Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Maret 2018

IPNU-IPPNU DKI Jakarta Resmi Dilantik, Ini Program Unggulannya

Jakarta, PMII Cabang Tegal

Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Provinsi DKI Jakarta menggelar pelantikan di Gedung Balai Kota, Jumat (29/4) lalu. Kepengurusan IPNU DKI Jakarta, Muhammad Muhadzab ketua terpilih masa khidmah 2016-2019 ini langsung dilantik oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU, Asep Irfan Mujahid. Sedangkan Ketua IPPNU DKI Jakarta masa khidmah 2015-2018, Nur Hamidah Wahid dilantik oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat IPPNU, Puti Hasni.?

Hadir dalam pelantikan tersebut, Ketua PWNU DKI Jakarta H Saefullah yang saat ini berdinas sebagai Sekda Pemprov DKI Jakarta, ia juga didampingi oleh KH. Syamsul Maarif (PWNU DKI Jakarta). Selain itu hadir pula Hasan Habibi (Pustekkom Kemendikbud RI), dan Ubaidillah Sadewa (KPI D DKI Jakarta).

IPNU-IPPNU DKI Jakarta Resmi Dilantik, Ini Program Unggulannya (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU DKI Jakarta Resmi Dilantik, Ini Program Unggulannya (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU DKI Jakarta Resmi Dilantik, Ini Program Unggulannya

Dalam sambutannya, H Saefullah mengapresiasi pelantikan yang dilakukan Pimpinan Pusat IPNU dan IPPNU yang sebenarnya kepengurusan Pimpinan Pusat tersebut baru dikukuhkan bulan Maret kemaren. Ia berharap pelantikan terus dilakukan Pimpinan Pusat hingga ke tingkat kota-kota di DKI Jakarta ataupun di daerah-daerah.?

Selain itu, H Saefullah memberikan kabar gembira untuk pelajar Jakarta bahwa Pemprov DKI Jakarta memberikan program KJP Lanjutan di tahun 2016 ini. Program ini diperuntukkan bagi pelajar menengah yang ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri.

PMII Cabang Tegal

"Siapa saja warga Jakarta yang tamatan SMA atau Madrasah Aliyah yang ingin meneruskan ke pertuguran tinggi negeri, maka biaya pendidikannya dan biaya hidupnya ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta,” ungkapnya.

Dalam kesempatan pelantikan ini, Ketua PW IPNU DKI Jakarta mengungkapkan bahwa pelajar NU Jakarta dalam waktu dekat akan merealisasikan program publikasi pelajar Jakarta berbasis web. Program ini akan diwujudkan dengan cara para pengurus menyambangi berbagai sekolah.

“Ini program jangka panjang yang bertujuan selain sebagai publikasi, juga sebagai wadah agar pelajar NU di Jakarta maupun pelajar pada umumnya untuk belajar menulis. Hal ini sangat terkait dengan penyebaran paham Aswaja di kalangan pelajar melalui media,” ujar Muhadzab.

Nantinya, lanjut alumnus STAINU Jakarta ini, para pelajar di berbagai sekolah akan diarahkan pada satu domain khusus yakni pelajarjakarta.com. “Masing-masing akan menginduk hosting dan domain di situ,” jelasnya. (Frachman/Fathoni)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Islam PMII Cabang Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Banser Imbau Masyarakat Waspadai Gerakan Pro-Khilafah

Rembang, PMII Cabang Tegal - Komandan Banser Satkorcab Kabupaten Rembang Zainal Arifin meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gerakan pro-khilafah. Menurutnya, gerakan ini bisa diidentifikasi dari sikap mereka yang anti-Pancasila.

Khilafah tidak sesuai dengan adat istiadat dan norma Islam di Nusantara, tegas Zainal Arifin.

Banser Imbau Masyarakat Waspadai Gerakan Pro-Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Imbau Masyarakat Waspadai Gerakan Pro-Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Imbau Masyarakat Waspadai Gerakan Pro-Khilafah

"Kami Ansor dan Banser mengajak segenap masyarakat yang ada di Kabupaten Rembang bersama-sama memerangi terorisme. Karena mereka menebar kejahatan dan mereka memerangi kebaikan, maka kita bersama harus perangi mereka,” kata Zainal di Rembang, Selasa (12/7).

Ia mengaku prihatin apa yang dilakukan oleh para terorisme. Kenapa mereka rela membunuh dirinya sendiri hanya karena pemaknaan arti jihad yang keliru.

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Ia berharap adanya aksi Banser kali ini dapat menyatukan seluruh komponen masyarakat untuk terus bersama dalam upaya menanggulangi dan memerangi teroris beserta ajarannya. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Islam PMII Cabang Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Anggota Banser Ini Langsungkan Upacara Pernikahan ala Militer

Pati, PMII Cabang Tegal - Pernikahan salah seorang anggota Banser Jakenan Kabupaten Pati menjadi sebuah acara yang sangat berkesan. Pasalnya pernikahan anggota Banser ini layaknya pernikahan seorang prajurit TNI. Dengan pengawalan 30 personel Banser Jakenan, upacara pernikahan berlangsung dengan sukses, Ahad (18/9) malam.

Acara ini terselenggara atas izin dan koordinasi pengurus GP Ansor dan Banser Jakenan kepada pengurus GP Ansor Pati. Salah seorang Banser Jakenan Siswanto ditunjuk untuk memandu jalannya proses pernikahan salah seorang anggota Banser sesuai dengan pernikahan ala TNI.

Anggota Banser Ini Langsungkan Upacara Pernikahan ala Militer (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota Banser Ini Langsungkan Upacara Pernikahan ala Militer (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota Banser Ini Langsungkan Upacara Pernikahan ala Militer

"Saya sangat bangga menjadi anggota Banser. Saya sengaja memakai pakaian kebesaran Banser untuk menghormati para pendiri dan penegak NU bahwa saya memang tentaranya NU," kata Puji Riyanto, anggota Banser mempelai kepada PMII Cabang Tegal di kediamannya, Ahad (18/9).

PMII Cabang Tegal

Ia memang sengaja mengenakan pakaian kebesaran Banser untuk menghormati para pendiri dan penegak NU. Dia ingin membuktikan bahwa dirinya salah satu tentara dan garda terdepan bagi NU.

Dukungan sebagai Banser tidak hanya dating dari kesatuannya di Satkoryon Jakenan, namun istrinya telah rela dan mendukung sepenuhnya terhadap Puji untuk selalu khidmat dan aktif di Banser.

PMII Cabang Tegal

"Alhamdulilah istri saya juga sangat mendukung saya aktif di Banser. Jadi khidmat saya kepada NU tidak berubah sekalipun sudah menikah," imbuh alumni Diklatsar Pucakwangi dan Susbalan Rembang ini.

Menurut Kasatkorcab Banser X-7 Pati Ahmad Imam Syafii, pernikahan ala Banser ini merupakan sebuah momen yang sangat penting untuk memberikan contoh kepada Banser lain agar dalam kesatuan Banser tumbuh semangat dan rasa nasionalisme pada NU dan NKRI.

“Dengan contoh pernikahan ini akan memberikan nilai positif bagi orang lain dalam lingkup NU yang masih ragu pada satuan Banser sebagai tentara NU yang solid,” kata Syafi’i. (Hasanudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Islam PMII Cabang Tegal

Laporan Keuangan di Depkes Tak Memuaskan, Program TBC PBNU Mandek

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Akibat laporan keuangan yang kurang memuaskan yang terjadi di departemen kesehatan sebagai local partner dari The Global Fund, PBNU terkena imbasnya. Dana program penanggulangan penyakit TBC dari The Global Fund untuk sementara dihentikan.

Wakil Ketua Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama (LPKNU) Dr. Ing Bina Suhendra menjelaskan program ini disalurkan melalui departemen pemerintah yang selanjutnya bekerjasama dengan organisasi atau LSM, salah satunya melalui LPKNU.

Laporan Keuangan di Depkes Tak Memuaskan, Program TBC PBNU Mandek (Sumber Gambar : Nu Online)
Laporan Keuangan di Depkes Tak Memuaskan, Program TBC PBNU Mandek (Sumber Gambar : Nu Online)

Laporan Keuangan di Depkes Tak Memuaskan, Program TBC PBNU Mandek

Sejauh ini LPKNU sudah menerima dana untuk program persiapan seperti survey lapangan dan bahtsul masail, namun dana untuk program utama belum diberikan. Bahkan agar program ini bisa berjalan lancar sesuai waktu yang ditetapkan, LPKNU menalangi sebagian kebutuhan dana program.

Akibat mandeknya program ini, sejumlah pesantren yang sebelumnya sudah disurvey sering menanyakan tentang kelanjutannya. Bina menyatakan memang LPKNU hanya bisa menunggu penyelesaian masalah ini antara Depkes dan The Global Fund. Meskipun demikian, LPKNU juga mencari alternatif pendanaan lainnya guna menunjang program ini.

“Tapi harus kita sadari bahwa untuk mencari pendanaan lain, bukan perkara yang mudah. Untuk mencapai kesepakatan sampai pelaksanaan program, bisa memakan waktu setahun,” imbuhnya.

Kasus ketidakberesan pengelolaan dana di Depkes terungkap ketika auditor independent Pricewater-houseCoopers (PwC) mengungkapkan, ada dana Rp 5 miliar dari lembaga donor internasional The Global Fund yang belum dipertanggungjawabkan oleh pejabat Departemen Kesehatan Rosmini Day.

PMII Cabang Tegal

Rosmini diduga mengalami konflik kepentingan karena disamping menjabat sebagai Direktur P2ML dan Principle Resipient The Global Fund juga merupakan salah satu pendiri Yayasan Syahrullah Afiat, salah satu lembaga masyarakat penerima dana The Global Fund. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Pendidikan, Kajian Islam, Sunnah PMII Cabang Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Pergunu Turut Meriahkan Hari Guru Nasional 2016

Jakarta, PMII Cabang Tegal

Hari Guru Nasional (HGN) yang jatuh tanggal 25 November, tahun ini diperingati dengan semangat persatuan seluruh organisasi guru yang ada di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Sumarna Surapranata, dalam konferensi pers Peringatan HGN 2016 di Gedung D Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Kamis (3/11) siang.

Pergunu Turut Meriahkan Hari Guru Nasional 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Turut Meriahkan Hari Guru Nasional 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Turut Meriahkan Hari Guru Nasional 2016

Organisasi guru yang terlibat dalam koordinasi peringatan HGN 2016 adalah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), dan Ikatan Guru Indonesia (IGI).

PMII Cabang Tegal

Lebih lanjut Sumarna menyampaikan, HGN diperingati sebagai implementasi wujud kepedulian Pemerintah agar guru selalu berusaha berinovasi dan termotivasi untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran.

Tema peringatan HGN tahun ini adalah “Guru dan Tenaga Kependidikan Mulia Karena Karya”. Tema ini dinilai sangat relevan dengan kebijakan pemerintah untuk menghargai profesi guru dan tenaga kependidikan menuju masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan beradab di tengah-tengah percaturan kehidupan masyarakat global.

PMII Cabang Tegal

Peringatan HGN 2016 dilaksanakan bersamaan dan HUT PGRI ke-71. Kegiatan peringatan HGN dimulai dengan Gerak Jalan Sehat dari lapangan upacara Plaza Insan Berprestasi Kemdikbud menuju Bundaran Hotel Indonesia pada hari Ahad 20 November 2016. Ada 10.000 guru dan tenaga kependidikan yang diperkirakan ikut dalam momen kali ini. Selanjutnya ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata diikuti oleh 200 orang guru dilaksanakan tanggal 22 November 2016.

Kegiatan berikutnya adalah Upacara Bendera memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-71 tanggal 25 November 2016 di Kompleks Kemdikbud. Upacara dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang akan bertindak sebagai Pembina upacara. Upacara peringatan HGN juga secara serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Pada Sabtu 26 November 2016 dilaksanakan Simposium Guru dan Tenaga Kependidikan yang diikuti oleh 2000 orang guru. Puncak acara Simposium Guru dan Tenaga Kependidikan, Peringatan Hari Guru Nasional tahun 2016 dan HUT PGRI ke-71 akan dilaksanakan pada tanggal 27 November 2016 yang akan diikuti oleh 10.000 orang guru dan tenaga kependidikan. Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan hadir dalam kegiatan ini.

Peringatan HGN 2016 yang dilaksanakan bersamaan dan HUT PGRI ke-71 ini diselenggarakan bersama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), serta organisasi guru dan tenaga kependidikan lainnya secara bersama-sama dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Wakil Sekjen Persatuan Guru Nadhatul Utama (Pergunu), Ahsan Ustadhi menyampaikan, sejak? awal Pergunu terlibat dalam persiapan peringatan HGN 2016, termasuk dalam pemilihan tema dan koordinasi lainnya. Sebagai organisasi guru dari ormas Islam terbesar di Indonesia, sejak kelahirannya, Pergunu telah terlibat bekerja sama dengam Kemdikbud. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Olahraga, Pondok Pesantren, Kajian Islam PMII Cabang Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Siswa MA Walisongo Berprestasi Lewat Tulisan

Jepara, PMII Cabang Tegal. Siswa MA Walisongo Pecangaan, Riful Mazid Maulana melalui reportasenya ‘Semarak Porsema dan OSK LP Maarif Jateng’, berhasil melenggangkan dirinya menuai prestasi sebagai Juara II Lomba Reportase Pelajar tingkat Jawa Tengah. Predikat itu diraihnya dalam Porsema dan OSK LP Maarif Jateng yang dilaksanakan di Kudus, belum lama ini. 

Diakui, prestasi yang diraih lelaki kelahiran Jepara, 15 Maret 1995 itu tidak lepas dari spirit guru Bahasa Indonesia sewaktu masih duduk di kelas II MTs Walisongo Pecangaan. Waktu itu, gurunya Ibu Asiyah memberikan apresiasi padanya. Berita yang ia buat adalah yang terbaik diantara siswa yang lain. Dan karyanya itu, oleh inisiatif guru dipajang di mading madrasahnya. 

Siswa MA Walisongo Berprestasi Lewat Tulisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa MA Walisongo Berprestasi Lewat Tulisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa MA Walisongo Berprestasi Lewat Tulisan

Ia juga diminta gurunya mengelola mading sekolah dan pernah terbit satu kali edisi. “Awal kali mempunyai semangat menulis tidak lepas dari motivasi Bu Asiyah. Motivasi tersebut masih saya ingat sampai sekarang,” ingatnya.  

PMII Cabang Tegal

Spirit menulis lelaki yang tinggal di Desa Troso RT.07 RW.07 Kecamatan Pecangaan kemudian dilanjutkannya sejak masuk di MA Walisongo. Ia aktif dalam kegiatan jurnalistik di madrasahnya. Sehingga melalui keaktifannya, Ketua OSIS madrasah setempat berbuah hasil. 

Selain Juara tingkat Jawa Tengah, belum lama ini dirinya berhasil memperoleh Juara I Lomba Reportase, Juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah Pelajar (LKTIP) tingkat Kabupaten dan 10 besar Lomba Cipta dan Baca Puisi se-Karisidenan Pati. 

PMII Cabang Tegal

“Prestasi-prestasi yang saya torehkan tidak lepas dari semangat dan motivasi para pembimbing. Sehingga yang utama saya menghaturkan banyak terima kasih,” paparnya. 

Di kelas XII nanti, Mazid belum punya target khusus dalam bidang penulisan. “Untuk tahun ajaran yang akan datang saya belum mempunyai target. Saya ingin mengalir saja,” imbuhnya. 

Meski tidak bertarget, secara berkala putra pasangan Busyairi-Nur Wakhidah secara berkala menulis berita di PMII Cabang Tegal, Warta Demak dan Tilik Kampung (Suara Muria). Berita-berita itu ia tulis saat di sekolahnya ada kegiatan. “Berita-berita tersebut saya tulis tidak lain untuk mengembangkan kapasitas kepenulisan saya,” imbuhnya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Islam, RMI NU, Ulama PMII Cabang Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Soal Kemiskinan jadi Prioritas

Bandung, PMII Cabang Tegal. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, Kamis? (31/5) besok, menyelenggarakan Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) dan Konferensi Idarah Wustho Jam’iyyah Ahli Thariqah Al Mu’tabarah? An-Nahdliyyah Jawa Barat. Musyawarah akan diberlangsungkan selama tiga hari di kampus hijau Darul Ma’arif Kaplongan, Indramayu.

?

Menurut Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat H Surjani Ichsan yang juga Ketua Panitia acara, Mukerwil NU mengangkat masalah pemberdayaan pendidikan dan ekonomi di Propinsi Jawa Barat yang saat ini semakin memperihatinkan. Terdapat 3,5 juta keluarga miskin dari 10,5 juta keluarga dan sebagian diantara mereka adalah warga Nahdliyyin.

Soal Kemiskinan jadi Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Kemiskinan jadi Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Kemiskinan jadi Prioritas

“Jumlah itu cukup memprihatinkan terutama setelah dilanda kenaikan harga bahan pokok. Sehingga jika perekonomiannya dibenahi maka akan meningkatkan mutu pendidikan anak dari keluarga mereka," katanya.

Disamping itu juga Mukerwil NU juga akan memerintahkan agar PW Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif dan RMI bisa menangani perihal pendidikan. Sehingga anak-anak yang orang tuanya kurang mampu akan dapat sejajar dengan mereka bisa mengenyang pendidikan.

PMII Cabang Tegal

”Mudah-mudahan melalui Mukerwil ini apa yang akan dihasilkannya menjadi diantara solusi bangsa dalam mengurangi kemiskinan dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Surjani Ihsan.

Mukerwil NU dan Konferwil Thariqot tersebut rencananya akan dibuka secara bersamaan sekitar jam 09.00 oleh Gubernur Jawa Barat dan Taushiyah umum akan disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH A Hasyim Muzadi.

?

PMII Cabang Tegal

Peserta Mukerwil NU dan Konferwil Thariqot diikuti oleh 25 utusan cabang NU, seluruh Pimpinan Wilayah Lembaga, Lajnah dan Badan Otonom NU? tingkat Jawa Barat. (din/san)



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Islam, Budaya, Nahdlatul PMII Cabang Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

IKA PMII Lampung Perkuat Database Alumni Lintas Perguruan Tinggi

Bandar Lampung, PMII Cabang Tegal. Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Provinsi Lampung di bawah nahkoda H Noverisman Subing selaku Ketua dan Mashuri ? selaku Sekretaris, terus melakukan pembenahan baik secara internal maupun eksternal.

Andika Wijaya selaku Tim Admin website IKA PMII Lampung kepada PMII Cabang Tegal melalui sambungan telpon mengatakan, Selasa (3/5), hadirnya website IKA PMII Lampung ? adalah bagian dari pemanfaatan media teknologi sebagai wahana tali silaturahmi antara kader PMII sekaligus database alumni PMII lintas perguruan tinggi.

IKA PMII Lampung Perkuat Database Alumni Lintas Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
IKA PMII Lampung Perkuat Database Alumni Lintas Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

IKA PMII Lampung Perkuat Database Alumni Lintas Perguruan Tinggi

"Saat ini yang masuk di data base kami baru dua ratusan alumni, tapi kami mempunyai keyakinana alumni PMII di propinsi Lampung ? yang tersebar di lima belas Kabupaten/Kota ini lebih dari angka seribuan," ujar Andika yang juga alumni IAIN Raden Intan Lampung ini.

Fathurrohman selaku mantan aktivis PMII IAIN Purwokerto, Jawa Tengah, yang kini bermukim di Putra Rumbia, Lampung Tengah mengatakan, menyambut baik hadir pendataan alumni, ini adalah bagian administrasi ? yang harus kita perhatikan.

PMII Cabang Tegal

"Mengingat alumni PMII di Bumi Tanoh Lada ini adalah jebolan dari berbagai perguruan tinggi baik skala lokal maupun yang ada di pulau Jawa, dan telah terdistribusikan ke ranah akademisi, birokrat, politik, pengusaha, jurnalis, BUMD, penyelenggara Pemilu, advokat, dan lain-lain,” imbuhnya yang kini menjadi kader GP Ansor di daerahnya.

Komposisi anggota IKA PMII Lampung terdiri dari pelbagai perguruan tinggi baik swasta maupun negeri seperti; UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Walisongo Semarang, IAIN Raden Intan Lampung, IAIN Purwokerto, UNILA, UBL, STKIP PGRI Bandar Lampung, STAIN Jurai Siwo Metro, IAIM NU Metro, UNHASY Jombang, Malang, dan lain-lain.

PMII Cabang Tegal

Kini, sekretariat IKA PMII Lampung beralamatkan di Jalan Cendana No 99 Perumahan Way Halim Permai Bandar Lampung. Bagi alumni PMII bisa mendaftar di link ini : https://ikapmiilampung.wordpress.com/tag/ika-pmii-lampung/. (Ahmad Syarif Kurniawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pahlawan, Kajian Islam PMII Cabang Tegal

Senin, 25 Desember 2017

PMII Banda Aceh Bantu Bangun Kembali Masjid dan Dayah di Pidie Jaya

Pidie Jaya, PMII Cabang Tegal?

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banda Aceh kembali menyalurkan bantuan ke lokasi terdampak bencana gempa di Pidie Jaya dalam bentuk bahan baku semen. Benda tersebut untuk membangun dua mesjid dan satu pesantren atau dayah, Selasa (10/1).?

PMII Banda Aceh Bantu Bangun Kembali Masjid dan Dayah di Pidie Jaya (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Banda Aceh Bantu Bangun Kembali Masjid dan Dayah di Pidie Jaya (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Banda Aceh Bantu Bangun Kembali Masjid dan Dayah di Pidie Jaya

Dua Masjid yang mendapatkan bantuan PMII tersebut adalah Masjid Baitul Fukara di Gampong Paru Keude dan Masjid Babul Hidayah di Gampong Lancang Paru, di Kecamatan Bandar Baru. Sementara bantuan untuk pesantren diberikan kepada Dayah Thauthiatut Tarbiyah di Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Pante Raja.?

Bendahara PC PMII Banda Aceh Hendriansyah mengatakan, bantuan tersebut merupakn penggalangan dana PMII Banda Aceh yang melibatkan PMII di daerah lain.

Menurut dia, tidak menutup kemungkinan PMII Banda Aceh akan berada di lokasi bencana dalam beberapa waktu tertentu di tengah masyarakat yang membutuhkan pertolongan. “Ini bagian dari masa rekontruksi, di Gampong Lancang Paru satu masjid rata dengan tanah. Dan pemulihan psikologis anak," katanya.?

Tokoh masyarakat Pidie Jaya, Geucik M. Jafar menyatakan terima kasih atas bantuan yang diberikan PMII. “Kita akan gotong royong untuk peletakan Batu pertama pembangunan kembali dari swadaya masyarakat," katanya.

PMII Cabang Tegal

Sementara itu Ketua PMII Kota Banda Aceh Akmal berharap bantuan itu dapat membantu dalam persiapan pembangunan mesjid yang disalurkan PMII. “Ucapan terima kasih atas sumbangan PMII seluruh Indonesia yang mempunyai rasa solidaritas tinggi terhadap masyarakat Aceh. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebenarnya dan mesjid dapat terbangun kembali. (Fauzan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Berita, Kajian Islam PMII Cabang Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Enam Amalan Sunnah di Idul Adha

Idul Fitri dan Idul Adha datang sekali dalam satu tahun. Keduanya adalah hari besar Islam dengan fadhilah yang berbeda. Masing-masing memiliki keutamaannya sendiri dan juga memeiliki kesunnahan yang berbeda. 

Ibadah sunnah tahunan ini mempunyai ciri khas masing-masing, Hari Raya Idul Fitri misalnya ditengarai dengan saling bermaaf-maafan, berkunjung kesanak family dan para kerabat. Berbeda dengan Hari Raya Idul Adha yang dikenal dengan Hari Raya Kurban atau Hari Raya Haji, karena pada hari itu kegiatan kurban dan ibadah haji dilaksanakan.

Sebagai ibadah tahunan, maka hendaknya kita laksanakan dengan sesempurna mungkin dengan menjalankan semua amalan-amalan sunnah pada hari tersebut dengan niat tulus dan mengharap pahala dari Allah SWT. Berikut kesunahan yang dianjurkan oleh para ulama’,

Enam Amalan Sunnah di Idul Adha (Sumber Gambar : Nu Online)
Enam Amalan Sunnah di Idul Adha (Sumber Gambar : Nu Online)

Enam Amalan Sunnah di Idul Adha

Pertama, Mengumandangkan takbir di Masjid-masjid, Mushalla dan rumah-rumah pada malam hari raya, dimulai dari terbenamnya matahari sampai imam naik ke mimbar untuk berkhutbah pada hari raya idul fitri dan sampai hari terakhir tanggal 13 Dzulhijjah pada hari tasyriq. Karena pada malam tersebut kita dianjurkan untuk mengagungkan , memuliakan dan menghidupkannnya, anjuran ini sebagaimana terdapat dalam Kitab Raudlatut Thalibin

فَيُسْتَحَبُّ التَّكْبِيرُ الْمُرْسَلُ بِغُرُوبِ الشَّمْسِ فِي الْعِيدَيْنِ جَمِيعًا، وَيُسْتَحَبُّ اسْتِحْبَابًا مُتَأَكَّدًا، إِحْيَاءُ لَيْلَتَيِ الْعِيدِ بِالْعِبَادَةِ

 Disunahkan mengumandangkan takbir pada malam hari raya mulai terbenamnya matahari, dan sangat disunahkan juga menghidupkan malam hari raya tersebut dengan beribadah.

Sebagian fuqaha’ ada yang memberi keterangan tentang beribadah dimalam hari raya, yaitu dengan melaksanakan shalat maghrib dan isya’ berjama’ah, sampai dengan melaksanakan shalat subuh berjama’ah.

PMII Cabang Tegal

Kedua, mandi untuk shalat Id sebelum berangkat ke masjid, hal ini boleh dilakukan mulai pertengahan malam, sebelum waktu subuh, dan yang lebih utama adalah sesudah waktu subuh, dikarenakan tujuan dari mandi adalah membersihkan anggotan badan dari bau yang tidak sedap, dan membuat badan menjadi segar bugar, maka mandi sebelum waktu berangkat adalah yang paling baik. Berbeda jika mandinya setelah pertengahan malam maka kemungkinan bau badan akan kembali lagi, begitu juga kebugaran badan.

يُسَنُّ الْغُسْلُ لِلْعِيدَيْنِ، وَيَجُوزُ بَعْدَ الْفَجْرِ قَطْعًا، وَكَذَا قَبْلَهُ، ويختص بالنصف الثاني من الليل

Disunnahkan mandi untuk shalat Id, untuk waktunya boleh setelah masuk waktu subuh atau sebelum subuh, atau pertengahan malam.

Kesunahan mandi adalah untuk semua kaum muslimin, laki-laki maupun perempuan, baik yang akan akan berangkat melaksanakan shalat Id maupun bagi perempuan yang sedang udzur syar’I sehingga tidak bisa melaksanakan shalat Id.

PMII Cabang Tegal

Ketiga, disunahkan memakai wangi-wangian, memotong rambut, memotong kuku, menghilangkan bau-bau yang tidak enak, untuk memperoleh keutamaan hari raya tersebut. Pada hakikatnya hal-hal tersebut boleh dilakukan kapan saja, ketika dalam kondisi yang memungkinkan, dan tidak harus menunggu datangnya hari raya, misalnya saja seminggu sekali saat hendak melaksanakan shalat jum’at. Dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhaddzab terdapat keterangan mengenai amalan sunnah ini,

والسنة أن يتنظف بحلق الشعر وتقليم الظفر وقطع الرائحة لانه يوم عيد فسن فيه ما ذكرناه كيوم الجمعة والسنة أن يتطيب

Disunnahkan pada hari raya Id membersihkan anggota badan dengn memotong rambut, memotong kuku, menghilangkan bau badan yang tidak enak, karena amalan tersebut sebagaimana dilaksanakan pada hari jum’at, dan disunnahkan juga memakai wangi-wangian.

Keempat, memakai pakaian yang paling baik lagi bersih dan suci jika memilikinya, jika tidak memilikinya maka cukup memakai pakaian yang bersih dan suci, akan tetapi sebagian ulama’ mengatakan bahwa yang paling utama adalah memakai pakaian yang putih dan memakai serban.

Berkaitan dengan memakai pakaian putih, ini diperuntukkan bagi kaum laki-laki yang hendak mengikuti jama’ah shalat Id maupun yang tidak mengikutinya, semisal satpam atau seseorang yang bertugas menjaga keamanan lingkungan, anjurannya ini tidak terkhususkan bagi yang hendak berangkat shalat saja, melainkan kepada semuanya.

Sedangkan untuk kaum perempuan, maka cukuplah memakai pakaian yang sederhana atau pakaian yang biasa ia pakai sehari-hari, karena berdandan dan berpakaian secara berlebihan hukumnya makruh, begitu juga menggunakan wangi-wangian secara berlebihan. Dalam Kitab Raudlatut Thalibin dijelaskan,

وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَلْبَسَ أَحْسَنَ مَا يَجِدُهُ مِنَ الثِّيَابِ، وَأَفْضَلُهَا الْبِيضُ، وَيَتَعَمَّمُ. فَإِنْ لَمْ يَجِدْ إِلَّا ثَوْبًا، اسْتُحِبَّ أَنْ يَغْسِلَهُ لِلْجُمُعَةِ وَالْعِيدِ، وَيَسْتَوِي فِي اسْتِحْبَابِ جَمِيعِ مَا ذَكَرْنَاهُ، الْقَاعِدُ فِي بَيْتِهِ، وَالْخَارِجُ إِلَى الصَّلَاةِ، هَذَا حُكْمُ الرِّجَالِ. وَأَمَّا النِّسَاءُ، فَيُكْرَهُ لِذَوَاتِ الْجَمَالِ وَالْهَيْئَةِ الْحُضُورُ، وَيُسْتَحَبُّ لِلْعَجَائِزِ، وَيَتَنَظَّفْنَ بِالْمَاءِ، وَلَا يَتَطَيَّبْنَ، وَلَا يَلْبَسْنَ مَا يُشْهِرُهُنَّ مِنَ الثِّيَابِ، بَلْ يَخْرُجْنَ فِي بِذْلَتِهِنَّ.

Disunnahkan memakai pakaian yang paling baik, dan yang lebih utama adalah pakaian warna putih dan juga memakai serban. Jika hanya memiliki satu pakaian saja, maka tidaklah mengapa ia memakainya. Ketentuan ini berlaku bagi kaum laki-laki yang hendak berangkat shalat Id maupun yang tidak. Sedangkan untuk kaum perempuan cukupla ia memakai pakaian biasa sebagaimana pakaian sehari-hari, dan janganlah ia berlebih-lebihan dalam berpakaian serta memakai wangi-wangian.

Sabda Nabi SAW berikut memberi penjelasan tentang memakai pakaian yang paling baik, riwayat dari Sahabat Ibnu Abbas RA,

كَانَ يلبس في العيد برد حبرة

Rasulullah SAW di hari raya Id memakai Burda Hibarah (pakaian yang indah berasal dari yaman).

Kelima, ketika berjalan menuju ke masjid ataupun tempat shalat Id hendaklah ia berjalan kaki karena hal itu lebih utama, sedangkan untuk para orang yang telah berumur dan orang yang tidak mampu berjalan, maka boleh saja ia berangkat dengan menggunakan kendaraan. Dikarenakan dengan berjalan kaki ia bisa bertegur sapa mengucapkan salam dan juga bisa bermushafahah (Bersalam-salaman) sesama kaum muslimin. Sebagaimana sabda Nabi SAW riwayat dari Ibnu Umar,

كَانَ يَخْرُجُ إلَى الْعِيدِ مَاشِيًا وَيَرْجِعُ مَاشِيًا

Rasulullah SAW berangkat untuk melaksanakan shalat Id dengan berjalan kaki, begitupun ketika pulang tempat shalat Id.

Selain itu dianjurkan juga berangkat lebih awal supaya mendapatkan shaf atau barisan depan, sembari menunggu shalat Id dilaksanakan ia bisa bertakbir secara bersama-sama di masjid dengan para jama’ah yang telah hadir. Imam Nawawi dalam Kitabnya Raudlatut Thalibin menerangkan anjuran tersebut,

السُّنَّةُ لِقَاصِدِ الْعِيدِ الْمَشْيُ. فَإِنْ ضَعُفَ لِكِبَرٍ، أَوْ مَرَضٍ، فَلَهُ الرُّكُوبُ، وَيُسْتَحَبُّ لِلْقَوْمِ أَنْ يُبَكِّرُوا إِلَى صَلَاةِ الْعِيدِ إِذَا صَلَّوُا الصُّبْحَ، لِيَأْخُذُوا مَجَالِسَهُمْ وَيَنْتَظِرُوا الصَّلَاة

Bagi yang hendak melaksanakan shalat Id disunahkan berangkat dengan berjalan kaki, sedangkan untuk orang yang telah lanjut usia atau tidak mampu berjalan maka boleh ia menggunakan kendaraan. Disunnahkan juga berangkat lebih awal untuk shalat Id setelah selesai mengerjakan shalat subuh, untuk mendapatkan shaf atau barisan depan sembari menunggu dilaksanakannya shalat.

Keenam, untuk Hari Raya Idul Adha disunnahkan makan setelah selesai melaksanakan shalat Id, berbeda dengan Hari Raya Idul Fitri disunahkan makan sebelum melaksanakan shalat Id. Pada masa Nabi SAW makanan tersebut berupa kurma yang jumlahnya ganjil, entah itu satu biji, tiga biji ataupun lima biji, karena makanan pokok orang arab adalah kurma. Jika di Indonesia makanan pokok adalah nasi, akan tetapi jika memiliki kurma maka hal itu lebih utama, jika tidak mendapatinya maka cukuplah dengan makan nasi atau sesuai dengan makanan pokok daerah tertentu.

 Ø¹Ù† بريدة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لا يخرج يوم الفطر حتى يطعم ويوم النحر لا يأكل حتي يرجع

Diriwayatkan dari Sahabat Buraidah RA, bahwa Nabi SAW tidak keluar pada hari raya Idul Fitri sampai beliau makan, dan pada hari raya Idul Adha sehingga beliau kembali kerumah.

Diriwayatkan juga dari Sahabat Anas RA,  

أَنَّ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَخْرُجُ يوم الفطر حتى يأكل تمرات ويأكلهن وترا

Rasulullah SAW tidak keluar pada hari raya Idul Fitri sampai beliau makan beberapa kurma yang jumlahnya ganjil.

Dengan demikian, anjuran makan pada hari raya Idul Adha adalah setelah selesai melaksanakan shalat Id, alanglah lebih baik jika ia makan kurma sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, akan tetapi jika tidak mendapati kurma, bolehnya ia makan dengan yang lain, misalnya nasi bagi rakyat Indonesia, disesuaikan dengan makanan pokok daerah tertentu.

Pen. Fuad H. Basya/Red. Ulil H. 

 

 

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Islam, Tegal, Kajian Sunnah PMII Cabang Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

GP Ansor Galakan Kaderisasi Indonesia Timur

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Gerakan Pemuda Ansor menekankan perlunya percepatan proses kaderisasi di wilayah Indonesia Timur, khususnya Maluku dan Papua.



GP Ansor Galakan Kaderisasi Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Galakan Kaderisasi Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Galakan Kaderisasi Indonesia Timur

Selama ini daerah tersebut mengalami kemandekan kaderisasi sehingga ke depan akan menjadi perhatian khusus.

“Kita akan menggalakkan kaderisasi di Maluku dan Papua yang selama ini kurang terperhatikan dengan baik,” ungkap Idy Muzayyad, salah satu Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor yang membawahi wilayah Maluku dan Papua, kepada PMII Cabang Tegal di Jakarta, Rabu (19/12).

PMII Cabang Tegal

Berkenaan dengan itu, PP GP Ansor telah menfasilitasi pelaksanaan Pelatihan Kader Dasar (PKD) di Ambon pada 6-8 Desember 2012 lalu, bertempat di Pondok Pesantren Al-Ikhlash, Air Besar, Ambon. Persiapan dan pelaksanaan PKD dibantu sepenuhnya oleh Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kota Ambon di bawah kepemimpinan Daim Baco Rahawarin.

PMII Cabang Tegal

PKD diikuti oleh 35 kader dari PC GP Ansor se-Maluku. “Sengaja dipilih tempat pesantren, untuk mengingatkan kita pada perjuangan ulama NU dan semangat back to basic, yang memang juga sedang digalakkan Ansor,” tutur Idy.

Berdasarkan pengakuan sejumlah pengurus dan senior Ansor di Maluku, PKD terakhir dilaksanakan pada saat Gus Dur masih menjabat Ketua Umum PBNU, yakni sekitar tahun 1998. Itu artinya telah terjadi kevakuman pengkaderan Ansor selama kurang lebih 14 tahun.

“Empat belas tahun bukan lah masa yang sebentar. Itu menyisakan pekerjaan rumah dan hutang pengkaderan yang harus dibayar bersama oleh kepengurusan sekarang,” papar Mantan Ketua Umum PP IPNU ini.

Karena itu, tahun depan PKD akan diadakan lagi secara beruntun, baik yang difasilitasi oleh PP GP Ansor atas inisiatif PW dan PC GP Ansor maupun gabungan antara keduanya.

“Yang paling penting bagaimana pengkaderan dijalankan, karena pembenahan sistem kaderisasi menjadi misi utama kepengurusan Ansor di bawah kepemimpinan Sahabat Nusron Wahid saat ini,” imbuh Idy.

Idy menilai, sebenarnya potensi NU dan Ansor di daerah Indonesia Timur, khususnya Maluku, sangatlah besar. Hanya saja, potensi yang besar itu belum dikelola dengan baik, sehingga hidupnya organisasi lebih sering bertepatan dengan momen-momen politik khusus.

“Hal ini tidak bisa lagi dibiarkan karena dapat menimbulkan ‘the lost generation’ dan lemahnya kekuatan NU,” pungkasnya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis    : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, Kajian Islam, Olahraga PMII Cabang Tegal

Jumat, 03 November 2017

Rijalul Ansor Sidoarjo Siapkan Kader Terjun ke Masyarakat

Sidoarjo, PMII Cabang Tegal



Ketua Rijalul Ansor Cabang Sidoarjo Moch Syifa mengatakan, tantangan NU ke depan tidak hanya mengenai kelompok radikal, namun juga tentang bagaimana mencetak kader ulama.

Rijalul Ansor Sidoarjo Siapkan Kader Terjun ke Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Rijalul Ansor Sidoarjo Siapkan Kader Terjun ke Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Rijalul Ansor Sidoarjo Siapkan Kader Terjun ke Masyarakat

Pernyataan itu disampaikan Syifa pada acara Dirosah Kader angkatan perdana yang digelar oleh PC GP Ansor Sidoarjo di Pondok Pesantren Manbaul Quran Desa Gempolsampurno, Kecamatan Porong, Sidoarjo.

"Yang dikhawatirkan NU bukan mengenai Wahabi dan sejenisnya, namun NU akan kawatir jika kehabisan kader ulama," kata Syifa, Ahad (8/10).

Ia menjelaskan, Dirosah Kader dilaksanakan dengan tujuan mencetak kader yang siap untuk mengisi mushala, masjid atau instansi yang sepi dari amaliyah nahdliyyah.

"Saya mendapat wejangan dari KH Soleh Qosim Ngelom Sepanjang untuk segera mencetak kader yang siap untuk diterjunkan di masyarakat mulai khotib, da’i, imam mushala maupun masjid," ujarnya.

PMII Cabang Tegal

Syifa menambahkan, pada pelantikan pengurus Rijalul Ansor Pusat di Tambakberas Jombang beberapa bulan lalu, Gus Aam juga menyebutkan bagaimana kiprah Ansor ke depan dapat mengisi ruang-ruang yang hari ini direbut oleh pada dai dari kelompok diluar NU. 

Mengingat hal itu, Dirosah Kader menjadi sebuah hal yang urgent dalam menjawab tantangan NU ke depan.

"Ketika pengurus Rijalul Ansor dapat mengisi ruang tersebut di masyarakat, maka tidak menutup kemungkinan setiap momen apa pun pasti dapat mengupas tentang NU, karena pada hakikatnya amaliyah di masyarakat tak lepas dari apa yang telah dilestarikan oleh NU dari ajaran para Wali Songo," katanya.

PMII Cabang Tegal

Sementara itu Ketua PC GP Ansor Sidoarjo H Rizza Ali Faizin berharap, melalui kegiatan Dirosah Kader dapat tercipta kader Ansor yang memiliki karakter kerakyatan, karakter kebangsaan dan karakter dakwah.

"Dirosah Kader ini tidak hanya berhenti disini, tetapi kader yang dilatih ke depan harus siap untuk didistribusikan mengisi ruang-ruang yang hari ini ditinggalkan oleh kader NU," kata Rizza.

Senada dengan dia, Ketua PCNU Sidoarjo H Maskhun menyatakan, Dirosah Kader diharapkan dapat mencetak para dai yang nantinya tidak hanya dikembangkan di dunia nyata tapi juga di media sosial. Ia juga berharap setelah kegiatan Dirosah Kader ada pelatihan khusus untuk medsos.

"Paling tidak nanti kita bekali dengan dzuu ilmin (mempunyai pengetahuan yang luas), dzuu siyasatin (punya strategi), dzuu haibatin (punya Wibawa)," pungkas ketua PCNU Sidoarjo H. Maskhun.

Dirosah Kader yang digelar selama dua hari, Sabtu-Ahad (7-8/10) itu dihadiri Ketua Rijalul Ansor Pusat Gus Aam, Ketua Rijalul Ansor Jatim, Ketua PCNU Sidoarjo dan Ketua DPRD Sidoarjo. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pondok Pesantren, Kajian Islam, Olahraga PMII Cabang Tegal

Sabtu, 28 Oktober 2017

Persiapan Perwinas Sudah Optimal

Jombang, PMII Cabang Tegal. Akhir bulan ini akan ada kegiatan perkemahan berskala nasional. Tidak kurang empat ribu peserta dari seluruh tanah air akan berkumpul di bumi perkemahan Pesantren Babussalam Jombang.

Perlahan namun pasti, Perkemahan Wirakarya Maarif Nasional (Perwimanas) akan segera digelar. Sejumlah kontingen sudah memastikan akan hadir dan mensukseskan kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan oleh LP Maarif NU ini.

Persiapan Perwinas Sudah Optimal (Sumber Gambar : Nu Online)
Persiapan Perwinas Sudah Optimal (Sumber Gambar : Nu Online)

Persiapan Perwinas Sudah Optimal

Pada rapat koordinasi di lokasi pesantren sejak pagi hingga Ahad petang (9/6), Ketua PC Maarif NU Jombang yang juga pengasuh pesantren menandaskan bahwa persiapan Perwimanas sudah optimal. Kalaupun ada kekurangan, maka dengan sisa waktu yang akan dapat dirampungkan sesuai jadual.

PMII Cabang Tegal

“Kita yakin, dalam seminggu ini kekurangan itu bisa dituntaskan,” tandas KH Salmanuddin.

PMII Cabang Tegal

Gus Salman, sapaan akrabnya, sangat terbantu dengan antusias panitia dan penduduk setempat yang dengan penuh gotong royong turut membantu mempersiapkan sejumlah keperluan perkemahaan ini.

“Mereka merasa bangga lantaran wilayahnya dapat dipercaya menjadi tuan rumah bagi perhelatan akbar ini,” lanjutnya.

Ketua PW LP Maarif JawaTimur, Dr Akhmad Muzakki juga tidak bisa menyembunyikan kebanggaan atas kesiapan panitia. Karena ini sebagai perhelatan perkemahan nasional pertama tingkat Maarif NU, maka diharapkan seluruh warga NU dapat berpartisipasi untuk mensukseskannya.

“Sukses kegiatan ini tentu akan mengangkat kebanggaan diri bagi lembaga pendidikan di lingkungan Ma’arif NU,” katanya.

Sedangkan dari unsur Pimpinan Pusat Maarif mengingatkan akan pentingnya mempersiapkan segala kebutuhan perkemahan dengan cermat.

“Kita berharap kegiatan ini akan berjalan sesuai harapan,” kata Muhsin Ibnu Juhan, Wakil Ketua PP LP Maarif NU.

Ia mengingatkan bahwa sukses Perwimanas akan menjadi titik balik bagi kepercayaan pemerintah kepada NU. “Bila kegiatan ini sukses, maka akan kian besar juga manfaat yang akan kita raih nantinya,” ungkapnya.

Karena itu, beberapa kiprah positif yang telah ditorehkan NU dalam rentang sejarah yang panjang, hendaknya juga dapat terus dipupuk dan dilanjutkan oleh generasi berikutnya.

“Perwimanas ini adalah sebagai bagian dari upaya memberikan sumbangsih positif NU bagi perbaikan generasi muda di masa mendatang,” katanya.

Perwimanas akan berlangsung tanggal 24 hingga 29 Juni dan kemungkinan dibuka oleh Wakil Presiden RI serta dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid Dua.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Islam PMII Cabang Tegal

Senin, 23 Oktober 2017

Sekjen Kemenag Apresiasi Pesantren di Bojonegoro

Bojonegoro, PMII Cabang Tegal. Pertumbuhan pondok pesantren di Kabupaten Bojonegoro terus berkembang dengan berbagai latar belakang dan ciri khas. Pondok pesantren terdahulu tetap mempertahankan ciri khasnya, seperti Pesantren Al-Rosyid di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

Sekjen Kemenag Apresiasi Pesantren di Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen Kemenag Apresiasi Pesantren di Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekjen Kemenag Apresiasi Pesantren di Bojonegoro

"Belajar di pondok pesantren adalah langkah yang benar dan cerdas, karena belajar di sini tidak hanya diajarkan ilmu pendidikan, namun juga diajarkan ilmu tentang mengenal Allah," kata Sekjen Kemenag RI, Nur Syam saat memberikan sambutan di Pesantren Ar Rosyid, Sabtu (11/11) siang.

Syam juga memberikan semangat kepada seluruh santri dan berpesan untuk selalu menjaga keutuhan NKRI dan memegang teguh nilai ideologi Pancasila.

"Jagalah keutuhan NKRI dan pegang teguhlah pada ideologi Pancasila," pesannya.

PMII Cabang Tegal

Dalam kunjungan keduanya itu, selain meninjau perkembangan pendidikan di Pesantren Al Rosyid, sekaligus menjalin silaturahim antar-pengurus pesantren dan berbagai pejabat di Bojonegoro.

"Orangtua harus bangga mendaftarkan anaknya menjadi santri, karena santri sebagai penerus bangsa, sekaligus diajarkan berbagai ilmu baik tata cara kemanusia maupun kepada sang Maha Pencipta," terang Nur Syam.

Pengasuh Pesantren Ar Rosyid KH Alamul Huda Masyhur mengungkapkan kunjungan ini merupakan langkah untuk memajukan dunia pendidikan di lingkungan pesantren baik formal maupun pendidikan di bidang agama.

"Kemajuan pendidikan formal itu, bahwa Pesantren Al Rosyid juga mendirikan Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBI), yang diresmikan secara langsung oleh Sekjen Kemenag RI," jelasnya.

Tampak suasana begitu meriah dengan suguhan berbagai pertunjukan mulai gerak cepat yang disuguhkan oleh anggota Pramuka, serta melibatkan 350 santri dengan penampilan kolaborasi tari saman, tari kipas serta perpaduan penampilan aerofighter yang diiringi lagu Ayo Mondok.

PMII Cabang Tegal

Dalam rombongan tampak pula Direktur Perguruan Tinggi Islam, Kasubid Peniliti Diktis, KTU Sekjen Menteri Agama, jajaran Kemenag Bojonegoro. Para undangan dan tamu yang hadir, takjub menyaksikan pertunjukan dan penampilan para santri.(M. Yazid/Kendi Setiawan)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Quote, Kajian Islam PMII Cabang Tegal

Sabtu, 30 September 2017

MWCNU Jepara Gelar Pendidikan Kader Penggerak Ranting

Jepara, PMII Cabang Tegal. Pengurus Majelis Wakil Cabang NU Jepara bekerja sama dengan PCNU Jepara mengadakan Pendidikan Kader Penggerak Ranting di pesantren Jabal Nur desa Bandengan kecamatan Kota kabupaten Jepara, Jum’at-Ahad (31/10-2/11). Sedikitnya 30 peserta utusan ranting NU berlatih menganalisan dan menggerakkan NU di desa masing-masing. 

Ketua penyelenggara Lukman Hakim mengatakan, kegiatan dilaksanakan sebagai tindak lanjut pelatihan kader penggerak ranting tingkat nasional di Jakarta. “Kegiatan ini bertujuan menciptakan kader NU di tingkat ranting yang mampu mengamalkan dan membela aswaja serta mampu mengelola sumber daya di desa,” terang Lukman.

MWCNU Jepara Gelar Pendidikan Kader Penggerak Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Jepara Gelar Pendidikan Kader Penggerak Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Jepara Gelar Pendidikan Kader Penggerak Ranting

Kegiatan tidak hanya berhenti di pelatihan. Beberapa rencana tindak lanjut telah dirancang semisal menggerakkan sumber daya infak dan sedekah, mengoptimalkan fungsi masjid dan musholla, pemberdayaan ekonomi, kaderisasi tingkat ranting, pelayanan kesehatan masyarakat, lailatul ijtima serta pengembangan pendidikan.

PMII Cabang Tegal

Pihaknya menargetkan kegiatan ini usai sebelum Konfercab yang akan dilaksanakan 2015 mendatang. Bulan November dan Desember MWCNU yang siap melaksanakan kegiatan serupa yakni kecamatan Batealit dan Tahunan. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Kajian Islam, Kyai, Habib PMII Cabang Tegal

Rabu, 20 September 2017

Usai UN, Siswa MAN Langsung Sujud Syukur

Blora, PMII Cabang Tegal. Sekitar 200 siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Blora, Kamis (19/2) siang melakukan sujud syukur di Masjid Baitul Ghofur yang berada dalam komplek madrasah tersebut.

Usai UN, Siswa MAN Langsung Sujud Syukur (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai UN, Siswa MAN Langsung Sujud Syukur (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai UN, Siswa MAN Langsung Sujud Syukur

Pantauan PMII Cabang Tegal, sekitar pukul 13.00 WIB, sesaat setelah mereka usai mengikuti ujian nasional (UN) untuk hari terakhir, mereka langsung berbondong-bondong mengambil air wudhu. Tak lama kemudian, mereka melaksanakan jamaah sholat dhuhur.

Usai sholat dhuhur, mereka langsung bersama-sama melaksanakan syujud syukur. Mereka dengan penuh khidmah melaksanakan dua kali sujud sebagai tanda syukur atas selesainya pelaksanaan UN. Setelah itu, mereka berdoa bersama-sama agar diberikan kesuksesan oleh Allah.

PMII Cabang Tegal

Kepala MAN Blora, Drs H Suhamto MPd mengatakan, kendati hasil ujian nasional baru akan diumumkan pada 26 Mei, siswanya tetap diajak melaksanakan sujud syukur. Sujud syukur itu sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah karena mereka sudah merampungkan kegiatan pembelajaran di MAN.

Dengan sujud syukur itu, para siswa juga berdoa agar dalam ujian yang baru digelar tersebut mereka bisa lulus dengan hasil memuaskan. Yakni, lulus dengan prosentase lulus 100 persen.

PMII Cabang Tegal

”Besuk setelah pengumuman kelulusan, mereka juga akan kami ajak bersyukur lagi,” tegasnya.

Setelah melaksanakan sujud syukur, mereka mengikuti acara sosialisasi dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Muhamad Cepu. Para siswa yang tidak meneruskan kuliah di luar daerah, diajak bergabung di STAI yang lokasi berada di komplek Pondok Pesantren Al-Muhamad. Perguruan tinggi tersebut membuka tiga program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Perbankan Syariah dan Ahwal Asy Syaksyiah.

Redaktur   : A. Khoirul Anam

Kontibutor: Sholihin Hasan

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Islam, AlaNu PMII Cabang Tegal

Minggu, 17 September 2017

Syiir “Ya Nahdlatal Ulama” Karya Rais Syuriyah NU Sukoharjo

Solo, PMII Cabang Tegal

Menjelang berlangsungnya Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, KH Ahmad Baidlowi, menciptakan sebuah syair yang berjudul “Ya Nahdlatal Ulama”.

“Syiir untuk NU, gubahan anak muda Sukoharjo sudah kami sodorkan di hadapan peserta bahtsul masail PBNU di Krapyak Yogyakarta,” terang Kiai Baidlowi, saat dihubungi PMII Cabang Tegal, Rabu (8/4).

Mengenai cara melantunkannya, menggunakan wazan mustafilun dalam khazanah ilmu syiir di pesantren, yang diulang sebanyak 6 kali. “Lagunya bisa mirip qasidah bika qod shofat atau Yaa Robba Makkata was Shofa,” paparnya.

Syiir “Ya Nahdlatal Ulama” Karya Rais Syuriyah NU Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiir “Ya Nahdlatal Ulama” Karya Rais Syuriyah NU Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiir “Ya Nahdlatal Ulama” Karya Rais Syuriyah NU Sukoharjo

Jauh sebelumnya, Almarhum KH Fuad Hasyim dari Buntet, Cirebon, Jawa Barat juga menggubah lagu NU berjudul “Qasidah Nahdlatul Ulama” yang telah tersebar dalam kepingan CD dan di media sosial, termasuk Youtube.

Berikut teks syair “Ya Nahdlatal Ulama”, yang diketik ulang dari tulisan tangan Kiai Baidlowi:

 

PMII Cabang Tegal

? ?

? ? ? ? ? # ? ? ? ?

? ? ? # ? ? ?

? ? ? ? # ? ? ? ?

PMII Cabang Tegal

? ? ? ? # ? ?

? ? ? ? ? ? # ? ? ?

? ? ? ? ? ? # ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? # ? ? ? ?

? ? ? ? # ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? # ? ? ? ?

? ? ? ? # ? ? ?

? # ? ? ? ? ? ?

? ? ? # ? ?

? ? ? # ? ? ?

? : ? ? ? 2015

Mari bershalawat kepada Nabi Thoha dan keluarganya # Serta para sahabatnya yang membagi syafaat

Wahai NU yang ditetapkan sebagai jami’yyah oleh para ulama # Wahai NU yang diprakarsai oleh para Kubaro (orang-orang besar)

Wahai NU yang benderanya selalu berkibar # Di Nusantara dan berbintang sembilan

Yang paling besar adalah perlambang Allohu Akbar # Bentuk dan warnanya hijau (warna Qubbah Nabi)


Didirikan pada tahun seribu sembilan ratus # dua puluh enam

Bersyukur pada Allah Ta’ala atas kenikmatan yang melimpah # sesuai dengan kehendak-Nya.

Dan bersyukur kepada Hadlrotus Syaikh # KH Hasyim Asyari dan semua anak cucunya pewaris yang saleh


Dari ranting hingga cabang bersatu # menggerakkan organisasi, mereka itulah orang hebat

Merekalah para mujahid # dengan harta dan jiwanya, dan saling mengasihi satu sama lain

Mereka itu pembangkit yang tertidur # semoga menjadi generasi penerus yang handal

Wahai Tuhan kami, pandanglah jamaah NU # dengan rahmat-Mu. Tunjukkan kami semua ke jalan yang baik.

Negeri Indonesia, negeri yang makmur, baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur # urusan kebaikan menjadi mudah

Jamiyyah yang penuh rahmat # beserta Para Kiyai dan ulama yang kokoh

(KH Ahmad Baidlowi Sukoharjo 2015)

 

(Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Islam, Syariah, News PMII Cabang Tegal

Sabtu, 03 Juni 2017

Kepala Desa Kebonagung Luncurkan Grup Marawis

Brebes, PMII Cabang Tegal. Kepala Desa Kebonagung, Kecamatan Jatibarang, Brebes, Jawa Timur, Agustomo membentuk grup marawis sebagai alat menyiarkan agama Islam. Lewat kesenian ini diharapkan bisa menuntun generasi di desanya makin berkreasi yang positif. Grup tersebut diluncurkan berbarengan dengan Peringatan Tahun Baru Hijriyan 1438 di mushola desa Ahad (16/10) malam.?

Agustono menjelaskan, grup marawis yang beranggotakan 20 remaja tersebut diberi nama Hubbul Wathon. Artinya makna cinta tanah air. Grup ini sudah lama berlatih dan sudah ditampilkan pada berbagai pengajian. “Untuk memantapkan dan menyiarkan grup ini, kami launching,” kata Kepala Desa disambut dengan tepuk tangan hadirin.?

Kepala Desa Kebonagung Luncurkan Grup Marawis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepala Desa Kebonagung Luncurkan Grup Marawis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepala Desa Kebonagung Luncurkan Grup Marawis

Kades berharap, grup ini agar lebih eksis dan lestari harus terus mengikuti berbagai macam festival, baik di tingkat kecamatan ataupun kabupaten. “Mengenai biaya transportasi akan saya tanggung, jangan kuatir,” paparnya.

Hubbul Wathon kini siap mengisi acara di berbagai acara. Untuk lebih memantapkan kemampuan, diadakan latihan rutin setiap malam Jumat. Latihan sekaligus pengajian bergilir di rumah anggota grup.?

Peringatan Muharram yang merupakan agenda tahunan desa tersebut, diisi juga pawai taaruf pada Ahad siang yang diikuti para siswa SD, MI, Madin dan anggota Muslimat NU dan Fatayat NU mengelilingi desa dengan iringan drum band dan marawis.

Sebelum pengajian digelar, diberikan kepada 20 anak yatim dan 80 kaum dhuafa. Pengajian hikmah Muharram diisi KH Dahudin dari Desa Kupu Kecamatan Wanasari Brebes.

PMII Cabang Tegal

Dalam taushiyahnya, kiai yang mantan Camat Songgom itu berpesan agar anak yatim jangan sampai ditinggalkan. Kebiasaan menyantuni anak yatim, akan lebih afdol bila dilaksanakan setiap hari tanpa memandang bulan.

“Akan mulia hidup seseorang bila dirumahnya ada anak yatim yang diopeni sebagai bagian keluarganya sendiri,” ucapnya. (wasdiun/abdullah alawi)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Islam PMII Cabang Tegal

Selasa, 28 Februari 2017

Kader IPPNU Sidoarjo Terima Penghargaan Pemuda Pelopor dari Gubernur Jatim

Sidoarjo, PMII Cabang Tegal. Miftakhul Jannatin (24), salah satu kader IPPNU Sidoarjo memperoleh piagam penghargaan dari Gubernur Jawa Timur, sebagai pemuda pelopor Provinsi Jawa Timur tahun 2017, terbaik I, pada bidang inovasi teknologi. Penghargaan itu ia terima dalam rangka Hari Sumpah Pemuda ke-89 tahun di Surabaya.

"Alhamdulillah saya sangat bangga karena bisa menjadi salah satu perwakilan dan ikon pemuda dalam kepeloporan khususnya bidang inovasi teknologi," kata Titin sapaan akrabnya kepada PMII Cabang Tegal, Sabtu (29/10).

Kader IPPNU Sidoarjo Terima Penghargaan Pemuda Pelopor dari Gubernur Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader IPPNU Sidoarjo Terima Penghargaan Pemuda Pelopor dari Gubernur Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader IPPNU Sidoarjo Terima Penghargaan Pemuda Pelopor dari Gubernur Jatim

Inovasi teknologi yang dibuat oleh Titin ini berupa alat deteksi kosmetik berbahaya mengandung hidrokuinon yang murah, mudah digunakan, praktis, cepat dan akurat. Inovasi awalnya ia buat dari berita di televisi mengenai kosmetik berbahaya yang marak di jual bebas, namun masyarakat yang cenderung enggan untuk aware terhadap keamanan kosmetik yang mereka gunakan.

"Jangankan pergi ke laboratorium untuk mengetahui tingkat keamanan kosmetiknya, untuk mengetahuinya saja mereka tidak mau. Sehingga muncul ide membuat alat deteksi yang murah, cepat, praktis dan akurat ini," jelasnya.

Gadis kelahiran Sidoarjo itu mengaku telah belajar dari kegiatan perkuliahan sebagai mahasiswa s1 dan s2 kimia bidang analisis di salah satu perguruan tinggi di Surabaya. Ia berharap, dengan penghargaan yang telah diterimanya bisa menjadi inspirasi untuk para pemuda, agar dapat mengaplikasikan ilmu yang di dapat di bangku pendidikan.

PMII Cabang Tegal

"Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat, terlebih arus informasi keilmuan maupun non keilmuan saat ini sangat mudah diakses dan unlimited," harapnya.

Tidak hanya penghargaan dari Gubernur Jawa Timur saja yang ia terima, namun banyak prestasi yang pernah ia raih di antaranya Juara 1 pekan ilmiah mahasiswa Unair 2014 bidang kewirausahaan, Juara 2 pekan ilmiah mahasiswa nasional 2015 bidang kewirausahaan, 3 besar santripreneur 2016, delagasi Student Exchange Research Internship Indonesia (UNAIR)-Universiti Teknologi Malaysia (UTM) 2017 dan delegasi UNAIR di Asian Young Sociopreneur Singapore. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal News, Sunnah, Kajian Islam PMII Cabang Tegal

Selasa, 31 Januari 2017

PMII Surabaya Desak Pemerintah Tolak Revisi UU KPK

Surabaya, PMII Cabang Tegal

Penolakan terhadap rencana Revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (RUU KPK) kembali disuarakan. Kali ini desakan kepada Gubernur dan Bupati di Jawa Timur dilakukan oleh PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya melalui aksi damai di depan Gedung Negara Grahadi, Rabu (17/2).

PMII Surabaya Desak Pemerintah Tolak Revisi UU KPK (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Surabaya Desak Pemerintah Tolak Revisi UU KPK (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Surabaya Desak Pemerintah Tolak Revisi UU KPK

Sekretaris Umum PMII Surabaya, Irfan Jauhari mengatakan revisi UU KPK merupakan upaya sistematis politisi atau pejabat pemerintahan untuk membuka kran korupsi yang lebih besar. Sebab, tindakan penghancuran pemberantasan korupsi di Indonesia sudah sering direncanakan pelaku tindak pidana korupsi, mulai dari kriminalisasi hingga pembunuhan terhadap lembaga antirasuah ? tersebut.

“Pelemahan ini harus dihentikan, sebab kami melihat revisi Undang-Undang tersebut hanya akan memperlambat dan melemahkan kinerja dan kekuatan KPK. KPK kuat bersama rakyat dan mahasiswa,” ujarnya bersemangat.

Ia menjelaskan pasal yang mengarah pada pelemahan KPK tertera dalam beberapa pasal. ? Diantaranya Pasal 5, Pasal 7 huruf d, Pasal 13, Pasal 14 ayat 1, dan Pasal 53 ayat 1. Dalam pasal-pasal tersebut tertera penyadapan dapat dilakukan apabila telah disetujui dewan pengawas.?

PMII Cabang Tegal

Para mahasiswa terus meneriakkan agar keberadaan KPK tetap dikuatkan, bukan sebaliknya apalagi dengan tindakan diskriminasi. Revisi UU KPK dinilai sebagai upaya pelemahan dengan cara legal. Salah satunya membatasi umur KPK hanya 12 tahun, membatasi kewenangan dengan tidak memiliki tugas dan kewenangan melakukan penuntutan, hanya menangani perkara korupsi dengan kerugian minimal Rp 25 miliar dan tidak melakukan rekrutmen pegawai secara mandiri.

Ia juga menagih janji politik Presiden Joko Widodo yang berkomitmen mewujudkan Nawacita. Termasuk menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya. “Presiden harus hadir dalam mengawal upaya pelemahan KPK. Jika KPK lemah berarti melindungi koruptor,” tegasnya.?

Aksi damai puluhan aktivis PMII dari berbagai kampus, UIN Sunan Ampel, Universitas Bhayangkara, UPN Veteran Jatim, STAI Tasfiwirul Afkar, Unesa, ITS dan Universitas Airlangga ini bertepatan dengan pelantikan sebanyak 17 bupati/walikota di seluruh Jawa Timur. Meski sempat dihalangi petugas kepolisian, mahasiswa tetap kukuh menyampaikan aspirasi agar Gubernur dan Bupati menolak Revisi UU KPK. (Lukman Hakim/Fathoni)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Pahlawan, Kajian Islam, Kajian PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock