Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Songsong UN, Pelajar MAN Tolak Kunci Jawaban Ujian

Pringsewu, PMII Cabang Tegal. Ratusan pelajar MAN Pringsewu sejak awal menyatakan penolakannya atas kunci jawaban gelap dengan acara istighotsah di masjid Jabal Nur Kompleks MAN Pringsewu, Jumat (11/4). Untuk kepercayaan diri, mereka berdoa bersama, bersembahyang sunah hajat, dan persiapan belajar intensif sebelumnya.

Dalam menghadapi UN, pelajar tidak boleh mencukupkan pada persiapan fisik semata. Persiapan mental, kata Kepsek MAN Pringsewu Samsurizal, juga sangat perlu.

Songsong UN, Pelajar MAN Tolak Kunci Jawaban Ujian (Sumber Gambar : Nu Online)
Songsong UN, Pelajar MAN Tolak Kunci Jawaban Ujian (Sumber Gambar : Nu Online)

Songsong UN, Pelajar MAN Tolak Kunci Jawaban Ujian

Samsurizal mengimbau seluruh siswa-siswi peserta UN 2014 untuk tidak percaya kepada kunci jawaban dan menyesatkan. Karena, kunci jawaban disebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan motif mengambil keuntungan pribadi.

PMII Cabang Tegal

"Yakinlah kepada kemampuan sendiri. Yakinlah Allah akan menolong kalian. Yakinkan di hati bahwa kita mampu karena Allah menolong kita," tegas Samsurizal dalam sambutannya.

PMII Cabang Tegal

Di akhir sambutan, Samsurizal tidak lupa berpesan kepada siswa-siswi MAN Pringsewu untuk meminta doa dan restu semua pihak terutama kedua orang tua dan seluruh dewan guru agar diberi kemudahan dalam UN dengan hasil maksimal.

Istighotsah ini diawali dengan sembahyang sunah hajat dan ditutup dengan doa pendek yang dipimpin seorang guru Sofwan. Sebelum bubar, mereka berjabat tangan dengan dewan guru MAN Pringsewu. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Halaqoh, Pemurnian Aqidah, Ahlussunnah PMII Cabang Tegal

Rabu, 21 Februari 2018

Jangan Memaksakan Diri Berangkat Haji!

Jakarta, PMII Cabang Tegal - Sebagai salah satu rukun kelima dalam Islam, ibadah haji wajib dilakukan oleh setiap umat Islam. Namun kewajiban itu hanya diperuntukkan bagi yang mampu (mustathî‘), baik secara ekonomi, fisik, maupun keamanan. Rasulullah mewanti-wanti bagi mereka yang mampu tapi tak mau melaksanakannya.

“Tapi bagi yang tidak mampu, juga jangan memaksakan diri,” kata KH Muhaimin Zain saat menyampaikan khutbah Idul Adha di Masjid An-Nahdlah, di Lantai 1 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (12/9).

Jangan Memaksakan Diri Berangkat Haji! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Memaksakan Diri Berangkat Haji! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Memaksakan Diri Berangkat Haji!

Menurut ketua umum Pimpinan Pusat Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadh Nahdlatul Ulama (JQHNU) ini, untuk memenuhi kewajiban haji tak boleh mengorbankan kewajiban lain, seperti memutus keberlangsungan matapencaharian atau mengganggu terpenuhinya kebutuhan dasar.

“Tidak boleh menjual modal usaha. Tida menjual tanah yang menjadi kebutuhan inti. Tidak boleh menjual yang menjadi kebutuhan keluarga,” tuturnya.

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Kiai Muhaimin dalam kesempatan itu juga menjelaskan tentang perjalanan haji sebagai simbol keseteraan semua manusia. Di tanah suci, hamba Allah dari berbagai penjuru dunia berkumpul tanpa membedakan jabatan, status sosial, kelas ekonomi, ras, atau bangsa.

“(Semua) memakai pakaian dua lembar yang sama, mengucapkan kalimat yang sama, dan melakukan amalan yang sama,” katanya.

Momen Idul Adha ini, lanjutnya, juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk berbagi kepada sesama, terutama kepada mereka yang hampir tak pernah makan daging selama setahun karena tak mampu membelinya. Merekalah para fakir dan miskin. Momen tersebut berlangsung hingga hari tasyriq (11, 12, 13 Dzulhijjah) selesai.

“Jangan sampai kita terus menyimpan daging untuk diri sendiri. Jika hari tasyriq masih ada kelebihan daging, maka harus dibagikan kepada tetangga,” pintanya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Daerah, Halaqoh PMII Cabang Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Ketua LPKNU : Galakkan Pesantren Siaga Bencana

Bandung, PMII Cabang Tegal

Bencana yang datang di Indonesia secara bertubi-tubi telah menimbulkan korban dengan jumlah yang luar biasa besarnya seperti yang terjadi di Aceh, Pengandaran Jogja dan lainnya. Besarnya korban tersebut salah satunya disebabkan oleh ketidaksiapan masyarakat dalam mengantisipasi terjadinya bencana.

Upaya untuk menghadapi bencana tersebut harus dilakukan oleh semua fihak, pemerintah, swasta, dan masyarakat. Ketua Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama (LPKNU) Dr. Syahrizal Syarif PhD. mengungkapkan bahwa masyarakat atau komunitas memiliki peranan penting dalam mengantisipasi dan menangani terjadinya bencana.

Ketua LPKNU : Galakkan Pesantren Siaga Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua LPKNU : Galakkan Pesantren Siaga Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua LPKNU : Galakkan Pesantren Siaga Bencana

Nahdlatul Ulama yang memiliki banyak pesantren yang merupakan sumber rujukan masyarakat dalam berbagai hal bisa juga berperan dalam mengantisipasi terjadinya bencana. “Makanya sekarang harus digalakkan pesantren siaga bencana,” tandasnya dalam acara workshop Penanganan Bencana Berbasis Pesantren yang diselenggarakan oleh LPKNU di Bandung, Rabu.

Hal yang sama diungkapkan oleh Ketua PBNU HM Rozy Munir. Pesantren yang memiliki kohesifitas dan jaringan luas di seluruh Indonesia merupakan modal penting yang bisa digunakan untuk membantu mengatasi terjadinya bencana.

Sementara itu wakil rektor ITB bidang pendidikan Dr. Ir. Widyo Nugroho SULASDI mengungkapkan bahwa kondisi  alam Indonesia merupakan daerah rawan bencana. Karena itu kehidupan masyarakat harus dibangun dengan budaya hidup dengan bencana seperti gempa.

PMII Cabang Tegal

Ia mencontohkan negara Jepang yang sangat sering terjadi gempa dan masyarakat disana sejak usia dini sudah dikenalkan bagaimana menyelamatkan diri ketika terjadi gempa yang bisa datang sewaktu-waktu. Pemerintah juga telah mensosialisasikan standard prosedur yang harus dilakukan oleh penduduk ketika terjadi bencana seperti tsunami sehingga bisa meminimalisir jumlah korban.

Lemahnya kesadaran terhadap bencana juga diakui oleh wakil gubernur Jabar H. Nu’man Abdul Hakim yang membuka acara tersebut. Mantan aktifis PMII tersebut menceritakan saat terjadi gempa yang mengguncang Jakarta beberapa waktu lalu. Saat itu, ia sedang berada di gedung DPR RI. “Ada gempa, orang-orang malah lari ke lift, bukannya ke tangga darurat. Mereka tidak tahu protapnya (prosedur tetap) bagaimana kalau ada bencana,” tandasnya.

Kondisi yang terjadi di kalangan elit Indonesia ini tentu menimbulkan pertanyaan yang menggelitik. Jika elitnya saja tidak faham bagaimana menghadapi bencana, bagaimana dengan rakyatnya?

Banyak masalah yang belum terselesaikan dalam mengantisipasi terjadinya bencana di Indonesia. Banyak daeah yang belum memiliki peta rawan bencana, siapa yang berhak mengumumkan akan terjadinya suatu bencana sampai dengan masalah dana untuk mengatasi bencana.

PMII Cabang Tegal

Beberapa daerah yang sudah memiliki peta rawan bencana adalah Malang dan Jakarta. Sementara Padang sudah membuat perda untuk mengantisipasi terjadinya bencana yang diantara isinya adalah saat terjadi tsunami, gedung bertingkat tiga ke atas menjadi milik publik yang bisa diakses siapa saja sehingga setiap orang bisa berlindung disana dan radio-radio lokal dibawah koordinasi pemerintah.

Workshop kali ini merupakan rangkaian awal dari upaya mempersiapkan pesantren di daerah rawan bencana agar bisa membantu mulai dari mengantisipasi sampai dengan penanganan pasca bencana. Tiga pesantren yang masing-masing mewakili daerah rawan bencana, PP Nurul Islam Jember berkaitan dengan tsunami dan longsor, PP Darussalam Magelang berkaitan dengan gunung meletus dan PP Assidiqiyah Jakarta berkaitan dengan banjir dan kebakaran. Sejumlah badan otonom dan lembaga yang berkaitan dengan penanganan bencana juga terlibat dalam acara tersebut. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Aswaja, Halaqoh, Sejarah PMII Cabang Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Perintis Radio NU Soloraya ini Mantan Anggota MTA

Karanganyar, PMII Cabang Tegal. Kiai Parsono Agus waluyo saat ini dikenal sebagai salah satu tokoh penggerak NU di kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar selain dakwahnya lewat radio, majalah, dan kaset. Ia mempunyai jama’ah pengajian rutinan yang tersebar di berbagai daerah di Kabupaten Karanganyar. Namun siapa sangka kiai yang menjadi perintis berdirinya radio NU di Soloraya ini dulunya adalah anggota Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA), salah satu organisasi yang sering bersebrangan dengan NU.

“Dahulu saya sekolah STM saja, kemudian saya di datangi oleh para santri yang tergabung dalam ISKAR (Ikatan Santri Karanganyar) dan diajak untuk nyantri di pesantren. Awalnya ajakan tesebut saya abaikan dan saya memilih untuk ikut MTA,” ujar kiai Parsono saat bercerita di kediaman PMII Cabang Tegal, Selasa (29/4).

Perintis Radio NU Soloraya ini Mantan Anggota MTA (Sumber Gambar : Nu Online)
Perintis Radio NU Soloraya ini Mantan Anggota MTA (Sumber Gambar : Nu Online)

Perintis Radio NU Soloraya ini Mantan Anggota MTA

Tetapi saya salut dengan kegigihan ISKAR pada saat itu, meski sudah mengetahui bahwa saya telah ikut MTA, mereka tak segan mendatangi saya lagi dan mengajak untuk nyantri dengan ajakan yang baik dan menarik, lanjutnya.

Hingga akhirnya saya terbujuk untuk nyantri di pesantren Ringin Agung Pare Kediri Jawa Timur. Di pesantren saya mengembangkan ketrampilan elektro yang saya peroleh dengan membuat radio, Alhamdulillah usai boyong dari pesantren radiolah yang menjadi salah satu sarana dakwah NU yang saya lakukan.

Dan brosur serta rekaman selama saya MTA pun saat ini masih ada, namun saya tak ingin memperdebatkannya karena yang terpenting saat ini adalah terus memasang strategi untuk mengembangkan dakwah Aswaja ala NU, pungkasnya. (Ahmad Rosyidi/Anam)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Syariah, Halaqoh PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Sastrouw: Saatnya Kembali ke Khittah Kebudayaan

Yogyakarta, PMII Cabang Tegal. Sudah bangsa Indonesia kembali ke khittah kebudayaan dengan tetap menjaga sikap kritis. Maka IKA-PMII menawarkan, konsep pribumisasi kebudayaan yang berangkat dari prinsip al-muhafadhatu ‘alal-qadim as-shalih, melestrarikan tradisi yang baik.

Sastrouw: Saatnya Kembali ke Khittah Kebudayaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sastrouw: Saatnya Kembali ke Khittah Kebudayaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sastrouw: Saatnya Kembali ke Khittah Kebudayaan

Kedua IKA-PMII menilai bahwa modernitas dan tradisionalitas tidak didudukkan secara berhadap-hadapan, tapi komplementer, saling melengkapi. Ini berangkat dari prinsip wal-akhdu bil-jadid al-ashlah, mengambil hal baru yang lebih baik.

Demikian Ngatawi al-Zastrouw menyampaikan hasil pembahasan tim materi panitia Munas Ikatan Alumni (IKA) PMII dalam aspek kebudayaan pada Rabu (26/6).

PMII Cabang Tegal

Tawaran IKA PMII dalam aspek kebudayaan yang dikemas dalam acara Pra Munas ke-5 di Gedung Kunthi Wanitatama, Yogyakarta itu berangkat dari pembahasan panjang tentang tiga strategi yang digunakan penjajah dalam menghancurkan kebudayaan Indonesia. 

PMII Cabang Tegal

“Ada tiga strategi yang digunakan penjajah dalam menghancurkan kebudayaan. Pertama, dimasukkannya sistem sekolah dalam pendidikan. Sehingga spiritualitas dianggap beban dan penghambat kemajuan.

Kedua, hegemoni pencamplokan tradisionalitas. Tradisionalitas dan spiritualitas didudukkan secara berhadap-hadapan. Sehingga keduanya tidak akan pernah bersanding. 

Ketiga, brain wash (pencucian otak, red.) melalui media massa dan sebagainya yang semuanya menggunakan standar modernitas,” tuturnya di tengah hadirin yang menyesaki ruangan.  

Pihaknya mengungkapkan pula bahwa konstruksi kebudayaan Indonesia pada dasarnya adalah rasionalitas dan spiritualitas. Tapi hal itu telah digerus oleh kebudayaan barat yang hanya mengandalkan rasionalitas. Padahal  hati atau rasa dan laku atau budi pekertilah yang melahirkan kebudayaan nusantara.

“Kemudian para wali datang dan dilakukan konstruksi ulang. Mereka melakukan rajutan kebudayaan. Menyatu tapi tidak melebur,” imbuhnya.  

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Nur Hasanatul Hafshaniyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Halaqoh, Budaya PMII Cabang Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Tertarik Islam Indonesia, Al Azhar akan Buka Studi Islam Berbahasa Indonesia

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Salah satu perguruan tinggi ternama di Mesir, yaitu Universitas Al-Azhar Kairo, ingin membuka jurusan Bahasa Indonesia. Keinginan ini tidak terlepas dari keterikan civitas akademika Universitas Islam tertua itu terhadap kajian Islam Indonesia yang damai dan harmonis.

Tertarik Islam Indonesia, Al Azhar akan Buka Studi Islam Berbahasa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Tertarik Islam Indonesia, Al Azhar akan Buka Studi Islam Berbahasa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Tertarik Islam Indonesia, Al Azhar akan Buka Studi Islam Berbahasa Indonesia

Hal ini terungkap saat Kafilah Majelis Hukum Al Muslimin Universitas Al-Azhar Kairo diterima Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Jakarta, Jumat (03/07) seperti dilansir oleh situs kemenag.go.id.?

“Al-Azhar serius untuk menyebarkan Islam Wasathiah di daratan Afrika dan Bumi Barat. Namun, melihat kenyataan bahwa Indonesia merupakan salah satu tempat yang harmonis, moderat, dan damai Islamnya, Syaikh al-Azhar berharap, Universitas al-Azhar bisa menimba ilmu di Indonesia,” terang Saeed Atia Ali mewakili Kafilah.

PMII Cabang Tegal

Kafilah Mesir ini ? terdiri atas Saeed Atia Ali, Hosny Metwally dan Ahmed Shaykowy. Mereka bersilaturahim ke Kementerian Agama dengan didampingi Duta Besar Mesir untuk Indonesia Bahaa Dessouri, Konsellor Ahmed Eid, dan Pembina Ikatan Alumni Al-Azhar Kairo Quraish Shihab. Ikut hadir mendampingi Menag, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Muchtar Ali, Kabiro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri (KLN) A Gunaryo, Kabag TU Pimpinan (Sesmen) Khoirul Huda, dan Kabid KLN Agus Sholeh.

“Selain itu, ada keinginan dari al-Azhar untuk membuka Jurusan Bahasa Indonesia, yakni Studi Islam Dengan Bahasa Indonesia,” tambah Saeed Atia Ali menyampaikan keinginan Syaikhul al-Azhar, Syeikh Ahmad Thayyib dan para pemimpin al-Azhar untuk mendirikan jurusan Bahasa Indonesia di Kampus terbesar di Timur Tengah tersebut.

PMII Cabang Tegal

Menurut Atia, ? maklumat dari Syaikh al-Azhar yang menyatakan: “Perhatikan Bangsa Indonesia yang baik ini, karena Indonesia mampu menjalankan Islam yang moderat, toleran dan cinta damai. Maka timbalah ilmu di Indonesia”.

Dikatakan Atia, bahwa selain bersilaturahim, tujuan kedatangan Kafilah ke Indonesia adalah untuk melakukan koordinasi, apa yang bisa dikontribusikan untuk Pemikiran Islam yang moderat dan cinta damai dari Indonesia. Sebab, menurut al-Azhar, Indonesia adalah model realistis sebuah Islam yang mempunyai budaya damai dan menjunjung tinggi perdamaian.

“Senang sekali kami berkunjung ke negara ke-2 kami, untuk bersama-sama bekerja sama, mengekspor budaya damai dalam Islam,” tambah Ahmed Shaykowy.

Al-Azhar prihatin, lanjut Shaykowy, karena akhir-akhir ini, dunia Islam kacau balau akibat kekerasan atas nama agama. Meski, sebenarnya itu terjadi karena masalah politik, namun hal ini telah mencoreng Islam di dunia.

Menag, dalam silaturahim tersebut menyatakan, bahwa Universitas al-Azhar merupakan salah satu kekuatan Islam. “Atas nama pemerintah dan pribadi, kami mengucapkan terima kasih tak terhingga dan apresiasi atas upaya yang dilakukan Universitas al-Azhar, termasuk akan dibukanya Studi Islam Berbahasa Indonesia,” terang Menag.?

“Ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami dan semoga bermanfaat bagi Umat Islam,” tambahnya.

Menag melihat, setidaknya ada dua hal, yang bisa dilakukan, agar bisa lebih membangun peradaban umat manusia agar lebih baik. Pertama adalah bagaimana Islam lebih mengedepankan aspek akhlaqnya. Karenanya, Menag menggarisbawahi bahwa orientasi pendidikan anak-anak ? ke depan, tidak semata ibadah mahdlah saja, namun juga diimbangi dan dibarengi dengan memperbaiki akhlaq. “Karena itulah esensi Islam, agar ke depan, perilaku Umat Islam bisa lebih baik dan mampu berperan dan mewarnai peradaban ini,” jelasnya.?

“Ada kesalehan sosial, ini yang utama, dan hal ini berpusat pada akhlaq. Sengketa terjadi, karena rendahnya akhlaq, dan sesungguhnya Islam hadir untuk memperbaiki akhlaq,” imbuhnya.

Kedua, lanjut Menag, perlunya kesadaran bahwa keberagaman dan kemajemukan, adalah sesuatu yang given, yang sunnatullah. Karenanya, tidak bisa diingkari, tapi disikapi dengan arif. Salah satu cara adalah dengan membangun musyawarah dan dialog, dan menjauhi cara-cara kekerasan. “Dan al-Azhar mempunyai komintmen yang tinggi untuk hal ini, dan sesuai dengan mayoritas masyarakat Indonesia,” imbuh Menag. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Halaqoh PMII Cabang Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Tugas CBP dan KPP Pelajar NU Bentengi Pelajar dari Ideologi Anti-Pancasila

Pekalongan, PMII Cabang Tegal



Dewan Koordinasi Nasional Corp Barisan Pelajar (DKN CBP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengingatkan peran dan tugas CBP bukan hanya sebagai pasukan keamanan internal, akan tetapi bertugas sebagai garda depan Nahdlatul Ulama dalam rangka membentengi dari masuknya paham radikalisme anti-Pancasila di tingkat pelajar serta mengawal ideologi Aswaja an-Nahdliyah dan menjaga keutuhan NKRI.

Demikian dikatakan DKN CBP IPNU Dede Rosyadi pada acara pengukuhan Pengurus Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) CBP IPNU dan Korp Pelajar Putri (KKP) IPPNU Jawa Tengah Periode 2017 - 2019, Ahad (16/4) di Gedung Bakorwil 3 Kota Pekalongan.

Tugas CBP dan KPP Pelajar NU Bentengi Pelajar dari Ideologi Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Tugas CBP dan KPP Pelajar NU Bentengi Pelajar dari Ideologi Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Tugas CBP dan KPP Pelajar NU Bentengi Pelajar dari Ideologi Anti-Pancasila

Dikatakan, upaya yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mengganti Pancasila serta upaya memecah belah keutuhan NKRI adalah menjadi tugas utama CBP dan KPP khususnya dalam lingkup pelajar di lingkungan Nahdlatul Ulama.

"Ada tugas penting bagi CBP dan KPP sebagai garda depan membantu NU membentengi pelajar dari gerakan ideologi anti-Pancasila, radikalisme dan intoleransi yang saat ini sudah masu di kalangan pelajar," ujar Rosyadi.

PMII Cabang Tegal

Sementara itu, Komandan DKW CBP IPNU Jawa Tengah Ferial Farhan kepada PMII Cabang Tegal mengatakan, dipilihnya Kota Pekalongan sebagai tempat pengukuhan, yakni sebagai upaya mengingatkan kembali sejarah terbentuknya CBP dan semangat akan lahirnya KPP yang dilakukan pada tahun 1964 oleh Asnawi Latif.?

Dikatakan, dengan semangat ini diharapkan akan muncul spirit baru dari kader-kader CBP dan KPP se-Jawa Tengah yang lebih besar dan lebih bangga menjadi kader CBP dan KPP yang loyal terhadap organisasi.?

Sebagaimana diketahui, kehadiran CBP yang semula bernama Corps Brigade Pembangunan (CBP) merupakan lembaga yang dibentuk pada tahun 1963 dalam hal itu di latar belakangi peristiwa persengketaan antara Indonesia dengan Malaysia atau istilah populernya dikenal dengan istilah “ Ganyang Malaysia “, peristiwa politik tersebut yang berkaitan dengan persengketaan antara Repuplik Indonesia dengan Malaysia memperebutkan daerah Kalimantan Utara (Serawak).

PMII Cabang Tegal

Kondisi riil yang terjadi pada saat itu untuk lebih jelas conteksnya yaitu politik luar negeri, terjadi pertentangan antara gagasan Presiden Soekarno yang anti Emperalisme dengan pihak barat yang berupaya menancapkan kukunya di wilayah Malaysia. Kemudian Presiden Soekarno mengintruksikan kepada elemen bangsa untuk segera membentuk sukarelawan perang dan siap menggayang Malaysia.

Intruksi Presiden tersebut secara lansung membuat seluruh elemen bangsa bersiap sedia untuk melawan Imperalisme yang akan kembali menancapkan kukunya di wilayah Asia Tenggara, Asnawi Latif pada waktu itu selaku Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama yang merupakan bagian dari elemen bangsa merasa terpanggil untuk berjuang bersama melawan iperalisme dari bangsa barat, yang terbentuk dari kalangan pelajar Nahdhiyin yang kemudian dinamakan Sukarelawan Pelajar.

Deklarasi dibentuknya sukarelawan Pelajar diadakan di Yogjakarta yang pada saat itu merupakan lokasi dari kantor pusat PP IPNU, dan di barengi dengan parade militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang merupakan wujud dari kesiapan RI untuk Menggayang Malaysia.

Sejak saat itulah kemudian Sukarelawan Pelajar yang dibentuk oleh Asnawi Latif tersebut berjuang demi memperjuangkan negara dan bangsa untuk keutuhan NKRI. Sukarelawan ini yang merupakan embrio atau cikal bakal bagi berdirinya Corps Brigade Pembangunan (CBP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama yang kemudian ditetapkan pada Konferensi Besar IPNU di Pekalongan pada tanggal 25 – 31 Oktober 1964 dengan nama Corps Brigade Pembangunan (CBP), yang kemudian dikenal dengan “Doktrin Pekalongan”. (Abdul Muiz/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Halaqoh PMII Cabang Tegal

Senin, 01 Januari 2018

GP Ansor Surabaya Siap Perangi Kelompok Penyebar Hoaks Sejenis Saracen

Surabaya, PMII Cabang Tegal - Ketua GP Ansor Kota Surabaya H Faridz Afif (Gus Afif) yakin masih banyak kelompok lain serupa dengan Saracen yang suka menebar ujaran kebencian.

"Mereka bukan hanya Saracen. Masih banyak kelompok-kelompok penebar ujaran kebencian dan konten SARA yang masih belum ditangkap. Ideologi mereka membahayakan yang bisa memecah belah bangsa ini," ujar Gus Afif, Rabu (29/8).

GP Ansor Surabaya Siap Perangi Kelompok Penyebar Hoaks Sejenis Saracen (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Surabaya Siap Perangi Kelompok Penyebar Hoaks Sejenis Saracen (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Surabaya Siap Perangi Kelompok Penyebar Hoaks Sejenis Saracen

Ia juga meminta partisipasi masyarakat melawan kelompok yang menebarkan ujaran kebencian seperti Saracen di media sosial.

PMII Cabang Tegal

"Mereka menggunakan media sosial sebagai tempat berperang. Kader Ansor Surabaya juga siap melawan mereka melalu tim cyber kami. Tapi, kita gunakan ini untuk sisi positif, bukan seperti mereka," tambah Gus Afif.

PMII Cabang Tegal

Koordinator Cyber Ansor Surabaya Sufaat mengapresiasi kepolisian atas penangkapan sindikat penyebar kebencian, isu SARA, dan berita hoax bernama Saracen.

"Ini sejalan dengan kita yang juga memerangi para kelompok penebar kebencian, SARA, dan hoaks," katanya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menerapkan 3 S saat berselancar di dunia maya. Tiga S adalah saring sebelum sharing.

"Jangan terburu-buru menyebar informasi yang mengandung ujaran kebencian. Kita harus setia melakukan pengecekan terhadap setiap informasi yang kita dapatkan," tandas Sufaat. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal RMI NU, Halaqoh PMII Cabang Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Yudi Latif: Pancasila Harus ‘Mengatasi’ Negara

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Pemikir Keagamaan dan Kenegaraan, Yudi Latif, mengatakan bahwa nilai Pancasila seharusnya “mengatasi” Negara. Bukan di bawah negara. Jika Pancasila di bawah negara, maka ia menjadi alat negara untuk menekan lawan-lawan politik. Ini merupakan pengejawantahan Pancasila sebagai agama publik (civic religion).

Yudi Latif: Pancasila Harus ‘Mengatasi’ Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Yudi Latif: Pancasila Harus ‘Mengatasi’ Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Yudi Latif: Pancasila Harus ‘Mengatasi’ Negara

“Pancasila harus menjadi kritik bagi negara. Salahnya, zaman Orba dulu negara yang berinisiatif, negara menatar, negara pula yang menafsir. Akhirnya, Pancasila menjadi alat negara untuk menakar rakyat,” kata Yudi dalam bedah bukunya bertajuk Revolusi Pancasila di Hotel A-One Jakarta Pusat, Senin (22/5).

Singkat kata, lanjut Yudi, jika pendekatan Pancasila yang dulu vertikal maka sekarang harus horizontal. “Harus melibatkan partisipasi berbagai pihak sehingga Pancasila nantinya menjadi kritik bagi kebijakan negara,” tegasnya.

Oleh karenanya, Yudi berpendapat, Pancasila bisa juga disebut sebagai ‘agama publik’ (civic religion). “Bukan berarti agama yang kita pahami selama ini. Artinya, lebih kepada nilai moralitas dalam kehidupan publik. Terpenting, jangan mengagamakan pancasila atau mempancasilakan agama,” tandasnya.

PMII Cabang Tegal

Pria kelahiran Sukabumi, Jawa Barat ini menambahkan, Pancasila disebut civic karena meskipun nilai-nilainya berasal dari agama tapi tidak identik dengan agama. Nilai-nilai universalnya itu sudah terbagi luas di masyarakat.

“Jadi tidak bisa disamakan dengan yang ada di masjid atau di gereja. Dia sudah menjadi nilai-nilai agama yang menjelma properti publik. Pancasila menampung berbagai elemen dari agama-agama, adat istiadat, gagasan universal, dan lain-lain,” ujarnya.

Yudi Latif mengibaratkan agama-agama bak tower tinggi, lalu Pancasila memotong jembatan supaya antaragama bisa saling bertemu. Nilai-nilai publik inilah yang disebut sebagai agama. Bagi dia, Pancasila menjadi cermin bagi seluruh anak bangsa.?

Kegiatan yang dibuka resmi oleh Kepala Balitbang Diklat Kemenag Abdurrahman Mas’ud ini menghadirkan dua narasumber, Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi Ahmad dan Direktur PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jamhari Ma’ruf.

PMII Cabang Tegal

Tampak juga Kepala Puslitbang Penda Amsal Bakhtiar, Kepala Pusdiklat Teknis Mahsusi, para pejabat Eselon III di lingkungan Balitbang Diklat, serta para Kepala Balai Litbang Agama (BLA) dan Kepala Balai Diklat Keagamaan (BDK) seantero Republik. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Daerah, Hadits, Halaqoh PMII Cabang Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Ma’arif NU Lampung Beri Beasiswa Pendidikan kepada Para Penghafal Qur’an

Pringsewu, PMII Cabang Tegal

Ketua LP Ma’arif NU Provinsi Lampung H Fauzi adalah sosok yang sangat komit dan inten berkiprah dalam dunia pendidikan di Provinsi Lampung. Dengan keuletan dan kegigihannya, Alumni S3 Universitas Gajah Mada ini berhasil mendirikan sejumlah perguruan tinggi di beberapa Kabupaten di Provinsi yang dijuluki Bumi Ruwai Jurai tersebut.

Perguruan Tinggi yang berhasil didirikannya tersebut tidak semata diikuti oleh para mahasiswa yang hanya mampu dalam hal finansial. Dalam hal agama, Fauzi juga memberikan kesempatan kepada para Penghafal Quran (Hafiz dan Hafizah) untuk dapat mengenyam pendidikan di Peguruan Tinggi miliknya.

Ma’arif NU Lampung Beri Beasiswa Pendidikan kepada Para Penghafal Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif NU Lampung Beri Beasiswa Pendidikan kepada Para Penghafal Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif NU Lampung Beri Beasiswa Pendidikan kepada Para Penghafal Qur’an

Para Hafiz Qur’an tersebut tidak hanya dapat berkuliah dan mendapatkan ilmu sesuai dengan jurusan yang dipilihnya. Namun mereka juga mendapatkan beasiswa kuliah gratis di lima Perguruan Tinggi miliknya yang tersebar di empat Kabupaten di Provinsi Lampung.?

Menurutnya, langkah yang dilakukannya ini adalah dalam rangka memuliakan para hafiz hafizah dengan memberikan kesempatan berkiprah di dunia pendidikan. Selain itu Ia ingin keberkahan selalu menaungi Kampus yang didalamnya terdapat para Hafiz dan Hafizah.

"Saya ingin memberikan fasilitas kepada mereka untuk menekuni dunia pendidikan formal di Kampus sehingganya insyaallah akan membawa manfaat bagi mereka dan membawa keberkahan bagi kami," ujarnya disela kesibukan hariannya sebagai Pegawai Negeri Sipil di Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu, Rabu (26/5).

PMII Cabang Tegal

Ditemui ditempat terpisah Wakil Ketua Bidang III STIT Pringsewu Abdul Hamid menjelaskan bahwa lima Perguruan Tinggi yang memberikan beasiswa gratis kepada para hafidz yaitu STMIK Pringsewu, STIT Pringsewu, STIT Multazam Lampung Barat, STEBI Tanggamus ataupun STIE Lampung Timur.

Abdul Hamid yang juga Hafiz Quran ini menjelaskan bahwa bagi Alumni SLTA yang sudah menghafal Al Quran dan ingin melanjutkan kuliah bisa langsung mendaftarkan diri pada Tahun Akademik 2016-2017 ini.

PMII Cabang Tegal

"Silahkan hubungi saya atau langsung datang ke kampus untuk melewati rangkaian proses yang salah satunya adalah test kemampuan menghafal Quran," kata Hamid yang juga Pengurus JQHNU Kabupaten Pringsewu.

Ia mengatakan bahwa program ini ditujukan sebagai apresiasi terhadap para penghafal quran khususnya di Provinsi Lampung. "Mudah mudahan dengan program ini banyak para pelajar yang termotivasi untuk menghafalkan Al-Qur’an. Sehingga Kitab Suci kita tersebut dapat tertanam pada jiwa jiwa generasi penerus kita," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nahdlatul, RMI NU, Halaqoh PMII Cabang Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Jadi Posko Mudik, Masjid NU Diharapkan Berfungsi Sosial

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Seperti tahun lalu, PBNU melalui Pengurus Pusat Lembaga Ta’mir Masjid Nadlatul Ulama (LTMNU) Ramadhan ini menggelar agenda “Mudik Bareng NU 1433 H”. Sedikitnya 99 masjid di sepajang Pulau Jawa disiapkan menjadi posko mudik. Kebijakan ini merangkap harapan, masjid sepatutnya turut membantu kehidupan masyarakat.

Jadi Posko Mudik, Masjid NU Diharapkan Berfungsi Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadi Posko Mudik, Masjid NU Diharapkan Berfungsi Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadi Posko Mudik, Masjid NU Diharapkan Berfungsi Sosial

Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A Ghani, Rabu (31/7), mengatakan, langkah ini adalah  wujud pemberdayaan aset Nahdlatul Ulama agar memberi manfaat kepada umat. Seluruh Pengurus Cabang  dalam Rapimnas LTMNU telah sepakat akan membuka posko di lingkungan masjid untuk menyambut ribuan calon pemudik.

“Kita juga berharap, program ini dapat membangkitkan kesadaran masyarakat untuk lebih dekat dengan masjid,” ujarnya.

PMII Cabang Tegal

Sekretaris PP LTMNU Ibnu Hazen menyebutkan beberapa keunggulan posko mudik NU ini. Di masjid, selain melepas lelah dan mampir ke kamar mandi, para pemudik dapat menunaikan shalat dalam suasana yang lebih teduh dan nyaman. Fasilitas ini berbeda dengan posko-posko lain yang umumnya terbatas pada penyediaan kamar kecil dan tenda berukuran sempit.

Selain itu, lanjutnya, keterlibatan 99 pengurus cabang secara tak langsung telah memperkuat LTMNU secara struktural. “Dengan kegiatan ini kita akhirnya telah melakukan konsolidasi dengan PC-PC (pengurus cabang), dari Merak sampai Banyuwangi,” tandasnya.

PMII Cabang Tegal

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaSantri, Halaqoh PMII Cabang Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Seribu Jemaah Haji Palestina Disambut sebagai Tamu Raja Saudi

Riyadh, PMII Cabang Tegal. Sedikitnya seribu anggota keluarga para pejuang Palestina yang mati terbunuh oleh pasukan Israel, menunaikan ibadah haji tahun ini. Selain menunaikan rukun Islam kelima, mereka pergi ke tanah suci juga sebagai tamu istimewa Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz.

Pemerintah Arab Saudi telah menyiapkan diri menyambut kedatangan mereka, sebagaimana dilaporkan Arab News, Sabtu (12/8).

Seribu Jemaah Haji Palestina Disambut sebagai Tamu Raja Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Seribu Jemaah Haji Palestina Disambut sebagai Tamu Raja Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Seribu Jemaah Haji Palestina Disambut sebagai Tamu Raja Saudi

Abdullah Al-Madalj, sekretaris umum Sekretariat Jenderal Raja Salman bin Abdul Aziz untuk Ibadah Haji dan Umrah, mengatakan bahwa berbagai persiapan tersebut meliputi akomodasi, transportasi, dan konsumsi.

Program yang memasuki tahun kesembilan ini, menurutnya, merupakan bentuk pengakuan terhadap kepahlawanan warga Palestina yang telah berkorban nyawa demi menegakkan hak-hak mereka.

Otoritas Arab Saudi berharap sambutan hangat ini dapat mengurangi rasa sakit mereka lantaran kehilangan orang-orang tercinta. "Ini juga merupakan bagian dari wujud dukungan Kerajaan untuk kepentingan Palestina," kata Abdullah. (Mahbib)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Kiai, Halaqoh PMII Cabang Tegal

Jumat, 03 November 2017

Peringati Harlah, Pelajar NU Demak Lantik Komisariat dan Ranting

Demak, PMII Cabang Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Demak melantik secara serentak 5 Pimpinan Komisariat (PK) dan 4 Pimpinan Ranting (PR) masa bakti 2014-2015 sekecamatan Demak Kota, Kamis (6/3) siang. Acara ini bertepatan harlah pelajar NU yang diperingati pelajar Demak. 

Peringati Harlah, Pelajar NU Demak Lantik Komisariat dan Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah, Pelajar NU Demak Lantik Komisariat dan Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah, Pelajar NU Demak Lantik Komisariat dan Ranting

Bertempat di Gedung NU Demak jalan Sutltan Fattah 611 Bintoro Demak, Ketua PC IPNU Demak Musadad Syarif mengatakan, kepengurusannya telah berupaya menyolidkan kader dan pelajar NU dengan melakukan regenerasi kepemimpinan secara periodik, rapat anggota, pengaderan baik makesta maupun lakmud.

“Sebagai pelajar NU yang sudah jadi pengurus dan telah dilantik harus siap mengemban amanat organisasi dan amanat ulama NU,” harap Sadad.

PMII Cabang Tegal

Musadad mengapresiasi pelantikan PK dan PR IPNU-IPPNU se-Demak Kota sebagai bentuk prestasi membanggakan dari PAC Demak Kota dengan memperbanyak PK di sekolah dan pesantren.

PMII Cabang Tegal

Sedangkan Ketua PC IPPNU Demak Fitriyah meminta pengurus yang baru saja dilantik agar selalu bisa aktif berorganisasi lewat IPNU-IPPNU. “Jalankan organisasi dengan baik dan tetap bersemangat melanjutkan perjuangan para Ulama NU,” harapnya. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Halaqoh PMII Cabang Tegal

Perempuan NU Ambil Peran dalam Pengawasan Pemilu 2014

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Sejumlah pengurus teras PP Muslimat NU, PP Fayatat NU dan PP IPPNU mengadakan pertemuan dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jakarta. Mereka membahas partisipasi konkret yang bisa dilakukan untuk mengawasi dan memantau pemilu awal bulan depan demi kelangsungan pemilu yang jujur dan demokratis.

Perempuan NU Ambil Peran dalam Pengawasan Pemilu 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Perempuan NU Ambil Peran dalam Pengawasan Pemilu 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Perempuan NU Ambil Peran dalam Pengawasan Pemilu 2014

Dalam pertemuan yang berlangsung Kamis (20/3), mereka sepakat bahwa pemantauan pemilu ini perlu melibatkan banyak elemen masyarakat. Dengan demikian, publik terpanggil untuk melaporkan pelanggaran yang terjadi baik di lapangan maupun KPUD setempat.

Manajer Proyek Pendidikan Pemilih PP Muslimat NU Susianah Afandi kepada PMII Cabang Tegal, Senin (24/3) mengatakan, “Di era pengembangan teknologi informasi seperti saat ini, partisipasi masyarakat dalam kegiatan pemantauan dan pengawasan Pemilu dapat berjalan efektif dan efesien dengan hadirnya media sosial yang mudah diakses dan murah.”

PMII Cabang Tegal

Perhatian perempuan NU untuk terlibat aktif dalam pemilu didasarkan pada itikad untuk mengembalikan pemilu sebagai milik rakyat. Rakyat yang berdaulat sudah seharusnya mengawasi pemilu secara langsung sehingga dihasilkan pemilu yang demokratis dan berkualitas.

PMII Cabang Tegal

Di akhir pertemuan, tiga badan otonom NU tersebut pada pekan ini berencana menandatangani nota kesepahaman dengan Bawaslu terkait dukungan terhadap Gerakan 1 Juta Relawan Pengawas Pemilu. Tampak hadir dalam pertemuan ini PP IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) dan LMND. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nasional, Halaqoh, Syariah PMII Cabang Tegal

Selasa, 31 Oktober 2017

Agustus, Gus Dur Ditetapkan Pahlawan Nasional?

Jombang, PMII Cabang Tegal. Pemerintah bakal segera menganugerahkan gelar pahlawan Nasional untuk presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid yang juga mantan ketua PBNU. Hal ini disampaikan Menteri Sosial, Khofifah Indarparawansah usai melakukan peletakan batu pertamapembangunan rehabilitasi sarana Taman Makam Nasional di Komplek Tebuireng, Ahad (5/4).

Pada kunjungannya kemarin kementrian sosial juga memberikan bantuan rehabilitasi Sarana makam Pahlawan nasional sebesar Rp 135 juta. Bantauan itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan sarana Makam Pahlawan Nasional Tebuireng.

Agustus, Gus Dur Ditetapkan Pahlawan Nasional? (Sumber Gambar : Nu Online)
Agustus, Gus Dur Ditetapkan Pahlawan Nasional? (Sumber Gambar : Nu Online)

Agustus, Gus Dur Ditetapkan Pahlawan Nasional?

Dikatakan Mensos, bahwa gelar pahlawan untuk presiden RI ke 4 KH Abdurrahman Wahid paling lambat Agustus mendatang. " Sebenarnya untuk Gus Dur ini tahun lalu sudah bisa, karena proses pencalonan beliau sudah selesai di TP2GP, kini proses pengajuan ke Dewan Gelar Pahlawanan Nasional, paling akhir Agustus ini," ujar Khofifah mengatakan.

PMII Cabang Tegal

Khofiah menjelaskan bahwa Kementrian Sosial adalah penanggung jawab pengelolaan Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) hanya satu di Jakarta, kemudaian Taman Makam pahlawan diberbagai daerah dan makam pahlawan Nasional. Di Tebuireng Jombang ini ada dua pahlawan nasional dimakamkan, yakni KH Hasyim Asari dan KH Wahid Hasyim." Kalau di TMPNU ada 23 pahlawan dari 163 pahlawan nasional yang ada," ujarnya seraya mengatakan lainnya tersebar di berbagai daerah.

PMII Cabang Tegal

Menurut Khofifah, pada proses pencalonan pahlawan nasional untuk Gus Dur dikatakannya telah selesai di Tim Peneliti dan Pengkajian Gelar Pahlawan (TP2GP) pusat dan selanjutnya dikatakannya Kementrian Sosial akan melanjutkan kepada Dewan gelar Pahlawan nasional yang diketauai oleh Menko Polhukam.

"Sebenarnya tahun lalu sudah bisa, karena kalau Gus Dur sudah selesai di TP2GP, kini proses pengajuan ke Dewan Kepahlawanan," tandas perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua PP Muslimat NU ini.

Kapan kepastian penganugerahan gelar pahlawan Gus Dur selesai? Khofifah menjanjikan bahwa untuk Gus Dur paling prosesnya akan segera diserahkan pada Agustus mendatang." Kalau sudah selesai di Dewan Kepahlawan Nasional akan diserahkan Presiden, dan biasanya penganugerahan pahlawan diberikan sebelum tanggal 10 Nopember," ujarnya mengatakan.

Sementara itu Direktur Kepahlawanan, Perintisan dan kesetiakawanan sosial, Andik Hanindito menambahkan bahwa untuk tahun ini usulan gelar pahlawan sudah masuk 6 orang. Bersamaan dengan Gus Dur ada nama jendra (purn) Sarwo Edi Wibowo.

"Soal waktu itu tergantung kelengkapan data yang disampaikan pengusul atau TP2GP dari daerah. Biasanya yang data yang kurang itu adalah bukti otentiknya riwayat perjuangan karena hal itu aka nada uji dan keabsahan," tandasnya. (Muslim Abdurrahman/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Halaqoh, Nahdlatul Ulama PMII Cabang Tegal

Sabtu, 23 September 2017

Syiar Positif Pelajar dan Pemuda NU Kubangsari

Brebes, PMII Cabang Tegal

Ranting IPNU-IPPNU Desa Kubangsari Kecamatan Ketanggungan Brebes, bekerja sama dengan GP Ansor menggelar bakti sosial, berupa santunan anak yatim piatu. Kegiatan berlangsung Ahad (16/10) di Mushola Babbusalam.

Syiar Positif Pelajar dan Pemuda NU Kubangsari (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiar Positif Pelajar dan Pemuda NU Kubangsari (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiar Positif Pelajar dan Pemuda NU Kubangsari

Pembina PAC IPNU-IPPNU Ketanggungan Ahmad Fauzan El Azizi mengatakan, kegiatan ini sebagai ajang pendidikan sosial secara dini. Kader-kader muda NU ditingkatakan terbawa, bisa menjadi pelopor kepedulian kepada kaum yang kurang beruntung. Setidaknya, lewat santunan ini bisa menjadi wahana syiar dan gerakan positif tentang anak-anak muda NU. “Karena menebar simpati, maka IPNU-IPPNU pun akan dicintai oleh generasi muda,” terangnya.

Sekretaris PAC IPNU-IPPNU Ketanggungan Akbar Wibawa mengapresiasi PR IPNU IPPNU Kubangsari. Diharapkan kegiatan seperti ini bisa menular ke Ranting yang lain. “Semoga saja, Ranting-Ranting IPNU IPPNU di Kecamatan Ketanggungan bisa meniru kegiatan seperti ini,” ucapnya.

PMII Cabang Tegal

Ketua Ranting IPNU Kubangsari Fahrurrozi menjelaskan, dana santunan didapat dari uang khas IPNU IPPNU, para donatur yang tidak mengikat sejumlah Rp 3 juta. Sebanyak 28 anak yatim piatu yang terdata, selain mendapatkan uang juga sembako.

PMII Cabang Tegal

Fahrurrozi mengagendakan bakti sosial ini akan menjadi kegiatan tahunan dengan dana yang lebih besar lagi, sehingga banyak pula anak yang yatim yang dilibatkan.

Kegiatan yang bertemakan "Jadilah Generasi Muda yang Bermanfaat Untuk Umat, Berguna Untuk Bangsa, Berbhakti Untuk Negeri" diisi cerama Rois Syuriyah Ranting Kubangsari KH Abdul Wahid.

Kiai Wahid mengajak agar anak-anak muda era kini belajar berbuat yang terbaik sesamanya, bisa bermanfaat. Sebab, manusia yang paling baik adalah khoirunas anfa uhum linnas manusia yang berguna untuk sesamanya. Termasuk di dalamnya menyantuni anak yatim.

“Barangsiapa di bulan Muharam bersedekah untuk anak yatin dan mengusap kepalanya, kelak diakherat dari sehelai rambut anak yatim tersebut terhitung pahala yang bisa menghindari dari siksa neraka,” ujar Kiai Wahid yang juga pengasuh Majlis Talim Miftahul Huda. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Halaqoh, Daerah, Nasional PMII Cabang Tegal

Selasa, 12 September 2017

Rais JATMAN Ini Ingatkan Pentingnya Cuci Hati dengan Thariqah

Subang, PMII Cabang Tegal. Rais Jamiyah Ahlith Thariqoh Al Mutabaroh An Nahdliyah (JATMAN), KH Zezen Zaenal Abidin Bazul Azhab mengingatkan pentingnya mencuci hati dengan thariqah.

Menurut KH Zezen, thariqah merupakan ruhnya kehidupan. Tanpa dilandasi oleh thariqah, manusia hidup laksana kendaraan tanpa awak.

Rais JATMAN Ini Ingatkan Pentingnya Cuci Hati dengan Thariqah (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais JATMAN Ini Ingatkan Pentingnya Cuci Hati dengan Thariqah (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais JATMAN Ini Ingatkan Pentingnya Cuci Hati dengan Thariqah

"Hidupnya akan sempoyongan tak terarah. Karena thariqah merupakan sebuah metode seseorang untuk sampai pada tujuan," ujar Kiai Zezen saat memberikan ceramahnya pada acara peringatan Isra Miraj di halaman Masjid Jami Al-Falah, Kampung Katomas, Sumbersari, Pagaden Subang, Jawa Barat, Selasa (5/5) malam.

PMII Cabang Tegal

Dikatakan, mempelajari ilmu thariqah merupakan wajibain. Selain itu, landasan syariat dan ketauhidan juga menjadi aspek yang terpenting dalam menjalani kehidupan. "Jangan kemudian muncul anggapan bahwa thariqah hanya bisa dilaksanakan oleh sekelompok orang saja," katanya seperti dilansir Koran Berita Biro Subang.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa hati merupakan aspek yang sangat vital dalam diri manusia. Dengan hati bersih, manusia akan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk dan tidak terjebak di dalamnya.

PMII Cabang Tegal

"Itu merupakan aplikasi dari konsep NU dengan Taadul, Tasamuh, Tawazun dan Tawassuth-nya. Sehingga jika konsep NU itu tak ada thariqoh, maka seperti masakan tak ada rasanya," jelas Ajengan Zezen yang juga Wakil Rois Syuriah PWNU Jawa Barat tersebut.?

Acara yang dilaksanakan oleh Ponpes Miftahul Huda Al-Musri, Katomas, Sumbersari, Pagaden, Subang ini dihadiri oleh ribuan Nahdliyin dan masyarakat sekitar. Tampak hadir Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Subang, KH Musyfiq Amrullah, Ketua GP Ansor Subang, Asep Alamsyah Heridinata dan badan otonom NU lainnya. (Ade/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pertandingan, Halaqoh, RMI NU PMII Cabang Tegal

Kamis, 24 Agustus 2017

Sejumlah Tips Menjalankan Ibadah Haji

Probolinggo, PMII Cabang Tegal. Ibadah haji adalah ibadah fisik. Oleh karena itu, Calon Jamaah Haji (CJH) harus betul-betul menjaga kondisi fisik dengan baik dan jangan terlalu capek. Saat menjalankan ibadah haji di tanah suci, jangan sampai ada kesombongan.

Sejumlah Tips Menjalankan Ibadah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Tips Menjalankan Ibadah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Tips Menjalankan Ibadah Haji

Hal tersebut disampaikan Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari ketika melakukan safari haji di kediaman Biyanto di Desa Clarak Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo, Jum’at (21/7) sore.

“Tetapi kita tidak sadar bahwa apa yang terkada kita lakukan adalah bagian dari kesombongan. Oleh karena itu jangan pernah sombong dan takabur dalam menjalankan ibadah haji,” katanya.

Lebih lanjut Tantri meminta agar memanfaatkan menunaikan ibadah haji ke tanah suci dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan amal ibadah. “Perbanyaklah di masjid dan kurangi berada di hotel. Sering-seringlah berbicara dengan Allah dan kurangi dengan sesama manusia,” tegasnya.

PMII Cabang Tegal

Tantri menerangkan orang yang berangkat menjalankan ibadah haji adalah orang yang dipilih oleh Allah dari sekian ribu orang masyarakat Kabupaten Probolinggo. Maka jadikan kesempatan berharga itu dengan memanfaatkan sebaik mungkin.

“Begitu mulianya kesempatan yang diberikan Allah untuk menunaikan ibadah haji. Persiapkan mental dan spiritual bagaimana tanggal 13 Agustus sampai pulang menjadi tamu Allah dan Rasulullah,” jelasnya.

PMII Cabang Tegal

Menurut Tantri, mempersiapkan mental itu wajib agar supaya bagaimana akhlak menjadi seorang tamu yang baik. Sehingga begitu kembali ke Kabupaten Probolinggo menjadi putih kembali tanpa dosa.?

“Persiapan fisik dan spiritual disini harus dibangun dengan baik. Haji itu tanpa disangka dan diduga oleh manusia manakala berikhtiar dan tawakkal. Oleh karena itu, orang yang berhaji jangan pernah disibukkan dengan masalah oleh-oleh. Hendaknya masyarakat mintalah doa barokahnya,” pungkasnya.

Turut serta dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo H Santoso, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo. (Syamsul Akbar/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Halaqoh PMII Cabang Tegal

Sabtu, 29 Juli 2017

Habib Luthfi Gelar Silaturrahim Ulama, TNI, dan Polri Pekan Ini

Pekalongan, PMII Cabang Tegal. Rais Aam Jamiyyah Ahlith Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya berencana menggelar silaturrahim nasional ulama thariqah bersama TNI dan Polri.

Habib Luthfi Gelar Silaturrahim Ulama, TNI, dan Polri Pekan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi Gelar Silaturrahim Ulama, TNI, dan Polri Pekan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi Gelar Silaturrahim Ulama, TNI, dan Polri Pekan Ini

Acara yang akan dilangsungkan Sabtu (23/12) di Pendopo Kabupaten Pekalongan di Kajen menghadirkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Ketua Panitia Silaturrahim KH Dzukron Luqni mengatakan, kegiatan silaturrahim nasional dalam rangka menjalin ukhuwah antara ulama thariqah, TNI dan Polri dalam upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Silaturrahim ini merupakan kegiatan yang ketiga kalinya dihelat bersamaan dengan kegiatan Maulid Nabi di Kanzus Sholawat bertujuan untuk meningkatkan kecintaan pada NKRI," ujar Kiai Dzukron. 

PMII Cabang Tegal

Dikatakan Kiai Dzukron, kegiatan tahunan yang mengambil tema Kadar Bobot Kecintaan Pada Bangsa Tergantung Kecintaannya pada Tanah Airnya diharapkan mampu menjadi perekat antar-komponen bangsa yang akhir akhir ini mulai luntur.

Sekretaris Umum Panitia Maulid, Sumarjo menjelaskan kegiatan silaturrahm nasional bersama TNI dan Polri merupakan rangkaian dari kegiatan Maulid Nabi di Kanzus Sholawat yang diawali Jumat (22/12) dengan kegiatan nikah maulid, kirab merah putih, dan pembacaan rotibul kubro. 

PMII Cabang Tegal

Selanjutnya Sabtu (23/12) apel merah putih dan ikrar NKRI, silaturrahim ulama thariqah TNI dan Polri, pawai pajang jimat, pembacaan dalailul khoirot, khotmil quran, pembacaan manakib dan panggung hiburan musik el-balasyik.

Kemudian Ahad (24/12) puncak acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kanzus Sholawat, Jalan dr Wahidin Pekalongan, Jawa Tengah. (Abdul Muiz/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Halaqoh, Pahlawan PMII Cabang Tegal

Sabtu, 22 Juli 2017

Muslimat NU Sulsel dan FKCA Gelar Tabligh Akbar di Bone

Makassar,PMII Cabang Tegal. Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulawesi Selatan (Sulsel) mengadakan Tabligh Akbar di Masjid Agung Al-Markaz Kabupaten Bone. Kegiatan yang dikerjasamakan dengna Forum Kajian Cinta Al-Quran (FKCA) Sulawesi Selatan, FKCA Kabupaten Bulukumba dan Pemerintah Kabupaten Bone tersebut dirangkai dengan Pembukaan Trainer of Trainer (ToT) Pemaknaan Al-Quran, Selasa (2/8).

Muslimat NU Sulsel dan FKCA Gelar Tabligh Akbar di Bone (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Sulsel dan FKCA Gelar Tabligh Akbar di Bone (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Sulsel dan FKCA Gelar Tabligh Akbar di Bone

Ketua PW Muslimat NU Sulsel Majdah MZ Agus Arifin Numang dalam sambutannya menyinggung fenomena-fenomena perilaku negatif melalui media elektronik, online, dan media cetak.

Ketua Dewan Pembina FKCA Sulsel menyebut? hal itu menjadi pukulan berat bagi umat Islam. Sebagai penyebabnya yaitu perilaku beragama kita hanya pada tataran simbolik belaka. Padahal esensi ajaran Islam adalah memberi rahmat buat seluruh alam, mencegah kemungkaran, kedisiplinan, jauh dari korupsi, dan lain sebagainya.

PMII Cabang Tegal

"Di sinilah keberadaan FKCA sebagai organisasi yang concern untuk membumikan Al-Quran. Tentunya kami bersyukur, Bapak Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bone sangat merespon gerakan membumikan Al-Quran," kata Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) pada kegiatan yang dihadiri ribuan Nahdliyin.

PMII Cabang Tegal

Wakil Bupati Kabupaten Bone Ambo Dalle, sangat merespon gerakan membumikan Al-Quran yang diprakarsai FKCA Sulawesi Selatan. Hal ini ditandai dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Bone bahwa di setiap sekolah atau madrasah sebelum memulai pelajaran wajib membaca surah-surah pendek dari Al-Quran.

"Di sisi lain, Pemda Kabupaten Bone sangat memperhatikan kesejahteraan guru-guru mengaji, tentunya hal ini sangat mendukung syiar Islam di Kabupaten Bone." (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Cerita, Syariah, Halaqoh PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock