Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Inilah Sejumlah Masalah Jakarta Menurut Yenny Wahid

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Kota Jakarta sebagai ibu kota negara memiliki sejumlah masalah kronis yang harus segera diselesaikan oleh pemimpinnya.

Inilah Sejumlah Masalah Jakarta Menurut Yenny Wahid (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Sejumlah Masalah Jakarta Menurut Yenny Wahid (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Sejumlah Masalah Jakarta Menurut Yenny Wahid

Masalah itu tidak sebatas pada perbaikan infrastruktur semata, tapi membuat warga Jakarta dapat hidup lebih manusiawi dan sejahtera, kata putri mendiang Presiden keempat Indonesia, Abdurrahman Wahid, yaitu Yenny Wahid, di Jakarta, Rabu.

"Yang dibutuhkan saat ini suatu terobosan dan inovasi untuk mengatasi berbagai persoalan di Jakarta. Siapa yang bisa melakukannya, tentunya pemimpin," kata Yennny seusai bertemu Wakil Gubernur DKI Jaya, Basuki Purnama (Ahok) di Balai Kota.

PMII Cabang Tegal

Menurut perempuan kelahiran Jombang, 29 Oktober 1974, ini tidak sulit melihat masalah di Jakarta karena hanya seputar rendahnya kesejahteraan, buruknya infrastruktur dan penataan kota.?

Namun, hal yang tersulit yakni mendapatkan pemimpin yang mau mengubah Jakarta menjadi lebih baik.

PMII Cabang Tegal

"Saya melihat kualitas itu ada di Ahok. Tapi, sekali lagi, waktu dia memimpin tergolong singkat jadi butuh suatu terobosan. Jika tidak, orang tidak akan percaya lagi," Direktur Wahid Institute ini.

Menurutnya, sudah terjadi perbaikan dalam sistem tata kelola pemerintahan dari tingkat kelurahan hingga provinsi di DKI Jakarta.

Ia pun merasakannya sendiri karena mengalami kemudahan dalam pengurusan dokumen kependudukan.

"Sebelumnya jika ngurus kartu tanda penduduk bisa dipimpong hingga berminggu-minggu. Kini tidak lagi karena sudah ada sistem pengawasan dari atas ke bawah, lurah yang bermasalah dapat dilaporkan langsung," ujar dia. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pesantren, Kiai, Sholawat PMII Cabang Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

Sila Keempat Rumusan Kiai Ahlussunnah Wal Jamaah

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Sila keempat dalam Pancasila merupakan rumusan para kiai Ahlussunnah wal Jamaah (aswaja). Penandanya dapat dilihat dalam pilihan kata yang dituangkan dalam sila keempat itu sendiri. Pilihan kata itu sangat khas para kiai aswaja yang bergelut dengan literatur keislaman.

Wakil Ketua Umum PBNU KH Asad Said Ali menyampaikan perihal itu dalam forum diskusi lingkar muda NU di Gedung PBNU lantai, Jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Rabu (8/5) sore.

Sila Keempat Rumusan Kiai Ahlussunnah Wal Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sila Keempat Rumusan Kiai Ahlussunnah Wal Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sila Keempat Rumusan Kiai Ahlussunnah Wal Jamaah

“Kata ‘hikmah dan permusyaratan’ sangat tegas milik para kiai aswaja. Tanpa usulan mereka, dua kata itu takkan hadir dalam sila keempat Pancasila,” kata KH Asad Said Ali di hadapan sedikitnya 17 anak muda NU dari pelbagai komunitas.

PMII Cabang Tegal

Bagi KH Asad Said Ali, para kiai aswaja merupakan ahli hikmah itu sendiri. ia menemukan penjelasannya dari Syekh Abdurrahman Al-Ghadri seorang ulama Libanon yang mengatakan, ahli hikmah itu adalah para ulama yang mendasarkan diri pada Al-Quran, Hadis, Ijmak, dan Qiyas. 

PMII Cabang Tegal

Dari situ, KH Asad Said Ali menyimpulkan, para kiai aswaja di Indonesia menyampaikan gagasannya pada dua kata di atas. Hikmah kebijaksanaan dan permusyawaratan menjadi dasar penyelesaian masalah kerakyatan.

Diskusi berlangsung selama satu setengah jam. Usai pemaparan materi diskusi yang bertajuk NU dan Politik oleh KH Asad Said Ali, kesempatan tanya jawab jawab dibuka.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sholawat PMII Cabang Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Dari Perang Diponegoro hingga Resolusi Jihad

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Sebagai rangkaian peringatan hari lahir atau harlah ke-28, Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa mengkaji dua buku sekaligus, Selasa (21/1) besok di aula utama kantor PBNU Jakarta. Buku pertama tentang Pangeran Diponegoro bertajuk “Kuasa Ramalan” dan buku kedua bertajuk “Lasykar Ulama-Santri dan Resolusi Jihad”.

Dari Perang Diponegoro hingga Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Perang Diponegoro hingga Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Perang Diponegoro hingga Resolusi Jihad

Buku Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa (1785-1855) ditulis oleh peneliti kebudayaan Jawa dari Amerika Serikat, Dr Peter Carey. Ia adalah seorang yang paling serius dan banyak sekali karyanya tentang Pangeran Diponegoro.

Buku Kuasa Ramalan itu cukup tebal, lebih dari seribu halaman yang dibegi ke dalam tiga jilid. Menurut Ketua Panitia Harlah, M. Roghib, Peter Carey berkenan hadir dan mempresentasikan di acara bedah buku besok.

PMII Cabang Tegal

Buku kedua “Lasykar Ulama-Santri dan Resolusi Jihad” karya Zainul Milal Bizawie sebenarnya baru akan diluncurkan awal Februari besok. “Penulinya sudah berkenan buku itu dibedah besok,” kata Roghib.

Sebagai pembahas, sejarawan NU Agus Sunyoto dihadirkan dari Malang, Jawa Timur. Kajian dan bedah buku akan dipandu langsung oleh penulis muda NU paling popular, Ahmad Baso. Bedah buku dimulai pukul 13.00 WIB.

PMII Cabang Tegal

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pencak Silat Pagar Nusa H Aizuddin Abdurrahman mengatakan, dua buku yang akan dibedah itu memiliki kesamaan momentum dan pelaku. Ada semangat yang ingin digali dari dua buku itu.

“Perlawanan Pangeran Diponegoro itu merupakan awal kebangkitan Nusantara. Lalu Resolusi Jihad menunjukkan posisi ulama dan santri di garda depan menegakkan Indonesia,” katanya.

Peringatan harlah ke-28 Pagar Nusa telah dimulai pada 3 Januari 2014 lalu, tepat di hari lahir Pagar Nusa, di kantor pusat Pagar Nusa, lantai 7 gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164. Sejumlah pengurus menggelar tumpengan dan syukuran kecil-kecilan sambil menyiapkan serangkaian kegiatan.

Kegiatan harlah akan dilanjutkan dengan halaqah tentang Pagar Nusa sebagai pengawal ulama dan partisipasinya di bidang pertahanan keamanan pada 29 Januari 2014 di gedung PBNU, lalu disusul acara Silaturrahim Nasional (Silatnas) Majelis Pendekar Pencak Silat NU Pagar Nusa sampai 30 Januari siang di tempat yang sama.

Acara puncak peringatan Harlah ke-28 Pagar Nusa akan diadakan di Pondok pesantren Walisongo Cibinong, Bogor pada 30 Januari malam.

Sebagai bagiaan dari acara harlah ke-28, pada 7-16 Februari diselenggarakan pelatihan pelatih pencak silat di Pusdiklat Rengasdengklok Karawang, Jawa Barat. Pelatihan ini dimaksudkan untuk memelihara kontinuitas sekaligus regenerasi bagi para pelatih pencak silat. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sholawat PMII Cabang Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

IPPNU Siapkan Pelantikan Pengurus Baru

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) tengah mempersiapkan waktu dan tempat pelantikan pengurus baru pengurus PP IPPNU hasil pemilihan kongres ke-XVI di Pelembang akhir 2012 lalu.



IPPNU Siapkan Pelantikan Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Siapkan Pelantikan Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Siapkan Pelantikan Pengurus Baru

Demikian dikatakan oleh Sekretaris Umum PP IPPNU Wildatus Tsururoh kepada PMII Cabang Tegal per telepon, Senin (11/3) petang.

Menurut Wilda, kemungkinan pelantikan pengurus baru akan jatuh pada tanggal 15 Maret 2013. Karena, PP IPPNU mengikuti jadwal kosong Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang baru pulang umroh tanggal 11 Maret ini.

“Kita rencananya mengambil tempat di Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini, Jakarta Pusat. Namun, jadwal kegiatan di TIM sudah penuh pada tanggal rencana pelantikan,” kata Wilda.

PMII Cabang Tegal

Karenanya, jajaran panitia pelantikan kini memiliki dua alternatif tempat, Hotel Akasia dan Perpustakaan Nasional. Kita akan mempertimbangkan kembali tempat yang cocok untuk pelantikan ke depan, tambah Wilda.

Pelatikan pengurus PP IPPNU masa bakti 2012-2015 meleset dari jadwal semula, awal Maret 2013. Perubahan jadwal pelantikan disebabkan antara lain penyesuaian dengan jadwal tamu undangan.

PMII Cabang Tegal

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Fragmen, Sholawat, Lomba PMII Cabang Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Fatayat dan Mendes Dorong Perempuan Bangun Desa

Cirebon, PMII Cabang Tegal. Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Cirebon menggelar Harlah ke-55 serta mengukuhkan Pimpinan Anak Cabang (PAC) tingkat Kecamatan se-Kabupoaten Cirebon pada Ahad, (26/4) di Halaman NU Center Sumber, Cirebon.?

Fatayat dan Mendes Dorong Perempuan Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat dan Mendes Dorong Perempuan Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat dan Mendes Dorong Perempuan Bangun Desa

Acara tersebut sangat meriah dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, H Marwan Jafar, Bupati Cirebon, H Sunjaya Purwadisastra, Ketua Umum PP Fatayat NU, Hj Ida Fauziah, dan Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon, KH, Usamah Manshur, serta para tokoh NU Cirebon.

Pada kesempatan tersebut, Marwan Jafar menjelaskan, sebagai Banom NU, Fatayat bisa memanfaatkan forum pengajian ibu-ibu yang selama ini sudah berjalan secara rutin untuk melakukan pemberdayaan membangun desa.?

PMII Cabang Tegal

"Perkumpulan ibu-ibu Fatayat yang sudah berjalan rutin, bisa dimanfaatkan untuk menyosialisasikan berbagai program dan mengambil peran dalam pembangunan desa," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Marwan juga melakukan penandatanganan MoU dengan Fatayat NU untuk mengukuhkan peran perempuan dalam pembangunan desa.?

PMII Cabang Tegal

“Kementerian Desa ingin melakukan sinergi dengan kelompok perempuan dalam hal pembangunan dan pemberdayaan perempuan masyarakat desa, pembangunan kawasan ekonomi perempuan pedesaan, pemberdayaan dan pembangunan pendidikan dan kesehatan perempuan di daerah transmigrasi dan daerah tertinggal,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PP Fatayat NU, Hj Ida Fauziah mengatakan, Fatayat NU dengan usia 65 tahun harus memberikan pendampingan terhadap masyarakat agar terlepas dari jerat kemiskinan dan kebodohan.

“Semoga dengan dilantiknya PAC Fatayat NU se-Kabupaten Cirebon bisa memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya bagi pemberdayaan perempuan di desa-desa,” pungkas Ida. (Ayub Ansori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sholawat, Olahraga, Nahdlatul PMII Cabang Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Penuhi Permintaan Anggota, Ansor Pekalongan Produksi Sarung

Pekalongan, PMII Cabang Tegal. Banyaknya permintaan asesoris organisasi seperti jaket, jas, batik seragam, dan kaos yang berlogo Ansor dan banser, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Pekalongan melalui unit ekonominya Sentral Bisnis Ansor Banser (Sorban) baru baru ini telah meluncurkan produk baru berupa sarung Ansor.

Penuhi Permintaan Anggota, Ansor Pekalongan Produksi Sarung (Sumber Gambar : Nu Online)
Penuhi Permintaan Anggota, Ansor Pekalongan Produksi Sarung (Sumber Gambar : Nu Online)

Penuhi Permintaan Anggota, Ansor Pekalongan Produksi Sarung

Produksi sarung ansor ini sekaligus melengkapi produk Sorban yang telah menyebar di beberapa daerah di wilayah Indonesia. Selain untuk memenuhi kebutuhan internal organisasi, Sorban Ansor Kabupaten Pekalongan juga memproduksi seragam batik organisasi seperti LP Maarif, IPNU IPPNU dan seragam seragam guru dengan motif dan corak sesuai kebutuhan.

Mengenai sarung ansor, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan Azmi Fahmi kepada PMII Cabang Tegal mengatakan, ada beberapa tipe dan motif yang saat ini diproduksi dan dipasarkan oleh sorban. Yang sekarang ini telah beredar di pasaran ada dua yakni tipe polos dan dolby dengan corak warna soft.

"Alhamdulillah di bawah naungan Sorban usaha ekonomi yang dikelola oleh PC Ansor Kabupaten Pekalongan berjalan cukup baik, di samping usaha lain yang saat ini terus dikembangkan seperti travel perjalanan haji dan umroh plus, dan koperasi," tutur Fahmi.

PMII Cabang Tegal

Dikatakan, dengan usaha ekonomi yang dikelolanya, GP Ansor Kabupaten Pekalongan tidak lagi mengalami kesulitan pendanaan organisasi seperti periode periode sebelumnya, misal jika akan menggelar kegiatan harus bikin proposal lebih dahulu.

Fahmi berharap produksi sarung ansor yang telah diluncurkan bersamaan dengan pembukaan Konferensi Wilayah (Konferwil) GP Ansor Jawa Tengah di Kabupaten Pekalongan, Ahad (12/11) dapat diterima oleh khalayak dan pihaknya siap menerima pemesanan dan jumlah besar untuk organisasi, kelompok pengajian maupun perorangan. (Abdul Muiz/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, News, Sholawat PMII Cabang Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Bupati: Ajak Generasi Muda Masuk IPNU-IPPNU

Jepara, PMII Cabang Tegal. Bupati Jepara H Ahmad Marzuqi merasa prihatin dengan kondisi generasi muda saat ini. Banyak yang terjerat pada perilaku yang negatif semisal perkelahian, narkoba, free sex dan masih banyak lagi. Karenanya, ia mengajak para generasi muda mau berkecimpung dalam IPNU-IPPNU. 

“Saya merasa bangga karena anda termasuk generasi muda yang memiliki akhlak yang mulia serta tawaduk. Karenanya, ajaklah generasi muda yang lain untuk bergabung dengan IPNU-IPPNU,” ungkapnya dalam Buka Bersama PC IPNU-IPPNU Jepara di Pringgitan Kabupaten, Rabu (8/8). 

Bupati: Ajak Generasi Muda Masuk IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati: Ajak Generasi Muda Masuk IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati: Ajak Generasi Muda Masuk IPNU-IPPNU

Kenakalan remaja juga menjadi tanggung jawab generasi muda. Marzuqi berpesan agar IPNU-IPPNU makin meningkatkan kegiatan-kegiatan positif sebagai contoh bagi mereka. “Ikut sertanya anda dalam IPNU-IPPNU adalah atas pilihan Allah SWT,” paparnya. 

PMII Cabang Tegal

Ia berpesan agar organisasi yang telah diikuti dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Yakni menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai job masing-masing. 

Chusni Maulana, ketua PC IPNU kabupaten Jepara mengatakan kegiatan merupakan wujud silaturahim pengurus, anggota dan kader dengan Pemerintah Kabupaten dan instansi yang terkait. “Alhamdulillah, sejak dilantiknya Bupati, kami baru bertemu dengan Bapak pada kesempatan ini. Harapan kami silaturahim ini tetap kita jaga hingga masa-masa yang akan datang,” harapnya. 

PMII Cabang Tegal

Pasar Murah

Pihaknya di hari yang sama juga mengikuti kegiatan Pasar Murah yang diselenggarakan Pemkab di depan Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK). Barang yang dijual adalah sembako bersubsidi dari Pemkab semisal gula, beras, minyak goreng, mie instan dan tepung terigu. Selain itu juga menjual minuman bersoda. 

Fathur  Rohman, salah satu panitia yang mengurusi stand IPNU-IPPNU menyatakan antusias masyarakat luar biasa. “Sembako yang dijual pada masyarakat disubsidi Rp.2000 dari harga di pasaran sehingga menyedot pengunjung. Sekitar jam 11.00 sembako habis diserbu pembeli,” jelasnya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

   

 

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pondok Pesantren, Sholawat PMII Cabang Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

NU Struktural untuk Lengkapi NU Kultural

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Dikotomi antara NU struktural dan NU kultural seharusnya tak boleh terjadi lagi jika keduanya bisa memainkan perannya masing-masing dan bersinergi. Ketua PBNU Masdar F. Mas’udi berpendapat bahwa NU struktural yang didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari adalah untuk melengkapi NU Kultural.

“NU kultural sudah ada beberapa ratus tahun lalu berkat kerja kekiaian para ulama kita. Jadi NU organisasi yang dibawa oleh Mbah Hasyim untuk melengkapi NU kultural yang sudah berjalan dan akan terus berjalan,” tuturnya kepada PMII Cabang Tegal beberapa waktu lalu.

NU Struktural untuk Lengkapi NU Kultural (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Struktural untuk Lengkapi NU Kultural (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Struktural untuk Lengkapi NU Kultural

Namun demikian, sampai sekarang ini belum ada pembagian peran yang jelas dan sering terjadi redundance dan mengambil oper peran para kyai yang melakukan kerja-kerja kultural sementara kerja-kerja organisasional belum tertangani dengan baik.

“Kalau pengurus organisasi mengerjakan ngaji, tahlilan, dibaan, ini sebenarnya mengambil alih fungsi yang dijalankan oleh para kiai secara pribadi-pribadi. Pengurus NU itu kerjanya jangan pengajian umum. Tugasnya menghadiri rapat mengambil keputusan untuk mencapai tujuan tertentu yang dikerjakan dalam waktu tertentu,” imbuhnya.

Kerja NU menurut Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) adalah kerja sosial yang tidak bisa dilakuan oleh para individual seperti membimbing umat dalam berbangsa, bernegara, membangun ekonomi umat, kesehatan, dan lainnya.

“Ini penting karena kebesaran umat ya disitu, dalam realitas kehidupan umatnya. Kalau akidahnya, urusan para ulamanya sebagai pribadi-pribadi, ada atau tidak ada organisasi. Jadi kerja NU itu lain,” tandasnya.

PMII Cabang Tegal

Dikatakannya NU organisasi itu rukunnya kan ada 4, yaitu ada jamaah, ada tujuan bersama, ada kepemimpinan atau pengurus dan ada aturan main yang disepakati bersama. “Yang paling penting adanya jamaah atau warga dan kepemimpinan, tapi yang sekarang ada baru pengurus, lha jamaahnya mana, ya kultural. Ini yang tidak memenuhi standard organisasi. Warga NU organisasi tidak sekedar warga NU kultural, ini tidak memenuhi tujuan Mbah Hasyim,” imbuhnya.

Untuk membuktikan bahwa seseorang menjadi anggota organisasi, harus punya bukti formal seperti Kartanu (Kartu tanda anggota NU), bukan kunut atau tahlilan. “Ini penting sekali. Kalau kunut ya NU kultural bukan organisasi,” katanya.

PMII Cabang Tegal

Menurut Masdar, terdapat tiga tahapan keanggotaan. Pertama, keanggotaan kultural dengan menjalankan tradisi-tradisi ke-NU-an, kedua keanggotaan formal dengan dibuktikannya memiliki kartu anggota NU dan ketiga keanggotaan efektif yang secara fungsional mendukung kerja-kerja NU.

“Kalau anggota biasa memberi kontribusi iuran, kalau pengurus ya memberi kontribusi keuangan dan tenaga. Ini yang harus dibangun ke depan,” tandasnya. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sholawat, AlaSantri, Pemurnian Aqidah PMII Cabang Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

“Yaa Lal Wathan”, Lagu Patriotis Karya KH Wahab Hasbullah

Oleh KH Yahya Cholil Staquf

Mengapa KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mencintai Indonesia? Karena beliau manusia pesantren. Sedangkan keindonesiaan adalah salah satu unsur utama jati diri inti pesantren.

“Yaa Lal Wathan”, Lagu Patriotis Karya KH Wahab Hasbullah (Sumber Gambar : Nu Online)
“Yaa Lal Wathan”, Lagu Patriotis Karya KH Wahab Hasbullah (Sumber Gambar : Nu Online)

“Yaa Lal Wathan”, Lagu Patriotis Karya KH Wahab Hasbullah

George McTurnan Kahin (1918-2000, Cornell University, USA), menuliskan hasil penelitian sejarahnya dalam “Nationalism and Revolution in Indonesia” (Cornell University Southeast Asia Program, 1952), bahkan menandaskan kesimpulan bahwa “nasionalisme Indonesia berakar pada tradisi Islam Nusantara”: pesantren!

Sejak Terusan Suez dibuka (1859) membedah daratan beting antara Laut Tengah dan Laut Merah, perhubungan Eropa – Asia dengan transportasi laut tidak lagi harus memutari Tanjung Afrika, tapi potong kompas lewat Terusan Suez, melintasi Teluk Aden, terus ke arah Timur hingga Nusantara. Sejak saat itu, jalur pelayaran Eropa – Nusantara pergi-pulang kian ramai, dan pelabuhan Jeddah menjadi salah satu persinggahan penting. Maka sejak paruh akhir abad ke-19 terjadi lonjakan luar biasa perjalanan haji dari antero Nusantara: Andalas, Jawa, Borneo, Celebes, Maluku, Sumbawa dan pulau-pulau lainnya. Kebersamaan selama berbulan-bulan pelayaran dan bertahun-tahun mukim di Hijaz diantara para “jamaah haji” yang merupakan kader-kader unggulan kalangan pesantren itu menumbuhkan rasa senasib dan persaudaraan yang terus menguat menggiligkan “tekad sebangsa”, dan dengan penuh gairah mereka tanamkan kepada masyarakat lahan khidmah mereka sepulang dari Tanah Suci.

PMII Cabang Tegal

Pada 1912, Haji Oemar Said, seorang keturunan dari Kiai Kasan Besari (Pesantren Tegalsari, Ponorogo), mendirikan Syarikat Islam, organisasi politik pertama di Hindia Belanda yang menetapkan “Perjuangan Menuju Kemerdekaan Indonesia” sebagai haluannya. Pada waktu itu, Kiai Wahab Hasbullah yang masih mukim di Makkah pun mendirikan SI Cabang Makkah. Pada saatnya nanti, di Tanah Air, Kiai Wahab menginisiasi berdirinya Nahdlatul Wathan, kemudian –dibawah perlindungan gurunya, Kiai Hasyim Asy’ary– Nahdlatul Ulama (1926). “Soempah Pemoeda”yang dilahirkan oleh Kongres Pemoeda 1928, adalah kulminasi awal dari keseluruhan proses tersebut.

Kiai Maimoen Zubair meriwayatkan bahwa ketika beliau mondok di Tambak Beras dan belajar di sekolah “Syubbaanul Wathan” disana, setiap hari sebelum masuk kelas murid-murid diwajibkan menyanyikan sebuah lagu yang diciptakan oleh Kiai Wahab Hasbullah pada tahun 1934. Nusron Wahid dan Yaqut C. Qoumas sowan kepada Kiai Maimoen di Sarang, Rembang, untuk memohon ijazah lagu itu, dan didapatlah syair yang tak pernah beliau lupakan:

PMII Cabang Tegal

? ? ? ? ? ?

? ? ? ?

? ? ? ?

? ? ?

? ?

? ? ?

? ? ? ?

? ? ?



“Pusaka hati wahai tanah airku

Cintamu dalam imanku

Jangan halangkan nasibmu

Bangkitlah, hai bangsaku!

Indonesia negriku

Engkau Panji Martabatku

S’yapa datang mengancammu

‘Kan binasa di bawah durimu!”


Kiai Fuad Affandi, pengasuh Pondok Pesantren Al Ittifaq, Ciwedey, Bandung, seorang satri dan khadam Kiai Ma’shoem Lasem, meriwayatkan dhawuh gurunya (Mbah Ma’shoem),

“Pada lambang NU itu ada tali yang tersimpul. Itulah tali pengikat Indonesia. Kalau tali itu lepas, Indonesia akan meleleh seperti gelali!”

Bagi pesantren dan NU, Indonesia adalah martabat. Harga diri. Memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia adalah merebut harga diri. Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah mempertahankan harga diri. Memperjuangkan Cita-cita Proklamasi adalah memperjuangkan martabat kemanusiaan.

Kiai Bisri Mustofa hanya mengenyam sekolah “Ongko Loro” (“Angka Dua”, Inlandsche School, jenjang sekolah dasar dua tahun dengan bahasa pengantar Jawa untuk pribumi jelata di jaman Belanda). Ada seorang kerabat yang priyayi hendak mendaftarkannya ke HIS (Hollandsch-Inlandsche School, sekolah dengan bahasa pengantar Belanda untuk anak-anak priyayi), tapi keburu ketahuan Kiai Kholil Harun, yang lantas mencegah,

“Jangan sampai kamu jadi londo!” kata beliau, “ayo ikut aku saja!”

Sejak saat itu (usia sekitar 15 tahun) Mashadi (nama kecil Kiai Bisri) belajar di pesantren Kiai Kholil, mengunyah ilmu-ilmu agama langsung dengan “bahasa aslinya”, Bahasa Arab, bahkan secara khusus menekuni seluk-beluk Bahasa Arab sebagai modal prinsip untuk memahami agama secara otentik. Belakangan, sesudah diambil menantu, Kiai Kholil Harun mengirimnya ke Makkah untuk bertabarruk kepada Tanah Suci dan berguru kepada para masyayikh disana selama dua tahun. Walaupun semua itu, Kiai Bisri tidak lantas menjadi kearab-araban, apalagi Arab-minded. Indonesia tertanam hingga merasuk ke sumsum tulangnya.

Aku masih kanak-kanak ketika malam itu nonton tivi berdua dengan beliau. Di layar tivi ada orang Arab ngomong entah apa. Yang tertangkap olehku hanya ucapan: “…Induuniisiyyaa… Induuniisiyyaa…”

“Brakk!!” aku kaget oleh suara meja digebrak tiba-tiba.

“Orang Arab ini sombongnya mintak ampun!” Mbah Kung bersungut-sungut, “kenapa harus ‘in-duu-nii-siy-yaa’? Masak ngomong ‘In-do-ne-sia’ saja nggak bisa? Dasar sombong!”

Catatan:

“Gelali” adalah gula jawa yang dipanasi hingga meleleh.

Syair di atas sebenarnya oleh Kiai Maimoen diriwayatkan beserta lagunya. Tapi karena penerima riwayat tidak memiliki cita-rasa nada sama sekali, riwayat lagunya jadi kacau-balau. Setelah ijtihad melodi yang susah-payah, dibantu para peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional GP Ansor Angkatan Ketiga di Pondok Pesantren Al Ittifaq, Ciwedey, Bandung (10 – 14 Januari 2013), saya sampai pada rangkaian nada yang semoga tidak terlalu jauh melenceng dari aslinya.

KH Yahya Cholil Staquf, Rais Syuriyah PBNU. Sumber tulisan: teronggosong.com

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Tegal, News, Sholawat PMII Cabang Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Sikap dan Taushiyah PBNU Tentang Perilaku Seksual Menyimpang dan Penanganannya

Bismillahirrahmanirrahim

Islam sangat fitrah kemanusiaan dan menempatkan perlindungan terhadap keturunan (hifzhun nasl) sebagai bagian yang sangat penting. Pranata untuk menjamin? hifzhun nasl? adalah melalui lembaga pernikahan antara laki-laki dan perempuan dengan syarat dan rukunnya. Aktifitas seksual di luar pernikahan adalah terlarang, dan digolongkan sebagai kejahatan (jarimah). Kecenderungan LGBT adalah bentuk penyimpangan dan praktik LGBT adalah penodaan tehadap kehormatan kemanusiaan.



Belakangan, ada kampanye sistematis terhadap aktivitas LBGT dari pelaku LGBT dan kelompok pendukungnya, termasuk dukungan dana dan sumber daya. Untuk itu, PBNU ? menyampaikan sikap sebagai berikut:


Sikap dan Taushiyah PBNU Tentang Perilaku Seksual Menyimpang dan Penanganannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikap dan Taushiyah PBNU Tentang Perilaku Seksual Menyimpang dan Penanganannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikap dan Taushiyah PBNU Tentang Perilaku Seksual Menyimpang dan Penanganannya

1.? ? ? ? PBNU menolak dengan tegas paham dan gerakan yang membolehkan atau mengakui eksistensi LGBT. LGBT mengingkari fitrah manusia. PBNU menegaskan bahwa perilaku LGBT adalah perilaku yang tidak sesuai dengan fitrah manusia. Dengan demikian kecenderungan untuk menjadi LGBT adalah menyimpang, sehingga orang yang mengidapnya harus direhab. Pola rehabilitasi dilakukan sesuai dengan faktor yang menyebabkannya.

2.? ? ? ? Perlu ada pengerahan sumber daya untuk rehabilitasi terhadap setiap orang yang punya kecenderungan LGBT:

PMII Cabang Tegal

a.? ? ? ? ? ? ? PBNU meminta Pemerintah serius memberikan rehabilitasi dan mewajibkannya.

b.? ? ? ? ? ? ? PBNU menghimbau kepada seluruh dai dan warga NU khususnya, serta masyarakat Indonesia umumnya untuk bahu-membahu menyediakan layanan rehabilitasi bagi mereka, dan mendampingi untuk pemulihannya.

PMII Cabang Tegal

c.? ? ? ? Melakukan berbagai usaha guna pencegahan dan pemulihan yang bertujuan untuk membantu sesama manusia agar kembali pada fitrahnya sebagai manusia yang bermartabat.

d.? ? ? ? ? ? ? Memperkuat ketahanan keluarga, salah satunya dengan pendidikan pra-nikah serta konsultasi-konsultasi keagamaan untuk melanggengkan pernikahan.

e.? ? ? ? ? ? ? ? Meminta kepada semua pihak untuk memberikan bantuan kepada orang-orang yang memiliki kecenderungan LGBT untuk dapat hidup lurus sesuai dengan norma-norma agama, sosial dan budaya. Salah satu hak mereka adalah untuk memperoleh rehabilitasi dan edukasi secara baik. Perlu ada langkah dakwah dengan hikmah, menggunakan kata dan cara yang baik, lemah lembut, peduli, penuh kasih sayang, jelas, dan tegas dalam menanganinya.

3. ? ? PBNU menilai, kampanye terhadap aktifitas LGBT adalah tindakan melanggar hukum yang perlu diberikan sanksi. Untuk itu PBNU meminta:



a.? ? ? ? ? ? Pemerintah mengambil langkah-langkah segera untuk menghentikan segala propaganda thd normalisasi LGBT dan aktivitas menyimpang serta melarang pihak-pihak yang mengampanyekan LGBT.

b.? ? ? ? ? ? Meminta masyarakat, LSM, dan pegiat LGBT yg selama ini melakukan propaganda normalitas LGBT, membiarkan, menolak rehabilitasi dan mengampanyekannya untuk menghentikan kegiatannya.

c.? ? ? ? Meminta Pemerintah mengawasi melarang bantuan dana dan intervensi asing yang menyokong aktifitas LGBT.

d.? ? ? ? ? ? Meminta DPR, khususnya yang berasal dari warga NU untuk memperjuangkan penyusunan UU yang intinya:? Pertama, menegaskan larangan LGBT dan perilakunya sebagai kejahatan.? Kedua,? memberikan rehabilitasi kepada setiap orang yang memiliki kecenderungan LGBT agar bisa normal kembali.? Ketiga,? memberikan hukuman bagi setiap orang yang terus mempropagandakan dan mengampanyekan normalisasi LGBT, serta melarang aktivitasnya.

?

Jakarta, 25 Februari 2016

Rais Aam

KH Maruf Amin







Ketua Umum? PBNU

KH Said Aqil Siroj

?

·? ? ? ? ? ? ? ? Dibacakan dan disampaikan ke media oleh Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar didampingi Katib Syuriyah PBNU KH M Mujib Qulyubi di lantai 8 Gedung PBNU Jakarta.



?

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sholawat, Sunnah PMII Cabang Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Buka Perkemahan PTK, Menag Harap Mahasiswa Jadi Contoh Spirit Perubahan

Kendari, PMII Cabang Tegal. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin secara resmi membuka Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) XIII yang dilaksanakan 16-22 Mei di Lapangan Ex MTQ Kendari Sulawesi Tenggara, Senin (16/5).

Kegiatan dua tahunan ini diikuti tidak kurang dari 1.500 Pramuka Pandega yang berasal dari Perguruan Tinggi Keagamaan se-Indonesia dan sejumlah peserta dari luar negeri, antara lain: Afganistan, Rusia, Jepang, Madagaskar, Philipina, Thailand, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Mahasiswa dari Perguruan Tinggi Kegamaan Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha juga ikut meramaikan PW PTK.?

Di hadapan ribuan Pramuka Pandega, Menag mengatakan gerakan pramuka telah mengakar secara historis di bumi Nusantara. Menurutnya, pramuka merupakan salah satu wadah pembinaan generasi muda dan sukses melahirkan kader perubahan. “Perkemahan ini mampu merangsang, menanamkan, dan memperteguh nilai-nilai ? nasionalisme dan patriotisme yang didasari pada pemahaman keagamaan yang terbuka, damai, dan toleran,” tegas Menag sebagaimana dilansir? kemenag.go.id.

Buka Perkemahan PTK, Menag Harap Mahasiswa Jadi Contoh Spirit Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Perkemahan PTK, Menag Harap Mahasiswa Jadi Contoh Spirit Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Perkemahan PTK, Menag Harap Mahasiswa Jadi Contoh Spirit Perubahan

“Ini merupakan cermin bahwa kita mempunyai komitmen pluralisme dan upaya serius membangun hubungan yang harmonis lintas iman dan lintas agama,” tambahnya.?

Menurut Menag, bangsa ini harus menjadi contoh bangsa lain betapa masyarakatnya sudah selesai dan tidak mempersoalkan lagi masalah perbedaan agama, ras, suku dan antar golongan. “Semua warga negara bisa hidup bersama (living together), rukun dan damai dalam wadah NKRI,” tegasnya.

Lebih dari itu, lanjut Menag, keterlibatan mahasiswa asing sangat strategis untuk membangun solidaritas dunia, pergaulan dan wawasan global. Melalui perkemahan antar-warga-negara ini, diharapkan akan dapat dibangun kesepahaman dan komitmen bersama untuk hidup saling berdampingan, mendukung dan bekerjasama untuk menyelesaikan masalah-masalah kemanusiaan, lingkungan, hak asasi manusia, terorisme dan kekerasan, dan lain-lain.

PMII Cabang Tegal

“Kegiatan PW PTK XIII 2016 merupakan even yang strategis sebagai wujud komitmen Kementerian Agama RI dalam merevitalisasi gerakan pramuka di Indonesia,” tandasnya.?

Ke depan, Menag berharap ? kegiatan kepramukaan di PTK dapat merespon perkembangan information tekhnologi (IT) yang salah satunya menjelma dengan maraknya media sosial seperti facebook, twitter, instagram, whatshap dan lain-lain.

IAIN Kendari didaulat menjadi tuan rumah kemah bakti bekerjasama dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Provinsi Sulawesi Tenggara. Dalam kemah bakti ini, ada dua sistem perkemahan yaitu beberapa hari tinggal di tapak perkemahan (tenda), dan di hari berikutnya tinggal di rumah penduduk (homestay). Tujuannya, agar para peserta lebih dekat dengan warga, sehingga memahami persoalan yang ada di masyarakat.(Kemenag/Zunus)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sholawat, Sejarah, Makam PMII Cabang Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Menag: Masuki Globalisasi, Pendidikan Pesantren Makin Dibutuhkan

Depok, PMII Cabang Tegal. Menteri Agama RI ke-21 Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, di era globalisasi seperti sekarang ini pendidikan Islam, khususnya pesantren, makin sangat dibutuhkan. Karena di lembaga yang didirikan para kiai itu memiliki beberapa hal yang tidak dimiliki lembaga lain.

Menurutnya, para santri tidak hanya belajar bagaimana mengetahui dan memahami (learning how to know or to understand) terkait materi yang diajarkan di pesantren. “Tapi juga learning how to do (belajar bagaimana melakukan). Karena mereka melakukan sendiri apa saja yang menjadi kebutuhannya. Jadi, aspek kemandirian itu luar biasa sangat ditekankan di pesantren. Selain itu, yang tidak kalah penting dan mungkin sangat spesifik yang tidak dimiliki lembaga lain adalah learning how to life together,” paparnya.

Menag: Masuki Globalisasi, Pendidikan Pesantren Makin Dibutuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Masuki Globalisasi, Pendidikan Pesantren Makin Dibutuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Masuki Globalisasi, Pendidikan Pesantren Makin Dibutuhkan

Lukman menyampaikan hal tersebut saat menghadiri kuliah umum di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hamidiyah Depok, Senin (15/9/14) petang. Kuliah umum yang dihelat di lantai 4 tersebut mengusung tema "Pendidikan Islam dan Tantangan Pembentukan Karakter Bangsa di Era Globalisasi." STAI Al-Hamidiyah adalah lembaga pendidikan di bawah naungan Pesantren Al-Hamidiyah yang didirikan oleh tokoh NU, KH Ahmad Syaikhu.

Bedanya pesantren dengan lembaga lain, lanjut Lukman, santri hidup selama 24 jam di dalamnya. Untuk hidup bersama dengan orang-orang yang berbeda, menjadi modal sangat besar untuk menjadi Indonesia. “Setiap bayi yang lahir belum mengindonesia. Bayi itu masih sesuai dengan etnis orang tuanya. Kita menjadi Indonesia pertama kali ketika bersekolah atau duduk di bangku pendidikan,” terangnya.

PMII Cabang Tegal

Lukman menambahkan, yang tidak kalah penting, pesantren juga menentukan learning how to be (menjadi diri sendiri) setelah mengalami proses pendidikan selama kurun waktu tertentu. Oleh karenanya, karakter atau kepribadian sangat ditekankan pesantren. Sebab karakter adalah jati diri setiap manusia. “Nah, setiap manusia punya jiwa. Sementara jiwa dari sebuah bangsa itu terletak kepada karakter mayoritas warganya,” tegas dia.

PMII Cabang Tegal

Lukman didampingi Direktur Pendidikan Tinggi Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Prof Dr Dede Rosyada. Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat dan Kepala Kantor Kemenag Kota Depok juga hadir. Ketua Yayasan Islam Al-Hamidiyah Dr H Imam Susanto Syaikhu dan Pengasuh Pesantren Al-Hamidiyah KH Zainuddin Mashum Ali yang juga Rais Syuriah PCNU Kota Depok duduk mendampingi menteri.

Pantauan PMII Cabang Tegal, ratusan mahasiswa dan para dosen tampak serius memperhatikan pengarahan menteri agama. Sebelumnya, hadirin dibius oleh pemaparan narasumber pada sesi pertama yakni Emil Elestianto Dardak PhD, doktor termuda dari Ritsumeikan Asia Pasific University yang juga pengurus PCINU Jepang.

Usai sesi tanya-jawab dan penyerahan kenang-kenangan, Ketua Yayasan Dr H Imam Syaikhu mendampingi rombongan Menteri Agama menuju masjid pesantren yang berada di tengah-tengah Pesantren Al-Hamidiyah untuk jamaah shalat Maghrib. Di sebelah kanan masjid, Almaghfurlah KH Ahmad Syaikhu, sang pendiri pesantren, dimakamkan. (Ali Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sholawat, News PMII Cabang Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

Gubernur Jateng: Mari Cintai Indonesia dengan Shalawatan

Sragen, PMII Cabang Tegal. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hadir pada Akhirussanah Khotaman ke-VIII, Haul Masyayikh sekaligus memperingati Harlah NU ke-94 di Pondok Pesantren Mamba’uth Thoyyibah Sempurejo Jambangan Mondokan Sragen, Kamis (11/5).

Gubernur Jateng: Mari Cintai Indonesia dengan Shalawatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Jateng: Mari Cintai Indonesia dengan Shalawatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Jateng: Mari Cintai Indonesia dengan Shalawatan

Pada kesempatan itu, Gubernur mengajak warga untuk ikut mencintai bangsa, dengan bershalawat. “Mari mencintai Indonesia dengan cara masing-masing, salah satunya dengan shalawatan,” kata Ganjar di depan ribuan jamaah.

Menurutnya, dengan bershalawat, dapat menebarkan pesan cinta, damai dan membuat masyarakat bahagia.

PMII Cabang Tegal

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Al-Quar’aniyy Surakarta KH Abdul Karim Ahmad berpesan untuk senantiasa ikut menjaga generasi penerus, agar menjadi generasi yang saleh dan salihah. ”Jadikan anak-anak kita, anak yang salih dan salihah. Jangan jadikan mereka anak yang lemah,"

Dalam acara tersebut turut hadir pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf dan Rais Syuriyah PCNU Sragen KH Ahmad Riyadh Mushoffa, yang juga pengasuh pondok Mamba’uth Thoyyibah. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sholawat, Amalan PMII Cabang Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Gelar PKD, GP Ansor Ganding Angkat Tema Gerakan Rahmatan Lil Alamin

Sumenep, PMII Cabang Tegal - Pimpinan Anak Cabang Pragaan dan Ganding Kabupaten Sumenep melangsungkan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) di Pesantren Raudlatul Iman, Gadu Barat, Ganding, Sumenep, Jumat-Sabtu (22-23/1). Tema yang diangkat ialah "Gerakan GP Ansor adalah Gerakan Rahmatan LilAlamin".

Menurut Ketua GP Ansor Pragaan Moh Qudsi, tema ini berpijak pada upaya yang mesti dilakukan kader-kader GP Ansor dan kaum nahdliyin untuk serius dalam menyebarkan dan memantapkan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Gelar PKD, GP Ansor Ganding Angkat Tema Gerakan Rahmatan Lil Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar PKD, GP Ansor Ganding Angkat Tema Gerakan Rahmatan Lil Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar PKD, GP Ansor Ganding Angkat Tema Gerakan Rahmatan Lil Alamin

"Khususnya berkenaan dengan 4 nilai Aswaja yang harus diketengahkan dalam kehidupan berorganisasi, beragama, dan bernegara," ujar Moh Qudsi.

Nilai Aswaja yang dimaksud, terang Qudsi, mencakup pertama tawassuth yang dimaknai sebagai berdiri di tengah, moderat, tidak ekstrem, tetapi memiliki sikap dan pendirian yang teguh dalam menghadapi posisi dilematis antara yang liberal dan konservatif, kanan dan kiri, Jabariyah dan Qadariah dengan mempertimbangkan kemaslahatan umat dalam garis-garis tuntunan Al-Quran dan As-Sunnah.

PMII Cabang Tegal

"Kedua adalah tawazun, yang berarti keseimbangan dalam pola hubungan atau relasi, baik yang bersifat antarindividu, antarstruktur sosial, antara negara dan rakyatnya, maupun antara manusia dan alam," ujarnya.

PMII Cabang Tegal

Ketiga, tambahnya, ialah taadul, keadilan yang merupakan pola integral dari tawassuth, tasamuh, dan tawazun. Dengan adanya keseimbangan, toleran, dan moderat, maka akan mengarah pada sebuah nilai keadilan yang merupakan ajaran universal Aswaja.

"Setiap pemikiran, sikap dan relasi, harus selalu diselaraskan dengan nilai ini. Pemaknaan keadilan yang dimaksud di sini adalah keadilan sosial: kebenaran yang mengatur totalitas kehidupan politik, ekonomi, budaya, pendidikan, dan sebagainya," kata Qudsi.

Terakhir, ialah tasamuh atau toleran. Ini adalah sebuah pola sikap yang menghargai perbedaan, tidak memaksakan kehendak dan merasa benar sendiri. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Bahtsul Masail, Berita, Sholawat PMII Cabang Tegal

Kanada Buka Tangah untuk Pengungsi yang Izin Masuknya Ditunda Trump

Ottawa, PMII Cabang Tegal



Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pada Sabtu mengatakan, warga Kanada akan menyambut yang lari dari penganiayaan, teror dan perang, sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda izin masuk.

Kebijakan pemerintahan Trump adalah menunda empat bulan izin masuk pengungsi dari tujuh negara mayoritas Muslim ke Amerika Serikat.

Kanada Buka Tangah untuk Pengungsi yang Izin Masuknya Ditunda Trump (Sumber Gambar : Nu Online)
Kanada Buka Tangah untuk Pengungsi yang Izin Masuknya Ditunda Trump (Sumber Gambar : Nu Online)

Kanada Buka Tangah untuk Pengungsi yang Izin Masuknya Ditunda Trump

"Untuk yang melarikan diri dari penganiayaan, teror dan perang, warga Kanada akan menyambut Anda, terlepas dari agama Anda. Keberagaman adalah kekuatan kami #WelcomeToCanada," kata perdana menteri itu di Twitter-nya pada Sabtu.

Sementara itu, 300 penentang berkumpul di Bandar Udara Internasional Los Angeles (LAX) pada Sabtu malam untuk memperlihatkan kesetiakawanan kepada pengungsi dan pendatang Muslim, yang ditahan berdasarkan atas perintah Presiden Donald Trump "Muslim Ban".

Sambil meneriakkan "Trump harus pergi", "Tidak Trump, Tidak KKK, Tidak Ada Fasisme di USA", dan semboyan lain, kerumunan orang itu menyeru rakyat membangkang terhadap keputusan presiden pada Jumat, yang memberlakukan larangan bepergian 90 hari ke negeri itu oleh warga tujuh negara berpenduduk sebagian besar Muslim dan pembekuan 120 hari program pengungsi AS.

PMII Cabang Tegal

Sedikit-dikitnya tujuh warga negara asing ditahan di LAX dan diberitahu tidak lagi disambut, kata "Los Angeles Times" sebagaimana diberitakan Xinhua.

PMII Cabang Tegal

Harian tersebut menyatakan warga negara asing itu diperkenankan naik pesawat sebelum perintah tersebut berlaku.

Tuntutan pemrotes dikumandangkan oleh Wali Kota Los Angeles Eric Garcetti, yang pada Sabtu malam mentweet, "Los Angeles akan selalu menjadi tempat buat pengungsi."

Acara menyalakan lilin dan protes dijadwalkan diselenggarakan pada Ahad.

Larangan perjalanan Trump, yang oleh banyak pihak digambarkan sebagai "Muslim ban", telah menyulut kebingungan dan kekacauan di seluruh negeri itu dan memicu keprihatinan serta kecaman dari seluruh dunia.

Penentangan serupa meletus di bandar udara banyak kota besar lain. Di Chicago, lebih dari 1.000 orang berkumpul di Bandar Udara OHare. Di Denver, Colorado, puluhan pemrotes berkumpul di luar bandar udara internasional untuk memperlihatkan dukungan buat pengungsi.

Itu adalah akhir pekan kedua unjuk rasa di Los Angeles setelah Trump diambil sumpahnya. Lebih dari satu juta orang hadir pada akhir pekan sebelumnya untuk mengikuti Womens March. Demikian laporan Reuters. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Internasional, Sholawat, Sunnah PMII Cabang Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Islam Nusantara Punya Masa Depan Cerah

Banjarmasin, PMII Cabang Tegal

Kekhasan Islam yang tumbuh di negeri Khatulistiwa ini tidak ada bandingnya. Dari sisi jumlah, Indonesia berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Dari sisi aliran atau madzhab, Indonesia memayungi banyak aliran. Dari sisi budaya, Indonesia paling beragam, dan ramah dengan budaya serta tradisi lokal. Inilah Islam Nusantara, Islam yang memiliki masa depan cerah untuk dikaji dan menjadi rujukan kehidupan yang beradab. 



Islam Nusantara Punya Masa Depan Cerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Nusantara Punya Masa Depan Cerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Nusantara Punya Masa Depan Cerah

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama Republik Indonesia, Muhammad Ali dalam pembukaan Annual Conference on Islamic Studies (ACIS) ke-10 di Banjarmasin (1/11). Hadir dalam acara pembukaan itu mantan menteri agama KH Tholha Hasan, mantan menteri sekretaris kabinet Djohan Efendi, hakim Agung Abdurrahman, dan para pejabat setempat.

Masih Banyak Generasi Muda yang Tak Mengenal Pancasila

Banyuwangi, PMII Cabang Tegal

Generasi muda saat ini banyak yang tak lagi mengenal Pancasila. Tidak hanya dalam hal isi dan tujuan, bahkan sejarah bagaimana Pancasila terbentuk dan siapa saja yang terlibat banyak belum banyak yang mengetahui.

Demikian disampaikan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Banyuwangi Yahya Muzakki. Karenanya, ia menyambut baik terbitnya Keputusan Presiden (Keppres) yang menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila.

Masih Banyak Generasi Muda yang Tak Mengenal Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Masih Banyak Generasi Muda yang Tak Mengenal Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Masih Banyak Generasi Muda yang Tak Mengenal Pancasila

“Penetapan ini merupakan momentum penting bagi generasi muda untuk mengenal Pancasila,” ujarnya usai memimpin upacara pembacaan teks Pancasila di halaman depan basecamp IPNU Banyuwangi, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, pada Rabu (1/6) siang.

PMII Cabang Tegal

Selain upacara pembacaan teks Pancasila, acara peringatan tersebut juga dilanjutkan dengan diskusi tentang Pancasila bagi generasi muda. Problematika penyimpangan perilaku hukum dan radikalisme yang saat ini menjangkiti para pemuda maupun pelajar karena lemahnya pemahaman akan Pancasila.

PMII Cabang Tegal

Data dari Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKip) pada 2010 mengungkapkan, hampir 50 persen pelajar menyutujui tindakan radikal. Tidak hanya itu, data tersebut juga mengungkapkan 25 persen pelajar dan 21 persen menganggap Pancasila tidak lagi relevan. “Tentu ini preseden buruk bagi masa depan Pancasila bagi generasi muda,” papar Barur Rohim yang memimpin diskusi.

“Sebagai generasi muda yang mengakui bahwa Pancasila sebagai asas tunggal dalam kehidupan bernegara sudah sepatutnya kita menjadi garda depan dalam memahami, mengamalkan dan mempertahankan Pancasila,” lanjut Rohim.

Penetapan 1 Juni sendiri sebagai hari lahir Pancasila berangkat dari peristiwa 1 Juni 1945 ketika Ir. Soekarno pada saat sidang Badan Penyelidikan Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pada saat itu, dihadapan para peserta sidang, Bung Karno memapaparkan untuk pertama kalinya konsep Pancasila sebagai ideologi Negara Indonesia. “Pancaasila menurut Soekarno adalah philosofische grondslag, sebagai dasar filosofis Indonesia Merdeka,” pungkas Rohim. (Anang Lukman Afandi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sholawat, Budaya PMII Cabang Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Tahun ini, Jamaah “Jimat” Santuni Yatim 2 Kali Lipat

Subang, PMII Cabang Tegal. Salah satu kegiatan rutin tahunan jamaah Jimat (pengajian malam Jum`at) adalah menggelar santunan untuk anak yatim pada tanggal 10 muharam tahun ini. Kegiatan santunan digelar di Masjid Jami Dusun Wangun, Desa Rancabango, Kecamatan Patokbeusi, Subang, kamis (14/11) malam.

Tahun ini jumlah anak yatim meningkat  100 persen. Jika tahun kemarin jumlah anak yatim yang diberi santunan berjumlah 120 orang, tahun ini sebanyak 240 orang anak yatim.

Tahun ini, Jamaah  “Jimat” Santuni Yatim 2 Kali Lipat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun ini, Jamaah “Jimat” Santuni Yatim 2 Kali Lipat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun ini, Jamaah “Jimat” Santuni Yatim 2 Kali Lipat

Pengasuh Pengajian Malam Jum`at, Kiai Thala`al Badar Karim mengungkapkan, dana untuk kegiatan santunan ini diperoleh dari sumbangan para jamaah Jimat. Mereka berasal dari berbagai kalangan dan profesi yang ada di beberapa desa Kecamatan Patokbeusi.

PMII Cabang Tegal

“Simbol kekuatan muslim atau orang beriman adalah anak yatim. Semakin sejahtera anak yatim, menandakan keimanan kita kuat. Sebaliknya, jika masih banyak anak yang kurang sejahtera maka keimanan kita masih rendah,” terang Kiai yang sering disapa Kang Toto itu.

Sebab, lanjut Kang Toto yang juga Ketua MWCNU Patokbeusi, Alquran Surat Al-Maun ayat 1-3, menjelaskan perihal itu dengan terang.

PMII Cabang Tegal

Untuk itulah saya mengajak para jamaah untuk selalu berusaha meningkatkan kepedulian kepada anak-anak yatim, pungkasnya. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sholawat, Sejarah PMII Cabang Tegal

Kamis, 30 November 2017

Shalawat Akbar Sambut Tahun Baru 1438 H di Mimika

Mimika, PMII Cabang Tegal



Hari Ahad pagi (02/10) yang cerah di pegunungan Tembagapura, Mimika Papua, sinar matahari menghangatkan badan para muslimin dan muslimat warga Tembagapura, Ridge Camp dan rombongan jamaah dari dataran rendah untuk melangkahkan kaki menghadiri shalawat akbar dalam rangka memperingati tahun baru Hijriah 1438 H.

Shalawat Akbar Sambut Tahun Baru 1438 H di Mimika (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat Akbar Sambut Tahun Baru 1438 H di Mimika (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat Akbar Sambut Tahun Baru 1438 H di Mimika

Shalawat akbar dilaksanakan di Masjid Baiturrahman - Ridge Camp (RC), komplek tempat tinggal karyawan dari perusahaan tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) yang berada di ketinggian 2500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Acara ini terselenggara atas kerjasama yang baik antara pengurus Yayasan Masyarakat Muslim (YMM) PTFI dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) seluruh area PTFI dan MWC NU Tembagapura, Papua dengan tujuan untuk membangkitkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.?

Acara dihadiri oleh muslimin dan muslimat kurang lebih 700 orang jamaah YMM dan Warga Nahdliyin di Tembagapura dan Mimika

Acara dimulai tepat pukul 10:00 WIT dengan pembuka lantunan ayat-ayat suci Al-Quran yang dibacakan oleh Ust Asep Maosul. Sambutan dari YMM disampaikan oleh H Zulfallah dengan menekankan pentingnya acara seperti ini selain untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW juga untuk menjalin silaturahim antar jamaah YMM. Acara dilanjutkan dengan pembacaan shalawat yang dipimpin oleh para Ust YMM dan diiringi oleh tiga grup shalawat, yaitu grup shalawat Syifaul Qolbi dari DKM Darus Saadah TPRA dengan vokalis Pengurus MWC NU Tembagapura, Ust Hasyim Asari, Asyiqol Musthofa dari DKM Baiturrahman RC dan dari DKM Baiturrahim Kuala Kencana.

PMII Cabang Tegal

Waktu shalat Dhuhur tiba, acara dihentikan sementara untuk melaksanakan shalat barjamaah dan makan siang bersama. Waktu menunjukkan pukul 13:00 WIT, acara dilanjutkan dengan ceramah akbar oleh Ust Al-Habib Alwi Bin Ahmad bin Shahab dari Hadratulmaut Yaman dan Al-Habib Alawi Abdullah Hussein Al Aidrus dari Jakarta. Mereka berdua mengkisahkan bagaimana para sahabat Rasulullah mencintai Nabi Muhammad SAW dalam rangka ketaatan kepada Allah SWT. Dikisahkan juga bagaimana unta dan bahkan tumbuhan mencintai Rasulullah dan ingin selalu dekat dengan Rasulullah SAW.

H Ernanto selaku Ketua YMM, dan Mustasyar MWCNU Tembagapura mengharapkan acara seperti ini dapat istikomah dijalankan untuk ajang silaturahim warga YMM dan warga NU di area kerja PTFI. Ia menyampaikan bahwa YMM saat ini sedang berusaha untuk membukukan sejarah dan dakwah YMM di tanah Papua bersama tim PCNU Kab Mimika (Akhyar/Mukafi Niam)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Fragmen, Sholawat, Internasional PMII Cabang Tegal

Selasa, 21 November 2017

Kuliner Sore Ramadhan di Jalan Petak Damai

Nganjuk, PMII Cabang Tegal. Bulan Ramadhan memang bulan penuh berkah. Setiap Ramadhan tiba, tidak sedikit pasar dadakan digelar. Salah satu di antaranya pasar di kecamatan ? Bagor kabupaten Ngajuk itu, Pasar Sore Ramadhan di kelurahan Petak Damai, Nganjuk.

Kuliner Sore Ramadhan di Jalan Petak Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuliner Sore Ramadhan di Jalan Petak Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuliner Sore Ramadhan di Jalan Petak Damai

Di pasar yang membentang di sepanjang jalan Petak Damai ? ini, antrean panjang warga yang berdesakan bukan pemandangan baru. Banyak pengunjung datang untuk sekadar melihat-lihat atau membeli makanan buat hidangan buka puasa.

Berbagai macam aneka rupa makanan kecil hingga makanan utama dijajakan para pedagang yang berbaris memanjang dari pintu gerbang sampai pertengahan jalan kampung. Bagi pecinta wisata kuliner, pasar sore Petak Damai ? bisa menjadi rujukan yang menambah kaya khazanah di dunia kuliner.

PMII Cabang Tegal

Makanan khas jajanan pasar mendominasi hampir semua stan para pedagang. Sebut saja kue Lapis yang berwarna kuning kontras dengan warna coklat kehitaman di bagian bawah serta penempatan di nampan merah membuat makanan ini mencuri fokus setiap pengunjung.

PMII Cabang Tegal

"Jajanan pasar ini menjadi salah satu favorit pengunjung. Kita sering kewalahan dengan permintaan kue tersebut," kata Rika, salah seorang penduduk setempat.

Salah satu keunikan dari pasar ini adalah pemandangan pengunjung ? yang saling berdesakan satu dengan yang lain. Tidak ada ? keributan antarpengunjung. Toleransi pengunjung yang masuk dan keluar menjadi semacam kesepatakatan tidak tertulis.

Keunikan lainnya ialah tidak adanya kompetisi di antara para pedagang makanan itu. Semua menggelar dagangan. Semua percaya pada rezeki serta peruntungan masing-masing. Mereka bahkan saling bertukar uang kembalian, serta saling menawarkan dagangan tetangganya ketika mendengar ada permintaan pembeli yang tidak dapat dipenuhinya.

Untuk menjaga kenyamanan dan keamanan para pengunjung, kalangan mustadh’afin yang kurang beruntung hanya diwajibkan untuk menyiapkan kalengnya di bibir pintu masuk. Sementara pihak RT dan RW setempat bertanggung jawab sebagai pengelola pasar tersebut sehingga keteraturan bisa disaksikan di pasar sore ini. (Atik Fatmawati/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sholawat PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock