Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

IPNU-IPPNU Rembang "Road Show" Sosialisasi Bermedsos yang Bijak

Rembang, PMII Cabang Tegal

Gelaran hari pertama rangkaian acara Road Show Blogger oleh Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, berhasil mengunjungi dua sekolah, yakni MA Al-Azar Sale dan MA YSPIS Sedan. Para peserta antusias dalam mengikuti acara tersebut.

IPNU-IPPNU Rembang Road Show Sosialisasi Bermedsos yang Bijak (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Rembang Road Show Sosialisasi Bermedsos yang Bijak (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Rembang "Road Show" Sosialisasi Bermedsos yang Bijak

Ketua PC IPPNU Rembang Afaf Muniroh Atid mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengajarkan para pelajar NU untuk menggunakan media sosial (medsos) dengan bijak. Gencarnya situs radikalisme, lanjut Afaf, dalam bersosialisasi di dunia sosial harus diimbangi dengan sikap bijak dan teliti dalam menggunakan media internet.

"Tentunya dengan kematangan cara berpikir dan pola penggunaan internet yang bijak, maka para pelajar NU tidak akan mudah terprovokasi dengan adanya situs-situs radikal yang gencar dan banyak bertebaran di dunia maya," terang Afaf, Kamis (12/5) sore, di Aula MA YSPIS Sedan.

PMII Cabang Tegal

Para peserta yang mengikuti kegiatan road show blogger yang bertema, "Berakhlakul Karimah di Dunia Maya" tersebut. Gelaran road show ini direncanakan akan digelar selama 7 hari ke depan dan akan mengunjungi 8 sekolah dibawah naungan LP Maarif NU Kabupaten Rembang.

PMII Cabang Tegal

Selaku Narasumber acara M Zaim Cholil Mumtaz mengatakan, ada banyak sekali penyalahgunaan media sosial saat ini. Di antaranya adalah sebagai media sosialisasi bagi para teroris. United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) pada tahun 2011 telah mengidentifikasi tujuh bentuk penggunaan dunia maya untuk kepentingan terorisme.

"Di antaranya propaganda, perekrutan, pendanaan, pelatihan, perencanaan, penyebaran teror, dan cyberattack (penyerangan melalui internet)," terang adik kandung H Yaqut Cholil Qoumas selaku Ketua PP GP Ansor tersebut.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir sebagai narasumber dari Gerbang atau Komunitas Blogger Rembang yang menyampaikan materi tentang penggunaan media sosial yang bijak. Mereka menyampaikan cara memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaran dan berwirausaha.

Pimpinan Komisariat IPPNU MA YSPIS Sedan Asiyati Ana Safitri mengatakan, dengan adanya sosialisasi ini para siswa mendapatkan pengalaman dan ilmu tentang bagaimana penggunaan media dengan baik. "Jadi bukan hanya update status saja, kita juga harus bijak dan produktif dalam penggunaan media sosial," terang Asiyati yang juga salah satu peserta road show. (Aan Ainun Najib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pahlawan, AlaSantri PMII Cabang Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

PMII Purworejo Bimbing Calon Aktivis Sosial

Purworejo, PMII Cabang Tegal. Pengurus PMII Purworejo menggelar Training Of Fasilitator (TOF) selama tiga hari, Kamis-Sabtu (29-31/1) di desa Cuweran Lor kecamatan Loano, Purworejo. Sedikitnya 38 kader PMII dari tiga komisariat mengikuti pelatihan yang didampingi instruktur dari Semarang dan Yogyakarta. Mereka dibekali perangkat yang cukup untuk memecahkan persoalan di masayarakat.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi sistem kaderisasi informal yang sudah menjadi program kerja organisasi. Training ini sangat penting dan dibutuhkan oleh kader agar mereka menjadi terampil saat berbicara didepan umum," kata ketua panitia M Fadli, Jumat (30/1).

PMII Purworejo Bimbing Calon Aktivis Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Purworejo Bimbing Calon Aktivis Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Purworejo Bimbing Calon Aktivis Sosial

Kegiatan yang mengambil tema “Metodologi Pelatihan Fungsi dan Peranan Fasilitator Transformatif” ini justru sangat dibutuhkan oleh para peserta ketika telah selesai kuliah dan membaur bersama di tengah masyarakat terutama saat melakukan sebuah advokasi terhadap sebuah persoalan yang terjadi di masyakarat.

PMII Cabang Tegal

"Mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial untuk terus mengawal sebuah perubahan. Tanpa mengusai teknik fasilitasi ini tentu hasilnya tidak akan maksimal," tambahnya.

PMII Cabang Tegal

Sementara itu, Ketua PMII Purworejo Muhamad Arifin mengatakan, kaderisasi baik formal, non formal, maupun informal merupakan upaya pembentukan kader yang mampu menjawab tantangan zaman.

"Padahal pendidikan yang seharusnya dapat dijadikan sebagai ? mediasi transformasi sosial guna menciptakan tatanan masyarakat yang lebih adil justru kini berlaku sebaliknya. Maka forum-forum training seperti ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada kader serta mengembalikan pendidikan kepada ril yang sesungguhnya," tandasnya.

Lebih lanjut Arifin berharap, usai pelatihan ini para alumni mampu memberikan warna baru dalam hal wacana ataupun pengetahuan guna memberikan daya dorong para pengkaderan di lingkup kampus mengingat semakin parahnya nalar mahasiswa yang cenderung malas berorganisasi.

"Kenyataan hari ini kita dihadapkan pada sikap mahasiswa kebanyakan yang tidak lagi memiliki jiwa sosial yang tinggi bahkan cenderung hedonis. Kuliah hanya dijadikan sebagai mode dan tren untuk menunjukkan status sosial kepada masyarakat lain. Ini yang sebenarnya juga menjadi tantangan para kader setelah mereka selesai mengikuti training ini," katanya. (Lukman Hakim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pahlawan, Quote, Lomba PMII Cabang Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Tradisi Malem Jumat Wagean di Bojonegoro

Selepas sembahyang maghrib warga yang semuanya laki-laki berduyun menggendong ember ukuran sedang berisi aneka makanan (ambeng). Mereka mengumpul di sebuah masjid, duduk berbaris saling hadap, dan siap melantunkan doa-doa.

Suasana ini hampir terjadi di seluruh sudut kampung di Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, saban Kamis Pon malam atau lebih dikenal dengan Malem Jumat Wage. Gema tahlilan dari pengeras suara terdengar di mana-mana. Siang harinya, aktivitas dapur terlihat sangat sibuk dan pasar-pasar tampak semakin ramai.

Tradisi Malem Jumat Wagean di Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Malem Jumat Wagean di Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Malem Jumat Wagean di Bojonegoro

Seperti yang terjadi di Dusun Sayang, Desa Blongsong, Kecamatan Baureno, Kamis (22/8) malam. Tanpa komando, ratusan jamaah yang terdiri dari orang tua, pemuda, dan anak-anak memenuhi masjid setempat.

PMII Cabang Tegal

Hanya sedikit orang yang tak membawa ambeng. Ambeng lazimnya berupa nasi beralaskan daun pisang yang disajikan bersama mie, ikan, telur, atau daging ayam. Namun, ada pula sekadar buah dan jajanan pasar untuk dibagikan sebagai menu pelengkap.

“Niat kita di sini adalah sedekah dan mendoakan arwah para ahli kubur kita yang telah meninggal khususnya, dan umumnya seluruh umat Islam yang ada di dunia,” kata salah seorang tokoh masyarakat, Masduri, saat memimpin acara.

PMII Cabang Tegal

Sebelumnya, sejumlah anggota Pimpinan Anak Ranting Muslimat setempat menggelar khataman al-Qur’an bakda Dhuhur. Sementara kaum ibu mengaji di masjid, para pria umumnya melakukan nyekar alias berziarah dan membersihkan kuburan keluarga.

Agenda rutin per 35 hari ini berpengaruh pada pergerakan ekonomi masyarakat. Di Bojonegoro telah dimaklumi bahwa Kamis Pon adalah momen membludaknya pengunjung sebagian besar pasar. Tidak hanya jumlah pembeli yang meningkat, penjual musiman juga selalu hadir dan menggelar lapaknya di pinggir-pingir trotoar.

Pasar Kamis Ponan dimanfaatkan para pedagang menjual ragam kebutuhan saat itu, seperti kembang untuk menyekar, daging, buah-buahan, jajanan pasar, dan bahan pokok untuk hidangan kenduri Malem Jumat Wagean.

Khusus di Desa Blongsong, selain ke makam keluarga, sebagian penduduk biasanya berziarah pula ke sebuah makam keramat, Sunan Blongsong, orang yang diyakini berjasa menyebarkan Islam dan mendirikan desa tersebut.

Malam Jumat Wage merupakan saat puncak acara. Hampir semua masjid diisi acara tahlilan, yakni membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an, tasbih, tahmid, tahlil, shalawat, dan doa untuk para pendahulu. Usai tahlilan, rasa solidaritas antarsesama mereka tampakkan dengan saling memberi atau bertukar hidangan yang mereka bawa sendiri dari rumah.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pahlawan PMII Cabang Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Pesantren Nurul Jadid Bali Gelar Pekan Olahraga

Buleleng, PMII Cabang Tegal - Pondok Pesantren Nurul Jadid Pemuteran Kabupaten Buleleng menggelar Pekan Olahraga yang didukung oleh Kemenpora RI. Kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 26 sampai 28 Desember 2017.

Dalam pekan olahraga ini, aneka macam perlombaan digelar mulai dari futsal santri, tenis meja, badminton, dan lari cepat 100 meter serta olahraga tradisional yakni gobak sodor. Selain itu, pekan olahraga ini diawali dengan penampilan atraksi pencak silat dari grup Pagar Nusa Buleleng.

Pesantren Nurul Jadid Bali Gelar Pekan Olahraga (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Jadid Bali Gelar Pekan Olahraga (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Jadid Bali Gelar Pekan Olahraga

Perlombaan ini diikuti tujuh pondok pesantren, yakni Pesantren Nurul Jadid, Pesantren Mirqotul Falah, Pesantren Bustanul Ulum, Pesantren Nurul Iman, Pesantren Nurul Hasan, Pesantren Nurul Fatah, Masjid Remas Ainul Yaqin dan MI Assyafiiyah.

PMII Cabang Tegal

Pengasuh Pesantren Nurul Jadid Gus M Sadoellah Yamin memgatakan, kegiatan ini merupakan bantuan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga H Imam Nahrawi kepada pesantren untuk meningkatkan prestasi dan semangat olahraga di pesantren.

PMII Cabang Tegal

"Selain bantuan langsung Kemenpora RI, kegiatan ini, juga didukung PAC Anshor Gerokgak. Saya juga mengajak semua komponen masyarakat untuk terus ikut serta menggelorahkan olahraga. Khususnya dilingkungan Pesantren dan terus bersinergi dengan visi dan misi Kemenpora," ucapnya. Kamis (28/12) malam.

Menurut Gus Sadoellah, olahraga harus dilestarikan di pesantren agar para santri juga sehat dalam raganya sehingga ketika mengikuti pelajaran umum dan agama. Mereka juga bisa bersemangat.

"Mari kita berdoa semoga di dalam tubuh yang sehat terdapat pula jiwa yang sehat. Ini sangat cocok sekali dengan nilai-nilai pesantren," imbuhnya.

Gus Sadullah menuturkan bahwa olahraga hal yang sangat penting untuk para santri karena santri di kompleks pesantren juga bisa meningkatkan potensinya di berbagai bidang olahraga yang digemarinya.

"Harapan saya, pesantren tidak hanya mencetak seorang kiai, ustadz, atau guru. Tapi juga atlet olahraga. Yang nantinya, bisa ikut serta mengharumkan nama negeri ini. Sejak dulu santri selalu ikut mewarnai pentas nasional. Insya Allah semoga santri Nurul Jadid bisa berprestasi dalam bidang apapun, supaya bermanfaat pada masyarakat, khususnya di lingkungannya," tutupnya. (Abraham Iboy/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pondok Pesantren, Pahlawan, News PMII Cabang Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Ramadhan, NU Banyuwangi Kaji Empat Kitab Mbah Hasyim

Banyuwangi, PMII Cabang Tegal



Selama bulan Ramadhan tahun ini pengurus takmir Mushala kantor PCNU Banyuwangi akan mengadakan kegiatan kajian kitab kuning secara bandongan sebagaimana dalam tradisi pesantren. Mushala kantor PCNU Banyuwangi di Jalan Ahmad Yani, nomor 59, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, menjadi pilihan tempat dalam pelaksanaan gelaran kajian rutin selama bulan Ramadhan ini.

Ramadhan, NU Banyuwangi Kaji Empat Kitab Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, NU Banyuwangi Kaji Empat Kitab Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, NU Banyuwangi Kaji Empat Kitab Mbah Hasyim

Saat dimintai keterangan, ketua takmir mushala PCNU Banyuwangi mengatakan ada beberapa kitab yang akan dikaji. Mulai dari kitab fiqih, tauhid, sejarah, ke-NU-an dan keaswajaan, dan lain sebagainya.

"Ini sebagai upaya untuk menyambut Ramadhan dengan amaliah yang baik sekaligus memakmurkan kantor NU. Dan saya akan mengundang pengurus NU beserta banomnya di setiap tingkatan. Tak terkecuali pula masyarakat umum yang ingin menghadiri kajian ini," jelas Haikal kepada PMII Cabang Tegal di kantor PCNU Banyuwangi, Kamis (25/05) siang.

Kajian kitab dikhususkan kepada karya-karya yang ditulis oleh pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratusysyekh KH Hasyim Asyari. "Karya Kiai Hasyim sengaja kami pilih karena memiliki makna ganda. Tidak hanya memperkuat keimanan, juga bertujuan untuk memperkuat ideologi ke-NU-an," tutur Haikal.

Secara teknis ada empat judul kitab yang akan dikaji mulai selepas shalat Ashar sampai jelang buka bersama. Kitab pertama Risalah Ahlussunnah wal Jamaah, Kitab kedua At-tibyan, ketiga Muqoddimah Qonun Asasi, dan terakhir Arbaina Hadistan Nabawiyah, imbuh Haikal.

PMII Cabang Tegal

"Saya tentukan untuk kitab pertama akan dipandu oleh Katib Syuriah MWC NU Banyuwangi Fata Zamroni di setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis. Kitab kedua disambung oleh Wakil Rais Syuriah MWC NU Kecamatan Banyuwangi Ahmad Syakur Isnaini di setiap hari Senin dan Sabtu. Dan kitab ketiga akan dipandu oleh Direketur Aswaja NU Center PCNU Banyuwangi Kh. Abdillah Asad di hari Jumat kedua dan keempat. Terakhir Rais Syuriah MWC NU Blimbingsari Sunandi Zubaidi akan memandu kitab keempat di hari Jumat minggu pertama dan ketiga," terang Haikal.

"Sengaja pemateri kita buat bergantian harapan kami supaya lebih efektif dan para hadirin tidak merasakan bosan saat pengajian," tegas Haikal.

Haikal menambahkan, kalau ingin memiliki kitab pengajian bisa didapat di panitia dengan mengganti bisyarah lima puluh ribu rupiah. "Akumulasi biaya bisyarah penggantian kitab ini juga diperuntukkan biaya akomodasi kegiatan," terangnya.

Dan terakhir Haikal menyampaikan, para peserta yang hadir juga mendapatkan takjil gratis yang disiapkan panitia. "Para peserta atau lainnya juga bisa menyumbang takjil atau juga bahan berbuka lainnya untuk kegiatan yang disupport oleh Lakpesdam MWC NU Banyuwangi dan disiarkan langsung oleh radio PMII Cabang Tegal Banyuwangi ini," tutup Haikal. (M. Sholeh Kurniawan/Mukafi Niam)

PMII Cabang Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Internasional, Pahlawan, Nahdlatul PMII Cabang Tegal

IKA PMII Lampung Perkuat Database Alumni Lintas Perguruan Tinggi

Bandar Lampung, PMII Cabang Tegal. Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Provinsi Lampung di bawah nahkoda H Noverisman Subing selaku Ketua dan Mashuri ? selaku Sekretaris, terus melakukan pembenahan baik secara internal maupun eksternal.

Andika Wijaya selaku Tim Admin website IKA PMII Lampung kepada PMII Cabang Tegal melalui sambungan telpon mengatakan, Selasa (3/5), hadirnya website IKA PMII Lampung ? adalah bagian dari pemanfaatan media teknologi sebagai wahana tali silaturahmi antara kader PMII sekaligus database alumni PMII lintas perguruan tinggi.

IKA PMII Lampung Perkuat Database Alumni Lintas Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
IKA PMII Lampung Perkuat Database Alumni Lintas Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

IKA PMII Lampung Perkuat Database Alumni Lintas Perguruan Tinggi

"Saat ini yang masuk di data base kami baru dua ratusan alumni, tapi kami mempunyai keyakinana alumni PMII di propinsi Lampung ? yang tersebar di lima belas Kabupaten/Kota ini lebih dari angka seribuan," ujar Andika yang juga alumni IAIN Raden Intan Lampung ini.

Fathurrohman selaku mantan aktivis PMII IAIN Purwokerto, Jawa Tengah, yang kini bermukim di Putra Rumbia, Lampung Tengah mengatakan, menyambut baik hadir pendataan alumni, ini adalah bagian administrasi ? yang harus kita perhatikan.

PMII Cabang Tegal

"Mengingat alumni PMII di Bumi Tanoh Lada ini adalah jebolan dari berbagai perguruan tinggi baik skala lokal maupun yang ada di pulau Jawa, dan telah terdistribusikan ke ranah akademisi, birokrat, politik, pengusaha, jurnalis, BUMD, penyelenggara Pemilu, advokat, dan lain-lain,” imbuhnya yang kini menjadi kader GP Ansor di daerahnya.

Komposisi anggota IKA PMII Lampung terdiri dari pelbagai perguruan tinggi baik swasta maupun negeri seperti; UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Walisongo Semarang, IAIN Raden Intan Lampung, IAIN Purwokerto, UNILA, UBL, STKIP PGRI Bandar Lampung, STAIN Jurai Siwo Metro, IAIM NU Metro, UNHASY Jombang, Malang, dan lain-lain.

PMII Cabang Tegal

Kini, sekretariat IKA PMII Lampung beralamatkan di Jalan Cendana No 99 Perumahan Way Halim Permai Bandar Lampung. Bagi alumni PMII bisa mendaftar di link ini : https://ikapmiilampung.wordpress.com/tag/ika-pmii-lampung/. (Ahmad Syarif Kurniawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pahlawan, Kajian Islam PMII Cabang Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Gus Mus Terbitkan Tiga Buku Baru

Jakarta, PMII Cabang Tegal

Mustasyar PBNU KH A Mustofa Bisri atau Gus Mus menerbitkan tiga buku baru kemarin (20/6). Ketiga buku terbitan Mata Air Publishing itu terdiri dari satu buku kumpulan puisi berjudul Aku Manusia dan dua buku kumpulan esai Agama Anugerah, Agama Manusia dan Sang Pemimpin.

Menurut Rizal Wijaya dari Mata Air Publishing, tujuan menerbitkan buku ini adalah untuk menyebarkan pemahaman keislaman dari ulama yang memang dikenal memiliki ilmu yang luas dan mendapatkan ilmunya dari berbagai sumber.

Gus Mus Terbitkan Tiga Buku Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Terbitkan Tiga Buku Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Terbitkan Tiga Buku Baru

"Sehingga melalui karya dan pemandangan Gus Mus ini orang-orang akan lebih memahami agama dan tidak disalahpahami dari sisi yang sempit saja," ujarnya.

PMII Cabang Tegal

Selain itu, tambah Rizal, penerbitan 3 buku ini juga mempunyai misi untuk menebarkan pemahaman agama dan keberagamaan yang menyejukkan, serta menyajikan pengetahuan agama secara utuh mulai dari kulit hingga esensinya.

"Mata Air mengajak kembali umat untuk gemar membaca melalui tulisan yg ringan tetapi berbobot," tutup pria yang juga mengelola kanal Gus Mus TV itu.

PMII Cabang Tegal

Terbitnya tiga karya ini juga menambah deretan karya dan buku yang telah diterbitkan oleh pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin (Rembang) ini. Beberapa buku itu antara lain Rubaiyat Angin dan Rumput (Majalah Humor dan PT. Matra Media, Cetakan II, Jakarta, 1995). Pahlawan dan Tikus (kumpulan pusisi, Pustaka Firdaus, Jakarta, 1996). Mahakiai Hasyim Asyari (terjemahan, Kurnia Kalam Semesta Yogya, 1996) dan lain-lain. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PMII Cabang Tegal Pendidikan, Pahlawan PMII Cabang Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PMII Cabang Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PMII Cabang Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PMII Cabang Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock