Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Kapolres Brebes: Kepentingan Politik Jadi Kendala Kerukunan Beragama

Brebes, PMII Cabang Tegal. Kepentingan politik yang kian memanas kerap menjadi kendala dalam mewujudkan kerukunan hidup beragama. Terlebih politik yang dilandasi semangat membabi buta sehingga tidak menghiraukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Demikian disampaikan Kapolres Brebes AKBP Ferdy Sambo saat menyampaikan sambutan sarasehan peran tokon agama dalam menjaga kondusifnya kehidupan beragama di Brebes, di aula Mapolres Brebes, Kamis (8/5).

Kapolres Brebes: Kepentingan Politik Jadi Kendala Kerukunan Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolres Brebes: Kepentingan Politik Jadi Kendala Kerukunan Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolres Brebes: Kepentingan Politik Jadi Kendala Kerukunan Beragama

Selain kepentingan politik, lanjut Sambo, toleransi yang rendah juga menjadi kendala kerukunan beragama. “Yang jarang mendapat pantauan adalah fanatisme berlebihan dari penganut agama yang justru sering memicu perpecahan,” kata Sambo.

PMII Cabang Tegal

Karenanya Kapolres menganjur para pemuka dari pelbagai agama untuk mengadakan dialog rutin antarumat beragama. Dengan demikian, satu sama lain bisa berbicara satu meja dan mencari lem perekat untuk kehidupan yang lebih damai.

Harapan kuat dari masing-masing penganut agama untuk menciptakan kerukunan juga menjadi solusi terbaik. Dengan niatan ikhlas dan dorongan kuat untuk saling merangkul dalam satu Bhineka Tunggal Ika, Kapolres Brebes optimis kerukunan agama bisa terus terjalin.

PMII Cabang Tegal

Sarasehan diikuti 100 orang tokoh agama dari Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha dan Konghucu, Kapolsek sekabuaten Brebes dan instansi terkait. Sarasehan dibuka Bupati Brebes Hj Idza Priyanti yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan Soeprapto.

Dalam sambutan, Bupati Brebes berharap pemuka agama menjadi motor kerukunan beragama. Terlebih lagi menjelang pilpres, isu-isu yang dapat memecah-belah umat kerap hadir. Peran tokoh agama, masyarakat, kepolisian, dan seluruh komponen masyarakat sangat diharapkan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kita harus terus waspada dengan terus menjalin persatuan dan kesatuan di antara kebhinekaan,” tandasnya dalam pembukaan sarasehan yang menghadirkan Ketua PCNU Brebes H Athoillah dan Dosen Pascasarjana STAIN Pekalongan Khusnan Zaen sebagai narasumber.

Sedangkan Athoillah dalam kesempatan itu mengingatkan peran pemerintah, tokoh agama, juga umat beragaman itu sendiri. “Tiga komponen ini harus bersinergi untuk mewujudkan kerukunan dalam pembangunan bangsa.” 

Sarasehan ini digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Brebes bekerja sama dengan Polres Brebes. Tampak hadir Ketua FKUB KH Ahmad Said Basalamah beserta jajaran pengurus lainnya, tokoh agama Kristen Protestan Agus Suratno, Pontianus Karyono dari Katholik, RM Slamet Riyanto dari Budha, dan Toni Raharjo utusan Konghucu. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Amalan PMII Cabang Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

KH Masdar: Selama Ini Bahtsul Masail NU Belum Banyak Evaluasi APBN dan APBD

Rembang, PMII Cabang Tegal - Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Masudi mendorong aktivis bahtsul masail di lingkungan Nahdlatul Ulama mengalihkan perhatian pada UU, Perda, APBN, dan APBD. Menurutnya, semua itu merupakan program yang hasilnya nyata, konkret, dan bersifat stretegis.

Norma-norma berupa UU dan Perda adalah regulasi yang mengatur kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan negara oleh pemerintah. Baik burukya rakyat dan pemerintah, tergantung peraturan perundang-undangan tersebut. Jadi ini sangat strategis.

KH Masdar: Selama Ini Bahtsul Masail NU Belum Banyak Evaluasi APBN dan APBD (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Masdar: Selama Ini Bahtsul Masail NU Belum Banyak Evaluasi APBN dan APBD (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Masdar: Selama Ini Bahtsul Masail NU Belum Banyak Evaluasi APBN dan APBD

Ia menjelaskan, satu-satunya pintu masuk mewarnai dan menentukan bagaimana penyelanggaraan negara adalah lewat UU dan Perda. Jadi wajib hukumnya untuk diperhatikan oleh NU.

PMII Cabang Tegal

"Jika NU selama ini mengampanyekan Islam rahmatan lil alamin harus dibuktikan dengan mempengaruhi isi UU dan Perda. Jadi tidak hanya motto atau slogan," kata Kiai Masdar ketika membuka forum Bahtsul Masail dalam Rangka Harlah Ke-94 NU yang diadakan oleh PWNU Jawa Tengah di Pesantren Roudlotut Tholibin Leteh, Rembang, Senin (1/5).

Lebih tegas ia menyebutkan, NU harus memastikan setiap pemerintah daerah dan pemerintah RI benar-benar menjalankan amanah menjamin kesejahteraan rakyat. “Itu berarti harus memelototi APBD dan APBN, apakah benar-benar prorakyat atau tidak. Membawa maslahat atau tidak.”

PMII Cabang Tegal

Apabila kepala daerah atau pemerintah berkata, “prorakyat,” tapi anggaran untuk rakyat sedikit atau tidak adil, maka itu jelas kebohongan. Dan NU harus mencegah dusta konstitusional itu.

"Ayo awasi APBN, kuliti APBD. Bahtsul masail harus masuk ke sana," ia mengajak dan memotivasi.

Konsekuensi dari program itu, Masdar menambahkan, NU perlu memproduksi para sarjana bidang bidang nonagama, mendidik para ahli hokum, atau pembuat regulasi. Hasilnya nanti, DPR dan DPRD harus meminta restu NU sebelum menetapkan setiap UU atau Perda.

UU atau Perda yang sudah disetujui NU, akan sangat kuat legitimasinya karena telah didukung para ulama. Produk hukumnya menjadi tidak sekadar buatan umara dan wakil rakyat, tetapi juga dari unsur ulama.

"Di sinilah semestinya fungsi organisasi kita menjaga negara yang merupakan kontrak atau kesepakatan antarkomponen bangsa ini," ujarnya bersemangat disambut tepuk tangan meriah hadirin.

Kiai Masdar mengulang-ulang statemennya tersebut. Ia lebih dari tiga kali mengulang kalimat tersebut agar PCNU dan PWNU segera memprogramkan bahsul masail Qonuniyah yang membahas regulasi.

"Bapak-bapak kiai dan ibu-ibu nyai yang saya hormati. Apabila kita sudah membuat bahtsul masail Qonuniyyah seperti yang saya jelaskan tadi, pasti panjenengan semua akan sangat sibuk. Mungkin bahtsul masail tidak diadakan setiap tiga atau enam bulan seperti selama ini, tapi bisa jadi setiap minggu. Bahkan satu bahtsul masail bisa sampai berhari-hari. Sebab UU itu jumlahnya ratusan, Perda juga puluhan atau ratusan di setiap Pemda," kata Kiai Masdar yang kini tercatat sebagai pengurus DMI. (Ichwan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaSantri, Sejarah, Amalan PMII Cabang Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Pekan Depan, IPNU-IPPNU Rembang Gelar Lakut

Rembang, PMII Cabang Tegal. Pengurus IPNU-IPPNU Rembang tengah mempersiapkan Lakut yang akan diadakan pada Jumat-Ahad (14-16/11) mendatang. Selama tiga hari itu mereka mendapat pembekalan sejumlah materi kepemimpinan di Bumi Perkemahan Karangsari Park di desa Karangsari kecamatan Sulang, delapan kilometer dari arah utara Kota Rembang.

Sedikitnya 20 pelajar NU perwakilan PAC dan Komisariat sekabupaten Rembang, mengkuti pelatihan kader utama ini.

Pekan Depan, IPNU-IPPNU Rembang Gelar Lakut (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Depan, IPNU-IPPNU Rembang Gelar Lakut (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Depan, IPNU-IPPNU Rembang Gelar Lakut

Ketua panitia Abdul Rochim mengatakan, peserta akan dibekali materi Ke-IPNU-IPPN an, Aswaja, Peran Remaja dalam Masyarakat, Pengembangan Potensi, dan Kepemimpinan dan Keorganisasian.

PMII Cabang Tegal

Ketua IPNU Rembang Ahmad Qoif Ijnurin mengatakan, "Lakut ini diselenggarakan sebelum konferensi. Rencananya konferensi InsyaAllah pada akhir Februari mendatang."

PMII Cabang Tegal

Menurut Qoif, Lakut merupakan ujung tombak kaderisasi NU. "Agar kader NU ke depan lebih berintregritas, tanggung jawab, berakhlakul karimah serta mampu menghadapi perkembangan zaman," tambahnya.

Melalui kegiatan itu, ia berharap peserta mampu mengaplikasikannya dalam organisasi maupun di tengah masyarakat. (Moh Lilik Wijanarko Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sejarah, Kajian Sunnah, Amalan PMII Cabang Tegal

Senin, 22 Januari 2018

MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan

Batam, PMII Cabang Tegal

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin meminta pengusaha hiburan Batam menghormati Ramadhan dengan menutup usaha selama umat muslim menjalankan ibadah di bulan suci tersebut.

“Selama 11 bulan, pengusaha mendapat keuntungan, jadi tidak ada salahnya, jika satu bulan ini aktivitas hiburan libur," kata Kiai Ma’ruf di Batam, Jumat (24/8).

MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Minta Pengusaha Hiburan Batam Hormati Ramadhan

Ia mengatakan pemerintah kota pun harus bijaksana mengambil keputusan buka-tutup usaha hiburan di Batam untuk menghindari konflik antara pengusaha dan organisasi masyarakat Islam.

Menurut Rais Syuriyah PBNU itu, pemerintah kota Batam terlambat memutuskan buka-tutup usaha hiburan Batam selama Ramadhan. "Seharusnya sekarang sudah ada komitmen buka-tutup itu," katanya.

Di tempat terpisah, Walikota Batam Ahmad Dahlan mengatakan hingga kini belum ada keputusan buka-tutup usaha hiburan. "Masih dalam pembahasan awal Dinas Pariwisata," katanya.

PMII Cabang Tegal

Ia mengatakan, sebelum ada keputusan baru, maka peraturan? buka-tutup usaha hiburan mengacu masih tetap pada SK Walikota Batam No 10 tahun 2006. SK yang diterbitkan menjelang Ramadhan tahun lalu itu menegaskan penutupan usaha hiburan 15 hari ditambah dua hari sebelum bulan puasa dengan formulasi 2-8-2-5, tutup dua hari sebelum puasa, delapan hari pertama bulan Ramadan, dua hari Nuzulul Quran dan lima hari terakhir bulan Ramadhan.

Pengusaha tolak

Sebelumnya, pengusaha hiburan di Batam menolak usul Majelis Ulama Indonesia (MUI) menutup seluruh tempat hiburan malam selama Ramadhan untuk menghormati umat muslim yang menjalankan ibadah puasa.

PMII Cabang Tegal

Penolakan tersebut disampaikan pengusaha hiburan Batam kepada Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Syamsul Bahrum saat pertemuan tertutup di Batam, Kamis.

"Kata para pengusaha, supaya para pekerja tetap bekerja, dan mereka bisa memperoleh keuntungan selama Ramadhan untuk membayar gaji berikut THR," kata Syamsul di Batam, Kamis.

Menurut Syamsul, pengusaha menginginkan hanya tutup tujuh hari menjelang, saat dan usai Ramadhan. "Mereka memberikan dua formulasi 2-1-1-3 dan 2-3-1-3," kata Samsul.

Formulasi 2-1-1-3 yaitu tutup dua hari sebelum Ramadhan, satu hari di awal Ramadhan, satu hari saat Nuzulul Quran, dan tiga hari terakhir Ramadhan.

Sedangkan formulasi 2-3-1-3 adalah tutup dua hari menjelang Ramadhan, tiga hari diawal Ramadhan, satu di Nuzulul Qur’an dan tiga hari terakhir Ramadhan. (ant/lik)



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Amalan, Humor Islam PMII Cabang Tegal

Kebijakan Pemerintah Harus Tegas

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Terjadinya penyiksaan maupun pembunuhan terhadap TKI di luar negeri yang menimpa Sumiati, Haryatin, Kikim Komalasari dan lain-lain menunjukkan jika kebijakan yang dibuat pemerintah tidak tegas sehingga tidak efektif. Ini memalukan dan merendahkan harkat dan martabat banagsa Indonesia.

“Kebijakan yang dibuat harus tegas dan seefektif mungkin agar majikan TKI di luar negeri itu tidak seenaknya melakukan pelanggaran HAM sampai TKI ini cacat bahkan meninggal dunia,”tandas Ketua PBNU Kacung Marijan pada PMII Cabang Tegal di Jakarta, Jumat (19/11).

Kebijakan Pemerintah Harus Tegas (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebijakan Pemerintah Harus Tegas (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebijakan Pemerintah Harus Tegas

Yang pasti menurut guru besar Universitas Airlangga Surabaya ini, peristiwa Ini bukan yang pertama kali terjadi, melainkan sudah sering terjadi. Baik di Saudi Arabia, Malaysia dan Negara-negara lain. Kasus ini menunjukkan kebijakan perlindungan terhadap TK di luar negeri ini masih lemah dan belum efektif.

PMII Cabang Tegal

Sementara Indonesia dalam posisi subordinat di negara-negara tersebut. Sementara dari sisi sumber daya manusia (SDM), TKI yang dikirim tersebut kurang bagus dan tidak profesional. “Ke depan hal itu harus diperhatikan dengan memprioritaskan mereka yang terampil dan lebih professional,”tutur Kacung mengingatkan.

Penyiksaan terhadap TKI di Arab Saudi belum juga berakhir. Dua kasus terakhir menimpa Sumiati asal Dompu NTB, Haryatin asal Blitar Jatim, dan Kikim Komalasari asal Cianjur Jabar, yang tewas dibunh majikannya tiga hari menjelang hari raya idul Adha 1431 H di kota Abha, Saudi Arabia.

PMII Cabang Tegal

Sedangkan Sumiati, mungkin masih lebih beruntung, nyawanya masih bisa diselamatkan dan kini dalam kondisi sudah membaik. Sumiati menderita luka parah di sekujur tubuhnya, bahkan sebagian bibirnya digunting majikannya. Saat ini, Sumiati sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit King Fahd, Madinah

Dalam merespon kasus pelanggaran HAM berat tersebut, selain mengadili pelaku sampai ke pengadilan, pemerintah juga akan melakukan kesepakatan(MoU) dengan pemerintah Arab Saudi dll dalam melindungi TKI tersebut. Bahkan para TKI di luar negeri itu nanti akan dilengkapi HP untukmelakukan komunikasi dengan KJRI (konsulat jenderal Republik Indonesia) maupun Kedubes RI setempat.(amf)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Amalan PMII Cabang Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Degradasi Moral Makin Memprihatinkan di Media Sosial

Pringsewu, PMII Cabang Tegal. Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu KH Hambali menilai jika saat ini para pengguna media sosial sudah mulai menunjukkan gejala degradasi moral. Hal ini ditunjukkan dengan mudahnya mereka menggunakan media tersebut untuk hal-hal negatif.

Salah satunya menurutnya adalah penggunaan media sosial untuk menyebarkan fitnah dan kebencian terhadap satu orang atau golongan tertentu. "Saat ini banyak ditemukan akun palsu yang menyebarkan kebencian serta menuduh orang dengan tanpa dasar," ungkapnya, Rabu (26/10).

Degradasi Moral Makin Memprihatinkan di Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Degradasi Moral Makin Memprihatinkan di Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Degradasi Moral Makin Memprihatinkan di Media Sosial

Selain itu pengguna media sosial sering tidak mengedepankan akhlaqul karimah dalam berkomunikasi sehingga sering terjadi konflik antar pengguna media tersebut. "Kadang mereka saling hujat menghujat karena merasa prinsipnyalah yang paling benar dengan menyalahkan orang lain," ujarnya saat ditemui dikediamannya.

Seharusnya menurut Kiai Hambali, para pengguna media sosial sebaiknya mengedepankan sopan santun dalam berbicara dan bertindak seperti dalam kehidupan nyata. Karena apa yang kita tulis didunia maya pada hakikatnya adalah apa yang kita ucapkan didunia nyata.

Dalam kesempatan tersebut Ia mengingatkan bahwa saat ini Polri sudah memantau aktivitas di media sosial khususnya terkait momen yang perhelatan pemilihan kepala daerah diberbagai daerah yang rentan memunculkan konflik. Salah satunya adalah dengan mengerahkan cyber patrol di media sosial.

PMII Cabang Tegal

Cyber patrol tersebut ditempatkan di Polri, Polda dan Polres yang siap bertindak melakukan penelusuran manakala ada berita yang berbau SARA.?

PMII Cabang Tegal

Mengenai hukuman yang dikenakan, Menurut Kiai yang juga Ketua MUI Provinsi Lampung ini para pelaku dapat dikenakan KUHP 310 atau 311 mengenai penghinaan, pencemaran nama baik atau UU ITE pasal 28 atau 45 tentang menyebarkan berita bohong dan menyebarkan konten kebencian. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Amalan PMII Cabang Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Isra’ Mi’raj, Banser Paron-Ngawi Gelar Diklat Terpadu Dasar

Ngawi, PMII Cabang Tegal. Pengurus Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser yang bertempat di aula Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Desa Teguhan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Senin (27/6).

Diklat Banser ini dilaksanakan dalam rangka merespon munculnya gerakan-gerakan Islam radikal yang berusaha merongrong NKRI yang dilakukan oleh kelompok-kelompok radikal tersebut.

Isra’ Mi’raj, Banser Paron-Ngawi Gelar Diklat Terpadu Dasar (Sumber Gambar : Nu Online)
Isra’ Mi’raj, Banser Paron-Ngawi Gelar Diklat Terpadu Dasar (Sumber Gambar : Nu Online)

Isra’ Mi’raj, Banser Paron-Ngawi Gelar Diklat Terpadu Dasar

Agus wahyudi panitia pelenggara mengatakan, dalam Diklat Banser kali ini peserta dilatih untuk mengusai materi-materi Diklat diantaranya peraturan lalu lintas, keorganisasian, wawasan kebangsaan, bela negara dan materi? ke-Nu-an/keAswajaan.

PMII Cabang Tegal

“Dalam Diklat kali ini, peserta dilatih untuk siap menjadi kader tangguh, profesional, religius, mandiri dan bermartabat,” kata Agus Wahyudi panitia Diklat Banser.

PMII Cabang Tegal

Lebih lanjut agus mengatakan, Diklat Banser dihadiri oleh Satuan Kepolisian Sektor Kecamatan dan Koramil Kecamatan Paron dua kesatuan ini sengaja dihadirkan untuk membantu melatih peserta Diklat agar menjadi kader tangguh dan profesional.

Selain itu, ungkap agus, diakhir acara Diklat nanti panitia juga menggelar pengajian akbar untuk memperingati Isra’ dan Mi’raj di lapangan besar Kerten Paron dilanjut dengan gemblengan kanuragan. Gemblengan kanuragan akan dipimpin? Kiai Dumami.

“Panitia juga menggelar pengajian akbar dalam rangka memperingati Isra’ dan Mi’raj dilanjutkan di malam? terakhir peserta akan diberi gemblengan khusus (kanuragan). Agar peserta banser kuat dan tangguh dalam membela NKRI,” ungkapnya. (Agus Susanto/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Amalan, Pemurnian Aqidah PMII Cabang Tegal

PKL GP Ansor Se-Jatim, Ajang Konsolidasi Antarpengurus

Sumenep, PMII Cabang Tegal

Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Gerakan Pemuda Ansor se-Jawa Timur berlangsung di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Batuan Sumenep, Jawa Timur, 9-10 April 2016). Salah satu jenjang kaderisasi di organisasi pemuda NU ini menjadi ajang konsolidasi antarpengurus di berbagai tingkatan.

Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jatim H. Rudi Tri Wahid menyampaikan, untuk menjamin konsistensi dan keberlanjutan kaderisasi di tubuh organisasi pemuda Nahdliyyin, diperlukan adanya konsolidasi antarpengurus, dari pimpinan ranting, anak cabang, cabang, wilayah hingga pusat.

PKL GP Ansor Se-Jatim, Ajang Konsolidasi Antarpengurus (Sumber Gambar : Nu Online)
PKL GP Ansor Se-Jatim, Ajang Konsolidasi Antarpengurus (Sumber Gambar : Nu Online)

PKL GP Ansor Se-Jatim, Ajang Konsolidasi Antarpengurus

“Jika konsulidasi dan komunikasi antarpengurus ini terjaga mulai dari tingkatan bawah hingga pimpinan pusat maka Ansor ke depan akan menjadi ikon organisasi kepemudaan yang andal dan disegani,” terangnya.

PMII Cabang Tegal

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sumenep Muhri menjelaskan, Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) ini merupakan salah satu upaya dalam membentuk kader-kader Gerakan Pemuda Ansor untuk siap mengawal ulama, menjaga aqidah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Selain menjaga aqidah dan keutuhan NKRI, PKL juga bertjuan untuk menyiapkan kader-kader GP Ansor di masing-masing cabang agar menjadi pemimpin yang visioner,” tegas mantan Ketua PC PMII Sumenep ini.

PMII Cabang Tegal

Bupati Sumenep A Busyro Karim yang hadir dalam kesempatan itu menerangkan, sebuah organisasi yang bisa menjawab tantantangan globalisasi ke depan membutuhkan pemimpin yang visioner, inovasi, dan organisasi yang berbasis massa riil serta pola managemen yang baik. “Dan ketiga ini semua ada di Gerakan Pemuda Ansor,” imbuhnya disambut tepuk tangan para hadirin.

Untuk diketahui, peserta kegiatan PKL ini diikuti oleh 21 PC GP Ansor Kabupaten/Kota se- Jawa Timur. Turut Hadir dalam kegiatan tersebut Rukman Bashori, Ketua Bidang Kaderiasasi PP GP Ansor serta sejumlah instruktur dan pengurus PW GP Ansor Jatim, serta jajaran pengurus PCNU setempat. (Mohammad Madani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pesantren, Amalan, Aswaja PMII Cabang Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

NU dan Kebangkitan Pemuda

Oleh Imam Nahrawi

Nahdlatul Ulama telah memasuki umur ke-91 pada 31 Januari 2017. Sebuah usia yang cukup sepuh dan tentu menyimpan banyak pengalaman dalam bentang perjuangan bangsa Indonesia selama ini. Sebagai ormas terbesar NU terbukti sudah memainkan peran-peran penting dalam usaha mewujudkan kedaulatan dan keutuhan negeri ini.

NU dan Kebangkitan Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan Kebangkitan Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan Kebangkitan Pemuda

Jauh sebelum Indonesia merdeka, tepatnya pada tahun 1916, KH Abdul Wahab Chasbullah bersama kiai-kiai lain mempelopori berdirinya Nahdlatul Wathan (kebangkitan tanah air). Kala itu, salah satu pendiri NU yang dua tahun pulang dari Makkah ini tak tega menyaksikan bangsanya dijajah.

PMII Cabang Tegal

Pergerakan tersebut lalu ia topang dengan hadirnya organisasi baru bernama Nahdlatut Tujjar (kebangkitan para saudagar) pada tahun 1918, yang menjadi basis gerakan perekonomian rakyat. Kiai Wahab menjadi sekretaris sekaligus bendaharanya. KH Hasyim Asy’ari memimpin gerakan ini dengan salah satu anggotanya KH Bisri Syansuri. Menyusul kemudian terbentuk Taswirul Afkar (konseptualisasi pemikiran), sebuah forum kajian keagamaan dan kebangsaan yang menyoroti isu-isu krusial dalam konteks itu.

Melalui organisasi-organisasi tersebut para ulama Nusantara mengupayakan berbagai pemecahan masalah bangsanya yang tengah dicengkeram kolonialisme. Dalam suasana penjajahan yang menyengsarakan, langkah-langkah ini tergolong berani dan visioner. Para kiai bergerak dengan risiko akan berhadapan dengan para penjajah.

PMII Cabang Tegal

Yang kerap terlupakan adalah para kiai itu berjuang dalam usia yang relatif sangat muda. Kiai Wahab yang lahir pada 31 Maret 1888 membentuk Nahdlatul Wathan saat masih berumur 26 tahun. Ketika itu Kiai Bisri menginjak usia 27 tahun, sedangkan Kiai Hasyim 41 tahun. Nahdlatul Wathan pun menjadi wahana penggembelengan kesadaraan cinta tanah air yang digerakkan para pemuda dan diperuntukkan bagi para pemuda pula.

Fakta tersebut sekadar contoh betapa atmosfir perjuangan bangsa Indonesia sangat diwarnai oleh jiwa-jiwa muda. Tampilnya para kiai muda pendiri Nahdlatul Ulama itu membantah bahwa NU selalu identik dengan kaum tua, sebagaimana persepsi masyarakat yang jamak kita temui. Kita mendapati mereka sebagai kiai sepuh yang mengendalikan NU ketika organisasi keagamaan terbesar ini sudah mapan belakangan.



Spirit Kaum Muda


Kaum muda sering dipandang spesial setidaknya karena dua hal. Pertama, kekuatan. Pemuda dinilai memiliki energi lebih dibanding kaum tua yang secara alami pasti mengalami penurunan kondisi fisik. Pemuda kerap diasosiasikan dengan kelincahan, kesegaran, dan semangat yang menyalah-nyala.

Kedua, progresivitas. Jiwa perubahan umumnya mengalir dalam darah muda. Karenanya tak heran jika mereka kerap diandaikan mampu menjadi agen sosial yang bisa diandalkan untuk melakukan transformasi ke arah yang lebih baik.

Keistimewaan para pendahulu kita adalah mampu mengaktualisasikan potensi kepemudaan mereka untuk kepentingan publik. Mereka bukan orang-orang picik. Kemampuan untuk membaca persoalan dan momobilisasi masa tidak mereka gunakan untuk kepentingan diri sendiri maupun golongan, melainkan bangsa dan negara secara umum.

Kiprah kiai muda Abdul Wahid Hasyim juga bisa menjadi contoh. Beliau tak hanya menyumbangkan pikiran-pikiran penting saat mewakili umat Islam pada sidang BPUPKI dan PPKI, tapi juga sanggup menahan egoismenya dalam forum perumusan dasar negara itu. Di tengah derasnya aspirasi untuk menegakkan negara teokrasi, Kiai Wahid secara ikhlas menerima Pancasila sebagai ideologi final Republik Indonesia.

Andai saja Kiai Wahid ketika itu ngotot menuruti kemauan mendirikan negara berideologi Islam, mungkin hingga kini bangsa kita yang bineka ini masih terpecah-pecah. Kiai Wahid adalah tokoh kharismatik dan sangat representatif bagi umat Islam. Sejak usia 24 tahun ia aktif di MIAI (Majelis Islam Ala Indonesia), sebuah badan federasi partai dan ormas Islam pada zaman Belanda. Dan mengetuai organisasi ini ketika berubah nama menjadi Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) pada masa pendudukan Jepang.

Pada titik ini, terang sekali bahwa darah muda para kiai NU memberi kontribusi dominan bagi kelahiran dan pertumbuhan negara ini. Kita bisa menyebutnya semangat nahdlatus subban (kebangkitan kaum muda) selain juga nahdlatul ‘ulama (kebangkitan ulama). Teladan positif inilah yang seyogianya dihayati para generasi muda sekarang. Bentuk perjuangan era kini bisa sangat lain, tapi spiritnya tentu tetap sama: membangun kemaslahatan bersama.

Penulis adalah Menteri Pemuda dan Olahraga Republik IndonesiaDari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Amalan PMII Cabang Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

PCNU yang Maju, Punya LP Maarif yang Maju

Kebumen, NUOnline. Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abu Hafsin mengatakan, wajah NU salah satunya bisa dilihat dari Lembaga Pendidikan (LP) Maarif-nya. Artinya, jika LP Maarif-nya bagus, maka NU nya akan kelihatan bagus. Sebaliknya, jika LP Maarif-nya kurang bagus, maka wajah NU juga kelihatan kurang bagus.

PCNU yang Maju, Punya LP Maarif  yang Maju (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU yang Maju, Punya LP Maarif yang Maju (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU yang Maju, Punya LP Maarif yang Maju

"Kenyataan bahwa NU maju, LP Maarif -nya maju, adalah sesuatu yang aksiomatik," ungkap Abu Hafsin saat membuka acara rapat koordinasi wilayah (Rakorwil) dan peluncuran Porsema IX dan Olimpiade Sains Nahdhatul Ulama (OSNU) tingkat Jawa Tengah di Candisari Hotel Jawa Tengah, Sabtu (25/4) sore.

Dikatakan, kalau NU dilihat dari pendidikan pesantrennya, semua orang sudah paham. Pesantren NU amat dikenal dengan kedalaman ilmu agamanya dan pembangun moral masyarakat. Tetapi, jika NU dilihat dari lembaga pendidikan formalnya, masih ada sebagian masyarakat yang kurang paham.

PMII Cabang Tegal

Karena itu, lanjutnya, NU maju atau tidak tergantung LP Maarif-nya bergerak atau tidak. PCNU yang tidak maju, hampir pasti tidak punya LP Maarif yang maju. Sebaliknya, PCNU yang maju hampir pasti punya LP Maarif yang maju. Ini, sesuatu yang aksiomatik. Karena, kenyataan yang tidak mungkin dibuktikan kesalahannya.

PMII Cabang Tegal

Abu Hafsin yang juga dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang itu mengaku berbangga, karena saat ini banyak kemajuan di LP Maarif. Semangat untuk lebih mencintai Maarif, dan semangat untuk menanamkan nilai aswaja makin dalam dan tertata rapi.

Saat ini, lanjutnya, LP Maarif di berbagai tingkatan terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Di beberapa daerah banyak bermunculan sekolah dan madrasah NU. Bahkan, banyak sekolah yang dikelola LP Maarif meraih sertifikasi ISO. Karena itu, selaku ketua PWNU, dirinya sangat mendukung berbagai upaya yang dilakukan LP maarif untuk memajukan pendidikan di daerah ini. "Keunggulan kuantitas harus dibarengi keunggulan kualitas," tegasnya.

Rakorwil yang dibuka Abu Hafsin tersebut berlangsung selama dua hari. Acara yang dihadiri pengurus Maarif cabang se-Jawa Tengah itu membahasa berbagai program kerja. Di antaranya Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) dan OSNU, legalisasi lembaga pendidikan NU, kurikulum, batik sekolah, dan buku ajar. (Sholihin Hasan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Amalan PMII Cabang Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Pesan Panglima TNI Untuk Generasi Muda Indonesia

Jakarta, PMII Cabang Tegal - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo menitipkan beberapa pesan kepada generasi muda penerus bangsa. Ia meminta kepada pemuda untuk memiliki mimpi besar. Baginya, mimpi besar ini bisa terwujud jika dibarengi dengan usaha yang maksimal, mewujudkannya dengan sepenuh hati, dan berdoa kepada Tuhan. ?

“Misalnya kalau sekolah dokter itu jangan hanya ingin menjadi dokter umum. Seharusnya mimpinya memiliki rumah sakit,” kata Jenderal Gatot di hadapan Ketua Osis SMA Jakarta dan Ketua Gerakan Pemuda serta hadirin peserta Simposium Nasional di Balai Kartini Jakarta, Senin (14/8).

Pesan Panglima TNI Untuk Generasi Muda Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Panglima TNI Untuk Generasi Muda Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Panglima TNI Untuk Generasi Muda Indonesia

Selain itu, lulusan Akademi Militer 1982 itu juga berpesan kepada pemuda untuk jangan takut mencoba hal baru dan jangan takut untuk gagal. Kalau seandainya suatu saat seseorang tidak berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya, maka ia harus meningkatkan kualitas diri.

PMII Cabang Tegal

“Kalau nilainya jelak, maka waktu belajarnya harus ditambah. Kalau sebelumnya cuma dua jam, jadi empat jam,” terangnya.

Selanjutnya, ia beramanat agar pemuda Indonesia untuk hidup dan berjuang untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Terakhir, ia menaruh pesan bahwa pemuda Indonesia harus percaya kepada kemampuannya sendiri.

“Berpikir secara global, menang secara lokal. Satu lagi saya minta tolong sampaikan kepada ibu-ibu muda. Kalau mengantarkan anaknya ke PAUD atau ke TK atau ke SD, ketika sampai di depan pintu tolong bisikkan di telinga anak untuk rajin belajar untuk menjaga Indonesia ini,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, Amalan PMII Cabang Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat

Jepara, PMII Cabang Tegal. Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara memeriahkan Lebaran Ketupat dengan Karnaval Pesta Syawalan (KPS) dilaksanakan Senin (04/8) pagi.?

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)
Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat

Kegiatan yang diikuti 6 tim, 5 IPNU-IPPNU Ranting dan 1 Remaja Masjid start dari pendopo kecamatan Kalinyamatan dan finish gedung MWCNU Kalinyamatan.?

Ahmad Alimul Hasan, ketua panitia menyatakan kegiatan bertujuan melestarikan budaya Islam di Indonesia. Disamping itu, Hasan menyampaikan sebagai wahana silaturrahim sesama Muslim, utamanya IPNU-IPPNU.?

PMII Cabang Tegal

“Momen ini menjadi wahana silaturrahim IPNU-IPPNU baik Ranting, PAC dan PC. Juga dengan sesama banom NU di kecamatan Kalinyamatan,” jelasnya.

Dari silaturrahim tersebut kegiatan juga menjadi nuansa baru sekaligus hiburan positif baik untuk kader IPNU-IPPNU maupun khalayak luas.?

PMII Cabang Tegal

Ketua PAC IPNU Kalinyamatan, Rifqi Septian Prayogo menambahkan kegiatan untuk melestarikan program kerja. Rifqi menyebutkan sesuai dengan tema yang diusung Pelajar Hijau Peduli Palestina—pihaknya mengungkapkan hal tersebut sebagai bentuk kepedulian IPNU-IPPNU terhadap tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza.?

Hal senada disampaikan Nur Faizin. Salah satu dewan juri tersebut menilai kegiatan menjadi menarik karena sesuai dengan kondisi kekinian.?

“Ini adalah bentuk kepedulian pelajar NU terhadap bencana yang terjadi di Palestina,” paparnya.?

Setelah proses penjurian yang diketuai Muhammad Khoironi memutuskan Juara I diraih PR IPNU-IPPNU Sendang dengan 7.445 disusul PR Kriyan dengan nilai 7.353 dan juara III PR Banyuputih dengan skor 7.155. Juara mendapat piala dan bingkisan dari panitia. (syaiful mustaqim/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pemurnian Aqidah, Amalan PMII Cabang Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

PCINU Maroko Gelar Kongko Nahdliyin dan Orientasi Warga Baru

Maroko, PMII Cabang Tegal. Masuknya libur musim semi, PCINU Maroko mengadakan silaturahmi nahdliyin dan orientasi warga baru sekaligus wisata alam di Taman Sidi Bouknadel, Rabat, Sabtu (12/4). Mereka mengisi liburan musim semi itu dengan membahas sejarah PCINU Maroko, pengenalan struktur NU Maroko, dan pembekalan keorganisasian.

Kegiatan yang dimotori Lakpesdam NU Maroko ini bertujuan memperkuat barisan warga NU yang tersebar di beberapa kota di ? Maroko. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang kaderisasi warga NU di Maroko.

PCINU Maroko Gelar Kongko Nahdliyin dan Orientasi Warga Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Maroko Gelar Kongko Nahdliyin dan Orientasi Warga Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Maroko Gelar Kongko Nahdliyin dan Orientasi Warga Baru

Mustasyar PCINU Maroko Shofin dalam sambutannya menekankan sepak terjang PCINU memiliki perjuangan yang tidak mudah sejak berdirinya.

PMII Cabang Tegal

“Kader-kader NU di Maroko perlu selalu merapatkan barisan, bersama-sama membumikan amaliah nahdliyah di negeri seribu benteng, dan mengembangkan pemikiran intelektualitas yang moderat serta berakhlakul karimah,” harap Shofin yang baru saja meraih gelar doktor di Maroko.

Di sela pemaparan tentang NU Maroko, Ketua PCINU Maroko Ali Syahbana menyatakan apresiasinya atas semangat kebersamaan warga NU di Maroko. Ia meminta warga baru agar turut berperan aktif mengembangkan organisasi serta siap meneruskan perjuangan generasi pendahulu.

PMII Cabang Tegal

Dalam acara kongko warga NU Maroko itu, hadirin menetapkan saudara Fairus Ainun Naim sebagai Ketua Panitia Konfercab ke-2 PCINU Maroko pada 28 Mei mendatang. ? (Kusnadi El Ghewza/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Warta, Sunnah, Amalan PMII Cabang Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Pesantren, Lokomotif Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Sebagai salah satu pusat rujukan masyarakat, pesantren dituntut mengembangkan peran untuk menyesuaikan dengan kebutuhan lingkungannya. Di samping menjadi wahana dakwah Islam dan kaderisasi ulama, pesantren bisa pula menjadi lokomotif pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat.

Semangat inilah yang diperjuangkan Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama atau asosiasi pesantren NU melalui program “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Pesantren”. Selama tiga bulan terakhir RMI secara gencar melatih ratusan santri dan masyarakat di sekitar pesantren untuk aktif di bidang kewirausahaan.

Pesantren, Lokomotif Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren, Lokomotif Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren, Lokomotif Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Akhir April lalu (28-30/4), RMI menggelar pelatihan usaha kecil menengah (UKM) di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon. Sebelumnya, kegiatan serupa diadakan di Pesantren Al-Ikhlas, Boyolali, dengan segmen usaha penggemuakan sapi, serta di Pesantren Al-Huda, Ciamis, dengan segmen usaha pertukangan dan industri mebel.

PMII Cabang Tegal

Program yang diikuti para santri senior dan pemuda dari masyarakat di sekitar pesantren ini merupakan hasil kerja sama antara RMI dan Corporate Social Responbility (CSR) Bank Mandiri. Selain menggelar pelatihan, gerakan pemberdayaan ini disertai pendampingan selama kurang lebih satu tahun, untuk mematangkan kesiapan peserta menjadi wirausahaan sesuai bidang yang digelutinya.

PMII Cabang Tegal

Ketua Pengurus Pusat RMI KH Amin Haedari mengakui, pesantren sejak lama menyimpan potensi besar dan beragam. Karena itu, pesantren harus mampu berkontribusi untuk mengembangkan ekonomi masyarakat. “Yang penting, bagaimana semangat kita untuk membangun diri,” ujarnya.

Supaya tetap relevan, RMI sengaja memilih segmen pelatihan yang disesuaikan dengan potensi pesantren dan lingkungannya. Selanjutnya, pesantren bersangkutan diharapakan sanggup mengembangkan pengalaman ini kepada pesantren-pesantren lain.

Saat ini RMINU tengah mulai melakukan pendampingan dan bantuan modal usaha sebagai kelanjutan program ini. Di luar pembangkitan etos wirausaha, program kerja sama ini juga telah menyiapkan program pembangunan sanitasi dan air bersih di sejumlah pesantren di Indonesia.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Sunnah, Amalan, Fragmen PMII Cabang Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

Gubernur Jateng: Mari Cintai Indonesia dengan Shalawatan

Sragen, PMII Cabang Tegal. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hadir pada Akhirussanah Khotaman ke-VIII, Haul Masyayikh sekaligus memperingati Harlah NU ke-94 di Pondok Pesantren Mamba’uth Thoyyibah Sempurejo Jambangan Mondokan Sragen, Kamis (11/5).

Gubernur Jateng: Mari Cintai Indonesia dengan Shalawatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Jateng: Mari Cintai Indonesia dengan Shalawatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Jateng: Mari Cintai Indonesia dengan Shalawatan

Pada kesempatan itu, Gubernur mengajak warga untuk ikut mencintai bangsa, dengan bershalawat. “Mari mencintai Indonesia dengan cara masing-masing, salah satunya dengan shalawatan,” kata Ganjar di depan ribuan jamaah.

Menurutnya, dengan bershalawat, dapat menebarkan pesan cinta, damai dan membuat masyarakat bahagia.

PMII Cabang Tegal

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Al-Quar’aniyy Surakarta KH Abdul Karim Ahmad berpesan untuk senantiasa ikut menjaga generasi penerus, agar menjadi generasi yang saleh dan salihah. ”Jadikan anak-anak kita, anak yang salih dan salihah. Jangan jadikan mereka anak yang lemah,"

Dalam acara tersebut turut hadir pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf dan Rais Syuriyah PCNU Sragen KH Ahmad Riyadh Mushoffa, yang juga pengasuh pondok Mamba’uth Thoyyibah. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sholawat, Amalan PMII Cabang Tegal

GP Ansor Waykanan Buka Lomba Menulis soal Transparansi Anggaran

Bandar Lampung, PMII Cabang Tegal. Setelah menyelenggarakan lomba penulisan opini bagi pelajar SMA atau sederajat se-Provinsi Lampung, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Waykanan, Lampung, kembali menggelar lomba sejenis bagi kalangan mahasiswa.

GP Ansor Waykanan Buka Lomba Menulis soal Transparansi Anggaran (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Waykanan Buka Lomba Menulis soal Transparansi Anggaran (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Waykanan Buka Lomba Menulis soal Transparansi Anggaran

Perlombaan hasil kerjasama dengan Komisi Informasi Provinsi Lampung ini mengusung tema "Perlunya APBN/APBD Terbuka untuk Publik". Ketua panitia lomba, Gatot Arifianto, mengatakan dengan kegiatan ini pihaknya mengajak generasi muda berpartisipasi dalam menciptakan transparansi publik terkait anggaran.

"Juara I lomba tersebut berhak mendapatkan hadiah uang pembinaan Rp 1 juta, juara II uang pembinaan Rp 750 ribu, juara III uang pembinaan Rp 500 ribu, dan tujuh nominasi masing-masing mendapatkan uang Rp 100 ribu," ujar Gatot di Bandar Lampung, Kamis lalu.

PMII Cabang Tegal

Sepuluh penulis opini terbaik berhak juga atas sertifikat, paket buku terbitan Indepth Publishing, dan voucher analisa sidik jari gratis untuk mengetahui bakat dan potensi diri dari De MOST (Motivator, Observer, Service, Totally) Fingerprint.

Selain itu, 10 karya terpilih tersebut akan ditampilkan pada portal teraslampung.com sebagai kampanye publik pentingnya mengetahui informasi penggunaan APBN/APBD. Naskah lomba bisa dikirim mulai 12 Februari hingga 24 Maret 2014. Lalu proses penjurian dilaksanakan pada 25 Maret sampai dengan 5 April 2014, dan pengumuman pemenang pada 7 April 2014.

PMII Cabang Tegal

"Pengumuman lomba tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan sedunia. Kami ingin dunia kecil bernama Indonesia bebas dari sakit berkepanjangan," kata Gatot lagi.

Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung Juniardi didampingi Ketua PC GP Ansor Waykanan Supri Iswan berharap lomba penulisan opini tersebut dapat menggugah generasi muda dalam membangun kesadaran anti terhadap korupsi dan ikut mencegah terjadinya korupsi dengan mengawasi anggaran dari pembahasan hingga realisasi.

"Korupsi menjadi isu hangat pemberitaan media massa dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya di pusat, di daerah korupsi juga bermunculan seperti jamur di musim hujan, melibatkan dari pejabat tingkat bawah hingga pimpinan tertinggi baik oknum bupati maupun gubernur,” ujarnya.

Aturan Lomba

Supri lalu menambahkan, ketentuan umum lomba penulisan opini berbasis penggunaan APBD provinsi/kabupaten/kota di Lampung adalah karya berbentuk opini ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, sesuai ketentuan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) minimal tiga halaman dan maksimal lima halaman kuarto.

Karya opini dibuat dengan gaya ilmiah populer seperti layaknya opini di media massa (koran/majalah/media online). Karya opini tidak dibuat bab per bab seperti tata penulisan karya ilmiah untuk skripsi, tesis, atau disertasi.

Inti tulisan berupa pendapat/tesis dan analisis penulis seputar pengetahuan tentang APBN/APBD dan UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) berikut implementasi dan keharusannya di lapangan.

"Lomba ini terbuka untuk mahasiswa se-Lampung. Karya yang ditulis tidak mengandung unsur SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan). Peserta melampirkan biodata, foto diri ukuran post card, berwarna sebanyak dua lembar. Naskah opini telah diterima panitia selambat-lambatnya pada 24 Maret 2014," kata Supri menjelaskan.

Adapun ketentuan khusus lomba penulisan opini tersebut ialah peserta diperkenankan mengirimkan maksimal tiga judul opini.

Karya tulis dikirim belum pernah dipublikasikan di media massa baik lokal maupun nasional, termasuk melalui internet. Karya cipta harus asli, bukan terjemahan maupun saduran, jiplakan atau dibuatkan oleh orang lain (bukan hasil plagiat), dan bukan hasil klaim terhadap hak cipta orang lain. Opini hasil googling atau mengambil lebih dari 30 persen bahan dari internet melalui mesin pencarian google dan sejenisnya akan langsung didiskualifikasi.

"Naskah diketik dengan page set up ukuran kuarto, huruf Times New Roman, font 12 pt, spasi 1,5," ujarnya.

Setiap peserta dikenakan biaya pendaftaran (transfer) Rp10.000 per judul opini ke nomor rekening Bank Mandiri 114-00-0943439-3 atas nama Yayasan Shuffah Blambanganumpu sebagai infak/sedekah bagi anak yatim piatu yang disalurkan melalui yayasan tersebut.

Bukti/foto kopi transfer pendaftaran wajib dilampirkan bersama naskah, biodata, surat pernyataan bahwa karya yang dikirimkan asli karyanya, serta scan/fotokopi tanda pengenal masih berlaku dikirim kepada panitia melalui email gpnsorwaykanan@gmail.com.

"Keseluruhan hasil pendaftaran peserta berikut pengunaannya akan dipublikasikan melalui mass media nasional dan lokal, cetak dan online. Panitia tidak mengambil keuntungan atas lomba tersebut. Sekretariat lomba Yayasan Shuffah Blambanganumpu (Galllery Faiz da Faiz), jalan Jenderal Sudirman No. 117 Km 2 Blambanganumpu, Waykanan, Lampung. CP 085769950346," kata Supri lagi.

Dewan juri lomba akan menilai semua karya yang masuk ke panitia berdasarkan, relevansi karya dengan tema lomba, pemakaian bahasa, kedalaman isi, kesatuan (unity).

Para juri tersebut antara lain Juwendra Ardiansyah, jurnalis senior yang juga Wakil Ketua PWNU Lampung masa khidmat 2012-2017; Juniardi (Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung), Yoso Muliawan (Ketua AJI Bandarlampung), Oki Hajiansyah Wahab (esais, penulis buku sekaligus kandidat Doktor Universitas Diponegoro), dan Neneng Rahmadini (Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Blambangan Umpu). (Syailendra Arif/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Amalan, Tokoh PMII Cabang Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Mengapa Teroris Benci dan Serang Kaum Sufi?

Mataram, PMII Cabang Tegal. Sekelompok teroris melakukan meledakkan bom dan melakukan serangan senjata kepada jamaat salat Jumat di Masjid Al Rawdah Markaz Bir El-Abd, Kota El-Arish, Sinai Utara, Mesir, Jumat (24/11). Aksi kejam ini diduga dilakukan oleh Islamic State of Irak and Syiria (ISIS) terhadap kelompok muslim beraliran sufi. Serangan tersebut menewaskan 235 orang dan ratusan lainnya luka-luka. 

Ketua Mahasiswa Ahlit Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (MATAN) DKI Jakarta KH Ali M Abdillah menilai, alasan kelompok teroris menyerang kaum sufi tidak bisa dilepaskan dari sejarah berdarah Wahabi yang ada di Arab Saudi.

“Pada saat Wahabi berkuasa di Arab Saudi, ulama-ulama yang dijadikan targey operasi adalah ulama-ulama sufi,” kata Kiai Ali kepada PMII Cabang Tegal melalui pesan pendek, Ahad (26/11).

Mengapa Teroris Benci dan Serang Kaum Sufi? (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengapa Teroris Benci dan Serang Kaum Sufi? (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengapa Teroris Benci dan Serang Kaum Sufi?

Menurut dia, kaum sufi adalah orang yang independen dan tidak bergantung kepada siapapun kecuali Allah. Mereka memiliki keyakinan dan memasrahkan dirinya sepenuhnya kepada Allah. 

Sementara kelompok Wahabi menyebut kaum sufi sebagai orang yang menyembah kuburan dan orang yang telah menyekutukan Allah. Dengan demikian, kelompok Wahabi menilai kalau kaum sufi halal darahnya untuk dibunuh. Di dalam sejarahnya, banyak ulama-ulama sufi yang dibunuh polisi Arab Saudi dengan tuduhan pelaku syirik. 

“Sebenarnya doktrin Wahabi ini menjadi dasar para terorisme,” tegas Ketua Lajnah Muwasholah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) ini.

PMII Cabang Tegal

“Yang menyedihkan mereka melakukan pembunuhan dengan dasar dalil agama,” tambahnya. (Muchlishon Rochmat)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Amalan PMII Cabang Tegal

Rabu, 22 November 2017

PBNU Kaitkan Doa Bersama di Monas dan Kesenjangan Ekonomi

Jakarta, PMII Cabang Tegal - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) melihat doa, zikir, dan Jumatan bersama di lapangan Monas pada Jumat (2/12) sebagai gejala dari masalah kesenjangan ekonomi. Kang Said memandang bahwa kecemburuan ekonomi terhadap kelas sosial, etnis tertentu, dan non-Muslim tidak bisa dilepaskan dari doa, zikir, dan Jumatan bersama di Monas kemarin.

Demikian disampaikan Kang Said kepada PMII Cabang Tegal di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (2/12) malam.

PBNU Kaitkan Doa Bersama di Monas dan Kesenjangan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kaitkan Doa Bersama di Monas dan Kesenjangan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kaitkan Doa Bersama di Monas dan Kesenjangan Ekonomi

Gejala itu, kata Kang Said, terindikasi dari banyaknya masyarakat di luar Jakarta yang ikut doa, zikir, dan Jumatan bersama di lapangan Monas.

“Tetapi kenapa banyak orang dari luar Jakarta yang berdemostrasi? Saya yakin pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masih menjadi masalah mendasar. Demonstrasi ini lebih didasari motif kecemburuan sosial dan ekonomi yang dimonopoli oleh etnis tertentu dan non-Muslim,” kata Kang Said.

PMII Cabang Tegal

Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur ini menyampaikan rasa syukur PBNU karena Allah masih berkenan memelihara keutuhan NKRI. “Alhamdulillah sampai sekarang Allah masih turun tangan dalam menjaga keutuhan Indonesia.”

Menurutnya, doa bersama di Monas merupakan bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

PMII Cabang Tegal

“Pemerintah harus membuat kebijakan terkait ekonomi yang langsung menyentuh rakyat banyak secara merata agar kesenjangan ekonomi teratasi. Ini jelas akumulasi kekecewaan,” kata Kang Said. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Amalan, Anti Hoax PMII Cabang Tegal

Selasa, 14 November 2017

GP Ansor Tabanan Bali Perkuat Silaturahmi dengan Tarawih Keliling

Tabanan, PMII Cabang Tegal?



Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Tabanan Bali berupaya meningkatkan silaturahim sesama anggota dan masyarakat secara umum. Upaya itu dilakukan dengan Tarawih Keliling.

GP Ansor Tabanan Bali Perkuat Silaturahmi dengan Tarawih Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Tabanan Bali Perkuat Silaturahmi dengan Tarawih Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Tabanan Bali Perkuat Silaturahmi dengan Tarawih Keliling

Tarawih keliling pada Selasa (6/6) diadakan di Masjid Miskatul Huda Bajera Kecamatan Selemadeg. Kegiatan ini diawali dengan berbuka puasa bersama para tokoh agama dan masyarakat setempat.

Ketua Cabang GP Ansor Tabanan Antoni mengatakan bahwa Tarawih Keliling merupakan bagian dari cara agar anak muda NU dapat terus terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.

"Momen berkunjung ini, adalah momen untuk memperkenalkan sayap organisasi kepemudaan NU kepada masyarakat, selain juga mendengarkan keluh-kesah masyarakat muslim di sini," terangnya.

Ia menambahkan, yang tak kalah penting dari kegiatan ini adalah untuk mempersempit pergerakan kelompok radikal masuk ke masjid masjid di Kabupaten Tabanan. Selama ini penyebaran paham yang bertentangan dengan amaliah NU biasanya diawali dengan penguasaan masjid sebagai ruang doktrin kepada jamaah.

PMII Cabang Tegal

"Setidaknya mereka yang berpaham keras akan berpikir ulang untuk menguasai masjid ketika nantinya banyak anak muda NU yang tergabung dalam Ansor Banser ini sering mengadakan kegiatan di masjid-masjid," tegasnya.

Masih ada beberapa masjid yang akan dijadikan lokasi kegiatan positif ini. Sehingga menurut Antoni, Ansor Tabanan akan mengagendakan Tarawih Keliling sebagai acara tahunan setiap memasuki bulan Ramadhan. (Abraham Iboy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Hadits, IMNU, Amalan PMII Cabang Tegal

Kamis, 09 November 2017

Belajar Menulis di Perpustakaan A. Wahid Hasyim

Jombang, PMII Cabang Tegal. Jumat ketiga (10/4) kemarin, Sekolah Menulis Sanggar Komunitas Penulis Muda Tebuireng (Kepoedang) Jilid III mendatangkan penulis dan editor ternama, M. Iqbal Dawami. Di Perpustakaan A. Wahid Hasyim Tebuireng, penulis buku "Hidup, Cinta dan Bahagia" itu menyampaikan materi "Menulis Buku Islam Populer".

Setelah memaparkan materi di depan 25 peserta, M. Iqbal Dawami memberikan waktu untuk praktek menulis bagi para peserta. "Teori saja tidak cukup, maka dari itu langsung saja kita praktek", ungkap pria yang pernah menjadi editor di Penerbit Bentang Pustaka dari 2012 hingga 2014 itu.

Dalam 30 menit terakhir sebelum pertemuan usai, para peserta dibebaskan untuk mencari tempat di sekitar perpustakaan. Hal yang harus mereka tulis adalah satu dari sekian pengalaman menarik mereka di pesantren.

Belajar Menulis di Perpustakaan A. Wahid Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Menulis di Perpustakaan A. Wahid Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Menulis di Perpustakaan A. Wahid Hasyim

"Santri sebenarnya itu punya keunggulan di bidang bahan karena pengalaman mereka banyak di pesantren itu", ungkap pria yang sekarang sibuk sebagai editor freelance itu.

Karya-karya para peserta akan diketik dan diedit yang kemudian akan diterbitkan. Tulisan-tulisan tersebut, sebagai kenang-kenangan Sekolah Menulis Jilid III. Hal ini bertujuan untuk memberikan semangat kepada para peserta untuk terus berkarya di bidang tulis menulis. "Tuh kan duduk-duduk bisa nulis buku", celetuk M. Iqbal disambut tawa peserta.

PMII Cabang Tegal

Menurut M. Iqbal, dunia kepenulisan buku era sekarang membutuhkan para santri yang memiliki ilmu mendalam tentang agama. Penulis produk pesantren diharapkan kehadirannya untuk bisa bersaing bahkan menggeser para penulis buku Islam yang menyajikan buku ala kadarnya, dan tidak memiliki kajian yang kurang mendalam.? (tebuireng.org/anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Amalan, Warta PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock