Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Jatman Sumedang Gelar Ijazah Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani

Sumedang, PMII Cabang Tegal. Jamiyyah Ahlith Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (Jatman) atau asosiasi tarekat NU Kabupaten Sumedang melalui sayap organisasinya Majelis Nurul Burhan menggelar kegiatan ijazah kubro manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani, Rabu (26/9) malam.

Jatman Sumedang Gelar Ijazah Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani (Sumber Gambar : Nu Online)
Jatman Sumedang Gelar Ijazah Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani (Sumber Gambar : Nu Online)

Jatman Sumedang Gelar Ijazah Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani

Kegiatan yang bertempat di Aula PCNU Sumedang ini diikuti oleh pengurus NU, santri, dan masyarakat umum. Ijazah berarti pemberian sanad keilmuan yang lazim dilakukan di kalangan pesantren atau dunia tarekat.

Pemberi ijazah manaqib pada kesempatan itu ialah Habib Syarif Ahmad Mutholib,  putra Habib Hud Muhammad bin Yahya dari Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon. Kitab manaqib yang diijazahkan adalah Nurul Burhan. Kitab ini berisi sejarah perjalanan hidup Syekh Abdul Qodir al-Jailani.

Selain kitab Nurul Burhan, Habib Syarif juga mengijazahkan kitab dzikir Ya Hadiyyu. Kitab Ya Hadiyyu merupakan kitab ringkasan dari kitab manaqib Nurul Burhan.

Ketua Majlis Nurul Burhan, Asep Munawar mengatakan bahwa kegiatan ijazah ini merupakan program Majelis Nurul Burhan yang dilaksanakan setiap tahun. Ijazah malam ini merupakan tahun kedua yang dilaksanakan di Aula PCNU Sumedang. 

PMII Cabang Tegal

Sementara Ketua PCNU Sumedang, Sadulloh, memaparkan bahwa PCNU Sumedang telah memprakarsai kegiatan ijazah manaqib kubro ini. Ijazah pertama yang dilaksanakan di Sumedang bertempat di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah pada tahun 2014. Setelah itu baru dibentuk pengurus baru lembaga Jatman NU Sumedang dan diikuti juga dengan pembentukan organisasi sayap jatman NU Sumedang yang bernama Majelis Nurul Burhan. 

Mulai dari sana pembacaan manaqib dan dzikir kitab Ya Hadiyyu di Sumedang terus istiqamah dan mulai semarak, lanjut Sadulloh. "Pengurus PCNU Sumedang akan terus mendorong kegiatan ini karena kami menyadari bahwa ruh NU ada di dua badan otonom NU, yaitu Jatman NU dan JQH NU. Dua lembaga ini mewadahi orang ahli dzikir dan ahli Quran. Kalau dua lembaga ini tidak hidup maka akan kelihatan NU-nya juga tidak akan hidup," ujarnya.

Oleh karena itu, PCNU Sumedang mendorong dua badan otonom ini untuk terus membentuk kepengurusan sampai ke tingkat ranting. Kalau pengurus rantingnya sudah terbentuk maka kegiatan manaqib dan dzikir akan semakin semarak, kata Sadulloh. 

"Semoga kegiatan ijazah ini kedepanya selalu istiqomah terlaksana setiap tahunnya. Mohon kepada pengurus NU supaya lebih masif lagi dalam mendorong warga NU untuk mengikuti ijazah manaqib ini. Harapan kedepannya acara manaqib di Sumedang bisa terlaksana di setiap desa atau ranting secara serentak," tutup Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib) 

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal PonPes, Daerah, Kyai PMII Cabang Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Reboisasi, SMA Maarif 1 Pamekasan Tanam 1.000 Pohon

Pamekasan, PMII Cabang Tegal. SMA Maarif 1 Pamekasan memiliki perhatian lebih terhadap aksi penghijauan kembali atau reboisasi. Hal itu sebagaimana tampak di Bumi Perkemahan SMA Maarif 1, Desa Terrak, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, melalui kegiatan penanaman seribu pohon.

Reboisasi, SMA Maarif 1 Pamekasan Tanam 1.000 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
Reboisasi, SMA Maarif 1 Pamekasan Tanam 1.000 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

Reboisasi, SMA Maarif 1 Pamekasan Tanam 1.000 Pohon

Acara yang berlangsung Selasa (15/13) tersebut dihadiri DPRD Pamekasan, pejabat dari Dinas Perhutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Pamekasan, Dinas Pendidikan, Dishubkominfo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Polsek Tlanakan, Ka Kwarcab, dan lainnya.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Ajib Abdullah menegaskan, sangat bagus dan cukup representatif kegiatan dengan penanaman seribu pohon ini. Dulu, kata Ajib, Desa Terrak merupakan desa yang sangat gersang dan tandus, tapi masyarakat sekitar mampu mengubah menjadi Desa Terrak yang hijau dan produktif.

PMII Cabang Tegal

"Dan itu diakui masyarakat karena keberadaan SMA Maarif 1 mampu menggerakkan siswa dan masyarakatnya dengan melibatkan kegiatan kepramukaan," terang Ajib.

PMII Cabang Tegal

Abu Siri selaku ketua panitia kegiatan menyatakan berterima kasih kepada Pemkab Pamekasan melalui dinas-dinas terkait yang telah banyak membantu terlaksananya kegiatan tersebut.

Ketua DPRD Halili mengatakan, setiap dirinya turun ke masyarakat selalu membawa dua sekolah, yakni SMA Maarif 1 dan SMK Putra Bangsa di Waru. Dua sekolah ini menjadi perhatiannya karena seluruh dewan guru dan muridnya mampu bekerjasama dan berprestasi.

"Tentu konsekuensinya dua sekolah ini punya beban yang tidak ringan, yakni dituntut untuk selalu berinovasi dan berprestasi," tandas Halili.

Acara yang diikuti 400 pelajar dan 300 undangan tersebut diakhiri dengan pelepasan siswa SMA Maarif 1 oleh Ketua DPRD Pamekasan Halilk untuk melanjutkan penanaman 1.000 pohon di sekitar kompleks sekolah dan di sekitar rumah-rumah warga. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nasional, PonPes, Hikmah PMII Cabang Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

Mengambil Hikmah dari Tanda-Tanda Akhir Zaman

Pada hakikatnya, tidak ada satu pun makhluk di muka bumi ini yang dapat mengetahui kapan datangnya hari kiamat. Hanya Allah SWT yang dapat mengetahui kapan hari pembalasan itu akan tiba. Tetapi, Allah telah bermurah hati memberitahukan sedikit bocoran dari sekian banyak tanda-tanda akhir zaman. Ini tentu merupakan sifat kemurahan-Nya, agar kita sebagai hamba senantiasa waspada dan segera membekali diri dengan amalan-amalan ibadah sebagai sangu (bekal) hidup di akhirat kelak.

Imam Rofi’ie sengaja menyusun buku setebal 172 halaman ini, dengan tujuan yang sangat mulia, yakni agar kita selalu menyadari bahwa hari kiamat itu pasti nyata adanya, kendati tentang kapan waktunya masih dirahasiakan oleh Allah SWT. Dan sebagai hamba-Nya yang beriman, kita dapat menelisik tanda-tanda datangnya hari kiamat tersebut melalui bukti-bukti autentik yang bersumber dari al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi.

Mengambil Hikmah dari Tanda-Tanda Akhir Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengambil Hikmah dari Tanda-Tanda Akhir Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengambil Hikmah dari Tanda-Tanda Akhir Zaman

Di antara tanda-tanda akhir zaman, sebagaimana pernah disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW adalah; ketika amanah telah disia-siakan, seperti; menyerahkan sebuah urusan (permasalahan) kepada orang yang bukan ahlinya. Pada dasarnya, menyia-nyiakan amanah terjadi karena disebabkan beberapa faktor, antara lain; ketika seseorang memiliki ambisi yang tidak sesuai dengan keinginan masyarakat luas, ingin memperkaya diri sendiri, minimnya ilmu pengetahuan agama, dan lain-lain.

Di negeri tercinta ini, tentu bisa kita lihat secara kasat mata, banyak pemimpin atau pejabat yang tidak lagi bisa dipercaya. Mereka kerap “menyia-nyiakan” amanah yang telah dipercayakan rakyat kepada mereka. Menyia-nyiakan di sini memiliki makna bahwa orang yang bersangkutan memendam karakter acuh tak acuh terhadap sesama, hanya mementingkan urusan perut sendiri, tak peduli jika orang lain sengsara akibat ulahnya (halaman 27-28).

PMII Cabang Tegal

Tanda-tanda akhir zaman yang berikutnya adalah ketika kebohongan semakin merajalela. Berbohong adalah sebuah sifat sekaligus penyakit berbahaya dalam kehidupan bermasyarakat. Berbohong, sebagaimana pernah diterangkan oleh Nabi Muhammad SAW, merupakan salah satu dari tanda-tandanya orang munafik. Sementara, agama mana pun di dunia ini, mengajarkan bahwa sikap orang munafik merupakan perbuatan keji dan seyogianya kita hindari. Di zaman sekarang ini, tentu kita dapat menyaksikan aksi-aksi kebohongan telah mulai marak bahkan menjadi hal yang lumrah. Ironisnya, mereka melakukan kebohongan secara terang-terangan tanpa merasa bahwa dirinya bersalah (halaman 31-35).

PMII Cabang Tegal

Bermegah-megahan dalam membangun masjid juga menjadi pertanda bahwa hari kiamat telah semakin dekat. Maksud dari “bermegah-megahan” di sini adalah ketika seseorang membangun masjid hanya untuk kebanggaan dan kesombongan hingga terpecahnya kerukunan di antara umat. Sementara masjid tersebut kosong atau sepi tanpa diisi dengan berbagai kegiatan ibadah (halaman 44).

Agama Islam sangat memuliakan kaum perempuan dan sangat menjunjung tinggi kehormatannya. Termasuk dalam tata cara berpakaian mereka pun syariat Islam telah mengaturnya dengan bijak, dengan tujuan agar mereka menjadi perempuan yang mulia dan terhormat, baik di mata sesama manusia, terlebih di mata agama (halaman 52-53). Jika kaum perempuan sudah tak lagi memiliki rasa malu mengumbar lekuk-lekuk keindahan tubuhnya, bahkan mereka kemudian merasa bangga memamerkan aurat di depan umum, maka ini menjadi sebuah indikasi bahwa hari kiamat telah semakin dekat (halaman 57).

Masih banyak tanda-tanda akhir zaman yang dipaparkan dalam buku ini. Seperti; semakin terkikisnya ilmu pengetahuan dari muka bumi ini. Sebagaimana kita ketahui bahwa menimba ilmu (terutama ilmu agama) menjadi sebuah keharusan bagi setiap individu. Namun, pada kenyataannya, ilmu-ilmu agama semakin menyusut dari waktu ke waktu. Ini bisa dibuktikan dengan ketidakmampuan umat Islam untuk melaksanakan hal-hal yang telah diajaran dalam agama Islam. 

Bahkan, yang sangat menyedihkan, umat Islam semakin sedikit yang berminat mempelajari agamanya sendiri. Mereka lebih cenderung mengikuti tren budaya Barat yang sebagian besar bertentangan dengan syariat Islam. Sementara itu, kecanggihan teknologi semakin diminati untuk hal-hal negatif dan orang-orang yang pintar dalam masalah agama semakin hilang ditelan bumi. 

Terkait hal ini, Rasulullah pernah bersabda bahwa Allah SWT tidak akan menghilangkan ilmu secara sekaligus dari (dada) manusia. Akan tetapi, Allah akan menghilangkan ilmu agama dengan mewafatkan para ulama. Ketika tiada lagi para ulama, maka yang akan menjadi pemimpin di muka bumi ini adalah orang-orang jahil (bodoh) yang berfatwa tanpa berdasarkan ilmu pengetahuan, sehingga keberadaan para pemimpin yang seperti itu tergolong sesat dan menyesatkan orang lain (halaman 154-156).

Judul Buku : Kenali Peristiwa-peristiwa Tanda Akhir Zaman

Penulis : Imam Rofi’ie

Penerbit : Najah

Cetakan : I, September 2013

Tebal : 172 halaman

ISBN : 978-602-7663-66-4

Peresensi: Sam Edy Yuswanto, penulis lepas, bermukim di Kebumen

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal PonPes, Ulama, Humor Islam PMII Cabang Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Aktif di IPNU dan IPPNU Sekarang, Bermanfaat di Masyarakat Kelak

Kendal, PMII Cabang Tegal. Ketua Pimpinan Cabang Ikaatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Kendal Kholid Abdillah mengatakan, bahwa berorganisasi di IPNU dan IPPNU hari ini akan bermanfaat ketika bermasyarakat kelak.

Menurut Kholid, di organisasi IPNU dan IPPNU sudah menyiapkan perbekalan untuk hidup bermasyarakat.

Aktif di IPNU dan IPPNU Sekarang, Bermanfaat di Masyarakat Kelak (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktif di IPNU dan IPPNU Sekarang, Bermanfaat di Masyarakat Kelak (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktif di IPNU dan IPPNU Sekarang, Bermanfaat di Masyarakat Kelak

"Organisasi itu sangat penting bagi kita yang nanti hidup bermasyarakat. Bekalnya yaitu manajemen organisasi. Seseorang yang berpendidikan tinggi pun tidak akan memberikan manfaat yang banyak bagi masyarakat apabila tidak pernah ikut organisasi," jelasnya dalam forum Diskusi dan Sosialisasi IPNU-IPPNU di kalangan Santri dan Pelajar di gedung MWCNU Kecamatan Pageruyung, Ahad (14/2).

PMII Cabang Tegal

Hal senada disampaikan Wakil Ketua IPPNU Kendal Afifah? Rahmawati. Menurut dia, dalam bermasyarakat? dibutuhkan pengalaman dan proses yang perlu dijalani oleh setiap kader IPNU-IPPNU.

PMII Cabang Tegal

"Proses dalam organisasi? itu merupakan nyawa diri kita sendiri. Prosesnya baik, hasilnya juga akan baik. Prosesnya berhenti di tengah jalan, ya mana ada hasilnya," ujar Afifah.

Sedangkan Wakil Ketua IPNU Kendal Abdul Rokhim, menyampaikan bahwa dengan cara hidup disiplin kita mempunyai satu bekal yang dibutuhkan dalam bermasyarakat.

"Berorganisasi merupakan suatu harta yang sangat berharga yang dimiliki masing-masing pengurus maupun anggota. Itu sangat mahal harganya, tidak bisa didapat di sekolah maupun tempat lain," pungkasnya.

Sejak dilantik sebulan lalu, Pimpinan Cabang Ikaatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten? Kendal? Jawa Tengah gencar melakukan sosialisasi dan kaderisasi. Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga keaktifan IPNU-IPPNU di tingkatan Anak Cabang maupun Ranting dan Komisariat.

Karena itulah, Pimpinan Cabang mendukung? penuh setiap kegiatan yang dilakukan Pimpinan Anak Cabang maupun Pimpinan Ranting dan Komisariat. Karena dengan demikian akan mempermudah sosialisasi dan kaderisasi.

"Kita mendukung penuh setiap kegiatan IPNU-IPPNU yang diadakan oleh PAC-PAC se-Kabupaten Kendal," ujar Kholid. (Skn/f/Alw)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pesantren, Cerita, PonPes PMII Cabang Tegal

Bagaimana Sejarah Munculnya Gusdurian?

Yogyakarta, PMII Cabang Tegal. Hadir dalam acara bertajuk Tahlil dan Doa Bersama Memperingati Haul ke-4 Gus Dur dan Wafatnya Kiai Sahal di Laboratorium Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (8/2) Putri Gus Dur, Allisa Wahid bicara tentang sejarah Gusdurian.

“UIN Sunan Kalijaga memiliki sejarah yang panjang ya. Karena ibu saya dulu kuliahnya juga di sini. Apalagi, Gusdurian awalnya juga muncul dari kampus ini,” ujar Allisa Wahid mengawali sambutannya.

Bagaimana Sejarah Munculnya Gusdurian? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Sejarah Munculnya Gusdurian? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Sejarah Munculnya Gusdurian?

“Pada tahun 80-an ketika banyak aliran keagamaan yang muncul, kemudian banyak teman-teman UIN Sunan Kalijaga yang menyebut diri mereka sebagai Gusdurian atau orang-orang yang mengikuti Gus Dur,” tambahnya.

PMII Cabang Tegal

Selain berbicara tentang sejarah Gusdurian, Allisa Wahid juga menyampaikan tentang betapa pentingnya menghormati para guru.

“Kita ini memiliki tradisi yang sangat luar biasa bahwa menghormati guru-guru kita itu lebih penting dari apa pun. Makanya ketika Kiai Sahal wafat, bisa tidak bisa saya dan teman-teman harus datang ke sana untuk memberikan penghormatan kepada guru yang telah mengajarkan banyak hal kepada kita,” ujarnya.

PMII Cabang Tegal

Dalam acara tersebut, Allisa Wahid juga mengomentari Lomba Video Pemuda Bicara Gus Dur yang digagas oleh Senat Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga.

“Ini istimewa karena kita berbicara gagasan yang besar tapi menggunakan strategi yang modern. Video-video tersebut ketika ditaruh di Youtube itu kan termasuk sudah modern,” pungkas Alissa. (rokhim/sholikhin/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal PonPes PMII Cabang Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Pendirian Sekolah Formal Jangan Hilangkan Jati Diri Pesantren

Jombang, PMII Cabang Tegal. Meningkatnya jumlah pondok pesantren dengan membuka sekolah formal hendaknya tidak menggeser tradisi yang telah mapan. Bahkan, lembaga pendidikan tersebut seharusnya justru memperkokoh tradisi yang sudah ada.

Penegasan ini disampaikan Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof Dr KH Imam Suprayogo saat mengisi seminar nasional “Eksistensi Pendidikan Pesantren dalam Sistem Pendidikan Nasional” di Pascasarjana Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Selasa (11/3).

Pendirian Sekolah Formal Jangan Hilangkan Jati Diri Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendirian Sekolah Formal Jangan Hilangkan Jati Diri Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendirian Sekolah Formal Jangan Hilangkan Jati Diri Pesantren

Bagi Imam, dalam perjalanannya pesantren ternyata tidak bisa menutup mata dengan perkembangan baru yang mengitari. Jika dahulu pesantren hanya sebagai tempat mengaji ilmu agama memalui sistem sorogan, wetonan dan bandongan, maka saat ini telah membuka pendidikan sistem klasikal. “Bahkan program baru yang berwajah modern dan formal seperti madrasah, sekolah dan bahkan universitas juga ada di pesantren,” katanya.

PMII Cabang Tegal

Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim ini mengatakan, “Adaptasi adalah bentuk keniscayaan tanpa mengilangkan ciri khas yang dimiliki pesantren.”

Apa hal yang tidak boleh hilang dalam tradisi di pesantren? Yakni pengajaran agama secara utuh. “Sejak awal, pesantren diorientasikan kepada bagaimana para santri dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam secara baik. Pendidikan pesantren adalah pendidikan Islam yang berusaha mengantarkan para santri menjadi alim dan shalih, bukan menjadi pegawai atau pejabat,” terangnya.

PMII Cabang Tegal

Hal lain yang menarik dari pesantren adalah tidak dikenalnya tradisi menyontek, apalagi memalsu daftar nilai, ijazah, dan membuat program yang berorientasi kepada aspek formal dengan menanggalkan aspek substansial.”Karena itu cukup rasional kalau pesantren tidak mengenal program kelas jauh dan kelas eksklusif berupa kuliah Sabtu-Minggu yang dikhawatirkan dapat memerosotkan kualitas pendidikannya,” ungkap Prof Imam.

Pada saat yang bersamaan, pesantren senantiasa diisi dengan nilai keikhlasan, ridha, tawadhu’, karamah, barakah dan semacamnya. “Inilah letak perbedaan antara pesantren dengan pendidikan modern, termasuk sekolah dan universitas,” katanya.

Dengan menyitir pandangan Prof H A Mukti Ali, mantan Menteri Agama RI, Prof Imam mengingatkan ungkapan bahwa pesantren adalah pesantren, dan tidak akan pernah ada ulama yang lahir dari lembaga selain pesantren.

Karena itu, Prof Imam sangat menyayangkan bila ada seseorang atau kelompok yang mengecilkan arti pesantren. “Pesantren adalah satu-satunya institusi yang berhasil melakukan transmisi Islam dan bahkan bagi kemajuan bangsa ini,” katanya. “Sebab kemuliaan pesantren terletak bukan semata kepada orientasi materi, tetapi keberadaannya lebih diorientasikan kepada memperkaya ilmu dan keluhuran budi,” lanjutnya.

Disamping Prof Imam, seminar ini menghadirkan DR H Suwendi dari Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI dan DR KH Salahuddin Wahid selaku Rektor Unhasy. (Syaifullah/Mahbib)?

?

foto ilustrasi: .net

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal PonPes PMII Cabang Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

PB PMII Minta Pemerintah Lebih Serius Perhatikan Keamanan di Papua

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Penyerangan terhadap umat Islam dan pembakaran masjid di Kabupaten Tolikara Papua di saat Hari Raya Idul Fitri merupakan insiden yang sangat memprihatinkan.?

PB PMII Minta Pemerintah Lebih Serius Perhatikan Keamanan di Papua (Sumber Gambar : Nu Online)
PB PMII Minta Pemerintah Lebih Serius Perhatikan Keamanan di Papua (Sumber Gambar : Nu Online)

PB PMII Minta Pemerintah Lebih Serius Perhatikan Keamanan di Papua

PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menilai penyerangan umat Islam dan pembakaran masjid di Kabupaten Tolikara menunjukkan bahwa pemerintah masih lemah dalam menangkal aksi-aksi intoleransi antar umat beragama.?

"Ini bukti, bahwa pemerintah tidak serius dalam menjaga keamanan dan mewujudkan toleransi antar umat beragama di Papua," ujar Ketua Umum PB PMII, Aminuddin Maruf di Jakarta, Sabtu (18/8).?

PMII Cabang Tegal

Menurut Amin, kejadian pembakaran tersebut harus menjadi bahan evaluasi Presiden Jokowi dalam menilai kinerja kabinetnya nanti pasca lebaran.?

PMII Cabang Tegal

"Kejadian ini harusnya menjadi bahan evaluasi Presiden untuk menilai kinerja kabinetnya. Kenapa masih ada kecolongan aksi kekerasan atas nama agama di Papua," tandasnya.

Kejadian pembakaran masjid di saat Hari Raya Idul Fitri, menurut Amin, menunjukkan bahwa keinginan pemerintah memberikan perhatian khusus kepada Papua dan daerah kawasan timur Indonesia masih belum terbukti.?

"Jaminan keamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah itu adalah persoalan fundamental yang harus diberikan pemerintah," tandasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pertandingan, PonPes, Sunnah PMII Cabang Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Kang Said Minta Warga DKI Pilih Cagub sesuai Nurani

Jakarta, PMII Cabang Tegal - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Siroj) mengimbau warga DKI Jakarta agar menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani.

“Yang senang A silakan pilih. Yang senang B, silakan pilih,” kata Kang Said seusai menyampaikan seruan moral bersama sejumlah ormas keagamaan di Gedung PBNU, Senin (17/4).

Kang Said Minta Warga DKI Pilih Cagub sesuai Nurani (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Minta Warga DKI Pilih Cagub sesuai Nurani (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Minta Warga DKI Pilih Cagub sesuai Nurani

Menjelang Pilkada, dikabarkan bahwa akan adanya pengerahan massa dari luar Jakarta dengan motif yang beragam. Kang Said menyatakan ketidaksetujuannya tentang rencana aksi tersebut. “Dari dulu saya tidak senang pengerahan massa, demonstrasi,” katanya.

PMII Cabang Tegal

Pengasuh Pesantren Luhur Ats-Tsaqofah Ciganjur Jakarta Selatan ini mengimbau warga agar memercayakan proses pemilihan kepada petugas TPS dan pihak-pihak yang berwenang.

“Mari kita percayakan, di TPS juga ada dari Bawaslu, ada dari pihak Ahok, ada pihak Anis. Kalau saya percaya, saya percaya pada Bawaslu, saya percaya pada KPU, saya percaya kepada saksi-saksi,” ujarnya.

PMII Cabang Tegal

Sementara terkait dengan merebaknya? ceramah yang berbau SARA, Kang Said meminta semua pihak menjaga persatuan serta lebih mendahulukan keselamatan bangsa.

“Mari kita dulukan, kita pentingkan keutuhan keselamatan bangsa ini. Jangan sampai seperti Suriah, Irak, Somali, Yaman.? Apa mau begitu Indonesia?” tegasnya.

“Saya pun beragama sejak kecil, shalat, haji, umrah, tapi tidak pernah mempolitisasi agama. Saya tidak pernah. Agama kita jalankan, kita amalkan dengan sebaik-baiknya,” kata kiai asal Kempek, Kabupaten Cirebon ini. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ulama, PonPes PMII Cabang Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Kiai Munawir Jelaskan Kedudukan Mahrom Haji Bagi Perempuan

Pringsewu, PMII Cabang Tegal. Ketua Lembaga Bahtsul Masail PWNU Lampung KH Munawir mengatakan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang kedudukan mahrom bagi perempuan yang melaksanakan ibadab haji.

Kiai Munawir Jelaskan Kedudukan Mahrom Haji Bagi Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Munawir Jelaskan Kedudukan Mahrom Haji Bagi Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Munawir Jelaskan Kedudukan Mahrom Haji Bagi Perempuan

Menurut Imam Syafii, perempuan boleh melakukan perjalanan jauh apabila bersama dengan perempuan muslimah, merdeka dan dapat di percaya. "Sedangkan menurut Wabah Zuhaili dalam Fiqhul Islam, perempuan boleh menunaikan ibadah haji sendirian, kalau dalam keadaan aman, tidak menimbulkan fitnah dan dapat menjaga dirinya," tambahnya

Sementara Imam Abu Hanifah menegaskan perempuan tidak boleh bepergian lebih dari tiga hari kecuali ada suami atau mahrom bersamanya.

Maka dari kedua pendapat ini, lanjutnya, dapat disimpulkan bahwa keberadaan mahrom bukan merupakan sarat mutlak, melainkan sarat yang di perlukan dalam perjalanan yang tidak terjamin keamanannya, baik dari kejahatan maupun fitnah lainnya.

Sedangkan untuk masalah perempuan saat idah berhaji lanjut Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung ini, berdasarkan dalil syara secara tegas melarang perempuan yang dalam masa idah untuk keluar rumah.

PMII Cabang Tegal

"Namun sebagian ulama salaf ada yang memperbolehkan juga perempuan yang dalam masa idah menunaikan ibadah haji, hal ini berdasarkan hadis Nabi yang menjelaskan bahwa Aisyah RA dan Umi Kalsum berangkat ke Mekah untuk melaksanakan umroh," terangnya.

PMII Cabang Tegal

Walaupun perempuan yang masih dalam masa idah diperbolehkan untuk menjalankan ibadah haji dan umroh tetapi perempuan tersebut diwajibkan untuk ihdad atau melaksanakan aturan-aturan di masa idah seperti tidak boleh berhias dan lain lain.

Beberapa hal terkait Fiqh ini menjadi salah satu bahasan pada Mudzakarah Nasional Perhajian Indonesia tahun 2017 yang ia ikuti. Kegiatan yang bertemakan "Masail Waqiyah dan Fiqh Haji Wanita" ini dibuka oleh Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta Jumat (28/4) lalu di Jakarta dan berlangsung selama 3 hari dari 28 sampai dengan 30 April 2017. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal PonPes PMII Cabang Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Diharapkan Jadi Pendukung Pelajaran Aswaja

Surabaya, PMII Cabang Tegal

Komik NU (Nahdlatul Ulama) edisi perdana yang mengisahkan sejarah dan perkembangan NU, Minggu (17/9) malam lalu, di-launching di halaman Museum NU, Jalan Gayungsari Timur 35, Surabaya. Komik yang berjudul ‘NU You Know? Cikal Bakal dan Kelahiran’ diharapkan bisa dijadikan materi pendukung pelajaran Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) di lingkungan pendidikan Ma’arif dan pondok pesantren. Termasuk juga menjadi bacaan bermanfaat bagi warga nahdliyin.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pembina ‘Bedug Aswaja’, Moch Arif Junaidy SH menceritakan asal mula disusunnya Komik NU tersebut. Menurut Arif, pembuatan Komik NU itu berawal dari perenungan sekelompok anak muda NU yang mencari terobosan bagaimana memberi pemahaman tentang sosok NU secara ringan dan mudah dipahami.

“Diluncurkannya Komik NU ini cukup penting, sebab banyak buku-buku tentang NU di pasaran yang bahasanya sulit dicerna masyarakat umum. Untuk itu, kami bekerja keras dan berfikir untuk membuat sebuah bacaan tentang NU yang digambarkan melalui media komik. Ini supaya mudah dipahami, baik dari kalangan muda maupun tua,” ujar Arif.

Diharapkan Jadi Pendukung Pelajaran Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Diharapkan Jadi Pendukung Pelajaran Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Diharapkan Jadi Pendukung Pelajaran Aswaja

Ia menambahkan, komik hasil karya Media Komunikasi Nahdliyin yang tergabung dalam ‘Bedug Aswaja’ ini tidak seperti komik pada umumnya yang banyak menonjolkan khayalan. Komik NU justru membutuhkan data, referensi yang valid dan interview berbagai tokoh NU.

“Komik NU ini bukan sembarang komik. Sebab proses pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup panjang dan membutuhkan data, referensi yang valid. Bahkan untuk literaturnya saja banyaknya sa-gledekan. Selain itu, data juga diperkuat dengan interview dengan tokoh NU dan keturunan Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari, yakni Pak Ud,” terangnya.

Selain itu, lanjut Arif, dalam proses pembuatan Komik NU itu, yang tersulit yakni proses penggambaran suasana pondok pesantren dan visualisasi Mekah sebelum tahun 1926.

PMII Cabang Tegal

“Tim pembuat komik rela duduk berjam-jam dan berhari-hari di beberapa Ponpes di Jombang. Ponpes Tebuireng, Tambak Beras, Denanyar, sehingga bisa menggambarkan suasana pada masa itu. Sedangkan untuk kondisi Makah didapatkan dari Habaib di Surabaya yang punya gambar Makah tahun 1900-an,” lanjut Arif yang juga anggota DPRD Jatim.

Dari proses tersebut, Arif menjelaskan bahwa Komik NU itu benar-benar bisa menggambarkan cikal bakal dan perkembangan NU pada masa 1926. “Komik ini merupakan bagian dari karya anak-anak muda NU yang ingin memperlihatkan pada warga nahdliyin supaya lebih mengenal sejarah NU dan sejarah perjuangan para ulama,” ujarnya.

Peluncuran Komik NU edisi perdana itu juga dimeriahkan musik gambus Asy syub ban. Hadir dalam launching tersebut, KH Mustofa Bisri, Budayawan Dr Zawawi Imron, Drs H Choirul Anam dalam kapasitasnya sebagai pendiri Museum NU, pengamat dan peneliti NU. Hadir juga Wakil Walikota Surabaya Arif Affandi, Sekdaprov Jatim, Soekarwo, jajaran pengurus NU Jatim dan cabang, banom-banom NU, serta tokoh-tokoh masyarakat Jatim. (dtm/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal PonPes, Santri, Tegal PMII Cabang Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Tokoh Masyarakat Polewali Mandar Hibahkan 3 Hektar Tanah ke PBNU

Polewali Mandar, PMII Cabang Tegal. Salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat akan menghibahkan tanahnya seluas 3 hektar untuk pembangunan madrasah unggulan di Sulawesi Barat.

Tokoh Masyarakat Polewali Mandar Hibahkan 3 Hektar Tanah ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tokoh Masyarakat Polewali Mandar Hibahkan 3 Hektar Tanah ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tokoh Masyarakat Polewali Mandar Hibahkan 3 Hektar Tanah ke PBNU

Madrasah tersebut akan berada di bawah manajemen Lembaga Pendidikan Ma’arif NU. Sebelum proses penyerahan tanah ke PBNU, waqif yang diketahui bernama H Nuhung itu berkordinasi dengan Kemenag dan BPN Polewali Mandar untuk mengurus sertifikat, Selasa (29/11).

"Banyak yang tertarik dengan tanah Pak H Nuhung ini, namun beliau tetap istiqomah ingin mewakafkan tanah tersebut kepada PBNU, dalam hal ini LP Ma’arif NU," ungkap H Basnang Said, salah seorang tim yang ditunjuk oleh LP Maarif Sulawesi Barat.

Dikatakannya, dari sisi keagamaan, masyarakat Polewali Mandar 100 persen berafiliasi dengan NU ditambah lagi H Nuhung adalah warga NU. Maka sangat wajar jika waqif lebih memilih PBNU sebagai nadzirnya dengan harapan tanah yang diwakafkan tersebut dapat digunakan untuk madrasah yang akan menampung pelajar yang berprestasi namun dari sisi ekonomi tidak berkecukupan.

"Di atas tanah ini rencananya akan dibangun lembaga pendidikan yang lengkap dari mulai RA sampai MA dan SMK bahkan jika memungkin sampai Perguruan Tinggi NU," jelas Basnang.

PMII Cabang Tegal

Kecamatan Luyo, kata dia, merupakan salah satu kecamatan di Polewali Mandar yang punya Sumber Daya Manusia (SDM) cukup potensial hanya saja sarana prasarana pendidikan belum banyak tersedia sehingga diharapkan beberapa tahun ke depan Kecamatan Luyo bisa menjadi daerah yang maju.

PMII Cabang Tegal

"Penyerahan tanah wakaf ini rencananya akan dilakukan pada saat Rakernas Ma’arif NU pada 6-8 Desember 2016 di Jakarta, semoga sertifikatnya sudah jadi dan akan dibawa oleh perwakilan Ma’arif NU Sulbar," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal PonPes PMII Cabang Tegal

Bentrok Aparat dan Warga Sukamulya, LPBH PBNU Lakukan Investigasi

Jakarta, PMII Cabang Tegal - Rombongan pengurus Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPBH PBNU) melakukan investigasi dan pengumpulan informasi perihal bentrokan yang terjadi antara aparat keamanan dan warga desa Sukamulya, Kertajati, Majalengka. Mereka akan melaporkan hasil temuan di lapangan ke PBNU.

PBNU menurunkan tim yang dipimpin oleh Ketua LPBH PBNU H Royandi Haikal dan Wakil Ketua LPBH PBNU Abdul Rozak.

Bentrok Aparat dan Warga Sukamulya, LPBH PBNU Lakukan Investigasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentrok Aparat dan Warga Sukamulya, LPBH PBNU Lakukan Investigasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentrok Aparat dan Warga Sukamulya, LPBH PBNU Lakukan Investigasi

Tim LPBH PBNU menggelar pertemuan dengan warga di kantor balai desa Sukamulya Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka, Rabu (23/11). Ketua LPBH PBNU H Royandi Haikal memimpin pertemuan tersebut yang dihadiri ribuan warga.

PMII Cabang Tegal

Pertemuan ini juga dihadiri oleh kepala desa, Wakil Ketua PWNU Jabar, Ketua PCNU Majalengka, GP Ansor Jabar, PMII Majalengka, serta sejumlah elemen masyarakat lainnya.

Sebagaimana diketahui, bentrokan terjadi antara aparat keamanan dan warga Desa Sukamulya Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka. Bentrokan ini berujung pada tindakan represif oleh aparat keamanan.

“Dalam pertemuan tersebut diperoleh keterangan dan informasi terkait dengan peristiwa bentrokan. Hasil investigasi ini akan dilaporkan kepada PBNU untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya,” kata Royandi. (Alhafiz K)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal PonPes PMII Cabang Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Selama Muktamar, 1600 Muktamirin Periksakan Diri di Posko Kesehatan

Jakarta, PMII Cabang Tegal
Upaya tim kesehatan untuk mensukseskan muktamar tampaknya cukup berhasil. Selama muktamar berlangsung terdapat lebih dari 1600 muktamirin yang memeriksakan dirinya di posko kesehatan disamping berbagai kegiatan lainnya yang juga berjalan sukses.

“Paling tinggi saat hari pertama yang mencapai 300 orang yang memeriksakan diri dan hari terakhir yang mencapai 500 orang,” ngkap Ketua Tim Kesehatan Dr. Bina Suhendra, Selasa.

Secara umum, penyakit yang diderita hanya penyakit ringan seperti diare, demam, batuk. Terdapat satu penyakit yang agak berat, yaitu ada peserta yang mengalami kelainan jiwa, yang memang sudah terdapat gejalanya ketika berangkat. Ia masuk rumah sakit selama dua hari dan selanjutnya diambil oleh keluarganya. Terdapat juga diantara peserta yang mengalami gejala typus, tetapi tidak serius.

Selain itu, terdapat juga satu panggilan on call atau panggilan ke tempat penginapan peserta yang mengalami sakit. “Kami juga menangani satu korban dari pesawat Lion Air yang jatuh. Korban tersebut ditemukan oleh Banser kemudian diajak ke posko kesehatan,” tandas Bina Suhendra.

Sesepuh NU yang juga merupakan paman Gus Dur, KH Yusuf Hasyim juga sempat dijenguk oleh tim kesehatan di rumah sakit karena dikabarkan terkena serangan jantung. Namun ketika diperiksa, bukan sakit jantung, cuma akibat dari sakit jantung.

Beberapa kegiatan sosial bidang kesehatan juga telah dilaksanakan. Diantaranya adalah khitanan massal yang melibatkan 80 anak di kantor PCNU Solo.

Program lainnya adalah operasi katarak yang mengoperasi 30 pasien. Terdapat dua orang pasien yang tidak jadi dioperasi karena tekanan darah tinggi sehingga membahayakan jika dipaksakan. “Operasi ini merupakan hasil kerjasama dengan Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) wilayah Jateng serta Rumah Sakit Islam Surakarta (Yarsis),” tambahnya.

Masyarakat sekitar Asrama Haji Donohudan juga tak dilupakan dalam rangkaian bakti sosial tersebut. Pada tanggal 26 juga diadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi penduduk sekitar asrama haji dengan jumlah pasien 80 orang.

Berbagai demonstrasi yang terjadi selama muktamar juga sudah diantisipasi oleh tim kesehatan karena memang dalam kondisi tersebut, rawan terjadinya kekerasan,. Selama muktamar, juga terdapat peserta yang luka akibat benturan waktu dorong-dorongan. Namun tidak serius dan mendapat 2 jahitan.

Tim kesehatan juga membuka klinik selama 24 jam dengan 2 ambulan bantuan dari 2 RSUD Dr. Mawardi dan RSI Yarsis. Terdapat dua orang perawat dan dokter yang siap siaga sepanjang waktu disamping dokter-dokter dari PBNU yang mensupervisi.

Untuk obat-obatan yang diperoleh, tim kesehatan memperoleh sumbangan dari PT Indofarma, Kimia Farma sedangkan alat kesehatan diperoleh dari Terumo untuk pemeriksaan gula darah dan alat testometer dari PT Rajawali Nusindo. “Namun kami juga membeli obat-obatan yang memang tidak disediakan oleh perusahaan tersebut,” tandasnya.

Kecelakaan pesawat Lion Air yang terjadi di Solo juga tak lupa dari perhatiannya tim kesehatan muktamar NU. Untuk itu, diadakan donor darah untuk menyumbang kebutuhan darah yang sangat besar waktu itu. Pada acara tersebut, dihasilkan 37 kantong darah.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal PonPes, Hikmah, Bahtsul Masail PMII Cabang Tegal

Selama Muktamar, 1600 Muktamirin Periksakan Diri di Posko Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Muktamar, 1600 Muktamirin Periksakan Diri di Posko Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Selama Muktamar, 1600 Muktamirin Periksakan Diri di Posko Kesehatan

Minggu, 31 Desember 2017

Shalawat NU Bergema di Bumi Atturmusi

Pacitan, PMII Cabang Tegal. Tahun 26 Lahire NU ...

Ijo Ijo Benderane NU ...

Shalawat NU Bergema di Bumi Atturmusi (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat NU Bergema di Bumi Atturmusi (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat NU Bergema di Bumi Atturmusi

Gambar Jagad Simbule NU ...

Bintang Songo Lambange NU ...

PMII Cabang Tegal

Syuriyah Ulamae NU ...

Tanfidziyah Pelaksana NU ...

GP Ansor Pemuda NU ...

PMII Cabang Tegal

Fatayat Pemudi NU ...

Demikian Lantunan Shalawat NU yang dibawakan oleh Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf dari Kota Surakarta pada acara Keluarga Pondok Tremas Bersholawat, Selasa (26/3) malam di halaman Masjid Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan Jawa Timur.

Malam itu, komplek Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan atau yang dikenal dengan sebutan “Atturmusi” dibanjiri ribuan Muslimin dari seantaro Pacitan dan sekitarnya. ?

Ribuan Syecher mania, sebutan untuk simpatisan Habib Syech, memadati halaman masjid, serambi masjid, bahkan ribuan jamaah memenuhi jalan sepanjang komplek Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan.

Turut hadir dalam acara tersebut para alim ulama dan habaib, diantarnya KH Fuad, Habib Dimyathi, KH Luqman Harist Dimyathi, Gus Karim (Solo) KH Zaenal Abidin (Trengalek), KH Umar Tumbu dan Kapolres Pacitan. Mereka ikut larut dalam bacaan sholawat dan qasidah yang didendangkan oleh Habib Syech.

Habib Syech bersama Jamiyyah Ababul Musthofa Madiun menyuguhkan sedikitnya 15 Sholawat. Tak lupa, Sholawat NU dikumandangkan di pesantren yang didirkan oleh KH Abdul Manan Pada tahun 1830 M tersebut.

Sholawat NU yang isinya terdiri dari syi’iran tentang NU dan amaliahnya ini termasuk salah satu lagu yang sangat saat ini sering dibawakan oleh Habib Syech dalam setiap gelaran sholawatnya. Dengan tujuan, panji panji NU semakin menyebar di seantaro polosok negeri.?

?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Zaenal Faizin





Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Humor Islam, PonPes PMII Cabang Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Pergunu DKI Jakarta Luncurkan Beasiswa Yatim Berprestasi

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Dalam rangka memperingati tahun baru Islam, serta menyambut hari santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2015, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) DKI Jakarta melaunching program beasiswa Yatim Berprestasi. Beasiswa ini dihimpun dari dana infaq dan sodaqoh pengurus, anggota, serta para dermawan.

Menurut Ketua PW Pergunu DKI Jakarta, Aris Adi Leksono, MMPd, program ini selain secara umum sebagai ungkapan syukur ditetapkannya hari santri pada tanggal 22 Oktober 2015 dan tahun baru Islam, lebih dari itu juga sebagai bentuk kepedulian para guru terhadap masa depan anak yatim piatu, terutama dalam keberlangsungan pendidikan mereka.?

Pergunu DKI Jakarta Luncurkan Beasiswa Yatim Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu DKI Jakarta Luncurkan Beasiswa Yatim Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu DKI Jakarta Luncurkan Beasiswa Yatim Berprestasi

“Rasulullah SAW sudah menjelaskan dengan gamblang bahwa berbuat baik pada yatim adalah amal yang mulia. Oleh karena itu kami pengurus Pergunu DKI Jakarta akan menjalankan program ini secara berkesinambungan, terus mengajak para anggota dan dermawan untuk menyisihkan rizkinya, sehingga bisa kami salurkan setiap bulan,” ujar Aris.

PMII Cabang Tegal

Secara taktis penyaluran beasiswa ini akan berkoordinasi dengan sekolah/madrasah/pesantren di wilayah Jakarta yang direkomendasikan oleh pengurus atau anggota Pergunu DKI Jakarta. “Pelajar yang direkomendasikan tentu harus memenuhi persyaratan, diantaranya anak yatim atau yatim piatu, berprestasi secara akademik dan non akademik, kurang mampu, serta berakhlak mulia,” terang pria yang juga Ketua IV STAINU Jakarta.

PMII Cabang Tegal

Pada kesempatan yang sama, D Lutfi Hakim, MM, Ketua PC Pergunu Jakarta Timur selaku koordinator program ini menuturkan, bahwa program ini diluncurkan setelah mendapatkan masukan dan dukungan dari beberapa pihak, terkait bagaimana bisa berbuat secara nyata kepada masyarakat, serta berkesinambungan, sehingga ke depan punya efek persiapan SDM Pergunu dan NU yang unggul.?

“Pada tahap awal akan, kami salurkan 22 paket bantuan beasiswa yatim berprestasi pada beberapa madrasah dan pesantren,” ujar Dosen Universitas Assyafiiyah ini. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal PonPes, Quote, Santri PMII Cabang Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Kuli Bersorban

Gus Dur dan rombongan jamaah haji asal Tegal tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi. Begitu turun dari pesawat, mereka langsung saja dikerumuni banyak orang bersorban.

Dua orang dari mereka berbicara dengan nada keras, dan tentu saja dengan menggunakan bahasa Arab. Tampaknya mereka tengah cekcok berebutan tas.

Namun, melihat hal itu, beberapa jamaah haji justru spontan mendekati mereka, sembari berucap: Amin, amin, amin!

Kuli Bersorban (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuli Bersorban (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuli Bersorban

Gus Dur yang berada di situ menghampiri mereka, dan bertanya: “Lho kenapa anda ini?”

“Kita didoakan. Ya diamini saja Gus,” jawab salah seorang jamaah haji. (Ajie Najmuddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal PonPes, Nusantara, Quote PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Honor Karya Enas Mabarti untuk Pusat Studi Sunda

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Honorarium karya-karya tokoh NU Kabupaten Garut, H. Enas Mabarti akan disumbangkan untuk pengembangan Pusat Studi Sunda (PSS). Diantara karya populer Enas Mabarti Sri Sunarsasi (roman), Rencep Sidem Gunem (prosa liris) dan Elmu Politik keur Warga NU.

Honor Karya Enas Mabarti untuk Pusat Studi Sunda (Sumber Gambar : Nu Online)
Honor Karya Enas Mabarti untuk Pusat Studi Sunda (Sumber Gambar : Nu Online)

Honor Karya Enas Mabarti untuk Pusat Studi Sunda

Hal itu diungkapkan sastrawan Sunda yang juga tokoh NU, Usep Romli HM. Ia mengutip apa yang dikatakan Rahmat Taufik Hidayat (Penerbit Kiblat), ketika takziyah pada pemakaman H Enas Mabarti Senin (14/4).

Basa ngalayad, kulawargi alm Pa Enas kamari (Senen siang), waktos teu damang di RS, Pa Enas disaksian ku kulawargina, wasiat ka Pa Ajip Rosidi nu harita ngalayad, sadayana honor buku karyana diinfaqkeun ka Pusat Study Sunda (PSS),” katanya Selasa (15/4) melalui akun Facebook-nya.

PMII Cabang Tegal

Menurut Usep yang mendapat anugerah Hadiah Asrul Sani 2014 dari NU kategori Kesetiaan Berkarya, waktu sastrawan Ajip Rosidi menengok Enas Mabarti di rumah sakit, Enas menyampaikan wasiat itu.    

“Alhamdulillah. Jazakalloh. Barokalloh,” ungkapnya.

PMII Cabang Tegal

Drs.H.Enas Mabarti (72 taun) wafat pada Ahad (13/4). Enas Mabarti adalah Ketua PCNU Kabupaten Garut (1987-1999), Ketua DPC PKB (1999-2004). Juga terkenal sebagai penulis, pelestari lingkungan, pendidik, dan politikus. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nusantara, PonPes, Pendidikan PMII Cabang Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Akhirnya Modul Kaderisasi IPNU Siap Diterbitkan

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Setelah melalui diskusi panjang dan alot, sidang komisi kaderisasi Rakernas 2014 akhirnya menyetujui pengesahan modul kaderisasi. Forum yang diselenggarakan di LPMP DKI Jakarta, Rabu (26/2) itu selanjutnya meminta jajaran PP IPNU untuk segera menerbitkan modul tersebut.

Sebelumnya poros Sulawesi yang diwakili Bidang Kaderisasi IPNU Sulsel Andy M Idris? mengatakan, "Keberadaan modul kaderisasi IPNU tidak bisa ditawar-tawar lagi. Hal ini menjadi harapan besar bagi kelangsungan proses kaderisasi di Indonesia bagian timur.”

Akhirnya Modul Kaderisasi IPNU Siap Diterbitkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhirnya Modul Kaderisasi IPNU Siap Diterbitkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhirnya Modul Kaderisasi IPNU Siap Diterbitkan

Modul kaderisasi ini telah melalui proses panjang; mulai dari workshop kaderisasi, rakernas, dan terakhir rakornas kaderisasi di Bogor.

PMII Cabang Tegal

Karenanya, forum rakernas ini menjadi momentum untuk mengesahkan dan menerbitkan segera yang pada gilirannya didistribusikan ke wilayah dan cabang IPNU se-Indonesia. (Red:? lhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Jadwal Kajian, Kajian, PonPes PMII Cabang Tegal

Minggu, 15 Oktober 2017

Ketua PP Muhammadiyah: NU dan Muhammadiyah itu Satu

Yogyakarta, PMII Cabang Tegal. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah H Syafiq A Mughni mengatakan, NU dan Muhammadiyah keduanya dalam proses yang semakin mendekat yang mengarah pada pandangan yang sama dalam banyak hal. Mulai dari aspek fikih, tasawuf, sampai dengan akidah. Jika hal itu terjadi, maka akan ada sinergi yang luar biasa.

Ia mencontohkan, dalam berfikih, Muhammadiyah melandaskan secara langsung pada Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai rujukan sementara NU menggunakan pendekatan mazhab. Muhammadiyah memang tidak bermadzhab sebagaimana NU. Tapi, bukan berarti Muhammadiyah antimadzhab.?

Sebaliknya dalam hal bermazhab, NU juga semakin fleksibel seperti penggunaan talfiq atau berpindah mazhab karena kondisi yang tidak memungkinkan seperti ketika haji. Dalam pandangan NU, persentuhan laki-laki dan perempuan bukan muhrim merupakan hal yang diharamkan, tetapi saat berhaji, warga NU melakukan talfiq pada mazhab Hambaliyah yang mengizinkannya.?

Ketua PP Muhammadiyah: NU dan Muhammadiyah itu Satu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PP Muhammadiyah: NU dan Muhammadiyah itu Satu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PP Muhammadiyah: NU dan Muhammadiyah itu Satu

Dalam persoalan akidah, perubahan tradisi juga terjadi. Jika dahulu warga Muhammadiyah tidak berziarah kubur, kini bukan hal yang asing lagi bagi warga Muhammadiyah berziarah. Muhammadiyah kembali ke hadits yang sahih yang mengizinkan ziarah kubur. Ia sangat setuju dengan adanya tulisan di sejumlah makam yang berbunyi "Dilarang meminta-minta kepada orang yang sudah meninggal dunia."?

Syafiq mengungkapkan hal itu dalam seminar nasional Sinergi NU dan Muhammadiyah yang digelar Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (UII) di Auditorium Kahar Muzakkir, kampus setempat, Yogyakarta, Sabtu (6/2). Hadir pula sebagai pemateri dalam kesempatan itu Mustasyar PBNU KH A Mustofa Bisri (Gus Mus).

Dalam masalah tasawuf, katanya, dulu Muhammadiyah jauh dari tasawuf dan tarekat. Karena itu, ada yang mengatakan, Muhammadiyiah antitasawuf dan tarekat. Tetapi dalam proses selanjutnya, meskipun bukan penganut, ada apresiasi yang sangat besar terhadap tasawuf dan tarekat.?

PMII Cabang Tegal

“Jadi instrumen-instrumen, wahana-wahana tradisional yang ada di masyarakat. Tradisi-tradisi yang baik itu bisa dimanfaatkan dalam rangka untuk dakwah Islamiyah,” katanya.

Dalam seminar bertema “Membangun Peradaban Rahmatan lil ‘Alamin” tersebut, Gus Mus menyampaikan, sinergi NU dan Muhammadiyah terlihat setidaknya dalam beberapa hal, di antaranya tradisi pendalaman ilmu Islam, kecintaan terhadap ibu pertiwi (hubbul wathan), dan kuatnya ruuhud da’wah (semangat berdakwah).

Seminar nasional ini dihadiri civitas akademik UII, beberapa pengurus lembaga NU dan Muhammadiyah di wilayah DI Yogyakarta dan sekitarnya, serta masyarakat secara umum. (Widiaturrahmi/Mahbib/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Makam, PonPes PMII Cabang Tegal

Senin, 14 Agustus 2017

LAZISNU Latih Usaha Nasi Goreng Mengkudu

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Dalam rangka pemberdayaan masyarakat melalui program NUpreneur, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) mengadakan pelatihan pembuatan nasi goreng daun mengkudu khas Betawi, Ahad, 2 Juni 2013 di gedung Ki Ageng Serang, Kuningan Jakarta.

LAZISNU Latih Usaha Nasi Goreng Mengkudu (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Latih Usaha Nasi Goreng Mengkudu (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Latih Usaha Nasi Goreng Mengkudu

Acara ini merupakan hasil kerjasama antara LAZISNU, Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) dan Rassa Indonesia. Hadir dalam acara pembukaan Ketua LKB Tatang Hidayat, Nur Rohman Suwardi, dari Lazis NU dan Markus Benno, dari Rassa Indonesia. Pelatihan ini dibuat dalam format kelompok, yang masing-masing terdiri dari 5 orang. 

Tatang Hidayat menyatakan dukungannya atas program ini karena seniman harus berdaya dan mandiri supaya budaya bisa terjaga dengan baik. 

PMII Cabang Tegal

Program NUpreneus menargetkan 1000 usahawan di bidang UKM sebagai entrepreneur yang tangguh dan berakhlak mulia. 

Sebelumnya Ketua LAZISNU KH Masyhuri Malik menyatakan program ini akan difokuskan pada pemberdayaan potensi lokal. Untuk di Jakarta, potensi kuliner Betawi merupakan salah satu yang dibidik dan memiliki pasar yang luas untuk dikembangkan.

PMII Cabang Tegal

“Kami ingin lebih fokus pada upaya mendidik masyarakat dengan pola mengembalikan dana program kepada kelompoknya,” kata Kiai Masyhuri Malik.

 

Penulis: Mukafi Niam 

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal PonPes, Fragmen PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock