Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

Makesta NU Banyuwangi untuk Penggerak NU Masa Depan

Banyuwangi, PMII Cabang Tegal?



Koordinator Anak Cabang (Korancab) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Banyuwangi menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di Madrasah Ibtidaiyah Mambaul Huda, Boyolangu, Giri, Banyuwangi Sabtu pagi (24/12) sampai Ahad siang (25/12).

Para peserta yang hadir merupakan delegasi dari berbagai kecamatan, di antaranya: Licin, Giri, Glagah, Kalipuro, dan Wongsorejo.?

Makesta  NU Banyuwangi untuk Penggerak NU Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
Makesta NU Banyuwangi untuk Penggerak NU Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

Makesta NU Banyuwangi untuk Penggerak NU Masa Depan

"Hal ini kami lakukan sebagai terobosan maksimalisasi manajemen gerakan dan kaderisasi di setiap Pimpinan Anak Cabang yang masih belum aktif," ujar ketua Koordinator Anak Cabang Hairul Mauli Tamimi.

Menurut Tamimi, Makesta ini juga salah satu langkah mencetak kader-kader muharrik (penggerak) NU masa depan.

PMII Cabang Tegal

Tak hanya itu, Haris Budi Utomo perwakilan dari pengurus PC IPNU Banyuwangi berpesan di hadapan kader-kadernya untuk senantiasa tetap meningkatkan prestasi belajar sekolah di samping aktif dalam kegiatan organisasi.

"Tak ada alasan bagi kalian aktif di organisasi menjadikan semangat belajar dan prestasi sekolah kendur. Hal ini sangat tidak kami inginkan. Pasalnya, banyak para pelajar tahun kemarin yang mendapatkan kuliah gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama rekom dari PC IPNU IPPNU Banyuwangi, akibat mereka yang tak surut semangat belajar dan berorganisasi," terang Haris, yang juga sebagai penggawa Departemen Kaderisasi IPNU Banyuwangi.

Dia menambahkan, keuntungan berorganisasi lainnya meningkatkan jaringan sosial kemasyarakatan. Sehingga dengan jalan ini kita dapat membaca peluang-peluang beasiswa kuliah dalam negeri maupun luar negeri.

Dalam pembukaan acara dihadiri oleh perwakilan MWC NU Giri, MWC Kalipuro, PAC Muslimat Giri, PAC Ansor Giri, PAC Fatayat Giri, dan Perwakilan PC IPNU IPPNU Banyuwangi. (M. Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Sunnah, Budaya PMII Cabang Tegal

Minggu, 25 Februari 2018

Hati-hati Terjerumus Tiga "F"!

Grobogan, PMII Cabang Tegal. Di zaman sekarang umat Islam harus lebih berhati-hati dan menjaga keluarga dari pengaruh negatif yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Anak-anak kita perlu pendapat pemantauan supaya tak terjerumus ke dalam efek negatif 3 F, yakni food (makanan), film dan fashion (mode pakaian).

Demikian disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur’any, KH. Abdul Karim asal Solo saat memeberikan tausiyah kepada para pengunjung saat memperingati hari lahir (Harlah) NU yang ke-88 di terminal Angkudes, Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (6/2) malam.

Hati-hati Terjerumus Tiga F! (Sumber Gambar : Nu Online)
Hati-hati Terjerumus Tiga F! (Sumber Gambar : Nu Online)

Hati-hati Terjerumus Tiga "F"!

Pertama, food (makanan). Di era globalisasi zaman akhir, manusia tak lagi memperhatikan terhadap apa yang ia makan, acuh mengenai halal-haram suatu makanan. Padahal, makanan sangat berpengaruh sekali bagi kesehatan dhahir, terlebih kesehatan batin.

PMII Cabang Tegal

Kedua, film. Berbagai kemudahan mengakses jaringan informasi dapat memberikan dampak yang buruk terhadap perkembangan otak anak. Seseorang harus mampu memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Ketika orang tua lalai dalam mengontrol dan memantau keseharian anak, maka bisa mengakibatkan runtuhnya akhlak si anak tersebut.

PMII Cabang Tegal

“Jikalau di HP anak-anak kalian ada video dan gambar habib syekh dan para ulama, berarti slamet dari propaganda non-Islam. Sebaliknya, jikalau di dalam HP anak-anak panjenengan terdapat video dan gambar artis, ini perlu segera diobati dan dikawal ketat supaya selamat dunia dan akhirat,” tuturnya.

Sedangkan yang ketiga adalah fashion (mode pakaian). Banyak wanita yang mengumbar aurat di sana-sini dan memerkan hal yang sangat sentisitif bagi umumnya orang.

“Dengan wasilah shalawat malam hari ini, semoga kita mendapatkan berkah dan dilindungi dari hal negatif yang tidak diridhoi oleh Allah,” pungkasnya. (Asnawi Lathif/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Budaya, RMI NU, AlaSantri PMII Cabang Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

PCNU Yogyakarta Akan Gelar Shalat Gerhana di 18 Lokasi

Yogyakarta, PMII Cabang Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta akan menggelar shalat gerhana berjamaah di 18 lokasi bertepatan dengan gerhana matahari pada Rabu (9/3).

"Di antaranya di masjid NU dan juga pesantren," kata Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Yogyakarta Ahmad Jubaidi di Yogyakarta, Senin.

PCNU Yogyakarta Akan Gelar Shalat Gerhana di 18 Lokasi (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Yogyakarta Akan Gelar Shalat Gerhana di 18 Lokasi (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Yogyakarta Akan Gelar Shalat Gerhana di 18 Lokasi

Shalat gerhana matahari akan dilakukan sekitar pukul 06.30 WIB di beberapa tempat, di antaranya Masjid Al Huda Gedongkuning, Masjid Al Islam Gemblakan Kidul, serta di beberapa pesantren seperti Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Kotagede, Pondok Pesantren Al Barokah Tegalrejo, dan Pondok Pesantren Al Luqmaniyah Babaran.

Warga NU, lanjut dia, diimbau dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk shalat gerhana berjamaah di lokasi terdekat dari tempat tinggalnya karena sebelum shalat akan diisi dengan penjelasan mengenai shalat gerhana.

"Jika ada warga yang belum mengetahui, maka diharapkan mereka bisa memahami karena sudah mendapat penjelasan dari penyelenggara. Oleh karena itu, kami sarankan agar warga bisa salat berjamaah," katanya.

Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Kota Yogykakarta Munir Syafaat mengatakan, shalat gerhana ditujukan untuk menerima dan menyaksikan keagungan serta kebesaran Allah SWT.

PMII Cabang Tegal

"Peristiwa ini tentu akan menambah keimanan umat muslim dan merupakan momentum yang baik untuk memperkaya keimanan," katanya.

Namun demikian, lanjut dia, peristiwa gerhana matahari yang hanya akan terjadi di Indonesia tersebut sepertinya lebih banyak diarahkan untuk kepentingan dan kesenangan duniawi saja, seperti mendongkrak kunjungan wisatawan.

PMII Cabang Tegal

Di Yogyakarta, tidak akan terjadi gerhana matahari total karena persentase matahari hanya sekitar 84 persen. Proses gerhana matahari dimulai pukul 06.21 WIB dan puncaknya pada pukul 07.23 WIB.

BMKG Yogyakarta memperkirakan cuaca pada Rabu (9/3) pagi cerah berawan. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Budaya PMII Cabang Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Sastrouw: Saatnya Kembali ke Khittah Kebudayaan

Yogyakarta, PMII Cabang Tegal. Sudah bangsa Indonesia kembali ke khittah kebudayaan dengan tetap menjaga sikap kritis. Maka IKA-PMII menawarkan, konsep pribumisasi kebudayaan yang berangkat dari prinsip al-muhafadhatu ‘alal-qadim as-shalih, melestrarikan tradisi yang baik.

Sastrouw: Saatnya Kembali ke Khittah Kebudayaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sastrouw: Saatnya Kembali ke Khittah Kebudayaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sastrouw: Saatnya Kembali ke Khittah Kebudayaan

Kedua IKA-PMII menilai bahwa modernitas dan tradisionalitas tidak didudukkan secara berhadap-hadapan, tapi komplementer, saling melengkapi. Ini berangkat dari prinsip wal-akhdu bil-jadid al-ashlah, mengambil hal baru yang lebih baik.

Demikian Ngatawi al-Zastrouw menyampaikan hasil pembahasan tim materi panitia Munas Ikatan Alumni (IKA) PMII dalam aspek kebudayaan pada Rabu (26/6).

PMII Cabang Tegal

Tawaran IKA PMII dalam aspek kebudayaan yang dikemas dalam acara Pra Munas ke-5 di Gedung Kunthi Wanitatama, Yogyakarta itu berangkat dari pembahasan panjang tentang tiga strategi yang digunakan penjajah dalam menghancurkan kebudayaan Indonesia. 

PMII Cabang Tegal

“Ada tiga strategi yang digunakan penjajah dalam menghancurkan kebudayaan. Pertama, dimasukkannya sistem sekolah dalam pendidikan. Sehingga spiritualitas dianggap beban dan penghambat kemajuan.

Kedua, hegemoni pencamplokan tradisionalitas. Tradisionalitas dan spiritualitas didudukkan secara berhadap-hadapan. Sehingga keduanya tidak akan pernah bersanding. 

Ketiga, brain wash (pencucian otak, red.) melalui media massa dan sebagainya yang semuanya menggunakan standar modernitas,” tuturnya di tengah hadirin yang menyesaki ruangan.  

Pihaknya mengungkapkan pula bahwa konstruksi kebudayaan Indonesia pada dasarnya adalah rasionalitas dan spiritualitas. Tapi hal itu telah digerus oleh kebudayaan barat yang hanya mengandalkan rasionalitas. Padahal  hati atau rasa dan laku atau budi pekertilah yang melahirkan kebudayaan nusantara.

“Kemudian para wali datang dan dilakukan konstruksi ulang. Mereka melakukan rajutan kebudayaan. Menyatu tapi tidak melebur,” imbuhnya.  

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Nur Hasanatul Hafshaniyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Halaqoh, Budaya PMII Cabang Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Semangat Belajar Agama Tak Diimbangi Kemampuan Memahami Agama

Bogor, NU Onlline

Fenomena antusiasme belajar agama, terutama melalui internet mendapat perhatian serius Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Ishomuddin. Kiai kelahiran Lampung ini merasa prihatin karena semangat belajar agama tidak diimbangi dengan kemampuan memahami agama.

Hal itu ia katakan ketika menjadi narasumber pada kegiatan Halaqah Kiai dan Nyai 2017, Selasa (5/12) di Bogor, Jawa Barat yang diselenggarakan Pusat Studi Pesantren (PSP). Dalam kegiatan bertema Jihad Pesantren Berbasis Literasi: Ikhtiar Menangkal Radikalisme Beragama ini, Kiai Ishom menjelaskan, mereka selalu mengatakan kembali ke Al-Qur’an dan Hadits.

Semangat Belajar Agama Tak Diimbangi Kemampuan Memahami Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Belajar Agama Tak Diimbangi Kemampuan Memahami Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Belajar Agama Tak Diimbangi Kemampuan Memahami Agama

“Ternyata yang dimaksud kembali ke Al- Qur’an dan Hadits terjemahan,” ujarnya disambut tawa peserta.

Dosen UIN Raden Inten Lampung ini menegaskan, Al-Qur’an turun dalam bahasa Arab, sehingga terjemahan bahasa lain bukan Al-Qur’an. 

“Terjemahan Al-Qur’an tidak benar-benar mewakili makna sebenarnya. Contoh, Al-Baqarah sering diterjemahkan sebagai sapi betina karena ada ta marbuthah. Padahal ta marbuthah di sini tidak bisa menunjukkan betina,” jelasnya.

PMII Cabang Tegal

Al-Qur’an, sambungnya, kadang membuang kalimat yang panjang sehingga tidak bisa diterjemahkan begitu saja. Slogan untuk kembali ke Al-Qur’an dan Hadits, kata Kiai Ishom, hanya cocok untuk ulama yang memiliki kemampuan untuk menafsir atau mufassir.

Sehingga menurutnya, menjadi bahaya ketika ada anak muda yang sedang bersemangat belajar agama kemudian menafsirkan ayat-ayat qitali (bersifat perang). Padahal ayat-ayat jihad yang turun di Mekkah tidak bersifat qitali. 

Barulah ketika Rasulullah hijrah ke Habasyah ayat jihad bersifat qitali. Ini karena saat itu Rasulullah dan para sahabatnya terlebih dahulu diperangi dan diancam dibunuh. 

“Selain itu, dakwah Rasulullah tidak boleh dihalangi siapapun karena itu adalah hak Rasulullah dan para sahabat untuk menyampaikan kebenaran. Itulah sebabnya turun ayat yang bersifat qitali, jadi bukan karena alasan kafir,” papar Kiai Ishom.

PMII Cabang Tegal

Dia menerangkan, Rasulullah memerangi non-muslim bukan karena mereka kafir, tapi karena ada permusuhan terlebih dahulu yang mereka lakukan dan menghalangi dakwah Islam. 

Jika alasan perang adalah kekafiran, imbuhnya, maka seorang bisa mengkafirkan orang-orang yang tidak sejalan dengan dirinya. Muslim bisa mengkafirkan orang Nasrani demikian sebaliknya. 

“Ini tidak ada manfaatnya bagi dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin,” tegas Kiai Ishom.

Jihad qitali, tandasnya, adalah pintu darurat jika adanya penyerangan atau permusuhan lebih dahulu kepada orang Islam. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Budaya, AlaNu, RMI NU PMII Cabang Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Jelang UN, IPNU-IPPNU Karanganyar Gelar Istighotsah Kubra

Karanganyar, PMII Cabang Tegal. Pelaksanaan ujian nasional (UN) tinggal menghitung hari. Sekitar 600 siswa SMP/MTs. kelas IX dan SMA/MA/ SMK se-Kabupaten Karanganyar menggelar istighosah bersama di Masjid Agung Karanganyar yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Karanganyar, Sabtu (12/4). Ratusan siswa ini berdoa memohon ketenangan batin dan persiapan menghadapi UN yang akan dilaksanakan mulai Senin (14/4).

Para siswa se-Karanganyar tersebut sejak lepas Dhuhur telah memenuhi Aula Masjid Agung Karanganyar. Mereka dengan khidmat melantunkan ayat-ayat Al Quran. Acara istighosah tersebut seperti biasa diawali dengan bacaan Sholawat Nabi Muhammad dengan diiringi grup hadrah Al-Munawwar Matesih.

Jelang UN, IPNU-IPPNU Karanganyar Gelar Istighotsah Kubra (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang UN, IPNU-IPPNU Karanganyar Gelar Istighotsah Kubra (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang UN, IPNU-IPPNU Karanganyar Gelar Istighotsah Kubra

Ketua Panitia penyelenggara, Wahyu memberikan motivasi kepada para peserta istighostah "Mari kita bersama-sama untuk menata hati dan fikiran melalui berdoa maupun berdzikir untuk meraih kelulusan dalam ujian mendatang," ujarnya saat memberikan sambutan.

PMII Cabang Tegal

Ia berharap kepada peserta istighotsah agar setelah lulus nanti untuk ikut dan bergabung dengan organisasi IPNU-IPPNU, tambahnya

PMII Cabang Tegal

Istighotsah yang dipimpin oleh Rais Syuriah MWC NU Karangapandan, KH. Agus Mushtafa berlangsung khusuk dan khidmat. Usai berdoa, KH. Yahya menyampaikan pesan singkat kepada ratusan pelajar yang hadir.

KH. Mushtafa mengajak para pelajar untuk selalu berdoa, berikhtiar dan meminta doa restu kepada orang tua dan guru-guru agar ilmu yang dicita-citakan bermanfaat.

"Sebagai pelajar harus terus berdoa, berikhtiar, dan meminta doa dan restu kepada orang tua dan guru-guru kalian agar apa yang dicita-citakan bermanfaat baik di dunia maupun akhirat," pesannya ratusan pelajar

Sementara, Ketua PC.IPNU, Khalid menjelaskan kegiatan ini menjadi agenda rutinan yang diselenggarakan setiap tahun menjelang Ujian Nasional.

"Alhamdulillah, acara ini mampu membuat para Pelajar tampak semakin optimis dalam menghadapi UN yang akan digelar 14 April mendatang." tuturnya.

Dalam acara tersebut tampak hadir Ketua PCNU Kabupaten Karanganyar, Kiai Mukti Ali, Kiai dan  Kasi Mapenda Kemenag Kab. Karanganyar Drs. H. Muhtadi M.Pd. (Ahmad Rosidi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nahdlatul Ulama, Budaya, RMI NU PMII Cabang Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Gus Tutut: Ansor Itu Masa Depan NU!

Pekalongan, PMII Cabang Tegal



Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor H Yaqut Cholil Qoumas memberikan semangat kepada para kader Gerakan Pemuda Ansor, yang di masa mendatang bakal menjadi para pemimpin NU.

Gus Tutut: Ansor Itu Masa Depan NU! (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Tutut: Ansor Itu Masa Depan NU! (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Tutut: Ansor Itu Masa Depan NU!

Hal tersebut disampaikan Gus Tutut pada Konferwil GP Ansor Jawa Tengah 2017 di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen Kabupaten Pekalongan, Ahad (12/11).

“Ansor itu masa depan NU. Kita harus optimis, NU ke depan adalah NU yang luar biasa!” kata Gus Tutut disambut sorak-sorai ribuan peserta Konferwil.

Ia juga meminta kepada kader Ansor untuk tidak takut kepada kelompok-kelompok radikal, memaksakan paham, dan kelompok anti-Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saya meyakini ketika kiai-kiai mendirikan Nahdlatul Ulama tujuannya adalah untuk mendirikan Indonesia. Ketika ada orang yang ingin merubuhkan Indonesia, kita tidak peduli siapa pun, harus kita lawan,” tandas Yaqut.

PMII Cabang Tegal

Gus Tutut menyerukan agar para kader NU, utamanya GP Ansor dan Banser untuk melawan gerakan radikal itu. Ansor tidak perlu takut dengan gerakan mereka saat ini yang memang menguasai media sosial. Dengan media sosial itu juga kaum radikal tersebut menjadikan Islam sebagai alat politik.

Pada kesempatan itu, ia juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar berani menyuarakan keberanian melawan kelompok radikalisme, yang notabene berjumlah sedikit dibandingkan kelompok yang menginginkan perdamaian. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Budaya, AlaNu PMII Cabang Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Soal Kemiskinan jadi Prioritas

Bandung, PMII Cabang Tegal. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, Kamis? (31/5) besok, menyelenggarakan Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) dan Konferensi Idarah Wustho Jam’iyyah Ahli Thariqah Al Mu’tabarah? An-Nahdliyyah Jawa Barat. Musyawarah akan diberlangsungkan selama tiga hari di kampus hijau Darul Ma’arif Kaplongan, Indramayu.

?

Menurut Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat H Surjani Ichsan yang juga Ketua Panitia acara, Mukerwil NU mengangkat masalah pemberdayaan pendidikan dan ekonomi di Propinsi Jawa Barat yang saat ini semakin memperihatinkan. Terdapat 3,5 juta keluarga miskin dari 10,5 juta keluarga dan sebagian diantara mereka adalah warga Nahdliyyin.

Soal Kemiskinan jadi Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Kemiskinan jadi Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Kemiskinan jadi Prioritas

“Jumlah itu cukup memprihatinkan terutama setelah dilanda kenaikan harga bahan pokok. Sehingga jika perekonomiannya dibenahi maka akan meningkatkan mutu pendidikan anak dari keluarga mereka," katanya.

Disamping itu juga Mukerwil NU juga akan memerintahkan agar PW Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif dan RMI bisa menangani perihal pendidikan. Sehingga anak-anak yang orang tuanya kurang mampu akan dapat sejajar dengan mereka bisa mengenyang pendidikan.

PMII Cabang Tegal

”Mudah-mudahan melalui Mukerwil ini apa yang akan dihasilkannya menjadi diantara solusi bangsa dalam mengurangi kemiskinan dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Surjani Ihsan.

Mukerwil NU dan Konferwil Thariqot tersebut rencananya akan dibuka secara bersamaan sekitar jam 09.00 oleh Gubernur Jawa Barat dan Taushiyah umum akan disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH A Hasyim Muzadi.

?

PMII Cabang Tegal

Peserta Mukerwil NU dan Konferwil Thariqot diikuti oleh 25 utusan cabang NU, seluruh Pimpinan Wilayah Lembaga, Lajnah dan Badan Otonom NU? tingkat Jawa Barat. (din/san)



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Islam, Budaya, Nahdlatul PMII Cabang Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Khofifah Ajak Warga Muslimat Berantas Narkoba

Blitar, PMII Cabang Tegal

Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa menginginkan agar seluruh warga Muslimat ikut berpartisipasi aktif memberantas narkoba hingga di lini paling kecil, di keluarga.?

"Muslimat punya tugas di masing-masing keluarga, pastikan bebas narkoba. Pastikan juga di masng-masing jamiyah ranting (desa), anak cabang (kecamatan). Ini PR (pekerjaan besar) bangsa kita," katanya saat menghadiri harlah ke-70 Muslimat NU di Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Ahad.

Khofifah Ajak Warga Muslimat Berantas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Ajak Warga Muslimat Berantas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Ajak Warga Muslimat Berantas Narkoba

Ia juga menceritakan jika narkoba sudah masuk ke semua lini, termasuk ke pondok pesantren. Ia mengingatkan saat itu ada seorang yang memberikan obat dan dikatakan sebagai vitamin. Jika dikonsumsi, zikirnya bisa tambah panjang, tambah khusyuk. Bahkan, pengasuh pun juga mengetahui jika obat itu adalah vitamin, hingga belakangan dipastikan jika obat itu ternyata narkoba.?

"Hati-hati bila ada orang sepertinya baik hati memberikan vitamin, ini cuma pura-pura. Ini juga PR pesantren, kiai, bu nyai, supaya mengubah pikiran kita, yang semula pikiran lurus diubah menjadi melenceng, karena sudah terkena narkoba. Yang kena itu konstruksi otak," jelasnya di hadapan puluhan ribu warga Muslimat NU.

Ia juga mengatakan, dari informasi yang diterimanya di Indonesia narkoba sudah masuk ke segala lini. Bahkan, tingkat kematian akibat narkoba sangat besar, dimana sehari ada sekitar 40-50 orang meninggal dunia akibat narkoba.?

PMII Cabang Tegal

"Ini mengerikan dan bahaya luar biasa. Semoga kita semua dijaga, diselamatkan oleh Allah," katanya dengan langsung diamini para para hadirin.

Dalam acara itu, juga disertai dengan pembacaan ikrar laskar antinarkoba Muslimat NU. Ikrar itu sebelumnya juga pernah ditegaskan dalam puncak Harlah ke-70 Muslimat NU di Malang akhir Maret 2016.

Isi dari ikrar itu antara lain bersatu melawan narkoba, mendorong semua ibu memastikan keluarganya bebas narkoba, memberantas penyalahgunaan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, mendukung hukuman berat bagi pengedar narkoba, hingga merehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba.

PMII Cabang Tegal

Isi dari ikrar itu dibacakan di hadapan seluruh jamaah yang hadir. Setelahnya, diadakan tanda tangan sebagai bentuk komitmen Muslimat NU mendukung program pemerintah untuk pemberantasan narkoba.?

Kegiatan Harlah ke-70 Muslimat NU itu dihadiri sejumlah tokoh. Selain dari kalangan pengurus Muslimat baik tingkat pusat, wilayah hingga daerah, juga dihadiri rombongan dari BPJS Kesehatan baik tingkat pusat hingga daerah, muspida Kabupaten Blitar, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam acara itu, juga disertai adanya nota kesepahaman di antara PP Muslimat NU dengan BPJS Kesehatan yang mencakup perluasan kepesertaan program JKN-KIS serta sosialisasi program itu ke masyarakat. Nota kesepahaman itu juga ditandatangani kedua belah pihak, dengan disaksikan seluruh warga Muslimat NU yang jumlahnya mencapai puluhan ribu orang. Nota itu berlaku satu tahun, terhitung 10 April 2016 hingga 9 April 2017. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Doa, Budaya PMII Cabang Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Awal Muharram, Nahdliyin Cigadung Gelar Pawai Obor dan Shalawat

Bandung, PMII Cabang Tegal

Warga NU di Cigadung, Kota Bandung, Jawa Barat, mengisi malam tahun baru hijriah dengan kegiatan positif. Selain pawai obor, mereka juga menggelar majelis shalawat dan pengajian yang dihadiri sejumlah tokoh setempat.



Awal Muharram, Nahdliyin Cigadung Gelar Pawai Obor dan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Muharram, Nahdliyin Cigadung Gelar Pawai Obor dan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Muharram, Nahdliyin Cigadung Gelar Pawai Obor dan Shalawat

Kota Bandung sejak sore hingga malam diguyur hujan yang cukup deras. Meski demikian, dinginnya udara pada Rabu (20/9) malam itu tidak menyurutkan mereka untuk memenuhi jalan-jalan, masjid, dan lapangan. Nahdliyin Cigadung juga mengadakan "Kecamatan Bershalawat" dengan menghadirkan KH Maftuh Kholil (Ketua PCNU Kota Bandung) dan Habib Umar bin Husein Assegaf Majalaya (Wakil Ketua Lembaga Dakwah PWNU Jawa Barat).



PMII Cabang Tegal

KH Maftuh Kholil dalam pidato sambutannya mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk melestarikan budaya baik Islam di Nusantara. Menurutnya, peringatan semacam ini mesti terus dipelihara karena di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur dan semangat dakwah, meski tradisi ini kerap mendapat tuduhan bidah oleh sebagian kelompok.



PMII Cabang Tegal

Ia juga bercerita tentang masa kecilnya yang akrab dengan bubur Syura tiap memasuki bulan Muharram. Namun, belakangan tradisi pembuatan bubur itu terasa tak dikenal lagi.



"Kita harus tahu penyebab hilangnya kegiatan Syura dan bubur tersebut. Para, penjual bubur sudah ada dimana-mana, mereka berjualan sepanjang siang dan malam, maka tidak heran bubur Syura tidak laku lagi. Tapi penyebab kedua adalah penyebab yang lebih penting dan patut kita sampaikan pada umat, hilangnya membuat bubur Syura itu diakibatkan karena banyaknya orang yang secara sistematis ingin menghapus budaya islami di Nusantara," tuturnya. (Red: Mahbib)





Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Budaya, Pemurnian Aqidah PMII Cabang Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Workshop Literasi Temanggung, Cetak Guru NU Zaman Now

Temanggung, PMII Cabang Tegal. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung bekerjasama dengan LP Maarif NU Temanggung, PCNU Temanggung dan STAINU Temanggung akan menggelar Workshop Literasi pada Kamis 23 November 2017 di Aula MA. Maarif NU Gemawang, Temanggung, Jawa Tengah.

Penanggungjawab acara, Zaeni, menegaskan kegiatan itu dalam rangka penguatan literasi di kalangan guru di bawah LP Maarif Temanggung dari jenjang SD/MI sampai SMA/SMK/MA.

"Ada tiga pemateri dalam Workshop Literasi ini, yaitu KH. Muhammad Furqon Ketua PCNU Temanggung, H. Miftakhul Hadi; Ketua LP Maarif NU Temanggung dan Hamidulloh Ibda Dosen STAINU Temanggung," ujar Zaeni yang juga Ketua MWC NU Gemawang, Selasa (21/11).

Workshop Literasi Temanggung, Cetak Guru NU Zaman Now (Sumber Gambar : Nu Online)
Workshop Literasi Temanggung, Cetak Guru NU Zaman Now (Sumber Gambar : Nu Online)

Workshop Literasi Temanggung, Cetak Guru NU Zaman Now

Workshop bertajuk Guru NU Zaman Now? ini, ada tiga materi yang akan dipaparkan oleh masing-masing pemateri yang juga dalam momentum perayaan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2017.

"Ketua PCNU, Gus Furqon akan ? menyampaikan penguatan ideologi ahlussunnah waljamaah annahdliyah dan spirit tarbiyah. Ketua LP Maarif NU H. Miftakhul Hadi akan menyampaikan penguatan manajemen pendidikan. Sementara Hamidulloh Ibda dosen STAINU Temanggung akan menyampaikan materi penguatan literasi pada guru-guru terutama aspek penulisan karya tulis ilmiah dan literasi media," beber dia.

Ia berharap, kegiatan itu menjadi wahana menguatkan kemampuan literasi bagi semua guru.

PMII Cabang Tegal

"Nanti juga ada stand kecil yang menampilkan buku-buku, jurnal dari karya dosen-dosen STAINU Temanggung," lanjut dia.

Maka dari itu, kata dia, saya harap semua peserta bisa memaksimalkan kegiatan tersebut untuk menguatkan dan menambah khazanah literasi untuk menghadapi zaman global saat ini. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Budaya PMII Cabang Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Ansor Sumbar Gelar Tahlilan untuk KH Hasyim Muzadi

Padang, PMII Cabang Tegal. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Sumatera Barat menggelar tahlilan atas wafatnya KH.Hasyim Muzadi. Ketua PW GP Ansor Sumbar Rahmat Tuanku Sulaiman ? menyampaikan, kaegiatan itu sebagai upaya meneladani KH Hasyim Muzadi semasa hidupnya, yang telah memberikan sumbangsih tenaga dan pemikiran untuk umat Islam dan kebangsaan dalam menjaga keutuhan NKRI.

Ansor  Sumbar Gelar Tahlilan untuk KH Hasyim Muzadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sumbar Gelar Tahlilan untuk KH Hasyim Muzadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sumbar Gelar Tahlilan untuk KH Hasyim Muzadi

Tahlilan yang digelar Ahad (2/4/) di aula PW NU Sumbar ? dipimpin Mufti Ulil Amri. Tampak hadir ? Sekretaris Arianto, Wakil Ketua Agustian Pilang, Nafriandi, dan Ketua PC Ansor Pasman Barat Djafrina Efendi.

Menurut Rahmat, sebagai kader Ansor yang berada di daerah untuk dapat memberikan tenaga dan pemikiran akan keberlangsungan bangsa ini ke depan yang penuh dengan tantangan yang sangat berat. Terutama dengan ? derasnya arus aliran yang ingin mendirikan khilafah di bumi Nusantara ini. KH Hasyim Muzadi merupakan tokoh yang mumpuni dalam berdakwah baik berskala nasional maupun internasional.

Di bagian lain, Wakil Ketua PW Ansor Sumbar Yuni Chandra yang juga Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Taman Siswa Sumatera Barat mengatakan, modal dan tenaga kerja dengan memanfaatkan teknologi bisa memperkuat potensi Ansor. ?

PMII Cabang Tegal

Di sini, kata dia, peran Ansor bagaimana meningkatkan skiil dalam menyiapkan tenaga kerja yang mudah berkompetisi dan dibutuhkan oleh lapangan kerja.? (Armaidi tanjung/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Budaya, Tokoh, Habib PMII Cabang Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Masih Banyak Generasi Muda yang Tak Mengenal Pancasila

Banyuwangi, PMII Cabang Tegal

Generasi muda saat ini banyak yang tak lagi mengenal Pancasila. Tidak hanya dalam hal isi dan tujuan, bahkan sejarah bagaimana Pancasila terbentuk dan siapa saja yang terlibat banyak belum banyak yang mengetahui.

Demikian disampaikan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Banyuwangi Yahya Muzakki. Karenanya, ia menyambut baik terbitnya Keputusan Presiden (Keppres) yang menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila.

Masih Banyak Generasi Muda yang Tak Mengenal Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Masih Banyak Generasi Muda yang Tak Mengenal Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Masih Banyak Generasi Muda yang Tak Mengenal Pancasila

“Penetapan ini merupakan momentum penting bagi generasi muda untuk mengenal Pancasila,” ujarnya usai memimpin upacara pembacaan teks Pancasila di halaman depan basecamp IPNU Banyuwangi, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, pada Rabu (1/6) siang.

PMII Cabang Tegal

Selain upacara pembacaan teks Pancasila, acara peringatan tersebut juga dilanjutkan dengan diskusi tentang Pancasila bagi generasi muda. Problematika penyimpangan perilaku hukum dan radikalisme yang saat ini menjangkiti para pemuda maupun pelajar karena lemahnya pemahaman akan Pancasila.

PMII Cabang Tegal

Data dari Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKip) pada 2010 mengungkapkan, hampir 50 persen pelajar menyutujui tindakan radikal. Tidak hanya itu, data tersebut juga mengungkapkan 25 persen pelajar dan 21 persen menganggap Pancasila tidak lagi relevan. “Tentu ini preseden buruk bagi masa depan Pancasila bagi generasi muda,” papar Barur Rohim yang memimpin diskusi.

“Sebagai generasi muda yang mengakui bahwa Pancasila sebagai asas tunggal dalam kehidupan bernegara sudah sepatutnya kita menjadi garda depan dalam memahami, mengamalkan dan mempertahankan Pancasila,” lanjut Rohim.

Penetapan 1 Juni sendiri sebagai hari lahir Pancasila berangkat dari peristiwa 1 Juni 1945 ketika Ir. Soekarno pada saat sidang Badan Penyelidikan Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pada saat itu, dihadapan para peserta sidang, Bung Karno memapaparkan untuk pertama kalinya konsep Pancasila sebagai ideologi Negara Indonesia. “Pancaasila menurut Soekarno adalah philosofische grondslag, sebagai dasar filosofis Indonesia Merdeka,” pungkas Rohim. (Anang Lukman Afandi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sholawat, Budaya PMII Cabang Tegal

Jumat, 24 November 2017

Ini Tiga Pesan Gus Ali Untuk Pengurus Baru MWCNU Gempol

Pasuruan, PMII Cabang Tegal - Istighotsah akbar digelar dalam rangka pelantikan pengurus harian Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Ahad (30/7) pagi. Sekitar 3000 jamaah sudah datang sejak pagi hari dan memenuhi area istighotsah.

Acara ini dimulai dengan penampilan pencak silat dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa serta penampilan paduan suara dari SMK Ar-Rahma. Selain itu, Stikes Ar-Rahma juga turut berpartisipasi dengan membuka layanan tes kesehatan gratis bagi warga yang hadir dalam acara istighotsah tersebut. Ikatan Seni Hadrah Indonesia Kecamatan Gempol juga ikut berpartisipasi dalam pelantikan ini.

Ini Tiga Pesan Gus Ali Untuk Pengurus Baru MWCNU Gempol (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tiga Pesan Gus Ali Untuk Pengurus Baru MWCNU Gempol (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tiga Pesan Gus Ali Untuk Pengurus Baru MWCNU Gempol

Ketua MWCNU Gempol M Nurul Huda mengatakan, "Saya berterima kasih kepada seluruh warga dan banom-banom NU di Kecamatan Gempol mulai dari Muslimat, Fatayat, GP Ansor, IPNU-IPPNU, Pagar Nusa, Ishari. Saya selaku Ketua MWCNU Gempol mengharapkan agar semakin kompak ke depannya."

PMII Cabang Tegal

Sementara Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur Gus Ali Mashuri menyampaikan arahannya. Menurutnya, ada tiga poin yang harus menjadi acuan dalam melakukan program kerja nantinya. Pertama, NU harus bisa mengambil alih pasar di sektor ekonomi, pendidikan, serta kesehatan.

“Saya akan membantu MWCNU Gempol nantinya untuk membuat program kerja agar NU di Gempol semakin maju," kata Gus Ali.

PMII Cabang Tegal

Sementara salah seorang kader IPNU di Kecamatan Gempol Aditya Mardani mengatakan, "IPNU dan IPPNU akan kita massifkan koordinasi dengan NU untuk kemajuan NU dan IPNU atau IPPNU di Gempol."

Seluruh Pengurus MWCNU Gempol sepakat memperkuat LP Maarif NU sebagai bagian dari NU guna berkontribusi membangun pendidikan berkarakter di Kecamatan Gempol khususnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Bahtsul Masail, Budaya PMII Cabang Tegal

Minggu, 19 November 2017

PBNU Akan Bentuk Kepengurusan Transisi Jika Batasan Umur Dilanggar

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini menegaskan akan membentuk kepengurusan transisi Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) jika batasan usia 27 tahun sesuai dengan AD/ART NU dilanggar.

PBNU Akan Bentuk Kepengurusan Transisi Jika Batasan Umur Dilanggar (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Akan Bentuk Kepengurusan Transisi Jika Batasan Umur Dilanggar (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Akan Bentuk Kepengurusan Transisi Jika Batasan Umur Dilanggar

“Kalau ada anggota yang melanggar, ada klausul pelanggaran. Kita akan ambil alih dengan membentuk kepengurusan transisi,” tegasnya di gedung PBNU, Senin (7/12).?

Ia menyatakan keberadaan seluruh banom di di lingkungan NU tidak terlepas dari induknya. Hal-hal yang sudah diatur di AD/ART tidak dapat dinegasikan di dalam peraturan yang lebih rendah.?

PMII Cabang Tegal

“Kalau mereka menganggap soal usia bisa diveto, mereka juga bisa mengganti nama Ikatan Pelajar Nusantara. Itu sudah menjadi organisasi sendiri,” paparnya.?

PMII Cabang Tegal

Ia menyatakan PBNU sudah mengeluarkan edaran. Kepentingan PBNU adalah agar tidak ada overlapping antara banom yang berbasis usia antara IPNU, PMII, dan Ansor. Selama ini interseksi antara badan otonom tersebut terlalu banyak.

“Kita sudah banyak kehilangan anak SMP dan SMA yang mengalami disorientasi. Jadi ada urgensi PBNU memandang perlu instrumen banom yang masuk fokus ke pelajar atau sekolah,” katanya.

Bagi kader IPNU yang usianya sudah melebihi batasan maksimal, ia menyarankan untuk bergabung dengan PMII mengingat PMII sudah masuk kembali menjadi banom NU sesuai dengan AD/ART hasil muktamar Jombang.

Sebenarnya, batasan soal usia sudah dijelaskana sebelumnya kepada para pengurus IPNU saat mereka melakukan konsultasi dengan PBNU yang ditindaklanjuti dengan dikeluarkannya surat edaran. PBNU dalam hal ini hanya menjalankan amanat AD/ART.

Pasal 18 Anggaran Rumah Tangga NU dalam ayat e secara jelas menyatakan : ”Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama disingkat IPNU untuk pelajar dan santri laki-laki Nahdlatul Ulama yang maksimal berusia 27 (dua puluh tujuh) tahun sedangkan dalam ayat f menyatakan “Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama disingkat IPPNU untuk pelajar dan santri perempuan Nahdlatul Ulama yang maksimal berusia 27 (dua puluh tujuh) tahun”.? (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Budaya, Doa, Hikmah PMII Cabang Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Peserta Perwimanas II Lakukan Perawatan Pohon di Taman Nasional Gunung Merapi

Magelang, PMII Cabang Tegal?

Para peserta Perwimanas II melakukan giat bakti perawatan pohon di Taman Nasional Gunung Merapi yang bertempat di Jurang Jero Magelang, Jawa Tengah.

Kegiatan penghijauan tersebut diawali dengan perawatan sejumlah pohon kecil seperti membersihkan gulma di sekitar pohon, menggemburkan tanah dan penyiraman air. Kemudian dilanjutkan dengan perbaikan aliran Sungai Tangsi.

Dedeh Suryati, salah satu panitia penanggung jawab giat bakti Perwimanas II menyampaikan bahwa pada awalnya akan dilakukan penanaman pohon, namun karena cuaca yang tidak mendukung, maka giat bakti terfokus pada pemeliharaan pohon-pohon di sekitar taman nasional.?

Peserta Perwimanas II Lakukan Perawatan Pohon di Taman Nasional Gunung Merapi (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Perwimanas II Lakukan Perawatan Pohon di Taman Nasional Gunung Merapi (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Perwimanas II Lakukan Perawatan Pohon di Taman Nasional Gunung Merapi

“Kegiatannya di sini perawatan pohon dan perbaikan aliran Sungai Tangsi, kita sebenarnya mengikuti perintah dari pihak taman nasional juga. Kalau untuk tanam pohon musimnya gak cocok,” ungkapnya, Rabu (20/9) kemarin.

Hal senada juga disampaikan oleh Sadria, salah satu pendamping dari garda SAR Magelang. “Kalau untuk tanam pohon cuacanya tidak mendukung karena tidak memasuki musim hujan. Musim hujan dimungkinkan di bulan November,” tambahnya.?

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan rasa cinta alam dalam diri para peserta, sebagaimana yang tercantum dalam poin kedua Dasa Dharma Pramuka “Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia”.?

PMII Cabang Tegal

“Harapan saya, dari kegiatan ini adik-adik bisa menghargai alam. Karena kalau alamnya rusak, manusia dan hewan akan terkena imbasnya. Selain itu, supaya mereka bisa menghargai warisan dari para pendahulu untuk selalu merawat alam” ungkap Dedeh.

Diketahui, kegiatan bakti perawatan pohon di Taman Nasional Gunung Merapi akan berlangsung hingga akhir kegiatan Perwimanas II dan diikuti oleh lebih dari 6000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. (Ala/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Daerah, Budaya PMII Cabang Tegal

Kamis, 16 November 2017

Di Pati, Santri Kunjungi Makam Pahlawan

Pati, PMII Cabang Tegal. Pengurus Cabang GP Ansor Pati, Jawa Tengah bersama jajarannya mengadakan ziarah ke makam pahlawan Kabupaten Pati utara pasar Puri Baru, Pati, Ahad (22/10). Acara tersebut bertujuan untuk mengingatkan pada para santri terutama yang masih pelajar untuk selalu ingat betapa keras perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan negara ini.

Ketua PC GP Ansor Pati Irham Shodiq menuturkan peringatan hari santri dijadikan sebagai upaya para Nahdliyyin untuk selalu mengingat dari mana santri berasal kemudian perjuangan apa yang telah diberikan dan apa tujuan para santri sebenarnya, semua harus jelas. 

“Tidak asal-asalan menjadi santri, karena santri sendiri adalah pejuang, pejuang ilmu dan pejuang agama,” katanya.

Di Pati, Santri Kunjungi Makam Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Pati, Santri Kunjungi Makam Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Pati, Santri Kunjungi Makam Pahlawan

Di samping itu, santri juga senantiasa tunduk dan patuh kepada para kiai dan ulama. 

“Menjadi seorang santri memang sangat berat, mulai dari pengalaman belajar di belakang meja sekolah, mengaji, menghafal sampai dengan pengalaman tidak mandi sampai berhari-hari. Semua pengalaman itu bisa dirasakan ketika seseorang menjadi santri di sebuah pondok,” lanjut Shodiq. 

PMII Cabang Tegal

Shodiq menambahkan, menjadi seorang santri merupakan langkah awal yang sangat hebat untuk menjadikan diri lebih siap dalam menjalani kehidupan didunia bahkan akhirat. Santri jangan hanya melihat santri dari pakaiannya yang tidak “style modern” yang hanya sarungan dan bersongkok, namun lihat isinya, dalam arti ilmu dan etikanya. 

“Sebenarnya banyak para alumni santri yang sekarang ini menjabat diberbagai perusahaan-perusahaan besar, mungkin saja nanti malah ada seorang santri yang menjadi orang nomor satu di negara ini,” ucap Shodiq langsung disambut tepuk tangan dari para peserta yang kebanyakan perwakilan dari beberapa pondok yang ada di Kabupaten Pati.

“Kami sangat bangga menjadi seorang santri, karena ilmu yang kami peroleh lebih luas, baik ilmu agama maupun ilmu umum” ucap salah seorang santri kepada PMII Cabang Tegal. 

Ia mengatakan, belajar di pondok lebih mengedepankan jiwa sosial, karena di pondok sering diajarkan untuk selalu saling membantu kepada sesama yang dipraktikkan dalam kehidupan kesehariaanya. Contoh kecil saja dalam hal makanan, sesama santri pondok biasanya kalau makan menggunakan nampan ataupun daun pisang yang dikelilingi 10 sampai 12 orang santri. Jadi tidak ada santri yang makan menggunakan piring untuk makan sendiri. (Hasan Udin/Kendi Setiawan)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pesantren, Budaya, Habib PMII Cabang Tegal

Sabtu, 07 Oktober 2017

Silatnas Ke-6 PPM Aswaja Sukses Digelar di NTB

Lombok Tengah, PMII Cabang Tegal

Persaudaraan Profesional Muslim Ahlussunnah wal Jamaah (PPM Aswaja) tahun ini kembali menyelenggarakan Silaturahim Nasional. Forum pertemuan yang keenam kalinya ini berlangsung di Pesantren Qomarul Huda, Bagu, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, 20-21 Agustus 2016.

Hadir dalam pembukaan Silatnas PPM Aswaja Ke-6, pengasuh Pesantren Qomarul Huda dan Musytasar PBNU Tuan Guru H. Turmudzi Badrudin, Ketua Tanfidziyah PWNU NTB Tuan Guru Ahmad Taqiudin Mansur, Wakil Rektor UNU NTB Baek Mulyanah, dan Sekretaris Jendral PBNU Helmy Faishal Zaini.

Silatnas Ke-6 PPM Aswaja Sukses Digelar di NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
Silatnas Ke-6 PPM Aswaja Sukses Digelar di NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

Silatnas Ke-6 PPM Aswaja Sukses Digelar di NTB

Forum ini menjadi ajang silaturahim dan konsolidasi para profesional Muslim Aswaja dari berbagai latar belakang dan daerah se-Indonesia. Silatnas sebelumnya juga digelar di sekitar Pulau Jawa, seperti Wonosobo, Magelang, Situbondo, dan Cirebon.

PMII Cabang Tegal

Dalam sambutan pembukaan, Ketua PWNU NTB menyampaikan rasa gembira atas dipilihnya NTB sebagai tuan rumah Silatnas PPM Aswaja dan berpesan kepada para peserta silatnas agar senantiasa terus menggali nilai dan makna yang terkandung dalam Mabadi Khairu Ummah.

PMII Cabang Tegal

"Mabadi Khairu Ummah itu sangat luas dan universal, berapa kalipun kita menyelenggarakan halaqah tidak akan pernah habis nilai-nilai yang ada didalamnya untuk kita gali" tutur Tuan Guru Ahmad Takiudin.

Profesionalisme, katanya, memang sangat dibutuhkan di era teknologi yang terus berkembang dengan pesat, namun sebagai kader NU kita tidak boleh hanyut terbawa arus zaman. Kita harus pandai dalam menyikapi perubahan zaman dan teknologi. (Akhlis/Mahbib)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Aswaja, Budaya PMII Cabang Tegal

Sabtu, 23 September 2017

Hasyim: Aswaja Harus Diselamatkan

Bandung, PMII Cabang Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menyerukan para kader muda NU untuk mensosialisasikan pemahaman yang benar mengenai ajaran ahlussunnah wal jama’ah (Aswaja) baik dalam tataran pemikiran keagamaan maupun implementasi sosialnya.

Saat memberikan taushiyah pada Rapat kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Pondok Pesantren Darul Ma’arif, Cigondewah, Bandung, Kamis (30/8) malam, Kiai Hasyim berpesan agar pengertian pengenai Aswaja tidak diselewengkan. “Aswaja harus diselamatkan,” katanya.

Hasyim: Aswaja Harus Diselamatkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: Aswaja Harus Diselamatkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: Aswaja Harus Diselamatkan

“Saya sudah mengkoordinaskan kepada seluruh jajaran kepengurusan syuriah NU untuk menerbitkan kembali dan menyebarkan kembali buku-buku Aswaja yang berisi penjelasan tentang dasar-dasar hukum dari ubudiyah warga NU yang selama sering dibid’ahkan,” kata Kiai Hasyim.

Ditambahkan, keragaman budaya telah dikukuhkan keberadaanya di dalam kitab suci Al-Qur’an, Surat Al-Hujurat  (49) ayat 13, yang berkisah mengenai bangsa-bangsa dan suku-suku manusia yang diciptakan untuk saling mengenal. Ayat ini sekaligus menjadi dasar dari nasionalisme.

“Kita ini berfikir dobel, menerapkan ajaran syariat Islam sekaligus mempertahankan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), jadi kemudian dianggap kurang Islam,” katanya tersenyum.

Di hadapan delegasi Pimpinan Wilayah IPPNU dan ratusan warga masyarakat sekitar Pondok Pesantren Darul Ma’arif, Kiai Hasyim mengingatkan kembali adanya bahaya masuknya ideologi politik transnasional, baik dari Timur Tengah maupun dari Barat yang mengacaukan format ketatanegaraan Republik Indonesia.

PMII Cabang Tegal

Ideologi politik transnasional dengan leluasa masuk dan berkembang di Indonesia sejak dimulainya era reformasi. “Jadi kalau masa Orde Baru kita kegerahan karena semua akses ditutup, sekarang kita malah masuk angin karena semua ideologi dari luar masuk,” katanya.(nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Budaya, Nasional PMII Cabang Tegal

Sabtu, 09 September 2017

1 Tahun di Bawah Ade-Darmaji, Pemkot Banjar Boros Anggaran

Jakarta, PMII Cabang Tegal. PMII Kota Banjar merilis hasil kajian perihal wajah APBD Kota Banjar tahun Anggaran 2014. Ketua Kajian Kebujakan Publik PMII Kota Banjar Wahidan melihat Walikota Ade dengan Wakilnya Darmaji melakukan pemborosan pada tahun 2014 terutama penganggaran yang terlalu besar untuk pengadaan dan pemeliharaan kendaraan dinas kota dibandingkan aliran untuk sektor pertanian.

1 Tahun di Bawah Ade-Darmaji, Pemkot Banjar Boros Anggaran (Sumber Gambar : Nu Online)
1 Tahun di Bawah Ade-Darmaji, Pemkot Banjar Boros Anggaran (Sumber Gambar : Nu Online)

1 Tahun di Bawah Ade-Darmaji, Pemkot Banjar Boros Anggaran

Wahidan menyampaikan sejumlah perbandingan angka penganggaran APBD Kota Banjar dalam diskusi bertajuk "Mengupas Satu Tahun Kepemimpinan Ade-Darmaji" di Sekretariat PMII jalan Cibeureum, Sukamaju, desa Mulyasari, Selasa (2/12).

Pemerintah Kota Banjar menganggarkan 8.486.757.350 untuk 57 unit pengadaan kendaraan dinas dari seluruh SKPD, dengan rincian antara lain DPRD sebesar 1.035.000.000, sekretariat daerah 5.043.200.000, dinas PU 570.000.000, DCKLH 600.000.000, termasuk pengadaan kendaraan dinas 1 unit untuk institusi KORPRI sebesar 179.235.000.

PMII Cabang Tegal

Sedangkan untuk total belanja langsung yang menyangkut publik di sektor pertanian hanya sebesar 7.712.616.362.

PMII Cabang Tegal

"Perbandingan ini cukup menyakitkan. Banjar menjadi kota agropolitan tampak hanya isapan jempol. Jika kendaraan dinas yang sudah ada masih layak pakai seperti mobdin untuk pimpinan DPRD, kenapa mesti beli yang baru? Pemborosan. Ini akan berdampak pada pembengkakan biaya pemeliharaan kendaraan dinas di anggaran tahun berikutnya,” kata Wahidin yang kini diamanahkan sebagai Bendahara PMII Banjar.

Meskipun secara aturan tidak bermasalah, tetapi secara moral ini patut dipertanyakan, kata Wahidan.

Belum lagi besaran pos anggaran pemeliharaan rutin kendaraan dinas yang mencapai 6.067.661.071. jumlah itu jauh melampaui anggaran pengadaan obat dan perbekalan kesehatan yang hanya dianggarkan sebesar 2.151.700.496.

"Ini menggambarkan pemkot lebih mementingkan kepentingannya sendiri daripada kepentingan di sektor pertanian maupun kesehatan," kata Wahidan dalam rilisnya kepada PMII Cabang Tegal.

PMII Kota Banjar meminta Pemkot Banjar untuk memangkas secara signifikan anggaran pemeliharaan kendaraan dinas pada APBD ? tahun anggaran berikutnya. PMII juga mendesak Pemkot untuk mengurangi anggaran-anggara yang irasional.

Program yang bersifat seremonial harus dialihkan untuk kegiatan-kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

"Pemkot harus memahami cara penggunaan APBD yang efisien, efektif dan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan rakyat. Jangan terlalu memanjakan pejabat dengan memberikan kenadaraan dinas tiap tahun, prinsip transparansi juga kewajiban mutlak pemkot," tutupnya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Budaya PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock