Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Songsong UN, Pelajar MAN Tolak Kunci Jawaban Ujian

Pringsewu, PMII Cabang Tegal. Ratusan pelajar MAN Pringsewu sejak awal menyatakan penolakannya atas kunci jawaban gelap dengan acara istighotsah di masjid Jabal Nur Kompleks MAN Pringsewu, Jumat (11/4). Untuk kepercayaan diri, mereka berdoa bersama, bersembahyang sunah hajat, dan persiapan belajar intensif sebelumnya.

Dalam menghadapi UN, pelajar tidak boleh mencukupkan pada persiapan fisik semata. Persiapan mental, kata Kepsek MAN Pringsewu Samsurizal, juga sangat perlu.

Songsong UN, Pelajar MAN Tolak Kunci Jawaban Ujian (Sumber Gambar : Nu Online)
Songsong UN, Pelajar MAN Tolak Kunci Jawaban Ujian (Sumber Gambar : Nu Online)

Songsong UN, Pelajar MAN Tolak Kunci Jawaban Ujian

Samsurizal mengimbau seluruh siswa-siswi peserta UN 2014 untuk tidak percaya kepada kunci jawaban dan menyesatkan. Karena, kunci jawaban disebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan motif mengambil keuntungan pribadi.

PMII Cabang Tegal

"Yakinlah kepada kemampuan sendiri. Yakinlah Allah akan menolong kalian. Yakinkan di hati bahwa kita mampu karena Allah menolong kita," tegas Samsurizal dalam sambutannya.

PMII Cabang Tegal

Di akhir sambutan, Samsurizal tidak lupa berpesan kepada siswa-siswi MAN Pringsewu untuk meminta doa dan restu semua pihak terutama kedua orang tua dan seluruh dewan guru agar diberi kemudahan dalam UN dengan hasil maksimal.

Istighotsah ini diawali dengan sembahyang sunah hajat dan ditutup dengan doa pendek yang dipimpin seorang guru Sofwan. Sebelum bubar, mereka berjabat tangan dengan dewan guru MAN Pringsewu. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Halaqoh, Pemurnian Aqidah, Ahlussunnah PMII Cabang Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Idy: Saya Tak Bisa Bekerja Sendiri

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Ketua umum terpilih Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Idy Muzayyad meminta kepada seluruh kader IPNU untuk membantu mengembangkan organisasi kader NU. “Saya sebagai mandataris tidak bisa kerja sendirian. Makanya saya sebagai pengurus akan membentuk tim yang solid. Untuk itu konsolidasi organisasi dan pembinaan-pembinaan ke dalam akan terus diinternsifkan,” tuturnya kepada PMII Cabang Tegal beberapa waktu lalu.

Dikatakannya upaya untuk memaksimalkan seluruh potensi IPNU, diluar struktur formal yang jumlahnya 33 orang, nanti akan dibentuk tim-tim ad hoc. Mereka akan menangani bidang-bidang khusus “Biar semuanya bisa bekerja dan mengekspresikan potensinya masing-masing,” tambahnya.

Idy: Saya Tak Bisa Bekerja Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Idy: Saya Tak Bisa Bekerja Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Idy: Saya Tak Bisa Bekerja Sendiri

IPNU merupakan organisasi yang memiliki jaringan sangat luas sampai ke tingkat ranting atau desa. Berdasarkan hasil kongres lalu, terdapat 348 cabang dan 30 propinsi. Namun bukan berarti IPNU memiliki segalanya, jaringan dan SDM yang dimiliki perlu diberdayakan dengan membangun kemitraan stategis dengan fihak lainnya.

?

“Kita kan punya kekuatan SDM dan jaringan ke bawah, tapi dengan itu saja kan kita belum mampu berjalan ke bawah. Makanya kita nantinya akan menjalin kemitraan dengan lembaga yang memiliki resources yang bisa disinergikan,” katanya.

Salah satu kerjasama yang sudah berhasil digalang adalah pengawasan subsidi BBM untuk pendidikan dengan melibatkan sejumlah kader IPNU di beberapa daerah. Kerjasama ini sekaligus bisa dimanfaatkan untuk mengkonsolidasikan IPNU di seluruh cabang yang terlibat selain membantu pemerintah mengawasi subsidi BBM.

PMII Cabang Tegal

Namun, Mantan wartawan salah satu harian di Jogja tersebut mengingatkan bahwa kerjasama yang dijalin harus dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan pelajar. “Semua kemitraan dengan fihak manapun harus mengacu pada hal ini. Kita sebagai obyek sekaligus subyek. Jadi IPNU kan organisasi kader, artinya pencetak generasi penerus, penerus NU, para ulama. Dalam lingkup bangsa kan penerus bangsa,” tegasnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Pemurnian Aqidah PMII Cabang Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Isra’ Mi’raj, Banser Paron-Ngawi Gelar Diklat Terpadu Dasar

Ngawi, PMII Cabang Tegal. Pengurus Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser yang bertempat di aula Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Desa Teguhan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Senin (27/6).

Diklat Banser ini dilaksanakan dalam rangka merespon munculnya gerakan-gerakan Islam radikal yang berusaha merongrong NKRI yang dilakukan oleh kelompok-kelompok radikal tersebut.

Isra’ Mi’raj, Banser Paron-Ngawi Gelar Diklat Terpadu Dasar (Sumber Gambar : Nu Online)
Isra’ Mi’raj, Banser Paron-Ngawi Gelar Diklat Terpadu Dasar (Sumber Gambar : Nu Online)

Isra’ Mi’raj, Banser Paron-Ngawi Gelar Diklat Terpadu Dasar

Agus wahyudi panitia pelenggara mengatakan, dalam Diklat Banser kali ini peserta dilatih untuk mengusai materi-materi Diklat diantaranya peraturan lalu lintas, keorganisasian, wawasan kebangsaan, bela negara dan materi? ke-Nu-an/keAswajaan.

PMII Cabang Tegal

“Dalam Diklat kali ini, peserta dilatih untuk siap menjadi kader tangguh, profesional, religius, mandiri dan bermartabat,” kata Agus Wahyudi panitia Diklat Banser.

PMII Cabang Tegal

Lebih lanjut agus mengatakan, Diklat Banser dihadiri oleh Satuan Kepolisian Sektor Kecamatan dan Koramil Kecamatan Paron dua kesatuan ini sengaja dihadirkan untuk membantu melatih peserta Diklat agar menjadi kader tangguh dan profesional.

Selain itu, ungkap agus, diakhir acara Diklat nanti panitia juga menggelar pengajian akbar untuk memperingati Isra’ dan Mi’raj di lapangan besar Kerten Paron dilanjut dengan gemblengan kanuragan. Gemblengan kanuragan akan dipimpin? Kiai Dumami.

“Panitia juga menggelar pengajian akbar dalam rangka memperingati Isra’ dan Mi’raj dilanjutkan di malam? terakhir peserta akan diberi gemblengan khusus (kanuragan). Agar peserta banser kuat dan tangguh dalam membela NKRI,” ungkapnya. (Agus Susanto/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Amalan, Pemurnian Aqidah PMII Cabang Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Awal Muharram, Nahdliyin Cigadung Gelar Pawai Obor dan Shalawat

Bandung, PMII Cabang Tegal

Warga NU di Cigadung, Kota Bandung, Jawa Barat, mengisi malam tahun baru hijriah dengan kegiatan positif. Selain pawai obor, mereka juga menggelar majelis shalawat dan pengajian yang dihadiri sejumlah tokoh setempat.



Awal Muharram, Nahdliyin Cigadung Gelar Pawai Obor dan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Muharram, Nahdliyin Cigadung Gelar Pawai Obor dan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Muharram, Nahdliyin Cigadung Gelar Pawai Obor dan Shalawat

Kota Bandung sejak sore hingga malam diguyur hujan yang cukup deras. Meski demikian, dinginnya udara pada Rabu (20/9) malam itu tidak menyurutkan mereka untuk memenuhi jalan-jalan, masjid, dan lapangan. Nahdliyin Cigadung juga mengadakan "Kecamatan Bershalawat" dengan menghadirkan KH Maftuh Kholil (Ketua PCNU Kota Bandung) dan Habib Umar bin Husein Assegaf Majalaya (Wakil Ketua Lembaga Dakwah PWNU Jawa Barat).



PMII Cabang Tegal

KH Maftuh Kholil dalam pidato sambutannya mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk melestarikan budaya baik Islam di Nusantara. Menurutnya, peringatan semacam ini mesti terus dipelihara karena di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur dan semangat dakwah, meski tradisi ini kerap mendapat tuduhan bidah oleh sebagian kelompok.



PMII Cabang Tegal

Ia juga bercerita tentang masa kecilnya yang akrab dengan bubur Syura tiap memasuki bulan Muharram. Namun, belakangan tradisi pembuatan bubur itu terasa tak dikenal lagi.



"Kita harus tahu penyebab hilangnya kegiatan Syura dan bubur tersebut. Para, penjual bubur sudah ada dimana-mana, mereka berjualan sepanjang siang dan malam, maka tidak heran bubur Syura tidak laku lagi. Tapi penyebab kedua adalah penyebab yang lebih penting dan patut kita sampaikan pada umat, hilangnya membuat bubur Syura itu diakibatkan karena banyaknya orang yang secara sistematis ingin menghapus budaya islami di Nusantara," tuturnya. (Red: Mahbib)





Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Budaya, Pemurnian Aqidah PMII Cabang Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Pembangunan Kantor NU Peterongan Didorong Segera Rampung

Jombang, PMII Cabang Tegal - Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menyelenggarakan halal bihalal setelah sekitar sepekan lalu PCNU setempat menggelar kegiatan yang sama.

Kegiatan yang berlangsung di aula kantor MWC NU Peterongan, Ahad (31/7/2016) siang itu dihadiri beberapa tokoh antara lain Wakil Rais Syuriyah PCNU Jombang Kiai Mujib, Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang KH Isrofil Amar, Ketua PC Muslimat NU yang juga Wakil Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab, Wakil Ketua DPRD Subaidi Muchtar, Ketua PC GP Ansor H Zulfikar Damam Ikhwanto, Direktur Aswaja NU Center Jombang Yusuf Suharto, serta pengurus NU lainnya.

Pembangunan Kantor NU Peterongan Didorong Segera Rampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembangunan Kantor NU Peterongan Didorong Segera Rampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembangunan Kantor NU Peterongan Didorong Segera Rampung

Dalam forum tersebut, proses pembangunan kantor MWCNU Peterongan yang masih belum rampung hingga saat ini menjadi salah satu pembicaraan. Kiai Mujib Syuriyah PCNU berharap agar penyempurnaan pembangunan kantor terus dilakukan dan menjadi komitmen bersama.

Menurutnya, hal itu diperlukan untuk lebih menyemangati pengurus dalam menjalankan program-program MWCNU ke depan. "Semoga kantor MWC NU Peterongan ini lekas jadi," katanya.

PMII Cabang Tegal

Ia juga menyampaikan, beberapa bangunan yang sudah tampak, juga fasilitas yang ada hendaknya juga terus disempurnakan. Sebagai pengurus NU sudah seharusnya selalu optimis dan besar hati dalam menjalankan segala rencana atau program NU. "Yang sudah ‘menutup aurat’ ini perlu dilengkapi," imbuhnya.

PMII Cabang Tegal

Sementara itu, di waktu yang sama, Isrofil Amar mengingatkan seluruh pengurus NU agar terus memperhatikan nilai-nilai ke-NU-an, keagamaan, dan kenegaraan. Menurutnya, semua gerakan NU tidak terlepas dari ketiga nilai tersebut.

Isrofil juga berpesan kepada warga NU untuk memperkuat persatuan NU, persadaan Islam, dan solidaritas sesame bangsa.

Dalam suasana halal bihalal tersebut juga dilakukan penyerahan berkas Badan Hukum Perkumpulan Nahdlatul Ulama (BHPNU) masjid, mushala, dan TPQ? oleh Ketua PCNU secara simbolis kepada MWCNU Peterongan sebanyak 70 lembaga. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, Pemurnian Aqidah, Tokoh PMII Cabang Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

GP Ansor Sumedang Ikut Lakukan Penyisiran Korban Bencana

Sumedang, PMII Cabang Tegal. PC GP Ansor Sumedang, Jawa Barat ikut serta melakukan evakuasi korban bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sumedang, Rabu (21/9) malam. Musibah Longsor terjadi di beberapa daerah seperti Pasir Ucing, Dusun Singkup, Dusun Ciherang, Dusun Anjung samping Hotel Anjung, dan menelan korban jiwa, 3 orang tewas di Dusun Cimareme Kelurahan Pasanggrahan, Sumedang.

Sementara itu, musibah banjir terjadi di Lingkungan Panyingkiran dengan ketinggian air 50 cm, Regol ketinggian air 160 cm, dan Pangjeleran dengan ketinggian air 70 cm.

GP Ansor Sumedang Ikut Lakukan Penyisiran Korban Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumedang Ikut Lakukan Penyisiran Korban Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumedang Ikut Lakukan Penyisiran Korban Bencana

Musibah tersebut menyebabkan kemacetan dibeberapa titik, diantaranya kemacetan di Pasir Ucing, Ciherang, dan Cadaspangeran. Sementara kerugian materi menurut BPBD Sumedang ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Posko Relawan Bencana BAGANA yang disediakan yaitu di PCNU Sumedang, Dusun Singkup, Ciherang, dan posko tambahan di PAC GP Ansor Wado.

Banser Satkoryon Wado mengerahkan 12 pasukannya ikut membantu penyisiran korban di Hilir sungai Cimanuk, mengevakuasi korban jiwa yang terbawa arus banjir di Garut. Hal dijelaskan oleh Ahmad Habibadin Ketua PAC Wado saat dihubungi via telepon.

PMII Cabang Tegal

"Melihat kondisi tanah yang masih bergetar ditakutkan ada longsor susulan, dari tiap posko Banser secara bergiliran piket, termasuk semua Banser yang kemarin baru mengikuti Diklatsar,” tutur Hendra Hidayat, Sekretaris GP Ansor Sumedang.

PMII Cabang Tegal

Banser mendistribusikan sejumlah logistik dan obat-obatan kepada warga terdampak bencana di dua titik pengungsian, di Singkup dan Tajimalela. “Mudah mudahan korban diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah longsor dan banjir ini,” tambahnya. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pondok Pesantren, Pemurnian Aqidah PMII Cabang Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat

Jepara, PMII Cabang Tegal. Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara memeriahkan Lebaran Ketupat dengan Karnaval Pesta Syawalan (KPS) dilaksanakan Senin (04/8) pagi.?

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)
Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat

Kegiatan yang diikuti 6 tim, 5 IPNU-IPPNU Ranting dan 1 Remaja Masjid start dari pendopo kecamatan Kalinyamatan dan finish gedung MWCNU Kalinyamatan.?

Ahmad Alimul Hasan, ketua panitia menyatakan kegiatan bertujuan melestarikan budaya Islam di Indonesia. Disamping itu, Hasan menyampaikan sebagai wahana silaturrahim sesama Muslim, utamanya IPNU-IPPNU.?

PMII Cabang Tegal

“Momen ini menjadi wahana silaturrahim IPNU-IPPNU baik Ranting, PAC dan PC. Juga dengan sesama banom NU di kecamatan Kalinyamatan,” jelasnya.

Dari silaturrahim tersebut kegiatan juga menjadi nuansa baru sekaligus hiburan positif baik untuk kader IPNU-IPPNU maupun khalayak luas.?

PMII Cabang Tegal

Ketua PAC IPNU Kalinyamatan, Rifqi Septian Prayogo menambahkan kegiatan untuk melestarikan program kerja. Rifqi menyebutkan sesuai dengan tema yang diusung Pelajar Hijau Peduli Palestina—pihaknya mengungkapkan hal tersebut sebagai bentuk kepedulian IPNU-IPPNU terhadap tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza.?

Hal senada disampaikan Nur Faizin. Salah satu dewan juri tersebut menilai kegiatan menjadi menarik karena sesuai dengan kondisi kekinian.?

“Ini adalah bentuk kepedulian pelajar NU terhadap bencana yang terjadi di Palestina,” paparnya.?

Setelah proses penjurian yang diketuai Muhammad Khoironi memutuskan Juara I diraih PR IPNU-IPPNU Sendang dengan 7.445 disusul PR Kriyan dengan nilai 7.353 dan juara III PR Banyuputih dengan skor 7.155. Juara mendapat piala dan bingkisan dari panitia. (syaiful mustaqim/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pemurnian Aqidah, Amalan PMII Cabang Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

NU Struktural untuk Lengkapi NU Kultural

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Dikotomi antara NU struktural dan NU kultural seharusnya tak boleh terjadi lagi jika keduanya bisa memainkan perannya masing-masing dan bersinergi. Ketua PBNU Masdar F. Mas’udi berpendapat bahwa NU struktural yang didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari adalah untuk melengkapi NU Kultural.

“NU kultural sudah ada beberapa ratus tahun lalu berkat kerja kekiaian para ulama kita. Jadi NU organisasi yang dibawa oleh Mbah Hasyim untuk melengkapi NU kultural yang sudah berjalan dan akan terus berjalan,” tuturnya kepada PMII Cabang Tegal beberapa waktu lalu.

NU Struktural untuk Lengkapi NU Kultural (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Struktural untuk Lengkapi NU Kultural (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Struktural untuk Lengkapi NU Kultural

Namun demikian, sampai sekarang ini belum ada pembagian peran yang jelas dan sering terjadi redundance dan mengambil oper peran para kyai yang melakukan kerja-kerja kultural sementara kerja-kerja organisasional belum tertangani dengan baik.

“Kalau pengurus organisasi mengerjakan ngaji, tahlilan, dibaan, ini sebenarnya mengambil alih fungsi yang dijalankan oleh para kiai secara pribadi-pribadi. Pengurus NU itu kerjanya jangan pengajian umum. Tugasnya menghadiri rapat mengambil keputusan untuk mencapai tujuan tertentu yang dikerjakan dalam waktu tertentu,” imbuhnya.

Kerja NU menurut Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) adalah kerja sosial yang tidak bisa dilakuan oleh para individual seperti membimbing umat dalam berbangsa, bernegara, membangun ekonomi umat, kesehatan, dan lainnya.

“Ini penting karena kebesaran umat ya disitu, dalam realitas kehidupan umatnya. Kalau akidahnya, urusan para ulamanya sebagai pribadi-pribadi, ada atau tidak ada organisasi. Jadi kerja NU itu lain,” tandasnya.

PMII Cabang Tegal

Dikatakannya NU organisasi itu rukunnya kan ada 4, yaitu ada jamaah, ada tujuan bersama, ada kepemimpinan atau pengurus dan ada aturan main yang disepakati bersama. “Yang paling penting adanya jamaah atau warga dan kepemimpinan, tapi yang sekarang ada baru pengurus, lha jamaahnya mana, ya kultural. Ini yang tidak memenuhi standard organisasi. Warga NU organisasi tidak sekedar warga NU kultural, ini tidak memenuhi tujuan Mbah Hasyim,” imbuhnya.

Untuk membuktikan bahwa seseorang menjadi anggota organisasi, harus punya bukti formal seperti Kartanu (Kartu tanda anggota NU), bukan kunut atau tahlilan. “Ini penting sekali. Kalau kunut ya NU kultural bukan organisasi,” katanya.

PMII Cabang Tegal

Menurut Masdar, terdapat tiga tahapan keanggotaan. Pertama, keanggotaan kultural dengan menjalankan tradisi-tradisi ke-NU-an, kedua keanggotaan formal dengan dibuktikannya memiliki kartu anggota NU dan ketiga keanggotaan efektif yang secara fungsional mendukung kerja-kerja NU.

“Kalau anggota biasa memberi kontribusi iuran, kalau pengurus ya memberi kontribusi keuangan dan tenaga. Ini yang harus dibangun ke depan,” tandasnya. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sholawat, AlaSantri, Pemurnian Aqidah PMII Cabang Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

Hasyim Minta Pemerintah Panggil Ormas yang Anarkis

Jakarta, PMII Cabang Tegal
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi meminta pemerintah untuk memanggil dan memperingatkan terlebih dahulu kepada (organisasi kemasyarakatan) ormas yang sering melakukan tindakan anarkis sebelum dibubarkan.

Menurutnya, pemerintah seharusnya memanggil ormas tersebut, membinanya, memberitahukan duduk persoalannya, diluruskan kemudian diberi waktu agar tidak melakukan aksi kekerasan atau tindakan anarkisme lagi.

"Setelah itu bila tidak ada perubahan, baru pemerintah melakukan tindakan hukum atau tindakan politik," tegas Hasyim saat jumpa pers tentang pelaksanaan International Conference of Islamic Scholars (ICIS) ke-2, di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (12/6)

Hasyim mengatakan, dirinya tidak setuju, siapa pun dan atas nama apa pun melakukan tindak kekerasan apalagi sampai ada masyarakat yang mengambil tugas aparat negara. Karena, menurutnya, Indonesia adalah negara hukum.

Namun, lanjut Hasyim, yang terpenting adalah pemerintah harus menjelaskan kepada ormas yang ada agar tidak melakukan tindakan di luar batas.

"Di era reformasi ini orang membuat forum seenaknya saja. Tetapi tidak asal dibubarkan. Kalau dibubarkan terus bikin yang baru gimana. Yang penting konteknya diluruskan," ujar Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur ini.

Hasyim menegaskan, jika dalam pelurusan itu pemerintah meminta bantuan PBNU, maka pihaknya akan membantu. "Menurut saya ormas itu niatnya mungkin betul, tapi action-nya melanggar rambu tatanan kehidupan negara," terangnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pertandingan, Pemurnian Aqidah PMII Cabang Tegal

Hasyim Minta Pemerintah Panggil Ormas yang Anarkis (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Minta Pemerintah Panggil Ormas yang Anarkis (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Minta Pemerintah Panggil Ormas yang Anarkis

Selasa, 29 Agustus 2017

Peserta Pelatihan Pelopor Masjid Antusias Terima Aplikasi iShalat LTM PBNU

Makassar, PMII Cabang Tegal 

Sebelum kegiatan Pelatihan Pemuda Pelopor Tahun 2017 di Aula Masjid Syuro Kota Makassar, Senin (4/12) selesai, Pengurus Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) sempat memberikan doorprize aplikasi iShalat kepada beberapa peserta teraktif selama mengikuti pelatihan ini. 

Berdasarkan penilaian dari pihak LTM, terdapat empat peserta yang paling layak mendapatkan aplikasi iShalat ini. Yaitu, Megalia dari IPPNU, Abdul Majid, Sinta dari Fatayat dan Buhari Muslim dari PMII. 

Peserta Pelatihan Pelopor Masjid Antusias Terima Aplikasi iShalat LTM PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Pelatihan Pelopor Masjid Antusias Terima Aplikasi iShalat LTM PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Pelatihan Pelopor Masjid Antusias Terima Aplikasi iShalat LTM PBNU

Ketika dimintai komentar, mereka mengaku senang mendapatkan aplikasi iShalat dari LTM PBNU. 

Megalia, misalnya, mengatakan bahwa dirinya sudah lama berkeinginan untuk memiliki aplikasi iShalat. Menurutnya, walaupun belum menikah tapi sudah ingin membeli buat calon anaknya kelak. 

"Saya sudah merencanakan akan membeli untuk calon anaknya walaupun belum punya suami," katanya diikuti tawa peserta lain. 

PMII Cabang Tegal

"NU betul-betul hebat. Hebat!" jelasnya. 

Sementara Buhari Muslim bersyukur bisa mendapatkan aplikasi iShalat ini. "Ini betul-betul hadiah yang luar biasa," katanya. 

Menurutnya, kehadiran aplikasi ini sudah sesuai mengingat kelompok-kelompok seperti Wahabi telah mendominasi aplikasi tentang tata cara shalat. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Pemurnian Aqidah, Tokoh, IMNU PMII Cabang Tegal

Jumat, 04 Agustus 2017

Seruan Syuriyah PBNU Terkait Bencana Alam di Indonesia

? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Telah nyata kerusakan di darat dan di laut akibat ulah tangan-tangan manusia sendiri, agar supaya mereka merasakan akibat sebagian dari apa-apa yang mereka perbuat, semoga mereka kembali ke jalan yang benar (QS/Rum [30]: 41)

?

1. Memperhatikan bertubi-tubi dan meratanya bencana alam (seperti: banjir, kebakaran, dan letusan gunung), dengan segala akibat yang diderita, terutama oleh mereka rakyat lemah di lapis bawah;

Seruan Syuriyah PBNU Terkait Bencana Alam di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Seruan Syuriyah PBNU Terkait Bencana Alam di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Seruan Syuriyah PBNU Terkait Bencana Alam di Indonesia

2. Memperhatikan berbagai bencana sosial (seperti: intoleransi dan kebencian antar kelompok, kekerasan dan sadisme) dan puncaknya berupa kejahatan korupsi dan kesewenang-wenangan oleh para pemegang amanat, di hampir semua sektor dan semua lini;

3. Mengingat bahwa pada dasarnya masyarakat dan? bangsa Indonesia adalah manusia-manusia yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai Pencipta dan Pengatur alam semesta;

4. Memperhatikan bahwa, seperti difirmankan Allah dalam kitab suci-Nya, bahwa ”Segala kerusakan yang muncul di bumi ini merupakan akibat langsung maupun tidak langsung dari ulah tangan manusia-manusianya sendiri” (QS/Rum [30] /41).

PMII Cabang Tegal



?

PMII Cabang Tegal

Maka Kami Menyerukan;

Kepada segenap warga bangsa Indonesia, terutama para pemimpinnya di semua sektor dan tingkatan, untuk:

1. Mengingatkan dan menyadarkan diri masing-masing, bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara; semua kita akan dipanggil kembali kepada-Nya untuk mempertanggungjawabkan setiap ucapan dan amal perbuatan kita, sesuai niat dan akibat-akibat yang ditimbulkannya;

2. Bahwa semua kekayaan dan kekuasaan yang kita raih di dunia, akan disidik dan dimintai pertanggunggjawaban; dengan cara apa dan bagaimana diperoleh, serta untuk kepentingan apa dan siapa dimanfaatkan;

3. Bahwa setiap amal-perbuatan yang kita lakukan selama hidup di dunia akan dimintai pertanggungjawaban oleh-Nya; sekecil apa pun kecurangan yang kita lakukan, dan sekecil apa pun kebajikan yang kita perbuat, akan kita lihat dan rasakan balasannya.

4. Bahwa dosa yang kita perbuat terhadap sesama (seperti: kesombongan, fitnah, penganiayaan, kesewenang-wenangan,? korupsi, serta pengrusakan alam lingkungan), adalah dosa yang Tuhan sendiri tidak akan mengampuninya, selama pihak-pihak atau masyarakat yang dirugikan? dan menjadi korbannya belum memaafkan terlebih dahulu.

5. Karena itu, selagi masih ada kesempatan, dan tidak seorang pun tahu kapan ajal tiba, segeralah kita bertobat; menyesali dan menghentikan segala kecurangan dan dosa kita, baik terhadap Tuhan maupun terhadap sesama manusia dan lingkungan alam kita.

6. Selagi masih ada kesempatan, marilah kita melakukan perubahan, dengan berjanji kepada diri kita masing-masing untuk tidak mengulangi lagi dosa dan kesalahan kita, terhadap sesama warga bangsa dan kepada Allah Tuhan yang Maha Pencipta.

7. Marilah, dengan penuh kesadaran dan tekad yang kuat, kita melakukan perubahan menuju kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang lebih beradab, lebih bertanggungjawab, dengan mengutamakan kemaslahatan dan kejayaan bagi sesama warga bangsa dan segenap umat manusia.

8. Tidak ada bangsa yang dianugerahi bumi dan lingkungan alam sedemikian luas, kaya dan indah seperti kita bangsa Indonesia. Marilah setiap dan semua kita mensyukurinya dengan berbuat yang terbaik untuk kemakmuran dan kelestariannya; jauhkan setiap tindakan yang dapat merusaknya, demi kemaslahatan dan kejayaan kita dan anak cucuk kita semuanya, esok dan seterusnya - dalam bimbingna hidayah dan ridlo-Nya.

9. Kepada warga Nahdliyyin khususnya dan umat Islam Indonesia umumnya, diminta untuk memperbanyak istighfâr dan istighâtsah; memohon ampunan, bimbingan serta pertolongan Allah SWT. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang merahmati dan melindungi kita, bangsa, dan negara kita; menolong kita untuk segera bangkit dari keterpurukan, menuju kejayaan yang dicita-citakan oleh para pendiri negara dan rakyatnya. Semoga Allah SWT tidak menguasakan atas kita, karena dosa-dosa kita, kepada mereka yang tidak takut kepada-Nya dan tidak mempunyai belas kasihan kepada kita. Amin!

?

Jakarta; 3 Maret 2014 M/1 Jumadal Ula 1435 H

?

DR. KH. A. Mustofa Bisri? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? DR. KH. A. Malik Madaniy, MA

Pj. Rois Aam? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Katib Aam

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pemurnian Aqidah PMII Cabang Tegal

Jumat, 07 Juli 2017

Konferwil NU Jabar, Nuansa Kerinduan Jama’ah dan Jam’iyyah

Garut, PMII Cabang Tegal?

Ribuan warga NU Garut pagi ini Selasa, (11/10) berduyun-duyun ke Pondok Pesantren Fauzan di Kecamatan Sukaresmi. Mereka akan mengikuti pembukaan Konferensi Wilayah (Konferwil) PWNU Jawa Barat di pondok pesantren yang disuh Ajengan KH Umar ‘Alam. ?

Menurut Ketua Panitia Konferwil Kiagus Zaenal Mubarok, PCNU Garut memperkirakan akan menghadirkan warga sekitar 5 ribu orang lebih. Hal itu menurutnya, akan lebih banyak jika ditambah para santri Fauzan.?

Konferwil NU Jabar, Nuansa Kerinduan Jama’ah dan Jam’iyyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferwil NU Jabar, Nuansa Kerinduan Jama’ah dan Jam’iyyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferwil NU Jabar, Nuansa Kerinduan Jama’ah dan Jam’iyyah

Kedatangan mereka, menurutnya adalah pertemuan jamaah dan jam’iyyah. “Alhamdulillah ini adalah ketemunya dua kepentingan pengurus NU dengan warganya,” katanya di lokasi pembukaan Konferwil. ?

Menurut dia, pertemuan tersebut bisa dikatakan bernuansa konsolidasi dan romantika. Konsolidasi adalah pertemuan pengurus dan warga. Tapi di sisi lain adalah romantika dan kerinduan antara santri dan kiai, sesama santri dan sesama kiai.?

Konferwil jadi lebih bermakna karena tidak hanya terpusat pada suksesi kepemimpinan. Bahkan yang paling penting adalah bersilaturahim yang bernuansa kultural tersebut.?

PMII Cabang Tegal

Seharunya, lanjutnya, nuansa semacam itu, harus dimanfaatkan seabgai pintu gerbang pengurus NU untuk berkhidmah kepada masayarakat secara maksimal. “Ini adalah potensi yang harus menjadi aktual demi melakukan perbaikan-perbaikan masalah-masalah kemayarakat.”?

Untuk mengetahui masalah mereka, pengurus harus sering melakukan turun ke bawah, bertemu masyarakat, memahami denyut nadi dan aroma keringat mereka.”Paling tidak, NU harus mengerti mereka dalam kebutuhan bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan. Itu tiga pilar pokok agenda besar NU di seluruh tingkatan dari PBNU sampai Anak Ranting,” tegasnya. (Abdullah Alawi)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sejarah, Pemurnian Aqidah PMII Cabang Tegal

Jumat, 16 Juni 2017

Mun’im DZ: Rekonsiliasi Butuh Pijakan Sejarah yang Benar

Malang, PMII Cabang Tegal. Silang sengkarut sejarah 1965, NU-PKI selalu menjadi perbincangan panas di Indonesia. Jika selama ini publik hanya mengkonsumsi Informasi dari media massa, dan beberapa wacana kiri saja, kini hadir buku putih “Benturan NU-PKI” yang menjadi jawaban dari kesekian pertanyaan penting terkait sejarah perjalanan bangsa.

Mun’im DZ: Rekonsiliasi Butuh Pijakan Sejarah yang Benar (Sumber Gambar : Nu Online)
Mun’im DZ: Rekonsiliasi Butuh Pijakan Sejarah yang Benar (Sumber Gambar : Nu Online)

Mun’im DZ: Rekonsiliasi Butuh Pijakan Sejarah yang Benar

Buku putih itu menjadi topik seminar di Malang, Kamis (1/5). Punulisnya Abdul Mun’im DZ hadir. Menurutnya, masyarakat yang melek sejarah akan mengetahui dengan sendirinya jika PKI bukan satu-satunya Korban. Meski gencar diberitakan NU sebagai pelaku pembantaian, sejatinya NU sendiri adalah korban tragedi 1965.

Beberapa data sengaja disajikan dalam perbincangan hangat tersebut. Pasalnya, kesimpang-siuran informasi selama ini sengaja dilakukan untuk mendeskriditkan NU. Salah satunya penggelembungan data korban. Data yang ada lebih banyak media membesar-besarkan jumlah yang tidak rasional. “Buku ini sengaja saya tulis, sebagai rekonsiliasi yang berpijak pada kebenaran,” kata Abdul Mun’im.

PMII Cabang Tegal

Wakil Sekjen Pengurus Besar NU itu bahkan menjelaskan, pasca tragedi geger 1965, PKI-NU sebagai korban dirampas hak-haknya sebagai warga negara. NU tidak lagi boleh berpolitik, NU disingkirkan dan beberapa akses ditutup.

“Jadi yang paling berperan untuk menciptakan opini salah dan benar adalah media yang sudah disetting secara global,” paparnya di home-theater Fakultas Humaniora dan Budaya UIN Maliki Malang itu.

PMII Cabang Tegal

Penulis berharap buku ini tidak hanya jawaban atas tudingan-tudingan miring pada NU, namun juga sebagai pijakan sejarah untuk anak bangsa. (Diana Manzila/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sunnah, Pemurnian Aqidah PMII Cabang Tegal

Minggu, 21 Agustus 2016

Gubernur NTB Larang Bawa HP di Sekolah, Ini Sikap IPNU

Mataram, PMII Cabang Tegal - Menanggapi rencana larangan membawa telepon seluler (HP) di sekolah oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) setempat memakluminya sebagai sebuah kegelisahan pemerintah daerah bermoto “Beriman dan Berdaya Saing” itu atas dampak negatif ponsel juga kemudahan akses internet di dalamnya.

Namun demikian, PW IPNU NTB meminta kepada Gubernur NTB M. Zainul Majdi untuk meninjau kembali, mengingat kemajuan teknologi di tengah masyarakat saat ini dibutuhkan oleh setiap individu termasuk pelajar.

Gubernur NTB Larang Bawa HP di Sekolah, Ini Sikap IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur NTB Larang Bawa HP di Sekolah, Ini Sikap IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur NTB Larang Bawa HP di Sekolah, Ini Sikap IPNU

Ketua PW IPNU NTB Syamsul Hadi mengatakan, sebagai langkah untuk mengurangi dampak buruk dari internet, pihaknya mengusulkan adanya pengurangan perintah guru kepada siswa untuk mencari atau menyelesaikan tugas sekolah lewat internet.

PW IPNU NTB juga meminta kepada pemerintah untuk menciptakan perangkat khusus pelajar di semua jenjang pendidikan mulai dari TK sampai SMA. Aplikasinya memperhatikan kesesuaian antara satuan pendidikan dan mata pelajaran yang dibutuhkan siswa.

PMII Cabang Tegal

Pemerintah juga diharapkan menyediakan layanan informasi tentang kebangsaan sejak dini yang berbasis tekonologi, seperti lagu wajib kebangsaan, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945.

PMII Cabang Tegal

“Dengan demikian jika hal ini bisa terlaksana maka pelajar kita tetap pada situasi paham akan teknologi tanpa harus mengabaikan tugasnya sebagai pelajar,” kata Syamsul.

Pernyataan sikap PW IPNU NTB ini telah dilayangkan kepada Gubernur NTB melalui surat bernomor 106/PW/A/7354/02/2017 tertanggal 20 Februari 2017. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pemurnian Aqidah PMII Cabang Tegal

Jumat, 01 April 2016

Bersama TNI, Banser Siap Jaga Keutuhan NKRI dari Ormas Anti-Pancasila

Surabaya, PMII Cabang Tegal. Satuan Koordinasi Wilayah (Satkoorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Timur menyatakan dukungan penuh terhadap Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menghadapi gerakan radikal dan Organisasi Masyarakat (Ormas) yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.

?

Bersama TNI, Banser Siap Jaga Keutuhan NKRI dari Ormas Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama TNI, Banser Siap Jaga Keutuhan NKRI dari Ormas Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama TNI, Banser Siap Jaga Keutuhan NKRI dari Ormas Anti-Pancasila

"Banser Jatim berkomitmen mendukung langkah TNI menghadapi semua Ormas yang anti Pancasila dan gerakan radikalisme yang mengancam keutuhan NKRI," kata Kasatkorwil Banser Jatim, H Abid Umar, ? di sela memimpin Rapat Persiapan Pemantapan Banser Jatim tahun 2017, di Graha Ansor Jatim, Surabaya, Selasa (17/1).

?

Abid Umar menjelaskan, pihaknya sudah menginstruksikan kepada seluruh kader Banser di Jawa Timur untuk selalu siap menghadapi Ormas yang mengancaman keutuhan NKRI serta menekan bibit kebencian yang disebarkan oleh pihak-pihak yang merusak harmoni kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

PMII Cabang Tegal

?

"Keluarga besar Banser lahir batin setia bahwa Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 (PBNU) adalah harga mati dan keputusan final," tegas Abid Umar.

?

PMII Cabang Tegal

Menurut dia, gejolak yang terjadi belakangan ini, utamanya perang opini bernada kebencian di media sosial, telah berpengaruh besar dalam mengubah mindset masyarakat Indonesia. Padahal, lanjut dia, budaya Indonesia adalah santun dan damai.

?

"Ini wajib kita antisipasi. Dan Banser sudah Ikrar Setia bersama TNI-Polri untuk jaga keutuhan dan kedamaian NKRI, lahir batin," pungkasnya.?

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa TNI siap menghadapi Ormas yang gerakannya bertentangan dengan Pancasila dan Radikalisme. "Kalau ada Ormas yang bertentangan dengan Pancasila, tujuan akhir pasti mengubah Pancasila, itu berbahaya," tegas Jenderal TNI Gatot di sela Rapat Pimpinan TNI di Jakarta. (Abdul Hady JM/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sejarah, Anti Hoax, Pemurnian Aqidah PMII Cabang Tegal

Selasa, 10 November 2015

Siang Ini, PBNU Nobar Film Dokumenter Kebangsaan dan Keislamaan

Jakarta, PMII Cabang Tegal - Pengurus harian PBNU berencana memutar tiga film sejak 13.30 di Gedung PBNU Lantai Delapan, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Selasa (31/1) siang. Pemutaran film ini berkaitan dengan peringatan Harlah Ke-91 NU.

Dua film pertama yang akan diputar adalah pemenang Kompetisi Film Pendek Dokumenter NU Hari Santri 2016. Kedua film itu berjudul Jihad Sosial dengan sutradara Vedy Santoso dan film berjudul Satu Jalan dengan sutradara Canggih Setyawan.

Siang Ini, PBNU Nobar Film Dokumenter Kebangsaan dan Keislamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Siang Ini, PBNU Nobar Film Dokumenter Kebangsaan dan Keislamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Siang Ini, PBNU Nobar Film Dokumenter Kebangsaan dan Keislamaan

“Keduanya merupakan juara kompetisi film pendek dokumenter NU yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Santri 2016,” kata salah seorang panitia kompetisi Hamzah Sahal di Jakarta, Selasa (31/1) pagi.

PMII Cabang Tegal

Sementara film ketiga yang akan diputar berjudul Jalan Dakwah Pesantren dengan sutradara Yuda Kurniawan. Nobar ini, kata Hamzah, terbuka untuk publik.

Pengurus harian NU dan juga masyarakat umum sekarang harus membuka mata bahwa gairah perfilman dan kompetensi sinematografi di kalangan santri hari ini kembali menggelora. Fenomena ini, menurut Hamzah, patut diapresiasi dan dididukung. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Olahraga, Pemurnian Aqidah, Santri PMII Cabang Tegal

Senin, 13 Mei 2013

Bantu Yatim Berarti Bantu Orang Disayang Nabi

Jember, PMII Cabang Tegal



Wakil Sekretaris PCNU Jember, Moch Eksan mengatakan, tak bisa dipungkiri, lingkaran hidup sebagian banyak anak yatim hanya berkutat dengan keprihatinan. Sudah kehilangan orang tua, mereka masih menderita hidupnya. Bahkan tak jarang mereka jadi anak terlantar, nestapa. 

Bantu Yatim Berarti Bantu Orang Disayang Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bantu Yatim Berarti Bantu Orang Disayang Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bantu Yatim Berarti Bantu Orang Disayang Nabi

Karena itu, menurut dia, uluran tangan masyarakat sangat diharapkan untuk membantu mengurangi beban hidup dan derita mereka. 

Menurut Eksan, menyantuni anak yatim, selain bernilai sosial, juga bernilai ibadah. Lebih- lebih Nabi Muhammad disebut sangat dekat dengan anak yatim. Kedekatan antara keduanya, oleh Nabi Muhammad sendiri diibaratkan jari telunjuk dan ibu jari. 

"Itu artinya apa? Artinya membantu anak yatim, berarti membantu orang yang sangat disayang Nabi," katanya berceramah pada Pengajian dan Santunan Anak Yatim di Dusun Bukol, Desa Pandansari Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Ahad (1/10).

PMII Cabang Tegal

Oleh karena itu, para masyarakat dan para dermawan tidak perlu khawatir hartanya akan hilang begitu saja jika membantu anak yatim. 

"Harta yang disedekahkan, tidak ada ceritanya itu hilang, apalagi untuk anak yatim. Justru itulah harta yang kekal, harta yang sesungguhnya kita punya," jelasnya.

Penulis beberapa buku itu menambahkan, sesuai dengan UUD 45 pasal 34 (1) disebutkan bahwa anak terlantar dan fakir miskin dibiayai oleh negara. Kendati demikian, masyarakat secara moral juga punya tanggungjawab untuk berperan dalam mengentas mereka dari ketidak berdayaan. 

PMII Cabang Tegal

"Pemerintah wajib dan bertanggung jawab atas kehidupan orang miskin dan terlantar, termasuk anak yatim. Walaupun begitu, kita masyarakat juga wajib bantu mereka," urainya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Budaya, Pemurnian Aqidah, Berita PMII Cabang Tegal

Sabtu, 28 Juli 2012

Banjir Terjang Mojoagung, Makam Sayid Sulaiman Aman

Jombang, PMII Cabang Tegal. Banjir besar menerjang sedikitnya 8 desa di Kecamatan Mojoagung, Jombang, Jawa Timur, Jumat (20/2) dini hari. Sebanyak 1,5 rumah warga, sekolah hingga kantor Polsek setempat terendam. Meski demikian, makam salah satu auliya, Mbah Sayid Sulaiman di Betek-Mancilan Mojoagung masih aman dari musibah ini.

"Alhamdulillah, sejak banjir tadi malam saya memantau lokasi menuju makam tidak banjir, mungkin di sekitar makam. Tapi kalau makam tidak," ujar Skaroni, salah satu Anggota BPD Desa Mancilan saat ditemui usai shalat Jumat.

Banjir Terjang Mojoagung, Makam Sayid Sulaiman Aman (Sumber Gambar : Nu Online)
Banjir Terjang Mojoagung, Makam Sayid Sulaiman Aman (Sumber Gambar : Nu Online)

Banjir Terjang Mojoagung, Makam Sayid Sulaiman Aman

Dari pantauan PMII Cabang Tegal, Jumat siang tadi makam seluas lebih dari satu hektar di Dusun Rejoslamet Desa Mancilan itu tampak kering. Beberapa orang bahkan datang melakukan ziarah di makam yang berbatasan antara Mancilan–Betek tersebut.

PMII Cabang Tegal

Hal yang sama juga terlihat di makam Sayid Abdurrahman Al Maghrobi dan Sayid Ahmad Al Maghrobi. Makam yang berada di sebelah Masjid Agung Mojoagung itu juga terbebas dari banjir.

Seperti diketahui, sejak Kamis (19/2) malam, banjir bandang akibat luapan sungai Gunting menerjang 8 Desa di Kecamatan Mojoagung, di antaranya Desa Kademangan, Janti, Mancilan, Kedunglumpang, Betek, Gambiran, serta Kauman.

PMII Cabang Tegal

"Dari 8 desa itu, sekitar seribu orang hari ini mengungsi. Pengungsi kita tampung di tiga lokasi, yakni Masjid Janti, Masjid Gambiran, serta RTH Mojoagung," kata Nur Huda ketika ditemui di RTH Mojoagung.

Nur Huda mengatakan, tingginya curah hujan yang terjadi Kamis malam mengakibatkan dua sungai yang melintas di Mojowarno dan Mojoagung meluap. Akibatnya sekitar 1500 pemukiman warga dan beberapa fasilitas pemerintah, seperti sekolah, polsek dan kantor Pos terendam.

"Ketinggian air rata rata 70 centimeter. Bahkan ketinggian air yang berada di pemukiman mencapai 2 meter lebih," ujarnya seraya mengatakan banjir mulai surut, namun hingga siang tadi, beberpa pemukiman waga masih terendam banjir. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Islam, Pemurnian Aqidah, News PMII Cabang Tegal

Sabtu, 19 Juni 2010

Polres Karanganyar Sampaikan Pesan Pemilu Damai Lewat Shalawat

Karanganyar, PMII Cabang Tegal. Untuk menyampaikan pesan damai menjelang pemilihan umum pada April 2014 nanti, Polisi Sektor Karanganyar, Jawa Tengah, menggelar acara shalawat akbar bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di lapangan Mapolres Karanganyar.

Acara yang digelar Selasa (11/3) ini dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah, termasuk bupati Karanganyar serta wakinya dan beberapa pejabat pemerintah lainnya. 

Polres Karanganyar Sampaikan Pesan Pemilu Damai Lewat Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Polres Karanganyar Sampaikan Pesan Pemilu Damai Lewat Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Polres Karanganyar Sampaikan Pesan Pemilu Damai Lewat Shalawat

Shalawat akbar dibuka dengan penampilan hadrah Bhayangkari yang beranggotakan para istri anggota Polri, dilanjut dengan hadrah dari Lantas dan hadrah Ahbabul Musthofa. Kemudian pembacaan Ratibul Hadad yang dipimpin Kiai Abdullah Saad, pengasuh pesantren Al-Insof Plesungan Gondangrejo Karanganyar.

PMII Cabang Tegal

Kapolres Karanganyar AKBP Martireni Narmadiana atau yang kerap dipanggil Ibu Reni mengungkapkan, acara shalawat akbar ini digelar dalam rangka memberi pesan damai menjelang pemilu.

“Acara ini tujuannya  silaturahmi, antara ulama, pimpinan daerah dan masyarakat. Dan diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat di tahun politik ini,” paparnya.

PMII Cabang Tegal

Acara serupa pernah digelar Polres Karanganyar dalam Pemilu 2009 silam. Waktu itu, gelaran Dzikir dan Shalawat dipimpin Habib Luthfi bin Yahya dari Pekalongan. Ribuan umat pun ikut berzikir dan berselawat bersama seraya berdoa untuk keamanan selama pemilu. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pemurnian Aqidah, Khutbah, Hadits PMII Cabang Tegal

Senin, 27 Agustus 2007

Rais ‘Aam Harap PCINU Belanda Kembangkan Sertifikasi Halal di Eropa

Wageningen, PMII Cabang Tegal

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Belanda menyelenggarakan seminar tentang “Halal Certification: Promoting Sustainability and Fairness in Halal Concept” di Wageningen University & Research, 23 Agustus 2017.

Acara yang diselenggarakan atas kerja sama dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Wageningen, Wageningen University & Research, dan didukung oleh Atdikbud KBRI Den Haag ini menghadirkan Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin sebagai pembicara utama (keynote speaker).

Rais ‘Aam Harap PCINU Belanda Kembangkan Sertifikasi Halal di Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais ‘Aam Harap PCINU Belanda Kembangkan Sertifikasi Halal di Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais ‘Aam Harap PCINU Belanda Kembangkan Sertifikasi Halal di Eropa

“Seminar ini dimaksudkan untuk mendiskusikan perkembangan sertifikasi halal di Indonesia dan di dunia secara umum,” ujar Rais Syuriah PCINU Belanda KH Nur Hasyim. Karena itu, seminar ini mengahdirkan pembicara dari berbagai lintas disipilin ilmu, agama, pangan, hukum, dan praktisi halal di Eropa.

PMII Cabang Tegal

KH Ma’ruf Amin dalam ceramahnya menyampaikan materi tentang “The root of halalan tayyiban concept in Islamic tradition and its contextualisation in the modern world.”

Ia memulai dengan penjelasan tentang sejarah berdirinya lembaga sertifikasi halal di Indonesia yang dimulai sejak 1985. Ketika itu, menurutnya, terjadi keresahan di kalangan Muslim atas isu tercampurnya lemak babi dalam susu. Atas dasar ini, MUI kemudian melakukan sertifikasi halal terhadap makanan obat-obatan, dan kosmetik.

PMII Cabang Tegal

KH Ma’ruf Amin menambahkan bahwa sertifikasi halal MUI tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi di beberapa negara di Asia, Eropa, Australia dan Amerika. Selain itu, MUI memberi pengakuan terhadap lembaga-lembaga halal di dunia. Tidak kurang dari 50 lembaga halal di dunia memperoleh pengakuan dari MUI.

Sistem halal yang diterapkan MUI mengikuti paham yang paling ketat. Hal ini, menurutnya, didasarkan pada kaidah “halal itu jelas, haram itu jelas. Di antara itu, ada yang abu-abu (syubhat). Ia mencontohkan tentang perbedaan pendapat tentang status kehalalan binatang yang disembelih oleh non-Muslim.

Dalam kasus seperti ini, maka jelas bahwa MUI menganut pendapat yang lebih ketat dan hati-hati, yaitu mengharamkan.

Ia juga mengapresiasi atas terselenggaranya seminar ini dan berharap agar PCINU Belanda dapat mengambil peran untuk mengembangkan kajian sertifikasi halal di Eropa.

Katib Syuriah PCINU Belanda, M. Latif Fauzi, menyatakan bahwa “penguatan integrasi halal dan thayyib merupakan aspek terpenting yang ingin ditekankan dalam seminar ini”.

Ketika dikonfirmasi, ketua panitia seminar, Ahmad Sahri, menegaskan, tidak hanya aspek kehalalan saja, tapi keberlanjutkan (sustainability) dan kepatuhan pada standar keamananan pangan (fairness), menjadi isu penting sertifikasi halal dalam konteks masyarakat Eropa.” (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pemurnian Aqidah, Budaya PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock