Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Februari 2018

PMII Purworejo Bimbing Calon Aktivis Sosial

Purworejo, PMII Cabang Tegal. Pengurus PMII Purworejo menggelar Training Of Fasilitator (TOF) selama tiga hari, Kamis-Sabtu (29-31/1) di desa Cuweran Lor kecamatan Loano, Purworejo. Sedikitnya 38 kader PMII dari tiga komisariat mengikuti pelatihan yang didampingi instruktur dari Semarang dan Yogyakarta. Mereka dibekali perangkat yang cukup untuk memecahkan persoalan di masayarakat.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi sistem kaderisasi informal yang sudah menjadi program kerja organisasi. Training ini sangat penting dan dibutuhkan oleh kader agar mereka menjadi terampil saat berbicara didepan umum," kata ketua panitia M Fadli, Jumat (30/1).

PMII Purworejo Bimbing Calon Aktivis Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Purworejo Bimbing Calon Aktivis Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Purworejo Bimbing Calon Aktivis Sosial

Kegiatan yang mengambil tema “Metodologi Pelatihan Fungsi dan Peranan Fasilitator Transformatif” ini justru sangat dibutuhkan oleh para peserta ketika telah selesai kuliah dan membaur bersama di tengah masyarakat terutama saat melakukan sebuah advokasi terhadap sebuah persoalan yang terjadi di masyakarat.

PMII Cabang Tegal

"Mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial untuk terus mengawal sebuah perubahan. Tanpa mengusai teknik fasilitasi ini tentu hasilnya tidak akan maksimal," tambahnya.

PMII Cabang Tegal

Sementara itu, Ketua PMII Purworejo Muhamad Arifin mengatakan, kaderisasi baik formal, non formal, maupun informal merupakan upaya pembentukan kader yang mampu menjawab tantangan zaman.

"Padahal pendidikan yang seharusnya dapat dijadikan sebagai ? mediasi transformasi sosial guna menciptakan tatanan masyarakat yang lebih adil justru kini berlaku sebaliknya. Maka forum-forum training seperti ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada kader serta mengembalikan pendidikan kepada ril yang sesungguhnya," tandasnya.

Lebih lanjut Arifin berharap, usai pelatihan ini para alumni mampu memberikan warna baru dalam hal wacana ataupun pengetahuan guna memberikan daya dorong para pengkaderan di lingkup kampus mengingat semakin parahnya nalar mahasiswa yang cenderung malas berorganisasi.

"Kenyataan hari ini kita dihadapkan pada sikap mahasiswa kebanyakan yang tidak lagi memiliki jiwa sosial yang tinggi bahkan cenderung hedonis. Kuliah hanya dijadikan sebagai mode dan tren untuk menunjukkan status sosial kepada masyarakat lain. Ini yang sebenarnya juga menjadi tantangan para kader setelah mereka selesai mengikuti training ini," katanya. (Lukman Hakim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pahlawan, Quote, Lomba PMII Cabang Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Pesantren Sidogiri, Mercusuar Pengembangan Ekonomi Syariah

Berbicara tentang pesantren yang sukses dalam pengembangan ekonomi syariah, kita langsung mengarah pada pesantren Sidogiri di Pasuruan dengan Baitul Mal wa Tamwil (MBT) UGT yang hingga kini terus melebarkan sayapnya ke berbagai wilayah di seluruh penjuru Indonesia. Pesantren ini kini menjadi rujukan tempat belajar ekonomi syariah pesantren lain dan menjadi jujukan para mahasiswa, dosen, dan peneliti yang ingin tahu lebih dalam kiat kesuksesan mereka.  

Karena banyaknya pihak yang ingin belajar ekonomi syariah ini, akhirnya dibentuklah Shariah Business Centre (SBC) Sidogiri, yang merupakan Lembaga Diklat Profesi Koperasi Jasa Keuangan Syariah (LDP KJK) yang  bergerak di bidang pelatihan untuk penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal di bidang koperasi syariah. Selain memberikan layanan pelatihan, SBC Sidogiri juga menyediakan jasa konsultan dan pendampingan UKM dengan pola atau sistem syariah

Pesantren Sidogiri, Mercusuar Pengembangan Ekonomi Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Sidogiri, Mercusuar Pengembangan Ekonomi Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Sidogiri, Mercusuar Pengembangan Ekonomi Syariah

Tentu saja kesuksesan yang kini diraih itu tidak datang dengan tiba-tiba. Banyak aral melintang dan hambatan yang harus dilaluinya. Tetapi berbagai kesulitan itu tidak membuat para para pengagas BMT Syariah di Sidogiri patah semangat, melainkan dijadikan sebagai penghela semangat untuk terus belajar. Kini mereka telah memetik hasil dari proses belajar yang sulit dan secara hati-hati terus mengembangkan usahanya. Koperasi Syariah Sidogiri telah memiliki anggota 8.871 orang, 256 Cabang, di 10 Propinsi, jumlah simpanan 165 Milyar, aset 1,2 Triliun, dengan omset 13.6 Triliun rupiah

Bagaimana awal mulanya pengembangan ekonomi syariah ini berkembang. Seperti pesantran-pesantren lainnya, kajian kitab kuning merupakan “makanan” sehari-hari. Dalam bab muamalah, pembahasan tentang riba secara gamblang dibahas. Pengasuh pesantren Sidogiri KH Nawawi Thoyib merasa tak bisa lepas tangan dengan kondisi masyarakat di sekitarnya yang dicekik oleh renternir, sementara mereka hanya berdiam diri dan mengharamkan saja tanpa mampu berbuat sesuatu. Dengan tekad bulat, pada 1993 ia mulai membantu masyarakat mengganti pinjaman dari renternir dengan pinjaman tanpa bunga. 

PMII Cabang Tegal

Teladan yang diberikan oleh pengasuh pesantren tersebut memberi inspirasi para ustadz muda waktu itu seperti Ust H. Mahmud Ali Zain, yang kini menjadi tokoh penting dalam koperasi syariah Sidogiri. Mereka berusaha belajar dan mencari jejaring yang terkait dengan pengembangan ekonomi syariah. Pada tahun 1990an, Konsep simpan pinjam berbasis syariah masih langka, tetapi hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk mencari ilmu. Upayanya tak sia-sia, salah satunya mereka mendapatkan akses mengirimkan 10 orang untuk mengikuti pelatihan BMT dari sebuah Bank Syariah yang mulai diizinkan beroperasi di Indonesia. 

PMII Cabang Tegal

Dari situlah kemudian dilanjutkan dengan pendirian Koperasi BMT yang diberi nama Baitul Mal wat-Tamwil Maslahah Mursalah lil Ummah dengan anggota para guru MMU (Madrasah Miftahul Ulum) Pondok Pesantren Sidogiri. Koperasi ini secara resmi didirikan pada tanggal 12 Rabi’ul Awal 1418 H (ditepatkan dengan tanggal lahir Rasulullah SAW) atau 17 Juli 1997 di kecamatan Wonorejo Pasuruan. 

Setelah bermusyawarah dan mensosialisasikan cita-cita mulia ini, terdapat 148 orang yang bersedia menjadi anggota dan berhasil dikumpulkan modal sebanyak 13.5 juta rupiah. Koperasi itu mulai usahanya dengan menyewa kantor seluas 16 meter persegi. Dari tempat kecil inilah, para pelopor ekonomi syariah dari Sidogiri mulai berupaya ilmu yang diperoleh dari pesantren dan pelatihan.  

Pelan tapi pasti, dengan mengedepankan sikap profesional, memisahkan antara manajemen pesantren dan manajemen ekonomi, koperasi tersebut berkembang dengan baik. Hal ini membuat komunitas Sidogiri yang lebih luas, khususnya para guru dan alumni menginginkan pendirian koperasi dalam skup yang lebih luas. Maka pada tanggal 05 Rabiul Awal 1421 H (juga bertepatan dengan bulan lahirnya Rasulullah SAW) atau 22 Juni 2000 M diresmikan dan dibuka satu unit Koperasi BMT UGT Sidogiri di Jalan Asem Mulyo 48 C Surabaya. Seperti pendahulunya, BMT ini berjalan dengan baik. Dengan target pasar yang memang luas, BMT UGT Sidogiri mampu melayani konsumen dalam jangkauan yang luas dan kini menjadi perbincangan nasional. 

Kini Sidogiri bukan lagi sekedar pesantren yang mengajarkan kitab kuning, melainkan telah menjadi Lembaga Ekonomi dan Sosial dibawah payung Sidogiri Network Forum (SNF) dengan serangkaian usaha yang meliputi (1) koperasi pesantren, (2) BMT Maslahah, (3), BMT UGT Usaha Gabungan Terpadu (4) BPR Syariah Ummu (jasa Keuangan), (5) koperasi Agro, (6) SBC Sidogiri (Diklat Profesi Jasa Keuangan Syariah), (7) LAZ Sidogiri (Lembaga Amil Zakat), (8) L-KAF Sidogiri (Lembaga Wakaf), (9) IASS Sidogiri (Ikatan Alumni Santri), (10) majalah Buletin Sidogiri, dan (11) Penerbitan Pustaka Sidogiri. 

Seiring dengan semakin bertambahnya kepercayaan masyarakat, luasnya jaringan alumni, bertambahnya akses modal dan pengalaman. Tak diragukan lagi, upaya dakwah ekonomi yang secara langsung menyentuh lapisan akar rumput akan terus berkembang. Dakwah tak sekedar bil lisan, tetapi juga bil hal atau dengan aksi nyata. Model seperti inilah yang akan memberikan hasil yang dahsyat.  

Upaya pengembangan ekonomi berbasis pesantren yang kini gencar dilakukan, baik oleh masyarakat maupun oleh pemerintah melalui Kemenag, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga pemerintah lainnya mendapat partner yang baik yang bisa mendampingi pesantren lain yang ingin belajar ekonomi syariah. Sidogiri paham betul tradisi pesantren dan tahu apa yang harus dilakukan agar kegiatan ekonomi pesantren ini bisa tumbuh. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pendidikan, Sunnah, Quote PMII Cabang Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Sekretaris FPKB Temanggung Terpilih sebagai Ketua Fatayat

Temanggung, PMII Cabang Tegal. Umi Tsuwaibah terpilih secara aklamasi dalam gelaran Konferensi Cabang (Konfercab) ke VII Fatayat NU Temanggung, Jawa Tengah di aula Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung, Ahad (7/5) petang.

Dalam musyawarah tertinggi Pengurus Cabang (PC) Fatayat Temanggung itu, 329 pemilik suara yang terdiri dari PC, Pengurus Anak Cabang (PAC) dan Ranting se-Kabupaten Temanggung menyatakan dukunganya kepada Umi. Dari hasil itu, melalui sidang pleno yang dipimpin Pengurus PW Fatayat Jawa Tengah Umi Nuamah, Sekretaris FPKB DPRD Kabupaten Temanggung itu berhak memimpin Fatayat Temanggung untuk lima tahun mendatang, yakni; periode 2017-2022.

Sekretaris FPKB Temanggung Terpilih sebagai Ketua Fatayat (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekretaris FPKB Temanggung Terpilih sebagai Ketua Fatayat (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekretaris FPKB Temanggung Terpilih sebagai Ketua Fatayat

Dalam pemaparan visi-misinya, Umi bertekad ingin memberdayakan perempuan bisa berdaya melalui kegiatan-kegiatan ? enterpreneur atau wirausaha. Ia berharap kader Fatayat khususnya dan perempuan Temanggung pada umumnya bisa melakukan kegiatan produktif di rumah yang bisa menghasilkan uang. "Jika punya aktifitas produktif di rumah, maka tidak tergantung bekerja di perusahaan atau pabrik yang menyita banyak waktu," ucapnya.

Mantan aktifis PMII Komisariat Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri itu ? menuturkan, jika perempuan kerja di pabrik, waktunya akan habis dan kurang memperhatikan urusan rumah tangga. Dari situ, dikhawatirkan keluarga jadi terbengkalai. Dengan mempunyai usaha produktif di rumah, perempuan bisa berdaya dan bisa menopang ekonomi keluarga. "Saya berharap, anggota fatayat bisa maksimal mengurus rumah tangga, bisa menjadikan rumah tangga yang berkualitas dan harmonis," harapnya.

Dalam upaya mewujudkan program-program tersebut, ia berjanji akan menjalin hubungan kerjasama baik dengan instansi pemerintah maupun swasta untuk memperbanyak pelatihan . "Kader-kader fatayat akan kita beri ketrampilan khusus, supaya terampil dan bisa survive di tengah masyarakat,"

Sementara itu, Ketua IV PW Fatayat Jawa Tengah, Atatin Malihah menuturkan, PW Fatayat Jawa Tengah juga tengah fokus memberikan keterampilan bagi kader-kadernya. "Kita sudah kerjasama dengan Disnakertrans Jawa Tengah dan BP3TKI Semarang," ungkapnya. (Ahsan Fauzi/Zunus)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Quote PMII Cabang Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

ISNU: Kompetisi yang Terlalu Liberal Tak Sesuai dengan Aswaja

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Ketua Umum Ikatan Sarjana NU (ISNU) Ali Masykur Musa cenderung setuju dengan penggunaan metode ahlul halli wal aqdi atau penunjukan oleh sekelompok terpilih karena sistem kepemimpinan Islam harus mengedepankan ahlul hikmah, yaitu penuh hikmah dan kebijaksanaan.

“Kompetisi yang terlalu liberal tidak sesuai dengan kultur kepemimpinan ahlusunnah wal jamaah sehingga dengan demikian, saya mendorong dan setuju melalui ahlul halli,” katanya.

ISNU: Kompetisi yang Terlalu Liberal Tak Sesuai dengan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU: Kompetisi yang Terlalu Liberal Tak Sesuai dengan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU: Kompetisi yang Terlalu Liberal Tak Sesuai dengan Aswaja

Mereka yang menjadi ahlul halli adalah representasi dari para ulama yang memenuhi syarat tertentu. Ia mengusulkan, ahlul halli memilih baik rais aam maupun ketua umum PBNU.

PMII Cabang Tegal

“Tanfidziyah kan menjadi pelaksana syuriyah, ahlul halli nantinya memilih syuriyah dan tanfidziyah,” tandasnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Berita, Doa, Quote PMII Cabang Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Tuan Guru Bengkel: Jika Ikut NU, Maka Kamu Bisa Lewati Laut

Mataram, PMII Cabang Tegal 

Rais Syuriyah PWNU Nusa Tenggara Barat pertama TGH Shaleh Hambali (Tuan Guru Bengkel) pernah mengatakan kepada santri-santrinya, kalau kamu masuk NU, kamu bisa melewati laut. 

Menurut penulis buku Pemikiran Islam Lokal TGH Shaleh Hambali Bengkel Adi Fadli, saksi hidup pernyataan itu adalah salah seorang santrinya, yang saat ini pengasuh pondok pesantren Qommarul Huda dan menjadi salah seorang Mustasyar PBNU Tuan Guru Bagu atau TGH Turmudzi Badarudin.

Tuan Guru Bengkel: Jika Ikut NU, Maka Kamu Bisa Lewati Laut (Sumber Gambar : Nu Online)
Tuan Guru Bengkel: Jika Ikut NU, Maka Kamu Bisa Lewati Laut (Sumber Gambar : Nu Online)

Tuan Guru Bengkel: Jika Ikut NU, Maka Kamu Bisa Lewati Laut

Menurut Adi, penjelasan dari kalimat Tuan Guru bengkel itu adalah jika seseorang mengikuti ormas NU, maka pandangannya, wawasannya nanti lebih luas. 

“Kalau masuk organisasi lokal, ya cuma di sini,” katanya di UNU NTB, Mataram, Kamis (23/11).  

PMII Cabang Tegal

Karena, lanjut Katib Syuriyah PWNU NTB itu, jam’iyyah NU itu besar, tidak lokal. Jadi, anggota atau pengurus NU, akan bermanfaat secara luas, secara nasional, karena terhubung dengan anggota dan pengurus NU di seluruh daerah di Indonesia. Bahkan dunia, sebab hari ini NU memiliki kepengurusan di puluhan negara. 

“Di situlah kontribusi nasionalnya,” kata dosen UNU NTB itu.

Karena aktif di NU, Tuan Guru Bengkel bertemu dengan kiai-kiai Jawa, misalnya KH Wahab Hasbullah, Saifuddin Zuhri, Idham Chalid, bahkan tokoh tentara AH Nasution. 

Tokoh-tokoh NU itu, menurut Adi, bahkan yang datang ke Bengkel. Kiai Wahab Hasbullah pernah menginap selama seminggu. 

PMII Cabang Tegal

"Mereka datang sendiri, dan bukan sehari mereka datang, nginep, mingguan. Itu penuturan dari Tuan Guru Bagu. KH Wahab Hasbullah seminggu di Bengkel.

Bahkan, menurut Ketua PWNU NTB TGH Taqiuddin Mansur, ayahnya Gus Mus (KH Bisri Mustofa) pernah tinggal selama sebulan di Tuan Guru Bengkel. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Quote, Hikmah, Kajian PMII Cabang Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Gus Dur Beri Perspektif Islam dalam Isu Gender

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Pemikiran dan perjuangan Gus Dur didedikasikan untuk kaum lemah, termasuk bagi perempuan yang sebelumnya mengalami diskiriminasi dalam berbagai bidang. Isu kesetaraan gender yang banyak didengungkan oleh para aktifis sebelumnya hanya memiliki perspektif Barat, Gus Dur menambahkannya dalam perspektif Islam.



Gus Dur Beri Perspektif Islam dalam Isu Gender (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Beri Perspektif Islam dalam Isu Gender (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Beri Perspektif Islam dalam Isu Gender

Hal tersebut dikemukakan oleh Nursyahbani Katjasungkana dalam bedah buku Melanjutkan Pemikiran dan Perjuangan Gus Dur karya Muhaimin Iskandar di Jakarta, Ahad.

Nursyahbani menjelaskan, selama ini Gus Dur sudah banyak dikenal dalam perjuangannya pada HAM, demokrasi, dan pluralisme. Soal isu Gender, Gus Dur banyak berdebat dengan para aktifis gender berfikiran radikal dengan sudut pandang Islam memandang hubungan laki-laki perempuan.

PMII Cabang Tegal

“Banyak isu krusial mengenai gender dan islam diantaranya poligami dan kawin siri,” tandasnya.

Pemikiran Gus Dur tentang pemberdayaan perempuan memperoleh kristalisasinya ketika jadi presiden dengan menerbitkan Inpres presiden nomor 9 tahun 2000 mengenai Pengarusutamaan Gender yang terus digunakan sampai sekarang.

PMII Cabang Tegal

“Mahalan pada pemerintahan SBY dijadikan salah satu persyaratan untuk bisa mengembangkan program dan menjadi indikator untuk penambahan anggaran di kementerian,” katanya.

Bahkan Inpres ini diupayakan ditingkatkan menjadi UU Keadilan dan Kesetaraan Gender. Kementerian Tenaga Kerja juga telah menandatangani kesepakatan dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan tentang upaya pengarusutamaan ini, yang baru terjadi pada periode ini.

“Fikiran Bernas Gur Dur menjadi landasan kita bersama untuk menegakkan HAM, Demokrasi dan nilia-nilai Islam yang sejuk, pluralis, bukan yang menakutkan, kita tinggal mengisinya,” ujarnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Quote PMII Cabang Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Anggota TNI Ini Bekali Santri Bela Negara

Jepara, PMII Cabang Tegal. Anggota TNI AD yang terdiri dari Kapten Mashudi (Danramil 09 Mlonggo), Bambang Sugito (Babinsa Sekuro) dan Musa Abdullah (Babinsa Mororejo) memberikan pembekalan bela negara kepada ratusan santri pesantren Az Zahra Jepara, Kamis (27/11) siang kemarin.

Kepada santri unit SMK Az Zahra, Mashudi menyampaikan pentingnya bela negara. Bela negara jelasnya ialah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Anggota TNI Ini Bekali Santri Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota TNI Ini Bekali Santri Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota TNI Ini Bekali Santri Bela Negara

Adapun nilai-nilai dalam bela negara mencakup 5 hal. Cinta kepada tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, yakin pada pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara. “Serta memiliki kemampuan awal bela negara baik psikis maupun fisik,” imbuhnya.

PMII Cabang Tegal

Secara psikis warga negara harus memiliki kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual, senantiasa memelihara jiwa dan raganya. Serta memiliki sifat disiplin, ulet, kerja keras dan tahan uji.

PMII Cabang Tegal

Sedangkan kemampuan fisik perlu ditopang dengan kondisi kesehatan, keterampilan jasmani dengan gemar berolahraga dan menjaga kesehatannya.

Penanggung jawab kegiatan, Bambang Sugito menyampaikan kegiatan untuk memberikan bekal materi bela negara kepada peserta didik. Selain untuk mengingatkan kembali dasar negara dan UUD kegiatan juga untuk mengingat jasa para pejuang ’45. “Harapan kami anak-anak tidak melupakan para pejuangnya,” harap Bambang disela-sela kegiatan.

Senada dengan Bambang, Hasan Khaeroni, Kepala SMK Az Zahra memaparkan ulama termasuk pejuang yang juga berperan untuk merebut kemerdekaan. “KH Hasyim Asyari, KH Wahab Hasbullah, KH Wahid Hasyim merupakan sejumlah kiai yang turut merebut kemerdekaan,” tegasnya.

Sehingga santri saat ini juga harus berperan aktif pada kelompok yang hendak merongrong keutuhan NKRI. Caranya, lanjut lulusan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu dengan penguatan nilai-nilai bela negara yang tertanam sejak dini. (Syaiful Mustaqim/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pondok Pesantren, Anti Hoax, Quote PMII Cabang Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

Khotbah Gerhana Matahari oleh KH Maimoen Zubair

? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khotbah Gerhana Matahari oleh KH Maimoen Zubair (Sumber Gambar : Nu Online)
Khotbah Gerhana Matahari oleh KH Maimoen Zubair (Sumber Gambar : Nu Online)

Khotbah Gerhana Matahari oleh KH Maimoen Zubair

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PMII Cabang Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ?:

PMII Cabang Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

?

? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ?

? ? ? ? ? ?.

Artinya, Segala puji bagi Allah swt yang menjadikan matahari dan bulan sebagai salah satu tanda kebesaran Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Perkasa yang mana tanda itu telah tampak bagi orang-orang awas yang merenungkan dan memikirkannya. Dialah yang membuat malam dan siang silih berganti. Pergantian malam-siang itu merupakan peringatan bagi orang-orang berilmu dan berpikir yang bersedia mengambilnya sebagai peringatan. Kita memuji Allah swt atas anugerah yang Dia berikan kepada kita dengan menerima nasihat, menasihati, dan mengambil pelajaran.

Aku bersaksi, tiada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, Yang Maha Tunggal, lagi Maha Kuasa, sebuah kesaksian yang kita simpan untuk hari di mana hati dan mata itu menatap.

Aku bersaksi, penghulu dan junjungan kita nabi besar Muhammad saw adalah hamba dan utusan-Nya, seorang rasul yang mengajak manusia tunduk dan merendahkan diri kepada Allah swt yang mencipta alam semesta tanpa kecuali. Semoga Allah swt melimpahkan shalawat dan salam-Nya untuk penghulu dan junjungan kita nabi besar Muhammad saw yang diutus membawa peringatan dan kabar gembira, untuk keluarganya yang disucikan sesuci-sucinya dari penyembahan berhala dan syirik, untuk para sahabatnya yang mana mereka mengambil petunjuk darinya, dan untuk seluruh pengikut nabi Muhammad saw.

Amma badu,

Para jamaah sekalian, semoga Allah merahmati kamu semua. Bertakwalah kamu semua kepada Allah. Dia telah menampakkan peringatan-Nya kepadamu semua karenanya terimalah peringatan itu. Dia memperlihatkan tanda kuasa-Nya yang paling jelas agar kamu mengambil peringatan. Amati dan pikirkanlah tanda-tanda-Nya yang jelas itu. “Janganlah menjadi salah satu dari mereka yang berhati keras dan mereka yang melupakan Allah lalu Allah membuat mereka lupa diri. Mereka adalah orang fasik,” (Al-Hasyr ayat 19).

Para jamaah shalat gerhana yang dirahmati Allah, ketahuilah bahwa Allah menyadarkan dan mengingatkan kamu dengan peringatan yang paling nyata di hari gerhana ini agar fenomena ini menjadi peringatan bagimu.

Allah menjadikan matahari sebagai tanda dan cahaya-Nya agar kamu semua dapat beraktivitas mencari nafkah di siang hari. Demikianlah matahari sejak dulu selalu begitu. Dan hari ini telah terjadi gerhana matahari. Fenomena ini tidak terjadi kecuali sebagai peringatan agar kamu berbuat baik, mengambil pelajaran, merenung, berpikir, dan takut siksa-Nya. Siksa Allah itu teramat keras. Istighfarlah, istighfar. Mintalah ampunan kepada Tuhanmu. Kembalilah kepada Tuhanmu karena Dia Maha Lembut lagi Maha Tahu.

Ketahuilah Allah mengedarkan matahari di tempat tetapnya. Dia dengan tepat menentukan lintas peredarannya. Matahari dan bulan adalah dua tanda-Nya. Dia mengedarkan matahari dan bulan di tempat edarnya. Keduanya beredar tidak keluar dari lintasan edarnya sejak diciptakan hingga hari ini dan hari-hari esok. Allah menjadikan matahari sebagai tanda-Nya di malam hari sebagaimana bulan adalah tanda-Nya di malam hari atas kuasa Penguasa Yang Maha Tahu. Allah menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya. Allah menentukan semuanya dengan ketentuan yang proporsional.

Wahai umat Islam, bertakwalah kamu kepada Allah dan waspadalah karena Dia menuntutmu waspada atas fenomena gerhana matahari. Pasalnya sinar dan cahaya matahari adalah nikmat dan rahmat-Nya untukmu. Allah mengubah nikmat itu melalui fenomena gerhana agar kamu mengambil pelajaran. “Allah takkan mengubah (nikmat) yang ada pada suatu kaum sampai mereka sendiri yang mengubah (ketaatan) yang ada pada diri mereka. Demikian terjadi karena Allah takkan nikmat yang telah diberikannya kepada suatu kaum sampai mereka sendiri mengubah (ketaatan) yang ada pada diri mereka sendiri,” (Al-Anfal ayat 53).

Bisa jadi gerhana matahari ini terjadi disebabkan oleh akumulasi dosa-dosamu. Karenanya, minta ampunlah atas segala dosamu karena dosa dapat terhapus sebab istighfar. Sesalilah perilakumu yang melewati batas selama ini di hadapan Allah.

Rasulullah saw bersabda, "Sungguh matahari dan bulan adalah dua tanda dari sekian banyak tanda kebesaran Allah. Gerhana keduanya terjadi bukan karena meninggal dan lahirnya seseorang. Kalau kamu lihat fenomena itu, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalat dan bersedekahlah," (HR Bukhari, Muslim, dan lain-lain).

Allah berfirman, "Dialah Allah yang menciptakan matahari sebagai sinar dan bulan sebagai cahaya. Dia menetapkan garis edarnya agar kamu mengetahui bilangan tahun dan hitungannya. Tiadalah Allah ciptakan semua itu kecuali dengan benar. Demikian Allah menerangkan tanda-tanda-Nya bagi kaum yang mau memahami,” (Yunus ayat 5).

? ? ? ?

Kemudian berdoa dengan doa yang sesuai. (diterjemahkan oleh Alhafiz Kurniawan, PMII Cabang Tegal)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pesantren, Quote, Kyai PMII Cabang Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Karakter Islam Nusantara Hargai Kebudayaan Indonesia

Sukabumi, PMII Cabang Tegal. Ketua PBNU H. Eman Suryaman mengatakan, Islam Nusantara adalah penamaan lain dari Ahlussunah wal-Jama’ah ala Indonesia. Islam tersebut tumbuh di Indonesia yang memiliki karakter menghargai kebudayaan.

Ia menyampaikan pada pembukaan Taushiyah Kebangsaan dan Musyawarah Kerja Cabang Ke-1 PCNU Kabupaten Sukabumi bertema "Telaah Paradigma Islam Nusantara dan Telisik Perspektif Ideologi Teroris" di Pondok Pesantren Sunanul Huda Cikaroya, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Sabtu (27/2).

Karakter Islam Nusantara Hargai Kebudayaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Karakter Islam Nusantara Hargai Kebudayaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Karakter Islam Nusantara Hargai Kebudayaan Indonesia

Eman memberi catatan, bahwa budaya yang bisa diterima Islam ala NU tersebut adalah sepanjang tidak bertentangan dengan syari Islam.

PMII Cabang Tegal

Maka dengan itu, kata dia, Islam Nusantara yang dikemukan NU sangat cocok d Indonesia. Islam Nusantara tersebut berwatak ramah, sejuk, aman, dan toleran. Tidak seperti Islam garis keras yang mengkafir-kafirkan pihak lain yang belum tentu kafir.

PMII Cabang Tegal

Ia juga membahas perjuangan para santri dan kiai. Menurut dia, kalangan pesantren tersbut berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. salah satu contohnya adaah Resolusi Jihad oleh Hadrotusyekh KH Hasyim Asari, pendiri NU.

Sementara Asda III Kabupaten Sukabumi Asep Abdulwasit mengatakan, NU adalah sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial, budaya dan agama dan juga di berbagai aspek lainnya.

“Tentu sangat besar memberikan kontribusi? kepada pemerintah Kabupaten Sukabumi, terutama dalam membina sumber daya manusia,” katanya. ?

Sebagai organisasi masyarakat, program NU mempunyai kesamaan dengan visi misi Kabupaten Sukabumi, yaitu mewujudkan? masyarakat yang religius, meningkatkan sumber daya manusianya.

Mukercab tersebut mengundang 47 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dengan masing-masing mengirim 5 peserta. Dihadiri banom NU seperti GP Ansor dan Bansernya, IPNU, IPPNU, Muslimat, Fatayat, Lazisnu, LBHNU, LPPNU, dan pengurus PCNU Kota Sukabumi.

Pada pembukaan hadir Ketua Majelis Ulama Indonsia Kabupaten Sukabumi yang juga Wakil Rais PCNU KH M. Oman Komarudin, Mayjen TNI Kivlan Zen. Sementara dari PWNU Jawa Barat diwakili KH Nuh Addawami. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Meme Islam, Sunnah, Quote PMII Cabang Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Apa Beda Pemilu Sekarang dengan Zaman Orba?

Dengan santai sambil beristirahat setelah menyiangi rumput di sawahnya, Pak Jufri dan anak laki-lakinya Yanto berbincang soal penghitungan cepat atau quick count yang makin ramai di zaman reformasi ini. Kebetulan Yanto sedang liburan kuliah semester lima, jadi bisa membantu Ayahnya di sawah.

To, kira-kira pemilu kali ini siapa ya pemenangnya?” tanya Pak Jufri kepada anaknya.

“Zaman reformasi seperti sekarang sih gampang Pak, tinggal lihat saja quick count,” jawab Yanto dengan pede-nya.

Oh...gitu toh,” kata Pak Jufri dengan mengangguk-angguk.

Apa Beda Pemilu Sekarang dengan Zaman Orba? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa Beda Pemilu Sekarang dengan Zaman Orba? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa Beda Pemilu Sekarang dengan Zaman Orba?

“Lah iya Pak, tinggal nunggu saja kira-kira lima jam setelah pencoblosan selesai, kita bisa lihat penghitungan cepat di teve siapa yang menang,” tutur Yanto semangat.

Wuelah dalah...kalau gitu lebih cepetan zaman Bapak dong waktu orba,” ungkap Pak Jufri.

“Ah...masa sih Pak? Waktu itu kan belum ada Lembaga penghitungan cepat,” sanggah Yanto.

PMII Cabang Tegal

“Loh...Jangan salah To, dulu kita tidak perlu menunggu sampai lima jam untuk tahu siapa yang menang. Sebelum orang-orang pada nyoblos pun, kita sudah tahu siapa yang bakal menang,” jawab Pak Jufri diplomatis. (Fathoni)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Doa, Quote, Hadits PMII Cabang Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Pergunu DKI Jakarta Luncurkan Beasiswa Yatim Berprestasi

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Dalam rangka memperingati tahun baru Islam, serta menyambut hari santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2015, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) DKI Jakarta melaunching program beasiswa Yatim Berprestasi. Beasiswa ini dihimpun dari dana infaq dan sodaqoh pengurus, anggota, serta para dermawan.

Menurut Ketua PW Pergunu DKI Jakarta, Aris Adi Leksono, MMPd, program ini selain secara umum sebagai ungkapan syukur ditetapkannya hari santri pada tanggal 22 Oktober 2015 dan tahun baru Islam, lebih dari itu juga sebagai bentuk kepedulian para guru terhadap masa depan anak yatim piatu, terutama dalam keberlangsungan pendidikan mereka.?

Pergunu DKI Jakarta Luncurkan Beasiswa Yatim Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu DKI Jakarta Luncurkan Beasiswa Yatim Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu DKI Jakarta Luncurkan Beasiswa Yatim Berprestasi

“Rasulullah SAW sudah menjelaskan dengan gamblang bahwa berbuat baik pada yatim adalah amal yang mulia. Oleh karena itu kami pengurus Pergunu DKI Jakarta akan menjalankan program ini secara berkesinambungan, terus mengajak para anggota dan dermawan untuk menyisihkan rizkinya, sehingga bisa kami salurkan setiap bulan,” ujar Aris.

PMII Cabang Tegal

Secara taktis penyaluran beasiswa ini akan berkoordinasi dengan sekolah/madrasah/pesantren di wilayah Jakarta yang direkomendasikan oleh pengurus atau anggota Pergunu DKI Jakarta. “Pelajar yang direkomendasikan tentu harus memenuhi persyaratan, diantaranya anak yatim atau yatim piatu, berprestasi secara akademik dan non akademik, kurang mampu, serta berakhlak mulia,” terang pria yang juga Ketua IV STAINU Jakarta.

PMII Cabang Tegal

Pada kesempatan yang sama, D Lutfi Hakim, MM, Ketua PC Pergunu Jakarta Timur selaku koordinator program ini menuturkan, bahwa program ini diluncurkan setelah mendapatkan masukan dan dukungan dari beberapa pihak, terkait bagaimana bisa berbuat secara nyata kepada masyarakat, serta berkesinambungan, sehingga ke depan punya efek persiapan SDM Pergunu dan NU yang unggul.?

“Pada tahap awal akan, kami salurkan 22 paket bantuan beasiswa yatim berprestasi pada beberapa madrasah dan pesantren,” ujar Dosen Universitas Assyafiiyah ini. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal PonPes, Quote, Santri PMII Cabang Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Seloroh Tanda Ke-NU-an Fathul Bari

Loteng, PMII Cabang Tegal - Fathul Bahri ditetapkan sebagai Ketua PCNU Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat pada Konferensi Cabang XI. Setelah terpilih secara kemudian ia meminta restu dan dukungan peserta konferensi dalam menjalankan roda organisasi selama lima tahun ke depan.

"Mohon izin para sepuh, para ulama, dan para ustad, khususnya peserta konferensi bahwa saya bersedia memimpin NU Cabang Lombok Tengah,” tegasnya setelah terpilih.

Seloroh Tanda Ke-NU-an Fathul Bari (Sumber Gambar : Nu Online)
Seloroh Tanda Ke-NU-an Fathul Bari (Sumber Gambar : Nu Online)

Seloroh Tanda Ke-NU-an Fathul Bari

Ia mengaku selama hidupnya tak pernah melamar atau mencalonkan diri. Ketika ia mencalonkan diri menjadi anggota DPRD, ia diam-diam menyerahkan berkas. “Namun untuk NU, sebelum konferensi, saya sudah jalan ke tokoh-tokoh NU di Lombok Tengah untuk minta restu,” jelas anggota DPRD NTB Periode 2014-2019 ini.

PMII Cabang Tegal

Warga NU Lombok Tengah, kata dia, jangan meragukan ke-NU-an dirinya. Dengan nada berseloroh, ia menerangkan tanda-tanda ke-NU-an dirinya yang tak dimiliki orang lain jauh sebelum mencalonkan diri. “Jari telujuknya kurang satu, itulah Fathul Bahri,” katanya.

Fathul menjelaskan, jumlah jari tangan kanannya empat, sementara yang kiri lima. Maka empat tambah lima sama dengan sembilan. Hal ini sesuai dengna lambang NU yang memiliki bintang sembilan.

PMII Cabang Tegal

Tak hanya itu, ketika ditanya Kabag Perencanaan Pemda Lombok Tengah terkait plat mobil dinas, Fathul menjawab nomor 5. "Platnya nomor lima, di belakangnya angka empat Romawi. Lima tambah empat sama dengan sembilan," ungkapnya yang lagi-lagi disambut tawa hadirin. (Syamsul Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Quote, Ahlussunnah, Syariah PMII Cabang Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Kuli Bersorban

Gus Dur dan rombongan jamaah haji asal Tegal tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi. Begitu turun dari pesawat, mereka langsung saja dikerumuni banyak orang bersorban.

Dua orang dari mereka berbicara dengan nada keras, dan tentu saja dengan menggunakan bahasa Arab. Tampaknya mereka tengah cekcok berebutan tas.

Namun, melihat hal itu, beberapa jamaah haji justru spontan mendekati mereka, sembari berucap: Amin, amin, amin!

Kuli Bersorban (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuli Bersorban (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuli Bersorban

Gus Dur yang berada di situ menghampiri mereka, dan bertanya: “Lho kenapa anda ini?”

“Kita didoakan. Ya diamini saja Gus,” jawab salah seorang jamaah haji. (Ajie Najmuddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal PonPes, Nusantara, Quote PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Ansoruna GP Ansor Karanganyar Rintis Tabungan Kader

Karanganyar, PMII Cabang Tegal. Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Ansoruna di bawah naungan GP Ansor Karanganyar saat ini tengah gencar menyosialisasikan program tabungan kepada kader Ansor di daerah lereng gunung Lawu. Sosialisasi ini dimaksudkan untuk memperkuat peran koperasi dan kemandirian ekonomi keder.

Langkah konkret sosialisasi tabungan ialah membagikan kotak tabungan kepada semua kader Ansor, agar para kader dapat menabung di Ansoruna.

Ansoruna GP Ansor Karanganyar Rintis Tabungan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansoruna GP Ansor Karanganyar Rintis Tabungan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansoruna GP Ansor Karanganyar Rintis Tabungan Kader

“Ansoruna Karanganyar merupakan lembaga perekonomian kini memilki program kotak tabungan bagi setiap kader Ansor di Karanganyar,” ujar Direktur Ansoruna Arif Riyadi kepada PMII Cabang Tegal pada pertemuan kader PAC GP Ansor Jenawi, Jumat (11/4) malam.

“Kotak tabungan tersebut diberikan kepada setiap kader Ansor di masing-masing pimpinan anak cabang, kotak tersebut diambil setiap bulan oleh petugas Ansoruna,” tambahnya.

PMII Cabang Tegal

Dengan program itu, ternyata minat kader Ansor sangat tinggi. Di PAC GP Ansor Mojogedang, setiap bulannya tabungan dari para kader berhasil terkumpul 7 juta. Setiap bulannya hasil tabungan itu terus bertambah. Ini baru satu kecamatan. Sedangkan Karanganyar memiliki 12 kecamatan, ujar Arif.

“Tabungan itu nanti akan diambil setiap bulannya, dan dari tabungan tersebut para kader diminta untuk menyisihkan hasil tabungannya untuk kas PAC secara sukarela,” terang Arif.

PMII Cabang Tegal

Karenanya, program itu sangat penting agar setiap PAC mandiri khususnya para kadernya. Arif berharap dengan program ini dapat tercapai maksimal. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Quote, Lomba PMII Cabang Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Seberapa Jauh Generasi Muda Memahami Prinsip Sosial NU?

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Nahdlatul Ulama menghadapi tantangan cukup berat di tengah maraknya cara berpikir dan perilaku ekstrem dari sejumlah kelompok agama. Nahdliyin perlu penguatan nilai-nilai ke-NU-an di samping menjaga diri dari reaksi ekstrem serupa.

Pandangan ini mencuat dalam forum Sekolah Aswaja yang digelar Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jakarta Pusat, Kamis (19/3) petang, di aula kantor PBNU, Jakarta. Diskusi bertema “Bincang Islam Ramah: Darurat Vulgarisme Beragama” ini menghadirkan narasumber Kepala Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama Wawan Junaidi dan aktivis muda NU Safi’ Alielha.

Seberapa Jauh Generasi Muda Memahami Prinsip Sosial NU? (Sumber Gambar : Nu Online)
Seberapa Jauh Generasi Muda Memahami Prinsip Sosial NU? (Sumber Gambar : Nu Online)

Seberapa Jauh Generasi Muda Memahami Prinsip Sosial NU?

Safi’ menyoroti betapa gerakan Islam garis keras kini kian agresif dalam menyebarkan propagandanya, tak hanya di dunia nyata tapi juga di dunia maya. Mereka bertindak mengatasnamakan bagian dari kelompok Islam tertentu, termasuk sebagai Sunni seperti yang dilakukan ISIS.

PMII Cabang Tegal

Kondisi tersebut, katanya, tentu menjadi tantangan bagi NU sebagai sesama Sunni yang dalam praktiknya sangat kontras dengan apa yang dilakukan ISIS. “Menurut saya, NU itu lebih dari sekadar Sunni. Ia mempunyai kearifan tersendiri, seperti memegang nilai tasamuh (toleransi) dan tawasuth (moderasi),” tambah Pemimpin Redaksi PMII Cabang Tegal ini.

PMII Cabang Tegal

Melalui nilai-nilai ini para ulama Ahlussunah wal Jamaah di Indonesia mampu mempengaruhi keberagamaan masyarakat tanpa menimbulkan gejolak berarti. Hal tersebut disebabkan pendekatan dakwah yang dilakukan bersifat toleran, menghormati lokalitas, dan menghargai proses.

Yang menjadi persoalan sekarang, lanjutnya, seberapa jauh generasi muda NU memahami prinsip-prinsip sosial itu. “Saya yakin kita yang ada di sini masih belum begitu paham pandangan tawasuth menurut Imam Abu Hasan al-Asy’ari, Imam Maturidzi, Imam Syafi’i, Hanafi, dan lain-lain,” ujarnya di hadapan para aktivis PMII Jakarta Pusat.

Safi’ juga menyayangkan ada sebagian tokoh NU yang menilai ormas tertentu yang gemar melakukan kekerasan adalah bagian dari NU meskipun dengan atribusi “NU galak”. “NU kok galak, tidak ada ceritanya NU galak, apalagi terhadap sesama saudara sendiri,” paparnya.

Sementara Wawan menggarisbawahi bahwa perilaku merusak atau vandalisme dalam beragama  berakar dari cara berpikir yang sempit dan kolot. Mereka menganggap diri mereka paling benar sedangkan yang lain pasti salah.

Ia menekankan, dalam bingkai NKRI ukhuwah basyariah (persaudaraan sesama manusia) dan ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama bangsa) dalam rumusan ulama NU harus lebih diutamakan ketimbang ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Islam).

Mantan aktivis PMII ini juga mengingatkan agar NU, terutama Banser atau Pagar Nusa, tak terpancing ikut bertindak kekerasan, termasuk kepada kelompok yang berseberangan secara pemikiran.

Sekolah Aswaja PC PMII Jakarta Pusat berlangsung selama dua hari. Ketua PC PMII Jakpus Daud Azhari mengatakan, malam ini hingga besok, Jumat (20/3), kegiatan ini digelar di kantor Ikatan Alumni PMII (IKA-PMII), Tebet, Jakarta. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Quote, IMNU PMII Cabang Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Pesantren Harus Mampu Bangun Fasilitas Kesehatan

Yogyakarta, PMII Cabang Tegal. Pesantren merupakan tempat untuk mendidik santri agar memiliki jiwa mandiri. Kesehatan santri dalam menuntut ilmu menjadi persoalan penting untuk menunjang kemandirian tersebut. Seperti menjaga kebersihan kamar mandi, lingkungan pesantren, dan meningkatkan pola hidup sehat. Karena itu, selain menjaga kebersihan, pesantren masa depan harus mampu membangun fasilitas kesehatan atau medis.

Demikian diungkapkan oleh KH. M. Sirodjan Muniro, AR, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Haromain, Taruban Kulon, Sentolo, Kulon Progo, Yogyakarta di sela-sela acara pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ahad, (25/1).  

Pesantren Harus Mampu Bangun Fasilitas Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Harus Mampu Bangun Fasilitas Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Harus Mampu Bangun Fasilitas Kesehatan

“Membangun saja sebenarnya tidaklah cukup, tetapi juga harus ada yang mengelola, termasuk tenaga medis,” ucapnya.

PMII Cabang Tegal

Kiai Sirodjan menerangkan, di pesantren ini dulu pernah mendapat bantuan fasilitas kesehatan dari pemerintah pusat, tapi karena tidak ada yang mengelola akhirnya mangkrak. Upaya untuk membangun fasilitas medis ini, tambahnya, akan memperkuat peran pesantren di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu memberikan pelayanan kesehatan. 

PMII Cabang Tegal

Bakti sosial LKNU DIY bekerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indoneisia (PDGI) ini memberikan penyuluhan kepada santri tentang pola hidup bersih dan sehat.

Kegiatan ini mampu mengundang ratusan santri dan warga masyarakat sekitar pesantren. Mereka mendapat penyuluhan kesehatan, berkonsultasi dan memeriksakan kesehatan gigi, serta bagaimana menggosok gigi secara baik dan benar. (Joko/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, Quote, Kajian Sunnah PMII Cabang Tegal

Kamis, 30 November 2017

Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad

Sukoharjo, PMII Cabang Tegal. Selama bulan Ramadhan ini, Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan Makamhaji Kartasura Sukoharjo mengadakan berbagai kegiatan pasanan (kegiatan di bulan puasa). Kegiatan yang ada tidak hanya bersifat keagamaan, tetapi juga diadakan pelatihan penyiaran.

Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad

Hal tersebut dikatakan Pengasuh Pesantren Windan, KH M Dian Nafi, saat dihubungi PMII Cabang Tegal, Sabtu (20/6).

“Selama bulan puasa di Al-Muayyad Windan ada kajian kitab I’anatun Nisa’. Para peserta dari santri putri dan Muslimat NU Ranting Makamhaji,” terang Kiai Dian.

PMII Cabang Tegal

Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah itu juga menambahkan, untuk pengajian kitab umum juga ada kajian kitab Al-Yaqutun Nafis, Al-Arabiyah baina yadaik dan Irsyadul Ibad.

PMII Cabang Tegal

“Para santri juga kita berikan kajian Fiqih Tradisonalis yang dikaji setiap Selasa ba’da subuh dan ba’da tarawih, serta Senin ba’da ashar,” paparnya.?

Di bulan puasa ini, pesantren Windan juga membekali para santri dengan mengadakan berbagai pelatihan. “Ada pelatihan khitabah, khutbah, broadcasting radio dan pertanian organik,” ujar dia. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Quote PMII Cabang Tegal

Minggu, 26 November 2017

Kitab Karangan Mufti Batavia Sayyid Usman bin Yahya

Ini adalah kitab “Manhajul Istiqâmah fîd Dîn bis Salâmah” atau dalam bahasa Melayunya bernama “Perjalanan yang Betul dalam Memegang Agama Islam” karangan ulama besar Nusantara dari Betawi yang juga mufti besar Batavia (kini Jakarta) dan mahaguru ulama-ulama Betawi pada zamannya, yaitu Sayyid Usman bin Abdullah bin Aqil bin Yahya (dikenal dengan Sayyid Usman Batavia, 1822-1913 M).

Kitab “Manhajul Istiqâmah” ditulis dalam bahasa Melayu dialek Betawi (Batavia) beraksara Arab (Jawi). Kitab ini berisi kajian tentang tuntunan menjalankan agama Islam dengan lempang sebagaimana yang diwariskan oleh Nabi Muhammad, para sahabat, tabi’in, dan ulama-ulama terdahulu, jalan yang murni dan selamat dari bid’ah-bid’ah dan berbagai macam penyimpangan, yang pada masa itu kerap terjadi dalam praktik keberislaman Muslim Nusantara. Dalam kata pengantarnya, Sayyid Usman Batavia menulis;

Kitab Karangan Mufti Batavia Sayyid Usman bin Yahya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Karangan Mufti Batavia Sayyid Usman bin Yahya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Karangan Mufti Batavia Sayyid Usman bin Yahya

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PMII Cabang Tegal

(Maka inilah perjalanan sekalian ulama dan auliya dan solihin [orang-orang salih] dari zaman dahulu hingga zaman sekarang, mereka itu sekalian mengikut perjalanan Rasulullah SAW dan sahabatnya).

Sayyid Usman kemudian mengungkapkan latar belakang penulisan kitab ini. Dikatakannya, bahwa ada tiga buah sebab utama yang mendorongnya untuk menuliskan buah pemikirannya terkait “bagaimana berislam dengan selamat”. Ketiga sebab itu adalah, pertama, posisi Sayyid Usman sebagai mufti Batavia yang berkewajiban untuk selalu memberikan tuntunan kepada umat Muslim tentang bagaimana cara beragama Islam yang benar dan lempang. Kedua, karena kewajiban seorang ulama untuk menyebarkan ilmu pengetahuan sebagai bentuk cinta dan kasih saying kepada umat Islam. Ketiga, karena tanggung jawab moralnya untuk menjaga umat Muslim agar selamat dunia dan akhirat.

PMII Cabang Tegal

Sayyid Usman menulis;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

(Adapun sebabnya maka kami membuat ini kitab, maka adalah itu dari tiga perkara yang tersebut di bawah in. Pertama kerana menyatakan kewajiban atas seumpama kami bahwa menyatakan kebenaran daripada agama bagi yang suka menerima kenyataannya. Kedua kerana niat menyampaikan pengasi kebajikan ilmu dan menyampaikan nikmat peringatan kepada sekalian saudara Islam. Ketiga menselamatkan mereka itu daripada segala kejahatan dunia akhirat dengan pengharapan kami).

Dalam kolofon, didapati keterangan jika kitab ini diselesaikan di kampung Petamburan, Batavia, pada 5 Dzul Qa’dah tahun 1307 Hijri (bertepatan dengan 22 Juli 1890 Masehi). Kitab ini kemudian dicetak oleh percetakan milik Sayyid Usman sendiri, dan pada gilirannya mendapatkan apresiasi dari otoritas pemerintahan kolonial Belanda di Batavia.

Saya sendiri mendapatkan naskah kitab ini versi cetakan yang dikeluarkan oleh Pesantren al-Thahiriyyah, yang beralamat di Jalan Melayu Besar nomor 68, Tebet, Jakarta Selatan (tanpa tahun cetak). Beberapa hari yang lalu, seorang mahasiswa saya di program Islam Nusantara pada Pascasarjana STAINU (kini UNUSIA) Jakarta, yaitu al-Fadhil Lamtoro Arianto, memberikan saya hadiah naskah kitab ini dan Sembilan naskah kitab karangan Sayyid Usman Batavia lainnya.

Dalam versi cetakan al-Thahiriyyah, tebal keseluruhan kitab ini mencapai 64 halaman. Dalam 64 halaman itu, kitab ini terbagi ke dalam 9 (sembilan) pasal besar, yang mana masing-masing pasal memiliki sub-pasal kajian. Pasal yang pertama mengkaji “perintah Allah kepada setiap Muslim”. Pasal kedua mengkaji “perintah Rasulullah pada ummatnya”. Pasal ketiga mengkaji “keharusan mengikuti jejak langkah Rasulullah”. Pasal kelima mengkaji tentang “definisi bid’ah dan macam-macam hukumnya”. Pasal keenam mengkaji “pangkal dan bibit segala bid’ah”. Pasal ketujuh mengkaji “delapan hal yang menjadi pembeda antara bid’ah dan lainnya”. Pasal kedelapan mengkaji “berbagai macam bid’ah yang terdapat dalam ritual keberislaman Muslim Nusantara”. Dan pasal kesembilan mengkaji tentang “al-kulliyyât al-khamsah” atau lima perkara yang wajib pada syara’.

Termasuk yang disorot dan dikritisi oleh Sayyid Usman dalam kitab ini adalah fenomena sebagian Muslim Nusantara yang menjalankan segala laku tarekat tanpa faham dan “khatam” terlebih dahulu pemahaman keilmuan mereka akan ilmu syari’at (fiqih). Akibat dari hal ini, kerap didapati beberapa penyimpangan dalam praktik keberislaman (halaman 44-45).

Yang menarik di sini adalah sikap dan pandangan Sayyid Usman yang menentang gerakan revolusi petani di Cilegon, Banten, yang terjadi pada tahun 1888 M, yang melawan kebijakan kolonial Belanda. Gerakan tersebut dipimpin oleh seorang ulama kharismatik Banten yang juga seorang ulama tarekat naqsyabandiyyah, yaitu Syaikh Abdul Karim al-Bantani dan Syaikh Arsyad Thawil al-Bantani. Sayyid Usman menulis pada halaman 22 kitab ini;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?2? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?2

(Bahwa perbuatan bikin rusuh negeri sebagaimana yang telah jadi di Cilegon Banten dan yang dahulu di Bekasi sekalian itu batil bukannya jihad sebab tiada syarat-syaratnya malahan perbuatan begitu rupa melanggar agama dengan menjatuhkan beberapa banyak darurat pada orang-orang). (Ahmad Ginanjar Syaban)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Quote, Jadwal Kajian PMII Cabang Tegal

Saudi Diminta Perbanyak Tanda Berbahasa Indonesia

Jeddah, PMII Cabang Tegal. Menteri Agama RI Suryadharma Ali meminta agar pemerintah Kerajaan Saudi memperbanyak tanda-tanda dan arahan berbahasa Indonesia di Masjidil Harram, Armina dan Masjid Nabawi untuk mempermudah jamaah haji Indonesia melaksanakan ibadah.

Saudi Diminta Perbanyak Tanda Berbahasa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi Diminta Perbanyak Tanda Berbahasa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Saudi Diminta Perbanyak Tanda Berbahasa Indonesia

"Jamaah Indonesia lebih banyak dari pada jamaah Turki, Malaysia, Pakistan, India dan jamaah lainnya jadi sudah sepatutnya Kerajaan Saudi memberi kemudahan dengan memberi tanda dan arah berbahasa Indonesia," kata Suryadharma di Bandara King Abdul Azis, Jeddah, Kamis.

Di sisi lain, dia memberi apresiasi kepada Kerajaan Saudi yang sudah membangun dan memperlebar tempat pelontaran jumrah yang lebih besar dan luas sehingga jamaah tidak berdesak-desakan.

PMII Cabang Tegal

"Sekarang melontar jumrah lebih leluasa tanpa perlu khawatir akan jatuh kurban seperti dahulu," kata Menteri. Dia juga menyebut fasilitas ke Arafah, Muzdalifah dan Mina juga akan semakin baik dengan adanya monorel.

Suryadharma juga memberi apresiasi atas perluasan Masjidil Harram yang akan memberi kenyamanan kepada jamaah untuk beribadah.

PMII Cabang Tegal

Di sisi lain, menjelang wukuf di Arafah, lalu mabit di Muzdalifah dan Mina, Suryadharma mengimbau jamaah Indonesia untuk menjaga kesehatan.

"Jangan sampai pada saat wukuf yang menjadi rukun haji, jamah jatuh sakit," katanya. 

Dia menungkapkan sejumlah jamaah haji mengabaikan makan tiga kali sehari dan menyisihkan biaya hidup dari Kementerian Agama untuk membeli oleh-oleh.

Jamaah mendahulukan oleh-oleh untuk sanak keluarga dan tetangga sementara kesehatannya terganggu lalu jatuh sakit.

Wukuf di Arafah adalah rukun haji, artinya jika tidak wukuf maka haji seseorang tidak sah. Pada jamaah yang sakit di rumah sakit, petugas Indonesia mengangkut mereka dengan ambulans untuk berwukuf di Arafah. Tindakan ini dikenal dengan safari wukuf.

Praktik safari wukuf hanya diberlakukan pada jamaah sakit yang memungkinkan secara medis berjalan dengan ambulans hingga ke Arafah lalu kembali lagi ke rumah sakit.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber   : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Quote, Pertandingan, Fragmen PMII Cabang Tegal

Jumat, 24 November 2017

Resmi Buka Muktamar NU, Jokowi Bersarung

Jombang, PMII Cabang Tegal. Presiden RI Ir H Joko Widodo secara resmi membuka perhelatan Muktamar ke-33 NU. Pembukaan yang terpusat di Alun-alun Jombang ini, Jokowi yang didampingi Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Rais Aam KH Mustofa Bisri, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo menabuh bedug.

Resmi Buka Muktamar NU, Jokowi Bersarung (Sumber Gambar : Nu Online)
Resmi Buka Muktamar NU, Jokowi Bersarung (Sumber Gambar : Nu Online)

Resmi Buka Muktamar NU, Jokowi Bersarung

Dia pun mengucap basmalah untuk membuka secara resmi Muktamar NU yang untuk ke-12 kalinya diselenggarakan di wilayah Jawa Timur ini.

Dalam sambutannya, Jokowi yang hadir didampingi Ibu Negara Iriana ini mengatakan, bahwa sebagai organisasi sosial keagamaan terbesar, peran NU selalu dinantikan. “Baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya, Sabtu (1/8).

PMII Cabang Tegal

Acara pembukaan ini dihadiri oleh para pejabat tinggi negara, Menteri Kabinet Kerja, para pengasuh pondok pesantren tempat lokasi Muktamar, ulama dan kiai sepuh NU, jajaran pengurus Syuriyah, Tanfidziyah, Mustasyar, ‘Awan PBNU, ribuan peserta Muktamar, Mufti dan Kedubes negara-negara sahabat.

PMII Cabang Tegal

Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan Orkestra Bintang 9 yang dipandu oleh paduan suara 1000 santri dan musik religi. Usai acara pembukaan, puluhan ribu warga NU yang memadati Alun-alun Kota Jombang disuguhkan gelegar aneka macam kembang api yang berlangsung sekitar 15 menit. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Quote, RMI NU, Pertandingan PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock