Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Kader Muslimat NU Probolinggo Dilatih Olahan Makanan

Probolinggo, PMII Cabang Tegal - Sedikitnya 25 orang kader Muslimat NU utusan dari masing-masing Pimpinan Anak Cabang (PAC) di Kabupaten Probolinggo mengikuti pelatihan olahan makanan dari Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo, Selasa (7/2).

Pelatihan yang digelar di aula KPRI Prastiwi Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh Ketua Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Nurayati, Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kabupaten Probolinggo Andjar Noermala serta narasumber Aris Purnama Seta.

Kader Muslimat NU Probolinggo Dilatih Olahan Makanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muslimat NU Probolinggo Dilatih Olahan Makanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muslimat NU Probolinggo Dilatih Olahan Makanan

Selama pelatihan ini para pengurus dan anggota Muslimat NU ini dilatih proses pembuatan sempol daging ayam dan empek-empek dari ikan tongkol. Selain materi, mereka juga langsung melakukan praktik dengan beragam alat yang sudah disediakan.

PMII Cabang Tegal

Hj Nurayati mengatakan, pelatihan olahan makanan ini bertujuan untuk melatih ekonomi kreatif serta menambah income keluarga.

“Setidaknya dengan pelatihan ini para pengurus dan kader Muslimat NU di Kabupaten Probolinggo bisa memiliki bekal ketrampilan memasak yang memadai, minimal untuk keperluan keluarganya,” katanya.

PMII Cabang Tegal

Melalui pelatihan ini Nurayati mengharapkan para kader Muslimat NU mampu memberdayakan diri agar mandiri dalam usaha ekonomi dan mengoptimalisasi kelompok-kelompok usaha di masing-masing PAC.

“Serta, bisa mengembangkan usaha-usaha ekonomi yang sesuai dengan potensi dan sumberdaya yang dimiliki oleh masing-masing daerah. Jika semua kader Muslimat NU memiliki keterampilan tentunya akan mampu mewujudkan kesejahteraan individu dan masyarakat,” harapnya.

Sementara Andjar Noermala mengatakan, pelatihan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk menumbuhkan dan mengembangkan wirausaha baru dari kalangan Muslimat NU.

“Dengan pelatihan ini saya mengharapkan nantinya mampu mengembangkan sendiri kemampuan yang dimilikinya serta bisa menularkan ilmu yang didapat kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal IMNU, Nusantara, RMI NU PMII Cabang Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

120 Peserta Ikuti Lakmud IPNU-IPPNU Sunan Ampel

Surabaya, PMII Cabang Tegal. Sekitar 120 peserta mengikuti Latihan Kader Muda (Lakmud) yang digelar Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU dan IPPNU) UIN Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur.

Kegiatan yang diselenggarakan di kantor PCNU Mojokerto pada Jumat-Ahad, (8-10/11) dibuka Ketua IPNU Sunan Ampel 2013-2014 M. Ishomuddin selaku, tepat pukul 21.00 WIB Jumat (8/11) .

120 Peserta Ikuti Lakmud IPNU-IPPNU Sunan Ampel (Sumber Gambar : Nu Online)
120 Peserta Ikuti Lakmud IPNU-IPPNU Sunan Ampel (Sumber Gambar : Nu Online)

120 Peserta Ikuti Lakmud IPNU-IPPNU Sunan Ampel

“Peserta aslinya ada 170 lebih karena banyak calon kader yang ikut UKM dan IPNU ini adalah organisasi Ekstra maka mereka lebih memilih mengikuti pelatihan UKM yang berlangsung bareng dengan LAKMUD 2013 ini,” kata Ketua Panitia Lakmud, Taufiq.

PMII Cabang Tegal

Menurut Taufiq, kegiatan Lakmud ini berbarengan dengan pengkaderan 4 organisasi intra kampus. Salah satunya adalah UKM IQMA. UKM ini sudah dianggap saudara sendiri oleh IPNU-IPPNU karena rutinitasnya dan kegiatan-kegiatannya adalah amaliyah warga Nahdliyin. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah diba’iyah, berzanji, rebana, sholawatan, istighosah.

PMII Cabang Tegal

Taufiq menambahkan, pada kegiatan tersebut peserta mendapat materi Keaswajaan, Ke-NU-an, Ke-IPNU/IPPNU-an, Managemen Organisasi dan Analisis Wacana. Selain itu, ada beberapa kegiatan berupa pengayaan seperti tes, nightmare, diskusi panel, RTL dan juga debat Ilmiah. Untuk meningkatkan semangat para peserta diadakan juga outbond dan lomba-lomba kecil. (Ali Ibrohim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hadits, IMNU, Ulama PMII Cabang Tegal

Dua Hari ke Depan, Way Kanan Gelar Doa untuk Rohingya dan Pengobatan Gratis via ATS

Way Kanan, PMII Cabang Tegal - Menyikapi kejahatan kemanusiaan di Rohingnya, Rijalul Ansor Way Kanan, GP Ansor Bahuga, Gusdurian Lampung, Satkorwil Banser Lampung, dan Aji Tapak Sesontengan (ATS) Global Indonesia Tim Swarna Raya menggelar doa untuk Rohingya serta bakti sosial penyembuhan alternatif penyakit medis dan non-medis.

Ketua Rijalul Ansor Way Kanan Hasyim Asyari di Blambangan Umpu, Kamis (7/9) menjelaskan, kegiatan itu bertujuan untuk mengundang masyarakat mendoakan agar etnis Rohingya segera terbebas dari kekerasan dan diskriminasi dialami selama ini.

Dua Hari ke Depan, Way Kanan Gelar Doa untuk Rohingya dan Pengobatan Gratis via ATS (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Hari ke Depan, Way Kanan Gelar Doa untuk Rohingya dan Pengobatan Gratis via ATS (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Hari ke Depan, Way Kanan Gelar Doa untuk Rohingya dan Pengobatan Gratis via ATS

Pelaksanaan kegiatan akan berlangsung di dua tempat, pertama pada Jumat 8 September di area Panti Asuhan Pesantren Roudlotul Mutaqqin dan pada Sabtu 9 September di Mushola Al Hikmah, Kampung Dewa Agung, Kecamatan Bahuga.

"Sembari menunggu penagananan penyembuhan penyakitnya seperti asam urat, lemah jantung, sakit gigi, urat kejepit, migrain, vertigo, maag dan berbagai penyakit medis lain oleh Pelaksana Tugas Kepala Satuan Khusus Banser Husada Lampung sekaligus kamitua atau master ATS sahabat Gatot Arifianto, masyarakat akan kami pandu mendoakan saudara kita di Rohingya," ujar Hasyim didampingi Ketua GP Ansor Bahuga Muhammad Nur Hasyim.

PMII Cabang Tegal

Menyikapi persoalan Rohingya dengan doa menurut Hasyim, lebih maslahat daripada menyebar gambar hoax tidak sesuai, sadis dan didramatisir yang berpotensi memecah belah masyarakat Indonesia.

PMII Cabang Tegal

"Kami sepakat, bahwa apa yang terjadi di Rohingya ialah tragedi kemanusiaan yang harus segera dihentikan karena bertentangan dengan nalar hingga nurani. Siapapun yang beragama dan mengimaninya dengan benar pasti menolak kebiadaban," katanya.

Selain berdoa bersama, masyarakat juga akan diajak berfoto dengan membawa pesan-pesan perdamaian, seperti wasiat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur): Agama jangan jauh dari kemanusiaan, lalu Dalai Lama XIV: Perdamaian bukan hanya sekadar tidak adanya kekerasan. Perdamaian adalah, perwujudan kasih sayang manusia, serta kutipan positif lain. (Erli Badra/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal IMNU PMII Cabang Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Lakpesdam NU Lampung Gelar Workshop Penguatan Kelembagaan

Bandar lampung, PMII Cabang Tegal. Pengurus Wilayah lembaga kajian dan pengembangan sumber daya manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama Propinsi Lampung mengadakan workshop penguatan kelembagaan di kantor Dinas Pendidikan Propinsi Lampung, belum lama ini.

Workshop ini bertema "Revitalisasi Peran dan Penguatan Karakter Kelembagaan dan Lakpesdam dalam Rangka Penanggulangan Kemiskinan dan Kelompok Marginal di Propinsi Lampung."

Lakpesdam NU Lampung Gelar Workshop Penguatan Kelembagaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Lampung Gelar Workshop Penguatan Kelembagaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Lampung Gelar Workshop Penguatan Kelembagaan

Kegiatan ini di buka secara resmi oleh Walikota Bandar Lampung HERMAN H.N. Dalam pengarahanya, walikota berpesan agar NU, dalam hal ini Lakpesdam NU, dapat berkontribusi langsung dalam upaya penanggulangan kemiskinan dengan upaya-upaya pemberdayaan masyarakat sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat lapisan bawah.

PMII Cabang Tegal

"NU sudah banyak berperan bahkan sebelum kemerdekaan sehingga melahirkan kader-kader pejuang tidak hanya untuk umat, tapi juga bangsa dan negara kita," ujarnya.

Walikota juga berharap Lakpesdam NU sebagai lembaga yang berkonsentrasi pada penberdayaan umat dapat secara cerdas dan produktif berupaya mengentaskan kemiskinan dan mampu meningkatkan ketahanan ekonomi warganya.

PMII Cabang Tegal

Acara pembukaan ini juga di hadiri langsung beberapa jajaran Pengurus besar NU, PP Lakpesdam NU, KH Ngaliman Marzuki selaku Pengurus Wilayah NU Propinsi Lampung, anggota DPRD Prov. Lampung serta para peserta workshop dari masing-masing utusan PCNU dan PC Lakpesdam NU se-Provinsi Lampung.

Setelah istirahat siang sekitar pukul 13.00 WIB, acara dilanjutkan dengan diskusi panel, hari pertama dengan narasumber Drs. H. Herman H.N,M.M (Walikota Bandar Lampung), Drs.H.Munzir.A.Syukri, MM (Wk. ket. Komisi III DPRD lampung), Rivan Novendra Salim (Ketum BPD HIPMI lampung) yang mengusung tema: "Penanggulangan kemiskinan dalam Perspektif Pemerintah, Pelaku Usaha dan Ulama."

Workshop yang di hadiri sekitar 50 peserta ini berlangsung hangat dan interaktif karena masing-masing peserta sesuai dengan daerahnya mempresentasikan dinamika NU dan problematikanya dalam sesi dialog dengan para narasumber.

Sementara di hari kedua, workshop menghadirkan sejumlah pemateri, yaitu DR. H. M. Mukri,M.A (Rektor IAIN Raden Intan Bandar Lampung dan mantan ket. GP.Ansor Lampung), K.H. Abrori Akwan (Sesepuh NU lampung/mustasyar PWNU Lampung) dan K.H. Sujadi Saddad yang saat ini menjabat sebagai Bupati Kab.Pringsewu dan masih aktif mengemban amanah sebagai Mustasyar NU di dua kabupaten Pringsewu dan Tanggamus. Ketiga narasumber ini lebih menekankan tentang NU masa Depan dan masa Depan NU.

Sementara Kiai Abror menekankan pentingnya nilai-nilai khidmah dalam melayani umat. "Pengurus Wilayah (NU) harus tahu pojoknya Lampung. Begitu juga pengurus cabang (harus) hapal dan mau blusukan dengan daerahnya sampai ranting," terangnya.

Sedangkan DR. H. M. Mukri, M.A mengungkapkan kebanggaanya karena distribusi kader NU saat ini merata dan hampir masuk di semua lini dan profesi.

"Bahkan Mendiknas kita ini NU tulen Lho, namanya Muhammad NU (M.Nuh, read), ya kan?" candanyanya yang dsambut tawa peserta workshop. 

Sesi terakhir yang dimoderatori DR. M.Syukur, M.Ag, ini makin gayeng dan interaktif saat Bupati pringsewu KH Sujadi Saddad menceritakan suka dukanya saat dulu menjadi aktivis NU, khususnya Lakpesdam NU, yang menurutnya, adalah lembaga penggemblengan agar kader NU tahan banting dalam berkhidmat melayani umat yang tentu saja butuh pengorbanan.

Pihaknya menyampaikan apresiasinya terkait terbitnya media lokal di lingkungan NU yang saat ini baru dari PCNU Pringsewu melalui LTN NU, yaitu Buletin Aswaja.

"Inilah salah satu bentuk pelayanan melalui media informasi untuk Nahdliyyin," katanya seraya menunjukkan ke peserta sebuah bulletin mini dengan dominasi warna hijau.

Workshop selama dua hari ini akhirnya ditutup secara resmi oleh Wakil Walikota Bandar lampung.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Muhammad Faizin

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian, IMNU, Doa PMII Cabang Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

Tahun Baru Hijriyah, KBRI Damaskus Pulangkan 26 TKI Suriah ke Tanah Air

Suriah, PMII Cabang Tegal - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Damaskus melakukan pemulangan TKW-TKI gelombang ke-280 sebanyak 26 dari Suriah langsung dari bandara Damascus International Airport, Ahad (2/10). Pihak kedutaan melakukan repatriasi TKW-TKI secara perorangan ini di awal tahun baru hijriyah 1438 H.

Sebagian besar para TKW yang direpatriasi ini berasal dari Jawa Barat. Selebihnya berasal dari Jateng, Jatim, dan NTB. Mereka berhasil dipulangkan setelah permasalahan dan hak-haknya diselesaikan. Repatriasi kali ini didampingi oleh staf KBRI Damaskus Abdul Kholiq.

Tahun Baru Hijriyah, KBRI Damaskus Pulangkan 26 TKI Suriah ke Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Baru Hijriyah, KBRI Damaskus Pulangkan 26 TKI Suriah ke Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Baru Hijriyah, KBRI Damaskus Pulangkan 26 TKI Suriah ke Tanah Air

Mereka yang dipulangkan secara rinsi berasal dari Cianjur, Majalengka, Karawang, Banyuwangi, Sukabumi, Lombok Tengah, Cirebon, Indramayu, Gorontalo, Ende, Serang, Lombok Tengah NTB, Brebes, Pandeglang, Serang, Jember.

Pejabat Protokol Konsuler sekaligus Pejabat Penerangan Sosial Budaya AM Sidqi dalam pertemuan pemulangan mengatakan, “Pemerintah RI telah menghentikan secara permanen pengiriman tenaga kerja untuk sektor perorangan ke seluruh negara di Timur Tengah.”

PMII Cabang Tegal

Menurut Sidqi, dari 26 TKI yang dipulangkan itu diduga kuat terdapat enam korban perdagangan orang (TPPO) yang dikirim pascamoratorium penghentian penempatan TKI ke Suriah pada tahun 2011. Indikasi utamanya adalah tidak adanya perjanjian kerja atau kontrak kerja yang antara lain harus menyebutkan negara tujuan, besarnya gaji dan masa berlakunya kontrak/perjanjian kerja.

PMII Cabang Tegal

Sejak 2012, KBRI Damaskus telah merepatriasi sebanyak 12.510 WNI dalam 280 gelombang. Sementara pada tahun 2016, sebanyak 260 WNI dipulangkan dalam sembilan gelombang.

“KBRI Damaskus masih terus melakukan program repatriasi TKW dari Suriah dan telah masuk tahun keenam, tetapi disayangkan korban perdagangan manusia alias TKW ilegal masih terus masuk ke Suriah, sehingga program repatriasi ini tidak kunjung selesai,” pungkas Sidqi seperti dirilis Pensosbud KBRI Damaskus. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, Internasional, IMNU PMII Cabang Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Gadis Palestina Pecahkan Rekor Sebagai Dokter Termuda di Dunia

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Kedokteran merupakan profesi dengan nilai kemanusiaan yang sangat tinggi. Ketika seseorang mendaftar di fakultas kedokteran, umumnya mereka menyelesaikan pendidikannya pada 20-an akhir.?

Eqbal Asa’d, seorang gadis Palestina yang mulai masuk di fakultas kedokteran pada usia 14 tahun dan lulus pada usia 20 tahun di Weil Cornell Medical Collage di Qatar.

Gadis Palestina Pecahkan Rekor Sebagai Dokter Termuda di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Gadis Palestina Pecahkan Rekor Sebagai Dokter Termuda di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Gadis Palestina Pecahkan Rekor Sebagai Dokter Termuda di Dunia

Dia mendapat gelar sarjana kedokteran dengan nilai memuaskan dan memecahkan rekor sebagai di Guinness World Records sebagai dokter paling muda di dunia.

PMII Cabang Tegal

Setelah kelulusan ini, dia akan pergi ke Ohio untuk melanjutkan pendidikannya dan menjadi seorang dokter ahli penyakit anak. (islam.ru/mukafi niam)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal RMI NU, Internasional, IMNU PMII Cabang Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Wapres: NU Aset Bangsa

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Wakil Presiden Boediono menyatakan rasa terima kasihnya atas atas upaya-upaya yang dilakukan Nahdlatul Ulama dalam menjaga dan mempertahankan Indonesia dari berbagai ancaman.

“NU merupakan pengawal Indonesia, terima kasih kepada NU,” katanya ketika membuka Global Peace Leadership Conference yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (16/10).

Wapres: NU Aset Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres: NU Aset Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres: NU Aset Bangsa

Pada kesempatan tersebut Boediono menjelaskan, umat manusia sekarang sedang mengalami pross perubahan yang cepat, yang bisa dikatakan sebagai revolusi tentang pemahaman atas kemajemukan dirinya.

PMII Cabang Tegal

Pada masa lalu, manusia memahami dirinya secara sempit, dengan sadar mengkotakkan dirinya pada ras, warna kulit, etnis dan lainnya serta tak segan-segan membunuh dan menyerang orang yang tak sama dengan mereka.

PMII Cabang Tegal

Kepicikan manusia ini mengalami puncaknya pada pertengahan abad 20 yang melahirkan peperangan dengan korban jutaan umat manusia. Tetapi kesadaran akan dirinya telah mendorong terjadinya upaya-upaya mengembangkan perdamaian dan persaudaraan.

“Bumi harus menjadi taman sari peradaban yang indah dan serasi,” katanya.

Pada abad 21 ini, kesadaran ini tumbuh semakin pesat serta menjadi nilai universal yang mengikat bersama, khususnya atas prinsip demokrasi dan hak asasi manusia yang meleetakkan individu pada kedudukan yang sejajar dan mulai mampu merayakan kemanusiaan ditengah keragaman.

Pendiri bangsa ini, juga telah ditempa dengan keberagaman sehingga membuat kesepakatan hidup bersama dalam damai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal IMNU, Kajian Sunnah, Santri PMII Cabang Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Perempuan Iran Raih “Nobel Matematika” Pertama

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Ahli matematika Iran yang bekerja di AS menjadi perempuan pertama yang memenangkan penghargaan tertinggi dalam bidang metematika Fields Medal.

Prof Maryam Mirzakhani diakui untuk karyanya di bidang geometri kompleks.

Perempuan Iran Raih “Nobel Matematika” Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
Perempuan Iran Raih “Nobel Matematika” Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

Perempuan Iran Raih “Nobel Matematika” Pertama

Pemberian penghargaan untuk Prof Mirzakhani - yang mengajar di Universitas Stanford California - mengakhiri penantian yang lama diantara komunitas matematika, tentang kemenangan seorang perempuan, seperti dilansir oleh BBC Indonesia, Rabu.

PMII Cabang Tegal

Penelitian-penelitannya menyangkut bentuk yang disebut permukaan Riemann. Ini merupakan obyek matematika pelik yang dapat dianalisis dengan menggunakan bilangan kompleks - yakni angka-angka yang memiliki sisi nyata dan imajiner.

Secara khusus, ia meneliti "ruang modulus" dari bentuk-bentuk ini, yang memetakan semua kemungkinan geometri dari permukaan Riemann menjadi sesuatu yang berdiri sendiri, suatu ruang baru.

PMII Cabang Tegal

Prof Dame Frances Kirwan, anggota komite seleksi dari Universitas Oxford, menggarisbawahi bahwa meskipun matematika selama ini diperlakukan sebagai "wilayah laki-laki," kontribusi perempuan terhadap bidang matematika sudah sejak berabad-abad.

"Nobel Matematika"

Dia menyebutkan, sekitar 40% lulusan matematika di Inggris adalah perempuan, kendati proporsinya menurun tajam di tingkat doktoral ke atas.

Empat medali diserahkan dalam acara Kongres Internasional Matematika di Seoul, yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali.

Pemenang lainnya adalah Prof Martin Hairer dari Universitas Warwick, Inggris; Dr Artur Avila, ahli matematika dari Brazil yang meraih gelar PhD dalam bidang sistem dinamik pada usia 21 tahun, dan Prof Manjul Bhargava, seorang ahli dari Universitas Princeton.

Fields Medal dianggap seperti Hadiah Nobel bagi matematika, yang dianugerahkan oleh sebuah komite dari Persatuan Ahli Matematika Internasional (IMU).

Penghargaan yang disertai hadiah uang tunai 15.000 dollar Kanada atau sekitar Rp 160 juta ini dipelopori oleh ahli matematika asal Kanada, John Fields.

Penghargaan ini pertama kali diberikan pada 1936 dan seterusnya diberikan setiap empat tahun sekali sejak 1950. Penghargaan ini diberikan kepada dua hingga empat peneliti, yang berusia tak lebih dari 40 tahun, karena selain dimaksudkan untuk menghargai keberhasilan mereka, Fields juga ingin mendorong para pemenang untuk meraih "pencapaian yang lebih jauh." (mukafi  niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal IMNU PMII Cabang Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Munas dan Konbes NU 2017 Jadi Sarana Promosi Pariwisata Mataram

Mataram, PMII Cabang Tegal

Wali Kota Mataram Ahyar Abduh mengatakan penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nadhlatul Ulama (NU) 2017 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 23-26 November 2017 mendatang sebagai kehormatan besar bagi Kota Mataram.

Munas dan Konbes NU 2017 Jadi Sarana Promosi Pariwisata Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)
Munas dan Konbes NU 2017 Jadi Sarana Promosi Pariwisata Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)

Munas dan Konbes NU 2017 Jadi Sarana Promosi Pariwisata Mataram

Pemkot Mataram Siap Sambut Munas dan Konbes NU 2017

Ahyar meminta panitia penyelenggara, organisasi perangkat daerah (OPD) Mataram,  dan masyarakat Mataram untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan tamu-tamu peserta dan para kiai sepuh NU dari seluruh Indonesia, dan juga tamu dari negara-negara sahabat.

"Kita mem-back up berupa dana hibah Rp2 miliar dari Pemerintah Kota Mataram. Alhamdulillah, Mataram dipercaya sebagai tempat Munas dan Konbes NU 2017," ujar Ahyar seusai rapat koordinasi persiapan Munas dan Konbes NU 2017 di Kantor Wali Kota Mataram, Selasa (31/10).

Ahyar menilai, pagelaran Munas dan Konbes NU yang baru pertama kali digelar di Mataram akan memberikan dampak yang sangat besar, baik dari segi citra Mataram sebagai destinasi wisata, maupun aspek perekonomian para pelaku wisata di Bumi Seribu Masjid.

PMII Cabang Tegal

Meskipun Kota Mataram sudah berulang kali menggelar event berskala nasional maupun internasional,  Ahyar tetap memegang tiga prinsip utama dalam setiap kegiatan, yakni sukses penyelenggaraan, sukses pencitraan, dan juga sukses ekonomi. Dengan penyelenggaraan Munas dan Konbes NU 2017, Ahyar meyakini citra Mataram sebagai destinasi wisata akan semakin meningkat.

PMII Cabang Tegal

Dari sisi ekonomi, kegiatan Munas dan Konbes NU 2017 juga memiliki peluang besar bagi para pelaku industri wisata, termasuk industri kecil dan menengah untuk menjajakan produk dan hasil kerajinan tangan. Pasalnya, jumlah peserta Munas dan Konbes NU berdasarkan catatan resmi panitia berkisar sebanyak 1.200 peserta. Angka ini belum termasuk para kyai sepuh, tamu undangan, dan partisipan yang ikut memeriahkan Munas dan Konbes NU.

"Tamu banyak kan bawa manfaat bagi masyarakat, karena tamu pasti ingin menikmati kuliner dan bawa oleh-oleh ketika pulang, lalu hotel-hotel juga bisa penuh," lanjut Ahyar. 

Ahyar juga meminta Dinas Perdagangan Mataram untuk mendukung bazar dan pasar rakyat di Islamic Center sebagai sarana promosi kuliner, hingga kerajinan tangan khas Mataram, dan juga Lombok.

"Mari kita sambut munas dan konbes NU. Ini adalah tamu-tamu terhormat yang akan datang, seperti para kyai-kyai dari seluruh Indonesia," tambah Ahyar. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal IMNU PMII Cabang Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

IPPNU-IPNU dari 50 Perguruan Tinggi Bertemu di Bojonegoro

Bojonegoro, PMII Cabang Tegal. Silaturahim Nasional (Silatnas) III Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) akan digelar di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Rencananya kegiatan tersebut diadakan di Wisma Toyo Aji Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (21/11) besok.

IPPNU-IPNU dari 50 Perguruan Tinggi Bertemu di Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU-IPNU dari 50 Perguruan Tinggi Bertemu di Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU-IPNU dari 50 Perguruan Tinggi Bertemu di Bojonegoro

Silatnas kali ini mengusung tema “Memperkuat Kaderasasi di Kancah Perguruan Tinggi”. Ketua PC IPNU Bojonegoro M. Masluhan mengaku, para peserta dimungkinkan akan tiba di Kota Ledre Jumat (20/11) ini. Sebelum ke lokasi kegiatan, mereka akan berkumpul di kantor PCNU Bojonegoro.

"Bojonegoro menjadi tuan rumah, Silatnas yang pertama diadakan di Surabaya dan yang kedua di Jombang," jelasnya.

PMII Cabang Tegal

Mantan ketua Pimpinan Anak Cabang IPNU Kapas itu menjelaskan, setidaknya ada PKPT IPNU-IPPNU dari 50 perguruan tinggi yang hadir. Mereka terdiri dari ketua dan sekretaris serta simpatisan. "Selain sharing program, kegiatan Silatnas juga untuk memberikan rekomendasi ke Kongres IPNU-IPPNU di Boyolali, Desember mendatang," lanjutnya.

Ia menambahkan, mereka juga akan diberi materi kewirausahaan dan tentang akademik dari Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Jawa Timur. "Terpenting acara ini menjadi silaturahim antarbanom NU di perguruan tinggi," pungkasnya. (M. Yazid/Mahbib)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal IMNU, Humor Islam, Ubudiyah PMII Cabang Tegal

Ketika Imam Ahmad bin Hanbal Menolak Jawab Pertanyaan

Dalam kitab Shifat al-Shafwah, Imam Abu al-Farj Ibnu Jauzi (510-597 H) mengisahkan penolakan Imam Ahmad bin Hanbal rahimahu Allah untuk menjawab pertanyaan seputar wara’. Diceritakan:

Ketika Imam Ahmad bin Hanbal Menolak Jawab Pertanyaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Imam Ahmad bin Hanbal Menolak Jawab Pertanyaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Imam Ahmad bin Hanbal Menolak Jawab Pertanyaan

? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ?! ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ? ?.

PMII Cabang Tegal

Diriwayatkan dari Ahmad bin Abdullah bin Khalid, dia berkata: “Imam Ahmad bin Hanbal ditanya tentang masalah wara’.”

Ia menjawab: “Aku memohon ampun kepada Allah. Tidak halal bagiku untuk berbicara tentang masalah wara’, karena aku memakan hasil bumi Baghdad. Tapi, jika kau hendak mengetahuinya, Bisyr bin Harits adalah orang yang pantas menjawab pertanyaanmu. Dia tidak memakan hasil bumi Baghdad dan tidak memakan makanan yang tidak jelas. Dia pantas untuk berbicara tentang masalah wara’.” (Jamaluddin Abu al-Farj bin Jauzi, Shifat al-Shafwah, Beirut: Darul Kutub al-‘Arabi, 2012,hlm 429).

****

Ulama-ulama kita di zaman dulu sangat berhati-hati dalam menjawab pertanyaan. Mereka tidak akan menjawab pertanyaan dengan sembarangan. Apalagi jika pertanyaannya seputar praktik ibadah seperti zuhud, wara, tawakkal dan lain sebagainya. Imam Ahman bin Hanbal, dalam kisah di atas, merasa tidak memiliki kualifikasi untuk menjawab pertanyaan tersebut. Dengan alasan, ia masih memakan hasil panen Baghdad, yang cara pengolahan, pendistribusian dan penjualannya tidak diketahui secara jelas:  apakah dalam salah satu prosesnya terdapat perbuatan yang dilarang atau tidak.

PMII Cabang Tegal

Satu-satunya orang yang ia yakini kewaraannya adalah Bisyri bin Harits al-Hafi (767-850 M). Disebut al-Hafi karena Imam Bisyri tidak pernah mengenakan sandal, selalu bertelanjang kaki kemana pun ia pergi.Imam Ahmad bin Hanbal tidak pernah melihat Imam Bisyri memakan makanan yang tidak jelas asal-usulnya. Hidupnya dipasrahkan semuanya kepada Allah dan melayani orang-orang di sekitarnya.Ia hanya makan untuk memenuhi hak tubuh atas dirinya. Sekali waktu Imam Bisyri pernah mengatakan:

? ? ? ? ? ? ?

“Sesungguhnya lapar itu dapat menjernihkan hati dan mendatangkan pengetahuan yang halus.” (Jamaluddin Abu al-Farj ibnu Jauzi, 2012, hlm 429).

(Baca juga: Bisyr al-Hafi, Waliyullah Berjiwa Sosial yang Mantan Berandal)

Untuk memahami perkataan Imam Bisyri di atas, kita harus menggunakan sudut pandang pengetahuan. Lapar akan dimaknai secara berbeda oleh orang yang berbeda. Tapi, yang paling berpengaruh dalam pemaknaannya adalah latar belakang pengetahuannya. Orang yang berilmu dapat menjadikan lapar sebagai motivasi untuk sukses. Orang yang tidak berilmukurang mampu mendapatkan manfaat dari kelaparannya, bahkan tidak sedikit yang memilih mencuri untuk mengatasi kelaparannya.

Lain lagi dengan orang berilmu yang terus-menerus melatih hatinya agar bersih dari cela, seperti Imam Bisyri al-Hafi. Setiap kali lapar, ia mendapatkan pengetahuan baru. Bagi Imam Bisyri, kelaparan adalah guru. Darinya, ia belajar bersabar, bertawakkal, bersyukur dan lain sebagainya. Gambarannya seperti ini,tanpa lapar, mampukah kita merasakan kenikmatan kenyang; tanpa lapar, akankah kesabaran kita terlatih secara alami, dan seterusnya. Orang yang mampu bertafakkur di saat lapar, dan mengambil hikmah darinya, tentulah bukan orang sembarangan.

Imam Ahmad bin Hanbal tahu betul akan kewaraan Imam Bisyri. Karena itu,Ia berpendapatorang yang pantas berbicara tentang wara’ adalah Bisyri al-Hafi, bukan dirinya. Hal ini yang telah hilang dalam kultur beragama kita. Sekarang ini, semua orang berusaha menjawab pertanyaan, tanpa memandang kelayakan diri. Akibatnya, banyak fatwa keagamaan yang tidak sesuai dengan hukum aslinya.Hal ini diperparah oleh penggunaan fatwa-fatwa itu untuk mengadili pendapat lainnya, yang bisa jadi pendapat lain itu lebih benar. Melihat fenomena ini, kita harus kembali pada jalan yang dilalui ulama-ulama kita di masa lalu, “falyaqul khairan aw li yasmut—ucapankanlah kebaikan, jika tidak lebih baik diam.”

Tindakan menarik juga pernah dilakukan Imam Hasan al-Bashri (642-728 M). Suatu ketika sekelompok budak di Kufah menghampirinya dan meminta Imam Hasan al-Bashri untuk memberi khutbah tentang keutamaan membebaskan budak.Imam Hasan al-Bashri mengiyakan dan berjanji akan menyampaikannya di depan jamaah. Di Jum’at pertama, para budak menunggu di masjid untuk mendengarkan khutbah Imam Hasan al-Bashri, tapi dia tidak mengucapkan sedikit pun tentang keutamaan membebaskan budak.

“Mungkin Imam Hasan lupa,” kata budak itu satu sama lainnya.

Di Jum’at kedua, Imam Hasan al-Bashri tetap tidak mengungkit tentang keutamaan membebaskan budak. Begitu seterusnya hingga Jum’at keempat. Para budak sangat kecewa dengan Hasan al-Bashri. Mereka memandang Imam Hasan sebagai pembohong dan orang yang tidak menepati janji. Di Jum’at kelima, Imam Hasan al-Bashri mengatakan bahwa salah satu misi Islam adalah membebaskan perbudakan, baik yang berasal dari tawanan perang maupun dari hasil jual beli. Orang-orang yang mendengar khutbahnya, ketika selesai shalat Jum’at, mereka berlomba-lomba membebaskan budaknya. Hari itu bisa dikatakan sebagai pembebasan budak masal di Kufah.

Para budak yang telah kecewa, terkejut dengan khutbah Imam Hasan al-Bashri. Mereka berduyun-duyun mendatangi Imam Hasan al-Bashri dan bertanya,“kenapa baru sekarang, tidak dari awal saja?” Imam Hasan al-Bashri menjawab:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Ketika kalian mengatakannya padaku (aku telah setuju), tapi aku tidak memiliki budak. Aku tidak ingin memerintahkan kebaikan pada masyarakatatas sesuatu yang belum aku lakukan. Karena aku miskin, aku harus mengumpulkan harta untuk membeli budak. Lalu kubiarkan dia melayaniku beberapa hari untuk merasakan sejauh mana kebutuhanku padanya (memiliki budak). Ketika aku yakin dalam hatiku betapa besar aku membutuhkannya, aku membebaskannya dan menyampaikan khutbah ini.” (Ahmad Muhammad ‘Athiyat, al-Iqna’, ‘Amman: Amwaj, 2012, hlm 22).

Fatwa atau nasihat agama tentu akan diterima dengan berbeda oleh pendengarnya jika yang memberi fatwa dan nasihat benar-benar telah melakukannya, seperti kasus Imam Hasan al-Bashri di atas. Setelah mendengar ceramahnya, orang-orang berlomba-lomba untuk membebaskan budak.Itulah cara ulama kita di masa lalu. Mereka sangat berhati-hati dalam mengeluarkan fatwa keagamaan, meskipun pengetahuan agama mereka sangat tinggi dan diakui oleh banyak ulama yang semasa atau setelahnya. 

Semoga kita bisa melestarikan tradisi mereka dan terlepas dari berbagai fitnah zaman. Allahumma sallimna min fitnah hadzihiz zaman. Amin.

Muhammad Afiq Zahara, pernah nyantri di Pondok Pesantren Darussa’adah, Bulus, Kritig, Petanahan, Kebumen.

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kiai, Doa, IMNU PMII Cabang Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Ketua PBNU: Perlu Pemetaan Kaderisasi PMII

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Ketua PBNU Juri Ardiantoro mengatakan, orientasi kaderisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus diperluas, tidak hanya sekadar menambah jumlah kader, tapi menambah bobot atau kualitas kader.?

“Bobot kader juga harus diperluas tidak hanya sekadar menghiasi dunia politik, tapi dunia profesional. PMII harus mulai menyiapkan kader-kader untuk mengambil peran di wilayah itu,” katanya selepas menghadiri peringatan Harlah ke-57 yang digelar Pengurus Besar PMII di Jakarta pada Senin malam (17/4).

Ketua PBNU: Perlu Pemetaan Kaderisasi PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PBNU: Perlu Pemetaan Kaderisasi PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PBNU: Perlu Pemetaan Kaderisasi PMII

Untuk tujuan itu, Juri mengusulkan agar PMII melakukan pemetaan potensi kader dan pemetaan berdasar keunikan kader di tiap-tiap daerah.?

“Jadi, kaderisasi tak harus mesti sama seluruh daerah di seluruh Indonesia. Pada hal-hal yang sangat prinsip seperti tata, nilai, ideologi memang harus sama. Tapi pada konteks pengembangan kader dan penyiapan kepemimpinan ya harus memperhatikan karkater atau keunikan daerah,” jelasnya.?

Sehingga, lanjut mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Pusat itu, kader PMII di daerah tidak harus semua ke jakarta. “Itu PR PMII k depan,” tegasnya.

Ia menambahkan, untuk tujuan itu, selain pemetaan kader, PMII juga harus melakukan penguatan kelembagaan. (Abdullah Alawi)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaNu, IMNU, Warta PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Ramadhan, Santri Darus Sunnah Mantapkan Kemampuan Berbahasa Inggris

Tangerang Selatan, PMII Cabang Tegal - Pesantren luhur Darus Sunnah yang didirikan Almaghfurlah KH Ali Mustafa Yaqub ini menggelar pelatihan Bahasa Inggris untuk santri seusai subuh sebagai “pengajian” Ramadan. Pelatihan yang dibuka sejak awal Ramadan (6/6) ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa para santri.

Pelatihan ini menjadi rutinitas yang dilakukan sejak tahun 2014. “Kursus singkat ini menjadi salah satu metode Kiai Ali untuk meningkatkan kapasitas santrinya dalam bahasa asing. Ini adalah salah satu harapan almarhum agar santri Darus-Sunnah mampu menjadi dai yang memiliki keunggulan intelektual,” terang salah seorang staf pengajar di Pesantren Darus Sunnah Hakim Hasan Al-Banna.

Ramadhan, Santri Darus Sunnah Mantapkan Kemampuan Berbahasa Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Santri Darus Sunnah Mantapkan Kemampuan Berbahasa Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Santri Darus Sunnah Mantapkan Kemampuan Berbahasa Inggris

“Materi kursus Ramadan untuk tahun ini lebih dikhususkan ke English speaking skill, agar santri lebih percaya diri berkomunikasi dengan bahasa asing,” imbuhnya. 15 Juni 2015

PMII Cabang Tegal

Santri-santri yang berada dalam taraf mahasiswa ini dibagi menjadi banyak grup dengan anggota sekitar sepuluh orang, dengan satu atau dua pembimbing. Para pembimbing mengajak para peserta kursus, dengan dipicu permainan-permainan atau diskusi topik terkini.

Selain itu, mereka juga diajak mendiskusikan salah satu buku KH Ali Mustafa Yaqub terbaru berbahasa Inggris berjudul Islam is Not Only for Muslims.

PMII Cabang Tegal

Salah satu pengajar senior di Darus-Sunnah Muhammad Hanifuddin mengaku kursus Bahasa Inggris tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Kelas-kelas dengan ukuran yang lebih kecil mampu membuat santri lebih ekspresif, percaya diri, juga tidak tampak mengantuk setelah subuh. Tentu ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan format kelas besar saat kursus,” terang Hanifuddin.

Kegiatan ini akan ditutup pada 16 Ramadan yang diikuti dengan lomba-lomba seperti speech contest, debate contest¸ dan drama berbahasa Inggris. (Iqbal Syauqi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal IMNU, Aswaja PMII Cabang Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Seberapa Jauh Generasi Muda Memahami Prinsip Sosial NU?

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Nahdlatul Ulama menghadapi tantangan cukup berat di tengah maraknya cara berpikir dan perilaku ekstrem dari sejumlah kelompok agama. Nahdliyin perlu penguatan nilai-nilai ke-NU-an di samping menjaga diri dari reaksi ekstrem serupa.

Pandangan ini mencuat dalam forum Sekolah Aswaja yang digelar Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jakarta Pusat, Kamis (19/3) petang, di aula kantor PBNU, Jakarta. Diskusi bertema “Bincang Islam Ramah: Darurat Vulgarisme Beragama” ini menghadirkan narasumber Kepala Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama Wawan Junaidi dan aktivis muda NU Safi’ Alielha.

Seberapa Jauh Generasi Muda Memahami Prinsip Sosial NU? (Sumber Gambar : Nu Online)
Seberapa Jauh Generasi Muda Memahami Prinsip Sosial NU? (Sumber Gambar : Nu Online)

Seberapa Jauh Generasi Muda Memahami Prinsip Sosial NU?

Safi’ menyoroti betapa gerakan Islam garis keras kini kian agresif dalam menyebarkan propagandanya, tak hanya di dunia nyata tapi juga di dunia maya. Mereka bertindak mengatasnamakan bagian dari kelompok Islam tertentu, termasuk sebagai Sunni seperti yang dilakukan ISIS.

PMII Cabang Tegal

Kondisi tersebut, katanya, tentu menjadi tantangan bagi NU sebagai sesama Sunni yang dalam praktiknya sangat kontras dengan apa yang dilakukan ISIS. “Menurut saya, NU itu lebih dari sekadar Sunni. Ia mempunyai kearifan tersendiri, seperti memegang nilai tasamuh (toleransi) dan tawasuth (moderasi),” tambah Pemimpin Redaksi PMII Cabang Tegal ini.

PMII Cabang Tegal

Melalui nilai-nilai ini para ulama Ahlussunah wal Jamaah di Indonesia mampu mempengaruhi keberagamaan masyarakat tanpa menimbulkan gejolak berarti. Hal tersebut disebabkan pendekatan dakwah yang dilakukan bersifat toleran, menghormati lokalitas, dan menghargai proses.

Yang menjadi persoalan sekarang, lanjutnya, seberapa jauh generasi muda NU memahami prinsip-prinsip sosial itu. “Saya yakin kita yang ada di sini masih belum begitu paham pandangan tawasuth menurut Imam Abu Hasan al-Asy’ari, Imam Maturidzi, Imam Syafi’i, Hanafi, dan lain-lain,” ujarnya di hadapan para aktivis PMII Jakarta Pusat.

Safi’ juga menyayangkan ada sebagian tokoh NU yang menilai ormas tertentu yang gemar melakukan kekerasan adalah bagian dari NU meskipun dengan atribusi “NU galak”. “NU kok galak, tidak ada ceritanya NU galak, apalagi terhadap sesama saudara sendiri,” paparnya.

Sementara Wawan menggarisbawahi bahwa perilaku merusak atau vandalisme dalam beragama  berakar dari cara berpikir yang sempit dan kolot. Mereka menganggap diri mereka paling benar sedangkan yang lain pasti salah.

Ia menekankan, dalam bingkai NKRI ukhuwah basyariah (persaudaraan sesama manusia) dan ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama bangsa) dalam rumusan ulama NU harus lebih diutamakan ketimbang ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Islam).

Mantan aktivis PMII ini juga mengingatkan agar NU, terutama Banser atau Pagar Nusa, tak terpancing ikut bertindak kekerasan, termasuk kepada kelompok yang berseberangan secara pemikiran.

Sekolah Aswaja PC PMII Jakarta Pusat berlangsung selama dua hari. Ketua PC PMII Jakpus Daud Azhari mengatakan, malam ini hingga besok, Jumat (20/3), kegiatan ini digelar di kantor Ikatan Alumni PMII (IKA-PMII), Tebet, Jakarta. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Quote, IMNU PMII Cabang Tegal

Senin, 27 November 2017

Soekarwo Tolak Muhammadiyah Libur Selasa

Surabaya, PMII Cabang Tegal. Gubernur Jawa Timur Soekarwo menolak permintaan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim untuk menetapkan tanggal 16 November 2010 sebagai hari libur untuk memberikan kesempatan kepada warga Muhammadiyah menunaikan shalat Idul Adha.



Soekarwo Tolak Muhammadiyah Libur Selasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Soekarwo Tolak Muhammadiyah Libur Selasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Soekarwo Tolak Muhammadiyah Libur Selasa

"Kalau mau shalat Id silakan, tapi setelah itu harus masuk kerja seperti biasa. Mengapa? Karena pemerintah sudah menetapkan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Rabu, 17 November, sehingga tidak ada hari libur lebaran selain tanggal tersebut,"tandas Gubernur Jatim Soekarwo di Surabaya, Jumat (12/11).

Meskipun demikian katanya, pihaknya memaklumi jika warga Muhammadiyah memang melaksanakan shalat Idul Adha pada Selasa (16/11) . "Izin itu bersifat personal. Jadi, kalau PNS atau siswa tidak bisa menjalankan kewajibannya pada hari itu, maka ajukan saja izin sendiri-sendiri ke institusinya,"ujar gubernur menyarankan.

PMII Cabang Tegal

Yang pasti pihaknya akan memberikan toleransi kepada PNS yang terlambat masuk kerja karena menjalankan shalat Ied. "Asalkan benar-benar untuk shalat Ied, tidak apa-apa terlambat,"tambah Soekarwo.

Sebelumnya Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim meminta Gubernur menetapkan hari libur pada Selasa (16/11) yang bersamaan dengan Hari Raya Idul Adha versi Muhammadiyah.

PMII Cabang Tegal

"Kami berharap Gubernur bisa memberikan kesempatan itu. Dengan demikian, warga bisa tenang menjalankan sholat Id dan tidak dikejar-kejar jam masuk kantor," kata Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammdiyah Jatim, Nadjib Hamid.

Kalau Gubernur tak menetapkan hari libur, dia meminta Gubernur memundurkan jam kerja. "Minimal satu jam dari hari biasanya. Tetapi agar tidak merugikan pekerjaan, saat pulang kantor juga diundur satu jam. Di samping itu, kita meminta kepada panitia sholat Ied untuk menggelar sholat lebih pagi dan khotbahnya dipersingkat,”ujar Nadjib.

Sementara kalau penyembelihan hewan kurban bisa dilakukan besoknya atau lusa sebab dalam Islam diperbolehkan menyembelih hewan kurban pada hari Tasyrik (tiga hari setelah hari raya Idul Adha). (amf/ant)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal IMNU, Kajian PMII Cabang Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Lomba Berhadiah dengan Pungutan Uang Pendaftaran Termasuk Judi?

Sudah jamak kita jumpai perlombaan kerap menjadi sarana memeriahkan sebuah peringatan atau momen tertentu. Lomba yang biasanya dibuka secara umum itu kadang menyertakan syarat biaya pendaftaran. Uang pendaftaran dihimpun untuk mengongkosi hadiah para pemenang.

Banyak orang yang mengaggap praktik tersebut mirip dengan aktivitas perjudian. Dalam perjudian, sejumlah orang mengumpulkan uang lalu di akhir salah satu (kadang lebih) peserta pengumpul uang akan mendapatkan uang tersebut dalam jumlah yang banyak melalui undian atau permainan tertentu. Artinya, pengumpul uang adalah pihak yang sedang bertaruh. Ketika ia kalah, uang yang ia taruhkan diberikan kepada pemenang.

Lomba Berhadiah dengan Pungutan Uang Pendaftaran Termasuk Judi? (Sumber Gambar : Nu Online)
Lomba Berhadiah dengan Pungutan Uang Pendaftaran Termasuk Judi? (Sumber Gambar : Nu Online)

Lomba Berhadiah dengan Pungutan Uang Pendaftaran Termasuk Judi?

Permasalahan ini juga pernah disinggung dalam forum Muktamar Ke-30 Nahdlatul Ulama pada tahun 1999 di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Muktamirin sepakat bahwa lomba dengan menarik uang saat pendaftaran dari peserta untuk hadiah termasuk judi. Dengan bahasa lain, praktik semacam ini termasuk haram.

Yang perlu menjadi perhatian di sini adalah uang pendaftaran sengaja diperuntukkan sebagai biaya hadiah. Sehingga, apabila uang pendafataran itu bukan untuk hadiah maka hal itu di luar kategori judi.

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Dengan demikian, penting bagi penyelenggara lomba berhadiah untuk tidak menggunakan uang pendaftaran peserta sebagai bagian dari biaya hadiah. Ongkos pengeluaran hadiah bisa diambilkan dari sumber lain, seperti sponsor, donatur, atau lainnya.

Selain alokasi dana hadiah, penyelenggara juga perlu memperhatikan jenis perlombaannya pun agar tidak bertentangan dengan syariat. Karena bisa jadi proses penyelenggaraan sudah tepat, tapi karena jenis perlombaan melanggar syariat, praktik tersebut berstatus haram.

Forum Muktamar NU mendasarkan hukum menggunakan uang pendaftaran peserta lomba pada sejumlah rujukan:

1. Hasyiyah al-Bajuri ‘ala Fath al-Qarib

? ? ? ? ? ? ? ? ... ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Dan jika kedua pihak yang berlomba mengeluarkan hadiah secara bersama, maka lomba itu tidak boleh ... dan hal itu, maksudnya judi yang diharamkan adalah semua permainan yang masih simpangsiur antara untung dan ruginya.” (Ibrahim al-Bajuri, Hasyiyah al-Bajuri ‘ala Fath al-Qarib [Singapura: Sulaiman Mar’i, t. th.], Jilid II, h. 310)

2. Is’ad al-Rafiq Syarh Sulam al-Taufiq

(? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“(Setiap kegiatan yang mengandung perjudian) Bentuk judi yang disepakati adalah hadiah berasal dua pihak disertai kesetaraan keduanya. Itulah yang dimaksud al-maisir dalam ayat al-Qur’an. [QS. Al-Maidah: 90]. Alasan keharamannya adalah masing-masing dari kedua pihak masih simpang siur antara mengalahkan lawan dan meraup keuntungan -atau dikalahkan dan mengalami kerugian-. Jika salah satu pemain mengeluarkan haidah sendiri untuk diambil darinya bila kalah, dan sebaliknya -tidak diambil- bila menang, maka pendapat al-Ashah mengharamkannya pula.” (Muhammad Salim Bafadhal, Is’ad al-Rafiq Syarh Sulam al-Taufiq [Indonesia: Dar Ihya al-Kutub al-‘Arabiyah, t. th.], Juz II, h. 102)

3. Hasyiyah al-Bajuri ‘ala Fath al-Qarib

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Dan boleh menjanjikan hadiah dari selain kedua peserta lomba balap hewan, seperti penguasa atau pihak lain. Seperti penguasa berkata: “Siapa yang menang dari kalian berdua, maka aku akan memberi sekian dari hartaku, atau ia memperoleh sekian jumlah dari bait al-mal.” Dan seperti pihak lain itu berkata: “Siapa yang menang dari kalian berdua, maka ia berhak mendapat sekian harta dariku.” Karena pernyataan itu merupakan penyerahan harta dalam ketaatan. (Ibrahim al-Bajuri, Hasyiyah al-Bajuri ‘ala Fath al-Qarib [Singapura: Sulaiman Mar’i, t. th.], Jilid II, h. 309)

4. Minhaj al-Thalibin

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Kitab tentang lomba balap dan lomba membidik. Keduanya sunah dan boleh mengambil hadiah dari keduanya. Lomba membidik itu sah dengan panah. Begitu pula tombak pendek, tombak, melempar dengan batu, manjaniq (alat perang pelempar batu jaman kuno), dan semua yang bermanfaat dalam peperangan menurut madzhab Syafi’iyah.” (Yahya bin Syaraf al-Nawawi, Minhaj al-Thalibin pada Mughni al-Muhtaj ila Ma’rifah Alfazh al-Minhaj [Mesir: al-Tujjariyah al-Kubra, t. th.], Jilid IV, h. 311)

(Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal IMNU PMII Cabang Tegal

Rabu, 22 November 2017

Kuliah Umum, STAI Sunan Pandanaran Bahas Penguasaan Bahasa Asing

Sleman, PMII Cabang Tegal. STAI Sunan Pandanaran (STAISPA) gelar kuliah umum dalam rangka paripurna kegiatan Taaruf Mahasiswa Baru (Tamaba), Sabtu (12/9). Acara ini sekaligus membuka perkuliahan semester ganjil tahun akademik 2015/2016.

Acara yang bertema Signifikansi Penguasaan Bahasa Asing dalam Studi Keislaman di Perguruan Tinggi berbasis Pesantren ini diisi oleh Prof Dr H Aziz Fahrurrozi.

Kuliah Umum, STAI Sunan Pandanaran Bahas Penguasaan Bahasa Asing (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuliah Umum, STAI Sunan Pandanaran Bahas Penguasaan Bahasa Asing (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuliah Umum, STAI Sunan Pandanaran Bahas Penguasaan Bahasa Asing

"Ilmu tidak akan dinamis kalau basis bahasanya hanya tunggal. Bereferensi yang lengkap itulah kemudian menjadi sangat penting untuk menambah wawasan dan membaca situasi global. Karenanya penting sekali memiliki modal penguasaan bahasa untuk membaca dunia," terangnya.

PMII Cabang Tegal

Menurut guru besar bahasa Arab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, perkembangan bahasa itu selalu terjadi asimiliasi (penyerapan, red). Setiap bahasa pasti mengalami akulturasi. Perkembangan kosakata ? dalam setiap bahasa pun terjadi juga karena adanya akulturasi antar-bahasa dalam setiap bangsa.

PMII Cabang Tegal

Selain menerangkan soal urgensi menguasai bahasa asing, ia juga membahas beberapa hal terkait lembaga pendidikan tinggi keagamaan ? dan pendidikan masa depan.

"Penting dari adanya lembaga pendidikan tinggi keagamaan adalah untuk mencetak calon pemimpin profesional yang mampu membangun kader bangsa kreatif, inovatif, dan imajinatif. Dan hal ini akan tambah mantap jika peserta didiknya adalah santri," katanya.

Karena, menurut Prof. Aziz, salah satu pilar dari ? keniscayaan negara maju adalah adanya moralitas kokoh. Sementara Nabi Muhammad diutus tidak lain untuk menegakan moral umat. “Kepada santrilah moral tersebut ada, karena pesantren merupakan benteng moral yang kokoh,” ujarnya.?

Dalam kesempatan ini pula, ia berbagi kepada para peserta kuliah umum beberapa tips dan terobosan dalam belajar bahasa Arab supaya lebih mudah dipahami. (Anwar Kurniawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ulama, IMNU, Internasional PMII Cabang Tegal

Selasa, 21 November 2017

Lobang Kecil pada Sarung

Kewajiban menutup aurat dalam shalat bagi laki-laki adalah dari pusar sampai kelutut, sedangkan untuk perempuan adalah semua anggota badan kecuali wajah dan telapak tangan. Bagi laki-laki kebiasaan yang berlaku adalah memakai sarung, celana atau penutup yang lain, dengan ketentuan bisa menutupi aurat. Apabila syarat menutup aurat tidak terpenuhi shalatnya tidak sah. Maka pakaian yang dipakai seseorang misalnya sarung atau celana harus bisa menutupi aurat dalam shalat.

Ada hal yang mengakibatkan shalatnya seseorang tidak sah karena terdapat lubang kecil pada sarung atau celana, sebenarnya tidak ada ukuran pasti seberapa besar lubang pada pakaian yang bisa mengakibatkan tidak terpenuhinya salah satu syarat sahnya shalat yaitu menutup aurat. Hanya saja terdapat keterangan bahwa jika melalui lubang tersebut tampak terlihat kulit dari anggota badan maka shalatnya tidak sah. Sebagaimana keterangan dalam kitab Al-Majmu’ karya Imam Nawawi,

? ? ? ? ? ? ? ?

Lobang Kecil pada Sarung (Sumber Gambar : Nu Online)
Lobang Kecil pada Sarung (Sumber Gambar : Nu Online)

Lobang Kecil pada Sarung

Diwajibkan menutup aurat sehingga kulit anggota badan tidak tampak terlihat

Dalam hal ini tidak terdapat ukuran seberapa besar lubang tersebut, akan tetapi tergantung dengan terlihatnya kulit, maka jika lubang tersebut kecil dan tidak terlihat kulit seseorang maka dianggap sah.

? ? ? ? ? ? ? ?

PMII Cabang Tegal

Wajib menutup aurat dengan standar bisa menghalangi pandangan orang yang melihat pada warna kulit

Jika ada seseorang yang melihat lubang kecil pada sarung orang lain dan tampak terlihat warna kulit orang tersebut maka itulah ukuran yang bisa membatalkan shalat, dengan ketentuan pandangan orang normal, bukan dengan standar pandangan orang yang sedang sakit atau penyebab yang lain. (Pen. Fuad H/Red Ulil H)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaSantri, IMNU, Santri PMII Cabang Tegal

Selasa, 14 November 2017

GP Ansor Tabanan Bali Perkuat Silaturahmi dengan Tarawih Keliling

Tabanan, PMII Cabang Tegal?



Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Tabanan Bali berupaya meningkatkan silaturahim sesama anggota dan masyarakat secara umum. Upaya itu dilakukan dengan Tarawih Keliling.

GP Ansor Tabanan Bali Perkuat Silaturahmi dengan Tarawih Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Tabanan Bali Perkuat Silaturahmi dengan Tarawih Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Tabanan Bali Perkuat Silaturahmi dengan Tarawih Keliling

Tarawih keliling pada Selasa (6/6) diadakan di Masjid Miskatul Huda Bajera Kecamatan Selemadeg. Kegiatan ini diawali dengan berbuka puasa bersama para tokoh agama dan masyarakat setempat.

Ketua Cabang GP Ansor Tabanan Antoni mengatakan bahwa Tarawih Keliling merupakan bagian dari cara agar anak muda NU dapat terus terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.

"Momen berkunjung ini, adalah momen untuk memperkenalkan sayap organisasi kepemudaan NU kepada masyarakat, selain juga mendengarkan keluh-kesah masyarakat muslim di sini," terangnya.

Ia menambahkan, yang tak kalah penting dari kegiatan ini adalah untuk mempersempit pergerakan kelompok radikal masuk ke masjid masjid di Kabupaten Tabanan. Selama ini penyebaran paham yang bertentangan dengan amaliah NU biasanya diawali dengan penguasaan masjid sebagai ruang doktrin kepada jamaah.

PMII Cabang Tegal

"Setidaknya mereka yang berpaham keras akan berpikir ulang untuk menguasai masjid ketika nantinya banyak anak muda NU yang tergabung dalam Ansor Banser ini sering mengadakan kegiatan di masjid-masjid," tegasnya.

Masih ada beberapa masjid yang akan dijadikan lokasi kegiatan positif ini. Sehingga menurut Antoni, Ansor Tabanan akan mengagendakan Tarawih Keliling sebagai acara tahunan setiap memasuki bulan Ramadhan. (Abraham Iboy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Hadits, IMNU, Amalan PMII Cabang Tegal

Minggu, 12 November 2017

Tim Ekspedisi Islam Nusantara Minta Doa Nahdliyin

Banda Aceh, PMII Cabang Tegal 

Sebelum keberangkatan untuk menjelajah Islam di Aceh, tim Ekspedisi Islam Nusantara melakukan doa bersama dipimpin Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Imam Pituduh di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Sabtu dini hari (30/4). 

Kemudian secara khusus, ia mewakili rombongan berjumlah 25 orang tersebut, meminta doa kepada warga NU agar ekspedisi ini lancar dan selamat di perjalanan. Serta membuahkan hasil yang bermanfaat tidak hanya untuk warga NU tapi untuk Islam Indonesia. 

Tim Ekspedisi Islam Nusantara Minta Doa Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Ekspedisi Islam Nusantara Minta Doa Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Ekspedisi Islam Nusantara Minta Doa Nahdliyin

Menurut dia, selama perjalanan di pulau Jawa, tim Ekspedisi Islam Nusantara selalu meminta doa kepada kiai, santri-santri, pengurus NU untuk kesuksesan ekspedisi ini karena doa merupakan senjata orang mukmin.

Saat ini Senin (2/5), Ekspedisi Islam Nusantara telah melakukan penjelajahan selama 32 hari. Dua hari di antaranya berada di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Tim ini dilepas dan didoakan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon Jawa Barat pada (31/3).

PMII Cabang Tegal

“Ini baru separuh perjalanan,” kata Imam Pituduh, “sehingga penjelajahan ini masih sangat panjang. Jadi, mohon doanya kepada segenap nahdliyin akan kesuksesan ekspedisi ini,” tambahnya.

Ekspedisi Islam Nusantara setelah selesai di pulau Jawa, akan menjelajah 5 provinsi di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua. (Abdullah Alawi)  

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pesantren, IMNU PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock