Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta Gelar Pemantapan Kurikulum

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Para dosen Pascasarjana Program Magister (PPM) Islam Nusantara Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menggelar diskusi pemantapan kurikulum tahun akademik 2015/2016 di ruang Media Center lantai 5 Gedung PBNU Jakarta, Rabu (7/10) sebelum proses perkuliahaan perdana dimulai.

“Rapat dan diskusi ini digelar guna mengevaluasi proses perkuliahaan yang telah lalu sehingga bisa memperbarui kualitas kurikulum dan proses perkuliahaan ke arah yang lebih baik,” ujar Asisten Direktur Pascasarjana, Dr Muhammad Ulinnuha Husnan, MA.

Pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta Gelar Pemantapan Kurikulum (Sumber Gambar : Nu Online)
Pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta Gelar Pemantapan Kurikulum (Sumber Gambar : Nu Online)

Pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta Gelar Pemantapan Kurikulum

Dari dinamika diskusi berdasarkan beberapa semester lalu yang sudah berjalan, para dosen sepakat untuk memasukkan matrikulasi bahasa. Antara lain bahasa Belanda, Arab, dan Jawa.

PMII Cabang Tegal

“Alasannya jelas, karena literatur-literatur terkait sejarah Islam di Nusantara sangat banyak yang masih berbahasa Belanda dan Jawa selain Arab dan Arab pegon,” terang Ulin.

Diskusi ini dihadiri oleh narasumber diantaranya, Prof Dr M Dien Madjid, Dr Rumadi, Dr Mastuki Hs, dan Hamdani, PhD. Serta para staf akademik, Muhammad Afifi, MH, Ayatullah, MFil, dan Muhammad Idris Masudi, Lc, SThI.

PMII Cabang Tegal

Angkatan pertama, PPM Islam Nusantara STAINU Jakarta berhasil mencetak magister pertama sebanyak 45 orang dengan mengkaji tesis mengenai khazanah Islam Nusantara dari berbagai daerah di Indonesia.

Tahun akademik 2015/2016 ini, pascasarjana menerima sebanyak 90 mahasiswa dari berbagai program beasiswa. Program beasiswa Kemenag untuk guru sebanyak 20 orang, beasiswa program pendidikan kader ulama (PKU) sebanyak 25 orang, program beasiswa 1 tahun STAINU Jakarta 30 orang, dan 25 orang lagi dari program beasiswa Yayasan Said Aqil Siroj. Perkuliahaan perdana akan dilaksanakan mulai Jumat, 9 Oktober 2015 besok. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal News, Nusantara, Sejarah PMII Cabang Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Wakil Rais NU Jateng Minta Kantor DPD Dibuka untuk Publik

Semarang, PMII Cabang Tegal - Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah Muhammad Adnan merasa galau atas kurang dikenalnya lembaga legislatif bernama Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (Fisip Undip) ini prihatin mengapa tidak hanya orang awam yang kurang mengenal DPD. Sewaktu ia mencoba menanyakan kepada mahasiswa, ternyata ada yang masih belum begitu mengetahui tentang lembaga perwakilan daerah yang kalau di Amerika populer dengan sebutan "senat" tersebut.

“Di negeri kita ada lembaga legislatif selain DPR. Yaitu DPD. Tapi masyarakat banyak yang belum mengenalnya. Bahkan mahasiswa pun ada yang masih kurang mengetahui,” tuturnya saat menjadi pembicara dalam Sosialisasi Kelembagan DPD RI di Aula Fisip Undip, baru-baru ini.

Wakil Rais NU Jateng Minta Kantor DPD Dibuka untuk Publik (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Rais NU Jateng Minta Kantor DPD Dibuka untuk Publik (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Rais NU Jateng Minta Kantor DPD Dibuka untuk Publik

Acara tersebut diselenggarakan oleh DPD RI Jateng yang dihadiri oleh salah satu anggotanya, Ahmad Muqowwam. Pembicara selain Adnan ialah Dosen Ilmu Pemerintahan Fisip Undip Priyatno Harsasto. Kurang lebih 300 mahasiswa Undip dan utusan lembaga lain menghadiri acara tersebut.

Adanan mengusulkan agar Jawa Tengah mempelopori pemanfaatan kantor DPD yang ada di Jalan Imam Bonjol Semarang untuk umum. Siapa pun boleh datang mencari informasi, bertemu wakil daerahnya atau memakai gedung tersebut untuk keperluan yang bermanfaat. Secara khusus mantan ketua PWNU Jateng dua periode yang pernah nyalon Wakil Gubernur Jateng ini meminta Ahmad Muqowwam merealisasikan usulannya itu.

PMII Cabang Tegal

“Pak Muqowwam, saya mohon Jateng menjadi pelopor. Buka saja kantor DPD untuk publik. Agar rakyat kenal wakil daerahnya. Agar seperti orang Amerika mengenal senator mereka,” tuturnya dengan nada canda.

PMII Cabang Tegal

Priyatno Harsasto dalam paparannya menimpali, bahwa tidak hanya mahasiswa yang perlu mengenal DPD. Para dosen pun menurutnya masih perlu mengenal DPD, agar ketika memberikan materi kuliah bisa lengkap dan akurat.

Sopir Taksi Mengira Kantor Organda

Anggota DPD RI asal Jateng Ahmad Muqowwam ketika berbicara menceritakan, ia punya pengalaman lucu ketika naik taksi di Jakarta hendak menuju kantornya di Senayan.? Kala menaiki taksi dan meminta diantar ke kantor DPD, sopir mengira yang dimaksud adalah Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Angkutan Darat (DPD Organda).

“Tolong? saya diantar ke kantor DPD ya Pak,” ucap Muqowwam begitu menutup pintu taksi. Sopir pun bertanya: “DPD Organda DKI ya Pak?”

Pengalaman lain, sopir taksi mengira DPD itu kantor partai. Ketika ia menumpang taksi dan memberi perintah yang sama, sopir bertanya: “DPD yang bapak tuju itu DPD PDI P apa DPD Golkar?”

Muqowwam mengaku tersenyum geli sekaligus prihatin, betapa tidak dikenalnya lembaga tempat dia menjadi senator. Hadirin kompak tertawa riuh saat ia menceritakan? kisah lucu itu.

“Gerrrr…. Hahahaa….” Seru hadirin seperti koor. (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kyai, Sejarah, Lomba PMII Cabang Tegal

Nekat, Kemenag Banyumas Tak Mau Tarik Buku SKI

Banyumas, PMII Cabang Tegal. Beberapa pekan terakhir, Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Indonesia digegerkan dengan munculnya sebuah tulisan "Berhala sekarang adalah kuburan para wali" pada buku panduan guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kelas VII Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Nekat, Kemenag Banyumas Tak Mau Tarik Buku SKI (Sumber Gambar : Nu Online)
Nekat, Kemenag Banyumas Tak Mau Tarik Buku SKI (Sumber Gambar : Nu Online)

Nekat, Kemenag Banyumas Tak Mau Tarik Buku SKI

Kalimat ini dinilai memicu sentimen Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA). Ujungnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan permintaan maaf kepada publik dan mencabut buku tersebut dari peredaran.

Namun, Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Banyumas, mempunyai sikap lain. Kepala kantor Kemenag, Bambang Sucipto mengatakan, buku kurikulum 2013 cetakan PT Macanan Jaya Cemerlang Klaten tersebut sudah dalam proses pendistribusian dan tetap akan diedarkan.

PMII Cabang Tegal

"Kami meminta penerbit tidak menarik buku tersebut dari peredaran karena buku tersebut bukan termasuk pegangan siswa, namun panduan bagi guru pengajar," ujar Bambang beberapa waktu lalu.

Menurutnya, jika buku ini ditarik dari peredaran, maka akan memakan waktu cukup lama. "Sebenarnya tinggal bagaimana cara guru menyampaikan kepada anak didiknya saja, saya rasa guru cukup selektif dalam menyampaikan materi SKI ini," jelasnya.

PMII Cabang Tegal

Kantor Kementerian Agama Banyumas, kata Bambang, akan mengusulkan kepada Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kemenag RI mengoreksi buku terbitannya itu.

Terpisah, Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Purwokerto, Ilhamudin meminta buku tersebut segera ditarik dari peredaran.

"Kami mendesak Kemenag Banyumas segera menarik buku ini dari edaran, sebab hal ini akan menghegemoni dunia pendidikan," ungkapnya.

Kepala MTs Maarif Nu Al-Hidayah Purwokerto, Charis Munandar mengatakan, meski buku SKI belum sampai di tangan guru, namun aktifitas pembelajaran masih efektif.

Menurutnya, materi pelajaran yang memberikan pengetahuan terkait sejarah dan kebudayaan Islam itu sudah disampaikan sejak awal masuk menggunakan soft copy yang di download oleh guru setempat.

"Jika ada tulisan yang mengandung SARA dalam LKS atau buku, guru pasti punya inisiatif tanggap cepat dan mengantisipasinya," ujar sekretaris Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Banyumas ini. (Agus Riyanto/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, Pertandingan, Sejarah PMII Cabang Tegal

Pagelaran Ketoprak Akan Ramaikan Konfercab Ansor Sragen

Sragen, PMII Cabang Tegal. Kegiatan Konferensi Cabang (Konfercab) tidak mesti melulu identik dengan tarik-menarik pengaruh dalam proses pemilihan ketua, atau adu argumen di arena persidangan. Peserta Konfercab juga butuh hiburan sebagai jembatan komunikasi, menjalin keakraban, di samping tentunya dapat membaur dengan warga sekitar.?

Selain agenda formal macam pembahasan AD/ART dan pemilihan ketua baru, Pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, juga menyiapkan ragam hiburan sebagai rangkaian Konfercab GP ke-IX di Kompleks Gedung DPRD Sragen, Ahad (10/4).

Pagelaran Ketoprak Akan Ramaikan Konfercab Ansor Sragen (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagelaran Ketoprak Akan Ramaikan Konfercab Ansor Sragen (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagelaran Ketoprak Akan Ramaikan Konfercab Ansor Sragen

“Rangkaian kegiatan sudah dimulai hari ini (Jumat), dengan diadakan Latihan Instruktur (LI) Ansor dan Banser se-Soloraya. Kegiatan tersebut nantinya berjalan selama tiga hari, Jumat-Ahad (8-10/4)” terang Ketua PC GP Ansor Sragen, Nur Muh Sugiyarto, Jumat (8/4).

Lebih lanjut dipaparkan Sugiyarto, selain kegiatan latihan bagi instruktur, juga akan ada pagelaran musik Islami Sukowati serta bazar “Pesta Rakyat”. Sedangkan pada Ahad pagi di Gedung Kartini Sragen, akan ada pagelaran ketoprak “Ngampung” Balekambang Surakarta.

Pementasan seni budaya ini menurut Sugiyarto dirasa penting, mengingat catatan sejarah membuktikan dakwah di Nusantara dapat berkembang pesat, salah satunya melalui media budaya.

“Melalui integrasi budaya, terbukti Islam berkembang pesat di Indonesia dan memberikan citra sebagai agama yang menjadi rahmat untuk alam semesta,” pungkasnya.? (Ajie Najmuddin/Zunus)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Kyai, Sejarah PMII Cabang Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

PBNU Bahas RUU Penyelenggaraan Pemilu

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) tentang Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyelenggaraan Pemilu di lantai 5 Gedung PBNU, Kamis (26/1).

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU H. Helmy Faisal Zaini menyampaikan bahwa hasil survei terakhir tentang jumlah warga NU mencapai 45% atau menembus 120 juta di seluruh Indonesia.?

PBNU Bahas RUU Penyelenggaraan Pemilu (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Bahas RUU Penyelenggaraan Pemilu (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Bahas RUU Penyelenggaraan Pemilu

Menurut Helmy, saat Munas Alim Ulama dan Kombes NU tahun 2012, kiai-kiai NU mengusulkan agar pemilihan dilakukan dengan menggunakan sitem keterwakilan karena maraknya budaya politik uang.

Di tempat yang sama, Ketua PBNU Robikin Emhas mengharapkan lahir dua gagasan. Pertama, melahirkan pemimpin yang bisa diandalkan, yaitu pejuang utk mewujudkan apa yang dikehendaki para pendiri negeri ini. Karena, problem sekarang adalah rendahnya moral penguasa. Ia berharap, pemilu melahirkan negarawan bukan hanya politisi.

Kedua, memperkuat sistem presidensial. Menurutnya, sekarang sistem pemerintahan kita tidak jelas. “Sistem pemilu itu harus mencerdaskan pemilih. Pemilih yang cerdas diantaranya, pemilih yang tidak mau menerima suap,” katanya.

PMII Cabang Tegal

Sementara pembicara dari Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) Jhonny G. Plates meminta agar semua bersepakat dalam membuat Undang Undang (UU) dengan perpektif jangka panjang.?

Menurutnya, perlu perspektif yang sama untuk mencegah pragmatisme. “Saya hadir ingin mendengar perpektif NU karena maju mundurnya Indonesia tergantung maju mundurnya NU,” tegasnya.

PMII Cabang Tegal

Jhonny menambahkan, tantangan terbesar itu ada di partai politik untuk menyajikan pemimpin yang berkualitas. “Kita berharap penyelenggaraan pemilu ke depan lebih berkualitas,” pungkasnya.?

Hadir pada kesempatan itu Katua PBNU Umar Syah, Anggota DPR Fraksi PKB Luqman Edi, Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa, dan Ketua KPU Pusat Juri Ardiantoro. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sejarah, Pesantren, Ubudiyah PMII Cabang Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

KH Masdar: Selama Ini Bahtsul Masail NU Belum Banyak Evaluasi APBN dan APBD

Rembang, PMII Cabang Tegal - Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Masudi mendorong aktivis bahtsul masail di lingkungan Nahdlatul Ulama mengalihkan perhatian pada UU, Perda, APBN, dan APBD. Menurutnya, semua itu merupakan program yang hasilnya nyata, konkret, dan bersifat stretegis.

Norma-norma berupa UU dan Perda adalah regulasi yang mengatur kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan negara oleh pemerintah. Baik burukya rakyat dan pemerintah, tergantung peraturan perundang-undangan tersebut. Jadi ini sangat strategis.

KH Masdar: Selama Ini Bahtsul Masail NU Belum Banyak Evaluasi APBN dan APBD (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Masdar: Selama Ini Bahtsul Masail NU Belum Banyak Evaluasi APBN dan APBD (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Masdar: Selama Ini Bahtsul Masail NU Belum Banyak Evaluasi APBN dan APBD

Ia menjelaskan, satu-satunya pintu masuk mewarnai dan menentukan bagaimana penyelanggaraan negara adalah lewat UU dan Perda. Jadi wajib hukumnya untuk diperhatikan oleh NU.

PMII Cabang Tegal

"Jika NU selama ini mengampanyekan Islam rahmatan lil alamin harus dibuktikan dengan mempengaruhi isi UU dan Perda. Jadi tidak hanya motto atau slogan," kata Kiai Masdar ketika membuka forum Bahtsul Masail dalam Rangka Harlah Ke-94 NU yang diadakan oleh PWNU Jawa Tengah di Pesantren Roudlotut Tholibin Leteh, Rembang, Senin (1/5).

Lebih tegas ia menyebutkan, NU harus memastikan setiap pemerintah daerah dan pemerintah RI benar-benar menjalankan amanah menjamin kesejahteraan rakyat. “Itu berarti harus memelototi APBD dan APBN, apakah benar-benar prorakyat atau tidak. Membawa maslahat atau tidak.”

PMII Cabang Tegal

Apabila kepala daerah atau pemerintah berkata, “prorakyat,” tapi anggaran untuk rakyat sedikit atau tidak adil, maka itu jelas kebohongan. Dan NU harus mencegah dusta konstitusional itu.

"Ayo awasi APBN, kuliti APBD. Bahtsul masail harus masuk ke sana," ia mengajak dan memotivasi.

Konsekuensi dari program itu, Masdar menambahkan, NU perlu memproduksi para sarjana bidang bidang nonagama, mendidik para ahli hokum, atau pembuat regulasi. Hasilnya nanti, DPR dan DPRD harus meminta restu NU sebelum menetapkan setiap UU atau Perda.

UU atau Perda yang sudah disetujui NU, akan sangat kuat legitimasinya karena telah didukung para ulama. Produk hukumnya menjadi tidak sekadar buatan umara dan wakil rakyat, tetapi juga dari unsur ulama.

"Di sinilah semestinya fungsi organisasi kita menjaga negara yang merupakan kontrak atau kesepakatan antarkomponen bangsa ini," ujarnya bersemangat disambut tepuk tangan meriah hadirin.

Kiai Masdar mengulang-ulang statemennya tersebut. Ia lebih dari tiga kali mengulang kalimat tersebut agar PCNU dan PWNU segera memprogramkan bahsul masail Qonuniyah yang membahas regulasi.

"Bapak-bapak kiai dan ibu-ibu nyai yang saya hormati. Apabila kita sudah membuat bahtsul masail Qonuniyyah seperti yang saya jelaskan tadi, pasti panjenengan semua akan sangat sibuk. Mungkin bahtsul masail tidak diadakan setiap tiga atau enam bulan seperti selama ini, tapi bisa jadi setiap minggu. Bahkan satu bahtsul masail bisa sampai berhari-hari. Sebab UU itu jumlahnya ratusan, Perda juga puluhan atau ratusan di setiap Pemda," kata Kiai Masdar yang kini tercatat sebagai pengurus DMI. (Ichwan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaSantri, Sejarah, Amalan PMII Cabang Tegal

Ketua LPKNU : Galakkan Pesantren Siaga Bencana

Bandung, PMII Cabang Tegal

Bencana yang datang di Indonesia secara bertubi-tubi telah menimbulkan korban dengan jumlah yang luar biasa besarnya seperti yang terjadi di Aceh, Pengandaran Jogja dan lainnya. Besarnya korban tersebut salah satunya disebabkan oleh ketidaksiapan masyarakat dalam mengantisipasi terjadinya bencana.

Upaya untuk menghadapi bencana tersebut harus dilakukan oleh semua fihak, pemerintah, swasta, dan masyarakat. Ketua Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama (LPKNU) Dr. Syahrizal Syarif PhD. mengungkapkan bahwa masyarakat atau komunitas memiliki peranan penting dalam mengantisipasi dan menangani terjadinya bencana.

Ketua LPKNU : Galakkan Pesantren Siaga Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua LPKNU : Galakkan Pesantren Siaga Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua LPKNU : Galakkan Pesantren Siaga Bencana

Nahdlatul Ulama yang memiliki banyak pesantren yang merupakan sumber rujukan masyarakat dalam berbagai hal bisa juga berperan dalam mengantisipasi terjadinya bencana. “Makanya sekarang harus digalakkan pesantren siaga bencana,” tandasnya dalam acara workshop Penanganan Bencana Berbasis Pesantren yang diselenggarakan oleh LPKNU di Bandung, Rabu.

Hal yang sama diungkapkan oleh Ketua PBNU HM Rozy Munir. Pesantren yang memiliki kohesifitas dan jaringan luas di seluruh Indonesia merupakan modal penting yang bisa digunakan untuk membantu mengatasi terjadinya bencana.

Sementara itu wakil rektor ITB bidang pendidikan Dr. Ir. Widyo Nugroho SULASDI mengungkapkan bahwa kondisi  alam Indonesia merupakan daerah rawan bencana. Karena itu kehidupan masyarakat harus dibangun dengan budaya hidup dengan bencana seperti gempa.

PMII Cabang Tegal

Ia mencontohkan negara Jepang yang sangat sering terjadi gempa dan masyarakat disana sejak usia dini sudah dikenalkan bagaimana menyelamatkan diri ketika terjadi gempa yang bisa datang sewaktu-waktu. Pemerintah juga telah mensosialisasikan standard prosedur yang harus dilakukan oleh penduduk ketika terjadi bencana seperti tsunami sehingga bisa meminimalisir jumlah korban.

Lemahnya kesadaran terhadap bencana juga diakui oleh wakil gubernur Jabar H. Nu’man Abdul Hakim yang membuka acara tersebut. Mantan aktifis PMII tersebut menceritakan saat terjadi gempa yang mengguncang Jakarta beberapa waktu lalu. Saat itu, ia sedang berada di gedung DPR RI. “Ada gempa, orang-orang malah lari ke lift, bukannya ke tangga darurat. Mereka tidak tahu protapnya (prosedur tetap) bagaimana kalau ada bencana,” tandasnya.

Kondisi yang terjadi di kalangan elit Indonesia ini tentu menimbulkan pertanyaan yang menggelitik. Jika elitnya saja tidak faham bagaimana menghadapi bencana, bagaimana dengan rakyatnya?

Banyak masalah yang belum terselesaikan dalam mengantisipasi terjadinya bencana di Indonesia. Banyak daeah yang belum memiliki peta rawan bencana, siapa yang berhak mengumumkan akan terjadinya suatu bencana sampai dengan masalah dana untuk mengatasi bencana.

PMII Cabang Tegal

Beberapa daerah yang sudah memiliki peta rawan bencana adalah Malang dan Jakarta. Sementara Padang sudah membuat perda untuk mengantisipasi terjadinya bencana yang diantara isinya adalah saat terjadi tsunami, gedung bertingkat tiga ke atas menjadi milik publik yang bisa diakses siapa saja sehingga setiap orang bisa berlindung disana dan radio-radio lokal dibawah koordinasi pemerintah.

Workshop kali ini merupakan rangkaian awal dari upaya mempersiapkan pesantren di daerah rawan bencana agar bisa membantu mulai dari mengantisipasi sampai dengan penanganan pasca bencana. Tiga pesantren yang masing-masing mewakili daerah rawan bencana, PP Nurul Islam Jember berkaitan dengan tsunami dan longsor, PP Darussalam Magelang berkaitan dengan gunung meletus dan PP Assidiqiyah Jakarta berkaitan dengan banjir dan kebakaran. Sejumlah badan otonom dan lembaga yang berkaitan dengan penanganan bencana juga terlibat dalam acara tersebut. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Aswaja, Halaqoh, Sejarah PMII Cabang Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Kurangi Beban Orangtua, Pemerintah Jamin Biaya Pendidikan

Jakarta, PMII Cabang Tegal
Salah satu upaya mengurangi beban berat harus ditanggung kebanyakan para orangtua untuk menyekolahkan anaknya secara berkualitas adalah dengan jaminan riil biaya pendidikan kembali ditanggun oleh pemerintah seperti diamanatkan UU.  

"Kenapa Pemerintah tidak memberikan jaminan riil APBN dan APBD sebesar minimal 20 persen untuk anggaran pendidikan seperti diperintahkan Undang-Undang," kata Pengamat Pendidikan dari Universitas Lampung (Unila), Drs M. Thoha BS Djaya MS di Bandar Lampung, Minggu.

Menurut Thoha yang kini Pembantu Rektor III Unila itu, paling tidak di daerah-daerah, jaminan minimal 20 persen itu mulai dijalankan tanpa harus menunggu kesiapan anggaran pusat dalam APBN.

"Kebutuhan dana besar bagi pengelolaan sekolah dan pendidikan di daerah harus benar-benar ditopang oleh APBD karena kalau tidak, orangtua yang menanggung beban berat seperti sekarang ini," kata dia.

Thoha menyatakan, saat ini setelah pemerintah pusat tidak lagi menopang subsidi pendidikan seperti sebelumnya, sekolah-sekolah negeri dan swasta dituntut lebih banyak membiaya dirinya sendiri.

Padahal kebutuhan dana untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kelengkapan fasilitas pendidikan terus meningkat.

"Tidak ada jalan lain kecuali membebankannya kepada para orangtua siswa," ujar Thoha.

Tapi seharusnya selain dukungan riil 20 persen APBN dan APBD, dukungan dana pendidikan juga digali dari masyarakat secara luas, bukan melulu dipungut dari orangtua siswa.

"Kasihan orangtua yang berpendapatan rendah, sudah pasti akan minder dan berpikir dua kali menyekolahkan anaknya dengan biaya tidak terjangkau," katanya.

Pendapat serupa diungkapkan Ketua Komisi E DPRD Lampung, Ir KH Abdul Hakim Lc yang mengingatkan, di daerahnya semestinya pada APBD tahun 2004 sudah mulai direalisasikan ketentuan 20 persen untuk anggaran pendidikan.

"Paling tidak subsidi harus diberikan untuk pelaksanaan pendidikan dasar sembilan tahun di SD dan SMP yang tidak membebankan kepada orangtua terlalu berat," kata Hakim pula.

Ia malah berpendapat, idealnya dengan Program Wajar Sembilan tahun, selain penghapusan SPP, tidak ada lagi pungutan lain yang memberatkan baik di sekolah negeri maupun swasta.

"Harusnya subsidi diberikan pemerintah, tapi kenyataannya hampir tidak ada," kata Hakim lagi.

Namun begitu, dia mendesak pejabat berwenang untuk mengambil tindakan tegas terhadap keluhan besarnya pungutan dalam Penerimaan Siswa Baru (PSB) khususnya di sekolah negeri yang dinilai melampaui batas dan "mencekik leher" orangtua siswa.

"Bagaimana masyarakat yang tidak mampu bisa bersekolah tinggi walaupun pintar kalau tidak mampu memenuhi kewajiban membayar ke sekolahnya dan pemerintah tak dapat berbuat apa-apa," kata Hakim lagi.(ant/mkf)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sejarah, Humor Islam PMII Cabang Tegal

Kurangi Beban Orangtua, Pemerintah Jamin Biaya Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kurangi Beban Orangtua, Pemerintah Jamin Biaya Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kurangi Beban Orangtua, Pemerintah Jamin Biaya Pendidikan

Rabu, 24 Januari 2018

Pekan Depan, IPNU-IPPNU Rembang Gelar Lakut

Rembang, PMII Cabang Tegal. Pengurus IPNU-IPPNU Rembang tengah mempersiapkan Lakut yang akan diadakan pada Jumat-Ahad (14-16/11) mendatang. Selama tiga hari itu mereka mendapat pembekalan sejumlah materi kepemimpinan di Bumi Perkemahan Karangsari Park di desa Karangsari kecamatan Sulang, delapan kilometer dari arah utara Kota Rembang.

Sedikitnya 20 pelajar NU perwakilan PAC dan Komisariat sekabupaten Rembang, mengkuti pelatihan kader utama ini.

Pekan Depan, IPNU-IPPNU Rembang Gelar Lakut (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Depan, IPNU-IPPNU Rembang Gelar Lakut (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Depan, IPNU-IPPNU Rembang Gelar Lakut

Ketua panitia Abdul Rochim mengatakan, peserta akan dibekali materi Ke-IPNU-IPPN an, Aswaja, Peran Remaja dalam Masyarakat, Pengembangan Potensi, dan Kepemimpinan dan Keorganisasian.

PMII Cabang Tegal

Ketua IPNU Rembang Ahmad Qoif Ijnurin mengatakan, "Lakut ini diselenggarakan sebelum konferensi. Rencananya konferensi InsyaAllah pada akhir Februari mendatang."

PMII Cabang Tegal

Menurut Qoif, Lakut merupakan ujung tombak kaderisasi NU. "Agar kader NU ke depan lebih berintregritas, tanggung jawab, berakhlakul karimah serta mampu menghadapi perkembangan zaman," tambahnya.

Melalui kegiatan itu, ia berharap peserta mampu mengaplikasikannya dalam organisasi maupun di tengah masyarakat. (Moh Lilik Wijanarko Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sejarah, Kajian Sunnah, Amalan PMII Cabang Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Atlet SMP NU 2 Gresik Sapu Bersih Medali Panjat Tebing

Gresik, PMII Cabang Tegal - Atlit panjat tebing putri SMP NU 2 Gresik menyabet bersih semua juara untuk kategori putri pada Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Gresik 2016 , Ahad (14/8). Mereka berhasil merebut juara 1, 2, 3. Sedangkan panjat tebing kategori putra pelajar SMP NU 2 Gresik berhasil meraih juara 2.

Juara 1 putri atas nama Nurul Afiyah. Juara 2 putri Tasnim. Juara putri 3 atas nama Rima Yunita Sari. Sedangkan putra juara 2 atas nama M Syamsul Hadi.

Atlet SMP NU 2 Gresik Sapu Bersih Medali Panjat Tebing (Sumber Gambar : Nu Online)
Atlet SMP NU 2 Gresik Sapu Bersih Medali Panjat Tebing (Sumber Gambar : Nu Online)

Atlet SMP NU 2 Gresik Sapu Bersih Medali Panjat Tebing

"Kami selalu berlatih setiap hari sebelum pelaksanaan Porkab. Ini untuk menyiapkan fisik dan mental para atlet," kata Malik, guru yang selalu aktif mendampingi pelajar SMP NU 2 Gresik saat latihan.

PMII Cabang Tegal

Prestasi yang luar biasa ini tidak diraih dengan mudah, tetapi dengan kerja keras dan doa, kata Kepala SMP NU 2 Gresik Wito.

Wito berharap prestasi para atlet ini dipertahankan, bahkan kalau bisa ditingkatkan.

PMII Cabang Tegal

Panjat tebing memang menjadi salah satu ekstrakurikuler di SMP NU 2 Gresik. Dari sini diharapkan muncul atlet-atlet panjat tebing yang berbakat. Hal ini sudah dibuktikan keberhasilannya yang selalu meraih juara tiap kali mengikuti lomba panjat tebing.

“Dengan keberhasilan ini, diharapkan bisa menambah semangat para atlet dan pelatih untuk berprestasi yang lebih baik lagi,” kata Wito. (Choiruddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sejarah, Sunnah PMII Cabang Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

GP Ansor Bogor Gelar Diklat Kepemimpinan Dasar

Bogor, PMII Cabang Tegal - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyelenggarakan Diklat Kepemimpinan Dasar (DKD) zona Bogor Timur di Pondok Pesantren Al Ghazaliyah Nagrak, Kecamatan Gunung Putri. Kegiatan yang diikuti 250 peserta tersebut sempat diguyur hujan lebat, tetapi tidak menyurutkan semangat mereka.

Di luar materi ke-Ansoran, DKD yang berlangsung dari Jumat 30 September sampai 2 Oktober tersebut menghadirkan narasumber mumpuni, di antaranya PPM Aswaja yang mengajak kader untuk dakwah dengan tulisan lewat media online sebagai wujud jawaban atas tantangan zaman.

GP Ansor Bogor Gelar Diklat Kepemimpinan Dasar (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Bogor Gelar Diklat Kepemimpinan Dasar (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Bogor Gelar Diklat Kepemimpinan Dasar

Menurut Ketua Panitia DKD Jaenudin, kegiatan tersebut merupakan awal kebangkitan GP Ansor Kecamatan Gunung Putri khususnya, dan Kabupaten Bogor umunya.

“Kegiatan ini adalah bukti keseriusan PAC Gunung Putri dan PAC se-Bogor Timur untuk menggerakan pemuda Nahdatul Ulama serta mewujudkan cita cita perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Ketua PAC GP Ansor Gunung Putri dan Koordinator Wilayah Bogor Timur tersebut sebagaimana siaran pers yang diterima PMII Cabang Tegal pada Senin (3/10).

PMII Cabang Tegal

Ketua PC Ansor Kabupaten Bogor H. Abdullah Nawawi mengatakan, GP Ansor adalah gerakan yang menjunjung tinggi akhlakul karimah dalam mengejawantahkan setiap pergerakannya.

PMII Cabang Tegal

Hal itu senada dengan Ketua PW GP Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar. Dia mengatakan, GP Ansor mendakwahkan amar makruf? bil makruf nahyi munkar bil maruf (mendakwahkan kebaikan dengan baik, melarang kejelekan dengan baik).

Pembukaan kegiatan tersebut dihadiri Muspika Kecamatan Gunung Putri, PCNU Kabupaten Bogor LTN PBNU, Ketua Jatman DKI Jakarta, serta Keluarga Besar NU Kabupaten Bogor. Sementara penutupan diakhiri dengan doa kiai sepuh Gunung Putri dengan harapan akan muncul generasi baru penerus perjuangan Nahdlatul Ulama. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sejarah, Pendidikan PMII Cabang Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Semarak Rajaban di Kampung Kranji

Pekalongan, PMII Cabang Tegal. Rajaban adalah istilah lain peringatan peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Hampir setiap daerah memiliki tradisi yang mungkin berbeda istilah atau cara perayaannya.

Semarak Rajaban di Kampung Kranji (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Rajaban di Kampung Kranji (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Rajaban di Kampung Kranji

Namun sejatinya semua memiliki esensi yang sama, yakni sebuah pengingat peristiwa agung, tatkala Nabi saw melakukan perjalanan dari Makah ke Palestina (isra’), kemudian naik (mi’raj) hingga ke Sidratul Muntaha untuk bertemu Rabb-nya.

Tak terkecuali kegiatan Rajaban yang diselenggarakan oleh masyarakat di Kampung Kranji Kab. Pekalongan, Kamis kemarin (23/5). Rajaban menjadi sebuah momentum acara bersama mulai dari remaja, ibu-ibu hingga para sesepuh kampung turut menyemarakkan acara tersebut.

PMII Cabang Tegal

Semarak acara sebetulnya sudah tampak sejak hari-hari sebelumnya, dimana para remaja yang tergabung dalam IPNU-IPPNU membuka bazar. Selain mereka yang berjualan aneka makanan dan minuman, para pedagang dari luar juga turut ngalap berkah dari acara tersebut. Bermacam-macam pedagang tumpah-ruah di dekat kompleks Masjid Jami’ Kranji.

PMII Cabang Tegal

Rabu (22/5), para remaja putri dari IPPNU, dan Fatayat serta siswa-siswi dari Madrasah Diniyah Nurul Anam berbondong-bondong datang ke kompleks makam. Di sana mereka mengadakan yasinan dan tahlilan sampai menjelang Maghrib. Malam harinya, diadakan lagi yasinan dan tahlilan untuk umum. selesai itu, acara dilanjutkan dengan khataman Al-Quran 30 juz bil ghaib.

Puncak acara peringatan Rajaban di Kampung Kranji, yakni acara peringatan Isra’ Mi’raj dan Haul Mbah Nurul Anam serta para Sesepuh Kampung Kranji diselenggarakan Kamis (23/5) lalu di kompleks pemakaman Kampung Kranji Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. Acara tersebut dihadiri ribuan jamaah yang datang dari berbagai daerah.

Salah satu peziarah, Mustofa, menuturkan dirinya bersama rombongan dari Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang selalu menghadiri Khaul Ulama Nurul Anam setiap tahunnya.

”Kehadiran kami dalam acara tersebut diantaranya adalah ngalap berkah. Selain itu juga agar dapat meneladani ulama Nurul Anam semasa hidupnya,” ujar warga Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang tersebut.

Hal itu juga dibenarkan H. Subhan dari Cirebon Jawa Barat. Meski bersama rombongan kecil, pihaknya terus mengikuti acara Khaul Ulama Nurul Anam setiap tahunnya. “Selain sebagai pencerahan, kami juga ingin ngalap berkah,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sejarah, Kiai PMII Cabang Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Ilmu Kanuragan Pagar Nusa di Bawah Kendali Ulama

Klaten, PMII Cabang Tegal - Ketua Umum (Plt) Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa, Ajengan Mimih Haeruman, hadir dalam pembukaan kegiatan Jambore I Pagar Nusa se-Soloraya dan DIY,? yang diadakan oleh Pengurus Cabang Pagar Nusa Kabupaten Klaten, belum lama ini (21/10).

Dalam sambutannya, Ajengan Mimih menyampaikan bahwa nama Pagar Nusa itu bisa diartikan secara fleksibel, akan tetapi bermuara pada tujuanya yaitu menjadi pagarnya NU dan bangsa. “Pagar Nusa ini lahir di tengah-tengah pesantren yang insyaallah selalu dibarokahi oleh para alim ulama. Tujuan utamanya yakni menjadi pagar NU dan bangsa,” tegasnya.

Ilmu Kanuragan Pagar Nusa di Bawah Kendali Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ilmu Kanuragan Pagar Nusa di Bawah Kendali Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ilmu Kanuragan Pagar Nusa di Bawah Kendali Ulama

Ditambahkan dia, bahwasanya ilmu kanuragan dapat membuat orang memiliki sifat merasa lebih kuat dibandingkan yang lain. “Pada umumnya seorang yang diberi didikan ilmu kanuragan, suwuk-suwuk, jampi-jampi, dan aurod akan menjadi sombong,” kata dia.

Berbeda dengan yang diajarkan di Pagar Nusa, menurut dia, ilmu kanuragan tidak diajarkan untuk pamer kekuatan maupun ajang kesombongan. “Di Pagar Nusa, dididik untuk selalu patuh kepada dawuh para ulama, sehingga semuanya akan secara otomatis sistem kendali ada di akhlak ulama,” tutur dia.

PMII Cabang Tegal

Pada acara bertema “Konstruksi Bela Negara Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Dalam Meneguhkan Perdamaian Dan Semangat Kebangsaan” ini juga dihadiri para pendekar Pagar Nusa dari wilayah eks-Karesidenan Surakarta dan DIY.

PMII Cabang Tegal

Acara Jambore ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri di Klaten. Ketua PCNU Klaten, Mujibburrohman, mengatakan semangat resolusi jihad tidak hanya berlaku pada masa perjuangan mengusir penjajah, akan tetapi sampai hari kiamat. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sejarah, Lomba PMII Cabang Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Buka Perkemahan PTK, Menag Harap Mahasiswa Jadi Contoh Spirit Perubahan

Kendari, PMII Cabang Tegal. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin secara resmi membuka Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) XIII yang dilaksanakan 16-22 Mei di Lapangan Ex MTQ Kendari Sulawesi Tenggara, Senin (16/5).

Kegiatan dua tahunan ini diikuti tidak kurang dari 1.500 Pramuka Pandega yang berasal dari Perguruan Tinggi Keagamaan se-Indonesia dan sejumlah peserta dari luar negeri, antara lain: Afganistan, Rusia, Jepang, Madagaskar, Philipina, Thailand, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Mahasiswa dari Perguruan Tinggi Kegamaan Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha juga ikut meramaikan PW PTK.?

Di hadapan ribuan Pramuka Pandega, Menag mengatakan gerakan pramuka telah mengakar secara historis di bumi Nusantara. Menurutnya, pramuka merupakan salah satu wadah pembinaan generasi muda dan sukses melahirkan kader perubahan. “Perkemahan ini mampu merangsang, menanamkan, dan memperteguh nilai-nilai ? nasionalisme dan patriotisme yang didasari pada pemahaman keagamaan yang terbuka, damai, dan toleran,” tegas Menag sebagaimana dilansir? kemenag.go.id.

Buka Perkemahan PTK, Menag Harap Mahasiswa Jadi Contoh Spirit Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Perkemahan PTK, Menag Harap Mahasiswa Jadi Contoh Spirit Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Perkemahan PTK, Menag Harap Mahasiswa Jadi Contoh Spirit Perubahan

“Ini merupakan cermin bahwa kita mempunyai komitmen pluralisme dan upaya serius membangun hubungan yang harmonis lintas iman dan lintas agama,” tambahnya.?

Menurut Menag, bangsa ini harus menjadi contoh bangsa lain betapa masyarakatnya sudah selesai dan tidak mempersoalkan lagi masalah perbedaan agama, ras, suku dan antar golongan. “Semua warga negara bisa hidup bersama (living together), rukun dan damai dalam wadah NKRI,” tegasnya.

Lebih dari itu, lanjut Menag, keterlibatan mahasiswa asing sangat strategis untuk membangun solidaritas dunia, pergaulan dan wawasan global. Melalui perkemahan antar-warga-negara ini, diharapkan akan dapat dibangun kesepahaman dan komitmen bersama untuk hidup saling berdampingan, mendukung dan bekerjasama untuk menyelesaikan masalah-masalah kemanusiaan, lingkungan, hak asasi manusia, terorisme dan kekerasan, dan lain-lain.

PMII Cabang Tegal

“Kegiatan PW PTK XIII 2016 merupakan even yang strategis sebagai wujud komitmen Kementerian Agama RI dalam merevitalisasi gerakan pramuka di Indonesia,” tandasnya.?

Ke depan, Menag berharap ? kegiatan kepramukaan di PTK dapat merespon perkembangan information tekhnologi (IT) yang salah satunya menjelma dengan maraknya media sosial seperti facebook, twitter, instagram, whatshap dan lain-lain.

IAIN Kendari didaulat menjadi tuan rumah kemah bakti bekerjasama dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Provinsi Sulawesi Tenggara. Dalam kemah bakti ini, ada dua sistem perkemahan yaitu beberapa hari tinggal di tapak perkemahan (tenda), dan di hari berikutnya tinggal di rumah penduduk (homestay). Tujuannya, agar para peserta lebih dekat dengan warga, sehingga memahami persoalan yang ada di masyarakat.(Kemenag/Zunus)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sholawat, Sejarah, Makam PMII Cabang Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Setelah Yasinan, PMII Diskusi Pemikiran Ibnu Khaldun

Yogyakarta, PMII Cabang Tegal? . Diskusi, aksi dan refleksi merupakan trias organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Tradisi diskusi merupakan agenda rutin malam Jumatan PMII Humaniora Park Rayon Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Islam Negeri Yogyakarta yang dilaksanakan setelah Yasinan.?

Setelah Yasinan, PMII Diskusi Pemikiran Ibnu Khaldun (Sumber Gambar : Nu Online)
Setelah Yasinan, PMII Diskusi Pemikiran Ibnu Khaldun (Sumber Gambar : Nu Online)

Setelah Yasinan, PMII Diskusi Pemikiran Ibnu Khaldun

Kamis (12/3) jam 19.30 WIB PMII Humaniora Park kembali mengadakan diskusi yang dipandu langsung oleh pengurus Rayon. Ahmad Riyanto membahas tentang konsep ashabiyah Ibnu Khaldun yang berkaitan dengan solidaritas kelompok.?

Referensi buku yang digunakan dalam diskusi tersebut berjudul “Muqaddimah: karya Ibnu Khaldun”. Dalam buku tersebut memiliki banyak bahasan, diantaranya adalah sejarah, ekonomi, politik dan lingkungan sosial. ?

PMII Cabang Tegal

Ahmad Riyanto menegaskan konsep ashabiyah hanya berlaku bagi masyarakat nomaden. Dalam masyarakat Arab lebih dikenal dengan istilah kafilah. Namun masyarakat yang nomaden pada akhirnya akan menetap jika menemukan tempat yang membuatnya bertahan hidup. Apabila masyarakat mulai menetap maka dengan sendirinya Ashabiyah sedikit demi sedikit akan hilang.?

PMII Cabang Tegal

Ia menambahkan, pemikiran Ibnu Khaldun memiliki kemiripan dengan pemikirannya Emile Durkheim. ”Pemikirannya Ibnu khaldun sama dengan pemikirannya Durkheim tentang solidaritas mekanik dan organik”. Hanya saja, lanjut dia, pada waktu itu Ibnu Khaldun belum membagi secara spesifik masyarakat desa dan kota.?

Sementara Asep Mahfud selaku peserta diskusi mebenarkan hal yang demikian. Karena Ibnu Khaldun lahir duluan dibandingkan dengan Durkheim. ”Saya ingat perkataaannya dosen saya Pak Andi, bahwasanya Durkheim dicurigai menjiplak pemikiran Ibnu khaldun”.

Dalam teorinya Ibnu Khaldun disebutkan ketika masyarakat berada dalam tatanan masyarakat yang berkelompok. Maka kehidupan masyarakat penuh dengan berbagai aturan dan kesepakatan bersama dalam masyarakat. ? Untuk mengkontektualisasikan teori ? Durkheim secara geografis ? antara kota dan desa saat ini mengalami kesulitan. “Apalagi saat ini juga ada istilah masyarakat pinggiran kota”, ungkap Ahmad Riyanto.

Thoriq, peserta diskusi juga berpendapat, untuk membedakan masyarakat kota dan desa secara sistem sosial adalah dengan cara melihat perilaku masyarakat yang ada. “Kalau di desa sangat kental dengan istilah gotong-royong, sedangkan di kota sudah terkotak-kotak sesuai dengan pekerjaan. Hal itulah yang menjadi ciri khas kota dan desa”,ujarnya. (Hendris/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Sunnah, Sejarah, Warta PMII Cabang Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Dandim 0411 Gelar Doa Kemerdekaan di Pesantren Walisongo

Lampung Tengah, PMII Cabang Tegal - Ratusan santri dan ratusan Tentara Nasional Indonesia di bawah Komando Dandim 0411 Kabupaten Lampung Tengah mengikuti upacara penurunan bendera di Pesantren Walisongo, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah. Mereka juga menggelar doa kebangsaan di pesantren tersebut, Kamis (17/8) sore.

Ada yang berbeda  pada upacara penurunan bendera dalam Hari Ulang Tahun Ke-72 Republik Indonesia tahun ini di halaman Pesantren Walisongo. Peserta upacara tidak hanya para santri pesantren setempat tetapi tampak hadir pula seratusan lebih pasukan TNI anggota Dandim 0411 Kabupaten Lampung Tengah.

Dandim 0411 Gelar Doa Kemerdekaan di Pesantren Walisongo (Sumber Gambar : Nu Online)
Dandim 0411 Gelar Doa Kemerdekaan di Pesantren Walisongo (Sumber Gambar : Nu Online)

Dandim 0411 Gelar Doa Kemerdekaan di Pesantren Walisongo

Pengasuh Pesantren Walisongo Kiai Syaikhul Ulum Syuhada di sela-sela sebelum upacara penurunan bendera menyampaikan, agenda ini dilaksanakan sebagai bentuk kerja sama pesantren dan militer, Polres Lampung Tengah, MWCNU Bumi Ratu Nuban untuk terus memupuk rasa nasionalisme di kalangan santri dan aparatur negara dalam hal ini TNI dan Polri.

“Mari kita kirimkan hadiah surat Al-Fatihah untuk Komanadan Dandim Lampung Tengah dan Kapolres Lampung Tengah semoga para prajurit, anggotanya senantiasa diberi kekuatan, kesehatan dalam mengemban tugas negara menjaga ketertiban, keamanan masyarakat Indonesia,” kata alumnus Fakultas Tarbiyah IAIM NU Kota Metro Lampung ini.

PMII Cabang Tegal

Inspektur upacara penurunan bendera adalah Dandim 0411 Lampung Tengah Letkol Janjang Kurniawan. Selepas shalat magrib berjamaah mereka makam tumpeng bersama.

Upacara penurunan bendera di Pesantren Walisongo Kecamatan Bumi Ratu Nuban Kabupaten Lampung Tengah dihadiri Pengasuh Pesantren Walisongo Kiai Syaikhul Ulum Suhada, Ketua MUI Lampung Tengah H Mutawalli, Ketua GP Ansor Lampung Tengah Saryono, jajaran pengurus MWCNU Bumi Ratu Nuban, para santri Walisongo, pengurus harian Satkorcab Banser Lampung Tengah, Dandim 0411 Lampung Tengah Letkol Janjang Kurniawan, Kapolres Lampung Tengah AKBP Purwanto Puji Suttan, para anggota TNI Dandim 0411 Lampung Tengah, dan masyarakat sekitar. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ahlussunnah, AlaSantri, Sejarah PMII Cabang Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Pergunu dan PPI Jalin Kerja Sama Terkait Beasiswa Luar Negeri

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) memiliki fokus pengembangan sumber daya manusia, khususnya bagi nahdliyin. Salah satu langkah yang dilakukan ialah dengan memberikan beasiswa strata satu (S1) kepada pelajar utusan Pengurus Wilayah Pergunu se-Indonesia, serta pelajar luar negeri.

Pergunu dan PPI Jalin Kerja Sama Terkait Beasiswa Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu dan PPI Jalin Kerja Sama Terkait Beasiswa Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu dan PPI Jalin Kerja Sama Terkait Beasiswa Luar Negeri

Untuk optimalisasi rekrutmen calon mahasiswa luar negeri, Pergunu telang menjalin kerja sama dengan berbagai komunitas, di antaranya Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia, Perkumpulan Masyarakat Serantau Malaysia, dan Yayasan Bakti Jaya Taiwan.?

Hal itu sebagaimana disampaikan, Koordinator Program, Aris Adi Leksono. Saat ini salah satu fokus program Pergunu adalah pemberian beasiswa untuk pelajar-pelajar terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia dan dari pelajar luar negeri. Dalam pelaksanaan rekrutmen di luar negeri, kami bekerjasama dengan PPI Dunia, Perkumpulan Masyarakat Rantau Malaysia, dan Yayasan Bakti Jaya Taiwan.

Lebih lanjut, Aris menjelaskan bahwa beasiswa ini adalah tahun ketiga, sampai saat ini, Pergunu telah memberikan beasiswa kepada lebih dari 600 mahasiswa, baik dalam maupun luar negeri. Semuanya menempuh pendidikan S1 di Kampus Institut KH Abdul Chalim, Pacet, Mojokerto. Selain itu, mereka juga mendapatkan kesempatan belajar di pesantren unggulan Amanatul Ummah.?

PMII Cabang Tegal

“Program ini, merupakan bagian dari upaya merealisasikan visi besar Ketua Umum Pimpinan Pusat Pergunu, KH Asep Saifuddin Chalim terkait perlu perubahan mendasar tentang orientasi pendidikan nasional. Dengan cara menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang memiliki kualitas dan kesamaan pandangan dan gerak untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia, masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera,” terang Aris yang juga Wakil Ketua PP Pergunu.

Tahun Akademik 2017-2018, Pergunu akan merekrut 200 calon mahasiswa, baik dari dalam dan negeri. Mahasiswa dan Calon Mahasiswa dari luar negeri berdasar dari negara, Thailand, Malaysia, Philipina, Bangladesh, Afghanistan, Kazakhstan, Palestina, dan Libanon. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Sejarah PMII Cabang Tegal

Tahun ini, Jamaah “Jimat” Santuni Yatim 2 Kali Lipat

Subang, PMII Cabang Tegal. Salah satu kegiatan rutin tahunan jamaah Jimat (pengajian malam Jum`at) adalah menggelar santunan untuk anak yatim pada tanggal 10 muharam tahun ini. Kegiatan santunan digelar di Masjid Jami Dusun Wangun, Desa Rancabango, Kecamatan Patokbeusi, Subang, kamis (14/11) malam.

Tahun ini jumlah anak yatim meningkat  100 persen. Jika tahun kemarin jumlah anak yatim yang diberi santunan berjumlah 120 orang, tahun ini sebanyak 240 orang anak yatim.

Tahun ini, Jamaah  “Jimat” Santuni Yatim 2 Kali Lipat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun ini, Jamaah “Jimat” Santuni Yatim 2 Kali Lipat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun ini, Jamaah “Jimat” Santuni Yatim 2 Kali Lipat

Pengasuh Pengajian Malam Jum`at, Kiai Thala`al Badar Karim mengungkapkan, dana untuk kegiatan santunan ini diperoleh dari sumbangan para jamaah Jimat. Mereka berasal dari berbagai kalangan dan profesi yang ada di beberapa desa Kecamatan Patokbeusi.

PMII Cabang Tegal

“Simbol kekuatan muslim atau orang beriman adalah anak yatim. Semakin sejahtera anak yatim, menandakan keimanan kita kuat. Sebaliknya, jika masih banyak anak yang kurang sejahtera maka keimanan kita masih rendah,” terang Kiai yang sering disapa Kang Toto itu.

Sebab, lanjut Kang Toto yang juga Ketua MWCNU Patokbeusi, Alquran Surat Al-Maun ayat 1-3, menjelaskan perihal itu dengan terang.

PMII Cabang Tegal

Untuk itulah saya mengajak para jamaah untuk selalu berusaha meningkatkan kepedulian kepada anak-anak yatim, pungkasnya. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sholawat, Sejarah PMII Cabang Tegal

Rabu, 29 November 2017

Warga Pesantren Diingatkan "Kelompok Khilafah" Ingin Runtuhkan NKRI

Sumedang, PMII Cabang Tegal. Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Sukamantri Tanjungkerta Sumedang Jawa Barat mengadakan kegiatan Doa Bersama, Tausyiah Kenegaraan, Tahlilan, dan Gema Sholawat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-70 Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-70, Ahad (16/8) kemarin.

Kegiatan dimulai pukul 19.00 (bada isya) dengan diawali dengan gema Sholawat yang dipandu oleh grup marawis Al-Hikam. Setelah itu dilanjutkan dengan istighotsah, tahlilan, dan tausyiah kemerdekaan. Lagu Indonesia Raya dan pembacaan teks proklamasi pun tidak ketinggalan dibacakan.

Warga Pesantren Diingatkan Kelompok Khilafah Ingin Runtuhkan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Pesantren Diingatkan Kelompok Khilafah Ingin Runtuhkan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Pesantren Diingatkan "Kelompok Khilafah" Ingin Runtuhkan NKRI

KH Muhammad Aliyuddin pimpinan Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah dalam taushiyahnya mengatakan bahwa, salah satu yang paling berjasa dalam perjuangan kemerdekaan RI yaitu para Ulama dengan para santrinya. Para ulama pada waktu itu membakar semangat para santrinya dengan mengatakan angkat senjata membela NKRI dan selalu mengumandangkan Hadis Nabi tentang cinta tanah air sebagain dari iman.

PMII Cabang Tegal

“Sudah selayaknya saat ini kita selaku rakyat Indonesia memperingati kemerdekaan RI sebagai bukti kecintaan kepada NKRI," pesannya.

PMII Cabang Tegal

Hadir juga dalam kegiatan tersebut ketua PCNU Sumedang, H Sadulloh yang diberikan kesempatan memberikan tausyiah kemerdekaan. Ia berpesan kepada warga agar mewaspada kelompok yang ingin mendirikan negara khilafah.

"Mempertahankan NKRI adalah harga mati untuk warga NU. Saat ini ada beberapa golongan yang ingin meruntuhkan NKRI, golongan tersebut ingin mendirikan negara khilafah di Indonesia dan ingin merubah dasar negara Pancasila. Kita warga NU harus berani melawan golongan tersebut. NU ikut mendirikan negara Indonesia, maka NU harus tetap menjaga keutuhan NKRI," katanya.

Atribut bendera Merah Putih dan bendera NU pun ikut memeraiahkan kegiatan tersebut. Banyak para santri dan masyarakat yang hadir dengan membawa bendera merah putih dan bendera hijau NU. Mereka semua yang hadir mengatakan, semua aktifitas itu mereka lakukan karena saking cintanya pada Indonesia dan NU. (Ayi Abdul Kohar/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Aswaja, Sejarah PMII Cabang Tegal

Minggu, 19 November 2017

Isomil Bahas Langkah Atasi Kesenjangan Ekonomi dan Kemiskinan

Jakarta, PMII Cabang Tegal

International Summit of The Moderate? Islamic Leaders (Isomil) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Senin (9/5), antara lain mendiskusikan Strategi Mengatasi Kesenjangan dan Kemiskinan.

Dimoderatori Guru Besar Universitas Lampung Prof Bustanul Arifin, diskusi menghadirkan anggota Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DR Firdaus Djaelani dan mantan Menteri Kelautan RI yang juga Guru Besar IPB Prof DR Rokhmin Dahuri.

Isomil Bahas Langkah Atasi Kesenjangan Ekonomi dan Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Isomil Bahas Langkah Atasi Kesenjangan Ekonomi dan Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Isomil Bahas Langkah Atasi Kesenjangan Ekonomi dan Kemiskinan

Firdaus Djaelani mengatakan bahwa harus diakui negara-negara miskin di dunia kebanyakan adalah negara berkembang dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Berdasarkan gini ratio, ditemukan tingkat perbedaan pendapatan warga kaya dan warga miskin. Di Indonesia, contohnya angka gini ratio mencapai 0,4.

PMII Cabang Tegal

Pembangunan tumbuh dengan salah satu indikasi dari APBN dalam 10 tahun? ini yang meningkat antara 5 sampai 10 kali lipat, seolah pembangunan ini luar biasa, tapi? ketimpangan antara yang kaya dan miskin semakin besar.

“Seperti lagu Rhoma Irama ‘yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin,” kata Firdaus di hadapan peserta pertemuan internasional para pemimpin Islam moderat yang diinisiasi PBNU tersebut.

PMII Cabang Tegal

Untuk mengatasi persoalan tersebut menurut Fidaus ada beberapa faktor yang bisa dilakukan. Pertama adalah bagaimana penduduk miskin bisa mengakses pendidikan. Misalnya pemerintah dengan memprogramkan wajib belajar 12 tahun, itu harus dibuktikan dengan biaya gratis. Sehingga banyak lulusan sekolah menengah yang siap kerja atau melanjutkan pendidikan.

Kedua, warga miskin harus diberi kesempatan hidup sehat. Seperti yang sudah dilakukan Pemerintah melalui program BPJS membantu membayarkan premi rakyat miskin.

Ketiga, mendorong masyarakat menjadi pengusaha, misalnya melalui Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM). “Lapangan kerja yang tersedia lebih sedikit. Masyarakat tidak semuanya cari pekerjaan. Maka kita dorong menjadi entrepreneur,” kata Firdaus.

Firdaus mengatakan dalam persoalan modal usaha, banyak warga dan UMKM yang tidak bisa mengajukan pinjaman modal ke perbankan. Istilahnya unbankable, tidak bisa masuk dunia perbankan.? Salah satu penyebabnya adalah mereka tidak mempunyai agunan atau jaminan, padahal mereka mempunyai aset.

Misalnya? tanah ada, tetapi tidak bersertifikat. Maka pemilik tanah harus didorong untuk memiliki sertifikat, sehingga sertifikat tersebut dapat digunakan sebagai agunan pengajuan pinjaman modal.

Tidak hanya sertifikat tanah, sertifikat binatang ternak juga dapat digunakan sebagai jaminan pengajukan peminjaman modal. Bila ada kekhawatiran binatang ternak mati, maka bisa diajukan asuransi.

Firdaus? mengatakan, Otoritas Jasa Keungan (OJK) bekerjasama dengan lembaga non bank menggulirkan program layanan keuangan tanpa kantor cabang, yang dikerjasamakan dengan beberapa pihak seperti minimarket untuk membantu permodalan UMKM. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sejarah PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock