Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Februari 2018

PWNU Aceh Minta Masyarakat Tidak Khawatir Transaksi Bank Syariah

Banda Aceh, PMII Cabang Tegal. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh, Teungku H? Faisal Ali mengatakan masyarakat tidak perlu terlalu jauh mengkaji persoalan bank syariah dalam bertransaksi.?

PWNU Aceh Minta Masyarakat Tidak Khawatir Transaksi Bank Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Aceh Minta Masyarakat Tidak Khawatir Transaksi Bank Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Aceh Minta Masyarakat Tidak Khawatir Transaksi Bank Syariah

“Pengawasan terhadap bank syariah dilakukan oleh Dewan Syariah Nasional,” katanya saat mengisi seminar Memahami Hakikat Muamalah dalam Sistem Perbankan syariah di Aula Lantai III Gedung Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh, Kamis (28/9).

Dalam transaksi, lanjut pria yang juga menjabat Wakil Ketua Majelis Permusyawatan Ulama Aceh ini, terpenting adalah bagaimana kita mempertanggungjawabkannya kepada Allah.?

“Masyarakat, dalam hukum fikih, hanya perlu melihatnya secara zahir saja, tidak perlu mendalami dan mengkajinya, karena sudah ada pihak yang menanganinya. Jika melihat petunjuk bank itu syariah berarti sudah bisa," kata Pimpinan Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah.

PMII Cabang Tegal

Jika seandainya pihak bank tidak menjalankan prinsip syariah, sementara manajemen memastikan produk mereka sesuai dengan syariah, kata Faisal, masyarakat terlepas dari tanggung jawabnya terhadap Tuhan.

"Yang bertanggung jawab kepada Allah itu pihak bank, masyarakat tidak berdosa," ujar Lem Faisal, sapaan akrabnya.?

"Kalau tidak paham tapi mau mendalami itu namanya cari perkara. Serahkan saja kepada pengawasnya. Persoalan ibadah saja masyarakat banyak yang awam, apalagi soal muamalah," lanjutnya.

Tengku Faisal menganalogikan hal ini seperti warung nasi. Masyarakat hanya perlu melihat makanan yang disajikan tidak mengandung najis dan penjualnya orang Islam. Pembeli, kata dia, tidak perlu memeriksa dapurnya.

PMII Cabang Tegal

Perihal pengawasan MPU Aceh terhadap Bank Syariah, Tengku Faisal mengatakan MPU hanya bertugas sebagai pihak yang mengeluarkan fatwa. Pengawas DSN di Aceh, kata dia, adalah Ketua MPU yang saat ini diemban oleh Tengku H Muslim Ibrahim, yang juga Mustasyar PBNU.

"Mereka yang nantinya bertanggung jawab (kepada Allah) jika pelaksanaan bank syariah tidak menjalankan prinsip-prinsip syariah," ujar pria yang juga dipanggil Abu Sibreh.

Seminar yang terselenggara atas kerja sama Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) dengan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry, juga menghadirkan tiga pemateri lainnya, yaitu Rektor UIN Ar-Raniry, H Farid Wajdi Ibrahim; Kepala Kantor OJK Aceh, Achmad Wijaya Putra; serta pakar perbankan syariah Ahmad Ifham Sholihin. (Indra Kariadi/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Meme Islam PMII Cabang Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

LPBINU Latih Santri Al-Hikamussalafiyyah Sumedang Kelola Sampah

Sumedang, PMII Cabang Tegal. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan pelatihan pesantren hijau, manajemen bank sampah, dan pengelolaan sampah kepada santri Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Desa Sukamantri, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (16/5).

Rombongan LPBI PBNU yang datang ke Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyaj berjumlah lima orang, Ai Rosita yang menjabat sebagai kepala sekretariatan LPBI, Yusuf Dullah sebagai Wakil Ketua LPBI, Ersuwanda sebagai anggota tanggap darurat LPBI,  M Lukman sebagai anggota perubahan iklim LPBI, dan Binti Soleha sebagai anggota tanggap darurat LPBI.

LPBINU Latih Santri Al-Hikamussalafiyyah Sumedang Kelola Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Latih Santri Al-Hikamussalafiyyah Sumedang Kelola Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Latih Santri Al-Hikamussalafiyyah Sumedang Kelola Sampah

Lurah Santri Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah, Dede Rohmat Apandi mengatakan, hal yang melatarbelakangi kegiatan ini dilaksanakan yaitu sampah yang ada di pesantren saat ini sudah semakin banyak dan belum ada solusi yang tepat bagaimana cara pengelolaan sampah tersebut.

PMII Cabang Tegal

"Seiring dengan berjalannya waktu, santri Al-Hikamussalafiyyah saat ini semakin banyak. Sekitar 700 santri setiap hari mengonsumsi makanan yang berpotensi menyisakan sampah. Sampah ini manjadi masalah utama di pesantren dan sampai sekarang belum ada solusi yang tepat untuk menyelesaikannya," kata Dede.

PMII Cabang Tegal

Solusi saat ini yang dilakukan yaitu semua jenis sampah dikumpulkan di suatu tempat dan dibakar. Ketika sampah dibakar, asap yang dikeluarkannya malah memunculkan masalah baru.

“Saya yakin jika sampah-sampah tersebut dimanfaatkan dengan baik bisa dijadikan sebuah produk yang lebih bermanfaat. Mudah-mudahan pelatihan ini bisa menjadi solusi yang tepat. Sampah uang asalnya selalu jadi masalah bisa membawa berkah,” tutup Dede.

Sementara perwakilan dari LPBI PBNU, Lukman mengatakan, tujuan kami datang ke pesantren-pesantren untuk melatih santri-santrinya mengolah sampah menjadi barang baru yang bermanfaat. Mereka dilatih membuat bros, kerajinan, membuat tempat duduk, membuat meja untuk mengaji, membuat pupuk kompos, dan lain-lain yang bahan dasarnya dari sampah yang berada di pesantren.

Lukman berharap Pesantren Al-Hikamussalafiyyah menjadi contoh pesantren-pesantren lain yang ada di Sumedang dalam hal mengelola sampah. Semoga manajemen bank sampahnya juga berjalan. Jika produk-produk hasil dari pengolahan sampahnya sudah layak jual, LPBI LBNU siap menampung hasilnya. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Meme Islam, Pertandingan PMII Cabang Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Batalkah Mengecap Masakan ketika Berpuasa?

Sebelum dihidangkan masakan harus dikecap terlebih dahulu di dapur. Rasa masakan harus dipastikan demi kepuasan koki dan penyantapnya. Terlebih lagi kalau masakan akan dihidangkan kepada mereka yang tengah berpuasa. Kepastian rasa masakan ini tentu memberikan nilai tersendiri di sisi Allah.

Rasa masakan mesti pas. Masakan tidak boleh terlalu banyak garam, atau terlalu hambar karena kurang perasa. Kepastian rasa ini bertujuan untuk menjaga selera makan penyantapnya. Karena itu ada baiknya koki mengecap dan mencicipi terlebih dahulu masakan yang akan dihidangkan di meja makan.

Batalkah Mengecap Masakan ketika Berpuasa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Batalkah Mengecap Masakan ketika Berpuasa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Batalkah Mengecap Masakan ketika Berpuasa?

Untuk koki atau ibu rumah tangga yang sedang berpuasa tetap harus mengecap masakannya. Mereka tidak boleh canggung untuk mencicipi masakannya. Kalau hanya mengecap dan mencicipi, hukum Islam tidak mempermasalahnnya. Bahkan makruh pun tidak.

Syekh Abdullah bin Hijazi asy-Syarqawi dalam karyanya Hasyiyatusy Syarqawi ‘ala Tuhfatith Thullab menyebutkan sebagai berikut.

PMII Cabang Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PMII Cabang Tegal

Artinya, “Di antara sejumlah makruh dalam berpuasa ialah mencicipi makanan karena dikhawatirkan akan mengantarkannya sampai ke tenggorokan. Dengan kata lain, khawatir dapat menjalankan makanan itu ke teggorokan lantaran begitu dominannya syahwat. Posisi makruhnya itu sebenarnya terletak pada ketiadaan alasan atau hajat tertentu dari orang yang menngecap makanan itu. Berbeda lagi bunyi hukum untuk tukang masak baik pria maupun wanita, dan orang tua yang berkepentingan mengobati buah hatinya yang masih kecil. Bagi mereka ini, mengecap masakan tidaklah makruh. Demikian Az-Zayadi menerangkan.”

Singkat cerita, mengecap masakan bagi mereka yang tengah puasa karena hajat yang dibenarkan syar’i (agama) tidak masalah. Bahkan makruh pun tidak. Asal saja, usai dicicipi koki harus segera mengeluarkannya. Kalau kelamaan di dalam mulutnya, khawatir tertelan. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Aswaja, Meme Islam PMII Cabang Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

Puluhan Drumben Banser Banjiri Pawai Ta’aruf Pesantren Roudlotul Huda

Kebumen, PMII Cabang Tegal. Pawai ta‘aruf yang digelar pesantren Roudlotul Huda desa Kebadongan kecamatan Klirong kabupaten Kebumen, berlangsung meriah, Ahad (18/1) kemarin. Pawai ini tidak lepas dari aksi puluhan grup drumben Banser dari sejumlah kabupaten di wilayah eks karesidenan Kedu, Pekalongan, dan Banyumas.

Sepanjang perjalanan pawai, kerap kali para anggota Banser memamerkan ketangkasanya dalam memainkan alat musik tersebut seperti halnya grup drumben TNI dan Polri. Pawai ini juga tampak meriah oleh ratusan sepeda hias dan 50 grup jaran joged yang ditunggangi santri pesantren setempat.

Puluhan Drumben Banser Banjiri Pawai Ta’aruf Pesantren Roudlotul Huda (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Drumben Banser Banjiri Pawai Ta’aruf Pesantren Roudlotul Huda (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Drumben Banser Banjiri Pawai Ta’aruf Pesantren Roudlotul Huda

Wakil Bupati Kebumen Hj Djuwarni melepas langsung pawai ta‘aruf yang diadakan dalam rangka peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Lepas pawai, panitia maulid menyerahkan santunan kepada 50 anak yatim piatu .

PMII Cabang Tegal

"Kegiatan pawai ta‘aruf ini merupakan rangkaian peringatan Maulid tahun ini yang dilaksanakan selama dua hari," kata Pengasuh pesantren Raudlotul Huda KH Khafi Mahfud di sela-sela kegiatan.

Pihak pesantren, kata Kiai Khafi, sengaja mengundang Banser dari berbagai daerah. Ia berharap, setelah melihat adanya ribuan anggota Banser warga NU di Kebumen akan merasa bangga sekaligus tumbuh semangatnya untuk menghidupkan organisasi NU.

PMII Cabang Tegal

Pihaknya juga ingin mengenalkan keberadaan Banser kepada masyarakat terutama generasi muda. Mengingat semakin berkembangnya zaman, generasi muda NU yang tahu dan mengenal Banser semakin jarang.

"Dengan kedatangan ribuan anggota Banser di Kebumen ini, kita ingin menunjukan bahwa warga NU Kebumen tetap solid untuk menjaga keutuhan Bangsa Indonesia dari gangguan gerakan-gerakan Islam radikal," imbuh Kiai Khafi didampingi Komandan Banser Kebumen Juni Awaludin. (Beni Yanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Meme Islam, Pesantren PMII Cabang Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Karakter Islam Nusantara Hargai Kebudayaan Indonesia

Sukabumi, PMII Cabang Tegal. Ketua PBNU H. Eman Suryaman mengatakan, Islam Nusantara adalah penamaan lain dari Ahlussunah wal-Jama’ah ala Indonesia. Islam tersebut tumbuh di Indonesia yang memiliki karakter menghargai kebudayaan.

Ia menyampaikan pada pembukaan Taushiyah Kebangsaan dan Musyawarah Kerja Cabang Ke-1 PCNU Kabupaten Sukabumi bertema "Telaah Paradigma Islam Nusantara dan Telisik Perspektif Ideologi Teroris" di Pondok Pesantren Sunanul Huda Cikaroya, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Sabtu (27/2).

Karakter Islam Nusantara Hargai Kebudayaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Karakter Islam Nusantara Hargai Kebudayaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Karakter Islam Nusantara Hargai Kebudayaan Indonesia

Eman memberi catatan, bahwa budaya yang bisa diterima Islam ala NU tersebut adalah sepanjang tidak bertentangan dengan syari Islam.

PMII Cabang Tegal

Maka dengan itu, kata dia, Islam Nusantara yang dikemukan NU sangat cocok d Indonesia. Islam Nusantara tersebut berwatak ramah, sejuk, aman, dan toleran. Tidak seperti Islam garis keras yang mengkafir-kafirkan pihak lain yang belum tentu kafir.

PMII Cabang Tegal

Ia juga membahas perjuangan para santri dan kiai. Menurut dia, kalangan pesantren tersbut berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. salah satu contohnya adaah Resolusi Jihad oleh Hadrotusyekh KH Hasyim Asari, pendiri NU.

Sementara Asda III Kabupaten Sukabumi Asep Abdulwasit mengatakan, NU adalah sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial, budaya dan agama dan juga di berbagai aspek lainnya.

“Tentu sangat besar memberikan kontribusi? kepada pemerintah Kabupaten Sukabumi, terutama dalam membina sumber daya manusia,” katanya. ?

Sebagai organisasi masyarakat, program NU mempunyai kesamaan dengan visi misi Kabupaten Sukabumi, yaitu mewujudkan? masyarakat yang religius, meningkatkan sumber daya manusianya.

Mukercab tersebut mengundang 47 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dengan masing-masing mengirim 5 peserta. Dihadiri banom NU seperti GP Ansor dan Bansernya, IPNU, IPPNU, Muslimat, Fatayat, Lazisnu, LBHNU, LPPNU, dan pengurus PCNU Kota Sukabumi.

Pada pembukaan hadir Ketua Majelis Ulama Indonsia Kabupaten Sukabumi yang juga Wakil Rais PCNU KH M. Oman Komarudin, Mayjen TNI Kivlan Zen. Sementara dari PWNU Jawa Barat diwakili KH Nuh Addawami. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Meme Islam, Sunnah, Quote PMII Cabang Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Gusdurian Yogya Gelar Kelas Pemikiran Gus Dur Ketiga

Yogyakarta, PMII Cabang Tegal. Forum Gusdurian Yogyakarta kembali mengadakan kelas pemikiran Gus Dur yang ketigaselama dua hari pada Sabtu dan akan berakhir Ahad 25-26 Oktober. Kelas pemikiran Gus Dur ini diadakan di Yayasan LKiS Yogyakarta.

Ketua Panitia Kelas Pemikiran Gus Dur, Sarjoko, mengatakan kelas ini kembali diadakan untuk mengenalkan pemikiran Gus Dur lebih mendalam. “Pemikiran-pemikiran Gus Dur sangat banyak. Dengan forum ini kita akan menggali lebih dalam, mulai tentang politik, ekonomi, keislaman,” katanya.

Gusdurian Yogya Gelar Kelas Pemikiran Gus Dur Ketiga (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Yogya Gelar Kelas Pemikiran Gus Dur Ketiga (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Yogya Gelar Kelas Pemikiran Gus Dur Ketiga

Lebih lanjut, Sarjoko menjelaskan bahwa kelas pemikiran Gus Dur ini merupakan awal dari kita mengkaji pemikiran Gus Dur. "Kegiatan ini insya Allah berkah karena dengan kreativitas panitia untuk mengadakan acara ini," tambahnya.

PMII Cabang Tegal

Seknas Gusdurian, Alissa Wahid mengatakan bahwa Gus Dur tidak terkenal dengan pemikiran-pemikirannya saja. Ia juga terkenal karena sepak terjangnya. "Gus Dur terkenal dengan kerendahan hati, beliau tidak pernah mengambil ilmu begitu saja,” ungkapnya.

Putri sulung Gus Dur tersebut menambahkan, ayahnya mengambil ilmu dari mana-mana, tapi kemudian diolah dan menggunakan ilmu itu.

PMII Cabang Tegal

Kelas pemikiran  tersebut dibuka Alissa Wahid yang sekaligus memberikan materi. Selain dia, pemateri lain adalah Hairus Salim HS, Gaffar Karim, Nur Khalik Ridwan, dan Heru Prasetyo. (Nur Solikhin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Aswaja, Meme Islam, Tokoh PMII Cabang Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

PBNU Siapkan Beasiswa Untuk 10 Mahasiswa Yordania

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Sejumlah pengurus harian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima kunjungan tamu dari Yordania. Pada kunjungan persahabatan ini, kedua pihak menyepakati kerja sama kemanusiaan antara keduanya terkait pendidikan, kesehatan, dan bidang kemanusiaan lainnya.

PBNU Siapkan Beasiswa Untuk 10 Mahasiswa Yordania (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Siapkan Beasiswa Untuk 10 Mahasiswa Yordania (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Siapkan Beasiswa Untuk 10 Mahasiswa Yordania

Pada pertemuan ini, pihak PBNU menyatakan kesiapannya untuk memberikan beasiswa bagi 10 pelajar Yordania untuk melanjutkan studi di Indonesia.

Rombongan tamu yang terdiri atas Ketua Dewan Pengurus Rumah Sakit Islam Yordania DR Jamil Duhaisat, Wakil Ketua Dewan Pengurus Rumah Sakit Islam Yordania Bidang Pendidikan Mamduh Muhaisin, Dubes RI untuk Yordania, dan seorang penerjemah.

PMII Cabang Tegal

Mereka diterima Ketua PBNU H Sulton Fathoni, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, dan Sekjen PBNU H Helmy Faisal Zaini. Helmy menjelaskan singkat profil NU dan Indonesia. Di hadapan rombongan tamu, ia menybutkan keanekaragaman suku, agama, aliran kepercayaan, bahasa, dan watak penduduknya.

PMII Cabang Tegal

“Selamat datang di Indonesia. Meskipun muslim merupakan unsur mayoritas ? di Indonesia, kita berasas kebangsaan, bukan agama. Karenanya, candi Borobudur tetap terjaga, gereja, maupun wihara tetap bebas menjalankan aktivitas ibadahnya. Tak ada negara di dunia seperti di Indonesia,” kata Helmy.

Sementara DR Jamil menerangkan pergeseran politik di Timur Tengah akibat dilanda konflik. Karenanya, Kerajaan Yordania kini menampung banyak pengungsi Suriah dan dan pengungsi Palestina.

“Terima kasih menerima kami sebagai negara sahabat. Yordania hanya negara kecil yang dikelilingi negara yang sedang berkonflik. Akibat konflik, bantuan luar negeri berhenti. Kita hanya fokus terima bantuan dari dalam negeri,” kata DR Jamil.

Jamil menyatakan bangga dan senang berkenalan langsung dengan ormas terbesar di dunia. Pertemuan ini ditutup dengan saling tukar cenderamata. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Doa, Nasional, Meme Islam PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock