajian PMII Cabang Tegal

Kamis, 23 November 2017

Kisah Waskito Jati, Santri Krapyak Peraih Beasiswa di Harvard University

Melalui langkah yang berliku, belajar, dan usaha kerasnya, Waskito Jati (26) Alumnus MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak, Bantul, Yogyakarta berhasil meraih beasiswa di Harvard University. Dia memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi di Program Master of Theological Studies (MTS) di Harvard Divinity School dengan jurusan Islamic Studies.

Bagaimana proses kerja kerasnya dalam meraih beasiswa tersebut? Berikut kisah yang diutarakan oleh Waskito Jati melalui hasil wawancara yang dikirimkan ke PMII Cabang Tegal.

Kisah Waskito Jati, Santri Krapyak Peraih Beasiswa di Harvard University (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Waskito Jati, Santri Krapyak Peraih Beasiswa di Harvard University (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Waskito Jati, Santri Krapyak Peraih Beasiswa di Harvard University

Bagaimana awalnya anda bermimpi bisa kuliah ke luar negeri?

Tujuh tahun yang lalu, setelah membaca doa witir di pojok Masjid al Munawwir di Pondok Pesantren Krapyak, saya menggumamkan doa yang saya sendiri sedikit tidak yakin jika doa ini masuk akal. Saya meminta kepada Allah agar saya diberikan kesempatan untuk berkuliah di universitas terbaik di dunia. Mengingat ibu saya yang hanya lulus SD dan ayah saya yang hanya lulus SMP, wajarlah jika saya berpikir mungkin doa ini agak terlalu berlebihan. Walaupun begitu, doa dan usaha saya untuk mencapai mimpi tersebut tidaklah berhenti hanya karena keraguan itu. Man jadda wa jada, sering kali diucapkan oleh kyai saya untuk memberi semangat kepada para santrinya agar terus berusaha sekuat tenaga untuk mencapai mimpinya.?

Lalu apa yang terjadi kemudian?

Setelah bertahun-tahun membanting tulang untuk bekerja sembari kuliah dan berorganisasi, saya mendapatkan email dari Harvard University yang memberikan selamat kepada saya atas diterimanya saya sebagai salah satu dari sedikit mahasiswa yang lolos dalam program Master of Theological Studies (MTS) di Harvard Divinity School dengan jurusan Islamic Studies. Tidak hanya diterima, saya bahkan dibebaskan dari biaya kuliah yang bisa mencapai ratusan juta rupiah karena Harvard juga menawarkan saya beasiswa yang akan mencakup biaya kuliah dan sedikit uang saku untuk saya. Ternyata doa saya menjadi kenyataan, dan ternyata usaha saya adalah tidak sia-sia.?

PMII Cabang Tegal

Bagaimana anda memaknai keberhasilan yang diperoleh?

Satu hal yang saya pelajari dalam perjalanan saya menggapai mimpi ini adalah bahwa tidak ada mimpi yang terlalu tinggi. Semua mimpi itu dapat diraihkan asalkan kita dapat menuliskan proses untuk mencapai mimpi itu dalam kalender sehari-hari kita. Berapa jam saya akan membaca satu buku di hari ini, berapa vocabulary yang akan saya hafalkan setiap hari dan berapa essay yang akan saya tulis setiap harinya. Itulah yang saya lakukan selama bertahun-tahun ini. Berusaha untuk membangun kualitas diri yang setidaknya mendekati kualifikasi yang diinginkan oleh sekolah yang saya tuju. Proses ini tidaklah cukup hanya tiga atau empat bulan. Dalam pengalaman saya, proses ini memakan waktu kurang lebih delapan tahun.

Selain proses, apa resep anda bisa menembus Harvard University?

PMII Cabang Tegal

Kualitas yang dicari oleh semua universitas di luar negeri pastinya adalah kemampuan bahasa asing. Saya tahu ini pasti akan disyaratkan untuk mendaftar kuliah di luar negeri sejak saya kelas satu di MA Ali Maksum. Oleh karena itu saya bergabung dengan organisasi debat Bahasa Inggris di sekolah saya. Saya sangat bersyukur dengan MA Ali Maksum karena keikhlasan guru-gurunya yang tiada tara. Pelatih debat Bahasa Inggris saya yang bernama Bapak Abu Ali al-Hussein, melatih kami satu tim setiap hari dari ba’da Isya’ dan seusai mengaji sorogan hingga tengah malam tanpa diberikan bayaran tambahan. Hanya dengan memasak mie instan bersama-sama pun kami merasa puas. Hasil kerja keras kami juga mengantar kami untuk menjadi juara satu dalam lomba debat Bahasa Inggris se-DIY di tahun 2008 mengalahkan banyak SMA favorit lainnya di Yogyakarta.?

Belajar di madrasah yang juga pondok pesantren, apakah menguntungkan bagi anda?

Sangat menguntungkan. Saya justru bersyukur dapat tinggal satu asrama dengan teman-teman yang nantinya akan menjadi teman seumur hidup. Tidak hanya itu, di Pondok Pesantren Krapyak itulah saya berkenalan dengan banyak buku dan pemikiran yang tidak akan saya dapat jika saja saya tinggal di rumah sendiri. Saya sering kali terlibat diskusi hangat dengan teman-teman satu kamar saya untuk membahas masalah-masalah besar di dunia. Pada saat saya dihadapkan dengan interview untuk program pertukaran pelajar di tahun 2008, saya tidak kaget dan kesulitan berkat semua diskusi yang telah saya lakukan di asrama. Walhasil, saya berhasil mendapatkan beasiswa pertukaran pelajar ke Amerika Serikat selama satu tahun di tahun 2008-2009.?

Apakah anda pernah merasa gagal?

Setiap proses untuk menuju kesuksesan tentunya akan diiringi dengan beberapa kegagalan. Sepulang dari program pertukaran pelajar, saya harus mulai memikirkan kemana akan berkuliah. Saya tidak memiliki banyak pilihan saat itu karena ayah saya baru saja meninggal dunia dua tahun sebelumnya sedangkan biaya kuliah tidaklah murah. Saya pun mendaftar program beasiswa pesantren, dan juga beasiswa dari Universitas Paramadina. Namun tidak diterima. Saya juga mendaftar dan sudah diterima di Fakultas Hukum UII dan bermaksud untuk mendaftar beasiswa pesantren yang disediakan oleh UII. Namun saya harus melakukan registrasi dahulu dan membayar Rp 8 juta sebelum bisa mengikuti seleksinya.?

Lantas, apa yang terjadi?

Jelas saya tidak mampu untuk membayar sejumlah itu dan pupus juga harapan saya untuk kuliah di UII. Akhirnya, hanya ada satu kampus yang akan dapat memberikan saya pendidikan yang terjangkau, yaitu kampus UIN Sunan Kalijaga. Bismillah, saya memilih jurusan Jinayah Siyasah di UIN Sunan Kalijaga. Meski sedikit kecewa, namun saya masih yakin bahwa Tuhan memiliki rencana yang lebih baik. Saya jalani masa kuliah dengan serius. Duduk selalu di depan dosen, aktif dalam riset dan organisasi, dan menjaga nilai IP agar tetap diatas 3,8.?

Siapa yang selama ini membimbing anda menekuni riset?

Dalam dunia riset dan akademis, saya belajar dengan bimbingan Prof. Noorhaidi Hasan, direktur program pasca sarjana UIN Sunan Kalijaga dalam pembahasan mengenai hukum perang dalam Islam dan jihad diandingkan dengan Hukum Humaniter Internasional.

Apa yang anda peroleh dari riset tersebut?

Hasil dari riset ini, nantinya dapat digunakan untuk menganalisa keabsahan strategi perang ISIS serta untuk memberikan counter argument terhadap tuduhan yang diarahkan kepada Islam berkaitan dengan terorisme dengan menunjukkan kesamaan prinsip antara Islam dengan peraturan PBB. Dalam studi saya nantinya, saya berkeinginan untuk mengembangkan lagi diskursus peraturan perang dalam Islam ini.

Selain kuliah S1 di UIN Sunan Kalijaga, apa kesibukan anda?

Selain berkuliah, saya juga aktif dalam organisasi di luar kampus. Selama tahun 2010-2014 saya menjadi volunteer di organisasi Bina Antarbudaya yang juga organisasi yang mengirim saya ke Amerika dulu saat saya SMA. Dimulai dengan volunteer biasa hingga akhirnya saya diangkat menjadi Vice President untuk chapter Yogyakarta. Saya biasa rapat berkali-kali setiap minggunya dan mengurus banyak agenda organisasi. Juga menjadi Presiden dari asosiasi alumni program pertukaan pelajar saya yang bernama IYAA. Selama memimpin organisasi ini, saya membuat proyek yang berskala nasional seperti pengumpulan buku di 15 kota di Indonesia, donor darah massal, hingga hari mengajar nasional. Bersama dengan organisasi saya ini, saya seringkali diundang untuk mengikuti training dan rapat di luar negeri mulai dari Filipina, hingga Yordania dan Ghana.

Bagaimana anda bisa melakukan begitu banyak aktivitas?

Terkadang saya juga tidak percaya bagaimana saya bisa melakukan hal itu semua selama saya kuliah. Saya harus memenuhi semua kebuthan saya pribadi saya sendiri, sehingga saya berkerja sebagai guru privat Bahasa Inggris. Dengan semua kegiatan ini, saya berangkat ke kampus pukul 8 pagi dan pulang sampai rumah pukul 9 malam. Saya selalu berdoa dua hal selama saya kuliah, pertama agar tidak ada polisi di jalan raya karena motor butut saya sudah lama tidak dibayar pajaknya dan juga karena saya tidak punya SIM. Kedua adalah supaya saya tidak kehabisan bensin di jalan karena uang saya sudah benar-benar habis. Sepertinya Allah sudah melindungi saya, walaupun pernah saya satu kali tertangkap polisi karena plat motor saya kadaluwarsa.

Bisa anda ceritakan setelah lulus dari UIN?

Saya berhasil lulus dengan IP tertinggi UIN (walalupun tidak tercepat). Saya juga langsung mendapatkan perkerjaan di kantor Australian National University di Yogya selama beberapa bulan. Saya sudah mulai memikirkan untuk mendaftar beasiswa untuk sekolah lagi, dan biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Alhamdulillah saya dapat mengambil test IELTS dan meraih nilai 7.5. Saya pun mendaftar beasiswa LPDP dengan bekal ini. (LPDP adalah Lembaga Pengelola Dana Pendidikan. Beasiswa ini adalah beasiswa yang berasal dari Pemerintah Indonesia yakni Kementerian Keuangan. Keberadaan beasiswa ini sangat populer di kalangan pencari beasiswa-red)

Sayangnya, Allah belum berkenan dan saya ditolak program LPDP di tahun 2015 lalu. Kecewa pastinya, namun kegagalan inilah yang mendorong saya untuk mencari kampus terlebih dahulu. Karena nilai IELTS (International English Language Test System) saya memadai untuk mendaftar di beberapa universitas terbaik di dunia, saya mencoba mendaftar ke sekolah-sekolah besar seperti University of Chicago dan Harvard University. Mendaftar di kampus Amerika memiliki syarat yang lebih ketat dibandingkan dengan kampus selain Amerika. Selain IELTS saya harus juga mengambil test GRE (Graduate Record Examination) yang bisa dibilang sepuluh kali lebih sulit dari IELTS.?

Saya selalu belajar otodidak karena les GRE biayanya sangat mahal dan gaji saya sebagai guru les Bahasa Inggris tidaklah cukup. Belajar GRE ini adalah pengalaman belajar yang paling ekstrem yang pernah saya lakukan. Karena level kesulitannya, selama persiapan lima bulan, saya harus menghafalkan sekitar 25 kosakata Bahasa Inggris yang kebanyakan sangat sulit setiap harinya. Tiap hari, saya juga harus latihan menulis dua esai. Di akhir persiapan belajar, saya telah menghafalkan kira-kira 1.800 kosakata dan menulis kurang lebih 80 esai. Berangkatlah saya ke Surabaya untuk mengikuti tes ini. Hasilnya cukup memuaskan, walaupun nilai writing masih di bawah standar rata-rata Universitas Chicago dan Harvard, namun saya beranikan diri untuk mendaftar ke kedua universitas unggulan di Amerika itu.?

Lalu apa yang terjadi kemudian?

Setelah usaha berbulan-bulan, saya mendapatkan email di awal Maret kemarin bahwa saya diterima di University of Chicago dan juga ditawarkan beasiswa yang akan menutupi 50 persen dari biaya pendidikan. Saya sangat bahagia medapatkan kabar ini. Satu minggu kemudian, ada email masuk dari Harvard. Dalam hati, saya berfikir, “Apapun yang terjadi, kamu telah melakukan yang terbaik”, dan email itu pun saya buka. Alangkah terkejutnya saya membaca kata “Congratulation!” di awal surat tersebut, yang memberikan selamat kepada saya yang telah diterima di Harvard University. Selain itu, Harvard juga membebaskan dari biaya kuliah dan memberi sedikit uang saku. Saya sungguh tidak percaya bahwa Harvard benar-benar ingin saya bergabung dengan institusi mereka. Dalam email itu juga dilampirkan sebuah link video yang berisi pesan selamat atas diterimanya saya di Harvard University. Barulah disana saya sadar bahwa ini semua adalah kenyataan. Semua kegagalan saya di masa lalu, kerja keras selama bertahun-tahun dan doa yang saya panjatkan delapan tahun lalu kembali ke ingatan saya. Saya hanya bisa bersujud syukur dan berterima kasih kepada Allah atas jalan yang ditunjukkan-Nya.?

Bagaimana tanggapan orang tua, dalam hal ini Ibu terhadap keberhasilan anda menembus Harvard?

Pada saat saya memberi tahu ibu bahwa diterima di Harvard University, ibu bertanya dengan lugunya “Opo kuwi, Le? (Apa itu, Nak?)”, maklumlah karena ibu mungkin belum pernah dengar apa Harvard itu. Setelah saya terangkan, ibu bangga dan bahagia tentunya. Mungkin ibu tidak berdoa secara spesifik supaya saya diterima di Harvard, namun apapun doa beliau saya yakin itulah yang mengantar saya di titik sekarang ini.?

Bagi anda pribadi, apakah kisah anda sudah selesai?

Tentu saja belum selesai. Saya harus mencari dana tambahan untuk biaya hidup di Harvard nantinya. Walaupun saya sudah tidak harus membayar pendidikannnya, biaya hidup disana belum terpenuhi, sedangkan beasiswa LPDP, walaupun misalnya nantinya diterima, tidak dapat memberangkatkan saya tahun ini karena prosedur jarak waktu yang dimiliki.?

Saya saat ini sedang berusaha agar ada donatur yang berkenan membantu saya mewujudkan mimpi saya dan keluarga agar saya dapat meneruskan pendidikan di Harvard. Fase ini sejujurnya adalah fase yang lebih menakutkan, apakah saya bisa benar-benar berangkat ke Harvard? Saya tidak lagi bisa berusaha sendiri dalam tahap ini. Semoga ini juga termasuk rencana Allah, seperti rencana-rencananya di masa lalu, entah apa ujungnya nanti semoga saya dapat dengan ikhlas dan kuat menghadapinya.?

(Bap/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nahdlatul, Kajian PMII Cabang Tegal

Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda

Samarinda, PMII Cabang Tegal. Hotel Bumi Senyiur Samarinda tampak ramai, Jumat (13/04) siang. Di dalamnya penuh dengan para aktivis NU dari berbagai daerah di Indonesia, berkisar 200-an orang. Mereka sedang mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Rembuk Nasional tentang Sumber Daya Alam yang ditangani oleh Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU). Acara tersebut juga melibatkan para pengurus Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) dan Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LBNNU) se-Indonesia.

Pantauan PMII Cabang Tegal, pertemuan tersebut dimulai dengan pra-acara, yaitu penampilan Grup Habsyi Labaika Samarinda Sebrang. Puluhan Muslimat Samarinda tersebut mampu mencairkan suasana, melantunkan shalawat nabi dengan nada yang amat merdu. Tak sedikit hadirin yang tersihir olehnya, bahkan hadirin menyempatkan diri memotret sekaligus mengabadikan penampilan Grup Habsyi melalui video klip.

Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda

Penampilan Grup Habsyi cukup lama, berkisar sejam. Ketika jam menunjukkan pukul 14.30, MC membacakan susunan acara. Bersamaan dengan itu, ketua umum PBNU KH Said Aqil Siroj telah hadir di tengah-tengah hadirin. Tampak mendampingi kang Said beberapa pengurus PBNU, seperti Prof Maksum, H Marsudi Syuhud, dan ketua PWNU Kalsel HM Rasyid.

PMII Cabang Tegal

Redaktur     : Mukafi Niam

PMII Cabang Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pesantren, Kajian, Internasional PMII Cabang Tegal

Senin, 13 November 2017

Kerja Sama Antaragama, Yenny Wahid: Inilah Kekuatan Indonesia

Jakarta, PMII Cabang Tegal

Kerja sama antara Yayasan Puan Amal Hayati dan Persekutuan Doa Usahawan Katolik Indonesia (Perduki) yang menggelar pasar murah (bazar) merupakan cerminan konkret dari kondisi keberagamaan di Indonesia yang penuh toleransi dan penuh rasa simpati terhadap satu sama lain.

Pernyataan tersebut disampaikan Yenny Wahid kepada PMII Cabang Tegal di sela-sela bazar yang digelar di halaman kediaman KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Jalan Warung Sila No 10 Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Ahad (5/7) sore.

Kerja Sama Antaragama, Yenny Wahid: Inilah Kekuatan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kerja Sama Antaragama, Yenny Wahid: Inilah Kekuatan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kerja Sama Antaragama, Yenny Wahid: Inilah Kekuatan Indonesia

“Saya melihat ada keinginan untuk saling membantu antarsesama penganut agama. Inilah kekuatan Indonesia. Ini harus terus kita perjuangkan agar tidak pernah hilang dari bumi Nusantara,” ujar Wakil Sekretaris PP Muslimat NU ini.

Acara tersebut, lanjut Yenny, merupakan bentuk kerja sama antara Yayasan Puan Amal Hayati yang dipimpin Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid bekerja sama dengan PERDUKI. “Bukan Perdukunan Indonesia lho yaa,” candanya sembari tertawa riang.

Yenny menambahkan, setiap bulan Ramadhan masyarakat memiliki banyak kebutuhan yang sangat tinggi. Sementara harga barang seperti sembako (sembilan bahan pokok) cenderung naik. Lalu, ada keinginan untuk membantu masyarakat agar mereka bisa membeli barang-barang dengan harga murah.

Saat ditanya tentang diskon harga yang sangat murah, Yenny menjawab lebih dari separo harga. “Lebih, Mas. Saya nggak tau berapa persennya, cuma yang jelas murah sekali memang. Mestinya perpaket yang harganya 50 ribu, di sini dijual 20 ribu. Bahkan ada yang cuma 10 ribu,” ujarnya.

PMII Cabang Tegal

Menurut putri kedua Gus Dur ini, bazar memang dijadikan wahana berbagi kepada masyarakat. “Ini memang hanya untuk masyarakat sekitar sini. Jadi, ini upaya untuk berbagi aja,” tandas pemilik nama lengkap Zannuba Arifah Chafsoh ini.

PMII Cabang Tegal

Yenny Wahid sangat terharu lantaran ada pihak di kalangan nonmuslim yang sangat peduli dengan masyarakat Ciganjur yang masuk kategori kaum lemah. “Kami berterima kasih karena dari umat agama lain punya kepedulian kepada kaum mustadh’afin,” ujarnya.

Yenny berharap, bazar ini terus diadakan tidak hanya di satu tempat. Namun juga di tempat lainnya. “Terus bergulir. Bukan cuma di Ciganjur. Tapi juga di banyak tempat. Semoga bisa kita lakukan itu,” harapnya. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian PMII Cabang Tegal

Kiai Manshur Popongan, Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah

KH Muhammad Manshur, adalah pendiri Pondok Pesantren Popongan, Dusun Popongan, Desa Tegalgondo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Kiai Manshur adalah putera Syaikh Muhammad Abdul Hadi Giri Kusumo, seorang mursyid Tarekat Naqsyabandiyah-Khalidiyah di Giri Kusumo Mranggen Demak.

Berdasarkan cerita yang berkembang. pada prosesi pemakaman Mbah Hadi, terjadi sebuah fenomena khariqul “addah (aneh, luar biasa), yakni ada batu besar yang berada dekat calon makam Mbah Hadi. Seluruh pelayat tidak mampu menyingkirkan batu tersebut. Setelah Mbah Kiai Manshur datang, maka batu tersebut diangkatnya sendiri.

Mbah Manshur belajar agama kepada orang tuanya sendiri, yaitu Syaikh Muhammad Hadi Girikusumo. Ketika remaja, ia belajar Islam dan nyantri di Pondok Pesantren Jamsaren Surakarta yang diasuh oleh Kiai Idris, sebuah pesantren tua yang pendiriannya dipelopori oleh Kraton Kasunanan Surakarta. Manshur muda kemudian mendirikan pesantren di Dusun Popongan Klaten, 20 KM dari Jamsaren Surakarta.

Kiai Manshur Popongan, Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Manshur Popongan, Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Manshur Popongan, Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah

Kedatangan Mbah Manshur di Popongan bukan sebuah kebetulan. Sebelum ke Popongan, Klaten, Mbah Manshur sengaja dikirim oleh Mbah Hadi untuk belajar di Jamsaren, dan dalam perkembangannya menemukan Popongan sebagai tempat dakwah, pendidikan, dan pengembangan Islam, khususnya

Para santri dan sesepuh Dusun Popongan menceritakan bahwa kedatangan Mbah Manshur di Popongan bermula ketika Manshur muda di ambil menantu oleh seorang petani kaya di Popongan yang bernama Haji Fadlil. Manshur muda dinikahkan dengan Nyai Maryam (Nyai Kamilah) bintu Fadlil pada tahun 1918. Karena Manshur merupakan alumni pondok pesantren, maka Haji Fadhil memintanya mengajarkan agama di Popongan. Dari pernikahan itu melahirkan Masjfufah, Imro’ah, Muyassaroh, Muhibbin, dan Muqarrabin, dan Irfan. Dari putrinya Nyai Masjfufah binti Manshur yang dinikah Haji Mukri, lahirlah Salman Dahlawi, yang kelak meneruskan estafet keemimpinan pesantren dan Tarekat Naqsyabandiyah.

Sebelum didirikan pondok pesantren, Mbah Manshur mengajar ngaji masyarakat Popongan. Para santri awal Mbah Manshur sangat sedikit, dan hanya membentuk halaqah kecil. Setelah beberapa tahun kemudian santri yang dating mulai banyak dan dari berbagai daerah sehingga Haji Fadlil berinisiatif untuk mendirikan bangunan yang layak untuk pemondokan dan masjid.

PMII Cabang Tegal

Pembangunan pondok pesantren dan masjid dilakukan secara swasembada dan gotong royong. Batu fondasi diperoleh oleh para santri dari Sungai Jebol, sebuah sungai yang terletak di sebelah selatan Dusun Popongan. Adapun pasir diambil dari Sungai tegalgondo, sebelah utara Dusun Popongan.

Sebagai tokoh yang kaya, Haji Fadhil sendiri yang banyak menyumbang pendirian pesantren yang kelak diasuh oleh menantunya tersebut. Mbah Kiai Muslimin, menceritakan bahwa pembangunan pesantren dilakukan secara gotong royong, sebagian memang mengambil tukang profesional. Pondok Pesantren Popongan resmi didirikan oleh Mbah Manshur pada tahun 1926. Pada tahun yang sama, Mbah Manshur membangun Masjid Popongan.

Pondok Pesantren Popongan, pada masa kepemimpinan cucunya, Kiai Salman Dahlawi, tanggal 21 Juni 1980, namanya diubah menjadi Pondok Pesantren Al-Manshur Popongan. Dusun Popongan kemudian menjadi pusat dakwah dan pendidikan Islam, di samping menjadi pusat suluk Tarekat Naqsyabandiyah.

PMII Cabang Tegal

Jaringan Tarekat Mbah Manshur dikembangkan dari Mbah Hadi dengan silsilah sebagai berikut: Kiai Manshur, dari Syekh Muhammad Hadi Bin Muhammad Thohir, dari Syaikh Sulaiman Zuhdi, dari Syaikh Ismail Al Barusi, dari Syaikh Sulaiman Al Quraini, dari dari Syaikh Ad Dahlawi, dari Syaikh Habibullah, dari Syaikh Nur Muhammad Al Badwani, dari Syaikh Syaifudin, dari Syaikh Muhammad Ma’sum, dari Syaikh Ahmad Al Faruqi, dari Syaikh Ahmad Al Baqi’ Billah, dari Syaikh Muhammad Al Khawaliji, dari Syaikh Darwisy Muhammad, dari Syaikh Muhammad Az Zuhdi, dari Syaikh Ya’kub Al Jarkhi, dari Syaikh Muhammad Bin Alaudin Al Athour, dari Syaikh Muhammad Bahaudin An Naqsabandy, dari Syaikh Amir Khulal, dari Syaikh Muhammad Baba As-Syamsi, dari Syaikh Ali Ar Rumaitini, dari Syaikh Mahmud Al Injiri Faqhnawi, dari Syaikh Arif Riwikari, dari Syaikh Abdul kholiq al Ghajwani, dari Syaikh Yusuf Al Hamadani, dari Syaikh Abi Ali Fadhal, dari Syaikh Abu Hasan Al Kharwani, dari Syaikh Abu Yazid Thaifur Al Busthoni, dari Syaikh Ja’far Shodiq, dari Syaikh Qosim Muhammad, dari Syaikh Sayyid Salman al Farisi, dari Abu Bakar Ash-Shidiq, dari Nabi Muhammad

Mbah Hadi mengangkat Kiai Manshur dan Kiai Zahid sebagai mursyid tarekat Dari Kiai Zahid, tarekat berkembang di Pantai Utara Jawa, diteruskan oleh Kiai Zuhri, dilanjutkan oleh Kiai Munif. Adapun Mbah Manshur menyebarkan tarekat melalui para badal, di antaranya ada yang sudah menjadi mursyid, yaitu Kiai Arwani (Kudus), Kiai Salman Popongan (Klaten) yang dilanjutkan oleh Gus Multazam, dan Kiai Abdul Mi’raj (Candisari Demak) yang dilanjutkan oleh Kiai Khalil.

Selain dikembangkan oleh para mursyid yang menjadi murid Mbah Manshur, Tarekat Naqsyabandiyah juga dikembangkan di Kauman Surakarta oleh seorang murid perempuan Mbah Manshur, yaitu Nyai Muharromah (Nyai Soelomo Resoatmodjo). Selain di Popongan, Mbah Manshur juga mendirikan pusat latihan spiritual Tarekat Naqsyabandiyah di Kauman Surakarta. Sejak Mbah Manshur memiliki rumah di Kauman Surakarta, maka tarekat Naqsyabandiyah juga berkembang di kota santri tersebut. Rumah Mbah Manshur di Kauman tersebut dibangun oleh muridnya yang bernama Muslimin dan dibantu oleh Salman muda, cucu kesayangan Mbah Manshur. Mbah Muslimin inilah yang sejak awal sudah menjadi penderek (pengikut) Mbah Manshur, dan menjadi teman karib Kiai Salman, sejak kecil sampai meninggalnya.

Di Popongan sendiri, estafet kepemimpinan pondok pesantren dan Tarekat Naqsyabandiyah dipegang oleh Kiai Salman, cucunya Para putera-puteri Mbah Manshur tidak ada yang melanjutkan estafet kepemimpinan tarekat, tetapi lebih suka menekuni dunia perdagangan, mengikuti jejak kakeknya, Mbah Haji Fadhil.

Dalam mengembangkan jaringan Tarekat Naqsyabandiyah, Mbah Manshur dibantu oleh Kiai Arwani Kudus dan Kiai Abdul Mi’raj (Candisari Semarang). Di Popongan, Mbah Manshur dibantu oleh banyak santri dan jama’ahnya dalam mengembangkan Islam dan jaringan Tarekat Naqsyabandiyah.

Mbah Manshur termasuk Kiai sepuh yang disegani, bukan saja oleh para santri dan jama’ahnya, tetapi juga oleh masyarakat umum, bahkan oleh para sejawatnya dari kalangan Kiai. Setelah pondok pesantren berdiri, Mbah Manshur bukan saja kedatangan tamu yang mau mengaji saja, tetapi juga tamu-tamu umum yang bermaksud bersilaturrahmi dan ngalap berkah. Karisma Mbah Mansur pun semakin meningkat dan menjadi Kiai popular di kalangan masyarakat Klaten, Surakarta, Semarang, Jawa Tengah pada umumnya, dan Yogyakarta.

Kiai Munawwir, pendiri Pondok Pesantren Krayak Yogyakarta, adalah termasuk murid Mbah Manshur di Yogyakarta. Walaupun tidak menjadi mursyid tarekat, Kiai Munawwir menjadi bagian penting dalam perjuangan Mbah Manshur. Ketika Kiai Munawwir meninggal tahun 1942, Mbah Manshur menghadiri acara ta’ziyah dan menjadi imam shalat jenazah.

Mbah Manshur juga menjalin hubungan baik dengan Mbah Siroj, Panularan Surakarta, dan Mbah Ahmad Umar bin Abdul Mannan Mangkuyudan Surakarta. Kedekatan dengan Kiai Ahmad Umar ditunjukkan dengan pembertian nama Al-Muayyad oleh Mbah Manshur untuk nama pondok pesantren di Mangkuyudan yang dirintis Mbah Kiai Abdul Mannan pada tahun 1930. Al-Muayyad berarti yang dikuatkan, artinya bahwa pondok pesantren tersebut dikuatkan oleh kaum muslimin di Surakarta dan sekitarnya.

Mbah Manshur wafat tahun 1955. Setiap tahun Pondok Pesantren Al-Manshur Popongan dan Baqni Manshur mengadakan acara haul yang dihadiri oleh ribuan orang. Pada tahun 2013 ini, haul Mbah Manshur sudah sampai yang ke 58. Setelah Mbah Manshur wafat, estafet kepemimpinan pesantren dan tarekat dipegang oleh cucunya, Kiai Salman, dan mulai tahun 2013, kepemimpinan dipegang oleh Gus Multazam bin Salman Dahlawi.

Menurut informasi dari banyak sumber, Mbah Manshur menyusun lafaz do’a bagi para santri sebelum membaca Al-Qur’an. Lafaz do’a itu dipasang di Madrasah (sebutan salah satu gedung pengajian di Pondok Pesantren Al-Manshur, tepat di depan Ndalem yang ditinggali Mbah Manshur). Lafaz doa tersebut menjadi kharakter khas bacaan bagi santri-santri Pondok Pesantren Al-Manshur Popongan sampai deweasa ini.

Lafaz tersebut berbunyi:

Allahumma bil haqqi anzaltahu wa bil haqqi nazal

Allahumma Adzdzim rughbatii fiih

Waj’alhu nuuran li bashorii

Wasyifaa’an li shodrii

Wadzahaban lihammii wa huznii

Allahumma zayyin bihii lisaanii

Wajammil bihii wajhii

Waqawwi bihii jasadii Watsaqqil bihii miizaani

Waqawwinii ‘alaa thaa’atika wa athraafan nahaar

Setiap santri Al-Manshur Popongan mesti hafal do’a tersebut, karena doa karya Mbah Manshur itu selalu dibaca sebelum mengaji Al-Qur’an, baik pengajian AL-Qur’an setelah maghrib, setelah subuh, maupun setelah dhuhur.

Selain itu, beberapa sumber menyebutkan bahwa Syi’ir Tanpo Waton yang dipopulerkan Gus Dur diambil dari Pondok Sepuh di Pondok Pesantren Al-Manshur Popongan. Tetapi dalam pengalaman penulis yang 3 tahun nyantri di Popongan, belum pernah mendengar puji-pujian syi’ir terserbut, khususnya lafaz yang berbahasa jawa Adapun lafaz dengan bahasa Arab merupakan lafaz yang popular dan banyak dipahami masyarakat di berbagai daerah.

?

Syamsul Bakri, Ketua Lakpesdam-NU Klaten, Pengasuh Pesantren Darul Afkar Klaten, dan Dosen IAIN Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nasional, Kajian PMII Cabang Tegal

Minggu, 05 November 2017

Usai Makesta, IPNU-IPPNU Jakpus Ziarahi Uje

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Puluhan peserta kaderisasi awal atau Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Admistrasi Jakarta Pusat melakukan long macrh untuk berziarah ke makam ustad Jefry Al-Buckhori atau Uje di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bivak Jakarta Pusat.

Pembacaan tahlil di pimpin langsung oleh Pengurus IPNU Jakpus ustadz Akhmil Wathoni,  putra (alm) KH Anshori yang pernah menjabat sebagai pengurus PWNU DKI Jakarta itu. 

Usai Makesta, IPNU-IPPNU Jakpus Ziarahi Uje (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Makesta, IPNU-IPPNU Jakpus Ziarahi Uje (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Makesta, IPNU-IPPNU Jakpus Ziarahi Uje

“Ziarah ini sebagai wujud kader IPNU untuk menghormati peran Uje sebagai muballigh yang baik,” ujar Wathoni. “ Apalagi Uje juga dikenal sebagai salah satu ketua Asosiasi Bina Haji NU di bidang dakwah,” tambahnya.

PMII Cabang Tegal

Makesta sendiri diadakan di Kantor Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat, (28/4). Acara Pembukaan Makesta Road Show ini dihadiri oleh wakil ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama DKI Jakarta Drs. H. Muallif, ZA, Pengurus PP IPNU rekan Rendra Yuniardi dan Abdul Majid, Ketua PW IPNU rekan Muhammad Said dan ketua PW IPPNU DKI Jakarta rekan Nur Laila serta pelajar-pelajar NU se-kecamatan Tanah Abang.

Ketua PW IPNU rekan Muhammad Said membuka acara makesta. Dalam sambutannya  ia  mensupport dan mengapresiasi kepada pelajar-pelajar NU di Jakarta, khususnya kecamatan Tanah Abang yang mau meyempatkan hadir di hari minggu dan mengikuti acara ini dari pagi sampai sore. Padahal seharusnya mereka libur dan beristirahat dengan keluarga. Tetapi mereka mau hadir untuk Tholabul Ilmi (mencari ilmu), menambah wawasan dan mempelajari NU baik segi keorganisasian maupun keaswajaan.  

PMII Cabang Tegal

Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta, Drs, H. Muallif, ZA sekaligus sebagai salah satu narasumber dengan materi ke-NU-an dalam acara ini, beliau mengatakan IPNU adalah kader NU yang paling awal, seusia pelajarpun NU sudah diperkenalkan, baik dalam bidang  struktur organisai, maupun faham-faham keilmuan yang berlandaskan Ahlussunaah Wal Jamaah Ala Thariqatin An-Nahdliyah.

“Kita-kita ini sudah tua, umur tiada yang tahu, Allah yang tentukan. Kalian ini adalah generasi kader-kader Nahdlatul Ulama kedepannya, IPNU sekarang adalah NU masa depan”, tambahnya yang juga wakil ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa DKI Jakarta.

Ketua PC IPPNU Jakarta Pusat Siti Syarifa Amini, mengatakan dalam sambutannya bahwa makesta ini adalah makesta yang terakhir, setelah diselenggarakan di delapan kecamatan Se-Jakarta Pusat. Alhamdulillah masing-masing kecamatan sudah terbentuk Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC). Agenda kita setelah ini adalah pelantikan PAC IPNU-IPPNU Se-Jakarta Pusat yang Insya Allah bertempat di Kecamatan Senen.

Tujuan Makesta ini adalah untuk memperkenalkan organisasi IPNU dan IPPNU kepada peserta, menanamkan ideology Ahlussunaah Wal Jamaah Ala Thariqatin An-Nahdliyah, dan memberi stimulus peserta untuk selalu belajar, berjuang dan bertaqwa. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Anshori 

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock