Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Februari 2018

Perumpaan Rasulullah untuk Orang yang Tak Berdzikir

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Perumpaan Rasulullah untuk Orang yang Tak Berdzikir (Sumber Gambar : Nu Online)
Perumpaan Rasulullah untuk Orang yang Tak Berdzikir (Sumber Gambar : Nu Online)

Perumpaan Rasulullah untuk Orang yang Tak Berdzikir

“Perumpamaan antara orang yang dzikir pada Tuhannya dan yang tidak, seperti antara orang yang hidup dan yang mati. (HR Bukhari)

PMII Cabang Tegal

Dzikir bagi hati selayak air bagi ikan. Dzikir yang merupakan kesadaran ilahiah menjadi energi yang menghidupkan hati. Karena hati adalah elemen paling pokok dari manusia, matinya hati sama dengan matinya seluruh tubuh. Syekh Ibnu Athaillah, sebagaimana dikatakan Ibnu Ajibah dalam Iqadhul Himam (syarah al-Hkam), menyebut bahwa di antara tanda matinya hati adalah hilangnya rasa sedih dan penyesalan ketika berbuat yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Ibnu Ajibah sendiri mengatakan, matinya hati dilatari oleh tiga faktor, yakni cinta dunia, lalai dari dzikir kepada Allah, membiarkan anggota badan jatuh dalam perbuatan maksiat. Wallâhu a‘lam.

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Jadwal Kajian PMII Cabang Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Muslimat NU Bogor Santuni 400 Anak Yatim Tiap Bulan

Bogor, PMII Cabang Tegal. Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Bogor mengelar acara santunan kepada anak yatim di Pesantren Sunanul Huda, Kecamatan Lewiliang, Bogor, Jawa Barat, Ahad (5/7). Kegiatan sosial ini merupakan agenda rutin Muslimat NU Bogor.

“Kegiatan ini kami lakukan rutin hampir setiap bulan di kediaman ayah kami dan kami merasa senang bisa berbagi dengan sesama. Kami mengundang hampir 400 anak yatim di setiap kegiatan,” kata Ketua PC Muslimat NU Bogor Nita Sari.

Muslimat NU Bogor Santuni 400 Anak Yatim Tiap Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Bogor Santuni 400 Anak Yatim Tiap Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Bogor Santuni 400 Anak Yatim Tiap Bulan

Nita berharap kegiatan ini bisa juga dilaksanakan oleh setiap Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU yang ada di Kabupaten Bogor. Pihaknya mengajak kepada masyarakat Muslim di bulan yang penuh rahmat ini untuk selalu ingat dengan mereka yang kurang beruntung.

PMII Cabang Tegal

Program yang digagas H Sasmita, ayah kandung Nita Sari, ini dinilai cukup meringankan beban mereka yang kurang mampu secara ekonomi. Kegiatan digelar di kediaman H Sasmita di Pesantren Sunanul Huda.

PMII Cabang Tegal

Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Kabupaten Bogor Lukmanul Hakim yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, selaku pengusaha ia mendorong agar kegiatan mencintai anak yatim ini tidak hanya berlangsung di bulan Ramadhan dan bersifat ceremonial belaka. Tetapi, lebih mengarah kepada jangka panjang misalnya melalui beasiswa atau yang lainya.

Selain ketua HPN Bogor, hadir pula Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nu (IPNU), tokoh masyarakat, dan aparat pemerintah setempat. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Jadwal Kajian, Hikmah, Olahraga PMII Cabang Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Menhan Ryamizard Bakal Pimpin Apel Akbar Pagar Nusa

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Menjelang Hari Lahir Pancasila, Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa akan mengumpulkan 13 ribu pendekar se-Provinsi Lampung, untuk menggelar apel akbar pada Selasa (31/5) besok. Apel akbar bertema “Pagar Nusa Bela Bangsa dan Ulama” itu akan digelar di sejumlah daerah sebagai sarana untuk konsolidasi para pesilat se-Nusantara.

“Pagar Nusa sebagai Badan Otonom NU punya ratusan ribu kader yang konsen dalam melestarikan tradisi pencak Silat. Sebelum Apel Akbar, di Jawa Timur, Pagar Nusa baru saja mengadakan turnamen pencak silat se-Jawa dan Bali. Nanti setelah apel di Lampung, kami akan menggelar apel akbar ini di Kalimantan dan enam daerah lainnya," ungkap Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Ajengan Mimih Haeruman, Senin (30/5).

Menhan Ryamizard Bakal Pimpin Apel Akbar Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Menhan Ryamizard Bakal Pimpin Apel Akbar Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Menhan Ryamizard Bakal Pimpin Apel Akbar Pagar Nusa

Pengasuh Pesantren Manuk Heulang, Tasikmalaya ini menguraikan, apel akbar itu akan dipimpin oleh Menteri Pertahanan RI, Jendral (Purn) Ryamizard Ryacudu sebagai inspektur upacara, sementara Rais Amm NU, KH Makruf Amin akan memberikan tausiyah kebangsaan. Selain itu, juga akan menampilkan sejumlah atraksi para pesilat muda NU setempat. Kemudian dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus Wilayah Pagar Nusa Lampung dan Pengurus Cabang Pagar Nusa se-Provinsi Lampung.

“Apel dan sejumlah atraksi itu bukan ajang pamer atau unjuk kekuatan. Tapi sebagai bentuk tasyakkur Pagar Nusa yang dalam kurun waktu sekian tahun ini telah turut mewarnai khazanah persilatan di Indonesia. Dalam apel nanti juga disampaikan ikrar sebagai komitmen para pendekar Pagar Nusa dalam membela para ulama dan keutuhan bangsa Indonesia,” tuturnya.

Wakil Ketua PBNU, Aizzuddin Abdurrahman yang biasa disapa Gus Aiz mengungkapkan, tradisi silat di pesantren-pesantren NU telah terawat sejak era Wali Songo. “Di mana para kiai, menjadikan silat dan olah spiritual sebagai sarana mengenal keagungan Tuhan. Maka kredo Pagar Nusa adalah La ghaliba Illa billah” paparnya.

Mantan Ketua Umum PP Pagar Nusa ini menjelaskan, perguruan silat yang bernaung di bawah bendera NU ini, didirikan secara kolektif oleh para pendekar NU dari sejumlah pesantren di Nusantara. Karena itu, Pagar Nusa kemudian berkembang dan didirikan di berbagai daerah di Indonesia. “Pagar Nusa itu besar karena konfederasi perguruan-perguran pencak silat, yang didalamnya ada para pendekar NU. Kami mengajak para pendekar NU dan perguruan-perguran pencak silat untuk bersama-sama membesarkan Pagar Nusa,” tandasnya. ( Abd Malik/Zunus)?

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal AlaNu, Jadwal Kajian, Sunnah PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

NU Jakpus Bentuk Kelompok Kader Penanggulang TB

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Administrasi Jakarta Pusat melalui Lembaga Kesehatan NU terus menggerakan program “Desa Siaga Aktif” untuk melawan penyakit Tuberculosis (TB). Lewat Community Empowerment of People Against Tuberculosis (CEPAT), LKNU membentuk kelompok kader di tingkat Rukun Warga (RW).

Selasa (24/2), di aula PBNU, Jakarta, LKNU Jakpus mengumpulkan utusan dari 20 Rukun Warga (RW) dari Kelurahan Kebonkacang, Kecamatan Senen, dan Kelurahan Paseban, Kecamatan Tanahabang. Keduapuluh RW tersebut terpilih berdasarkan kriteria antara lain potensi sumber daya manusia, kepedulian pemerintah desa, dan adanya program kesehatan yang sedang berjalan.

NU Jakpus Bentuk Kelompok Kader Penanggulang TB (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jakpus Bentuk Kelompok Kader Penanggulang TB (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jakpus Bentuk Kelompok Kader Penanggulang TB

"Gerakan ini bertujuan untuk.mempercepat terwujudnya desa atau kelurahan yang peduli, tanggap, dan mampu mengenali, mencegah serta mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi secara mandiri sehingga derajat kesehatannya meningkat," tutur Umi Wahyuni, Koordinator CEPAT LKNU wilayah Jakpus.

PMII Cabang Tegal

Dua puluh orang tersebut diminta membantu mencegah hingga proses mengobati penderita TB di masing-masing RW. Setiap RW akan menerima dana pancingan dari program yang bekerja sama dengan USAID ini.

PMII Cabang Tegal

Menurut Umi, program Desa Siaga Aktif hendak memobilisasi masyarakat untuk mendukung perbaikan perawatan TB, melalui proses terencana, serentak dalam kurun waktu tertentu, dan kegiatan tertentu.

Sebelumnya, LKNU juga memprakarsai pertemuan para pemangku kebijakan di Jakarta. Langkah ini sebagai upaya menanggulangi penyebaran penyakit tuberculosis (TB) dan HIV/AIDS. Saat itu, LKNU berhasil membentuk kelompok kerja (Pokja) TB-HIV/AIDS. LKNU mengundang, antara lain, para pimpinan rumah sakit, pejabat legislatif, pejabat eksekutif, dan para kader NU di Jakarta. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Jadwal Kajian PMII Cabang Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Kongres Pergunu Bahas Full Day School

Bandung, PMII Cabang Tegal - Peserta Kongres Ke-2 Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) yang akan dilaksanakan pada 26-29 Oktober 2016 di Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto akan membahas isu-isu penting dalam pendidikan di antaranya gagasan Fulll Day School (FDS) yang dilontarkan pemerintah.

Menurut Ketua Umum Pergunu KH Dr Asep Saifuddin Chalim saat dihubungi di Kota Mekkah (24/9), bahwa gagasan FDS sebenarnya bukan sesuatu yang baru, model penyelenggaraan pendidikan seperti ini sesungguhnya sudah diaplikasikan oleh sebagian penyelenggara pendidikan di tanah air.

Kongres Pergunu Bahas Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
Kongres Pergunu Bahas Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

Kongres Pergunu Bahas Full Day School

"Tengok saja pendidikan di pondok pesantren, itu kan lebih dari pada full day school" tutur Kiai Asep

PMII Cabang Tegal

Wakil Ketua Umum Pergunu Dr H Rudolf Chrysoekamto mengatakan, upaya untuk mengadopsi pendidikan di pesantren justru dilihat sebagai solusi jalan di tempat, bukan sesuatu yang sama sekali baru.

"Meski dilatari oleh keprihatinan mendalam terhadap kondisi moral bangsa, tetapi gagasan ini sungguh layak diapresiasi dengan catatan diawali dengan uji kelayakan terutama bagi subjek penyelenggaranya," tutur Dhofi.

PMII Cabang Tegal

Menurutnya, pemerintah perlu untuk menyiapkan model FDS yang akan diselenggarakan agar tidak lagi terkesan involutif dan menggesernya dari kesan inovatif menjadi inventif bahkan kalau memungkinkan makin discoverif.

Sementara itu Sekretaris Pergunu Jawa Barat H Saepuloh berharap dalam Kongres Ke-2 Pergunu di Pesantren Amanatul Ummah Pacet-Mojokerto dapat memberikan kajian yang menyeluruh terkait gagasan FDS.

“Bahkan kalau bisa dalam kongres tersebut Pergunu membuat model pembelajaran full day school sebagai upaya kontribusi Pergunu dalam upaya terselenggaranya nation character building yang lebih menyeluruh,” katanya. (Awis Saepuloh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Jadwal Kajian PMII Cabang Tegal

Senin, 25 Desember 2017

2017, Kemendes Target 28 Ribu Persil Lahan Transmigrasi Bersertifikat

Jakarta, PMII Cabang Tegal - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menargetkan sebanyak 28 ribu persil atau bidang tanah di lahan transmigrasi akan tersertifikasi hingga akhir tahun 2017.

?

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (Dirjen PK Trans) Kemendes PDTT H.M. Nurdin usai rapat konsolidasi program pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi 2017 di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat pada, Jumat (9/7).

2017, Kemendes Target 28 Ribu Persil Lahan Transmigrasi Bersertifikat (Sumber Gambar : Nu Online)
2017, Kemendes Target 28 Ribu Persil Lahan Transmigrasi Bersertifikat (Sumber Gambar : Nu Online)

2017, Kemendes Target 28 Ribu Persil Lahan Transmigrasi Bersertifikat

?

Menurutnya, Presiden telah menargetkan sebanyak 5 juta persil dari 106 juta persil sudah disertifikatkan pada 2017. Target tersebut terus meningkat pada 2018 sebanyak 7 juta persil dan 9 juta persil di tahun 2019. Dari target tersebut, untuk lahan transmigrasi masih terdapat sebanyak 600 ribu persil lahan transmigrasi yang masih belum memiliki sertifikat.

?

"Tahun ini target kita sebanyak 28 ribu persil yang akan disertifikatkan. Kita akan tingkatkan kembali sebanyak 75 ribu persil pada 2018. Kita juga akan melakukan koordinasi dengan kementerian terkait dengan permasalahan lahan transmigrasi yang masih tumpang tindih dan hak pengelolaan lahannya belum diterbitkan," ujarnya.

PMII Cabang Tegal

?

Mengenai adanya keterbatasan anggaran dari pemerintah pusat untuk membiayai sertifikasi, Nurdin mengatakan bahwa Kemendes PDTT akan turut menyampaikan kepada Pemerintah Daerah untuk turut membantu berkontribusi melalui anggaran APBD dalam hal pembiayaan sertifikat.

?

PMII Cabang Tegal

"Kita meminta kepada pemerintah daerah untuk membantu dukungan dari APBD terkait sertifikasi lahan transmigrasi. Kita berharap, permasalahan sertifikat untuk lahan transmigrasi akan segera tuntas," katanya. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Khutbah, Daerah, Jadwal Kajian PMII Cabang Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Putusan Bahtsul Masail Diapresiasi Sebagai Produk Intelektual

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Katib Syuriyah PBNU KH Shalahuddin Al-Ayyubi mengapresiasi putusan bahtsul masail NU sebagai produk intelektual. Menurut Kiai Shalahuddin, putusan itu keluar dari forum diskusi ilmiah mendalam dan kritis menyangkut sebuah persoalan umat.

Putusan Bahtsul Masail Diapresiasi Sebagai Produk Intelektual (Sumber Gambar : Nu Online)
Putusan Bahtsul Masail Diapresiasi Sebagai Produk Intelektual (Sumber Gambar : Nu Online)

Putusan Bahtsul Masail Diapresiasi Sebagai Produk Intelektual

Kiai Shalahuddin dalam rapat persiapan Munas-Konbes NU 2014 di ruang Syuriyah PBNU mengatakan, “Bahtsul masail di setiap tingkat kepengurusan NU manapun harus dijunjung tinggi.”

Ia menunjuk pada forum bahtsul masail yang diadakan pengurus NU tingkat ranting hingga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Pernyataan Kiai Shalahuddin dibenarkan Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU KH Cholil Navis yang juga hadir dalam rapat.

PMII Cabang Tegal

Menurut Kiai Cholil, putusan bahtsul masail ini bernilai ilmiah. Karena, putusan bahtsul masail dirumuskan para kiai setelah mendalami dan menyerap pandangan dari para pakar yang menguasai persoalan baik kalangan akademisi maupun pejabat publik.

PMII Cabang Tegal

“Mekanisme bahtsul masail di setiap tingkatan NU juga menggunakan metodologi ilmiah yang teruji,” kata Kiai Cholil menunjuk sejumlah pasal dalam kitab Ushul Fiqih.

Forum rapat ini tengah membentuk tim untuk membuat rancangan pedoman pelaksanaan terkait mekanisme bahtsul masail yang pernah diamanahkan dalam Munas NU di Lampung pada 1992. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Khutbah, Nahdlatul, Jadwal Kajian PMII Cabang Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Akhirnya Modul Kaderisasi IPNU Siap Diterbitkan

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Setelah melalui diskusi panjang dan alot, sidang komisi kaderisasi Rakernas 2014 akhirnya menyetujui pengesahan modul kaderisasi. Forum yang diselenggarakan di LPMP DKI Jakarta, Rabu (26/2) itu selanjutnya meminta jajaran PP IPNU untuk segera menerbitkan modul tersebut.

Sebelumnya poros Sulawesi yang diwakili Bidang Kaderisasi IPNU Sulsel Andy M Idris? mengatakan, "Keberadaan modul kaderisasi IPNU tidak bisa ditawar-tawar lagi. Hal ini menjadi harapan besar bagi kelangsungan proses kaderisasi di Indonesia bagian timur.”

Akhirnya Modul Kaderisasi IPNU Siap Diterbitkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhirnya Modul Kaderisasi IPNU Siap Diterbitkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhirnya Modul Kaderisasi IPNU Siap Diterbitkan

Modul kaderisasi ini telah melalui proses panjang; mulai dari workshop kaderisasi, rakernas, dan terakhir rakornas kaderisasi di Bogor.

PMII Cabang Tegal

Karenanya, forum rakernas ini menjadi momentum untuk mengesahkan dan menerbitkan segera yang pada gilirannya didistribusikan ke wilayah dan cabang IPNU se-Indonesia. (Red:? lhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal Jadwal Kajian, Kajian, PonPes PMII Cabang Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Si Mbah Teteskan Air Mata Melihat NU

Hujan belum mereda Ahad (22/12). Ada si Mbah duduk di teras depan Lakpesdam NU, di Jl. H. Ramli No. 20A Menteng Dalam Tebet, Jakarta Selatan. Lalu kami persilakan masuk lantaran hujan semakin deras. 

Selazimnya wong NU, ketika tamu datang, tentu disediakan minuman hangat, teh atau kopi. Si Mbah memilih teh tanpa gula. Barangkali kebetulan, selera rokok kami sama, Gurame alias Gudang Garam Merah.

Mula-mula si Mbah hanya menunduk dengan mengenakan topi yang ditambal kain. Kami perhatikan, dia membawa bambu pikulan, pengki dan cangkul yang diletakkan di teras. Kami tanya, "Mbah mau kemana dan ada keperluan apa?" 

Si Mbah Teteskan Air Mata Melihat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Si Mbah Teteskan Air Mata Melihat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Si Mbah Teteskan Air Mata Melihat NU

Dengan bibir agak ragu dan sedikit bergetar "Saya biasa bekerja bersih-bersih rumput, keliling kampung Menteng Dalem sini, barangkali ada rumah yang perlu bantuan saya bersihkan halaman dan rapihkan tanamannya," kata si Mbah masih menunduk seraya raut wajah disembunyikan di balik topinya.

Mulai dari situlah, siang ini, obrolan kami semakin panjang dengannya. Si Mbah kini meletakkan topi di atas meja, dan mau menatap kami. Rupanya si Mbah kelahiran Sindang Laut, Cirebon. Sejak Jakarta dipimpin Ali Sadikin, dia merantau ke Jakarta jadi kuli bangunan karena tidak punya tanah lagi di Cirebon. 

Masa Jepang, dia sudah Sekolah Rakyat, dan masih ingat terminologi Jepang; hitungan, perintah, istilah sapaan, dan lagu kebangsaan Jepang "Kimigayo." Masa itu, dia tidak melihat pembunuhan, tapi bagi yang tidak bisa berbaris dengan baik, akan ditendang-tendang. Tidak becus latihan ketentaraan, disiksa. Dan para tokoh PKI yang melawan pendudukan Jepang, rumahnya hangus dibakar para tentara Jepang. 

Lalu kami tanya, "Bagaimana dengan para kiai disana?" 

PMII Cabang Tegal

Sambil mengingat-ingat, dia mengisahkan, "Kiai Buchair, Kiai Anas, Kiai Rais setelah Jepang pergi datang pasukan Belanda dan Inggris. Kiai-kiai disiksa pasukan sekutu. Kiai Buchair dirampas kerisnya, lalu ditembak. Kiai Anas disiksa berhari-hari, begitu juga Kiai Rais dan yang lain, tadinya para kiai tidak bisa disiksa dengan mengamalkan surat al Kahfi, tapi ga tau kok bisa kalah. Semua ditembak," si Mbah cerita, dia menyaksikan kejadian itu. Sebagian rakyat yang melawan ikut disiksa dan ditangkap.

Untuk membantu ingatannya, melalui Youtube kami perdengarkan beberapa pidato Bung Karno, lagu-lagu perjuangan, dan shalawatan yang barangkali bisa membantu menjelaskan konteks, situasi batin masa itu. 

PMII Cabang Tegal

Dia tampak tersenyum seraya memegang dahi. 

Kami putar lagu "Genjer-genjer." "Itu lagu Gerwani," katanya. 

Menjelang Pemilu 1955, PKI mengajaknya bergabung. Namun karena dia suka ditipu PKI, maka dia tidak mau ikut PKI. "Saya tidak mau kamu tipu, dan saya tidak bisa ditipu. Kalau mau menipu cari saja orang lain yang bisa kamu tipu," katanya.

"Lantas si Mbah pilih partai apa?" tanya kami. 

"Saya pilih NU," jawabnya. 

Tanpa kami minta, kemudian dia bacakan "hizib latief" lancar sekali. "Dari mana si Mbah bisa hafal hizib itu?" 

"Ini ijazah dari Kiai Fuad Hasyim buat saya," jawabnya. 

"Mbah, coba lihat ke bingkai digantung itu!" kata kami seraya menunjuk bingkai persis berada di belakangnya. 

"Ini kantor NU, Mbah," lanjut kami. 

Si Mbah teteskan airmata, lalu tersenyum.

"Mbah tinggal dimana? Siapa namanya?" tanya kami penasaran.

"Saya tinggal sendiri di depan toko-toko Pasar Menteng Pulo yang baru. Anak isteri saya di Cirebon. Nama saya..? Saya Ebon," sambil bersiap keluar dan merapikan, cangkul, pengki dan pikulan.

"Masih gerimis, Mbah.. mau kemana?" kami menahan. 

"Saya mau ke masjid." (Abi Setyo Nugroho

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Aswaja, Jadwal Kajian, AlaNu PMII Cabang Tegal

Minggu, 26 November 2017

Kitab Karangan Mufti Batavia Sayyid Usman bin Yahya

Ini adalah kitab “Manhajul Istiqâmah fîd Dîn bis Salâmah” atau dalam bahasa Melayunya bernama “Perjalanan yang Betul dalam Memegang Agama Islam” karangan ulama besar Nusantara dari Betawi yang juga mufti besar Batavia (kini Jakarta) dan mahaguru ulama-ulama Betawi pada zamannya, yaitu Sayyid Usman bin Abdullah bin Aqil bin Yahya (dikenal dengan Sayyid Usman Batavia, 1822-1913 M).

Kitab “Manhajul Istiqâmah” ditulis dalam bahasa Melayu dialek Betawi (Batavia) beraksara Arab (Jawi). Kitab ini berisi kajian tentang tuntunan menjalankan agama Islam dengan lempang sebagaimana yang diwariskan oleh Nabi Muhammad, para sahabat, tabi’in, dan ulama-ulama terdahulu, jalan yang murni dan selamat dari bid’ah-bid’ah dan berbagai macam penyimpangan, yang pada masa itu kerap terjadi dalam praktik keberislaman Muslim Nusantara. Dalam kata pengantarnya, Sayyid Usman Batavia menulis;

Kitab Karangan Mufti Batavia Sayyid Usman bin Yahya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Karangan Mufti Batavia Sayyid Usman bin Yahya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Karangan Mufti Batavia Sayyid Usman bin Yahya

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PMII Cabang Tegal

(Maka inilah perjalanan sekalian ulama dan auliya dan solihin [orang-orang salih] dari zaman dahulu hingga zaman sekarang, mereka itu sekalian mengikut perjalanan Rasulullah SAW dan sahabatnya).

Sayyid Usman kemudian mengungkapkan latar belakang penulisan kitab ini. Dikatakannya, bahwa ada tiga buah sebab utama yang mendorongnya untuk menuliskan buah pemikirannya terkait “bagaimana berislam dengan selamat”. Ketiga sebab itu adalah, pertama, posisi Sayyid Usman sebagai mufti Batavia yang berkewajiban untuk selalu memberikan tuntunan kepada umat Muslim tentang bagaimana cara beragama Islam yang benar dan lempang. Kedua, karena kewajiban seorang ulama untuk menyebarkan ilmu pengetahuan sebagai bentuk cinta dan kasih saying kepada umat Islam. Ketiga, karena tanggung jawab moralnya untuk menjaga umat Muslim agar selamat dunia dan akhirat.

PMII Cabang Tegal

Sayyid Usman menulis;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

(Adapun sebabnya maka kami membuat ini kitab, maka adalah itu dari tiga perkara yang tersebut di bawah in. Pertama kerana menyatakan kewajiban atas seumpama kami bahwa menyatakan kebenaran daripada agama bagi yang suka menerima kenyataannya. Kedua kerana niat menyampaikan pengasi kebajikan ilmu dan menyampaikan nikmat peringatan kepada sekalian saudara Islam. Ketiga menselamatkan mereka itu daripada segala kejahatan dunia akhirat dengan pengharapan kami).

Dalam kolofon, didapati keterangan jika kitab ini diselesaikan di kampung Petamburan, Batavia, pada 5 Dzul Qa’dah tahun 1307 Hijri (bertepatan dengan 22 Juli 1890 Masehi). Kitab ini kemudian dicetak oleh percetakan milik Sayyid Usman sendiri, dan pada gilirannya mendapatkan apresiasi dari otoritas pemerintahan kolonial Belanda di Batavia.

Saya sendiri mendapatkan naskah kitab ini versi cetakan yang dikeluarkan oleh Pesantren al-Thahiriyyah, yang beralamat di Jalan Melayu Besar nomor 68, Tebet, Jakarta Selatan (tanpa tahun cetak). Beberapa hari yang lalu, seorang mahasiswa saya di program Islam Nusantara pada Pascasarjana STAINU (kini UNUSIA) Jakarta, yaitu al-Fadhil Lamtoro Arianto, memberikan saya hadiah naskah kitab ini dan Sembilan naskah kitab karangan Sayyid Usman Batavia lainnya.

Dalam versi cetakan al-Thahiriyyah, tebal keseluruhan kitab ini mencapai 64 halaman. Dalam 64 halaman itu, kitab ini terbagi ke dalam 9 (sembilan) pasal besar, yang mana masing-masing pasal memiliki sub-pasal kajian. Pasal yang pertama mengkaji “perintah Allah kepada setiap Muslim”. Pasal kedua mengkaji “perintah Rasulullah pada ummatnya”. Pasal ketiga mengkaji “keharusan mengikuti jejak langkah Rasulullah”. Pasal kelima mengkaji tentang “definisi bid’ah dan macam-macam hukumnya”. Pasal keenam mengkaji “pangkal dan bibit segala bid’ah”. Pasal ketujuh mengkaji “delapan hal yang menjadi pembeda antara bid’ah dan lainnya”. Pasal kedelapan mengkaji “berbagai macam bid’ah yang terdapat dalam ritual keberislaman Muslim Nusantara”. Dan pasal kesembilan mengkaji tentang “al-kulliyyât al-khamsah” atau lima perkara yang wajib pada syara’.

Termasuk yang disorot dan dikritisi oleh Sayyid Usman dalam kitab ini adalah fenomena sebagian Muslim Nusantara yang menjalankan segala laku tarekat tanpa faham dan “khatam” terlebih dahulu pemahaman keilmuan mereka akan ilmu syari’at (fiqih). Akibat dari hal ini, kerap didapati beberapa penyimpangan dalam praktik keberislaman (halaman 44-45).

Yang menarik di sini adalah sikap dan pandangan Sayyid Usman yang menentang gerakan revolusi petani di Cilegon, Banten, yang terjadi pada tahun 1888 M, yang melawan kebijakan kolonial Belanda. Gerakan tersebut dipimpin oleh seorang ulama kharismatik Banten yang juga seorang ulama tarekat naqsyabandiyyah, yaitu Syaikh Abdul Karim al-Bantani dan Syaikh Arsyad Thawil al-Bantani. Sayyid Usman menulis pada halaman 22 kitab ini;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?2? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?2

(Bahwa perbuatan bikin rusuh negeri sebagaimana yang telah jadi di Cilegon Banten dan yang dahulu di Bekasi sekalian itu batil bukannya jihad sebab tiada syarat-syaratnya malahan perbuatan begitu rupa melanggar agama dengan menjatuhkan beberapa banyak darurat pada orang-orang). (Ahmad Ginanjar Syaban)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Quote, Jadwal Kajian PMII Cabang Tegal

Rabu, 06 September 2017

Fungsi Dosen PAI di PTU Diambil Alih Organisasi Kemahasiswaan

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Sebuah keironisan terjadi terkait Pendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi Umum (PTU). Peran dan fungsi pendidikan agama lebih banyak dilakukan oleh organisasi-organisasi kemahasiswaan dan organisasi kemasyarakatan dibanding dosen PAI itu sendiri.?

Fungsi Dosen PAI di PTU Diambil Alih Organisasi Kemahasiswaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Fungsi Dosen PAI di PTU Diambil Alih Organisasi Kemahasiswaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Fungsi Dosen PAI di PTU Diambil Alih Organisasi Kemahasiswaan

Kesimpulan tersebut berdasarkan hasil penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama (Puslitbang Penda) Balitbang dan Diklat Kemenag RI tahun 2015. Sedangkan pihak PTU sendiri tidak bisa mengontrol setiap kegiatan keagamaan yang dilakukan mereka sehingga penanaman ideologinya pun tak bisa dikendalikan.

Sedangkan fakta di lapangan yang terjadi selama ini, paham-paham Islam transnasional justru banyak berkembang di PTU. Alasan inilah yang harus menjadi perhatian penuh dosen PAI di PTU agar pemahaman agama tidak bergeser dari semangat kebangsaan Indonesia yang plural.

Kenyataan bahwa pendidikan agama di PTU lebih banyak dilakukan oleh organisasi kemahasiswaan memberikan kesan, peran dan tanggung jawab dosen PAI telah diambil alih oleh organisasi-organisasi tersebut.

Dalam penelitian, meskipun diakui bahwa pendidikan agama masih selaras dengan wawasan kebangsaan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun, pendidikan agama yang masih sesuai dengan semangat kebangsaan tersebut hanya berlangsung seper sekian menit ketimbang kegiatan dan aktivitas pendidikan agama di luar perkuliahaan.?

PMII Cabang Tegal

Penelitian itu mengungkapkan, kegiatan-kegiatan keagamaan yang mereka lakukan bersifat transnasional. Seperti yang telah kita mafhumi bersama, ideologi Islam transnasional bertujuan merongrong dasar negara Pancasila. Padahal Pancasila terbukti mampu menyatukan bangsa Indonesia yang majemuk ini.

Penelitian tersebut juga menyatakan, sumber daya manusia (SDM) tenaga pendidik baik kuantitas maupun kualitasnya dan juga dari segi sarana dan prasarana pendidikan agama Islam masih belum maksimal.?

PMII Cabang Tegal

Selain dari segi kuantitas dan kualitas SDM, keberadaan dosen agama masih sangat terbatas. Belum satupun dosen PAI (sasaran penelitian) yang telah mencapai posisi akademik tertinggi yaitu guru besar atau profesor. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Jadwal Kajian, Santri, Ulama PMII Cabang Tegal

Selasa, 25 Juli 2017

Tiga Nasihat Jibril untuk Umat Nabi Muhammad SAW

Surabaya, PMII Cabang Tegal - Ustadz Thohir, khotib Jumat di Masjid Rumah Sakit Islam Jemursari, Surabaya, Jumat (4/8) menyampaikan tiga pesan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya. Mengutip kitab Nashaihul Ibad karya Syekh Nawawi Banten, ia menyampaikan tiga pesan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad yang sebenarnya ditujukan kepada umat akhir zaman.

Pertama Hiduplah sesukamu Muhammad, tapi ingatlah engkau akan mati. "Kita diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, kita mau beribadah atau maksiat itu pilihan. Tapi ingat kita akan mati," terang Ustadz Thohir dengan suara lirih.

Tiga Nasihat Jibril untuk Umat Nabi Muhammad SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Nasihat Jibril untuk Umat Nabi Muhammad SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Nasihat Jibril untuk Umat Nabi Muhammad SAW

Dalam Al-Quran Surat Al-Anbiya ayat 35, Allah SWT mengatakan setiap orang yang bernafas, pastilah akan mengalami kematian. Semua orang itu pasti akan mati. "Dengan mengingat mati, dia akan ingat dua jalan yakni surga dan neraka. Kita dibebaskan untuk memilih," terangnya.

Nasihat kedua. Cintailah siapapun dengan sesukamu tapi ingatlah kau akan dipisahkan. "Kita diberi kebebasam untuk mencintai siapa saja, tapi suatu saat kita akan berpisah," lanjutnya.

PMII Cabang Tegal

PMII Cabang Tegal

Perpisahaan itu sungguh menyakitkan. Jika tidak, maka Rasulullah tidak akan menangis saat ditinggal mati oleh Sayidah Khadijah. Sungguh berpisah itu sangat menyakitkan. Berpisah bisa karena kematian atau pengkhiatanan.

Pepatah mengatakan, cintai kekasihmu biasa saja karena suatu saat ia akan menjadi musuhmu. Begitu juga sebaliknya, bencilah musuhmu biasa saja, suatu saat ia akan menjadi kekasihmu.

Pesan ketiga. Berbuatlah sesukamu, tapi ingatlah setiap perbuatan pasti ada balasannya. Pesan ini mengingatkan setiap perbuatan pasti akan dimintai pertanggungjawaban. Perbuatan baik akan dibalas dengan kebaikan pula. Begitu juga sebaliknya. Barangsiapa yang menanam benih, pasti dia akan menuai hasilnya.

"Iya kalau balasan itu dibalas saat kita masih muda. Tapi kalau balasan itu di masa tua kita, sungguh penyesalan atau kesenangan yang akan kita terima," pesan sang khotib sebelum mengakhiri khutbahnya. (Rof Maulana/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Jadwal Kajian, Kyai, Ulama PMII Cabang Tegal

Jumat, 30 Juni 2017

Banser Waykanan Peringati Hari Juang Kartika

Waykanan, PMII Cabang Tegal. Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung menurunkan 25 anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk berpartisipasi dalam upacara peringatan Hari Juang Kartika Tahun 2015 bertema ‘Melalui Hari Juang Kartika, Kita Mantapkan Jati Diri TNI AD dan Kemanunggalan TNI-Rakyat Guna Mewujudkan Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian’.

Banser Waykanan Peringati Hari Juang Kartika (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Waykanan Peringati Hari Juang Kartika (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Waykanan Peringati Hari Juang Kartika

Ketua PC GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto didampingi Kasatkorcab Banser Alex Almukmin, di Blambangan Umpu, Selasa (15/12) mengatakan, Dandim 0427 Letkol Eddy Praytino secara khusus mengundang organisasi pemuda Nahdlatul Ulama (NU) untuk ikut serta dalam upacara yang dihelat di lapangan Pemerintah Kabupaten Waykanan dengan Inspektur Upacara Pj Bupati Albar Hasan Tanjung dan Komandan Upacara Pasi Ops Kodim 0427 Kapten Yana Mulyana.

"Diundang itu berarti keberadaan Ansor diakui dan tentu undangan tersebut harus disambut dengan kehadiran. Kami sampaikan terima kasih untuk kader Ansor dan Banser atas energi dan nyala semangatnya untuk organisasi," ujar Gatot yang juga alumni Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) II PP GP Ansor itu.

PMII Cabang Tegal

Perlu diketahui, Hari Juang Kartika merupakan peringatan peristiwa bersejarah para pendahulu TNI AD bersama rakyat, melawan musuh yang ingin menjajah kembali bumi pertiwi, di kota Ambarawa pada tanggal 15 Desember 1945 silam.

PMII Cabang Tegal

Perjuangan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dipimpin Jenderal Sudirman pada pertengahan Desember 1945 membuat tentara sekutu terjepit dan akhirnya mundur dari Ambarawa menuju Semarang.

Walaupun dihadang dengan seluruh kekuatan persenjataan modern serta kemampuan taktik dan strategi sekutu, para pejuang RI tak gentar. Mereka melancarkan serangan dengan gigih seraya melakukan pengepungan ketat di semua penjuru kota Ambarawa yang akhirnya hingga saat ini diperingati sebagai Hari TNI AD.

"Saya ikut Banser dan aktif hingga sekarang karena ikhlas lillahi taala, niatnya beribadah. Saya akan tetap memiliki semangat untuk NU, ikut upacara Hari Juang Kartika (HJK) agar bisa menjadi contoh bagi kader Banser yang muda untuk terus aktif," ujar M Taufiq, alumni Diklatsar Banser Waykanan angkatan II tahun 2001 kelahiran 1967.

Anggota Banser Waykanan lain, Danang Indra Pangestu mengaku belum banyak berbuat untuk organisasi. "Ini yang membuat saya ikut dalam kegiatan ini," ujar alumni Diklatsar Banser Waykanan angkatan X kelahiran 1997.

Hadir dalam upacara yang juga diikuti, Satpol PP, Wakil Ketua DPRD Abdul Haris Nasution, Kapolres AKBP Harseno, Kajari Blambangan Umpu Hidayat, dan Sekdakab Bustam Hadori. (Disisi Saidi Fatah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal News, Doa, Jadwal Kajian PMII Cabang Tegal

Rabu, 29 Maret 2017

Konfercab, NU Nias Selatan Dialog Interaktif via RRI

Nias Selatan, PMII Cabang Tegal



Radio Republik Indonesia (RRI) Nias Selatan menggelar dialog interaktif bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, di Studio RRI Nias Selatan, Jalan Baloho Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan.

Konfercab, NU Nias Selatan Dialog Interaktif via RRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab, NU Nias Selatan Dialog Interaktif via RRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab, NU Nias Selatan Dialog Interaktif via RRI

Dialog interaktif diselenggarakan sehari menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-2 NU Nias Selatan yang berlangsung hari ini, Ahad (27/3). Dalam forum publik tersebut Sekretaris PCNU Nias Selatan Dedi Rahmin Tanjung dan Afdal Jikri Maruao selaku Ketua Panitia Konfercab NU Nias Selatan menjadi narasumber.

Mengawali dialog, Dedi Rahmin Tanjung menjelaskan tentang NU dan kiprahnya dalam kemerdekaan Indonesia, juga komitmennya mengawal NKRI dalam bingkai kebinekaan. NU, katanya, sebagai organisasi keagamaan Islam terbesar di Indonesia ikut menentukan perjalanan sejarah bangsa Indonesia. NU yang lahir pada tanggal 31 Januari 1926 berkembang dengan corak dan kulturnya sendiri.

Sebagai organisasi keagamaan Islam berpahamkan Ahlussunnah wal Jamaah, NU menampilkan sikap toleran dan akomodatif terhadap nilai-nilai lokal. NU berakulturasi dan berinteraksi positif dengan tradisi dan budaya masyarakat. Dengan demikian ia memiliki wawasan multicultural.

Sementara itu Ketua Panitia Konfercab Afdal Jikri Maruao menjelaskan bahwa perkembangan Nahdlatul Ulama di Indonesia bahkan di dunia semakin meningkat. Ia mengungkapkan, PCNU Kabupaten Nias Selatan berdiri pada tahun 2011 lalu.

PMII Cabang Tegal

Sebagai cabang NU yang berusia lima tahun, kata Afdal, dengan segala keterbatasan telah berbuat untuk kemashlahatan umat. Kini, sesuai dengan AD/ART, NU Nias Selatan harus menggelar konferensi cabang kedua dalam rangka mengevaluasi perjalanannya selama ini serta memilih kepemimpinan NU masa khidmah 2016-2021.

PMII Cabang Tegal

Lebih lanjut Afdal mengatakan bahwa konfercab kali ini dilaksanakan 26-27 Maret 2016 di MIN Teluk Dalam dengan tema “Merajut Ukhwah, Meneguhkan NKRI” dan diikuti lima MWCNU, PCNU, dan dihadiri oleh PWNU Sumatera Utara. ? (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Jadwal Kajian PMII Cabang Tegal

Sabtu, 24 September 2016

Pelajar NU Cirebon Ganti OSIS Sekolah Sekabupaten dengan Komisariat

Cirebon, PMII Cabang Tegal. Menggandeng LP Maarif NU Cirebon, pelajar NU Cirebon akan menandatangani kerja sama dengan tujuh puluh kepala sekolah sekabupaten Cirebon. Penandatangan ini merupakan upaya bersama untuk mendirikan komisariat IPNU dan IPPNU di sekolah masing-masing.

Pelajar NU Cirebon Ganti OSIS Sekolah Sekabupaten dengan Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Cirebon Ganti OSIS Sekolah Sekabupaten dengan Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Cirebon Ganti OSIS Sekolah Sekabupaten dengan Komisariat

Penandatangan kesepahaman ini akan dilangsungkan pada Ahad (20/4) mendatang di STAI Bunga Bangsa Cirebon jalan Widasari III Tuparev, Cirebon.

“Kecuali pendirian, mulai tahun ajaran baru 2014-2015 OSIS di lingkungan sekolah Maarif NU akan diganti menjadi PK IPNU dan PK IPPNU,” kata Ketua PC IPPNU kabupaten Cirebon Putri Hidayani, Senin (14/4) malam.

PMII Cabang Tegal

Sosialisasi pendirian komisariat ini, sambung Putri, berupa pemberian lebih dari pengenalan IPNU-IPPNU untuk para kepala sekolah agar mereka memahami fungsi IPNU-IPPNU di sekolah mereka.

“Sengaja kita mengundang kalangan kepala sekolah atau wakasek bidang kesiswaan, karena selama ini kendala IPNU-IPPNU Cirebon untuk mendirikan komisariat mendapat penolakan dari kepala sekolah. Mereka menilai kehadiran OSIS sudah memadai. Padahal komisariat IPNU dan IPPNU bukan sekadar untuk mewadahi kegiatan siswa semata,” tegas Putri.

PMII Cabang Tegal

Di samping itu, mereka pemegang kebijakan di sekolah untuk selanjutnya menginstruksikan kepada warga sekolah agar merealisasikan pendirian komisariat di sekolah yang mereka pimpin.

Sosialisasi pendirian komisariat ini diadakan dalam rangka menindaklanjuti surat instruksi PP IPPNU dan PP LP Maarif NU terkait pendirian PK di sekolah-sekolah untuk mengembalikan IPNU-IPPNU sebagai organisasi intrapelajar NU.

Jumlah sekolah yang diundang sekitar 70 sekolah baik sekolah yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU maupun sekolah yang dikelola warga NU. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Santri, Aswaja, Jadwal Kajian PMII Cabang Tegal

Senin, 13 Juni 2016

Cetak Kader Cerdas dan Bijak, PMII Sidoarjo Gelar Pelatihan Instruktur

Sidoarjo, PMII Cabang Tegal. Upaya untuk mencetak kader yang cerdas dan bijak, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Sidoarjo menggelar acara pelatihan instruktur (training of instruktur), Jumat-Ahad (3-5/4).

Cetak Kader Cerdas dan Bijak, PMII Sidoarjo Gelar Pelatihan Instruktur (Sumber Gambar : Nu Online)
Cetak Kader Cerdas dan Bijak, PMII Sidoarjo Gelar Pelatihan Instruktur (Sumber Gambar : Nu Online)

Cetak Kader Cerdas dan Bijak, PMII Sidoarjo Gelar Pelatihan Instruktur

Pelatihan yang dibuka, Jum’at (3/4) pukul 18.17 WIB ini digelar selama tiga hari di Aula MWC NU Buduran Sidoarjo dengan mengangkat tema "Menjadi Instruktur Yang Cerdas dan Bijak" dan diikuti oleh pengurus harian dari masing-masing komisariat PMII.?

Peserta diantaranya dari Komisariat IAI Al-Khoziny, Komisariat Universitas Sunan Giri, dan Komisariat Universitas Maarif Hasyim Latif.

PMII Cabang Tegal

Ketua SC Muhammad Mahmuda menjelaskan, bahwa pada saat ini PMII yang ada di Sidoarjo sedikit mengalami penurunan dari generasi ke generasi. Untuk itu dengan digelarnya pelatihan ini, para kader PMII Sidoarjo terutama di setiap komisariat mampu bersikap lebih baik guna menghadapi tantangan zaman.

"Kami berharap supaya kader PMII yang berada di Sidoarjo terutama yang berada di masing-masing komisariat mampu menciptakan kader yang cerdas dan bijak pada jenjang yang akan datang," katanya.

PMII Cabang Tegal

Sementara itu, menurut Ketua PC PMII Sidoarjo Gigin Anggi Zuarinsa menuturkan, bahwa pelatihan ini merupakan amanah dari raker untuk menyiapkan seorang instruktur yang memberikan arahan, mengajarkan atau memahamkan sebuah pelajaran kepada para peserta PKD.?

"Ketika pengurus komisariat melaksanakan PKD nanti, mereka mempunyai instruktur yang terlatih,” ucapnya.

Ia juga berharap supaya kaderisasi di Sidoarjo lebih baik sehingga proses pengkaderan bersifat substantif dan tidak hanya menjadi agenda formalitas. "Nantinya mereka benar-benar menjadi calon instruktur terlatih yang mampu menciptakan kader PMII mujahid, loyal dan ikhlas serta mampu memperjuangkan Islam Aswaja An-Nahdliyah," harapnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Jadwal Kajian, Pahlawan PMII Cabang Tegal

Jumat, 29 April 2016

Ini Profil Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar, Lokasi Pra-Muktamar Zona Sumatera

Medan, PMII Cabang Tegal. Rangkaian kegiatan Pra-Muktamar NU ke-4 zona Sumatera berlangsung di Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar bertema ‘Kedaulatan dan Pemerataan Ekonomi (Konsep dan Perundang-Undangan). Pesantren yang berdiri sejak 1985 atau 30 tahun lalu ini terletak Jl Pelajar Timur No 264 Medan, Sumatera Utara.?

Pesantren yang diasuh oleh KH Syech Ali Akbar Marbun ini mempunyai 700-an santri aktif dan telah meluluskan santri sebanyak 23 angkatan sejak pertama kali berdiri.

Ini Profil Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar, Lokasi Pra-Muktamar Zona Sumatera (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Profil Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar, Lokasi Pra-Muktamar Zona Sumatera (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Profil Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar, Lokasi Pra-Muktamar Zona Sumatera

“Secara sistem, kami menganut pondok modern. Tetapi dalam proses pengajaran dan pendidikan, kami menerapkan sistem salafiyah,” ujar salah satu pengurus pesantren, Ustadz Muhyiddin saat ditemui PMII Cabang Tegal, Sabtu (16/5) siang di kantornya.?

PMII Cabang Tegal

Menurutnya, dengan kolaborasi dua sistem tersebut, akan berdampak pada kualitas santri dan lulusannya. Santri tidak hanya dibekali ilmu-ilmu umum, tetapi juga mengkaji kitab-kitab karya ulama klasik secara aktif.

PMII Cabang Tegal

Muhyiddin menerangkan, tentu selain menerapkan kurikulum Kemdikbud dan Kemenag, pesantren ini tetap mengutamakan kurikulum pesantren dengan mengkaji berbagai kitab klasik seperti, Tafsir, Hadits, Fiqih, Tasawuf, Akhlaq, Tauhid, Nahwu, Shorof, Balaghoh, dan lain-lain.

Dengan berlandaskan akidah Ahlussunah wal Jama’ah, imbuhnya, pesantren ini berupaya mencetak generasi muda NU dengan karakter ke-NU-an yang kuat.

“Santri kami tersebar dari berbagai wilayah, khususnya Sumatera bagian Utara, diantaranya dari Aceh, Riau, Lhouksemawe, Kepulauan Riau, serta sebagian juga ada yang berasal dari pulau Jawa,” ujar pria asli Malang, Jawa Timur ini.

Untuk menciptakan suasana belajar yang menarik, pesantren ini sering mengadakan belajar-mengajar di alam terbuka mengingat luas dan asrinya lingkungan pondok. Diantara kegiatan yang seringa diadakan di alam terbuka yaitu praktik bahasa Arab dan Inggris.

“Kami menerapkan sistem pendidikan pesantren selama 6 tahun. Jadi jika seorang anak hanya mencapai 3 tahun di sini, belum dikatakan sebagai alumni pondok pesantren, ya hanya lulusan tsanawiyah al-Kautsar saja,” tukas lelaki yang juga menjabat sebagai Kepala MA al-Kautsar ini.

Dalam kegiatan ini, dipastikan Sabtu (16/5) malam nanti, Marwan Ja’far sebagai Menteri Desa PDTT akan menyampaikan sambutannya sebelum acara resmi dibuka oleh Ketua Umum PBNU, Ahad (17/5) paginya. Sejumlah tokoh lainnya seperti Rais Aam PBNU, KH A Mustofa Bisri, Menristek Dikti, M Nasir, dan lainnya juga dijadwalkan hadir.

Pra-Muktamar ini juga akan dihadiri oleh kurang lebih 2500 warga nahdliyin dan pengurus NU dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, Riau, dan Kepulauan Riau.? ? (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Kajian, Jadwal Kajian PMII Cabang Tegal

Selasa, 13 Oktober 2015

Innalillah, Ketua IKA-PMII Meninggal Dunia

Jakarta, PMII Cabang Tegal. Innalillahi wainna ilaihi rojiun.  Ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) H Arief Mudatsir Mandan meninggal dunia Senin (10/11) tadi pagi sekitar 05.45 WIB. Sahabat Arief Mudatsir dipanggil kehadirat-Nya setelah menjalani perwatan di RS OMNI Alam Sutera BSD, Serpong, Tangerang Selatan.

Innalillah, Ketua IKA-PMII Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillah, Ketua IKA-PMII Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillah, Ketua IKA-PMII Meninggal Dunia

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus sahabat dekat almarhum H. Arvin Hakim Thoha. Menurut Arvin, jenazah disemayamkan di Fontaineblue Residence No 81 Bumi Serpong Damai Tangerang.

Rencananya jenazah baru akan dimakamkan pada Selasa (11/10) besok pada pukul 08.00 WIB di Pemakaman Tanah Kusir Jakarta Selatan.

PMII Cabang Tegal

Dr. H. Arief Mudatsir Mandan, M.Si. lahir di Jepara pada 11 November 1956. Selain memimpin IKA-PMII menggantikan H Ahmad Bagdja, ia aktif sebagai politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Di NU, ia pernah menjadi Direktur Pengurus Pusat Lakpesdam NU dan ketua Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor. Sahabat Arif adalah Ketua Forum Indonesia Satu, salah satu lembaga kajian strategis yang menjadi tempat berkumpul para alumni PMII dan telah menghasilkan banyak karya. (A. Khoirul Anam)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Jadwal Kajian PMII Cabang Tegal

Kamis, 02 Juli 2015

Habib Lutfi Gelar Manaqib Kubro bersama Ulama Jateng

Rembang, PMII Cabang Tegal . Lapangan Desa Sendang Rejo, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Ahad (15/9) malam, dipenuhi masyarakat setempat yang menghadiri manaqib kubro bersama Rais Aam Idarah Aliyah Jam’iyyah Ahlit Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (Jatman) Habib Muhammad Luthfi bin Ali Yahya.

Perhelatan akbar tersebut digelar sebagai ajang silaturahim para ulama dan habaib se-Jawa Tengah (Jateng). Tampak hadir Mustasyar PBNU KH Maimun Zubair, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar.

Habib Lutfi Gelar Manaqib Kubro bersama Ulama Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Lutfi Gelar Manaqib Kubro bersama Ulama Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Lutfi Gelar Manaqib Kubro bersama Ulama Jateng

Salah satu panitia, M Rokib saat ditemui PMII Cabang Tegal mengatakan, pihaknya hanya sebagai fasilitator pertemuan dan membantu suksesnya kegiatan manaqib kubro. “Kami selaku pengurus IPNU Cabang Lasem, bertanggung jawab mensukseskan acara tingkat Jawa Tengah,” katanya.

PMII Cabang Tegal

Para pengunjung tampak hikmat dengan alunan shalawat yang didendangkan salah satu grup hadrah setempat. Kegiatan tingkat Jawa Tengah itu adalah kali kedua setelah Jatman tiga bulan lalu.

PMII Cabang Tegal

Sementara itu, Satuan Koordinasi Rayon Banser Kec Lasem, Sluke, Kragan, dan Sarang, melakukann pengawalan ketat, demi kelancaran dan ketertiban acara. Panitia juga nekerja maksimal untuk kelancaran kegiatan sebagaimana direncanakan. (Ahmad Asmu’i/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Jadwal Kajian, PonPes PMII Cabang Tegal

Rabu, 25 Maret 2015

Lakpesdam NU Sumedang Gelar Majelis Ramadhan

Sumedang, PMII Cabang Tegal. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Kabupaten Sumedang mengadakan kegiatan majelis ramadhan pada Rabu (8/7) di aula kantor PCNU Sumedang. Kegiatan majelis ramadhan kali ini diisi oleh silaturahmi, diskusi pengkaderan keorganisasian NU, pelatihan politik anggaran, istighotsah, manaqib, dan buka puasa bersama.

Peserta yang dihadirkan adalah seluruh pengurus PCNU, ketua lembaga, lajnah, banom NU sumedang serta ketua MWCNU se-Kabupaten Sumedang.

Lakpesdam NU Sumedang Gelar Majelis Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Sumedang Gelar Majelis Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Sumedang Gelar Majelis Ramadhan

Muhammad Ramdani, ketua Lakpesdam NU Sumedang mengatakan, bahwa dasar kegiatan saat ini mengingat tantangan ke depan yang dihadapi NU semakin banyak. Diantaranya perkembangan kapitalisme global, pasar bebas, isu radikalisme yang mengatasnamakan agama, dan permasalahan dana desa. 

PMII Cabang Tegal

“Ini menjadi PR besar untuk warga NU mengawal bahkan membendung isu-isu tersebut supaya paham Aswaja NU tidak menjadi marjinal dan pembangunan NU semakin berkembang,” ujarnya.

PMII Cabang Tegal

Selain itu, lanjut Ramdani, pengkaderan NU sejak dini sampai tingkat ranting harus sering dilakukan guna mengimbangi isu-isu diatas. Generasi muda NU jangan sampai tidak tahu perkembangan NU. Dengan adanya penguatan kader-kader muda NU ditingkat ranting, diharapkan NU kedepan semakin membumi dan semakin kuat.

Menjelang adzan maghrib, kegiatan di isi oleh istighotsah dan pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qodir Jiilani yang dimotori oleh pengurus Thoriqoh Sumedang. Kegiatan manaqib seperti ini sudah menjadi kagiatan bulanan yang selalu dilaksanakan setiap bulan di kantor PCNU. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Jadwal Kajian, Kyai, Kajian Islam PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock