Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Kader PMII UII Ikuti Olimpiade Psikologi Nasional

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Dua kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari Universitas Islam Indonesia (UII) Muhammad Najih dan Annisa Nur Hasanah mengikuti Olimpiade Psikologi Nasional yang diselenggarakan di Surabaya, sejak Kamis (17/10) lalu.

Olimpiade Psikologi tingkat nasional diadakan di sepuluh universitas di Surabaya yang terdiri dari tujuh cabang lomba, dan diikuti oleh hampir seluruh universitas di seluruh Indonesia yang memiliki Program Studi Psikologi.

Kader PMII UII Ikuti Olimpiade Psikologi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII UII Ikuti Olimpiade Psikologi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII UII Ikuti Olimpiade Psikologi Nasional

Cabang lomba yang ada dalam olimpiade tersebut diantaranya adalah psychodebate (debat psikologi) dan psychoscience (cerdas cermat psikologi)

PMII Cabang Tegal

Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) UII sendiri hanya mengirimkan delegasinya untuk mengikuti dua cabang lomba di atas. Ada sepuluh mahasiswa yang bertolak ke Surabaya sebagai wakil dari FPSB UII termasuk Muhammad Najih dan Annisa Nur Hasanah, kader dari PMII Komisariat Wahid Hasyim Universiatas Islam Indonesia.

PMII Cabang Tegal

Muhammad Najih menjadi tim delegasi lomba psychodebate (debat psikologi) bersama dengan lima teman lainnya yiatu Diana Arum, Sulistyaningrum, Siti Kholidyah, Retno Manggaharti, dan Iswan Saputra. Najih selain tercatat sebagai sekretaris PMII UII, dirinya juga merupakan penerima Beasiswa Unggulan BPKLN Kemdikbud.

Kemudian, Annisa Nur Hasanah adalah merupakan kader PMII UII yang menjadi delegasi FPSB UII dalam bidang Psychoscience (cerdas cermat psikologi) bersama empat orang lainnya yaitu, Kusprayogi, Ni Putu Dara Retno, dan Abdi Winarni.

Dalam olimpiade tersebut dua kader PMII UII dan delapan mahasiswa lain yang mewakili FPSB UII tersebut mendapatkan hasil yang cukup memuaskan. Tim debat yang sebelumnya tidak berharap untuk dapat lolos dari babak penyisihan grup, ternyata dapat meneruskan langkahnya sampai kepada perempat final yang kemudian terhentikan langkahnya setelah dikalahkan oleh Universitas Pelita Harapan Surabaya.

Berbeda dengan tim debat, perwakilan dari tim cerdas cermat ternyata harus terhenti terlebih dahulu dibabak penyisihan.

Meski demikian, seluruh mahasiswa yang menjadi wakil dari FPSB UII tersebut mempunyai kebanggaan tersendiri berupa pengalaman yang tidak tergantikan dan dapat membangun persahabatan yang hangat dengan teman-teman dari universitas lain meski mereka memiliki latar belakang keyakinan agama dan juga ras berbeda. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax PMII Cabang Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Nekat, Kemenag Banyumas Tak Mau Tarik Buku SKI

Banyumas, PMII Cabang Tegal. Beberapa pekan terakhir, Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Indonesia digegerkan dengan munculnya sebuah tulisan "Berhala sekarang adalah kuburan para wali" pada buku panduan guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kelas VII Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Nekat, Kemenag Banyumas Tak Mau Tarik Buku SKI (Sumber Gambar : Nu Online)
Nekat, Kemenag Banyumas Tak Mau Tarik Buku SKI (Sumber Gambar : Nu Online)

Nekat, Kemenag Banyumas Tak Mau Tarik Buku SKI

Kalimat ini dinilai memicu sentimen Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA). Ujungnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan permintaan maaf kepada publik dan mencabut buku tersebut dari peredaran.

Namun, Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Banyumas, mempunyai sikap lain. Kepala kantor Kemenag, Bambang Sucipto mengatakan, buku kurikulum 2013 cetakan PT Macanan Jaya Cemerlang Klaten tersebut sudah dalam proses pendistribusian dan tetap akan diedarkan.

PMII Cabang Tegal

"Kami meminta penerbit tidak menarik buku tersebut dari peredaran karena buku tersebut bukan termasuk pegangan siswa, namun panduan bagi guru pengajar," ujar Bambang beberapa waktu lalu.

Menurutnya, jika buku ini ditarik dari peredaran, maka akan memakan waktu cukup lama. "Sebenarnya tinggal bagaimana cara guru menyampaikan kepada anak didiknya saja, saya rasa guru cukup selektif dalam menyampaikan materi SKI ini," jelasnya.

PMII Cabang Tegal

Kantor Kementerian Agama Banyumas, kata Bambang, akan mengusulkan kepada Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kemenag RI mengoreksi buku terbitannya itu.

Terpisah, Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Purwokerto, Ilhamudin meminta buku tersebut segera ditarik dari peredaran.

"Kami mendesak Kemenag Banyumas segera menarik buku ini dari edaran, sebab hal ini akan menghegemoni dunia pendidikan," ungkapnya.

Kepala MTs Maarif Nu Al-Hidayah Purwokerto, Charis Munandar mengatakan, meski buku SKI belum sampai di tangan guru, namun aktifitas pembelajaran masih efektif.

Menurutnya, materi pelajaran yang memberikan pengetahuan terkait sejarah dan kebudayaan Islam itu sudah disampaikan sejak awal masuk menggunakan soft copy yang di download oleh guru setempat.

"Jika ada tulisan yang mengandung SARA dalam LKS atau buku, guru pasti punya inisiatif tanggap cepat dan mengantisipasinya," ujar sekretaris Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Banyumas ini. (Agus Riyanto/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, Pertandingan, Sejarah PMII Cabang Tegal

Rais NU Jabar: Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain!

Garut, PMII Cabang Tegal - Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat KH M Nuh Addawami mengatakan, salah satu kunci kebahagiaan dunia dan akhirat adalah kasih sayang. Keselamatan manusia itu pun terletak pada rahmat (kasih sayang) Allah.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Cisurupan Garut ini menekankan untuk tidak mudah memarahi kesalahan orang lain atau mengejek perbuatannya. Sebab, menurutnya, sikap demikian itu merupakan ciri orang yang tak memiliki kasih sayang.

Rais NU Jabar: Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais NU Jabar: Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais NU Jabar: Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain!

"Orang yang memiliki kasih sayang adalah menyapa orang berbuat jelek dan mengajak pada hal baik,” ujar Kiai Nuh pada acara puncak Haul Pendiri dan Milad YPI al-Hikmah, Sabtu (18/2), di Garut, Jabar. Ia menyebut perilaku arif ini sebagai akhlak tawassuth alias tidak berlebihan.

PMII Cabang Tegal

Berdakwah itu mesti dilakukan dengan tidak membuat mereka takut. “Dakwah orang NU harus wasathan (berimbang), yang membuat jamaah bahagia, jika salah akan sedih mengikuti arahan. Cara berpikir dan bertindaknya Alhussunnah wal Jamaah yang menjadi dasar aqidahnya Nahdlatul Ulama dalam segala tindakannya thawassuth," tambahnya.

Kiai Nuh lantas mengutip Surat Al An’am 108 agar tak seenaknya menghina kelompok lain meski berseberangan secara akidah. "Janganlah kalian menghina berhala atau sembahan orang (kafir), karena (jika begitu) mereka akan menghina sembahanmu (Allah), sehingga kalian jadi penyebab menghinanya mereka pada Allah," pungkasnya.

PMII Cabang Tegal

Acara yang dilaksanakan di komplek yayasan ini dihadiri sekitar seribu jamaah antara lain dari Muslimat NU, GP Ansor, Fathayat NU, IPNU, IPPNU, guru-guru dan siswa madrasah, perwakilan pemerintah serta warga masyarakat sekitar. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, RMI NU, Kajian PMII Cabang Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

Tahun Baru Hijriyah, KBRI Damaskus Pulangkan 26 TKI Suriah ke Tanah Air

Suriah, PMII Cabang Tegal - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Damaskus melakukan pemulangan TKW-TKI gelombang ke-280 sebanyak 26 dari Suriah langsung dari bandara Damascus International Airport, Ahad (2/10). Pihak kedutaan melakukan repatriasi TKW-TKI secara perorangan ini di awal tahun baru hijriyah 1438 H.

Sebagian besar para TKW yang direpatriasi ini berasal dari Jawa Barat. Selebihnya berasal dari Jateng, Jatim, dan NTB. Mereka berhasil dipulangkan setelah permasalahan dan hak-haknya diselesaikan. Repatriasi kali ini didampingi oleh staf KBRI Damaskus Abdul Kholiq.

Tahun Baru Hijriyah, KBRI Damaskus Pulangkan 26 TKI Suriah ke Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Baru Hijriyah, KBRI Damaskus Pulangkan 26 TKI Suriah ke Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Baru Hijriyah, KBRI Damaskus Pulangkan 26 TKI Suriah ke Tanah Air

Mereka yang dipulangkan secara rinsi berasal dari Cianjur, Majalengka, Karawang, Banyuwangi, Sukabumi, Lombok Tengah, Cirebon, Indramayu, Gorontalo, Ende, Serang, Lombok Tengah NTB, Brebes, Pandeglang, Serang, Jember.

Pejabat Protokol Konsuler sekaligus Pejabat Penerangan Sosial Budaya AM Sidqi dalam pertemuan pemulangan mengatakan, “Pemerintah RI telah menghentikan secara permanen pengiriman tenaga kerja untuk sektor perorangan ke seluruh negara di Timur Tengah.”

PMII Cabang Tegal

Menurut Sidqi, dari 26 TKI yang dipulangkan itu diduga kuat terdapat enam korban perdagangan orang (TPPO) yang dikirim pascamoratorium penghentian penempatan TKI ke Suriah pada tahun 2011. Indikasi utamanya adalah tidak adanya perjanjian kerja atau kontrak kerja yang antara lain harus menyebutkan negara tujuan, besarnya gaji dan masa berlakunya kontrak/perjanjian kerja.

PMII Cabang Tegal

Sejak 2012, KBRI Damaskus telah merepatriasi sebanyak 12.510 WNI dalam 280 gelombang. Sementara pada tahun 2016, sebanyak 260 WNI dipulangkan dalam sembilan gelombang.

“KBRI Damaskus masih terus melakukan program repatriasi TKW dari Suriah dan telah masuk tahun keenam, tetapi disayangkan korban perdagangan manusia alias TKW ilegal masih terus masuk ke Suriah, sehingga program repatriasi ini tidak kunjung selesai,” pungkas Sidqi seperti dirilis Pensosbud KBRI Damaskus. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax, Internasional, IMNU PMII Cabang Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

LP Ma’arif Boyolali Tetap Jalankan 6 Hari Sekolah

Boyolali, PMII Cabang Tegal - Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Cabang Boyolali ikut menolak kebijakan lima hari sekolah. Menurutnya, kebijakan lima hari sekolah tidak serta merta membawa keuntungan bagi dunia pendidikan.

Hal ini disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Ma’arif NU Boyolali Gunanto.

LP Ma’arif Boyolali Tetap Jalankan 6 Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif Boyolali Tetap Jalankan 6 Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif Boyolali Tetap Jalankan 6 Hari Sekolah

Ia menambahkan, saat ini sekolah-sekolah di bawah lembaga pendidikan milik NU Boyolali masih menerapkan kebijakan enam hari sekolah.

PMII Cabang Tegal

”Sampai saat ini sekolah-sekolah di bawah kami, masih menerapkan enam hari sekolah,” terang Gunanto, Selasa (8/8).

Di wilayah Boyolali ada tujuh sekolah setingkat SLTA yang berada di bawah naungan Ma’arif, dua SMK dan lima Madrasah Aliyah (MA).

PMII Cabang Tegal

”Saya contohkan SMK Karya Nugraha. Meski enam hari sekolah, tapi pulangnya tetap jam 4 sore,” imbuhnya.

Lembaga Pendidikan Maarif NU Boyolali, ecara tegas menolak penerapan program lima hari sekolah. Sebanyak lima sekolah di bawah lembaga pendidikan milik Nahdlatul Ulama (NU), yang berada di wilayah Boyolali, pun selama ini tidak menerapkan kebijakan tersebut.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Boyolali Masruri, menyampaikan kebijakan FDS mestinya diuji dahulu sebelum diterapkan secara penuh.

“Dikaji bersama-sama. Apakah merugikan atau menguntungkan. Apakah semakin mencerdaskan atau tidak,” kata Masruri. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Ahlussunnah, Anti Hoax PMII Cabang Tegal

Senin, 05 Februari 2018

NU Bakung Santuni Yatim 2 Juta Per Anak

Blitar, PMII Cabang Tegal. Yayasan Budi Luhur Sejati milik Ranting NU Bakung Udanawu, Blitar, Jawa Timur menyantuni anak-anak yatim piatu Rp 2 juta, buku tulis, dan pakaian. Santunan diiringi nyanyian syair? Abu Nawas....

Duh pengeran kulo sanes ahli suwargo. Namung kulo mbeten kiat panas genine neroko...."

NU Bakung Santuni Yatim 2 Juta Per Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Bakung Santuni Yatim 2 Juta Per Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Bakung Santuni Yatim 2 Juta Per Anak

Ketua Yayasan Budi Luhur Sejati M. Juremi mengatakan, tahun ini jumlah NU menyantuni 36 anak. Masing-masing anak dapat Rp 2 juta, paket buku dan baju.

“Uang didapat dari para donatur dan hasil komplongan saat Pawai Ta’aruf? lalu. Semua bisa terkumpul Rp 72 juta dan bisa dibagi masing-masing anak Rp 2 Juta tadi,’’ katanya di sela santunan pada Selasa malam (18/10) di halaman MTs Ma’arif Udanawu, Blitar.

PMII Cabang Tegal

Ia mengapresiasi masyarakat Desa Bakung dan sekitarnya, khususnya warga nahdliyin dan nahdliyat yang berpartisipasi aktif dalam menundukung santunan tahun ini.

PMII Cabang Tegal

”Dukungan masyarakat? sangat besar, khususnya warga NU. Untuk itu, kami sampaikan terima kasih,’’ katanya.

Ia jelaskan, dari tahun ke tahun jumlah santunan terus meningkat. Dalam santunan kali keempat ini baik dana santunan dan yang disantuni bertambah. Tahun 2015 lalu ada 30 anak dan tahun 2016 ada 36 anak.

“Hingga kini NU belum memiliki panti. Insyaallah kita menargetkan tahun 2017, NU Bakung Udanawu sudah punya panti asuhan,’’ tandasnya.

Ikut hadir pada santunan itu, Ketua PCNU Kabupaten Blitar KH Masdain Rifai Ahyat. Rais Syuriyah MWCNU UdanawuKH Abdul Muhid, KH Syaikuddin Rohman dan seluruh pimpinan banom dan lembaga? NU.

Pada kesempatan itu ditampilkan juga Qori’Nasional Ustadz Moh. Basthomi dan grup rebana dari Pesantren Al-Ma’arif? Udanawu Blitar.

Sebelumnya, dibagikan tropi juara para pemenang lomba pawai ta’ruf yang diselenggarakan beberapa hari lalu. (imam kusnin ahmad/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, Anti Hoax, Khutbah PMII Cabang Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Iran Hukum Mati Pendiri Syiah Versi New Age

Teheran, PMII Cabang Tegal - Mohammad Ali Taheri, seorang pendiri aliran baru Islam Syiah ala New Age mendapat vonis hukuman mati dari pengadilan Iran.

Pengacara Taheri, Mahmoud Alizadeh Tabatabaei mengatakan bahwa pengadilan tersebut menghukum kliennya atas dasar tuduhan mendirikan sebuah sekte.

Iran Hukum Mati Pendiri Syiah Versi New Age (Sumber Gambar : Nu Online)
Iran Hukum Mati Pendiri Syiah Versi New Age (Sumber Gambar : Nu Online)

Iran Hukum Mati Pendiri Syiah Versi New Age

Seperti dikutip dari AP, pengacara tersebut mengaku pihaknya akan mengajukan banding dalam waktu 20 hari.

PMII Cabang Tegal

Pada tahun 2014, Taheri juga mendapat vonis hukuman mati atas tuduhan serupa namun pengadilan banding kemudian menolak putusan tersebut. Pria 61 tahun itu telah dipenjara sejak 2011, saat sebuah pengadilan memvonisnya lima tahun penjara karena kasus penodaan agama.

Dalam beberapa pekan belakangan ini, pihak berwenang dilaporkan sudah menahan puluhan pengikut Taheri.

PMII Cabang Tegal

Taheri juga telah melakukan penelitian tentang pengobatan alternatif. Pemimpin Iran menganggap keyakinan New Age sebagai ancaman terhadap prinsip-prinsip Islam. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Anti Hoax PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock