Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

Peduli Lingkungan, SMA Al-Muayyad Sambangi Kampung

Sukoharjo, PMII Cabang Tegal. Memanfaatkan jeda di akhir semester pertama ini, SMA Al-Muayyad Surakarta (SMALTA) mengadakan kegiatan kunjungan ke masyarakat. Kegiatan yang sudah berjalan untuk kedua kalinya ini diadakan di Desa Banmati, Kabupaten Sukoharjo.

Di tempat tersebut, para siswa yang notabene merupakan santri pondok, diajak untuk lebih dekat dan peduli kepada masyarakat. “Kami ingin dari kegiatan ini, para santri lebih mengenal kehidupan dan peduli dalam bermasyarakat. Sehingga nanti ketika mereka terjun ke masyarakat, mereka bisa lebih siap,” terang salah satu guru SMALTA, Muhammad Misbah kepada PMII Cabang Tegal, Senin (22/12).

Peduli Lingkungan, SMA Al-Muayyad Sambangi Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Lingkungan, SMA Al-Muayyad Sambangi Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Lingkungan, SMA Al-Muayyad Sambangi Kampung

Kegiatan yang dilakukan santri diawali dengan kerja bakti lingkungan. Para siswa ditugaskan untuk membersihkan jalanan kampung dan sebagian di halaman rumah warga. “Acara kerja bakti sampai siang kemudian bada Ashar dilanjut Muqoddaman dan bada Isya ditutup dengan acara pengajian bersama warga,” papar Misbah.

PMII Cabang Tegal

Seorang siswi, Dina Qoyyima, menuturkan, kegiatan kunjungan ke kampung ini memberikan banyak manfaat. “Semoga kelakm kami mampu mengapresiasikan apa yang telah di ajarkan di pondok pesantren sesuai dengan keadaan lingkungan sekitar. Serta nilai yang terkandung dalam acara ini adalah kekeluargaan, kekompakan dan religius,” ujar siswi kelas XII IPA itu. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Lomba PMII Cabang Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Wakil Rais NU Jateng Minta Kantor DPD Dibuka untuk Publik

Semarang, PMII Cabang Tegal - Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah Muhammad Adnan merasa galau atas kurang dikenalnya lembaga legislatif bernama Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (Fisip Undip) ini prihatin mengapa tidak hanya orang awam yang kurang mengenal DPD. Sewaktu ia mencoba menanyakan kepada mahasiswa, ternyata ada yang masih belum begitu mengetahui tentang lembaga perwakilan daerah yang kalau di Amerika populer dengan sebutan "senat" tersebut.

“Di negeri kita ada lembaga legislatif selain DPR. Yaitu DPD. Tapi masyarakat banyak yang belum mengenalnya. Bahkan mahasiswa pun ada yang masih kurang mengetahui,” tuturnya saat menjadi pembicara dalam Sosialisasi Kelembagan DPD RI di Aula Fisip Undip, baru-baru ini.

Wakil Rais NU Jateng Minta Kantor DPD Dibuka untuk Publik (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Rais NU Jateng Minta Kantor DPD Dibuka untuk Publik (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Rais NU Jateng Minta Kantor DPD Dibuka untuk Publik

Acara tersebut diselenggarakan oleh DPD RI Jateng yang dihadiri oleh salah satu anggotanya, Ahmad Muqowwam. Pembicara selain Adnan ialah Dosen Ilmu Pemerintahan Fisip Undip Priyatno Harsasto. Kurang lebih 300 mahasiswa Undip dan utusan lembaga lain menghadiri acara tersebut.

Adanan mengusulkan agar Jawa Tengah mempelopori pemanfaatan kantor DPD yang ada di Jalan Imam Bonjol Semarang untuk umum. Siapa pun boleh datang mencari informasi, bertemu wakil daerahnya atau memakai gedung tersebut untuk keperluan yang bermanfaat. Secara khusus mantan ketua PWNU Jateng dua periode yang pernah nyalon Wakil Gubernur Jateng ini meminta Ahmad Muqowwam merealisasikan usulannya itu.

PMII Cabang Tegal

“Pak Muqowwam, saya mohon Jateng menjadi pelopor. Buka saja kantor DPD untuk publik. Agar rakyat kenal wakil daerahnya. Agar seperti orang Amerika mengenal senator mereka,” tuturnya dengan nada canda.

PMII Cabang Tegal

Priyatno Harsasto dalam paparannya menimpali, bahwa tidak hanya mahasiswa yang perlu mengenal DPD. Para dosen pun menurutnya masih perlu mengenal DPD, agar ketika memberikan materi kuliah bisa lengkap dan akurat.

Sopir Taksi Mengira Kantor Organda

Anggota DPD RI asal Jateng Ahmad Muqowwam ketika berbicara menceritakan, ia punya pengalaman lucu ketika naik taksi di Jakarta hendak menuju kantornya di Senayan.? Kala menaiki taksi dan meminta diantar ke kantor DPD, sopir mengira yang dimaksud adalah Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Angkutan Darat (DPD Organda).

“Tolong? saya diantar ke kantor DPD ya Pak,” ucap Muqowwam begitu menutup pintu taksi. Sopir pun bertanya: “DPD Organda DKI ya Pak?”

Pengalaman lain, sopir taksi mengira DPD itu kantor partai. Ketika ia menumpang taksi dan memberi perintah yang sama, sopir bertanya: “DPD yang bapak tuju itu DPD PDI P apa DPD Golkar?”

Muqowwam mengaku tersenyum geli sekaligus prihatin, betapa tidak dikenalnya lembaga tempat dia menjadi senator. Hadirin kompak tertawa riuh saat ia menceritakan? kisah lucu itu.

“Gerrrr…. Hahahaa….” Seru hadirin seperti koor. (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kyai, Sejarah, Lomba PMII Cabang Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

PMII Cirebon Gelar Sekolah Cinta Perdamaian

Cirebon, PMII Cabang Tegal. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cirebon menggelar Sekolah Cinta Perdamaian (Setaman) bekerja sama dengan Fahmina Institute di Pesantren Salafiyah Bode Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (26/10). Acara ini dihadiri puluhan anggota dan kader perwakilan dari setiap komisariat dan perwakilan pesantren.

M. Yazidul Ulum, Ketua PC. PMII Cirebon, mengatakan Sekolah Cinta Perdamaian ini bermaksud mengajak para mahasiswa untuk menjadi penggerak perdamaian di lingkungan masing-masing. “Penggerak perdamaian dimulai dari lingkungan terkecil menebarkan damai, yang jika terus-menerus dilakukan akan semakin luas perdamaian yang kita harapkan,” kata Yazid.

PMII Cirebon Gelar Sekolah Cinta Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Cirebon Gelar Sekolah Cinta Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Cirebon Gelar Sekolah Cinta Perdamaian

Beberapa materi disampaikan dalam Setaman ini oleh KH. Marzuki Wahid, Rosidin, Alifatul Arifiati, dan Abdul Rosidi. “Lain dulu lain sekarang, dulu perbedaan dijadikan kekuatan untuk memajukan negara-bangsa, sekarang ini banyak sekali konflik kekerasan, tawuran, saling mengejek, bullying antar kelompok karena satu kelompok dianggap berbeda oleh kelompok yang lain. Seolah-olah kita sudah kehilangan akar kebangsaan kita yang menjunjung tinggi perdamaian,” jelas Marzuki Wahid yang menyampaikan materi Sejarah pembentukan Negara-bangsa Indonesia.

PMII Cabang Tegal

Sementara Rosidin, salah satu narasumber, menyampaikan, konflik yang terjadi akibat perbedaan pandangan khususnya terkait agama banyak terjadi di sekeliling kita. “Kita harus memahami konflik sebagai sesuatu yang positif. Konflik akibat perbedaan paham keagamaan? ? bisa diselesaikan. Beragam jenis kelamin, suku, etnis, bahasa justru menjadi kekuatan untuk bergandengan tangan. Kita mesti damai dalam perbedaan,” ungkap Direktur Fahmina Institute yang menyampaikan materi Memahami Konflik, Membangun Perdamaian.

Sedangkan materi Internet Positif dan Menulis Cinta Damai disampaikan oleh Abdul Rosidi. Rosidi mengatakan fenomena maraknya berita, tulisan, gambar, dan video yang berhamburan di dunia maya sangat membahayakan.

PMII Cabang Tegal

“Sudah saatnya kita menulis dan mengkampanyekan perdamaian lewat internet apalagi media sosial (medsos). Anak muda atau mahasiswa sekarang lebih memilih internet sebagai alat untuk mencari atau menrima informasi. Jadi internet ini bisa menjadi pilihan untuk menyampaikan ide-ide dan gagasan dalam mengkampanyekan perdamaian,” tandas Redaktur Fajar Cirebon Online. (Ayub Al Ansori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Lomba, Habib, Pesantren PMII Cabang Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

IPPNU Siapkan Pelantikan Pengurus Baru

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) tengah mempersiapkan waktu dan tempat pelantikan pengurus baru pengurus PP IPPNU hasil pemilihan kongres ke-XVI di Pelembang akhir 2012 lalu.



IPPNU Siapkan Pelantikan Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Siapkan Pelantikan Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Siapkan Pelantikan Pengurus Baru

Demikian dikatakan oleh Sekretaris Umum PP IPPNU Wildatus Tsururoh kepada PMII Cabang Tegal per telepon, Senin (11/3) petang.

Menurut Wilda, kemungkinan pelantikan pengurus baru akan jatuh pada tanggal 15 Maret 2013. Karena, PP IPPNU mengikuti jadwal kosong Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang baru pulang umroh tanggal 11 Maret ini.

“Kita rencananya mengambil tempat di Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini, Jakarta Pusat. Namun, jadwal kegiatan di TIM sudah penuh pada tanggal rencana pelantikan,” kata Wilda.

PMII Cabang Tegal

Karenanya, jajaran panitia pelantikan kini memiliki dua alternatif tempat, Hotel Akasia dan Perpustakaan Nasional. Kita akan mempertimbangkan kembali tempat yang cocok untuk pelantikan ke depan, tambah Wilda.

Pelatikan pengurus PP IPPNU masa bakti 2012-2015 meleset dari jadwal semula, awal Maret 2013. Perubahan jadwal pelantikan disebabkan antara lain penyesuaian dengan jadwal tamu undangan.

PMII Cabang Tegal

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Fragmen, Sholawat, Lomba PMII Cabang Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

PMII Purworejo Bimbing Calon Aktivis Sosial

Purworejo, PMII Cabang Tegal. Pengurus PMII Purworejo menggelar Training Of Fasilitator (TOF) selama tiga hari, Kamis-Sabtu (29-31/1) di desa Cuweran Lor kecamatan Loano, Purworejo. Sedikitnya 38 kader PMII dari tiga komisariat mengikuti pelatihan yang didampingi instruktur dari Semarang dan Yogyakarta. Mereka dibekali perangkat yang cukup untuk memecahkan persoalan di masayarakat.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi sistem kaderisasi informal yang sudah menjadi program kerja organisasi. Training ini sangat penting dan dibutuhkan oleh kader agar mereka menjadi terampil saat berbicara didepan umum," kata ketua panitia M Fadli, Jumat (30/1).

PMII Purworejo Bimbing Calon Aktivis Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Purworejo Bimbing Calon Aktivis Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Purworejo Bimbing Calon Aktivis Sosial

Kegiatan yang mengambil tema “Metodologi Pelatihan Fungsi dan Peranan Fasilitator Transformatif” ini justru sangat dibutuhkan oleh para peserta ketika telah selesai kuliah dan membaur bersama di tengah masyarakat terutama saat melakukan sebuah advokasi terhadap sebuah persoalan yang terjadi di masyakarat.

PMII Cabang Tegal

"Mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial untuk terus mengawal sebuah perubahan. Tanpa mengusai teknik fasilitasi ini tentu hasilnya tidak akan maksimal," tambahnya.

PMII Cabang Tegal

Sementara itu, Ketua PMII Purworejo Muhamad Arifin mengatakan, kaderisasi baik formal, non formal, maupun informal merupakan upaya pembentukan kader yang mampu menjawab tantangan zaman.

"Padahal pendidikan yang seharusnya dapat dijadikan sebagai ? mediasi transformasi sosial guna menciptakan tatanan masyarakat yang lebih adil justru kini berlaku sebaliknya. Maka forum-forum training seperti ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada kader serta mengembalikan pendidikan kepada ril yang sesungguhnya," tandasnya.

Lebih lanjut Arifin berharap, usai pelatihan ini para alumni mampu memberikan warna baru dalam hal wacana ataupun pengetahuan guna memberikan daya dorong para pengkaderan di lingkup kampus mengingat semakin parahnya nalar mahasiswa yang cenderung malas berorganisasi.

"Kenyataan hari ini kita dihadapkan pada sikap mahasiswa kebanyakan yang tidak lagi memiliki jiwa sosial yang tinggi bahkan cenderung hedonis. Kuliah hanya dijadikan sebagai mode dan tren untuk menunjukkan status sosial kepada masyarakat lain. Ini yang sebenarnya juga menjadi tantangan para kader setelah mereka selesai mengikuti training ini," katanya. (Lukman Hakim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pahlawan, Quote, Lomba PMII Cabang Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Betapa Zalimnya Bulog!

Yogyakarta, PMII Cabang Tegal. Kinerja pengadaan beras Badan Urusan Logistik (Bulog) mengalami kemunduran dari waktu ke waktu. Anehnya, hal itu justru menjadi alasan untuk mengimpor beras, dan para menteri ekonomi pun sepakat. Akhir September atau awal Oktober ini dipastikan 210 ribu ton beras impor akan mengacaukan harga beras nasional.

Berdasarkan data dari Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) Universitas Gadjah Mada (UGM), pada 2006 stok beras Bulog mengalami penurunan drastis. Untuk Mei 2006 terjadi under stok. Lepas panen raya stok Bulog cuma 1.480.965 ton. Padahal pada 2005 bulog punya cadangan beras sebesar 1.827.388 ton dan pada 2004 sebesar 2.626.867 ton.

Betapa Zalimnya Bulog! (Sumber Gambar : Nu Online)
Betapa Zalimnya Bulog! (Sumber Gambar : Nu Online)

Betapa Zalimnya Bulog!

“Ini fakta dasar. Bulog sendiri yang kemudian mengusulkan untuk impor, dan para menteri setuju,” kata Peneliti PSPK UGM yang juga Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta KH. Mochamad Maksum kepada PMII Cabang Tegal, Jum’at (8/9).

Hasil kalkulus baru pengadaan beras bulog Januari 2006 sampai Agustus 2006 hanya berhasil 60,14 persen saja. Dari rencana 2.065.000 ton hanya terealisir 1.242.254 ton.

“Masalahnya Jelas. Kinerja pangan disengaja jelek agar pantas akhir 2006 ini dapat legitimasi impor. Ini sangat bodoh. Gagal stok kog malah impor. Begini kog ya ditolelir. Banyak indikasi yang menunjukkan betapa zalim dan bodohnya Bulog," kata Maksum.

PMII Cabang Tegal

Dikatakannya, hal paling ditakutkan para petani adalah dampak psikologisnya impor beras itu di pasaran. Jumlah 210 ribu ton itu tidak seberapa jika dibanding dengan surplus beras di Jawa tengah tahun ini, misalnya, yang berkisar sampai 1,5 juta ton.

“Gara-gara impor yang jumlahnya tidak seberapa itu harga harga beras dimana-mana anjlok. Di beberapa daerah ada yang harganya turun sampai Rp 400-Rp 450 per kg,” kata Maksum.

Selain itu dari pengalaman impor selama ini banyak oknum yang mendompleng kebijakan itu. Jumlah beras impor ilegal yang dimasukkan eksportir yang mendompleng kebijakan itu bisa menjadi beberapa kali lipat dari kuota impor pemerintah.

Begini-ini yang menjadi biang utamanya adalah Bulog. Jadi secra fungsional diragukan managemennya, ya dibubarkan saja atau direformasi lembaganya,” ujar Maksum. (nam)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kyai, Lomba, Nasional PMII Cabang Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Tim Kirab Resolusi Jihad Awali Perjalanan dari Banyuwangi

Banyuwangi, PMII Cabang Tegal. Setelah menempuh perjalanan dengan kereta api selama hampir dua belas jam, Tim Kirab Resolusi Jihad 2016 yang diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen Jakarta, tiba di Stasiun Gubeng Surabaya, Selasa (11/10) pukul 23.40 WIB.

Tim Kirab Resolusi Jihad Awali Perjalanan dari Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Kirab Resolusi Jihad Awali Perjalanan dari Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Kirab Resolusi Jihad Awali Perjalanan dari Banyuwangi

Empat jam berikutnya, Rabu (12/10) pagi, anggota tim yang berjumlah 67 orang, meneruskan perjalanannya ke Banyuwangi, masih dengan transportasi kereta api.

Stasiun Kalibaru adalah stasiun tujuan tim. Sebelum jam sebelas siang, tim tiba di sana. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, menyambut Tim Kirab Resolusi Jihad.

Dari Stasiun Kalibaru, tim dibagi dalam tiga bus, untuk meneruskan perjalanan ke Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Banyuwangi. Pondok Pesantren yang didirikan pada 1951 ini, menjadi lokasi pelepasan tim Kirab Resolusi Jihad 2016 pada esok harinya.?

PMII Cabang Tegal

Tim tiba di pondok pesantren yang saat ini memiliki 6000 santri itu sekira setengah jam sebelum tiba waktu dzuhur. Tim segera menikmati makan siang yang disediakan panitia lokal.

Anggota tim menikmati waktu istirahat yang cukup lama yakni hingga waktu Maghrib. Setelah sholat Isya, barulah tim disibukkan dalam sejumlah kegiatan. Pertama adalah sowan ke pengasuh pondok pesantren. Peserta perempuan sowan kepada Ibu Nyai Handariyatul Masruroh.

Syam, peserta perwakilan dari Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWP PBNU), menceritakan salah satu pesan Nyai Masruroh bahwa menjadi santri tidak boleh malu. Dahulu, santri diidentikkan dengan pribadi yang tidak tahu apa-apa. Namun sekarang tidak lagi.

PMII Cabang Tegal

“Ruh pesantren ada pada tafaqquh fiddin (memperdalam ilmu-ilmu agama). Oleh sebab itu lembaga pendidikan Islam seperti madrasah dan pesantren yang menjadi titik awal pendidikan, harus dikembangkan,” ujar Nyai Masruroh.

Sementara itu, peserta pria melakukan sowan kepada KH Ahmad Hisyam Syafaat. Kepada peserta, Kiai Hisyam mengatakan peran NU dan pesantren dalam perjuangan kemerdekaan sangat besar. Sayangnya perhatian dari negara terhadap pesantren belum maksimal.?

Walaupun demikian, NU dan pesantren akan tetap berjuang untuk membela NKRI, dengan terus menjaga dan mengembangkan ? tradisi keilmuan yang ada di pesantren. Kiai Hisyam menegaskan membela NKRI merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.

Setelah melakukan sowan, tim kembali bergabung untuk melakukan ziarah ke makam para pendahulu dan pendiri pesantren, yang masih terletak di area pesantren. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Berita, Lomba PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock