Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

IPNU-IPPNU Rembang "Road Show" Sosialisasi Bermedsos yang Bijak

Rembang, PMII Cabang Tegal

Gelaran hari pertama rangkaian acara Road Show Blogger oleh Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, berhasil mengunjungi dua sekolah, yakni MA Al-Azar Sale dan MA YSPIS Sedan. Para peserta antusias dalam mengikuti acara tersebut.

IPNU-IPPNU Rembang Road Show Sosialisasi Bermedsos yang Bijak (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Rembang Road Show Sosialisasi Bermedsos yang Bijak (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Rembang "Road Show" Sosialisasi Bermedsos yang Bijak

Ketua PC IPPNU Rembang Afaf Muniroh Atid mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengajarkan para pelajar NU untuk menggunakan media sosial (medsos) dengan bijak. Gencarnya situs radikalisme, lanjut Afaf, dalam bersosialisasi di dunia sosial harus diimbangi dengan sikap bijak dan teliti dalam menggunakan media internet.

"Tentunya dengan kematangan cara berpikir dan pola penggunaan internet yang bijak, maka para pelajar NU tidak akan mudah terprovokasi dengan adanya situs-situs radikal yang gencar dan banyak bertebaran di dunia maya," terang Afaf, Kamis (12/5) sore, di Aula MA YSPIS Sedan.

PMII Cabang Tegal

Para peserta yang mengikuti kegiatan road show blogger yang bertema, "Berakhlakul Karimah di Dunia Maya" tersebut. Gelaran road show ini direncanakan akan digelar selama 7 hari ke depan dan akan mengunjungi 8 sekolah dibawah naungan LP Maarif NU Kabupaten Rembang.

PMII Cabang Tegal

Selaku Narasumber acara M Zaim Cholil Mumtaz mengatakan, ada banyak sekali penyalahgunaan media sosial saat ini. Di antaranya adalah sebagai media sosialisasi bagi para teroris. United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) pada tahun 2011 telah mengidentifikasi tujuh bentuk penggunaan dunia maya untuk kepentingan terorisme.

"Di antaranya propaganda, perekrutan, pendanaan, pelatihan, perencanaan, penyebaran teror, dan cyberattack (penyerangan melalui internet)," terang adik kandung H Yaqut Cholil Qoumas selaku Ketua PP GP Ansor tersebut.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir sebagai narasumber dari Gerbang atau Komunitas Blogger Rembang yang menyampaikan materi tentang penggunaan media sosial yang bijak. Mereka menyampaikan cara memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaran dan berwirausaha.

Pimpinan Komisariat IPPNU MA YSPIS Sedan Asiyati Ana Safitri mengatakan, dengan adanya sosialisasi ini para siswa mendapatkan pengalaman dan ilmu tentang bagaimana penggunaan media dengan baik. "Jadi bukan hanya update status saja, kita juga harus bijak dan produktif dalam penggunaan media sosial," terang Asiyati yang juga salah satu peserta road show. (Aan Ainun Najib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pahlawan, AlaSantri PMII Cabang Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

PMII Purworejo Bimbing Calon Aktivis Sosial

Purworejo, PMII Cabang Tegal. Pengurus PMII Purworejo menggelar Training Of Fasilitator (TOF) selama tiga hari, Kamis-Sabtu (29-31/1) di desa Cuweran Lor kecamatan Loano, Purworejo. Sedikitnya 38 kader PMII dari tiga komisariat mengikuti pelatihan yang didampingi instruktur dari Semarang dan Yogyakarta. Mereka dibekali perangkat yang cukup untuk memecahkan persoalan di masayarakat.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi sistem kaderisasi informal yang sudah menjadi program kerja organisasi. Training ini sangat penting dan dibutuhkan oleh kader agar mereka menjadi terampil saat berbicara didepan umum," kata ketua panitia M Fadli, Jumat (30/1).

PMII Purworejo Bimbing Calon Aktivis Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Purworejo Bimbing Calon Aktivis Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Purworejo Bimbing Calon Aktivis Sosial

Kegiatan yang mengambil tema “Metodologi Pelatihan Fungsi dan Peranan Fasilitator Transformatif” ini justru sangat dibutuhkan oleh para peserta ketika telah selesai kuliah dan membaur bersama di tengah masyarakat terutama saat melakukan sebuah advokasi terhadap sebuah persoalan yang terjadi di masyakarat.

PMII Cabang Tegal

"Mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial untuk terus mengawal sebuah perubahan. Tanpa mengusai teknik fasilitasi ini tentu hasilnya tidak akan maksimal," tambahnya.

PMII Cabang Tegal

Sementara itu, Ketua PMII Purworejo Muhamad Arifin mengatakan, kaderisasi baik formal, non formal, maupun informal merupakan upaya pembentukan kader yang mampu menjawab tantangan zaman.

"Padahal pendidikan yang seharusnya dapat dijadikan sebagai ? mediasi transformasi sosial guna menciptakan tatanan masyarakat yang lebih adil justru kini berlaku sebaliknya. Maka forum-forum training seperti ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada kader serta mengembalikan pendidikan kepada ril yang sesungguhnya," tandasnya.

Lebih lanjut Arifin berharap, usai pelatihan ini para alumni mampu memberikan warna baru dalam hal wacana ataupun pengetahuan guna memberikan daya dorong para pengkaderan di lingkup kampus mengingat semakin parahnya nalar mahasiswa yang cenderung malas berorganisasi.

"Kenyataan hari ini kita dihadapkan pada sikap mahasiswa kebanyakan yang tidak lagi memiliki jiwa sosial yang tinggi bahkan cenderung hedonis. Kuliah hanya dijadikan sebagai mode dan tren untuk menunjukkan status sosial kepada masyarakat lain. Ini yang sebenarnya juga menjadi tantangan para kader setelah mereka selesai mengikuti training ini," katanya. (Lukman Hakim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pahlawan, Quote, Lomba PMII Cabang Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Tradisi Malem Jumat Wagean di Bojonegoro

Selepas sembahyang maghrib warga yang semuanya laki-laki berduyun menggendong ember ukuran sedang berisi aneka makanan (ambeng). Mereka mengumpul di sebuah masjid, duduk berbaris saling hadap, dan siap melantunkan doa-doa.

Suasana ini hampir terjadi di seluruh sudut kampung di Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, saban Kamis Pon malam atau lebih dikenal dengan Malem Jumat Wage. Gema tahlilan dari pengeras suara terdengar di mana-mana. Siang harinya, aktivitas dapur terlihat sangat sibuk dan pasar-pasar tampak semakin ramai.

Tradisi Malem Jumat Wagean di Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Malem Jumat Wagean di Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Malem Jumat Wagean di Bojonegoro

Seperti yang terjadi di Dusun Sayang, Desa Blongsong, Kecamatan Baureno, Kamis (22/8) malam. Tanpa komando, ratusan jamaah yang terdiri dari orang tua, pemuda, dan anak-anak memenuhi masjid setempat.

PMII Cabang Tegal

Hanya sedikit orang yang tak membawa ambeng. Ambeng lazimnya berupa nasi beralaskan daun pisang yang disajikan bersama mie, ikan, telur, atau daging ayam. Namun, ada pula sekadar buah dan jajanan pasar untuk dibagikan sebagai menu pelengkap.

“Niat kita di sini adalah sedekah dan mendoakan arwah para ahli kubur kita yang telah meninggal khususnya, dan umumnya seluruh umat Islam yang ada di dunia,” kata salah seorang tokoh masyarakat, Masduri, saat memimpin acara.

PMII Cabang Tegal

Sebelumnya, sejumlah anggota Pimpinan Anak Ranting Muslimat setempat menggelar khataman al-Qur’an bakda Dhuhur. Sementara kaum ibu mengaji di masjid, para pria umumnya melakukan nyekar alias berziarah dan membersihkan kuburan keluarga.

Agenda rutin per 35 hari ini berpengaruh pada pergerakan ekonomi masyarakat. Di Bojonegoro telah dimaklumi bahwa Kamis Pon adalah momen membludaknya pengunjung sebagian besar pasar. Tidak hanya jumlah pembeli yang meningkat, penjual musiman juga selalu hadir dan menggelar lapaknya di pinggir-pingir trotoar.

Pasar Kamis Ponan dimanfaatkan para pedagang menjual ragam kebutuhan saat itu, seperti kembang untuk menyekar, daging, buah-buahan, jajanan pasar, dan bahan pokok untuk hidangan kenduri Malem Jumat Wagean.

Khusus di Desa Blongsong, selain ke makam keluarga, sebagian penduduk biasanya berziarah pula ke sebuah makam keramat, Sunan Blongsong, orang yang diyakini berjasa menyebarkan Islam dan mendirikan desa tersebut.

Malam Jumat Wage merupakan saat puncak acara. Hampir semua masjid diisi acara tahlilan, yakni membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an, tasbih, tahmid, tahlil, shalawat, dan doa untuk para pendahulu. Usai tahlilan, rasa solidaritas antarsesama mereka tampakkan dengan saling memberi atau bertukar hidangan yang mereka bawa sendiri dari rumah.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pahlawan PMII Cabang Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Pesantren Nurul Jadid Bali Gelar Pekan Olahraga

Buleleng, PMII Cabang Tegal - Pondok Pesantren Nurul Jadid Pemuteran Kabupaten Buleleng menggelar Pekan Olahraga yang didukung oleh Kemenpora RI. Kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 26 sampai 28 Desember 2017.

Dalam pekan olahraga ini, aneka macam perlombaan digelar mulai dari futsal santri, tenis meja, badminton, dan lari cepat 100 meter serta olahraga tradisional yakni gobak sodor. Selain itu, pekan olahraga ini diawali dengan penampilan atraksi pencak silat dari grup Pagar Nusa Buleleng.

Pesantren Nurul Jadid Bali Gelar Pekan Olahraga (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Jadid Bali Gelar Pekan Olahraga (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Jadid Bali Gelar Pekan Olahraga

Perlombaan ini diikuti tujuh pondok pesantren, yakni Pesantren Nurul Jadid, Pesantren Mirqotul Falah, Pesantren Bustanul Ulum, Pesantren Nurul Iman, Pesantren Nurul Hasan, Pesantren Nurul Fatah, Masjid Remas Ainul Yaqin dan MI Assyafiiyah.

PMII Cabang Tegal

Pengasuh Pesantren Nurul Jadid Gus M Sadoellah Yamin memgatakan, kegiatan ini merupakan bantuan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga H Imam Nahrawi kepada pesantren untuk meningkatkan prestasi dan semangat olahraga di pesantren.

PMII Cabang Tegal

"Selain bantuan langsung Kemenpora RI, kegiatan ini, juga didukung PAC Anshor Gerokgak. Saya juga mengajak semua komponen masyarakat untuk terus ikut serta menggelorahkan olahraga. Khususnya dilingkungan Pesantren dan terus bersinergi dengan visi dan misi Kemenpora," ucapnya. Kamis (28/12) malam.

Menurut Gus Sadoellah, olahraga harus dilestarikan di pesantren agar para santri juga sehat dalam raganya sehingga ketika mengikuti pelajaran umum dan agama. Mereka juga bisa bersemangat.

"Mari kita berdoa semoga di dalam tubuh yang sehat terdapat pula jiwa yang sehat. Ini sangat cocok sekali dengan nilai-nilai pesantren," imbuhnya.

Gus Sadullah menuturkan bahwa olahraga hal yang sangat penting untuk para santri karena santri di kompleks pesantren juga bisa meningkatkan potensinya di berbagai bidang olahraga yang digemarinya.

"Harapan saya, pesantren tidak hanya mencetak seorang kiai, ustadz, atau guru. Tapi juga atlet olahraga. Yang nantinya, bisa ikut serta mengharumkan nama negeri ini. Sejak dulu santri selalu ikut mewarnai pentas nasional. Insya Allah semoga santri Nurul Jadid bisa berprestasi dalam bidang apapun, supaya bermanfaat pada masyarakat, khususnya di lingkungannya," tutupnya. (Abraham Iboy/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pondok Pesantren, Pahlawan, News PMII Cabang Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Ramadhan, NU Banyuwangi Kaji Empat Kitab Mbah Hasyim

Banyuwangi, PMII Cabang Tegal



Selama bulan Ramadhan tahun ini pengurus takmir Mushala kantor PCNU Banyuwangi akan mengadakan kegiatan kajian kitab kuning secara bandongan sebagaimana dalam tradisi pesantren. Mushala kantor PCNU Banyuwangi di Jalan Ahmad Yani, nomor 59, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, menjadi pilihan tempat dalam pelaksanaan gelaran kajian rutin selama bulan Ramadhan ini.

Ramadhan, NU Banyuwangi Kaji Empat Kitab Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, NU Banyuwangi Kaji Empat Kitab Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, NU Banyuwangi Kaji Empat Kitab Mbah Hasyim

Saat dimintai keterangan, ketua takmir mushala PCNU Banyuwangi mengatakan ada beberapa kitab yang akan dikaji. Mulai dari kitab fiqih, tauhid, sejarah, ke-NU-an dan keaswajaan, dan lain sebagainya.

"Ini sebagai upaya untuk menyambut Ramadhan dengan amaliah yang baik sekaligus memakmurkan kantor NU. Dan saya akan mengundang pengurus NU beserta banomnya di setiap tingkatan. Tak terkecuali pula masyarakat umum yang ingin menghadiri kajian ini," jelas Haikal kepada PMII Cabang Tegal di kantor PCNU Banyuwangi, Kamis (25/05) siang.

Kajian kitab dikhususkan kepada karya-karya yang ditulis oleh pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratusysyekh KH Hasyim Asyari. "Karya Kiai Hasyim sengaja kami pilih karena memiliki makna ganda. Tidak hanya memperkuat keimanan, juga bertujuan untuk memperkuat ideologi ke-NU-an," tutur Haikal.

Secara teknis ada empat judul kitab yang akan dikaji mulai selepas shalat Ashar sampai jelang buka bersama. Kitab pertama Risalah Ahlussunnah wal Jamaah, Kitab kedua At-tibyan, ketiga Muqoddimah Qonun Asasi, dan terakhir Arbaina Hadistan Nabawiyah, imbuh Haikal.

PMII Cabang Tegal

"Saya tentukan untuk kitab pertama akan dipandu oleh Katib Syuriah MWC NU Banyuwangi Fata Zamroni di setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis. Kitab kedua disambung oleh Wakil Rais Syuriah MWC NU Kecamatan Banyuwangi Ahmad Syakur Isnaini di setiap hari Senin dan Sabtu. Dan kitab ketiga akan dipandu oleh Direketur Aswaja NU Center PCNU Banyuwangi Kh. Abdillah Asad di hari Jumat kedua dan keempat. Terakhir Rais Syuriah MWC NU Blimbingsari Sunandi Zubaidi akan memandu kitab keempat di hari Jumat minggu pertama dan ketiga," terang Haikal.

"Sengaja pemateri kita buat bergantian harapan kami supaya lebih efektif dan para hadirin tidak merasakan bosan saat pengajian," tegas Haikal.

Haikal menambahkan, kalau ingin memiliki kitab pengajian bisa didapat di panitia dengan mengganti bisyarah lima puluh ribu rupiah. "Akumulasi biaya bisyarah penggantian kitab ini juga diperuntukkan biaya akomodasi kegiatan," terangnya.

Dan terakhir Haikal menyampaikan, para peserta yang hadir juga mendapatkan takjil gratis yang disiapkan panitia. "Para peserta atau lainnya juga bisa menyumbang takjil atau juga bahan berbuka lainnya untuk kegiatan yang disupport oleh Lakpesdam MWC NU Banyuwangi dan disiarkan langsung oleh radio PMII Cabang Tegal Banyuwangi ini," tutup Haikal. (M. Sholeh Kurniawan/Mukafi Niam)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Internasional, Pahlawan, Nahdlatul PMII Cabang Tegal

IKA PMII Lampung Perkuat Database Alumni Lintas Perguruan Tinggi

Bandar Lampung, PMII Cabang Tegal. Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Provinsi Lampung di bawah nahkoda H Noverisman Subing selaku Ketua dan Mashuri ? selaku Sekretaris, terus melakukan pembenahan baik secara internal maupun eksternal.

Andika Wijaya selaku Tim Admin website IKA PMII Lampung kepada PMII Cabang Tegal melalui sambungan telpon mengatakan, Selasa (3/5), hadirnya website IKA PMII Lampung ? adalah bagian dari pemanfaatan media teknologi sebagai wahana tali silaturahmi antara kader PMII sekaligus database alumni PMII lintas perguruan tinggi.

IKA PMII Lampung Perkuat Database Alumni Lintas Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
IKA PMII Lampung Perkuat Database Alumni Lintas Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

IKA PMII Lampung Perkuat Database Alumni Lintas Perguruan Tinggi

"Saat ini yang masuk di data base kami baru dua ratusan alumni, tapi kami mempunyai keyakinana alumni PMII di propinsi Lampung ? yang tersebar di lima belas Kabupaten/Kota ini lebih dari angka seribuan," ujar Andika yang juga alumni IAIN Raden Intan Lampung ini.

Fathurrohman selaku mantan aktivis PMII IAIN Purwokerto, Jawa Tengah, yang kini bermukim di Putra Rumbia, Lampung Tengah mengatakan, menyambut baik hadir pendataan alumni, ini adalah bagian administrasi ? yang harus kita perhatikan.

PMII Cabang Tegal

"Mengingat alumni PMII di Bumi Tanoh Lada ini adalah jebolan dari berbagai perguruan tinggi baik skala lokal maupun yang ada di pulau Jawa, dan telah terdistribusikan ke ranah akademisi, birokrat, politik, pengusaha, jurnalis, BUMD, penyelenggara Pemilu, advokat, dan lain-lain,” imbuhnya yang kini menjadi kader GP Ansor di daerahnya.

Komposisi anggota IKA PMII Lampung terdiri dari pelbagai perguruan tinggi baik swasta maupun negeri seperti; UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Walisongo Semarang, IAIN Raden Intan Lampung, IAIN Purwokerto, UNILA, UBL, STKIP PGRI Bandar Lampung, STAIN Jurai Siwo Metro, IAIM NU Metro, UNHASY Jombang, Malang, dan lain-lain.

PMII Cabang Tegal

Kini, sekretariat IKA PMII Lampung beralamatkan di Jalan Cendana No 99 Perumahan Way Halim Permai Bandar Lampung. Bagi alumni PMII bisa mendaftar di link ini : https://ikapmiilampung.wordpress.com/tag/ika-pmii-lampung/. (Ahmad Syarif Kurniawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pahlawan, Kajian Islam PMII Cabang Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Gus Mus Terbitkan Tiga Buku Baru

Jakarta, PMII Cabang Tegal

Mustasyar PBNU KH A Mustofa Bisri atau Gus Mus menerbitkan tiga buku baru kemarin (20/6). Ketiga buku terbitan Mata Air Publishing itu terdiri dari satu buku kumpulan puisi berjudul Aku Manusia dan dua buku kumpulan esai Agama Anugerah, Agama Manusia dan Sang Pemimpin.

Menurut Rizal Wijaya dari Mata Air Publishing, tujuan menerbitkan buku ini adalah untuk menyebarkan pemahaman keislaman dari ulama yang memang dikenal memiliki ilmu yang luas dan mendapatkan ilmunya dari berbagai sumber.

Gus Mus Terbitkan Tiga Buku Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Terbitkan Tiga Buku Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Terbitkan Tiga Buku Baru

"Sehingga melalui karya dan pemandangan Gus Mus ini orang-orang akan lebih memahami agama dan tidak disalahpahami dari sisi yang sempit saja," ujarnya.

PMII Cabang Tegal

Selain itu, tambah Rizal, penerbitan 3 buku ini juga mempunyai misi untuk menebarkan pemahaman agama dan keberagamaan yang menyejukkan, serta menyajikan pengetahuan agama secara utuh mulai dari kulit hingga esensinya.

"Mata Air mengajak kembali umat untuk gemar membaca melalui tulisan yg ringan tetapi berbobot," tutup pria yang juga mengelola kanal Gus Mus TV itu.

PMII Cabang Tegal

Terbitnya tiga karya ini juga menambah deretan karya dan buku yang telah diterbitkan oleh pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin (Rembang) ini. Beberapa buku itu antara lain Rubaiyat Angin dan Rumput (Majalah Humor dan PT. Matra Media, Cetakan II, Jakarta, 1995). Pahlawan dan Tikus (kumpulan pusisi, Pustaka Firdaus, Jakarta, 1996). Mahakiai Hasyim Asyari (terjemahan, Kurnia Kalam Semesta Yogya, 1996) dan lain-lain. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pendidikan, Pahlawan PMII Cabang Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

STAINU Tasikmalaya Gelar Wisuda Pertama

Tasikmalaya, PMII Cabang Tegal. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Tasikmalaya menggelar wisuda untuk pertama kalinya di kampus STAINU yang juga gedung PCNU Tasikmalaya, Jl Dr Sukarjo, pada Sabtu, (24/11) pagi.

?

Wisudawan-wisudawati pertama tersebut berjumlah 63 orang dari dua program studi, yaitu Manajemen Pendidikan Islam (MPI) 43 orang dan Ahwal Syahsiyah (AS) 20 orang.

STAINU Tasikmalaya Gelar Wisuda Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Tasikmalaya Gelar Wisuda Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Tasikmalaya Gelar Wisuda Pertama

?

“Alhamdulillah semua lulusan rata-rata berpredikat memuaskan,” ujar Muhdir Susilo, ketua panitia wisuda yang juga Pembantu Ketua (Puket) III Bidang Kemahasiswaan.

?

PMII Cabang Tegal

Ketua STAINU Tasikmalaya Drs H Iman Suparman MM, dalam sambutannya mengatakan, setitik ilmu yang telah didapat para lulusan supaya dimanfaatkan untuk pribadi, keluarga, masyarakat, dan bangsa.

?

“Para lulusan diharapkan mampu menjadi estafet perjuangan para ulama dan pemimpin bangsa,” kata Iman yang juga Ketua PCNU Kota Tasikmlaya.

?

PMII Cabang Tegal

Lulusan STAINU juga harus hidup mandiri, tidak menggantungkan hidup kepada orang lain. ? ?

? ?

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pesantren, Olahraga, Pahlawan PMII Cabang Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Anggota Koperasi Nahdliyin Jepara Gelar Halal Bihalal

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Asosiasi Koperasi Syariah Warga Nahdlatul Ulama (Askowanu) Jepara mengadakan pertemuan Halal Bihalal di gedung PCNU Jepara jalan Pemuda nomor 51, Sabtu (25/7) pagi. Silaturahmi yang melibatkan 12 BMT NU ini dihadiri Bupati Jepara, Dinas Koperasi UMKM dan Pengelolaan Pasar Jepara, PCNU Jepara, dan tokoh agama setempat.

Anggota Koperasi Nahdliyin Jepara Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota Koperasi Nahdliyin Jepara Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota Koperasi Nahdliyin Jepara Gelar Halal Bihalal

Ketua Askowanu Sukardi mengatakan, kegiatan untuk saling maaf-memaafkan juga saling ta’aruf antar-BMT yang tergabung dalam Askowanu. “Sehingga BMT yang tergabung dalam Askowanu saling bersinergi,” tuturnya.

Sukardi menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan meluncurkan produk baru yaitu simpanan Askowanu, simpanan yang bisa diakses di semua BMT yang bergabung di Askowanu. Kecuali itu, mereka juga akan membentuk koperasi sekunder warga NU Jepara.

PMII Cabang Tegal

Ketua PCNU Jepara H Asyhari Syamsuri memberikan apresiasi kegiatan tersebut. “Halal Bihalal sebagai perwujudan dari hablun minannas, saling memaafkan antarsesama,” kata H Asyari.

Sementara KH Adib Fatah yang diminta menyampaikan taushiyah berpesan kepada hadirin untuk mempertahankan tradisi Halal Bihalal. Karena, tradisi ini merupakan budaya asli Nusantara. Dengan Halal Bihalal, lanjutnya, tali persaudaraan antarsesama semakin terjalin.

PMII Cabang Tegal

“Banyak orang di akhirat nanti merasa rugi karena terlalu menyombongkan dirinya atas amaliyahnya ketika di dunia. Itu karena mereka lupa akan ibadah yang berhubungan dengan manusia yaitu minta maaf dan tolong-menolong. Maka BMT harus punya peran penting dalammemberikan pemanfaatan yang berarti khususnya terhadap warga NU,” imbuh Kiai Adib. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pahlawan PMII Cabang Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Wabup Pesisir Barat: Gabung PMII adalah Keberuntungan

Bandar Lampung, PMII Cabang Tegal

Wakil Bupati Pesisir Barat Erlina mengatakan bahwa Pergarakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah organisasi yang sangat besar di Indonesia. Jadi, bergabung dalam PMII adalah sebuah keberuntungan yang harus tetap dijalankan dan dinikmati prosesnya.

Wabup Pesisir Barat: Gabung PMII adalah Keberuntungan (Sumber Gambar : Nu Online)
Wabup Pesisir Barat: Gabung PMII adalah Keberuntungan (Sumber Gambar : Nu Online)

Wabup Pesisir Barat: Gabung PMII adalah Keberuntungan

“PMII adalah organisasi besar yang banyak melahirkan orang-orang besar, maka tak ada kata penyesalan (bagi mahasiswa) jika ingin benar-bener berproses dengan baik, setelah wisuda pasti menikmati hasilnya,” ujarnya.

Motivasi tersebut Erlina sampaikan saat membuka Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) tahun 2016 yang diselenggarakan PMII Universitas Lampung (Unila) di Gedung DPD KNPI Provinsi Lampung, Jalan Zainal Abidin Pagar Alam, Rajabasa, Bandar Lampung, Sabtu (24/09).

PMII Cabang Tegal

Adapun kegiatan Mapaba PMII Unila tahun 2016 mengangkat tema “Gali Potensi Diri, Bersama PMII Raih Ridho Ilahi”.

PMII Cabang Tegal

Menurut Riyan Agung Pamudi, Ketua Pelaksana, tema ini diangkat karena setiap kader yang sudah tergabung dalam PMII memiliki kemampuan, baik kemampuan agama, manajemen organisasi, atau lainnya. Sehingga selama menjadi mahasiswa bergabung dalam PMII adalah keputusan yang tepat. “PMII ini organisasi yang tepat untuk mahasiswa,” ucapnya.

Peserta Mapaba yang berjumlah 100 mahasiswa baru dari seluruh Fakultas di Universitas Lampung ini tampak sangat antusias. Dengan jumlah 100 peserta Mapaba, agenda penerimaan anggota baru adalah yang tersebesar dilakukan PMII setempat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. (Imam Mahmud/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ulama, Khutbah, Pahlawan PMII Cabang Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Ragam “Menu” Pasaran di Pesantren Azzainiyyah

Sukabumi, PMII Cabang Tegal?

Hawa dingin gunung Gede menusuk dasar sumsum. Tatkala masayarakat Nagrog terlelap, santri-santri Pondok Pesantren Azzainiyah melek. Mereka menekuri kitab kuning, menghinggapi satu demi satu jalinan kalimat mirip barisan semut hitam. Dalam istilah pesantren Sunda, mereka sedang ngalogat.?

Ragam “Menu” Pasaran di Pesantren Azzainiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ragam “Menu” Pasaran di Pesantren Azzainiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ragam “Menu” Pasaran di Pesantren Azzainiyyah

Ngalogat atau memaknai kitab-kitab kuning tersebut merupakan aktivitas sehari-hari para santri Azzainiyyah yang terletak di Desa Nagrog Sinar Barokah, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Namun, pada bulan Ramadhan, jadwal diperketat dan jumlah kitab ditambah.

Menurut salah seorang pengajar Azzainiyyah KH Aang Abdullah Zein, pada bulan Ramadhan, beragam kitab dikaji para santri mulai Al-Quran, dan beragam disiplin ilmu semisal tata bahasa Arab atau nahwu dan sharaf, balaghah dan mantiq, serta tauhid, fiqih, dan tasawuf. ?

PMII Cabang Tegal

Ia menerangkkan, santri Azzainiyah terdiri dari 3 tingkatan, yaitu persiapan, kelas satu, dua, dan tiga. Tingkat persiapan belajar membaca Al-Quran. Kelas satu mengaji Al-Jurumiyah, Kailani, Tijan, Safinah Naja, Sulam Taufiq, Ta’limul Mutaalim. Kelas dua Jauhar Maknun, Sulam Nauraq, Alfiyah Ibnu Malik. Sementara kelas 3 mengaji Al-Hikam.?

Kelas tiga yang mengaji karya masyhur Ibnu Athoillah tersebut langsung dibawah bimbingan Pengasuh Pesantren Azzainiyyah KH Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab, kiai yang juga Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Barat dan salah seorang rais di Jam’iyyah Tariqah Muktabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) di tingkat pusat.?

PMII Cabang Tegal

“Pengajian tersebut digelar di beberapa tempat sesuai kelas masing-masing di komplek pesantren Azzainiyyah,” kata Ajengan Aang kepada PMII Cabang Tegal Selasa malam, (16/7).

Pengajian bulan Ramadhan tersebut atau pasaran di Pesantren Azzainiyyah, selain diikuti para santri pesantren tersebut, diikuti sekitar 600 santri dari pesantren luar, serta masyarakat umum.?

Dalam pantauan PMII Cabang Tegal, pengajian mulai digelar pukul 08.00 sampai Dhuhur. Kemudian mulai lagi pukul 13.00 sampai Ashar. Mulai lagi pukul 16.00 sampai buka puasa. Sementara malam hari dimulai selepas Tarawih hingga menjelang sahur.?

Tentu saja, tidak semua santri kuat dengan jadwal demikian. Di antara mereka ada yang tertidur di majelis ta’lim atau pergi ke pemondokan. Karena hawa dingin yang mencucuk tulang, para santri membungkus tubuh dengan jaket tebal dan serban di malam hari. Bahkan para santri tamu meggunakan kaos kaki. Bagi mereka, menyentuh air Nagrog ibarat es.

Begitu juga para pengajar, mereka digilir sesuai jadwal. Kecuali pengajian Al-Hikam, kajian tetap diasuh Ajengan Zezen dengan jadwal demikian. ?

Menurut Ajengan Zezen, pada bulan puasa “menu” pengajian diperketat atau ditambah dari biasanya karena pada Ramadhan tersebut banyak keberkahan.?

Kiai yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sukabumi tersebut menerangkan, kajian kitab kuning tersebut ditambah dengan jadwal ketat, karena waktu para santri sendiri sangat singkat dalam mempelajarinya sehingga melalui pasaran bisa dipercepat.

Penulis: Abdullah Alawi?

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pahlawan PMII Cabang Tegal

Selasa, 28 November 2017

MTs Abu Amr, Hadir di Tengah Minimnya Kesadaran Pendidikan

Perkembangan pendidikan formal melaju pesat di tengah tuntutan administratif masyarakat modern. Orang-orang mulai sukar memasuki pos-pos strategis dunia industri atau jabatan di pemerintahan tanpa bukti ijazah resmi yang diakui. Zaman sudah berubah, meski masyarakat belum tentu sepenuhnya turut berubah.

Kesadaran akan pentingnya pendidikan formal tetap saja ditemukan di sejumlah sudut daerah di Tanah Air. Desa Tambakrejo, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, adalah salah satu contohnya. Para remaja di kampung dekat Gunung Bromo ini cukup banyak yang tak melanjutkan pendidikan formal tingkat menengah, hingga berdirilah Madrasah Tsanawiyah Abu Amr di tengah-tengah mereka.

MTs Abu Amr, Hadir di Tengah Minimnya Kesadaran Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs Abu Amr, Hadir di Tengah Minimnya Kesadaran Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs Abu Amr, Hadir di Tengah Minimnya Kesadaran Pendidikan

Nama madrasah itu diambil dari nama mendiang kiai terpandang di Pasuruan, KH Abu Amar Chotib, pendiri Pondok Pesantren Ar-Raudloh yang teguh selama puluhan tahun dengan sistem pembelajaran salafiyah. Awal berdiri pada tahun 2012, MTs Abu Amr mesti bekerja keras merayu masyarakat setempat agar mau bersekolah di madrasah baru ini.

Ahmad Suadi Abu Amar, sang pendiri MTs tersebut, mengaku berat menarik minat warga Tambakrejo pada masa-masa rintisan itu kendati sudah mengerahkan santri-santrinya di Pesantren Ar-Raudloh untuk mencari murid baru. Tapi ia amat sadar, ini hanya bagian dari proses, yang kelak pasti membuahkan hasil.

PMII Cabang Tegal

Jika mau, warga di Tambakrejo sebetulnya bisa menyekolahkan anaknya di MTs atau SMP di Kecamatan Pasrepan. Jaraknya bervariasi, dari dua kilometer hingga empat kilometer. Tapi hal itu tak terjadi memuaskan. Mereka butuh sentuhan personal untuk membangkitkan kesadaran berpendidikan. Dan itulah yang dilakukan MTs Abu Amr dengan mendatangi rumah door to door, membujuk warga untuk bersama menghidupkan MTs.

PMII Cabang Tegal

Jerih payah pun berbuah. MTs gratis yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Ar-Raudloh ini sukses merekrut murid, menjalankan proses belajar-mengajar, hingga mewisuda 33 anak untuk angkatan pertama pada tahun 2015.

Soal kurikulum, MTs Abu Amr Kurikulum 2013 untuk mata pelajaran agama dan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) untuk mata pelajaran umum. Pola rencana belajar semacam ini mengikuti anjuran dari Kementerian Agama, sebagaimana lazim dilakukan madrasah-madrasah lainnya.

Selain pembelajaran di kelas, para siswa MTs Abu Amr juga dilibatkan dalam berbagai ajang kompetisi di tingkat kabupaten maupun provinsi. Lomba-lomba yang pernah diikuti madrasah rintisan ini antara lain lomba kaligrafi (pernah juara II tingkat kabupaten), lomba catur (pernah juara II tingkat kabupaten), lomba mata pelajaran agama, dan lomba mata pelajaran sains.

Berbasis Pesantren

Selain warga Tambakrejo dan sekitarnya, peserta didik di MTs Abu Amr berasal dari dari para santri Pesantren Ar-Raudloh yang sehari-hari tinggal di gothaan (kamar asrama). Semula untuk bisa sekolah formal, mereka mesti keluar desa. Tapi sejak MTs Abu Amr berdiri, para santri remaja ini beralih ke MTs baru yang letaknya tak jauh dari Pesantren. Mereka berasal dari dalam dan luar kota Pasuruan.

Pesantren Ar-Raudloh memang mewajibkan para santri usia produktif berpendidikan formal. Tapi santri tetap menjalani aktivitas pesantren seperti umumnya santri. Ada sorogan kitab kuning, wirid rutin, dan kewajiban sembahyang berjamaah. Pada pagi hari, santri (remaja) wajib belajar di sekolah formal, dilanjutkan di madrasah diniyah ula dan wustha di siang hari, lalu sorogan mengaji berbagai kitab pada sore dan selepas maghrib. Bakda isya’ adalah saat santri belajar santri membaca ulang pelajaran yang seharian diterima.

Nuansa pesantren juga menjiwai MTs Abu Amr. Sejumlah kebijakan penting di madrasah ini tak boleh melenceng dari prinsip Pesantren Ar-Raudloh yang menaunginya. Pendidikan karakter menjadi tujuan yang dikedepankan bagi para peserta didik. Pesantren yang semula hanya diisi santri lelaki ini, sejak tahun 2013 lalu mendirikan Pondok Pesantren Putri Ar-Raudloh di lokasi terpisah yang tidak terlalu jauh.

Sang pendiri tak ingin MTs sebagai ujung dari pendidikan formal para siswa. Untuk kepentingan ini, Madrasah Aliyah Abu Amr segera dibangun begitu MTs Abu Amr meluluskan siswa untuk pertama kalinya. Hampir seluruh alumni menyambung pendidikan aliyah mereka di sini. Hanya satu dua melanjutkan ke sekolah menengah atas di luar. Selain itu, MA Abu Amr juga menerima murid keluaran dari MTs lain.

Ahmad Suadi, pengasuh Pesantren Ar-Raudloh itu, merasa senang hingga kini lembaga pendidikannya berkembang sehat. Menurut Kepala Tata Usaha MTs Abu Amr, Abdul Azis, saat ini MTs Abu Amr memiliki 117 murid, sementara MA Abu Amr 37 murid. Acara kirab dan perayaan pada momen-momen tertentu terus digelar untuk kian mengembangkan syiar madrasah.

Madrasah ini didirikan atas semangat gotong royong. Guru-gurunya tak digaji dengan nominal pasti. Ahmad Suadi, pengasuh Pesantren Ar-Raudloh itu, percaya, jalur pendidikan adalah strategi efektif untuk memperbaiki perilaku dan kondisi masyarakat. Ketika lulusan madrasah setempat memiliki ijazah formal, mereka juga diharapkan dapat memperluas bidang perjuangan, tak hanya di mushala atau pesantren tapi juga di perusahaan atau di posisi-posisi strategis pemerintahan. (Mahbib)







Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Tegal, Fragmen, Pahlawan PMII Cabang Tegal

Selasa, 24 Oktober 2017

Video Ucapan Selamat Harlah Ansor Ramai di Dunia Maya

Solo, PMII Cabang Tegal - Momentum peringatan hari lahir (harlah) ke-82 Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang jatuh pada 24 April nanti, disambut antusias para kadernya di Jawa Tengah. Dengan memanfaatkan media sosial di dunia maya, masing-masing pengurus cabang mengunggah video ucapan selamat atas harlah GP Ansor.

“Tiap cabang kita serukan untuk membuat video ucapan selamat berdurasi sekitar 1 menit, dengan menggunakan logat bahasa daerah,” terang Ketua Ansor Cyber Media Jawa Tengah, Sholahudin, saat dihubungi PMII Cabang Tegal melalui pesan singkat, Rabu (5/4).

Video Ucapan Selamat Harlah Ansor Ramai di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
Video Ucapan Selamat Harlah Ansor Ramai di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

Video Ucapan Selamat Harlah Ansor Ramai di Dunia Maya

Sholah menjelaskan, kiriman video tersebut akan ditampilkan di akun situs berbagi video Youtube, Ansor Jateng TV, dan website milik Ansor Jateng. “Untuk kiriman video yang paling bagus dan kompak akan ada doorprize, yang rencananya akan kita berikan pada acara kemah bakti,” papar dia.

PMII Cabang Tegal

Pantauan PMII Cabang Tegal, pada laman situs ansorjateng.net, video ucapan selamat yang sudah diunggah tidak hanya dari para pengurus Ansor, tetapi juga dari tokoh masyarakat, pengurus NU beserta badan otonom NU.

Beberapa ucapan selamat yang diunggah antara lain datang dari GP Ansor Purworejo, GP Ansor Pati, GP Ansor Boyolali, GP Ansor Sragen, GP Ansor Karanganyar, Muslimat NU Boyolali, Fatayat NU Boyolali, siswa-siswi Cilacap, dan lain-lain.

PMII Cabang Tegal

Selain ikut mendorong aktif melalui website dan media sosial, ke depan Ansor Jateng juga akan memberikan pelatihan pengelolaan media sosial dan pengembangan jaringan internet.

“Bulan Puasa kita jadwalkan untuk keliling Jawa Tengah untuk memberi pelatihan web developer agar keahlian para kader di bidang tersebut, juga pengelolaan media sosial, juga bertambah,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

?Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pertandingan, Pahlawan, Internasional PMII Cabang Tegal

Senin, 23 Oktober 2017

Jelang Hari Raya, CBP IPNU Kabupaten Pekalongan Adakan Tertib Lalulintas

Kedungwuni, PMII Cabang Tegal



Dewan Koordinasi Cabang CBP-KPP IPNU-IPPNU Kabupaten Pekalongan mengadakan kegiatan silaturahmi kader dan pembekalan jalan malam hari raya. Acara yang bertempat di gedung serbaguna PCNU Kabupaten Pekalongan. Dalam acara ini materi tertib lalulintas disampaikan oleh Pramono dari Polres Pekalongan.

Jelang Hari Raya, CBP IPNU Kabupaten Pekalongan Adakan Tertib Lalulintas (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Hari Raya, CBP IPNU Kabupaten Pekalongan Adakan Tertib Lalulintas (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Hari Raya, CBP IPNU Kabupaten Pekalongan Adakan Tertib Lalulintas

“Pelatihan ini bertujuan agar para kader CBP-KPP Kabupaten Pekalongan memiliki pengetahuan tentang keselamatan berkendara di jalan raya,” kata Yasfiudin selaku komandan DKC CBP IPNU Kabupaten Pekalongan. Ia juga berharap para kader CBP Kabupaten Pekalongan juga menjadi pelopor berkendara yang baik di masyarakat.

Murtadlo, ketua PC IPNU Kabupaten Pekalongan mengapresiasi CBP yang telah secara rutin menyelenggarakan kegiatan tahunan berupa tertib lalulitas, “Anggota CBP merupakan anggota IPNU yang mempunyai kompetensi dan tugas secara khusus dalam bidang-bidang tertentu, oleh karena itu melalui kegiatan pelatihan ini semua peserta diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan kompetensi yang dimiliki khususnya dalam bidang lalulintas,” tandasnya.

“Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini adalah CBP diharapkan siap berpartisipasi aktif menyumbangkan dan membantu pihak terkait dalam pengamanan malam perayaan Idul Fitri nanti dengan ikhlas, sabar dan bertanggung jawab,” tambah Muratdlo.

PMII Cabang Tegal

Acara ini d mulai dengan apel kader peserta kemudian materi dan praktek tertib lalulintas lalu buka bersama dan ditutup shalat Tarawih berjamaah. (Aji Lukmana/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Santri, Pahlawan PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Minggu, 20 Agustus 2017

Hikmah Bersuci

Islam adalah agama yang cinta keindahan. Keindahan selalu identik dengan kebersihan dan kesucian. Demikianlah sebuah hadits berbunyi “Kebersihan itu sebagian dari iman”. Artinya keimanan belum tanpa adanya kebersihan. Baik jasmani maupun rohani.Anjuran bersuci dalam Islam terjembatani dalam pelaksanaan wudlu’ sebelum shalat. Demikian pula anjuran mandi sebelum pertemuan jum’atan atau berkumpul tahunan dalam rangka shalat idul adha maupun idul fitri. Begitu juga dengan anjuran memotong kuku, membersihkan gigi, membersihkan pakaian dengan mencuci.

Kitab Fiqih Manhaji Madzhab Imam Syafi’I menerangkan adanya hikmah dibalik anjuran tersebut diantaranya.?

Pertama menunjukkan fitrah Islam sebagai agama yang suci. Kedua, Menjaga kehormatan dan kewibawaan seorang Islam. Karena manusia pada dasarnya condong pada sesuatu yang bersih, suka berkumpul dengan orang-orang yang bersih dan menjauhi sesuatu yang kotor. Maka perintah bersuci adalah jalan menuju kehormatan dan kewibawaan Islam itu sendiri. Lebih-lebih ketika bersinggungan dengan msyarakat lainnya.

Hikmah Bersuci (Sumber Gambar : Nu Online)
Hikmah Bersuci (Sumber Gambar : Nu Online)

Hikmah Bersuci

Hikmah Ketiga adalah menjaga kesehatan. Karena penyakit itu datang disebabkan kuman-kuman serta bakteri-bakteri yang dibawa oleh kotoran, maka Islam menganjurkan umatnya untuk menjaga kebersihan agar terhindar dari penyakit. Seperti mebersihkan badan, mencuci muka, mencuci tangan, mencuci kaki, karena anggota yang disebutkan merupakan tempat dimana kotoran yang menbawa penyakit itu bersarang.

Dan terakhir adalah mempermudah diri mendekati Ilahi. Allah Tuhan Yang Mahas Suci senang akan hal-hal yang suci. Karena itu keitka shalat untuk menghadapi-Nya haruslah dalam keadaan suci secara lahir maupun batin

Penulis: Fuad Hasan Basya

PMII Cabang Tegal

Redaktur: Ulil Hadrawy

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Pahlawan PMII Cabang Tegal

Sabtu, 29 Juli 2017

Habib Luthfi Gelar Silaturrahim Ulama, TNI, dan Polri Pekan Ini

Pekalongan, PMII Cabang Tegal. Rais Aam Jamiyyah Ahlith Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya berencana menggelar silaturrahim nasional ulama thariqah bersama TNI dan Polri.

Habib Luthfi Gelar Silaturrahim Ulama, TNI, dan Polri Pekan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi Gelar Silaturrahim Ulama, TNI, dan Polri Pekan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi Gelar Silaturrahim Ulama, TNI, dan Polri Pekan Ini

Acara yang akan dilangsungkan Sabtu (23/12) di Pendopo Kabupaten Pekalongan di Kajen menghadirkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Ketua Panitia Silaturrahim KH Dzukron Luqni mengatakan, kegiatan silaturrahim nasional dalam rangka menjalin ukhuwah antara ulama thariqah, TNI dan Polri dalam upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Silaturrahim ini merupakan kegiatan yang ketiga kalinya dihelat bersamaan dengan kegiatan Maulid Nabi di Kanzus Sholawat bertujuan untuk meningkatkan kecintaan pada NKRI," ujar Kiai Dzukron. 

PMII Cabang Tegal

Dikatakan Kiai Dzukron, kegiatan tahunan yang mengambil tema Kadar Bobot Kecintaan Pada Bangsa Tergantung Kecintaannya pada Tanah Airnya diharapkan mampu menjadi perekat antar-komponen bangsa yang akhir akhir ini mulai luntur.

Sekretaris Umum Panitia Maulid, Sumarjo menjelaskan kegiatan silaturrahm nasional bersama TNI dan Polri merupakan rangkaian dari kegiatan Maulid Nabi di Kanzus Sholawat yang diawali Jumat (22/12) dengan kegiatan nikah maulid, kirab merah putih, dan pembacaan rotibul kubro. 

PMII Cabang Tegal

Selanjutnya Sabtu (23/12) apel merah putih dan ikrar NKRI, silaturrahim ulama thariqah TNI dan Polri, pawai pajang jimat, pembacaan dalailul khoirot, khotmil quran, pembacaan manakib dan panggung hiburan musik el-balasyik.

Kemudian Ahad (24/12) puncak acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kanzus Sholawat, Jalan dr Wahidin Pekalongan, Jawa Tengah. (Abdul Muiz/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Halaqoh, Pahlawan PMII Cabang Tegal

Sabtu, 24 Juni 2017

PAC IPNU IPPNU Resmikan Kantor Baru

Purworejo, PMII Cabang Tegal. Upaya membentuk generasi yang cerdas dan tanggap akan kemajuan zaman seperti saat ini tidaklah mudah, namun tak menyurutkan para kader-kader muda masa kini yang tetap semangat dalam mengemban kewajiban. 

Kesadaran itu muncul seiringi dengan nilai-nilai intelektual, Pancasila, dan keimanan yang mulai digerakkan secara serius. Moral bangsa terutama para generasi penerus yang kian lama semakin memprihatinkan mengundang simpati beberapa kader muda yang perduli akan hal tersebut.

PAC IPNU IPPNU Resmikan Kantor Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PAC IPNU IPPNU Resmikan Kantor Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PAC IPNU IPPNU Resmikan Kantor Baru

Semangat para kader PAC IPNU IPPNU Kecamatan Banyuurip telah tampak, terbukti dengan diresmikannya sekretariat baru yang bertempat di Jalan Ring Road Selatan Komplek Masjid Al-Huda Pakisrejo Banyuurip 54171 Purworejo pada hari Ahad (24/6). 

PMII Cabang Tegal

Selain peresmian sekertariat, PAC IPNU IPPNU Kecamatan Banyuurip beserta warga Pakisrejo memperingati peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. 

"Acara ini terselenggara berkat kerjasama antara PAC IPNU IPPNU dengan masayarakat Pakisrejo yang didukung oleh MWC NU dan Badan Otonotom NU Kecamatan Banyuurip. Selain media belajar bersosialisasi dengan masyarakat, momentum ini juga sebagai syiar bagi organisasi yang notabenya adalah wadah organisasi bagi anak-anak muda NU, agar lebih dikenal oleh masyarakat luas," terang Zahra ketua panitia.

PMII Cabang Tegal

Acara itu turut mengundang MWC NU, Pengurus Fatayat, Ansor, Ketua Batko TPQ, Camat Banyuurip, Bupati Purworejo serta jajaran Muspika setempat. Dalam sambutan H Pamuji Rahayu selaku kepala desa Pakisrejo, menyampaikan terimakasih atas partisipasi masyarakat Pakisrejo dan sekitarnya, bukan berarti sekretariat IPNU-IPPNU kecamatan Banyuurip yang berpusat di desa Pakisrejo hanya untuk warga desa tersebut, namun untuk seluruh bagian yang berada di wilayah Banyuurip.

Pada kesempatan itu hadir pula beberapa Pengurus Cabang IPNU IPPNU Kabupaten Purworejo. “Para kader muda yang berada di kecamatan Banyuurip diharapkan dapat bergabung dengan IPNU-IPPNU, dengan perkembangan zaman yang ekstrim seperti saat ini para remaja harus pintar-pintar memilih dan menkaji mana yang baik atau yang buruk. Dengan demikian IPNU IPPNU dapat menjadi wadah bagi remaja untuk tidak terjerumus ke dalam dunia yang ekstrim tersebut dan nantinya dapat menjadi kader masa depan bangsa dan Negara,” tegas Lukman Hakim dalam sambutannya mewakili ketua PC. IPNU Kab. Purworejo.

Peresmian sekretariat dilakukan sekretaris camat Banyuurip, disampaikan pula dengan adanya sekretariat PAC IPNU IPPNU di wilayah Banyuurip, dapat memberikan dan menambah energi positif untuk perkembangan remaja agar lebih maju khususnya di sekitar wilayah Banyuurip.

Peringatan Isra’ Mi’raj dan peresmian sekertariat juga diisi Sholawat Simtutduror dari Pesantren Hidayatul Qur’an Semawung Daleman, Kutoarjo yang diasuh oleh KH Zaenal Abidin Al Hafidz. Semua yang hadir nampak khusyu dalam mengikuti rangkaian acara.

Dalam ceramahnya KH Yusuf Rosyadi dari Kedungsari, Purworejo mengajak kepada kaum Muslimin di wilayah Banyuurip untuk lebih peduli kepada sesama muslim. Ia mencontohkan bahwa pada masa keemasan Islam saat dipimpin khalifah Umar bin Abdul Aziz sampai kesulitan menyalurkan sedekah, bukan karena mereka sudah kaya dan makmur tapi karena semua mempunyai kepedulian.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Lukman Khakim

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Bahtsul Masail, Quote, Pahlawan PMII Cabang Tegal

Sabtu, 17 Juni 2017

Ada Pasar Murah Ramadan di Kantor Kemendes PDTT

Jakarta, PMII Cabang Tegal - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggelar Pasar Murah Ramadhan 1438 H selama tiga hari sejak tanggal 14 hingga 16 Juni. Kegiatan yang digelar di halaman parkir kantor Kemendes PDTT di Kalibata tersebut bertujuan untuk menekan harga pokok yang ada di pasaran.

“Jelang lebaran, harga biasanya melambung. Dengan kegiatan pasar murah ini, mudah-mudahan bisa meringankan beban karyawan dan masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo, saat membuka Pasar Murah Ramadhan di Jakarta, Rabu (14/6).

Ada Pasar Murah Ramadan di Kantor Kemendes PDTT (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Pasar Murah Ramadan di Kantor Kemendes PDTT (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Pasar Murah Ramadan di Kantor Kemendes PDTT

Melambungnya harga bahan pokok, lanjut Menteri Eko, disebabkan lantaran tingginya permintaan dari pasar. Adanya pasar murah pun diharapkan sekaligus dapat menekan angka inflasi. Para produsen pun sekaligus dapat mempromosikan komoditasnya.

“Pasar murah bisa menekan harga bahan pokok yang ada di pasaran menjelang lebaran. Pasar murah juga membangkitkan kita untuk mencegah inflasi menjelang lebaran. Kami juga sedang merencanakan menggelar pasar murah di sejumlah desa,” katanya.

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Diikut 40 stan, gelaran pasar murah Ramadhan tersebut turut menggandeng BULOG, APRINDO, Komunitas UKM, Belfoods, dan Dharma Wanita Persatuan Kemendes PDTT. Setiap stan menyajikan berbagai produk dan bahan pokok dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran. Sejumlah kebutuhan bahan pokok tersebut diantaranya yakni beras premium 5 kg seharga Rp 59.000, beras medium plus 5 kg Rp 47.500, tepung terigu Rp 7.500/kg, beras merah Rp 52.000/kg, bawang putih Rp 38.000/kg, bawang merah Rp 25.500/kg, minyak goreng Rp 11.000/kg, dan gula pasir Rp 12.500/kg. Selain itu, pasar murah juga menyediakan daging kerbau dan daging sapi seharga Rp 80.000/ kg.

“Mudah-mudahan pasar murah ini bisa sukses dan bermanfaat. BULOG juga telah komitmen kalau kehabisan, bisa diisi lagi stoknya. Jadi, tidak usah khawatir dengan stok dari Bulog dalam penyelenggaraan pasar murah ini,” pungkasnya. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pahlawan PMII Cabang Tegal

Senin, 01 Mei 2017

Menag Bagikan 20.056 KIP Santri pada Malam Puncak Hari Santri

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Malam puncak peringatan Hari Santri yang akan diselenggarakan Kementerian Agama pada 22 Oktober 2017 di Lapangan Simpang Lima Semarang, Jawa Tengah, akan dimeriahkan pembacaan shalawat bertajuk “Malam Shalawat Kebangsaan Hari Santri 2017”.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersama ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Jawa Tengah dan sekitarnya bakal memadati lokasi tersebut. 

Menag Bagikan 20.056 KIP Santri pada Malam Puncak Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Bagikan 20.056 KIP Santri pada Malam Puncak Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Bagikan 20.056 KIP Santri pada Malam Puncak Hari Santri

“Habib Lutfi bin Yahya, Habib Umar Muthahhar, Habib Ali Zainal Abidin Assegaf, serta para kiai dan pondok pesantren juga akan hadir pada Malam Shalawat Kebangsaan Hari Santri,” terang Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ahmad Zayadi di Jakarta, Jumat (19/10) dalam sebuah rilis.

Selain bershalawat bersama, lanjut Zayadi, Menag juga akan menyerahkan 20.056 Kartu Indonesia Pintar (KIP) santri. Secara simbolis, KIP ini akan diserahkan kepada lima perwakilan santri,” sambungnya.

“Menteri Agama juga akan memberikan penghargaan kepada Muhammad Abdul Faqih,  santri Pondok Pesantren al-Munawwir yang berhasil meraih juara III ajang Musabaqah Hifdzil Quran tingkat Internasional di Arab Saudi,” tutur Zayadi.

PMII Cabang Tegal

Menag Lukman bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin juga akan meresmikan dimulainya hitungan mundur (countdown) pelaksanaan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) tahun 2017. 

“MQK ke-VI ini akan diselenggarakan pada 29 November hingga 7 Desember di Pondok Pesantren Roudlatul Mubtadiin Balekambang, Jepara,” paparnya.

Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang menetapkan Tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Sejak saat itu, tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri. Tema peringatan tahun ini adalah “Wajah Pesantren Wajah Indonesia”. 

PMII Cabang Tegal

Selain shalawat dan pembagian KIP santri, sebelumnya acara tahunan ini dimeriahkan dengan pencatatan rekor pada Museum Rekor Indonesia (MURI) tentang pembuatan Komik Terpanjang. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pahlawan PMII Cabang Tegal

Selasa, 21 Maret 2017

IPPNU Garut Kerahkan Relawan di Lokasi Bencana Banjir

Garut, PMII Cabang Tegal - Seluruh elemen warga Garut tengah ditimpa keprihatinan atas bencana banjir yang menerjang kawasan Garut Kota pada Selasa (20/9) malam. Berbagai bantuan berdatangan dari kelompok-kelompok masyarakat yang dikumpulkan dicberbagai posko bantuan. Para aktivis IPPNU Garut juga turut serta menggalang bantuan.

Tim relawan IPPNU bersama badan otonom NU lainnya membuat posko bantuan di SMK Ma’arif Garut.

IPPNU Garut Kerahkan Relawan di Lokasi Bencana Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Garut Kerahkan Relawan di Lokasi Bencana Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Garut Kerahkan Relawan di Lokasi Bencana Banjir

Ketua IPPNU Lilis Sa’adah mengungkapkan duka citanya atas bencana yang menenggelamkan ratusan rumah ini. Lilis berharap warga Garut senantiasa membantu korban banjir dalam bentuk apapun dan terus mendo’akan agar kondisi korban bisa lebih baik.

PMII Cabang Tegal

Menurutnya, bencana ini patut menjadi pelajaran tidak hanya bagi warga Garut. Semua masyarakat harus lebih memerhatikan kondisi lingkungan sekecil apapun, khususnya bagi pelajar sebagai generasi penerus dalam menjaga lingkungan.

PMII Cabang Tegal

“Warga Garut, khususnya pelajar sebagai kawula muda harus lebih dini menyadari kondisi dan dampak lingkungan sekecil apapun itu, seperti halnya disiplin menerapkan buang sampah pada tempatnya,” tutur perempuan yang pernah menjuarai debat se-Priangan Timur ini.

Selain menggalang bantuan bagi korban banjir, IPPNU Garut juga turun langung melakukan survei ke lapangan. Hal ini semakin mendorong IPPNU untuk lebih gigih mengalang bantuan dana. Saat ini pun pihaknya masih menunggu bantuan dari pimpinan pusat? dan pimpinan wilayah IPPNU Jabar.

“Kami masih menunggu bantuan dari IPPNU pusat dan wilayah, dari Pimpinan Wilayah sendiri berencana akan memberikan bantuan pada saat menghadiri acara pelantikan IPNU-IPPNU Garut 25 September mendatang,” pungkas Lilis. (Rohmah Nashruddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, Pahlawan, Ahlussunnah PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock