Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

Makesta NU Banyuwangi untuk Penggerak NU Masa Depan

Banyuwangi, PMII Cabang Tegal?



Koordinator Anak Cabang (Korancab) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Banyuwangi menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di Madrasah Ibtidaiyah Mambaul Huda, Boyolangu, Giri, Banyuwangi Sabtu pagi (24/12) sampai Ahad siang (25/12).

Para peserta yang hadir merupakan delegasi dari berbagai kecamatan, di antaranya: Licin, Giri, Glagah, Kalipuro, dan Wongsorejo.?

Makesta  NU Banyuwangi untuk Penggerak NU Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
Makesta NU Banyuwangi untuk Penggerak NU Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

Makesta NU Banyuwangi untuk Penggerak NU Masa Depan

"Hal ini kami lakukan sebagai terobosan maksimalisasi manajemen gerakan dan kaderisasi di setiap Pimpinan Anak Cabang yang masih belum aktif," ujar ketua Koordinator Anak Cabang Hairul Mauli Tamimi.

Menurut Tamimi, Makesta ini juga salah satu langkah mencetak kader-kader muharrik (penggerak) NU masa depan.

PMII Cabang Tegal

Tak hanya itu, Haris Budi Utomo perwakilan dari pengurus PC IPNU Banyuwangi berpesan di hadapan kader-kadernya untuk senantiasa tetap meningkatkan prestasi belajar sekolah di samping aktif dalam kegiatan organisasi.

"Tak ada alasan bagi kalian aktif di organisasi menjadikan semangat belajar dan prestasi sekolah kendur. Hal ini sangat tidak kami inginkan. Pasalnya, banyak para pelajar tahun kemarin yang mendapatkan kuliah gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama rekom dari PC IPNU IPPNU Banyuwangi, akibat mereka yang tak surut semangat belajar dan berorganisasi," terang Haris, yang juga sebagai penggawa Departemen Kaderisasi IPNU Banyuwangi.

Dia menambahkan, keuntungan berorganisasi lainnya meningkatkan jaringan sosial kemasyarakatan. Sehingga dengan jalan ini kita dapat membaca peluang-peluang beasiswa kuliah dalam negeri maupun luar negeri.

Dalam pembukaan acara dihadiri oleh perwakilan MWC NU Giri, MWC Kalipuro, PAC Muslimat Giri, PAC Ansor Giri, PAC Fatayat Giri, dan Perwakilan PC IPNU IPPNU Banyuwangi. (M. Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Sunnah, Budaya PMII Cabang Tegal

Selasa, 20 Februari 2018

Kader PMII Majalengka Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris

Majalengka, PMII Cabang Tegal. Para kader PMII Majalengka menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar diskusi rutin. Dengan pengantar itu, mereka berniat menciptakan lingkungan bahasa Inggris agar terbiasa dalam komunikasi sehari-hari.

Agenda ini dipandu oleh  instruktur dari Happy English Course Pare Kediri di Gazebo pesantren Raudlatul Mubtadiin Cisambeng, Palasah, Majalengka, Rabu (11/2) pagi.

Kader PMII Majalengka Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII Majalengka Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII Majalengka Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris

Kader PMII universitas Majalengka Mawah Khoerunnisa menyatakan rasa bangganya atas diskusi berpengantar bahasa Inggris. “Walaupun masih terus berlatih dalam menyusun kalimatnya, tapi hal ini menjadi kebanggaan.”

PMII Cabang Tegal

Mawah yang juga mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris ini menambahkan, pelatihan ini sangat membantu karena insya Allah ke depan pihaknya akan membentuk kelompok belajar dan kelompok paduan suara PMII yang memakai bahasa Inggris.

PMII Cabang Tegal

"Pokoknya anak PMII tiada henti harus memahami Bahasa Inggris. Soalnya, malam Jumat ada kegiatan pertemuan relijius dengan pidato berbahasa Inggris. Sementara malam Aha dada kegiatan pertemuan mingguan yang berisi drama english, debat berbahasa Inggris. Setiap hari peserta wajib berbicara bahasa Inggris,” ujar Ma’wah.

Sementara Ketua PMII Majalengka Iwan Irwanto mengatakan, walaupun agenda ini PMII hanya bersifat mengikut, namun itu sangat membantu para kader dalam menunjukkan kemampuannya selama beberapa hari mengikuti pelatihan di pesantren ini.

“Tak hanya itu para kader pula yang notabene bukan asli santri setidaknya bisa mengenal dunia pesantren dan nyantri di sini selama pelatihan berlangsung,” kata Iwan.

Iwan berharap ke depan para kadernya bisa lebih berdaya saing dengan organisasi mahasiswa lain dalam rekrutmen kadernya. Ini juga menjadi nilai plus bagi PMII Majalengka untuk menciptakan kader yang tak hanya mampu berwacana tapi mampu memperlihatkan kemampuannya khususnya komunikasi bahasa Inggris.

Acara dimulai pukul 20:00 dengan terlebih dahulu tahlillan dan ditutup dengan doa. Setiap hari 4 kali pembelajaran pukul 09-10 (grammar), pukul 10-11 (speaking), pukul 13.30-15 (tutorial program), pukul 16-17.30 (speaking), dan pukul 21-23 (grammar, trick, review). (Aris Prayuda/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Sunnah PMII Cabang Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Wapres: NU Aset Bangsa

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Wakil Presiden Boediono menyatakan rasa terima kasihnya atas atas upaya-upaya yang dilakukan Nahdlatul Ulama dalam menjaga dan mempertahankan Indonesia dari berbagai ancaman.

“NU merupakan pengawal Indonesia, terima kasih kepada NU,” katanya ketika membuka Global Peace Leadership Conference yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (16/10).

Wapres: NU Aset Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres: NU Aset Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres: NU Aset Bangsa

Pada kesempatan tersebut Boediono menjelaskan, umat manusia sekarang sedang mengalami pross perubahan yang cepat, yang bisa dikatakan sebagai revolusi tentang pemahaman atas kemajemukan dirinya.

PMII Cabang Tegal

Pada masa lalu, manusia memahami dirinya secara sempit, dengan sadar mengkotakkan dirinya pada ras, warna kulit, etnis dan lainnya serta tak segan-segan membunuh dan menyerang orang yang tak sama dengan mereka.

PMII Cabang Tegal

Kepicikan manusia ini mengalami puncaknya pada pertengahan abad 20 yang melahirkan peperangan dengan korban jutaan umat manusia. Tetapi kesadaran akan dirinya telah mendorong terjadinya upaya-upaya mengembangkan perdamaian dan persaudaraan.

“Bumi harus menjadi taman sari peradaban yang indah dan serasi,” katanya.

Pada abad 21 ini, kesadaran ini tumbuh semakin pesat serta menjadi nilai universal yang mengikat bersama, khususnya atas prinsip demokrasi dan hak asasi manusia yang meleetakkan individu pada kedudukan yang sejajar dan mulai mampu merayakan kemanusiaan ditengah keragaman.

Pendiri bangsa ini, juga telah ditempa dengan keberagaman sehingga membuat kesepakatan hidup bersama dalam damai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal IMNU, Kajian Sunnah, Santri PMII Cabang Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Pekan Depan, IPNU-IPPNU Rembang Gelar Lakut

Rembang, PMII Cabang Tegal. Pengurus IPNU-IPPNU Rembang tengah mempersiapkan Lakut yang akan diadakan pada Jumat-Ahad (14-16/11) mendatang. Selama tiga hari itu mereka mendapat pembekalan sejumlah materi kepemimpinan di Bumi Perkemahan Karangsari Park di desa Karangsari kecamatan Sulang, delapan kilometer dari arah utara Kota Rembang.

Sedikitnya 20 pelajar NU perwakilan PAC dan Komisariat sekabupaten Rembang, mengkuti pelatihan kader utama ini.

Pekan Depan, IPNU-IPPNU Rembang Gelar Lakut (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Depan, IPNU-IPPNU Rembang Gelar Lakut (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Depan, IPNU-IPPNU Rembang Gelar Lakut

Ketua panitia Abdul Rochim mengatakan, peserta akan dibekali materi Ke-IPNU-IPPN an, Aswaja, Peran Remaja dalam Masyarakat, Pengembangan Potensi, dan Kepemimpinan dan Keorganisasian.

PMII Cabang Tegal

Ketua IPNU Rembang Ahmad Qoif Ijnurin mengatakan, "Lakut ini diselenggarakan sebelum konferensi. Rencananya konferensi InsyaAllah pada akhir Februari mendatang."

PMII Cabang Tegal

Menurut Qoif, Lakut merupakan ujung tombak kaderisasi NU. "Agar kader NU ke depan lebih berintregritas, tanggung jawab, berakhlakul karimah serta mampu menghadapi perkembangan zaman," tambahnya.

Melalui kegiatan itu, ia berharap peserta mampu mengaplikasikannya dalam organisasi maupun di tengah masyarakat. (Moh Lilik Wijanarko Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sejarah, Kajian Sunnah, Amalan PMII Cabang Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Gus Ipul Dorong Mahasiswa UNU Sidoarjo Jadi Pengusaha Kreatif

Sidoarjo, PMII Cabang Tegal. Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menegaskan, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sidoarjo harus bisa mencetak lulusan yang kreatif dan inovatif. Pasalnya, di era modern saat ini persaingan usaha berada di industri kreatif.

?

"Banyak perusahaan besar yang karyawannya ribuan bangkrut gara-gara kurang kreatif. Sehingga kalah bersaing dengan perusahaan baru yang berbasis aplikasi," kata salah satu Ketua PBNU ini, saat menghadiri acara Masa Orientasi Mahasiswa Baru UNU Sidoarjo, Rabu (24/8).

Gus Ipul Dorong Mahasiswa UNU Sidoarjo Jadi Pengusaha Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ipul Dorong Mahasiswa UNU Sidoarjo Jadi Pengusaha Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ipul Dorong Mahasiswa UNU Sidoarjo Jadi Pengusaha Kreatif

?

Masa Orientasi Mahasiswa Baru UNU Sidoarjo (OSMABUNDA) ini dilaksanakan selama tiga hari di Hall Rahmatul Ummah Annahdliyah UNU Sidoarjo, Jawa Timur dan diikuti sekitar 320 mahasiswa baru.

?

PMII Cabang Tegal

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul sapaan akrab Wakil Gubernur Jatim juga membuka acara sekaligus memberikan beasiswa kepada dua orang mahasiswa, yakni Muchammad Lailul Romadhon dan Febriyanti Riyuan Ariyani.

?

PMII Cabang Tegal

"Hal pertama yang harus dilakukan oleh mahasiswa baru adalah bersyukur. Pasalnya, ada ratusan ribu lulusan SMA sederajat yang tidak bisa meneruskan ke jenjang perguruan tinggi. Karena bisa kuliah merupakan kesempatan yang sangat berharga dan mahal," katanya.

?

Di tempat yang sama, Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah akan mendorong pembangunan gedung baru UNU Sidoarjo. Pasalnya, setiap tahunnya jumlah mahasiswa UNU terus bertambah.

?

"Ngomongnya sama saya, berarti saya diingatkan, gekno ndang cepet-cepet iki kantore entek (cepat bangunkan kampus, karena kampus lama tidak mencukupi)," tutur Syaiful Ilah sambil tertawa.

?

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf, Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah, dan Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo ? Sulamul Hadi Nurmawan serta Ketua PCNU Sidoarjo, KH Abdi Manaf. (Moh Kholidun/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, Kajian Sunnah, Daerah PMII Cabang Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Bank Sampah Ampelgading, Ubah Sampah Jadi Berkah

Malang, PMII Cabang Tegal

Sepertinya, sampah selalu menjadi masalah tersendiri bagi masyarakat, tidak hanya bakteri yang akan dilahirkan sampah, prilaku manusia yang kurang sadar akan akibat buruk dari membuang sampah sembarangan menjadikan sampah menjadi penyakit masyarakat yang kronik saat ini, terlebih saat musim hujan.

Bank Sampah Ampelgading, Ubah Sampah Jadi Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bank Sampah Ampelgading, Ubah Sampah Jadi Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bank Sampah Ampelgading, Ubah Sampah Jadi Berkah

Di sudut kota malang, tepatnya Desa Taman Asri, Kecamatan Ampelgading, Malang, Jawa Timur sampah menjadi berkah untuk tabungan para Nasabah dengan terus berinvestasi sampah di Bank Sampah Ampelgading Malang. 

Berbeda dengan sistem Bank Sampah pada umumnya, beberapa yang telah diketahui publik sampah ditabung untuk kebutuhan berobat, adapula yang dialokasikan menjadi biaya pendidikan. Di Ampelgading, sampah yang diinvestasikan akan menjadi uang kapanpun sang nasabah membutuhkan, bahkan bisa diambil diawal dengan cicilan sampah tiap harinya.

Salah satu pendirinya Fauzan, Aktivis PMII dan sekarang mendedikasikan dirinya pada lingkungan hidup disekitarnya mengungkapkan, ide ini muncul karena seringnya masyarakat yang tidak tau manfaat sampah, memisahkan sampah organik dan non organik, dan cara mengolahnya. Bank Sampah Ampelgading menjembatani itu dan memberikan keuntungan berupa tabungan yang bisa diambil kapan saja, bahkan bisa dengan cara piutang.

Baru berjalan beberapa bulan, ide kreatif Bank Sampah langsung disambut hangat oleh masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga yang sudah terbiasa mengelolah sampah dapur dirumahnya.

PMII Cabang Tegal

“Selama ini, ibu-ibu yang menjadi Nasabah Bank Sampah Ampelgading, sering menabung untuk hari-hari besar, banyak yang diambil saat Maulid, dan lebih banyak yang mengambil tabungannya saat lebaran” ujar Fauzan.

Dua tahun berjalan, Bank Sampah Ampelgading menjadi pusat pengelolaan sampah milik bersama. Tak hanya pengurus yang mau mengelola sampah, warga sekitar mulai sadar misi Bank Sampah. Diantaranya melestarikan lingkungan dengan bersih dan asri, hingga seringkali warga ikut andil dan gotong royong untuk program-proram yang dilakukan oleh Bank Sampah Ampelgading. (Dian Manzila/Fathoni)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Sunnah, Kajian PMII Cabang Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Santri Nuris Sabet Juara 1 Mechanical Engineering Competition

Jember, PMII Cabang Tegal - Santri Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) Antirogo, Jember, Jawa Timur, Nur Imam Mafatih sukses menyabet gelar juara 1 Mechanical Engineering Competition 2016 se-Jawa Timur, akhir pekan lalu.

Kompetisi yang dihelat oleh Himpunan Mahasiswa Mesin Universitas Jember tersebut diikuti oleh lebih dari 750 peserta yang berasal dari seluruh SMK se-Jawa Timur. Seleksi tahap pertama lomba tersebut dilakukan serentak di enam rayon, yakni Jember, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Lumajang dan Probolinggo, dimulai sejak tanggal 21 Agustus 2016. Dari seleksi tersebut tersaring 25 peserta.

Santri Nuris Sabet Juara 1 Mechanical Engineering Competition (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Nuris Sabet Juara 1 Mechanical Engineering Competition (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Nuris Sabet Juara 1 Mechanical Engineering Competition

“Saya sendiri berada di urutan ke-15. Tapi saya optimis bisa mempersembahkan yang terbaik untuk almamater Nuris,” ucap Imam yang merupakan siswa Kelas XII TSM SMK Nuris di Jember, Ahad (31/10).

Di babak semifinal dan final yang digelar di gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Jember, Imam berhasil melewati serangkaian tes hingga akhirnya panitia menahbiskannya sebagai juara pertama.

PMII Cabang Tegal

Menurut Imam, ujian di babak semifinal dan final cukup rumit. Selain tes teori tulis, yaitu menyangkut cara kerja motor matic, juga disuguhkan tes praktik (trouble shooting motor matic). Di sesi ini, panitia menyediakan motor trouble (mati), dan peserta diminta untuk menyelesaikan motor yang trouble tersebut dengan waktu yang dibatasi. “Alhamdulillah saya bisa menyelesaikannya dengan baik. Ini semua berkat pembinaan guru yang mumpuni serta dukungan penuh dari pengasuh pesantren,” ungkapnya.

PMII Cabang Tegal

Sementara itu, Kepala SMK Nuris, Haryono mengaku bangga dengan capaian prestasi tersebut. Menurutnya, yang paling membanggakan adalah bahwa Imam adalah seorang santri sekaligus siswa lembaga di pesantren, sehingga prestasinya juga membawa nama harum pesatnren (Nuris).

”Untuk diketahui, seluruh siswa di lembaga Nuris, diwajibkan mondok. Kalau bicara teknik mesin, SMK Nuris siap bersaing. Apalagi sekolah kami telah memiliki LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) yang terakreditasi oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan),” urainya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Sunnah PMII Cabang Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Sambut Ramadhan, UPZIS Limpung Adakan Pengobatan Gratis

Batang, PMII Cabang Tegal



Menyambut Ramadhan tahun ini, Unit Pengelola Zakat Infak Sedekah Kecamatan Limpung, Batang, Jawa Tengah menggelar pengobatan gratis Sabtu (19/5) di halaman Masjid Al Barokah Desa Tembok Kecamatan ? Limpung.?

Sambut Ramadhan, UPZIS Limpung Adakan Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Ramadhan, UPZIS Limpung Adakan Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Ramadhan, UPZIS Limpung Adakan Pengobatan Gratis

Direktur ? UPZIS ? Limpung M Sofa menyampaikan pengobatan gratis dilaksanakan dengan menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, yang dalam pelaksanaanya ditangani oleh UPT Puskesmas Kecamatan Limpung.?

“UPZIS Limpung berada di bawah binaan LAZISNU, selain mengadakan pengobatan gratis, di tempat dan waktu yang sama juga dilakukan penyerahan paket sembako untuk fakir miskin,” ujarnya.

Ia menambahkan kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab kepada para muzakki dan donatur, khususnya di Kecamatan Limpung.

“Tujuannya agar dalam menjalankan kewajiban puasa nanti masyarakat menjalankannya dengan dapat khidmat, sehat jasmani dan rohani,” imbuh Sofa. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Tegal, Kajian Sunnah, Humor Islam PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Habib Syech: Keberhasilan Memerlukan Pengorbanan

Sleman, PMII Cabang Tegal. Tidak ada orang yang berhasil tanpa berkorban. Semakin besar pengorbanan, semakin besar pula peluang untuk menuju keberhasilan. Kita mengetahui betapa Nabi Ibrahim as dengan tulus melakukan segala ? pengorbanan semata-mata untuk Allah SWT. Karenanya pantas, jika Nabi Ibrahim menyandang gelar Khalilullah.

Demikian ungkap Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf pada acara Dzikir dan Shalawat dalam rangka Walimatussafar Ibadah Haji di dusun Turgo Gede, Sleman, Yogyakarta, Selasa (25/8) malam. Habib Syech Mengajak para jamaah untuk mencontoh Nabi Ibrahim yang selalu ikhlas ketika Allah SWT mengujinya.

Habib Syech: Keberhasilan Memerlukan Pengorbanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Keberhasilan Memerlukan Pengorbanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech: Keberhasilan Memerlukan Pengorbanan

"Cobaan terberat bagi Nabi Ibrahim adalah ketika Allah mengujinya dengan perintah mengorbankan Ismail putranya. Sementara Ismail adalah anak yang telah lama dinantikan oleh Nabi Ibrahim. Namun demikian, Nabi Ibrahim tetap melaksanakan perintah Allah SWT, lantaran ketaqwaan Ibrahim kepada Tuhannya" kata Habib Syech.

PMII Cabang Tegal

Demikian pula, lanjut Habib Syech, Ismail sebagai putra dengan legowo mentaati inatruksi ayahnya, lantaran mengetahui bahwa yang demikian itu adalah perintah Allah SWT. Padahal usia Ismail kala itu tergolong muda. Bahkan terbilang usia kanak-kanak. "Inilah bukti konkret, bahwa karunia Allah berupa anak yang sholeh lantaran orang tua yang selalu berdoa untuk anaknya," tegasnya.

PMII Cabang Tegal

Habib Syech mengatakan, jika menginginkan keluarga yang indah dan baik, tirulah Nabi Ibrahim. Ketika menanti kehadiran putra tercintanya, Nabi Ibrahim dan istrinya selalu berdoa (rabbi habli mina al-sholihin) kepada Allah SWT. Ketangguhan Ibrahim sebagai suami dan ayah juga perlu dicontoh. Sementara kesabaran Siti Hajar sebagai istri juga penting dalam membangun keluarga yang baik. Karenanya, tidak heran jika Nabi Ibrahim dikaruniai putra seorang Ismail dengan kepribadian yang istimewa.

"Jika menginkan hadirnya anak yang sholeh tirulah juga Nabi Ibrahim, yang tidak pernah putus asa berdoa kepada Allah SWT. Sebab, Doa orang tua untuk anaknya adalah penting, supaya kedepannya tercetak generasi-generasi yang baik dan bermutu. ? Selain itu, yang tidak kalah penting juga adalah mendidik anak dengan baik, agar tidak salah langkah dalam mengambil jalan" terang Habib Syech

Habib Syech mengingatkan kepada kaum muda, bahwa satu kebaikan anak muda lebih baik dari seratus kebaikan yang dilakukan orang tua. ? Hal demikan karena usia muda adalah masa dimana berbagai persoalan semakin kompleks dan butuh langkah taktis untuk memutuskan sesuatu. (Anwar Kurniawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Sunnah, Berita, Pondok Pesantren PMII Cabang Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Pembelajaran Hidup di Pesantren

Oleh Anggi Afriansyah



Beragam alasan orang tua untuk memasukan putra-putrinya ke pesantren. Mulai dari ingin anaknya berakhlak baik, pandai mengaji, mandiri, ataupun memiliki karakter kuat sebagai seorang Muslim.

Pembelajaran Hidup di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembelajaran Hidup di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembelajaran Hidup di Pesantren

Ada juga kalangan orang tua yang mengirimkan anak ke pesantren karena tak sanggup lagi mendidik anak-anaknya.? Tak tahan dengan sikap anak-anak mereka. Mereka berharap akan ada perubahan positif yang terjadi setelah putra-putrinya mendapat pendidikan di pesantren.

PMII Cabang Tegal

Harapan orang tua tersebut tentu tak salah. Pendidikan di pesantren memang mengedepankan disiplin diri dan menuntut tanggung jawab pribadi. Jika di rumah masing-masing santri bebas mengatur waktu, di pesantren mereka terikat pada aturan yang dibuat oleh pesantren.

PMII Cabang Tegal

Waktu dijadwal sepresisi mungkin. Mulai dari bangun tidur sampai malam menjelang. Mengaji, sekolah, shalat, olah raga, maupun aktivitas lain diatur sedemikian ketat. Tak heran jika seleksi alam berlaku, mulai dari santri menjejakan kakinya di pesantren.

Tak semua santri mampu bertahan. Hanya yang kuat yang sanggup bertahan. Beberapa misalnya menyerah karena tidak tahan dengan disiplin yang diterapkan. Atau ada juga yang mengeluh karena aturan pesantren yang dianggap kaku.

Mentalitas dan daya tahan di segala kondisi hidup inilah yang penting bagi konstruksi karakter santri. Mereka langsung belajar mengatasi permasalahan-permasalahan di dalam maupun di luar dirinya. Belajar bernegosiasi dengan diri dan orang lain. Memposisikan diri pada keterbatasan yang mereka hadapi selama di pesantren.

Maka ketika ada lembaga pendidikan pesantren menawarkan kemewahan fasilitas pendidikan justru akan kontraproduktif dengan semangat dan nilai-nilai pesantren. Fasilitas lengkap digunakan untuk memudahkan proses pembelajaran, bukan justru memanjakan.

Di pesantren, setiap santri ditempa melalui proses panjang. Tak ada istilah instan bagi seorang santri dalam upaya untuk memperoleh pendidikan di pesantren. Ilmu dan ahli ilmu benar-benar dihormati.

Ada kekhasan dalam penghormatan para santri terhadap para ahli ilmu. Bukan sekadar penghormatan formal, seperti di pendidikan formal. Seperti yang diungkap oleh Gus Dur dalam bukunya Menggerakan Tradisi: Esai-Esai Pesantren (Wahid, 2001) bahwa seorang santri seumur hidup akan terikat dengan kiainya, minimal sebagai sumber inspirasi dan sebagai penunjang moral dalam kehidupan pribadinya.

Kesan mendalam terhadap kiai juga tercermin dalam kisah yang disampaikan oleh KH Saifuddin Zuhri dalam bukunya Guruku Orang-orang Pesantren (Zuhri, 2001). Salah satunya misalnya, bagaimana sang kiai terkesan dengan gurunya Ustadz Mursyid yang menerapkan kedisiplinan tanpa paksaan. Ketika kedisiplinan pertama kali diinternalisasikan lewat dongeng, kisah, nasihat dan yang paling penting melalui perbuatan sehari-hari.

Para santri pun dihadapkan pada permasalahan-permasalahan riil dalam masyarakat. Bagaimana berlatih berorganisasi ditempa selama di pesantren.

Para santri juga biasa bergaul dengan beragam komunitas. Beragam budaya dan adat hadir di pesantren menyebabkan mereka terbiasa bergaul lintas kultur. Mereka terbiasa menghadapi perbedaan, menghadapi keberagaman. Karena santri yang memasuki pesantren biasanya berasal dari beragam kalangan. Bervariasi dari kelas sosial, ekonomi, maupun budaya. Santri tak pernah gagap dengan mereka yang berbeda.

Hal tersebut sesungguhnya bekal penting bagi mereka sebelum terjun dan mengabdikan diri di masyarakat. Selain belajar menjadi seorang yang memahami kaidah keagamaan secara baik, juga belajar menjadi Indonesia.

Di pesantren juga diajarkan beragam tradisi pemikiran. Varian madzhab dikenalkan kepada santri. Mereka berhadapan langsung dengan argumentasi pemikiran dari beragam tradisi ilmu. Mereka belajar menghormati cara pandang ulama dalam menafsirkan Al Quran dan Hadist. Diajarkan tidak alergi terhadap perbedaan. Ruang dialog tetap dibuka, karena masing-masing pihak tentu punya argumentasi.

Modernisasi yang terjadi di pesantren tentu tak bisa dihindarkan. Teknologi yang masuk, pola-pola baru dalam proses pendidikan, dan beragam hal lainya bukan musuh yang harus dihindari. Komponen-komponen tersebut harus dapat dimanfaatkan untuk melejitkan prestasi para santri. Yang terpenting adalah nilai-nilai positif dari pesantren yang sudah teruji zaman harus tetap lestari. Pewarisan nilai inilah yang penting.

Pesantren tak boleh gagap terhadap kemajuan zaman, tetapi juga harus mampu mengatur ritme. Setiap pesantren tentu memiliki visi yang berbeda tentang arah pendidikannya. Yang perlu mendapat perhatian adalah bagaimana visi itu dapat dituju tanpa meninggalkan acuan-acuan lama yang dianggap sudah baik.

*Alumni Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat. Saat ini menjadi Peneliti di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Sunnah, Cerita, Warta PMII Cabang Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Pesantren, Lokomotif Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Sebagai salah satu pusat rujukan masyarakat, pesantren dituntut mengembangkan peran untuk menyesuaikan dengan kebutuhan lingkungannya. Di samping menjadi wahana dakwah Islam dan kaderisasi ulama, pesantren bisa pula menjadi lokomotif pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat.

Semangat inilah yang diperjuangkan Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama atau asosiasi pesantren NU melalui program “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Pesantren”. Selama tiga bulan terakhir RMI secara gencar melatih ratusan santri dan masyarakat di sekitar pesantren untuk aktif di bidang kewirausahaan.

Pesantren, Lokomotif Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren, Lokomotif Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren, Lokomotif Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Akhir April lalu (28-30/4), RMI menggelar pelatihan usaha kecil menengah (UKM) di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon. Sebelumnya, kegiatan serupa diadakan di Pesantren Al-Ikhlas, Boyolali, dengan segmen usaha penggemuakan sapi, serta di Pesantren Al-Huda, Ciamis, dengan segmen usaha pertukangan dan industri mebel.

PMII Cabang Tegal

Program yang diikuti para santri senior dan pemuda dari masyarakat di sekitar pesantren ini merupakan hasil kerja sama antara RMI dan Corporate Social Responbility (CSR) Bank Mandiri. Selain menggelar pelatihan, gerakan pemberdayaan ini disertai pendampingan selama kurang lebih satu tahun, untuk mematangkan kesiapan peserta menjadi wirausahaan sesuai bidang yang digelutinya.

PMII Cabang Tegal

Ketua Pengurus Pusat RMI KH Amin Haedari mengakui, pesantren sejak lama menyimpan potensi besar dan beragam. Karena itu, pesantren harus mampu berkontribusi untuk mengembangkan ekonomi masyarakat. “Yang penting, bagaimana semangat kita untuk membangun diri,” ujarnya.

Supaya tetap relevan, RMI sengaja memilih segmen pelatihan yang disesuaikan dengan potensi pesantren dan lingkungannya. Selanjutnya, pesantren bersangkutan diharapakan sanggup mengembangkan pengalaman ini kepada pesantren-pesantren lain.

Saat ini RMINU tengah mulai melakukan pendampingan dan bantuan modal usaha sebagai kelanjutan program ini. Di luar pembangkitan etos wirausaha, program kerja sama ini juga telah menyiapkan program pembangunan sanitasi dan air bersih di sejumlah pesantren di Indonesia.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Sunnah, Amalan, Fragmen PMII Cabang Tegal

Enam Amalan Sunnah di Idul Adha

Idul Fitri dan Idul Adha datang sekali dalam satu tahun. Keduanya adalah hari besar Islam dengan fadhilah yang berbeda. Masing-masing memiliki keutamaannya sendiri dan juga memeiliki kesunnahan yang berbeda. 

Ibadah sunnah tahunan ini mempunyai ciri khas masing-masing, Hari Raya Idul Fitri misalnya ditengarai dengan saling bermaaf-maafan, berkunjung kesanak family dan para kerabat. Berbeda dengan Hari Raya Idul Adha yang dikenal dengan Hari Raya Kurban atau Hari Raya Haji, karena pada hari itu kegiatan kurban dan ibadah haji dilaksanakan.

Sebagai ibadah tahunan, maka hendaknya kita laksanakan dengan sesempurna mungkin dengan menjalankan semua amalan-amalan sunnah pada hari tersebut dengan niat tulus dan mengharap pahala dari Allah SWT. Berikut kesunahan yang dianjurkan oleh para ulama’,

Enam Amalan Sunnah di Idul Adha (Sumber Gambar : Nu Online)
Enam Amalan Sunnah di Idul Adha (Sumber Gambar : Nu Online)

Enam Amalan Sunnah di Idul Adha

Pertama, Mengumandangkan takbir di Masjid-masjid, Mushalla dan rumah-rumah pada malam hari raya, dimulai dari terbenamnya matahari sampai imam naik ke mimbar untuk berkhutbah pada hari raya idul fitri dan sampai hari terakhir tanggal 13 Dzulhijjah pada hari tasyriq. Karena pada malam tersebut kita dianjurkan untuk mengagungkan , memuliakan dan menghidupkannnya, anjuran ini sebagaimana terdapat dalam Kitab Raudlatut Thalibin

فَيُسْتَحَبُّ التَّكْبِيرُ الْمُرْسَلُ بِغُرُوبِ الشَّمْسِ فِي الْعِيدَيْنِ جَمِيعًا، وَيُسْتَحَبُّ اسْتِحْبَابًا مُتَأَكَّدًا، إِحْيَاءُ لَيْلَتَيِ الْعِيدِ بِالْعِبَادَةِ

 Disunahkan mengumandangkan takbir pada malam hari raya mulai terbenamnya matahari, dan sangat disunahkan juga menghidupkan malam hari raya tersebut dengan beribadah.

Sebagian fuqaha’ ada yang memberi keterangan tentang beribadah dimalam hari raya, yaitu dengan melaksanakan shalat maghrib dan isya’ berjama’ah, sampai dengan melaksanakan shalat subuh berjama’ah.

PMII Cabang Tegal

Kedua, mandi untuk shalat Id sebelum berangkat ke masjid, hal ini boleh dilakukan mulai pertengahan malam, sebelum waktu subuh, dan yang lebih utama adalah sesudah waktu subuh, dikarenakan tujuan dari mandi adalah membersihkan anggotan badan dari bau yang tidak sedap, dan membuat badan menjadi segar bugar, maka mandi sebelum waktu berangkat adalah yang paling baik. Berbeda jika mandinya setelah pertengahan malam maka kemungkinan bau badan akan kembali lagi, begitu juga kebugaran badan.

يُسَنُّ الْغُسْلُ لِلْعِيدَيْنِ، وَيَجُوزُ بَعْدَ الْفَجْرِ قَطْعًا، وَكَذَا قَبْلَهُ، ويختص بالنصف الثاني من الليل

Disunnahkan mandi untuk shalat Id, untuk waktunya boleh setelah masuk waktu subuh atau sebelum subuh, atau pertengahan malam.

Kesunahan mandi adalah untuk semua kaum muslimin, laki-laki maupun perempuan, baik yang akan akan berangkat melaksanakan shalat Id maupun bagi perempuan yang sedang udzur syar’I sehingga tidak bisa melaksanakan shalat Id.

PMII Cabang Tegal

Ketiga, disunahkan memakai wangi-wangian, memotong rambut, memotong kuku, menghilangkan bau-bau yang tidak enak, untuk memperoleh keutamaan hari raya tersebut. Pada hakikatnya hal-hal tersebut boleh dilakukan kapan saja, ketika dalam kondisi yang memungkinkan, dan tidak harus menunggu datangnya hari raya, misalnya saja seminggu sekali saat hendak melaksanakan shalat jum’at. Dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhaddzab terdapat keterangan mengenai amalan sunnah ini,

والسنة أن يتنظف بحلق الشعر وتقليم الظفر وقطع الرائحة لانه يوم عيد فسن فيه ما ذكرناه كيوم الجمعة والسنة أن يتطيب

Disunnahkan pada hari raya Id membersihkan anggota badan dengn memotong rambut, memotong kuku, menghilangkan bau badan yang tidak enak, karena amalan tersebut sebagaimana dilaksanakan pada hari jum’at, dan disunnahkan juga memakai wangi-wangian.

Keempat, memakai pakaian yang paling baik lagi bersih dan suci jika memilikinya, jika tidak memilikinya maka cukup memakai pakaian yang bersih dan suci, akan tetapi sebagian ulama’ mengatakan bahwa yang paling utama adalah memakai pakaian yang putih dan memakai serban.

Berkaitan dengan memakai pakaian putih, ini diperuntukkan bagi kaum laki-laki yang hendak mengikuti jama’ah shalat Id maupun yang tidak mengikutinya, semisal satpam atau seseorang yang bertugas menjaga keamanan lingkungan, anjurannya ini tidak terkhususkan bagi yang hendak berangkat shalat saja, melainkan kepada semuanya.

Sedangkan untuk kaum perempuan, maka cukuplah memakai pakaian yang sederhana atau pakaian yang biasa ia pakai sehari-hari, karena berdandan dan berpakaian secara berlebihan hukumnya makruh, begitu juga menggunakan wangi-wangian secara berlebihan. Dalam Kitab Raudlatut Thalibin dijelaskan,

وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَلْبَسَ أَحْسَنَ مَا يَجِدُهُ مِنَ الثِّيَابِ، وَأَفْضَلُهَا الْبِيضُ، وَيَتَعَمَّمُ. فَإِنْ لَمْ يَجِدْ إِلَّا ثَوْبًا، اسْتُحِبَّ أَنْ يَغْسِلَهُ لِلْجُمُعَةِ وَالْعِيدِ، وَيَسْتَوِي فِي اسْتِحْبَابِ جَمِيعِ مَا ذَكَرْنَاهُ، الْقَاعِدُ فِي بَيْتِهِ، وَالْخَارِجُ إِلَى الصَّلَاةِ، هَذَا حُكْمُ الرِّجَالِ. وَأَمَّا النِّسَاءُ، فَيُكْرَهُ لِذَوَاتِ الْجَمَالِ وَالْهَيْئَةِ الْحُضُورُ، وَيُسْتَحَبُّ لِلْعَجَائِزِ، وَيَتَنَظَّفْنَ بِالْمَاءِ، وَلَا يَتَطَيَّبْنَ، وَلَا يَلْبَسْنَ مَا يُشْهِرُهُنَّ مِنَ الثِّيَابِ، بَلْ يَخْرُجْنَ فِي بِذْلَتِهِنَّ.

Disunnahkan memakai pakaian yang paling baik, dan yang lebih utama adalah pakaian warna putih dan juga memakai serban. Jika hanya memiliki satu pakaian saja, maka tidaklah mengapa ia memakainya. Ketentuan ini berlaku bagi kaum laki-laki yang hendak berangkat shalat Id maupun yang tidak. Sedangkan untuk kaum perempuan cukupla ia memakai pakaian biasa sebagaimana pakaian sehari-hari, dan janganlah ia berlebih-lebihan dalam berpakaian serta memakai wangi-wangian.

Sabda Nabi SAW berikut memberi penjelasan tentang memakai pakaian yang paling baik, riwayat dari Sahabat Ibnu Abbas RA,

كَانَ يلبس في العيد برد حبرة

Rasulullah SAW di hari raya Id memakai Burda Hibarah (pakaian yang indah berasal dari yaman).

Kelima, ketika berjalan menuju ke masjid ataupun tempat shalat Id hendaklah ia berjalan kaki karena hal itu lebih utama, sedangkan untuk para orang yang telah berumur dan orang yang tidak mampu berjalan, maka boleh saja ia berangkat dengan menggunakan kendaraan. Dikarenakan dengan berjalan kaki ia bisa bertegur sapa mengucapkan salam dan juga bisa bermushafahah (Bersalam-salaman) sesama kaum muslimin. Sebagaimana sabda Nabi SAW riwayat dari Ibnu Umar,

كَانَ يَخْرُجُ إلَى الْعِيدِ مَاشِيًا وَيَرْجِعُ مَاشِيًا

Rasulullah SAW berangkat untuk melaksanakan shalat Id dengan berjalan kaki, begitupun ketika pulang tempat shalat Id.

Selain itu dianjurkan juga berangkat lebih awal supaya mendapatkan shaf atau barisan depan, sembari menunggu shalat Id dilaksanakan ia bisa bertakbir secara bersama-sama di masjid dengan para jama’ah yang telah hadir. Imam Nawawi dalam Kitabnya Raudlatut Thalibin menerangkan anjuran tersebut,

السُّنَّةُ لِقَاصِدِ الْعِيدِ الْمَشْيُ. فَإِنْ ضَعُفَ لِكِبَرٍ، أَوْ مَرَضٍ، فَلَهُ الرُّكُوبُ، وَيُسْتَحَبُّ لِلْقَوْمِ أَنْ يُبَكِّرُوا إِلَى صَلَاةِ الْعِيدِ إِذَا صَلَّوُا الصُّبْحَ، لِيَأْخُذُوا مَجَالِسَهُمْ وَيَنْتَظِرُوا الصَّلَاة

Bagi yang hendak melaksanakan shalat Id disunahkan berangkat dengan berjalan kaki, sedangkan untuk orang yang telah lanjut usia atau tidak mampu berjalan maka boleh ia menggunakan kendaraan. Disunnahkan juga berangkat lebih awal untuk shalat Id setelah selesai mengerjakan shalat subuh, untuk mendapatkan shaf atau barisan depan sembari menunggu dilaksanakannya shalat.

Keenam, untuk Hari Raya Idul Adha disunnahkan makan setelah selesai melaksanakan shalat Id, berbeda dengan Hari Raya Idul Fitri disunahkan makan sebelum melaksanakan shalat Id. Pada masa Nabi SAW makanan tersebut berupa kurma yang jumlahnya ganjil, entah itu satu biji, tiga biji ataupun lima biji, karena makanan pokok orang arab adalah kurma. Jika di Indonesia makanan pokok adalah nasi, akan tetapi jika memiliki kurma maka hal itu lebih utama, jika tidak mendapatinya maka cukuplah dengan makan nasi atau sesuai dengan makanan pokok daerah tertentu.

 Ø¹Ù† بريدة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لا يخرج يوم الفطر حتى يطعم ويوم النحر لا يأكل حتي يرجع

Diriwayatkan dari Sahabat Buraidah RA, bahwa Nabi SAW tidak keluar pada hari raya Idul Fitri sampai beliau makan, dan pada hari raya Idul Adha sehingga beliau kembali kerumah.

Diriwayatkan juga dari Sahabat Anas RA,  

أَنَّ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَخْرُجُ يوم الفطر حتى يأكل تمرات ويأكلهن وترا

Rasulullah SAW tidak keluar pada hari raya Idul Fitri sampai beliau makan beberapa kurma yang jumlahnya ganjil.

Dengan demikian, anjuran makan pada hari raya Idul Adha adalah setelah selesai melaksanakan shalat Id, alanglah lebih baik jika ia makan kurma sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, akan tetapi jika tidak mendapati kurma, bolehnya ia makan dengan yang lain, misalnya nasi bagi rakyat Indonesia, disesuaikan dengan makanan pokok daerah tertentu.

Pen. Fuad H. Basya/Red. Ulil H. 

 

 

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Islam, Tegal, Kajian Sunnah PMII Cabang Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

PCNU Bojonegoro Akan Bangun Rusunawa

Bojonegoro, PMII Cabang Tegal. Demi meningkatkan perekonomian warga nahdliyin, PCNU Bojonegoro akan membangun Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa). Namun sebelum dilaksanakan pembangunan, akan dilakukan survey dan verifikasi data.

Kedatangan tim survey yang dilakukan Direktorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia Direktur Pemberdayaan Wakaf, Hamka disambut langsung Ketua PCNU, Cholid Ubed dan Rois Syuriyah KH Maimun Syafi’i beserta pengurus banom, lembaga, dan lajnah.

PCNU Bojonegoro Akan Bangun Rusunawa (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bojonegoro Akan Bangun Rusunawa (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bojonegoro Akan Bangun Rusunawa

Menurut Hamka, kedatangannya ke Bojonegoro untuk melakukan survey dan verifikasi tanah wakaf kelayakan tempat, sebelum dibangun Rusunawa. Jangan sampai ketika akan dibangun, lokasi dan berkasnya tidak memenuhi persyaratan.

PMII Cabang Tegal

"Rencananya akan dibangun tahun ini. Seluruh Indonesia ada lima tempat, Jawa Timur hanya Bojonegoro," jelasnya.

Pembangunan Rusunawa di tanah wakaf PCNU Bojonegoro anggaran dananya dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera). Tapi ia tidak tahu secara pasti nominal anggarannya, namun ia memastikan ada delapan lantai. Bagian bawah dijadikan pertokoan, lantai kedua aula dan beberapa kamar.

PMII Cabang Tegal

"Rusunawa ini untuk masyarakat berpenghasilan rendah, masyarakat yang kurang mampu. Selain itu memfungsikan tanah wakaf sehingga tidak dibiarkan begitu saja," tuturnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Bojonegoro, Cholid Ubed berharap, pembangunan Rusunawa ini bisa segera dilaksanakan. Besar harapan warga nahdliyin Bojonegoro, adanya rencana ini dapat meningkatkan sumber daya ekonomi. Sehingga warga NU agar lebih berdaya nantinya.

"Semua kesiapan pembangunan Rusunawa, termasuk sertifikat, pengukuran, sosialisasi ke masyarakat sekitar sampai desa dan daya dukung lainnya akan dilengkapi," ungkapnya. (M Yazid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Sunnah PMII Cabang Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Setelah Yasinan, PMII Diskusi Pemikiran Ibnu Khaldun

Yogyakarta, PMII Cabang Tegal? . Diskusi, aksi dan refleksi merupakan trias organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Tradisi diskusi merupakan agenda rutin malam Jumatan PMII Humaniora Park Rayon Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Islam Negeri Yogyakarta yang dilaksanakan setelah Yasinan.?

Setelah Yasinan, PMII Diskusi Pemikiran Ibnu Khaldun (Sumber Gambar : Nu Online)
Setelah Yasinan, PMII Diskusi Pemikiran Ibnu Khaldun (Sumber Gambar : Nu Online)

Setelah Yasinan, PMII Diskusi Pemikiran Ibnu Khaldun

Kamis (12/3) jam 19.30 WIB PMII Humaniora Park kembali mengadakan diskusi yang dipandu langsung oleh pengurus Rayon. Ahmad Riyanto membahas tentang konsep ashabiyah Ibnu Khaldun yang berkaitan dengan solidaritas kelompok.?

Referensi buku yang digunakan dalam diskusi tersebut berjudul “Muqaddimah: karya Ibnu Khaldun”. Dalam buku tersebut memiliki banyak bahasan, diantaranya adalah sejarah, ekonomi, politik dan lingkungan sosial. ?

PMII Cabang Tegal

Ahmad Riyanto menegaskan konsep ashabiyah hanya berlaku bagi masyarakat nomaden. Dalam masyarakat Arab lebih dikenal dengan istilah kafilah. Namun masyarakat yang nomaden pada akhirnya akan menetap jika menemukan tempat yang membuatnya bertahan hidup. Apabila masyarakat mulai menetap maka dengan sendirinya Ashabiyah sedikit demi sedikit akan hilang.?

PMII Cabang Tegal

Ia menambahkan, pemikiran Ibnu Khaldun memiliki kemiripan dengan pemikirannya Emile Durkheim. ”Pemikirannya Ibnu khaldun sama dengan pemikirannya Durkheim tentang solidaritas mekanik dan organik”. Hanya saja, lanjut dia, pada waktu itu Ibnu Khaldun belum membagi secara spesifik masyarakat desa dan kota.?

Sementara Asep Mahfud selaku peserta diskusi mebenarkan hal yang demikian. Karena Ibnu Khaldun lahir duluan dibandingkan dengan Durkheim. ”Saya ingat perkataaannya dosen saya Pak Andi, bahwasanya Durkheim dicurigai menjiplak pemikiran Ibnu khaldun”.

Dalam teorinya Ibnu Khaldun disebutkan ketika masyarakat berada dalam tatanan masyarakat yang berkelompok. Maka kehidupan masyarakat penuh dengan berbagai aturan dan kesepakatan bersama dalam masyarakat. ? Untuk mengkontektualisasikan teori ? Durkheim secara geografis ? antara kota dan desa saat ini mengalami kesulitan. “Apalagi saat ini juga ada istilah masyarakat pinggiran kota”, ungkap Ahmad Riyanto.

Thoriq, peserta diskusi juga berpendapat, untuk membedakan masyarakat kota dan desa secara sistem sosial adalah dengan cara melihat perilaku masyarakat yang ada. “Kalau di desa sangat kental dengan istilah gotong-royong, sedangkan di kota sudah terkotak-kotak sesuai dengan pekerjaan. Hal itulah yang menjadi ciri khas kota dan desa”,ujarnya. (Hendris/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Sunnah, Sejarah, Warta PMII Cabang Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Pesantren Harus Mampu Bangun Fasilitas Kesehatan

Yogyakarta, PMII Cabang Tegal. Pesantren merupakan tempat untuk mendidik santri agar memiliki jiwa mandiri. Kesehatan santri dalam menuntut ilmu menjadi persoalan penting untuk menunjang kemandirian tersebut. Seperti menjaga kebersihan kamar mandi, lingkungan pesantren, dan meningkatkan pola hidup sehat. Karena itu, selain menjaga kebersihan, pesantren masa depan harus mampu membangun fasilitas kesehatan atau medis.

Demikian diungkapkan oleh KH. M. Sirodjan Muniro, AR, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Haromain, Taruban Kulon, Sentolo, Kulon Progo, Yogyakarta di sela-sela acara pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ahad, (25/1).  

Pesantren Harus Mampu Bangun Fasilitas Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Harus Mampu Bangun Fasilitas Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Harus Mampu Bangun Fasilitas Kesehatan

“Membangun saja sebenarnya tidaklah cukup, tetapi juga harus ada yang mengelola, termasuk tenaga medis,” ucapnya.

PMII Cabang Tegal

Kiai Sirodjan menerangkan, di pesantren ini dulu pernah mendapat bantuan fasilitas kesehatan dari pemerintah pusat, tapi karena tidak ada yang mengelola akhirnya mangkrak. Upaya untuk membangun fasilitas medis ini, tambahnya, akan memperkuat peran pesantren di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu memberikan pelayanan kesehatan. 

PMII Cabang Tegal

Bakti sosial LKNU DIY bekerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indoneisia (PDGI) ini memberikan penyuluhan kepada santri tentang pola hidup bersih dan sehat.

Kegiatan ini mampu mengundang ratusan santri dan warga masyarakat sekitar pesantren. Mereka mendapat penyuluhan kesehatan, berkonsultasi dan memeriksakan kesehatan gigi, serta bagaimana menggosok gigi secara baik dan benar. (Joko/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, Quote, Kajian Sunnah PMII Cabang Tegal

Senin, 06 November 2017

Berkemah di Ragunan, CBP IPNU Jakbar Kampanyekan Ramah Lingkungan

Jakarta Barat, PMII Cabang Tegal. Corp Brigade Pelajar IPNU Jakarta Barat mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Tahap Pertama (Diklatama) di Bumi Perkemahan Ragunan Jaksel, Rabu-Kamis (26-27/11). Sebanyak 40 pelajar utusan dari setiap anak cabang CBP IPNU di Jakbar, mengikuti rangkaian kaderisasi awal corps pelajar NU.

Dengan sejumlah materi para kader CBP dan IPNU mampu memberikan nilai positif kepada pelajar yang berada di daerah Jakarta yang memiliki kepedulian rendah terhadap lingkungan hidup dan sosial.

Berkemah di Ragunan, CBP IPNU Jakbar Kampanyekan Ramah Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkemah di Ragunan, CBP IPNU Jakbar Kampanyekan Ramah Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkemah di Ragunan, CBP IPNU Jakbar Kampanyekan Ramah Lingkungan

Pada kesempatan ini panitia mengemas acara perkemahan ini lebih pada memperkenalkan CBP lebih dalam kepada kader seperti materi ke-CBPan, penyuluhan Antinarkoba, baris-berbaris.

PMII Cabang Tegal

Komandan DKN Asyrikin mengatakan, “Pengkaderan CBP merupakan perkenalan awal kepada kader bahwa setiap kader CBP dan IPNU harus memiliki rasa cinta terhadap lingkungan hidup, memiliki jiwa nasionalis, dan cinta tanah air.”

Sebelum penutupan, mereka dibai’at sesuai dengan ketentuan. Mereka mengikrarkan komitmen untuk membawa nama baik IPNU dan CBP ke dalam ruang lingkup masyarakat dan dapat bersosialisasi dengan masyarakat di lingkungan Jakbar.

PMII Cabang Tegal

Kegiatan ini dihadiri Komandan DKW Ahmad Afnan, PW IPNU DKI Jakarta, IPNU Jakarta Barat, dan perwakilan pihak BNN yang menyosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba di lingkungan pelajar. (Yudhi Permana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ulama, Kajian Sunnah PMII Cabang Tegal

Jumat, 20 Oktober 2017

Duet Kiai Muda Zaman Now Pimpin NU Pekalongan 2017-2022

Pekalongan, PMII Cabang Tegal - Sidang pleno pemilihan Rais Syuriyah dan Ketua PCNU Kota Pekalongan digelar pada Konferensi Cabang (Konfercab) NU Kota Pekalongan ke-17 yang dihelat Ahad (29/10) di Gedung Aswaja. Forum ini memilih Rais Syuriyah dan Ketua PCNU yang baru, yakni KH Zakaria Ansor sebagai Rais dengan jabatan sebelumnya sebagai Wakil Rais dan H Muhtarom sebagai Ketua PCNU Pekalongan dengan jabatan sebelumnya sebagai Sekretaris PCNU.

Pemilihan berlangsung cukup singkat. Pasalnya sidang pleno kelima yang diagendakan pada malam hari bada Isya, berlangsung jam 17.00 WIB. Proses pemilihan dipimpin langsung oleh Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abu Hafsin yang dimulai dengan agenda tahap pertama pemilihan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa).

Duet Kiai Muda Zaman Now Pimpin NU Pekalongan 2017-2022 (Sumber Gambar : Nu Online)
Duet Kiai Muda Zaman Now Pimpin NU Pekalongan 2017-2022 (Sumber Gambar : Nu Online)

Duet Kiai Muda Zaman Now Pimpin NU Pekalongan 2017-2022

Dari proses pemungutan suara dengan masing-masing peserta menuliskan lima nama, terpilih lima anggota Ahwa, yakni KH Zaenuri Zainal Mustofa, KH Zakaria Ansor, KH Abdul Fatah Yasran, KH Zimam Hanifun Nusuk, dan KH Ahmad Rofiq. Setelah sidang yang memakan waktu sekitar 1 jam, anggota Ahwa sepakat menunjuk KH Zakaria Ansor yang juga pengasuh Pesantren Al-Mubarok Medono sebagai Rais Syuriyah.

PMII Cabang Tegal

Usai pemilihan anggota Ahwa, sidang dilanjutkan dengan pemilihan Ketua Tanfidziyah periode 2017 - 2022. Dari proses pemilihan tahap pertama, H Muhtarom mendapat suara mutlak sebanyak 39 suara dari 45 suara yang sah. Dengan demikian, putaran kedua ditiadakan karena hanya ada satu calon yang memenuhi syarat dukungan minimal 9 suara.

H Muhtarom mengatakan, dirinya mengaku siap menerima amanah konfercab ke-17. Dalam waktu dekat dirinya bersama Rais Syuriyah terpilih dan 7 anggota formatur lainnya akan segera menggelar rapat untuk melengkapi susunan pengurus yang baru baik untuk pengurus harian dan pengurus lembaga sehingga PCNU bisa segera bergerak khususnya untuk segera menggelar musyawarah kerja (muskercab) dalam rangka menjabarkan dan menyusun skala prioritas program.

PMII Cabang Tegal

"Keputusan komisi organisasi, program dan rekomendasi untuk secepatnya akan ditindaklanjuti dengan menyusun pengurus baru dan menggelar muskercab, oleh karena itu dirinya mohon dukungan penuh dari para kiai, pengurus MWC dan ranting NU untuk merealisasikan keputusan keputusan konfercab," ujarnya.

Tampilnya KH Zakaria Ansor dan H Muhtarom merupakan wujud dari NU generasi now. Pasalnya, kedua sosok ini meskipun berusia masih cukup muda, akan tetapi pengalaman mengelola organisasi tidak perlu diragukan lagi.

KH Zakaria Ansor adalah kiai muda jebolan Pesantren Al-Anwar Sarang asuhan KH Maemoen Zubair sosok yang sangat aktif dalam kegiatan NU bahkan kemarin berhasil menghelat peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Kota Pekalongan. Sedangkan H Muhtarom tokoh muda yang sukses dalam dunia usaha perbatikan asal Kabupaten Klaten yang memulai kiprahnya di PCNU sebagai Wakil Sekretaris, Sekretaris, dan sekarang menjadi Ketua PCNU.

Para kiai dan musyawirin berharap di tangan dingin kedua sosok muda ini, NU Kota Pekalongan dapat tampil lebih baik dan kehadirannya bisa dirasakan oleh warga nahdliyyin Kota Pekalongan terutama dalam bidang pendidikan, ekonomi, dakwah, dan kesehatan. (Abdul Muiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Sunnah, Hadits, Fragmen PMII Cabang Tegal

Selasa, 26 September 2017

LKNU Galang Tokoh Agama Cegah Stunting

Brebes, PMII Cabang Tegal. Pengurus Pusat (PP) Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) bertemu dengan berbagai kalangan di Kabupaten Brebes, dalam upaya pencegahan stunting (tubuh kependekan). Pasalnya Brebes merupakan daerah dengan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) terendah se-Jawa Tengah.

“Brebes, kami jadikan daerah pilot project PKH Prestasi (Program Keluarga Harapan Progresif Atasi Masalah Gizi),” kata Ketua Program Officer Kabupaten Brebes Umi Wahyuni di sela pertemuan di Gedung PCNU Brebes, Jalan Yos Sudarso 36 Brebes, Selasa (27/8).

LKNU Galang Tokoh Agama Cegah Stunting (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Galang Tokoh Agama Cegah Stunting (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Galang Tokoh Agama Cegah Stunting

Pertemuan ini, lanjutnya, sebagai tindak lanjut dari launching dan pertemuan nasional yang diikuti oleh ulama di tingkat nasional pada 1 Agustus 2013 lalu di Gedung PBNU Jakarta.

PMII Cabang Tegal

Dikatakan Umi, secara nasional berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 sebanyak 35,6 persen anak balita mengalami stunting. Untuk mencegahnya, perlu dilakukan langkah-langkah ANC (antenatal care) atau kunjungan ke layanan kesehatan untuk pemeriksaan kehamilan, minum zat besi dalam jumlah tertentu selama kehamilan, IMD (Inisiasi Menyusu Dini), ASI Ekslusif, Cuci tangan, pemberian multivitamin dan asupan gizi seimbang.

PMII Cabang Tegal

“Gizi buruk menjadi persoalan bersama, bukan hanya pemerintah dan lembaga kesehatan saja,” terangya.

Ketua PCNU Brebes H Athoillah MSi menyambut baik program pencegahan stunting yang digulirkan oleh PP LKNU. Dia berjanji akan menyokong terus berbagai kegiatan yang digelar demi suksesnya kegiatan tersebut.   

Athoillah mengakui kalau stunting benar-benar terjadi di Brebes, terbukti untuk mencari anggota Paskibraka yang tingginya 165 cm saja amat susah. Bila keadaanya demikian, maka pemerintah dapat melakukan upaya-upaya promosi pencegahan dan penanggulangan masalah gizi, khususnya stunting. “Kualitas generasi muda ke depan menjadi harapan kita bersama, jangan sampai bergizi buruk,” tandasnya.

Selain itu, dia juga mengajak lembaga dan organisasi keagamaan untuk aktif mengkampanyekan pencegahan stunting. Terutama pada 1000 hari pertama kehidupan anak yakni sejak anak dalam kandungan sampai anak usia dua tahun.

Begitupun dengan para kiai dan ulama se Kabupaten Brebes agar terus melakukan dakwah dengan tema peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi ibu dan gizi anak.

Kegiatan dibuka Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Brebes Ir Djoko Gunawan MT.  Pembangunan Brebes antara lain harus ditopang dengan peningkatan kualitas pendidikan, dengan mengurangi anak putus sekolah. Juga peningkatan kesehatan dan peningkatan daya beli masyarakat. Terjadinya gizi buruk, perlu penanganan yang  integral antara tokoh agama, pemerintah dan lembaga-lembaga lainnya.

Komitemen pemerintah, kata Djoko, akan terus melakukan upaya maksimal. Baik perencanaan maupun anggaran secara berkala dan melakukan kerjasama dengan seluruh komponen masyarakat Brebes maupun pihak-pihak lain seperti Unicef, Aus Aid dan NGO lainnya.

Kegiatan diikuti oleh berbagai stakeholder di Brebes seperti Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), DPRD, MUI, PCNU, PC Fatayat NU, PC Muslimat NU, PKK, PD Muhammadiyah, PC Ansor, IPNU/IPPNU, PC Lakpesdam, PC LKNU, dan PC LDNU.

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : Wasdiun

    

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Amalan, Kajian Sunnah, Hadits PMII Cabang Tegal

Kamis, 14 September 2017

Pesantren sebagai Grass Root Power

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Pesantren adalah kekuatan sosial tertinggi atau grass root power di Indonesia. Pesantren bisa memberi masukan bahkan mendesak pemerintah untuk melakukan perubahan.

"Jika kekuatan pesantren difungsikan maka banyak sekali masalah di Indonesia yang dapat diatasi," kata Sosiolog Universitas Indonesia Robert MZ Lawang usai memberikan ceramah di hadapan para Kiai Pengasuh Pondok Pesantren di Asrama Haji, Pondok Gede Jakarta, Sabtu (19/5).

”Salah satu masalah yang paling penting adalah dekadensi moral. Pesantren bisa membangun moralitas dalam pengertian yang lebih umum, bukan hanya moralitas dalam pengertian agama, tapi moralitas bagaimana kita mempertangungjawabkan tindakan kita pada lingkungan dan tindakan pada sesama,” katanya.

Pesantren sebagai Grass Root Power (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren sebagai Grass Root Power (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren sebagai Grass Root Power

Pesantren perlu membuktikan bahwa dengan pendidikan pesantren itu para santri bisa berbuat sesuatu untuk orang lain, menerapkan ilmu yang diperoleh di pesantren untuk kesejahteraan masyarakat.

”Bukan dengan ngomong-ngomong umpamanya jangan berdosa, tetapi dengan tindakan yang langsung dapat mengubah dan memperbaiki kondisi masyarakat dengan karya nyata,” katanya.

PMII Cabang Tegal

Dikatakan, perlu ada penataan ulang atau reorientasi pendidikan di lingkungan pesantren. “Kalau sekarang kurang berorientasi kepada lingkungan harus dirobah lagi. Agama yang diajarkan di pesantren adalah agama untuk meningkatkan kesejahteran masyarakat sekitar, agama yang berfungsi untuk masyarakat,” katanya.

Para kiai dan santri juga perlu mengambil peran pendampingan masyarakat yang saat ini sedang diterjang arus globalisasi. Pesantren harus dapat memberikan penjelasan dan mengarahkan masyarakt dalam menyikapi berbagai fenomena sosial-budaya yang disodorkan oleh media massa.

”Misalnya siaran TV itu harus menjadi pokok pembahasan di dalam kehidupan pesantren. Misalnya ada satu sinetron yang bercerita tentang hubungan suami istri yang begitu-itu, apa yang harus dilakukan. Pengarahan itu bisa dilakukan oleh pesantren karena orang pesantren sudah terbiasa hidup bersama, nonton bersama,” kata Lawang.

Dikatakan Lawang, pemerintah tidak mungkin dapat mengatasi semua persoalan masyarakat tanpa masukan dan dorongan dari masyarakat itu sendiri.

”Dalam Islam, menurut saya, kelebihan yang luar biasa itu adalah bisa mendesak pemerintah untuk melakukan sesuatu. Nah kekuatan Islam di Indonesia yang terbesar itu adalah pesantren,” kata Lawang.(nam)

PMII Cabang Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Sunnah, Nusantara, Makam PMII Cabang Tegal

Minggu, 04 Desember 2016

UIM Sambut 2080 Mahasiwa Baru Lewat Rapat Senat Terbuka Luar Biasa

Makassar, PMII Cabang Tegal. Universitas Islam Makassar (UIM) menggelar rapat senat terbuka luar biasa dalam rangka Penyambutan dan Pesantren Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2017/2018 di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM Jalan Perintis Kemerdekaan Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (27/9).

Penyambutan dan Pesantren Mahasiswa tersebut akan diikuti oleh 2080 mahasiswa dan berlangsung mulai tanggal 27 September-5 Oktober 2017 dengan mengangkat tema Menyonsong Generasi Emas untuk Khaerah Ummah dari Kampus UIM.

UIM Sambut 2080 Mahasiwa Baru Lewat Rapat Senat Terbuka Luar Biasa (Sumber Gambar : Nu Online)
UIM Sambut 2080 Mahasiwa Baru Lewat Rapat Senat Terbuka Luar Biasa (Sumber Gambar : Nu Online)

UIM Sambut 2080 Mahasiwa Baru Lewat Rapat Senat Terbuka Luar Biasa

Rektor Universitas Islam Makassar Hj Andi Majdah M. Zain dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan yang wajib diikuti semua mahasiswa baru UIM dan merupakan implementasi dari Visi Misi UIM. 

"Sebagai perguruan tinggi NU, UIM mempunyai visi misi menjadi Universitas Islam terkemuka, berkualitas, berbudaya, diminati dan berorientasi pada kepentingan Bangsa dan Negara berdasarkan nilai-nilai ajaran Islam Ahlusunnah wal Jamaah An-Nahdliyah"

PMII Cabang Tegal

Selain itu, implementasi dari nilai-nilai ajaran Ahlusunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dengan menjadikan UIM Sebagai kampus Qurani. "Yaitu menjadikan UIM sebagai kampus yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan umum dan ilmu pengatahuan berbasis Qurani," tambah Majdah.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan Anre Gurutta Sanusi Baco dalam taushiyahnya menjelaskan bahwa ada dua cara manusia untuk mendapatkan ilmu. Pertama, mendapatkan ilmu melalui proses belajar mengajar, seperti kuliah di UIM. Yang kedua mendapatkan ilmu dari langsung dari Allah. 

PMII Cabang Tegal

"Problematika terbesar di abad ini adalah bukan karena kurangnya ilmu pengetahuan, tetapi problematika terbesar adalah ketidakmampuan manusia melakukan apa yang diketahuinya,” tutup Gurutta Sanusi.

Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah IX Hawignyo dalam sambutannya banyak memuji kemajuan pesat UIM. "UIM termasuk salah satu perguruan tinggi swasta yang besar di Sulawesi Selatan, hal itu dibuktikan dengan status akreditasi institusi B, Peningkatan jumlah penelitian dosen, Pemenuhan Sarana dan Prasarana, Semoga UIM dapat mencetak generasi yang cerdas dan berkarakter," ungkapnya.

Tahun ini, UIM menerima 2080 Mahasiswa baru yang tersebar di 8 Fakultas dan Program Pascasarjana, yaitu: Fakultas Pertanian, Agama Islam, Teknik, Sastra dan Humaniora, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Ilmu Kesehatan, Keguruan & Ilmu Pendidikan. (Muh. Nur/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Sunnah PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock