Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

IPNU-IPPNU Rembang "Road Show" Sosialisasi Bermedsos yang Bijak

Rembang, PMII Cabang Tegal

Gelaran hari pertama rangkaian acara Road Show Blogger oleh Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, berhasil mengunjungi dua sekolah, yakni MA Al-Azar Sale dan MA YSPIS Sedan. Para peserta antusias dalam mengikuti acara tersebut.

IPNU-IPPNU Rembang Road Show Sosialisasi Bermedsos yang Bijak (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Rembang Road Show Sosialisasi Bermedsos yang Bijak (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Rembang "Road Show" Sosialisasi Bermedsos yang Bijak

Ketua PC IPPNU Rembang Afaf Muniroh Atid mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengajarkan para pelajar NU untuk menggunakan media sosial (medsos) dengan bijak. Gencarnya situs radikalisme, lanjut Afaf, dalam bersosialisasi di dunia sosial harus diimbangi dengan sikap bijak dan teliti dalam menggunakan media internet.

"Tentunya dengan kematangan cara berpikir dan pola penggunaan internet yang bijak, maka para pelajar NU tidak akan mudah terprovokasi dengan adanya situs-situs radikal yang gencar dan banyak bertebaran di dunia maya," terang Afaf, Kamis (12/5) sore, di Aula MA YSPIS Sedan.

PMII Cabang Tegal

Para peserta yang mengikuti kegiatan road show blogger yang bertema, "Berakhlakul Karimah di Dunia Maya" tersebut. Gelaran road show ini direncanakan akan digelar selama 7 hari ke depan dan akan mengunjungi 8 sekolah dibawah naungan LP Maarif NU Kabupaten Rembang.

PMII Cabang Tegal

Selaku Narasumber acara M Zaim Cholil Mumtaz mengatakan, ada banyak sekali penyalahgunaan media sosial saat ini. Di antaranya adalah sebagai media sosialisasi bagi para teroris. United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) pada tahun 2011 telah mengidentifikasi tujuh bentuk penggunaan dunia maya untuk kepentingan terorisme.

"Di antaranya propaganda, perekrutan, pendanaan, pelatihan, perencanaan, penyebaran teror, dan cyberattack (penyerangan melalui internet)," terang adik kandung H Yaqut Cholil Qoumas selaku Ketua PP GP Ansor tersebut.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir sebagai narasumber dari Gerbang atau Komunitas Blogger Rembang yang menyampaikan materi tentang penggunaan media sosial yang bijak. Mereka menyampaikan cara memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaran dan berwirausaha.

Pimpinan Komisariat IPPNU MA YSPIS Sedan Asiyati Ana Safitri mengatakan, dengan adanya sosialisasi ini para siswa mendapatkan pengalaman dan ilmu tentang bagaimana penggunaan media dengan baik. "Jadi bukan hanya update status saja, kita juga harus bijak dan produktif dalam penggunaan media sosial," terang Asiyati yang juga salah satu peserta road show. (Aan Ainun Najib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pahlawan, AlaSantri PMII Cabang Tegal

Minggu, 25 Februari 2018

Doa ketika Mempertemukan Mempelai Pria dan Wanita

Dalam tradisi Nusantara sebagaimana diajarkan oleh para ulama kita, pada saat akad nikah, ada tradisi mempertemukan mempelai pria dengan mempelai wanita. Biasanya prosesi ini dilakukan setelah akad nikah selesai. Tradisi mempertemukan ini merupakan pertanda bahwa sejak saat itu, mempelai wanita telah halal bagi mempelai pria, begitu pun sebaliknya.

Bukan hanya dipertemukan, namun kedua pasangan tersebut juga didoakan agar menjadi pasangan yang baik dan penuh berkah.

Doa ketika Mempertemukan Mempelai Pria dan Wanita (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa ketika Mempertemukan Mempelai Pria dan Wanita (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa ketika Mempertemukan Mempelai Pria dan Wanita

Dikutip dari karya Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syaraf al-Nawawi al-Dimasyqi, Al-Adzkâr al-Muntakhabah min Kalâmi Sayyid al-Abrâr (Surabaya: Kharisma, 1998), hal. 284, berikut ini adalah doa yang sepatutnya diucapkan bagi pasangan pengantin yang baru saja dipertemukan. Doa tersebut ialah:

PMII Cabang Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bârakallâhu likulli wâhidin minnâ fî shâhibihi. Allahumma innî as`aluka khairahâ wa khaira mâ jabaltahâ ‘alaihi wa a’ûdzu bika min syarrihâ wa min syarri ma jabaltahâ ‘alaihi

“(Semoga) Allah memberkahi masing-masing dari kita dengan pasangannya. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebaikannya dan kebaikan pasangannya, dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan pasangannya.”

PMII Cabang Tegal

Demikian, semoga bermanfaat. Amin. Wallahu a’lam bi shawab.

(Muhammad Ibnu Sahroji)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pertandingan, AlaSantri PMII Cabang Tegal

Hati-hati Terjerumus Tiga "F"!

Grobogan, PMII Cabang Tegal. Di zaman sekarang umat Islam harus lebih berhati-hati dan menjaga keluarga dari pengaruh negatif yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Anak-anak kita perlu pendapat pemantauan supaya tak terjerumus ke dalam efek negatif 3 F, yakni food (makanan), film dan fashion (mode pakaian).

Demikian disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur’any, KH. Abdul Karim asal Solo saat memeberikan tausiyah kepada para pengunjung saat memperingati hari lahir (Harlah) NU yang ke-88 di terminal Angkudes, Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (6/2) malam.

Hati-hati Terjerumus Tiga F! (Sumber Gambar : Nu Online)
Hati-hati Terjerumus Tiga F! (Sumber Gambar : Nu Online)

Hati-hati Terjerumus Tiga "F"!

Pertama, food (makanan). Di era globalisasi zaman akhir, manusia tak lagi memperhatikan terhadap apa yang ia makan, acuh mengenai halal-haram suatu makanan. Padahal, makanan sangat berpengaruh sekali bagi kesehatan dhahir, terlebih kesehatan batin.

PMII Cabang Tegal

Kedua, film. Berbagai kemudahan mengakses jaringan informasi dapat memberikan dampak yang buruk terhadap perkembangan otak anak. Seseorang harus mampu memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Ketika orang tua lalai dalam mengontrol dan memantau keseharian anak, maka bisa mengakibatkan runtuhnya akhlak si anak tersebut.

PMII Cabang Tegal

“Jikalau di HP anak-anak kalian ada video dan gambar habib syekh dan para ulama, berarti slamet dari propaganda non-Islam. Sebaliknya, jikalau di dalam HP anak-anak panjenengan terdapat video dan gambar artis, ini perlu segera diobati dan dikawal ketat supaya selamat dunia dan akhirat,” tuturnya.

Sedangkan yang ketiga adalah fashion (mode pakaian). Banyak wanita yang mengumbar aurat di sana-sini dan memerkan hal yang sangat sentisitif bagi umumnya orang.

“Dengan wasilah shalawat malam hari ini, semoga kita mendapatkan berkah dan dilindungi dari hal negatif yang tidak diridhoi oleh Allah,” pungkasnya. (Asnawi Lathif/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Budaya, RMI NU, AlaSantri PMII Cabang Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

KH Masdar: Selama Ini Bahtsul Masail NU Belum Banyak Evaluasi APBN dan APBD

Rembang, PMII Cabang Tegal - Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Masudi mendorong aktivis bahtsul masail di lingkungan Nahdlatul Ulama mengalihkan perhatian pada UU, Perda, APBN, dan APBD. Menurutnya, semua itu merupakan program yang hasilnya nyata, konkret, dan bersifat stretegis.

Norma-norma berupa UU dan Perda adalah regulasi yang mengatur kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan negara oleh pemerintah. Baik burukya rakyat dan pemerintah, tergantung peraturan perundang-undangan tersebut. Jadi ini sangat strategis.

KH Masdar: Selama Ini Bahtsul Masail NU Belum Banyak Evaluasi APBN dan APBD (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Masdar: Selama Ini Bahtsul Masail NU Belum Banyak Evaluasi APBN dan APBD (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Masdar: Selama Ini Bahtsul Masail NU Belum Banyak Evaluasi APBN dan APBD

Ia menjelaskan, satu-satunya pintu masuk mewarnai dan menentukan bagaimana penyelanggaraan negara adalah lewat UU dan Perda. Jadi wajib hukumnya untuk diperhatikan oleh NU.

PMII Cabang Tegal

"Jika NU selama ini mengampanyekan Islam rahmatan lil alamin harus dibuktikan dengan mempengaruhi isi UU dan Perda. Jadi tidak hanya motto atau slogan," kata Kiai Masdar ketika membuka forum Bahtsul Masail dalam Rangka Harlah Ke-94 NU yang diadakan oleh PWNU Jawa Tengah di Pesantren Roudlotut Tholibin Leteh, Rembang, Senin (1/5).

Lebih tegas ia menyebutkan, NU harus memastikan setiap pemerintah daerah dan pemerintah RI benar-benar menjalankan amanah menjamin kesejahteraan rakyat. “Itu berarti harus memelototi APBD dan APBN, apakah benar-benar prorakyat atau tidak. Membawa maslahat atau tidak.”

PMII Cabang Tegal

Apabila kepala daerah atau pemerintah berkata, “prorakyat,” tapi anggaran untuk rakyat sedikit atau tidak adil, maka itu jelas kebohongan. Dan NU harus mencegah dusta konstitusional itu.

"Ayo awasi APBN, kuliti APBD. Bahtsul masail harus masuk ke sana," ia mengajak dan memotivasi.

Konsekuensi dari program itu, Masdar menambahkan, NU perlu memproduksi para sarjana bidang bidang nonagama, mendidik para ahli hokum, atau pembuat regulasi. Hasilnya nanti, DPR dan DPRD harus meminta restu NU sebelum menetapkan setiap UU atau Perda.

UU atau Perda yang sudah disetujui NU, akan sangat kuat legitimasinya karena telah didukung para ulama. Produk hukumnya menjadi tidak sekadar buatan umara dan wakil rakyat, tetapi juga dari unsur ulama.

"Di sinilah semestinya fungsi organisasi kita menjaga negara yang merupakan kontrak atau kesepakatan antarkomponen bangsa ini," ujarnya bersemangat disambut tepuk tangan meriah hadirin.

Kiai Masdar mengulang-ulang statemennya tersebut. Ia lebih dari tiga kali mengulang kalimat tersebut agar PCNU dan PWNU segera memprogramkan bahsul masail Qonuniyah yang membahas regulasi.

"Bapak-bapak kiai dan ibu-ibu nyai yang saya hormati. Apabila kita sudah membuat bahtsul masail Qonuniyyah seperti yang saya jelaskan tadi, pasti panjenengan semua akan sangat sibuk. Mungkin bahtsul masail tidak diadakan setiap tiga atau enam bulan seperti selama ini, tapi bisa jadi setiap minggu. Bahkan satu bahtsul masail bisa sampai berhari-hari. Sebab UU itu jumlahnya ratusan, Perda juga puluhan atau ratusan di setiap Pemda," kata Kiai Masdar yang kini tercatat sebagai pengurus DMI. (Ichwan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaSantri, Sejarah, Amalan PMII Cabang Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Semarak Maulid Nabi di Masjid Agung Solo

Solo, PMII Cabang Tegal. Menyambut datangnya bulan Maulud Nabi di tahun 1435 H ini, Pengurus Takmir Masjid Agung Surakarta memeriahkannya dengan menggelar berbagai kegiatan. Menurut Pengurus Masjid Agung Solo, Saiful Hadi, kegiatan sudah dimulai sejak awal pekan lalu (6/1) dan puncaknya akan digelar saat diadakan Grebeg Maulud, Senin (13/1) mendatang.

“Pada malam hari ini, diadakan Pengajian Jamuro (Jamaah Muji Rosul) Surakarta, mengawali kegiatan yang akan berlangsung selama 1 minggu ke depan,” terang Saiful saat memberikan sambutan acara pada pengajian Jamuro, beberapa waktu lalu (6/1).

Semarak Maulid Nabi di Masjid Agung Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Maulid Nabi di Masjid Agung Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Maulid Nabi di Masjid Agung Solo

Setelah itu, menurutnya akan diadakan berbagai rangkaian kegiatan, yang dalam hal ini juga melibatkan Keraton Surakarta.

PMII Cabang Tegal

“Juga ada acara Festival hadrah, lomba dakwah, muazin, tilawah, hafalan, dan kaligrafi yang diikuti oleh anak-anak usia 10-20 tahun.

PMII Cabang Tegal

Tak hanya itu, di Masjid kebanggaan warga Kota Solo ini, selama bulan Maulud ini, juga diadakan pengajian dan pembacaan kitab maulid Al-Barzanji, yang dilaksakan setiap bakda Isya.(ajie najmuddin/mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaSantri, RMI NU PMII Cabang Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Bupati Brebes Minta Haji Jadi Teladan Masyarakat

Brebes, PMII Cabang Tegal. Meski mengalami keterlambatan akibat delay pesawat di Bandara King Abdul Azis Mekah, jamaah haji dari Kabupaten Brebes pulang ke kampung halamannya dengan selamat. Mereka tiba di Islamic Center Brebes terlambat lima jam dari waktu yang dijadwalkan semula.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE menyambut kedatangan haji kelompok terbang (Kloter) pertama di Islamic Center Sabtu dinihari (11/10). Idza mengaku sangat gembira karena tidak ada permasalahan yang menimpa jamaah haji Brebes. Sehingga semuanya dalam keadaan sehat walafiat. Dia berharap, para jamaah haji menjadi haji yang mabrur dan mabrurah.

Bupati Brebes Minta Haji Jadi Teladan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Brebes Minta Haji Jadi Teladan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Brebes Minta Haji Jadi Teladan Masyarakat

Selain itu, ia meminta mereka agar mampu menjadi contoh tauladan di masyarakat. “Gelar haji menjadi barometer akhlak dan tabiat di masyarakat,” katanya. Dengan tauladan yang telah dicontohkan para jamaah haji Brebes, mudah-mudahan Brebes semakin maju dan sejahtera dibawah naungan dan ridlo dari Allah SWT.

PMII Cabang Tegal

Bupati juga menyambut kedatangan kloter 2 dan 3 di dampingi Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (Kasi Garahaju) Kementerian Agama (Kemenag) Kab Brebes Drs H Syauqi Wijaya. Kloter 1 sejumlah 363 jamaah tiba di Islamic Center Brebes Sabtu (11/10) pukul 00.30 dini hari dengan menggunakan 9 bus dan 1 bus cadangan.

PMII Cabang Tegal

Sementara kloter kedua yang berjumlah 366 calon haji tiba di Islamic Sabtu (11/10) pukul 08.00 dengan menggunakan 9 bus dan 1 bus cadangan. Sedangkan kloter ketiga yang berjumlah 167 tiba di Islamic Sabtu (11/10) pukul 12.30 mengendarai 4 bus.

Terpisah, Kepala Kantor Kemenag Brebes Drs H Imam Hidayat yang melakukan penjemputan di Asrama Haji Donohudan Solo melaporkan jamaah yang berangkat sejak 30-31 Agustus lalu sudah menunaikan ritual haji dan kembali tiba di Donohudan dengan selamat. Mereka pulang ke Brebes dengan mengendarai 22 bus dan 2 bus cadangan.

Menurut Imam, secara umum kondisi jamaah haji Indonesia asal Brebes dalam keadaan baik, sehat walafiat. Namun demikian ada 2 orang suami istri dari Salem yang tertinggal tidak mengikuti jamaah asal Brebes, tetapi mengikuti kloter 16.

Sehingga, kata dia, yang sudah pulang saat ini baru 896 jamaah. Pada saat pemberangkatan, istrinya mengalami sakit maka suaminya turut mendampingi dan diberangkatkan mengikuti kloter 16, maka kepulangannya pun ikut juga kloter 16. “Yang bersangkutan memilih pulang tunda untuk menyempurnakan ibadahnya,” tandas Imam.

Salah seorang jamaah haji dari Kloter 1 H Moh Aqso MAg menjelaskan, jumlah jamaah haji dunia saat ini mengalami peningkatan yang luar biasa bila dibandingkan tahun lalu. Namun demikian jamaah haji Brebes yang berangkat lebih awal terasa diuntungkan karena telah melakukan ibadah masih dalam kondisi lengang.

“Meski padat, tapi pemberangkatan awal bagi jamaah Brebes sangat diuntungkan,” kata Aqso ketika di tanya Bupati sesampainya di Brebes. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaSantri, Ulama, Doa PMII Cabang Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Peneliti UI Jelaskan Cara Salafi Wahabi Kuasai Masjid Milik Pemerintah

Jakarta, PMII Cabang Tegal



Peneliti dari Universitas Indonesia (UI) Solahuddin menjelaskan bagaimana ceritanya aktivis-aktivis Islam transnasionalis seperti Salafi Wahabi bisa menguasai DKM-DKM di masjid pemerintahan.

Menurutnya, karena para aktivis Islam transnasionalis sudah dikader sejak di kampus, sehingga ketika bekerja di birokarasi atau pemerintahan, mereka pun aktif di lembaga-lembaga dan masjid-masjid di tempat kerjanya.

Peneliti UI Jelaskan Cara Salafi Wahabi Kuasai Masjid Milik Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Peneliti UI Jelaskan Cara Salafi Wahabi Kuasai Masjid Milik Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Peneliti UI Jelaskan Cara Salafi Wahabi Kuasai Masjid Milik Pemerintah

“Merekalah yang kemudian mewarnai,” kata Solahuddin saat ditemui PMII Cabang Tegal di lantai 8, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (10/10).

Prihatin atas keadaan tersebut, Solahuddin berharap agar para aktivis NU seperti di Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) bisa lebih dikembangkan agar bisa masuk dan mengisi masjid-masjid yang ada di pemerintahan.

Karenanya, NU perlu mengorganisir Nahdliyin yang menjadi pegawai di pemerintahan untuk ke masjid, meramaikan masjid, mengaktifkan masjid sehingga bisa mewarnai suasana keagamaan dengan suasana NU.

PMII Cabang Tegal

“Itulah misalnya saya mengajak teman-teman NU untuk kembali ke masjid. Yuk, kita kembali suburkan masjid kuasai DKM-DKM itu agar tidak dikuasai orang lain,” ajaknya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal AlaSantri PMII Cabang Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Syekh Hisyam Kabbani Hadiri Istighotsah Kubra di Ciganjur

Jakarta, PMII Cabang Tegal

Pemimpin Tarekat Naqsabandi Haqqani Amerika Serikat Syekh Muhammad Hisyam Kabbani dijadwalkan akan mengikuti istighotsah kubra yang digelar di Masjid Jami’ al-Munawwarah Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (21/5).

Rencananya, acara dimulai selepas sembahyang isya’ atau sekitar pukul 19.30 WIB. Akan hadir pula dalam kesempatan itu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, mantan ibu negara Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, guru sufi Tarekat Syadziliyah KH Luqman Hakim.

”Sebetulnya, Syekh Hisyam ingin bertemu dengan Ibu Shinta Nuriyah. Karena bertepatan dengan momen istighotsah di Masjid al-Munawwarah, kita undang beliau sekalian,” kata salah seorang panitia, Darul Qutni.

Syekh Hisyam Kabbani Hadiri Istighotsah Kubra di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)
Syekh Hisyam Kabbani Hadiri Istighotsah Kubra di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)

Syekh Hisyam Kabbani Hadiri Istighotsah Kubra di Ciganjur

Selain istighotsah, pihak penyelenggara juga memberikan waktu khusus kepada Syekh Hisyam Kabbani untuk memberikan tausyiyah. ”Mudah-mudahan beliau dapat hadir bersama kita semua,” harap Darul.

Ketua Harian DKM Masjid Jami’ al-Munawwarah H Syaifullah Amin mengatakan, Syekh Hisyam Kabbani diketahui sudah berada di Indonesia, 18 Mei lalu. Diperkirakan, ulama sufi kelahiran Lebanon 28 Januari 1945 ini akan berada di Tanah Air selama 10 hari.

PMII Cabang Tegal

Pihak panitia mengundang masyarakat secara umum untuk bergabung dalam majelis istighotsah kubra yang digelar di kompleks Yayasan Abdul Wahid Hasyim ini.

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal AlaSantri, News, Nusantara PMII Cabang Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

NU Struktural untuk Lengkapi NU Kultural

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Dikotomi antara NU struktural dan NU kultural seharusnya tak boleh terjadi lagi jika keduanya bisa memainkan perannya masing-masing dan bersinergi. Ketua PBNU Masdar F. Mas’udi berpendapat bahwa NU struktural yang didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari adalah untuk melengkapi NU Kultural.

“NU kultural sudah ada beberapa ratus tahun lalu berkat kerja kekiaian para ulama kita. Jadi NU organisasi yang dibawa oleh Mbah Hasyim untuk melengkapi NU kultural yang sudah berjalan dan akan terus berjalan,” tuturnya kepada PMII Cabang Tegal beberapa waktu lalu.

NU Struktural untuk Lengkapi NU Kultural (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Struktural untuk Lengkapi NU Kultural (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Struktural untuk Lengkapi NU Kultural

Namun demikian, sampai sekarang ini belum ada pembagian peran yang jelas dan sering terjadi redundance dan mengambil oper peran para kyai yang melakukan kerja-kerja kultural sementara kerja-kerja organisasional belum tertangani dengan baik.

“Kalau pengurus organisasi mengerjakan ngaji, tahlilan, dibaan, ini sebenarnya mengambil alih fungsi yang dijalankan oleh para kiai secara pribadi-pribadi. Pengurus NU itu kerjanya jangan pengajian umum. Tugasnya menghadiri rapat mengambil keputusan untuk mencapai tujuan tertentu yang dikerjakan dalam waktu tertentu,” imbuhnya.

Kerja NU menurut Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) adalah kerja sosial yang tidak bisa dilakuan oleh para individual seperti membimbing umat dalam berbangsa, bernegara, membangun ekonomi umat, kesehatan, dan lainnya.

“Ini penting karena kebesaran umat ya disitu, dalam realitas kehidupan umatnya. Kalau akidahnya, urusan para ulamanya sebagai pribadi-pribadi, ada atau tidak ada organisasi. Jadi kerja NU itu lain,” tandasnya.

PMII Cabang Tegal

Dikatakannya NU organisasi itu rukunnya kan ada 4, yaitu ada jamaah, ada tujuan bersama, ada kepemimpinan atau pengurus dan ada aturan main yang disepakati bersama. “Yang paling penting adanya jamaah atau warga dan kepemimpinan, tapi yang sekarang ada baru pengurus, lha jamaahnya mana, ya kultural. Ini yang tidak memenuhi standard organisasi. Warga NU organisasi tidak sekedar warga NU kultural, ini tidak memenuhi tujuan Mbah Hasyim,” imbuhnya.

Untuk membuktikan bahwa seseorang menjadi anggota organisasi, harus punya bukti formal seperti Kartanu (Kartu tanda anggota NU), bukan kunut atau tahlilan. “Ini penting sekali. Kalau kunut ya NU kultural bukan organisasi,” katanya.

PMII Cabang Tegal

Menurut Masdar, terdapat tiga tahapan keanggotaan. Pertama, keanggotaan kultural dengan menjalankan tradisi-tradisi ke-NU-an, kedua keanggotaan formal dengan dibuktikannya memiliki kartu anggota NU dan ketiga keanggotaan efektif yang secara fungsional mendukung kerja-kerja NU.

“Kalau anggota biasa memberi kontribusi iuran, kalau pengurus ya memberi kontribusi keuangan dan tenaga. Ini yang harus dibangun ke depan,” tandasnya. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sholawat, AlaSantri, Pemurnian Aqidah PMII Cabang Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Jadi Posko Mudik, Masjid NU Diharapkan Berfungsi Sosial

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Seperti tahun lalu, PBNU melalui Pengurus Pusat Lembaga Ta’mir Masjid Nadlatul Ulama (LTMNU) Ramadhan ini menggelar agenda “Mudik Bareng NU 1433 H”. Sedikitnya 99 masjid di sepajang Pulau Jawa disiapkan menjadi posko mudik. Kebijakan ini merangkap harapan, masjid sepatutnya turut membantu kehidupan masyarakat.

Jadi Posko Mudik, Masjid NU Diharapkan Berfungsi Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadi Posko Mudik, Masjid NU Diharapkan Berfungsi Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadi Posko Mudik, Masjid NU Diharapkan Berfungsi Sosial

Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A Ghani, Rabu (31/7), mengatakan, langkah ini adalah  wujud pemberdayaan aset Nahdlatul Ulama agar memberi manfaat kepada umat. Seluruh Pengurus Cabang  dalam Rapimnas LTMNU telah sepakat akan membuka posko di lingkungan masjid untuk menyambut ribuan calon pemudik.

“Kita juga berharap, program ini dapat membangkitkan kesadaran masyarakat untuk lebih dekat dengan masjid,” ujarnya.

PMII Cabang Tegal

Sekretaris PP LTMNU Ibnu Hazen menyebutkan beberapa keunggulan posko mudik NU ini. Di masjid, selain melepas lelah dan mampir ke kamar mandi, para pemudik dapat menunaikan shalat dalam suasana yang lebih teduh dan nyaman. Fasilitas ini berbeda dengan posko-posko lain yang umumnya terbatas pada penyediaan kamar kecil dan tenda berukuran sempit.

Selain itu, lanjutnya, keterlibatan 99 pengurus cabang secara tak langsung telah memperkuat LTMNU secara struktural. “Dengan kegiatan ini kita akhirnya telah melakukan konsolidasi dengan PC-PC (pengurus cabang), dari Merak sampai Banyuwangi,” tandasnya.

PMII Cabang Tegal

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaSantri, Halaqoh PMII Cabang Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Alumni An-Nuqayah Telusuri Nalar Kekerasan dan Terorisme

Yogyakarta, PMII Cabang Tegal. Ikatan Alumni An-Nuqayah (IAA) Yogyakarta mengadakan bedah buku dan musyawarah besar ke-8 di Gedung Multi Purpose UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Sabtu (15/11). Mereka mencoba merespon maraknya tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama belakangan ini di Indonesia.

Mantan Ketua IAA Naufil Istikhari menganggap penting bedah buku ‘Jahiliyah Kontemporer dan Hegemoni Nalar Kekerasan’. Menurutnya, buku ini sangat relevan dengan kondisi yang ada di Indonesia tentang kekerasan yang mengatasnamakan agama, sehingga buku ini cocok untuk dibedah.

Alumni An-Nuqayah Telusuri Nalar Kekerasan dan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni An-Nuqayah Telusuri Nalar Kekerasan dan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni An-Nuqayah Telusuri Nalar Kekerasan dan Terorisme

“Harapan saya, bagaimana nantinya ada pertukaran gagasan antara peserta dan pemateri, sehingga tidak menutup kemungkinan orang lain bisa menerapkan hasil gagasan tersebut dengan pola-pola damai,” ungkap Naufil.

PMII Cabang Tegal

Sementara penulis buku tersebut Prof Dr Abd A’la mengatakan, “Hadirnya buku itu menjadi pemicu bagaimana agar masyarakat Indonesia bisa melihat dan merespon terhadap kekerasan dan terorisme yang telah menguat saat ini.”

PMII Cabang Tegal

Kita, kata penulis yang kini diamanahkan sebagau Rektor UIN Sunan Ampel, harus menyikapi kejadian tindakan kekerasan dan terorisme.

“Salah satu yang disebut fundamentalisme bukan hanya fundamentalisme keagamaan. Fundamentalisme negara sekuler juga ikut andil dalam menciptakan kekerasan,” jelas Abd A’la. (AFF/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nusantara, AlaSantri PMII Cabang Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Pernyataan Sikap Tokoh Lintas Iman di Magelang atas Krisis Rohingya

Magelang, PMII Cabang Tegal. Krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar menyulut sejumlah aksi simpati di tanah air.

 

Pernyataan Sikap Tokoh Lintas Iman di Magelang atas Krisis Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernyataan Sikap Tokoh Lintas Iman di Magelang atas Krisis Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernyataan Sikap Tokoh Lintas Iman di Magelang atas Krisis Rohingya

Nilai kemnausiaan yang bersifat universal juga memotivasi tokoh lintas Iman di Magelang Raya, Jawa Tengah pekan lalu untuk menyikapi tragedi Rohingya.

Berikut butir-butir pernyataan sikap bersama tokoh-tokoh lintas iman di Magelang:

1. Kami atas nama warga beriman se-Magelang Raya mengecam segala tindakan kekerasan yang menciderai nilai-nilai kemanusiaan. Segala bentuk tindakan kekerasan adalah tindakan yang sama sekali tidak dapat dibenarkan.

PMII Cabang Tegal

2. Bahwa tidak ada satu pun agama dan ideologi di dunia ini yang membenarkan tindakan dan cara-cara kekerasan dalam kehidupan umat manusia. Kami semua ikut merasakan kepedihan yang sangat luar biasa atas peristiwa yang menimpa masyarakat muslim yang berada di Rohingya, Myanmar. 

PMII Cabang Tegal

3. Mengajak seluruh umat manusia, terutama warga negara Indonesia untuk bersama-sama menggelorakan kehidupan yang damai, saling menjaga, saling melindungi dan menghargai sesama manusia, meskipun berbeda agama dan keyakinan. Semua pihak dihimbau untuk berperan dalam upaya menciptakan perdamaian dan harmoni.

4. Mengajak kepada siapa pun untuk terus menggalang solidaritas dan bantuan kemanusiaan guna meringankan beban penderitaan masyarakat Rohingya, Myanmar.

5. Kami memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada semua pihak, terutama kepada Pemerintah Republik Indonesia dan lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan yang telah mengambil langkah konkret dalam meminimalisir dan mengupayakan penghentian tindakan kekerasan terhadap Muslim Rohingya yang terjadi di Myanmar serta menciptakan perdamaian bagi segala bangsa.

6. Kami meminta pemerintah Indonesia melaksanakan amamat UUD 1945 untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, melalui proses diplomasi dan upaya-upaya yang bermartabat untuk mendesak pemerintah Myanmar mengakui status kewarganegaraan Muslim Rohingya dan terwujudnya penghormatan atas hak asasi manusia di Myanmar.

7. Menghimbau kepada semua pihak untuk menciptakan situasi dan kondisi yang aman, tertib dan nyaman di masyarakat, tidak menyebarkan hoax yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan berpotensu menimbulkan konflik SARA, bersikap dan bertindak secara proporsional dalam menyikapi tragedi kemanusiaan di Rohingya Myanmar. Mari tebarkan kebaikan, taburkan cinta kasih dan berbagi karunia kepada sedama manusia.

8. Memohon dengan sepenuh ketundukan kepada Allah untuk memberikan pertolongan dengan sifat Pengasih dan Penyayang-Nya serta kekuasaan mutlak-Nya kepada masyarakat Rohingya agar terlepas dari penderitaan karena penindasan dan kejahatan kemanusiaan.

Pernyataan sikap ini diinisiasi oleh Jamaah Kopdariyah Netizen Magelang Raya. Ikut mendukung Jamaah Kopdariyah:

1. GP Ansor NU

2. Pk3 VIKEP KEDU

3. LTN NU Kab. Magelang

4. Turn Back Hoax Magelang Raya

5. Komunitas Save Pahingan

6. LESBUMI Magelang

7. Vihara Mendut

8. PT. Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko

9. PS PAGAR NUSA

10. PESONA Magelang

11. IKASUKA Magelang

12. OBOR Borobudur

13. Paguyuban Pedagang Borobudur

14. Pemuda Gereja Kristen

15. BKTPA Kabupaten Magelang

16. Pemuda Katholik

17. GUSDURian

18. Sangha Threravada

19. Nglaras Ati

20. BEM STAIA Syubbanul Wathon Magelang

21. BANSER Kabupaten Magelang

22. PMII Cabang Kabupaten Magelang

23. IPNU Cabang Kabupaten Magelang

(Vinanda Febriani/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaSantri, Lomba, Ulama PMII Cabang Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Dandim 0411 Gelar Doa Kemerdekaan di Pesantren Walisongo

Lampung Tengah, PMII Cabang Tegal - Ratusan santri dan ratusan Tentara Nasional Indonesia di bawah Komando Dandim 0411 Kabupaten Lampung Tengah mengikuti upacara penurunan bendera di Pesantren Walisongo, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah. Mereka juga menggelar doa kebangsaan di pesantren tersebut, Kamis (17/8) sore.

Ada yang berbeda  pada upacara penurunan bendera dalam Hari Ulang Tahun Ke-72 Republik Indonesia tahun ini di halaman Pesantren Walisongo. Peserta upacara tidak hanya para santri pesantren setempat tetapi tampak hadir pula seratusan lebih pasukan TNI anggota Dandim 0411 Kabupaten Lampung Tengah.

Dandim 0411 Gelar Doa Kemerdekaan di Pesantren Walisongo (Sumber Gambar : Nu Online)
Dandim 0411 Gelar Doa Kemerdekaan di Pesantren Walisongo (Sumber Gambar : Nu Online)

Dandim 0411 Gelar Doa Kemerdekaan di Pesantren Walisongo

Pengasuh Pesantren Walisongo Kiai Syaikhul Ulum Syuhada di sela-sela sebelum upacara penurunan bendera menyampaikan, agenda ini dilaksanakan sebagai bentuk kerja sama pesantren dan militer, Polres Lampung Tengah, MWCNU Bumi Ratu Nuban untuk terus memupuk rasa nasionalisme di kalangan santri dan aparatur negara dalam hal ini TNI dan Polri.

“Mari kita kirimkan hadiah surat Al-Fatihah untuk Komanadan Dandim Lampung Tengah dan Kapolres Lampung Tengah semoga para prajurit, anggotanya senantiasa diberi kekuatan, kesehatan dalam mengemban tugas negara menjaga ketertiban, keamanan masyarakat Indonesia,” kata alumnus Fakultas Tarbiyah IAIM NU Kota Metro Lampung ini.

PMII Cabang Tegal

Inspektur upacara penurunan bendera adalah Dandim 0411 Lampung Tengah Letkol Janjang Kurniawan. Selepas shalat magrib berjamaah mereka makam tumpeng bersama.

Upacara penurunan bendera di Pesantren Walisongo Kecamatan Bumi Ratu Nuban Kabupaten Lampung Tengah dihadiri Pengasuh Pesantren Walisongo Kiai Syaikhul Ulum Suhada, Ketua MUI Lampung Tengah H Mutawalli, Ketua GP Ansor Lampung Tengah Saryono, jajaran pengurus MWCNU Bumi Ratu Nuban, para santri Walisongo, pengurus harian Satkorcab Banser Lampung Tengah, Dandim 0411 Lampung Tengah Letkol Janjang Kurniawan, Kapolres Lampung Tengah AKBP Purwanto Puji Suttan, para anggota TNI Dandim 0411 Lampung Tengah, dan masyarakat sekitar. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ahlussunnah, AlaSantri, Sejarah PMII Cabang Tegal

Selasa, 21 November 2017

Lobang Kecil pada Sarung

Kewajiban menutup aurat dalam shalat bagi laki-laki adalah dari pusar sampai kelutut, sedangkan untuk perempuan adalah semua anggota badan kecuali wajah dan telapak tangan. Bagi laki-laki kebiasaan yang berlaku adalah memakai sarung, celana atau penutup yang lain, dengan ketentuan bisa menutupi aurat. Apabila syarat menutup aurat tidak terpenuhi shalatnya tidak sah. Maka pakaian yang dipakai seseorang misalnya sarung atau celana harus bisa menutupi aurat dalam shalat.

Ada hal yang mengakibatkan shalatnya seseorang tidak sah karena terdapat lubang kecil pada sarung atau celana, sebenarnya tidak ada ukuran pasti seberapa besar lubang pada pakaian yang bisa mengakibatkan tidak terpenuhinya salah satu syarat sahnya shalat yaitu menutup aurat. Hanya saja terdapat keterangan bahwa jika melalui lubang tersebut tampak terlihat kulit dari anggota badan maka shalatnya tidak sah. Sebagaimana keterangan dalam kitab Al-Majmu’ karya Imam Nawawi,

? ? ? ? ? ? ? ?

Lobang Kecil pada Sarung (Sumber Gambar : Nu Online)
Lobang Kecil pada Sarung (Sumber Gambar : Nu Online)

Lobang Kecil pada Sarung

Diwajibkan menutup aurat sehingga kulit anggota badan tidak tampak terlihat

Dalam hal ini tidak terdapat ukuran seberapa besar lubang tersebut, akan tetapi tergantung dengan terlihatnya kulit, maka jika lubang tersebut kecil dan tidak terlihat kulit seseorang maka dianggap sah.

? ? ? ? ? ? ? ?

PMII Cabang Tegal

Wajib menutup aurat dengan standar bisa menghalangi pandangan orang yang melihat pada warna kulit

Jika ada seseorang yang melihat lubang kecil pada sarung orang lain dan tampak terlihat warna kulit orang tersebut maka itulah ukuran yang bisa membatalkan shalat, dengan ketentuan pandangan orang normal, bukan dengan standar pandangan orang yang sedang sakit atau penyebab yang lain. (Pen. Fuad H/Red Ulil H)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaSantri, IMNU, Santri PMII Cabang Tegal

Selasa, 14 November 2017

Dibarengi Haul Gus Dur, Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 3 Program Strategis

Yeongcheon, PMII Cabang Tegal

Ditengah cuaca musim dingin yang begitu ekstrim di Korea Selatan (Korsel), PCINU Korsel begitu semangat dan antusias mengadakan musyawarah kerja cabang (Muskercab) yang dibarengi dengan digelarnya Haul Ke-6 Gus Dur serta Haul Ke-2 Mbah Sahal Mahfudz akhir pekan lalu. Acara berlangsung begitu khidmat dengan dihadiri oleh para pengurus PCINU Korsel dan warga Nahdliyin.

Dibarengi Haul Gus Dur, Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 3 Program Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)
Dibarengi Haul Gus Dur, Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 3 Program Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)

Dibarengi Haul Gus Dur, Muskercab PCINU Korsel Hasilkan 3 Program Strategis

Acara Haul Gus Dur dan Mbah Sahal dimulai dengan tahlil dan istighotsah. Diadakannya haul kedua tokoh besar NU ini diharapkan menjadi momentum untuk mengingat sejarah hidup Gus Dur dan Mbah Sahal. Pemikiran, ilmu, dan karya-karya mereka semoga bisa menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Setelah acara haul selesai dilanjutkan dengan Muskercab rutin PCINU Korsel. Hadir sebagai pembicara, Ketua PCINU Korsel yang baru terpilih beberapa bulan lalu, Zaenal Arifin.

Zaenal berpesan kepada para pengurus NU di Korsel untuk tetap menjaga NU. "Bukti kita cinta Rosulullah yakni dengan mencintai ulama, dan NU adalah wadah berkumpulnya para ulama Ahlussunah Wal Jamaah,” ujarnya.

PMII Cabang Tegal

“Kalau ada yang mengaku cinta Nabi tetapi tidak cinta ulama, maka dia telah berbohong besar," imbuhnya.

Dalam Muskercab tersebut, PCINU Korsel menghasilkan tiga ? program strategis diantaranya:

PMII Cabang Tegal

1. Mengadakan pelatihan kepemimpinan dasar, mencakup kepemimpinan, keaswajaan, manajemen masjid dengan tujuan memperkuat akidah dan sarana dakwah, serta benteng dari paham-paham radikal.

2. Menerbitkan buku-buku saku yang berisi tentang dasar-dasar amaliyah warga NU yang akan dibagikan gratis untuk jamaah masjid dan musholla diseluruh Korea Selatan.

3. Pendatangan para dai NU dalam safari Ramadhan.

“Semoga acara tersebut dapat bermanfaat sebagai wadah silaturrahim antarwarga Nahdliyin di Korsel dan meningkatkan pelayanan PCINU Korsel dalam berkhidmah untuk umat melalui kegiatan-kegiatan tersebut. (Imam Sibaweh/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ubudiyah, AlaSantri PMII Cabang Tegal

Minggu, 12 November 2017

Negara Indonesia Sudah Tidak Ada

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Indonesia sebagai negara (state) sebenarnya sudah tidak ada. Indonesia hanya berada dalam bayang-bayang ideal masyarakat ketika ada momen kenegaraan tertentu semisal hari besar nasional.

“Indonesia hanya ada dalam angan-angan ketika misalnya pada tanggal 2 Mei ada hari pendidikan nasional, lalu orang melakukan upacara, hanya itu,” kata budayawan Agus Sunyoto saat menjadi pembicara inti dalam diskusi PMII Cabang Tegal bulan ini bertajuk “Menusantarakan Indonesia” di gedung PBNU, Jakarta, Selasa (15/5).

Negara Indonesia Sudah Tidak Ada (Sumber Gambar : Nu Online)
Negara Indonesia Sudah Tidak Ada (Sumber Gambar : Nu Online)

Negara Indonesia Sudah Tidak Ada

Dikatakan Agus Sunyoto, kalaupun ada, negara Indonesia hanya menjadi alat kapitalisme global. Indonesia kini hanya menjadi pasar yang amat besar dan negara berfungsi sebagai regulatornya.

PMII Cabang Tegal

“Anehnya, kita anggap negara itu masih ada tapi mereka para pejabat dan kaum pemodal menganggap negara itu jarahan,” katanya.

Ketiadaan negara, lanjut pelopor “pesantren global” itu bisa jelas-jelas dirasakan sejak diberlangsungkannya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Bogor tahun 1994 yang memunculkan Deklarasi Bogor. Waktu itu pemenrintah Indonesia menerima semua agenda globalisasi dan pasar bebas.

PMII Cabang Tegal

“Dalam pidatonya pemerintah bilang bahwa mau mau tidak mau kita ikut globalisasi karena sudah masuk. Akhirnya tahun 1997 Indonesia hancur-hancuran,” kata Agus Sunyoto.

Lalu, reformasi Indonesia pada 1998 sebenarnya tidak menghasilkan apa-apa. Alih-alih mengetatkan pertahanan ideologi Pancasila, pada 2002 Undang Undang Dasar (UUD) Republik Indonesia mulai diamandemen untuk memperlancar arus globalisasi. Kemudian pada 2003 dideklarasikan globalisasi tingkat ASEAN.

“Yang riil sekarang bisa dilihat ekonomi masyarakat sudah banyak yang dikuasai ritel asing seperti AlfaMart. Lalu masyarakat semakin banyak yang menganggur. Pengamen di tiap kampong minimal satu orang, preman dan polisi cepek ada di tiap jalan,” kata Agus.

Sementara itu, pada era reformasi lembaga-lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang dibiayai oleh lembaga donor asing semakin menjamur. “Orang dipusingkan dengan isu gender dan lain-lain kemudian sampai muncul sempalan-sempalan Islam dengan berbagai ragam pemikirannya, tapi tidak ada hubungannya dengan kepentingan masyarakat,” katannya.

Diskusi dipandu oleh Pimpinan Redaksi PMII Cabang Tegal Abdul Mun’im DZ. Hadir sebagai peserta antara lain aktivis 1998 Syafi Aleiha dan Abdullah, Peneliti LP3ES Enceng Soborin, pengamat politik luar negeri Hendrajit, budayawan Sudes Sudyarto dan Hesti Prabowo, redaktur LKiS Sholeh Israh, Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj dan Abdul Aziz, Direktur LAKPESDAM NU Lilils Nurul Huda, Sekjen Lesbumi M Dienaldo, Wakil Sekretaris Asosiasi Pesanteren seluruh Indonesia (RMI) Sulthan Fathoni, serta beberapa aktifis dan wartawan dari kalangan muda NU.(nam)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Olahraga, AlaSantri PMII Cabang Tegal

Jumat, 10 November 2017

NU Lampung Tengah Kembangkan Biogas di 52 Titik

Lampung Tengah, PMII Cabang Tegal

Lembaga Pengembangan Pertanian Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Lampung Tengah menggelar rapat koordinasi sebagai tindak lanjut hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Rembug Nasional LPPNU se-Indonesia beberapa waktu lalu di Jakarta.

?

NU Lampung Tengah Kembangkan Biogas di 52 Titik (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Lampung Tengah Kembangkan Biogas di 52 Titik (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Lampung Tengah Kembangkan Biogas di 52 Titik

Rapat koordinasi yang digelar di Lantai II Aula PCNU Lampung Tengah, Jalan Lintas Sumatera-Proklamator Raya No 134 Seputih Jaya, Gunung Sugih, Lampung Tengah, Ahad (19/6), ini dalam rangka penguatan program-program kerja unggulan.

Arwani Adiyanto selaku Ketua LPP PCNU Lampung Tengah berharap, selain kuat dan tertib secara internal organisasi, kehadiran LPP PCNU juga bisa memberikan warna yang nyata. “Khususnya dalam rangka pemberdayaan dan pengembangan di bidang pertanian untuk kesejahteraan dan kualitas hidup warga Nahdliyyin di Lampung Tengah yang tersebar dalam 28 kecamatan ini," imbuhnya.

?

PMII Cabang Tegal

Mudasir selaku Wakil Ketua LPP PCNU Lampung Tengah menambahkan, saat ini sudah ada 52 titik program biogas lokasi se-Lampung Tengah yang didampingi LPP PCNU. Biogas merupakan hasil pemanfaatan dari limbah di sekitar menjadi energi terbarukan.

?

"Pengembangan Biogas inilah salah satu program kerja unggulan dari PC LPPNU Lampung Tengah masa khidmah 2012-2017. Untuk mendukung itu semua kami mengundang para stakeholder (pemangku kepentingan) di antaranya para pelaku usaha BMT atau koperasi untuk saling bekerja sama," imbuh pria yang juga anggota DPRD Lampung Tengah ini.

PMII Cabang Tegal

?

Rapat kordinasi dihadiri Kiai Slamet Anwar (pengasuh pesantren Tri Bhakti Al Ikhlas Seputih Agung), dan perwakilan dari mitra usaha LPP PCNU Lampung Tengah seperti BMT Laa Roibaa, BMT Aswaja, BMT Assaadah, BMT Subur Makmur, dan BMT Arrizquna. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaSantri, Nahdlatul PMII Cabang Tegal

Selasa, 07 November 2017

Pelajar MTs Maarif NU Sindangwangi Pelajari Kesehatan Reproduksi

Majalengka, PMII Cabang Tegal. Siswa-siswi MTs Maarif NU Sindangwangi menerima kunjungan dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Perempuan dan Keluarga Berencana kabupaten Majalengka. Mereka mengikuti sosialisasi kesehatan reproduksi remaja di Gedung MTs Maarif NU Sindangwangi jalan Pondok Sapi Sindangwangi Majalengka, Senin (1/9) pagi.

Acara sosialisasi dipandu langsung oleh Kepala Bidang KB BPMDPKB Majalengka Dra Hj Nunung, Kepala Seksi Kesehatan Reproduksi Remaja Majalengka, dan Duta KB Majalengka.

Pelajar MTs Maarif NU Sindangwangi Pelajari Kesehatan Reproduksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar MTs Maarif NU Sindangwangi Pelajari Kesehatan Reproduksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar MTs Maarif NU Sindangwangi Pelajari Kesehatan Reproduksi

Kepala MTs Ma’arif NU Sindanwangi H Castim menyatakan apresiasi atas kegiatan sosialisasi ini. “Acara ini penting untuk mengenalkan kesehatan reproduksi remaja kepada pelajar MTs yang tentunya memang sudah mulai memasuki masa pubertas.”

PMII Cabang Tegal

Pelajar di mana alat reproduksinya sudah berfungsi saat usia 9 tahun, kata Hj Nunung, perlu mengetahui bagaimana caranya menjaga alat reproduksi sehingga mereka sejak dini dapat menghindar dari hal-hal negatif.

PMII Cabang Tegal

Acara sosialisasi dikemas dalam bentuk tanya-jawab. Pihak BPMDPKB memberikan hadiah berupa pin bagi siswa yang bertanya dan menyampaikan argumentasinya. (Aris Prayuda/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaSantri PMII Cabang Tegal

Selasa, 10 Oktober 2017

Lembaga Dakwah PBNU Gelar Doa untuk Musibah Aceh

Jakarta, PMII Cabang Tegal?

Aceh kembali diguncang gempa bumi pada Rabu (7/12) lalu. Meski tak berpotensi tsunami, gempa 6,4 skala richter tersebut meluluhlantakkan Pidie dan sekitarnya. Puluhan korban meninggal dan ratusan lainnya dirawat di Rumah Sakit.?

Prihatin atas gempa yang terjadi tersebut, Lembaga Dakwah PBNU menggelar doa bersama di Mesjid Al-Amin Komplek RJA DPR Kalibata Jakarta Selatan pada Kamis (8/12). Kegiatan tersebut sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H.?

Lembaga Dakwah PBNU Gelar Doa untuk Musibah Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Dakwah PBNU Gelar Doa untuk Musibah Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Dakwah PBNU Gelar Doa untuk Musibah Aceh

Ketua Lembaga Dakwah PBNU, KH Maman Imanulhaq menyebut bencana adalah peringatan Tuhan agar manusia senantiasa melakukan refleksi dan introspeksi diri.?

Maman menambahkan, musibah ini bisa jadi juga peringatan keras bagi para elite politik dan pemimpin negeri ini agar berlaku adil dan amanah.?

"Ini bencana kemanusiaan. Apa pun agama dan keyakinannya sudah selayaknya kita mendoakan dan peduli atas gempa yang menimpa Aceh ini," tegasnya.

PMII Cabang Tegal

Karena itu, menurut Anggota Komisi VIII DPR RI, bencana di Aceh adalah momentum untuk bersatu padu atas dasar kemanusiaan dengan mengulurkan bantuan. Gempa Aceh merupakan bencana kemanusiaan universal.

Maman pun minta agar negara menetapkan gempa Aceh sebagai bencana nasional.?

"Negara harus hadir di tengah-tengah para korban. Semua elemen dan kekuatan bangsa, mari kita salurkan bantuan. Kita panjatkan doa semoga korban diberi kesabaran dan ketabahan menghadapi ujian ini," pungkasnya. (Ade Daryawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Tegal, Pertandingan, AlaSantri PMII Cabang Tegal

Kamis, 21 September 2017

PMII Bandung Gelar PKD di Pesantren

Bandung, PMII Cabang Tegal. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bandung menggelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) dengan peserta dari Pengurus Cabang PMII Se- Jawa Barat di Pondok Pesantren Al-Istiqomah Kota Bandung, 5-8 Juli 2012.

PMII Bandung Gelar PKD di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bandung Gelar PKD di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bandung Gelar PKD di Pesantren

Pembina PC PMII Kota Bandung, Saepu Huda Syafi saat mengisi PKD mengingatkan, generasi bangsa ke depan ini ditentukan oleh generasi-generasi sekarang yang tengah duduk di bangku kuliah.

"Anda-anda lah generasi penerus bangsa kita ini, untuk itu dispilinlah belajar karena kesempatan terbaik itu adalah hari ini," ungkapnya.

PMII Cabang Tegal

Dia juga mengatakan, sungguh sangat ironis jika kader-kader PMII bermalas-malasan untuk belajar dan tidak memanfaatkan waktu ini untuk belajar. "Kita juga meminta kepada semua untuk terus bersemangat membaca dan membaca realitas ini," katanya.

Sementara itu, Ketua Bidang Kaderisasi Pengurus Koordinator Cabang (PKC PMII) Jawa Barat, Agus Jalani mengungkapkan, PKD yang di gelar di kota bandung ini yang dihadiri delegasi dari berbagai Pengurus Cabang, dengan tema: membentuk Kader PMII yang Berkarakter Ulul Albab dalam tangtangan Era- Gelobalisasi.

PMII Cabang Tegal

"Saya berharap PKD ini bisa benar-benar membangun kualitas kader PMII sesuai dengan harapan tema PKD ini," ungkapnya.

Tidak hanya itu, Agus menambahkan, dengan diperketaatnya syarat para peserta yang bisa mengikuti PKD yang di gelar di kota Bandung ini, diharapkan menjadi contoh  bagi cabang-cabang yang ada di Jawa Barat dalam melakukan kaderisasi.

"Kita menaruh harapan besar dengan disiplinya PKD ini bisa menjadi contoh cabang-Cabang lain, karena dengan disipilinlah akan melahirkan kader-kader yang ulil albab," pungkasnya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Zenal Mutaqin

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaSantri, Fragmen PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock