Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Songsong UN, Pelajar MAN Tolak Kunci Jawaban Ujian

Pringsewu, PMII Cabang Tegal. Ratusan pelajar MAN Pringsewu sejak awal menyatakan penolakannya atas kunci jawaban gelap dengan acara istighotsah di masjid Jabal Nur Kompleks MAN Pringsewu, Jumat (11/4). Untuk kepercayaan diri, mereka berdoa bersama, bersembahyang sunah hajat, dan persiapan belajar intensif sebelumnya.

Dalam menghadapi UN, pelajar tidak boleh mencukupkan pada persiapan fisik semata. Persiapan mental, kata Kepsek MAN Pringsewu Samsurizal, juga sangat perlu.

Songsong UN, Pelajar MAN Tolak Kunci Jawaban Ujian (Sumber Gambar : Nu Online)
Songsong UN, Pelajar MAN Tolak Kunci Jawaban Ujian (Sumber Gambar : Nu Online)

Songsong UN, Pelajar MAN Tolak Kunci Jawaban Ujian

Samsurizal mengimbau seluruh siswa-siswi peserta UN 2014 untuk tidak percaya kepada kunci jawaban dan menyesatkan. Karena, kunci jawaban disebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan motif mengambil keuntungan pribadi.

PMII Cabang Tegal

"Yakinlah kepada kemampuan sendiri. Yakinlah Allah akan menolong kalian. Yakinkan di hati bahwa kita mampu karena Allah menolong kita," tegas Samsurizal dalam sambutannya.

PMII Cabang Tegal

Di akhir sambutan, Samsurizal tidak lupa berpesan kepada siswa-siswi MAN Pringsewu untuk meminta doa dan restu semua pihak terutama kedua orang tua dan seluruh dewan guru agar diberi kemudahan dalam UN dengan hasil maksimal.

Istighotsah ini diawali dengan sembahyang sunah hajat dan ditutup dengan doa pendek yang dipimpin seorang guru Sofwan. Sebelum bubar, mereka berjabat tangan dengan dewan guru MAN Pringsewu. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Halaqoh, Pemurnian Aqidah, Ahlussunnah PMII Cabang Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

LP Ma’arif Boyolali Tetap Jalankan 6 Hari Sekolah

Boyolali, PMII Cabang Tegal - Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Cabang Boyolali ikut menolak kebijakan lima hari sekolah. Menurutnya, kebijakan lima hari sekolah tidak serta merta membawa keuntungan bagi dunia pendidikan.

Hal ini disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Ma’arif NU Boyolali Gunanto.

LP Ma’arif Boyolali Tetap Jalankan 6 Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif Boyolali Tetap Jalankan 6 Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif Boyolali Tetap Jalankan 6 Hari Sekolah

Ia menambahkan, saat ini sekolah-sekolah di bawah lembaga pendidikan milik NU Boyolali masih menerapkan kebijakan enam hari sekolah.

PMII Cabang Tegal

”Sampai saat ini sekolah-sekolah di bawah kami, masih menerapkan enam hari sekolah,” terang Gunanto, Selasa (8/8).

Di wilayah Boyolali ada tujuh sekolah setingkat SLTA yang berada di bawah naungan Ma’arif, dua SMK dan lima Madrasah Aliyah (MA).

PMII Cabang Tegal

”Saya contohkan SMK Karya Nugraha. Meski enam hari sekolah, tapi pulangnya tetap jam 4 sore,” imbuhnya.

Lembaga Pendidikan Maarif NU Boyolali, ecara tegas menolak penerapan program lima hari sekolah. Sebanyak lima sekolah di bawah lembaga pendidikan milik Nahdlatul Ulama (NU), yang berada di wilayah Boyolali, pun selama ini tidak menerapkan kebijakan tersebut.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Boyolali Masruri, menyampaikan kebijakan FDS mestinya diuji dahulu sebelum diterapkan secara penuh.

“Dikaji bersama-sama. Apakah merugikan atau menguntungkan. Apakah semakin mencerdaskan atau tidak,” kata Masruri. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ahlussunnah, Anti Hoax PMII Cabang Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

KMNU Undip Bekali Anggotanya Kemampuan Desain Grafis

Semarang, PMII Cabang Tegal

Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Diponegoro kembali membuat terobosan baru dalam kepengurusan tahun ini dengan mengadakan pelatihan desain grafis menggunakan perangkat lunak Corel Draw dan Photoshop.

KMNU Undip Bekali Anggotanya Kemampuan Desain Grafis (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU Undip Bekali Anggotanya Kemampuan Desain Grafis (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU Undip Bekali Anggotanya Kemampuan Desain Grafis

Bertempat di Joglo Pondok Pesantren Insanul Iman, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, kegiatan tersebut diikuti oleh anggota KMNU Undip, baik anggota baru maupun anggota lama, akhir pekan (2/5).

Tidak hanya menerima teori, dalam pelatihan yang diprakarsai oleh Divisi Informasi dan Komunikasi (Inforkom) KMNU Undip ini para peserta juga diajak untuk praktik langsung dengan laptop masing-masing yang sebelumnya sudah diinstal perangkat lunak Corel Draw dan Photoshop.

PMII Cabang Tegal

M Akhsanil Auladi, Ketua Divisi (kadiv) Inforkom KMNU Undip memaparkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan ketertarikan dan mengembangkan minat bakat anggota KMNU Undip dalam bidang desain. Selain itu, minimnya SDM (sumber daya manusia) KMNU Undip yang memiliki bakat di bidang desain juga melatarbelakangi pengadaan kegiatan ini. Selama ini, hanya orang-orang tertentu yang diandalkan dalam pembuatan poster, pamflet, dan hal-hal yang berhubungan dengan desain lainnya.

PMII Cabang Tegal

Menurut Auladi, penyampaian materi pada pelatihan ini diberikan secara bertahap sehingga lebih memudahkan para peserta untuk mengikuti. Diharapkan, setelah pelatihan ini, semakin banyak anggota yang mumpuni di bidang desain.

“Harapannya, pemerataan SDM yang mempunyai bakat desain di semua divisi, sehingga ketika memerlukan hal-hal yang berkaitan dengan desain tidak perlu lagi bergantung ke orang-orang tertentu, dan masing-masing perwakilan per divisi yang telah mengikuti pelatihan ini dapat menularkan pengetahuannya ke teman-teman lain yang belum mengikuti,” lanjut pria yang akrab disapa Adi ini.

Acara dibuka secara resmi oleh M Rizqi Arif Fiantono, Wakil Ketua KMNU Undip, mewakili Bagas Ardiyanto, Ketua KMNU Undip yang berhalangan hadir.

Dalam acara ini didatangkan dua pemateri yang berkompeten di bidang Corel Draw dan Photoshop. Pemateri pertama adalah Setyo Eka Rofi, mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi Undip. Pria asal Wonosobo ini telah bergelut dalam dunia desain sejak bangku SMA. Pemateri  kedua adalah Hery Afiq Maulana, mahasiswa D3 Ilmu Komunikasi Undip yang juga anggota KMNU Undip. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ahlussunnah PMII Cabang Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

LKNU Tambah Peralatan Medis di Tiga Kabupaten

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) menambah sejumlah peralatan medis di tiga kabupaten di Jawa Tengah yakni Kudus, Pati, dan Rembang. Penambahan peralatan ditujukan di rumah sakit NU.

LKNU Tambah Peralatan Medis di Tiga Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Tambah Peralatan Medis di Tiga Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Tambah Peralatan Medis di Tiga Kabupaten

“Selain kursi roda, LKNU menyerahkan mesin foto rontgen sebanyak satu buah di Kabupaten Pati Jawa Tengah,” kata Izzah, asisten PO LKNU kepada PMII Cabang Tegal di kantor PBNU Jakarta, Senin (26/11) siang.

Untuk rumah sakit di Kabupaten Demak, LKNU menambah alat cek sel darah pasien dan defibrillator. LKNU menyerahkan alat tersebut sesuai dengan kebutuhan rumah sakit yang bersangkutan. 

PMII Cabang Tegal

Sementara rumah sakit Rembang menerima kuretase, partus, dan alat pompa ginekologi. Alat-alat yang diarahkan ke rumah sakit Rembang, lebih berkenaan dengan kesehatan perempuan dan alat reproduksinya.

“Kursi roda kita prioritaskan untuk pasien-pasien NU dan tokoh-tokoh NU setempat yang sudah sepuh,” ungkap Anggie Ermaim, Sekjen LKNU, Jumat (23/11) petang.

PMII Cabang Tegal

LKNU yang berdiri tahun 2004, akan terus bergerak melayani kebutuhan kesehatan warga NU sesuai dengan amanah Muktamar NU 2004 silam di Solo. Dalam mengawal isu kesehatan di kalangan NU, LKNU bekerjasama dengan pihak manapun.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal News, Ahlussunnah PMII Cabang Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Seloroh Tanda Ke-NU-an Fathul Bari

Loteng, PMII Cabang Tegal - Fathul Bahri ditetapkan sebagai Ketua PCNU Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat pada Konferensi Cabang XI. Setelah terpilih secara kemudian ia meminta restu dan dukungan peserta konferensi dalam menjalankan roda organisasi selama lima tahun ke depan.

"Mohon izin para sepuh, para ulama, dan para ustad, khususnya peserta konferensi bahwa saya bersedia memimpin NU Cabang Lombok Tengah,” tegasnya setelah terpilih.

Seloroh Tanda Ke-NU-an Fathul Bari (Sumber Gambar : Nu Online)
Seloroh Tanda Ke-NU-an Fathul Bari (Sumber Gambar : Nu Online)

Seloroh Tanda Ke-NU-an Fathul Bari

Ia mengaku selama hidupnya tak pernah melamar atau mencalonkan diri. Ketika ia mencalonkan diri menjadi anggota DPRD, ia diam-diam menyerahkan berkas. “Namun untuk NU, sebelum konferensi, saya sudah jalan ke tokoh-tokoh NU di Lombok Tengah untuk minta restu,” jelas anggota DPRD NTB Periode 2014-2019 ini.

PMII Cabang Tegal

Warga NU Lombok Tengah, kata dia, jangan meragukan ke-NU-an dirinya. Dengan nada berseloroh, ia menerangkan tanda-tanda ke-NU-an dirinya yang tak dimiliki orang lain jauh sebelum mencalonkan diri. “Jari telujuknya kurang satu, itulah Fathul Bahri,” katanya.

Fathul menjelaskan, jumlah jari tangan kanannya empat, sementara yang kiri lima. Maka empat tambah lima sama dengan sembilan. Hal ini sesuai dengna lambang NU yang memiliki bintang sembilan.

PMII Cabang Tegal

Tak hanya itu, ketika ditanya Kabag Perencanaan Pemda Lombok Tengah terkait plat mobil dinas, Fathul menjawab nomor 5. "Platnya nomor lima, di belakangnya angka empat Romawi. Lima tambah empat sama dengan sembilan," ungkapnya yang lagi-lagi disambut tawa hadirin. (Syamsul Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Quote, Ahlussunnah, Syariah PMII Cabang Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

PBNU Minta Semua Bertanggung Jawab Soal Keterlambatan UN

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Sekretaris Jenderal PBNU H Marsudi Syuhud menyatakan keprihatinannya atas karut-marutnya pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dan meminta semua pihak yang terkait bertanggung jawab atas permasalahan ini.?

PBNU Minta Semua Bertanggung Jawab Soal Keterlambatan UN (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Semua Bertanggung Jawab Soal Keterlambatan UN (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Semua Bertanggung Jawab Soal Keterlambatan UN

“Sebaiknya tidak mencari kambing hitam dengan hanya menyalahkan satu pihak, tetapi bagaimana menyelesaikan persoalan ini tanpa politisasi,” katanya.

Marsudi, setuju dengan pendapat Taufik Kiemas bahwa Mendikbud M Nuh tidak perlu mundur dari jabatannya, karena kendala yang dialami merupakan kendala teknis.

“Untuk itu, perlu didalami persoalannya dan diinvestigasi secara menyeluruh sehingga diperoleh hasil yang komprehensif,” tuturnya.?

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Ia juga menyoroti kenapa anggaran untuk pencetakan naskah Ujian Nasional baru disetujui pada 22 Februari 2013, yang merupakan waktu yang sudah sangat mepet, sementara proses tender percetakan juga baru boleh dilakukan setelah anggaran keluar.

“Hal-hal seperti ini harus ditelusuri sampai ke DPR yang memberikan persetujuan anggarannya,” tandasnya.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ahlussunnah, Anti Hoax, Ubudiyah PMII Cabang Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

GP Ansor Jaktim: Usut Penghina Pancasila di HUT RI!

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Timur menyesalkan adanya upaya provokasi di tengah suasana perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-70 Republik Indonesia. Pasalnya, provokasi tersebut berkenan dengan dasar negara ini.

GP Ansor Jaktim: Usut Penghina Pancasila di HUT RI! (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jaktim: Usut Penghina Pancasila di HUT RI! (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jaktim: Usut Penghina Pancasila di HUT RI!

"Kemarin, tepatnya tanggal 15 ada karnaval dengan bendera palu arit di Pamekasan. Esoknya tanggal 16 ada Parade Tauhid yang di dalamnya ada Abu Jibril yang berorasi menghina Pancasila," kata Komandan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satkorcab Jakarta Timur, Firdaus Ibond, Senin, (17/8).

Banser dan GP Ansor, lanjut Ibond, berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi. Ia pun menegaskan bahwa Banser dan Ansor selalu menjadi pagar terdepan menjaga NKRI. "Kami, Banser dan Ansor mewariskan perjuangan ulama dalam menjaga NKRI. Bagi kami NKRI dan Pancasila harga mati," tegasnya.

PMII Cabang Tegal

Alumni PMII DKI ini pun meminta Presiden Joko Widodo dan Panglima TNI untuk memperhatikan dengan serius agenda tersebut. "Kami mengingatkan Pak Jokowi dan Pak Gatot Nurmantyo agar menyelidiki lebih lanjut agenda tersebut. Ini menyangkut harkat dan martabat bangsa kita," tutupnya.

PMII Cabang Tegal

Seperti diketahui, berkibarnya panji-panji PKI saat karnaval HUT RI di Pamekasan membuat heboh masyarakat setempat. Esoknya, di agenda Car Free Day Bundaran HI, acara Parade Tauhid yang dimeriahkan oleh Habib Rizieq menghadirkan Abu Jibril yang menghina Pancasila. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Aswaja, Ahlussunnah, Syariah PMII Cabang Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Dandim 0411 Gelar Doa Kemerdekaan di Pesantren Walisongo

Lampung Tengah, PMII Cabang Tegal - Ratusan santri dan ratusan Tentara Nasional Indonesia di bawah Komando Dandim 0411 Kabupaten Lampung Tengah mengikuti upacara penurunan bendera di Pesantren Walisongo, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah. Mereka juga menggelar doa kebangsaan di pesantren tersebut, Kamis (17/8) sore.

Ada yang berbeda  pada upacara penurunan bendera dalam Hari Ulang Tahun Ke-72 Republik Indonesia tahun ini di halaman Pesantren Walisongo. Peserta upacara tidak hanya para santri pesantren setempat tetapi tampak hadir pula seratusan lebih pasukan TNI anggota Dandim 0411 Kabupaten Lampung Tengah.

Dandim 0411 Gelar Doa Kemerdekaan di Pesantren Walisongo (Sumber Gambar : Nu Online)
Dandim 0411 Gelar Doa Kemerdekaan di Pesantren Walisongo (Sumber Gambar : Nu Online)

Dandim 0411 Gelar Doa Kemerdekaan di Pesantren Walisongo

Pengasuh Pesantren Walisongo Kiai Syaikhul Ulum Syuhada di sela-sela sebelum upacara penurunan bendera menyampaikan, agenda ini dilaksanakan sebagai bentuk kerja sama pesantren dan militer, Polres Lampung Tengah, MWCNU Bumi Ratu Nuban untuk terus memupuk rasa nasionalisme di kalangan santri dan aparatur negara dalam hal ini TNI dan Polri.

“Mari kita kirimkan hadiah surat Al-Fatihah untuk Komanadan Dandim Lampung Tengah dan Kapolres Lampung Tengah semoga para prajurit, anggotanya senantiasa diberi kekuatan, kesehatan dalam mengemban tugas negara menjaga ketertiban, keamanan masyarakat Indonesia,” kata alumnus Fakultas Tarbiyah IAIM NU Kota Metro Lampung ini.

PMII Cabang Tegal

Inspektur upacara penurunan bendera adalah Dandim 0411 Lampung Tengah Letkol Janjang Kurniawan. Selepas shalat magrib berjamaah mereka makam tumpeng bersama.

Upacara penurunan bendera di Pesantren Walisongo Kecamatan Bumi Ratu Nuban Kabupaten Lampung Tengah dihadiri Pengasuh Pesantren Walisongo Kiai Syaikhul Ulum Suhada, Ketua MUI Lampung Tengah H Mutawalli, Ketua GP Ansor Lampung Tengah Saryono, jajaran pengurus MWCNU Bumi Ratu Nuban, para santri Walisongo, pengurus harian Satkorcab Banser Lampung Tengah, Dandim 0411 Lampung Tengah Letkol Janjang Kurniawan, Kapolres Lampung Tengah AKBP Purwanto Puji Suttan, para anggota TNI Dandim 0411 Lampung Tengah, dan masyarakat sekitar. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ahlussunnah, AlaSantri, Sejarah PMII Cabang Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Kemenag Terjemahkan Qur’an dalam Berbagai Bahasa Daerah

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Kementerian Agama melalui Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan telah melakukan Penerjemahan Al-Qur’an ke dalam sembilan bahasa daerah dalam beberapa tahun belakangan ini.

Kemenag Terjemahkan Qur’an dalam Berbagai Bahasa Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Terjemahkan Qur’an dalam Berbagai Bahasa Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Terjemahkan Qur’an dalam Berbagai Bahasa Daerah

Program yang dimulai pada 2011 ini diawali dengan penerjemahan Qur’an dalam Bahasa Makassar (Sulawesi Selatan), Bahasa Kaili (Sulawesi Tengah), dan Bahasa Sasak (Nusa Tenggara Barat). Selanjutnya, pada tahun 2012 hingga 2015, dilakukan penerjemahan Al-Qur’an ke dalam Bahasa Minang (Sumatera Barat), Bahasa Batak (Sumatera Utara), Bahasa Dayak (Kalbar, Kalteng, dan Kaltim), dan Bahasa Jawa Banyumasan (Jawa Tengah Bagian Barat, Lampung). Pada tahun 2013 hingga tahun 2016, dilakukan penerjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa Toraja dan Bolaang Mongondow.?

Dalam laporan yang diterbitkan oleh Puslitbang Lektur (2015), disebutkan penerjemahan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat akan Al-Qur’an yang dapat dipahami dalam bahasa sehari-hari, sehingga diharapkan pesan-pesan yang terdapat dalam Al-Qur‘an lebih mudah terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini sejalan arah kebijakan Kementerian Agama tahun 2010-2014 untuk peningkatan kualitas kehidupan beragama, dengan sasaran terwujudnya suatu kondisi keberagamaan masyarakat yang dinamis dan mampu mendukung percepatan pembangunan nasional.?

Al-Qur’an terjemah bahasa daerah ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperluas akses warga masyarakat dengan kitab suci umat Islam ini, terutama bagi masyarakat yang tidak mampu berbahasa Indonesia. Masyarakat yang akrab dengan bahasa daerahnya diharapkan dapat pula menjadi akrab dengan Al-Qur’an, di samping sebagai media pelestari bahasa dan budaya lokal daerah tersebut. Dengan demikian kearifan lokal yang memiliki nilai-nilai luhur dan ditulis dalam bahasa daerah akan mudah dihayati dan membekas dalam masyarakat setempat.?

PMII Cabang Tegal

Penyelenggaraan program Penerjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa daerah memperoleh apresiasi “luar biasa” oleh masyarakat, terutama masyarakak penutur bahasa yang bersangkutan. Apresiasi mengemuka dikarenakan oleh 2 (dua) alasan kultural dan keagamaan. Pertama, Al-Qur’an terjemah sangat membantu untuk memberikan layanan keagamaan bagi masyarakat yang tidak bisa atau kurang akrab dengan bahasa Indonesia. Kehadiran terjemahan Al-Qur’an bahasa daerah ini sangat membantu untuk “memahami” isi Al-Qur’an yang diyakini sebagai pedoman hidup keseharian masyarakat.?

Kedua, secara politik budaya--menurut para tokoh dan pakar budaya, khususnya pakar bahasa—penerjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa daerah sangat membantu dalam pelestarian bahasa daerah. Bahkan, penerjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa daerah ini merupakan “instrumen kultural paling efektif” untuk melestarikan, mempertahankan atau mengawetkan “bahasa daerah” dari kepunahannya.?

PMII Cabang Tegal

Mencermati pentingnya penerjemahan Al-Qur’an tersebut, sejumlah pimpinan daerah (bupati, misalnya) memprakarsai untuk menggandakan “Al-Qur’an terjemahan” produk Puslitbang LKK, Badan Litbangdiklat, Kemenag, untuk didistribusikan sesuai kebutuhan warganya. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pendidikan, Ahlussunnah PMII Cabang Tegal

Rabu, 29 November 2017

PKI Takut Setan

Dalam sebuah diskusi, Agus Sunyoto bercerita bahwa pengikut Partai Komunis Indonesia tidak tunggal dalam keyakinan. Ada yang kafir; tidak percaya Tuhan, ada yang beriman.

“Jangan dikira PKI itu atheis semua. Anggotanya macam-macam,” Agus Sunyoto mulai cerita.

PKI Takut Setan (Sumber Gambar : Nu Online)
PKI Takut Setan (Sumber Gambar : Nu Online)

PKI Takut Setan

Mantan anggota PKI, cerita Agus, bilang pada saya bahwa banyak anggota PKI yang memeluk Islam dan agama lainnya. 

“Di pengkaderan PKI memang mereka diajarkan yang kelihatannya gagah-gagah seperti tidak akan mati, ngomong dialektika matrealisme, ngomong jangan percaya Tuhan, ngomong Karl Marx. Tapi...” 

PMII Cabang Tegal

“Tapi apa?” tanya Agus pada temannya.

“Tapi banyak teman saya yang takut setan. Ketika pulang dari pengkaderan malam-malam, kami lari saat melewati kuburan,” cerita Agus menirukan temannya yang bekas PKI.

PMII Cabang Tegal

Benar kata Agus Sunyoto itu, apalagi kalau kita ingat bahwa Belanda menangkap kiai-kiai di Banten, karena kiai-kiai menjadi anggota PKI, singkatan dari Persatuan Kiai Indonesia. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nusantara, Ahlussunnah PMII Cabang Tegal

Minggu, 19 November 2017

Jelang Munas NU, PBNU Dalami Materi Penggunaan Investasi Dana Haji Siang Ini

Jakarta, PMII Cabang Tegal - Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) akan melakukan pendalaman materi terkait penggunaan investasi dana haji siang ini di Gedung Lantai 5 PBNU, Jalan Kramat Raya, 164, Jakarta Pusat, Senin (2/10) pagi. Pendalaman materi ini merupakan upaya PBNU dalam memahami persoalan ini secara utuh sebelum pembahasan di forum Munas NU 2017 November mendatang.

Pada diskusi siang ini pihak LBM PBNU menghadirkan anggota Komisi VIII DPR RI, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai narasumber.

Jelang Munas NU, PBNU Dalami Materi Penggunaan Investasi Dana Haji Siang Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Munas NU, PBNU Dalami Materi Penggunaan Investasi Dana Haji Siang Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Munas NU, PBNU Dalami Materi Penggunaan Investasi Dana Haji Siang Ini

H Ulil Abshar Hadrawi, Wasekjen PBNU yang juga panitia Munas dan Konbes NU 2017 mengatakan, diskusi ini digelar dalam rangka memberikan penguatan atas pemahaman PBNU terkait masalah yang diangkat.

PMII Cabang Tegal

“Masalah ini diangkat di forum Munas NU 2017 mengingat rencana pemerintah terkait penggunaan dana haji untuk investasi pada proyek-proyek infrastruktur nasional, yaitu jalan tol, pelabuhan, bandara, dan seterusnya,” kata Ulil.

Dalam diskusi ini, kata Ulil, narasumber diharapkan memberikan informasi dan data baru yang dibutuhkan para kiai NU untuk menjawab sejumlah masalah yang diangkat di Munas NU 2017, yaitu soal status hukum dana setoran awal BPIH, kewenangan pemerintah dalam mengelola dana BPIH, hukum investasi dana haji pada proyek infrastruktur, soal siapa yang berhak atas keuntungan, dan soal siapa yang berkewajiban menanggung atas kerugian investasi.

PMII Cabang Tegal

Sebagaimana diketahui, forum Munas dan Konbes NU akan diselenggarakan pada akhir November 2017 di Nusa Tenggara Barat. Forum ini akan dihadiri oleh segenap pengurus PWNU se-Indonesia. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, Internasional, Ahlussunnah PMII Cabang Tegal

Kamis, 16 November 2017

Kemenag Kirim 42 Guru PAI Kursus Singkat ke Australia

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) mengirimkan 42 orang yang terdiri atas Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) dan pengawas PAI untuk kursus singkat (short course) ke Australia. Selama 15 hari di Australia, peserta kursus singkat belajar di Universitas Adelaide dan berkunjung ke beberapa sekolah yang ada di Adelaide, Melbourne, dan Sydney.

Direktur PAI Amin Haedari menuturkan bahwa pengiriman para GPAI dan pengawas ke Australia itu dimaksudkan untuk membekali mereka tentang metodologi pembelajaran dan multikulturalisme.

Kemenag Kirim 42 Guru PAI Kursus Singkat ke Australia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Kirim 42 Guru PAI Kursus Singkat ke Australia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Kirim 42 Guru PAI Kursus Singkat ke Australia

“Mereka kita kirim ke Australia bukan untuk belajar konten PAI, tapi metodologi dan multikulturalisme,” terang Amin di Jakarta.

PMII Cabang Tegal

Selama di Australia, para guru PAI dan pengawas ini terbagi ke dalam dua waktu. 10 hari pertama mereka belajar di Universitas Adelaide, dan 5 hari berikutnya rombongan dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok ke Melbourne dan satu kelompok lagi ke Sydney.

PMII Cabang Tegal

Di Adelaide mereka belajar di kampus dan juga berkunjung ke beberapa sekolah di wilayah setempat. Di Melbourne dan Sydney mereka hanya melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah.

“Mereka sengaja kita kirim ke sekolah-sekolah yang ada di Melbourne atau Sydney agar bisa melihat langsung proses pembelajaran di sana. Biar mereka juga bisa bertukar pendapat dengan para tenaga pendidik dan siswa, dan mengamati pembelajaran di kelas. Sekaligus bagaimana pengelolaan pendidikan di sana,” terang Amin.

Hasil dari kursus singkat di Australia ini menurut Amin akan dirumuskan, dibukukan, dan diimplementasikan untuk semua guru PAI yang ada di Indonesia mulai tahun 2016 mendatang. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ahlussunnah PMII Cabang Tegal

Selasa, 14 November 2017

Ketum GP Ansor: Indonesia Sudah Sesuai Syariat Islam

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah sesuai syariat Islam, maka tidak diperlukan lagi mendirikan negara Islam atau Khilafah, kata Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Umum PP GP Ansor dan Panglima Banser NU, dalam acara Kongkow Kebangsaan Perppu Ormas dan Ancaman Radikalisme di Ciamis, Jawa Barat, Kamis (3/8).

Ketum GP Ansor: Indonesia Sudah Sesuai Syariat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum GP Ansor: Indonesia Sudah Sesuai Syariat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum GP Ansor: Indonesia Sudah Sesuai Syariat Islam

"Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang sesuai syariat Islam, karena didirikan oleh para ulama, seperti Hadratussyekh KH Hasyim Asyari, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, dan lain-lainnya, karena didirikan oleh ulama maka sudah pasti sesuai dengan syariah Islam, maka tidak perlu lagi ada negara Islam atau Khilafah," kata pria yang biasa disapa Gus Yaqut itu.

Karena Indonesia didirikan oleh ulama, maka bagi warga NU, khususnya santri-santri NU memiliki kewajiban untuk membelanya.

"Indonesia ini warisan dari leluhur, para ulama dan kyai-kyai kita, maka kita wajib membelanya, sampai titik darah penghabisan, ini mati syahid yang sejati, bukan seperti yang dilakukan pelaku bom bunuh diri itu," kata Gus Yaqut dalam keterangan persnya seperti dilansir Antara.

Terkait ancaman radikalisme, Gus Yaqut mengutip hasil survei Wahid Foundation tahun 2016 yang menemukan angka 11 juta orang Indonesia siap melakukan tindakan radikal.

PMII Cabang Tegal

"Indonesia sudah darurat radikalisme, survei Wahid Foundation tahun 2016 melaporkan ada 11 juta orang yang siap melakukan tindakan radikal, ini bahaya sekali," tegas putra kiai kharismatik NU, almarhum KH Cholil Bisri dari Rembang, Jawa Tengah ini.

Gus Yaqut juga menegaskan dukungan GP Ansor dan Banser NU pada Perppu Ormas. Perppu Nomor 2/2017 yang mengibaratkan sebagai aturan yang melindungi rumah dari pihak-pihak yang ingin merusak.

"Perppu Ormas itu ibarat aturan yang melarang pihak-pihak yang merusak rumah kita, Indonesia ini rumah kita bersama, tidak bisa dibiarkan ada pihak-pihak yang mau merusak," kata dia. 

Sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor dan Panglima Tertinggi Banser NU, dia menegaskan Pemuda Ansor dan Banser NU mendukung Perppu Ormas dan siap membela NKRI. (Red: Fathoni)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ahlussunnah, Santri PMII Cabang Tegal

Senin, 30 Oktober 2017

Membangun Kesalehan Bersama Surat Yasin

Selain Al Fatihah, Al Ikhlas dan Al Muawwidzatain, mungkin surat Yasin adalah surat yang paling banyak berinteraksi dengan kaum Muslim. Yasin dibaca dalam setiap pertemuan kaum Muslim, ketika tahlilan, ziarah kubur, bahkan dijadikan amal wasilah demi terkabulnya hajat. Yasin menjadi perekat sosial secara horizontal dan media berdialog dengan Allah secara vertikal. Disinilah urgensi Yasin menjadi penting. Hakikatnya yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat baik individu maupun sosial menjadikan Yasin begitu dibutuhkan bukan cuma sebagai ayat suci dalam relasi khalik dan makhluk tapi ayat sosial dalam relasi masyarakat.

Karenanya, menjadi wajar dan begitu urgen kalau surat Yasin dihaturkan ke hadapan masyarakat dengan disertai pemahaman. Misi agar Yasin menjadi nilai-nilai hidup dalam masyarakat inilah yang mengilhami penulis, KH Abd Basith AS menghadirkan buku ini. Surat Yasin yang telah melembaga dalam batin masyarakat akan lebih bernilai jika dia hidup, lebih-lebih jika amanat dalam surat Yasin menjadi perilaku teladan masyarakat kita.

Membangun Kesalehan Bersama Surat Yasin (Sumber Gambar : Nu Online)
Membangun Kesalehan Bersama Surat Yasin (Sumber Gambar : Nu Online)

Membangun Kesalehan Bersama Surat Yasin

Buku ini terbagi dalam 4 bab dengan menyajikan Yasin secara per kelompok mengikuti sistematika ayat yang tematik. Rujukannya sudah lebih dari cukup untuk menyajikan Yasin dari berbagai perspektif. Beberapa kitab muktabarah dijadikan rujukan dalam buku ini sehingga warna intelektualnya begitu mewarnai. Perspektif ilmu Tafsir dan Ulumul Quran tercermin dari referensi Tafsir Jalalain, Tafsir Al Maraghi, Hasyiyatul Allamah As Shawi Ala Tafsiril Jalalain, Tafsiru Surat Yasin Syekh Hamami Zadah, juga Qabas min Nuril Quran Muhammad Ali Asshabuni. Sementara tasawuf dan pendidikan adab menggunakan rujukan Ihya’ Ulumuddin, Sirajut Thalibin dan Mau’idhatul Mu’minin.?

PMII Cabang Tegal

Dimulai dengan tafsir ayat pertama Surat Yasin yang sifatnya diskursus. Penulis nampaknya memilih pendapat jumhur ulama ahlusunnah untuk menyerahkan penafsiran lafal Yasin di pembuka surat pada Allah. Meski penulis juga menyebutkan penafsiran Yasin menurut sejumlah ulama. Aspek keragaman nampak diperhatikan, meski penulis hanya menyebutkan arti Yasin menurut Ibnu Katsir dan Jalalain. Keragaman pemaknaan lafal Yasin yang disebut penulis, sebenarnya ditemukan sejak tafsir Abdullah bin Abbas, Qatadah, Ikrimah, Al Mawardi dan Tafsir Al Kasyaf. Selain itu, pada bab pertama ini penulis menyebut identitas penyantun sebagai manifestasi rahmah dalam Islam. Sebuah upaya tak terputus untuk menyambungkan aspek sakral Al Rahim pada ayat kelima Yasin dengan aktivitas sosial.

Pemilihan referensi sebagai rujukan nampaknya jitu dan mengena. Ambil contoh, dalil tentang keesaan tuhan yang dirujuk dari As Shabuni menyebutkan bahwa tanda-tanda di alam semesta sejak relasi bumi dan hujan, siang dan malam, peredaran bulan dan matahari serta fakta transportasi (19-23). Pemilihan tema ini sifatnya mengena karena bersifat identifikatif-observasif bagi setiap Muslim. Artinya setiap Muslim pasti menjumpai fenomena alamiah di atas sehingga tadabbur lebih mudah diaktifkan sesuai tingkat keilmuan masing-masing individu.?

Selain aspek intelektual, sosial dan tauhid, buku ini juga menyertakan kekhasan sebagai buku warga NU. Di awal buku dicantumkan dalil tentang fadhilah Yasin yang mungkin bagi kalangan Wahabi bersifat problematik serta tak lupa di akhir buku penulis mencantumkan doa populer surat Yasin karya Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad.

PMII Cabang Tegal

Walhasil, buku ini ternyata tak sesederhana tampilannya. Meski hanya 54 halaman, ilmu yang dituangkan Kiai Abd. Basith menjangkau jauh lebih banyak dari sekedar 54 halaman. Ada kalimat-kalimat tak tercetak yang disuguhkan penulis yang hanya bisa dipahami jika buku ini dibaca dengan penuh penghayatan dan ghirah untuk menghidupkan kesalehan. Sesuai misinya, buku ini cocok dibaca sejak lapisan elit, intelektual sampai masyarakat bawah.

Judul Buku: Surah Yasin: Menghadirkan Nilai-nilai Al Quran Dalam Kehidupan

Penulis: KH Abdul Basith AS

Penerbit: LTN NU Sumenep dan Muara Progresif

Halaman: XII dan 53 Halaman

Tahun terbit: Juni 2013

ISBN: 978-602-17206-5-3

Peresensi:Syarif Hidayat Santoso, pustakawan, warga NU Sumenep.

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Fragmen, Ahlussunnah, IMNU PMII Cabang Tegal

Kamis, 28 September 2017

Rais Aam PBNU Harap Wakil Rakyat “Move On”

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Pejabat Rais Aam PBNU KH A Musthofa Bisri menyayangkan sikap kekanak-kanakan segenap anggota dewan belakangan ini. Kiai yang lazim disapa Gus Mus ini, mengamanahkan para wakil rakyat untuk menunjukkan sikap kenegarawanan. Pengalaman persaingan politik yang baru saja berlalu, biarlah menjadi pelajaran. Dengan demikian, tiada lagi istilah “berseberangan di antara kita”.

Rais Aam PBNU Harap Wakil Rakyat “Move On” (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU Harap Wakil Rakyat “Move On” (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU Harap Wakil Rakyat “Move On”

Demikian disampaikan Gus Mus dalam pidato iftitah Munas-Konbes NU 2014 di Jakarta, Sabtu (1/11) siang. Di hadapan ratusan warga NU, Gus Mus berharap berhentinya perpecahan di kalangan wakil rakyat.

“Kita mesti menjadikan pengalaman yang lalu itu sebagai pelajaran sikap kearifan di kemudian hari. Ini semua kita tujukan untuk para wakil kita yang kelihatannya menunjukkan-kalau kata anak gaul,-‘belum move on’,” ujar Gus Mus.

PMII Cabang Tegal

Wakil Presiden HM Jusuf Kalla dan sejumlah menteri Kabinet Pemerintahan yang baru, tampak hadir di tengah musyawirin pada pidato iftitah Munas-Konbes NU 2014 oleh Pejabat Rais Aam PBNU.

Dengan redanya sikap dukung-mendukung, Gus Mus berharap mereka bisa menekuni tugas masing-masing sebagai semula.

PMII Cabang Tegal

Kepada HM Yusuf Kalla yang juga anggota Mustasyar PBNU, Gus Mus berharap pemerintah melakukan upaya untuk menyudahi ketegangan di Senayan.

“Kita mengamanahkan kepada Wapres di sini untuk menjadikan parlemen layaknya tempat Dewan Perwakilan Rakyat,” tandas Gus Mus sebelum meminta ratusan hadirin mengirimkan surah Al-Fatihah untuk belasan Kiai NU yang wafat di tahun 2014. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Doa, Hikmah, Ahlussunnah PMII Cabang Tegal

Senin, 11 September 2017

PCNU Lampung Tengah Awali Gerakan dengan Keterbukaan

Lampung Tengah, PMII Cabang Tegal. Pengurus NU Lampung Tengah mengajak segenap pengurus NU dan warga untuk memulai aktivitas dengan keterbukaan dan lapang dada. Imbauan ini disampaikan pada Halal Bihalal di Gedung PCNU jalan Proklamator Raya, Seputih Jaya, Gunung Sugih, Lampung Tengah, Sabtu (30/8).

“Kita seyogianya saling memaafkan dan bersikap saling tebuka. Jangan sampai memelihara dendam. Kita butuh udara sehat untuk melanjutkan program-program NU di Lampung Tengah ini,” kata Ketua PCNU Lampung Tengah Drs A Jailani MS di hadapan ratusan hadirin Halal Bihalal. 

PCNU Lampung Tengah Awali Gerakan dengan Keterbukaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Lampung Tengah Awali Gerakan dengan Keterbukaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Lampung Tengah Awali Gerakan dengan Keterbukaan

Sementara Rais Syuriyah PCNU Lampung Tengah KH Mukhtar Ghozali berpesan agar setiap manusia harus mau meminta dan memberi maaf kepada sesamanya.

PMII Cabang Tegal

“Mulailah dengan meminta maaf. Kalau bertemu, saling bersalaman. Setelah itu, mohon ampun kepada Allah SWT,” tandas Kiai Mukhtar.

Di sela Halal BiHalal, Wakil Bupati Lampung Tengah H Mustofa memberikan cendera mata kepada Kiai Mukhtar berupa buku berjudul “Gerakan Membangun Bersama Masyarakat Studi Tentang Penyelenggaraan Pembangunan Bidang Infrastruktur Berbasis Kearifan Lokal dan Budaya Hukum Kabupaten Lampung Tengah”. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Ahlussunnah PMII Cabang Tegal

Minggu, 20 Agustus 2017

Kades Plosogeneng Apresiasi Gerobak Bantuan LAZISNU untuk Warga

Jombang, PMII Cabang Tegal?

Kepala Desa Plosogeneng, Jombang Tomy Adi Purwanto merespon positif terhadap bantuan gerobak yang disalurkan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) setempat terhadap belasan warganya. Bantuan diberikan di Balai Desa Plosogeneng, Selasa (7/2) lalu.

Menurut Tomy salah satu Kades muda yang masih berusia 28 tahun ini, bantuan rengkek lijo (gerobak, red) menjadi bagian dari penggerak ekonomi rakyatnya yang bersumber dari lembaga milik NU Jombang itu.

Kades Plosogeneng Apresiasi Gerobak Bantuan LAZISNU untuk Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Kades Plosogeneng Apresiasi Gerobak Bantuan LAZISNU untuk Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Kades Plosogeneng Apresiasi Gerobak Bantuan LAZISNU untuk Warga

Oleh sebab itu, Tomy berharap LAZISNU Jombang dapat membimbing dalam menggerakkan perekonomian warganya secara terus menerus. Terlebih adanya bantuan yang dapat menumbuhkan motivasi kerja seperti halnya grobak dan semacamnya.?

"Melihat besarnya manfaat maka pihak desa berharap program itu (bantuan grobak, red) tidak berhenti,” ungkapnya, Kamis (9/3).

PMII Cabang Tegal

Ia menambahkan, setelah menerima bantuan, warganya sangat senang. Jenis bantuan yang berbentuk benda itu, menurutnya mengajarkan masyarakat untuk mandiri, sebab biasanya bantuan dalam bentuk uang tunai.?

"Kalau bantuan dalam bentuk uang tunai itu jarang membekas, paling 2-3 hari sudah habis," ungkap tomy.

PMII Cabang Tegal

"Terima kasih atas bantuannya, selanjutnya kami mohon LAZISNU bisa membimbing warga kami yang dapat bantuan agar lancar dan sukses,” imbuhnya.

Sementara Ketua Ketua PC LAZISNU Jombang, Didin Ahmad Sholahudin beberapa waktu lalu saat menyerahkan bantuan menyampaikan, bantuan tersebut semoga dapat menginspirasi, khususnya kepada kalangan masyarakat yang ekonominya menengah ke atas untuk bersama-sama membantu warga miskin. Sejumlah bantuan warga juga bisa disalurkan melalui Lazisnu.

"Mari bersama-sama kita tasharrufkan sebagian rizki kita kepada umat yang membutuhkan, bisa lewat Lazisnu Jombang atau transfer melalui nomor rekening: 7019992599 dan 7019992211 atas nama LAZISNU," ujarnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hadits, Ahlussunnah PMII Cabang Tegal

Selasa, 11 Juli 2017

PWNU Aceh: Nuansa Keulamaan Hilang di Arena Muktamar

Muktamar ke-33 Nahdatul Ulama dipastikan akan diselenggarakan pada 1-5 Agustus 2015 di Jombang, Jawa Timur. Berikut ini harapan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nanggroe Aceh Darussalam.

“Muktamar adalah agenda besar NU dalam lima tahun sekali. Maka forum ini harus menjadi nahdlah (kebangkitan) bagi ulama NU,” kata Ketua PWNU Tgk. H. Faisal Ali mengawali pembicaraan saat bersilaturahim ke ruang redaksi PMII Cabang Tegal, Jakarta, Senin (8/12).

Ada yang hilang di muktamar, katanya. Apa itu? “Ruh keulamaan.”

PWNU Aceh: Nuansa Keulamaan Hilang di Arena Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Aceh: Nuansa Keulamaan Hilang di Arena Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Aceh: Nuansa Keulamaan Hilang di Arena Muktamar

“Misalnya waktu shalat, kita tidak lihat sama-sama shalat semua. Meskipun mayoritas peserta muktamar dari daerah-daerah lain berhak menjama’ dan qashar shalat, tapi perlu diagendakan shalat berjamaah,” katanya. Selama ini memang agenda muktamar terfokus pada ceramah-ceramah, rapat-rapat dan persidangan.

Pemandangan lain ditemukan di arena muktamar yang tidak pas jika dilihat oleh orang Aceh dan mungkin masyarakat daerah lainnya.

“Mungkin itu sudah lumrah di Jakarta, tapi di daerah lain menjadi problem. Misalnya, di tempat muktamar itu sering banyak teman dari kelompok perempuan yang pakaiannya tidak sesuai. Ini perlu dijaga oleh panitia. Juga soal hiburan, meskipun menampilkan kebudayaan tetapi juga harus menghargai ulama yang hadir.”

PMII Cabang Tegal

“Dari Aceh, waktu Muktamar Makassar 2010 lalu kami bawa ulama sepuh. Secara jam’iyah dulu ulama Aceh tidak dekat dengan NU, meskipun secara ideoogi sama. Tapi skarang insya Allah sudah NU semua. Waktu dibawa ke Muktamar mereka kaget, ada yang jual obat kuat segala,” kata Tgk. Faishal.

Terkait sistem pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU baru untuk lima tahun kedepan yang kemudian dinamakan ahlul halli wal aqdi, PWNU Aceh menyatakan, sistem baru yang ditawarkan masih belum jelas.

“Apakah wilayah atau kepulauan mewakili dan berapa orang? Belum ada tawaran yang jelas. Dimana-mana memang sekarang ini sedang bermasalah apakah dipilih langsung atau perwakilan. Biarlah nanti muktamar yang menentukan, namun sementara ini yang ditawarkan belum terbaca,” katanya.

Bagaimana kriteria Rais Aam yang diusulkan oleh PWNU Aceh? “Rais Aam haruslah orang yang bisa memadukan dua hal, dunia dan akhirar. Pengetahuan agama Islam sangat penting, namun harus dipadukan dengan pengetahuan dunia yang lain. Jangan misalnya kuat sekali keilmuannya tapi keduniawian terbatas.”

Satu lagi, kemampuan fisik juga saat penting. “Kami sangat berharap, Rais Aam sering mengunjungi daerah-daerah,” tambahnya

PMII Cabang Tegal

Untuk bakal calon Ketua Umum Tanfidiyah, menurutnya, haruslah dipilih orang yang mampu menata organisasi NU dan bisa melepaskan diri dari kepentingan politik. “Anak NU banyak sekali di partai politik, jika ketua umum tidak bisa terlepas dari partai politik akan terseret-seret.”

Ditambahkan, bakal calon ketua umum PBNU tidak harus kiai atau mengasuh pesantren. “Kalau dipadukan lebih baik. Kalau tidak, ya yang paling penting bisa menata organisasi,” demikian Tgk. Faisal. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pendidikan, Ahlussunnah PMII Cabang Tegal

Selasa, 28 Maret 2017

Jangan Mudah Percaya Info Sudutkan NU

Sumedang, PMII Cabang Tegal

Ketua PCNU Sumedang KH Sadulloh mengimbau agar berhati-hati dalam menyikapi beredarnya berita tidak benar atau informasi hoax. Sebab, membuat dan menyebarkan info seperti itu, menurut LBM PBNU, hukumnya haram. ?

Menurut di, oleh karena itu, jangan mudah percaya jika ada berita baru, apalagi berita tersebut menyudutkan Nahdlatul Ulama.

Jangan Mudah Percaya Info Sudutkan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Mudah Percaya Info Sudutkan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Mudah Percaya Info Sudutkan NU

“Periksalah dengan teliti sumber berita tersebut dengan benar sebelum disebarluaskan kepada orang lain,” katanya pada peringatan Maulid Nabi yang digelar Pimpinan Cabang IPPNU, Fatayat NU, dan Muslimat NU Kabupaten Sumedang di Masjid Agung Sumedang Ahad (8/1).

PMII Cabang Tegal

Zaman sekarang, lanjut KH Sadulloh, tidak bisa dielakkan lagi, kehidupan manusia selalu dihadapkan pada berbagai masalah, baik pribadi maupun sosial. Tidak ada kehidupan tanpa masalah, justru dengan berbagai masalah itulah manusia hidup.

PMII Cabang Tegal

Ia menambahkan, demikian juga yang dihadapi kaum muslimin dan masyarakat Islam. Berbagai masalah muncul di hadapan mereka untuk dihadapi dan diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Dalam menyelesaikan masalah ini, ada satu faktor kunci yang menjadi dasar pijakan, yaitu informasi.

Bagaimanapun, lanjutnya, seseorang mengambil keputusan berdasarkan kepada pengetahuan, dan pengetahuan bergantung kepada informasi yang sampai kepadanya.

“Jika informasi itu akurat, maka akan bisa diambil keputusan yang tepat. Sebaliknya, jika informasi itu tidak akurat akan mengakibatkan munculnya keputusan yang tidak tepat. Dan giliran selanjutnya, muncul kezaliman di tengah masyarakat,”? jelasnya.

Oleh karena itu, kehati-hatian dalam menyikapi sebuah masalah atau informasi harus kita lakukan. “Semoga warga NU di Sumedang tidak mudah terpengaruh oleh berita hoax yang sering beredar. Jika ada berita yang janggal tolong konsultasikan dengan para ajengan atau kiai yang ada di daerahnya masing-masing,” tutupnya.? (Ayi Abdul Kohar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ulama, Ahlussunnah PMII Cabang Tegal

Senin, 27 Maret 2017

Panitia Bahas Agenda Diskusi Pra-Muktamar NU

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Panitia Muktamar Ke-33 NU meminta laporan kesiapan masing-masing komisi sidang terkait materi yang akan dibahas di sejumlah kota sebelum muktamar. Pada rapat ini, pihak panitia mengingatkan kepada masing-masing penanggung jawab komisi untuk mengangkat persoalan yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Panitia Bahas Agenda Diskusi Pra-Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia Bahas Agenda Diskusi Pra-Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia Bahas Agenda Diskusi Pra-Muktamar NU

“Kita harus membahas rumusan terbatas perihal suatu isu yang penting di negeri ini. Misalnya RUU terkait perlindungan ? umat beragama yang selalu gagal disahkan. NU mesti bicara,” kata Ketua Panitia Muktamar Ke-33 NU H Slamet Effendy Yusuf di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (6/3) sore.

Kualitas NU ke depan, sekurangnya bisa dilihat dari sejauhmana kesungguhan penanggung jawab komisi pada Muktamar Ke-33 ini, kata Slamet.

PMII Cabang Tegal

Rapat ini dihadiri oleh penanggung jawab masing-masing sidang komisi yang berjumlah enam persidangan.

PMII Cabang Tegal

Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi mengusulkan, panitia sidang masing-masing komisi bisa mengangkat isu yang pernah dibahas di muktamar sebelumnya atau di ranting, wakil cabang, cabang, atau wilayah NU.

“Persoalan yang dibutuhkan verifikasi atau syarah, bisa diangkat lagi. Bahkan, putusan lama yang tidak relevan bisa ditinjau ulang atau bilamana kebutuhan mendesak, bisa dinasakh. Ini berlaku untuk putusan NU atau hukum positif di Indonesia seperti UU dan peraturan lainnya,” kata Kiai Masdar yang juga memimpin rapat panitia.

Usulan Kiai Masdar diamini penanggung jawab sidang komisi bahtsul masail diniyah Qanuniyah. Mereka antara lain akan membahas kasus antrean haji yang mengular hingga lebih dari 20 tahun. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ahlussunnah, Pertandingan PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock