Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Milal Bizawie: Karakter Islam Nusantara Tidak Homogen

Jakarta, NU Onilne. Islam Nusantara mempunyai karakter yang khas, yakni tidak homogen. Umat Islam mempraktikkan ajaran dalam bentuk yang berbeda-beda. Nilai-nilai Islam mewujud dalam bermacam-macam tradisi yang diamalkan dari waktu ke waktu.

“Jawa Tengah dan Jawa Timur saja berbeda. Apalagi sampai ke Kalimantan dan Sulawesi,” kata sejarawan pesantren Zainul Milal Bizawie dalam diskusi Islam Nusantara di kampus utama STAINU Jakarta di kawasan Matraman Jakarta Pusat, Jum’at (8/5). Diskusi rutin ini diikuti para dosen dan pimpinan STAINU Jakarta.

Milal Bizawie: Karakter Islam Nusantara Tidak Homogen (Sumber Gambar : Nu Online)
Milal Bizawie: Karakter Islam Nusantara Tidak Homogen (Sumber Gambar : Nu Online)

Milal Bizawie: Karakter Islam Nusantara Tidak Homogen

Menurutnya, tradisi keagamaan yang berbeda itu tidak perlu diseragamkan. “Kalau diseragamkan ya jadinya kayak Arab Saudi,” kata penulis buku “Laskar Ulama Santri dan Resolusi Jihad” serta “Syekh Mutamakkin” itu.

PMII Cabang Tegal

STAINU Jakarta merupakan kampus yang pertama memelopori kajian Islam Nusantara. Dalam kesempatan itu, Milal mengingatkan, Islam Nusantara di STAINU bukan sekedar obyek penelitian. Sebaliknya, Islam Nusantara menjadi subyek atau semacam pisau analisa untuk mengamati dan menilai berbagai praktik keagamaan di luar.

PMII Cabang Tegal

Milal menambahkan, salah satu karakter Islam Nusantara dalam hal keilmuan seperti dipraktikkan di pesantren adalah prosesi pembaiatan. Ini berkaitan dengan sanad keilmuan dan pertanggungjawaban moral atas ilmu yang didapatkan.

Selain itu, Islam Nusantara mengenal konsep berkah atau barokah, dalam pengertian hubungan guru dan murid tidak berlangsung secara intelektual, tetapi juga spiritual. “Barokah inilah yang sekarang dihilangkan dari dunia akademis,” ujarnya. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, Humor Islam, Pondok Pesantren PMII Cabang Tegal

Minggu, 25 Februari 2018

KH Hafidz Utsman: Aksi Perusakan Masjid Ahmadiyah untuk Pecahbelah Umat

Bogor, PMII Cabang Tegal

Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga Ketua Majelis Ulama (MUI) Jawa Barat KH Hafidz Utsman mengakui adanya upaya-upaya pihak tertentu untuk memecahbelah umat Islam dan menciptakan instabilitas negara dengan memanfaatkan perbedaan pandangan agama dalam masyarakat.



KH Hafidz Utsman: Aksi Perusakan Masjid Ahmadiyah untuk Pecahbelah Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hafidz Utsman: Aksi Perusakan Masjid Ahmadiyah untuk Pecahbelah Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hafidz Utsman: Aksi Perusakan Masjid Ahmadiyah untuk Pecahbelah Umat

"Aksi-aksi anarkis yang dilakukan masyarakat terhadap pengikut aliran sesat merupakan upaya provokasi pihak tertentu untuk mengganggu keamanan negara," katanya usai memberikan pengarahan dalam apel siaga Danramil di lingkup Korem 061/Suryakencana, Babinsa dan pengurus Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) se-Bogor, Sukabumi, dan Cianjur di Bogor, Kamis (27/12).

"Aksi-aksi semacam itu bukan hanya untuk memecahbelah umat Islam, tapi lebih jauh lagi untuk mengganggu keamanan negara dan menciptakan instabilitas," kata Kiai Hafidz Usman.

PMII Cabang Tegal

Namun, ia tidak menjelaskan lebih jauh kelompok yang menginginkan ketidakstabilan keamanan di Indonesia, apakah dari dalam atau luar negeri.

PMII Cabang Tegal

Terkait aksi perusakan terhadap masjid milik pengikut aliran Ahmadiyah, ia mengatakan, aksi semacam itu tidak boleh dilakukan. "Kita harus mengajak mereka (pengikut aliran Ahmadiyah) untuk kembali ke jalan yang benar dengan cara baik-baik," katanya.

Di hadapan ratusan anggota Danramil Suryakencana dan pengurus DKM, ia mengimbau para tokoh agama dan ustadz untuk menghargai perbedaan yang ada dan tidak serta merta mencap pengikut aliran yang dianggap menyimpang sebagai kafir.

Kiai Hafidz juga mengimbau masyarakat agar menyikapi munculnya aliran-aliran sesat secara proporsional dan menegaskan kembali bahwa warga tidak mempunyai wewenang untuk melakukan eksekusi hukum atas keberadaan aliran sesat tersebut. "Kita ini negara hukum, jadi aparat hukum yang berwenang menindak," katanya.

Ia memberikan contoh, di masa Nabi Muhammad SAW, penindakan atas aliran yang menyimpang dari ajaran Islam diambil setelah melalui proses pendekatan. Hukuman pancung barulah diambil setelah mereka tetap tidak mau mengikuti ajaran yang benar.

"Dalam kasus Ahmadiyah, MUI masih terus melakukan pembinaan terhadap para pengikut aliran tersebut, sementara proses hukum juga terus berjalan," katanya.

Seperti diberitakan, Masjid Al-Istiqomah milik jemaah Ahmadiyah di Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pekan lalu dirusak sekelompok orang bercadar mirip "Ninja".

Seluruh kaca masjid berlantai dua tersebut hancur, sebagian genteng masjid pecah terkena lemparan batu. Perusakan disertai pembakaran itu juga menyebabkan sebagian dinding triplek pembatas ruang kelas dan seluruh rak buku pada ruangan terbakar.

Sebelumnya, aksi pengrusakan sejumlah rumah serta tempat ibadah milik pengikut Ahmadiyah juga terjadi di Desa Manis Lor, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Selasa (18/12).

Aksi itu, kemudian diikuti dengan penghancuran kaca jendela serta genteng tempat ibadah pengikut Ahmadiyah oleh sejumlah massa di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (19/12) lalu. (ant/sam)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, Nahdlatul PMII Cabang Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Reboisasi, SMA Maarif 1 Pamekasan Tanam 1.000 Pohon

Pamekasan, PMII Cabang Tegal. SMA Maarif 1 Pamekasan memiliki perhatian lebih terhadap aksi penghijauan kembali atau reboisasi. Hal itu sebagaimana tampak di Bumi Perkemahan SMA Maarif 1, Desa Terrak, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, melalui kegiatan penanaman seribu pohon.

Reboisasi, SMA Maarif 1 Pamekasan Tanam 1.000 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
Reboisasi, SMA Maarif 1 Pamekasan Tanam 1.000 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

Reboisasi, SMA Maarif 1 Pamekasan Tanam 1.000 Pohon

Acara yang berlangsung Selasa (15/13) tersebut dihadiri DPRD Pamekasan, pejabat dari Dinas Perhutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Pamekasan, Dinas Pendidikan, Dishubkominfo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Polsek Tlanakan, Ka Kwarcab, dan lainnya.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Ajib Abdullah menegaskan, sangat bagus dan cukup representatif kegiatan dengan penanaman seribu pohon ini. Dulu, kata Ajib, Desa Terrak merupakan desa yang sangat gersang dan tandus, tapi masyarakat sekitar mampu mengubah menjadi Desa Terrak yang hijau dan produktif.

PMII Cabang Tegal

"Dan itu diakui masyarakat karena keberadaan SMA Maarif 1 mampu menggerakkan siswa dan masyarakatnya dengan melibatkan kegiatan kepramukaan," terang Ajib.

PMII Cabang Tegal

Abu Siri selaku ketua panitia kegiatan menyatakan berterima kasih kepada Pemkab Pamekasan melalui dinas-dinas terkait yang telah banyak membantu terlaksananya kegiatan tersebut.

Ketua DPRD Halili mengatakan, setiap dirinya turun ke masyarakat selalu membawa dua sekolah, yakni SMA Maarif 1 dan SMK Putra Bangsa di Waru. Dua sekolah ini menjadi perhatiannya karena seluruh dewan guru dan muridnya mampu bekerjasama dan berprestasi.

"Tentu konsekuensinya dua sekolah ini punya beban yang tidak ringan, yakni dituntut untuk selalu berinovasi dan berprestasi," tandas Halili.

Acara yang diikuti 400 pelajar dan 300 undangan tersebut diakhiri dengan pelepasan siswa SMA Maarif 1 oleh Ketua DPRD Pamekasan Halilk untuk melanjutkan penanaman 1.000 pohon di sekitar kompleks sekolah dan di sekitar rumah-rumah warga. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nasional, PonPes, Hikmah PMII Cabang Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

IPPNU Targetkan Bangun 1000 Komisariat

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Meskipun secara formal, jumlah cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) lebih dari 300, tetapi harus diakui bahwa tak semua cabang tersebut benar-benar hidup dan mampu menjalankan aktifitasnya secara baik.

Untuk itu, Ketua Umum IPPNU periode 2009-2011 Margareth Aliyatul Maemunah menargetkan mampu membangun 1000 komisariat yang berada di sekolah dan pesantren dan struktur organisasi yang benar-benar hidup dan menjadi lahan pengkaderan yang baik.

IPPNU Targetkan Bangun 1000 Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Targetkan Bangun 1000 Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Targetkan Bangun 1000 Komisariat

“Masak dalam waktu 3 tahun ngak cukup, masak tak tercapai, yang penting ada keinginan bareng untuk mendirikan komisariat bersama-sama. Tak hanya ada struktur di pusat atau wilayah saja,” katanya, Kamis.

PMII Cabang Tegal

IPPNU saat ini masih dalam tahap transformasi dari organisasi Pemuda menjadi organisasi pelajar. Hal ini juga berpengaruh terhadap keberadaan struktur paling bawah yang dulu ranting, yang berbasis di desa menjadi komisariat yang berbasis di sekolah dan pesantren.

PMII Cabang Tegal

"Sekarang juga masih menjadi perdebatan apakah akan menghapus struktur ranting karena perubahan IPPNU menjadi organisasi pelajar sehingga basisnya harus di sekolah," katanya.

Evaluasi terhadap program 1000 komisariat ini menjadi salah satu agenda Rapimnas yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

Ia menuturkan, salah satu strategi untuk mengembangkan organisasi sampai tingkatan basis yang dilakukannya adalah memperkuat komunikasi dan jejaring sehingga bisa setiap fihak dapat menceritakan kiat sukses atau memberi solusi untuk menutupi kelemahan yang lain.

Dikatakannya, mengajak berorganisasi remaja sekarang cukup sulit karena kecenderungan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk jalan-jalan atau ke mall, apalagi harus keluar duit. "Mereka yang mau berorganisasi harus benar-benar ikhlas atau memiliki latar belakang keluarga yang mendidiknya untuk aktif di NU sejak kecil," paparnya.

Beragam Minat

Ia menambahkan, para kader IPPNU juga memiliki keragaman minat, mulai dari kepanduan, pecinta alam, jurnalistik, konseling Palang Merah Remaja (PMR) dan lainnya. Ia juga berusaha menyalurkan kader-kader tersebut sesuai dengan bidang yang diminatinya.

Seringkali, terdapat pilihan berat yang harus ditempuh, ketika menyalurkan seorang kader pada bidang tertentu, waktu yang mampu diberikan pada organisasi menjadi semakin berkurang.

“Saya memikirkan arah teman-teman ke mana, rata-rata pengurus kalau di tingkatan pusat kan guru, terserah, mereka mau masuk ke birokrasi atau apa, tergantung orangnya,” paparnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nusantara, Hikmah, Berita PMII Cabang Tegal

Senin, 05 Februari 2018

NU Bakung Santuni Yatim 2 Juta Per Anak

Blitar, PMII Cabang Tegal. Yayasan Budi Luhur Sejati milik Ranting NU Bakung Udanawu, Blitar, Jawa Timur menyantuni anak-anak yatim piatu Rp 2 juta, buku tulis, dan pakaian. Santunan diiringi nyanyian syair? Abu Nawas....

Duh pengeran kulo sanes ahli suwargo. Namung kulo mbeten kiat panas genine neroko...."

NU Bakung Santuni Yatim 2 Juta Per Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Bakung Santuni Yatim 2 Juta Per Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Bakung Santuni Yatim 2 Juta Per Anak

Ketua Yayasan Budi Luhur Sejati M. Juremi mengatakan, tahun ini jumlah NU menyantuni 36 anak. Masing-masing anak dapat Rp 2 juta, paket buku dan baju.

“Uang didapat dari para donatur dan hasil komplongan saat Pawai Ta’aruf? lalu. Semua bisa terkumpul Rp 72 juta dan bisa dibagi masing-masing anak Rp 2 Juta tadi,’’ katanya di sela santunan pada Selasa malam (18/10) di halaman MTs Ma’arif Udanawu, Blitar.

PMII Cabang Tegal

Ia mengapresiasi masyarakat Desa Bakung dan sekitarnya, khususnya warga nahdliyin dan nahdliyat yang berpartisipasi aktif dalam menundukung santunan tahun ini.

PMII Cabang Tegal

”Dukungan masyarakat? sangat besar, khususnya warga NU. Untuk itu, kami sampaikan terima kasih,’’ katanya.

Ia jelaskan, dari tahun ke tahun jumlah santunan terus meningkat. Dalam santunan kali keempat ini baik dana santunan dan yang disantuni bertambah. Tahun 2015 lalu ada 30 anak dan tahun 2016 ada 36 anak.

“Hingga kini NU belum memiliki panti. Insyaallah kita menargetkan tahun 2017, NU Bakung Udanawu sudah punya panti asuhan,’’ tandasnya.

Ikut hadir pada santunan itu, Ketua PCNU Kabupaten Blitar KH Masdain Rifai Ahyat. Rais Syuriyah MWCNU UdanawuKH Abdul Muhid, KH Syaikuddin Rohman dan seluruh pimpinan banom dan lembaga? NU.

Pada kesempatan itu ditampilkan juga Qori’Nasional Ustadz Moh. Basthomi dan grup rebana dari Pesantren Al-Ma’arif? Udanawu Blitar.

Sebelumnya, dibagikan tropi juara para pemenang lomba pawai ta’ruf yang diselenggarakan beberapa hari lalu. (imam kusnin ahmad/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, Anti Hoax, Khutbah PMII Cabang Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

Bagi Ibu Hamil Harus Perhatikan Hal Berikut Ini

Sidoarjo, PMII Cabang Tegal - Hamil adalah suatu hal yang perlu dipersiapkan. Tiga bulan sebelum kehamilan, seorang ibu hamil harus mengkonsumsi asam folat, nutrisinya juga harus terpenuhi. Hal itu diungkapkan dokter spesialis kandungan, Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, dr. Raz Fides Umi, kepada PMII Cabang Tegal di sela-sela seminar Awal Kehidupan Terbaik untuk Masa Depan Si Kecil di ruang pertemuan RSI Siti Hajar jalan Raden Patah, Sidoarjo, Sabtu (11/3).

"Awal kehidupan terbaik untuk masa depan si kecil ialah proses kehamilan dimulai sebelum kehamilan maupun setelah kehamilan. Seribu hari pertama merupakan hari pertama kehidupan dan hal paling penting terdapat 27 hari di saat kehamilan, 730 hari di saat setelah bayi itu dilahirkan," kata dr Umi.

Bagi Ibu Hamil Harus Perhatikan Hal Berikut Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagi Ibu Hamil Harus Perhatikan Hal Berikut Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagi Ibu Hamil Harus Perhatikan Hal Berikut Ini

Menurutnya, stimulasi sangat penting untuk mempersiapkan awal kehamilan. Pasalnya, saat ibu hamil diperlukan mengkonsumsi asam folat, nutrisi yang baik dan stimulasi, sehingga akan membuat tumbuh generasi yang optimal.

Lebih lanjut Umi menegaskan, setiap jam, harus ada gerakan dalam perut. Kalau tidak ada gerakan, seorang ibu harus merangsangnya dengan memberikan musik di perut supaya bayinya bisa terangsang. Jika sudah melakukan hal itu, namun tidak ada gerakan sama sekali, harus diperiksakan ke dokter. Karena dalam setiap jam harus ada gerakan dari si bayi.

PMII Cabang Tegal

"Dengan melakukan stimulasi dapat membentuk perkembangan otak yang optimal. Dan pada saat setelah melahirkan, pada usia 2 tahun? seorang ibu harus memberikan nutrisi yang optimal. Sebab, ibu yang pintar akan menghasilkan anak yang pintar, bukan karena bapaknya, tapi yang berpengaruh adalah ibunya," tegasnya. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

?

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, News PMII Cabang Tegal

NU Jateng Siap Musyawaroh, dari Politik hingga Harga Gabah

Cirebon, PMII Cabang Tegal. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah siap membahas persoalan pilitik dalam Bahsul Masail di acara Munas & Konbes NU di Kempek Cirebon.?

NU Jateng Siap Musyawaroh, dari Politik hingga Harga Gabah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jateng Siap Musyawaroh, dari Politik hingga Harga Gabah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jateng Siap Musyawaroh, dari Politik hingga Harga Gabah

Rais Syuriyah PWNU Jateng melalui Katib Syuriyah, KH Ubaidullah Sodaqoh ketika ditemui di lokasi Munas menjelamg acara pembukaan menyatakan, PWNU Jateng telah menyiapkan materi fiqhiyyah untuk membahas soal pemilihan umum, money politik, suap dan juga penentuan harga gabah oleh pemerintah.

"Kami siap membahas persoalan politik dan pemerintahan. Isu Pemilu san money politik akan kami bahas serius," ujar pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon Bugen Tlogosari Kota Semarang ini, Sabtu (15/9).

PMII Cabang Tegal

Kiai Ubed (panggilan akrab katib syuriyah ini), menguraikan, pemilihan umum yang termasuk pemilihan presiden dan kepala daerah haruslah diselenggarakan untuk dan demi kemaslahatan umat. Apabila membawa mafsadat, maka harus ditinjau ulang sistem dan tata cara pemilihannya.?

PMII Cabang Tegal

Menurutnya, salah satu pasal yang patut dibahas adalah sistem pemilihan langsung atau pemilihan perwakilan. Ahli fiqih ini mengatakan, NU telah mendapat masukan berbagai pihak agar meninjau ulang sistem pemilihan kepala daerah secara langsung. ?

Di dalam sejarah Islam, sambung dia, hanya dikenal pemilihan model perwakilan. Itupun hanya berlaku untuk imam (pemimpin) tertinggi dalam negara. Yakni pengangkatan para khalifah yang terkenal sebagai khulafaur rosyidin.?

Adapun pemilihan kepala daerah, yakni gubernur, bupati/walikota, dalam masa khalifah ditunjuk oleh imam. Bukan dipilih langsung oleh rakyat.?

"Dari sejarah khalifah bisa diambil rumusan fiqih bahwa kepala daerah ditunjuk oleh imam atau sulthon. Dalam ranah Indonesia ya oleh presiden," sambung dia.

Sistem Perwakilan

Selain dasar fiqih tersebut, tambah adik kandung KH Haris Sodaqoh ini, faktor maslahat perlu jadi pertimbangan untuk meninjau ulang model Pilkada langsung. Jika melalui politik uang dengan membeli suara rakyat serta menjadi penyebab suburnya korupsi sebagai akibat dari modal pencalonan yang mahal, maka patut diganti sistem perwakilan atau bahkan penunjukan oleh presiden.

"Pilkada langsung jika membawa kerusakan, ada politik uang dan menimbulkan korupsi, bisa saja diganti sistem perwakilan atau bahkan penunjukan langsung," imbuhnya.

Adapun jika memakai sistem perwakilan, sebagaimana dulu pernah dilaksanakan, harus benar-benar melalui proses yang benar. Para pemilihnya adalah ahlul halli wal aqdi. Bukan orang fasiq.? ?

Maka menurutnya, tanggung jawab semua warga negara adalah memilih orang yang baik dan adil untuk menjadi anggota dewan sebagai wakil rakyat.

"Syarat pemilih sebagai perwakilan rakyat adalah orang yg ahlul halli wal aqdi, tegasnya.

Mengutip qoul Imam Ghozali, Ubed menukilkan, kerusakan umaro karena kerusakan ulama, dan kerusakan ulama karena hubbud dun-ya (kecintaan pada harta benda).

Ulama dalam definisi Al-Ghozali, menurut tafsirannya, adalah DPR/DPRD. Sebab fungsi ulama di zaman Al-Ghozali hidup adalah sebagai dean penasehat dan pertimbangan Sulthon. Juga sebagai pengawas pemerintahan.?

"Di zaman Imam Ghozali belum ada trias politica. Jadi ulama yang beliau katakan dalam konteks sekarang adalah DPR/DPRD. Jadi kita harus memilih anggota parlemen yang tidak serakah harta. Tentu tidak yang koruptor, tandas Ubed.

Harga Gabah Harus Menguntungkan Petani

Lebih lanjut Kiai yang senang berdiskusi di dunia maya ini menyebutkan, pihaknya akan mengawal Bahsul Masail tema ekonomi dan pemerintahan Diantaranya terkait penentuan harga gabah oleh pemerintah.

Dia jelaskan, pemerintah secara umum wajib menjamin kesejahteraan rakyat. Perlindungan kepada petani dan pengaturan perdagangan adalah bagian tanggung jawab pemerintah.

Jika pemerintah ingin mengatur harga gabah, harus yang menguntungkan petani. Bulog sebagai lembaga yang melaksanakan pembelian serta pedagang swasta perlu diatur agar membeli gabah petani dengan harga yang layak. Tidak boleh seperti selama ini. Jika petani panen harganya murah, tapi kala musim tanam harga bibit mahal sekali. Ditambah beban harga pupuk yang sering tidak terkendali.?

Kontributor: Ichwan

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Hikmah, Olahraga PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock