Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Politik Pertanian

Oeh Bisri Effendy-Bagi seorang petani, menanam padi tidak sekedar menabur benih di sebuah lahan, mengairi, menyiangi, dan memanen. Ia bertemali dengan kekuatan alam lain di luar diri sang petani.

Sangiang Sri seperti yang termaktub dalam La Galigo atau Dewi Sri dalam mitologi Jawa adalah sebuah kekuatan gaib yang amat berpengaruh pada penanaman padi. Biji benih, kesuburan, dan keberkabahan dikaitkan dengan seberapa jauh kekuatan itu “turun tangan” ke dalamnya. Dalam konteks itu, kita mengenal berbagai ritual menyongsong, merawat, dan menyudahi proses penanaman padi.

Politik Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
Politik Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)

Politik Pertanian

Beras, bagi petani, bukan hanya dilihat sebagai soal ekonomi untuk memenuhi kebutuhan kalori, protein, dan vitamin, tetapi juga merupakan tanaman firdaus yang memiliki kekuatan misterius untuk menguatkan lahir-batin. Sejumlah mitos menyatakan bahwa beras adalah “makanan Ilahiah” (rohaniah) yang dapat menimbulkan kekuatan, keberdayaan, dan mencegah kemalasan dalam meniti kehidupan sehari-hari.

Modernisasi pertanian (revolusi hijau) pada awal 70-an oleh negara yang didukung pemodal dan kaum terpelajar berupa intensifikasi menyebabkan tidak hanya perubahan jenis bibit padi dan perawatannya tetapi juga pandangan masyarakat terhadap padi dan seluruh yang berkaitan dengannya. Beras sebagai “makanan Ilahiah” dan proses produksi yang serba sakral (suci) menjadi makanan murni biologis yang profan (duniawi) dan diproduksi secara rasional tanpa kaitan dengan mahluk gaib dan upacara-upacara mistis.

PMII Cabang Tegal

Bukan hanya modernisasi, agama yang berwatak puritan (tekstualistik) berperan penting dalam mengubah religiusitas (sakralitas) pertanian. Praktik ritual pertanian yang juga amat penting dalam menjaga keimbangan mikrokosmos-makrokosmos justru dianggap menyimpang dari ajaran, bahkan sebagian kaum puritan ini memandangnya sebagai kufur dan musyrik. Dengan berbagai cara praktik-praktik ritual itu disirnakan yang menyebabkan dampak modernisasi di atas makin kuat dan terlegitimasi.

PMII Cabang Tegal

Praktik ritual menjelang tanam maupun pasca panen di sebagian daerah memang masih terselenggara, tetapi makna subtantif di dalamnya bisa dipastikan telah menghilang. Apalagi sejak ritual-ritual itu – dan ritual-ritual lain – sengaja diinvensi untuk kepentingan-kepentingan eksternal di luarnya seperti pariwisata. Sejak awal 80an, ritual pertanian yang tersisa berubah sebuah pertunjukan untuk ditonton oleh orang-orang di luar komunitas pemilik/pendukungnya.

Implikasi lebih lanjut adalah mengenai pandangan para petani terhadap tanah. Modernisasi pertanian dan pemurnian agama (dari nilai-nilai budaya lokal) perlahan mengusik dan akhirnya melenyapkan sakralitas tanah. Keyakinan petani bahwa tanah adalah suci, bagian tak terpisah dari diri manusia, dan sumber keberkahan berubah menjadi profan, duniawi semata. Dalam pandangan petani tempo dulu, mengeksploitasi, merusak, dan menodai tanah merupakan pantangan yang tak boleh dilanggar. Hubungan kultural-teologis antara manusia dan tanah menjadi lenyap bersama hilang/berubahnya ritual-ritual pertanian sebagai penanda hubungan tersebut.  

Sebaliknya, kini, para petani umumnya menganggap, seperti dianjurkan modernitas dan puritanisme, bahwa tanah hanyalah sebuah hamparan bumi yang dieksploitasi sepenuhnya untuk manusia, sesuatu yang profan, dan tidak ada kaitan teologis maupun kultural dengan manusia. Hubungan manusia dan tanah adalah hubungan temporer, penuh kesementaraan, dan tidak ajeg.

Dalam konteks seperti itu, monopoli negara atas tanah dapat diundangkan dan praktik-praktik penggusuran atau pemisahan tanah dari pemiliknya turun-temurun menjadi hal yang wajar, legal, dan dianggap bukan persoalan. Demikian pula wajar jika keteguhan dan kegigihan mempertahankan bukanlah soal teologis dan kultural tetapi murni ekonomi dan politik yang rawan konflik.

Bisri Effendy adalah budayawan, mantan peneliti LIPI         

    

        

      

    

    

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Habib PMII Cabang Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

Apakah Gus Dur Sengaja Mencari Celaan?

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Gus Dur tokoh yang kontraversial, banyak pendukung dan pemujanya, tetapi disisi lain, banyak orang yang mencaci dirinya. Toh ia santai saja atas sikap kelompok tersebut.

Apakah Gus Dur Sengaja Mencari Celaan? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apakah Gus Dur Sengaja Mencari Celaan? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apakah Gus Dur Sengaja Mencari Celaan?

Banyak perilakunya yang diluar standar normal. Yang paling terkenal diantaranya ketika ia menyebut “DPR seperti anak TK“ yang masih sering dikutip sampai sekarang, dan hanya memakai celana pendek ketika keluar dari istana saat digulingkan dari jabatannya sebagai presiden. Banyak orang memandangnya dengan sinis, “presiden kok begitu.“ 

Jangan-jangan ia sengaja mencari celaan dan hinaan dari publik, agar hatinya selalu dekat dengan Allah? Dalam sufi, terdapat aliran Malamatiyah, yaitu kelompok sufi yang sengaja menghinakan dirinya. Ketika orang memuji dan mengkultuskannya, ia akan melakukan tindakan kontraversial agar dicaci publik untuk menghindari penyakit hati seperti riya’ (ingin dilihat baik), ujb (kagum dengan diri sendiri) dan nifaq (munafik/penampilan lahir lebih baik dari batin). Semua penyakit hati ini bisa menjauhkan hati seorang sufi kepada Allah.

PMII Cabang Tegal

 

“Saya ngak mau kurang ajar untuk ngrasani Gus Dur. Banyak orang yang lebih nyeleneh daripada Gus Dur dalam kewalian,“ kata ulama Betawi KH Saifuddin Amsir.

PMII Cabang Tegal

Orang seperti itu, kata rais syuriyah PBNU ini, mencari celaan dan orang lain dalam upaya melatih hati untuk meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah. Pada titik tertentu, mereka sampai merasa, dirinya lebih hina daripada orang lain, bahkan binatang sekalipun. 

Namun, aliran ini berbahaya jika salah memahaminya. Banyak orang yang ingin masuk kelompok ini dan melakukan maksiat yang berlebihan, tetapi terjebak disitu, tidak bisa membedakan antara mencari kemuliaan dan pemuja syahwat. 

“Jadi kata malamatiyah, yaitu orang yang menisbahkan diri kepada malamah, kehinaan, cercaan. Itu yang dia cari.”

Di Jakarta, ia mengenal sosok seperti itu, dalam kehidupan sehari-hari, banyak perilakunya yang kelihatannya tidak pantas dilakukan oleh seorang tokoh agama, sehingga ia banyak diejek. Tetapi di sisi lain, sikapnya sangat baik kepada masyarakat.

Suatu hari “sufi” tersebut dengan kasar meminta hampir semua uang yang dimiliki oleh pejabat yang dengan sangat terpaksa memberikan apa yang dimiliki, meskipun dalam hati menjerit, karena harta yang dikumpulkan dengan susah payah tersebut diminta, apalagi dengan cara kasar. 

Begitu mendapat uang tersebut, ia pergi ke rumah janda-janda yang membutuhkan sampai semua uang tersebut habis. Pulang ke rumah, orang tersebut masih diomeli sama istrinya, “setan loe, pulang-pulang ngak bawa uang.”

Disisi lain, pejabat yang dimintai uang tersebut mendapat ganti yang luar biasa besarnya. Peristiwa tersebut berulang kali terjadi pada orang tersebut, meminta uang kepada seseorang, kemudian ternyata tak lama kemudian, yang dimintai mendapat ganti yang lebih banyak. 

“Pada puncak ia dihina habis, sampai merasa di bukan apa-apa, kayak debu di atas meja, baru ada keberhasilan dia sebagai orang yang menjalani malamatiyah, ini sangat berat. Ini menghindari rasa riya, sombong, dan sifat hati jelek lainnya. Semuanya dipangkas habis. Ini sifat dasar manusia.”

Perilaku seperti ini tentu berbeda dengan kecenderungan manusia sekarang yang berusaha menampilkan kemegahan, citra semu agar dianggap kaya, keren atau berkuasa agar orang lain takut dan segan kepadanya. 

Idiom yang sangat terkenal tentang kewalian adalah Laa yakriful wali illal wali yang artinya, tidak tahu seseorang itu wali kecuali juga wali. Ia menjelaskan, mereka merupakan sebuah komunitas khusus, yang saling kenal dan berkomunikasi karena memiliki kualitas yang sama. “Kalau anda kenal, berarti memiliki kualitas yang sama. Mereka tidak memiliki rasa takut dan sedih, semuanya diserahkan kepada Allah.”

Kiai Saifuddin menuturkan, sufi merupakan orang yang menghargai semua makhluk hidup, termasuk binatang. Di Jakarta, tahun 1940-an, terdapat sufi yang dikenal dengan mana Guru Kholid Gondangdia. Ia berkawan dengan KH Hasyim Asy’ari. 

Ia pernah mengembalikan seekor semut rang-rang ke Cilebut, daerah dekat Bogor, tempat ia mengajar ketika pulang lewat kebun rambutan, semut tersebut menempel di jubahnya. Ia balik lagi ke kebun tersebut dan menaruh kembali semur rang-rang di pohon rambutan.

“Kalau kita sekarang, buang saja, banyak pohon rambutan di Jakarta, kan selesai. Ini sikap Guru Kholid, akan kasih sayangnya pada binatang.”(mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Habib PMII Cabang Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

PMII Cirebon Gelar Sekolah Cinta Perdamaian

Cirebon, PMII Cabang Tegal. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cirebon menggelar Sekolah Cinta Perdamaian (Setaman) bekerja sama dengan Fahmina Institute di Pesantren Salafiyah Bode Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (26/10). Acara ini dihadiri puluhan anggota dan kader perwakilan dari setiap komisariat dan perwakilan pesantren.

M. Yazidul Ulum, Ketua PC. PMII Cirebon, mengatakan Sekolah Cinta Perdamaian ini bermaksud mengajak para mahasiswa untuk menjadi penggerak perdamaian di lingkungan masing-masing. “Penggerak perdamaian dimulai dari lingkungan terkecil menebarkan damai, yang jika terus-menerus dilakukan akan semakin luas perdamaian yang kita harapkan,” kata Yazid.

PMII Cirebon Gelar Sekolah Cinta Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Cirebon Gelar Sekolah Cinta Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Cirebon Gelar Sekolah Cinta Perdamaian

Beberapa materi disampaikan dalam Setaman ini oleh KH. Marzuki Wahid, Rosidin, Alifatul Arifiati, dan Abdul Rosidi. “Lain dulu lain sekarang, dulu perbedaan dijadikan kekuatan untuk memajukan negara-bangsa, sekarang ini banyak sekali konflik kekerasan, tawuran, saling mengejek, bullying antar kelompok karena satu kelompok dianggap berbeda oleh kelompok yang lain. Seolah-olah kita sudah kehilangan akar kebangsaan kita yang menjunjung tinggi perdamaian,” jelas Marzuki Wahid yang menyampaikan materi Sejarah pembentukan Negara-bangsa Indonesia.

PMII Cabang Tegal

Sementara Rosidin, salah satu narasumber, menyampaikan, konflik yang terjadi akibat perbedaan pandangan khususnya terkait agama banyak terjadi di sekeliling kita. “Kita harus memahami konflik sebagai sesuatu yang positif. Konflik akibat perbedaan paham keagamaan? ? bisa diselesaikan. Beragam jenis kelamin, suku, etnis, bahasa justru menjadi kekuatan untuk bergandengan tangan. Kita mesti damai dalam perbedaan,” ungkap Direktur Fahmina Institute yang menyampaikan materi Memahami Konflik, Membangun Perdamaian.

Sedangkan materi Internet Positif dan Menulis Cinta Damai disampaikan oleh Abdul Rosidi. Rosidi mengatakan fenomena maraknya berita, tulisan, gambar, dan video yang berhamburan di dunia maya sangat membahayakan.

PMII Cabang Tegal

“Sudah saatnya kita menulis dan mengkampanyekan perdamaian lewat internet apalagi media sosial (medsos). Anak muda atau mahasiswa sekarang lebih memilih internet sebagai alat untuk mencari atau menrima informasi. Jadi internet ini bisa menjadi pilihan untuk menyampaikan ide-ide dan gagasan dalam mengkampanyekan perdamaian,” tandas Redaktur Fajar Cirebon Online. (Ayub Al Ansori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Lomba, Habib, Pesantren PMII Cabang Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Puncak Harlah Ke-71 Muslimat NU Bakal Digelar di Istiqlal

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-71 Muslimat NU akan digelar di Masjid Istiqlal, Jalan Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, Selasa, (28/3) mendatang.

Puncak Harlah Ke-71 Muslimat NU Bakal Digelar di Istiqlal (Sumber Gambar : Nu Online)
Puncak Harlah Ke-71 Muslimat NU Bakal Digelar di Istiqlal (Sumber Gambar : Nu Online)

Puncak Harlah Ke-71 Muslimat NU Bakal Digelar di Istiqlal

Tak kurang dari 10 ribu warga Muslimat NU se-Jawa dan Lampung akan hadir di lokasi. Tema Harlah kali ini, “Satukan Langkah Membangun Negeri, Menjaga NKRI.”

Hanya saja, puncak peringatan Harlah tahun ini tak sebesar tahun lalu di Stadion Gajayana, Kota Malang, 26 Maret 2016, yang dibanjiri sekitar 70 ribu warga Muslimat NU plus pencatatan dua rekor MURI: Jilbab putih dan rebana terbanyak. Hadir pula waktu itu Presiden Joko Widodo dan sejumlah pimpinan lembaga negara.

“Tapi kepastiannya tunggu ya. Kita baru akan rapat dengan Ibu Ketum (Hj Khofifah Indar Parawansa),” terang Sekretaris Umum (Sekum) PP Muslimat NU, Hj Ulfah Mashfufah, Sabtu (18/3) dilansir situs MPMII Cabang Tegal.

PMII Cabang Tegal

Termasuk apakah akan dihadiri Presiden Jokowi seperti lalu, Ulfah belum bisa memastikan, “Belum, belum. Tunggu hasil rapat sama Ibu Ketum ya,” tandasnya.

Puncak peringatan Harlah tahun ini akan diawali dengan pelantikan pengurus PP Muslimat NU masa khidmat 2016-2021 oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj.

“Jadi judul acara tanggal 28 itu pelantikan dan Harlah ke-71,” jelas cucu pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbullah (Mbah Wahab) itu. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Habib PMII Cabang Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Muslimat NU Protes Keras Pekan Kondom Nasional

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa ? memprotes keras terhadap pelaksanaan Pekan Kondom Nasional (PKN) yang merupakan program pemerintah.?

menurutnya, PKN yang diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Aids sedunia yang jatuh pada 1 Desember sama dengan bencana sosial bagi negeri ini.

Muslimat NU Protes Keras Pekan Kondom Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Protes Keras Pekan Kondom Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Protes Keras Pekan Kondom Nasional

"Jika PKN ini diteruskan akan menjadi bencana baru bagi negeri yang ber-Pancasila, bertuhan dan beragama. apalagi di tengah usaha memperbaiki moral," ujar Khofifah di Jakarta, Senin (2/12/2013).

PMII Cabang Tegal

Ia menambahkan, PKN mendorong masyarakat untuk melakukan hubungan seks di luar nikah dengan membagikan kondom di ruang publik kepada masyarakat maupun remaja secara gratis.

PMII Cabang Tegal

"Jika ada pembagian kondom di jalan atau di tempat keramaian umum, lalu diterima oleh para remaja usia belasan tahun yang punya kecenderungan coba-coba, bisa saja terdorong melakukan seks bebas setelah mendapat kondom yang dibagi gratis secara terbuka," katanya.

Karena itu, Khofifah mendesak Kementerian Kesehatan mencabut program PKN dan melakukan permintaan maaf kepada publik karena telah mengambil keputusan yang membahayakan.?

Penolakan yang sama juga dilakukan oleh Ketua Lembaga Kesehatan PWNU DIY drg. H. Abdul Kadir yang? menyatakan.?

“Kita menolak keras program itu. Dalih yang ditamengkan Kemenkes mengandung ironi. Sebab, bagaimana pun juga, anggaran dalam jumlah yang tak sedikit itu bisa lebih bermanfaat jika diperuntukkan misalnya untuk program yang bisa mendatangkan kemashlahatan yang lebih nyata, misalnya untuk layanan kesehatan bagi masyarakat tak mampu, pendidikan dan lain sebagainya.”

Kadir juga menyebutkan bahwa, secara logika saja, sesungguhnya keputusan Kemenkes dan KPAN itu sudah cacat. Betapa tidak. Kita semua tentu sudah tahu fungsi kegunaan kondom, lantas mengapa kemudian alat itu diberikan kepada mereka belum memiliki kewenangan untuk menggunakannya?

“Atas dasar logika apa Kemenkes dan KPAN mengeluarkan kebijakan yang tak bijak itu? Naif sekali jika dasarnya adalah pencegahan HIV dan AIDS. Sebab, jika memang dasarnya pencegahan penularan HIV dan AIDS yang salah satu cara penularannya adalah dengan hubungan badan suami istri, lantas mengapa diberikan kepada mereka yang belum waktunya melakukan hubungan sedemikian?” tanya Kadir.?

Kendati demikian, Kadir menegaskan bahwa Lembaga Kesehatan PWNU DIY yang sejak periode 2006-2011 lalu hingga kini masih terus mendukung upaya pencegahan HIV dan AIDS, tapi tidak dalam cara-cara yang justru ambigu seperti ini.?

“Sosialisasi yang mendidik jauh lebih penting,” ujar Kadir. “Secara logika, HIV dan AIDS sendiri sesungguhnya sudah menjadi alat pencegah bagi penularannya. Artinya, keberadaan HIV dan AIDS yang masih menjadi momok bagi sebagian orang sesungguhnya bisa membuat orang untuk bertindak lebih hati-hati terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakatnya.”?

Dalam kesempatan terpisah, KH M Habib Abdus Syakur, M.Ag, Ketua Rabithah Ma’had Islami PWNU DIY, juga menyayangkan keputusan Kemenkes yang ia sebut kurang bijak tersebut.?

Dihubungi melalui telepon, 2 Desember 2013, Habib menyatakan, “Keputusan itu justru akan menimbulkan madlarat yang lebih besar ketimbang manfaatnya. Dan terkait perkara seperti ini, ada kaidah ushul fiqh dalam Islam yang menegaskan bahwa, ‘darul mafasid muqaddamun ala jalbil mashalih’ yang artinya, pencegahan kerusakan lebih utama atau didahulukan dibandingkan dengan pengambilan manfaat.”?

Dalam hal ini, Habib menambahkan bahwa kaidah ushul fiqh yang ia ungkapkan di atas bisa dipahami dalam bingkai bahwasanya pencegahan potensi munculnya perilaku seks bebas, akibat penyalahgunaan kondom yang dibagi-bagikan secara gratis tersebut, harus lebih diutamakan ketimbang manfaat pembendungan penyebaran atau penularan HIV dan AIDS.

“Kalau dipikir-pikir, anggaran kondom gratis yang mencapai angka milyaran itu tentu bisa memberi manfaat yang lebih besar bagi kebutuhan-kebutuhan riil lain di masyarakat, seperti pelayanan pendidikan keagamaan, misalnya pesantren yang nyata-nyata dapat menanggulangi merebaknya HIV dan AIDS,” pungkas Habib. (mukafi niam/ yusuf anas)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Habib, Kajian PMII Cabang Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Kucing Malang Pendatang Rahmat Allah

Jasad Syekh Abu Bakr Asy-Syibli memang terkubur dalam tanah sejak tahun 946 silam. Tapi nasihat santri Imam Junaid al-Baghdadi ini seakan terus mengalir kepada generasi-generasi sesudahnya. Salah satunya lewat kisah dalam mimpi, sebagaimana terekam dalam kitab Nashaihul Ibad? karya Syekh Nawawi al-Bantani.

Dalam sebuah mimpi seeseorang, Imam Asy-Syibli yang telah wafat itu ditanya Allah, “Kamu tahu, apa yang membuat-Ku mengampuni dosa-dosamu?”

Kucing Malang Pendatang Rahmat Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kucing Malang Pendatang Rahmat Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kucing Malang Pendatang Rahmat Allah

“Amal shalihku.”

PMII Cabang Tegal

“Bukan.”

PMII Cabang Tegal

“Ketulusanku dalam beribadah.”

“Bukan.”

“Hajiku, puasaku, shalatku.”

“Juga bukan.”

“Perjalananku kepada orang-orang shalih dan untuk menimba ilmu.”

“Bukan.”

Ya Ilahi, lantas apa?” tanya Imam Asy-Syibli.

Allah kemudian menjawabnya dengan mengacu pada kisah pertemuan Imam Asy-Syibli dengan seekor kucing di jalanan kota Baghdad. Kucing kecil itu loyo oleh ganasnya hawa dingin, menyudut ke suatu tempat, berharap kondisi bisa membaik.

Imam Asy-Syibli yang tergerak hatinya lantas memungut binatang malang itu, kemudian menghangatkannya di dalam jubah yang ia kenakan.

“Lantaran kasih sayangmu kepada kucing itulah, Aku memberikan rahmat kepadamu.”

Cerita hidup para sufi kerap menyibak hal-hal istimewa dari perkara-perkara yang tampak remeh. Sepele di mata manusia tak selalu rendah menurut Tuhan. Kisah di atas seolah mengajari kita tentang pentingnya sikap tawaduk atas segenap kesalehan ibadah betapapun hebatnya; juga keutamaan melembutkan hati dan mengulurkan bantuan, termasuk kepada binatang, apalagi manusia. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Habib, Daerah PMII Cabang Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Pemuda Probolinggo Gelar Aksi Peduli Intan Olivia

Probolinggo, PMII Cabang Tegal

Dalam rangka memperingati Hari Toleransi Nasional, pemuda Kabupaten Probolinggo yang tergabung dalam “Aliansi Pemuda Tolerasi Peduli“ menggelar aksi peduli Intan Olivia, seorang anak kecil yang meninggal karena terkena bom di Kota Samarinda.

Pemuda Probolinggo Gelar Aksi Peduli Intan Olivia (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Probolinggo Gelar Aksi Peduli Intan Olivia (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Probolinggo Gelar Aksi Peduli Intan Olivia

Para pemuda ini terdiri dari Gusdurian Probolinggo, Pimpinan Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Inzah Genggong, Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Inzah Genggong dan Bosan (Bocah Skuteris Kraksaan).

Aksi peduli ini diisi dengan acara musikalisasi puisi, pembacaan Surat Yaasin dan tahlil bersama serta ditutup dengan mengheningkan cipta di Alun-alun Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Rabu (16/11) malam.

PMII Cabang Tegal

Korlap Aksi Peduli Novan Fawaid mengungkapkan kegiatan ini bertujuan menanamkan jiwa toleran terhadap pemuda mengingat hari ini kita sebagai warga Negara lupa akan hakikat toleransi itu sendiri.

“Untuk solidaritas Intan Olivia, kami mengutuk keras atas kelompok yang mengatasnamakan agama yang mengakibatkan anak kecil yang tidak berdosa dan tidak tahu apa-apa menjadi korbannya, bahkan sampai ia meninggal pun tidak ada dari mereka tahu dan bertanggungjawab,” katanya.

PMII Cabang Tegal

Melalui aksi ini Novan mengharapkan para pemuda, ormas dan kelompok apapun untuk selalu meningkatkan dan menanamkan jiwa toleransi. “Hal ini penting agar setiap pemuda bisa saling menghargai dan menghormati demi terwujudkan daerah yang aman dan konsusif,” harapnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Habib, News, Ubudiyah PMII Cabang Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Di Haul, KH Muadz Thohir Ceritakan Keistimewan Gus Dur

Jepara, PMII Cabang Tegal

KH Muadz Thohir yang merupakan sahabat karib almahrum Gus Dur didaulat untuk berbicara dalam Haul ke-6 Gus Dur yang berlangsung di Masjid Arrobbaniyyin Kampus Unisnu Jepara, Kamis (14/01) lalu. Dalam kegiatan bertajuk "Mengenang Gus Dur dan Pluralisme Agama" kiai yang kerap disapa Gus Muadz ini menerangkan bangsa Indonesia wajib memperingati Haul Gus Dur jika tidak ia menyebutnya "keterlaluan".?

"Di Irak ada Haul Gus Dur. Di Brunei dan Malaysia juga ada peringatan Gus Dur. Sehingga jika kita tidak menghauli Gus Dur itu "keterlaluan"," jelasnya.

Di Haul, KH Muadz Thohir Ceritakan Keistimewan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Haul, KH Muadz Thohir Ceritakan Keistimewan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Haul, KH Muadz Thohir Ceritakan Keistimewan Gus Dur

Kegiatan Haul yang dikemas ala pengajian Awan PBNU ini menyatakan KH Abdurrahman Wahid merupakan sosok yang "kontroversial" baik secara keilmuwannya maupun ibadahnya. Kiai asal Pati Jawa Tengah ini menyontohkan shalat yang ditunaikan Gus Dur tidak sama yang dilakukan oleh kebanyakan orang. Sebab mantan Presiden RI ini menurutnya pernah mempunyai riwayat ususnya pernah dipotong hingga 22 cm. Hingga, tambahnya, ia Gus Dur tidak mampu menunaikan shalat layaknya orang awam. Tetapi dirinya meyakini Gus Dur tetap menunaikan shalat.

Membaca

PMII Cabang Tegal

Dalam hal intelektual, Gus Muadz menyebut Gus Dur merupakan sosok yang kutu buku. Setiap ada buku baru ia mesti membacanya. Bahkan ketika penglihatannya mulai terganggu banyak kerabat Gus Dur yang diminta untuk membacakan buku meski hanya judul dan pendahuluannya saja. "Ini tidak lepas dari kedalaman pemahaman beliau sewaktu masih muda banyak membaca literatur sehingga buku terbaru pun sudah bisa dipahami meski hanya judul dan pendahuluan saja," tuturnya.

Gus Dur muda, kenangnya, beda dengan kebanyakan pemuda yang lain. Dibeberkannya dalam semenit Gus Dur mampu mendaras seribu kata. Padahal sekelas orang jenius hanya mampu membaca 250-500 kata. "Saya hanya bisa membaca 150-200 kata per menit. Kalau Gus Dur membacanya cepat," tandasnya.

Ia pun ingat betul akan petuah Gus Dur bahwa perintah membaca yang termaktub dalam Al-Quran tidak menyebut spesifikasi buku yang dibaca. "Kita mesti membaca apa saja. Bisa buku, maupun lingkungan maupun membaca alam," urainya.

PMII Cabang Tegal

Ia menegaskan, sebelum membaca orang lain, kita dituntut untuk membaca diri kita masing-masing. Sebelum menyalahkan orang lain kita mesti menyalahkan diri sendiri. "Lihatlah orang lain dari sisi positifnya jangan melihat dari hal negatifnya," lanjutnya. Bagi dia, Gus Dur merupakan sosok yang sederhana, sosok yang menghargai perbedaan dan masih banyak titel yang disandang oleh guru bangsa ini. Mulai politisi, kiai dan ilmuwan. Ia menambahkan Gus Dur tidak pernah mempunyai beban meskipun dengan orang yang membencinya sekalipun. Gus Dur meyakini orang yang tidak cocok lama-lama kelamaan akan menjadi cocok.

Dengan banyaknya yang sudah dilakukan Gus Dur ketika ia dipanggil sang pencipta semuanya menangis baik muda dan tua semuanya menangis. Hal lain ditambahkan Lutfi Rahman, Pembina Jaringan Gusdurian Jepara menilai Gus Dur merupakan guru dan inspirator yang gagasannya layak dikembangkan dan dipraktikkan.

Gus Dur masih menurutnya adalah tokoh plural yang menyatukan seluruh elemen bangsa. Sehingga tak salah hingga kini yang berziarah ke makamnya dari berbagai elemen agama.

H Anas Arbaani, Wakil Ketua PCNU Jepara dalam sambutannya mewakili PCNU Jepara dengan haul Gus Dur merupakan upaya untuk nguri-nguri semangat yang pernah digelorakan Gus Dur. Gus Dur bagi Subchan Zuhri, Sekretaris IKA PMII Jepara tidak pernah mati dan "selalu hidup". Terbukti dengan pemikiran-pemikirannya terus dikaji hingga sekarang.

"Saat ini kita (generasi muda, red) mesti membaca literatur, mengkaji pemikiran dan mempraktikkan apa yang menjadi cita-cita Gus Dur di tengah-tengah masyarakat," pungkas komisioner KPU Jepara yang demen membaca intisari-intisari Gus Dur ini. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Tokoh, Habib PMII Cabang Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Panitia Lokal Cek Kesiapan Rakernas Pergunu Akhir Februari

Lombok, PMII Cabang Tegal - Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) berencana menggelar rapat kerja nasional di Pondok Pesantren NU Al-Mansyuriyah, Praya, Lombok, pada 24-26 Februari 2017. Sementara panitia setempat tengah mempersiapkan segala keperluan rapat kerja perdana pascakongres Pergunu di Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto beberapa bulan lalu.

Ketua Panitia Rakernas Joni Rupawan mengatakan, persiapan sarana dan prasarana sudah mencapai delapan puluh persen. Dukungan terhadap acara ini datang dari pelbagai pihak termasuk Bupati Lombok Tengah dan masyarakat setempat. “Pemerintah Daerah Lombok Tengah sangat men-support kegiatan ini,” imbuh Rupawan.

Panitia Lokal Cek Kesiapan Rakernas Pergunu Akhir Februari (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia Lokal Cek Kesiapan Rakernas Pergunu Akhir Februari (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia Lokal Cek Kesiapan Rakernas Pergunu Akhir Februari

Ketua PW Pergunu NTB Baiq Muliyanah mengatakan, NTB merasa terhormat menjadi tuan rumah dan bisa melayani pengurus Pergunu seluruh Indonesia. “Kami akan berusaha semampu kami untuk melayani dan menyukseskan perhelatan akbar ini,” kata Baiq.

Pengasuh Pondok Pesantren NU Al-Mansyuriyah TGh KH Taqiyuddin Mansyur mengatakan, pihaknya akan melakukan pelayanan terbaik bagi tamu-tamu rakernas Pergunu. “Dengan keterbatasan kami tetap akan melakukan yang terbaik untuk melayani tamu dan undangan pada rakernas Pergunu.”

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Sekretaris Panitia Pusat Akhsan Ustadhi dating meninjau kesiapan panitia daerah. Menurutnya, persiapan panitia daerah cukup luar biasa. Pihaknya berterima kasih kepada panitia daerah yang dengan kerja keras berupaya memberikan pelayanan yang prima demi terselenggara dan suksesnya acara rakernas Pergunu.

Forum ini rencananya akan dihadiri oleh utusan 34 pimpinan wilayah dan 316 pimpinan cabang Pergunu. Acara ini akan diisi dengan kajian perlindungan profesionalitas guru, pelatihan menulis ilmiah untuk guru/dosen, dan sarasehan kiai NU se-NTB. (Sandhi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Habib, Hadits, Makam PMII Cabang Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Mun’im DZ: Sejarah Harus Ditulis Secara Proporsional

Surabaya, PMII Cabang Tegal. Wakil Sekjen PBNU H Abdul Mun’im DZ menyampaikan ceramahnya dalam Sarasehan Nasional Kritik Film Senyap dan Sejarah PKI yang digelar Direktorat Sejarah Kemendikbud Jatim dan Masyarakat Sejarawan Indonesia Jatim di Surabaya, Sabtu (30/5) kemarin.

Mun’im DZ: Sejarah Harus Ditulis Secara Proporsional (Sumber Gambar : Nu Online)
Mun’im DZ: Sejarah Harus Ditulis Secara Proporsional (Sumber Gambar : Nu Online)

Mun’im DZ: Sejarah Harus Ditulis Secara Proporsional

Menurut Mun’im simpati kepada para korban PKI jangan sampai melupakan kekejamannya. "Sejarah harus ditulis secara proporsional,” kata penulis buku Benturan NU-PKI 1948-1965 ini.

Terkait penyebaran film bertajuk “Senyap” atau The Look of Silence yang antara lain berkisah tentang kisah hidup para keluarga eks PKI, menurut Mun’im, film ini malah mengacaukan sejarah.

PMII Cabang Tegal

“Film ini lemah secara sinematografi karena alurnya jauh dari skenario yang dimaui sendiri, tak ada pendalaman peristiwa, tak ada ketegangan,” katanya.

Secara historiografi, tambahnya, film Senyap lemah karena hanya menampakkan penggalan sejarah yang tak tersambung satu sama lain. Film karya sutradara Amerika Serikat Joshua Oppenheimer ini tidak layak disebut film tapi reportasi jurnalistik yang gagal, katanya.

PMII Cabang Tegal

“Satu-satunya kekuatan film ini hanyalah karena mendapatkan dukungan politik dunia internasional,” kata Mun’im DZ dalam sarasehan yang dihadiri sejarawan Unesa Surabaya Prof Aminuddin Kasdi, Ketua Umum Masyarakat Sejarawan Indonesia Restu gunawan dan beberapa saksi sejarah peristiwa 1965. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nahdlatul, Habib PMII Cabang Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Hakikat Azan, Bersuci dan Menutup Aurat

Diantara rahasia shalat adalah mengetahui hikmah dan tatacara memberlakukan diri ketika telinga mendengar adzan. Adzan seharusnya menjadi tanda panggil dari Yang Maha Kuasa, hati yang baik akan merasa terpanggil untuk menyambutnya.

Tentunya dengan perasaan yang penuh gembira dan kebahagiaan, bukan dengan perasaan yang memberatkan. Adzan ibarat panggilan dari sang kekasih yang lama telah dirindukan. Sesungguhnya mereka yang bersegera menjawab panggilan ini nanti di hari akhir akan dipanggil dengan lembut oleh Allah swt.

Adapun bersuci yang dalam fiqih disebut dengan thaharah sesungguhnya merupakan thaharah dhahiriyah yang meliputi suci badan, suci pakaian dan suci tempat shalat yang dipergunakan. Ketika thaharah secara fiqihy ini telah dipenuhi, maka usahakanlah thaharah dalam hati. Thaharah dalam hati ini berarti mensucikan diri dari segenap dosa dengan bertaubat mengakui kesalahan dan memohon ampunan atasnya. Dalam shalat hati seharus suci dan bersih, karena hatilah ruang bagi pandangan Dzat Yang Disembah.

Hakikat Azan, Bersuci dan Menutup Aurat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hakikat Azan, Bersuci dan Menutup Aurat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hakikat Azan, Bersuci dan Menutup Aurat

Selanjutnya menutup aurat yaitu menutup kejelekan-kejelekan diri dari pandangan-pandangan makhluk, karena jasad badaniah ini menjadi objek pandangan mereka. Sedangkan bagi Allah swt tidak ada satupun yang tertutup bagi-Nya Yang Maha Tahu. Maka bukalah aurat batin karena serapi apapun hati disembunyikan Allah Maha Tahu.

Setelah itu bersegeralah bangunkan perasaan menyesal, malu dan takut kepada-Nya sebagai wahana melahirkan kerendahan dan ketenangan hati. Jika sudah demikian maka shalat akan didirikan dengan wajah tertunduk dengan perasaan tawadhu. Merasa diri lemah, tak berdaya dan penuh dosa di hadapan Yang Maha perkasa. (red. Ulil H)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Kiai, Habib, Sunnah PMII Cabang Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Berjuang Masyarakatkan Al-Quran

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Jam’iyyatul Qurra’ wal-Huffaz Nahdlatul Ulama (JQH NU) telah 62 tahun berjuang memasyarakatkan Al-Quran dan mengharumkan Indonesia di kancah dunia.

Organisasi ini didirikan KH Wahid Hasyim di Jakarta 15 Januari 1951.? Menurut Sekretaris Jenderal JQH NU Ahmad Ari Masyhuri, selain berperan memberantas buta aksara baca Al-Qur’an di Indonesia, ahli-ahli Al-Quran JQHNU juga telah menjuarai event-event MTQ internasional. Di bidang hafalan Al-Qur’an 30 juz, seni baca Al-Quran atau tilawah, dan tafsirnya senantiasa menjadi langganan setiap tahun sejak berdirinya JQH NU.

Berjuang Masyarakatkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Berjuang Masyarakatkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Berjuang Masyarakatkan Al-Quran

“Misalnya pada tahun 1952 KH Abdul Aziz menjadi juara I qori internasional pertama dari Indonesia, tahun 1980-an ada Hj. Maria Ulfa dan ustad Muammar ZA,” katanya Jumat sore kepada PMII Cabang Tegal di Jakarta, (15/2).

PMII Cabang Tegal

Dan yang terbaru, tahun 2012, Rahmawati Hunawa juara I tilawah MTQ internasional di Malaysia, Al-Fath juara I MTQ tafsir Al Quran di Mesir, dan Annisa Ulmalikha juara I MTQ internasional di Kalimantan Barat tahun 2012, dan Jajang Hasanuddin nominasi juara hafalan Al-Quran di Rusia.

PMII Cabang Tegal

Harlah ke-62 diperingati di Gresik Ahad, (10/2) lalu, di Pesantren Nurul Qur’an Al-Istiqomah, yang diasuh KH Saiful Munir, dengan tema “Memasyarakatkan Al-Quran Mencerdaskan masyarakat di bumi Nusantara.” ?

Peringatan tersebut dibuka Menteri Percepatan Daerah Tertinggal (PDT) Ir H. Helmi Faishal Zaini. Dalam sambutannya ia turut bangga JQHNU menjadi langganan juara hingga mengharumkan nama bangsa di kancah international.

“Selanjutnya harus diimplementasi dalam bentuk kerja-kerja nyata di masyarakat dengan terjun langsung ke daerah-daerah yang masih minus baca tulis Al-Qur’an,” katanya.

Lebih lanjut ia mendorong JQHNU untuk blusukan ke daerah tertinggal. Kementerian PDT siap mendukung kegiatan peningkatan sumber daya manusia, khususnya di daerah tertinggal.

Hadir pada kesempatan tersebut Rais Majlis Ilmi PP JQH NU Prof Dr. KH Ahsin Sakho Muhammad, Ketua Umum JQHNU Dr. KH Muhaimin Zen, MA, Sekjen Ahmad JQHNU Ari Masyhuri MA, dan Keluarga pendiri JQHNU KH A. Wahid Hasyim yang diwakili KH Fahmi Amrullah dari Tebuireng.

Peringatan tersebut sekaligus peresmian berdirinya Pesantren Nurul Qur’an Al-Istiqomah, yang diasuh KH Saiful Munir.

?

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ulama, Habib PMII Cabang Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Ansor Sumbar Gelar Tahlilan untuk KH Hasyim Muzadi

Padang, PMII Cabang Tegal. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Sumatera Barat menggelar tahlilan atas wafatnya KH.Hasyim Muzadi. Ketua PW GP Ansor Sumbar Rahmat Tuanku Sulaiman ? menyampaikan, kaegiatan itu sebagai upaya meneladani KH Hasyim Muzadi semasa hidupnya, yang telah memberikan sumbangsih tenaga dan pemikiran untuk umat Islam dan kebangsaan dalam menjaga keutuhan NKRI.

Ansor  Sumbar Gelar Tahlilan untuk KH Hasyim Muzadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sumbar Gelar Tahlilan untuk KH Hasyim Muzadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sumbar Gelar Tahlilan untuk KH Hasyim Muzadi

Tahlilan yang digelar Ahad (2/4/) di aula PW NU Sumbar ? dipimpin Mufti Ulil Amri. Tampak hadir ? Sekretaris Arianto, Wakil Ketua Agustian Pilang, Nafriandi, dan Ketua PC Ansor Pasman Barat Djafrina Efendi.

Menurut Rahmat, sebagai kader Ansor yang berada di daerah untuk dapat memberikan tenaga dan pemikiran akan keberlangsungan bangsa ini ke depan yang penuh dengan tantangan yang sangat berat. Terutama dengan ? derasnya arus aliran yang ingin mendirikan khilafah di bumi Nusantara ini. KH Hasyim Muzadi merupakan tokoh yang mumpuni dalam berdakwah baik berskala nasional maupun internasional.

Di bagian lain, Wakil Ketua PW Ansor Sumbar Yuni Chandra yang juga Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Taman Siswa Sumatera Barat mengatakan, modal dan tenaga kerja dengan memanfaatkan teknologi bisa memperkuat potensi Ansor. ?

PMII Cabang Tegal

Di sini, kata dia, peran Ansor bagaimana meningkatkan skiil dalam menyiapkan tenaga kerja yang mudah berkompetisi dan dibutuhkan oleh lapangan kerja.? (Armaidi tanjung/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Budaya, Tokoh, Habib PMII Cabang Tegal

Jumat, 17 November 2017

Grand Syekh Resmikan Gedung Baru Pusat Studi Al-Qur’an

Tangsel, PMII Cabang Tegal

Grand Syeikh al-Azhar Mesir, Prof Dr Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb meresmikan gedung baru Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) di Komplek South City Pondok Cabe Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten Selasa (23/02). Selain meresmikan, pimpinan tertinggi Universitas al-Azhar Mesir tersebut juga memberi nama PSQ dengan nama ? al-Azhar.

Grand Syekh Resmikan Gedung Baru Pusat Studi Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Grand Syekh Resmikan Gedung Baru Pusat Studi Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Grand Syekh Resmikan Gedung Baru Pusat Studi Al-Qur’an

Awalnya nama al-Azhar ditolak oleh Direktur PSQ yang juga mantan Menteri Agama, Prof Dr Quraish Shihab, karena dianggap terlalu besar. Namun, akhirnya nama al-Azhar disetujui oleh ahli Tafsir Al-Qur’an tersebut. Demikian dikutip dari laman kemenag.go.id

“Saya memberi nama PSQ ini, al-Azhar. Karena saya yang memberi nama, saya ikut bertanggung jawab untuk menjaga, memelihara dan mengembangkan PSQ ini,” terang Grand Syekh dalam Bahasa Arab.

Grand Syekh berharap, selain ? menjadi pusat studi al-Qur’an, PSQ dapat menggali Islam yang Rahmatan lil ’alamin dan Islam yang moderat, dengan merujuk pada metodologi yang selama ini telah dipakai dan pelajari. Dalam kesempatan tersebut, ikut hadir para anggota Majelis Hukama’ al-Muslimin yang beranggotakan 13 orang dari seluruh penjuru dunia. Dari 13 anggota tersebut, salah satu nya berasal dari Indonesia, yaitu Quraish Shihab.?

Grand Syekh sendiri merupakan pemimpin dari Majelis yang selalu mengirim pesan perdamaian ke seluruh penjuru dunia; tidak hanya kepada para kaum Muslimin, tapi seluruh umat manusia. Selain mengirim pesan perdamaian, Majelis ini juga mencoba untuk memadamkan kebencian dan perang.

PMII Cabang Tegal

PSQ didirikan pada 2004, tepatnya pada 18 September 2004 di Pisangan, Ciputat, Tangsel Banten. Kini, PSQ telah meluluskan 1.300 lebih alumni yang tersebar ke seluruh Indonesia. Visi PSQ adalah mewujudkan nilai-nilai al-Qur’an di tengah masyarakat yang pluralistik. Untuk itu, PSQ melakukan beberapa kegiatan, antara lain; Pendidikan Kader Mufasir, ToT, Pesantren pasca Tahfidz Bayt Al-Qur’an, Living Qur’an dan lain sebagainya.?

PMII Cabang Tegal

PSQ juga mempunyai perpustakaan dengan berbagai koleksi buku tafsir, baik cetak maupun digital. Bahkan konon salah satu paling lengkap di Indonesia. PSQ juga melakukan berbagai seminar internasional, dan tak lupa melakukan deradikalisasi. ? PSQ juga melakukan publikasi dan penerbitan, karya ilmiah, Halaqah Tafsir dan lain sebagainya.

Grand Syekh berharap, para kaum Muslimin mempelajari dengan sungguh-sungguh pemikiran al-Asy’ariyah dan Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai bekal untuk beragama, beritual dan bermasyarakat. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Habib, Makam PMII Cabang Tegal

Kamis, 16 November 2017

Ratusan Pelajar Putri NU Ikuti Workshop Nasional Kaderisasi

Probolinggo, PMII Cabang Tegal - Sedikitnya 300 orang pelajar puteri NU yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dari 38 Pimpinan Wilayah (PW) IPPNU se-Indonesia mengikuti workshop kaderisasi di Pondok Pesantren Hati Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Jum’at hingga Ahad (3-5/3).

Kegiatan yang digelar oleh Pimpinan Pusat (PP) IPPNU ini dibuka secara resmi oleh Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari. Pembukaan ini dimeriahkan oleh persembahan Tari Glipang yang dibawakan oleh pelajar di Kabupaten Probolinggo.

Ratusan Pelajar Putri NU Ikuti Workshop Nasional Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Pelajar Putri NU Ikuti Workshop Nasional Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Pelajar Putri NU Ikuti Workshop Nasional Kaderisasi

Ketua Umum PP IPPNU Puti Hasni menyampaikan, tantangan global tidak lagi menjadi kewaspadaan, namun telah berubah menjadi ancaman di tengah derasnya upaya mengguncang posisi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan berbagai cara.

PMII Cabang Tegal

“Standardisasi-standardisasi yang berasaskan pada nilai-nilai global mengancam segala bentuk khazanah lokal. Keseragaman-keseragaman semu diciptakan untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan yang harmoni,” katanya.

PMII Cabang Tegal

Menurut Puti Hasni, tuntutan-tuntutan administratif terkait pendidikan semakin membutakan pemuda pada sebuah esensi pembelajaran, belajar sebagai proses untuk menjadi tahu dan bijaksana bukan bentuk keserakahan.

“Tentu akan menjadi sebuah ironi ketika seorang pelajar terjebak pada gagasan-gagasan global tanpa mengembangkan jati diri dengan khazanah lokal yang selalu dibanggakan, ideologi NU yang mampu menopang dan menyangga keberadaan NKRI,” jelasnya.

Melalui kegiatan workshop kaderisasi ini Puti Hasni mengharapkan nantinya pelajar putri NU mampu membuka wacana spirit ideologi NU yang menyelamatkan dunia dan akhirat serta menyinergikan pembangunan berasas keberagamaan untuk keutuhan NKRI.

“Memahamkan kembali posisi dan potensi kader NU umumnya dan pelajar putri NU khususnya. Serta, merumuskan kembali pola perjuangan IPPNU yang senafas dengan Khittah NU 1926,” tegasnya.

Sementara Hj Puput menegaskan, peran, tugas, dan tanggung jawab perempuan tidak kalah penting dengan peran laki-laki. Khususnya ketika menjalankan tugas seorang Istri. “Tanggung jawab istri adalah melayani suami dan paling penting adalah menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya,” ungkapnya.

Selama 3 (tiga) hari, para pelajar putri NU ini akan mengikuti seminar pengembangan kaderisasi kontemporer serta seminar literasi digital. Kemudian dilanjutkan dengan sidang komisi sekaligus RTL dan pembentukan tim penyusunan materi kaderisasi. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Khutbah, Kyai, Habib PMII Cabang Tegal

Di Pati, Santri Kunjungi Makam Pahlawan

Pati, PMII Cabang Tegal. Pengurus Cabang GP Ansor Pati, Jawa Tengah bersama jajarannya mengadakan ziarah ke makam pahlawan Kabupaten Pati utara pasar Puri Baru, Pati, Ahad (22/10). Acara tersebut bertujuan untuk mengingatkan pada para santri terutama yang masih pelajar untuk selalu ingat betapa keras perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan negara ini.

Ketua PC GP Ansor Pati Irham Shodiq menuturkan peringatan hari santri dijadikan sebagai upaya para Nahdliyyin untuk selalu mengingat dari mana santri berasal kemudian perjuangan apa yang telah diberikan dan apa tujuan para santri sebenarnya, semua harus jelas. 

“Tidak asal-asalan menjadi santri, karena santri sendiri adalah pejuang, pejuang ilmu dan pejuang agama,” katanya.

Di Pati, Santri Kunjungi Makam Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Pati, Santri Kunjungi Makam Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Pati, Santri Kunjungi Makam Pahlawan

Di samping itu, santri juga senantiasa tunduk dan patuh kepada para kiai dan ulama. 

“Menjadi seorang santri memang sangat berat, mulai dari pengalaman belajar di belakang meja sekolah, mengaji, menghafal sampai dengan pengalaman tidak mandi sampai berhari-hari. Semua pengalaman itu bisa dirasakan ketika seseorang menjadi santri di sebuah pondok,” lanjut Shodiq. 

PMII Cabang Tegal

Shodiq menambahkan, menjadi seorang santri merupakan langkah awal yang sangat hebat untuk menjadikan diri lebih siap dalam menjalani kehidupan didunia bahkan akhirat. Santri jangan hanya melihat santri dari pakaiannya yang tidak “style modern” yang hanya sarungan dan bersongkok, namun lihat isinya, dalam arti ilmu dan etikanya. 

“Sebenarnya banyak para alumni santri yang sekarang ini menjabat diberbagai perusahaan-perusahaan besar, mungkin saja nanti malah ada seorang santri yang menjadi orang nomor satu di negara ini,” ucap Shodiq langsung disambut tepuk tangan dari para peserta yang kebanyakan perwakilan dari beberapa pondok yang ada di Kabupaten Pati.

“Kami sangat bangga menjadi seorang santri, karena ilmu yang kami peroleh lebih luas, baik ilmu agama maupun ilmu umum” ucap salah seorang santri kepada PMII Cabang Tegal. 

Ia mengatakan, belajar di pondok lebih mengedepankan jiwa sosial, karena di pondok sering diajarkan untuk selalu saling membantu kepada sesama yang dipraktikkan dalam kehidupan kesehariaanya. Contoh kecil saja dalam hal makanan, sesama santri pondok biasanya kalau makan menggunakan nampan ataupun daun pisang yang dikelilingi 10 sampai 12 orang santri. Jadi tidak ada santri yang makan menggunakan piring untuk makan sendiri. (Hasan Udin/Kendi Setiawan)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pesantren, Budaya, Habib PMII Cabang Tegal

Selasa, 14 November 2017

Kang Said: Ideologi Wahabi Selangkah Lagi Jadi Terorisme

Jakarta, PMII Cabang Tegal. “Ideologi Wahabi, satu dua langkah lagi akan menjadi terorisme,” kata KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU dalam sambutan pelepasan peserta pelatihan ‘Dauroh lil Imam wal Muazin’ di aula kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (28/11) siang.

Ajaran Wahabi menurut Kang Said, memang tidak mengajarkan untuk membunuh orang kafir. Tetapi Wahabi mengajarkan pengikutnya memandang orang di luar kelompoknya sebagai orang musyrik yang halal darahnya.

Kang Said: Ideologi Wahabi Selangkah Lagi Jadi Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Ideologi Wahabi Selangkah Lagi Jadi Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Ideologi Wahabi Selangkah Lagi Jadi Terorisme

“Meskipun begitu, ajaran Wahabi membuka peluang bagi penganutnya untuk menjadi teroris. Penganut Wahabi yang sedang marah, lalu kalap, dan berkesempatan, akan mengondisikan dirinya menjadi teroris,” tambah Kiai Said.

PMII Cabang Tegal

Hal ini diutarakan Kang Said di hadapan sedikitnya 20 peserta utusan Lembaga Takmir Masjid NU, LTMNU. Mereka adalah pengurus masjid yang direkrut dari sejumlah wilayah dan cabang NU di Indonesia.

PMII Cabang Tegal

Sambutan pelepasan diadakan untuk menampik kekhawatiran bahwa penyusupan ideologi Wahabi diselundupkan dalam pelatihan tersebut. Karena, sebagian peserta pelatihan sempat mempertanyakan kemungkinan penyusupan.

Meski demikian, Kiai Said sempat menyebut sejumlah yayasan keagamaan yang didanai Pemerintah Arab Saudi. “Sebagian pengurus yayasan itu menjadi pelaku teror di sejumlah titik Indonesia yang ditetapkan oleh Kepolisian RI,” tegasnya.

Pelatihan diselenggarakan Pemerintah Arab Saudi di Hotel Kaisar, Duren Tiga, Kalibata, Jakarta Selatan. Pelatihan manajemen kepengurusan masjid dan persoalan muazin dimulai hari ini hingga beberapa hari ke depan.

Pelatihan ‘Dauroh lil Imam wal Muazin’ diikuti oleh semua ormas Islam se-Indonesia. Peserta pelatihan berjumlah 120 orang. Dua puluh dari semua peserta, direkrut dari ormas NU melalui LTMNU.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Habib, Kiai, Daerah PMII Cabang Tegal

Rabu, 08 November 2017

Fatayat NU Brebes Bentuk Badan Koperasi

Brebes, PMII Cabang Tegal. Pimpinan Cabang Fatayat NU Brebes mendirikan Baitul Mal wat Tamwil Syirkah Muawanah Fatayat Nahdlatul Ulama (BMT SM FNU). Kehadiran lembaga ini diharapkan menjawab tantangan ekonomi yang mendera sebagian warga NU di kabupaten Brebes.

Fatayat NU Brebes Bentuk Badan Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Brebes Bentuk Badan Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Brebes Bentuk Badan Koperasi

“Fatayat NU senantiasa melakukan gerakan-gerakan ekonomi dengan mengembangkan sayap ekonomi, seperti BMT,” ujar Ketua Fatayat NU Brebes Mukminah usai peluncuran Koperasi Serba Usaha (KSU) BMT SM FNU di jalan raya Kluwut KM 03 Bulakamba, Brebes, Ahad (17/5).

Pemberdayaan perempuan sebagai kader NU, menurutnya, berpotensi besar dalam pengaturan roda ekonomi keluarga. Kehadiran BMT menjadi jawaban kegelisahan perempuan Nahdliyin. Apalagi di daerah Kluwuat, mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan petani yang sangat memerlukan langkah penyejahteraan keluarganya.

PMII Cabang Tegal

“BMT SM berupaya meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan dan petani Brebes pada umumnya,” terang Mukminah.

PMII Cabang Tegal

Direktur BMT SM FNU Hj Eva Trisnawati menjelaskan, BMT didirikan dengan modal awal sebesar Rp 100 juta dari investasi sejumlah orang. Bupati Brebes Hj Idza Priyanti yang juga Wakil Ketua Fatayat NU berinvestasi sebesar Rp 10 juta. Bahrudin Nasori Rp 25 juta. H A Rafiq Abdillah Rp 10 Juta. H Toridin (Pengusaha Tambak) Rp 25 juta. Selain mereka, ada 20 orang pengurus masing-masing berinvestasi Rp 1 juta serta nasabah lainnya sehingga genap Rp 100 juta.

“Modal awal Rp 100 juta ini mudah-mudahan menjadi titik awal keberkahan usaha kami,” kata Eva.

Untuk sementara, bidang usaha yang dijalani masih berkutat di simpan pinjam. Mudah-mudahan sepanjang perjalanan waktu akan dikembangkan berbagai usaha untuk membantu kesejahteraan bersama.

Hadir dalam peluncuran ini Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Brebes Sutejo, Ketua KSU Windu Kencana Brebes Komar, Kasi Simpan Pinjam Dinas Koperasi dan UMKM Sunoto, beserta pimpinan cabang NU, Fatayat, Muslimat, IPNU-IPPNU, Ketua anak cabang Fatayat NU sekabupaten Brebes, dan sejumlah undangan lainnya. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Quote, Habib, RMI NU PMII Cabang Tegal

Kamis, 26 Oktober 2017

Pangeran Charles Dialog dengan Peserta Konferensi Agama-Agama untuk Perubahan Iklim

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Calon raja Inggris, Pangeran Charles yang saat ini tengah berada di Indonesia mengadakan pertemuan dengan para peserta konferensi Agama-Agama untuk Perubahan Iklim yang diselenggarakan oleh Gerakan Nasional Kehutanan dan Lingkungan (GNKL-NU), Senin (3/11).

Bertempat di Hotel Nikko Jakarta, Charles menyalami satu per satu tokoh-tokoh agama yang selama ini konsen terhadap masalah lingkungan. Ia tidak memberikan pidato, tetapi secara langsung berbicara kepada mereka. Lebih dari 30 menit pertemuan dilangsungkan dalam suasana yang akrab dan bersahabat.

Pangeran Charles Dialog dengan Peserta Konferensi Agama-Agama untuk Perubahan Iklim (Sumber Gambar : Nu Online)
Pangeran Charles Dialog dengan Peserta Konferensi Agama-Agama untuk Perubahan Iklim (Sumber Gambar : Nu Online)

Pangeran Charles Dialog dengan Peserta Konferensi Agama-Agama untuk Perubahan Iklim

Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi menemani dan memperkenalkan tokoh-tokoh tersebut kepada Charles dan menjelaskan peran-peran yang telah mereka lakukan dalam penyelamatan lingkungan. Beberapa tokoh yang hadir diantaranya adalah Menteri Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar, Rais Syuriyah KH Mashuri Naim, HS Dillon, Pdt Andreas Ywangue dan lainnya.

PMII Cabang Tegal

Acara ini dihadiri oleh tokoh yang mewakili agama Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu. Konferensi ini diharapkan melahirkan kesepahaman para pemimpin umat beragama terhadap isu lingkungan. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Habib PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Sabtu, 30 September 2017

MWCNU Jepara Gelar Pendidikan Kader Penggerak Ranting

Jepara, PMII Cabang Tegal. Pengurus Majelis Wakil Cabang NU Jepara bekerja sama dengan PCNU Jepara mengadakan Pendidikan Kader Penggerak Ranting di pesantren Jabal Nur desa Bandengan kecamatan Kota kabupaten Jepara, Jum’at-Ahad (31/10-2/11). Sedikitnya 30 peserta utusan ranting NU berlatih menganalisan dan menggerakkan NU di desa masing-masing. 

Ketua penyelenggara Lukman Hakim mengatakan, kegiatan dilaksanakan sebagai tindak lanjut pelatihan kader penggerak ranting tingkat nasional di Jakarta. “Kegiatan ini bertujuan menciptakan kader NU di tingkat ranting yang mampu mengamalkan dan membela aswaja serta mampu mengelola sumber daya di desa,” terang Lukman.

MWCNU Jepara Gelar Pendidikan Kader Penggerak Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Jepara Gelar Pendidikan Kader Penggerak Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Jepara Gelar Pendidikan Kader Penggerak Ranting

Kegiatan tidak hanya berhenti di pelatihan. Beberapa rencana tindak lanjut telah dirancang semisal menggerakkan sumber daya infak dan sedekah, mengoptimalkan fungsi masjid dan musholla, pemberdayaan ekonomi, kaderisasi tingkat ranting, pelayanan kesehatan masyarakat, lailatul ijtima serta pengembangan pendidikan.

PMII Cabang Tegal

Pihaknya menargetkan kegiatan ini usai sebelum Konfercab yang akan dilaksanakan 2015 mendatang. Bulan November dan Desember MWCNU yang siap melaksanakan kegiatan serupa yakni kecamatan Batealit dan Tahunan. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Kajian Islam, Kyai, Habib PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock