Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

Hukum Tukar Cincin Setelah Akad Nikah

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail PMII Cabang Tegal, nama saya Ruslan. Saya mau bertanya perihal salah satu prosesi pernikahan yang pernah ada, yaitu tukar cincin. Apa hukumnya secara Islam? Berdosakah kita? Jika hal itu dilakukan setelah akad nikah, (apakah) diperbolehkan? Apakah tukar cincin itu hanya untuk perempuan saja atau juga diperbolehkan untuk laki-laki karena setahu saya lelaki tidak boleh menggunakan perhiasan atau emas? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

Jawaban

Hukum Tukar Cincin Setelah Akad Nikah (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Tukar Cincin Setelah Akad Nikah (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Tukar Cincin Setelah Akad Nikah

Assalamu alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Acap kali kita menyaksikan dalam acara pernikahan, setelah akad nikah sepasang suami-istri melakukan tukar cincin, suami memakain cincin di jari istrinya. Sebaliknya istrinya juga melakukan hal yang sama. Hal ini seperti sudah menjadi kebiasaan dalam masyarakat kita.

PMII Cabang Tegal

Prosesi tukar cincin yang terjadi di masyarakat kita itu pada dasarnya lebih pada acara seremonial tambahan saja. Hal ini tidak terkait dengan soal keyakinan atau akidah yang dianut. Pasangan laki-laki dan perempuan setelah melakukan akad nikah maka sah menjadi sepasang suami-istri.

PMII Cabang Tegal

Kemudian melakukan tukar cincin secara simbolik menggambarkan keduanya adalah pasangan yang siap berbagi, saling memberi, saling melayani, dan menunaikan apa yang menjadi hak dan kewajiban masing-masing.

Sampai di sini sebenarnya tidak ada persoalan berarti. Persoalan kemudian muncul ketika dalam prosesi tukar cincin tersebut adalah cincin yang terbuat dari emas, di mana pemakaian cincin emas bagi laki-laki adalah tidak diperbolehkan atau diharamkan. Sedangkan pemakaian cincin emas bagi perempuan diperbolehkan.

Hal ini sudah menjadi kesepakatan para ulama, kecuali apa yang dikemukakan dari riwayat Ibnu Hazm yang menyatakan kebolehannya dan dari segelintir ulama sebagaimana dikemukakan Muhyiddin Syarf An-Nawawi dalam Syarhu Shahihi Muslim-nya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Kaum Muslim sepakat atas kebolehan perempuan memakai cinci emas untuk dan mengharamkannya untuk laki-laki kecuali pendapat yang diriwayatkan dari Abi Bakr Muhammad bin Umar bin Muhammad bin Hazm yang membolehkannya dan dari sebagian ulama yang menganggap makruh bukan haram,” (Lihat Muhyiddin Syarf An-Nawawi, Al-Minhaj Syarhu Shahihi Muslim bin Al-Hajjaj, Beirut, Daru Ihya`it Turats Al-‘Arabi, cetakan kedua, 1392 H, juz XIV, halaman 65).

Dari penjelasan ini, maka tukar cincin kemudian menjadi bermasalah apabila cincin yang diberikan atau dipakaikan kepada suami adalah cincin emas. Sebab, pemakaian cincin emas untuk laki-laki diharamkan sebagaimana dikemukakan di atas. Meskipun ada pendapat yang memperbolehkannya seperti Ibnu Hazm, tetapi pandangan ini dianggap tidak sahih.

Selanjutnya, untuk menghindari hal-hal yang dilarang dalam Islam, maka sebaiknya sebelum prosesi tukar cincin sebaiknya dibicarakan baik-baik dan disepakati, misalnya untuk cincin perempuan terbuat dari emas, tetapi untuk pihak laki-laki bisa menggunakan selain emas seperti perak karena cincin emas untuk laki-laki diharamkan.

Penjelasan di atas mengandaikan bahwa tukar cincin atas setelah prosesi akad nikad adalah dapat ditoleransi atau diperbolehkan. Tetapi dengan catatan cincin yang dipakaikan kepada pihak laki-laki bukan emas.

Di samping itu juga tidak mengaitkan dengan keyakinan tertentu seperti keyakinan jika tidak tukar cincin maka pernikahannya tidak langgeng. Keyakinan seperti jelas keliru dan tidak dibenarkan dalam pandagan Islam.

Demikian jawaban singkat yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima dan kritik dari pembaca.

Wallahul Muwaffiq ila Aqwmith Thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Maafi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Khutbah, AlaNu, Bahtsul Masail PMII Cabang Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Kabar Duka, Ajengan Zezen Bazul Asyhab Wafat

Jakarta, PMII Cabang Tegal . Kabar duka bagi warga NU, salah seorang pemuka agamanya, KH Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab wafat pada hari ini Kamis, (19/11) pagi. Kabar tersebut tersebar cepat di media sosial BBM dan WA.

Kabar Duka, Ajengan Zezen Bazul Asyhab Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kabar Duka, Ajengan Zezen Bazul Asyhab Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kabar Duka, Ajengan Zezen Bazul Asyhab Wafat

PMII Cabang Tegal mengonfirmasi hal itu ke PCNU Sukabumi. Sekretaris NU Sukabumi Shidiq D Suparman membenarkan hal itu. Juga dibenarkan oleh salah seorang aktivis NU yang kini telah tinggal di Bandung, Syamsuddin Ak. 

Menurut Pengasuh Pesantren Attamur tersebut, Ajengan Zezen merupakan ulama berpengaruh di wilayah sukabumi, Jawa Barat. Jangkauan pengaruhnya sampai ke tingkat nasional dan mancanegara. 

PMII Cabang Tegal

Ajengan Zezen, kata dia, tiap bulan Ramadhan membuka pesantren kilat khusus kajian Kitab Al-Hikam. Kegiatan tersebut diikuti ribuan tanpa biaya sepeser pun. Makan dan minum ditanggung ajengan.

PMII Cabang Tegal

Ajengan Zezen adalah pengasuh Pondok Pesantren Az-zainiyah, Nagrog, Kabupaten Sukabumi. Ia dikenal sebagai pengamal Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah (TQN). 

Di NU, ia duduk sebagai Wakil Rais Syuriyah Jawa Barat dan Rais Idaroh JATMAN di tingkat pusat. Ia juga menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sukabumi. (Abdullah Alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Bahtsul Masail, Kiai PMII Cabang Tegal

Menaker Bacakan Puisi Karya Soekarno

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri unjuk kebolehan membaca puisi saat menghadiri agenda Hari Puisi Indonesia Tahun 2017 di Graha Bhakti Kebudayaan Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (3/10) malam.

Bagi Menteri Hanif, puisi merupakan sebuah bagian yang tidak terpisahkan dari realita kehidupan manusia. Oleh karena iu, Hanif mendukung agar proses berpuisi terus dikembangkan dan dilestarikan. 

"Karena disana mengalir realita yang metaforik. Kemudian metafora yang realistik. Kemudian di sana ada etika dan juga estetika," kata Menaker.

Menaker Bacakan Puisi Karya Soekarno (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Bacakan Puisi Karya Soekarno (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Bacakan Puisi Karya Soekarno

Pada kesempatan tersebut, Menaker pun turut membacakan puisi "Berpedomanlah Pada Cita-cita" karya Ir. Soekarno.

Melalui puisi karya Soekarno ini, Menaker mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk optimis menghadapi tantangan-tantangan masa depan.

"Saatnya kita sebagai bangsa melihat ke depan, penuh optimisme, bekerja keras," ujarnya.

PMII Cabang Tegal

Berikut adalah sepenggal puisi karya presiden pertama Indonesia tersebut:

 

PMII Cabang Tegal

Berpedomanlah Pada Cita-cita

Ir. Soekarno

Ya, kita hidup dalam dunia yang penuh ketakutan

kehidupan manusia sekarang digerogoti

dan dijadikan pahit-getir oleh rasa ketakutan

Ketakutan akan hari depan

ketakutan akan bom hidrogen

ketakutan akan ideologi-ideologi

Mungkin rasa takut itu

pada hakekatnya merupakan bahaya yang

lebih besar daripada bahaya itu sendiri

Sebab rasa takutlah yang

mendorong orang berbuat tolol

berbuat tanpa berpikir

berbuat hal yang membahayakan

Dalam permusyawaratan Tuan-tuan

saya minta, jangan kiranya Tuan-tuan

terpengaruh oleh ketakutan itu

Sebab ketakutan adalah zat asam

yang mencapkan perbuatan manusia

menjadi pola yang aneh-aneh

Berpedomanlah pada harapan

dan ketetapan hati

berpedomanlah pada cita-cita

berpedomanlah pada impian dan angan-angan

(Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal RMI NU, Sunnah, Bahtsul Masail PMII Cabang Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Ratusan Warga Aceh Ngaji Perdana Pengajian Tastafi

Banda Aceh, PMII Cabang Tegal. Pengajian Tastafi perdana kembali digelar di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (19/12) pagi. Wakil Gubernur Aceh Tgk H Muzakir Manaf membuka pengajian perdana yang dihadiri ratusan masyarakat di Banda Aceh.

Pengisi pengajian perdana ini diisi oleh Abati Tarmizi Judon, menantu Abu Kuta. Pengajian bersama ulama sepuh Aceh ini akan dilanjutkan setiap hari Jumat sejak pukul 10.00 hingga masuk waktu Jum’at.

Ratusan Warga Aceh Ngaji Perdana Pengajian Tastafi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Warga Aceh Ngaji Perdana Pengajian Tastafi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Warga Aceh Ngaji Perdana Pengajian Tastafi

“Kita perlu berjuang untuk mengembalikan marwah Aceh demi kebangkitan Islam Nusantara. Melalui pengajian Tastafi kita berharap membawa perubahan dan pemerintah dalam tatanan Islam yang sebenarnya,” kata Ketua Majelis Tastafi Aceh Tgk Marwan Yusuef Abdurrauf.

PMII Cabang Tegal

Pengajian ini disiarkan secara langsung melalui radio RRI pro 1 97.7 Fm. (Dau/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Bahtsul Masail PMII Cabang Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Ulama Lebanon Pun Ngaji Kitab Ulama Nusantara

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Pemandangan agak berbeda tampak pada acara Istighotsah dan Pengajian Bulanan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama, Rabu (27/2) malam. Jika biasanya kiai NU yang mengaji kitab, kini ulama asal Lebanon yang tampil fasih menerangkan isi kitab.

Syaikh Khalil ad-Dabbagh, ulama asal lebanon itu, membawa sedikitnya tiga kitab karangan ulama Nusantara, antara lain, at-Tanbihat al-Wajibat karya pendiri NU, Hadaratus Syaikh Hasyim Asy’ari, Sirajuth Thalibin (Syaikh Muhammad Ihsan Jampes dari Kediri), dan Qathrul Ghaits (Syaikh Imam Nawawi dari Banten).

Ulama Lebanon Pun Ngaji Kitab Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Lebanon Pun Ngaji Kitab Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Lebanon Pun Ngaji Kitab Ulama Nusantara

Dosen Universitas Global Lebanon ini menjelaskan konsep tauhid menurut paham ahlus sunnah wal jamaah (Aswaja). Allah, katanya, bersifat suci dari seluruh kriteria kemakhlukan, seperti bentuk dan arah sebagaimana pandangan mutajassim (antropomorfis).

PMII Cabang Tegal

”Allah tidak dapat dikonseptualisasikan atau dibayangkan. Lantas, kenapa kita menengadah ke atas saat berdoa? Itu bukan karena Allah bertempat di atas, melainkan langit merupakan kiblat untuk doa. Kita dapat temukan keterangan tersebut dari kitab ini,” kata Syaikh Khalil dalam bahasa Arab sambil memperlihatkan kitab Sirajuth Thalibin.

Menurut dia, pandangan ini ditemukan dasarnya pada ayat suci al-Qur’an yang mengatakan bahwa tak ada satupun yang menyerupai Allah. Dia mahasempurna dalam segala hal, tidak membutuhkan apapun atau siapapun.

PMII Cabang Tegal

Syaikh Khalil menambahkan, sebagaimana manusia, arah dan bentuk juga termasuk makhluk Allah. Tuhan terlalu luas untuk digambarkan oleh indra dan pikiran manusia yang terbatas. ”Dan kita tidak akan dapat mengetahui hakikat Allah,” ujarnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Bahtsul Masail, Nasional, Pendidikan PMII Cabang Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Kwarcab Brebes Nilai Pramuka NU Brebes Kian Eksis

Brebes, PMII Cabang Tegal. Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Brebes Emastoni Ezam menilai, Pramuka Satuan Komunitas (Sako) Lembaga Pendidikan Maarif NU kian eksis. Terbukti, berbagai kegiatan kerap digelar untuk membuktikan eksistensinya di tengah-tengah masyarakat.?

Kwarcab Brebes Nilai Pramuka NU Brebes Kian Eksis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kwarcab Brebes Nilai Pramuka NU Brebes Kian Eksis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kwarcab Brebes Nilai Pramuka NU Brebes Kian Eksis

“Saya mengapresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pramuka Sako LP Maarif NU Brebes,” tutur Emastoni Ezam saat melantik majelis pembimbing (Mabi) Sako dan pengurus Sako Maarif NU kabupaten Brebes masa bakti 2014/2019 di halaman SMK Nurul Huda Kecamatan Paguyangan, Ahad (15/1)

Ia berharap, para pengurus secepatnya berkonsolidasi dan berkoordinasi untuk bergerak bersama menggiatkan satuan komunitas maarif NU. Sehingga, mampu menggerakan Sako-sako lain yang belum terbentuk,.

Sebagaimana diketahui, lanjut Toni, gerakan Pramuka merupakan satu-satunya badan yang diperbolehkan menyelenggarakan pendidikan kepanduan. Sedangkan badan–badan lain yang sama sifatnya atau menyerupai perkumpulan gerakan Pramuka diakomodasi dalam bentuk satuan komunitas.

Pimpinan Sako Maarif dipegang Sayidin, Sekretaris Triyono dan Bendahara Menur Nisa Akmala, sedangkan Ketua Majelis Pembimbing Sako Maarif H Athoillah Syatori, Wakil Ketua Syamsul Maarif, Sekretaris H Muhammad Ikhsan dan anggota Moh Ali Nurdin, Imam Bajuri, Syamsu dan Lahmudin.

PMII Cabang Tegal

Ketua panitia, Syamsu mengatakan, selain pelantikan juga digelar pekan olahraga dan seni Maarif (Porsema) ke-10, dan Olimpiade Sain dan ke-NU-an (Oskanu) LP Ma’arif NU Kabupaten Brebes serta perkemahan dilapangan pesanggrahan desa Kretek Paguyangan.

Kegiatan yang digelar selama 3 hari tersebut diikuti oleh 92 regu dari sekolah dibawah LP Maarif NU se-Kabupaten Brebes yakni terdiri dari 46 regu putra dan 46 regu putri. Untuk Porsema sendiri panitia akan melombakan sebanyak 21 cabang olahraga dan seni, kemudian untuk Oskanu panitia akan melombakan 13 cabang.

Tampak hadir Ketua PC NU H Athoillah, Ketua LP Maarif NU Brebes H Syamsul Ma’arif dan tamu undangan lainnya. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Bahtsul Masail PMII Cabang Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Selama Muktamar, 1600 Muktamirin Periksakan Diri di Posko Kesehatan

Jakarta, PMII Cabang Tegal
Upaya tim kesehatan untuk mensukseskan muktamar tampaknya cukup berhasil. Selama muktamar berlangsung terdapat lebih dari 1600 muktamirin yang memeriksakan dirinya di posko kesehatan disamping berbagai kegiatan lainnya yang juga berjalan sukses.

“Paling tinggi saat hari pertama yang mencapai 300 orang yang memeriksakan diri dan hari terakhir yang mencapai 500 orang,” ngkap Ketua Tim Kesehatan Dr. Bina Suhendra, Selasa.

Secara umum, penyakit yang diderita hanya penyakit ringan seperti diare, demam, batuk. Terdapat satu penyakit yang agak berat, yaitu ada peserta yang mengalami kelainan jiwa, yang memang sudah terdapat gejalanya ketika berangkat. Ia masuk rumah sakit selama dua hari dan selanjutnya diambil oleh keluarganya. Terdapat juga diantara peserta yang mengalami gejala typus, tetapi tidak serius.

Selain itu, terdapat juga satu panggilan on call atau panggilan ke tempat penginapan peserta yang mengalami sakit. “Kami juga menangani satu korban dari pesawat Lion Air yang jatuh. Korban tersebut ditemukan oleh Banser kemudian diajak ke posko kesehatan,” tandas Bina Suhendra.

Sesepuh NU yang juga merupakan paman Gus Dur, KH Yusuf Hasyim juga sempat dijenguk oleh tim kesehatan di rumah sakit karena dikabarkan terkena serangan jantung. Namun ketika diperiksa, bukan sakit jantung, cuma akibat dari sakit jantung.

Beberapa kegiatan sosial bidang kesehatan juga telah dilaksanakan. Diantaranya adalah khitanan massal yang melibatkan 80 anak di kantor PCNU Solo.

Program lainnya adalah operasi katarak yang mengoperasi 30 pasien. Terdapat dua orang pasien yang tidak jadi dioperasi karena tekanan darah tinggi sehingga membahayakan jika dipaksakan. “Operasi ini merupakan hasil kerjasama dengan Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) wilayah Jateng serta Rumah Sakit Islam Surakarta (Yarsis),” tambahnya.

Masyarakat sekitar Asrama Haji Donohudan juga tak dilupakan dalam rangkaian bakti sosial tersebut. Pada tanggal 26 juga diadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi penduduk sekitar asrama haji dengan jumlah pasien 80 orang.

Berbagai demonstrasi yang terjadi selama muktamar juga sudah diantisipasi oleh tim kesehatan karena memang dalam kondisi tersebut, rawan terjadinya kekerasan,. Selama muktamar, juga terdapat peserta yang luka akibat benturan waktu dorong-dorongan. Namun tidak serius dan mendapat 2 jahitan.

Tim kesehatan juga membuka klinik selama 24 jam dengan 2 ambulan bantuan dari 2 RSUD Dr. Mawardi dan RSI Yarsis. Terdapat dua orang perawat dan dokter yang siap siaga sepanjang waktu disamping dokter-dokter dari PBNU yang mensupervisi.

Untuk obat-obatan yang diperoleh, tim kesehatan memperoleh sumbangan dari PT Indofarma, Kimia Farma sedangkan alat kesehatan diperoleh dari Terumo untuk pemeriksaan gula darah dan alat testometer dari PT Rajawali Nusindo. “Namun kami juga membeli obat-obatan yang memang tidak disediakan oleh perusahaan tersebut,” tandasnya.

Kecelakaan pesawat Lion Air yang terjadi di Solo juga tak lupa dari perhatiannya tim kesehatan muktamar NU. Untuk itu, diadakan donor darah untuk menyumbang kebutuhan darah yang sangat besar waktu itu. Pada acara tersebut, dihasilkan 37 kantong darah.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal PonPes, Hikmah, Bahtsul Masail PMII Cabang Tegal

Selama Muktamar, 1600 Muktamirin Periksakan Diri di Posko Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Muktamar, 1600 Muktamirin Periksakan Diri di Posko Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Selama Muktamar, 1600 Muktamirin Periksakan Diri di Posko Kesehatan

Rabu, 27 Desember 2017

Paus Sastra Lampung: Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Perlu Ditingkatkan

Waykanan, PMII Cabang Tegal. Mendiang Hans Bague Jassin atau dikenal dengan HB Jassin menjuluki sastrawan Isbedy Stiawan ZS sebagai Paus Sastra Lampung. Isbedy mendukung gerakan aksi amal nasional bertajuk "Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020" dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2016.

Paus Sastra Lampung: Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Perlu Ditingkatkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Paus Sastra Lampung: Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Perlu Ditingkatkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Paus Sastra Lampung: Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Perlu Ditingkatkan

"Kesadaran masyarakat kita akan pengelolaan sampah perlu ditingkatkan, termasuk upaya pemerintah. Di Belanda, pemerintah menyediakan tempat sampah organik dan anorganik, dan masyarakat pun terbiasa menempatkan sampah sesuai jenisnya di tempat sampah itu," ujar Isbedy di Way Kanan, Jumat (12/2).

Kendati ditempatkan di ruang publik, tempat sampah di Belanda itu menurut Isbedy tidak dirusak oleh tangan-tangan jahil. Ia mengaku penasaran dan mencoba menggoyang-nggoyangkan tempat sampah itu.

PMII Cabang Tegal

"Tidak bisa bergoyang saat saya mencoba mengguncangkannya, kuat sekali, namun ternyata saat ada petugas kebersihan datang, saya baru tahu itu bisa dilepas dan selanjutnya sampah diambil dan dimasukkan ke bak truk sesuai jenisnya, tidak dicampur," ujarnya pria kelahiran Tanjungkarang, Bandar Lampung, 5 Juni 1958 itu menjelaskan.

PMII Cabang Tegal

PC GP Ansor Way Kanan Provinsi Lampung mengajak elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi profesi guru dan wartawan di daerah itu untuk berpartisipasi pada Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2016 yang akan dilakukan di sejumlah kabupaten/kota di Indonesia secara serentak.

Sejumlah pihak yang menyatakan siap berpartisipasi pada aksi "Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020" dari Way Kanan ialah Pemuda Peduli Lingkungan dan Alam (Pemula), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Gusdurian, alumni Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN), Saka Wira Kartika binaan Koramil Blambangan Umpu, Kelompok Kerja Wartawan (Pokjawan), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Raden Djambat Shooting Club (RDSC), Pondok Pesantren Al-Falakhus Saadah.

Lalu Pemuda Muhammadiyah, Sekolah Beladiri Karate Indonesia (SKBI), Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Forum Anak Daerah (FAD), Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah), Palang Merah Indonesia (PMI), PC Fatayat NU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Forum Karate Indonesia (Forki), Kodim 0427 dan Pondok Pesantren Assiddiqiyah 11.

"Kegiatan semacam itu perlu sekali karena lingkungan hidup harus selalu dijaga bersama-sama," ujar Isbedy.

Di Way Kanan, aksi akan dimulai dari berbagai titik sekitar pukul 06.00 WIB, di Baradatu, aksi akan dilakukan oleh PC Fatayat NU, Forki, IPSI, IPNU dan IPPNU dan bermuara di Gedung PCNU Way Kanan. Lalu di Kecamatan Way Tuba, PAC GP Ansor setempat menggandeng masyarakat akan gotong royong membersihkan sampah di Kampung Bukit Gemuruh. Kemudian di Blambangan Umpu akan bermuara di Monumen Mayjend Ryacudu, ditutup dengan deklarasi bersama "Way Kanan Berani Bersih". (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Bahtsul Masail PMII Cabang Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Ini Keutamaan Zikir Menurut Ibnu Athaillah

Zikir adalah aktivitas seorang hamba dalam menyebut nama Allah. Dalam berzikir, kondisi orang berbeda-beda. Ada orang yang mulutnya berzikir, tetapi hatinya lalai. Ada juga yang menyebut nama Allah dengan hati terjaga. Sebagian orang berzikir dengan hati waspada sebagai disinggung Ibnu Athaillah dalam hikmah berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ?)

Ini Keutamaan Zikir Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Keutamaan Zikir Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Keutamaan Zikir Menurut Ibnu Athaillah

Artinya, “Jangan tinggalkan zikir karena kelalaian hatimu yang tidak bersama Allah karena kelalaian tanpa zikir lebih buruk daripada kelalaian dengan zikir. Bisa jadi Allah mengangkatmu dari zikir dengan kelalaian ke zikir dengan hati terjaga, dari zikir dengan hati terjaga ke zikir dengan hati waspada, dari zikir dengan hati waspada ke zikir fana. Allah berfirman, ‘Dan yang demikian itu bagi Allah tidak sulit,’ (Surat Ibrahim ayat 20).”

PMII Cabang Tegal

Ibnu Athaillah menganjurkan kita berzikir dengan hati lalai sekalipun. Ini menunjukkan betapa pentingnya zikir. Mengapa demikian? Zikir merupakan jalan utama mereka yang menempuh perjalanan Ilahi. Allah SWT sendiri memerintahkan kita untuk menyebut nama-Nya secara mutlak terus-menerus sebagaimana disinggung Ibnu Ajibah berikut ini.

PMII Cabang Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ?" ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Menurutku, zikir adalah pilar utama dari jalan yang ditempuh para sufi. Ia adalah amalan paling utama. Allah berfirman, ‘Sebutlah nama-Ku, Aku akan menyebut namamu,’ dan ‘Wahai orang-orang yang beriman, sebutlah nama Allah dengan sebutan yang banyak.’ Maksud dari ‘Sebutan yang banyak’ adalah tidak melupakan Allah di hati selamanya. Ibnu Abbas berkata, ‘Allah menentukan waktu-waktu khusus untuk semua ibadah dan memaafkan hamba-Nya yang menunaikan ibadah itu di luar waktunya kecuali ibadah zikir karena Allah tidak menentukan waktu khusus untuk ibadah ini. Allah berfirman, ‘Sebutlah nama Allah dengan sebutan yang banyak,’ dan ‘Bila kamu sekalian telah menunaikan sembahyang, maka sebutlah nama Allah saat kalian duduk, berdiri, dan berbaring.’ Seorang sahabat Rasul bertanya, ‘Ya rasul, syiar Islam kelewat banyak. Sebutlah satu amalan ringkas untukku di mana aku dapat menyusul ketertinggalan di masa lalu?’ ‘Jagalah lisanmu agar selalu basah menyebut nama Allah,’ jawab Rasul senyum. Rasulullah SAW bersabda, ‘Kalau ada seseorang memiliki banyak dirham di pangkuannya lalu ia membagikannya sampai habis, lalu seorang lagi hanya berzikir menyebut nama Allah, niscaya orang kedua lebih utama di sisi-Nya,’’” (Lihat Ibnu Ajibah, Syarhul Hikam, Beirut, Darul Fikr, tanpa tahun, juz I, halaman 79-80).

Sebagian ulama bahkan menyebut zikir sebagai kunci pembuka penyatuan seorang hamba dan Allah. Melalui zikir, seorang hamba dapat memasuki majelis mulia bersama Allah SWT. Hal ini  disebutkan oleh Syekh Burhanuddin As-Syadzili Al-Hanafi berikut ini. Menurutnya, tidak ada ketentuan terhadap lafal zikir. Artinya, zikir dengan lafal yang mana saja dapat membuka pintu langit.

? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ?" ? "?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Menurut saya, zikir yang diperintahkan ustadznya apakah itu ‘Lâ ilâha illallâh’, ‘Allâh’, atau zikir lainnya sesuai pertimbangan kemaslahatan ustadz adalah kunci pintu ruang utama penyaksian Allah, penyatuan dengan-Nya, pokok dari fondasi kehadiran (wushul) jiwa-jiwa suci di majelis Allah nan suci lagi mulia,” (Lihat Syekh Burhanuddin As-Syadzili Al-Hanafi, Ihkamul Hikam fi Syarhil Hikam, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah, 2008 M/1429 H, halaman 51).

Syekh Zarruq memandang pentingnya zikir. Menyebut asma Allah dapat menghidupkan batin seseorang. Tetapi lupa akan Allah dapat berakibat fatal, jatuh di lembah maksiat.

?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Peringatan: zikir itu menghidupkan hati. Lalai itu mematikan hati. Sementara puncak dari kelalaian itu nanti berakhir pada menganggap baik sesuatu yang sebenarnya adalah tidak baik. Sedangkan awal dari semua itu adalah lupa atas ketidakbaikan hal itu,” (Lihat Syekh Zarruq, Syarhul Hikam, As-Syirkatul Qaumiyyah, 2010 M/1431 H, halaman 61).

Selalai apapun, zikir tetap harus dilakukan karena zikir dapat mendekatkan kita kepada Allah. Kalaupun baru berzikir dengan hati lalai, minimal lisannya sudah dekat dengan Allah. Sebagai manusia, kita hanya berusaha. Selebihnya kita serahkan kepada Allah SWT.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?... ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Tidak zikir itu tanda jauh dari Allah baik secara hati maupun lisan. Lain halnya dengan zikir karena meskipun hatimu jauh dari Allah, lisanmu tetap dekat dengan-Nya karena itu kau tetap harus menyebut nama Allah sekalipun hatimu lalai terhadap-Nya saat zikir... (untuk sampai ke sana) seorang murid hanya berkewajiban menjalani sebab (sebagai syariat), sementara kesampaian dan terangkatnya hijab adalah wewenang Allah,” (Lihat Syekh Syarqawi, Syarhul Hikam, Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyah, tanpa tahun, juz I, halaman 40). Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Bahtsul Masail, Internasional PMII Cabang Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Islam dan Keseimbangan Spiritualitas Dunia

Oleh Fadli Rais



Abad pertengahan adalah masa kegelapan bagi peradaban Barat disebabkan doktrin-doktrin gereja yang orientasinya adalah keuntungan material yang dikeruk oleh oknum-oknum gereja itu sediri. Hal ini memunculkan banyak pemikiran yang mencoba untuk melawan doktrin-doktrin tersebut, maka munculah nama sekelas Rene Descartes, Niccolo Machiaveli sampai perjuangan kelas yang didengungkan oleh Karl Marx.

Islam dan Keseimbangan Spiritualitas Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam dan Keseimbangan Spiritualitas Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam dan Keseimbangan Spiritualitas Dunia

Perlawanan terhadap doktrinasi gereja ini membuat peradaban Barat bangkit dari keterpurukan dan menumbuhkan semangat sekularisme yang menyisihkan paham-paham keagamaan dari kekuasaan birokrasi. Perlawanan tersebut sangat sengit bahkan cenderung melampaui batas. Misalnya Descartes (1596-1650) yang tanpa keraguan mengatakan bahwa moral dan iman tidak ada sangkut pautnya dengan penalaran atau Machiaveli (1467-1527) dengan anggapannya bahwa politik dan moral harus dipisahkan karena melihat keberhasilan politik banyak dihasilkan dengan sikap ketidakjujuran.

PMII Cabang Tegal

Kebangkitan peradaban Barat atau yang sering disebut Reneisanst ini sangatlah mempengaruhi corak pemikiran dunia hingga saat ini. Tidak dapat dipungkiri propaganda rasionalisme Barat membuat kemajuan yang signifikan dalam kajian intelektual dan teknologi namun sangat sepi akan nilai spiritual, hal ini menjadikan salah satu poin tersendiri terhadap? kemunduran peradaban islam.

Islam dinilai kurang menyajikan solusi konkrit terhadap problem humanistik dan dikriminasi kelas saat itu dan sayangnya dunia islam belum menyadari sepenuhnya hingga saat ini. Kata Syafii Ma’arif dalam Peta Bumi Intelektualisme Islam (1993:19): “Amat disayangkan dunia islam belum menyadari benar tentang betapa akutnya pemasalahan yang dihadapi. Beberapa pimpinan formal negeri muslim tetapsaja mempertunjukkan kebahlulan politiknya terhadap gerakan politik Barat yang ingin terus menguasai mereka. Yang terpenting bagi Barat adalah bagaimana cara agar dunia islam tidak punya peranan penting dalam mencoraki dunia global. Trauma perang salib dan penaklukan konstantinopel oleh pihak Turki pada abad-abad pertengahan? tidak penah dilupakan oleh pihak Barat. Ini semua ditambah dengan klaim islam untuk mengubah dan mengawal jalan sejarah umat manusia”.

PMII Cabang Tegal

Melihat dalam pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa sebenarnya misi utama dari Barat adalah adalah mengubah alur sejarah global dan berupaya agar dunia Islam tidak mempunyai peranan dalam mewarnai peradaban dunia. Pada akhirnya misi tersebut telah berhasil ditorehkan ketika kiblat pengetahuan dunia yang dahulu mengarah pada Islam kini merujuk pada Barat dan segala konsepnya yang cenderung bersifat sekularistik.

Meminjam istilah Syafii Maarif bahwa sebenarnya kelemahan Barat adalah peradabannya yang hanya fokus pada How (bagaimana) tanpa memperhatikan Why (mengapa) seperti bagaimana menciptakan bom nuklir, bagaimana menghegemoni ekonomi dunia dan mengabaikan mengapa semua itu harus dilakukan? Akibatnya memang luar biasa dengan menemukan banyak pengetahuan baru dan mengembangkan teknologi dengan pesat namun disertai dengan eksploitasi alam besar-besaran inilah wajah baru imperialisme. Arus kemajuan globalisasi ini menimbulkan masalah baru yakni kegersangan akan nilai moral dan spiritual, dimana-mana banyak terjadi perilaku menyimpang, menghalalkan segala cara demi memperoleh kepuasan materi, sampai mulai mengakarnya sikap hedonis dan konsumeris di kalangan masyarakat.

Melihat permasalahan tersebut maka sudah seharusnya islam dapat menyesuaikan diri terhadap? iklim globalisasi dengan terus focus pada? technical how namun juga menawarkan pada manusia modern untuk kembali mengkaji dan mengamalkan nilai-nilai spiritual dalam artian bahwa Islam harus berada di zona tengah antara modernitas dan moralitas dalam bermasyarakat. Islam harus terus memperhatikan How dan Why secara seimbang, dengan begitu islam akan bangkit dan terus eksis menghadapi derasnya kemajuan zaman.

Telah diketahui sejak lama bahwa problem kemanusian telah diperhatikan Islam sejak lama karena memang misi dakwah ajaran islam untuk membenahi tatanan sosial yang saat itu mengalami dekadensi moral disamping juga membawa misi ketauhidan, semisal islam berusaha secara perlahan mengangkat derajat wanita yang saat itu mengalami diskriminasi dan benar-benar direndahkan.

Umat Islam perlu berbenah diri dan berkaca pada masa lalu dimana runtuhnya kejayaan Islam pada akhir abad pertengahan salah satu indikasinya adalah minimnya perhatian pada masalah spiritualitas dan moralitas. Para penguasa pada waktu itu hanya tertuju bagaimana menguasai ekspansi wilayah yang seluas-luasnya demi keuntungannya sendiri. Perluasan daerah itu selalu melupakan bagaimana mensejahterakan rakyat sehingga terjadilah pegolakan serius antara penguasa dengan rakyat.

Sejarah tak akan melupakan bagaimana umat islam memperlakukan para cendekia muslim yang menjadi sosok pembaharu seperti perlakuan yang didapat fadzlurrahman di Turki sehingga terpaksa melarikan diri ke Eropa Barat. Ironisnya para cendekia muslim yang tidak diperhatikan kemudian menyingkir ke Barat disambut hangat disana bahkan keilmuannya acap kali menjadi perbandingan dalam mengembangkan penelitian untuk kemajuan dunia Barat.

Saat ini Islam telah mampu berkompetisi di bidang pengetahuan dengan banyak menelurkan intelektual baru yang membawa angin segar bagi peradaban Islam, yang dipelukan saat ini adalah support dari kaum muslimin pada umumnya dan sudah seharusnya umat islam meninggalkan sikap jumud yang hanya akan memperlambat laju arus perkembangan islam, disamping itu perlu sekali kembali mengkapanyekan nilai-nilai spiritualitas yang selama ini perlahan terkubur dikarenakan derasnya arus modernitas.

Penulis adalah mahasiswa UIN Walisongo Semarang; Pegiat di LPM Justisia, Semarang



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Berita, Bahtsul Masail PMII Cabang Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Agus Sunyoto: Nama Indonesia Awalnya Hanya Asumsi

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Ketika Bung Karno pada tahun 1945 meneken naskah proklamasi bersama Bung Hatta, mereka mengatasnamakan bangsa "Indonesia". Saat itu, tidak banyak yang mengerti apa atau siapa itu bangsa Indonesia. Mereka hanya tahu bahwa dengan adanya proklamasi tersebut berarti bangsa ini telah merdeka dari penjajahan.

Agus Sunyoto: Nama Indonesia Awalnya Hanya Asumsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Agus Sunyoto: Nama Indonesia Awalnya Hanya Asumsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Agus Sunyoto: Nama Indonesia Awalnya Hanya Asumsi

Demikian dijelaskan sejarawan NU Agus Sunyoto ketika mengampu Mata Kuliah Arkeologi Islam Indonesia di Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta, Sabtu (27/9) di Jakarta.

“Jadi nama Indonesia awalnya hanyalah asumsi Bung Karno yang kemudian disepakati oleh seluruh orang Nusantara saat itu,” terang Penulis Buku Atlas Wali Songo ini.

PMII Cabang Tegal

Apa artinya semua ini, lanjut Agus, pengetahuan dibangun berdasarkan asumsi yang disepakati. Kita lihat daerah Jakarta, lanjutnya, kita hanya akan menemukan gedung-gedung bertingkat, jalan-jalan besar, kemacetan, dan lain sebagainya, jika orang-orang ditanya mana Jakarta. Kita hanya akan menemukan semua hal tersebut.

PMII Cabang Tegal

“Artinya, pengetahuan tempat mengenai Jakarta hanyalah asumsi yang disepakati, Jakarta sendiri, tidak ada,” tegas Wakil Ketua Pengurus Pusat Lesbumi NU ini.

Lanjut Agus Sunyoto yang juga Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya Malang ini, asumsi yang dibangun manusia, membentuk struktur ideologis maupun sosial-material dalam kehidupan manusia selanjutnya.

“Oleh sebab itu, Nabi Muhammad sendiri bersabda bahwa agama Islam akan terbagi menjadi 73 golongan, karena pikiran-pikiran manusia itu penuh dengan asumsi,” paparnya. (Fathoni/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Bahtsul Masail, Aswaja, Hadits PMII Cabang Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Gelar PKD, GP Ansor Ganding Angkat Tema Gerakan Rahmatan Lil Alamin

Sumenep, PMII Cabang Tegal - Pimpinan Anak Cabang Pragaan dan Ganding Kabupaten Sumenep melangsungkan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) di Pesantren Raudlatul Iman, Gadu Barat, Ganding, Sumenep, Jumat-Sabtu (22-23/1). Tema yang diangkat ialah "Gerakan GP Ansor adalah Gerakan Rahmatan LilAlamin".

Menurut Ketua GP Ansor Pragaan Moh Qudsi, tema ini berpijak pada upaya yang mesti dilakukan kader-kader GP Ansor dan kaum nahdliyin untuk serius dalam menyebarkan dan memantapkan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Gelar PKD, GP Ansor Ganding Angkat Tema Gerakan Rahmatan Lil Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar PKD, GP Ansor Ganding Angkat Tema Gerakan Rahmatan Lil Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar PKD, GP Ansor Ganding Angkat Tema Gerakan Rahmatan Lil Alamin

"Khususnya berkenaan dengan 4 nilai Aswaja yang harus diketengahkan dalam kehidupan berorganisasi, beragama, dan bernegara," ujar Moh Qudsi.

Nilai Aswaja yang dimaksud, terang Qudsi, mencakup pertama tawassuth yang dimaknai sebagai berdiri di tengah, moderat, tidak ekstrem, tetapi memiliki sikap dan pendirian yang teguh dalam menghadapi posisi dilematis antara yang liberal dan konservatif, kanan dan kiri, Jabariyah dan Qadariah dengan mempertimbangkan kemaslahatan umat dalam garis-garis tuntunan Al-Quran dan As-Sunnah.

PMII Cabang Tegal

"Kedua adalah tawazun, yang berarti keseimbangan dalam pola hubungan atau relasi, baik yang bersifat antarindividu, antarstruktur sosial, antara negara dan rakyatnya, maupun antara manusia dan alam," ujarnya.

PMII Cabang Tegal

Ketiga, tambahnya, ialah taadul, keadilan yang merupakan pola integral dari tawassuth, tasamuh, dan tawazun. Dengan adanya keseimbangan, toleran, dan moderat, maka akan mengarah pada sebuah nilai keadilan yang merupakan ajaran universal Aswaja.

"Setiap pemikiran, sikap dan relasi, harus selalu diselaraskan dengan nilai ini. Pemaknaan keadilan yang dimaksud di sini adalah keadilan sosial: kebenaran yang mengatur totalitas kehidupan politik, ekonomi, budaya, pendidikan, dan sebagainya," kata Qudsi.

Terakhir, ialah tasamuh atau toleran. Ini adalah sebuah pola sikap yang menghargai perbedaan, tidak memaksakan kehendak dan merasa benar sendiri. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Bahtsul Masail, Berita, Sholawat PMII Cabang Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Idealisme H Mahbub Djunaidi

Oleh Ahmad Halim

Tepat pada hari ini, Kamis 1 Oktober 2015, adalah adalah haul ke-20 H. Mahbub Djunaidi. Banyak pelajaran dari anak Betawi kelahiran 1933 ini. Tapi idealismenya yang kokoh bagaikan batu karang, susah ditiru siapa pun.

Hari ini, kita bisa saksikan sendiri dengan mata dan kepala, banyak para politisi, seniman, wartawan, dan pemimpin di sebuah organisasi baik kemahasiswaan, organisasi massa (Ormas) ataupun Lembaga swadaya Masyarakat (LSM) yang terbuai akan kekuasaan, dan malah ikut dalam menyumbangkan permasalahan yang sampai saat ini agak sulit untuk diberantas, yakni korupsi.

Idealisme H Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)
Idealisme H Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)

Idealisme H Mahbub Djunaidi

Jika saat ini para politisi, seniman, wartawan dan pemimpin organisasi sibuk untuk mendekatkan diri dalam pusaran kekuasaan. Mahbub yang juga pernah menjadi politisi, seniman, jurnalis dan pemimpin organisasi besar justru tidak memanfaatkan untuk ambisi politiknya atau mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya.

PMII Cabang Tegal

Saat ditawarkan kekayaan oleh Orde Baru, pria yang memiliki tradisi Nahdlatul Ulama (NU) itu justru menolak. Sampai akhirnya pendiri organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini akhirnya dipenjarakan di rutan Nirbaya oleh Suharto. Bersama dengan sahabat-sahabatnya Soebandrio, Omar Dhani dan beberapa nama lain dengan alasan yang tak masuk akal yakni dianggap menghasut karena mengusulkan pencalonan Ali Sadikin sebagai Presiden RI di depan forum mahasiswa.

Namun dalam sebuah surat kepada temannya yang dikirim dari dalam penjara, Mahbub mengatakan “Rasanya bui bukan apa-apa buat saya. Apalagi bukankah ditahan itu suatu ‘resiko bisnis’? Kata orang, penjara itu ibaratnya perguruan tinggi terbaik, asal saja kita tidak dijebloskan karena mencuri! Saya merasakan benar kebenaran misal itu…Sedangkan nonton bioskop perlu ongkos, apalagi demokrasi. Dan ongkos itu perlu dibayar! Iuran saya sebenarnya sedikit sekali. Jalan masih panjang, apapun yang terjadi mesti ditempuh…” (Emmy Kuswandari, 2008).

PMII Cabang Tegal

Hal di atas tentu tidak akan dilakukan oleh ketua DPR Setyo Novanto, dan wakilnya Fadli Zon yang menghadiri kampanye kandidat presiden Amerika Donald Trump, dan kunjungan  politik ketua majelis permusyawaratan rakyat (MPR) Zulkifli Hasan ke negeri tirai bambu. Sebab, idealisme mereka sudah pudar bahkan bisa dikatakan sudah hilang.

Oleh karena itu, wajar jika tokoh pers Jakob Oetama berani mengatakan bahwa  Mahbub Djunaidi adalah seorang yang berprinsip, demokratis, moderat, dan tak pernah mencerca lawan-lawannya. Berbeda dengan para politisi saat ini.

Inilah yang saat ini sulit dicari, dimana kebanyakan orang jika sudah ada dalam pusaran kekuasaan akan memanfaatkan kedekatannya, bahkan sudah menjadi lumrah jika orang-orang yang dekat dengan kekuasaan ikut menimbun harta dengan cara yang tidak wajar (korupsi).

Idealisme yang kokoh, memang membuat pria kelahiran Jakarta 27 Juli 1933 ini menjadi orang yang sederhana: penampilan dan material. Tapi itu menjadi kekuatanya dalam mempertahankan prinsip.

Saat menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR GR) pada tahun 1967-1971 ia tetap mengkritik pemerintah dan mempertahankan prinsipnya melalui kata-kata yang disusunya dengan dibumbui rasa humor tentunya. Oleh karenanya ia dijuluki sebagai “pendekar pena”.

Mahbub pernah menulis artikel, "Buku Petunjuk Pendidikan Politik Sejak Dini" (Kompas, 18 Maret 1981). Dalam tulisannya, pendekar pena tersebut, mengkritik para pemimpin bangsa dengan gaya penulisan yang satire dan juga dibumbui rasa humor.

Begini tulisannya: Apabila seorang anak sudah duduk di kelas V sekolah dasar, paling lambat di kelas VI, ajaklah dia ke kebun binatang. Begitu menginjak pintu gerbang, segera bisikkan di kupingnya, "Kamu tidak mau dijebloskan ke dalam kandang seperti makhluk-makhluk itu, kan? Nah, jadilah kamu manusia yang paham politik. Manusia yang tidak berpolitik itu namanya binatang, dan binatang yang berpolitik itu namanya manusia."

Mungkin mantan ketua umum PMII tiga periode 1960-1967 itu ingin berpesan kepada publik agar kita jangan sampai seperti monyet dalam memilih pemimpin. Kata Mahbub, "Kamu lihat monyet yang paling besar dan paling beringas itu? Dialah kepala, pemimpin monyet-monyet lain di kandang itu. Dia menjadi kepala dan menjadi pemimpin itu bisa disebabkan beberapa faktor. Bisa karena dia paling tua, bisa juga karena paling pintar. Tetapi yang jelas karena dia paling besar, paling kuat, paling perkasa, paling mampu membanting monyet-monyet lainnya yang tidak menurut. Alasan takutlah yang membuatnya bisa menjadi pemimpin. Monyet tidak pernah mengenal sistem pemilihan seperti halnya bangsa manusia. Ini kedunguan warisan,".

Tokoh multi talenta ini, kini sudah meninggalkan kita 20 tahun lamanya, namun bukti idealismenya sampai saat ini masih dapat kita baca dan pelajari. Karya-karyanya dan jasa-jasanya kini telah tertoreh dalam tinta emas dunia pergerakan dan jurnalis, sehingga kita dapat mengikuti dan belajar dari sosok multi talenta, pemegang teguh prinsip, demokratis, moderat dan humoris seperti Mahbub Djunaidi. Alfatihah...

Ahmad Halim, Sekretaris PMII DKI Jakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Bahtsul Masail, Aswaja, Doa PMII Cabang Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

Semangat Membaca dan Mengamalkan Al-Qur’an Sejak Dini

Denpasar, PMII Cabang Tegal. Alm. KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur secara tegas menyatakan, “Tidak penting apapun agama atau sukumu, karena orang lain tidak akan pernah tanya apa agamamu kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang." Dari ungkapan tersebut dapat diambil sebuah pesan moral akan pentingnya sebuah pengorbanan dan pengabdian untuk  orang lain dan masyarakat.

Semangat Membaca dan Mengamalkan Al-Qur’an Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Membaca dan Mengamalkan Al-Qur’an Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Membaca dan Mengamalkan Al-Qur’an Sejak Dini

Dengan semangat mengamalkan petuah “sang guru” bangsa tersebut, pada hari Sabtu, 21 November 2015 sejumlah mahasiswa dan dosen penerima beasiswa kursus superintensif bahasa Inggris MoRA scholarship 2015 (Awardee MoRA Scholarship) di Indonesia-Australia Language Foundation (IALF) Denpasar menyelenggarakan kegiatan sosial dan pengabdian masyarakat di yayasan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Huda Jimbaran Bali. 

Syahdan, Bali merupakan salah satu provinsi di Indonesia dimana Islam merupakan agama minoritas, tercatat jumlah penganut agama Islam adalah 13,37 persen atau setara 520.244 jiwa (Bimas Kemenag RI). Mayoritas penduduk Bali beragama Hindu, sehingga menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi umat Islam selaku kaum minoritas untuk bisa berbaur dengan umat mayoritas lainya dengan nuansa toleransi yang indah.

PMII Cabang Tegal

Kegiatan “Bali Mengaji, Dari Santri untuk Negeri” yang digagas oleh para penerima beasiswa kursus bahasa Inggris MoRA Scholarship 2015 diharapkan mampu menjadi salah satu jawaban untuk mewujudkan kehidupan beragama yang toleran. Secara umum, kegiatan yang dilaksanakan pada sore hari hingga menjelang maghrib ini berupa pengajian singkat dan berbagi motivasi dan inspirasi dari awardee MoRA scholarship kepada para peserta  yang mayoritasnya merupakan santri TPQ yang masih berumur dini rentang 4-10 tahun. Hal ini dirasa penting mengingat optimalisasi pendidikan agama dan karakter bagi anak usia dini adalah sebuah keniscayaan guna menyiapkan generasi cerdas dan handal yang akan menopang kemajuan peradaban Islam di masa mendatang.

Ahmad Romzi, selaku ketua penyelenggara menegaskan, tujuan utama diselenggarakan acara ini adalah untuk membumikan semangat membaca dan mengamalkan Al-Qur’an. Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca tetapi juga untuk diamalkan, karena salah satu spirit yang ditanamkan Al-Qur’an adalah rahmatan lil alamin, toleransi dan saling menghargai satu sama lain, dan pesan moral semacam ini sudah harus ditanamkan dalam benak anak sedini mungkin, tegasnya.

PMII Cabang Tegal

Lebih jauh lagi, I’anatul Avifah, awardee MoRA scholarhsip asal UIN Sunan Ampel Surabaya, menyatakan, program positif semacam ini harus terus dilakukan dan dikembangkan. “Saya kira, program ini juga menjadi salah satu indikator ‘keseriusan’ penerima beasiswa pendidikan bahasa asing MoRA Scholarship 2015, yang juga merupakan ‘santri’ di sejumlah pesantren dan perguruan tinggi Islam di tanah air untuk kembali mengabdi pada lembaga pendidikan Islam, baik pesantren maupun perguruan tinggi Islam di kemudian hari,” ucapnya. (Dito Alif Pratama/Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hadits, Warta, Bahtsul Masail PMII Cabang Tegal

Rabu, 29 November 2017

Partai Politik Ditunggu Bicara Kedaulatan Ekonomi Nasional

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mempertanyakan sikap partai politik di Indonesia perihal kedaulatan ekonomi nasional terhadap pasar bebas. Ormas keagamaan dan masyarakat ini menilai partai politik belum mengeluarkan suara yang jelas terkait kebijakan ekonomi nasional.

Partai Politik Ditunggu Bicara Kedaulatan Ekonomi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Partai Politik Ditunggu Bicara Kedaulatan Ekonomi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Partai Politik Ditunggu Bicara Kedaulatan Ekonomi Nasional

“Mereka belum pernah berbicara serius soal itu,” kata Wakil Sekjen PBNU H Enceng Shobirin Najd dalam diskusi terbatas bertajuk ‘Kebijakan Perekonomian Nasional’ di kantor PBNU lantai lima jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Kamis (10/4) siang.

Enceng menyayangkan dinginnya sikap mereka demikian. “Padahal mereka pembuat kebijakan di negeri ini,” jelas Enceng, menceritakan koleganya yang menjadi anggota dewan tanpa menyatakan sikap apapun.

PMII Cabang Tegal

Ia menilai para politikus tidak memiliki sensitifitas untuk merumuskan kebijakan ekonomi yang protek terhadap perusahaan asing. Ia mencontohkan perusahaan asing air mineral di mejanya.

PMII Cabang Tegal

“Perusahaan air minum ini sudah berapa kali menaikkan harga selama enam tahun terakhir. Sudah berapa besar kita menguntungkan perusahaan asing ini?” tanya Enceng.

“Kalau ditanya, perumus ekonomi partai itu menjawab bahwa kebijakan yang diambil itu sudah cukup protektif. Tetapi dalam kenyataannya, semangat kebijakan mereka sangat neoliberal,” tegas Enceng.

Kalau partai politik sudah tidak memiliki perhatian terhadap perekonomian nasional, negara kita akan dibanjiri oleh produk-produk asing. Sebelum menutup pandangannya, Enceng menyebut sebuah partai besar di masa lalu yang memiliki pandangan ekonomi antineoliberal.

Diskusi ini menghadirkan dua tamu, mantan menteri cabinet pembangunan V dan VI Siswono Yudo Husodo dan dosen ekonomi Universitas Brawijaya Malang, Ahmad Erani Yustika. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Bahtsul Masail PMII Cabang Tegal

Senin, 27 November 2017

Amanat Rais Aam PBNU pada Pengurus Lembaga-lembaga

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin berharap kepada pengurus lembaga-lembaga di tingkat pusat untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebaik-baiknya. Baik tugas sebagai pimpinan, keumatan, serta kebangsaan.

Amanat Rais Aam PBNU pada Pengurus Lembaga-lembaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Amanat Rais Aam PBNU pada Pengurus Lembaga-lembaga (Sumber Gambar : Nu Online)

Amanat Rais Aam PBNU pada Pengurus Lembaga-lembaga

“Kita berharap bahwa NU periode 2015 menjadi lebih baik daripada periode sebelumnya. Dan itu tanggung jawab kita,” katanya pada sambutan pelantikan pengurus lembaga-lembaga di PBNU yang berlangsung di halaman gedung PBNU, Jakarta, Rabu malam (16/9).

Menurut kiai trah Syekh Nawawi Al-Bantani tersebut, saat ini banyak tugas yang harus dipikul pengurus NU yang telah dirumuskan pada Muktamar 33.

PMII Cabang Tegal

Tugas itu, lanjut dia, adalah menjaga melindungi menjaga umat dari paham-paham yang cara berpikirnya menyimpang. “Kita menjaga umat kita dari cara berpikir radikal yang menimbulkam masalah baik nasional maupun internasional. Radikal dalam agama maupun radikal sekuler,” jelasnnya.

Kiai yang Ketua Umum MUI ini meminta untuk tetap menjalankan NU sesuai misi-misi yang telah ditentukan dengan cara-cara yang santun, tidak keras, tapi juga tidak halus.

PMII Cabang Tegal

Ia memperjelas lagi, menjalankan NU, pengurus-pengurus harus dengan kesukarelaan, kebersediaan, dan mengajak umat pun bukan dengan cara memaksa atau intimidasi.

Kemudian, harus menerima perbedaan dan pandangan-pandangan kalangan lain, tidak bersikap egois dan fanatik yang menganggap diri hanya kita yang benar.

“Saling mencintai dan menyayangi dengan orang berbeda agama, tidak saling membenci dan bermusuhan. Inilah prinsip Islam Nusantara,” tegasnya.

Kedua, kata dia, tugas pengurus NU adalah menjaga umat agar tidak? berpikir tekstual yang hanya mengandalkan nash. Kita mengakomodasi kreativitas berpikir sepanjang dalam koridor ajaran agama. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Bahtsul Masail, Cerita PMII Cabang Tegal

Gus Dur Tolak Jadi Capres, Pilih Besarkan PKB

Lebak, PMII Cabang Tegal

Mantan Presiden RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kini menolak dicalonkan kembali menjadi Presiden pada pemilihan umum (pemilu) presiden tahun 2009 mendatang, karena merasa disakiti dengan dilengserkan saat menjabat presiden sebelumnya.

Gus Dur menjawab ribuan dukungan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswilub) DPW Provinsi Banten, di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Kamis (15/11), menyatakan keengganan dicalonkan sebagai presiden kembali walaupun dukungan untuk itu cukup kuat.

Sabtu, 25 November 2017

Guru Besar UIN Nilai Indonesia Lahan Subur Radikalisme

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr Asep Usman Ismail MAg menyatakan Indonesia merupakan lahan subur bagi tumbuhnya radikalisme.

Guru Besar UIN Nilai Indonesia Lahan Subur Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Besar UIN Nilai Indonesia Lahan Subur Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Besar UIN Nilai Indonesia Lahan Subur Radikalisme

Oleh karena itu, kata Prof Asep, dibutuhkan peran aktif seluruh komponen masyarakat untuk membendung penyebaran benih radikalisme tersebut, yang kini juga mulai merasuki dunia pendidikan.

"Keluarga dan ulama adalah basis penting untuk memperkuat antiradikalisme di dunia pendidikan. Itu harus sinergi," katanya di Jakarta, Jumat.

Menurutnya, pemahaman antiradikalisme harus dimulai dari keluarga sehingga anak tidak gampang terpengaruh ajaran-ajaran radikal yang diterimanya dari luar.

Para ulama harus memberikan pengayaan tentang ajaran agama yang benar kepada keluarga-keluarga ini melalui majelis taklim, remaja masjid, pengajian, khotbah, dan berbagai komunikasi sosial lainnya.

PMII Cabang Tegal

"Ulama harus bisa memberikan pengayaan dalam kapasitasnya sebagai obor masyarakat," kata dosen tetap Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah ini.

Untuk itu, kata dia, para mubaligh-mubalighah dan ustadz-ustandzah juga harus diberi pegangan antiradikalisme, misal melalui bacaan yang praktis dan mudah dicerna, mengingat mereka pun memliki tingkat pendidikan berbeda.

"Kalau ustadz dan ustadzahnya kurang bacaan, bagaimana dia menyampaikan ajaran yang benar kepada umat? Dia adalah juru bicara untuk ajaran-ajaran Islam yang benar dan harus disampaikan kepada umat," katanya.?

PMII Cabang Tegal

Menurut dia, majelis taklim merupakan forum yang strategis karena berada di ruang publik dan berhadapan langsung dengan masyarakat yang rentan terhadap pengaruh berbagai paham, termasuk radikalisme.?

"Jika wilayah jantung itu dibiarkan kosong maka benteng pertahanannya akan jebol. Karena itu, menurut hemat saya, kita semua harus bersinergi, negara masuk, ormas Islam masuk. Jika tidak, maka ruang kosong itu akan diambil alih oleh kelompok-kelompok radikal karena mereka sangat cepat dan jeli melihat peluang," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Bahtsul Masail PMII Cabang Tegal

Jumat, 24 November 2017

Ini Tiga Pesan Gus Ali Untuk Pengurus Baru MWCNU Gempol

Pasuruan, PMII Cabang Tegal - Istighotsah akbar digelar dalam rangka pelantikan pengurus harian Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Ahad (30/7) pagi. Sekitar 3000 jamaah sudah datang sejak pagi hari dan memenuhi area istighotsah.

Acara ini dimulai dengan penampilan pencak silat dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa serta penampilan paduan suara dari SMK Ar-Rahma. Selain itu, Stikes Ar-Rahma juga turut berpartisipasi dengan membuka layanan tes kesehatan gratis bagi warga yang hadir dalam acara istighotsah tersebut. Ikatan Seni Hadrah Indonesia Kecamatan Gempol juga ikut berpartisipasi dalam pelantikan ini.

Ini Tiga Pesan Gus Ali Untuk Pengurus Baru MWCNU Gempol (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tiga Pesan Gus Ali Untuk Pengurus Baru MWCNU Gempol (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tiga Pesan Gus Ali Untuk Pengurus Baru MWCNU Gempol

Ketua MWCNU Gempol M Nurul Huda mengatakan, "Saya berterima kasih kepada seluruh warga dan banom-banom NU di Kecamatan Gempol mulai dari Muslimat, Fatayat, GP Ansor, IPNU-IPPNU, Pagar Nusa, Ishari. Saya selaku Ketua MWCNU Gempol mengharapkan agar semakin kompak ke depannya."

PMII Cabang Tegal

Sementara Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur Gus Ali Mashuri menyampaikan arahannya. Menurutnya, ada tiga poin yang harus menjadi acuan dalam melakukan program kerja nantinya. Pertama, NU harus bisa mengambil alih pasar di sektor ekonomi, pendidikan, serta kesehatan.

“Saya akan membantu MWCNU Gempol nantinya untuk membuat program kerja agar NU di Gempol semakin maju," kata Gus Ali.

PMII Cabang Tegal

Sementara salah seorang kader IPNU di Kecamatan Gempol Aditya Mardani mengatakan, "IPNU dan IPPNU akan kita massifkan koordinasi dengan NU untuk kemajuan NU dan IPNU atau IPPNU di Gempol."

Seluruh Pengurus MWCNU Gempol sepakat memperkuat LP Maarif NU sebagai bagian dari NU guna berkontribusi membangun pendidikan berkarakter di Kecamatan Gempol khususnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Bahtsul Masail, Budaya PMII Cabang Tegal

Minggu, 05 November 2017

PC IPNU & IPPNU Kab. Lamongan Gelar Rapat Kerja II

Lamongan, PMII Cabang Tegal

Guna menyusun program 1 tahun ke depan maka PC. IPNU & IPPNU Lamongan menggelar Rapat Kerja II, acara yang digelar di Villa Al Muniroh Pacet Mojokerto (1-2/11/2007).

Kegiatan ini diikuti oleh 24 Pimpinan Anak Cabang IPNU & IPPNU se- Kab. Lamongan. Menurut Ketua PC. IPNU Lamongan, Ediyanto, acara ini digelar untuk mengevalusi kinerja PC. IPNU& IPPNU Lamongan periode 2006-2008 dalam kurun waktu 1 tahun serta untuk menyusun agenda dan program kerja tahun kedua.

PC IPNU & IPPNU Kab. Lamongan Gelar Rapat Kerja II (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPNU & IPPNU Kab. Lamongan Gelar Rapat Kerja II (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPNU & IPPNU Kab. Lamongan Gelar Rapat Kerja II

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock