Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif

Jombang, PMII Cabang Tegal. Pengurus Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Jombang, Jawa Timur mengajak setiap divisi kepengurusan agar lebih kreatif dengan adanya basecamp ranting IPNU-IPPNU setempat, khususnya dibidang kerajinan tangan dan pengembangan bakat lainnya.

Sebelumnya, mereka telah merutinkan kegiatan kerajinan tangan membuat aksesoris setiap pekan kurang lebih selama dua bulan terahir sebelum adanya basecamp. Dalam perkembangannya hasil kerajinan inimampu menarik beberapa pedagang aksesorisuntuk menjadi pelanggan mereka, bahkan tidak kurang dari 10 orangsetiap pekan.?

Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif

“Kita sebelumnya memang sudah intensif mengadakan kerajinan tangan membuat aksesoris. Ya lumayan, hasilnya juga memuaskan dan banyak pedagang-pedagang yang sudah mulai memesannya,” kata Lila Aiziyah, Ketua PR IPPNU Mojoduwur, kepada PMII Cabang Tegal saat dihubungi, Ahad (6/12).

PMII Cabang Tegal

Ia berharap keberadaan basecamp itu menjadi motivasi tersendiri bagi semua anggota dan pengurus ranting lebih aktif dan sungguh-sungguh dalam menjalankan program-programnya. “Selama ini yang menjadi prioritas kita adalah basecamp. Basecamp kita sudah punya, tugas kita sekarang adalah memanfaatkannya sebaik mungkin, termasuk menjalankan program-program kita ke depan,” ungkapnya.

Kantor IPNU-IPPNU ini diresmikan pada Ahad pagi, (6/12/2015) bersama segenap pengurus ranting Kecamatan Mojowarno. Sebelum diresmikan mereka memanjatkan doa dan tahlil bersama kemudian dilanjutkan dengan acara tumpengan (makan bersama). “Semoga dengan adanya basecamp ini kita bisa rutin dan semangat menggagas ide-ide dalam berkarya,” harapnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Pendidikan, Fragmen, Syariah PMII Cabang Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Perintis Radio NU Soloraya ini Mantan Anggota MTA

Karanganyar, PMII Cabang Tegal. Kiai Parsono Agus waluyo saat ini dikenal sebagai salah satu tokoh penggerak NU di kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar selain dakwahnya lewat radio, majalah, dan kaset. Ia mempunyai jama’ah pengajian rutinan yang tersebar di berbagai daerah di Kabupaten Karanganyar. Namun siapa sangka kiai yang menjadi perintis berdirinya radio NU di Soloraya ini dulunya adalah anggota Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA), salah satu organisasi yang sering bersebrangan dengan NU.

“Dahulu saya sekolah STM saja, kemudian saya di datangi oleh para santri yang tergabung dalam ISKAR (Ikatan Santri Karanganyar) dan diajak untuk nyantri di pesantren. Awalnya ajakan tesebut saya abaikan dan saya memilih untuk ikut MTA,” ujar kiai Parsono saat bercerita di kediaman PMII Cabang Tegal, Selasa (29/4).

Perintis Radio NU Soloraya ini Mantan Anggota MTA (Sumber Gambar : Nu Online)
Perintis Radio NU Soloraya ini Mantan Anggota MTA (Sumber Gambar : Nu Online)

Perintis Radio NU Soloraya ini Mantan Anggota MTA

Tetapi saya salut dengan kegigihan ISKAR pada saat itu, meski sudah mengetahui bahwa saya telah ikut MTA, mereka tak segan mendatangi saya lagi dan mengajak untuk nyantri dengan ajakan yang baik dan menarik, lanjutnya.

Hingga akhirnya saya terbujuk untuk nyantri di pesantren Ringin Agung Pare Kediri Jawa Timur. Di pesantren saya mengembangkan ketrampilan elektro yang saya peroleh dengan membuat radio, Alhamdulillah usai boyong dari pesantren radiolah yang menjadi salah satu sarana dakwah NU yang saya lakukan.

Dan brosur serta rekaman selama saya MTA pun saat ini masih ada, namun saya tak ingin memperdebatkannya karena yang terpenting saat ini adalah terus memasang strategi untuk mengembangkan dakwah Aswaja ala NU, pungkasnya. (Ahmad Rosyidi/Anam)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Syariah, Halaqoh PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Politisi Manfaatkan Ramadhan untuk Sosialisasi

Kudus, PMII Cabang Tegal. Momentum Ramadhan tahun ini ternya mempunyai arti tersendiri bagi kalangan politisi. Mereka memanfaatkan bulan berkah ini untuk mensosialisasikan dirinya sebagai calon legislatif (caleg) pemilu 2014 mendatang. 

Politisi Manfaatkan Ramadhan untuk Sosialisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Politisi Manfaatkan Ramadhan untuk Sosialisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Politisi Manfaatkan Ramadhan untuk Sosialisasi

Mereka menebar spanduk bertuliskan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa dan Idul Fitri yang dilengkapi foto, nama, nomor urut dan gambar partainya.Spanduk Ramadhan para caleg ini bertebaran di tempat-tempat strategis sepanjang jalan kota sampai pelosok pedesaan di wilayah Kudus. 

Pengamatan PMII Cabang Tegal, hampir puluhan caleg dari berbagai partai politik memasang spanduk sesuai model dan gaya komunikasi mereka. Bahkan beberapa parpol memasang bendera yang dikibarkan di sepanjang ruas jalan sehingga memberikan kesemarakan suasana kota pada bulan Ramadhan ini.

PMII Cabang Tegal

Melihat dinamika tersebut, aktivis Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Kudus Mahfudz Nahrowi menilai sangat positif. Artinya, para caleg seakan lebih mendekatkan diri kepada konstituen. 

“Adanya itu dapat membuka ruang kepada masyarakat untuk menilai para caleg sehingga mereka bisa dikenal dan menimbang-nimbang menjadi wakilnya,” katanya kepada PMII Cabang Tegal Rabu (17/7).

PMII Cabang Tegal

Momentum Ramdhan, kata Nahrowi, memang sangat efektif sebagai sarana komunikasi kepada publik. Namun, dari spanduk dibuat para caleg itu belum terdapat statemen politik yang bisa mengundang simpatik masyarakat.

“Akan lebih baik bila tidak hanya ucapan selamat berpuasa saja, tetapi ada statemen tidak akan gunakan praktek politik uang. Ini akan bisa mengajarkan pendidikan politik yang benar bagi masyarakat,” imbuh aktivis Ansor Kudus ini.

Nahrawi yang juga seorang pendidik ini mengharapkan kepada caleg saat terpilih nanti menjaga komitmen berjuang menyalurkan aspirasi dan tidak lupa terhadap janji-janjinya kepada masyarakat. Lembaga DPR pusat atau daerah, kata Nahrowi, bukanlah tempat untuk bekerja mencari kerja bagi para pengangguran atau mencari prestise bagi para pengusaha atau orang yang sudah mapan. 

“DPR/DPRD adalah lembaga dewan yang sangat terhormat dan merupakan lahan untuk mengabdikan jiwa dan raga untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya mengingatkan.

Redaktur     : Mukafi Niam 

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Syariah, Pondok Pesantren, Daerah PMII Cabang Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Seloroh Tanda Ke-NU-an Fathul Bari

Loteng, PMII Cabang Tegal - Fathul Bahri ditetapkan sebagai Ketua PCNU Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat pada Konferensi Cabang XI. Setelah terpilih secara kemudian ia meminta restu dan dukungan peserta konferensi dalam menjalankan roda organisasi selama lima tahun ke depan.

"Mohon izin para sepuh, para ulama, dan para ustad, khususnya peserta konferensi bahwa saya bersedia memimpin NU Cabang Lombok Tengah,” tegasnya setelah terpilih.

Seloroh Tanda Ke-NU-an Fathul Bari (Sumber Gambar : Nu Online)
Seloroh Tanda Ke-NU-an Fathul Bari (Sumber Gambar : Nu Online)

Seloroh Tanda Ke-NU-an Fathul Bari

Ia mengaku selama hidupnya tak pernah melamar atau mencalonkan diri. Ketika ia mencalonkan diri menjadi anggota DPRD, ia diam-diam menyerahkan berkas. “Namun untuk NU, sebelum konferensi, saya sudah jalan ke tokoh-tokoh NU di Lombok Tengah untuk minta restu,” jelas anggota DPRD NTB Periode 2014-2019 ini.

PMII Cabang Tegal

Warga NU Lombok Tengah, kata dia, jangan meragukan ke-NU-an dirinya. Dengan nada berseloroh, ia menerangkan tanda-tanda ke-NU-an dirinya yang tak dimiliki orang lain jauh sebelum mencalonkan diri. “Jari telujuknya kurang satu, itulah Fathul Bahri,” katanya.

Fathul menjelaskan, jumlah jari tangan kanannya empat, sementara yang kiri lima. Maka empat tambah lima sama dengan sembilan. Hal ini sesuai dengna lambang NU yang memiliki bintang sembilan.

PMII Cabang Tegal

Tak hanya itu, ketika ditanya Kabag Perencanaan Pemda Lombok Tengah terkait plat mobil dinas, Fathul menjawab nomor 5. "Platnya nomor lima, di belakangnya angka empat Romawi. Lima tambah empat sama dengan sembilan," ungkapnya yang lagi-lagi disambut tawa hadirin. (Syamsul Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Quote, Ahlussunnah, Syariah PMII Cabang Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

PBNU: BPJS Syariah Tambah Beban Pemerintah

Jombang, PMII Cabang Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menganggap Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang sedang dirintis pemerintah cukup ditangani satu badan negara, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Pembentukan BPJS Syariah yang diusulkan pihak MUI, tidak dibutuhkan mengingat secara prinsip tidak berbeda dari BPJS Kesehatan yang ada. Kalau pun dihadirkan, maka beban pemerintah semakin berat.

Forum bahtsul masail pra muktamar NU yang diselenggarakan PBNU di pesantren Krapyak Yogyakarta pada 28 Maret 2015, tidak menemukan masalah secara Fiqih dalam program BPJS Kesehatan yang tengah berjalan. Forum yang dihadiri para kiai dari pelbagai daerah di tanah air itu memandang BPJS Kesehatan sudah sesuai syariah Islam.

PBNU: BPJS Syariah Tambah Beban Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: BPJS Syariah Tambah Beban Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: BPJS Syariah Tambah Beban Pemerintah

Pemimpin sidang bahtsul masail pra muktamar NU soal BPJS Kesehatan KH Syafrudin Syarif menilai bahwa prinsip kerja program BPJS Kesehatan secara substansi itu sudah sangat Islami. Kekurangan dalam soal-soal teknis, menurutnya, cukup disempurnakan dan dikembangkan.

PMII Cabang Tegal

“Tidak usah menyebut ‘syariah’ karena bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang majemuk. Tidak semuanya orang Islam. Sehingga nanti yang ikut BPJS tidak hanya orang Islam. Jadi ketika orang Islam sakit, non-muslim bisa membantu orang Islam,” kata Katib Syuriyah PWNU Jatim kepada PMII Cabang Tegal usai sidang pleno Muktamar Ke-33 NU di alun-alun Jombang, Ahad (2/8) petang.

PMII Cabang Tegal

Prinsip kerja at-ta’min at-ta’awuni (jaminan bersifat saling bantu) tidak mempermasalahkan agama, keyakinan, atau suku. “Ketika ada orang kecelakaan lalu lintas di tengah-tengah kita, apakah kita tanya dulu, ini orang Islam atau bukan? Nanti kalau non-muslim tidak kita tolong? Tidak begitu ajaran Nabi Muhammad SAW. Siapapun manusia yang membutuhkkan pertolongan, kita tolong,” kata Kiai Syafrudin.

Menurut Kiai Syafrudin, BPJS sudah baik. Pemerintah ini ingin menolong masyarakat. Jadi ? sebagian warga yang tidak mampu ditanggung pemerintah. Sementara yang mampu, membayar iuran untuk tetangganya yang tidak mampu. Saling tolong-menolong ini, menurutnya, sangat baik.

Program ini mengarahkan masyarakat untuk menolong orang lain bukan kemudian dianggap sebagai judi (maisir atau qimar) yang mengandung untung-rugi. Tidak ada gurmun (untung-rugi), tetapi yang ada adalah menolong orang lain atau ditolong orang lain.

“Dengan adanya BPJS Kesehatan, pemerintah seringkali nombok. Apa jadinya kalau nanti sistemnya terbagi dua dengan adanya BPJS Syariah yang mana tolong-menolong semakin terbatas oleh agama. Ini akan menambah beban pemerintah. Yang ada saja diperbaiki, silakan. Namanya tidak perlu BPJS Syariah,” tandas Kiai Syafrudin.

Masalah BPJS ini juga dibahas kembali dalam forum Muktamar Ke-33 NU di pesantren Tambakberas, Jombang 1-5 Agustus 2015. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, Syariah, Pendidikan PMII Cabang Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Maksimalkan Keutamaan Pekan Kedua Muharram Dengan Berpuasa

Pringsewu, PMII Cabang Tegal 



Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU Provinsi Lampung KH Munawir mengingatkan bahwa pekan kedua Muharram merupakan penting untuk berpuasa. Kesunahan berpuasa didasarkan atas beberapa hadits Rasulullah SAW dan qaul ulama.

Maksimalkan Keutamaan Pekan Kedua Muharram Dengan Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Maksimalkan Keutamaan Pekan Kedua Muharram Dengan Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Maksimalkan Keutamaan Pekan Kedua Muharram Dengan Berpuasa

"Kesunahan puasa di bulan Muharram didasarkan pada berapa hadits yang di antaranya driwayatkan Abu Hurairah RA yang menyebutkan bahwa ibadah puasa yang afdhal setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram," jelasnya, Rabu (28/9) malam.

Selain itu, Imam Syafii menerangkan bahwa puasa di bulan Muharam disunahkan sebagaimana dijelaskan Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim. 

"Al-Qurthubi, seperti yang dikutip As-Suyuthi dalam Ad-Dibaj ala Shahih Muslim menjelaskan juga bahwa puasa Muharram lebih utama karena merupakan awal tahun dan merupakan amalan utama mengawali tahun baru dengan berpuasa," terangnya.

Adapun waktu puasa bulan muharram menurut Muhammad Abdurrahman bin Abdurrahim dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi Syarah Jami At-Turmudzi dijelaskan bahwa puasa bulan Muharram diawali pada tanggal 8 Muharram. 

PMII Cabang Tegal

"Tanggal 8 Muharram merupakan hari diangkatnya amalan manusia," jelasnya.

Selanjutnya dilanjutkan dengan puasa di tanggal 9 dan 10 Muharram yang memiliki keutamaan yaitu dapat menghapus dosa yang telah dilakukan selama satu tahun kemarin.

PMII Cabang Tegal

"Pada tanggal 11 Muharram kita juga disunnahkan puasa untuk mengiringi puasa Tasua dan Asyura dan tanggal 12 Muharram kita disunnahkan berpuasa yang pada hari tersebut merupakan hari diangkatnya amalan manusia," tuturnya.

Kemudian setelah itu yaitu pada tanggal 13, 14 dan 15 Muharram, ummat Islam juga disunnahkan untuk berpuasa karena hari-hari tersebut merupakan Ayyamul Bidh.

Dalam kitab Umdatul Qari`Syarhu Shahihil Bukhari dijelaskan bahwa sebab dinamai Ayyamul Bidh terkait dengan kisah Nabi Adam AS ketika diturunkan ke muka bumi.

"Ketika Nabi Adam diturunkan ke bumi seluruh tubuhnya terbakar oleh matahari sehingga menjadi hitam. Kemudian Allah memberikan wahyu untuk berpuasa selama tiga hari  yaitu tanggal 13, 14, 15. Ketika hari pertama puasa, sepertiga badannya menjadi putih. Hari kedua, sepertiganya menjadi putih dan hari ketiga, sepertiga sisanya menjadi putih," terangnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Syariah, Nasional PMII Cabang Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

GP Ansor Jaktim: Usut Penghina Pancasila di HUT RI!

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Timur menyesalkan adanya upaya provokasi di tengah suasana perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-70 Republik Indonesia. Pasalnya, provokasi tersebut berkenan dengan dasar negara ini.

GP Ansor Jaktim: Usut Penghina Pancasila di HUT RI! (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jaktim: Usut Penghina Pancasila di HUT RI! (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jaktim: Usut Penghina Pancasila di HUT RI!

"Kemarin, tepatnya tanggal 15 ada karnaval dengan bendera palu arit di Pamekasan. Esoknya tanggal 16 ada Parade Tauhid yang di dalamnya ada Abu Jibril yang berorasi menghina Pancasila," kata Komandan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satkorcab Jakarta Timur, Firdaus Ibond, Senin, (17/8).

Banser dan GP Ansor, lanjut Ibond, berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi. Ia pun menegaskan bahwa Banser dan Ansor selalu menjadi pagar terdepan menjaga NKRI. "Kami, Banser dan Ansor mewariskan perjuangan ulama dalam menjaga NKRI. Bagi kami NKRI dan Pancasila harga mati," tegasnya.

PMII Cabang Tegal

Alumni PMII DKI ini pun meminta Presiden Joko Widodo dan Panglima TNI untuk memperhatikan dengan serius agenda tersebut. "Kami mengingatkan Pak Jokowi dan Pak Gatot Nurmantyo agar menyelidiki lebih lanjut agenda tersebut. Ini menyangkut harkat dan martabat bangsa kita," tutupnya.

PMII Cabang Tegal

Seperti diketahui, berkibarnya panji-panji PKI saat karnaval HUT RI di Pamekasan membuat heboh masyarakat setempat. Esoknya, di agenda Car Free Day Bundaran HI, acara Parade Tauhid yang dimeriahkan oleh Habib Rizieq menghadirkan Abu Jibril yang menghina Pancasila. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Aswaja, Ahlussunnah, Syariah PMII Cabang Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Di Balik Semangat Hari Santri Nasional

Oleh Darul Qutni

Hari Santri ditujukan agar para santri pesantren yang ada di seluruh Indonesia untuk senantiasa istiqamah mencintai tanah air Indonesia, menjaga Pancasila dan NKRI.  Santri bersama elemen-elemen lainnya diharapkan terus menjaga kesinambungan perjuangan melawan kolonialisme dan neo kolonialisme di negara kita. Elemen-elemen itu seperti TNI, polisi, buruh, guru, petani, dan lain-lain yang juga telah memiliki harinya masing-masing. TNI pada 5 Oktober, polisi pada 1 Juli, buruh pada 1 Mei, petani pada  24 September, guru pada tanggal 25 November, dan seterusnya hari-hari elemen bangsa lainnya.

Di Balik Semangat Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Balik Semangat Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Balik Semangat Hari Santri Nasional

Semangat di balik penetapan hari santri nasional adalah semangat santri untuk melawan penjajahan dan kezaliman. Karena, Hari Santri ditetapkan pada tanggal 22 Oktober, yang terinspirasi dari Resolusi Jihad yang difatwakan oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asyarie. Fatwa itu kemudian mendorong pergerakan dan perjuangan ribuan santri untuk bertempur dan berjihad fii sabilillah pada 10 November 1945 mempertahankan proklamasi kemerdekaan yang baru seumur jagung.

Kaum santri tidak perlu meminta perannya diakui oleh negara. Karena tanpa diakui, mereka pun telah berperan. Ketaatan para santri kepada kiainya adalah bagian dari nilai ketaqwaan mereka kepada Allah SWT. Dan taqwa adalah menjalankan perintah Allah SWT, sirran wa alaniyatan. Sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Dilihat maupun tidak dilihat orang. Diakui maupun tidak diakui orang. Dipuji maupun tidak dipuji. Para santri tetap bertempur ikhlas karena Allah SWT dalam menjalankan fatwa Jihad kyainya dan ulamanya yang menyerukan perlawanan bersenjata kepada kaum penjajah.

Karena itu jika masih ada suara yang nyinyir dan sumbang tentang hari santri, maka para santri tidak akan peduli dengan suara-suara itu. Karena pada dasarnya, para santri Indonesia memang harus eksis dan memajukan dirinya untuk melawan penjajahan gaya baru, terutama di bidang kebudayaan dan ekonomi, serta lainnya. Inilah semangat hari santri yang sebenarnya. Santri yang sejati tidak akan terjebak pada acara yang seremonial saja. Ia akan menarik penuh semangat di balik hari santri itu sendiri. 

Pada dasarnya, seorang santri adalah mereka yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Dalam konteks Indonesia, santri, diambil dari kata Shastri, yang merupakan petapa di gunung yang mengkaji kitab Suci agama Hindu. Adalah Syekh Maulana Malik Ibrahim, atau lebih dikenal dengan Sunan Gresik, salah satu dari Walisongo yang kemudian mengubah tradisi shastri tersebut. Ia mengganti kitab suci agama hindu dengan kitab suci al-Quran untuk dikaji di gunung oleh para santri. Dakwah Islam pun berjalan damai. Umat hindu pun akhirnya berbondong-bondong masuk agama Islam lewat strategi dakwah yang lembut dan adaptif terhadap budaya agama lokal tersebut. Label dan kemasannya tidak diganti, tapi isinya yang diganti. Dapat dikatakan, bahwa Syekh Maulana Malik Ibrahim merupakan pendiri pesantren untuk pertama kali di Indonesia sebagai strategi dakwah Islam melalui kebudayaan.

PMII Cabang Tegal

Karena itu, semangat hari santri nasional, selain vitalisasi terus-menerus kebangkitan melawan kolonialisme modern, dan meneguhkan kemandirian sebagai bangsa yang berdaulat, juga vitalisasi elan untuk memperdalam ajaran Islam untuk diterapkan dan ditegakkan di tengah-tengah masyarakat. Semangat untuk mencintai ilmu dan ulama dan menahbiskan diri dalam ilmu dan pengabdian kepada Allah SWT. Tak heran, jika Fatwa Jihad dan Perang Sabilillah yang dikeluarkan oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asyarie yang dikeluarkan pada tanggal 22 Oktober, membuktikan kedalaman (tabahhur) dan kemanfaatan ilmunya yang sudah nyata-nyata dirasakan penting bagi keberlanjutan Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta.

PMII Cabang Tegal

Dengan memperingati dan mengingatkan Hari Santri Nasional, para santri dan bangsa ini diharapkan tidak lupa dengan perjuangan dakwah Wali Songo yang menyebarkan Islam dengan damai dan berkebudayaan, tidak lupa dengan peran pesantren, tidak lupa dengan semangat ulama dan para santri nusantara, untuk mempertahankan NKRI, tidak lupa dengan ajaran para shalihin leluhurnya, tidak lupa dengan ilmunya yang harus diamalkan. Amin.   

Penulis adalah Sekretaris Lembaga Tamir Masjid (LTM) PCNU Depok

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Syariah PMII Cabang Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Sebarkan Seluruh Kegiatan NU di Media Massa!

Jombang, PMII Cabang Tegal. Kecenderungan warga NU, lelah menyelenggarakan kegiatan tanpa kepedulian publikasi di media massa. Publikasi seharusnya dilakukan sebagai syiar dan merangsang berbagai kalangan untuk beraktivitas dengan baik.

Kondisi ini sangat berbeda dengan di luar negeri. “Kalau di Australia, diskusi kecil saja bisa disebar di sejumlah media baik cetak, maupun elektronik,” kata dr H Zulfikar As’ad MMR kepada PMII Cabang Tegal (9/5).

Sebarkan Seluruh Kegiatan NU di Media Massa! (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebarkan Seluruh Kegiatan NU di Media Massa! (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebarkan Seluruh Kegiatan NU di Media Massa!

Gus Ufik, sapaan akrabnya menandaskan, selama berada di Australia dalam rangka penelitian untuk gelar doktornya, ada perbedaan mencolok dari tradisi menyampaikan informasi para mahasiswa dan dosen. “Hanya dengan diskusi terbatas yang dihadiri sekitar dua puluh orang saja, materi dan isi diskusi bisa disampaikan di berbagai media,” tandasnya.

PMII Cabang Tegal

Para mahasiswa dan dosen sangat sadar bahwa ilmu yang didapat selama kegiatan berlangsung, layak untuk dijadikan rujukan sejumlah pihak. Bisa jadi, hal itu juga demi memantapkan eksistensi dari kelompok diskusi maupun institusi serta tempat diselenggarakannya kegiatan.

“Karena masing-masing lembaga, demikian juga setiap personal sangat butuh eksistensi diri dan agar kapabilitas mereka diketahui publik,” tandas salah seorang pengasuh di Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Peterongan Jombang Jawa Timur ini.

PMII Cabang Tegal

Kondisi ini tentu berbeda dengan di Indonesia. “Kita gemar menyelenggarakan kegiatan besar dengan peserta yang juga banyak bahkan biaya yang tidak sedikit, namun yang mengetahui hanya sebagian kalangan saja,” ungkapnya.

Bahkan putra pengasuh PPDU, KH As’ad Umar ini dapat memastikan kegiatan yang diselenggarakan Nahdlatul Ulama, termasuk badan otonom, lembaga dan lajnah demikian meriah. “Tapi kita jarang bisa mendengar kegiatan tersebut tersebar di media,” katanya menyayangkan.

Keengganan mayoritas aktivis NU untuk mempublikasikan kegiatan tersebut bisa jadi karena kurangnya kesadaran dalam memaknai pentingnya publikasi. “Padahal andai kegiatan itu dapat menjadi inspirasi bagi kalangan lain, akan jauh lebih bermanfaat,” sergahnya.

Demikian juga akan ada amal jariyah yang dapat diraih lantaran telah merangsang orang lain untuk berbuat baik. “Bukankah ada pesan dari Nabi bahwa siapa yang memberi teladan bagi kebaikan, maka yang bersangkutan juga akan memperoleh pahala dari kebaikan orang lain lantaran meniru kebaikan tersebut?” katanya.

Dengan sejumlah kelebihan dan kemudahan sarana komunikasi yang ada, maka idealnya kendala bagi tersebarnya kegiatan dapat dihindarkan. “Tidak ada lagi alasan bagi kita yang hidup dengan ketercukupan media komunikasi untuk hanya bangga menyampaikan kegiatan di komunitas sendiri,” terangnya.

Kemudahan akses, ketersediaan sarana dan prasarana hendaknya dapat dioptimalkan untuk menyampaikan sejumlah kegiatan dan prestasi kepada khalayak. “Hal ini tentu saja membutuhkan keterampilan dalam mengemas tulisan agar bisa dicerna dengan baik, sesuai kaidah yang ada,” lanjutnya.

Pembantu Rektor di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU) ini juga mengajak semua elemen kampus yang dikelolanya untuk tidak segan memberikan informasi atas berbagai kegiatan yang diselenggarakan. Baik yang dilakukan mahasiswa, dosen, hingga pimpinan kampus agar menyampaikan aktifitas penuh manfaat itu kepada masyarakat luas.

“Apalagi di UNIPDU sudah ada website dan majalah sendiri yang bisa dioptimalkan untuk tujuan mulia tersebut,” ungkapnya. Belum lagi media sosial, kedekatan dengan sejumlah insan media atau portal berita daerah dan nasional yang sangat terbuka dengan hal tersebut.

“Selama kegiatan itu baik dan bermanfaat, pasti akan banyak kalangan yang terbuka untuk menyebarkannya,” pungkas Gus Ufik. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Syariah PMII Cabang Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

GP Ansor Kalsel Nobar Sang Kiai

Banjarmasin, PMII Cabang Tegal. Pimpinan Wilayah GP Ansor Kalimantan Selatan menonton bareng (nobar) film Sang Kiai bersama para kader di Studio 21 Duta Mall Banjarmasin, Sabtu (1/6). Nonton bareng tersebut digelar guna memperdalam semangat perjuangan kebangsaan kaum Nahdliyin yang digambarkan film tersebut.

Ketua PW GP Ansor Kalsel Harunur Rasyid mengatakan, nonton bareng film Sang Kiai ini bertujuan memperkenalkan lebih dalam sejarah perjuangan Nahdliyin, khususnya KH Hasyim Asy’ari dan para ulama dalam memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia sehingga melahirkan Resolusi Jihad.

GP Ansor Kalsel Nobar Sang Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kalsel Nobar Sang Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kalsel Nobar Sang Kiai

Ia menambahkan, selama ini Nahdliyin hanya mengetahui sejarah Nahdlatul Ulama dari buku-buku dan cerita saja, "Setidaknya jika dengan menonton akan berbeda efeknya. Akan timbul semangat baru yang lebih baik lagi," ujarnya ditemui PMII Cabang Tegal usai nonton bareng.

PMII Cabang Tegal

Sementara itu, Dewan Penasehat GP Ansor Kalimantan Selatan Aditya Mufti Arifin yang turut hadir berpesan, agar para kader muda Nahdliyin meneladani figur KH Hasyim Asy’ari yang gigih memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, semangat itu masih terpancar kuat di generasi muda sekarang dan harus dipertahankan.

Ia menilai, film Sang Kiai sangat bermanfaaat bagi kader-kader Nahdliyin khususnya GP Ansor, “Film tersebut mengajak untuk bercermin kepada pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari. Mereka (kader GP Ansor, red.) dapat menjadikan itu sebagai bahan pelajaran hidup," tuturnya.

PMII Cabang Tegal

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontibutor  : Erfan Maulana

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Makam, Syariah PMII Cabang Tegal

Peringati Nuzulul Quran, PCNU Surabaya Akan Resmikan Masjid Sunan Bungkul

Surabaya, PMII Cabang Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Surabaya akan menggelar malam Nuzulul Quran? dengan menampilkan sembilan Qori-Qoriah tingkat Nasional dari? Jawa Timur di Taman Bungkul Surabaya, Senin (27/6) mendatang. Acara tersebut juga bersamaan dengan peresmian mushola di wilayah Taman Bungkul menjadi Masjid Sunan Bungkul.

Ketua panitia Ulya Abdillah menjelaskan, kegiatan tersebut akan diikuti kurang lebih 1000 warga dan jamaah Nahdliyin di Surabaya.

"Kami tidak mengundang jamaah NU yang begitu besar, karena kapasitas tempat yang tidak memungkinkan dan mengingat acara yang bersamaan dengan kegiatan ibadah sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan," ujarnya, Jumat (24/6) saat dihubungi PMII Cabang Tegal.

Peringati Nuzulul Quran, PCNU Surabaya Akan Resmikan Masjid Sunan Bungkul (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Nuzulul Quran, PCNU Surabaya Akan Resmikan Masjid Sunan Bungkul (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Nuzulul Quran, PCNU Surabaya Akan Resmikan Masjid Sunan Bungkul

Malam Nuzulul Quran juga akan menampilkan gema Sholawat Nabi oleh Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) Nahdlatul Ulama Kota Surabaya dan Group Al Banjari. Kemudian dilanjutkan ceramah Nuzulul Quran oleh KH Sholeh Sahal LC.

Lebih Lanjut, Wakil Ketua PCNU Surabaya ini mengungkapkan momen peringatan Nuzulul Quran di Taman Bungkul nanti juga sekaligus menandai status Mushola Sunan Bungkul menjadi Masjid Sunan Bungkul.

PMII Cabang Tegal

Dengan perubahan status tersebut pihak PCNU Surabaya berencana akan memulai renovasi masjid di tahun ini. Selain itu keberadaan masjid ini diberharapkan area makam Sunan Bungkul sebagai tujuan wisata religi di Surabaya lebih tertata dan terpelihara secara rapi sehingga para jamaah yang berziarah lebih nyaman dan tidak terganggu keramaian.

"Oleh karena itu agar tujuan dan hajat terkabul sebelum malam peringatan Nuzulul Quran, PCNU Surabaya menggelar Khotmil Quran di Mushola, dan sekaligus pembagian tajil dan buka puasa bersama dengan para jamaah peziarah makam Sunan Bungkul yang dilaksanakan oleh LAZISNU Surabaya," pungkasnya. (Rof Maulana/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Syariah, Pondok Pesantren, Nahdlatul PMII Cabang Tegal

Rabu, 29 November 2017

Ribuan Warga Tangisi Kepulangan Jenazah Ajengan Basith

Sukabumi, PMII Cabang Tegal - Kepulangan jenazah Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi Almarhum KHR. Abdul Basith dari Dubai, Uni Emirat Arab, disambut tangis oleh pihak keluarga dan juga orang-orang yang mengenalnya, pada Senin (20/03) pukul 15.45 WIB di Kargo Jenazah Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Sesampainya di Bandara, jenazah langsung dishalatkan dengan dipimpin oleh Ketua PBNU, KH. Abdul Manan Ghani. Usai shalat jenazah, Kiai Manan menyampaikan kepada jamaah bahwa Almarhum adalah orang yang sangat menginspirasi.

Ribuan Warga Tangisi Kepulangan Jenazah Ajengan Basith (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Tangisi Kepulangan Jenazah Ajengan Basith (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Tangisi Kepulangan Jenazah Ajengan Basith

“Almarhum menjadi inspirasi banyak orang dengan perjuangannya yang mengajarkan kedermawanan,” ungkap Kiai Manan.

PMII Cabang Tegal

Seusai dishalatkan di bandara, jenazah langsung dibawa ke Sukabumi, dengan dikawal oleh Satlantas Polres Sukabumi dan diiringi sekitar 20 mobil. Iringan mobil sampai di Sukabumi menjelang Isya, sekitar pukul 19.00 WIB.

Sesampainya di Sukabumi, tepatnya di Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, warga desa menyambut kepulangan jenazah. Sepanjang jalan, mulai dari anak kecil hingga kakek-nenek melantunkan bacaan tahlil, tahmid, takbir dalam rangka menyambut jenazah Ajengan Basith, tokoh yang menjadi teladan warga, khususnya Sukabumi.

PMII Cabang Tegal

Sebelum dikebumikan, jenazah kembali dishalatkan di Masjid Pondok Pesantren Al-Amin asuhan Almarhum. Ribuan warga menggemakan tahlil dengan diiringi isak tangis.? Pada acara Tahlil tersebut, hadir pula Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Deddy Mizwar. Ia menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya KHR. Abdul Basith.

“Saya pribadi dan juga mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut berbelasungkawa atas wafatnya Ajengan Basith. Beliau orang baik dan menjadi teladan banyak orang. Namun, inilah kehendak Allah dan ini mungkin yang terbaik menurut Allah,” tutur Deddy Mizwar sembari menangis sesenggukan.

Usai dishalatkan, ribuan warga mengantarkan Almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya dan acara tahlil selesai sekitar pukul 21.00 malam.? Seperti telah diberitakan sebelumnya, Ajengan Basith wafat di Dubai saat hendak menunaikan ibadah Umroh pada hari Rabu, tanggal 15 Maret 2017, sekitar pukul 11.30 waktu setempat. (Wahyu Noerhadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Olahraga, Syariah PMII Cabang Tegal

Inilah Para Pemenang Lomba Menulis LTN-NU Klaten

Klaten, PMII Cabang Tegal - Beberapa waktu lalu, untuk memperingati Hari Santri Nasional 2016, Lajnah Ta’lif wa an-Nasyr (LTN) PCNU Klaten menggelar berbagai rangkaian kegiatan, salah satunya yakni lomba menulis.

Menurut Ketua LTN-NU Klaten, Minardi, lomba yang diprakarsai bersama LP Maarif NU Klaten dan RMI NU Klaten, serta Kampus POLMAN Klaten ini diikuti oleh para pelajar. “Pesertanya para pelajar mulai dari tingkat SD/MI hingga SMA/MA,” ujar dia.

Inilah Para Pemenang Lomba Menulis LTN-NU Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Para Pemenang Lomba Menulis LTN-NU Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Para Pemenang Lomba Menulis LTN-NU Klaten

Setelah dinilai oleh dewan juri, berikut ini merupakan nama-nama para pemenang lomba tulis :

PMII Cabang Tegal

Tingkat SD

Juara 1 : Intan Anastasya dari MI MAARIF KARANGPAKEL, TRUCUK

Juara 2 : Meisa Dewi dari MI HIDAYATUL QURAN, MANISRENGGO

PMII Cabang Tegal

Juara 3 : Hilmi Zakiya Faila Sufa dari SDIT NURUL AKBAR, KLATEN UTARA

Tingkat SMP:

Juara 1: R. Bintang Al-Rasyid dari SMP Islam Plus Al Mujtaba Delanggu

Juara 2 : Fitri Putri Rahmawati dari MTs Ceper

Juara 3: Wendy Bewiranata dari SMPIT MAARIF NU TALIMUL QURAN TRUCUK

Tingkat SMA:

Juara 1: Novita Dwi L. Dari SMK Batur Jaya 2 Ceper

Juara 2: Ahmad Difa Fardan Afuza dari MA Al Manshur Popongan, Wonosari

Juara 3: Rifqi Istanto dari MA Al Muttaqien Pancasila Sakti, Karanganom

Ditambahkan Minardi, hadiah lomba dibagikan, Kamis (15/12) bersamaan dengan acara yang dihadiri Rais ‘Aam PBNU, KH Maruf Amin, di Kantor PCNU Klaten. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Syariah PMII Cabang Tegal

Senin, 06 November 2017

PBNU: Hentikan Internasionalisasi Masalah Dalam Negeri

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengingkatkan kepada bangsa Indonesia agar tidak selalu membawa masalah dalam negeri ke dunia internasional. Sebab, jika hal itu jelas tidak akan menguntungkan bangsa Indonesia.

"Pemerintah dan bangsa Indonesia jangan sampai melakukan atau terpengaruh internasionalisasi masalah-masalah internal keluarga bangsa, seperti masalah Pak Harto dan Munir " ungkap Hasyim di Jakarta, Ahad (23/9).

Pernyataan mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur tersebut merupakan  tanggapan terhadap internasionalisasi sejumlah masalah dalam negeri yang akhir-akhir ini terjadi, seperti kasus korupsi mantan Presiden Soeharto dan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir.

PBNU: Hentikan Internasionalisasi Masalah Dalam Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Hentikan Internasionalisasi Masalah Dalam Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Hentikan Internasionalisasi Masalah Dalam Negeri

Menurutnya, internasionalisasi sejumlah masalah dalam negeri dapat menurunkan martabat bangsa dan akan menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang selalu berada dalam pengaruh asing.

Ia mencontohkan kasus korupsi mantan Presiden Soeharto yang sebenarnya masalah internal bangsa Indonesia. Karena itu, pihak asing sebenarnya tak perlu terlibat dalam masalah tersebut. "Urusan Pak Harto dengan keputusan MA adalah masalah hukum domestik, sehingga tak perlu ada campur tangan PBB atau Bank Dunia," tegasnya.

PMII Cabang Tegal

 

Kasus pembunuhan aktivis HAM Munir juga demikian. Karena telah terjadi internasionalisasi, upaya pengusutan dan penegakan hukum akhirnya menjadi tidak jelas karena merembet ke mana-mana. Jika itu diteruskan, katanya, kasus tersebut akan terus menggantung.

Khusus soal kasus Munir, Hasyim mendukung pengusutan secara tuntas kasus tersebut. Namun, dia sangat tidak sepakat, jika kasus tersebut akhirnya menyeret pihak-pihak yang tak bersalah. Karena itu, dia mendesak kepada pemerintah agar tidak menuruti kemauan dan intervensi asing dalam bidang politik, ekonomi dan intelijen.

"Kasus Munir memang harus selesai. Masalahnya, orang seperti Pak As’ad yang dari sipil justru disangkutkan secara tidak logis. Saya tahu betul Pak As’ad. Dia sama sekali bukan tipe orang yang berbuat nista kepada orang lain, apalagi pada tokoh sekaliber Munir. Karena reformasilah orang sipil bisa masuk BIN," katanya. (rif)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Syariah, Berita, Anti Hoax PMII Cabang Tegal

Jumat, 03 November 2017

Perempuan NU Ambil Peran dalam Pengawasan Pemilu 2014

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Sejumlah pengurus teras PP Muslimat NU, PP Fayatat NU dan PP IPPNU mengadakan pertemuan dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jakarta. Mereka membahas partisipasi konkret yang bisa dilakukan untuk mengawasi dan memantau pemilu awal bulan depan demi kelangsungan pemilu yang jujur dan demokratis.

Perempuan NU Ambil Peran dalam Pengawasan Pemilu 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Perempuan NU Ambil Peran dalam Pengawasan Pemilu 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Perempuan NU Ambil Peran dalam Pengawasan Pemilu 2014

Dalam pertemuan yang berlangsung Kamis (20/3), mereka sepakat bahwa pemantauan pemilu ini perlu melibatkan banyak elemen masyarakat. Dengan demikian, publik terpanggil untuk melaporkan pelanggaran yang terjadi baik di lapangan maupun KPUD setempat.

Manajer Proyek Pendidikan Pemilih PP Muslimat NU Susianah Afandi kepada PMII Cabang Tegal, Senin (24/3) mengatakan, “Di era pengembangan teknologi informasi seperti saat ini, partisipasi masyarakat dalam kegiatan pemantauan dan pengawasan Pemilu dapat berjalan efektif dan efesien dengan hadirnya media sosial yang mudah diakses dan murah.”

PMII Cabang Tegal

Perhatian perempuan NU untuk terlibat aktif dalam pemilu didasarkan pada itikad untuk mengembalikan pemilu sebagai milik rakyat. Rakyat yang berdaulat sudah seharusnya mengawasi pemilu secara langsung sehingga dihasilkan pemilu yang demokratis dan berkualitas.

PMII Cabang Tegal

Di akhir pertemuan, tiga badan otonom NU tersebut pada pekan ini berencana menandatangani nota kesepahaman dengan Bawaslu terkait dukungan terhadap Gerakan 1 Juta Relawan Pengawas Pemilu. Tampak hadir dalam pertemuan ini PP IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) dan LMND. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nasional, Halaqoh, Syariah PMII Cabang Tegal

Selasa, 31 Oktober 2017

Tawangmangu, 53 Tahun Silam

Kegiatan yang diselenggarakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Kentingan (UNS) Solo, beberapa waktu yang lalu, sedikit membuka ingatan saya akan peristiwa monumental bagi PMII, yang tetap eksis hingga di usia ke-53, pada tahun ini.

Ingatan itu berupa sejumlah catatan tentang Kongres (saat itu masih bernama Mu’tamar) pertama yang diselenggarakan PMII, yang kala itu masih menjadi underbouw (Banom) dari Nahdlatul Ulama (NU). Tepatnya pada tanggal 23-26 Desember 1961 di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Sebuah daerah yang terletak di lereng Gunung Lawu, yang berjarak sekitar 42 km dari Kota Solo.

Terpilihnya Tawangmangu atau Solo sebagai tempat kongres pertama memang bukan tanpa alasan. Ketika itu, beberapa kader dari Solo seperti Ahmad Mustahal dan Chalid Mawardi menjadi kader utama yang ikut membidani berdirinya PMII di tahun 1960. Juga menjadi pertimbangan, Solo yang saat itu menjadi basis Kota Pergerakan.

Sebanyak 13 Cabang hadir pada acara tersebut, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Surakarta, Semarang Ciputat, Malang, Makasar/Ujungpandang, Banjarmasin, Padang, Banda Aceh, dan Cirebon.

Tawangmangu, 53 Tahun Silam (Sumber Gambar : Nu Online)
Tawangmangu, 53 Tahun Silam (Sumber Gambar : Nu Online)

Tawangmangu, 53 Tahun Silam

Pada Medan Muktamar I PMII tercatat beberapa poin penting. Pertama, terpilihnya kembali Mahbub Junaidi sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) PMII Periode 1961-1963. Proses terpilihnya Mahbub sebagai ketua ini, mungkin ada sedikit kemiripan dengan yang terjadi pada musyawarah mahasiswa NU di Surabaya, setahun sebelumnya.

Sebagaimana yang digambarkan oleh M. Said Budairy dalam tulisannya Sudah Benar “PMII Tetap Islam" (1997) : “Dia (Mahbub) juga tidak mengkampanyekan diri, apalagi sampai mendirikan posko di dekat medan musyawarah. Tapi Mahbub terpilih sebagai ketua umum. Ketua I terpilih Chalid Mawardi dan Sekretaris Umum-nya saya (Said).” Cerita ini mungkin akan sulit kita temukan pada Kongres PMII di masa sekarang, dengan sebuah ‘alasan’ : beda zaman!

PMII Cabang Tegal

Poin kedua yang perlu dicatat, yakni lahirnya pokok-pokok pikiran yang diberi nama Deklarasi Tawangmangu. Deklarasi tersebut berisi meliputi pandangan tentang dan sikap PMII terhadap sosialisme Indonesia, pendidikan nasional, kebudayaan nasional dan tanggung jawab PMII sebagai generasi muda islam intelektual yang ikut dalam perjuangan bangsa, pengembangan Islam dan perjuangan akan anti imperialisme dan kolonialisme.

Deklarasi Tawangmangu merupakan refleksi PMII terhadap isu nasional pada saat itu. Deklarasi itu kemudian dilengkapi lagi dengan landasan-landasan Al-Quran dan Hadits yang dituangkan dalam Penegasan Yogyakarta, salah satu hasil keputusan kongres PMII kedua di Yogyakarta pada tahun 1963 (Said, 1997).

Dua keputusan penting inilah, Deklarasi Tawangmangu yang dikuatkan dengan Penegasan Yogyakarta, menjadi landasan penting nilai yang dimiliki oleh PMII hingga saat ini, tentang nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan. (Ajie Najmuddin/Anam)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Syariah, Pertandingan, Kajian PMII Cabang Tegal

Sabtu, 07 Oktober 2017

Berharap Panen Tembakau Bagus, 4200 Santri Khataman Qur’an 1200 Kali

Temanggung, PMII Cabang Tegal

Pelakasanaan Nusantara Mengaji di Kabupaten Temanggung berjalan cukup khidmat. Kegiatan yang diinisiatori atau dipelopori Muhaimin Iskandar disambut antusias santri dan warga Nahdliyin Temanggung. Sekitar 4200 santri dari beberapa pondok pesantren di Temanggung terlibat dalam acara yang berlangsung ? Sabtu-Ahad (7-8/5).

Berharap Panen Tembakau Bagus, 4200 Santri Khataman Qur’an 1200 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)
Berharap Panen Tembakau Bagus, 4200 Santri Khataman Qur’an 1200 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)

Berharap Panen Tembakau Bagus, 4200 Santri Khataman Qur’an 1200 Kali

Ketua panitia Nusantara Mengaji Kabupaten Temanggung Mahzum menuturkan, secara nasional gelaran Nusantara Mengaji menargretkan 300.000 khataman Al-Qur;an, adapun Temanggung menargetkan 1200 khataman dengan 4200 pembaca dan digelar di 8 titik. Mahzum membeberkan, delapan titik pesantren tersebut diantaranya Pesantren Darul Aman, Pingit, Pringsurat, Pesantren Raudlatul Huda Kerokan, Kutoanyar, Kedu, Pesantren Fatkhul Mubarok Kali Pahing, Gemawang.

Selanjutnya, Pesantren Al Hidayah, Prapak Kranggan, ? Pesantren Anwarussholihichin Prapak Kranggan, Pesantren Darussalam Ngadirejo (putra), Pesantren Darussalam Ngadirejo (putri), dan Pesantren Romakante, Malebo Kandangan.?

"Selain di delapan titik ponpes tersebut, kita juga menggelar acara khataman di kantor DPC PKB dan Gedung PCNU Temanggung," kata anggota Fraksi FPKB DPRD Kabupaten Temanggung itu.

PMII Cabang Tegal

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Temanggung Matoha menuturkan, “Dengan digelarnya acara Nusantara Mengaji itu, kita ingin mendoakan keselamatan bangsa dan negara serta kesejahteraan masyarakat ? Indonesia. ? Khusus untuk masyarakat Temanggung yang kini tengah mulai memasuki musim tanam tembakau, kita berharap musim panen tahun 2016 ? lebih baik dari sebelumnya, baik dari harga maupun kualitasnya.”

? ?

PMII Cabang Tegal

"Dengan gerakan ini, kita ingin menggelorakan semangat mengaji di Temanggung. Semoga aktivitas mengaji tidak hanya ramai di pesantren saja, di kampung-kampung, masjid dan mushalla bisa makin semarak dengan aktivitas mengaji," pintanya.

Terpisah, M. Abdurahman Sidiq (20) ? Pengurus Pesantren Raudlatul Huda Kerokan, Kutoanyar, Kedu, Temanggung menuturkan, di pondoknya mendapat jatah 50 khataman dengan ? 250 pembaca atau santri.?

"Masing-masing santri rata-rata minimal membaca 10 juz. Saya berharap kegiatan mengaji serentak nasional bisa digelar tiap menjalang bulan suci Ramadhan dan tiap hari santri nasional (HSN), yakni 22 Oktober," tutur Sidiq. (Ahsan Fauzi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, Sejarah, Syariah PMII Cabang Tegal

Minggu, 17 September 2017

Syiir “Ya Nahdlatal Ulama” Karya Rais Syuriyah NU Sukoharjo

Solo, PMII Cabang Tegal

Menjelang berlangsungnya Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, KH Ahmad Baidlowi, menciptakan sebuah syair yang berjudul “Ya Nahdlatal Ulama”.

“Syiir untuk NU, gubahan anak muda Sukoharjo sudah kami sodorkan di hadapan peserta bahtsul masail PBNU di Krapyak Yogyakarta,” terang Kiai Baidlowi, saat dihubungi PMII Cabang Tegal, Rabu (8/4).

Mengenai cara melantunkannya, menggunakan wazan mustafilun dalam khazanah ilmu syiir di pesantren, yang diulang sebanyak 6 kali. “Lagunya bisa mirip qasidah bika qod shofat atau Yaa Robba Makkata was Shofa,” paparnya.

Syiir “Ya Nahdlatal Ulama” Karya Rais Syuriyah NU Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiir “Ya Nahdlatal Ulama” Karya Rais Syuriyah NU Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiir “Ya Nahdlatal Ulama” Karya Rais Syuriyah NU Sukoharjo

Jauh sebelumnya, Almarhum KH Fuad Hasyim dari Buntet, Cirebon, Jawa Barat juga menggubah lagu NU berjudul “Qasidah Nahdlatul Ulama” yang telah tersebar dalam kepingan CD dan di media sosial, termasuk Youtube.

Berikut teks syair “Ya Nahdlatal Ulama”, yang diketik ulang dari tulisan tangan Kiai Baidlowi:

 

PMII Cabang Tegal

? ?

? ? ? ? ? # ? ? ? ?

? ? ? # ? ? ?

? ? ? ? # ? ? ? ?

PMII Cabang Tegal

? ? ? ? # ? ?

? ? ? ? ? ? # ? ? ?

? ? ? ? ? ? # ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? # ? ? ? ?

? ? ? ? # ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? # ? ? ? ?

? ? ? ? # ? ? ?

? # ? ? ? ? ? ?

? ? ? # ? ?

? ? ? # ? ? ?

? : ? ? ? 2015

Mari bershalawat kepada Nabi Thoha dan keluarganya # Serta para sahabatnya yang membagi syafaat

Wahai NU yang ditetapkan sebagai jami’yyah oleh para ulama # Wahai NU yang diprakarsai oleh para Kubaro (orang-orang besar)

Wahai NU yang benderanya selalu berkibar # Di Nusantara dan berbintang sembilan

Yang paling besar adalah perlambang Allohu Akbar # Bentuk dan warnanya hijau (warna Qubbah Nabi)


Didirikan pada tahun seribu sembilan ratus # dua puluh enam

Bersyukur pada Allah Ta’ala atas kenikmatan yang melimpah # sesuai dengan kehendak-Nya.

Dan bersyukur kepada Hadlrotus Syaikh # KH Hasyim Asyari dan semua anak cucunya pewaris yang saleh


Dari ranting hingga cabang bersatu # menggerakkan organisasi, mereka itulah orang hebat

Merekalah para mujahid # dengan harta dan jiwanya, dan saling mengasihi satu sama lain

Mereka itu pembangkit yang tertidur # semoga menjadi generasi penerus yang handal

Wahai Tuhan kami, pandanglah jamaah NU # dengan rahmat-Mu. Tunjukkan kami semua ke jalan yang baik.

Negeri Indonesia, negeri yang makmur, baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur # urusan kebaikan menjadi mudah

Jamiyyah yang penuh rahmat # beserta Para Kiyai dan ulama yang kokoh

(KH Ahmad Baidlowi Sukoharjo 2015)

 

(Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Islam, Syariah, News PMII Cabang Tegal

Sabtu, 22 Juli 2017

Muslimat NU Sulsel dan FKCA Gelar Tabligh Akbar di Bone

Makassar,PMII Cabang Tegal. Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulawesi Selatan (Sulsel) mengadakan Tabligh Akbar di Masjid Agung Al-Markaz Kabupaten Bone. Kegiatan yang dikerjasamakan dengna Forum Kajian Cinta Al-Quran (FKCA) Sulawesi Selatan, FKCA Kabupaten Bulukumba dan Pemerintah Kabupaten Bone tersebut dirangkai dengan Pembukaan Trainer of Trainer (ToT) Pemaknaan Al-Quran, Selasa (2/8).

Muslimat NU Sulsel dan FKCA Gelar Tabligh Akbar di Bone (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Sulsel dan FKCA Gelar Tabligh Akbar di Bone (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Sulsel dan FKCA Gelar Tabligh Akbar di Bone

Ketua PW Muslimat NU Sulsel Majdah MZ Agus Arifin Numang dalam sambutannya menyinggung fenomena-fenomena perilaku negatif melalui media elektronik, online, dan media cetak.

Ketua Dewan Pembina FKCA Sulsel menyebut? hal itu menjadi pukulan berat bagi umat Islam. Sebagai penyebabnya yaitu perilaku beragama kita hanya pada tataran simbolik belaka. Padahal esensi ajaran Islam adalah memberi rahmat buat seluruh alam, mencegah kemungkaran, kedisiplinan, jauh dari korupsi, dan lain sebagainya.

PMII Cabang Tegal

"Di sinilah keberadaan FKCA sebagai organisasi yang concern untuk membumikan Al-Quran. Tentunya kami bersyukur, Bapak Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bone sangat merespon gerakan membumikan Al-Quran," kata Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) pada kegiatan yang dihadiri ribuan Nahdliyin.

PMII Cabang Tegal

Wakil Bupati Kabupaten Bone Ambo Dalle, sangat merespon gerakan membumikan Al-Quran yang diprakarsai FKCA Sulawesi Selatan. Hal ini ditandai dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Bone bahwa di setiap sekolah atau madrasah sebelum memulai pelajaran wajib membaca surah-surah pendek dari Al-Quran.

"Di sisi lain, Pemda Kabupaten Bone sangat memperhatikan kesejahteraan guru-guru mengaji, tentunya hal ini sangat mendukung syiar Islam di Kabupaten Bone." (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Cerita, Syariah, Halaqoh PMII Cabang Tegal

Selasa, 04 Juli 2017

Kualat karena Berbohong kepada Sang Ayah

Kisah nyata ini aku tulis dari pengalaman pribadiku sendiri. Dulu sebelum aku mendapat pelajaran berharga dari kejadian yang aku alami ini, aku sangat membenci ayahku. Yang paling menyedihkan adalah ayahku seorang yang kurang taat dalam beribadah. Super galak. Jahat kepada ibuku. Sering bertengkar dan main tangan mukul, terutama saat-saat kondisi terhimpit ekonomi.

Oleh karena itu hampir seluruh keluarga membenci ayah. Padahal kalau dipikir lebih dalam dialah yang dengan gaya galaknya dan gaya kerasnya telah menghidupi lima orang anak dan satu istri selama ini.

Kualat karena Berbohong kepada Sang Ayah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kualat karena Berbohong kepada Sang Ayah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kualat karena Berbohong kepada Sang Ayah

Hatiku mulai terbuka bahwa ayah juga wajib dihormati adalah ketika aku sudah bisa bekerja. Pada mulanya ayah tidak pernah aku kasih jatah uang. Semua uang gajianku aku serahkan pada ibu karena menurutku selama ini ibu adalah satu-satunya orang yang harus aku bahagiakan, sedangkan ayah tidak. Karena menurutku ayah terlalu jahat dan tidak wajib aku hormati.

Suatu hari di tanggal-tanggal tua, waktu uang tinggal tipis-tipisnya, tersisalah di dompetku 27 ribu rupiah. Seperti biasa, saat akan bekerja aku tidak pernah lupa mencium tangan ibu dan ayah. Walaupun aku benci ke ayah tetapi aku menyembunyikannya dengan tetap juga menyalami dan mencium tangannya—kendatipun kadar hormat dalam hati tak seperti saat aku mencium tangan ibuku.

PMII Cabang Tegal

Selesai aku mncium tangannya, ayahku berbicara, “Nak, njaluk duwike gawe tuku rokok aku gak duwe rokok blas (Nak, minta uangnya buat beli rokok, aku tiak punya uang sama sekali).”

Dalam hati, aku berbicara kalu uang sisa Rp27.000 aku kasihkan ayah maka tujuh ribu kiranya pas buat beli rokok. Artinya, aku berangkat kerja hanya dengan membawa uang Rp20.000—menurutku uang segnini kurang untuk pegangan. Dan ahirnya aku jawab dengan berbohong, "Nggak ada Pak, uangku cuma sisa tujuh ribu” (sambil aku pura-pura bolak-balik dompetku yang padahal isinya ada Rp27.000.

PMII Cabang Tegal

Dan akhirnya ayah berkata lagi, "Oh ya sudah, wis buat kamu aja, Nak. Takut nanti di jalan ada apa-apa, ada ban bocor atau gimana. Nggak apa-apa wis Bapak nggak jadi minta, nanti gampang bapak nyari utangan aja buat beli rokok."

Lalu saya pun berangkat naik sepeda motor. Dah kualatnya, belum sampai 200 meter naik motor aku menabrak bebek tetangga hingga mati. Kebetulan orang yang punya bebek itu ada di situ dan langsung menghampiriku minta ganti rugi sebesar Rp20.000. Subkhanallah, uang Rp27.000 yang tadi aku akui ke ayahku cuma tujuh ribu selang 3 menit sudah benar-benar menjadi Rp7.000.

Perasaanku campur aduk selama perjalanan berangkat kerja. Dan tak terasa air mata tiba-tiba bercucuran sambil aku mengendarai motorku. Teringat wajah ayah yang baru saja aku bohongi, teringat jelas raut wajah-wajah kesedihannya, teringat jelas kata-katanya saat mencoba minta uang padaku. Dan tidak aku beri.

Sejak saat itu aku berjanji akan selalu berbakti kedua orang tuaku yakni ibu dan bapakku. Dan juga berjanji tidak akan pernah lagi membohongi ayahku.

Maafkan saya, Ayah.Selama ini aku keliru menilaimu. Aku kira hanya ibu satu-satunya orang tempat aku wajib berbakti.



Pengirim: Shohibul Imam.





======

PMII Cabang Tegal mengajak kepada pembaca semua untuk berbagi kisah inspiratif penuh hikmah baik tentang diri sendiri atau orang lain. Silakan kirim ke email: redaksi@nu.or.idDari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Syariah, Sejarah PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock