Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Februari 2018

PMII Purworejo Bimbing Calon Aktivis Sosial

Purworejo, PMII Cabang Tegal. Pengurus PMII Purworejo menggelar Training Of Fasilitator (TOF) selama tiga hari, Kamis-Sabtu (29-31/1) di desa Cuweran Lor kecamatan Loano, Purworejo. Sedikitnya 38 kader PMII dari tiga komisariat mengikuti pelatihan yang didampingi instruktur dari Semarang dan Yogyakarta. Mereka dibekali perangkat yang cukup untuk memecahkan persoalan di masayarakat.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi sistem kaderisasi informal yang sudah menjadi program kerja organisasi. Training ini sangat penting dan dibutuhkan oleh kader agar mereka menjadi terampil saat berbicara didepan umum," kata ketua panitia M Fadli, Jumat (30/1).

PMII Purworejo Bimbing Calon Aktivis Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Purworejo Bimbing Calon Aktivis Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Purworejo Bimbing Calon Aktivis Sosial

Kegiatan yang mengambil tema “Metodologi Pelatihan Fungsi dan Peranan Fasilitator Transformatif” ini justru sangat dibutuhkan oleh para peserta ketika telah selesai kuliah dan membaur bersama di tengah masyarakat terutama saat melakukan sebuah advokasi terhadap sebuah persoalan yang terjadi di masyakarat.

PMII Cabang Tegal

"Mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial untuk terus mengawal sebuah perubahan. Tanpa mengusai teknik fasilitasi ini tentu hasilnya tidak akan maksimal," tambahnya.

PMII Cabang Tegal

Sementara itu, Ketua PMII Purworejo Muhamad Arifin mengatakan, kaderisasi baik formal, non formal, maupun informal merupakan upaya pembentukan kader yang mampu menjawab tantangan zaman.

"Padahal pendidikan yang seharusnya dapat dijadikan sebagai ? mediasi transformasi sosial guna menciptakan tatanan masyarakat yang lebih adil justru kini berlaku sebaliknya. Maka forum-forum training seperti ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada kader serta mengembalikan pendidikan kepada ril yang sesungguhnya," tandasnya.

Lebih lanjut Arifin berharap, usai pelatihan ini para alumni mampu memberikan warna baru dalam hal wacana ataupun pengetahuan guna memberikan daya dorong para pengkaderan di lingkup kampus mengingat semakin parahnya nalar mahasiswa yang cenderung malas berorganisasi.

"Kenyataan hari ini kita dihadapkan pada sikap mahasiswa kebanyakan yang tidak lagi memiliki jiwa sosial yang tinggi bahkan cenderung hedonis. Kuliah hanya dijadikan sebagai mode dan tren untuk menunjukkan status sosial kepada masyarakat lain. Ini yang sebenarnya juga menjadi tantangan para kader setelah mereka selesai mengikuti training ini," katanya. (Lukman Hakim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pahlawan, Quote, Lomba PMII Cabang Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Pesantren Sidogiri, Mercusuar Pengembangan Ekonomi Syariah

Berbicara tentang pesantren yang sukses dalam pengembangan ekonomi syariah, kita langsung mengarah pada pesantren Sidogiri di Pasuruan dengan Baitul Mal wa Tamwil (MBT) UGT yang hingga kini terus melebarkan sayapnya ke berbagai wilayah di seluruh penjuru Indonesia. Pesantren ini kini menjadi rujukan tempat belajar ekonomi syariah pesantren lain dan menjadi jujukan para mahasiswa, dosen, dan peneliti yang ingin tahu lebih dalam kiat kesuksesan mereka.  

Karena banyaknya pihak yang ingin belajar ekonomi syariah ini, akhirnya dibentuklah Shariah Business Centre (SBC) Sidogiri, yang merupakan Lembaga Diklat Profesi Koperasi Jasa Keuangan Syariah (LDP KJK) yang  bergerak di bidang pelatihan untuk penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal di bidang koperasi syariah. Selain memberikan layanan pelatihan, SBC Sidogiri juga menyediakan jasa konsultan dan pendampingan UKM dengan pola atau sistem syariah

Pesantren Sidogiri, Mercusuar Pengembangan Ekonomi Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Sidogiri, Mercusuar Pengembangan Ekonomi Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Sidogiri, Mercusuar Pengembangan Ekonomi Syariah

Tentu saja kesuksesan yang kini diraih itu tidak datang dengan tiba-tiba. Banyak aral melintang dan hambatan yang harus dilaluinya. Tetapi berbagai kesulitan itu tidak membuat para para pengagas BMT Syariah di Sidogiri patah semangat, melainkan dijadikan sebagai penghela semangat untuk terus belajar. Kini mereka telah memetik hasil dari proses belajar yang sulit dan secara hati-hati terus mengembangkan usahanya. Koperasi Syariah Sidogiri telah memiliki anggota 8.871 orang, 256 Cabang, di 10 Propinsi, jumlah simpanan 165 Milyar, aset 1,2 Triliun, dengan omset 13.6 Triliun rupiah

Bagaimana awal mulanya pengembangan ekonomi syariah ini berkembang. Seperti pesantran-pesantren lainnya, kajian kitab kuning merupakan “makanan” sehari-hari. Dalam bab muamalah, pembahasan tentang riba secara gamblang dibahas. Pengasuh pesantren Sidogiri KH Nawawi Thoyib merasa tak bisa lepas tangan dengan kondisi masyarakat di sekitarnya yang dicekik oleh renternir, sementara mereka hanya berdiam diri dan mengharamkan saja tanpa mampu berbuat sesuatu. Dengan tekad bulat, pada 1993 ia mulai membantu masyarakat mengganti pinjaman dari renternir dengan pinjaman tanpa bunga. 

PMII Cabang Tegal

Teladan yang diberikan oleh pengasuh pesantren tersebut memberi inspirasi para ustadz muda waktu itu seperti Ust H. Mahmud Ali Zain, yang kini menjadi tokoh penting dalam koperasi syariah Sidogiri. Mereka berusaha belajar dan mencari jejaring yang terkait dengan pengembangan ekonomi syariah. Pada tahun 1990an, Konsep simpan pinjam berbasis syariah masih langka, tetapi hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk mencari ilmu. Upayanya tak sia-sia, salah satunya mereka mendapatkan akses mengirimkan 10 orang untuk mengikuti pelatihan BMT dari sebuah Bank Syariah yang mulai diizinkan beroperasi di Indonesia. 

PMII Cabang Tegal

Dari situlah kemudian dilanjutkan dengan pendirian Koperasi BMT yang diberi nama Baitul Mal wat-Tamwil Maslahah Mursalah lil Ummah dengan anggota para guru MMU (Madrasah Miftahul Ulum) Pondok Pesantren Sidogiri. Koperasi ini secara resmi didirikan pada tanggal 12 Rabi’ul Awal 1418 H (ditepatkan dengan tanggal lahir Rasulullah SAW) atau 17 Juli 1997 di kecamatan Wonorejo Pasuruan. 

Setelah bermusyawarah dan mensosialisasikan cita-cita mulia ini, terdapat 148 orang yang bersedia menjadi anggota dan berhasil dikumpulkan modal sebanyak 13.5 juta rupiah. Koperasi itu mulai usahanya dengan menyewa kantor seluas 16 meter persegi. Dari tempat kecil inilah, para pelopor ekonomi syariah dari Sidogiri mulai berupaya ilmu yang diperoleh dari pesantren dan pelatihan.  

Pelan tapi pasti, dengan mengedepankan sikap profesional, memisahkan antara manajemen pesantren dan manajemen ekonomi, koperasi tersebut berkembang dengan baik. Hal ini membuat komunitas Sidogiri yang lebih luas, khususnya para guru dan alumni menginginkan pendirian koperasi dalam skup yang lebih luas. Maka pada tanggal 05 Rabiul Awal 1421 H (juga bertepatan dengan bulan lahirnya Rasulullah SAW) atau 22 Juni 2000 M diresmikan dan dibuka satu unit Koperasi BMT UGT Sidogiri di Jalan Asem Mulyo 48 C Surabaya. Seperti pendahulunya, BMT ini berjalan dengan baik. Dengan target pasar yang memang luas, BMT UGT Sidogiri mampu melayani konsumen dalam jangkauan yang luas dan kini menjadi perbincangan nasional. 

Kini Sidogiri bukan lagi sekedar pesantren yang mengajarkan kitab kuning, melainkan telah menjadi Lembaga Ekonomi dan Sosial dibawah payung Sidogiri Network Forum (SNF) dengan serangkaian usaha yang meliputi (1) koperasi pesantren, (2) BMT Maslahah, (3), BMT UGT Usaha Gabungan Terpadu (4) BPR Syariah Ummu (jasa Keuangan), (5) koperasi Agro, (6) SBC Sidogiri (Diklat Profesi Jasa Keuangan Syariah), (7) LAZ Sidogiri (Lembaga Amil Zakat), (8) L-KAF Sidogiri (Lembaga Wakaf), (9) IASS Sidogiri (Ikatan Alumni Santri), (10) majalah Buletin Sidogiri, dan (11) Penerbitan Pustaka Sidogiri. 

Seiring dengan semakin bertambahnya kepercayaan masyarakat, luasnya jaringan alumni, bertambahnya akses modal dan pengalaman. Tak diragukan lagi, upaya dakwah ekonomi yang secara langsung menyentuh lapisan akar rumput akan terus berkembang. Dakwah tak sekedar bil lisan, tetapi juga bil hal atau dengan aksi nyata. Model seperti inilah yang akan memberikan hasil yang dahsyat.  

Upaya pengembangan ekonomi berbasis pesantren yang kini gencar dilakukan, baik oleh masyarakat maupun oleh pemerintah melalui Kemenag, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga pemerintah lainnya mendapat partner yang baik yang bisa mendampingi pesantren lain yang ingin belajar ekonomi syariah. Sidogiri paham betul tradisi pesantren dan tahu apa yang harus dilakukan agar kegiatan ekonomi pesantren ini bisa tumbuh. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pendidikan, Sunnah, Quote PMII Cabang Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Sekretaris FPKB Temanggung Terpilih sebagai Ketua Fatayat

Temanggung, PMII Cabang Tegal. Umi Tsuwaibah terpilih secara aklamasi dalam gelaran Konferensi Cabang (Konfercab) ke VII Fatayat NU Temanggung, Jawa Tengah di aula Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung, Ahad (7/5) petang.

Dalam musyawarah tertinggi Pengurus Cabang (PC) Fatayat Temanggung itu, 329 pemilik suara yang terdiri dari PC, Pengurus Anak Cabang (PAC) dan Ranting se-Kabupaten Temanggung menyatakan dukunganya kepada Umi. Dari hasil itu, melalui sidang pleno yang dipimpin Pengurus PW Fatayat Jawa Tengah Umi Nuamah, Sekretaris FPKB DPRD Kabupaten Temanggung itu berhak memimpin Fatayat Temanggung untuk lima tahun mendatang, yakni; periode 2017-2022.

Sekretaris FPKB Temanggung Terpilih sebagai Ketua Fatayat (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekretaris FPKB Temanggung Terpilih sebagai Ketua Fatayat (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekretaris FPKB Temanggung Terpilih sebagai Ketua Fatayat

Dalam pemaparan visi-misinya, Umi bertekad ingin memberdayakan perempuan bisa berdaya melalui kegiatan-kegiatan ? enterpreneur atau wirausaha. Ia berharap kader Fatayat khususnya dan perempuan Temanggung pada umumnya bisa melakukan kegiatan produktif di rumah yang bisa menghasilkan uang. "Jika punya aktifitas produktif di rumah, maka tidak tergantung bekerja di perusahaan atau pabrik yang menyita banyak waktu," ucapnya.

Mantan aktifis PMII Komisariat Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri itu ? menuturkan, jika perempuan kerja di pabrik, waktunya akan habis dan kurang memperhatikan urusan rumah tangga. Dari situ, dikhawatirkan keluarga jadi terbengkalai. Dengan mempunyai usaha produktif di rumah, perempuan bisa berdaya dan bisa menopang ekonomi keluarga. "Saya berharap, anggota fatayat bisa maksimal mengurus rumah tangga, bisa menjadikan rumah tangga yang berkualitas dan harmonis," harapnya.

Dalam upaya mewujudkan program-program tersebut, ia berjanji akan menjalin hubungan kerjasama baik dengan instansi pemerintah maupun swasta untuk memperbanyak pelatihan . "Kader-kader fatayat akan kita beri ketrampilan khusus, supaya terampil dan bisa survive di tengah masyarakat,"

Sementara itu, Ketua IV PW Fatayat Jawa Tengah, Atatin Malihah menuturkan, PW Fatayat Jawa Tengah juga tengah fokus memberikan keterampilan bagi kader-kadernya. "Kita sudah kerjasama dengan Disnakertrans Jawa Tengah dan BP3TKI Semarang," ungkapnya. (Ahsan Fauzi/Zunus)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Quote PMII Cabang Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

ISNU: Kompetisi yang Terlalu Liberal Tak Sesuai dengan Aswaja

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Ketua Umum Ikatan Sarjana NU (ISNU) Ali Masykur Musa cenderung setuju dengan penggunaan metode ahlul halli wal aqdi atau penunjukan oleh sekelompok terpilih karena sistem kepemimpinan Islam harus mengedepankan ahlul hikmah, yaitu penuh hikmah dan kebijaksanaan.

“Kompetisi yang terlalu liberal tidak sesuai dengan kultur kepemimpinan ahlusunnah wal jamaah sehingga dengan demikian, saya mendorong dan setuju melalui ahlul halli,” katanya.

ISNU: Kompetisi yang Terlalu Liberal Tak Sesuai dengan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU: Kompetisi yang Terlalu Liberal Tak Sesuai dengan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU: Kompetisi yang Terlalu Liberal Tak Sesuai dengan Aswaja

Mereka yang menjadi ahlul halli adalah representasi dari para ulama yang memenuhi syarat tertentu. Ia mengusulkan, ahlul halli memilih baik rais aam maupun ketua umum PBNU.

PMII Cabang Tegal

“Tanfidziyah kan menjadi pelaksana syuriyah, ahlul halli nantinya memilih syuriyah dan tanfidziyah,” tandasnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Berita, Doa, Quote PMII Cabang Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Tuan Guru Bengkel: Jika Ikut NU, Maka Kamu Bisa Lewati Laut

Mataram, PMII Cabang Tegal 

Rais Syuriyah PWNU Nusa Tenggara Barat pertama TGH Shaleh Hambali (Tuan Guru Bengkel) pernah mengatakan kepada santri-santrinya, kalau kamu masuk NU, kamu bisa melewati laut. 

Menurut penulis buku Pemikiran Islam Lokal TGH Shaleh Hambali Bengkel Adi Fadli, saksi hidup pernyataan itu adalah salah seorang santrinya, yang saat ini pengasuh pondok pesantren Qommarul Huda dan menjadi salah seorang Mustasyar PBNU Tuan Guru Bagu atau TGH Turmudzi Badarudin.

Tuan Guru Bengkel: Jika Ikut NU, Maka Kamu Bisa Lewati Laut (Sumber Gambar : Nu Online)
Tuan Guru Bengkel: Jika Ikut NU, Maka Kamu Bisa Lewati Laut (Sumber Gambar : Nu Online)

Tuan Guru Bengkel: Jika Ikut NU, Maka Kamu Bisa Lewati Laut

Menurut Adi, penjelasan dari kalimat Tuan Guru bengkel itu adalah jika seseorang mengikuti ormas NU, maka pandangannya, wawasannya nanti lebih luas. 

“Kalau masuk organisasi lokal, ya cuma di sini,” katanya di UNU NTB, Mataram, Kamis (23/11).  

PMII Cabang Tegal

Karena, lanjut Katib Syuriyah PWNU NTB itu, jam’iyyah NU itu besar, tidak lokal. Jadi, anggota atau pengurus NU, akan bermanfaat secara luas, secara nasional, karena terhubung dengan anggota dan pengurus NU di seluruh daerah di Indonesia. Bahkan dunia, sebab hari ini NU memiliki kepengurusan di puluhan negara. 

“Di situlah kontribusi nasionalnya,” kata dosen UNU NTB itu.

Karena aktif di NU, Tuan Guru Bengkel bertemu dengan kiai-kiai Jawa, misalnya KH Wahab Hasbullah, Saifuddin Zuhri, Idham Chalid, bahkan tokoh tentara AH Nasution. 

Tokoh-tokoh NU itu, menurut Adi, bahkan yang datang ke Bengkel. Kiai Wahab Hasbullah pernah menginap selama seminggu. 

PMII Cabang Tegal

"Mereka datang sendiri, dan bukan sehari mereka datang, nginep, mingguan. Itu penuturan dari Tuan Guru Bagu. KH Wahab Hasbullah seminggu di Bengkel.

Bahkan, menurut Ketua PWNU NTB TGH Taqiuddin Mansur, ayahnya Gus Mus (KH Bisri Mustofa) pernah tinggal selama sebulan di Tuan Guru Bengkel. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Quote, Hikmah, Kajian PMII Cabang Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Gus Dur Beri Perspektif Islam dalam Isu Gender

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Pemikiran dan perjuangan Gus Dur didedikasikan untuk kaum lemah, termasuk bagi perempuan yang sebelumnya mengalami diskiriminasi dalam berbagai bidang. Isu kesetaraan gender yang banyak didengungkan oleh para aktifis sebelumnya hanya memiliki perspektif Barat, Gus Dur menambahkannya dalam perspektif Islam.



Gus Dur Beri Perspektif Islam dalam Isu Gender (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Beri Perspektif Islam dalam Isu Gender (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Beri Perspektif Islam dalam Isu Gender

Hal tersebut dikemukakan oleh Nursyahbani Katjasungkana dalam bedah buku Melanjutkan Pemikiran dan Perjuangan Gus Dur karya Muhaimin Iskandar di Jakarta, Ahad.

Nursyahbani menjelaskan, selama ini Gus Dur sudah banyak dikenal dalam perjuangannya pada HAM, demokrasi, dan pluralisme. Soal isu Gender, Gus Dur banyak berdebat dengan para aktifis gender berfikiran radikal dengan sudut pandang Islam memandang hubungan laki-laki perempuan.

PMII Cabang Tegal

“Banyak isu krusial mengenai gender dan islam diantaranya poligami dan kawin siri,” tandasnya.

Pemikiran Gus Dur tentang pemberdayaan perempuan memperoleh kristalisasinya ketika jadi presiden dengan menerbitkan Inpres presiden nomor 9 tahun 2000 mengenai Pengarusutamaan Gender yang terus digunakan sampai sekarang.

PMII Cabang Tegal

“Mahalan pada pemerintahan SBY dijadikan salah satu persyaratan untuk bisa mengembangkan program dan menjadi indikator untuk penambahan anggaran di kementerian,” katanya.

Bahkan Inpres ini diupayakan ditingkatkan menjadi UU Keadilan dan Kesetaraan Gender. Kementerian Tenaga Kerja juga telah menandatangani kesepakatan dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan tentang upaya pengarusutamaan ini, yang baru terjadi pada periode ini.

“Fikiran Bernas Gur Dur menjadi landasan kita bersama untuk menegakkan HAM, Demokrasi dan nilia-nilai Islam yang sejuk, pluralis, bukan yang menakutkan, kita tinggal mengisinya,” ujarnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Quote PMII Cabang Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Anggota TNI Ini Bekali Santri Bela Negara

Jepara, PMII Cabang Tegal. Anggota TNI AD yang terdiri dari Kapten Mashudi (Danramil 09 Mlonggo), Bambang Sugito (Babinsa Sekuro) dan Musa Abdullah (Babinsa Mororejo) memberikan pembekalan bela negara kepada ratusan santri pesantren Az Zahra Jepara, Kamis (27/11) siang kemarin.

Kepada santri unit SMK Az Zahra, Mashudi menyampaikan pentingnya bela negara. Bela negara jelasnya ialah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Anggota TNI Ini Bekali Santri Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota TNI Ini Bekali Santri Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota TNI Ini Bekali Santri Bela Negara

Adapun nilai-nilai dalam bela negara mencakup 5 hal. Cinta kepada tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, yakin pada pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara. “Serta memiliki kemampuan awal bela negara baik psikis maupun fisik,” imbuhnya.

PMII Cabang Tegal

Secara psikis warga negara harus memiliki kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual, senantiasa memelihara jiwa dan raganya. Serta memiliki sifat disiplin, ulet, kerja keras dan tahan uji.

PMII Cabang Tegal

Sedangkan kemampuan fisik perlu ditopang dengan kondisi kesehatan, keterampilan jasmani dengan gemar berolahraga dan menjaga kesehatannya.

Penanggung jawab kegiatan, Bambang Sugito menyampaikan kegiatan untuk memberikan bekal materi bela negara kepada peserta didik. Selain untuk mengingatkan kembali dasar negara dan UUD kegiatan juga untuk mengingat jasa para pejuang ’45. “Harapan kami anak-anak tidak melupakan para pejuangnya,” harap Bambang disela-sela kegiatan.

Senada dengan Bambang, Hasan Khaeroni, Kepala SMK Az Zahra memaparkan ulama termasuk pejuang yang juga berperan untuk merebut kemerdekaan. “KH Hasyim Asyari, KH Wahab Hasbullah, KH Wahid Hasyim merupakan sejumlah kiai yang turut merebut kemerdekaan,” tegasnya.

Sehingga santri saat ini juga harus berperan aktif pada kelompok yang hendak merongrong keutuhan NKRI. Caranya, lanjut lulusan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu dengan penguatan nilai-nilai bela negara yang tertanam sejak dini. (Syaiful Mustaqim/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pondok Pesantren, Anti Hoax, Quote PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock