Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Kader PMII UII Ikuti Olimpiade Psikologi Nasional

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Dua kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari Universitas Islam Indonesia (UII) Muhammad Najih dan Annisa Nur Hasanah mengikuti Olimpiade Psikologi Nasional yang diselenggarakan di Surabaya, sejak Kamis (17/10) lalu.

Olimpiade Psikologi tingkat nasional diadakan di sepuluh universitas di Surabaya yang terdiri dari tujuh cabang lomba, dan diikuti oleh hampir seluruh universitas di seluruh Indonesia yang memiliki Program Studi Psikologi.

Kader PMII UII Ikuti Olimpiade Psikologi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII UII Ikuti Olimpiade Psikologi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII UII Ikuti Olimpiade Psikologi Nasional

Cabang lomba yang ada dalam olimpiade tersebut diantaranya adalah psychodebate (debat psikologi) dan psychoscience (cerdas cermat psikologi)

PMII Cabang Tegal

Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) UII sendiri hanya mengirimkan delegasinya untuk mengikuti dua cabang lomba di atas. Ada sepuluh mahasiswa yang bertolak ke Surabaya sebagai wakil dari FPSB UII termasuk Muhammad Najih dan Annisa Nur Hasanah, kader dari PMII Komisariat Wahid Hasyim Universiatas Islam Indonesia.

PMII Cabang Tegal

Muhammad Najih menjadi tim delegasi lomba psychodebate (debat psikologi) bersama dengan lima teman lainnya yiatu Diana Arum, Sulistyaningrum, Siti Kholidyah, Retno Manggaharti, dan Iswan Saputra. Najih selain tercatat sebagai sekretaris PMII UII, dirinya juga merupakan penerima Beasiswa Unggulan BPKLN Kemdikbud.

Kemudian, Annisa Nur Hasanah adalah merupakan kader PMII UII yang menjadi delegasi FPSB UII dalam bidang Psychoscience (cerdas cermat psikologi) bersama empat orang lainnya yaitu, Kusprayogi, Ni Putu Dara Retno, dan Abdi Winarni.

Dalam olimpiade tersebut dua kader PMII UII dan delapan mahasiswa lain yang mewakili FPSB UII tersebut mendapatkan hasil yang cukup memuaskan. Tim debat yang sebelumnya tidak berharap untuk dapat lolos dari babak penyisihan grup, ternyata dapat meneruskan langkahnya sampai kepada perempat final yang kemudian terhentikan langkahnya setelah dikalahkan oleh Universitas Pelita Harapan Surabaya.

Berbeda dengan tim debat, perwakilan dari tim cerdas cermat ternyata harus terhenti terlebih dahulu dibabak penyisihan.

Meski demikian, seluruh mahasiswa yang menjadi wakil dari FPSB UII tersebut mempunyai kebanggaan tersendiri berupa pengalaman yang tidak tergantikan dan dapat membangun persahabatan yang hangat dengan teman-teman dari universitas lain meski mereka memiliki latar belakang keyakinan agama dan juga ras berbeda. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax PMII Cabang Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Nekat, Kemenag Banyumas Tak Mau Tarik Buku SKI

Banyumas, PMII Cabang Tegal. Beberapa pekan terakhir, Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Indonesia digegerkan dengan munculnya sebuah tulisan "Berhala sekarang adalah kuburan para wali" pada buku panduan guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kelas VII Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Nekat, Kemenag Banyumas Tak Mau Tarik Buku SKI (Sumber Gambar : Nu Online)
Nekat, Kemenag Banyumas Tak Mau Tarik Buku SKI (Sumber Gambar : Nu Online)

Nekat, Kemenag Banyumas Tak Mau Tarik Buku SKI

Kalimat ini dinilai memicu sentimen Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA). Ujungnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan permintaan maaf kepada publik dan mencabut buku tersebut dari peredaran.

Namun, Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Banyumas, mempunyai sikap lain. Kepala kantor Kemenag, Bambang Sucipto mengatakan, buku kurikulum 2013 cetakan PT Macanan Jaya Cemerlang Klaten tersebut sudah dalam proses pendistribusian dan tetap akan diedarkan.

PMII Cabang Tegal

"Kami meminta penerbit tidak menarik buku tersebut dari peredaran karena buku tersebut bukan termasuk pegangan siswa, namun panduan bagi guru pengajar," ujar Bambang beberapa waktu lalu.

Menurutnya, jika buku ini ditarik dari peredaran, maka akan memakan waktu cukup lama. "Sebenarnya tinggal bagaimana cara guru menyampaikan kepada anak didiknya saja, saya rasa guru cukup selektif dalam menyampaikan materi SKI ini," jelasnya.

PMII Cabang Tegal

Kantor Kementerian Agama Banyumas, kata Bambang, akan mengusulkan kepada Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kemenag RI mengoreksi buku terbitannya itu.

Terpisah, Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Purwokerto, Ilhamudin meminta buku tersebut segera ditarik dari peredaran.

"Kami mendesak Kemenag Banyumas segera menarik buku ini dari edaran, sebab hal ini akan menghegemoni dunia pendidikan," ungkapnya.

Kepala MTs Maarif Nu Al-Hidayah Purwokerto, Charis Munandar mengatakan, meski buku SKI belum sampai di tangan guru, namun aktifitas pembelajaran masih efektif.

Menurutnya, materi pelajaran yang memberikan pengetahuan terkait sejarah dan kebudayaan Islam itu sudah disampaikan sejak awal masuk menggunakan soft copy yang di download oleh guru setempat.

"Jika ada tulisan yang mengandung SARA dalam LKS atau buku, guru pasti punya inisiatif tanggap cepat dan mengantisipasinya," ujar sekretaris Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Banyumas ini. (Agus Riyanto/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, Pertandingan, Sejarah PMII Cabang Tegal

Rais NU Jabar: Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain!

Garut, PMII Cabang Tegal - Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat KH M Nuh Addawami mengatakan, salah satu kunci kebahagiaan dunia dan akhirat adalah kasih sayang. Keselamatan manusia itu pun terletak pada rahmat (kasih sayang) Allah.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Cisurupan Garut ini menekankan untuk tidak mudah memarahi kesalahan orang lain atau mengejek perbuatannya. Sebab, menurutnya, sikap demikian itu merupakan ciri orang yang tak memiliki kasih sayang.

Rais NU Jabar: Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais NU Jabar: Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais NU Jabar: Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain!

"Orang yang memiliki kasih sayang adalah menyapa orang berbuat jelek dan mengajak pada hal baik,” ujar Kiai Nuh pada acara puncak Haul Pendiri dan Milad YPI al-Hikmah, Sabtu (18/2), di Garut, Jabar. Ia menyebut perilaku arif ini sebagai akhlak tawassuth alias tidak berlebihan.

PMII Cabang Tegal

Berdakwah itu mesti dilakukan dengan tidak membuat mereka takut. “Dakwah orang NU harus wasathan (berimbang), yang membuat jamaah bahagia, jika salah akan sedih mengikuti arahan. Cara berpikir dan bertindaknya Alhussunnah wal Jamaah yang menjadi dasar aqidahnya Nahdlatul Ulama dalam segala tindakannya thawassuth," tambahnya.

Kiai Nuh lantas mengutip Surat Al An’am 108 agar tak seenaknya menghina kelompok lain meski berseberangan secara akidah. "Janganlah kalian menghina berhala atau sembahan orang (kafir), karena (jika begitu) mereka akan menghina sembahanmu (Allah), sehingga kalian jadi penyebab menghinanya mereka pada Allah," pungkasnya.

PMII Cabang Tegal

Acara yang dilaksanakan di komplek yayasan ini dihadiri sekitar seribu jamaah antara lain dari Muslimat NU, GP Ansor, Fathayat NU, IPNU, IPPNU, guru-guru dan siswa madrasah, perwakilan pemerintah serta warga masyarakat sekitar. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, RMI NU, Kajian PMII Cabang Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

Tahun Baru Hijriyah, KBRI Damaskus Pulangkan 26 TKI Suriah ke Tanah Air

Suriah, PMII Cabang Tegal - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Damaskus melakukan pemulangan TKW-TKI gelombang ke-280 sebanyak 26 dari Suriah langsung dari bandara Damascus International Airport, Ahad (2/10). Pihak kedutaan melakukan repatriasi TKW-TKI secara perorangan ini di awal tahun baru hijriyah 1438 H.

Sebagian besar para TKW yang direpatriasi ini berasal dari Jawa Barat. Selebihnya berasal dari Jateng, Jatim, dan NTB. Mereka berhasil dipulangkan setelah permasalahan dan hak-haknya diselesaikan. Repatriasi kali ini didampingi oleh staf KBRI Damaskus Abdul Kholiq.

Tahun Baru Hijriyah, KBRI Damaskus Pulangkan 26 TKI Suriah ke Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Baru Hijriyah, KBRI Damaskus Pulangkan 26 TKI Suriah ke Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Baru Hijriyah, KBRI Damaskus Pulangkan 26 TKI Suriah ke Tanah Air

Mereka yang dipulangkan secara rinsi berasal dari Cianjur, Majalengka, Karawang, Banyuwangi, Sukabumi, Lombok Tengah, Cirebon, Indramayu, Gorontalo, Ende, Serang, Lombok Tengah NTB, Brebes, Pandeglang, Serang, Jember.

Pejabat Protokol Konsuler sekaligus Pejabat Penerangan Sosial Budaya AM Sidqi dalam pertemuan pemulangan mengatakan, “Pemerintah RI telah menghentikan secara permanen pengiriman tenaga kerja untuk sektor perorangan ke seluruh negara di Timur Tengah.”

PMII Cabang Tegal

Menurut Sidqi, dari 26 TKI yang dipulangkan itu diduga kuat terdapat enam korban perdagangan orang (TPPO) yang dikirim pascamoratorium penghentian penempatan TKI ke Suriah pada tahun 2011. Indikasi utamanya adalah tidak adanya perjanjian kerja atau kontrak kerja yang antara lain harus menyebutkan negara tujuan, besarnya gaji dan masa berlakunya kontrak/perjanjian kerja.

PMII Cabang Tegal

Sejak 2012, KBRI Damaskus telah merepatriasi sebanyak 12.510 WNI dalam 280 gelombang. Sementara pada tahun 2016, sebanyak 260 WNI dipulangkan dalam sembilan gelombang.

“KBRI Damaskus masih terus melakukan program repatriasi TKW dari Suriah dan telah masuk tahun keenam, tetapi disayangkan korban perdagangan manusia alias TKW ilegal masih terus masuk ke Suriah, sehingga program repatriasi ini tidak kunjung selesai,” pungkas Sidqi seperti dirilis Pensosbud KBRI Damaskus. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, Internasional, IMNU PMII Cabang Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

LP Ma’arif Boyolali Tetap Jalankan 6 Hari Sekolah

Boyolali, PMII Cabang Tegal - Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Cabang Boyolali ikut menolak kebijakan lima hari sekolah. Menurutnya, kebijakan lima hari sekolah tidak serta merta membawa keuntungan bagi dunia pendidikan.

Hal ini disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Ma’arif NU Boyolali Gunanto.

LP Ma’arif Boyolali Tetap Jalankan 6 Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif Boyolali Tetap Jalankan 6 Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif Boyolali Tetap Jalankan 6 Hari Sekolah

Ia menambahkan, saat ini sekolah-sekolah di bawah lembaga pendidikan milik NU Boyolali masih menerapkan kebijakan enam hari sekolah.

PMII Cabang Tegal

”Sampai saat ini sekolah-sekolah di bawah kami, masih menerapkan enam hari sekolah,” terang Gunanto, Selasa (8/8).

Di wilayah Boyolali ada tujuh sekolah setingkat SLTA yang berada di bawah naungan Ma’arif, dua SMK dan lima Madrasah Aliyah (MA).

PMII Cabang Tegal

”Saya contohkan SMK Karya Nugraha. Meski enam hari sekolah, tapi pulangnya tetap jam 4 sore,” imbuhnya.

Lembaga Pendidikan Maarif NU Boyolali, ecara tegas menolak penerapan program lima hari sekolah. Sebanyak lima sekolah di bawah lembaga pendidikan milik Nahdlatul Ulama (NU), yang berada di wilayah Boyolali, pun selama ini tidak menerapkan kebijakan tersebut.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Boyolali Masruri, menyampaikan kebijakan FDS mestinya diuji dahulu sebelum diterapkan secara penuh.

“Dikaji bersama-sama. Apakah merugikan atau menguntungkan. Apakah semakin mencerdaskan atau tidak,” kata Masruri. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ahlussunnah, Anti Hoax PMII Cabang Tegal

Senin, 05 Februari 2018

NU Bakung Santuni Yatim 2 Juta Per Anak

Blitar, PMII Cabang Tegal. Yayasan Budi Luhur Sejati milik Ranting NU Bakung Udanawu, Blitar, Jawa Timur menyantuni anak-anak yatim piatu Rp 2 juta, buku tulis, dan pakaian. Santunan diiringi nyanyian syair? Abu Nawas....

Duh pengeran kulo sanes ahli suwargo. Namung kulo mbeten kiat panas genine neroko...."

NU Bakung Santuni Yatim 2 Juta Per Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Bakung Santuni Yatim 2 Juta Per Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Bakung Santuni Yatim 2 Juta Per Anak

Ketua Yayasan Budi Luhur Sejati M. Juremi mengatakan, tahun ini jumlah NU menyantuni 36 anak. Masing-masing anak dapat Rp 2 juta, paket buku dan baju.

“Uang didapat dari para donatur dan hasil komplongan saat Pawai Ta’aruf? lalu. Semua bisa terkumpul Rp 72 juta dan bisa dibagi masing-masing anak Rp 2 Juta tadi,’’ katanya di sela santunan pada Selasa malam (18/10) di halaman MTs Ma’arif Udanawu, Blitar.

PMII Cabang Tegal

Ia mengapresiasi masyarakat Desa Bakung dan sekitarnya, khususnya warga nahdliyin dan nahdliyat yang berpartisipasi aktif dalam menundukung santunan tahun ini.

PMII Cabang Tegal

”Dukungan masyarakat? sangat besar, khususnya warga NU. Untuk itu, kami sampaikan terima kasih,’’ katanya.

Ia jelaskan, dari tahun ke tahun jumlah santunan terus meningkat. Dalam santunan kali keempat ini baik dana santunan dan yang disantuni bertambah. Tahun 2015 lalu ada 30 anak dan tahun 2016 ada 36 anak.

“Hingga kini NU belum memiliki panti. Insyaallah kita menargetkan tahun 2017, NU Bakung Udanawu sudah punya panti asuhan,’’ tandasnya.

Ikut hadir pada santunan itu, Ketua PCNU Kabupaten Blitar KH Masdain Rifai Ahyat. Rais Syuriyah MWCNU UdanawuKH Abdul Muhid, KH Syaikuddin Rohman dan seluruh pimpinan banom dan lembaga? NU.

Pada kesempatan itu ditampilkan juga Qori’Nasional Ustadz Moh. Basthomi dan grup rebana dari Pesantren Al-Ma’arif? Udanawu Blitar.

Sebelumnya, dibagikan tropi juara para pemenang lomba pawai ta’ruf yang diselenggarakan beberapa hari lalu. (imam kusnin ahmad/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, Anti Hoax, Khutbah PMII Cabang Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Iran Hukum Mati Pendiri Syiah Versi New Age

Teheran, PMII Cabang Tegal - Mohammad Ali Taheri, seorang pendiri aliran baru Islam Syiah ala New Age mendapat vonis hukuman mati dari pengadilan Iran.

Pengacara Taheri, Mahmoud Alizadeh Tabatabaei mengatakan bahwa pengadilan tersebut menghukum kliennya atas dasar tuduhan mendirikan sebuah sekte.

Iran Hukum Mati Pendiri Syiah Versi New Age (Sumber Gambar : Nu Online)
Iran Hukum Mati Pendiri Syiah Versi New Age (Sumber Gambar : Nu Online)

Iran Hukum Mati Pendiri Syiah Versi New Age

Seperti dikutip dari AP, pengacara tersebut mengaku pihaknya akan mengajukan banding dalam waktu 20 hari.

PMII Cabang Tegal

Pada tahun 2014, Taheri juga mendapat vonis hukuman mati atas tuduhan serupa namun pengadilan banding kemudian menolak putusan tersebut. Pria 61 tahun itu telah dipenjara sejak 2011, saat sebuah pengadilan memvonisnya lima tahun penjara karena kasus penodaan agama.

Dalam beberapa pekan belakangan ini, pihak berwenang dilaporkan sudah menahan puluhan pengikut Taheri.

PMII Cabang Tegal

Taheri juga telah melakukan penelitian tentang pengobatan alternatif. Pemimpin Iran menganggap keyakinan New Age sebagai ancaman terhadap prinsip-prinsip Islam. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax PMII Cabang Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Penuhi Permintaan Anggota, Ansor Pekalongan Produksi Sarung

Pekalongan, PMII Cabang Tegal. Banyaknya permintaan asesoris organisasi seperti jaket, jas, batik seragam, dan kaos yang berlogo Ansor dan banser, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Pekalongan melalui unit ekonominya Sentral Bisnis Ansor Banser (Sorban) baru baru ini telah meluncurkan produk baru berupa sarung Ansor.

Penuhi Permintaan Anggota, Ansor Pekalongan Produksi Sarung (Sumber Gambar : Nu Online)
Penuhi Permintaan Anggota, Ansor Pekalongan Produksi Sarung (Sumber Gambar : Nu Online)

Penuhi Permintaan Anggota, Ansor Pekalongan Produksi Sarung

Produksi sarung ansor ini sekaligus melengkapi produk Sorban yang telah menyebar di beberapa daerah di wilayah Indonesia. Selain untuk memenuhi kebutuhan internal organisasi, Sorban Ansor Kabupaten Pekalongan juga memproduksi seragam batik organisasi seperti LP Maarif, IPNU IPPNU dan seragam seragam guru dengan motif dan corak sesuai kebutuhan.

Mengenai sarung ansor, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan Azmi Fahmi kepada PMII Cabang Tegal mengatakan, ada beberapa tipe dan motif yang saat ini diproduksi dan dipasarkan oleh sorban. Yang sekarang ini telah beredar di pasaran ada dua yakni tipe polos dan dolby dengan corak warna soft.

"Alhamdulillah di bawah naungan Sorban usaha ekonomi yang dikelola oleh PC Ansor Kabupaten Pekalongan berjalan cukup baik, di samping usaha lain yang saat ini terus dikembangkan seperti travel perjalanan haji dan umroh plus, dan koperasi," tutur Fahmi.

PMII Cabang Tegal

Dikatakan, dengan usaha ekonomi yang dikelolanya, GP Ansor Kabupaten Pekalongan tidak lagi mengalami kesulitan pendanaan organisasi seperti periode periode sebelumnya, misal jika akan menggelar kegiatan harus bikin proposal lebih dahulu.

Fahmi berharap produksi sarung ansor yang telah diluncurkan bersamaan dengan pembukaan Konferensi Wilayah (Konferwil) GP Ansor Jawa Tengah di Kabupaten Pekalongan, Ahad (12/11) dapat diterima oleh khalayak dan pihaknya siap menerima pemesanan dan jumlah besar untuk organisasi, kelompok pengajian maupun perorangan. (Abdul Muiz/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, News, Sholawat PMII Cabang Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Pesan Panglima TNI Untuk Generasi Muda Indonesia

Jakarta, PMII Cabang Tegal - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo menitipkan beberapa pesan kepada generasi muda penerus bangsa. Ia meminta kepada pemuda untuk memiliki mimpi besar. Baginya, mimpi besar ini bisa terwujud jika dibarengi dengan usaha yang maksimal, mewujudkannya dengan sepenuh hati, dan berdoa kepada Tuhan. ?

“Misalnya kalau sekolah dokter itu jangan hanya ingin menjadi dokter umum. Seharusnya mimpinya memiliki rumah sakit,” kata Jenderal Gatot di hadapan Ketua Osis SMA Jakarta dan Ketua Gerakan Pemuda serta hadirin peserta Simposium Nasional di Balai Kartini Jakarta, Senin (14/8).

Pesan Panglima TNI Untuk Generasi Muda Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Panglima TNI Untuk Generasi Muda Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Panglima TNI Untuk Generasi Muda Indonesia

Selain itu, lulusan Akademi Militer 1982 itu juga berpesan kepada pemuda untuk jangan takut mencoba hal baru dan jangan takut untuk gagal. Kalau seandainya suatu saat seseorang tidak berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya, maka ia harus meningkatkan kualitas diri.

PMII Cabang Tegal

“Kalau nilainya jelak, maka waktu belajarnya harus ditambah. Kalau sebelumnya cuma dua jam, jadi empat jam,” terangnya.

Selanjutnya, ia beramanat agar pemuda Indonesia untuk hidup dan berjuang untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Terakhir, ia menaruh pesan bahwa pemuda Indonesia harus percaya kepada kemampuannya sendiri.

“Berpikir secara global, menang secara lokal. Satu lagi saya minta tolong sampaikan kepada ibu-ibu muda. Kalau mengantarkan anaknya ke PAUD atau ke TK atau ke SD, ketika sampai di depan pintu tolong bisikkan di telinga anak untuk rajin belajar untuk menjaga Indonesia ini,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, Amalan PMII Cabang Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Anggota TNI Ini Bekali Santri Bela Negara

Jepara, PMII Cabang Tegal. Anggota TNI AD yang terdiri dari Kapten Mashudi (Danramil 09 Mlonggo), Bambang Sugito (Babinsa Sekuro) dan Musa Abdullah (Babinsa Mororejo) memberikan pembekalan bela negara kepada ratusan santri pesantren Az Zahra Jepara, Kamis (27/11) siang kemarin.

Kepada santri unit SMK Az Zahra, Mashudi menyampaikan pentingnya bela negara. Bela negara jelasnya ialah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Anggota TNI Ini Bekali Santri Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota TNI Ini Bekali Santri Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota TNI Ini Bekali Santri Bela Negara

Adapun nilai-nilai dalam bela negara mencakup 5 hal. Cinta kepada tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, yakin pada pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara. “Serta memiliki kemampuan awal bela negara baik psikis maupun fisik,” imbuhnya.

PMII Cabang Tegal

Secara psikis warga negara harus memiliki kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual, senantiasa memelihara jiwa dan raganya. Serta memiliki sifat disiplin, ulet, kerja keras dan tahan uji.

PMII Cabang Tegal

Sedangkan kemampuan fisik perlu ditopang dengan kondisi kesehatan, keterampilan jasmani dengan gemar berolahraga dan menjaga kesehatannya.

Penanggung jawab kegiatan, Bambang Sugito menyampaikan kegiatan untuk memberikan bekal materi bela negara kepada peserta didik. Selain untuk mengingatkan kembali dasar negara dan UUD kegiatan juga untuk mengingat jasa para pejuang ’45. “Harapan kami anak-anak tidak melupakan para pejuangnya,” harap Bambang disela-sela kegiatan.

Senada dengan Bambang, Hasan Khaeroni, Kepala SMK Az Zahra memaparkan ulama termasuk pejuang yang juga berperan untuk merebut kemerdekaan. “KH Hasyim Asyari, KH Wahab Hasbullah, KH Wahid Hasyim merupakan sejumlah kiai yang turut merebut kemerdekaan,” tegasnya.

Sehingga santri saat ini juga harus berperan aktif pada kelompok yang hendak merongrong keutuhan NKRI. Caranya, lanjut lulusan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu dengan penguatan nilai-nilai bela negara yang tertanam sejak dini. (Syaiful Mustaqim/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pondok Pesantren, Anti Hoax, Quote PMII Cabang Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Pembangunan Kantor NU Peterongan Didorong Segera Rampung

Jombang, PMII Cabang Tegal - Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menyelenggarakan halal bihalal setelah sekitar sepekan lalu PCNU setempat menggelar kegiatan yang sama.

Kegiatan yang berlangsung di aula kantor MWC NU Peterongan, Ahad (31/7/2016) siang itu dihadiri beberapa tokoh antara lain Wakil Rais Syuriyah PCNU Jombang Kiai Mujib, Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang KH Isrofil Amar, Ketua PC Muslimat NU yang juga Wakil Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab, Wakil Ketua DPRD Subaidi Muchtar, Ketua PC GP Ansor H Zulfikar Damam Ikhwanto, Direktur Aswaja NU Center Jombang Yusuf Suharto, serta pengurus NU lainnya.

Pembangunan Kantor NU Peterongan Didorong Segera Rampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembangunan Kantor NU Peterongan Didorong Segera Rampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembangunan Kantor NU Peterongan Didorong Segera Rampung

Dalam forum tersebut, proses pembangunan kantor MWCNU Peterongan yang masih belum rampung hingga saat ini menjadi salah satu pembicaraan. Kiai Mujib Syuriyah PCNU berharap agar penyempurnaan pembangunan kantor terus dilakukan dan menjadi komitmen bersama.

Menurutnya, hal itu diperlukan untuk lebih menyemangati pengurus dalam menjalankan program-program MWCNU ke depan. "Semoga kantor MWC NU Peterongan ini lekas jadi," katanya.

PMII Cabang Tegal

Ia juga menyampaikan, beberapa bangunan yang sudah tampak, juga fasilitas yang ada hendaknya juga terus disempurnakan. Sebagai pengurus NU sudah seharusnya selalu optimis dan besar hati dalam menjalankan segala rencana atau program NU. "Yang sudah ‘menutup aurat’ ini perlu dilengkapi," imbuhnya.

PMII Cabang Tegal

Sementara itu, di waktu yang sama, Isrofil Amar mengingatkan seluruh pengurus NU agar terus memperhatikan nilai-nilai ke-NU-an, keagamaan, dan kenegaraan. Menurutnya, semua gerakan NU tidak terlepas dari ketiga nilai tersebut.

Isrofil juga berpesan kepada warga NU untuk memperkuat persatuan NU, persadaan Islam, dan solidaritas sesame bangsa.

Dalam suasana halal bihalal tersebut juga dilakukan penyerahan berkas Badan Hukum Perkumpulan Nahdlatul Ulama (BHPNU) masjid, mushala, dan TPQ? oleh Ketua PCNU secara simbolis kepada MWCNU Peterongan sebanyak 70 lembaga. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, Pemurnian Aqidah, Tokoh PMII Cabang Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

PBNU Minta Semua Bertanggung Jawab Soal Keterlambatan UN

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Sekretaris Jenderal PBNU H Marsudi Syuhud menyatakan keprihatinannya atas karut-marutnya pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dan meminta semua pihak yang terkait bertanggung jawab atas permasalahan ini.?

PBNU Minta Semua Bertanggung Jawab Soal Keterlambatan UN (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Semua Bertanggung Jawab Soal Keterlambatan UN (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Semua Bertanggung Jawab Soal Keterlambatan UN

“Sebaiknya tidak mencari kambing hitam dengan hanya menyalahkan satu pihak, tetapi bagaimana menyelesaikan persoalan ini tanpa politisasi,” katanya.

Marsudi, setuju dengan pendapat Taufik Kiemas bahwa Mendikbud M Nuh tidak perlu mundur dari jabatannya, karena kendala yang dialami merupakan kendala teknis.

“Untuk itu, perlu didalami persoalannya dan diinvestigasi secara menyeluruh sehingga diperoleh hasil yang komprehensif,” tuturnya.?

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Ia juga menyoroti kenapa anggaran untuk pencetakan naskah Ujian Nasional baru disetujui pada 22 Februari 2013, yang merupakan waktu yang sudah sangat mepet, sementara proses tender percetakan juga baru boleh dilakukan setelah anggaran keluar.

“Hal-hal seperti ini harus ditelusuri sampai ke DPR yang memberikan persetujuan anggarannya,” tandasnya.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ahlussunnah, Anti Hoax, Ubudiyah PMII Cabang Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Sudagar-Aktivis, Ketua Tanfidziyah NU Pertama (2-habis)

Pertemuan antara Hasan Gipo dengan Kiai Wahab serta kiai lainnya makin intensif. Ia kemudian terlibat aktif dalam pendirian Nahdlatul Wathan (1914), walaupun tidak tercatat sebagai pengurus. Selanjutnya ia juga menjadi peserta diskusi dalam forum Taswirul Afkar (1916).

Karena itu pengetahuannya sangat teruji, dan kemapuan berargumentasinya sangat memukau. Selain itu ia juga telah aktif terlibat dalam Nahdlatut Tujjar (1918) yang memang bidangnya. Dalam forum semacam itu ia berkenalan dengan ulama lainnya makin intensif seperti Kiai Hasyim Asy’ari dan beberapa kiai besar lainnya di Jawa  yang telah lama menjadin pershabatan dengan keluarga Ampel itu.

Bahkan ketika para ulama membentuk Komite Hejaz dan akan mengirimkan utusan ke Makah, sumbangan Hasan Gipo juga sangat besar, karena dialah yang mempelopori penghimpunan dana dan ia sendiri pun menyumbang sangat besar. Atas prestasinya yang banyak memberikan sumbangan, dan memiliki kecakapan teknis dalam menangani administrasi organisasi serta penggalangan dana masyarakat.

Sudagar-Aktivis, Ketua Tanfidziyah NU Pertama (2-habis) (Sumber Gambar : Nu Online)
Sudagar-Aktivis, Ketua Tanfidziyah NU Pertama (2-habis) (Sumber Gambar : Nu Online)

Sudagar-Aktivis, Ketua Tanfidziyah NU Pertama (2-habis)

Karena itu ketika Nahdlatul Ulama berdiri, dalam sebuah pertemuan terbatas yang dipimpin Kiai Wahab Hasbullah di kawasan Bubutan Surabaya itu ia langsung ditunjuk sebagai Hoftbestoor (Pengurus Besar) NU sebagai Ketua Tanfidziyah  dan usul itu langsung disetujui oleh Kiai Hasyim Asy’ari yang sebelumnya sudah sangat mengenal Hasan Gipo serta latar belakang keluarganya.

Walau sebagai pengurus NU bisnisnya tetap berkembang, bahkan kemudian juga dikembangkan ke sektor properti, ia banyak memiliki perumahan, pertokoan dan pergudangan yang ini kemudian disewakan, saat itu kebutuhan terhadap sarana bisnis tinggi, karena itu tingkat hunian propertinya juga tinggi, sehingga keuntungan yang diperoleh dari sini juga tinggi, sehingga ia bisa menyumbang banyak ke NU, baik ketika Muktamar maupun untuk sosialisasi dan pengembangan NU ke daerah-daerah lain, sehingga bisa dilihat NU berkembang sangat cepat dari Surabaya, pada tahun kedua telah menyebar di Jawa Tengah, bahkan pada tahun kelima telah menyebar ke Jawa Barat, bahkan ke Kalimantan dan Singapura.

Seperti dilukiskan Saifuddin Zuhri, yang menggabarkan Hasan Gipo sebagai sosok yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga gagah secara fisik, karena itu ketika terjadi perdebatan tentang masalah teologi antara Kiai Wahab Hasbullah dengan Muso yang ateis itu bisa mengganti kedudukan Kiai Wahab yang bosan menghadapi Muso yang hanya bisa debat kusir tanpa nalar dan tanpa hujjah yang benar. Maka dengan gagah berani ia  melakukan  debat dengan Muso tokoh PKI yang dikenal sebagai Singa podium itu ditaklukkan. Setiap argeumennya bisa dipatahkan, sehingga alumni Moskwo dan anak didik Lenin itu keteteran. Tidak hanya itu Arek Suroboyo ini juga berani menantang Muso berkelahi secara fisik. Anehnya Muso yang biasanya brangasan itu tidak berani menghadapi tantangan Hasan Gipo.

PMII Cabang Tegal

Selain menguasai ilmu agama, setiap orang pesantren selalu menguasai ilmu kanuragan, sebab ini bagian dari tradisi pesantren, dan tampaknya Hasan Gipo juga memiliki ilmu ini, itu yang membuat Muso ngeri menghadapi. Hasan Gipo. Jabatan ketua Tanfidziyah itu dipegang Hasan Gipo selama dua masa jabatan, baru pada Muktamar NU Ketiga 1929 di Semarang ia digantikan oleh KH. Noor sebagai ketua Tanfidziyah yang baru juga berasal dari Surabaya. Selanjutnya pada Muktamar NU ke 12 tahun 1937 di Malang kemudian KH Noor digantikan oleh KH Mahfud Shiddiq, kakak kandung KH Ahmad Shiddiq. 

Pada periode awal ini, NU memang banyak diikuti oleh para pengusaha, selain Hasan Gipo ada beberapa pengusaha besar yang masuk ke NU yaitu Haji Burhan Gresik. Ia memiliki pabrik kulit dan persewaan rumah dan gudang. Kemudian adalagi pengusaha besar Haji Abdul Kahar Kawatan Surabaya, yang menguasai perdagangan pertanian di Jawa Timur. Kemudian ada H. Jassin, seorang pemilik pabrik garmen yang khusus diekspor ke India dan Pakistan. Mereka semuanya pernah aktif terlibat aktif dalam Nahdlatut Tujjar, maka ketika NU berdiri secara otomatis mereka bergabung ke NU. Dengan demikian NU bisa berdiri mandiri tanpa bantuan dari kolonial, sehingga bebas menentukan gerak organisasinya dan mengatur pendidikan pesantren yang diselenggarakannya.

Pada periode awal ini selain menggiatkan bidang pendidikan, maka NU sangat peduli dengan usaha pengembangan ekonomi dengan membentuk berbagai syirkah. Usaha impor sepeda dari Eropa dirintis sejak tahun 1935, karena untuk mencukupi kebutuhan pasar dalam negeri, dan tentunya sangat dibutuhkan sebagai sarana transportasi warga NU dalam mengembangkan jamiyah.

Selain itu juga dibentuk badan pengimpor gerabah dan barang kebutuhan lainnya dari Jepang. Usaha itu terus dikembangkan, kemudian NU juga mulai masuk lebih serius dalam bidang industri percetakan dan lain sebaginya. Atas inisiatif para kiai dan para tujjar yang ada dalam tubuh NU itu pergerakan NU semakin gencar, sehingga dalam waku singkat menjadi organisasi besar.

Selain bisnis yang bersifat kolektif para pengurus NU sejak dari Kiai Hasyim Asy’ari, termasuk Kiai Wahab Hasbullah. Kiai As’ad Syamsul Arifin, Kiai Bisri, Kiai Muslih Purwokerto, semuanya mempunyai usaha sendiri-sendiri. Usaha itu dibangun selain untuk memenuhi ekonomi keluarga yang terpenting bisa menjadi kemandirian agar tidak minta bantuan pada pemerintah kolonial Belanda. Jajaran pimpinan NU terdiri dari orang-orang independen, tidak ada yang menggantungkan ekonominya pada birokrasi kolonial.

PMII Cabang Tegal

Karena itu sejak masa kemerdekaan kemandirian kiai dan NU tetap terjaga, karena memiliki kemandirian secara ekonomi. Pembangunan ekonomi di sini ditempatkan sebagai strategi politik untuk menjaga kemandirian dan kebebasan warga dari ketergantungan dan tekanan dari penjajah. 

Setelah tidak lagi menjadi Ketua Tanfidziyah PBNU, Hasan Gipo kembali mengembangkan bisnisnya, hingga semakin besar. Sebagian hasil keuntungannya tetap disumbangkan pada NU dan pesantren. Sebab pada masa rintisan NU membutuhkan banyak dana, apalagi saat itu Muktamar dilaksanakan setiap tahun, maka sudah pasti Hasan Gipo tergerak untuk membantu pendanan Muktamar NU setiap kali diselenggarakan, baik di Surabaya maupun di luar Jawa.

Aktivitas Hasan Gipo terus dilanjutkan hingga menjelang wafatnya  pada tahun 1934, kemudian dimakamkan di kompleks pemakaman Sunan Ampel dalam pemakaman khusus keluarga Sagipoddin. Ia mempunyai tiga orang anak, yang kemudian melanjutkan usaha bisnisnya dan sekaligus sebagai penerus dinasti Gipo yang masih terus aktif hingga saat ini.

 

Abdul Munim DZ

(Disadur dari beberapa sumber dan hasil wawancara dengan H. Musa Jassin, salah seorang anggota Bani Gipo, yang tinggal di Kawatan Surabaya) 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, Nasional, Berita PMII Cabang Tegal

Rabu, 22 November 2017

Pengurus Jatman Provinsi Tinjau Lokasi Manaqib Kubro

Brebes, PMII Cabang Tegal. Panitia tingkat provinsi Jawa Tengah dan pengurus Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyah (JATMAN) tingkat Jateng, meninjau lokasi penyelenggaraan Manaqib Kubro. Peninjauan dilakukan setelah rapat gabungan kedua pihak sehubungan perubahan lokasi.

“Untuk sinkronisasi, kami datang untuk melihat langsung kesiapan panitia termasuk mengecek lokasi yang akan ditempati,” kata Sekretaris JATMAN Provinsi Jawa Tengah H Muhtarom, usai memimpin rapat gabungan di ruang rapat Bupati Brebes Jateng, Rabu (13/2).

Pengurus Jatman Provinsi Tinjau Lokasi Manaqib Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Jatman Provinsi Tinjau Lokasi Manaqib Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Jatman Provinsi Tinjau Lokasi Manaqib Kubro

Selain Manaqib Kubro, pada pertemuan tersebut akan dilaksanakan Bahtsul Masa’il, istighosah, dan pengajian akbar JATMAN Idaroh Wusto Jawa Tengah. Kegiatan yang semula difokuskan di Kompleks Islamic Centre, MTs Negeri Brebes serta MAN Brebes kini dialihkan ke kompleks Pendopo Bupati, Masjid Agung Brebes, dan pesantren Assalafiyah II Brebes.

PMII Cabang Tegal

Peninjauan ini, tambah H Muhtarom, bertujuan agar penyelenggaraan Manaqib Kubro pada 24 Mei 2014 mendatang steril dari bendera politik. Pasalnya, saat itu berdekatan dengan pemilihan Presiden. “Yang boleh berkibar di area kegiatan hanyalah bendera NKRI dan bendera NU,” kata Muhtarom.

PMII Cabang Tegal

Muhtarom menjelaskan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sudah mengagendakan untuk membuka kegiatan tersebut. Meski demikian, banyak menteri yang bersedia untuk membuka. Hanya saja untuk menghindari sentuhan politik, panitia berusaha membersihkan acara dari kegiatan-kegiatan di luar Thoriqoh.

Ketua Panitia H Emastoni Ezam menjelaskan, kegiatan ini diperkirakan akan dihadiri delegasi dari 35 kabupaten dan kota. Masing-masing kabupaten 20 orang sehingga total 700 orang. Jumlah itu belum termasuk para pengasuh, masyayikh pesantren, dan ulama setempat di Brebes dan sekitarnya. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, AlaNu PMII Cabang Tegal

PBNU Kaitkan Doa Bersama di Monas dan Kesenjangan Ekonomi

Jakarta, PMII Cabang Tegal - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) melihat doa, zikir, dan Jumatan bersama di lapangan Monas pada Jumat (2/12) sebagai gejala dari masalah kesenjangan ekonomi. Kang Said memandang bahwa kecemburuan ekonomi terhadap kelas sosial, etnis tertentu, dan non-Muslim tidak bisa dilepaskan dari doa, zikir, dan Jumatan bersama di Monas kemarin.

Demikian disampaikan Kang Said kepada PMII Cabang Tegal di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (2/12) malam.

PBNU Kaitkan Doa Bersama di Monas dan Kesenjangan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kaitkan Doa Bersama di Monas dan Kesenjangan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kaitkan Doa Bersama di Monas dan Kesenjangan Ekonomi

Gejala itu, kata Kang Said, terindikasi dari banyaknya masyarakat di luar Jakarta yang ikut doa, zikir, dan Jumatan bersama di lapangan Monas.

“Tetapi kenapa banyak orang dari luar Jakarta yang berdemostrasi? Saya yakin pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masih menjadi masalah mendasar. Demonstrasi ini lebih didasari motif kecemburuan sosial dan ekonomi yang dimonopoli oleh etnis tertentu dan non-Muslim,” kata Kang Said.

PMII Cabang Tegal

Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur ini menyampaikan rasa syukur PBNU karena Allah masih berkenan memelihara keutuhan NKRI. “Alhamdulillah sampai sekarang Allah masih turun tangan dalam menjaga keutuhan Indonesia.”

Menurutnya, doa bersama di Monas merupakan bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

PMII Cabang Tegal

“Pemerintah harus membuat kebijakan terkait ekonomi yang langsung menyentuh rakyat banyak secara merata agar kesenjangan ekonomi teratasi. Ini jelas akumulasi kekecewaan,” kata Kang Said. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Amalan, Anti Hoax PMII Cabang Tegal

Getaran Shalawat Habib Syech

Jakarta, PMII Cabang Tegal - Wajah Ny Sinta Nuriyah tiba-tiba memerah. Matanya mulai berkaca-kaca. Sekejap kemudian tisunya pun basah oleh air mata. Istri almarhum KH Abdurrahman Wahid ini tak kuasa menahan tangis saat Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf mengawali senandungnya dengan Syi’ir Tanpo Waton.

Pesan lirik Syi’ir ini diakui sangat dalam sehingga memesona banyak kalangan, termasuk Habib Syech. “Waktu saya mendengar Syiir itu, saya katakan, saya harus bisa niru,” tuturnya saat memimpin shalawat pada Peringatan 1000 Hari Kewafatan Gus Dur di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (27/9).

Getaran Shalawat Habib Syech (Sumber Gambar : Nu Online)
Getaran Shalawat Habib Syech (Sumber Gambar : Nu Online)

Getaran Shalawat Habib Syech

Sejak lepas Ashar, masyarakat sudah tumpah ruah di sepanjang Jalan Warung Silah, Ciganjur. Mereka datang dari berbagai penjuru dengan bus rombongan, mobil pribadi, motor, bahkan berjalan kaki. Hingga pembacaan Yasin, tahlil dan istighasah usai, volume pengunjung terus meningkat dan membanjiri pelataran Kompleks Yayasan KH A Wahid Hasyim.

PMII Cabang Tegal

Allahumma shalli ‘ala Muhammad. Allahumma shalli ‘ala Muhammad. Allahumma shalli ‘ala Muhammad,” teriak hadirin mengiringi Habib Syech naik ke atas panggung.

Malam itu habib asal Solo, Jawa Tengah, ini melantunkan sedikitnya sepuluh lagu shalawat selama lebih dari satu jam. Lagu demi lagu disambut gemuruh sepuluh ribu hadirin yang berusaha mengikuti gerak bibirnya.

PMII Cabang Tegal

Para pengunjung yang mayoritas berpakaian serba putih itu juga tak segan menggerak-gerakkan badan sambil sesekali mengayunkan tangan ke atas. Di sejumlah titik tampak pula kibaran bendera ukuran sedang dengan tulisan “Syecher Mania”, sebutan untuk para pecinta Habib Syech.

Sang Habib berhasil menyihir hadirin. Tokoh liberal di Indonesia Ulil Abshar Abdalla, yang semula diam, secara perlahan akhirnya menganggut-anggutkan kepala. Selain menirukan shalawat, ia pun larut dalam goyangan ringan badannya.

Habib Syech menyampaikan, senandungnya sengaja dipersembahkan kepada Ny Sinta Nuriyah, khusunya Syiir Tanpa Waton. Lantunan yang sering dinisbahkan kepada Gus Dur ini termasuk salah satu lagu yang sangat ia cintai. “Isinya luar biasa. Semoga kita bisa mengamalkan isinya,” pintanya.

Setelah taushiyah Wakil Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri, di ujung acara Habib Syech tak dapat menyembunyikan nasionalismenya. Ia mengajak semua hadirin berdiri dan berucap, “Sebelum kita tutup mari kita menyanyikan Indonesia Raya. Hiduplah Indonesia Raya… Satu, dua, tiga…” serunya memandu lagu kebangsaan Indonesia.

?

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Aswaja, Anti Hoax PMII Cabang Tegal

Minggu, 19 November 2017

Jelang Munas NU, PBNU Dalami Materi Penggunaan Investasi Dana Haji Siang Ini

Jakarta, PMII Cabang Tegal - Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) akan melakukan pendalaman materi terkait penggunaan investasi dana haji siang ini di Gedung Lantai 5 PBNU, Jalan Kramat Raya, 164, Jakarta Pusat, Senin (2/10) pagi. Pendalaman materi ini merupakan upaya PBNU dalam memahami persoalan ini secara utuh sebelum pembahasan di forum Munas NU 2017 November mendatang.

Pada diskusi siang ini pihak LBM PBNU menghadirkan anggota Komisi VIII DPR RI, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai narasumber.

Jelang Munas NU, PBNU Dalami Materi Penggunaan Investasi Dana Haji Siang Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Munas NU, PBNU Dalami Materi Penggunaan Investasi Dana Haji Siang Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Munas NU, PBNU Dalami Materi Penggunaan Investasi Dana Haji Siang Ini

H Ulil Abshar Hadrawi, Wasekjen PBNU yang juga panitia Munas dan Konbes NU 2017 mengatakan, diskusi ini digelar dalam rangka memberikan penguatan atas pemahaman PBNU terkait masalah yang diangkat.

PMII Cabang Tegal

“Masalah ini diangkat di forum Munas NU 2017 mengingat rencana pemerintah terkait penggunaan dana haji untuk investasi pada proyek-proyek infrastruktur nasional, yaitu jalan tol, pelabuhan, bandara, dan seterusnya,” kata Ulil.

Dalam diskusi ini, kata Ulil, narasumber diharapkan memberikan informasi dan data baru yang dibutuhkan para kiai NU untuk menjawab sejumlah masalah yang diangkat di Munas NU 2017, yaitu soal status hukum dana setoran awal BPIH, kewenangan pemerintah dalam mengelola dana BPIH, hukum investasi dana haji pada proyek infrastruktur, soal siapa yang berhak atas keuntungan, dan soal siapa yang berkewajiban menanggung atas kerugian investasi.

PMII Cabang Tegal

Sebagaimana diketahui, forum Munas dan Konbes NU akan diselenggarakan pada akhir November 2017 di Nusa Tenggara Barat. Forum ini akan dihadiri oleh segenap pengurus PWNU se-Indonesia. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, Internasional, Ahlussunnah PMII Cabang Tegal

Senin, 06 November 2017

PBNU: Hentikan Internasionalisasi Masalah Dalam Negeri

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengingkatkan kepada bangsa Indonesia agar tidak selalu membawa masalah dalam negeri ke dunia internasional. Sebab, jika hal itu jelas tidak akan menguntungkan bangsa Indonesia.

"Pemerintah dan bangsa Indonesia jangan sampai melakukan atau terpengaruh internasionalisasi masalah-masalah internal keluarga bangsa, seperti masalah Pak Harto dan Munir " ungkap Hasyim di Jakarta, Ahad (23/9).

Pernyataan mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur tersebut merupakan  tanggapan terhadap internasionalisasi sejumlah masalah dalam negeri yang akhir-akhir ini terjadi, seperti kasus korupsi mantan Presiden Soeharto dan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir.

PBNU: Hentikan Internasionalisasi Masalah Dalam Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Hentikan Internasionalisasi Masalah Dalam Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Hentikan Internasionalisasi Masalah Dalam Negeri

Menurutnya, internasionalisasi sejumlah masalah dalam negeri dapat menurunkan martabat bangsa dan akan menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang selalu berada dalam pengaruh asing.

Ia mencontohkan kasus korupsi mantan Presiden Soeharto yang sebenarnya masalah internal bangsa Indonesia. Karena itu, pihak asing sebenarnya tak perlu terlibat dalam masalah tersebut. "Urusan Pak Harto dengan keputusan MA adalah masalah hukum domestik, sehingga tak perlu ada campur tangan PBB atau Bank Dunia," tegasnya.

PMII Cabang Tegal

 

Kasus pembunuhan aktivis HAM Munir juga demikian. Karena telah terjadi internasionalisasi, upaya pengusutan dan penegakan hukum akhirnya menjadi tidak jelas karena merembet ke mana-mana. Jika itu diteruskan, katanya, kasus tersebut akan terus menggantung.

Khusus soal kasus Munir, Hasyim mendukung pengusutan secara tuntas kasus tersebut. Namun, dia sangat tidak sepakat, jika kasus tersebut akhirnya menyeret pihak-pihak yang tak bersalah. Karena itu, dia mendesak kepada pemerintah agar tidak menuruti kemauan dan intervensi asing dalam bidang politik, ekonomi dan intelijen.

"Kasus Munir memang harus selesai. Masalahnya, orang seperti Pak As’ad yang dari sipil justru disangkutkan secara tidak logis. Saya tahu betul Pak As’ad. Dia sama sekali bukan tipe orang yang berbuat nista kepada orang lain, apalagi pada tokoh sekaliber Munir. Karena reformasilah orang sipil bisa masuk BIN," katanya. (rif)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Syariah, Berita, Anti Hoax PMII Cabang Tegal

Senin, 18 September 2017

Dubes RI untuk Tunisia: NU, Tulang Pancang NKRI

Tunis, PMII Cabang Tegal. Dubes RI untuk Tunisia Ikrar Nusa Bhakti mengatakan, sejak dulu NU memiliki peran penting dalam menjaga kesatuan NKRI. Ia mengatakan hal itu pada Seminar Internasional yang dilaksanakan PCINU Tunisia bertajuk “Tantangan Menjaga Kebinekaan di Tengah Maraknya Aksi Intoleransi agar Tetap Tunggal Ika,” Rabu (12/07).

“NU jadi salah satu bukan hanya tulang punggung NKRI, tapi tulang pancang yang menjaga NKRI. Tanpa NU, sulit mempertahankan NKRI,” tegas peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu. 

Dubes RI untuk Tunisia: NU, Tulang Pancang NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes RI untuk Tunisia: NU, Tulang Pancang NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes RI untuk Tunisia: NU, Tulang Pancang NKRI

Ikrar menaruh harapan pada kader-kader NU yang sedang menuntut ilmu di negeri Ibn khaldun agar kelak turut melanjutkan estafet dalam menjaga kerukunan di Indonesia. 

”Kalian ini dari tampilan saja sudah modern. Lihat saja, ada yang pakai jeans, ada juga yang pakai celana, ada yang pakai jas. Tidak ada satu pun yang pakai sarung. Semoga dalam pemikiran pun kalian lebih progresif lagi,” pungkas Ikrar. (Ama/Abdullah Alawi)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, AlaSantri, Hikmah PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Minggu, 30 Juli 2017

Ketika Jokowi Kenakan Sarung di Muktamar NU

Jombang, PMII Cabang Tegal. Kehadiran Presiden Joko Widodo di Muktamar Ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur, Sabtu (1/8) malam, menyedot perhatian banyak pihak. Puluhan ribu warga dari berbagai daerah memadati alun-alun Jombang, menyaksikan orang nomor satu ini membuka secara resmi perhelatan akbar NU.

Satu hal yang unik dari Jokowi malam itu adalah penampilannya yang lain dari biasanya. Jika pada tiap kunjungan di forum formal ia mengenakan kemeja putih, jas, lengkap dengan celana hitam, pada Muktamar NU kali ini ia memakai jas, peci hitam, dan sarung merah tua bermotif kotak-kotak.

Ketika Jokowi Kenakan Sarung di Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Jokowi Kenakan Sarung di Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Jokowi Kenakan Sarung di Muktamar NU

“Sarung ini dibelikan istri saya,” katanya di hadapan muktamirin yang sontak disambut tawa.

PMII Cabang Tegal

Mantan walikota Solo ini lalu bercerita, sarung tersebut ia kenakan saat berada di hotel beberapa saat sebelum prosesi acara pembukaan muktamar berlangsung, lantas meluncur ke alun-alun menggunakan mobil.

Mantan Presiden Megawati yang juga hadir menyapanya begitu Jokowi turun dari mobil, “Sarungnya bagus.”

PMII Cabang Tegal

“Apanya, Bu?” Gerrr kembali berderai. Hadirin seolah sedang membayangkan sesuatu.

“Warnanya,” jawab Megawati sebagaimana ditirukan Jokowi.

Tapi yang membuat terkesan Jokowi bukan pertanyaan ketua umum PDI-P itu. Ia mengaku justru kaget tatkala memasuki arena Muktamar dan menyaksikan pengurus NU ternyata banyak yang tak mengenakan sarung seperti dirinya.

“Begitu turun mobil ternyata banyak yang pakai jas (tak pakai sarung, red). Untung saya ditemani Gus Mus.” Mata Jokowi melirik Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri di depannya.

Penampilan Jokowi ini juga tak luput dari komentar Ketua PBNU H Saifullah Yusuf. Ia bersyukur Presiden bersedia mengenakan pakaian khas pesantren tersebut. Tapi anehnya, wakil gubernur Jatim ini justru tidak bersarung alias memakai celana.

“Pak presiden pakai sarung karena ingin menghormati NU, saya pakai celana karena ingin menghormati presiden.” Gerrrr... (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nahdlatul, Anti Hoax, Humor Islam PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock