Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

IPPNU Targetkan Bangun 1000 Komisariat

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Meskipun secara formal, jumlah cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) lebih dari 300, tetapi harus diakui bahwa tak semua cabang tersebut benar-benar hidup dan mampu menjalankan aktifitasnya secara baik.

Untuk itu, Ketua Umum IPPNU periode 2009-2011 Margareth Aliyatul Maemunah menargetkan mampu membangun 1000 komisariat yang berada di sekolah dan pesantren dan struktur organisasi yang benar-benar hidup dan menjadi lahan pengkaderan yang baik.

IPPNU Targetkan Bangun 1000 Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Targetkan Bangun 1000 Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Targetkan Bangun 1000 Komisariat

“Masak dalam waktu 3 tahun ngak cukup, masak tak tercapai, yang penting ada keinginan bareng untuk mendirikan komisariat bersama-sama. Tak hanya ada struktur di pusat atau wilayah saja,” katanya, Kamis.

PMII Cabang Tegal

IPPNU saat ini masih dalam tahap transformasi dari organisasi Pemuda menjadi organisasi pelajar. Hal ini juga berpengaruh terhadap keberadaan struktur paling bawah yang dulu ranting, yang berbasis di desa menjadi komisariat yang berbasis di sekolah dan pesantren.

PMII Cabang Tegal

"Sekarang juga masih menjadi perdebatan apakah akan menghapus struktur ranting karena perubahan IPPNU menjadi organisasi pelajar sehingga basisnya harus di sekolah," katanya.

Evaluasi terhadap program 1000 komisariat ini menjadi salah satu agenda Rapimnas yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

Ia menuturkan, salah satu strategi untuk mengembangkan organisasi sampai tingkatan basis yang dilakukannya adalah memperkuat komunikasi dan jejaring sehingga bisa setiap fihak dapat menceritakan kiat sukses atau memberi solusi untuk menutupi kelemahan yang lain.

Dikatakannya, mengajak berorganisasi remaja sekarang cukup sulit karena kecenderungan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk jalan-jalan atau ke mall, apalagi harus keluar duit. "Mereka yang mau berorganisasi harus benar-benar ikhlas atau memiliki latar belakang keluarga yang mendidiknya untuk aktif di NU sejak kecil," paparnya.

Beragam Minat

Ia menambahkan, para kader IPPNU juga memiliki keragaman minat, mulai dari kepanduan, pecinta alam, jurnalistik, konseling Palang Merah Remaja (PMR) dan lainnya. Ia juga berusaha menyalurkan kader-kader tersebut sesuai dengan bidang yang diminatinya.

Seringkali, terdapat pilihan berat yang harus ditempuh, ketika menyalurkan seorang kader pada bidang tertentu, waktu yang mampu diberikan pada organisasi menjadi semakin berkurang.

“Saya memikirkan arah teman-teman ke mana, rata-rata pengurus kalau di tingkatan pusat kan guru, terserah, mereka mau masuk ke birokrasi atau apa, tergantung orangnya,” paparnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Nusantara, Hikmah, Berita PMII Cabang Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Harlah ke-91 NU, IPNU-IPPNU Babat Lintasi Medan Pucakwangi

Lamongan, PMII Cabang Tegal. Sebanyak 70 kader Corp Brigade Pelajar IPNU dan Korps Pelajar Putri IPPNU kecamatan Babat, Lamongan, melintasi bukit Pucakwangi dan desa Karangasem untuk memperingati harlah ke-91 NU. Menempuh sejauh lebih dari 4 km, perjalanan rombongan ini berakhir di makam Mbah Kleteh, seorang ulama sesepuh desa, Kamis (15/5).

Harlah ke-91 NU, IPNU-IPPNU Babat Lintasi Medan Pucakwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah ke-91 NU, IPNU-IPPNU Babat Lintasi Medan Pucakwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah ke-91 NU, IPNU-IPPNU Babat Lintasi Medan Pucakwangi

Para peserta mendaki dan menikmati pemandangan bukit gunung Pucakwangi. Sepanjang lintasan, panitia menempatkan beberapa pos di sejumlah titik sebagai tempat penyampaian materi dasar CBP dan KPP, kepecintalaman, dan kepalangmerahan.

Jalur lintasan demikian sengaja dipilih agar pelajar NU mengetahui makam tokoh masyarakat dan ulama yang baru ditemukan. Selain peringatan harlah NU, kegiatan  diadakan sebagai acara awal sebelum Diklatama CBP dan KPP pada Selasa-Kamis (27-29/5) mendatang.

PMII Cabang Tegal

Ketua PAC IPNU Babat Muhammad dalam sambutan pembukaan mengimbau para peserta untuk mengambil pelajaran dari alam dan perjuangan tokoh NU. Ia juga meminta para kader menjaga batas-batas etika dan jarak antara laki-laki dan perempuan mengingat CBP dan KPP sebagai kepanduan pelajar NU.

PMII Cabang Tegal

“Selaku kader palajar NU, di manapun dan apapun posisinya kita harus selalu menjaga etika kesopanan sesuai aturan agama terutama jarak antara rekan dan rekanita di mana kemahroman tetap terjaga,” kata Muhammad. (M Faqoth/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Berita, Pertandingan, Kyai PMII Cabang Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Tim Kirab Resolusi Jihad Awali Perjalanan dari Banyuwangi

Banyuwangi, PMII Cabang Tegal. Setelah menempuh perjalanan dengan kereta api selama hampir dua belas jam, Tim Kirab Resolusi Jihad 2016 yang diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen Jakarta, tiba di Stasiun Gubeng Surabaya, Selasa (11/10) pukul 23.40 WIB.

Tim Kirab Resolusi Jihad Awali Perjalanan dari Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Kirab Resolusi Jihad Awali Perjalanan dari Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Kirab Resolusi Jihad Awali Perjalanan dari Banyuwangi

Empat jam berikutnya, Rabu (12/10) pagi, anggota tim yang berjumlah 67 orang, meneruskan perjalanannya ke Banyuwangi, masih dengan transportasi kereta api.

Stasiun Kalibaru adalah stasiun tujuan tim. Sebelum jam sebelas siang, tim tiba di sana. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, menyambut Tim Kirab Resolusi Jihad.

Dari Stasiun Kalibaru, tim dibagi dalam tiga bus, untuk meneruskan perjalanan ke Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Banyuwangi. Pondok Pesantren yang didirikan pada 1951 ini, menjadi lokasi pelepasan tim Kirab Resolusi Jihad 2016 pada esok harinya.?

PMII Cabang Tegal

Tim tiba di pondok pesantren yang saat ini memiliki 6000 santri itu sekira setengah jam sebelum tiba waktu dzuhur. Tim segera menikmati makan siang yang disediakan panitia lokal.

Anggota tim menikmati waktu istirahat yang cukup lama yakni hingga waktu Maghrib. Setelah sholat Isya, barulah tim disibukkan dalam sejumlah kegiatan. Pertama adalah sowan ke pengasuh pondok pesantren. Peserta perempuan sowan kepada Ibu Nyai Handariyatul Masruroh.

Syam, peserta perwakilan dari Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWP PBNU), menceritakan salah satu pesan Nyai Masruroh bahwa menjadi santri tidak boleh malu. Dahulu, santri diidentikkan dengan pribadi yang tidak tahu apa-apa. Namun sekarang tidak lagi.

PMII Cabang Tegal

“Ruh pesantren ada pada tafaqquh fiddin (memperdalam ilmu-ilmu agama). Oleh sebab itu lembaga pendidikan Islam seperti madrasah dan pesantren yang menjadi titik awal pendidikan, harus dikembangkan,” ujar Nyai Masruroh.

Sementara itu, peserta pria melakukan sowan kepada KH Ahmad Hisyam Syafaat. Kepada peserta, Kiai Hisyam mengatakan peran NU dan pesantren dalam perjuangan kemerdekaan sangat besar. Sayangnya perhatian dari negara terhadap pesantren belum maksimal.?

Walaupun demikian, NU dan pesantren akan tetap berjuang untuk membela NKRI, dengan terus menjaga dan mengembangkan ? tradisi keilmuan yang ada di pesantren. Kiai Hisyam menegaskan membela NKRI merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.

Setelah melakukan sowan, tim kembali bergabung untuk melakukan ziarah ke makam para pendahulu dan pendiri pesantren, yang masih terletak di area pesantren. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Berita, Lomba PMII Cabang Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Jangan Sembrono dalam Menggali Hukum dan Mencuplik Dalil (Bagian I)

Oleh? M Kholid Syeirazi

Belakangan ini, media sosial menjadi ajang kontestasi ideologi keislaman. Berbagai opini wacana Islam begitu cepat menjadi viral, disebarkan melalui kanal-kanal online, menjadi pesan berantai di grup-grup jejaring sosial seperti Facebook dan WhatsApp. Umat Islam tiap hari dibombardir dengan perang dalil. Berbagai isu, seperti ucapan selamat Natal, pemimpin non-muslim, perayaan tahun baru, musik, dan ‘ritual-ritual bid’ah’ menyesaki ruang-ruang publik, riuh rendah di media sosial. Yang pro dan yang kontra sama-sama berhujjah dengan Al-Qur’an dan hadits. Muslim awam, yang tidak punya bassic keilmuan, terombang-ambing dalam debat kusir yang membingungkan. Banyak diantara mereka mengikuti pandangan-pandangan ustadz, di TV dan koran, dengan kapasitas ilmu yang pas-pasan. Mengutip sepotong-dua potong ayat, sebaris-dua baris hadits, para ustadz ini (sebagian dadakan) tampil bak seorang mufti, mengetok palu halal-haram. Sebagian lagi mengerti Islam, tetapi bermadzhab tekstualis: kebenaran hanya ada pada teks. Dan teks itu harus dipahami apa adanya, tak perlu ta’wil, tidak butuh tafsir.



Jangan Sembrono dalam Menggali Hukum dan Mencuplik Dalil (Bagian I) (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Sembrono dalam Menggali Hukum dan Mencuplik Dalil (Bagian I) (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Sembrono dalam Menggali Hukum dan Mencuplik Dalil (Bagian I)



Bagaimana dalil harus dipahami? Menyambung Bagian II tulisan “Memahami Islam dan Gerakannya,” narasi ini akan mengurai metode membaca dan mamahami dalil serta panduan istinbath dan istidlal (menggali hukum dan mencuplik dalil) menurut Imam Syafi’i. Panduan ini merupakan rumus untuk menarik dalil, terutama yang tidak termaktub hukumnya secara sharih (jelas dan tegas) di dalam nash. Kerangka ini akan mengeliminasi ‘anarki hukum’ yang ditimbulkan oleh pencuplikan dalil yang tidak komprehensif. Seseorang tidak boleh menetapkan hukum halal-haram hanya dari sepenggal dalil Al-Qur’an dan hadits, tanpa memahami karakteristik dan munasabah-nya dengan dalil lain.

PMII Cabang Tegal





PMII Cabang Tegal

Metode Istinbath Imam Syafi’i

Menurut Imam Syafi’i (Abu Abdillah Muhammad ibn Idris ibn Abbas ibn Utsman ibn Syafi’ ibn Saib ibn Ubaid ibn Abu Yazid ibn Hasyim ibn Muthallib ibn Abdi Manaf), “seseorang selamanya tidak boleh menetapkan hukum halal-haram kecuali berdasarkan ilmu yang bersumber dari Al-Qur’an, Sunah, Ijma’ dan Qiyas”. Imam Syâfi’i, melalui kitab Ar-Risalah, mewariskan sesuatu yang sangat penting bagi khazanah keilmuan Islam, yaitu ushul fiqih. Ilmu ini memberikan panduan ijtihad bagi seseorang untuk mengambil hukum dari dalil-dalil Al-Qur’an, Sunah, Ijma’, dan Qiyas.





Metode istinbath Imam Syafi’i akan diuraikan secara ringkas, sebagai panduan untuk mengambil hukum dari semua perkara yang berada di ranah ijithadi.





Bayan Ilahy

Langkah awal dalam proses istinbathul ahkam (pengambilan hukum), menurut Imam Syafi’i, adalah mendatangkan al-bayan (keterangan). Untuk mengetahui dan menetapkan hukum sesuatu, keterangan pertama yang harus diperoleh adalah keterangan firman Allah (bayan ilahy). Keterangan firman dalam ayat Al-Qur’an harus diketahui karakteristiknya, karena ayat Al-Qur’an tidak satu jenis. Ada ayat muhkam (pasti), ada ayat mutasyabih (samar). Ada ayat ‘am (universal), ada ayat khas (partikular). Selain itu terdapat juga ayat nasikh (yang menghapus), ayat mansukh (dihapus). Ada ayat muthlaq (tak bersyarat/unconditional), ada ayat muqayyad (bersyarat/conditional). Ada ayat haqiqi (denotatif), ada ayat majazi (metaforis), dst. Pengetahuan tentang jenis-jenis ayat Al-Qur’an penting agar seseorang tidak salah baca dalam memahami ayat. Karena itu, tidak benar seseorang menetapkan hukum hanya dari sepenggal ayat tanpa memahami jenisnya, dan tanpa melihat munasabah (pertaliannya) dengan ayat-ayat lain.





Karakteristik Ayat-ayat Al-Qur’an

Saya tidak akan menjelaskan rinci, tetapi bagi yang tertarik memahami karakteristik ayat-ayat Al-Qur’an, direkomendasikan untuk membaca kitab al-Itqan fî Ulumil Qur’an, karya Jalaluddin as-Suyuthi. Namun, biar jelas, akan diberikan beberapa contoh.







Kamis, 25 Januari 2018

ISNU: Kompetisi yang Terlalu Liberal Tak Sesuai dengan Aswaja

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Ketua Umum Ikatan Sarjana NU (ISNU) Ali Masykur Musa cenderung setuju dengan penggunaan metode ahlul halli wal aqdi atau penunjukan oleh sekelompok terpilih karena sistem kepemimpinan Islam harus mengedepankan ahlul hikmah, yaitu penuh hikmah dan kebijaksanaan.

“Kompetisi yang terlalu liberal tidak sesuai dengan kultur kepemimpinan ahlusunnah wal jamaah sehingga dengan demikian, saya mendorong dan setuju melalui ahlul halli,” katanya.

ISNU: Kompetisi yang Terlalu Liberal Tak Sesuai dengan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU: Kompetisi yang Terlalu Liberal Tak Sesuai dengan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU: Kompetisi yang Terlalu Liberal Tak Sesuai dengan Aswaja

Mereka yang menjadi ahlul halli adalah representasi dari para ulama yang memenuhi syarat tertentu. Ia mengusulkan, ahlul halli memilih baik rais aam maupun ketua umum PBNU.

PMII Cabang Tegal

“Tanfidziyah kan menjadi pelaksana syuriyah, ahlul halli nantinya memilih syuriyah dan tanfidziyah,” tandasnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Berita, Doa, Quote PMII Cabang Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Afsel Luncurkan Kartu Kredit Khusus Jamaah Haji

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Sebuah kartu kredit khusus untuk jamaah haji diluncurkan di Afrika Selatan oleh "Bidvest Bank", penyedia kartu perjalanan terbesar di dunia, yang akan memberi pelayanan bagi jamaah haji "kartu dengan mata uang dunia" (World Currency Bank), dengan denominasi riyal Saudi Arabia.

Jamaah haji Afrika Selatan tidak perlu membawa uang tunai lagi, dan akan lebih hemat dalam pembayaran dengan bantuan kartu kredit ini.

Afsel Luncurkan Kartu Kredit Khusus Jamaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Afsel Luncurkan Kartu Kredit Khusus Jamaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Afsel Luncurkan Kartu Kredit Khusus Jamaah Haji

Sebelumnya, jamaah haji Afrika Selatan harus menukarkan mata uang lokal mereka, Rand, ke Dollar Amerika, baru kemudian ke Riyal sehingga menimbulkan biaya nilai tukar yang mahal.?

PMII Cabang Tegal

“Kami percaya, kartu ini akan menjadi bagian dari kelengkapan dari rencana perjalanan ketika Muslim Afrika Selatan pergi ke Makkah, baik untuk pergi berhaji atau umroh,” kata Neil Capazorio, kepada Divisi Kartu Bidvest Bank.

Beberapa keunggulan lain dari kartu ini adalah, saldo milik jamaah akan terus diperbaharui, keuntungan pentinga lainnya adalah nilai tukar sudah dimasukkan sebelum keberangkatan.

PMII Cabang Tegal

Tidak ada proses yang rumit dalam aktivasi kartu ini, karena sangat cepat dan mudah dengan tetap memperhatikan masalah keamanan seperti dilansir oleh topnews.ae.

Disamping bisa ditukarkan langsung dengan Riyal, kartu ini menyediakan layanan praktis dari Rand ke Dollar Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, bisa juga ke Poundsterling Inggris, Yen Jepang, Yuan China, Rupee India dan Mauritania, Franc Swiss, Shekel Isreal, Dirham UAE, Reais Brazil, Bath Thai dan Peso Argentina. (islam.ru/mukafi niam)

Foto: youtube.com

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Berita, Tegal, Makam PMII Cabang Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Tiga Pesan KH Bisri Syansuri kepada Warga NU

Jombang, PMII Cabang Tegal. Wakil Rais Syuriyah Pengurus Willayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Propinsi Nusa Tenggara Barat TGH Maarif Makmun menceritakan kenangannya dengan KH Bisri Syansuri, tokoh dan pendiri NU, ketika dirinya masih menimba ilmu di mekah sekitar tahun 1977-an lalu. Saat itu TGH Maarif ditugaskan untuk menghidangkan kopi/teh para rombongan haji asal Indonesia.

"Kamu anaknya Kiai?" ujar TGH Maarif di penginapan PWNU NTB di Jalan Flamboyan Jombang Jawat Timur Jumat malam (30/7) kemarin mengenang pertanyaan KH Bisri Syansuri kepada dirinya.

Tiga Pesan KH Bisri Syansuri kepada Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Pesan KH Bisri Syansuri kepada Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Pesan KH Bisri Syansuri kepada Warga NU

Dia pun menjawab tidak. “Saya anak Petani, lalu pertanyaan selanjutnya apakah kamu NU?” Dia pun menjawab Ya.

PMII Cabang Tegal

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Maarif Darek Praya Barat Daya Lombok Tengah NTB ini, setelah dirinya mengaku sebagai anak petani dan NU lalu kemudian KH Bisri Syansuri berpesan kepada dirinya.

Pertama, Inget jangan cari makan di NU hidupnya nanti akan lunglai, katanya mengulang pesan pertama KH Bisri pada dirinya, sembari ia menceritakan waktu itu ia tidak tahu maksud kata lunglai.

PMII Cabang Tegal

Kedua jangan keluar dari NU, membenci NU karena akan dilanda hutang besar. Ketiga Besarkan NU, ikuti program NU dan mengitu ulama hidup? akan berkah.

"Ketiga pesan ini selalu saya sampaikan kepada generasi NU, rekan-rekan pengurus NU khususnya santri di pondok agar masuk dan ikut membesaka? NU," harapnya. (Samsul Hadi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Sunnah, Kiai, Berita PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock