Mataram, PMII Cabang Tegal. Sekelompok teroris melakukan meledakkan bom dan melakukan serangan senjata kepada jamaat salat Jumat di Masjid Al Rawdah Markaz Bir El-Abd, Kota El-Arish, Sinai Utara, Mesir, Jumat (24/11). Aksi kejam ini diduga dilakukan oleh Islamic State of Irak and Syiria (ISIS) terhadap kelompok muslim beraliran sufi. Serangan tersebut menewaskan 235 orang dan ratusan lainnya luka-luka.
Ketua Mahasiswa Ahlit Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (MATAN) DKI Jakarta KH Ali M Abdillah menilai, alasan kelompok teroris menyerang kaum sufi tidak bisa dilepaskan dari sejarah berdarah Wahabi yang ada di Arab Saudi.
“Pada saat Wahabi berkuasa di Arab Saudi, ulama-ulama yang dijadikan targey operasi adalah ulama-ulama sufi,” kata Kiai Ali kepada PMII Cabang Tegal melalui pesan pendek, Ahad (26/11).
| Mengapa Teroris Benci dan Serang Kaum Sufi? (Sumber Gambar : Nu Online) |
Mengapa Teroris Benci dan Serang Kaum Sufi?
Menurut dia, kaum sufi adalah orang yang independen dan tidak bergantung kepada siapapun kecuali Allah. Mereka memiliki keyakinan dan memasrahkan dirinya sepenuhnya kepada Allah.Sementara kelompok Wahabi menyebut kaum sufi sebagai orang yang menyembah kuburan dan orang yang telah menyekutukan Allah. Dengan demikian, kelompok Wahabi menilai kalau kaum sufi halal darahnya untuk dibunuh. Di dalam sejarahnya, banyak ulama-ulama sufi yang dibunuh polisi Arab Saudi dengan tuduhan pelaku syirik.
“Sebenarnya doktrin Wahabi ini menjadi dasar para terorisme,” tegas Ketua Lajnah Muwasholah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) ini.
PMII Cabang Tegal
“Yang menyedihkan mereka melakukan pembunuhan dengan dasar dalil agama,” tambahnya. (Muchlishon Rochmat)PMII Cabang Tegal
Dari Nu Online: nu.or.idPMII Cabang Tegal Amalan PMII Cabang Tegal

EmoticonEmoticon