Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Jatman Sumedang Gelar Ijazah Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani

Sumedang, PMII Cabang Tegal. Jamiyyah Ahlith Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (Jatman) atau asosiasi tarekat NU Kabupaten Sumedang melalui sayap organisasinya Majelis Nurul Burhan menggelar kegiatan ijazah kubro manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani, Rabu (26/9) malam.

Jatman Sumedang Gelar Ijazah Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani (Sumber Gambar : Nu Online)
Jatman Sumedang Gelar Ijazah Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani (Sumber Gambar : Nu Online)

Jatman Sumedang Gelar Ijazah Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani

Kegiatan yang bertempat di Aula PCNU Sumedang ini diikuti oleh pengurus NU, santri, dan masyarakat umum. Ijazah berarti pemberian sanad keilmuan yang lazim dilakukan di kalangan pesantren atau dunia tarekat.

Pemberi ijazah manaqib pada kesempatan itu ialah Habib Syarif Ahmad Mutholib,  putra Habib Hud Muhammad bin Yahya dari Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon. Kitab manaqib yang diijazahkan adalah Nurul Burhan. Kitab ini berisi sejarah perjalanan hidup Syekh Abdul Qodir al-Jailani.

Selain kitab Nurul Burhan, Habib Syarif juga mengijazahkan kitab dzikir Ya Hadiyyu. Kitab Ya Hadiyyu merupakan kitab ringkasan dari kitab manaqib Nurul Burhan.

Ketua Majlis Nurul Burhan, Asep Munawar mengatakan bahwa kegiatan ijazah ini merupakan program Majelis Nurul Burhan yang dilaksanakan setiap tahun. Ijazah malam ini merupakan tahun kedua yang dilaksanakan di Aula PCNU Sumedang. 

PMII Cabang Tegal

Sementara Ketua PCNU Sumedang, Sadulloh, memaparkan bahwa PCNU Sumedang telah memprakarsai kegiatan ijazah manaqib kubro ini. Ijazah pertama yang dilaksanakan di Sumedang bertempat di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah pada tahun 2014. Setelah itu baru dibentuk pengurus baru lembaga Jatman NU Sumedang dan diikuti juga dengan pembentukan organisasi sayap jatman NU Sumedang yang bernama Majelis Nurul Burhan. 

Mulai dari sana pembacaan manaqib dan dzikir kitab Ya Hadiyyu di Sumedang terus istiqamah dan mulai semarak, lanjut Sadulloh. "Pengurus PCNU Sumedang akan terus mendorong kegiatan ini karena kami menyadari bahwa ruh NU ada di dua badan otonom NU, yaitu Jatman NU dan JQH NU. Dua lembaga ini mewadahi orang ahli dzikir dan ahli Quran. Kalau dua lembaga ini tidak hidup maka akan kelihatan NU-nya juga tidak akan hidup," ujarnya.

Oleh karena itu, PCNU Sumedang mendorong dua badan otonom ini untuk terus membentuk kepengurusan sampai ke tingkat ranting. Kalau pengurus rantingnya sudah terbentuk maka kegiatan manaqib dan dzikir akan semakin semarak, kata Sadulloh. 

"Semoga kegiatan ijazah ini kedepanya selalu istiqomah terlaksana setiap tahunnya. Mohon kepada pengurus NU supaya lebih masif lagi dalam mendorong warga NU untuk mengikuti ijazah manaqib ini. Harapan kedepannya acara manaqib di Sumedang bisa terlaksana di setiap desa atau ranting secara serentak," tutup Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib) 

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal PonPes, Daerah, Kyai PMII Cabang Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Reboisasi, SMA Maarif 1 Pamekasan Tanam 1.000 Pohon

Pamekasan, PMII Cabang Tegal. SMA Maarif 1 Pamekasan memiliki perhatian lebih terhadap aksi penghijauan kembali atau reboisasi. Hal itu sebagaimana tampak di Bumi Perkemahan SMA Maarif 1, Desa Terrak, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, melalui kegiatan penanaman seribu pohon.

Reboisasi, SMA Maarif 1 Pamekasan Tanam 1.000 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
Reboisasi, SMA Maarif 1 Pamekasan Tanam 1.000 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

Reboisasi, SMA Maarif 1 Pamekasan Tanam 1.000 Pohon

Acara yang berlangsung Selasa (15/13) tersebut dihadiri DPRD Pamekasan, pejabat dari Dinas Perhutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Pamekasan, Dinas Pendidikan, Dishubkominfo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Polsek Tlanakan, Ka Kwarcab, dan lainnya.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Ajib Abdullah menegaskan, sangat bagus dan cukup representatif kegiatan dengan penanaman seribu pohon ini. Dulu, kata Ajib, Desa Terrak merupakan desa yang sangat gersang dan tandus, tapi masyarakat sekitar mampu mengubah menjadi Desa Terrak yang hijau dan produktif.

PMII Cabang Tegal

"Dan itu diakui masyarakat karena keberadaan SMA Maarif 1 mampu menggerakkan siswa dan masyarakatnya dengan melibatkan kegiatan kepramukaan," terang Ajib.

PMII Cabang Tegal

Abu Siri selaku ketua panitia kegiatan menyatakan berterima kasih kepada Pemkab Pamekasan melalui dinas-dinas terkait yang telah banyak membantu terlaksananya kegiatan tersebut.

Ketua DPRD Halili mengatakan, setiap dirinya turun ke masyarakat selalu membawa dua sekolah, yakni SMA Maarif 1 dan SMK Putra Bangsa di Waru. Dua sekolah ini menjadi perhatiannya karena seluruh dewan guru dan muridnya mampu bekerjasama dan berprestasi.

"Tentu konsekuensinya dua sekolah ini punya beban yang tidak ringan, yakni dituntut untuk selalu berinovasi dan berprestasi," tandas Halili.

Acara yang diikuti 400 pelajar dan 300 undangan tersebut diakhiri dengan pelepasan siswa SMA Maarif 1 oleh Ketua DPRD Pamekasan Halilk untuk melanjutkan penanaman 1.000 pohon di sekitar kompleks sekolah dan di sekitar rumah-rumah warga. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nasional, PonPes, Hikmah PMII Cabang Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

Mengambil Hikmah dari Tanda-Tanda Akhir Zaman

Pada hakikatnya, tidak ada satu pun makhluk di muka bumi ini yang dapat mengetahui kapan datangnya hari kiamat. Hanya Allah SWT yang dapat mengetahui kapan hari pembalasan itu akan tiba. Tetapi, Allah telah bermurah hati memberitahukan sedikit bocoran dari sekian banyak tanda-tanda akhir zaman. Ini tentu merupakan sifat kemurahan-Nya, agar kita sebagai hamba senantiasa waspada dan segera membekali diri dengan amalan-amalan ibadah sebagai sangu (bekal) hidup di akhirat kelak.

Imam Rofi’ie sengaja menyusun buku setebal 172 halaman ini, dengan tujuan yang sangat mulia, yakni agar kita selalu menyadari bahwa hari kiamat itu pasti nyata adanya, kendati tentang kapan waktunya masih dirahasiakan oleh Allah SWT. Dan sebagai hamba-Nya yang beriman, kita dapat menelisik tanda-tanda datangnya hari kiamat tersebut melalui bukti-bukti autentik yang bersumber dari al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi.

Mengambil Hikmah dari Tanda-Tanda Akhir Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengambil Hikmah dari Tanda-Tanda Akhir Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengambil Hikmah dari Tanda-Tanda Akhir Zaman

Di antara tanda-tanda akhir zaman, sebagaimana pernah disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW adalah; ketika amanah telah disia-siakan, seperti; menyerahkan sebuah urusan (permasalahan) kepada orang yang bukan ahlinya. Pada dasarnya, menyia-nyiakan amanah terjadi karena disebabkan beberapa faktor, antara lain; ketika seseorang memiliki ambisi yang tidak sesuai dengan keinginan masyarakat luas, ingin memperkaya diri sendiri, minimnya ilmu pengetahuan agama, dan lain-lain.

Di negeri tercinta ini, tentu bisa kita lihat secara kasat mata, banyak pemimpin atau pejabat yang tidak lagi bisa dipercaya. Mereka kerap “menyia-nyiakan” amanah yang telah dipercayakan rakyat kepada mereka. Menyia-nyiakan di sini memiliki makna bahwa orang yang bersangkutan memendam karakter acuh tak acuh terhadap sesama, hanya mementingkan urusan perut sendiri, tak peduli jika orang lain sengsara akibat ulahnya (halaman 27-28).

PMII Cabang Tegal

Tanda-tanda akhir zaman yang berikutnya adalah ketika kebohongan semakin merajalela. Berbohong adalah sebuah sifat sekaligus penyakit berbahaya dalam kehidupan bermasyarakat. Berbohong, sebagaimana pernah diterangkan oleh Nabi Muhammad SAW, merupakan salah satu dari tanda-tandanya orang munafik. Sementara, agama mana pun di dunia ini, mengajarkan bahwa sikap orang munafik merupakan perbuatan keji dan seyogianya kita hindari. Di zaman sekarang ini, tentu kita dapat menyaksikan aksi-aksi kebohongan telah mulai marak bahkan menjadi hal yang lumrah. Ironisnya, mereka melakukan kebohongan secara terang-terangan tanpa merasa bahwa dirinya bersalah (halaman 31-35).

PMII Cabang Tegal

Bermegah-megahan dalam membangun masjid juga menjadi pertanda bahwa hari kiamat telah semakin dekat. Maksud dari “bermegah-megahan” di sini adalah ketika seseorang membangun masjid hanya untuk kebanggaan dan kesombongan hingga terpecahnya kerukunan di antara umat. Sementara masjid tersebut kosong atau sepi tanpa diisi dengan berbagai kegiatan ibadah (halaman 44).

Agama Islam sangat memuliakan kaum perempuan dan sangat menjunjung tinggi kehormatannya. Termasuk dalam tata cara berpakaian mereka pun syariat Islam telah mengaturnya dengan bijak, dengan tujuan agar mereka menjadi perempuan yang mulia dan terhormat, baik di mata sesama manusia, terlebih di mata agama (halaman 52-53). Jika kaum perempuan sudah tak lagi memiliki rasa malu mengumbar lekuk-lekuk keindahan tubuhnya, bahkan mereka kemudian merasa bangga memamerkan aurat di depan umum, maka ini menjadi sebuah indikasi bahwa hari kiamat telah semakin dekat (halaman 57).

Masih banyak tanda-tanda akhir zaman yang dipaparkan dalam buku ini. Seperti; semakin terkikisnya ilmu pengetahuan dari muka bumi ini. Sebagaimana kita ketahui bahwa menimba ilmu (terutama ilmu agama) menjadi sebuah keharusan bagi setiap individu. Namun, pada kenyataannya, ilmu-ilmu agama semakin menyusut dari waktu ke waktu. Ini bisa dibuktikan dengan ketidakmampuan umat Islam untuk melaksanakan hal-hal yang telah diajaran dalam agama Islam. 

Bahkan, yang sangat menyedihkan, umat Islam semakin sedikit yang berminat mempelajari agamanya sendiri. Mereka lebih cenderung mengikuti tren budaya Barat yang sebagian besar bertentangan dengan syariat Islam. Sementara itu, kecanggihan teknologi semakin diminati untuk hal-hal negatif dan orang-orang yang pintar dalam masalah agama semakin hilang ditelan bumi. 

Terkait hal ini, Rasulullah pernah bersabda bahwa Allah SWT tidak akan menghilangkan ilmu secara sekaligus dari (dada) manusia. Akan tetapi, Allah akan menghilangkan ilmu agama dengan mewafatkan para ulama. Ketika tiada lagi para ulama, maka yang akan menjadi pemimpin di muka bumi ini adalah orang-orang jahil (bodoh) yang berfatwa tanpa berdasarkan ilmu pengetahuan, sehingga keberadaan para pemimpin yang seperti itu tergolong sesat dan menyesatkan orang lain (halaman 154-156).

Judul Buku : Kenali Peristiwa-peristiwa Tanda Akhir Zaman

Penulis : Imam Rofi’ie

Penerbit : Najah

Cetakan : I, September 2013

Tebal : 172 halaman

ISBN : 978-602-7663-66-4

Peresensi: Sam Edy Yuswanto, penulis lepas, bermukim di Kebumen

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal PonPes, Ulama, Humor Islam PMII Cabang Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Aktif di IPNU dan IPPNU Sekarang, Bermanfaat di Masyarakat Kelak

Kendal, PMII Cabang Tegal. Ketua Pimpinan Cabang Ikaatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Kendal Kholid Abdillah mengatakan, bahwa berorganisasi di IPNU dan IPPNU hari ini akan bermanfaat ketika bermasyarakat kelak.

Menurut Kholid, di organisasi IPNU dan IPPNU sudah menyiapkan perbekalan untuk hidup bermasyarakat.

Aktif di IPNU dan IPPNU Sekarang, Bermanfaat di Masyarakat Kelak (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktif di IPNU dan IPPNU Sekarang, Bermanfaat di Masyarakat Kelak (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktif di IPNU dan IPPNU Sekarang, Bermanfaat di Masyarakat Kelak

"Organisasi itu sangat penting bagi kita yang nanti hidup bermasyarakat. Bekalnya yaitu manajemen organisasi. Seseorang yang berpendidikan tinggi pun tidak akan memberikan manfaat yang banyak bagi masyarakat apabila tidak pernah ikut organisasi," jelasnya dalam forum Diskusi dan Sosialisasi IPNU-IPPNU di kalangan Santri dan Pelajar di gedung MWCNU Kecamatan Pageruyung, Ahad (14/2).

PMII Cabang Tegal

Hal senada disampaikan Wakil Ketua IPPNU Kendal Afifah? Rahmawati. Menurut dia, dalam bermasyarakat? dibutuhkan pengalaman dan proses yang perlu dijalani oleh setiap kader IPNU-IPPNU.

PMII Cabang Tegal

"Proses dalam organisasi? itu merupakan nyawa diri kita sendiri. Prosesnya baik, hasilnya juga akan baik. Prosesnya berhenti di tengah jalan, ya mana ada hasilnya," ujar Afifah.

Sedangkan Wakil Ketua IPNU Kendal Abdul Rokhim, menyampaikan bahwa dengan cara hidup disiplin kita mempunyai satu bekal yang dibutuhkan dalam bermasyarakat.

"Berorganisasi merupakan suatu harta yang sangat berharga yang dimiliki masing-masing pengurus maupun anggota. Itu sangat mahal harganya, tidak bisa didapat di sekolah maupun tempat lain," pungkasnya.

Sejak dilantik sebulan lalu, Pimpinan Cabang Ikaatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten? Kendal? Jawa Tengah gencar melakukan sosialisasi dan kaderisasi. Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga keaktifan IPNU-IPPNU di tingkatan Anak Cabang maupun Ranting dan Komisariat.

Karena itulah, Pimpinan Cabang mendukung? penuh setiap kegiatan yang dilakukan Pimpinan Anak Cabang maupun Pimpinan Ranting dan Komisariat. Karena dengan demikian akan mempermudah sosialisasi dan kaderisasi.

"Kita mendukung penuh setiap kegiatan IPNU-IPPNU yang diadakan oleh PAC-PAC se-Kabupaten Kendal," ujar Kholid. (Skn/f/Alw)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pesantren, Cerita, PonPes PMII Cabang Tegal

Bagaimana Sejarah Munculnya Gusdurian?

Yogyakarta, PMII Cabang Tegal. Hadir dalam acara bertajuk Tahlil dan Doa Bersama Memperingati Haul ke-4 Gus Dur dan Wafatnya Kiai Sahal di Laboratorium Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (8/2) Putri Gus Dur, Allisa Wahid bicara tentang sejarah Gusdurian.

“UIN Sunan Kalijaga memiliki sejarah yang panjang ya. Karena ibu saya dulu kuliahnya juga di sini. Apalagi, Gusdurian awalnya juga muncul dari kampus ini,” ujar Allisa Wahid mengawali sambutannya.

Bagaimana Sejarah Munculnya Gusdurian? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Sejarah Munculnya Gusdurian? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Sejarah Munculnya Gusdurian?

“Pada tahun 80-an ketika banyak aliran keagamaan yang muncul, kemudian banyak teman-teman UIN Sunan Kalijaga yang menyebut diri mereka sebagai Gusdurian atau orang-orang yang mengikuti Gus Dur,” tambahnya.

PMII Cabang Tegal

Selain berbicara tentang sejarah Gusdurian, Allisa Wahid juga menyampaikan tentang betapa pentingnya menghormati para guru.

“Kita ini memiliki tradisi yang sangat luar biasa bahwa menghormati guru-guru kita itu lebih penting dari apa pun. Makanya ketika Kiai Sahal wafat, bisa tidak bisa saya dan teman-teman harus datang ke sana untuk memberikan penghormatan kepada guru yang telah mengajarkan banyak hal kepada kita,” ujarnya.

PMII Cabang Tegal

Dalam acara tersebut, Allisa Wahid juga mengomentari Lomba Video Pemuda Bicara Gus Dur yang digagas oleh Senat Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga.

“Ini istimewa karena kita berbicara gagasan yang besar tapi menggunakan strategi yang modern. Video-video tersebut ketika ditaruh di Youtube itu kan termasuk sudah modern,” pungkas Alissa. (rokhim/sholikhin/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal PonPes PMII Cabang Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Pendirian Sekolah Formal Jangan Hilangkan Jati Diri Pesantren

Jombang, PMII Cabang Tegal. Meningkatnya jumlah pondok pesantren dengan membuka sekolah formal hendaknya tidak menggeser tradisi yang telah mapan. Bahkan, lembaga pendidikan tersebut seharusnya justru memperkokoh tradisi yang sudah ada.

Penegasan ini disampaikan Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof Dr KH Imam Suprayogo saat mengisi seminar nasional “Eksistensi Pendidikan Pesantren dalam Sistem Pendidikan Nasional” di Pascasarjana Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Selasa (11/3).

Pendirian Sekolah Formal Jangan Hilangkan Jati Diri Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendirian Sekolah Formal Jangan Hilangkan Jati Diri Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendirian Sekolah Formal Jangan Hilangkan Jati Diri Pesantren

Bagi Imam, dalam perjalanannya pesantren ternyata tidak bisa menutup mata dengan perkembangan baru yang mengitari. Jika dahulu pesantren hanya sebagai tempat mengaji ilmu agama memalui sistem sorogan, wetonan dan bandongan, maka saat ini telah membuka pendidikan sistem klasikal. “Bahkan program baru yang berwajah modern dan formal seperti madrasah, sekolah dan bahkan universitas juga ada di pesantren,” katanya.

PMII Cabang Tegal

Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim ini mengatakan, “Adaptasi adalah bentuk keniscayaan tanpa mengilangkan ciri khas yang dimiliki pesantren.”

Apa hal yang tidak boleh hilang dalam tradisi di pesantren? Yakni pengajaran agama secara utuh. “Sejak awal, pesantren diorientasikan kepada bagaimana para santri dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam secara baik. Pendidikan pesantren adalah pendidikan Islam yang berusaha mengantarkan para santri menjadi alim dan shalih, bukan menjadi pegawai atau pejabat,” terangnya.

PMII Cabang Tegal

Hal lain yang menarik dari pesantren adalah tidak dikenalnya tradisi menyontek, apalagi memalsu daftar nilai, ijazah, dan membuat program yang berorientasi kepada aspek formal dengan menanggalkan aspek substansial.”Karena itu cukup rasional kalau pesantren tidak mengenal program kelas jauh dan kelas eksklusif berupa kuliah Sabtu-Minggu yang dikhawatirkan dapat memerosotkan kualitas pendidikannya,” ungkap Prof Imam.

Pada saat yang bersamaan, pesantren senantiasa diisi dengan nilai keikhlasan, ridha, tawadhu’, karamah, barakah dan semacamnya. “Inilah letak perbedaan antara pesantren dengan pendidikan modern, termasuk sekolah dan universitas,” katanya.

Dengan menyitir pandangan Prof H A Mukti Ali, mantan Menteri Agama RI, Prof Imam mengingatkan ungkapan bahwa pesantren adalah pesantren, dan tidak akan pernah ada ulama yang lahir dari lembaga selain pesantren.

Karena itu, Prof Imam sangat menyayangkan bila ada seseorang atau kelompok yang mengecilkan arti pesantren. “Pesantren adalah satu-satunya institusi yang berhasil melakukan transmisi Islam dan bahkan bagi kemajuan bangsa ini,” katanya. “Sebab kemuliaan pesantren terletak bukan semata kepada orientasi materi, tetapi keberadaannya lebih diorientasikan kepada memperkaya ilmu dan keluhuran budi,” lanjutnya.

Disamping Prof Imam, seminar ini menghadirkan DR H Suwendi dari Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI dan DR KH Salahuddin Wahid selaku Rektor Unhasy. (Syaifullah/Mahbib)?

?

foto ilustrasi: .net

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal PonPes PMII Cabang Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

PB PMII Minta Pemerintah Lebih Serius Perhatikan Keamanan di Papua

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Penyerangan terhadap umat Islam dan pembakaran masjid di Kabupaten Tolikara Papua di saat Hari Raya Idul Fitri merupakan insiden yang sangat memprihatinkan.?

PB PMII Minta Pemerintah Lebih Serius Perhatikan Keamanan di Papua (Sumber Gambar : Nu Online)
PB PMII Minta Pemerintah Lebih Serius Perhatikan Keamanan di Papua (Sumber Gambar : Nu Online)

PB PMII Minta Pemerintah Lebih Serius Perhatikan Keamanan di Papua

PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menilai penyerangan umat Islam dan pembakaran masjid di Kabupaten Tolikara menunjukkan bahwa pemerintah masih lemah dalam menangkal aksi-aksi intoleransi antar umat beragama.?

"Ini bukti, bahwa pemerintah tidak serius dalam menjaga keamanan dan mewujudkan toleransi antar umat beragama di Papua," ujar Ketua Umum PB PMII, Aminuddin Maruf di Jakarta, Sabtu (18/8).?

PMII Cabang Tegal

Menurut Amin, kejadian pembakaran tersebut harus menjadi bahan evaluasi Presiden Jokowi dalam menilai kinerja kabinetnya nanti pasca lebaran.?

PMII Cabang Tegal

"Kejadian ini harusnya menjadi bahan evaluasi Presiden untuk menilai kinerja kabinetnya. Kenapa masih ada kecolongan aksi kekerasan atas nama agama di Papua," tandasnya.

Kejadian pembakaran masjid di saat Hari Raya Idul Fitri, menurut Amin, menunjukkan bahwa keinginan pemerintah memberikan perhatian khusus kepada Papua dan daerah kawasan timur Indonesia masih belum terbukti.?

"Jaminan keamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah itu adalah persoalan fundamental yang harus diberikan pemerintah," tandasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pertandingan, PonPes, Sunnah PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock