Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Inilah Sejumlah Masalah Jakarta Menurut Yenny Wahid

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Kota Jakarta sebagai ibu kota negara memiliki sejumlah masalah kronis yang harus segera diselesaikan oleh pemimpinnya.

Inilah Sejumlah Masalah Jakarta Menurut Yenny Wahid (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Sejumlah Masalah Jakarta Menurut Yenny Wahid (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Sejumlah Masalah Jakarta Menurut Yenny Wahid

Masalah itu tidak sebatas pada perbaikan infrastruktur semata, tapi membuat warga Jakarta dapat hidup lebih manusiawi dan sejahtera, kata putri mendiang Presiden keempat Indonesia, Abdurrahman Wahid, yaitu Yenny Wahid, di Jakarta, Rabu.

"Yang dibutuhkan saat ini suatu terobosan dan inovasi untuk mengatasi berbagai persoalan di Jakarta. Siapa yang bisa melakukannya, tentunya pemimpin," kata Yennny seusai bertemu Wakil Gubernur DKI Jaya, Basuki Purnama (Ahok) di Balai Kota.

PMII Cabang Tegal

Menurut perempuan kelahiran Jombang, 29 Oktober 1974, ini tidak sulit melihat masalah di Jakarta karena hanya seputar rendahnya kesejahteraan, buruknya infrastruktur dan penataan kota.?

Namun, hal yang tersulit yakni mendapatkan pemimpin yang mau mengubah Jakarta menjadi lebih baik.

PMII Cabang Tegal

"Saya melihat kualitas itu ada di Ahok. Tapi, sekali lagi, waktu dia memimpin tergolong singkat jadi butuh suatu terobosan. Jika tidak, orang tidak akan percaya lagi," Direktur Wahid Institute ini.

Menurutnya, sudah terjadi perbaikan dalam sistem tata kelola pemerintahan dari tingkat kelurahan hingga provinsi di DKI Jakarta.

Ia pun merasakannya sendiri karena mengalami kemudahan dalam pengurusan dokumen kependudukan.

"Sebelumnya jika ngurus kartu tanda penduduk bisa dipimpong hingga berminggu-minggu. Kini tidak lagi karena sudah ada sistem pengawasan dari atas ke bawah, lurah yang bermasalah dapat dilaporkan langsung," ujar dia. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pesantren, Kiai, Sholawat PMII Cabang Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

PMII Cirebon Gelar Sekolah Cinta Perdamaian

Cirebon, PMII Cabang Tegal. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cirebon menggelar Sekolah Cinta Perdamaian (Setaman) bekerja sama dengan Fahmina Institute di Pesantren Salafiyah Bode Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (26/10). Acara ini dihadiri puluhan anggota dan kader perwakilan dari setiap komisariat dan perwakilan pesantren.

M. Yazidul Ulum, Ketua PC. PMII Cirebon, mengatakan Sekolah Cinta Perdamaian ini bermaksud mengajak para mahasiswa untuk menjadi penggerak perdamaian di lingkungan masing-masing. “Penggerak perdamaian dimulai dari lingkungan terkecil menebarkan damai, yang jika terus-menerus dilakukan akan semakin luas perdamaian yang kita harapkan,” kata Yazid.

PMII Cirebon Gelar Sekolah Cinta Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Cirebon Gelar Sekolah Cinta Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Cirebon Gelar Sekolah Cinta Perdamaian

Beberapa materi disampaikan dalam Setaman ini oleh KH. Marzuki Wahid, Rosidin, Alifatul Arifiati, dan Abdul Rosidi. “Lain dulu lain sekarang, dulu perbedaan dijadikan kekuatan untuk memajukan negara-bangsa, sekarang ini banyak sekali konflik kekerasan, tawuran, saling mengejek, bullying antar kelompok karena satu kelompok dianggap berbeda oleh kelompok yang lain. Seolah-olah kita sudah kehilangan akar kebangsaan kita yang menjunjung tinggi perdamaian,” jelas Marzuki Wahid yang menyampaikan materi Sejarah pembentukan Negara-bangsa Indonesia.

PMII Cabang Tegal

Sementara Rosidin, salah satu narasumber, menyampaikan, konflik yang terjadi akibat perbedaan pandangan khususnya terkait agama banyak terjadi di sekeliling kita. “Kita harus memahami konflik sebagai sesuatu yang positif. Konflik akibat perbedaan paham keagamaan? ? bisa diselesaikan. Beragam jenis kelamin, suku, etnis, bahasa justru menjadi kekuatan untuk bergandengan tangan. Kita mesti damai dalam perbedaan,” ungkap Direktur Fahmina Institute yang menyampaikan materi Memahami Konflik, Membangun Perdamaian.

Sedangkan materi Internet Positif dan Menulis Cinta Damai disampaikan oleh Abdul Rosidi. Rosidi mengatakan fenomena maraknya berita, tulisan, gambar, dan video yang berhamburan di dunia maya sangat membahayakan.

PMII Cabang Tegal

“Sudah saatnya kita menulis dan mengkampanyekan perdamaian lewat internet apalagi media sosial (medsos). Anak muda atau mahasiswa sekarang lebih memilih internet sebagai alat untuk mencari atau menrima informasi. Jadi internet ini bisa menjadi pilihan untuk menyampaikan ide-ide dan gagasan dalam mengkampanyekan perdamaian,” tandas Redaktur Fajar Cirebon Online. (Ayub Al Ansori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Lomba, Habib, Pesantren PMII Cabang Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Aktif di IPNU dan IPPNU Sekarang, Bermanfaat di Masyarakat Kelak

Kendal, PMII Cabang Tegal. Ketua Pimpinan Cabang Ikaatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Kendal Kholid Abdillah mengatakan, bahwa berorganisasi di IPNU dan IPPNU hari ini akan bermanfaat ketika bermasyarakat kelak.

Menurut Kholid, di organisasi IPNU dan IPPNU sudah menyiapkan perbekalan untuk hidup bermasyarakat.

Aktif di IPNU dan IPPNU Sekarang, Bermanfaat di Masyarakat Kelak (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktif di IPNU dan IPPNU Sekarang, Bermanfaat di Masyarakat Kelak (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktif di IPNU dan IPPNU Sekarang, Bermanfaat di Masyarakat Kelak

"Organisasi itu sangat penting bagi kita yang nanti hidup bermasyarakat. Bekalnya yaitu manajemen organisasi. Seseorang yang berpendidikan tinggi pun tidak akan memberikan manfaat yang banyak bagi masyarakat apabila tidak pernah ikut organisasi," jelasnya dalam forum Diskusi dan Sosialisasi IPNU-IPPNU di kalangan Santri dan Pelajar di gedung MWCNU Kecamatan Pageruyung, Ahad (14/2).

PMII Cabang Tegal

Hal senada disampaikan Wakil Ketua IPPNU Kendal Afifah? Rahmawati. Menurut dia, dalam bermasyarakat? dibutuhkan pengalaman dan proses yang perlu dijalani oleh setiap kader IPNU-IPPNU.

PMII Cabang Tegal

"Proses dalam organisasi? itu merupakan nyawa diri kita sendiri. Prosesnya baik, hasilnya juga akan baik. Prosesnya berhenti di tengah jalan, ya mana ada hasilnya," ujar Afifah.

Sedangkan Wakil Ketua IPNU Kendal Abdul Rokhim, menyampaikan bahwa dengan cara hidup disiplin kita mempunyai satu bekal yang dibutuhkan dalam bermasyarakat.

"Berorganisasi merupakan suatu harta yang sangat berharga yang dimiliki masing-masing pengurus maupun anggota. Itu sangat mahal harganya, tidak bisa didapat di sekolah maupun tempat lain," pungkasnya.

Sejak dilantik sebulan lalu, Pimpinan Cabang Ikaatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten? Kendal? Jawa Tengah gencar melakukan sosialisasi dan kaderisasi. Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga keaktifan IPNU-IPPNU di tingkatan Anak Cabang maupun Ranting dan Komisariat.

Karena itulah, Pimpinan Cabang mendukung? penuh setiap kegiatan yang dilakukan Pimpinan Anak Cabang maupun Pimpinan Ranting dan Komisariat. Karena dengan demikian akan mempermudah sosialisasi dan kaderisasi.

"Kita mendukung penuh setiap kegiatan IPNU-IPPNU yang diadakan oleh PAC-PAC se-Kabupaten Kendal," ujar Kholid. (Skn/f/Alw)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pesantren, Cerita, PonPes PMII Cabang Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

PBNU Bahas RUU Penyelenggaraan Pemilu

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) tentang Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyelenggaraan Pemilu di lantai 5 Gedung PBNU, Kamis (26/1).

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU H. Helmy Faisal Zaini menyampaikan bahwa hasil survei terakhir tentang jumlah warga NU mencapai 45% atau menembus 120 juta di seluruh Indonesia.?

PBNU Bahas RUU Penyelenggaraan Pemilu (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Bahas RUU Penyelenggaraan Pemilu (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Bahas RUU Penyelenggaraan Pemilu

Menurut Helmy, saat Munas Alim Ulama dan Kombes NU tahun 2012, kiai-kiai NU mengusulkan agar pemilihan dilakukan dengan menggunakan sitem keterwakilan karena maraknya budaya politik uang.

Di tempat yang sama, Ketua PBNU Robikin Emhas mengharapkan lahir dua gagasan. Pertama, melahirkan pemimpin yang bisa diandalkan, yaitu pejuang utk mewujudkan apa yang dikehendaki para pendiri negeri ini. Karena, problem sekarang adalah rendahnya moral penguasa. Ia berharap, pemilu melahirkan negarawan bukan hanya politisi.

Kedua, memperkuat sistem presidensial. Menurutnya, sekarang sistem pemerintahan kita tidak jelas. “Sistem pemilu itu harus mencerdaskan pemilih. Pemilih yang cerdas diantaranya, pemilih yang tidak mau menerima suap,” katanya.

PMII Cabang Tegal

Sementara pembicara dari Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) Jhonny G. Plates meminta agar semua bersepakat dalam membuat Undang Undang (UU) dengan perpektif jangka panjang.?

Menurutnya, perlu perspektif yang sama untuk mencegah pragmatisme. “Saya hadir ingin mendengar perpektif NU karena maju mundurnya Indonesia tergantung maju mundurnya NU,” tegasnya.

PMII Cabang Tegal

Jhonny menambahkan, tantangan terbesar itu ada di partai politik untuk menyajikan pemimpin yang berkualitas. “Kita berharap penyelenggaraan pemilu ke depan lebih berkualitas,” pungkasnya.?

Hadir pada kesempatan itu Katua PBNU Umar Syah, Anggota DPR Fraksi PKB Luqman Edi, Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa, dan Ketua KPU Pusat Juri Ardiantoro. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sejarah, Pesantren, Ubudiyah PMII Cabang Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

PKL GP Ansor Se-Jatim, Ajang Konsolidasi Antarpengurus

Sumenep, PMII Cabang Tegal

Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Gerakan Pemuda Ansor se-Jawa Timur berlangsung di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Batuan Sumenep, Jawa Timur, 9-10 April 2016). Salah satu jenjang kaderisasi di organisasi pemuda NU ini menjadi ajang konsolidasi antarpengurus di berbagai tingkatan.

Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jatim H. Rudi Tri Wahid menyampaikan, untuk menjamin konsistensi dan keberlanjutan kaderisasi di tubuh organisasi pemuda Nahdliyyin, diperlukan adanya konsolidasi antarpengurus, dari pimpinan ranting, anak cabang, cabang, wilayah hingga pusat.

PKL GP Ansor Se-Jatim, Ajang Konsolidasi Antarpengurus (Sumber Gambar : Nu Online)
PKL GP Ansor Se-Jatim, Ajang Konsolidasi Antarpengurus (Sumber Gambar : Nu Online)

PKL GP Ansor Se-Jatim, Ajang Konsolidasi Antarpengurus

“Jika konsulidasi dan komunikasi antarpengurus ini terjaga mulai dari tingkatan bawah hingga pimpinan pusat maka Ansor ke depan akan menjadi ikon organisasi kepemudaan yang andal dan disegani,” terangnya.

PMII Cabang Tegal

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sumenep Muhri menjelaskan, Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) ini merupakan salah satu upaya dalam membentuk kader-kader Gerakan Pemuda Ansor untuk siap mengawal ulama, menjaga aqidah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Selain menjaga aqidah dan keutuhan NKRI, PKL juga bertjuan untuk menyiapkan kader-kader GP Ansor di masing-masing cabang agar menjadi pemimpin yang visioner,” tegas mantan Ketua PC PMII Sumenep ini.

PMII Cabang Tegal

Bupati Sumenep A Busyro Karim yang hadir dalam kesempatan itu menerangkan, sebuah organisasi yang bisa menjawab tantantangan globalisasi ke depan membutuhkan pemimpin yang visioner, inovasi, dan organisasi yang berbasis massa riil serta pola managemen yang baik. “Dan ketiga ini semua ada di Gerakan Pemuda Ansor,” imbuhnya disambut tepuk tangan para hadirin.

Untuk diketahui, peserta kegiatan PKL ini diikuti oleh 21 PC GP Ansor Kabupaten/Kota se- Jawa Timur. Turut Hadir dalam kegiatan tersebut Rukman Bashori, Ketua Bidang Kaderiasasi PP GP Ansor serta sejumlah instruktur dan pengurus PW GP Ansor Jatim, serta jajaran pengurus PCNU setempat. (Mohammad Madani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pesantren, Amalan, Aswaja PMII Cabang Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

Khotbah Gerhana Matahari oleh KH Maimoen Zubair

? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khotbah Gerhana Matahari oleh KH Maimoen Zubair (Sumber Gambar : Nu Online)
Khotbah Gerhana Matahari oleh KH Maimoen Zubair (Sumber Gambar : Nu Online)

Khotbah Gerhana Matahari oleh KH Maimoen Zubair

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PMII Cabang Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ?:

PMII Cabang Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

?

? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ?

? ? ? ? ? ?.

Artinya, Segala puji bagi Allah swt yang menjadikan matahari dan bulan sebagai salah satu tanda kebesaran Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Perkasa yang mana tanda itu telah tampak bagi orang-orang awas yang merenungkan dan memikirkannya. Dialah yang membuat malam dan siang silih berganti. Pergantian malam-siang itu merupakan peringatan bagi orang-orang berilmu dan berpikir yang bersedia mengambilnya sebagai peringatan. Kita memuji Allah swt atas anugerah yang Dia berikan kepada kita dengan menerima nasihat, menasihati, dan mengambil pelajaran.

Aku bersaksi, tiada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, Yang Maha Tunggal, lagi Maha Kuasa, sebuah kesaksian yang kita simpan untuk hari di mana hati dan mata itu menatap.

Aku bersaksi, penghulu dan junjungan kita nabi besar Muhammad saw adalah hamba dan utusan-Nya, seorang rasul yang mengajak manusia tunduk dan merendahkan diri kepada Allah swt yang mencipta alam semesta tanpa kecuali. Semoga Allah swt melimpahkan shalawat dan salam-Nya untuk penghulu dan junjungan kita nabi besar Muhammad saw yang diutus membawa peringatan dan kabar gembira, untuk keluarganya yang disucikan sesuci-sucinya dari penyembahan berhala dan syirik, untuk para sahabatnya yang mana mereka mengambil petunjuk darinya, dan untuk seluruh pengikut nabi Muhammad saw.

Amma badu,

Para jamaah sekalian, semoga Allah merahmati kamu semua. Bertakwalah kamu semua kepada Allah. Dia telah menampakkan peringatan-Nya kepadamu semua karenanya terimalah peringatan itu. Dia memperlihatkan tanda kuasa-Nya yang paling jelas agar kamu mengambil peringatan. Amati dan pikirkanlah tanda-tanda-Nya yang jelas itu. “Janganlah menjadi salah satu dari mereka yang berhati keras dan mereka yang melupakan Allah lalu Allah membuat mereka lupa diri. Mereka adalah orang fasik,” (Al-Hasyr ayat 19).

Para jamaah shalat gerhana yang dirahmati Allah, ketahuilah bahwa Allah menyadarkan dan mengingatkan kamu dengan peringatan yang paling nyata di hari gerhana ini agar fenomena ini menjadi peringatan bagimu.

Allah menjadikan matahari sebagai tanda dan cahaya-Nya agar kamu semua dapat beraktivitas mencari nafkah di siang hari. Demikianlah matahari sejak dulu selalu begitu. Dan hari ini telah terjadi gerhana matahari. Fenomena ini tidak terjadi kecuali sebagai peringatan agar kamu berbuat baik, mengambil pelajaran, merenung, berpikir, dan takut siksa-Nya. Siksa Allah itu teramat keras. Istighfarlah, istighfar. Mintalah ampunan kepada Tuhanmu. Kembalilah kepada Tuhanmu karena Dia Maha Lembut lagi Maha Tahu.

Ketahuilah Allah mengedarkan matahari di tempat tetapnya. Dia dengan tepat menentukan lintas peredarannya. Matahari dan bulan adalah dua tanda-Nya. Dia mengedarkan matahari dan bulan di tempat edarnya. Keduanya beredar tidak keluar dari lintasan edarnya sejak diciptakan hingga hari ini dan hari-hari esok. Allah menjadikan matahari sebagai tanda-Nya di malam hari sebagaimana bulan adalah tanda-Nya di malam hari atas kuasa Penguasa Yang Maha Tahu. Allah menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya. Allah menentukan semuanya dengan ketentuan yang proporsional.

Wahai umat Islam, bertakwalah kamu kepada Allah dan waspadalah karena Dia menuntutmu waspada atas fenomena gerhana matahari. Pasalnya sinar dan cahaya matahari adalah nikmat dan rahmat-Nya untukmu. Allah mengubah nikmat itu melalui fenomena gerhana agar kamu mengambil pelajaran. “Allah takkan mengubah (nikmat) yang ada pada suatu kaum sampai mereka sendiri yang mengubah (ketaatan) yang ada pada diri mereka. Demikian terjadi karena Allah takkan nikmat yang telah diberikannya kepada suatu kaum sampai mereka sendiri mengubah (ketaatan) yang ada pada diri mereka sendiri,” (Al-Anfal ayat 53).

Bisa jadi gerhana matahari ini terjadi disebabkan oleh akumulasi dosa-dosamu. Karenanya, minta ampunlah atas segala dosamu karena dosa dapat terhapus sebab istighfar. Sesalilah perilakumu yang melewati batas selama ini di hadapan Allah.

Rasulullah saw bersabda, "Sungguh matahari dan bulan adalah dua tanda dari sekian banyak tanda kebesaran Allah. Gerhana keduanya terjadi bukan karena meninggal dan lahirnya seseorang. Kalau kamu lihat fenomena itu, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalat dan bersedekahlah," (HR Bukhari, Muslim, dan lain-lain).

Allah berfirman, "Dialah Allah yang menciptakan matahari sebagai sinar dan bulan sebagai cahaya. Dia menetapkan garis edarnya agar kamu mengetahui bilangan tahun dan hitungannya. Tiadalah Allah ciptakan semua itu kecuali dengan benar. Demikian Allah menerangkan tanda-tanda-Nya bagi kaum yang mau memahami,” (Yunus ayat 5).

? ? ? ?

Kemudian berdoa dengan doa yang sesuai. (diterjemahkan oleh Alhafiz Kurniawan, PMII Cabang Tegal)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pesantren, Quote, Kyai PMII Cabang Tegal

Puluhan Drumben Banser Banjiri Pawai Ta’aruf Pesantren Roudlotul Huda

Kebumen, PMII Cabang Tegal. Pawai ta‘aruf yang digelar pesantren Roudlotul Huda desa Kebadongan kecamatan Klirong kabupaten Kebumen, berlangsung meriah, Ahad (18/1) kemarin. Pawai ini tidak lepas dari aksi puluhan grup drumben Banser dari sejumlah kabupaten di wilayah eks karesidenan Kedu, Pekalongan, dan Banyumas.

Sepanjang perjalanan pawai, kerap kali para anggota Banser memamerkan ketangkasanya dalam memainkan alat musik tersebut seperti halnya grup drumben TNI dan Polri. Pawai ini juga tampak meriah oleh ratusan sepeda hias dan 50 grup jaran joged yang ditunggangi santri pesantren setempat.

Puluhan Drumben Banser Banjiri Pawai Ta’aruf Pesantren Roudlotul Huda (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Drumben Banser Banjiri Pawai Ta’aruf Pesantren Roudlotul Huda (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Drumben Banser Banjiri Pawai Ta’aruf Pesantren Roudlotul Huda

Wakil Bupati Kebumen Hj Djuwarni melepas langsung pawai ta‘aruf yang diadakan dalam rangka peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Lepas pawai, panitia maulid menyerahkan santunan kepada 50 anak yatim piatu .

PMII Cabang Tegal

"Kegiatan pawai ta‘aruf ini merupakan rangkaian peringatan Maulid tahun ini yang dilaksanakan selama dua hari," kata Pengasuh pesantren Raudlotul Huda KH Khafi Mahfud di sela-sela kegiatan.

Pihak pesantren, kata Kiai Khafi, sengaja mengundang Banser dari berbagai daerah. Ia berharap, setelah melihat adanya ribuan anggota Banser warga NU di Kebumen akan merasa bangga sekaligus tumbuh semangatnya untuk menghidupkan organisasi NU.

PMII Cabang Tegal

Pihaknya juga ingin mengenalkan keberadaan Banser kepada masyarakat terutama generasi muda. Mengingat semakin berkembangnya zaman, generasi muda NU yang tahu dan mengenal Banser semakin jarang.

"Dengan kedatangan ribuan anggota Banser di Kebumen ini, kita ingin menunjukan bahwa warga NU Kebumen tetap solid untuk menjaga keutuhan Bangsa Indonesia dari gangguan gerakan-gerakan Islam radikal," imbuh Kiai Khafi didampingi Komandan Banser Kebumen Juni Awaludin. (Beni Yanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Meme Islam, Pesantren PMII Cabang Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Dosa Korupsi Lebih Besar daripada Zina

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Pror Dr Said Aqil Siradj mengatakan, perbuatan zina merupakan dosa besar. Namun, melakukan korupsi dosanya jauh lebih besar, karena dampak dari perbuatan itu lebih besar dan menyangkut masyarakat luas, yakni bangsa Indonesia.

Dosa Korupsi Lebih Besar daripada Zina (Sumber Gambar : Nu Online)
Dosa Korupsi Lebih Besar daripada Zina (Sumber Gambar : Nu Online)

Dosa Korupsi Lebih Besar daripada Zina

“Ya, zina itu dosa besar, tapi dosa korupsi itu lebih besar lagi karena berkaitan dengan hak anak Adam dan dampaknya yang sangat besar,” ungkap Kang Said--begitu panggilan akrabnya--di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (4/12).

Kang Said mengatakan hal itu menanggapi maraknya pemberitaan media massa terkait beredarnya rekaman video mesum seorang anggota DPR RI Yahya Zaini dengan penyanyi dangdut Maria Efa. Menurut doktor jebolan Universitas Ummul Quro Mekkah itu, perlakukan publik dan aparat penegak hukum terhadap pejabat negara yang melakukan korupsi seharusnya lebih berat dari pada pelaku perbuatan zina.

“Kalau orang melakukan zina, dia harus bertobat dengan sungguh-sungguh agar dosanya diampuni. Nah, kalau orang melakukan korupsi, ia tidak hanya cukup membaca istighfar, tapi juga harus mengembalikan uang yang dikorupsi karena itu hakkul adami,” katanya.

PMII Cabang Tegal

Kang Said menambahkan, orang yang melakukan korupsi seharusnya harus lebih punya rasa malu karena perbuatannya. Ia melihat, para pejabat negara yang merampas uang rakyat banyak yang tidak punya rasa malu, karena masih bebas berkeliaran ke mana-mana. ”Orang berzina harus malu, tapi melakukan korupsi juga harus lebih malu lagi,” tandasnya.

Hal senada dikatakan Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), KH AN Nuril Huda. Menurutnya, dampak yang ditimbulkan korupsi uang milyaran atau triliunan rupiah lebih besar daripada perbuatan zina. Pernyataan itu, bukan berarti ia membela orang yang melakukan zina.

PMII Cabang Tegal

“Bukan bermaksud membela orang yang berzina, dosa orang korupsi itu lebih besar. Negeri ini hancur karena korupsi. Jadi, pejabat Negara yang melakukan perbuatan zina dan korupsi harus diperlakukan sama. Jangan sampai korupsi dipandang sebagai masalah remeh,” ungkap Kiai Nuril, demikian ia akrab disapa.

Kiai Nuril mengatakan, di negeri ini orang yang melakukan korupsi tidak punya rasa malu. Bahkan, banyak pejabat yang melakukan korupsi, tapi masih bangga tampil di depan umum, dan tetap menjadi pejabat. Padahal, selain dosa besar, korupsi juga merugikan orang banyak.

”Mestinya orang yang korupsi juga punya malu. Sekali lagi, ini bukan berarti membela orang yang zina. Kita ingin setiap pejabat negara yang bersalah diperlakukan sama, baik melakukan perbuatan asusila maupun mengambil hak milik orang lain,” tegasnya. (rif/amh)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pesantren PMII Cabang Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Sambut Munas-Konbes NU, INC Gelar Seminar Mahaguru Ulama NTB

Mataram, PMII Cabang Tegal

Islam Nusantara Center (INC) akan menggelar seminar nasional dengan tema Maha Guru Ulama Nusantara Zona Nusa Tenggara Barat: Jejaring Ulama Syekh Abdul Ghani Bima, Syekh Muhammad Zainuddin Sumbawa, dan TGKH Zainuddin Abdul Madjid pada Rabu (22/11) di Masjid Istiqlal Jakarta. 

Dikutip dari rilis panitia, acara tersebut dimaksudkan sebagai upaya untuk mengingat peran, kiprah, dan warisan ulama Nusantara. Tidak bisa dipungkiri bahwa peran ulama di masyarakat begitu sentral dan penting. Tradisi, budaya, dan ilmu yang diwariskan ulama terbukti menjadi kekuatan nasional dan menguatkan semangat kebangsaan.

Selain itu, warisan ulama Nusantara adakah terjalinnya jejaring keilmuan dan kebudayaan kepada generasi setelahnya. Sehingga, semangat kebangsaan bisa terikat dengan kuat terutama dengan jejaring guru dan murid.

Sambut Munas-Konbes NU, INC Gelar Seminar Mahaguru Ulama NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Munas-Konbes NU, INC Gelar Seminar Mahaguru Ulama NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Munas-Konbes NU, INC Gelar Seminar Mahaguru Ulama NTB

Seminar ini juga dilaksanakan untuk menyambut acara Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan di Nusantara Tenggara Barat (NTB) pada 23-25 November. Oleh karena itu, tema yang diangkat adalah mahaguru ulama pulau seribu masjid itu. 

Rencananya acara ini akan dihadiri oleh Muhaimin Iskandar (pembicara kunci) dan beberapa tokoh lain yang menjadi pemateri, diantaranya Din Syamsuddin, Nasaruddin Umar (Imam Besar Masjid Istiqal Jakarta), TGB. H. Zainul Majdi (Gubernur NTB), Sultan Muhammad Kaharuddin IV, Abdul Ghani Abdullah, Fahri Hamzah (Wakil Ketua DPR RI Sumbawa NTB), Wildan, Zainul Milal Bizawie (Sejarawan dan penulis buku Masterpiece Islam Nusantara”), dan A. Ginanjar Sya’ban (Filolog dan Direktur Islam Nusantara Center - INC). (Red: Muchlishon Rochmat)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pesantren PMII Cabang Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

STAINU Tasikmalaya Gelar Wisuda Pertama

Tasikmalaya, PMII Cabang Tegal. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Tasikmalaya menggelar wisuda untuk pertama kalinya di kampus STAINU yang juga gedung PCNU Tasikmalaya, Jl Dr Sukarjo, pada Sabtu, (24/11) pagi.

?

Wisudawan-wisudawati pertama tersebut berjumlah 63 orang dari dua program studi, yaitu Manajemen Pendidikan Islam (MPI) 43 orang dan Ahwal Syahsiyah (AS) 20 orang.

STAINU Tasikmalaya Gelar Wisuda Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Tasikmalaya Gelar Wisuda Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Tasikmalaya Gelar Wisuda Pertama

?

“Alhamdulillah semua lulusan rata-rata berpredikat memuaskan,” ujar Muhdir Susilo, ketua panitia wisuda yang juga Pembantu Ketua (Puket) III Bidang Kemahasiswaan.

?

PMII Cabang Tegal

Ketua STAINU Tasikmalaya Drs H Iman Suparman MM, dalam sambutannya mengatakan, setitik ilmu yang telah didapat para lulusan supaya dimanfaatkan untuk pribadi, keluarga, masyarakat, dan bangsa.

?

“Para lulusan diharapkan mampu menjadi estafet perjuangan para ulama dan pemimpin bangsa,” kata Iman yang juga Ketua PCNU Kota Tasikmlaya.

?

PMII Cabang Tegal

Lulusan STAINU juga harus hidup mandiri, tidak menggantungkan hidup kepada orang lain. ? ?

? ?

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pesantren, Olahraga, Pahlawan PMII Cabang Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Ketua Umum ISNU Luncurkan Delapan Buku

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Peluncuran buku kini sedang menjadi trend di lingkungan NU, ditengah hiruk pikuk perbincangan publik menjelang pembentukan pemerintahan baru. Kali ini, Ketua Umum Ikatan Sarjana NU (ISNU) Ali Masykur Musa meluncurkan delapan buku sekaligus di gedung PKB, Kamis (16/10).?

Sebelumnya, dalam waktu yang tak terlalu lama mantan Katib Aam PBNU Nasaruddin Umar, Wakil Ketua Umum PBNU As’ad Said Ali dan Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid juga telah meluncurkan buah pikirannya.

Ketua Umum ISNU Luncurkan Delapan Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Umum ISNU Luncurkan Delapan Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Umum ISNU Luncurkan Delapan Buku

Delapan buku Ali Masykur yang diluncurkan tersebut adalah Konsistensi di Tengah, Mengukir Demokrasi, Audit Minerba, Audit Kehutanan, Uang Negara = Uang Rakyat, Membumikan Islam Nusantara dan Teropong Keuangan Negara.

PMII Cabang Tegal

“Pusaka abadi kita bukan kekayaan, tapi adalah karya tulis dan ini menjadi bagian dari legacy saya. Bahwa anak-anak saya akan mengenang, bapaknya pernah menulis. Sekarang sudah 18 buku,” katanya.?

PMII Cabang Tegal

Selain itu, kata Ali Masykur yang baru saja menyelesaikan jabatannya sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), buku ini merupakan pertanggungjawaban sebagai pimpinan BPK. “Semoga bisa menjadi pegangan bagi para auditor, khususnya audit lingkungan, dimana sejak 2013, saya dipercaya ketua audit lingkungan sedunia.”

Buku Konsisten di Jalan Tengah berbicara tentang testimoni dari para koleganya dan mereka pada berkesimpulan. “Ada teman dan sahabat yang memotret saya. Kesimpulannya, saya dianggap orang jalan tengah,” ujarnya.

Sementara itu buku Mengukir Demokrasi ditulis dan dirumuskan ketika menjadi anggota konvensi partai Demokrat. “Kalau bicara arah pembangunan, disini dummynya.”

Mantan Ketua Umum PB PMII ini menyatakan, ia berencana membuat buku seri audit lingkungan. Pertama yang sudah jadi adalah buku Audit Minerba, yang membahas berbagai persoalan di sektor mineral dan batubara yang eksploitasinya tidak terkontrol. Buku Audit Kehutanan bercerita tentang deforestasi, kebakaran hutan dan persoalan terkait dan bagaimana strategi mengeremnya. Seri audit lingkungan yang belum selesai berkait dengan audit Tata Ruang dan Audit Pangan dan Audit Energi.?

Buku Teropong Keuangan Negara: Peta Jalan dan Cetak Biru BPK RI berbicara tentang negara, pertama etika keuangan negara dan bagaimana peran BPK dalam melakukan audit keuangan negara. Salah satu kemajuan yang dicapai saat ini adalah, pemeriksaan bisa dilakukan di tengah periode tahun anggaran, tidak hanya di akhir sebagaimana sebelumnya. Menurutnya, kalau diperiksa diakhir tahun anggaran, gampang disulap, sementara kalau di tengah, susah.

Buku Uang Negara = Uang Rakyat membahas tentang penerimaan negara dari sektor Sumber Daya Alam (SDA) dan bagaimana regulasi-regulasi yang mengaturnya.

“Terakhir, sebagai orang NU, saya menulis bagaimana menangkal ISIS. Jadi kita membumikan Islam Nusantara, islam NU, Islam yang toleran,” tandasnya.

Sebelumnya mantan Katib Aam PBNU yang saat ini menjadi Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar meluncurkan lima buku pada (19/8/2014) yang berjudul "Ketika Fikih Membela Perempuan", "Menuai Fadhilah Dunia, Menuai Berkah Akhirat", "Mendekati Tuhan dengan Kualitas Feminim", "Deradikalisasi Pemahaman Al Quran dan Hadits" serta "Tasawuf Modern".

Lalu Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) As’ad Said Ali meluncurkan buku keempatnya yang berjudul “Al Qaeda: Tinjuan Sosial-Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya” pada Jumat (26/9).?

Yang paling akhir, sebelum Ali Masykur Musa adalah peluncuran buku Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid berjudul "Keuangan Inklusif: Membongkar Hegemoni Keuangan" pada Jumat (10/10). (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pesantren PMII Cabang Tegal

Kamis, 23 November 2017

Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda

Samarinda, PMII Cabang Tegal. Hotel Bumi Senyiur Samarinda tampak ramai, Jumat (13/04) siang. Di dalamnya penuh dengan para aktivis NU dari berbagai daerah di Indonesia, berkisar 200-an orang. Mereka sedang mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Rembuk Nasional tentang Sumber Daya Alam yang ditangani oleh Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU). Acara tersebut juga melibatkan para pengurus Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) dan Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LBNNU) se-Indonesia.

Pantauan PMII Cabang Tegal, pertemuan tersebut dimulai dengan pra-acara, yaitu penampilan Grup Habsyi Labaika Samarinda Sebrang. Puluhan Muslimat Samarinda tersebut mampu mencairkan suasana, melantunkan shalawat nabi dengan nada yang amat merdu. Tak sedikit hadirin yang tersihir olehnya, bahkan hadirin menyempatkan diri memotret sekaligus mengabadikan penampilan Grup Habsyi melalui video klip.

Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda

Penampilan Grup Habsyi cukup lama, berkisar sejam. Ketika jam menunjukkan pukul 14.30, MC membacakan susunan acara. Bersamaan dengan itu, ketua umum PBNU KH Said Aqil Siroj telah hadir di tengah-tengah hadirin. Tampak mendampingi kang Said beberapa pengurus PBNU, seperti Prof Maksum, H Marsudi Syuhud, dan ketua PWNU Kalsel HM Rasyid.

PMII Cabang Tegal

Redaktur     : Mukafi Niam

PMII Cabang Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pesantren, Kajian, Internasional PMII Cabang Tegal

Rabu, 22 November 2017

Santri yang Menguji Kewalian Gus Dur

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Dalam sebuah forum Gusdurian, seorang santri asal pesantren Ploso Kediri mengaku kepada Allisa Wahid, putri Gus Dur, bahwa ia pernah menguji kewalian Gus Dur.

Santri yang Menguji Kewalian Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri yang Menguji Kewalian Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri yang Menguji Kewalian Gus Dur

Santri yang memiliki sikap kritis ini mengisahkan, suatu hari ia datang ke Jakarta untuk suatu keperluan. Hajatnya di Jakarta pun berjalan baik, sayangnya ada masalah baru, yaitu kehabisan uang saku untuk kembali ke Kediri.

Ia pun berfikir untuk menemui KH Said Aqil Siroj di Ciganjur Jakarta Selatan untuk menyampaikan persoalannya ini, tetapi sesampai disana ternyata Kang Said sedang pergi. "Wah bisa gawat ini kalau sampai ngak bisa pulang,“ pikiranya dalam hati.

PMII Cabang Tegal

Ia pun terdiam, berusaha mencari solusi lain bagaimana agar bisa pulang ke Pesantren. Tiba-tiba terbersit pikirannya, “Mengapa ngak bersilaturrahmi ke Gus Dur di rumah sebelah. Katanya orang-orang, beliau kan wali, coba saja ah, diuji sekalian, benar apa ngak dia seorang wali, mumpung lagi dekat”

PMII Cabang Tegal

Ia pun segera memutar langkahnya menuju rumah Gus Dur yang jaraknya hanya sepelemparan batu saja dari rumah Kang Said. Beruntung, Gus Dur sedang di rumah dan ia segera antri untuk bisa bertemu Gus Dur yang hari itu sedang banyak tamu.

Ketika sudah tiba gilirannya, ia pun masuk, mencium tangan Gus Dur sebagaimana etika seorang santri kepada kiainya. Menyampaikan bahwa ia santri dari Ploso Kediri, ingin bersilaturrahmi sebelum pulang, tapi ia tak menyampaikan sedang tak punya ongkos.

Gus Dur rupanya tahu persoalan yang sedang dialaminya, begitu pamit, ia diberi ongkos yang cukup untuk membeli tiket kereta api kelas bisnis. Ia pun senang sekali, karena ketika berangkat hanya naik kereta kelas ekonomi.?

Barulah ia percaya kalau Gus Dur itu seorang wali.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pesantren PMII Cabang Tegal

Kamis, 16 November 2017

Di Pati, Santri Kunjungi Makam Pahlawan

Pati, PMII Cabang Tegal. Pengurus Cabang GP Ansor Pati, Jawa Tengah bersama jajarannya mengadakan ziarah ke makam pahlawan Kabupaten Pati utara pasar Puri Baru, Pati, Ahad (22/10). Acara tersebut bertujuan untuk mengingatkan pada para santri terutama yang masih pelajar untuk selalu ingat betapa keras perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan negara ini.

Ketua PC GP Ansor Pati Irham Shodiq menuturkan peringatan hari santri dijadikan sebagai upaya para Nahdliyyin untuk selalu mengingat dari mana santri berasal kemudian perjuangan apa yang telah diberikan dan apa tujuan para santri sebenarnya, semua harus jelas. 

“Tidak asal-asalan menjadi santri, karena santri sendiri adalah pejuang, pejuang ilmu dan pejuang agama,” katanya.

Di Pati, Santri Kunjungi Makam Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Pati, Santri Kunjungi Makam Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Pati, Santri Kunjungi Makam Pahlawan

Di samping itu, santri juga senantiasa tunduk dan patuh kepada para kiai dan ulama. 

“Menjadi seorang santri memang sangat berat, mulai dari pengalaman belajar di belakang meja sekolah, mengaji, menghafal sampai dengan pengalaman tidak mandi sampai berhari-hari. Semua pengalaman itu bisa dirasakan ketika seseorang menjadi santri di sebuah pondok,” lanjut Shodiq. 

PMII Cabang Tegal

Shodiq menambahkan, menjadi seorang santri merupakan langkah awal yang sangat hebat untuk menjadikan diri lebih siap dalam menjalani kehidupan didunia bahkan akhirat. Santri jangan hanya melihat santri dari pakaiannya yang tidak “style modern” yang hanya sarungan dan bersongkok, namun lihat isinya, dalam arti ilmu dan etikanya. 

“Sebenarnya banyak para alumni santri yang sekarang ini menjabat diberbagai perusahaan-perusahaan besar, mungkin saja nanti malah ada seorang santri yang menjadi orang nomor satu di negara ini,” ucap Shodiq langsung disambut tepuk tangan dari para peserta yang kebanyakan perwakilan dari beberapa pondok yang ada di Kabupaten Pati.

“Kami sangat bangga menjadi seorang santri, karena ilmu yang kami peroleh lebih luas, baik ilmu agama maupun ilmu umum” ucap salah seorang santri kepada PMII Cabang Tegal. 

Ia mengatakan, belajar di pondok lebih mengedepankan jiwa sosial, karena di pondok sering diajarkan untuk selalu saling membantu kepada sesama yang dipraktikkan dalam kehidupan kesehariaanya. Contoh kecil saja dalam hal makanan, sesama santri pondok biasanya kalau makan menggunakan nampan ataupun daun pisang yang dikelilingi 10 sampai 12 orang santri. Jadi tidak ada santri yang makan menggunakan piring untuk makan sendiri. (Hasan Udin/Kendi Setiawan)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pesantren, Budaya, Habib PMII Cabang Tegal

Rabu, 15 November 2017

Gus Mus: Jangan Biarkan Kebencian dan Dendam Merusak Fitrah Muliamu

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri menegaskan bahwa fitrah manusia sesungguhnya mulia. Tetapi kemuliaan tersebut akan rusak bilamana manusia memelihara kebencian dan dendam.

Gus Mus: Jangan Biarkan Kebencian dan Dendam Merusak Fitrah Muliamu (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Jangan Biarkan Kebencian dan Dendam Merusak Fitrah Muliamu (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Jangan Biarkan Kebencian dan Dendam Merusak Fitrah Muliamu

Hal ini diungkapkan oleh kiai yang akrab dipanggil Gus Mus ini dalam Tweet Jum’atnya di akun twitter pribadinya, Jumat (14/10).?

Gus Mus juga menjelaskan bahwa kebencian dan dendam dapat merusuhkan suasana hati. Suasana hati di sini bukan hanya suasana hati sang pembenci dan pendendam, tetapi suasana orang yang dibenci dan didendami yang akhirnya berdampak pada tidak kondusifnya kehidupan sosial-masyarakat.

“Jangan biarkan kebencian dan dendam merusakkan fitrah muliamu dan merusuhkan suasana hatimu,” tulis Gus Mus.

PMII Cabang Tegal

Secara jelas, Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang, Jawa Tengah ini menggarisbawahi sifat dasar kemuliaan seseorang yang harus terus dijaga demi mewujudkan suasana hati yang damai, tenang, dan tentram.?

Jika suasana hati damai, hal ini akan berdampak pada lingkungan di mana masyarakat tinggal. Secara luas akan terwujud apa yang disebut Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur (Negeri yang baik dengan Allah Yang Maha Pengampun) sehingga akan terwujud negara yang damai, adil, dan makmur yang diberkahi dan diampuni Allah.?

Gus Mus secara rutin memberikan kalam hikmah setiap Jumat datang yang secara konsisten diberi tajuk Tweet Jum’at. Tweet Jum’at Gus Mus ini hanya satu-dua kalimat, namun memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat. Terbukti dengan ribuan respon yang mengalir deras dari tweetnya itu, baik yang me-retweet, like, dan me-replay. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Pesantren, Meme Islam, Humor Islam PMII Cabang Tegal

Minggu, 12 November 2017

Tim Ekspedisi Islam Nusantara Minta Doa Nahdliyin

Banda Aceh, PMII Cabang Tegal 

Sebelum keberangkatan untuk menjelajah Islam di Aceh, tim Ekspedisi Islam Nusantara melakukan doa bersama dipimpin Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Imam Pituduh di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Sabtu dini hari (30/4). 

Kemudian secara khusus, ia mewakili rombongan berjumlah 25 orang tersebut, meminta doa kepada warga NU agar ekspedisi ini lancar dan selamat di perjalanan. Serta membuahkan hasil yang bermanfaat tidak hanya untuk warga NU tapi untuk Islam Indonesia. 

Tim Ekspedisi Islam Nusantara Minta Doa Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Ekspedisi Islam Nusantara Minta Doa Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Ekspedisi Islam Nusantara Minta Doa Nahdliyin

Menurut dia, selama perjalanan di pulau Jawa, tim Ekspedisi Islam Nusantara selalu meminta doa kepada kiai, santri-santri, pengurus NU untuk kesuksesan ekspedisi ini karena doa merupakan senjata orang mukmin.

Saat ini Senin (2/5), Ekspedisi Islam Nusantara telah melakukan penjelajahan selama 32 hari. Dua hari di antaranya berada di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Tim ini dilepas dan didoakan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon Jawa Barat pada (31/3).

PMII Cabang Tegal

“Ini baru separuh perjalanan,” kata Imam Pituduh, “sehingga penjelajahan ini masih sangat panjang. Jadi, mohon doanya kepada segenap nahdliyin akan kesuksesan ekspedisi ini,” tambahnya.

Ekspedisi Islam Nusantara setelah selesai di pulau Jawa, akan menjelajah 5 provinsi di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua. (Abdullah Alawi)  

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pesantren, IMNU PMII Cabang Tegal

Kamis, 09 November 2017

Pengurus Cabang NU Bojonegoro Dilantik

Bojonegoro, PMII Cabang Tegal. Sempat tertunda, pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro akhirnya dilaksanakan, Ahad (2/2) siang. Hadir dalam acara tersebut, para petinggi NU dari Bojonegoro sampai dengan Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur.

Acara dimulai dengan tahlil bersama yang dipimpin KH Makmur Sulaiman. Setelah itu tampilan gambus mengisi kegiatan pra acara yang berlangsung di gedung Islamic Center, Jalan Panglima Polim, Kota Bojonegoro. Ribuan pengurus, mulai tingkat kabupaten sampai ranting se Kabupaten Bojonegoro hadir.

Pengurus Cabang NU Bojonegoro Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Cabang NU Bojonegoro Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Cabang NU Bojonegoro Dilantik

"Tiap ranting diwakili pengurus harian, sehingga jumlahnya mencapai ribuan," kata salah satu panitia pelantikan, Ahmad Taufiq, kepada PMII Cabang Tegal di tempat acara.

Ditambahkan, pengurus yang dilantik adalah untuk masa khidmat 2013-2018 dengan kepemimpinan Rois Syuriah KH Maimun Syafii dan Ketua Tanfidziyah dr.H. Kholid Ubed. Bukan hanya Pengurus harian, tetapi ketua lembaga/lajnah juga dikukuhkan sekalian.

"Untuk kelembagaan NU, pada periode ini banyak diisi oleh anak-anak muda," lanjutnya.? Taufiq menerangkan, setelah acara awal, dilanjutkan dengan gladi bersih dan prosesi pelantikan. Juga ada kegiatan lain hingga menjelang sore. [Muharom/Mahbib]

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Pesantren PMII Cabang Tegal

Senin, 30 Oktober 2017

Kelakar Kiai Said saat Melantik Muslimat

Momen tak terlupakan bakal terus dikenang Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa. Saat ini ia tercatat memimpin organisasi perempuan terbesar di Indonesia itu selama 4 periode dari tahun 2000 hingga 2021 ke depan.

Di periode kepemimpinan 2016-2021, ia bersama puluhan pengurus lain dilantik oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Masjid Istiqlal Jakarta pada Selasa (28/3/2017).

Kelakar Kiai Said saat Melantik Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelakar Kiai Said saat Melantik Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelakar Kiai Said saat Melantik Muslimat

Dalam peristiwa khidmat dan sakral tersebut, ada momen menggelitik ketika Kiai Said membacakan sumpah yang secara serentak dijawab oleh seluruh pengurus di panggung utama yang didesain cukup anggun.

“Apakah ibu-ibu siap jadi pengurus?” tanya Kiai Said.

“Siap!”

“Apakah ibu-ibu siap jadi pengurus?” Kiai Said kembali menegaskan.

PMII Cabang Tegal

“Siap!”?

“Tanpa honor?!” seloroh Kiai Said spontan.

Sontak para pengurus tak bisa menahan tawa. Khofifah sendiri terlihat berusaha menahan tawanya, sedangkan sekitar 23.000 anggota Muslimat yang memadati Istiqlal dibuat terkekeh oleh kelakar Kiai Said.

PMII Cabang Tegal

Memang, dalam teks sumpah tidak menyebut “tanpa honor”. Namun, Ketua Umum PBNU berhasil menciptakan suasana dari tegang menjadi cair.? (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pesantren, Berita PMII Cabang Tegal

Sabtu, 28 Oktober 2017

Qurban Secara Syari’at dan Standar Kesehatan Hewan

Oleh Nur Fauzi Akhmad, drh

--Beberapa hari ke depan kita akan menyambut perayaan Hari Raya Idul Adha 1434 H atau hari raya qurban. Ada beberapa hikmah dibalik perintah berqurban. Pertama, menghidupkan syiar dan sunnah Nabi. Kedua, melatih niat ikhlas dan kesabaran dalam beribadah. Ketiga, menyembelih (meniadakan) nafsu hewani dan egopada diri manusia.

Keempat, berbagi kebahagiaan di hari raya; khususnya kaum fakir miskin, masyarakat kurang mampu atau kaum dhuafa lainnya. Kelima, melatih ‘kesalehan sosial’ di tengah-tengah hidup bermasyarakat. Keenam, mengingat kematian (dzikrul maut).Dan ketujuh, meneladaniperjuangan Nabi Ibrahim dan keluarganya.

Dasar Hukum Qurban

Qurban Secara Syari’at dan Standar Kesehatan Hewan (Sumber Gambar : Nu Online)
Qurban Secara Syari’at dan Standar Kesehatan Hewan (Sumber Gambar : Nu Online)

Qurban Secara Syari’at dan Standar Kesehatan Hewan

Qurban secara etimologis berasal dari kata Qaruba (dekat). Kata qurban (secara syari’at Islam) sepadan dengan kata al-udhiyyat. Al-udhiyyat ini didefinisikan oleh as-Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqh al-Sunnah adalah sebutan bagi hewan ternak yang disembelih pada hari Idul Adha dan hari Tasyriq dalam rangka mendekatkan diri (taqorrub)? kepada Allah Ta’ala. Perintah berqurban ini disyariatkan oleh Allah SWT pada tahun 2 Hijriyyah, bersamaan dengan perintah shalat Idul Adha dan zakat. Yang menjadi dasar hukum berqurban sebelum ijmak ulama ialah firman Allah SWT:

Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah” (al-Kautsar: 2). Perintah ini diperkuat oleh hadis Nabi SAW riwayat at-tirmidzi yang artinya: “Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (qurban).Adapun mengenai hukum menyembelih qurban bagi umat Islam, ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Jumhur (mayoritas) ulama menyatakan hukumnya sunnah muakkadah (perbuatan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan) dan sebagian ulama termasuk Imam Hanafi yang berpendapat wajib bagi yang mampu dan lapang.

Hewan Qurban

PMII Cabang Tegal

Dalam al-Qur’an surat al-hajj:34 disebutkan “Dan bagi setiap umat Kami berikan tuntunan berqurban agar kalian mengingat nama Allah atas rezki yang dilimpahkan kepada kalian berupa hewan-hewan ternak (bahiimatul an’aam).”Jadi hewan yang dapat dipergunakan untuk melaksanakan ibadah qurban yaitu jenis hewan ternak seperti: unta, sapi, kerbau, kambing dan domba.

PMII Cabang Tegal

Di antara persyaratan hewan qurban yang menyebabkan sah tidaknya berqurban adalah umur hewan. Umur minimal hewan yang memenuhi syarat, untuk unta 5 tahun, sapi/kerbau 2 tahun, kambing 1 tahun (ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi seri tetap), domba (ada yang berpendapat 6 bulan). Hal ini dipertegas oleh hadis Nabi riwayat Jabir, “Janganlah kalian menyembelih (qurban) kecuali musinnah. Kecuali apabila itu menyulitkan bagi kalian maka kalian boleh menyembelih domba jadza’ah.” (Muttafaq ‘alaih). Selain itu hewan qurban harus bebas dari cacat sebagaimana digariskan Rasulullah SAW : empat jenis tidak sah dijadikan hewan qurban : yang jelas kebutaannya, sakit parah, pincang yg parah, dan kurus sekali (HR. at-Tirmidzi).

Ciri-ciri Hewan Sehat

Sebelum membeli hewan qurban sebaiknya kita mengecek kondisi kesehatannya. Seorang dokter hewan atau paramedis hewan dalam? hal ini tentu saja bisa dilibatkan dalam penentuan kriteria sehat dari seekor hewan. Namun secara awam bisa dilihat ciri-ciri hewan yang sehat antara lain: mata jernih, terang, tidak keruh, tidak pucat, tidak berlendir dan tidak juling.Badan tegak dan berdiri kokoh.Bulu halus, mengkilat dan tidak mudah rontok bila dicabut. Kulit bersih tidak ada keropeng. Pangkal ekor bersih, tidak ada sisa kotoran. Jalan normal/tidak pincang.Dan nafsu makan/minum baik.

Sarana dan Prasarana Penyembelihan Hewan.

1). Sarana Penampungan/Kandang Istirahat. Sebaiknya dibuat tenda sebagai tempat penampungan untuk hewan. Tempat penampungan ini harus bersih dan kering. Beri air minum dan makansecukupnya jika penampungan lebih dari 12 jam dan beri minum saja jika penampungan kurang dari 12 jam.

2). Sarana Pemotongan. Membuat lubang penampungan darah, yang dibuat di tanah dengan ukuran 60X50 cm, kedalaman 30 cm. Membuat lubang penampungan kotoran dan isi perut. Pisau tajam dan bersih. Tataan kayu yang dibuat seperti tangga untuk tempat pengulitan sapi/kerbau. Tempat gantungan untuk penirisan dan pengulitan kambing/domba. Ember dan wadah2 penampungan yang bersih dan tidak berkarat. Dan air bersih yang cukup untuk cuci alat organ-organ dan lain-lain.

3). Sarana Pembagian Daging. Sediakan alas dan tempat pemotongan daging dan organ2 harus bersih dan tidak berkarat. Plastik bungkus daging dan organ-organ harus bersih. Orang yang menangani daging, badan dan pakaian harus bersih, bila perlu pakai selemek putih, badan sehat (tidak berpenyakit menular, tidak batuk, tidak diare, tidak korengan)

Teknik Penyembelihan Hewan Qurban

Biasanyayang terjadi di masyarakat proses merobohkan sapi dilakukan dengan tidak hati-hati yang dapatmenimbulkan stres dan takut. Padahal jika hewan stres, pengeluaran darah tidak akan sempurna, dan akan dijumpai henmoglobin (Hb) dalam daging. Hb merupakan media yang paling disukai mikroba, sehingga pengeluaran darah yang tidak sempurna akan mempercepat pembusukan pada daging. Mengenai teknik merobohkan sapi yang benar bisa lihat gambar.

Merobohkan Sapi dengan Tali Melintang Merobohkan Sapi dengan Ikatan Leher

Penyembelihan: Penyembelihan dilakukan di atas? lubang penampungan darah. Menyembelih dengan tangannya sendiri (lebih utama). Dilakukan oleh orang yang terbiasa/terlatih. Yang menyembelih disyaratkan baligh dan berakal, laki-laki perempuan sama saja. Minimal menyaksikan penyembelihan bagi orang yang mewakilkan penyembelihan kepada orang lain seraya berdoa : Inna sholaatii wanusuki wamahyaaya wamamaatii lillahi robbil ‘alamiin, laa syarikalahu wabidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.

Hewan yang sudah siap disembelih dirobohkan pada bagian kiri dengan posisi kepala menghadap kiblat.? Disunnahkan ketika menyembelih ada? 5 hal (lihat: al-Bujairomi ‘alal Khotib jld 5 cet. Dar al-kotob al-ilmiyah hal 248-249): Baca basmalah (Madzhab Syafi’i, madzhab lain menyatakan wajib), baca sholawat atas Nabi, menghadap kiblat, baca Takbir, dan berdo’a. Urutan selengkapnya membaca:

? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? .

? ? ? ?. ? ?.....(sebut nama yang berqurban)

atau

? ? ?...........(sebut nama yang berqurban) ? ?.....(sebut nama yang berqurban)

Hewan disembelih di lehernya dengan sekali gerakan tanpa mengangkat pisau dari leher, memutuskan tiga saluran, yaitu saluran pernafasan (hulkum), saluran makanan (mari’) dan dua urat nadi (wadajain). Ikat kerongkongan(esofagus) secepatnya setelah menyembelih agar isi rumen tidak mengotori daging. Proses selanjutnya dilakukan setelah hewan benar-benar mati .Kambing/domba digantung untuk penirisan dan pengulitan. Pengulitan sapi/kerbau dengan tataan kayu. Kemudian isi perut dan isi dada (jeroan)dikeluarkan.

Pemeriksaan dan Penanganan daging

Periksa organ-organ termasuk organ dalam dilakukandengan melihat, meraba dan menyayat. Organ yang diperiksa (paru-paru, jantung, diafragma, hati, ginjal dan limpa). Jika daging dan organ2 tidak sehat atau tdk layak dimakan, harus diafkir dan dimusnahkan. Dokter Hewan atau Paramedis Hewan seharusnya dilibatkan dalam pemeriksaaan ini. Langkah selanjutnya, yaitu deborning (pemisahan daging dari tulang) dengan meja potong atau dalam keadaan tergantung yang dilakukan di tempat teduh dengan alas plastik bersih. Bungkus daging dengan plastik putih/bening dan’tidak’ dicampur dengan organ-organ atau jeroan lalu dibagikan dengan terbungkus rapi. Dalam pembagian daging qurban Rasulullah SAW memberi petunjuk dalam riwayat Bukhari dan Muslim: “(Adapun sekarang) Makanlah sebagian, sebagian lagi berikan kepada orang lain dan sebagian lagi simpanlah..”

Problema Daging dan Kulit

Sering menjadi perdebatan di masyarakat seputar penjualan daging dan kulit qurban boleh dijual atau tidak?. Para ulama sepakat bahwa daging qurban boleh dijual oleh fakir miskin yang menerima daging tersebut. Sebaliknya kulit dan daging qurban tidak boleh dijual atau untuk pembayaran tukang jagal ( pendapat mayoritas ulama), walaupun menurut Abu Hanifah kulit boleh dijual namun hasilnya tetap disedekahkan kepada fakir miskin untuk memenuhi kebutuhannya. Para ulama juga berbeda pendapat dalam hal memberikan qurban kepada non Muslim.? Hal yang perlu dipertimbangkan ialah dari aspek kemaslahatan dan kemanfaatan bersama, dan tiap wilayah situasi dan kondisi berbeda. Perlu kearifan lokal untuk menyikapi hal ini. Selamat berqurban.

?

Nur Fauzi Akhmad, drh, praktisi dokter hewan dan pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Barokah, Ngumbul Kemasan Sawit, Boyolali

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pesantren, Pendidikan, Amalan PMII Cabang Tegal

Selasa, 24 Oktober 2017

Masjid Ini Dibangun Tanpa Pintu

Jember, PMII Cabang Tegal



Jember mempunyai masjid baru. Roudhotul Muchlisin, namanya. Masjid berlantai dua di pinggir selatan jalan protokol tersebut didominasi warna kuning keemasan ? mempuyai tujuh kubah, dilengkapi dengan bangunan tempat wudlu dan kamar mandi yang memilki 6 kubah.

Masjid Ini Dibangun Tanpa Pintu (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Ini Dibangun Tanpa Pintu (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Ini Dibangun Tanpa Pintu

Sedangkan kaligrafi dalam tulisan besar menghiasai bagian eksterior masjid. Sementara di bagian interior, terdapat cukup banyak kaligrafi dengan tulisan sedang dan besar, diantaranya adalah kaligrafi surat al-Waqiah dan surat ar-Rahman.

Di sisi kiri belakang masjid, berdiri menara setinggi 55 meter (belum selesai pembangunannya). Menara tersebut terdiri dari 3 lantai. Lantai pertama untuk kantor Yayasan Raudhotul Muchlisin. Lantai kedua diperuntukkan bagi musafir yang ingin bermalam. Sedangkan lantai ketiga untuk perpustakaan.

Di halaman masjid terdapat air mancur warna-warni. Sementara di sudut sebelah timur, dibangun pusat jajanan untuk menggerakkan roda ekonomi jamaah. Luas area tanah masjid mancapai hampir 1 hektar, sehingga tersedia lapangan parkir yang cukup luas.

PMII Cabang Tegal

Masjid tersebut sebenarnya lama telah berdiri, tapi kini direnovasi total. Adalah Hendi Siswanto, seorang pengusaha Jakarta asal Jember yang rela merogoh kocek untuk merehabnya. Tidak pernah diungkap berapa biaya renovasi itu, namun diperkirakan mencapai Rp 6,5 miliar.?

Masjid itu didesain tanpa pintu. Konon, itu diilhami pengalaman Hendi (saat belum jadi pengusaha) ketika ingin shalat di sebuah masjid. Namun sayang, masjid tersebut tidak dibuka pintunya.?

PMII Cabang Tegal

"Jadi di manapun, beliau merehab atau membuat masjid, pintunya memang tidak ada. Ini untuk memudahkan orang yang mau shalat, kapan saja," jelas salah seorang jamaah.

Masjid ? tersebut ? diresmikan oleh Rais Am PBNU KH. Maruf Amin, Ahad (15/5). Hadir dalam peresmian tersebut, Bupati Jember, Faida, Ketua DPRD Jember, H. Thoif Zamroni, Ketua PCNU Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin, Ketua GP Ansor Jember, H. Ayub Junaidi dan puluhan kiai serta ratusan warga sekitarnya.?

"Ini masjid luar biasa, kebanggaan masyarakat Jember," ujar Kiai Maruf mengawali taushiyahnya.

Kiai Maruf Amin menandatangani prasasti peresmian masjid. Dan setelah itu, ia berkenan menunaikan shalat Dzuhur berjamaah di masjid tersebut. Usai acara itu, Kiai Maruf Amin meresmikan pembangunan Kantor MWC NU Kaliwates yang terletak persis di belakang masjid Roudhotul Muchlisin. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pesantren, Bahtsul Masail, Nahdlatul PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock