Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Kapolres Brebes: Kepentingan Politik Jadi Kendala Kerukunan Beragama

Brebes, PMII Cabang Tegal. Kepentingan politik yang kian memanas kerap menjadi kendala dalam mewujudkan kerukunan hidup beragama. Terlebih politik yang dilandasi semangat membabi buta sehingga tidak menghiraukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Demikian disampaikan Kapolres Brebes AKBP Ferdy Sambo saat menyampaikan sambutan sarasehan peran tokon agama dalam menjaga kondusifnya kehidupan beragama di Brebes, di aula Mapolres Brebes, Kamis (8/5).

Kapolres Brebes: Kepentingan Politik Jadi Kendala Kerukunan Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolres Brebes: Kepentingan Politik Jadi Kendala Kerukunan Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolres Brebes: Kepentingan Politik Jadi Kendala Kerukunan Beragama

Selain kepentingan politik, lanjut Sambo, toleransi yang rendah juga menjadi kendala kerukunan beragama. “Yang jarang mendapat pantauan adalah fanatisme berlebihan dari penganut agama yang justru sering memicu perpecahan,” kata Sambo.

PMII Cabang Tegal

Karenanya Kapolres menganjur para pemuka dari pelbagai agama untuk mengadakan dialog rutin antarumat beragama. Dengan demikian, satu sama lain bisa berbicara satu meja dan mencari lem perekat untuk kehidupan yang lebih damai.

Harapan kuat dari masing-masing penganut agama untuk menciptakan kerukunan juga menjadi solusi terbaik. Dengan niatan ikhlas dan dorongan kuat untuk saling merangkul dalam satu Bhineka Tunggal Ika, Kapolres Brebes optimis kerukunan agama bisa terus terjalin.

PMII Cabang Tegal

Sarasehan diikuti 100 orang tokoh agama dari Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha dan Konghucu, Kapolsek sekabuaten Brebes dan instansi terkait. Sarasehan dibuka Bupati Brebes Hj Idza Priyanti yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan Soeprapto.

Dalam sambutan, Bupati Brebes berharap pemuka agama menjadi motor kerukunan beragama. Terlebih lagi menjelang pilpres, isu-isu yang dapat memecah-belah umat kerap hadir. Peran tokoh agama, masyarakat, kepolisian, dan seluruh komponen masyarakat sangat diharapkan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kita harus terus waspada dengan terus menjalin persatuan dan kesatuan di antara kebhinekaan,” tandasnya dalam pembukaan sarasehan yang menghadirkan Ketua PCNU Brebes H Athoillah dan Dosen Pascasarjana STAIN Pekalongan Khusnan Zaen sebagai narasumber.

Sedangkan Athoillah dalam kesempatan itu mengingatkan peran pemerintah, tokoh agama, juga umat beragaman itu sendiri. “Tiga komponen ini harus bersinergi untuk mewujudkan kerukunan dalam pembangunan bangsa.” 

Sarasehan ini digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Brebes bekerja sama dengan Polres Brebes. Tampak hadir Ketua FKUB KH Ahmad Said Basalamah beserta jajaran pengurus lainnya, tokoh agama Kristen Protestan Agus Suratno, Pontianus Karyono dari Katholik, RM Slamet Riyanto dari Budha, dan Toni Raharjo utusan Konghucu. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Amalan PMII Cabang Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

KH Masdar: Selama Ini Bahtsul Masail NU Belum Banyak Evaluasi APBN dan APBD

Rembang, PMII Cabang Tegal - Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Masudi mendorong aktivis bahtsul masail di lingkungan Nahdlatul Ulama mengalihkan perhatian pada UU, Perda, APBN, dan APBD. Menurutnya, semua itu merupakan program yang hasilnya nyata, konkret, dan bersifat stretegis.

Norma-norma berupa UU dan Perda adalah regulasi yang mengatur kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan negara oleh pemerintah. Baik burukya rakyat dan pemerintah, tergantung peraturan perundang-undangan tersebut. Jadi ini sangat strategis.

KH Masdar: Selama Ini Bahtsul Masail NU Belum Banyak Evaluasi APBN dan APBD (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Masdar: Selama Ini Bahtsul Masail NU Belum Banyak Evaluasi APBN dan APBD (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Masdar: Selama Ini Bahtsul Masail NU Belum Banyak Evaluasi APBN dan APBD

Ia menjelaskan, satu-satunya pintu masuk mewarnai dan menentukan bagaimana penyelanggaraan negara adalah lewat UU dan Perda. Jadi wajib hukumnya untuk diperhatikan oleh NU.

PMII Cabang Tegal

"Jika NU selama ini mengampanyekan Islam rahmatan lil alamin harus dibuktikan dengan mempengaruhi isi UU dan Perda. Jadi tidak hanya motto atau slogan," kata Kiai Masdar ketika membuka forum Bahtsul Masail dalam Rangka Harlah Ke-94 NU yang diadakan oleh PWNU Jawa Tengah di Pesantren Roudlotut Tholibin Leteh, Rembang, Senin (1/5).

Lebih tegas ia menyebutkan, NU harus memastikan setiap pemerintah daerah dan pemerintah RI benar-benar menjalankan amanah menjamin kesejahteraan rakyat. “Itu berarti harus memelototi APBD dan APBN, apakah benar-benar prorakyat atau tidak. Membawa maslahat atau tidak.”

PMII Cabang Tegal

Apabila kepala daerah atau pemerintah berkata, “prorakyat,” tapi anggaran untuk rakyat sedikit atau tidak adil, maka itu jelas kebohongan. Dan NU harus mencegah dusta konstitusional itu.

"Ayo awasi APBN, kuliti APBD. Bahtsul masail harus masuk ke sana," ia mengajak dan memotivasi.

Konsekuensi dari program itu, Masdar menambahkan, NU perlu memproduksi para sarjana bidang bidang nonagama, mendidik para ahli hokum, atau pembuat regulasi. Hasilnya nanti, DPR dan DPRD harus meminta restu NU sebelum menetapkan setiap UU atau Perda.

UU atau Perda yang sudah disetujui NU, akan sangat kuat legitimasinya karena telah didukung para ulama. Produk hukumnya menjadi tidak sekadar buatan umara dan wakil rakyat, tetapi juga dari unsur ulama.

"Di sinilah semestinya fungsi organisasi kita menjaga negara yang merupakan kontrak atau kesepakatan antarkomponen bangsa ini," ujarnya bersemangat disambut tepuk tangan meriah hadirin.

Kiai Masdar mengulang-ulang statemennya tersebut. Ia lebih dari tiga kali mengulang kalimat tersebut agar PCNU dan PWNU segera memprogramkan bahsul masail Qonuniyah yang membahas regulasi.

"Bapak-bapak kiai dan ibu-ibu nyai yang saya hormati. Apabila kita sudah membuat bahtsul masail Qonuniyyah seperti yang saya jelaskan tadi, pasti panjenengan semua akan sangat sibuk. Mungkin bahtsul masail tidak diadakan setiap tiga atau enam bulan seperti selama ini, tapi bisa jadi setiap minggu. Bahkan satu bahtsul masail bisa sampai berhari-hari. Sebab UU itu jumlahnya ratusan, Perda juga puluhan atau ratusan di setiap Pemda," kata Kiai Masdar yang kini tercatat sebagai pengurus DMI. (Ichwan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaSantri, Sejarah, Amalan PMII Cabang Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Pekan Depan, IPNU-IPPNU Rembang Gelar Lakut

Rembang, PMII Cabang Tegal. Pengurus IPNU-IPPNU Rembang tengah mempersiapkan Lakut yang akan diadakan pada Jumat-Ahad (14-16/11) mendatang. Selama tiga hari itu mereka mendapat pembekalan sejumlah materi kepemimpinan di Bumi Perkemahan Karangsari Park di desa Karangsari kecamatan Sulang, delapan kilometer dari arah utara Kota Rembang.

Sedikitnya 20 pelajar NU perwakilan PAC dan Komisariat sekabupaten Rembang, mengkuti pelatihan kader utama ini.

Pekan Depan, IPNU-IPPNU Rembang Gelar Lakut (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Depan, IPNU-IPPNU Rembang Gelar Lakut (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Depan, IPNU-IPPNU Rembang Gelar Lakut

Ketua panitia Abdul Rochim mengatakan, peserta akan dibekali materi Ke-IPNU-IPPN an, Aswaja, Peran Remaja dalam Masyarakat, Pengembangan Potensi, dan Kepemimpinan dan Keorganisasian.

PMII Cabang Tegal

Ketua IPNU Rembang Ahmad Qoif Ijnurin mengatakan, "Lakut ini diselenggarakan sebelum konferensi. Rencananya konferensi InsyaAllah pada akhir Februari mendatang."

PMII Cabang Tegal

Menurut Qoif, Lakut merupakan ujung tombak kaderisasi NU. "Agar kader NU ke depan lebih berintregritas, tanggung jawab, berakhlakul karimah serta mampu menghadapi perkembangan zaman," tambahnya.

Melalui kegiatan itu, ia berharap peserta mampu mengaplikasikannya dalam organisasi maupun di tengah masyarakat. (Moh Lilik Wijanarko Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sejarah, Kajian Sunnah, Amalan PMII Cabang Tegal

Senin, 22 Januari 2018

MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan

Batam, PMII Cabang Tegal

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin meminta pengusaha hiburan Batam menghormati Ramadhan dengan menutup usaha selama umat muslim menjalankan ibadah di bulan suci tersebut.

“Selama 11 bulan, pengusaha mendapat keuntungan, jadi tidak ada salahnya, jika satu bulan ini aktivitas hiburan libur," kata Kiai Ma’ruf di Batam, Jumat (24/8).

MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan

Ia mengatakan pemerintah kota pun harus bijaksana mengambil keputusan buka-tutup usaha hiburan di Batam untuk menghindari konflik antara pengusaha dan organisasi masyarakat Islam.

Menurut Rais Syuriyah PBNU itu, pemerintah kota Batam terlambat memutuskan buka-tutup usaha hiburan Batam selama Ramadhan. "Seharusnya sekarang sudah ada komitmen buka-tutup itu," katanya.

Di tempat terpisah, Walikota Batam Ahmad Dahlan mengatakan hingga kini belum ada keputusan buka-tutup usaha hiburan. "Masih dalam pembahasan awal Dinas Pariwisata," katanya.

PMII Cabang Tegal

Ia mengatakan, sebelum ada keputusan baru, maka peraturan? buka-tutup usaha hiburan mengacu masih tetap pada SK Walikota Batam No 10 tahun 2006. SK yang diterbitkan menjelang Ramadhan tahun lalu itu menegaskan penutupan usaha hiburan 15 hari ditambah dua hari sebelum bulan puasa dengan formulasi 2-8-2-5, tutup dua hari sebelum puasa, delapan hari pertama bulan Ramadan, dua hari Nuzulul Quran dan lima hari terakhir bulan Ramadhan.

Pengusaha tolak

Sebelumnya, pengusaha hiburan di Batam menolak usul Majelis Ulama Indonesia (MUI) menutup seluruh tempat hiburan malam selama Ramadhan untuk menghormati umat muslim yang menjalankan ibadah puasa.

PMII Cabang Tegal

Penolakan tersebut disampaikan pengusaha hiburan Batam kepada Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Syamsul Bahrum saat pertemuan tertutup di Batam, Kamis.

"Kata para pengusaha, supaya para pekerja tetap bekerja, dan mereka bisa memperoleh keuntungan selama Ramadhan untuk membayar gaji berikut THR," kata Syamsul di Batam, Kamis.

Menurut Syamsul, pengusaha menginginkan hanya tutup tujuh hari menjelang, saat dan usai Ramadhan. "Mereka memberikan dua formulasi 2-1-1-3 dan 2-3-1-3," kata Samsul.

Formulasi 2-1-1-3 yaitu tutup dua hari sebelum Ramadhan, satu hari di awal Ramadhan, satu hari saat Nuzulul Quran, dan tiga hari terakhir Ramadhan.

Sedangkan formulasi 2-3-1-3 adalah tutup dua hari menjelang Ramadhan, tiga hari diawal Ramadhan, satu di Nuzulul Qur’an dan tiga hari terakhir Ramadhan. (ant/lik)



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Amalan, Humor Islam PMII Cabang Tegal

Kebijakan Pemerintah Harus Tegas

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Terjadinya penyiksaan maupun pembunuhan terhadap TKI di luar negeri yang menimpa Sumiati, Haryatin, Kikim Komalasari dan lain-lain menunjukkan jika kebijakan yang dibuat pemerintah tidak tegas sehingga tidak efektif. Ini memalukan dan merendahkan harkat dan martabat banagsa Indonesia.

“Kebijakan yang dibuat harus tegas dan seefektif mungkin agar majikan TKI di luar negeri itu tidak seenaknya melakukan pelanggaran HAM sampai TKI ini cacat bahkan meninggal dunia,”tandas Ketua PBNU Kacung Marijan pada PMII Cabang Tegal di Jakarta, Jumat (19/11).

Kebijakan Pemerintah Harus Tegas (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebijakan Pemerintah Harus Tegas (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebijakan Pemerintah Harus Tegas

Yang pasti menurut guru besar Universitas Airlangga Surabaya ini, peristiwa Ini bukan yang pertama kali terjadi, melainkan sudah sering terjadi. Baik di Saudi Arabia, Malaysia dan Negara-negara lain. Kasus ini menunjukkan kebijakan perlindungan terhadap TK di luar negeri ini masih lemah dan belum efektif.

PMII Cabang Tegal

Sementara Indonesia dalam posisi subordinat di negara-negara tersebut. Sementara dari sisi sumber daya manusia (SDM), TKI yang dikirim tersebut kurang bagus dan tidak profesional. “Ke depan hal itu harus diperhatikan dengan memprioritaskan mereka yang terampil dan lebih professional,”tutur Kacung mengingatkan.

Penyiksaan terhadap TKI di Arab Saudi belum juga berakhir. Dua kasus terakhir menimpa Sumiati asal Dompu NTB, Haryatin asal Blitar Jatim, dan Kikim Komalasari asal Cianjur Jabar, yang tewas dibunh majikannya tiga hari menjelang hari raya idul Adha 1431 H di kota Abha, Saudi Arabia.

PMII Cabang Tegal

Sedangkan Sumiati, mungkin masih lebih beruntung, nyawanya masih bisa diselamatkan dan kini dalam kondisi sudah membaik. Sumiati menderita luka parah di sekujur tubuhnya, bahkan sebagian bibirnya digunting majikannya. Saat ini, Sumiati sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit King Fahd, Madinah

Dalam merespon kasus pelanggaran HAM berat tersebut, selain mengadili pelaku sampai ke pengadilan, pemerintah juga akan melakukan kesepakatan(MoU) dengan pemerintah Arab Saudi dll dalam melindungi TKI tersebut. Bahkan para TKI di luar negeri itu nanti akan dilengkapi HP untukmelakukan komunikasi dengan KJRI (konsulat jenderal Republik Indonesia) maupun Kedubes RI setempat.(amf)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Amalan PMII Cabang Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Degradasi Moral Makin Memprihatinkan di Media Sosial

Pringsewu, PMII Cabang Tegal. Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu KH Hambali menilai jika saat ini para pengguna media sosial sudah mulai menunjukkan gejala degradasi moral. Hal ini ditunjukkan dengan mudahnya mereka menggunakan media tersebut untuk hal-hal negatif.

Salah satunya menurutnya adalah penggunaan media sosial untuk menyebarkan fitnah dan kebencian terhadap satu orang atau golongan tertentu. "Saat ini banyak ditemukan akun palsu yang menyebarkan kebencian serta menuduh orang dengan tanpa dasar," ungkapnya, Rabu (26/10).

Degradasi Moral Makin Memprihatinkan di Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Degradasi Moral Makin Memprihatinkan di Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Degradasi Moral Makin Memprihatinkan di Media Sosial

Selain itu pengguna media sosial sering tidak mengedepankan akhlaqul karimah dalam berkomunikasi sehingga sering terjadi konflik antar pengguna media tersebut. "Kadang mereka saling hujat menghujat karena merasa prinsipnyalah yang paling benar dengan menyalahkan orang lain," ujarnya saat ditemui dikediamannya.

Seharusnya menurut Kiai Hambali, para pengguna media sosial sebaiknya mengedepankan sopan santun dalam berbicara dan bertindak seperti dalam kehidupan nyata. Karena apa yang kita tulis didunia maya pada hakikatnya adalah apa yang kita ucapkan didunia nyata.

Dalam kesempatan tersebut Ia mengingatkan bahwa saat ini Polri sudah memantau aktivitas di media sosial khususnya terkait momen yang perhelatan pemilihan kepala daerah diberbagai daerah yang rentan memunculkan konflik. Salah satunya adalah dengan mengerahkan cyber patrol di media sosial.

PMII Cabang Tegal

Cyber patrol tersebut ditempatkan di Polri, Polda dan Polres yang siap bertindak melakukan penelusuran manakala ada berita yang berbau SARA.?

PMII Cabang Tegal

Mengenai hukuman yang dikenakan, Menurut Kiai yang juga Ketua MUI Provinsi Lampung ini para pelaku dapat dikenakan KUHP 310 atau 311 mengenai penghinaan, pencemaran nama baik atau UU ITE pasal 28 atau 45 tentang menyebarkan berita bohong dan menyebarkan konten kebencian. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Amalan PMII Cabang Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Isra’ Mi’raj, Banser Paron-Ngawi Gelar Diklat Terpadu Dasar

Ngawi, PMII Cabang Tegal. Pengurus Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser yang bertempat di aula Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Desa Teguhan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Senin (27/6).

Diklat Banser ini dilaksanakan dalam rangka merespon munculnya gerakan-gerakan Islam radikal yang berusaha merongrong NKRI yang dilakukan oleh kelompok-kelompok radikal tersebut.

Isra’ Mi’raj, Banser Paron-Ngawi Gelar Diklat Terpadu Dasar (Sumber Gambar : Nu Online)
Isra’ Mi’raj, Banser Paron-Ngawi Gelar Diklat Terpadu Dasar (Sumber Gambar : Nu Online)

Isra’ Mi’raj, Banser Paron-Ngawi Gelar Diklat Terpadu Dasar

Agus wahyudi panitia pelenggara mengatakan, dalam Diklat Banser kali ini peserta dilatih untuk mengusai materi-materi Diklat diantaranya peraturan lalu lintas, keorganisasian, wawasan kebangsaan, bela negara dan materi? ke-Nu-an/keAswajaan.

PMII Cabang Tegal

“Dalam Diklat kali ini, peserta dilatih untuk siap menjadi kader tangguh, profesional, religius, mandiri dan bermartabat,” kata Agus Wahyudi panitia Diklat Banser.

PMII Cabang Tegal

Lebih lanjut agus mengatakan, Diklat Banser dihadiri oleh Satuan Kepolisian Sektor Kecamatan dan Koramil Kecamatan Paron dua kesatuan ini sengaja dihadirkan untuk membantu melatih peserta Diklat agar menjadi kader tangguh dan profesional.

Selain itu, ungkap agus, diakhir acara Diklat nanti panitia juga menggelar pengajian akbar untuk memperingati Isra’ dan Mi’raj di lapangan besar Kerten Paron dilanjut dengan gemblengan kanuragan. Gemblengan kanuragan akan dipimpin? Kiai Dumami.

“Panitia juga menggelar pengajian akbar dalam rangka memperingati Isra’ dan Mi’raj dilanjutkan di malam? terakhir peserta akan diberi gemblengan khusus (kanuragan). Agar peserta banser kuat dan tangguh dalam membela NKRI,” ungkapnya. (Agus Susanto/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Amalan, Pemurnian Aqidah PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock