Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Februari 2018

Aktif di IPNU dan IPPNU Sekarang, Bermanfaat di Masyarakat Kelak

Kendal, PMII Cabang Tegal. Ketua Pimpinan Cabang Ikaatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Kendal Kholid Abdillah mengatakan, bahwa berorganisasi di IPNU dan IPPNU hari ini akan bermanfaat ketika bermasyarakat kelak.

Menurut Kholid, di organisasi IPNU dan IPPNU sudah menyiapkan perbekalan untuk hidup bermasyarakat.

Aktif di IPNU dan IPPNU Sekarang, Bermanfaat di Masyarakat Kelak (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktif di IPNU dan IPPNU Sekarang, Bermanfaat di Masyarakat Kelak (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktif di IPNU dan IPPNU Sekarang, Bermanfaat di Masyarakat Kelak

"Organisasi itu sangat penting bagi kita yang nanti hidup bermasyarakat. Bekalnya yaitu manajemen organisasi. Seseorang yang berpendidikan tinggi pun tidak akan memberikan manfaat yang banyak bagi masyarakat apabila tidak pernah ikut organisasi," jelasnya dalam forum Diskusi dan Sosialisasi IPNU-IPPNU di kalangan Santri dan Pelajar di gedung MWCNU Kecamatan Pageruyung, Ahad (14/2).

PMII Cabang Tegal

Hal senada disampaikan Wakil Ketua IPPNU Kendal Afifah? Rahmawati. Menurut dia, dalam bermasyarakat? dibutuhkan pengalaman dan proses yang perlu dijalani oleh setiap kader IPNU-IPPNU.

PMII Cabang Tegal

"Proses dalam organisasi? itu merupakan nyawa diri kita sendiri. Prosesnya baik, hasilnya juga akan baik. Prosesnya berhenti di tengah jalan, ya mana ada hasilnya," ujar Afifah.

Sedangkan Wakil Ketua IPNU Kendal Abdul Rokhim, menyampaikan bahwa dengan cara hidup disiplin kita mempunyai satu bekal yang dibutuhkan dalam bermasyarakat.

"Berorganisasi merupakan suatu harta yang sangat berharga yang dimiliki masing-masing pengurus maupun anggota. Itu sangat mahal harganya, tidak bisa didapat di sekolah maupun tempat lain," pungkasnya.

Sejak dilantik sebulan lalu, Pimpinan Cabang Ikaatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten? Kendal? Jawa Tengah gencar melakukan sosialisasi dan kaderisasi. Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga keaktifan IPNU-IPPNU di tingkatan Anak Cabang maupun Ranting dan Komisariat.

Karena itulah, Pimpinan Cabang mendukung? penuh setiap kegiatan yang dilakukan Pimpinan Anak Cabang maupun Pimpinan Ranting dan Komisariat. Karena dengan demikian akan mempermudah sosialisasi dan kaderisasi.

"Kita mendukung penuh setiap kegiatan IPNU-IPPNU yang diadakan oleh PAC-PAC se-Kabupaten Kendal," ujar Kholid. (Skn/f/Alw)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pesantren, Cerita, PonPes PMII Cabang Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Bandung Segera Jadi Lautan Mengaji

Bandung, PMII Cabang Tegal



Tak kurang dari 50 ribu santri se-Jawa Barat akan menjadikan Bandung sebagai Lautan Mengaji pada Sabtu (20/5). Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Raya Bandung, Jalan Asia-Afrika, ribuan santri akan melakukan 1000 kali khatam Al-Quran yang dipimpin langsung inisiator Nusantara Mengaji, Muhaimin Iskandar.

Bandung Segera Jadi Lautan Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Bandung Segera Jadi Lautan Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Bandung Segera Jadi Lautan Mengaji

Koordinator Wilayah Nusantara Mengaji Jawa Barat, Cucun A Syamsurizal mengatakan, selain khatam Al-Quran, dilakukan pula Shalat Subuh berjamaah. Pasalnya acara dimulai sejak pukul 03.00.

"Selepas Shalat Subuh berjamaah dilakukan persiapan jalan santai menuju Monumen Bandung Lautan Api Tegal Lega," kata Cucun, Selasa (16/5).

Menurut Cucun, Bandung Lautan Mengaji ini sebagai tindak lanjut dari program Nusantara Mengaji yang digagas Muhaimin Iskandar. Dan untuk wilayah Jawa Barat dipusatkan di Bandung.

PMII Cabang Tegal

Saat rapat, seluruh perwakilan Pesantren di Jawa Barat akan mengirimkan santri dan santriwatinya dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat. Termasuk para tokoh masyarakat dan ulama di Jawa Barat.

Sekretaris Panitia, Ahmad Irfan Alawi mengungkapkan teknis acara ketika jalan santai. Massa santri yang laki-laki akan jalan kaki menuju Monumen Bandung Lautan Api dengan mengenakan sarung, berbaju koko dan berpeci. Di perjalanan akan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Syubbanul Wathan sebagai penegasan kebangsaan di Jawa Barat.

"Pak Muhaimin Iskandar pun ikut jalan kaki. Dan setibanya di Monumen Bandung Lautan Api langsung orasi kebangsaan," ujarnya. (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Internasional, Cerita, Kyai PMII Cabang Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Banser dan Ansor Pematangsiantar Turut Upacara Kemerdekaan

Pematangsiantar, PMII Cabang Tegal. Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Pematangsiantar turut serta dalam upacara pengibaran bendera merah putih dalam memperingati Hari Ulang Tahun RI ke-71 pada 17 Agustus 2016 lalu. Hal ini sebagai komitmen Banser dalam menjaga NKRI dan sebagai penghormatan kepada pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan.

Banser dan Ansor Pematangsiantar Turut Upacara Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser dan Ansor Pematangsiantar Turut Upacara Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser dan Ansor Pematangsiantar Turut Upacara Kemerdekaan

Upacara pengibaran bendera merah putih dilaksanakan di Lapangan H. Adam Malik Pematangsiantar dengan Inspektur Upacara Pj Walikota Pematangsiantar Jumsadi Damanik. Elemen organisasi lain yang ikut serta di antaranya TNI, Polri, mahasiswa, siswa, SKPD dan beberapa OKP.

Kesatuan Banser di lapangan upacara dikomandoi Kepala Satkorcab Banser Sartono. Selain Banser, PC GP Ansor Kota Pematangsiantar juga hadir sebagai undangan yang dipimpin Ketua PC GP Ansor Arjuna.

PMII Cabang Tegal

Sebelum uapacara dimulai, Ketua PC GP Ansor Kota Pematangsiantar mengatakan, makna dalam upacara peringatan kemerdekaan RI? ke 71 ini adalah untuk menghargai dan mengenang jasa para pahlawan. Tak hanya itu, tapi juga untuk meningkatkan rasa kecintaan kita terhadap tanah air.

PMII Cabang Tegal

“Dan sesuai dengan tema Dirgahayu RI ke 71, kita harus kerja nyata berbuat untuk kebaikan,” ungkapnya. (Fajar Prabowo/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Cerita PMII Cabang Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Kekerasan Sebabkan Partisipasi Pembangunan dari Perempuan dan Anak Rendah

Jombang, PMII Cabang Tegal. Meskipun dikenal sebagai kota santri, tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jombang Jawa Timur lumayan tinggi. Dibutuhkan partisipasi semua pihak, termasuk Muslimat NU untuk menanggulanginya. Nyai Hj Mundjidah Wahab mengemukakan, penting bagi kita semua bergandeng tangan untuk peduli dan ikut menyelesaikan persoalan ini.

Penjelasan tersebut disampaikan Nyai Mundjidah, sapaan akrabnya ketika membuka sosialisasi kekerasan terhadap perempuan dan anak yang diselenggarakan di kantor setempat, jalan Juanda Jombang, Kamis (15/9).

Kekerasan Sebabkan Partisipasi Pembangunan dari Perempuan dan Anak Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kekerasan Sebabkan Partisipasi Pembangunan dari Perempuan dan Anak Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kekerasan Sebabkan Partisipasi Pembangunan dari Perempuan dan Anak Rendah

"Kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan rintangan terhadap keberhasilan pembangunan karena korban menjadi tidak percaya diri," kata Wakil Bupati Jombang tersebut. Akibat kekerasan, partisipasi perempuan di tingkat sosial menjadi rendah, termasuk berkurangnya otonomi pada masalah kesehatan, ekonomi, politik dan budaya, lanjutnya.

Sedangkan salah seorang pemateri, Siti Rofiah mengemukakan bahwa data di Womens Crisis Center (WCC) Jombang menunjukkan bahwa sejak Januari hingga Agustus kekerasan terhadap perempuan dan anak sebanyak 35 kasus.

"Saat ini banyak dihadapi berbagai kasus tindak kekerasan yang korbannya adalah anak dan perempuan," kata aktifis bidang advokasi di WCC Jombang ini. Tingginya angka tersebut menjadi persoalan bagi semua pihak untuk turut bertanggung jawab mencari solusi.?

PMII Cabang Tegal

"Salah satu solusinya adalah bekerjasama dengan aktifis Muslimat NU sebagai ormas perempuan yang di dalam kepengurusannya juga terdapat ibu nyai," kata dosen Universitas Hasyim Asyari Tebuireng ini.

Dengan terobosan tersebut diharapkan mampu meminimalisir dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jombang. "Sehingga dalam pengajian maupun ceramah yang disampaikan ibu nyai bisa menyinggung tentang apa itu kekerasan, mengapa korban kekerasan cenderung dialami kelompok rentan yakni anak dan perempuan," terangnya. Juga yang tidak kalah penting bagaimana mencari solusi atas kekerasan yang ada, lanjutnya.

Di akhir penjelaan, Siti Rofiah cukup prihatin lantaran di antara mereka yang melakukan adalah mengetahui dan sadar dengan tindakan kekerasan tersebut. "Para Pelakunya justru mengetahui dan pernah melakukannya," pungkasnya. Kegiatan ini diikuti oleh 21 Pimpinan Anak Cabang Muslimat se-Jombang. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Cerita PMII Cabang Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Demo KPU, 4 Aktivis PMII Bandung Terluka

Bandung, PMII Cabang Tegal. Empat aktivis PMII Cabang Kabupaten Bandung mengalami luka berat akibat represi aparat keamanan saat berunjuk rasa di halaman kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat, Senin (28/01).

Keempat orang itu adalah Muhsin Haitami, Hamdani Huliman, Kalis Romi Tanji dan Dhomiri Al-Ghozali. Korban aksi kekerasan tersebut dirawat di Rumah Sakit Al-Islam, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung.

Demo KPU, 4 Aktivis PMII Bandung Terluka (Sumber Gambar : Nu Online)
Demo KPU, 4 Aktivis PMII Bandung Terluka (Sumber Gambar : Nu Online)

Demo KPU, 4 Aktivis PMII Bandung Terluka

Menurut rilis yang diterima PMII Cabang Tegal, dua di antara korban tersebut sudah pulang. Sementara sisanya masih dalam perawatan.

PMII Cabang Tegal

Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Jawa Barat Edi Rusyandi, mengatakan aksi tersebut adalah menyampaikan beberapa tuntutan terhadap Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat.

PMII Cabang Tegal

Pasalnya, KPU dianggap telah gagal dalam mempersiapkan pelaksanaan Pilgub Jabar tahun 2013 yang menghabiskan dana hingga Rp 1 Trilun lebih. Diantara kegagalan tersebut adalah proses lelang surat suara, minimnya sosialisasi, serta penyusutan daftar pemilih tetap (DPT).

“Mulanya aksi berlangsung tertib. Keributan terjadi akibat provokasi aparat yang menangkap salah satu massa aksi. Padahal pada saat itu massa aksi sudah berangsur untuk membubarkan diri dari lokasi aksi," ujar Edi.

Atas dasar peristiwa tersebut, PKC PMII Jawa Barat menyatakan sikap; pertama, mengecam tindakan represif aparat polisi terhadap aksi demontrasi PMII Kabupaten Bandung di KPU Jawa Barat.

Kedua, PKC PMII Jawa Barat mendukung sepenuhnya aksi yang dilakukan oleh PC PMII Kabupaten Bandung. Ketiga, mendesak institusi polisi dalam hal ini Polrestabes Bandung dan Polda Jabar untuk menindak tegas anggotanya yang melakukan tindak kekerasan terhadap kader PMII Kabupaten Bandung.

Keempat, mendesak Kepala Polrestabes Bandung untuk menyampaikan permohonan maaf secara institusi di media baik cetak maupun elektronik selama 7 (tujuh) hari berturut-turut; Kelima, jika permintaan ini tidak diperhatikan, PKC PMII Jawa Barat akan menggelar aksi besar-besaran untuk menduduki KPU Jawa Barat. Keenam, mengintruksikan kepada PC PMII Se Jawa Barat untuk menggelar aksi solidaritas atasaksi kekerasan yang dilakukan oleh aparat Polrestabes Bandung.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nahdlatul, RMI NU, Cerita PMII Cabang Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Dalam Urusan Kebangsaan, Kepala Daerah Perlu Mencontoh Dedi Mulyadi

Cirebon, PMII Cabang Tegal



Cendekiawan Muslim Nahdlatul Ulama Marzuki Wahid menilai, pernyataan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terkait dengan pentingnya kepala daerah menjadi pelopor kebhinekaan dan pelindung toleransi merupakan sikap yang baik untuk disambut para kepala daerah lain.

Karena itu menurut Marzuki Wahid, kepala daerah di seluruh Indonesia harus menjadikan pesan presiden itu sebagai modal untuk melakukan tindakan-tindakan konkret dalam pencegahan gerakan Islam radikal dan gerakan-gerakan intoleran.

Dalam Urusan Kebangsaan, Kepala Daerah Perlu Mencontoh Dedi Mulyadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalam Urusan Kebangsaan, Kepala Daerah Perlu Mencontoh Dedi Mulyadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalam Urusan Kebangsaan, Kepala Daerah Perlu Mencontoh Dedi Mulyadi

"Pesan presiden itu menandakan ada situasi yang harus direspon secara cepat. Kalau tidak ada persoalan serius di lapangan tentu presiden tidak perlu berpesan karena kebhinekaan dan toleransi merupakan amanat mendasar bagi kepala daerah. Lebih penting lagi, pesan presiden ini cocok untuk kepala-kepala daerah di Jawa Barat," kata Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU ini di Kantor Fahmina Cirebon, Kamis, 11/2/2016.

Dalam pandangan Marzuki, kepala-kepala daerah di Jawa Barat kebanyakan tidak sensitif dengan isu radikalisme dan intoleran, padahal Jawa Barat merupakan salah satu daerah yang banyak dijadikan aksi-aksi kelompok radikal.

PMII Cabang Tegal

"Kecuali Bupati Purwakarta, (Dedi Mulyadi-red) kepala daerah di Jawa Barat ini tidak punya strategi jitu. Dedi Mulyadi melangkah lebih maju memperjelas dirinya adalah pelindung rakyat, pengawal Pancasila dan secara tegas berani berada di barisan Islam moderat untuk melindungi toleransi dan kebhinekaan. Itu Bupati Dedi Mulyadi patut dicontoh kepala daerah lain,” katanya.?

Ia mencontohkan Sekolah ideologi kebangsaan Pancasila merupakan bukti konkret Dedi Mulyadi. Demikian juga sikap-sikap politiknya yang selalu pro kebhinekaan dan pro toleransi.?

“Dalam urusan kebangsaan, kepala daerah di Indonesia perlu meneladani Dedi Mulyadi," terangnya.

PMII Cabang Tegal

Menurut Marzuki, kepala daerah merupakan pihak yang paling strategis untuk membendung paham radikalisme yang sering menimbulkan kerusakan di masyarakat dengan aksi-aksi politik radikalnya seperti menuduh Bupati Purwakarta sebagai penyebar kemusyrikan, menghasut masyarakat untuk menekan kelompok Ahmadiyah, mengobarkan kebencian terhadap Syiah dan lain sebagainya.

"Gubernur Aher mestinya tegas terhadap kelompok itu. Tapi tampaknya Aher punya cara pandang lain yang entah kenapa kemudian sering membiarkan kelompok-kelompok intoleran seperti FPI, Annas, FUUI bebas berkeliaran di Jawa Barat," terangnya. (Amin/Husain/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Cerita, Daerah PMII Cabang Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Pembelajaran Hidup di Pesantren

Oleh Anggi Afriansyah



Beragam alasan orang tua untuk memasukan putra-putrinya ke pesantren. Mulai dari ingin anaknya berakhlak baik, pandai mengaji, mandiri, ataupun memiliki karakter kuat sebagai seorang Muslim.

Pembelajaran Hidup di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembelajaran Hidup di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembelajaran Hidup di Pesantren

Ada juga kalangan orang tua yang mengirimkan anak ke pesantren karena tak sanggup lagi mendidik anak-anaknya.? Tak tahan dengan sikap anak-anak mereka. Mereka berharap akan ada perubahan positif yang terjadi setelah putra-putrinya mendapat pendidikan di pesantren.

PMII Cabang Tegal

Harapan orang tua tersebut tentu tak salah. Pendidikan di pesantren memang mengedepankan disiplin diri dan menuntut tanggung jawab pribadi. Jika di rumah masing-masing santri bebas mengatur waktu, di pesantren mereka terikat pada aturan yang dibuat oleh pesantren.

PMII Cabang Tegal

Waktu dijadwal sepresisi mungkin. Mulai dari bangun tidur sampai malam menjelang. Mengaji, sekolah, shalat, olah raga, maupun aktivitas lain diatur sedemikian ketat. Tak heran jika seleksi alam berlaku, mulai dari santri menjejakan kakinya di pesantren.

Tak semua santri mampu bertahan. Hanya yang kuat yang sanggup bertahan. Beberapa misalnya menyerah karena tidak tahan dengan disiplin yang diterapkan. Atau ada juga yang mengeluh karena aturan pesantren yang dianggap kaku.

Mentalitas dan daya tahan di segala kondisi hidup inilah yang penting bagi konstruksi karakter santri. Mereka langsung belajar mengatasi permasalahan-permasalahan di dalam maupun di luar dirinya. Belajar bernegosiasi dengan diri dan orang lain. Memposisikan diri pada keterbatasan yang mereka hadapi selama di pesantren.

Maka ketika ada lembaga pendidikan pesantren menawarkan kemewahan fasilitas pendidikan justru akan kontraproduktif dengan semangat dan nilai-nilai pesantren. Fasilitas lengkap digunakan untuk memudahkan proses pembelajaran, bukan justru memanjakan.

Di pesantren, setiap santri ditempa melalui proses panjang. Tak ada istilah instan bagi seorang santri dalam upaya untuk memperoleh pendidikan di pesantren. Ilmu dan ahli ilmu benar-benar dihormati.

Ada kekhasan dalam penghormatan para santri terhadap para ahli ilmu. Bukan sekadar penghormatan formal, seperti di pendidikan formal. Seperti yang diungkap oleh Gus Dur dalam bukunya Menggerakan Tradisi: Esai-Esai Pesantren (Wahid, 2001) bahwa seorang santri seumur hidup akan terikat dengan kiainya, minimal sebagai sumber inspirasi dan sebagai penunjang moral dalam kehidupan pribadinya.

Kesan mendalam terhadap kiai juga tercermin dalam kisah yang disampaikan oleh KH Saifuddin Zuhri dalam bukunya Guruku Orang-orang Pesantren (Zuhri, 2001). Salah satunya misalnya, bagaimana sang kiai terkesan dengan gurunya Ustadz Mursyid yang menerapkan kedisiplinan tanpa paksaan. Ketika kedisiplinan pertama kali diinternalisasikan lewat dongeng, kisah, nasihat dan yang paling penting melalui perbuatan sehari-hari.

Para santri pun dihadapkan pada permasalahan-permasalahan riil dalam masyarakat. Bagaimana berlatih berorganisasi ditempa selama di pesantren.

Para santri juga biasa bergaul dengan beragam komunitas. Beragam budaya dan adat hadir di pesantren menyebabkan mereka terbiasa bergaul lintas kultur. Mereka terbiasa menghadapi perbedaan, menghadapi keberagaman. Karena santri yang memasuki pesantren biasanya berasal dari beragam kalangan. Bervariasi dari kelas sosial, ekonomi, maupun budaya. Santri tak pernah gagap dengan mereka yang berbeda.

Hal tersebut sesungguhnya bekal penting bagi mereka sebelum terjun dan mengabdikan diri di masyarakat. Selain belajar menjadi seorang yang memahami kaidah keagamaan secara baik, juga belajar menjadi Indonesia.

Di pesantren juga diajarkan beragam tradisi pemikiran. Varian madzhab dikenalkan kepada santri. Mereka berhadapan langsung dengan argumentasi pemikiran dari beragam tradisi ilmu. Mereka belajar menghormati cara pandang ulama dalam menafsirkan Al Quran dan Hadist. Diajarkan tidak alergi terhadap perbedaan. Ruang dialog tetap dibuka, karena masing-masing pihak tentu punya argumentasi.

Modernisasi yang terjadi di pesantren tentu tak bisa dihindarkan. Teknologi yang masuk, pola-pola baru dalam proses pendidikan, dan beragam hal lainya bukan musuh yang harus dihindari. Komponen-komponen tersebut harus dapat dimanfaatkan untuk melejitkan prestasi para santri. Yang terpenting adalah nilai-nilai positif dari pesantren yang sudah teruji zaman harus tetap lestari. Pewarisan nilai inilah yang penting.

Pesantren tak boleh gagap terhadap kemajuan zaman, tetapi juga harus mampu mengatur ritme. Setiap pesantren tentu memiliki visi yang berbeda tentang arah pendidikannya. Yang perlu mendapat perhatian adalah bagaimana visi itu dapat dituju tanpa meninggalkan acuan-acuan lama yang dianggap sudah baik.

*Alumni Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat. Saat ini menjadi Peneliti di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian Sunnah, Cerita, Warta PMII Cabang Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

12 Pesantren Ikuti Workshop Gerakan Anti Narkoba di Malaysia

Kuala Lumpur, PMII Cabang Tegal
Sebanyak dua puluh lima orang dari 12 pesantren di Indonesia mengikuti Workshop for Religious Leaders on Drug Demand Reduction, dari tanggal 12 hingga 17 Desember 2004 di Kuala Lumpur. Program ini adalah sebagian dari realisasi MoU antara PBNU dan BNN (Badan Narkotika Nasional) RI, pada tanggal 25 November 2004.
 
Workshop ini dihadiri oleh 6 negara, yaitu : Malaysia, Indonesia, Afganistan, Pakistan, Filipina, Thailand, dengan disponsori oleh Colombo Plan, Pemerintah Malaysia dan Bureau of International Narcotics and Law Enforcement Affairs, USA.

Hadir dari Indonesia, yaitu Irjend. Pol. Drs. Arifin Rachim (Wakil Kalakhar BNN). Dri PBNU hadir HM Rozy Munir, SE MSc, Prof. DR. KH. Said Aqil Siradj, dan DR. Bina Suhendra.

Dalam makalahnya yang berjudul Understanding Addiction of Islamic Perspective, Said Aqil menekankan bahwa  kemajuan sains dan teknologi harus seiring dengan akidah dan muamallah serta dilandasi akhlaqul Karimah. Dengan demikian, seseorang akan selamat dari hal-hal yang dapat menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan.

“Kita harus menolak kemajuan sains dan teknologi yang meruntuhkan nilai-nilai agama. Sebagai contoh, kemampuan manusia dalam bidang kimia telah digunakan oleh beberapa orang untuk membuat ectasy, heroin, Shabu dan sebagainya yang akan menghancurkan generasi muda,” tandasnya.

Jika kebiasaan buruk tersebut berkembang dan generasi muda Indonesia dikuasai oleh narkoba, maka kehancuran tinggal menunggu waktu saja.

“Akankah kita membiarkan anak-anak kita, murid-murid kita kehilangan masa depannya? Tentu saja jawabannya adalah TIDAK. Namun masalahnya tidak dapat ditangani hanya dengan menjawab TIDAK. Kita membutuhkan peran pemerintah, ulama, profesional, LSM, generasi muda, pesantren, dan seluruh komunitas untuk bekerja secara sistematis dan konsisten agar dapat menyelamatkan generasi muda,” tambahnya.

Pondok pesantren yang mengikuti workshop tersebut adalah Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta,  PP Asshiddiqiyah Jakarta, Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya, PP Darul Ulum Jombang, PP Sabilul Hasanah Jambi, PP Al Hikam Malang, PP Asshomadiyah Bangkalan dan Pondok Pesantren Dar El Hikmah Riau. Delegasi Indonesia dari kalangan pesantren dipimpin oleh Dr. Syahrizal Syarif, MPH, PhD (Lembaga Sosial Mabarrot NU).

Dari hasil workshop, khusus untuk Pesantren, rencana kerja berikutnya adalah mengupayakan advokasi antara BNN, PBNU, Dinas Kesehatan serta instansi terkait dan dilanjutkan dengan mengadakan sosialisasi mengenai narkoba, identifikasi data/ wilayah sekitar pesantren serta memperluas jaringan. Sementara, pihak Colombo Plan akan membuat panduan tentang gerakan anti-narkoba, khususnya di pesantren, bersama PBNU dan BNN. Adapun pertemuan berikutnya akan diselenggarakan di Indonesia tahun 2005.

Kontributor : Citra Fitri Agustina

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Cerita PMII Cabang Tegal

12 Pesantren Ikuti Workshop Gerakan Anti Narkoba di Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
12 Pesantren Ikuti Workshop Gerakan Anti Narkoba di Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

12 Pesantren Ikuti Workshop Gerakan Anti Narkoba di Malaysia

Jumat, 08 Desember 2017

Masjid Agung Ar-Raudlah, Pengikat Sejarah Kota Kraksaan

Probolinggo, PMII Cabang Tegal. Masjid Agung Ar Raudlah berada di titik nol pusat Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Bangunan yang sekarang megah ini, merupakan salah satu pengikat sejarah dari sosok Kiai Ronggo. Ulama se-Kota Kraksaan sepakat, menasbihkan pria bernama asli H Abdul Wahab ini sebagai pejuang syiar Islam.

Masjid Agung Ar-Raudlah, Pengikat Sejarah Kota Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Agung Ar-Raudlah, Pengikat Sejarah Kota Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Agung Ar-Raudlah, Pengikat Sejarah Kota Kraksaan

Ulama meyakini adanya karomah. Sugesti religi ini, merupakan anugerah yang dimiliki seseorang dan keistimewaan itu tidak bisa diulangi, dengan melapalkan mantera. Tapi, ? terjadi karena ? keistimewaan yang secara khusus diturunkan sang pencipta, kepada ? orang pilihan yang dikenal khusyuk dalam berdzikir, berdoa dan beribadah.?

Satu keistimewaan yang nampak, makamnya ramai dibanjiri peziarah yang meyakini doanya bisa dikabulkan jika berdoa di dekat pesarean Kiai Ronggo. Bukan itu saja, Kiai Ronggo juga ditasbihkan sebagai salah satu pejuang syiar Islam di wilayah Kota Kraksaan zaman dulu.

PMII Cabang Tegal

Kesaksian sejarah itu diungkapkan Sekretaris Umum MUI (Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Probolinggo KH Shihabudin Sholeh. Pengasuh Pesantren Darul Hikmah Desa Sidopekso Kecamatan Kraksaan ini, memaparkan soal sejarah antara Masjid Agung Ar Raudlah dan Kiai Ronggo.

PMII Cabang Tegal

Kiai Shihab mengungkapkan sosok Kiai Ronggo. Menurutnya, dia ? merupakan pejuang agama Islam di Kraksaan. Hal itu bisa dilihat dari salah satu peninggalannya yang masih terjaga hingga saat ini, yakni Masjid Ar Raudlah di pusat Alun-Alun Kota Kraksaan.

Meski telah direhab, bangunan masjid itu masih dijaga bentuk keaslian yang dibuat oleh Kiai Ronggo beserta para santrinya. Di antaranya, empat pilar di dalam masjid, bedug dan sumur. Seringkali, sumur itu masih dimanfaatkan oleh sejumlah warga untuk beberapa kepentingan, seperti untuk penyembuhan dan lain sebagainya.

“Salah satu manfaat yang bisa dipetik hingga saat ini, menurut kami tidak masalah. Karena biar bagaimanapun hal itu semuanya atas izin Allah SWT,” ungkapnya, Jum’at (24/4).

Namun yang paling dikenal, sosok Kiai Ronggo itu merupakan seorang bangsawan yang religius, dia adalah sosok penerus wali songo yang membangun dan menyebarkan agama Islam yang tidak sepotong-potong. “Total dalam menyebarkan agama Islam, sampai tuntas, beliau juga terus berjuang dan tidak pernah lelah untuk agama Islam,” ungkapnya.

Hal itu sejalan dengan keterangan salah satu keturunan Kiai Ronggo, H Jarot. Menurutnya selama mengajarkan ilmu di suatu desa, pasti ? berlangsung hingga berbulan-bulan. Dengan artian, Kiai Ronggo tidak akan meninggalkan daerah tersebut sebelum santrinya sudah mengerti agama Islam. (Syamsul Akbar/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Humor Islam, Cerita PMII Cabang Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Ajengan Tubagus Bakri Merespon Gerakan Wahabisme

Bagaimana Mama Sempur merespon gerakan Wahhabisme dari Nejd? Sebagai ajengan yang hidup di Jawa Barat, beliau menulis buku dalam bahasa Sunda sebagai panduan untuk menghadapi gerakan politik yang menggunakan baju agama tersebut. Mama Sempur ataua Ajengan Tubagus Ahmad Bakri bin Tubagus Seda, demikian nama lengkapnya, menulis buku “Îdhâh al-Karâthaniyyah fî Mâ Yata’allaq bi Dhalâlâh al-Wahhâbiyyah”.





Ajengan Tubagus Bakri Merespon Gerakan Wahabisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ajengan Tubagus Bakri Merespon Gerakan Wahabisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Ajengan Tubagus Bakri Merespon Gerakan Wahabisme

“Îdhâh al-Karâthaniyyah” ditulis oleh pengarangnya untuk merespon gerakan Wahhabisme yang berhaluan puritan, yang pada mulanya muncul di Nejd, semenanjung Arabia (kini Saudi Arabia) di bawah prakarsa Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhâb al-Najdî dan mulai berkembang di Nusantara sejak awal abad ke-20 M. Kemunculan gerakan ini menuai banyak respon dari ulama-ulama besar dunia Islam, termasuk ulama-ulama Nusantara.

Selain “Îdhâh al-Karâthaniyyah” yang ditulis oleh Ajengan Sempur Purwakarta, terdapat kitab-kitab lain yang ditulis oleh ulama Nusantara lainnya untuk merespon gerakan Wahhabisme, seperti “al-Nushûsh al-Islâmiyyah fî al-Radd ‘alâ al-Wahhâbiyyah” karangan KH. Faqih Abdul Jabbar Maskumambang (Gresik, Jawa Timur), “al-Kawâkib al-Lammâ’ah fî Bayân ‘Aqîdah Ahl al-Sunnah wa al-Jamâ’ah” karangan KH. Abdul Fadhol Senori (Tuban, Jawa Timur), “Hujjah Ahl al-Sunnah wa al-Jamâ’ah” karangan KH. Ali Maksum Krapyak (Yogyakarta), “al-Fatâwâ al-‘Aliyyah” karangan Tuanku Khatib Muhammad Ali Padang, dan lain-lain.

Kitab “Îdhâh al-Karâthaniyyah” sendiri ditulis dalam bahasa Sunda beraksara Arab (di Sunda dikenal dengan istilah Remyak atau Pegon). Tebal kitab 47 halaman dalam format cetak batu. Tak ada titimangsa yang menjelaskan tarikh penulisan kitab ini.

Sampul dan halaman pertama kitab Îdhâh al-Karâthaniyyah fî Mâ Yata’allaq bi Dhalâlâh al-Wahhâbiyyah. Dalam menulis karya ini, Ajengan Sempur merujuk kepada kitab-kitab berbahasa Arab yang ditulis oleh para ulama Makkah, seperti “al-Durar al-Saniyyah fî al-Radd ‘alâ al-Wahhâbiyyah” karangan Sayyid Ahmad Zainî Dahlân al-Makkî, mufti madzhab Syafi’i di Makkah yang juga guru dari para ulama Nusantara pada masanya, juga kitab “al-Shawâ’iq al-Muhriqah” karangan Syaikh Ibn Hajar al-Haitamî al-Makkî. Ajengan Sempur menulis:

PMII Cabang Tegal

?2? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?





PMII Cabang Tegal

(Saenya-enyana di jero kitab ieu meunang nukil tina kitab Durar al-Saniyyah fî al-Radd ‘alâ al-Wahhâbiyyah karangan Syaikhul Ulama Sayyid Ahmad Dahlan anu jadi mufti Syafi’i baheula, jeung tina kitab Shawâ’iq al-Muhriqah karangan Ibnu Hajar al-Haitamî jeung tina liyana/ Sesungguhnya di dalam kitab ini dapat menukil dari kitab Durar al-Saniyyah fî al-Radd ‘alâ al-Wahhâbiyyah karangan Syaikhul Ulama Sayyid Ahmad Dahlan yang menjadi mufti Syafi’i dulu, juga dari kitab Shawâ’iq al-Muhriqah karangan Ibnu Hajar al-Haitamî, juga dari kitab-kitab lainnya).

Kitab ini dibagi ke dalam delapan pasal. Pasal pertama mengkaji hadits yang menerangkan kemunculan seseorang dari Nejd yang kelak membuat fitnah besar di Semenanjung Arabia. pasal kedua menerangkan dalil-dalil Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dalam perkara ziarah Nabi. Pasal ketiga menerangkan sosok Muhammad ibn Abdul Wahhab dari Nejd, Muhammad Abduh dari Mesir, dan para pengikutnya di Nusantara. Pasal keempat menerangkan tentang perkara tawassul. Pasal kelima menerangkan tentang keharusan umat Muslim mengambil ilmu dari para ulama yang rabbani yang menjadi “sawad a’zham” atau jumhur, yang kapasitas keilmuannya jelas, juga memiliki sanad, bukan kepada sembarang ulama. Pasal ketujuh menerangkan hadits yang melarang bersuhbat dengan pihak yang membenci para sahabat dan anak cucu Rasulullah, dan anjuran untuk senantiasa mengikuti ajaran para ulama salafus shalih. Pasal kedelapan menerangkan tentang sosok Ahmad Surkati al-Sudani, seorang Sudan yang menjadi pendiri gerakan al-Irsyad yang berhaluan modernis di Indonesia pada tahun 1914 M.

Tentang pengarang sosok ini, yaitu Ajengan Sempur, beliau bernama lengkap Tubagus Ahmad Bakri bin Tubagus Seda bin Tubagus Hasan Arsyad yang berasal dari Pandeglang, Banten. Kakeknya, yaitu Tubagus Hasan Arsyad, adalah qadi dan ulama sentral di Kesultanan Banten pada zamannya.

Ajengan Sempur pernah belajar kepada Syaikhona Kholil Bangkalan, Sayyid Utsman Betawi, Kiyai Soleh Cirebon, Kiyai Soleh Darat Semarang, Kiyai Ma’shum Lasem, Kiyai Syathibi Gentur, dan ulama-ulama besar Nusantara lainnya. Beliau lalu pergi ke Makkah dan belajar di sana selama beberapa tahun. Di antara guru-guru beliau di Makkah adalah Syaikh Raden Mukhtar Natanagara (Syaikh Mukhtâr ‘Athârid al-Bûghûrî al-Makkî), Syaikh Mahfuzh al-Tarmasî al-Makkî, Syaikh Muhammad Marzûqî al-Bantanî al-Makkî, Syaikh ‘Alî ibn Husain al-Mâlikî al-Makkî, Syaikh ‘Alî Kamâl al-Hanafî al-Makkî, Syaikh Shâlih Bâ-Fadhal al-Hadhramî al-Makkî, Syaikh ‘Abd al-Karîm al-Dâgastânî al-Makkî, dan lain-lain.

Selain ““Îdhâh al-Karâthaniyyah”, Ajengan Sempur juga menulis beberapa karya lainnya yang kebanyakan ditulis dalam bahasa Sunda beraksara Arab, yaitu; (1) “Maslak al-Abrâr”, (2) “Futûhât al-Taubah”, (3) “Fawâid al-Mubtadî”, (4) “al-Mashlahah al-Islâmiyyah fî al-Ahkâm al-Tauhîdiyyah”, (5) “Ishlâh al-Balîd fî Tarjamah al-Qaul al-Mufîd”, (6) “al-Risâlah al-Waladiyyah”, (7) “Maslak al-Hâl fî Bayân Kasb al-Halâl”, (8) “Tanbîh al-Ikhwân”, (9) “al-Râihah al-Wardiyyah”, (10) “Tanbîh al-Muftarrîn”, (11) “Nashîhah al-‘Awwâm”, (12) “Risâlah al-Mushlihât”, (13) “Tabshirah al-Ikhwân”, dan lain-lain. (Ahmad Ginanjar Sya’ban)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Berita, Cerita, Olahraga PMII Cabang Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

PWNU NTT Bangun SMK Nusa Unggul Ma’arif

Kupang, PMII Cabang Tegal. Dengan dukungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) segera membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nusa Unggul Ma’arif Kupang. 

PWNU NTT telah menerima rekomendasi Izin Operasional SMK Nusa Unggul Kupang dari Dinas PPO Kota Kupang.

PWNU NTT Bangun SMK Nusa Unggul Ma’arif (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU NTT Bangun SMK Nusa Unggul Ma’arif (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU NTT Bangun SMK Nusa Unggul Ma’arif

Rencana ini disampaikan Ketua PWNU NTT Jamal Ahmad di Kantor PWNU di Jalan Ainiba No.74 Perumnas Kelurahan Nefonaik Kota Kupang Jumat (15/3/2013).

PMII Cabang Tegal

Menurut Jamal, tujuan bangun SMK Nusa Unggul Ma’arif di NTT guna meningkatkan sumberdaya manusia (SDM) bagi generasi muda kaum Nahdliyin. 

“Kita perlu kembangkan pendidikan berbasis pesantren, agar anak-anak kita  bisa terdidik dengan tradisi keislaman sesuai dengan konsep Islam ahlusunnah wal jamaah,” katanya.

PMII Cabang Tegal

Sekolah kejuruan ini berbasis pesantren dengan beberapa program unggulan yakni program budi daya air laut, budi daya air tawar dan budi daya air payau. Tiga program utama ini masih dalam uji coba dalam setahun. Sementara mata pelajaran lainnya yang akan diprioritaskan adalah pengelolaan budi daya agar-agar dari rumput laut. 

“Mata pelajaran umum juga akan diutamakan sesuai dengan sistem pendidikan berbasis SMK,” jelas Jamal.

Dijelaskan Jamal, rencana bangun SMK Nusa Unggul Ma’arif telah direncanakan pada tahun 2012 lalu tetapi terkendala dengan ijin dari pemerintah sehingga tahun lalu belum bisa terlaksana. Akhirnya tahun 2013 bulan ini baru keluar izin operasional. 

“Kami baru mengantongi izin pada tanggal 21 Januari lalu. Sementara panitia telah melaksanakan persiapan-persiapan akan dibuka pada tahun ajaran baru 2013-2014 ini,” katanya. 

SMK Ma’arif akan dibuka di pesentren Al-Hikmah Namosain Kupang.  

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Ajhar Jowe

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Warta, Nusantara, Cerita PMII Cabang Tegal

Senin, 27 November 2017

Amanat Rais Aam PBNU pada Pengurus Lembaga-lembaga

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin berharap kepada pengurus lembaga-lembaga di tingkat pusat untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebaik-baiknya. Baik tugas sebagai pimpinan, keumatan, serta kebangsaan.

Amanat Rais Aam PBNU pada Pengurus Lembaga-lembaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Amanat Rais Aam PBNU pada Pengurus Lembaga-lembaga (Sumber Gambar : Nu Online)

Amanat Rais Aam PBNU pada Pengurus Lembaga-lembaga

“Kita berharap bahwa NU periode 2015 menjadi lebih baik daripada periode sebelumnya. Dan itu tanggung jawab kita,” katanya pada sambutan pelantikan pengurus lembaga-lembaga di PBNU yang berlangsung di halaman gedung PBNU, Jakarta, Rabu malam (16/9).

Menurut kiai trah Syekh Nawawi Al-Bantani tersebut, saat ini banyak tugas yang harus dipikul pengurus NU yang telah dirumuskan pada Muktamar 33.

PMII Cabang Tegal

Tugas itu, lanjut dia, adalah menjaga melindungi menjaga umat dari paham-paham yang cara berpikirnya menyimpang. “Kita menjaga umat kita dari cara berpikir radikal yang menimbulkam masalah baik nasional maupun internasional. Radikal dalam agama maupun radikal sekuler,” jelasnnya.

Kiai yang Ketua Umum MUI ini meminta untuk tetap menjalankan NU sesuai misi-misi yang telah ditentukan dengan cara-cara yang santun, tidak keras, tapi juga tidak halus.

PMII Cabang Tegal

Ia memperjelas lagi, menjalankan NU, pengurus-pengurus harus dengan kesukarelaan, kebersediaan, dan mengajak umat pun bukan dengan cara memaksa atau intimidasi.

Kemudian, harus menerima perbedaan dan pandangan-pandangan kalangan lain, tidak bersikap egois dan fanatik yang menganggap diri hanya kita yang benar.

“Saling mencintai dan menyayangi dengan orang berbeda agama, tidak saling membenci dan bermusuhan. Inilah prinsip Islam Nusantara,” tegasnya.

Kedua, kata dia, tugas pengurus NU adalah menjaga umat agar tidak? berpikir tekstual yang hanya mengandalkan nash. Kita mengakomodasi kreativitas berpikir sepanjang dalam koridor ajaran agama. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Bahtsul Masail, Cerita PMII Cabang Tegal

Sabtu, 25 November 2017

LPPNU Sorong Gelar Pelatihan Kewirausahaan

Sorong, PMII Cabang Tegal. Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Sorong menggelar pelatihan kewirausahaan selama tiga hari Kamis-Sabtu (25-27/7) di Hotel Syahid Mariat, Sorong, Papua Barat.

Kegiatan diikuti oleh 30 peserta dari kelompok tani “Nahdlatul Bustan” Kabupaten Sorong yang bertujuan meningkatkan minat serta teknologi pertanian. Acara dibuka oleh Bupati Sorong sedangkan narasumber dari dinas-dinas terkait di Pemerintahan Kabupaten Sorong.

LPPNU Sorong Gelar Pelatihan Kewirausahaan (Sumber Gambar : Nu Online)
LPPNU Sorong Gelar Pelatihan Kewirausahaan (Sumber Gambar : Nu Online)

LPPNU Sorong Gelar Pelatihan Kewirausahaan

Ketua LPPNU Kabupaten Sorong, Muhammad Rais menjelaskan pelatihan kewirausahaan serta penguatan kelembagaan petani sangat penting dilakukan, mengingat berbagai kendala masih membelenggu petani di Indonesia. Lemahnya materi, permodalan hingga minimnya teknologi, lanjutnya, berdampak pada minimnya kesejahteraan petani.

PMII Cabang Tegal

“Pertanian ini potensi besar untuk dikembangkan. Ingat saat krisis moneter terjadi tahun 1997 silam, pertanian adalah sektor terkuat yang mampu bertahan menghadapi krisis panjang tersebut,” ujarnya, Kamis (25/7).

Dalam pelatihan itu, LPPNU membahas tentang bagaimana pembentukan koperasi sebagai langkah awal dalam kewirausahaan kelompok tani “Nahdlatul Bustan” ini, dimana kelompok tani ini belum mempunyai wadah untuk mengumpulkan modal awal dalam usaha tanaman kakao.

PMII Cabang Tegal

Menurut Rais, pelatihan kewirausahaan ini akan terus dilakukan berkesinambungan. “Ini pelatihan yang kedua kalinya. Kepengurusan LPPNU Kabupaten Sorong sudah ada hingga ke tingkatan kampung. Inilah gunanya lembaga yang kita miliki ini. Kita akan terus memberi motivasi, ilmu serta memfasilitasi masyarakat untuk bisa memanfaatkan program yang telah disediakan pemerintah ke depannya,” pungkasnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Cerita, Daerah, Hadits PMII Cabang Tegal

Minggu, 12 November 2017

Mahasiswa Baru STAIN Kudus DIkenalkan Ya Lal Wathan dan Islam Nusantara

Kudus, PMII Cabang Tegal

Sebanyak 1.950 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus mengikuti Orientasi Pengenalan Akademik Kampus (OPAK) di GOR kampus setempat, Kudus, Jawa Tengah. Pada kegiatan yang berlangsung Ahad-Rabu (14/17/8) itu, mereka mendapat pengenalan lagu Ya Lal Wathan karya pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah dan materi tentang? Islam Nusantara.

?

Mahasiswa Baru STAIN Kudus DIkenalkan Ya Lal Wathan dan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Baru STAIN Kudus DIkenalkan Ya Lal Wathan dan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Baru STAIN Kudus DIkenalkan Ya Lal Wathan dan Islam Nusantara

Menurut salah seorang panitia Muhammad Mahmud, pengenalan lagu Ya Lal Wathan dan Islam Nusantara dimaksudkan untuk membekali mahasiswa baru supaya sadar akan budaya asli Indonesia yang dikolaborasikan Islam yang menjadi karakteristik bangsa. Sebab, lagu Ya Lal? Wathan sangat tepat untuk menanamkan dan memantapkan rasa nasionalisme serta mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

?

"Dari syair yang dikarang oleh Mbah Wahab secara jelas menegaskan bahwa cinta tanah air itu sebagian dari iman. Ini bisa memantapkan nasionalisme di kalangan mahasiswa," ujarnya kepada PMII Cabang Tegal, Rabu.

PMII Cabang Tegal

(Unduh Lagu Ya Lal Wathan di Sini)

Mahmud menjelaskan, mahasiswa dalam belajar di STAIN nantinya akan mempelajari dan memahami Islam Nusantara. Karena ciri khas Islam ini adalah mengenalkan tradisi dan mengajarkan agama yang rahmatal lil Alamin.

PMII Cabang Tegal

?

? "Islam Nusantara itu Islam Indonesia, bukan Islam Arab atau Islam Suriah," imbuh pengurus departemen eksternal Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAIN Kudus.

Selain itu, Mahmud mengaharapkan supaya para mahasiswa bisa menangkal radikalisme. Jika tidak dibekali keislaman dan nasionalisme, maka radikalisme akan menghampiri.

?

"Sekarang ini banyak mahasiswa? yang tidak kuat iman dan tidak kuat jiwa nasionalismenya karena mereka? mudah didoktrin oleh paham-paham radikalisme. Hal inilah yang kita antisipasi," tandas Mahmud

?

Salah seorang mahasiswi baru Chafsa Al Qudusiy merasa senang menyanyikan lagu karangan ulama besar setiap sesi sebelum materi disampaikan dalam OPAK. Menurutnya, upaya ini mampu membangkitkan rasa cinta tanah air.

?

"Sesuatu yang positif, rasa nasionalisme akan tetap tertanam dalam jiwa," ujar mahasiswi Jurusan Tarbiyah ini.

?

Dalam kegiatan OPAK yang mengambil tema “Membumikan Islam Nusantara” untuk keutuhan NKRI ini, beberapa dosen STAIN menyampaikan materi tentang Islam Nusantara. Di antaranya, Kisbiyanto (dosen/ketua ISNU Kudus) dan Abdurrahman Kasdi (dosen/ketua PC GP Ansor Demak). (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pendidikan, Kiai, Cerita PMII Cabang Tegal

Selasa, 24 Oktober 2017

Konfercab, PCINU Yaman Minta Dosen Asal Suriah Bahas ISIS

Tarim, PMII Cabang Tegal. Panitia pelaksana Konfercab Istimewa III PCINU Yaman telah mengadakan rapat di musholla Universitas Al Ahgaff, Tarim selasa malam (30/12). Mereka menyepakati tema "Aktualisasi Konsep Aswaja; Meneguhkan Karakter Islam Nusantara".

Konfercab, PCINU Yaman Minta Dosen Asal Suriah Bahas ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab, PCINU Yaman Minta Dosen Asal Suriah Bahas ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab, PCINU Yaman Minta Dosen Asal Suriah Bahas ISIS

Tema tersebut dikukuhkan langsung Ketua Tanfidz PCINU Yaman Dzuk Fahmi Kasto untuk konfercab III yang akan dihelat 8-10 Februari 2015 mendatang.

Rapat yang yang berlangsung setelah isya waktu setempat itu turut dihadiri Ris Syuriyah Nuril Izza Muzakki beserta wakilnya Hasan Bashri Hayyi, sekretaris dan bendahara tanfidziyah Ade Nurul Badar dan Ali Burhan serta seluruh jajaran panitia pelaksana.

PMII Cabang Tegal

Rapat yang dipimpin langsung oleh ketua panitia konfercab Abdul Rahman Malik itu membahas struktur kepanitiaan dan job description dari masing-masing bagian. Selain itu juga membahas tentang konsep acara pra dan inti konfercab.

"Untuk acara pra-Konfercab, seminar dan diskusi panel akan dikoordinir Lakpesdam. Sementara kegiatan bahsul masail akan dipegang kendali oleh LBM NU Yaman," ungkap Abdul Rahman membagi tugas kepanitiaan.

PMII Cabang Tegal

Pada kesempatan itu, Nur Kholis, selaku koordinator panitia bagian seminar dari Lakpesdam menyampaikan bahwa Syeikh Muhammad Ismail As Syuri, sebagai narasumber, siap hadir dengan mengusung judul seputar daisy (daulah islamiyah fi Syam) yang sedang gencar-gencarnya di Indonesia.

Hal ini, lanjut Kholis, bisa menjadi wacana penting dalam membentengi Islam Nusantara. "Terlebih sang narasumber adalah salah satu dosen Universitas Al Ahgaff yang berasal dari Suriah. Sudah tentu beliau lebih mengerti tentang subtansi dan pergerakan ISIS yang kita kenal di tanah air itu," tutur kholis.

Rais Syuriyah Nuril Izza turut memberikan arahan agar hajatan besar NU Yaman ini baiknya di beberapa acara seperti Seminar dan Bahsul Masail bisa mengajak kerja sama organisasi-organisasi besar lainnya seperti PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Hadhramaut dan AMI (Asosiasi Mahasiswa Indonesia) Al Ahgaff. "Hal itu akan menambah efisien kinerja dan bisa menarik animo warga Indonesia lebih besar untuk ikut serta dalam acara ini", ungkap Nuril. (Arman Maliky/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaNu, Cerita PMII Cabang Tegal

Sabtu, 07 Oktober 2017

Pelajar NU Mojowarno Penuhi Facebook dengan Status Dakwah Ramah

Jombang, PMII Cabang Tegal?



Pelajar NU melebarkan media dakwah untuk sasaran yang lebih luas. Sehingga dakwah tak hanya di masjid, mushala dan majelis-majelis seperti pada umumnya. Media sosial merupakan lapangan dakwah yang harus diterjuni dengan serius.?

Pada Ramadhan tahun ini Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang membuat Gerakan 1000 Status Facebook.

Pelajar NU Mojowarno Penuhi Facebook dengan Status Dakwah Ramah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Mojowarno Penuhi Facebook dengan Status Dakwah Ramah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Mojowarno Penuhi Facebook dengan Status Dakwah Ramah

Pengurus Lembaga Pers PAC IPPNU Mojowarno Izzah mengungkapkan, gerakan tersebut hingga saat ini sudah diikuti hampir 85 persen dari seluruh anggota IPNU-IPPNU se-Mojowarno sesuai yang tercatat dalam database PAC IPNU-IPPNU.?

Melalui gerakan tersebut, kata dia, sejumlah kalimat bermuatan dakwah bilhikmah dan ramah, termasuk ajakan untuk bergabung pada IPNU-IPPNU diupload secara serentak mulai (26/5) lalu.?

"Sosial media mempunyai daya tarik dan pengaruh yang luar biasa di semua kalangan, khususnya kalangan pelajar dimana hampir setiap hari para pelajar mungkin tidak pernah lepas dengan sosmed. Sosmed telah menjelma sebagai ladang garapan yang harus diperhatikan supaya tidak terjerumus ke lubang negatif," ujarnya, Ahad (28/5).

PMII Cabang Tegal

Dari gerakan yang terus massif itu, tambah Izzah, bisa dipastikan telah memenuhi beranda Facebook para pelajar NU Mojowarno khususnya, dan akan dilihat oleh ribuan bahkan jutaan pengguna Facebook dari berbagai daerah.?

Tak terlewatkan, status dan beberapa gambar bernuansa Ramadhan juga disebar oleh mereka.?

Sementara itu ketua PAC IPNU Mojowarno Haidar, sangat mendukung Gerakan Upload 1000 Status tersebut.?

"Kegiatan itu angat bagus, kita harus ceritakan kegiatan kita kepada Facebook, Instagram dan seterusnya supaya menjadi daya tarik bagi yang belum gabung di IPNU-IPPNU agar bergabung, dan ini juga sebagai jawaban bahwa IPNU-IPPNU ini tetap sesuai di segala zaman," katanya. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)?

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian, Hadits, Cerita PMII Cabang Tegal

Kamis, 17 Agustus 2017

Mahasiswa FDK Unisnu Jepara Shooting Film "Surban Putih"

Semarang, PMII Cabang Tegal. Usai melakukan shooting film "Surban Putih" di pesantren Darut Talim Bangsri Jepara, dan di Kampus Unisnu Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), film yang disutradarai Robit Himami melakukan shooting di di kampus Magister Ilmu Komunikasi Undip Semarang pada Rabu (1/7).

Mahasiswa FDK Unisnu Jepara Shooting Film Surban Putih (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa FDK Unisnu Jepara Shooting Film Surban Putih (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa FDK Unisnu Jepara Shooting Film "Surban Putih"

Film ini memberikan pesan moral kepada masyarakat bahwa, pendidikan di pesantren memiliki ruang yang besar untuk meraih cita-cita sesuai dengan kompetensi yang diinginkan. Karena selain mendalami ilmu agama, juga mempelajari ilmu-ilmu yang berbasis sosial maupun penguatan keahlian sesuai dengan bakat minat yang dimiliki, ujar Khoirul Muslimin salah satu dosen FDK yang membina terlaksananya film ini.

"Modal dasar penguatan agama pada generasi muda akan menjadi generasi yang tangguh dan bermartabat untuk membangun bangsa yang lebih sejahtera," tambahnya.

PMII Cabang Tegal

Sementara itu, Robit Himami mengatakan "Film ini menjadi penanda baru bahwa Fakultas Dakwah dan Komunikasi memiliki ruang lingkup yang luas dalam telaah keilmuan, dengan terjun langsung di dunia perfilman ini, banyak hal-hal yang baru yang didapatkan sesuai pada kajian teori yang kami dapat di bangku kuliah."

Dalam satu tahun mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi sudah memproduksi film sebanyak 7 karya, diantaranya film dengan judul (1) Paijo; (2) Tapak Kaki di Desa; (3) Karung Beras; (4) Terjawab oleh Detik; (5) Sepenggal Kisah Dua Belas AP; (6) Ngalap Berkah Pesta Lomban; dan (7) Surban Putih, pungkas Robit.

PMII Cabang Tegal

Dalam sambutan ketua Program Magister Ilmu Komunikasi Undip Semarang Dr Turnomo Raharjo  mengucapkan "terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami menjadi tempat salah satu shooting film, semoga ini menjadi awal kerjasama kita dalam meningkatkan kualitas mahasiswa dan dosen."

Dalam kesempatan yang sama di ruang rapat magister Komunikasi Abdul Wahab, M.SI. selaku Kaprodi Fakultas Dakwah dan Komunikasi menyampaikan kerjasama ini diharapkan menjadi awal membuka gerbang kompetensi yang lain yang bisa dikerjasamakan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa di bidang Ilmu Komunikasi.

Minanurrohman yang juga pemeran Andi mengungkapkan "Senang sekali, tentu kegiatan ini memberikan kesempatan kepada saya untuk menggali ilmu dengan memerankan Andi. Tentu saya dituntut untuk bisa menjadi Andi yang sesungguhnya, harapan saya semoga apa yang saya perankan menjadi doa untuk kesuksesan saya dan teman-teman mahasiswa yang lain," tutur Minan. (Iqdasy/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Santri, Cerita PMII Cabang Tegal

Sabtu, 22 Juli 2017

Muslimat NU Sulsel dan FKCA Gelar Tabligh Akbar di Bone

Makassar,PMII Cabang Tegal. Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulawesi Selatan (Sulsel) mengadakan Tabligh Akbar di Masjid Agung Al-Markaz Kabupaten Bone. Kegiatan yang dikerjasamakan dengna Forum Kajian Cinta Al-Quran (FKCA) Sulawesi Selatan, FKCA Kabupaten Bulukumba dan Pemerintah Kabupaten Bone tersebut dirangkai dengan Pembukaan Trainer of Trainer (ToT) Pemaknaan Al-Quran, Selasa (2/8).

Muslimat NU Sulsel dan FKCA Gelar Tabligh Akbar di Bone (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Sulsel dan FKCA Gelar Tabligh Akbar di Bone (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Sulsel dan FKCA Gelar Tabligh Akbar di Bone

Ketua PW Muslimat NU Sulsel Majdah MZ Agus Arifin Numang dalam sambutannya menyinggung fenomena-fenomena perilaku negatif melalui media elektronik, online, dan media cetak.

Ketua Dewan Pembina FKCA Sulsel menyebut? hal itu menjadi pukulan berat bagi umat Islam. Sebagai penyebabnya yaitu perilaku beragama kita hanya pada tataran simbolik belaka. Padahal esensi ajaran Islam adalah memberi rahmat buat seluruh alam, mencegah kemungkaran, kedisiplinan, jauh dari korupsi, dan lain sebagainya.

PMII Cabang Tegal

"Di sinilah keberadaan FKCA sebagai organisasi yang concern untuk membumikan Al-Quran. Tentunya kami bersyukur, Bapak Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bone sangat merespon gerakan membumikan Al-Quran," kata Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) pada kegiatan yang dihadiri ribuan Nahdliyin.

PMII Cabang Tegal

Wakil Bupati Kabupaten Bone Ambo Dalle, sangat merespon gerakan membumikan Al-Quran yang diprakarsai FKCA Sulawesi Selatan. Hal ini ditandai dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Bone bahwa di setiap sekolah atau madrasah sebelum memulai pelajaran wajib membaca surah-surah pendek dari Al-Quran.

"Di sisi lain, Pemda Kabupaten Bone sangat memperhatikan kesejahteraan guru-guru mengaji, tentunya hal ini sangat mendukung syiar Islam di Kabupaten Bone." (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Cerita, Syariah, Halaqoh PMII Cabang Tegal

Rabu, 29 Maret 2017

Ahok Akan Sampaikan Testimoni di Haul Gus Dur

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama dijadwalkan akan menghadiri peringatan haul ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), 28 Desember 2013, di kediaman keluarga Gus Dur, Jalan Warung Silah 10, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Ahok Akan Sampaikan Testimoni di Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahok Akan Sampaikan Testimoni di Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahok Akan Sampaikan Testimoni di Haul Gus Dur

Pria yang akrab disapa Ahok itu akan memberikan testimoni di hadapan para pengunjung. Perhelatan haul akan digelar mulai bakda zuhur hingga tengah malam.

“Pak Ahok memenuhi undangan keluarga untuk hadir dan akan berbagi cerita mengenai sosok Gus Dur di acara Haul Gus Dur akhir Desember ini. Seperti biasa, selain beliau ada juga kiai dan tokoh yang kami undang,” terang Ketua Panitia Haul Yenny Zannuba Wahid, Senin (16/12).

PMII Cabang Tegal

Ahok dikenal sebagai salah seorang yang memiliki pengalaman pribadi dengan Gus Dur. Mantan Bupati Belitung Timur ini pernah mendapat pujian dari Gus Dur karena membebaskan biaya kesehatan saat memimpin Kabupaten Belitung Timur. Gus Dur pun mendukung ketika Ahok mencalonkan diri menjadi gubernur Bangka Belitung pada 2007.

PMII Cabang Tegal

Semasa Gus Dur hidup, Ahok juga sempat mengisi program talkshow radio “Kongkow Bareng Gus Dur” yang disiarkan dari kantor berita Radio 68H Jakarta.

Haul keempat Gus Dur diperkirakan akan dikunjungi sekitar 4000 orang dari sejumlah pesantren, majlis taklim, dan kalangan umum di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Seperti haul-hal sebelumnya, kali ini haul juga akan dihadiri sejumlah kiai, tokoh, dan teman-teman dekat Gus Dur. (Alamsyah M. Dja’far/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Cerita, AlaSantri, Sholawat PMII Cabang Tegal

Minggu, 26 Maret 2017

Hari Bumi, GP Ansor Pati Kampanyekan Olah Sampah

Pati, PMII Cabang Tegal. Pengurus GP Ansor Kabupaten Pati menyambut Hari Bumi yang jatuh pada 22 April ini. Mereka mengampanyekan gerakan olah sampah sebagai bentuk kontribusi pemuda NU demi terciptanya lingkungan yang bersih, indah, dan sehat.

Sampah Apik Resik menjadi salah satu label yang diusung dalam pembuatan profil hari Bumi kali ini. Bank Sampah besutan PAC GP Ansor Trangkil merupakan satu-satunya bank sampah yang lahir dari Ansor di Kabupaten Pati. Berkat keseriusan dan ketelatenan pengurus beserta anggota Bank Sampah Apik Resik menjadikannya label pilihan GP Ansor Pati untuk dijadikan profil dalam menyemarakkan Hari Bumi.

Hari Bumi, GP Ansor Pati Kampanyekan Olah Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Bumi, GP Ansor Pati Kampanyekan Olah Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Bumi, GP Ansor Pati Kampanyekan Olah Sampah

"Bank Sampah Apik Resik menjadi pilihan kami karena mereka sudah dulu bergerak dalam menyikapi kebersihan lingkungan serta bisa memanfaatkan sampah menjadi bernilai," kata Wakil Ketua GP Ansor Pati A Itqonul Hakim, Jumat (22/4) siang.

PMII Cabang Tegal

Sekretaris GP Ansor Pati Irham Shodiq memberikan instruksi kepada seluruh anggota Ansor Pati untuk ikut meramaikan peringatan Hari Bumi (22/4). Caranya cukup dengan mengganti profil di medsos masing-masing dengan gambar profil yang telah ditetapkan.

PMII Cabang Tegal

Gambar profil yang dipakai berasal gambar profil dari LPBINU untuk kemudian dimodif oleh anggota GP Ansor Pati tanpa mengurangi sedikitpun gambar aslinya, cuma ditambah sedikit agar menjadi identitas GP Ansor Pati.

Pemasangan profil Hari Bumi di akun anggota di medsos adalah untuk memberikan kontribusi anggota Ansor Pati dalam menyikapi Hari Bumi ini. Harapannya agar orang-orang di dunia maya mengetahui Hari Bumi yang jatuh pada 22 April. Penggantian profil berlaku hanya untuk sehari, mulai dari pagi pukul 00.00 WIB s/d pukul 24.00 WIB nanti malam.

"Peringatan kali ini seluruh anggota kami yang aktif di media sosial akan mengganti profil akunnya sebagai bentuk rasa peduli Ansor Pati demi lingkungan," kata Irham kepada PMII Cabang Tegal. (Hasannudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kyai, Makam, Cerita PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock