Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Menaker Bacakan Puisi Karya Soekarno

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri unjuk kebolehan membaca puisi saat menghadiri agenda Hari Puisi Indonesia Tahun 2017 di Graha Bhakti Kebudayaan Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (3/10) malam.

Bagi Menteri Hanif, puisi merupakan sebuah bagian yang tidak terpisahkan dari realita kehidupan manusia. Oleh karena iu, Hanif mendukung agar proses berpuisi terus dikembangkan dan dilestarikan. 

"Karena disana mengalir realita yang metaforik. Kemudian metafora yang realistik. Kemudian di sana ada etika dan juga estetika," kata Menaker.

Menaker Bacakan Puisi Karya Soekarno (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Bacakan Puisi Karya Soekarno (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Bacakan Puisi Karya Soekarno

Pada kesempatan tersebut, Menaker pun turut membacakan puisi "Berpedomanlah Pada Cita-cita" karya Ir. Soekarno.

Melalui puisi karya Soekarno ini, Menaker mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk optimis menghadapi tantangan-tantangan masa depan.

"Saatnya kita sebagai bangsa melihat ke depan, penuh optimisme, bekerja keras," ujarnya.

PMII Cabang Tegal

Berikut adalah sepenggal puisi karya presiden pertama Indonesia tersebut:

 

PMII Cabang Tegal

Berpedomanlah Pada Cita-cita

Ir. Soekarno

Ya, kita hidup dalam dunia yang penuh ketakutan

kehidupan manusia sekarang digerogoti

dan dijadikan pahit-getir oleh rasa ketakutan

Ketakutan akan hari depan

ketakutan akan bom hidrogen

ketakutan akan ideologi-ideologi

Mungkin rasa takut itu

pada hakekatnya merupakan bahaya yang

lebih besar daripada bahaya itu sendiri

Sebab rasa takutlah yang

mendorong orang berbuat tolol

berbuat tanpa berpikir

berbuat hal yang membahayakan

Dalam permusyawaratan Tuan-tuan

saya minta, jangan kiranya Tuan-tuan

terpengaruh oleh ketakutan itu

Sebab ketakutan adalah zat asam

yang mencapkan perbuatan manusia

menjadi pola yang aneh-aneh

Berpedomanlah pada harapan

dan ketetapan hati

berpedomanlah pada cita-cita

berpedomanlah pada impian dan angan-angan

(Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal RMI NU, Sunnah, Bahtsul Masail PMII Cabang Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Lawatan Heboh Raja Salman

Oleh M Kholid Syeirazi

Rencana lawatan Raja Arab Saudi, al-Malik Salman bin Abdulaziz al-Saud, bikin heboh. Para pendukungnya di Indonesia sorak sorai. Ada yang bikin meme: “Raja akan datang bawa duit US$25 miliar, pinjaman tanpa bunga, untuk bebaskan Indonesia dari jerat utang Cina dan komunisme.” Kalian boleh terpingkal! Angka US$25 miliar disiarkan oleh istana sebagai ekspektasi investasi. Tiba-tiba disulap dengan opini seolah-olah Raja dan rombongannya bawa uang untuk dipinjamkan ke Indonesia agar terbebas dari gurita komunisme laknatullah. Sebelum tambah keblinger, saya ingin mengajak publik menggunakan nalar dan akal sehat.

Lawatan Heboh Raja Salman (Sumber Gambar : Nu Online)
Lawatan Heboh Raja Salman (Sumber Gambar : Nu Online)

Lawatan Heboh Raja Salman

1. Investasi itu beda dengan utang/pinjaman. Kalau utang, ada bunga. Kalau investasi, ada hasil. Namanya yield atau ROI (return on investment). Dalam bahasa Arab, investasi disebut istitsmâr. Asal katanya tsamar/tsamrah, artinya buah. Istitsmâr berarti mengharap buah atau hasil. Tidak ada orang mau nanam kalau tidak ada hasil untuk dipanen. Itu hukum besi ekonomi. Kalau Arab Saudi punya rencana investasi, pasti mengharap hasil. Pemerintah pantas mengharap kenaikan nilai investasi Arab Saudi yang terbilang rendah. Menurut BKPM, Arab Saudi adalah investor Indonesia peringkat ke-57, dengan nilai investasi hanya US$900 ribu atau sekira Rp 11,97 miliar. Jumlah ini sangat kecil, tidak sepadan dengan devisa haji dan umrah yang disumbangkan Indonesia ke Arab Saudi.

2. Di tengah kondisi ekonomi Kerajaan yang sulit, apa mungkin Indonesia berharap nilai investasi Arab Saudi bisa tembus US$25 miliar atau sekitar Rp332 triliun? Mungkin saja. Sebagaimana diketahui, jatuhnya harga minyak dan anggaran perang telah membuat ekonomi Arab Saudi limbung.? Minyak menyumbang lebih 75 persen penerimaan Kerajaan. Begitu harga minyak terpuruk di bawah US$100 per barel, Arab Saudi bersama Venezuela, Nigeria, Rusia, dan Irak paling terpukul. Meski biaya produksi minyak di tempat mereka rendah, negara-negara tersebut butuh harga minyak tinggi untuk menopang APBN. Anjloknya harga minyak membuat APBN Arab Saudi defisit sebesar SAR 366 miliar pada 2015 dan SAR 297 miliar pada 2016. Jumlah itu setara dengan Rp 1.062 triliun. Berbagai upaya dilakukan untuk menyelamatkan fiskal Kerajaan, antara lain dengan memangkas subsidi energi, memotong gaji pegawai, memangkas belanja modal, utang kepada asing, dan melepas saham Saudi Aramco. Pada akhir 2016, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Arab Saudi berutang kepada asing dan memperoleh dana segar sebesar US$175 miliar. Arab Saudi juga akan melepas saham Saudi Aramco, mesin utama ekonomi kerajaan, dalam IPO yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Economic Times menyebut, lawatan yang dilakukan oleh Raja Salman ke Asia antara lain bertujuan untuk mencari calon pembeli 5 persen saham Saudi Aramco dalam rencana IPO terbesar dalam sejarah.

PMII Cabang Tegal



(Lihat: Saudi King Salman goes on Asia tour to sell a stake in worlds biggest IPO)


3. Dari kaca mata ini, agak menggelikan propaganda pendukung Wahabi bahwa mereka akan membantu perekonomian Indonesia dari cengkeraman Cina dengan pinjaman tanpa bunga. Arab Saudi justru tengah menggalang dana untuk menyelamatkan perekonomian Kerajaan. Bagaimana dengan investasi? Investasi jelas berbeda dari pinjaman. Investasi tidak harus dilakukan oleh Pemerintah. Fiskal Kerajaan yang tengah berdarah-darah tidak berarti Arab Saudi miskin. Uang yang dipegang para pengeran masih sangat besar. Ekspektasi investasi hingga US$25 miliar bisa dilakukan oleh para pengeran. Artinya pakai dana di luar APBN. Dikabarkan Raja Salman mengajak serta 25 pangeran dalam lawatan ke berbagai negara Asia, termasuk Indonesia. Belum diketahui apakah al-Waleed bin Talal, pangeran superkaya dengan total harta mencapai US$28 miliar (+ Rp 372 triliun), ikut serta dalam rombongan. Keponakan Raja Salman ini telah bertemu Presiden Jokowi pada 22 Mei 2016, difasilitasi oleh Dubes Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel. Jika dihitung, harta pangeran terkaya Arab ini jauh lebih besar ketimbang total nilai pasar Freeport-McMoRan yang berkisar US$21,8 miliar. Dari para pengeran superkaya inilah nilai investasi Arab Saudi diharapkan bisa meningkat. Sekali lagi ekspektasi! Mereka belum tentu mau investasi. Rencana investasi yang sudah clear hanya upgrading kilang Cilacap sebesar US$6 miliar. Nah, di sinilah perlunya Raja Salman meyakinkan para pangeran itu bahwa Indonesia layak sebagai tujuan investasi.

PMII Cabang Tegal

4. Kita perlu menyambut baik dan proporsional kedatangan Raja Salman. Dikabarkan beliau termasuk figur moderat, modern, saleh, dan berwawasan luas. (Lihat: New Saudi ruler King Salman bin Abdulaziz). Selain sebagai pemimpin negara terbesar kedua di Timur Tengah setelah Turki, kita juga harus hormati beliau sebagai pelayan dua tanah haram (khâdimul haramain as-syarifain). Namun, mengglorifikasi kedatangan beliau dan rombongan bak pahlawan sembari menjelek-jelekkan pemimpin sendiri bukanlah bentuk terbaik dari sikap warga negara terhormat. Kita merasa terhormat dan senang dikunjungi Raja Salman dalam sikap sebagai warga negara Indonesia yang cinta negaranya, bukan berlagak seperti orang Indonesia yang ‘ngampet’ ingin jadi warga negara Arab Saudi.

Penulis adalah Sekjen Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sunnah, Daerah, Nusantara PMII Cabang Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Pesantren Sidogiri, Mercusuar Pengembangan Ekonomi Syariah

Berbicara tentang pesantren yang sukses dalam pengembangan ekonomi syariah, kita langsung mengarah pada pesantren Sidogiri di Pasuruan dengan Baitul Mal wa Tamwil (MBT) UGT yang hingga kini terus melebarkan sayapnya ke berbagai wilayah di seluruh penjuru Indonesia. Pesantren ini kini menjadi rujukan tempat belajar ekonomi syariah pesantren lain dan menjadi jujukan para mahasiswa, dosen, dan peneliti yang ingin tahu lebih dalam kiat kesuksesan mereka.  

Karena banyaknya pihak yang ingin belajar ekonomi syariah ini, akhirnya dibentuklah Shariah Business Centre (SBC) Sidogiri, yang merupakan Lembaga Diklat Profesi Koperasi Jasa Keuangan Syariah (LDP KJK) yang  bergerak di bidang pelatihan untuk penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal di bidang koperasi syariah. Selain memberikan layanan pelatihan, SBC Sidogiri juga menyediakan jasa konsultan dan pendampingan UKM dengan pola atau sistem syariah

Pesantren Sidogiri, Mercusuar Pengembangan Ekonomi Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Sidogiri, Mercusuar Pengembangan Ekonomi Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Sidogiri, Mercusuar Pengembangan Ekonomi Syariah

Tentu saja kesuksesan yang kini diraih itu tidak datang dengan tiba-tiba. Banyak aral melintang dan hambatan yang harus dilaluinya. Tetapi berbagai kesulitan itu tidak membuat para para pengagas BMT Syariah di Sidogiri patah semangat, melainkan dijadikan sebagai penghela semangat untuk terus belajar. Kini mereka telah memetik hasil dari proses belajar yang sulit dan secara hati-hati terus mengembangkan usahanya. Koperasi Syariah Sidogiri telah memiliki anggota 8.871 orang, 256 Cabang, di 10 Propinsi, jumlah simpanan 165 Milyar, aset 1,2 Triliun, dengan omset 13.6 Triliun rupiah

Bagaimana awal mulanya pengembangan ekonomi syariah ini berkembang. Seperti pesantran-pesantren lainnya, kajian kitab kuning merupakan “makanan” sehari-hari. Dalam bab muamalah, pembahasan tentang riba secara gamblang dibahas. Pengasuh pesantren Sidogiri KH Nawawi Thoyib merasa tak bisa lepas tangan dengan kondisi masyarakat di sekitarnya yang dicekik oleh renternir, sementara mereka hanya berdiam diri dan mengharamkan saja tanpa mampu berbuat sesuatu. Dengan tekad bulat, pada 1993 ia mulai membantu masyarakat mengganti pinjaman dari renternir dengan pinjaman tanpa bunga. 

PMII Cabang Tegal

Teladan yang diberikan oleh pengasuh pesantren tersebut memberi inspirasi para ustadz muda waktu itu seperti Ust H. Mahmud Ali Zain, yang kini menjadi tokoh penting dalam koperasi syariah Sidogiri. Mereka berusaha belajar dan mencari jejaring yang terkait dengan pengembangan ekonomi syariah. Pada tahun 1990an, Konsep simpan pinjam berbasis syariah masih langka, tetapi hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk mencari ilmu. Upayanya tak sia-sia, salah satunya mereka mendapatkan akses mengirimkan 10 orang untuk mengikuti pelatihan BMT dari sebuah Bank Syariah yang mulai diizinkan beroperasi di Indonesia. 

PMII Cabang Tegal

Dari situlah kemudian dilanjutkan dengan pendirian Koperasi BMT yang diberi nama Baitul Mal wat-Tamwil Maslahah Mursalah lil Ummah dengan anggota para guru MMU (Madrasah Miftahul Ulum) Pondok Pesantren Sidogiri. Koperasi ini secara resmi didirikan pada tanggal 12 Rabi’ul Awal 1418 H (ditepatkan dengan tanggal lahir Rasulullah SAW) atau 17 Juli 1997 di kecamatan Wonorejo Pasuruan. 

Setelah bermusyawarah dan mensosialisasikan cita-cita mulia ini, terdapat 148 orang yang bersedia menjadi anggota dan berhasil dikumpulkan modal sebanyak 13.5 juta rupiah. Koperasi itu mulai usahanya dengan menyewa kantor seluas 16 meter persegi. Dari tempat kecil inilah, para pelopor ekonomi syariah dari Sidogiri mulai berupaya ilmu yang diperoleh dari pesantren dan pelatihan.  

Pelan tapi pasti, dengan mengedepankan sikap profesional, memisahkan antara manajemen pesantren dan manajemen ekonomi, koperasi tersebut berkembang dengan baik. Hal ini membuat komunitas Sidogiri yang lebih luas, khususnya para guru dan alumni menginginkan pendirian koperasi dalam skup yang lebih luas. Maka pada tanggal 05 Rabiul Awal 1421 H (juga bertepatan dengan bulan lahirnya Rasulullah SAW) atau 22 Juni 2000 M diresmikan dan dibuka satu unit Koperasi BMT UGT Sidogiri di Jalan Asem Mulyo 48 C Surabaya. Seperti pendahulunya, BMT ini berjalan dengan baik. Dengan target pasar yang memang luas, BMT UGT Sidogiri mampu melayani konsumen dalam jangkauan yang luas dan kini menjadi perbincangan nasional. 

Kini Sidogiri bukan lagi sekedar pesantren yang mengajarkan kitab kuning, melainkan telah menjadi Lembaga Ekonomi dan Sosial dibawah payung Sidogiri Network Forum (SNF) dengan serangkaian usaha yang meliputi (1) koperasi pesantren, (2) BMT Maslahah, (3), BMT UGT Usaha Gabungan Terpadu (4) BPR Syariah Ummu (jasa Keuangan), (5) koperasi Agro, (6) SBC Sidogiri (Diklat Profesi Jasa Keuangan Syariah), (7) LAZ Sidogiri (Lembaga Amil Zakat), (8) L-KAF Sidogiri (Lembaga Wakaf), (9) IASS Sidogiri (Ikatan Alumni Santri), (10) majalah Buletin Sidogiri, dan (11) Penerbitan Pustaka Sidogiri. 

Seiring dengan semakin bertambahnya kepercayaan masyarakat, luasnya jaringan alumni, bertambahnya akses modal dan pengalaman. Tak diragukan lagi, upaya dakwah ekonomi yang secara langsung menyentuh lapisan akar rumput akan terus berkembang. Dakwah tak sekedar bil lisan, tetapi juga bil hal atau dengan aksi nyata. Model seperti inilah yang akan memberikan hasil yang dahsyat.  

Upaya pengembangan ekonomi berbasis pesantren yang kini gencar dilakukan, baik oleh masyarakat maupun oleh pemerintah melalui Kemenag, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga pemerintah lainnya mendapat partner yang baik yang bisa mendampingi pesantren lain yang ingin belajar ekonomi syariah. Sidogiri paham betul tradisi pesantren dan tahu apa yang harus dilakukan agar kegiatan ekonomi pesantren ini bisa tumbuh. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pendidikan, Sunnah, Quote PMII Cabang Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Laporan Keuangan di Depkes Tak Memuaskan, Program TBC PBNU Mandek

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Akibat laporan keuangan yang kurang memuaskan yang terjadi di departemen kesehatan sebagai local partner dari The Global Fund, PBNU terkena imbasnya. Dana program penanggulangan penyakit TBC dari The Global Fund untuk sementara dihentikan.

Wakil Ketua Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama (LPKNU) Dr. Ing Bina Suhendra menjelaskan program ini disalurkan melalui departemen pemerintah yang selanjutnya bekerjasama dengan organisasi atau LSM, salah satunya melalui LPKNU.

Laporan Keuangan di Depkes Tak Memuaskan, Program TBC PBNU Mandek (Sumber Gambar : Nu Online)
Laporan Keuangan di Depkes Tak Memuaskan, Program TBC PBNU Mandek (Sumber Gambar : Nu Online)

Laporan Keuangan di Depkes Tak Memuaskan, Program TBC PBNU Mandek

Sejauh ini LPKNU sudah menerima dana untuk program persiapan seperti survey lapangan dan bahtsul masail, namun dana untuk program utama belum diberikan. Bahkan agar program ini bisa berjalan lancar sesuai waktu yang ditetapkan, LPKNU menalangi sebagian kebutuhan dana program.

Akibat mandeknya program ini, sejumlah pesantren yang sebelumnya sudah disurvey sering menanyakan tentang kelanjutannya. Bina menyatakan memang LPKNU hanya bisa menunggu penyelesaian masalah ini antara Depkes dan The Global Fund. Meskipun demikian, LPKNU juga mencari alternatif pendanaan lainnya guna menunjang program ini.

“Tapi harus kita sadari bahwa untuk mencari pendanaan lain, bukan perkara yang mudah. Untuk mencapai kesepakatan sampai pelaksanaan program, bisa memakan waktu setahun,” imbuhnya.

Kasus ketidakberesan pengelolaan dana di Depkes terungkap ketika auditor independent Pricewater-houseCoopers (PwC) mengungkapkan, ada dana Rp 5 miliar dari lembaga donor internasional The Global Fund yang belum dipertanggungjawabkan oleh pejabat Departemen Kesehatan Rosmini Day.

PMII Cabang Tegal

Rosmini diduga mengalami konflik kepentingan karena disamping menjabat sebagai Direktur P2ML dan Principle Resipient The Global Fund juga merupakan salah satu pendiri Yayasan Syahrullah Afiat, salah satu lembaga masyarakat penerima dana The Global Fund. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Pendidikan, Kajian Islam, Sunnah PMII Cabang Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

NU Jatim Ajak Nahdliyin Pilih Caleg NU

Surabaya, PMII Cabang Tegal. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengarahkan warganya untuk memilih calon anggota legislatif (caleg) NU atau memilih parpol yang mempunyai perhatian kepada NU.

"Caleg yang se-akidah itu penting dan harga mati, karena caleg-lah yang membuat aturan dan aturan caleg NU itu merespons aspirasi NU, seperti penolakan NU pada pengurusan akta kelahiran di pengadilan, penutupan lokalisasi, dan membantu program kemasyarakatan NU," kata Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar di Sekretariat PWNU Jatim, Rabu.

NU Jatim Ajak Nahdliyin Pilih Caleg NU (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jatim Ajak Nahdliyin Pilih Caleg NU (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jatim Ajak Nahdliyin Pilih Caleg NU

Didampingi Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah dan Katib Syuriah PWNU Jatim KH Syafrudin, ia mengingatkan masyarakat agar tidak memilih parpol atau caleg yang memberi uang, sebab aspirasi masyarakat akan diabaikan, karena pelaku "money politics" sudah merasa membelinya.

PMII Cabang Tegal

"Karena itu, money politics itu haram, sebab pelaku bisa membeli aspirasi kita dan tidak akan pernah memperjuangkan aspirasi kita. Kalau golput itu tidak haram, tapi jangan dilakukan, karena hal itu banyak merugikan, sebab aspirasi kita yang kosong bisa dicuri orang lain. Agama tidak menyukai perbuatan sia-sia," katanya.

PMII Cabang Tegal

Ketika ditanya parpol yang mempunyai perhatian terhadap NU itu, ia tidak mau menyebut. "Tak perlu disebut, karena saya yakin warga NU sudah tahu, mana caleg atau parpol yang punya perhatian itu, tentu perhatian yang cukup lama, bukan hanya menjelang Pemilu," katanya.

Menurut pengasuh Pesantren Miftachussunnah, Kedung Tarukan, Surabaya itu, menggunakan hak pilih dalam bahasa agama adalah wajib, karena nasbur riasah atau keikutsertaan dalam menentukan pemimpin itu hakikatnya wajib adanya.

"Karena itu, kalau dilakukan dengan niat yang benar akan menjadi ibadah, tapi kalau niat dan caranya salah, maka akan menjadi perbuatan sia-sia yang tidak disukai. Dalam Khittah NU disebutkan warga NU merupakan warga negara yang punya hak politik dan hak itu harus digunakan secara bertanggung jawab," katanya.

Terkait cara yang bertanggung jawab dalam hak pilih itu, PWNU Jatim menyebutkan beberapa kriteria yakni calon pemimpin yang se-akidah (caleg/capres/parpol pro-aspirasi NU), berakhlakul karimah, setia pada Pancasila dan setia paham Ahlussunnah wal Jamaah, dan punya kapabilitas.

Senada dengan itu, Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah menegaskan bahwa pihaknya mengeluarkan arahan itu, karena PWNU Jatim melihat Pemilu 2014 yang merupakan pemilu keempat pada era reformasi itu sangat penting dan perlu didorongkan menghasilkan kebaikan.

"Pemilu 2014 itu sangat penting, karena akan menjadi momentum regenerasi kepemimpinan nasional dan momentum naiknya pangkat demokrasi di Indonesia dari demokrasi prosedural menjadi demokrasi substansial yakni demokrasi untuk kesejahteraan," katanya.

Ia menambahkan Pemilu 2014 juga penting, mengingat posisi Indonesia saat ini nyaris tanpa kedaulatan akibat jebakan liberalisasi ekonomi, politik, agama, dan budaya, sehingga Indonesia menjadi "bulan-bulanan" negara lain.

"Karena itu, Pilpres 2014 juga akan menjadi perhatian PWNU Jatim. Kami sudah menerima permintaan para ulama Jawa dan Luar Jawa untuk menggelar Silaturahmi Nasional guna memikirkan pemimpin nasional yang kuat secara politik dan ideologi. Yang jelas, silaturrahmi itu diawali istikhoroh para ulama sambil menunggu hasil Pemilu Legislatif," katanya. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sunnah PMII Cabang Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

PB PMII Minta Pemerintah Lebih Serius Perhatikan Keamanan di Papua

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Penyerangan terhadap umat Islam dan pembakaran masjid di Kabupaten Tolikara Papua di saat Hari Raya Idul Fitri merupakan insiden yang sangat memprihatinkan.?

PB PMII Minta Pemerintah Lebih Serius Perhatikan Keamanan di Papua (Sumber Gambar : Nu Online)
PB PMII Minta Pemerintah Lebih Serius Perhatikan Keamanan di Papua (Sumber Gambar : Nu Online)

PB PMII Minta Pemerintah Lebih Serius Perhatikan Keamanan di Papua

PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menilai penyerangan umat Islam dan pembakaran masjid di Kabupaten Tolikara menunjukkan bahwa pemerintah masih lemah dalam menangkal aksi-aksi intoleransi antar umat beragama.?

"Ini bukti, bahwa pemerintah tidak serius dalam menjaga keamanan dan mewujudkan toleransi antar umat beragama di Papua," ujar Ketua Umum PB PMII, Aminuddin Maruf di Jakarta, Sabtu (18/8).?

PMII Cabang Tegal

Menurut Amin, kejadian pembakaran tersebut harus menjadi bahan evaluasi Presiden Jokowi dalam menilai kinerja kabinetnya nanti pasca lebaran.?

PMII Cabang Tegal

"Kejadian ini harusnya menjadi bahan evaluasi Presiden untuk menilai kinerja kabinetnya. Kenapa masih ada kecolongan aksi kekerasan atas nama agama di Papua," tandasnya.

Kejadian pembakaran masjid di saat Hari Raya Idul Fitri, menurut Amin, menunjukkan bahwa keinginan pemerintah memberikan perhatian khusus kepada Papua dan daerah kawasan timur Indonesia masih belum terbukti.?

"Jaminan keamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah itu adalah persoalan fundamental yang harus diberikan pemerintah," tandasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pertandingan, PonPes, Sunnah PMII Cabang Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Menhan Ryamizard Bakal Pimpin Apel Akbar Pagar Nusa

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Menjelang Hari Lahir Pancasila, Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa akan mengumpulkan 13 ribu pendekar se-Provinsi Lampung, untuk menggelar apel akbar pada Selasa (31/5) besok. Apel akbar bertema “Pagar Nusa Bela Bangsa dan Ulama” itu akan digelar di sejumlah daerah sebagai sarana untuk konsolidasi para pesilat se-Nusantara.

“Pagar Nusa sebagai Badan Otonom NU punya ratusan ribu kader yang konsen dalam melestarikan tradisi pencak Silat. Sebelum Apel Akbar, di Jawa Timur, Pagar Nusa baru saja mengadakan turnamen pencak silat se-Jawa dan Bali. Nanti setelah apel di Lampung, kami akan menggelar apel akbar ini di Kalimantan dan enam daerah lainnya," ungkap Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Ajengan Mimih Haeruman, Senin (30/5).

Menhan Ryamizard Bakal Pimpin Apel Akbar Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Menhan Ryamizard Bakal Pimpin Apel Akbar Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Menhan Ryamizard Bakal Pimpin Apel Akbar Pagar Nusa

Pengasuh Pesantren Manuk Heulang, Tasikmalaya ini menguraikan, apel akbar itu akan dipimpin oleh Menteri Pertahanan RI, Jendral (Purn) Ryamizard Ryacudu sebagai inspektur upacara, sementara Rais Amm NU, KH Makruf Amin akan memberikan tausiyah kebangsaan. Selain itu, juga akan menampilkan sejumlah atraksi para pesilat muda NU setempat. Kemudian dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus Wilayah Pagar Nusa Lampung dan Pengurus Cabang Pagar Nusa se-Provinsi Lampung.

“Apel dan sejumlah atraksi itu bukan ajang pamer atau unjuk kekuatan. Tapi sebagai bentuk tasyakkur Pagar Nusa yang dalam kurun waktu sekian tahun ini telah turut mewarnai khazanah persilatan di Indonesia. Dalam apel nanti juga disampaikan ikrar sebagai komitmen para pendekar Pagar Nusa dalam membela para ulama dan keutuhan bangsa Indonesia,” tuturnya.

Wakil Ketua PBNU, Aizzuddin Abdurrahman yang biasa disapa Gus Aiz mengungkapkan, tradisi silat di pesantren-pesantren NU telah terawat sejak era Wali Songo. “Di mana para kiai, menjadikan silat dan olah spiritual sebagai sarana mengenal keagungan Tuhan. Maka kredo Pagar Nusa adalah La ghaliba Illa billah” paparnya.

Mantan Ketua Umum PP Pagar Nusa ini menjelaskan, perguruan silat yang bernaung di bawah bendera NU ini, didirikan secara kolektif oleh para pendekar NU dari sejumlah pesantren di Nusantara. Karena itu, Pagar Nusa kemudian berkembang dan didirikan di berbagai daerah di Indonesia. “Pagar Nusa itu besar karena konfederasi perguruan-perguran pencak silat, yang didalamnya ada para pendekar NU. Kami mengajak para pendekar NU dan perguruan-perguran pencak silat untuk bersama-sama membesarkan Pagar Nusa,” tandasnya. ( Abd Malik/Zunus)?

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaNu, Jadwal Kajian, Sunnah PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Ketum PBNU: Bu Fatma Pejuang yang Patut Dicontoh

Jakarta, PMII Cabang Tegal

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Nyai Hajjah Siti Fatma, istri Mustasyar PBNU KH A Mustofa Bisri? (Gus Mus), Kamis (30/6), pukul 14.30 WIB, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soetrasno Rembang, Jawa Tengah.

"Semoga Allah mengampuni seluruh kekhilafannya dan menerima amal-amal baiknya yang luar biasa," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Kamis (30/6) malam, di Jakarta.

Ketum PBNU: Bu Fatma Pejuang yang Patut Dicontoh (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: Bu Fatma Pejuang yang Patut Dicontoh (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: Bu Fatma Pejuang yang Patut Dicontoh

Menurutnya, Bu Fatma, panggilan akrab Nyai Hajjah Siti Fatma, telah banyak berkorban selama mendampingi KH A Mustofa Bisri baik ketika mengemban amanah sebagai wakil rais aam, pejabat rais aam PBNU, maupun pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang.

PMII Cabang Tegal

"Beliau telah berjihad dengan penuh pengorbanan sebagai perempuan muminah, shalihah, mustaqimah, hingga Gus Mus berhasil dalam menjalankan kiprahnya di NU dan mengayomi umat secara luas. Beliau patut kita contoh," kesannya.

PMII Cabang Tegal

PBNU, kata Kiai Said, menginstruksikan kepada seluruh pengurus NU di tingkat wilayah, cabang, anak cabang, hingga ranting untuk menggelar shalat ghaib dan tahlil sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Bu Fatma.

Jenazah Bu Fatma saat ini sudah berada di kediamannya, kompleks Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Jalan KH Bisri Mutofa, Leteh, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang. Rencananya, jenazah akan dikebumikan pada Jumat (1/6), pukul 13.30 WIB, di Pemakaman Kabongan Kidul, Kecamatan Rembang.

Bu Fatma meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit sejak Selasa (28/6/2016) pagi karena menderita sesak napas. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal RMI NU, Pertandingan, Sunnah PMII Cabang Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Atlet SMP NU 2 Gresik Sapu Bersih Medali Panjat Tebing

Gresik, PMII Cabang Tegal - Atlit panjat tebing putri SMP NU 2 Gresik menyabet bersih semua juara untuk kategori putri pada Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Gresik 2016 , Ahad (14/8). Mereka berhasil merebut juara 1, 2, 3. Sedangkan panjat tebing kategori putra pelajar SMP NU 2 Gresik berhasil meraih juara 2.

Juara 1 putri atas nama Nurul Afiyah. Juara 2 putri Tasnim. Juara putri 3 atas nama Rima Yunita Sari. Sedangkan putra juara 2 atas nama M Syamsul Hadi.

Atlet SMP NU 2 Gresik Sapu Bersih Medali Panjat Tebing (Sumber Gambar : Nu Online)
Atlet SMP NU 2 Gresik Sapu Bersih Medali Panjat Tebing (Sumber Gambar : Nu Online)

Atlet SMP NU 2 Gresik Sapu Bersih Medali Panjat Tebing

"Kami selalu berlatih setiap hari sebelum pelaksanaan Porkab. Ini untuk menyiapkan fisik dan mental para atlet," kata Malik, guru yang selalu aktif mendampingi pelajar SMP NU 2 Gresik saat latihan.

PMII Cabang Tegal

Prestasi yang luar biasa ini tidak diraih dengan mudah, tetapi dengan kerja keras dan doa, kata Kepala SMP NU 2 Gresik Wito.

Wito berharap prestasi para atlet ini dipertahankan, bahkan kalau bisa ditingkatkan.

PMII Cabang Tegal

Panjat tebing memang menjadi salah satu ekstrakurikuler di SMP NU 2 Gresik. Dari sini diharapkan muncul atlet-atlet panjat tebing yang berbakat. Hal ini sudah dibuktikan keberhasilannya yang selalu meraih juara tiap kali mengikuti lomba panjat tebing.

“Dengan keberhasilan ini, diharapkan bisa menambah semangat para atlet dan pelatih untuk berprestasi yang lebih baik lagi,” kata Wito. (Choiruddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sejarah, Sunnah PMII Cabang Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Tiga Pesan KH Bisri Syansuri kepada Warga NU

Jombang, PMII Cabang Tegal. Wakil Rais Syuriyah Pengurus Willayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Propinsi Nusa Tenggara Barat TGH Maarif Makmun menceritakan kenangannya dengan KH Bisri Syansuri, tokoh dan pendiri NU, ketika dirinya masih menimba ilmu di mekah sekitar tahun 1977-an lalu. Saat itu TGH Maarif ditugaskan untuk menghidangkan kopi/teh para rombongan haji asal Indonesia.

"Kamu anaknya Kiai?" ujar TGH Maarif di penginapan PWNU NTB di Jalan Flamboyan Jombang Jawat Timur Jumat malam (30/7) kemarin mengenang pertanyaan KH Bisri Syansuri kepada dirinya.

Tiga Pesan KH Bisri Syansuri kepada Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Pesan KH Bisri Syansuri kepada Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Pesan KH Bisri Syansuri kepada Warga NU

Dia pun menjawab tidak. “Saya anak Petani, lalu pertanyaan selanjutnya apakah kamu NU?” Dia pun menjawab Ya.

PMII Cabang Tegal

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Maarif Darek Praya Barat Daya Lombok Tengah NTB ini, setelah dirinya mengaku sebagai anak petani dan NU lalu kemudian KH Bisri Syansuri berpesan kepada dirinya.

Pertama, Inget jangan cari makan di NU hidupnya nanti akan lunglai, katanya mengulang pesan pertama KH Bisri pada dirinya, sembari ia menceritakan waktu itu ia tidak tahu maksud kata lunglai.

PMII Cabang Tegal

Kedua jangan keluar dari NU, membenci NU karena akan dilanda hutang besar. Ketiga Besarkan NU, ikuti program NU dan mengitu ulama hidup? akan berkah.

"Ketiga pesan ini selalu saya sampaikan kepada generasi NU, rekan-rekan pengurus NU khususnya santri di pondok agar masuk dan ikut membesaka? NU," harapnya. (Samsul Hadi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sunnah, Kiai, Berita PMII Cabang Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Karakter Islam Nusantara Hargai Kebudayaan Indonesia

Sukabumi, PMII Cabang Tegal. Ketua PBNU H. Eman Suryaman mengatakan, Islam Nusantara adalah penamaan lain dari Ahlussunah wal-Jama’ah ala Indonesia. Islam tersebut tumbuh di Indonesia yang memiliki karakter menghargai kebudayaan.

Ia menyampaikan pada pembukaan Taushiyah Kebangsaan dan Musyawarah Kerja Cabang Ke-1 PCNU Kabupaten Sukabumi bertema "Telaah Paradigma Islam Nusantara dan Telisik Perspektif Ideologi Teroris" di Pondok Pesantren Sunanul Huda Cikaroya, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Sabtu (27/2).

Karakter Islam Nusantara Hargai Kebudayaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Karakter Islam Nusantara Hargai Kebudayaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Karakter Islam Nusantara Hargai Kebudayaan Indonesia

Eman memberi catatan, bahwa budaya yang bisa diterima Islam ala NU tersebut adalah sepanjang tidak bertentangan dengan syari Islam.

PMII Cabang Tegal

Maka dengan itu, kata dia, Islam Nusantara yang dikemukan NU sangat cocok d Indonesia. Islam Nusantara tersebut berwatak ramah, sejuk, aman, dan toleran. Tidak seperti Islam garis keras yang mengkafir-kafirkan pihak lain yang belum tentu kafir.

PMII Cabang Tegal

Ia juga membahas perjuangan para santri dan kiai. Menurut dia, kalangan pesantren tersbut berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. salah satu contohnya adaah Resolusi Jihad oleh Hadrotusyekh KH Hasyim Asari, pendiri NU.

Sementara Asda III Kabupaten Sukabumi Asep Abdulwasit mengatakan, NU adalah sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial, budaya dan agama dan juga di berbagai aspek lainnya.

“Tentu sangat besar memberikan kontribusi? kepada pemerintah Kabupaten Sukabumi, terutama dalam membina sumber daya manusia,” katanya. ?

Sebagai organisasi masyarakat, program NU mempunyai kesamaan dengan visi misi Kabupaten Sukabumi, yaitu mewujudkan? masyarakat yang religius, meningkatkan sumber daya manusianya.

Mukercab tersebut mengundang 47 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dengan masing-masing mengirim 5 peserta. Dihadiri banom NU seperti GP Ansor dan Bansernya, IPNU, IPPNU, Muslimat, Fatayat, Lazisnu, LBHNU, LPPNU, dan pengurus PCNU Kota Sukabumi.

Pada pembukaan hadir Ketua Majelis Ulama Indonsia Kabupaten Sukabumi yang juga Wakil Rais PCNU KH M. Oman Komarudin, Mayjen TNI Kivlan Zen. Sementara dari PWNU Jawa Barat diwakili KH Nuh Addawami. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Meme Islam, Sunnah, Quote PMII Cabang Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

PCINU Maroko Gelar Kongko Nahdliyin dan Orientasi Warga Baru

Maroko, PMII Cabang Tegal. Masuknya libur musim semi, PCINU Maroko mengadakan silaturahmi nahdliyin dan orientasi warga baru sekaligus wisata alam di Taman Sidi Bouknadel, Rabat, Sabtu (12/4). Mereka mengisi liburan musim semi itu dengan membahas sejarah PCINU Maroko, pengenalan struktur NU Maroko, dan pembekalan keorganisasian.

Kegiatan yang dimotori Lakpesdam NU Maroko ini bertujuan memperkuat barisan warga NU yang tersebar di beberapa kota di ? Maroko. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang kaderisasi warga NU di Maroko.

PCINU Maroko Gelar Kongko Nahdliyin dan Orientasi Warga Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Maroko Gelar Kongko Nahdliyin dan Orientasi Warga Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Maroko Gelar Kongko Nahdliyin dan Orientasi Warga Baru

Mustasyar PCINU Maroko Shofin dalam sambutannya menekankan sepak terjang PCINU memiliki perjuangan yang tidak mudah sejak berdirinya.

PMII Cabang Tegal

“Kader-kader NU di Maroko perlu selalu merapatkan barisan, bersama-sama membumikan amaliah nahdliyah di negeri seribu benteng, dan mengembangkan pemikiran intelektualitas yang moderat serta berakhlakul karimah,” harap Shofin yang baru saja meraih gelar doktor di Maroko.

Di sela pemaparan tentang NU Maroko, Ketua PCINU Maroko Ali Syahbana menyatakan apresiasinya atas semangat kebersamaan warga NU di Maroko. Ia meminta warga baru agar turut berperan aktif mengembangkan organisasi serta siap meneruskan perjuangan generasi pendahulu.

PMII Cabang Tegal

Dalam acara kongko warga NU Maroko itu, hadirin menetapkan saudara Fairus Ainun Naim sebagai Ketua Panitia Konfercab ke-2 PCINU Maroko pada 28 Mei mendatang. ? (Kusnadi El Ghewza/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Warta, Sunnah, Amalan PMII Cabang Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Sikap dan Taushiyah PBNU Tentang Perilaku Seksual Menyimpang dan Penanganannya

Bismillahirrahmanirrahim

Islam sangat fitrah kemanusiaan dan menempatkan perlindungan terhadap keturunan (hifzhun nasl) sebagai bagian yang sangat penting. Pranata untuk menjamin? hifzhun nasl? adalah melalui lembaga pernikahan antara laki-laki dan perempuan dengan syarat dan rukunnya. Aktifitas seksual di luar pernikahan adalah terlarang, dan digolongkan sebagai kejahatan (jarimah). Kecenderungan LGBT adalah bentuk penyimpangan dan praktik LGBT adalah penodaan tehadap kehormatan kemanusiaan.



Belakangan, ada kampanye sistematis terhadap aktivitas LBGT dari pelaku LGBT dan kelompok pendukungnya, termasuk dukungan dana dan sumber daya. Untuk itu, PBNU ? menyampaikan sikap sebagai berikut:


Sikap dan Taushiyah PBNU Tentang Perilaku Seksual Menyimpang dan Penanganannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikap dan Taushiyah PBNU Tentang Perilaku Seksual Menyimpang dan Penanganannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikap dan Taushiyah PBNU Tentang Perilaku Seksual Menyimpang dan Penanganannya

1.? ? ? ? PBNU menolak dengan tegas paham dan gerakan yang membolehkan atau mengakui eksistensi LGBT. LGBT mengingkari fitrah manusia. PBNU menegaskan bahwa perilaku LGBT adalah perilaku yang tidak sesuai dengan fitrah manusia. Dengan demikian kecenderungan untuk menjadi LGBT adalah menyimpang, sehingga orang yang mengidapnya harus direhab. Pola rehabilitasi dilakukan sesuai dengan faktor yang menyebabkannya.

2.? ? ? ? Perlu ada pengerahan sumber daya untuk rehabilitasi terhadap setiap orang yang punya kecenderungan LGBT:

PMII Cabang Tegal

a.? ? ? ? ? ? ? PBNU meminta Pemerintah serius memberikan rehabilitasi dan mewajibkannya.

b.? ? ? ? ? ? ? PBNU menghimbau kepada seluruh dai dan warga NU khususnya, serta masyarakat Indonesia umumnya untuk bahu-membahu menyediakan layanan rehabilitasi bagi mereka, dan mendampingi untuk pemulihannya.

PMII Cabang Tegal

c.? ? ? ? Melakukan berbagai usaha guna pencegahan dan pemulihan yang bertujuan untuk membantu sesama manusia agar kembali pada fitrahnya sebagai manusia yang bermartabat.

d.? ? ? ? ? ? ? Memperkuat ketahanan keluarga, salah satunya dengan pendidikan pra-nikah serta konsultasi-konsultasi keagamaan untuk melanggengkan pernikahan.

e.? ? ? ? ? ? ? ? Meminta kepada semua pihak untuk memberikan bantuan kepada orang-orang yang memiliki kecenderungan LGBT untuk dapat hidup lurus sesuai dengan norma-norma agama, sosial dan budaya. Salah satu hak mereka adalah untuk memperoleh rehabilitasi dan edukasi secara baik. Perlu ada langkah dakwah dengan hikmah, menggunakan kata dan cara yang baik, lemah lembut, peduli, penuh kasih sayang, jelas, dan tegas dalam menanganinya.

3. ? ? PBNU menilai, kampanye terhadap aktifitas LGBT adalah tindakan melanggar hukum yang perlu diberikan sanksi. Untuk itu PBNU meminta:



a.? ? ? ? ? ? Pemerintah mengambil langkah-langkah segera untuk menghentikan segala propaganda thd normalisasi LGBT dan aktivitas menyimpang serta melarang pihak-pihak yang mengampanyekan LGBT.

b.? ? ? ? ? ? Meminta masyarakat, LSM, dan pegiat LGBT yg selama ini melakukan propaganda normalitas LGBT, membiarkan, menolak rehabilitasi dan mengampanyekannya untuk menghentikan kegiatannya.

c.? ? ? ? Meminta Pemerintah mengawasi melarang bantuan dana dan intervensi asing yang menyokong aktifitas LGBT.

d.? ? ? ? ? ? Meminta DPR, khususnya yang berasal dari warga NU untuk memperjuangkan penyusunan UU yang intinya:? Pertama, menegaskan larangan LGBT dan perilakunya sebagai kejahatan.? Kedua,? memberikan rehabilitasi kepada setiap orang yang memiliki kecenderungan LGBT agar bisa normal kembali.? Ketiga,? memberikan hukuman bagi setiap orang yang terus mempropagandakan dan mengampanyekan normalisasi LGBT, serta melarang aktivitasnya.

?

Jakarta, 25 Februari 2016

Rais Aam

KH Maruf Amin







Ketua Umum? PBNU

KH Said Aqil Siroj

?

·? ? ? ? ? ? ? ? Dibacakan dan disampaikan ke media oleh Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar didampingi Katib Syuriyah PBNU KH M Mujib Qulyubi di lantai 8 Gedung PBNU Jakarta.



?

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sholawat, Sunnah PMII Cabang Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Hakikat Azan, Bersuci dan Menutup Aurat

Diantara rahasia shalat adalah mengetahui hikmah dan tatacara memberlakukan diri ketika telinga mendengar adzan. Adzan seharusnya menjadi tanda panggil dari Yang Maha Kuasa, hati yang baik akan merasa terpanggil untuk menyambutnya.

Tentunya dengan perasaan yang penuh gembira dan kebahagiaan, bukan dengan perasaan yang memberatkan. Adzan ibarat panggilan dari sang kekasih yang lama telah dirindukan. Sesungguhnya mereka yang bersegera menjawab panggilan ini nanti di hari akhir akan dipanggil dengan lembut oleh Allah swt.

Adapun bersuci yang dalam fiqih disebut dengan thaharah sesungguhnya merupakan thaharah dhahiriyah yang meliputi suci badan, suci pakaian dan suci tempat shalat yang dipergunakan. Ketika thaharah secara fiqihy ini telah dipenuhi, maka usahakanlah thaharah dalam hati. Thaharah dalam hati ini berarti mensucikan diri dari segenap dosa dengan bertaubat mengakui kesalahan dan memohon ampunan atasnya. Dalam shalat hati seharus suci dan bersih, karena hatilah ruang bagi pandangan Dzat Yang Disembah.

Hakikat Azan, Bersuci dan Menutup Aurat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hakikat Azan, Bersuci dan Menutup Aurat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hakikat Azan, Bersuci dan Menutup Aurat

Selanjutnya menutup aurat yaitu menutup kejelekan-kejelekan diri dari pandangan-pandangan makhluk, karena jasad badaniah ini menjadi objek pandangan mereka. Sedangkan bagi Allah swt tidak ada satupun yang tertutup bagi-Nya Yang Maha Tahu. Maka bukalah aurat batin karena serapi apapun hati disembunyikan Allah Maha Tahu.

Setelah itu bersegeralah bangunkan perasaan menyesal, malu dan takut kepada-Nya sebagai wahana melahirkan kerendahan dan ketenangan hati. Jika sudah demikian maka shalat akan didirikan dengan wajah tertunduk dengan perasaan tawadhu. Merasa diri lemah, tak berdaya dan penuh dosa di hadapan Yang Maha perkasa. (red. Ulil H)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Kiai, Habib, Sunnah PMII Cabang Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Ceramah Habib Luthfi di Brebes

Brebes, PMII Cabang Tegal. Rais ‘Am Jam’iyah Ahlu Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Ali bin Yahya mengajak kepada seluruh anak bangsa agar tidak kerdil, berkecil hati dalam menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, kekhawatiran itu sebetulnya wajar, namun jangan sampai mengecilkan hati dan takut dengan bayang-bayang sendiri.?

Ceramah Habib Luthfi di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Ceramah Habib Luthfi di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Ceramah Habib Luthfi di Brebes

“Tunjukan kalau kita menjadi anak bangsa yang kuat, berada dalam bangsa yang kuat, ketahanan nasional kita juga kokoh,” ajaknya saat berceramah di kegiatan istighosah di Brebes, Jumat (2/12).

Diakui Habib, saat ini banyak berusaha memecah belah bangsa yang tentunya membikin keresahan dan kegelisahan masyarakat, juga membuat kekhawatiran aparat keamanan. Tetapi upaya pemecahbelahan bangsa Indonesia tidak akan terjadi kalau kita semua menjaga persatuan, menguatkan barisan antara ulama dan umara.

“Kita harus malu pada Sang Merah Putih karena bendera bangsa Indonesia didapat dengan tetasan darah, nyawa bahkan anggota keluarga, akankah kita cuma lesu tak berbuat untuk mempertahankan NKRI?” tegasnya.

Kandungan merah putih, lanjutnya, menjadi kehormatan bangsa. Untuk itu perlu disyukuri dengan litaarofu, saling kenal-mengenal. Perbedaan menjadi berkah karena orang yang paling mulia yang di sisi Allah hanyalah yang paling bertakwa. Orang yang bertakwa tentunya menjadi pengayom, penyejuk, bukan pemecah-belah. “Mari kita perkokoh NKRI, dengan bangga menjadi bangsa Indonesia, NKRI Harga Mati,” teriak Habib disambut ribuan hadirin.?

PMII Cabang Tegal

Habib menandaskan, ketika Allah memberi rasa kekhawatiran, ketakutan, maka pasrah pada Allah, dalam jaminannya harus ada usaha. Seimbangkan tawakal kepada Allah dan ikhtiar. "Kadang ketika memiliki istri muda, khawatir jangan jangan menjadi janda muda. Punya anak anak kecil, khawatir jangan jangan jadi anak yatim. Ketika Isroil datang memanggil, apakah kita sudah siap dengan bekal menghadap-Nya?"

Para aulia (wali Allah), kata habib asal Pekalongan tersebut, juga punya kekhawatiran. Tetapi berbeda dengan manusia awam seperti kita. Karena manusia awam hanya berpikir masalah perut dan duit. Sedangkan aulia, khawatir dengan selalu munajat kepada Sang Khalik untuk memerangi hawa nafsu, untuk menjernihkan nafsu dari bisikan setan yang memanjakan dan juga membanting.

Rasa khawatir, lanjutnya, juga kadang sebagai bekal untuk menjadi kekuatan. Tergantung bagaimana kita prasangka baik apa buruk. Kalau berprasangka baik maka akan memetik yang baik, demikian pula sebaliknya.

Istighosah diprakarsai Polres Brebes sebagai upaya menjaga kebhinekaan dalam persatuan dan kesatuan bangsa. Karena ditengarai, menurut Kapolres Brebes Luthfi Sulistiawan, semangat persatuan dan kesatuan mulai luntur yang mengakibatkan menurunya semangat kebangsaan.

PMII Cabang Tegal

Kapolres juga menjelaskan, kalau sekarang Polri tengah mengembangkan polisi masyarakat. Dalam artian peran serta masyarakat sangat dikedepankan. Termasuk dengan peran ulama dan umara yang bersatu, akan memperkokoh sendi sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.?

Senada, Plt Bupati Brebes Budi Wibowo tidak dipungkiri ada potensi yang memecah belah NKRI. Untuk itu, Budi mohon doa restu kepada seluruh ulama dan pengunjung agar Brebes tetap aman, damai sejahtera dan berkeadilan.?

Dia juga mengingatkan agar masyarakat bersama-sama mensukseskan pesta demokrasi. “Memilih hukumnya wajib, untuk itu, hadir dan gunakan hak pilihnya. Walau berbeda pilihan, tetaplah menjaga persatuan dan kesatuan,” ajaknya. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sunnah PMII Cabang Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Kanada Buka Tangah untuk Pengungsi yang Izin Masuknya Ditunda Trump

Ottawa, PMII Cabang Tegal



Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pada Sabtu mengatakan, warga Kanada akan menyambut yang lari dari penganiayaan, teror dan perang, sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda izin masuk.

Kebijakan pemerintahan Trump adalah menunda empat bulan izin masuk pengungsi dari tujuh negara mayoritas Muslim ke Amerika Serikat.

Kanada Buka Tangah untuk Pengungsi yang Izin Masuknya Ditunda Trump (Sumber Gambar : Nu Online)
Kanada Buka Tangah untuk Pengungsi yang Izin Masuknya Ditunda Trump (Sumber Gambar : Nu Online)

Kanada Buka Tangah untuk Pengungsi yang Izin Masuknya Ditunda Trump

"Untuk yang melarikan diri dari penganiayaan, teror dan perang, warga Kanada akan menyambut Anda, terlepas dari agama Anda. Keberagaman adalah kekuatan kami #WelcomeToCanada," kata perdana menteri itu di Twitter-nya pada Sabtu.

Sementara itu, 300 penentang berkumpul di Bandar Udara Internasional Los Angeles (LAX) pada Sabtu malam untuk memperlihatkan kesetiakawanan kepada pengungsi dan pendatang Muslim, yang ditahan berdasarkan atas perintah Presiden Donald Trump "Muslim Ban".

Sambil meneriakkan "Trump harus pergi", "Tidak Trump, Tidak KKK, Tidak Ada Fasisme di USA", dan semboyan lain, kerumunan orang itu menyeru rakyat membangkang terhadap keputusan presiden pada Jumat, yang memberlakukan larangan bepergian 90 hari ke negeri itu oleh warga tujuh negara berpenduduk sebagian besar Muslim dan pembekuan 120 hari program pengungsi AS.

PMII Cabang Tegal

Sedikit-dikitnya tujuh warga negara asing ditahan di LAX dan diberitahu tidak lagi disambut, kata "Los Angeles Times" sebagaimana diberitakan Xinhua.

PMII Cabang Tegal

Harian tersebut menyatakan warga negara asing itu diperkenankan naik pesawat sebelum perintah tersebut berlaku.

Tuntutan pemrotes dikumandangkan oleh Wali Kota Los Angeles Eric Garcetti, yang pada Sabtu malam mentweet, "Los Angeles akan selalu menjadi tempat buat pengungsi."

Acara menyalakan lilin dan protes dijadwalkan diselenggarakan pada Ahad.

Larangan perjalanan Trump, yang oleh banyak pihak digambarkan sebagai "Muslim ban", telah menyulut kebingungan dan kekacauan di seluruh negeri itu dan memicu keprihatinan serta kecaman dari seluruh dunia.

Penentangan serupa meletus di bandar udara banyak kota besar lain. Di Chicago, lebih dari 1.000 orang berkumpul di Bandar Udara OHare. Di Denver, Colorado, puluhan pemrotes berkumpul di luar bandar udara internasional untuk memperlihatkan dukungan buat pengungsi.

Itu adalah akhir pekan kedua unjuk rasa di Los Angeles setelah Trump diambil sumpahnya. Lebih dari satu juta orang hadir pada akhir pekan sebelumnya untuk mengikuti Womens March. Demikian laporan Reuters. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Internasional, Sholawat, Sunnah PMII Cabang Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Gali Bakat Terpendam Santri Lewat Gebyar Budaya

Jepara,PMII Cabang Tegal

Gebyar budaya dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) kabupaten Jepara tahun 2017 cukup memikat hati masyarakat. Buktinya gelar budaya yang dipusatkan di alun-alun Jepara, Ahad (22/10) dipadati ratusan pengunjung.

Sebagaimana penuturan panitia HSN kabupaten Jepara, ada 11 grup yang tampil di antaranya rebana (MA Safinatul Huda Sowan Lor), tari (MTs Hasyim Asyari Bangsri), pop song (MTs Al Hidayah Langon), gerak dan lagu (MI Al Hidayah Langon), musikalisasi puisi (MTs-MA Mathalibul Huda Mlonggo), pagar nusa (MTs-MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan), perkusi (MA Darul Hikmah Menganti) serta jathilan (pesantren Mathaliul Anwar Tahunan).

Gali Bakat Terpendam Santri Lewat Gebyar Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Gali Bakat Terpendam Santri Lewat Gebyar Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Gali Bakat Terpendam Santri Lewat Gebyar Budaya

Ketua Panitia M. Ainunniam melaporkan bahwa kegiatan diadakan untuk memunculkan kesenian santri, pelajar dan masyarakat yang tidak terekspos.

PMII Cabang Tegal

Dia menilai sebenarnya ada bakat-bakat terpendam santri-santri yang ada di Jepara. Konsepnya pesantren, sekolah dan masyarakat umum yang mempunyai grup kesenian diundang oleh panitia.

“Alhasil kali ini kami mengundang kumpulan remaja yang berjumlah 11 grup,” terangnya saat ditemui di sela-sela acara.

PMII Cabang Tegal

Kegiatan ini menurut pantauan PMII Cabang Tegal cukup menghibur masyarakat Jepara. Apalagi saat pentas-pentas yang menegangkan misalnya atraksi pagar nusa maupun jathilan tidak sedikit penonton yang mengabadikan pertunjukan tersebut baik lewat foto maupun video.

Sehingga papar lelaki yang kerap disapa Gus Aik itu gelar budaya bertujuan untuk menghibur masyarakat yang berada di sekitar alun-alun. Juga untuk semakin mengenalkan HSN kepada masyarakat.

“Ada sebagian masyarakat yang belum tahu tentang hari santri. Jadi ini momen yang tepat untuk lebih mengenalkannya,” tambahnya.

Harapannya ialah simbiosis mutualisme, saling menuai keuntungan antara panitia dan peserta pentas. Kesenian-kesenian yang mereka pentaskan semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Lalu bagaimana selanjutnya, Gus Aik yang tinggal di Gemiring Kidul Nalumsari Jepara itu menandaskan tinggal bagaimana pemerintah daerah menyikapinya.

“Mau diuri-uri atau malah sebaliknya,” pungkas dia. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)   

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sunnah, Humor Islam PMII Cabang Tegal

Pemuda Surabaya Tolak Pererdaran Mihol

Surabaya, PMII Cabang Tegal - Aksi damai yang dilakukan oleh PCNU Surabaya beberapa pecan lalu berbuntut dialog Pemuda Bicara Tentang Mihol dan Pelecehan Seksual Untuk Surabaya Lebih Baik di gedung Stadion Gelora 10 November Surabaya, Ahad (29/5). GP Ansor Surabaya bersama Karang Taruna Kota Surabaya menggelar dialog tentang larangan mihol dan pelecehan seksual.

Mereka memandang kondisi saat ini sangat memprihatinkan bahkan sangat bahaya bisa merusak generasi pemuda. Karenanya generasi pemuda lintas organisasi ini mendukung Raperda Larangan Mihol yang sudah disahkan oleh DPRD dan Walikota Surabaya.

Pemuda Surabaya Tolak Pererdaran Mihol (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Surabaya Tolak Pererdaran Mihol (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Surabaya Tolak Pererdaran Mihol

"Perda larangan mihol ini adalah bagian dari suara atau aspirasi warga masyarakat dan pemuda pemudi di kota surabaya," kata Ketua GP Ansor Surabaya M Asrori Muslich.

Saat ini pelaku tindak kejahatan yang ada di Kota Surabaya sudah sangat mengkhawatirkan. Kuncinya berada pada mihol itu sendiri.

PMII Cabang Tegal

"Untuk itu, kami sebagai pemuda berharap kepada Mendagri dan Gubenur Jatim bisa memahami dan mengerti dampak buruk akibat dari minuman beralkohol ini," kata Ketua Karang Taruna Surabaya Arief.

PMII Cabang Tegal

Ia menilai sudah saatnya Surabaya mencanangkan darurat sekali tentang hal ini. Ia mengajak genarasi muda bersama-sama ikut mendukung Raperda Larangan Mihol.

Mereka yang tergabung dalam gerakan pemuda Surabaya ini mengeluarkan pernyataan sikap dan petisi bersama mendukung Raperda Larangan Mihol. Mereka terdiri atas GP Ansor Kota Surabaya, IPNU, IPPNU, Fatayat NU, Pemuda Muhamadiyah, IPM, KNPI, Pemuda Pusura, BEM Unair, dan juga pengurus Karang Taruna Kota Surabaya. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sunnah PMII Cabang Tegal

Jumat, 16 Juni 2017

Mun’im DZ: Rekonsiliasi Butuh Pijakan Sejarah yang Benar

Malang, PMII Cabang Tegal. Silang sengkarut sejarah 1965, NU-PKI selalu menjadi perbincangan panas di Indonesia. Jika selama ini publik hanya mengkonsumsi Informasi dari media massa, dan beberapa wacana kiri saja, kini hadir buku putih “Benturan NU-PKI” yang menjadi jawaban dari kesekian pertanyaan penting terkait sejarah perjalanan bangsa.

Mun’im DZ: Rekonsiliasi Butuh Pijakan Sejarah yang Benar (Sumber Gambar : Nu Online)
Mun’im DZ: Rekonsiliasi Butuh Pijakan Sejarah yang Benar (Sumber Gambar : Nu Online)

Mun’im DZ: Rekonsiliasi Butuh Pijakan Sejarah yang Benar

Buku putih itu menjadi topik seminar di Malang, Kamis (1/5). Punulisnya Abdul Mun’im DZ hadir. Menurutnya, masyarakat yang melek sejarah akan mengetahui dengan sendirinya jika PKI bukan satu-satunya Korban. Meski gencar diberitakan NU sebagai pelaku pembantaian, sejatinya NU sendiri adalah korban tragedi 1965.

Beberapa data sengaja disajikan dalam perbincangan hangat tersebut. Pasalnya, kesimpang-siuran informasi selama ini sengaja dilakukan untuk mendeskriditkan NU. Salah satunya penggelembungan data korban. Data yang ada lebih banyak media membesar-besarkan jumlah yang tidak rasional. “Buku ini sengaja saya tulis, sebagai rekonsiliasi yang berpijak pada kebenaran,” kata Abdul Mun’im.

PMII Cabang Tegal

Wakil Sekjen Pengurus Besar NU itu bahkan menjelaskan, pasca tragedi geger 1965, PKI-NU sebagai korban dirampas hak-haknya sebagai warga negara. NU tidak lagi boleh berpolitik, NU disingkirkan dan beberapa akses ditutup.

“Jadi yang paling berperan untuk menciptakan opini salah dan benar adalah media yang sudah disetting secara global,” paparnya di home-theater Fakultas Humaniora dan Budaya UIN Maliki Malang itu.

PMII Cabang Tegal

Penulis berharap buku ini tidak hanya jawaban atas tudingan-tudingan miring pada NU, namun juga sebagai pijakan sejarah untuk anak bangsa. (Diana Manzila/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sunnah, Pemurnian Aqidah PMII Cabang Tegal

Selasa, 06 Juni 2017

Kembalilah pada Karakter dan Jati Diri Bangsa

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Arus deras globalisasi telah menghasilkan dampak positif dan negatif dalam kehidupan bangsa Indonesia. Kenyataan ini harus disiasati agar umat Islam tidak hanyut yang mengakibatkan hilangnya identitas sebagai bangsa.

“Dalam upaya memperbaiki kehidupan berbangsa di tengah kegalauan globalisasi ini, NU mengajak untuk kembali membangun karakter dan jati diri bangsa ini,” seru Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam acara halal bihalal dan peluncuran Munas dan Konbes NU, Selasa (4/9), di Jakarta.

Kembalilah pada Karakter dan Jati Diri Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembalilah pada Karakter dan Jati Diri Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembalilah pada Karakter dan Jati Diri Bangsa

Menurutnya, kondisi ini juga menuntut adanya keterbukaan budaya. Namun, di era globalisasi kemampuan umat beragama dalam beradaptasi akan selalu dibutuhkan.

PMII Cabang Tegal

“NU sejak lama sudah lama punya prinsip pertahankan budaya, petahankan tradisi, pertahankan jati diri, tapi juga ambil ilmu-ilmu yang semakin maju,” tandasnya.

Dalam acara yang dirangkai dengan Halal Bialal ini, Kang Said menjelaskan tentang relevansi tema Munas dan Konbes NU yang digelar di Cirebon, 14-17 September 2012 mendatang. Tema tersebut adalah Kembali ke Khittah Indonesia 1945, Meningkatkan Khidmat NU Menuju Indonesia yang Berdaulat, Adil dan Makmur.

PMII Cabang Tegal

“Yang tiada lain adalah kembali pada semangat Proklamasi, kembali kepada nilai-nilai Pancasila dan kembali berpegang pada amanat pembukaan Undang-Undang Dasar 1945,” tuturnya.

Dengan kembali ke nilai dasar, demikian Kang Said, kita akan selamat dari gelombang globalisasi. Bahkan sebaliknya, mengendalikan globalisasi untuk menciptakan negara yang berdaulat, adil dan makmur sebagaimana dicita-citakan 67 tahun lalu. 

“Perlu kita segarkan dan tegaskan kembali saat ini,” pungkasnya.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis    : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sunnah, Pesantren, Kajian PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock