Minggu, 21 Januari 2018

Tradisi Malem Jumat Wagean di Bojonegoro

Selepas sembahyang maghrib warga yang semuanya laki-laki berduyun menggendong ember ukuran sedang berisi aneka makanan (ambeng). Mereka mengumpul di sebuah masjid, duduk berbaris saling hadap, dan siap melantunkan doa-doa.

Suasana ini hampir terjadi di seluruh sudut kampung di Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, saban Kamis Pon malam atau lebih dikenal dengan Malem Jumat Wage. Gema tahlilan dari pengeras suara terdengar di mana-mana. Siang harinya, aktivitas dapur terlihat sangat sibuk dan pasar-pasar tampak semakin ramai.

Tradisi Malem Jumat Wagean di Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Malem Jumat Wagean di Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Malem Jumat Wagean di Bojonegoro

Seperti yang terjadi di Dusun Sayang, Desa Blongsong, Kecamatan Baureno, Kamis (22/8) malam. Tanpa komando, ratusan jamaah yang terdiri dari orang tua, pemuda, dan anak-anak memenuhi masjid setempat.

PMII Cabang Tegal

Hanya sedikit orang yang tak membawa ambeng. Ambeng lazimnya berupa nasi beralaskan daun pisang yang disajikan bersama mie, ikan, telur, atau daging ayam. Namun, ada pula sekadar buah dan jajanan pasar untuk dibagikan sebagai menu pelengkap.

“Niat kita di sini adalah sedekah dan mendoakan arwah para ahli kubur kita yang telah meninggal khususnya, dan umumnya seluruh umat Islam yang ada di dunia,” kata salah seorang tokoh masyarakat, Masduri, saat memimpin acara.

PMII Cabang Tegal

Sebelumnya, sejumlah anggota Pimpinan Anak Ranting Muslimat setempat menggelar khataman al-Qur’an bakda Dhuhur. Sementara kaum ibu mengaji di masjid, para pria umumnya melakukan nyekar alias berziarah dan membersihkan kuburan keluarga.

Agenda rutin per 35 hari ini berpengaruh pada pergerakan ekonomi masyarakat. Di Bojonegoro telah dimaklumi bahwa Kamis Pon adalah momen membludaknya pengunjung sebagian besar pasar. Tidak hanya jumlah pembeli yang meningkat, penjual musiman juga selalu hadir dan menggelar lapaknya di pinggir-pingir trotoar.

Pasar Kamis Ponan dimanfaatkan para pedagang menjual ragam kebutuhan saat itu, seperti kembang untuk menyekar, daging, buah-buahan, jajanan pasar, dan bahan pokok untuk hidangan kenduri Malem Jumat Wagean.

Khusus di Desa Blongsong, selain ke makam keluarga, sebagian penduduk biasanya berziarah pula ke sebuah makam keramat, Sunan Blongsong, orang yang diyakini berjasa menyebarkan Islam dan mendirikan desa tersebut.

Malam Jumat Wage merupakan saat puncak acara. Hampir semua masjid diisi acara tahlilan, yakni membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an, tasbih, tahmid, tahlil, shalawat, dan doa untuk para pendahulu. Usai tahlilan, rasa solidaritas antarsesama mereka tampakkan dengan saling memberi atau bertukar hidangan yang mereka bawa sendiri dari rumah.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pahlawan PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal. Tradisi Malem Jumat Wagean di Bojonegoro di PMII Cabang Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock