Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Menteri Desa: 40 Daerah Tertinggal Berpotensi Terentas Tahun Ini

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Selama lima tahun periode pemerintahan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menargetkan dapat mengentaskan sebanyak 80 dari 122 daerah tertinggal di Indonesia. Mendes Marwan Jafar menegaskan, dari jumlah tersebut dia optimis dapat mengentaskan sebanyak 40 daerah tertinggal tahun ini.

"Potensi tersebut dilihat dari indikator-indikator tertentu, yang secara berkelanjutan diamati Kemendes PDTT di 40 daerah tertinggal tersebut. Indikator tersebut berpijak pada 2 hal, yakni dilihat dari kondisi wilayah dan kondisi masyarakat setempat," kata Marwan, di Jakarta, Selasa (28/6).

Marwan mencontohkan, beberapa daerah tersebut seperti halnya Lombok, Parigi Moutong, dan Pandeglang. Menurutnya, bantuan stimulan yang diberikan kepada beberapa daerah tersebut sudah mulai memperlihatkan hasil signifikan.

Menteri Desa: 40 Daerah Tertinggal Berpotensi Terentas Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Desa: 40 Daerah Tertinggal Berpotensi Terentas Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Desa: 40 Daerah Tertinggal Berpotensi Terentas Tahun Ini

"Hal ini menguatkan tercapainya target pemerintah, yang akan mengentaskan 80 daerah tertinggal di tahun 2019. Ini adalah hasil kerjasama dari semua pihak, baik berbagai kementerian dan lembaga, Pemerintah Daerah dan masyarakat," ujarnya.

Marwan menjelaskan, terdapat enam item yang menjadi penentu sebuah daerah dikategorikan tertinggal, di antaranya dari sisi pendidikan, kesehatan, ekonomi daerah, infrastruktur ? dan daerah dengan karakterisitik tertentu yakni daerah rawan bencana serta daerah pasca konflik.

"Itulah kenapa di tahun ini, yang menjadi fokus kita adalah pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana dasar. Tapi tidak hanya itu, kita juga membuat program-program untuk meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya manusia) kita," katanya.

PMII Cabang Tegal

"Memang untuk di tahun ini, yang menjadi fokus kita masih pada infrastruktur dasar. Tapi tidak hanya itu, sumber daya manusia juga harus ditingkatkan kualitasnya," imbuh Marwan.

Ia juga mengakui adanya ketimpangan pembangunan antar wilayah menyebabkan adanya daerah yang memiliki kemajuan yang rendah dibandingkan daerah lain. Hingga saat ini, mayoritas daerah tertinggal berada di kawasan Indonesia Timur.

"Pembangunan yang secara komprehensif akan terus dilakukan, untuk mengentaskan kemiskinan dan upaya mengurangi kesenjangan antar wilayah," tutup Marwan. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Daerah, AlaNu PMII Cabang Tegal

Selasa, 27 Februari 2018

Jatman Sumedang Gelar Ijazah Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani

Sumedang, PMII Cabang Tegal. Jamiyyah Ahlith Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (Jatman) atau asosiasi tarekat NU Kabupaten Sumedang melalui sayap organisasinya Majelis Nurul Burhan menggelar kegiatan ijazah kubro manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani, Rabu (26/9) malam.

Jatman Sumedang Gelar Ijazah Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani (Sumber Gambar : Nu Online)
Jatman Sumedang Gelar Ijazah Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani (Sumber Gambar : Nu Online)

Jatman Sumedang Gelar Ijazah Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani

Kegiatan yang bertempat di Aula PCNU Sumedang ini diikuti oleh pengurus NU, santri, dan masyarakat umum. Ijazah berarti pemberian sanad keilmuan yang lazim dilakukan di kalangan pesantren atau dunia tarekat.

Pemberi ijazah manaqib pada kesempatan itu ialah Habib Syarif Ahmad Mutholib,  putra Habib Hud Muhammad bin Yahya dari Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon. Kitab manaqib yang diijazahkan adalah Nurul Burhan. Kitab ini berisi sejarah perjalanan hidup Syekh Abdul Qodir al-Jailani.

Selain kitab Nurul Burhan, Habib Syarif juga mengijazahkan kitab dzikir Ya Hadiyyu. Kitab Ya Hadiyyu merupakan kitab ringkasan dari kitab manaqib Nurul Burhan.

Ketua Majlis Nurul Burhan, Asep Munawar mengatakan bahwa kegiatan ijazah ini merupakan program Majelis Nurul Burhan yang dilaksanakan setiap tahun. Ijazah malam ini merupakan tahun kedua yang dilaksanakan di Aula PCNU Sumedang. 

PMII Cabang Tegal

Sementara Ketua PCNU Sumedang, Sadulloh, memaparkan bahwa PCNU Sumedang telah memprakarsai kegiatan ijazah manaqib kubro ini. Ijazah pertama yang dilaksanakan di Sumedang bertempat di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah pada tahun 2014. Setelah itu baru dibentuk pengurus baru lembaga Jatman NU Sumedang dan diikuti juga dengan pembentukan organisasi sayap jatman NU Sumedang yang bernama Majelis Nurul Burhan. 

Mulai dari sana pembacaan manaqib dan dzikir kitab Ya Hadiyyu di Sumedang terus istiqamah dan mulai semarak, lanjut Sadulloh. "Pengurus PCNU Sumedang akan terus mendorong kegiatan ini karena kami menyadari bahwa ruh NU ada di dua badan otonom NU, yaitu Jatman NU dan JQH NU. Dua lembaga ini mewadahi orang ahli dzikir dan ahli Quran. Kalau dua lembaga ini tidak hidup maka akan kelihatan NU-nya juga tidak akan hidup," ujarnya.

Oleh karena itu, PCNU Sumedang mendorong dua badan otonom ini untuk terus membentuk kepengurusan sampai ke tingkat ranting. Kalau pengurus rantingnya sudah terbentuk maka kegiatan manaqib dan dzikir akan semakin semarak, kata Sadulloh. 

"Semoga kegiatan ijazah ini kedepanya selalu istiqomah terlaksana setiap tahunnya. Mohon kepada pengurus NU supaya lebih masif lagi dalam mendorong warga NU untuk mengikuti ijazah manaqib ini. Harapan kedepannya acara manaqib di Sumedang bisa terlaksana di setiap desa atau ranting secara serentak," tutup Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib) 

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal PonPes, Daerah, Kyai PMII Cabang Tegal

Rabu, 21 Februari 2018

Jangan Memaksakan Diri Berangkat Haji!

Jakarta, PMII Cabang Tegal - Sebagai salah satu rukun kelima dalam Islam, ibadah haji wajib dilakukan oleh setiap umat Islam. Namun kewajiban itu hanya diperuntukkan bagi yang mampu (mustathî‘), baik secara ekonomi, fisik, maupun keamanan. Rasulullah mewanti-wanti bagi mereka yang mampu tapi tak mau melaksanakannya.

“Tapi bagi yang tidak mampu, juga jangan memaksakan diri,” kata KH Muhaimin Zain saat menyampaikan khutbah Idul Adha di Masjid An-Nahdlah, di Lantai 1 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (12/9).

Jangan Memaksakan Diri Berangkat Haji! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Memaksakan Diri Berangkat Haji! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Memaksakan Diri Berangkat Haji!

Menurut ketua umum Pimpinan Pusat Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadh Nahdlatul Ulama (JQHNU) ini, untuk memenuhi kewajiban haji tak boleh mengorbankan kewajiban lain, seperti memutus keberlangsungan matapencaharian atau mengganggu terpenuhinya kebutuhan dasar.

“Tidak boleh menjual modal usaha. Tida menjual tanah yang menjadi kebutuhan inti. Tidak boleh menjual yang menjadi kebutuhan keluarga,” tuturnya.

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Kiai Muhaimin dalam kesempatan itu juga menjelaskan tentang perjalanan haji sebagai simbol keseteraan semua manusia. Di tanah suci, hamba Allah dari berbagai penjuru dunia berkumpul tanpa membedakan jabatan, status sosial, kelas ekonomi, ras, atau bangsa.

“(Semua) memakai pakaian dua lembar yang sama, mengucapkan kalimat yang sama, dan melakukan amalan yang sama,” katanya.

Momen Idul Adha ini, lanjutnya, juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk berbagi kepada sesama, terutama kepada mereka yang hampir tak pernah makan daging selama setahun karena tak mampu membelinya. Merekalah para fakir dan miskin. Momen tersebut berlangsung hingga hari tasyriq (11, 12, 13 Dzulhijjah) selesai.

“Jangan sampai kita terus menyimpan daging untuk diri sendiri. Jika hari tasyriq masih ada kelebihan daging, maka harus dibagikan kepada tetangga,” pintanya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Daerah, Halaqoh PMII Cabang Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Lawatan Heboh Raja Salman

Oleh M Kholid Syeirazi

Rencana lawatan Raja Arab Saudi, al-Malik Salman bin Abdulaziz al-Saud, bikin heboh. Para pendukungnya di Indonesia sorak sorai. Ada yang bikin meme: “Raja akan datang bawa duit US$25 miliar, pinjaman tanpa bunga, untuk bebaskan Indonesia dari jerat utang Cina dan komunisme.” Kalian boleh terpingkal! Angka US$25 miliar disiarkan oleh istana sebagai ekspektasi investasi. Tiba-tiba disulap dengan opini seolah-olah Raja dan rombongannya bawa uang untuk dipinjamkan ke Indonesia agar terbebas dari gurita komunisme laknatullah. Sebelum tambah keblinger, saya ingin mengajak publik menggunakan nalar dan akal sehat.

Lawatan Heboh Raja Salman (Sumber Gambar : Nu Online)
Lawatan Heboh Raja Salman (Sumber Gambar : Nu Online)

Lawatan Heboh Raja Salman

1. Investasi itu beda dengan utang/pinjaman. Kalau utang, ada bunga. Kalau investasi, ada hasil. Namanya yield atau ROI (return on investment). Dalam bahasa Arab, investasi disebut istitsmâr. Asal katanya tsamar/tsamrah, artinya buah. Istitsmâr berarti mengharap buah atau hasil. Tidak ada orang mau nanam kalau tidak ada hasil untuk dipanen. Itu hukum besi ekonomi. Kalau Arab Saudi punya rencana investasi, pasti mengharap hasil. Pemerintah pantas mengharap kenaikan nilai investasi Arab Saudi yang terbilang rendah. Menurut BKPM, Arab Saudi adalah investor Indonesia peringkat ke-57, dengan nilai investasi hanya US$900 ribu atau sekira Rp 11,97 miliar. Jumlah ini sangat kecil, tidak sepadan dengan devisa haji dan umrah yang disumbangkan Indonesia ke Arab Saudi.

2. Di tengah kondisi ekonomi Kerajaan yang sulit, apa mungkin Indonesia berharap nilai investasi Arab Saudi bisa tembus US$25 miliar atau sekitar Rp332 triliun? Mungkin saja. Sebagaimana diketahui, jatuhnya harga minyak dan anggaran perang telah membuat ekonomi Arab Saudi limbung.? Minyak menyumbang lebih 75 persen penerimaan Kerajaan. Begitu harga minyak terpuruk di bawah US$100 per barel, Arab Saudi bersama Venezuela, Nigeria, Rusia, dan Irak paling terpukul. Meski biaya produksi minyak di tempat mereka rendah, negara-negara tersebut butuh harga minyak tinggi untuk menopang APBN. Anjloknya harga minyak membuat APBN Arab Saudi defisit sebesar SAR 366 miliar pada 2015 dan SAR 297 miliar pada 2016. Jumlah itu setara dengan Rp 1.062 triliun. Berbagai upaya dilakukan untuk menyelamatkan fiskal Kerajaan, antara lain dengan memangkas subsidi energi, memotong gaji pegawai, memangkas belanja modal, utang kepada asing, dan melepas saham Saudi Aramco. Pada akhir 2016, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Arab Saudi berutang kepada asing dan memperoleh dana segar sebesar US$175 miliar. Arab Saudi juga akan melepas saham Saudi Aramco, mesin utama ekonomi kerajaan, dalam IPO yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Economic Times menyebut, lawatan yang dilakukan oleh Raja Salman ke Asia antara lain bertujuan untuk mencari calon pembeli 5 persen saham Saudi Aramco dalam rencana IPO terbesar dalam sejarah.

PMII Cabang Tegal



(Lihat: Saudi King Salman goes on Asia tour to sell a stake in worlds biggest IPO)


3. Dari kaca mata ini, agak menggelikan propaganda pendukung Wahabi bahwa mereka akan membantu perekonomian Indonesia dari cengkeraman Cina dengan pinjaman tanpa bunga. Arab Saudi justru tengah menggalang dana untuk menyelamatkan perekonomian Kerajaan. Bagaimana dengan investasi? Investasi jelas berbeda dari pinjaman. Investasi tidak harus dilakukan oleh Pemerintah. Fiskal Kerajaan yang tengah berdarah-darah tidak berarti Arab Saudi miskin. Uang yang dipegang para pengeran masih sangat besar. Ekspektasi investasi hingga US$25 miliar bisa dilakukan oleh para pengeran. Artinya pakai dana di luar APBN. Dikabarkan Raja Salman mengajak serta 25 pangeran dalam lawatan ke berbagai negara Asia, termasuk Indonesia. Belum diketahui apakah al-Waleed bin Talal, pangeran superkaya dengan total harta mencapai US$28 miliar (+ Rp 372 triliun), ikut serta dalam rombongan. Keponakan Raja Salman ini telah bertemu Presiden Jokowi pada 22 Mei 2016, difasilitasi oleh Dubes Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel. Jika dihitung, harta pangeran terkaya Arab ini jauh lebih besar ketimbang total nilai pasar Freeport-McMoRan yang berkisar US$21,8 miliar. Dari para pengeran superkaya inilah nilai investasi Arab Saudi diharapkan bisa meningkat. Sekali lagi ekspektasi! Mereka belum tentu mau investasi. Rencana investasi yang sudah clear hanya upgrading kilang Cilacap sebesar US$6 miliar. Nah, di sinilah perlunya Raja Salman meyakinkan para pangeran itu bahwa Indonesia layak sebagai tujuan investasi.

PMII Cabang Tegal

4. Kita perlu menyambut baik dan proporsional kedatangan Raja Salman. Dikabarkan beliau termasuk figur moderat, modern, saleh, dan berwawasan luas. (Lihat: New Saudi ruler King Salman bin Abdulaziz). Selain sebagai pemimpin negara terbesar kedua di Timur Tengah setelah Turki, kita juga harus hormati beliau sebagai pelayan dua tanah haram (khâdimul haramain as-syarifain). Namun, mengglorifikasi kedatangan beliau dan rombongan bak pahlawan sembari menjelek-jelekkan pemimpin sendiri bukanlah bentuk terbaik dari sikap warga negara terhormat. Kita merasa terhormat dan senang dikunjungi Raja Salman dalam sikap sebagai warga negara Indonesia yang cinta negaranya, bukan berlagak seperti orang Indonesia yang ‘ngampet’ ingin jadi warga negara Arab Saudi.

Penulis adalah Sekjen Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sunnah, Daerah, Nusantara PMII Cabang Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Kucing Malang Pendatang Rahmat Allah

Jasad Syekh Abu Bakr Asy-Syibli memang terkubur dalam tanah sejak tahun 946 silam. Tapi nasihat santri Imam Junaid al-Baghdadi ini seakan terus mengalir kepada generasi-generasi sesudahnya. Salah satunya lewat kisah dalam mimpi, sebagaimana terekam dalam kitab Nashaihul Ibad? karya Syekh Nawawi al-Bantani.

Dalam sebuah mimpi seeseorang, Imam Asy-Syibli yang telah wafat itu ditanya Allah, “Kamu tahu, apa yang membuat-Ku mengampuni dosa-dosamu?”

Kucing Malang Pendatang Rahmat Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kucing Malang Pendatang Rahmat Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kucing Malang Pendatang Rahmat Allah

“Amal shalihku.”

PMII Cabang Tegal

“Bukan.”

PMII Cabang Tegal

“Ketulusanku dalam beribadah.”

“Bukan.”

“Hajiku, puasaku, shalatku.”

“Juga bukan.”

“Perjalananku kepada orang-orang shalih dan untuk menimba ilmu.”

“Bukan.”

Ya Ilahi, lantas apa?” tanya Imam Asy-Syibli.

Allah kemudian menjawabnya dengan mengacu pada kisah pertemuan Imam Asy-Syibli dengan seekor kucing di jalanan kota Baghdad. Kucing kecil itu loyo oleh ganasnya hawa dingin, menyudut ke suatu tempat, berharap kondisi bisa membaik.

Imam Asy-Syibli yang tergerak hatinya lantas memungut binatang malang itu, kemudian menghangatkannya di dalam jubah yang ia kenakan.

“Lantaran kasih sayangmu kepada kucing itulah, Aku memberikan rahmat kepadamu.”

Cerita hidup para sufi kerap menyibak hal-hal istimewa dari perkara-perkara yang tampak remeh. Sepele di mata manusia tak selalu rendah menurut Tuhan. Kisah di atas seolah mengajari kita tentang pentingnya sikap tawaduk atas segenap kesalehan ibadah betapapun hebatnya; juga keutamaan melembutkan hati dan mengulurkan bantuan, termasuk kepada binatang, apalagi manusia. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Habib, Daerah PMII Cabang Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Gus Ipul Dorong Mahasiswa UNU Sidoarjo Jadi Pengusaha Kreatif

Sidoarjo, PMII Cabang Tegal. Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menegaskan, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sidoarjo harus bisa mencetak lulusan yang kreatif dan inovatif. Pasalnya, di era modern saat ini persaingan usaha berada di industri kreatif.

?

"Banyak perusahaan besar yang karyawannya ribuan bangkrut gara-gara kurang kreatif. Sehingga kalah bersaing dengan perusahaan baru yang berbasis aplikasi," kata salah satu Ketua PBNU ini, saat menghadiri acara Masa Orientasi Mahasiswa Baru UNU Sidoarjo, Rabu (24/8).

Gus Ipul Dorong Mahasiswa UNU Sidoarjo Jadi Pengusaha Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ipul Dorong Mahasiswa UNU Sidoarjo Jadi Pengusaha Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ipul Dorong Mahasiswa UNU Sidoarjo Jadi Pengusaha Kreatif

?

Masa Orientasi Mahasiswa Baru UNU Sidoarjo (OSMABUNDA) ini dilaksanakan selama tiga hari di Hall Rahmatul Ummah Annahdliyah UNU Sidoarjo, Jawa Timur dan diikuti sekitar 320 mahasiswa baru.

?

PMII Cabang Tegal

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul sapaan akrab Wakil Gubernur Jatim juga membuka acara sekaligus memberikan beasiswa kepada dua orang mahasiswa, yakni Muchammad Lailul Romadhon dan Febriyanti Riyuan Ariyani.

?

PMII Cabang Tegal

"Hal pertama yang harus dilakukan oleh mahasiswa baru adalah bersyukur. Pasalnya, ada ratusan ribu lulusan SMA sederajat yang tidak bisa meneruskan ke jenjang perguruan tinggi. Karena bisa kuliah merupakan kesempatan yang sangat berharga dan mahal," katanya.

?

Di tempat yang sama, Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah akan mendorong pembangunan gedung baru UNU Sidoarjo. Pasalnya, setiap tahunnya jumlah mahasiswa UNU terus bertambah.

?

"Ngomongnya sama saya, berarti saya diingatkan, gekno ndang cepet-cepet iki kantore entek (cepat bangunkan kampus, karena kampus lama tidak mencukupi)," tutur Syaiful Ilah sambil tertawa.

?

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf, Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah, dan Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo ? Sulamul Hadi Nurmawan serta Ketua PCNU Sidoarjo, KH Abdi Manaf. (Moh Kholidun/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, Kajian Sunnah, Daerah PMII Cabang Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Politisi Manfaatkan Ramadhan untuk Sosialisasi

Kudus, PMII Cabang Tegal. Momentum Ramadhan tahun ini ternya mempunyai arti tersendiri bagi kalangan politisi. Mereka memanfaatkan bulan berkah ini untuk mensosialisasikan dirinya sebagai calon legislatif (caleg) pemilu 2014 mendatang. 

Politisi Manfaatkan Ramadhan untuk Sosialisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Politisi Manfaatkan Ramadhan untuk Sosialisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Politisi Manfaatkan Ramadhan untuk Sosialisasi

Mereka menebar spanduk bertuliskan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa dan Idul Fitri yang dilengkapi foto, nama, nomor urut dan gambar partainya.Spanduk Ramadhan para caleg ini bertebaran di tempat-tempat strategis sepanjang jalan kota sampai pelosok pedesaan di wilayah Kudus. 

Pengamatan PMII Cabang Tegal, hampir puluhan caleg dari berbagai partai politik memasang spanduk sesuai model dan gaya komunikasi mereka. Bahkan beberapa parpol memasang bendera yang dikibarkan di sepanjang ruas jalan sehingga memberikan kesemarakan suasana kota pada bulan Ramadhan ini.

PMII Cabang Tegal

Melihat dinamika tersebut, aktivis Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Kudus Mahfudz Nahrowi menilai sangat positif. Artinya, para caleg seakan lebih mendekatkan diri kepada konstituen. 

“Adanya itu dapat membuka ruang kepada masyarakat untuk menilai para caleg sehingga mereka bisa dikenal dan menimbang-nimbang menjadi wakilnya,” katanya kepada PMII Cabang Tegal Rabu (17/7).

PMII Cabang Tegal

Momentum Ramdhan, kata Nahrowi, memang sangat efektif sebagai sarana komunikasi kepada publik. Namun, dari spanduk dibuat para caleg itu belum terdapat statemen politik yang bisa mengundang simpatik masyarakat.

“Akan lebih baik bila tidak hanya ucapan selamat berpuasa saja, tetapi ada statemen tidak akan gunakan praktek politik uang. Ini akan bisa mengajarkan pendidikan politik yang benar bagi masyarakat,” imbuh aktivis Ansor Kudus ini.

Nahrawi yang juga seorang pendidik ini mengharapkan kepada caleg saat terpilih nanti menjaga komitmen berjuang menyalurkan aspirasi dan tidak lupa terhadap janji-janjinya kepada masyarakat. Lembaga DPR pusat atau daerah, kata Nahrowi, bukanlah tempat untuk bekerja mencari kerja bagi para pengangguran atau mencari prestise bagi para pengusaha atau orang yang sudah mapan. 

“DPR/DPRD adalah lembaga dewan yang sangat terhormat dan merupakan lahan untuk mengabdikan jiwa dan raga untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya mengingatkan.

Redaktur     : Mukafi Niam 

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Syariah, Pondok Pesantren, Daerah PMII Cabang Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Yudi Latif: Pancasila Harus ‘Mengatasi’ Negara

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Pemikir Keagamaan dan Kenegaraan, Yudi Latif, mengatakan bahwa nilai Pancasila seharusnya “mengatasi” Negara. Bukan di bawah negara. Jika Pancasila di bawah negara, maka ia menjadi alat negara untuk menekan lawan-lawan politik. Ini merupakan pengejawantahan Pancasila sebagai agama publik (civic religion).

Yudi Latif: Pancasila Harus ‘Mengatasi’ Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Yudi Latif: Pancasila Harus ‘Mengatasi’ Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Yudi Latif: Pancasila Harus ‘Mengatasi’ Negara

“Pancasila harus menjadi kritik bagi negara. Salahnya, zaman Orba dulu negara yang berinisiatif, negara menatar, negara pula yang menafsir. Akhirnya, Pancasila menjadi alat negara untuk menakar rakyat,” kata Yudi dalam bedah bukunya bertajuk Revolusi Pancasila di Hotel A-One Jakarta Pusat, Senin (22/5).

Singkat kata, lanjut Yudi, jika pendekatan Pancasila yang dulu vertikal maka sekarang harus horizontal. “Harus melibatkan partisipasi berbagai pihak sehingga Pancasila nantinya menjadi kritik bagi kebijakan negara,” tegasnya.

Oleh karenanya, Yudi berpendapat, Pancasila bisa juga disebut sebagai ‘agama publik’ (civic religion). “Bukan berarti agama yang kita pahami selama ini. Artinya, lebih kepada nilai moralitas dalam kehidupan publik. Terpenting, jangan mengagamakan pancasila atau mempancasilakan agama,” tandasnya.

PMII Cabang Tegal

Pria kelahiran Sukabumi, Jawa Barat ini menambahkan, Pancasila disebut civic karena meskipun nilai-nilainya berasal dari agama tapi tidak identik dengan agama. Nilai-nilai universalnya itu sudah terbagi luas di masyarakat.

“Jadi tidak bisa disamakan dengan yang ada di masjid atau di gereja. Dia sudah menjadi nilai-nilai agama yang menjelma properti publik. Pancasila menampung berbagai elemen dari agama-agama, adat istiadat, gagasan universal, dan lain-lain,” ujarnya.

Yudi Latif mengibaratkan agama-agama bak tower tinggi, lalu Pancasila memotong jembatan supaya antaragama bisa saling bertemu. Nilai-nilai publik inilah yang disebut sebagai agama. Bagi dia, Pancasila menjadi cermin bagi seluruh anak bangsa.?

Kegiatan yang dibuka resmi oleh Kepala Balitbang Diklat Kemenag Abdurrahman Mas’ud ini menghadirkan dua narasumber, Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi Ahmad dan Direktur PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jamhari Ma’ruf.

PMII Cabang Tegal

Tampak juga Kepala Puslitbang Penda Amsal Bakhtiar, Kepala Pusdiklat Teknis Mahsusi, para pejabat Eselon III di lingkungan Balitbang Diklat, serta para Kepala Balai Litbang Agama (BLA) dan Kepala Balai Diklat Keagamaan (BDK) seantero Republik. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Daerah, Hadits, Halaqoh PMII Cabang Tegal

Senin, 25 Desember 2017

2017, Kemendes Target 28 Ribu Persil Lahan Transmigrasi Bersertifikat

Jakarta, PMII Cabang Tegal - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menargetkan sebanyak 28 ribu persil atau bidang tanah di lahan transmigrasi akan tersertifikasi hingga akhir tahun 2017.

?

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (Dirjen PK Trans) Kemendes PDTT H.M. Nurdin usai rapat konsolidasi program pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi 2017 di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat pada, Jumat (9/7).

2017, Kemendes Target 28 Ribu Persil Lahan Transmigrasi Bersertifikat (Sumber Gambar : Nu Online)
2017, Kemendes Target 28 Ribu Persil Lahan Transmigrasi Bersertifikat (Sumber Gambar : Nu Online)

2017, Kemendes Target 28 Ribu Persil Lahan Transmigrasi Bersertifikat

?

Menurutnya, Presiden telah menargetkan sebanyak 5 juta persil dari 106 juta persil sudah disertifikatkan pada 2017. Target tersebut terus meningkat pada 2018 sebanyak 7 juta persil dan 9 juta persil di tahun 2019. Dari target tersebut, untuk lahan transmigrasi masih terdapat sebanyak 600 ribu persil lahan transmigrasi yang masih belum memiliki sertifikat.

?

"Tahun ini target kita sebanyak 28 ribu persil yang akan disertifikatkan. Kita akan tingkatkan kembali sebanyak 75 ribu persil pada 2018. Kita juga akan melakukan koordinasi dengan kementerian terkait dengan permasalahan lahan transmigrasi yang masih tumpang tindih dan hak pengelolaan lahannya belum diterbitkan," ujarnya.

PMII Cabang Tegal

?

Mengenai adanya keterbatasan anggaran dari pemerintah pusat untuk membiayai sertifikasi, Nurdin mengatakan bahwa Kemendes PDTT akan turut menyampaikan kepada Pemerintah Daerah untuk turut membantu berkontribusi melalui anggaran APBD dalam hal pembiayaan sertifikat.

?

PMII Cabang Tegal

"Kita meminta kepada pemerintah daerah untuk membantu dukungan dari APBD terkait sertifikasi lahan transmigrasi. Kita berharap, permasalahan sertifikat untuk lahan transmigrasi akan segera tuntas," katanya. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Khutbah, Daerah, Jadwal Kajian PMII Cabang Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Dalam Urusan Kebangsaan, Kepala Daerah Perlu Mencontoh Dedi Mulyadi

Cirebon, PMII Cabang Tegal



Cendekiawan Muslim Nahdlatul Ulama Marzuki Wahid menilai, pernyataan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terkait dengan pentingnya kepala daerah menjadi pelopor kebhinekaan dan pelindung toleransi merupakan sikap yang baik untuk disambut para kepala daerah lain.

Karena itu menurut Marzuki Wahid, kepala daerah di seluruh Indonesia harus menjadikan pesan presiden itu sebagai modal untuk melakukan tindakan-tindakan konkret dalam pencegahan gerakan Islam radikal dan gerakan-gerakan intoleran.

Dalam Urusan Kebangsaan, Kepala Daerah Perlu Mencontoh Dedi Mulyadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalam Urusan Kebangsaan, Kepala Daerah Perlu Mencontoh Dedi Mulyadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalam Urusan Kebangsaan, Kepala Daerah Perlu Mencontoh Dedi Mulyadi

"Pesan presiden itu menandakan ada situasi yang harus direspon secara cepat. Kalau tidak ada persoalan serius di lapangan tentu presiden tidak perlu berpesan karena kebhinekaan dan toleransi merupakan amanat mendasar bagi kepala daerah. Lebih penting lagi, pesan presiden ini cocok untuk kepala-kepala daerah di Jawa Barat," kata Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU ini di Kantor Fahmina Cirebon, Kamis, 11/2/2016.

Dalam pandangan Marzuki, kepala-kepala daerah di Jawa Barat kebanyakan tidak sensitif dengan isu radikalisme dan intoleran, padahal Jawa Barat merupakan salah satu daerah yang banyak dijadikan aksi-aksi kelompok radikal.

PMII Cabang Tegal

"Kecuali Bupati Purwakarta, (Dedi Mulyadi-red) kepala daerah di Jawa Barat ini tidak punya strategi jitu. Dedi Mulyadi melangkah lebih maju memperjelas dirinya adalah pelindung rakyat, pengawal Pancasila dan secara tegas berani berada di barisan Islam moderat untuk melindungi toleransi dan kebhinekaan. Itu Bupati Dedi Mulyadi patut dicontoh kepala daerah lain,” katanya.?

Ia mencontohkan Sekolah ideologi kebangsaan Pancasila merupakan bukti konkret Dedi Mulyadi. Demikian juga sikap-sikap politiknya yang selalu pro kebhinekaan dan pro toleransi.?

“Dalam urusan kebangsaan, kepala daerah di Indonesia perlu meneladani Dedi Mulyadi," terangnya.

PMII Cabang Tegal

Menurut Marzuki, kepala daerah merupakan pihak yang paling strategis untuk membendung paham radikalisme yang sering menimbulkan kerusakan di masyarakat dengan aksi-aksi politik radikalnya seperti menuduh Bupati Purwakarta sebagai penyebar kemusyrikan, menghasut masyarakat untuk menekan kelompok Ahmadiyah, mengobarkan kebencian terhadap Syiah dan lain sebagainya.

"Gubernur Aher mestinya tegas terhadap kelompok itu. Tapi tampaknya Aher punya cara pandang lain yang entah kenapa kemudian sering membiarkan kelompok-kelompok intoleran seperti FPI, Annas, FUUI bebas berkeliaran di Jawa Barat," terangnya. (Amin/Husain/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Cerita, Daerah PMII Cabang Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Satu Abad Pesantren Denanyar Diperingati di PBNU

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Peringatan 1 Abad Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang, Jawa Timur, dan bedah buku biografi Almaghfurlah KH Bisri Syansuri (1887-1980) digelar di aula gedung PBNU lt 8, Ahad (26/10).

Satu Abad Pesantren Denanyar Diperingati di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Satu Abad Pesantren Denanyar Diperingati di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Satu Abad Pesantren Denanyar Diperingati di PBNU

Hadir dalam acara tersebut tokoh senior NU KH Chalid Mawardi, keluarga besar KH Bisri Syansuri, antara lain Pengasuh Pesantren Denanyar Nyai Hj Nadhiroh Shohib dan Ketua Yayasan Pesantren Denanyar Nyai Hj Hamidah, serta para aktivis NU dari berbagai instansi. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PP ISNU Ali Masykur Musa juga tampak hadir.

Dalam sambutannya, Kiai Said menyebut KH Bisri Syansuri yang juga salah satu pendiri NU sangat dikenal sebagai ulama yang keukeuh memegang fiqih. Meski demikian, pola hubungan kemasyarakatannya tidak kaku. “Itulah hebatnya kiai NU. Jadi, ulama Timur Tengah perlu belajar ke Indonesia terkait masalah ini,” ujar Kiai Said.

PMII Cabang Tegal

Atas nama alumni IKAPPMAM di Jakarta, Muhaimin Iskandar mengatakan KH Bisri Syansuri adalah mbah buyut dari garis ibunya. “Saya menyebut beliau adalah mbah buyut, mbahnya ibu saya. Beliau melahirkan kelompok kajian Tasywirul Afkar sementara KH Wahab Hasbullah melalui Nahdlatut Tujjar.

PMII Cabang Tegal

Akhirnya, lanjut Cak Imin, dua gerakan itu kemudian melahirkan NU. NU inilah yang sampai hari ini bukan hanya sebagai pilar kehidupan NKRI tetapi juga menjadi gerakan keagamaan yang mengakar sekaligus gerakan sosial yang membumi.

Di akhir sambutan, Cak Imin mengucapkan selamat kepada seluruh alumni atas penyelenggaraan acara tersebut. “Kita persembahkan 1 Abad Pesantren Denanyar kepada PBNU,” ujarnya yang langsung disambut aplaus panjang hadirin.

Usai membuka secara resmi peluncuran 1 Abad Pesantren Denanyar, KH Said Aqil Siroj diberi kehormatan untuk melakukan pemotongan tumpeng yang diberikan kepada Nyai Hj Nadhiroh Shohib. Acara kemudian dilanjutkan bedah buku biografi Almaghurlah KH Bisri Syansuri dengan moderator Abdul Halim Iskandar, adik kandung Abdul Muhaimin Iskandar. Tiga orang narasumber didaulat sebagai pembedah: KH Chalid Mawardi, Hj Lily Chadijah Wahid, dan Zainul Milal Bizawi. (Ali Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Daerah PMII Cabang Tegal

Kamis, 30 November 2017

Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Juga Diantisipasi dari Radikalisme

Depok, PMII Cabang Tegal. Sebanyak 160 pengasuh pondok pesantren tahfidz Al-Qur’an berkumpul di Pondok Pesantren Al-Hikam Depok sejak Senin (27/4) kemarin. Salah satu yang dibahas adalah antisipasi pesantren tahfizh dari masuknya paham radikal yang menyusup ke pesantren yang mencetak penghafal Al-Qur’an itu.

Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Juga Diantisipasi dari Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Juga Diantisipasi dari Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Juga Diantisipasi dari Radikalisme

“Memang belum ada kasus. Kami hanya mengantisipasi, karena sekarang ini semua memakai metode tahfih,” kata Ustadz Hilmi Ashidiqi, ketua panitia acara.

Kegiatan bertajuk “Penguatan dan Pengembangan Pesantren Tahfidz” itu juga dimaksudkan sebagai forum silaturrahim antar pesantren Al-Qur’an dalam rangka memperkuat pemahaman akidah ahlussunnah wal jamaah (Aswaja). “Jangan sampai pesantren tahfizh ini diisi oleh yang lain,” kata Hilmi.

PMII Cabang Tegal

Selasa malam ini, para peserta rencananya akan dibekali materi penguatan Aswaja oleh Katib Aam PBNU KH Malik Madani.

PMII Cabang Tegal

Para pejabat dari beberapa kementerian seperti Kementerian Agama, Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa dan PDT juga mendapatkan kesempatan berbicara di hadapan para pengasuh pesantren Al-Qur’an. (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pondok Pesantren, Nusantara, Daerah PMII Cabang Tegal

Sabtu, 25 November 2017

LPPNU Sorong Gelar Pelatihan Kewirausahaan

Sorong, PMII Cabang Tegal. Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Sorong menggelar pelatihan kewirausahaan selama tiga hari Kamis-Sabtu (25-27/7) di Hotel Syahid Mariat, Sorong, Papua Barat.

Kegiatan diikuti oleh 30 peserta dari kelompok tani “Nahdlatul Bustan” Kabupaten Sorong yang bertujuan meningkatkan minat serta teknologi pertanian. Acara dibuka oleh Bupati Sorong sedangkan narasumber dari dinas-dinas terkait di Pemerintahan Kabupaten Sorong.

LPPNU Sorong Gelar Pelatihan Kewirausahaan (Sumber Gambar : Nu Online)
LPPNU Sorong Gelar Pelatihan Kewirausahaan (Sumber Gambar : Nu Online)

LPPNU Sorong Gelar Pelatihan Kewirausahaan

Ketua LPPNU Kabupaten Sorong, Muhammad Rais menjelaskan pelatihan kewirausahaan serta penguatan kelembagaan petani sangat penting dilakukan, mengingat berbagai kendala masih membelenggu petani di Indonesia. Lemahnya materi, permodalan hingga minimnya teknologi, lanjutnya, berdampak pada minimnya kesejahteraan petani.

PMII Cabang Tegal

“Pertanian ini potensi besar untuk dikembangkan. Ingat saat krisis moneter terjadi tahun 1997 silam, pertanian adalah sektor terkuat yang mampu bertahan menghadapi krisis panjang tersebut,” ujarnya, Kamis (25/7).

Dalam pelatihan itu, LPPNU membahas tentang bagaimana pembentukan koperasi sebagai langkah awal dalam kewirausahaan kelompok tani “Nahdlatul Bustan” ini, dimana kelompok tani ini belum mempunyai wadah untuk mengumpulkan modal awal dalam usaha tanaman kakao.

PMII Cabang Tegal

Menurut Rais, pelatihan kewirausahaan ini akan terus dilakukan berkesinambungan. “Ini pelatihan yang kedua kalinya. Kepengurusan LPPNU Kabupaten Sorong sudah ada hingga ke tingkatan kampung. Inilah gunanya lembaga yang kita miliki ini. Kita akan terus memberi motivasi, ilmu serta memfasilitasi masyarakat untuk bisa memanfaatkan program yang telah disediakan pemerintah ke depannya,” pungkasnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Cerita, Daerah, Hadits PMII Cabang Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Peserta Perwimanas II Lakukan Perawatan Pohon di Taman Nasional Gunung Merapi

Magelang, PMII Cabang Tegal?

Para peserta Perwimanas II melakukan giat bakti perawatan pohon di Taman Nasional Gunung Merapi yang bertempat di Jurang Jero Magelang, Jawa Tengah.

Kegiatan penghijauan tersebut diawali dengan perawatan sejumlah pohon kecil seperti membersihkan gulma di sekitar pohon, menggemburkan tanah dan penyiraman air. Kemudian dilanjutkan dengan perbaikan aliran Sungai Tangsi.

Dedeh Suryati, salah satu panitia penanggung jawab giat bakti Perwimanas II menyampaikan bahwa pada awalnya akan dilakukan penanaman pohon, namun karena cuaca yang tidak mendukung, maka giat bakti terfokus pada pemeliharaan pohon-pohon di sekitar taman nasional.?

Peserta Perwimanas II Lakukan Perawatan Pohon di Taman Nasional Gunung Merapi (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Perwimanas II Lakukan Perawatan Pohon di Taman Nasional Gunung Merapi (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Perwimanas II Lakukan Perawatan Pohon di Taman Nasional Gunung Merapi

“Kegiatannya di sini perawatan pohon dan perbaikan aliran Sungai Tangsi, kita sebenarnya mengikuti perintah dari pihak taman nasional juga. Kalau untuk tanam pohon musimnya gak cocok,” ungkapnya, Rabu (20/9) kemarin.

Hal senada juga disampaikan oleh Sadria, salah satu pendamping dari garda SAR Magelang. “Kalau untuk tanam pohon cuacanya tidak mendukung karena tidak memasuki musim hujan. Musim hujan dimungkinkan di bulan November,” tambahnya.?

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan rasa cinta alam dalam diri para peserta, sebagaimana yang tercantum dalam poin kedua Dasa Dharma Pramuka “Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia”.?

PMII Cabang Tegal

“Harapan saya, dari kegiatan ini adik-adik bisa menghargai alam. Karena kalau alamnya rusak, manusia dan hewan akan terkena imbasnya. Selain itu, supaya mereka bisa menghargai warisan dari para pendahulu untuk selalu merawat alam” ungkap Dedeh.

Diketahui, kegiatan bakti perawatan pohon di Taman Nasional Gunung Merapi akan berlangsung hingga akhir kegiatan Perwimanas II dan diikuti oleh lebih dari 6000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. (Ala/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Daerah, Budaya PMII Cabang Tegal

Selasa, 14 November 2017

Kang Said: Ideologi Wahabi Selangkah Lagi Jadi Terorisme

Jakarta, PMII Cabang Tegal. “Ideologi Wahabi, satu dua langkah lagi akan menjadi terorisme,” kata KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU dalam sambutan pelepasan peserta pelatihan ‘Dauroh lil Imam wal Muazin’ di aula kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (28/11) siang.

Ajaran Wahabi menurut Kang Said, memang tidak mengajarkan untuk membunuh orang kafir. Tetapi Wahabi mengajarkan pengikutnya memandang orang di luar kelompoknya sebagai orang musyrik yang halal darahnya.

Kang Said: Ideologi Wahabi Selangkah Lagi Jadi Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Ideologi Wahabi Selangkah Lagi Jadi Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Ideologi Wahabi Selangkah Lagi Jadi Terorisme

“Meskipun begitu, ajaran Wahabi membuka peluang bagi penganutnya untuk menjadi teroris. Penganut Wahabi yang sedang marah, lalu kalap, dan berkesempatan, akan mengondisikan dirinya menjadi teroris,” tambah Kiai Said.

PMII Cabang Tegal

Hal ini diutarakan Kang Said di hadapan sedikitnya 20 peserta utusan Lembaga Takmir Masjid NU, LTMNU. Mereka adalah pengurus masjid yang direkrut dari sejumlah wilayah dan cabang NU di Indonesia.

PMII Cabang Tegal

Sambutan pelepasan diadakan untuk menampik kekhawatiran bahwa penyusupan ideologi Wahabi diselundupkan dalam pelatihan tersebut. Karena, sebagian peserta pelatihan sempat mempertanyakan kemungkinan penyusupan.

Meski demikian, Kiai Said sempat menyebut sejumlah yayasan keagamaan yang didanai Pemerintah Arab Saudi. “Sebagian pengurus yayasan itu menjadi pelaku teror di sejumlah titik Indonesia yang ditetapkan oleh Kepolisian RI,” tegasnya.

Pelatihan diselenggarakan Pemerintah Arab Saudi di Hotel Kaisar, Duren Tiga, Kalibata, Jakarta Selatan. Pelatihan manajemen kepengurusan masjid dan persoalan muazin dimulai hari ini hingga beberapa hari ke depan.

Pelatihan ‘Dauroh lil Imam wal Muazin’ diikuti oleh semua ormas Islam se-Indonesia. Peserta pelatihan berjumlah 120 orang. Dua puluh dari semua peserta, direkrut dari ormas NU melalui LTMNU.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Habib, Kiai, Daerah PMII Cabang Tegal

Jumat, 06 Oktober 2017

Sastra Pesantren Alami Marginalisasi

Jakarta, PMII Cabang Tegal
Dinamika sastra pesantren yang belum banyak terungkap ke permukaan dibahas dalam seminar ”Dinamika Sastra Pesantren : Antara Kreasi dan Diskriminasi yang diselenggarakan oleh PMII Cabang Tegal di Gd. PBNU Lt 8, Jum’at (17/02). Hadir dalam acara tersebut Radar Panca Dahana (Budayawan) dan Arief Mudatsir Mandan (peneliti dan aktivis pesantren) yang saat ini menjadi anggota DPR RI dari FPP.

Tampilnya pesantren yang hanya dijadikan sebagai lembaga pendidikan, bukan lagi sebagai lembaga kehidupan telah memprsempit spektrum pesantren. Tradisi pesantren kuno yang merupakan tempat persemaian para pujangga dan sastrawan juga semakin hilang, misalnya Yasadipura, Ranggawarsita, Ronggo Sasmita dan sebagainya adalah para santri pesantren yang tekun mengembangkan sastra pesantren dengan berbagai bentuk kakawin, serat dan babad. Sumber inspirasi mereka bukan hanya kitab kuning, melainkan juga pengalaman sejarah bangsa ini sendiri sebagaimana dialami oleh kerajaan Hindu, Budha dan Walisanga.

Arif Mudatsir menjelaskan bahwa sebenarnya banyak dunia pesantren merupakan dunia yang sarat dengan nilai-nilai sastra seperti berbagai nadhoman atau syair dalam berbagai kitab kuning. Saat ini juga terdapat beberapa sastrawan yang mumpuni dari kalangan pesantren seperti Gus Mus, D. Zawawi Imron dari Madura maupun Asep Zamzam Noor dari Ponpes Cipasung Tasikmalaya.

Kemunduran sastra pesantren timbul karena arus besar sastra Indonesia modern adalah sastra yang dikembangkan di sanggar-sanggar dan di lembaga-lembaga kebudayaan resmi seperti TIM dan DKJ. Ditambah lagi dengan kekuatan sastra koran yang didominasi selera estetika sastra perkotaan. Karena berstatus resmi, maka mendapatkan legitimasi pula baik dari segi tema, alur cerita hingga bahasa yang digunakan. Walaupun dikatakan bahwa budaya Indonesia merupakan puncak-puncak kebudayaan lokal.

Persoalan yang dihadapi pesantren dalam mengembangkan kreativitas sastra yang menurun karena bergesernya fungsi dan peran pesantren, serta situasi yang melingkupinya baik tantangan eksternal maupun internalnya. Para kaum santri yang dapat mendapat pengakuan adalah mereka yang mampu mengemas dirinya sesuai dengan arus besar yang ada.

Arief berkeyakinan walaupun di daerah perkotaan telah terjadi pergeseran, namun tradisi-tradisi pesantren seperti pujian atau nadhoman tetap terpelihara dengan baik di wilayah pedesaan yang menjadi pusat pesantren meskipun mereka sendiri kurang dapat mengembangkan kreatifitasnya.

Sementara itu Radar Panca Dahana mempertanyakan apakah layak membuat sebuah kategori baru sebuah sastra pesantren. Namun ia sepakat bahwa seni yang ada di pesantren yang berupa nadhoman, adat dan lainnya merupakan bagian dari cara untuk memperkuat pemahaman agama Islam.

Hadir dalam acara tersebut para aktifis NU dari Lakpesdam, LKKNU, LP3ES, Lesbumi, pesantren Ciganjur sampai dengan para seniman yang aktif di Taman Ismail Marzuki TIM). Diluar dugaan, diskusi sastra dengan tema berat yang biasanya sepi peminat tersebut ternyata sangat diminati. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Daerah, Sejarah PMII Cabang Tegal

Sastra Pesantren Alami Marginalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sastra Pesantren Alami Marginalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sastra Pesantren Alami Marginalisasi

Sabtu, 23 September 2017

Syiar Positif Pelajar dan Pemuda NU Kubangsari

Brebes, PMII Cabang Tegal

Ranting IPNU-IPPNU Desa Kubangsari Kecamatan Ketanggungan Brebes, bekerja sama dengan GP Ansor menggelar bakti sosial, berupa santunan anak yatim piatu. Kegiatan berlangsung Ahad (16/10) di Mushola Babbusalam.

Syiar Positif Pelajar dan Pemuda NU Kubangsari (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiar Positif Pelajar dan Pemuda NU Kubangsari (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiar Positif Pelajar dan Pemuda NU Kubangsari

Pembina PAC IPNU-IPPNU Ketanggungan Ahmad Fauzan El Azizi mengatakan, kegiatan ini sebagai ajang pendidikan sosial secara dini. Kader-kader muda NU ditingkatakan terbawa, bisa menjadi pelopor kepedulian kepada kaum yang kurang beruntung. Setidaknya, lewat santunan ini bisa menjadi wahana syiar dan gerakan positif tentang anak-anak muda NU. “Karena menebar simpati, maka IPNU-IPPNU pun akan dicintai oleh generasi muda,” terangnya.

Sekretaris PAC IPNU-IPPNU Ketanggungan Akbar Wibawa mengapresiasi PR IPNU IPPNU Kubangsari. Diharapkan kegiatan seperti ini bisa menular ke Ranting yang lain. “Semoga saja, Ranting-Ranting IPNU IPPNU di Kecamatan Ketanggungan bisa meniru kegiatan seperti ini,” ucapnya.

PMII Cabang Tegal

Ketua Ranting IPNU Kubangsari Fahrurrozi menjelaskan, dana santunan didapat dari uang khas IPNU IPPNU, para donatur yang tidak mengikat sejumlah Rp 3 juta. Sebanyak 28 anak yatim piatu yang terdata, selain mendapatkan uang juga sembako.

PMII Cabang Tegal

Fahrurrozi mengagendakan bakti sosial ini akan menjadi kegiatan tahunan dengan dana yang lebih besar lagi, sehingga banyak pula anak yang yatim yang dilibatkan.

Kegiatan yang bertemakan "Jadilah Generasi Muda yang Bermanfaat Untuk Umat, Berguna Untuk Bangsa, Berbhakti Untuk Negeri" diisi cerama Rois Syuriyah Ranting Kubangsari KH Abdul Wahid.

Kiai Wahid mengajak agar anak-anak muda era kini belajar berbuat yang terbaik sesamanya, bisa bermanfaat. Sebab, manusia yang paling baik adalah khoirunas anfa uhum linnas manusia yang berguna untuk sesamanya. Termasuk di dalamnya menyantuni anak yatim.

“Barangsiapa di bulan Muharam bersedekah untuk anak yatin dan mengusap kepalanya, kelak diakherat dari sehelai rambut anak yatim tersebut terhitung pahala yang bisa menghindari dari siksa neraka,” ujar Kiai Wahid yang juga pengasuh Majlis Talim Miftahul Huda. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Halaqoh, Daerah, Nasional PMII Cabang Tegal

Kamis, 20 Juli 2017

PCNU Bondowoso Terima Bantuan Hibah Bus Mini

Bondowoso, PMII Cabang Tegal - Ketua DPRD Bondowoso H Ahmad Dhafir menghibahkan sebuah bis mini kepada PCNU Bondowoso. Dhafir berharap sebagai warga NU bagaimana roda organisasi NU itu bisa berjalan seiringan kebutuhan masyarakat Bondowoso yang mayoritas warga NU.

"Maka ini tentu diperlukan transportasi, itulah kemudian saya secara ikhlas dan tulus menyerahkan bis mini satu untuk operasional NU," katanya saat diwawacarai PMII Cabang Tegal setelah acara rutin Lailatul Ijtima di Mushalla Kantor NU Bondowoso, Selasa (15/8) malam.

PCNU Bondowoso Terima Bantuan Hibah Bus Mini (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bondowoso Terima Bantuan Hibah Bus Mini (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bondowoso Terima Bantuan Hibah Bus Mini

Menurut penasihat GP Ansor Bondowoso, “Ini bantuan secara pribadi dan kebetulan saya ada untuk digunakan untuk operasional NU dan tentu saya minta bagaimana bis itu dikating hanya gambar NU, mungkin para pendiri NU dan sekaligus juga ditulisin jas hijau.”

Selain itu mobil ini digunakan untuk operasional NU, kepentingan Nahdlatul Ulama dan bagaimana pun juga saya begini karena keberkahan NU.

PMII Cabang Tegal

Di samping itu ia juga mengajak sahabat anggota fraksi yang lain untuk peduli dan membesarkan NU. “Bagaimana kita menghidupkan organisasi NU ini yang harus kita lakukan semua termasuk kader-kader NU.”

Ketua PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam mengatakan, kebetulan Ketua DPRD Bondowoso itu memiliki mobil. Sementara NU memiliki kebutuhan mobilasi anak-anak SMA serta lainnya.

PMII Cabang Tegal

“Saya? juga mengucapkan banyak terima kasih kepadanya. Alhamdulillah NU punya mobil untuk operasional," ucapnya Kiai Qodir.

Penyerahan simbolis bantuan ini dilakukan secara langsung oleh H Ahmad Dhafir kepada Rais Syuriyah NU Bondowoso KH Asyari Phasa berupa BPKB bus mini. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Daerah, Tegal PMII Cabang Tegal

Selasa, 27 Juni 2017

Fakta "Pelengseran" Gus Dur Akan Dibahas

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Forum Jumat Pertama yang digelar Gusdurian Jakarta akan membahas dan mengurai fakta pelengseran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dari kursi kepresidenan RI pada tahun 2001.

Fakta Pelengseran Gus Dur Akan Dibahas (Sumber Gambar : Nu Online)
Fakta Pelengseran Gus Dur Akan Dibahas (Sumber Gambar : Nu Online)

Fakta "Pelengseran" Gus Dur Akan Dibahas

Kegiatan tersebut akan digelar dalam bentuk diskusi dengan mengahdirkan Moh Mahfud MD (sahabat Gus Dur, Ketua MK) dan Greg Barton ( penulis buku Biografi Gus Dur) di Wahid Institute, Matraman, Jakarta, pada Jumat ? (4/1) pukul 18.30 sampai dengan selesai.

Menurut Seknas Jaringan Gusdurian Indonesia, Alissa Wahid, Akhir-akhir ini banyak yang menyinggung sebab musabab Gus Dur turun dari kursi kepresidenan.

PMII Cabang Tegal

“Apa yang melatarbelakangi Gus Dur sehingga memutuskan untuk turun sebelum habis masa pemerintahannya? Benarkah pelengseran Gus Dur oleh DPR itu melanggar hukum?” tanya Alissa dalam surat undangan yang disebar melalui surat elektronik bertiti mangsa, Ahad (30/12).

PMII Cabang Tegal

Alissa, puteri sulung Gus Dur tersebut mengatakan, pada pertemuan tersebut akan di membahas tuntas fakta pelengseran Gus Dur tersebut.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Daerah, Hadits PMII Cabang Tegal

Sabtu, 29 April 2017

Pangdam VII Wirabuana Ajak NU Jaga Keutuhan Bangsa

Makassar, PMII Cabang Tegal



Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VII Wirabuana Mayor Jenderal TNI H Agus Surya Bakti bekerjasama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan mengadakan Lailatul Ijtima dalam rangka silaturrahim Prajurit Pangdam VII Wirabuana bersama warga Nahdliyin Sulawesi Selatan, Kamis (14/1) di Baruga Hasanuddin Kodam VII Wirabuana.

Pangdam VII Wirabuana Ajak NU Jaga Keutuhan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pangdam VII Wirabuana Ajak NU Jaga Keutuhan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pangdam VII Wirabuana Ajak NU Jaga Keutuhan Bangsa

Pangdam VII Wirabuana Mayjend TNI Agus Surya Bakti dalam sambutannya berterima kasih atas kehadiran para sesepuh NU Sulsel. Ia berharap semoga pertemuan ini membawa keberkahan bagi bangsa ini. Ia juga menegaskan Nahdlatul Ulama dikenal sebagai ormas Islam yang moderat dan menjunjung nilai keindonesiaan, kebhinekaan, dan Pancasila.?

“Kami juga sangat mengapresiasi semangat patriotisme dan wawasan kebangsaan NU. Tadi pagi rakyat Indonesia berduka atas kejadian bom di Jakarta dan kami mengutuk keras hal ini. Olehnya itu marilah bersama-sama menjaga bangsa ini dari aksi-aksi kekerasan, mulai dari TNI, NU, Muhammadiyah dan umat Islam secara umum di Sulawesi Selatan untuk menjaga dan menjadi benteng untuk mengawal keutuhan NKRI," paparnya.

Ia menjelaskan Islam mengajarkan kedamaian, menghargai perbedaan, tidak merasa benar sendiri. Tentunya hal ini menjadi pondasi utama menjaga keutuhan bangsa, ungkapnya

PMII Cabang Tegal

“Kami harap silaturrahim ini tidak hanya hari ini, TNI berharap bersama Nahdlatul Ulama untuk senantiasa menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alami dalam bingkai NKRI,” tandasnya.

Ketua Tanfidziyah NU Sulsel Prof Iskandar Idy dalam sambutannya berterima kasih kepada Pangdam VII Wirabuana Mayjend TNI H Agus Surya Bakti beserta keluarga besar Kodam VII Wirabuana yang bersama-sama warga Nahdliyin telah menjalin silaturrahmi.

PMII Cabang Tegal

Ia menjelaskan NU Sulsel prihatin atas terjadinya aksi bom di Sarinah Jakarta. Iskandar juga menegaskan dalam sejarah bernegara, tidak ada warga NU yang terlibat aksi terorisme di Indonesia. NU merupakan garda terdepan melawan aksi terorisme dan tentunya bersama TNI negara akan kuat.

"Warga NU Sulsel harus menjadi pelopor anti terorisme di Sulawesi Selatan," imbuhnya.

NU Sulsel setiap malam Jumat di bulan pertama selalu mengadakan silaturrahim yang dikemas dalam acara Lailatul Ijtima dan diisi tausiyah dari sesepuh NU. Hal ini beramnfaat untuk menjaga silaturrahim sesama warga NU dan mengantisipasi masuknya paham-paham radikalisme di kalangan warga NU.?

Setelah sambutan H Agus Surya Bakti dan Prof Iskandar Idy, acara dilanjutkan pembacaan surat Yasin dan naskah dzikir NU Sulsel yang dipimpin Katib Syuriyah NU Sulsel Dr Ruslan dan Wakil Katib Syuriyah NU Sulsel Dr Muammar Bakry yang diikuti ribuan jamaah.

Wakil Ketua NU Sulsel Prof Abd Rahim Yunus dalam tausiyahnya banyak menyinggung tentang kerukunan umat beragama di Sulawesi Selatan. Menurutnya, dalam fakta sejarah, kejayaan Islam tak lepas dari kontribusi umat Agama lain.

“Hal ini dapat kita lihat, bagaimana umat Yahudi di Madinah yang mengakui kerasulan Nabi Muhammad kala itu, bagaimana umat Yahudi hidup damai dengan umat Islam, sehingga menghasilkan perjanjian Madinah yang tentunya memberikan dampak positif kemajuan Islam di Madinah,” ? ungkap Rahim Yunus yang juga guru besar Sejarah Islam UIN Alauddin.

"Di sisi lain NU bersama komponen bangsa yang lainnya bersama TNI membangun bangsa Indonesia dengan nilai Islam yang rahmatan lil alamin," imbuhnya.

Tampak hadir Ibu Pangdam VII Wirabuana Bella Shapira, para Pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah NU Sulsel, Rektor UIM Dr Majdah M Zain, Rektor UMI Prof Dr Masrurah, para Wakil Rektor UIM, para Ketua Lembaga/Lajnah dan Badan Otonom NU Sulsel, dan ribuan warga Nahdliyin. (Andy Muhammad Idris/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Daerah PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock